Liburan Minggu Di Jakarta Ke Rumah Si Pitung


The best way to deal with people who are trying to pull you down is by climbing out of their reach

By Apoorve Dubey

rumah si pitung marunda
Rumah si pitung marunda

Hello World

Jakarta, 22 November 2015

Bingung mau kemana pas liburan hari minggu di Jakarta? Ke rumah si pitung saja, si Robin Hood versi Indonesia. Lokasi rumah si Pitung berada di daerah Marunda Pulo, Cilincing, Jakarta Utara Cara. Cara akses ke rumah si pitung dengan angkutan umum turun di Halte Enggano naik angkot Nomor 05 turun di Cilincing kemudian ambil angkot U05 merah dengan tujuan Rusun Marunda turun di depan rusun atau bisa juga turun di STIP karena lokasi kampung si pitung satu kawasan dengan STIP (Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran) Marunda.

Keinginan untuk travelling ke rumah si Pitung, sosok legenda bagi warga Betawi sebenarnya sejak setahun silam tapi baru kesampain November 2015. Lalu aku mengajak teman kuliah dulu si Yosi Sihite itupun harus janjian dua minggu sebelum keberangkatan.

rumah si pitung wisata pesisir
rumah si pitung wisata pesisir

Perjalanan ke rumah si Pitung agak lucu karena kami memulai naik busway dari GOR Sumantri lanjut ke Kota terus ke Tanjung Priok. Dari referensi cara akses ke rumah Si pitung harusnya kami turun di Halte Busway Tanjung priok tapi karena saat di halte enggano ada angkutan 05 arah Bulak akhirnya kami turun dan naik itu angkot. Ongkos angkot dari halte enggano ke Cilincing Rp5000 terus kami lanjut dengan angkot 05 warna merah. Di dalam angkot lama sekali menunggu terus ya pas karena kita mau ikut anak kecil yang hendak ke pantai dimana mereka tidak tahu jalan juga yang ujungnya kami dimarahin si Bapk angkot. Pasalnya kami kira si bocah tahu jalan maka kami hendak turun nah pas melewati STIP Marunda si sopir nanya apa ada yang lewat RUSUN atau tidak. Karena kami tidak tahu kalau kampung si Pitung itu dekat dengan RUSUN MARUNDA akhirnya kami dimarahin si bapak ketika menanyakan ke penumpang lain cara ke rumah Si Pitung. Kami hendak turun di STIP kemudian dibelain oleh penumpang lain kalau kami tidak tahu jalan, walau begitu tidak sedap banget dimarahin si bapak angkot. Belum lagi pas turun anak bocah seangkot dengan kami dimarahin si bapak karena kurang bayar. Angkot dengan supir tempramen yang pernah aku dapatin. Si Yosi sih mereasa lucu maklum di anak psikolog sih hehehe 😀

rumah si pitung wisata pesisir
Rumah si pitung 

Nah sampai di dekat rusun Marunda, ada plakat tulisan “KAMPUNG SI PITUNG”, nah kami berjalanlah ke dalam yang lumayan dekat. Cat warna kuning kontras sekali serta gaya rumah panggung dengan kayu berwarna cokelat. Sayangnya rumah si Pitung sedang renovasi hingga tanggal 15 Desember 2015 akhirnya kami hanya melihat dari luar saja. Hiks!

rumah si pitung wisata pesisir
Rumah si pitung 

Terus disamping rumah si Pitung ada banyak Danau buatan untuk memancing terus pas hendak pulang ada jualan bakso. Aku dan Yosi lalu makan baksolah seharga Rp5000 tapi enak banget hingga kami mencari Pantai di ujung Marunda. Eeh di tengah jalan, jalannya becek nah untungnya kami pake sepatu dan lucu deh pelepotan. Hujan terus tiba-tiba panas lagi begitulah perjalan kami hingga akhirnya kami tertidur 30 menit di masjid  Masjid Al Alam, terkenal dengan kisah sumur 3 rasa,  tidak jauh dari rumah Si Pitung di Marunda. Lalu kami melanjutkan perjalan mencari pantai di ujung Marunda.

Salam

Winny

Iklan

Belajar sejarah perjuangan TNI di Wisata Museum Satria Mandala Jakarta


“If a cluttered desk is a sign of a cluttered mind, of what, then, is an empty desk a sign?”
-Albert Einstein-

museum satria mandala
Museum Satria Mandala

 

Hello World

Jakarta,  7 Oktober 2015

Jika ingin mengetahui lebih dalam tentang sejarah perjuangan Tentara Nasional Indonesia (TNI) maka bisa mengunjungi Museum Satria Mandala yang diresmikan tahun 1972. Kalau yang sudah sering lewat Jalan Gatot Subroto Jakarta dipastikan tahu museum Satria Mandala  karena memang lokasinya berada di depan jalan apalagi miniatur pesawat terbang, meriam sampai helikopternya berada di depan museum sehingga cukup menarik perhatian.

Anehnya walau aku sudah di Jakarta dari tahun 2013, aku baru mengunjungi Museum Satria Mandala  untuk pertama kalinya baru di tahun 2015 itupun penasaran apa sih isianya. Memang sih misiku untuk menamatkan semua Museum yang ada di Jakarta. Alias tour museum Jakarta sampai tuntas 😀

Memasuki gerbang Museum Satria Mandala aku membayar tiket masuk seharga Rp2500. Masuk kedalam museum aku disambut dengan Tulisan dinding proklamasi lengkap dengan Presiden dan Wakil Presiden dari dulu hingga sekarang. Nah untungnya pas aku jalan-jalan ke Museum Satria Mandala banyak pengunjungnya tapi kebanyakan anak SD dengan gurunya tapi masih mendingan ramai karena biasanya kalau aku ke museum biasanya sepi kadang pengunjungnya cuma aku doang pas kedatangku jadi kalau jalan-jalan sendiri kadang agak horor apalagi ada beberapa museum yang memang horor sih 😀

 

Memasuki museum aku melihat gambaran perjuangan Indonesia dalam karikatur mini yang mirip di Monas lalu di depannya ada informasi tentang replika kejadian tersebut misalnya kejadian Bandung Lautan Api. Lucunya ketika aku melihat seorang bocah yang begitu antusias menulis informasi yang ada di depan papan informasi.

Kemudian aku juga melihat peralatan perang Indonesia mulai dari ranjau, rudal, torpedo, di ruang peralatan sejak zaman dulu hingga sekarang.

Kurasa kalau cowok cocok kali mengunjungi Museum Satriamandala 😀

Anak sekolah di Museum Satriamandala
Anak sekolah di Museum Satriamandala

Oh ya di dalam Museum Satriamandala ada beberapa peninggalan sejarah yang menarik menurutku yaitu baju kebanggan alm. Jendral Sudirman, serta baju kebanggaan alm. Pak Soeharto. Cukup mudah mendapatkan informasi mengenai kedua tokoh karena sudah terpajang di papan informasi. Cuma aku terkagum-kagum karena kedua orang besar ini meninggalkan baju yang super keren beserta sejarah penting yang pernah baju ini lewati 😀

Terus yang menarik lagi dari Museum Satriamandala terletak dari koleksi  benda bersejarah yang berkaitan dengan TNI mulai dari senjatanya, atribut ketentaraan, lambang panji bahkan tandu jendarl Soedirman saat dia sakit tapi waktu itu masih bergerilya melawan Belanda. Di museum aku jadi lebig mengenal tentang sosok TNI serta atribut pangkatnya dari tahun 1950an. Menarik kan?

Karena aku anak Teknik, maka salah satu lambang yang paling menarik menurutku itu lambang Teknik karena jujur saja baru tahu kalau lambang teknik seperti ini. Aku emang anak teknik KW hehehe 😀

Bagi penyuka miniatur meriam, pesawat tempur maka mengunjungi Museum Satrimandala sangat tepat! Kadang lucunya justru yang dekat loh terlupakan sama kayak aku ke Museum tinggal ngesot tapi karena dekat jadi malasnya lebih banyak tapi karena punya misi mengeliligi semua museum dan mengenal lebih dalam Jakarta maka satu persatu musuem Jakarta akan ku kelilingi.

Ayee 😀 (jadi curcol)

Ps: habisnya sering malu udah kemana-mana tapi yang di Jakarta malah belum semua yang dijelajahin, dan mumpung jatah liburan cuma sehari dalam seminggu maka pilihan yang tepat ialah menjelajah Jakarta lebih dalam. Ada yang mau ikut? 🙂

tanda teknik
Tanda Teknik

Siapa yang sudah pernah ke Museum Satriamandala?

Alamat Museum Satriamandala

Jalan Gatot Subroto No. 14, Jakarta

Salam

Winny

 

Napak Tilas STOVIA dan Boedi Oetomo di Museum Kebangkitan Nasional


Museum Kebangkitan Nasional is a history museum that present the information and the collection of historical objects realting to the history of national revival. The museum occupies cultural heritage buildings education place of School Tot Oplediding Van Inlandsche Artsen (STOVIA) or medical school for indigeneous that is built in 1899. Museum Kebangkitan Naional presents information about the history of national revival and history of medical. The storyline of national revival history exhibition was begun from the Dutch period, the history of education and organizations during the national revival period. The medical history as begun from traditional treatment period until modern treatment period. Museum Kebangkitan Naional presents information through showroom that is arranged thematically, including ethical politic room, kartini school modeling room, STOVIA’s classroom, national movement room, lecture’s room, STOVIA’s historical room, Boedi Oetomo Memorial Room, STOVIA dormitory room and laboratory. On December 1907, Doctor Wahidin Soedirohoesodo took a speech about Studie Founds (scholarship) in front of STOVIA student. On May 20, 1908, STOVIA students declared the establishment of first modern organization Boedi Oetomo. On March7, 1915 STOVIA students founded the first youth organization Tri Koro Darmo. On April 6,1973, the STOVIA building was restored by Government of DKI Jakarta.

(By Museum  Kebangkitan Nasional)

Gedung STOVIA
Gedung STOVIA

Hello World

Jakarta, 6 Oktober 2015

Jalan-jalan ke Musuem Kebangkitan Nasional serasa ikut mengecap pendidikan di STOVIA, paling tidak jika ingat STOVIA sangat berhubungan dengan Boedi Oetomo. Yah aku memang penyuka klasik meski jalan-jalan sendirian ke Museum dan dikira aneh aku tidak perduli malah aku sangat antusias ketika STOVIA yang dulu aku baca di buku sekolah kini aku bisa langsung sekolah yang masih kokoh hingga sekarang dan lokasinya di Jakarta tepatnya di dekat RS Gatot Subroto Jakarta, tak jauh dari Atrium Senen. Aku tahu lokasi museum kebangkitan Nasional dari satpam penjaga museum Sumpah pemuda yang menyarankan ke Musuem Kebangkitan Nasional karena koleksinya lebih lengkap dan siapa sangka aku menginjakkan kaki yang awalnya diperuntukkan sebagai gedung sekolah dan asrama  Tot Oplediding Van Inlandsche Artsen (STOVIA) tahun 1899 dengan luas tanah 15,742 m2.

Amazing!!

Dulu aku pernah lewat ke Musuem Kebangkitan Nasional tapi aku tidak tahu kalau itu adalah museum sampai ada niat untuk mengunjunginya tapi aku selalu terpukau dengan design banguannya yang jadul tapi Barat banget. Museum Kebangkitan Nasional merupakan museum sejarah yang memiliki banyak koleksi foto maupun benda-benda yang erat kaitannya dengan pergerakan nasional bangsa Indonesia. Museum menempati bangunan cagar budaya tempat pendidikan STOVIA atau Sekolah Dokter Bumi Putera yang menjadi tempat berkumpulnya pemuda cerdas dari berbagai daerah. Gedung Stovia menjadi tempat lahir dan berkembangnya nasionalisme, puncaknya pada tanggal 20 Mei 1908, pelajar Stovia dibawah pimpinan Soetomo mendirikan organisasi Boedi Oetomo sebagai wadah perjuangan untuk mewujudkan masyarakat sejahtera. Tanggal 5 juli 1920 Gedung Stovia hanya dijadikan asrama krena aktifitas pendidikan pindah ke gedung baru yang lebih modern yaitu Centrale Burgerlijke Ziekeninrichting (rumah sakit Cipto Mangunkusumo). Tahun 1926 semua aktifitas pelajar STOVIA dimanfaatkan untuk tempat pendidikan sekolah Asisten Apoteker, Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO) singkatan sekolah menengah pertama, dan Algeeene Middelbare School (AMS) setingkat sekolah menengah atas. Tahun 1942 Gedung Stovia menjadi penampungan tawanan perang tentara Belanda (Koninklijke Nederlandse Indische Landmacht). Setelah kemerdekaan tawanan perang tersebut tidak ada yang mengurus, mereka tetap tinggal di gedung tersebut.

Jujur saja sewaktu aku mengunjungi  Musuem Kebangkitan Nasional aku agak merinding apalagi pas melihat bekas asrama pelajar STOVIA dulu/dormitory nya. Seram padahal jam masih jam 2 siang mungkin karena orang yang mengunjungi sepi terus bangunnya luas. Tapi untuk ruang pamer alat-alat kedokterannya sangat menarik mulai dari gilingan jamu, tempat penyimpanan tes darah, alat operasi amandel hingga alat pemecah kepala. Koleksi alat medisnya seakan belajar kedokteran lengkap dengan sejarahnya bahkan ruang dosen Stovia juga ada sampai ruang peragaan sekolah kartini dan ruang kelas terbuka. Untuk ruang memorial Boedi Utomoe ditutup dan beneran dah entah karena merasa sendiri atau emang aku takut tapi tempatnya horror. Aku bahkan kaget waktu melihat ruang pamer dimana dosen Stovia dan pribumi melakukan bedah persis di ruangan anatara asrama pelajar STOVIA dan ruang memorial Boedi Utomoe. Aku emang penakut ya tapi sukanya malah ke museum yang identik dengan masa lalu. Diluar itu sebenarnya aku senang saja karena harga karcis masuk Musuem Kebangkitan Nasional cuma Rp2000 eh malah dapat buku tentang sejarah Musuem Kebangkitan Nasional serta pulpen yang lebih mahal daripada harga tiketnya.  Hanya saja mungkin lain kali aku harus pergi bareng teman kali ya 😀

Ruang Buka STOVIA
Ruang Buka STOVIA

Diluar perasaan horror yang aku rasa, aku begitu kagum dengan bangunan STOVIA beserta sejarah Boedi Oetomo di Musuem Kebangkitan Nasional, seakan kembali ke masa itu, mungkin menjadi salah satu murid pribumi yang mengecap ilmu kedokterannya!

Siapa yang sudah ke Musuem Kebangkitan Nasional? Merasa horror gak sih?

Harga Tiket masuk Museum Kebangkitan Nasional

Dewasa: Rp2000

Anak-anak: Rp1000

Tourist: Rp10.000

 Jam Buka Museum Kebangkitan Nasional

Selasa-Sabtu: 08.00-16.00

Senin dan hari besar: Tutup

Alamat Museum Kebangkitan Nasional

Jl. Abdul Rahman Saleh No.26

Jakarta

 

Salam

Winny

20 Tempat Wisata Menarik di Jakarta


Hold quick to dreams for if dreams pass on 

Life is a broken-winged feathered creature 

That can’t fly

Hold quick to dreams  for when dreams go

Life is a fruitless field 

Solidified with snow (By Unknown)

Thamrin jakarta
Thamrin jakarta

Hello World!

Jakarta sebagai ibukota Negara Indonesia dipastikan memiliki berbagai tempat menarik yang bisa dikunjungi oleh pelancong. Buat yang baru pertama kali ke Jakarta atau ada rencana ingin liburan di Jakarta maka semoga tulisan referensi tempat wisata Jakarta bermanfaat. Oh ya tulisan ini merupakan update tempat wisata menarik Jakarta yang pernah aku buat dengan judul yang sama yaitu 8 tempat menarik di Jakarta.

  1. Kawasan Kota Tua
Aku dan Pejuang
Aku dan Pejuang

Kawasan Kota tua atau sering disebut sebagai Old Batavia memang menjadi salah satu tempat favorite di Jakarta karena selain murah juga banyak yang bisa dilakukan di Kota tua. Sama seperti namanya bangunan Kota Tua penuh dengan sisa peninggalan rumah zaman dahulu. Ciri khas dari Kota Tua itu ialah dengan Museum Fatahillahnya serta banyaknya patung manusia hidup serta yang paling seru ketika bersepedaan dengan onthel keliling tour Kota Tua. Kawasan Kota cukup luas terdiri dari Rumah Merah, Museum Fatahillah, Museum Keramik, Museum wayang hingga sampai ke Pelabuhan Batavia. Oh ya di Kota Tua terdapat café Batavia yang merupakan tempat untuk icip kulineran dengan nuansa bangunan ala zaman dulu. Cara akses ke Kota Tua bisa dengan busway jurusan Kota (Rp3500) atau dengan kereta api dengan tujuan kota. Dari halte busway ataupun stasiun kota cukup berjalan kaki sekitar 10 menit ke kawasan Kota Tua. Kawasan Kota Tua buka dari pagi sampai malam hari tapi untuk museum hanya sampai jam 5 sore saja. Untuk malam hari lumayan banyak orang yang mengunjungi Kota Tua.

Baca juga:

Jalan-jalan ke Kota Tua

Toko Merah di Kota Tua

Kota Tua di hari Libur

 

  1. Taman Mini Indonesia Indah

Jika ingin mengenal lebih jauh tentang  budaya Indonesia baik rumah adat tradisional, pakaian adat, senjata tradisional dari tiap daerah maka TMII menjadi pilihannya karena di area Taman Mini Indonesia Indah teradapat anjungan untuk mengenal Indonesia beserta etnis nya. Selain itu di TMII sering dilakukan pargelaran yang menarik serta terdapat Theater IMAX Keong Emas, untuk menonton 3D. Bahkan 4 tempat ibadah untuk 4 masing-masing agama dapat dilihat di TMII. Aku paling suka ke TMII dan jika ingin kesana sebaiknya naik kendaraan karena bisa gempor jalan kaki mengelilingi miniature Indonesia seharian. Tiket masuk ke TMII Rp15.000.  Oh ya selain budaya banyak juga pilihan wisata TMII yaitu SnowBay Water Park, Taman Bunga Keong Emas, Dunia Air Tawar dan Dunia Serangga, Taman Burung dan Taman Bekisar, Museum Indonesia, Museum Keprajuritan Indonesia, Museum Prangko Indonesia, Museum Pusaka, Museum Transportasi, Museum Listrik dan Energi Baru, Museum Telekomunikasi, Museum Olahraga Nasional, Museum Asmat, Museum Fauna Indonesia Komodo dan Taman Reptilia, Museum Timor-Timor, Pusat Peragaan IPTEK, Museum Minyak dan Gas Bumi (GAWITRA), Museum Penerangan, Bayt AL-QUR’AN dan Museum Istiqlal.

Baca juga

TMII

3. Monumen Nasional (MONAS)

Pemandangan Monas Jakarta
Pemandangan Monas Jakarta

Tidak akan sah berkunjung ke Jakarta kalau tidak mengunjungi MONAS, paling tidak itulah salah satu ungkapan bagi pertama kali menginjakkan kaki di Jakarta. Masuk ke dalam area Monas atau monument Nasional itu gratis tapi jika ingin masuk kedalam Monasnya maka pengunjung membayar Rp5000 dan jika ingin masuk kelama puncak Monas maka bayar lagi. Pengalaman pertama kali menginjakkan kaki ke Monas tahun 2008 terus bawa koper sampai ke puncak Monas itu sungguh pengalaman perjalanan tergokil yang pernah aku alami. Terus ujung-ujungnya berphoto di depan Monas biar kelihatan apdol di Jakartanya. Eh setelah tinggal di Jakarta malah jarang ke MONAS tapi tetap Monas sangat direkomendasikan apalagi di dalam Monas terdapat museum yang berisi tentang Indonesia misalnya arti lambang garuda atau replika patung perjuangan. Nah tak jauh dari Monas juga terdapat Museum Gajah yang sangat aku suka karena koleksi museum Gajah sangat bervariatif mulai dari candi Pulo relief hingga ke patung Raffless.

 

4. Setu Babakan

Betawi culture Village Jakarta
Betawi culture Village Jakarta

Kampung Budaya Betawi Setu Babakan juga merupakan tempat wisata menarik yang ada di Jakarta karena selain melihat kebudayaan Betawi juga bisa mencoba kuliner khas Betawi. Minuman khas Betawi yang pernah aku coba di Setu Babakan itu bir pletok. Nah untuk lokasi Setu Babakan berada tak jauh dari  area Srengseng Sawah Jakarta Selatan.

Baca juga

Travelling ke Setu Babakan

 

5. Kebun bintang Ragunan

Ragunan
Ragunan

Salah satu wisata paling murah di Jakarta itu adalah Kebun binatang Ragunanan. Bayangkan saja tiket masuk Ragunan saja Cuma Rp4000, murah banget kan? Aku sendiri terakhir ke Ragunan tahun 2012 dan koleksi hewannya juga lumayan banyak jadi kebun binatang Ragunan bisa jadi referensi wisata di akhir pekan jika berada di Jakarta. Untuk akses ke Ragunan cukup banyak bisa dengan busway dengan jurusan Ragunana atau bisa juga Kopaja.

Baca juga

Travelling ke Kebun Binatang Ragunan Jakarta

 

6. Mangrove Jakarta

Mangroove in Jakarta Indonesia
Mangroove in Jakarta Indonesia

Wisata hutan mangrove Pantai Indah kapuk bisa menjadi oase Jakarta. Karena di wisata Mangrove Jakarta sangat sejuk dan bisa tempat untuk berkemah terus bisa juga untuk menanam bakau. Untuk lokasi hutan Mangrove Jakarta berada di belakang Tzu Chi, ujung kompleks perumahan Pantai Indah Kapuk, .

Baca juga

Travelling ke Hutan Mangroove Wisata Alam angke Kapuk

 

7. Sea World, Atlantis dan Dunia Fantasi Ancol

Sea World Ancol Jakarta
Sea World Ancol Jakarta

Yang suka dengan area permainan dan rekreasi maka Dunia fantasi bisa jadi pilihan. Terus kalau hanya ingin ,elihta sunset di Pantai yang ada di Jakarta bisa dilakukan di Ancol dan jika ingin melihat koleksi hewan-hewan laut maka bisa berkunjung di Sea World. Jika ingin main air maka bisa dilakukan di Atlantis water adventure ancol. Terakhir kali aku bermain ke Dufan tahun 2008, ke Ancol dan Sea World tahun 2012. Jadi jika ingin seru-seruan di akhir pekan, maka liburan ke Ancol bisa jadi pilihan. Cara akses ke Ancol bisa dengan busway dengan jurusan Ancol.

Baca juga

Pengalaman ke Seaworld Ancol Jakarta

 

8. Museum-Museum Jakarta

Koleksi Patung di Museum Nasional
Koleksi Patung di Museum Nasional

Sebenarnya banyak sekali museum-musuem di Jakarta sehingga bagi pecinta Museum maka Jakarta itu surganya. Untuk museum yang unik menurutku seperti Museum Layang-layang Jakarta yang berisi layang-layang. Lokasi museum Layang berada di Jl. H. Kamang No.38, Pondok Labu dengan tiket masuk kedalam museum Layang seharga Rp15000. Selain museum Layang, museum menarik lainnya di Jakarta itu seperti museum MURI di Mall of Indonesia dengan harga tiket Rp5000. Untuk penyuka sejarah kebangsaan maka ada Museum Joang 45, Lubang Buaya, Museum Taman Prasasti di Jl. Tanah Abang I No.1, Kelurahan Petojo Selatan, Kecamatan Gambir serta Museum teks Proklmasi dan masih banyak lagi.

Baca juga

Wisata lubang buaya

Belajar membuat layangan di Museum Layang 

Museum Perumusan Naskah Proklamasi

 

9. Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral

Indonesia itu negara yang memiliki tenggang rasa tinggi dan Jakarta sebagai ibukota Negara menunjukkan hal tersebut. Salah satunya ialah Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral yang berdampingan. Terus tentu saja keindahan Istiqlal dan Katedral menjadi daya tarik tersendiri. Walau bukan tempat wisata karena memang tempat ibadah tapi baik juga untuk dikunjugungi karena setiap tahun pasti diadakan perayaan hari besar agama. Untuk menikmati Istiqlal dan Katedaral bisa dengan bus City Tour keliling Jakarta dan itu gratis.

 

10. Jalan Surabaya Jakarta

Apa yang menarik dari Jalan Surabaya Jakarta? Tentu saja barang antik yang ada disepanjang Jl Surabaya Jakarta, atau kata lainnya Jakarta Flea Market yang menjadi salah satu tempat must-go-to place when visiting Jakarta.

 

11. Pasar Baru Jakarta

Pasar Baru itu sebenarnya hanya pasar biasa tapi memiliki keunikan karena berdiri dari tahun 1820 serta belanja murah bisa dilakukan di Pasar Baru. Keunikan lainnya banyak orang India loh di Pasar Baru dan pedang Chines jadi bisa dikatakan perpaduan Little India dan China Townya Indonesia. Terus di Passar Baroe bisa juga mencari makanan tradisional seperti ketoprak, kerak telor dan lain-lain.

 

12. Pasar Subuh Blok M dan pasar Subuh Senen

Yang suka jajan dan ingin mencicipi citra Indonesia dengan kue maka  pasar subuh Blok M ataupun pasar Subuh Senen. Untuk pasar Senen malam hari kue-kuean sudah banyak sekali sehingga tinggal pilih mau kue apa dan jajan apa. Terus kuenya beragam serta jajannya murah sekali.

 

13. Pasar Santa dan Bendungan Hilir (Benhill)

Kulineran di Jakarta yang menarik sebarnya banyak tapi yang aku suka itu di Pasar Santa Jakarta dan Bendungan Hilir (Bnehil). Dua tempat ini berbeda lokasi tapi masing-masing memiliki kulineran yang banyak dan harganya juga variatif. Jadi buatku Pasar Santa dan Benhil merupakan tempat menarik di Jakarta

 

14. Kemang dan Jalan Jaksa Jakarta

Bagi yang  pecinta bule dan ingin melihta anak gaul Jakarta maka Jl. Kemang dan Jl. Jaksa bisa jadi pilihan. Dua daerah berbeda ini memiliki hiburan malam seperti club. Tapi tidak melulu clubbing, Kemang dan Jalan Jaksa Jakarta bisa juga kok untuk kulineran. Kalau candaan yang sering aku dengar katanya kalau  di Jaksa itu bule kere maka di Kemang Bule tajir hahahah tapi itu semua hanya lelucon. Manatau ada pecinta bule dan ngebet punya cowok bule 😀 (peace)

 

15. Mall-mall Jakarta

Jakarta emang pusatnya mall jadi jika ingin mencari mall di Jakarta mah gampang. Tapi untuk mall yang lumayan memiliki merk-merk luar negeri atau penggila brand maka beberapa Mall Jakarta yang bisa dikunjungi seperti Grand Indonesia shoppin Mall (mall favorite aku), Plaza Indonesia, Central Park dan Senayan City dan Kelapa Gading.

 

16. Taman Suropati

Taman Suropati Sangat seru untuk dikunjungi untuk bersantai karena selain wisata gratis juga asri dan sejuk. Kalau malam hari Taman Suropati banyak sekali pengunjungnya dan banyak gerobak abang-abang jadi bisa makan sepuasanya. Aku pernah ke Taman Suropati dengan temanku Sarta jam 12 malam sampai jam 1 terus banyak sekali orangnya dan kami seru-seruan aja di Taman Suropati.

 

17. Taman Ismail Marzuki

Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki boleh masuk menjadi salah satu tempat menarik di Jakarta karena sering diadakan pameran dan pentas di TIM. Selain itu, ada loh tempat peneropongan bintang disamping TIM yang bernama Planetarium yang terletak di Cikini Raya, Jakarta Pusat. Jadi dua tempat wisata dalam satu kan?

 

18. Rumah Sipitung di Marunda

Siapa yang tidak kenal dengan Sipitung? Itu loh tokoh pendekar yang jago silat! Alasan si Pitung yang melegenda membuat perkampungan si pitung menjadi salah satu wisata menarik di Jakarta. Oh ya jika ingin mengetahui tentang si Pitung bisa datang ke rumah si pitung di Marunda.

 

19. Kepulauan Seribu

Tempat favorite yang tak jauh dari Jakarta itu tentu saja kepulauan Seribu karena selain dekat dengan Jakarta juga banyak sekali pilihan untuk dikunjungi di Pulau Seribu misalnya Pulau Onrust, Kelor, Cipir, Harapan hingga ke Pulau Pari dan masih banyak lagi.

Puing-puing peninggalan sejarah
Pulau Seribu

 

20. Food Plaza dan Pasar Ikan Pantai Indah Kapuk

Bagi pecinta seafood maka Food Plaza dan Pasar Ikan Pantai Indah Kapuk bisa menjadi pilihan karena banyak sekali seafood segar, selain itu makanan lain juga banyak pilihan.

 

Ada daftar tempat menarik lainnya di Jakarta? Monggo di share

Salam

Winny

Liburan singkat ke Kampung Naga dan Situ Gede Tasikmalaya


“I knew the second I met you that there was something about you I needed. Turns out it wasn’t something about you at all. It was just you.”

Beautiful Disaster by Jamie McGuire–

Kampung Naga Tasikmalaya
Aku dan Tim di Kampung Naga Tasikmalaya

Hello World

Tasikmalaya, Agustus 2015

Selesai mendaki dari Gunung Galunggung maka kami berlima beserta pak supir angkot makan siang di Saung Singa Parna yang berlokasi Jl Bojong Koneng. Tempat makan siang yang kami pilih lumayan cakep dari luar berupa pondok sehingga terkesan sejuk. Selain itu ada kolam ikan terus duduk lesehan di dalam pondok yang mengingatkanku akan pengalaman jalana-jalan ke Bandung sama Santo waktu dulu sekitar tahun 2011an. Lalu kamipun melihat menu terus memilih makanan khas Tasikmalaya berupa nasi timbel. Sarta sempat kaget melihat harga di buku menu karena harganya cukup bersahabat yaitu Rp18.000 untuk satu porsi nasi timbel lengkap. Nasi timbel sendiri sebenarnya nasi di dalam pelepah pisang kemudian pake ayam goreng, tahu dan tempe dan khasnya ialah terdapat kelapa goreng di dalam makanannya. Untuk biaya makan kami berenam (Aku, Sarta, Santo, Melisa, Indra dan pak supir) Rp161000 plus jus. Lumayan murah ya terus makanannya enak dan dimakan pas setelah capek mendaki di Galunggung!

makanan khas tasikmalaya
Nasi Timbel makanan khas tasikmalaya

Setelah makan maka kamipun diantar Pak Supir ke Kampung Naga Tasikmlaya. Nah saat di kampung Naga ada seorang bapak yang menawarkan jasa tour guide dengan uang seikhlasnya. Tapi anehnya uang seikhlasnya itu dipatok Rp75000. Kami kira awalnya tidak apa kalau tidak ada tour guide karena banyak baca pengalaman orang ketika mengunjungi kampung Naga tidak menyebutkan kalau hendak ke Kampung Naga wajib adanya tour guide. Terus lucunya si bapak itu mengatakan kalau tidak pakai tour guide juga tidak apa-apa. Awalnya kami ok-ok saja pake tour guide tapi males ketika seikhlasnya eeh dipatok. Terus kami bertanya apakah boleh masuk tanpa tourguide dan si bapak malah tiba-tiba menyuruh kami pergi dengan temannya. Lalu dengan halus kami menolak untuk tidak menggunakan jasa tour guide. Geram atau apa si bapak esmosi terus menyuruhku untuk tidak membawa camera kedalam kampung Naga dengan alasan ada tempat yang boleh diphoto dan ada yang tidak. Terus berdebat kusir yang gak jelas hingga ada kata “Kalian tidak diundang ke Kampung Naga, pulang saja, kampung naga bukan tempat wisata”.

Aku lalu menatap temanku dengan perasaan entah berantah. Kebayang lah ya diusir ama orang gak jelas hanya karena kita menolak di tour guide tin. Dalam hatiku yah nasib banget sih perjalanan ke Kampung Naga, sakitnya tuh di kepala…

Pengunjung kecewa!

Kampung Naga
Kampung Naga

Aku ambil segi positivenya aja mungkin kami pas datang kesini pas kurang beruntung aja. Untungnya teman-temanku baik dan pengertian dan memang bukan tipikal penyuka adat budayaan jadi ketika si bapak dengan angkuhnya mengusir kami, maka kamipun pergi saja walau jujur saja Bete banget. Bukan apa-apa kebanyakan blogger yang pernah aku baca mulus-mulus aja masuknya pas giliran kami kayak kena junk. Tapi yasudahlah belum rezeki aja!

Terus aku pun godaain Sarta “capek-capek ke Kampung Naga padahal di Sumut banyak juga tu kampung terus kita diusir lagi”. Terus Sarta bilang iyasih tapi ke Sumut mahal di ongkos!

Begitulah jadinya pengalaman kami diusir dari Kampung Naga karena tidak mau menggunakan jasa si Bapak.

Dengan kaki seribu maka kamipun meninggalkan kampung Naga lalu kami berlima diam di dalam angkot, si supir angkot ngoceh dengan Bahasa Sunda tapi kami sudah tidak meladeni. Hanya Indra saja yang meladeni si supir angkot kami. Terakhir supir angkotnya membawa kami ke Situ Gede!

Kampung Naga Tasik
Bapak yang mengusir kami di Kampung Naga Tasik

Sesampai di Situ Gede lagi-lagi kami kecewa karena airnya menyusut jadi perjalanan yang kami lakukan tak seindah yang kami bayangkan. Paling tidak di Galunggung lumayan menyenangkan! Terus untuk mengobati kebetean akhirnya kami berlimapun minum kelapa muda seharga Rp6000 sambil memandangi Situ Gede dalam musim kemarau. Mimun kelapa di Situ Gede itu lumayan mengobati kekecewaan loh!

Nah setelah itu kamipun memutuskan untuk pulang saja dan kembali ke Jakarta karena jam sudah menunjukkan jam 4 sore. Dari Situ Gede kami diantar ke pool/terminal bus Budiman yang ternyata lokasinya dekat. Merasa dibodoh-bodohin dan tidak puas alhasil awalnya hendak memberikan Rp300.000 jadinya hanya Rp250.000 karena si pak supir juga tidak ikhlas banget dalam mengantar kami karena jawabannya selalu jauh padahal sebenarya tidak jauh bahkan wisata yang hendak yang kami kunjungi berakhir ke hal yang tidak menyenangkan. Awalnya si supir tidak mau hasus memberikan uang tambahan Rp20000 lagi tapi karena uang kami tidak ada lagi terus ATM rusak pula maka si supir pun pulang dengan muka kusut. Soalnya kami kehabisan uang!

Puncak kelucuan ialah ketika berada di pool bus Budiman jadi uang kami pas doang karena teman-temanku juga bawa uang sesuai itenary yaitu pas Rp250.000 pas jadinya ketikapulang kami mengumpulkan uang receh untuk bayar ongkos kami berlima hahahaha 😀

Alhasil kami kumpul uang untuk ongkos pulang hingga akhirnya bus kami datang yang awalnya bus executive jadinya naik businis terus ada kembalian Rp5000 dan mendapatkan uang Rp5000 itu senang sekali saking tidak ada uang di tangan kami hahahah 😀

Oh ya aku, Sarta dan Melisa bahkan mandi di toilet yang ada di pool Bus Budiman. Toiletnya bersih jadi nyaman saja untuk mandi. Lumayan mandi karena dari pagi tidak mandi jadi kami memanfaatkan fasilitas dan tidak lupa membayar Rp2000 dari hasil sisa uang Rp5000.

Lalu kamipun saling ketawa karena keadaan kami yang susah. Kocak sih ada uang tapi tidak bisa diambil. Terakhir Santo ngoceh “Gak rugi Win jalan samamu” hahaha 😀

Overall perjalanan kami ke Tasikmlaya campur aduk senang, kecewa lucu gembel dan yang paling penting kebersamaan! Liburan singkat one day Tour Tasikmalaya pun berakhir dengan lucu-lucu.

Situ Gede
Situ Gede

Tips perjalanan ke Tasikmalaya ala backpacker

  1. Kalau mencari tukang angkot jangan  mau ambil tukang angkot yang ngikutin serta kelihatan banget ngebet dari awal karena biasanya angkot seperti itu berakhir kepada ketidakpuasaan. Kalau hendak sewa menyewa harus jelas serta sebaiknya sewa mobil saja kalau ramai-ramai atau menggunakan angkutan umum biasa.
  2. Kalau hendak ke Kampung Naga wajib menggunkaan jasa tourguide dan jangan sekali menolak tourgudie mereka langsung iyakan saja daripada nasibnya sama kayak kami diusir serta siapkan uang seikhlasnya minimal Rp50.000
  3. Untuk ke Situ Gede tidak direkomedasikan ketika musim kemarau karena pada waktu kedatangan kami airnya tidak ada kemudian persis seperti rawa yang tidak terawat
  4. Makanan di Tasikmalaya lumayan enak dan harganya cukup terjangkau jadi penyuka lalap-lapan maka akan senang di Tasikmalaya
  5. Kalau hendak ke Galunggung kalau dari terminal Indihang naik angkot dengan biaya perjalanan Rp10.000-Rp15000 sekali jalan terus dialnjutkan dengan naik ojek dari kaki Gunung Galunggung tepat didepan anak tangga menuju Kawah Galunggug dengan ongkos ojek Rp25.000 pulang pergi.

Ada yang pernah diusir dari Kampung Naga selain group kami?

Salam

Winny

Ngetrip Wisata Surabaya


Success is the result of perfection, hard work, learning from failure, loyalty, and persistence.

By Colin Powell

wisata kota tua surabya

Hello World

Surabaya, 2 Juli 2015

Untuk sekian kalinya aku mengunjungi Surabaya dan masih banyak sekali tempat wisata menarik Surabaya yang belum selesai aku tinggalkan jejak. Kalau 2 tahun lalu ditemani oleh Intan untuk mengunjungi objek wisata Surabaya dalam sehari mulai dari mengunjungi iconic Surabaya “Patung Buaya dan Hiu” hingga ke Tugu Pahlawan Surabaya terus bulan Mei 2015 lalu cuma sempat mengunjungi Museum Kapal Selam Surabaya itupun lihat dari luar maka Alhmadulillah bulan Juni 2015 aku bisa menginjakkan kaki lagi ke Kota Surabaya dengan misi menjelajah wisata Surabaya yang belum sempat untuk aku kelilingi.

Kalau dipikir-pikir, sebenarnya aku sering ke Surabaya tapi transit doang sehingga untuk puas menapakkan kaki di temapt wisatanya rasanya harus datang berulang-ulang. Tapi rasa penasaran itu terobatin dengan jalan sendiri di Juni lalu, mungkin agak freak atau ke nekat tapi aku tidak tahu jalan dengan tanya orang terus jalan dah!

Jadi ceritanya aku tinggal di hotel Cleo di depan Tunjungan Plaza Surabaya, nah harusnya ada jemputan kantor tapi karena mobil tidak ada akhirnya aku tidak jemput. Alhasil daripada bego di kamar terus akhirnya aku memutuskan untuk jalan saja. Apalagi aku sudah lama penasaran dengan Patung Buddha 4 wajah yang pernah aku baca dari blognya si Johannez terus ada yang pernah menyarankan untuk ke House of Sampoerna terus pas di hotel baca tulisan kak Noni tentang Kampung Ampel. Yah akhirnya aku memutuskan ketika objek wisata Surabaya yang aku kunjungi dalam sehari “House of Sampoerna, Patung Buddha 4 wajah dan kampung Sunan Ampel” 🙂

Ngetrip Wisata Surabaya aku mualai dengan Rumah Sampoerna

1. House of Sampoerna

museum sampoerna
Museum Sampoerna

Aku masih ingat ketika menanyakan kepada represonis tentang cara akses ke House of Sampoerna yang merupakan salah satu objek wisata Surabaya berupa museum kemudian aku tanya cara akses ke Patung Buddha empat muka yang si represonis dengan muka kaget membayangkan tidak mungkin bisa mengelilingi dua tempat berbeda dalam sehari dan jaraknya pun jauh dari lokasi menginapku. Tapi bukan Winny namanya patah arang terus pasrah, kalau sudah ingin pasti aku capai walau orang menggapnya tidak mungkin. Intinya aku dapat dari si kakak kalau ke Patung itu berada di daerah Kenjeran namanya sedangkan yang Rumah Sampoerna masih mungkin naik angkot alias angkutan umum. Laku aku keluar dari hotel dan memulai perjalanan dengan modal tanya orang. Agak susah memang untuk menjelajah Surabaya dengan angkutan umum karena jalurnya yang searah sehingga harus benar-benar tahu jalan serta nomor angkot. Aku saja waktu itu asal naik angkot terus tanya si Bapak angkot bagaimana caranya ke Rumah Sampoerna eeh emak-emak disebelahku ngomel samaku “kamu kok nekat naik angkot tapi tidak tahu mau kemana?”. Duh ampun kalau kena marah terus akhirnya aku turun dari angkot tersebut lalu si bapak menyuruh naik angkot yang turunnya dekat dengan Tugu Pahlawan lalu naik angkot dengan kode “N”. Yang membuat momok lagi ialah ongkos angkot sekali jalan jauh dekat di Surabaya itu Rp5000 sehingga pas aku hendak ke House of Sampoerna harus 2x naik angkot dan seharusnya 3x tapi aku hemat jalan kaki. Singkat cerita aku sampailah ke rumah Sampoerna yang merupakan museum rokok yang unik dan gratis lagi alias tidak dipungut biaya. Di dalam rumah Sampoerna bisa melihat sejarah berdirinya rokok sampoerna serta melihat cara membuat rokok di lantai 2. Unik dan menarik berkunjung ke House of Sampoerna, tidak sia-sia berjalan jauh 🙂

2. Patung Buddha Empat Muka Surabaya

Patung Buddha Empat Muka Surabaya
Patung Buddha Empat Muka Surabaya

Aku tidak pernah menyangka kalau objek wisata Patung Buddha Empat Muka Surabaya berada di daerah kawasan yang mirip Dufannya Jakarta walau jauh berbeda. Tentu saja dipastikan kalau patung buddha empat muka merupakan tempat ibadah umat Buddha. Untuk mencari lokasi Patung Buddha empat wajah rupanya susah-susah gampang karena berada di dalam kawasan wisata Kenjeran dan kenjeran itu adalah nama sebuah daerah di Surabaya.  Biaya masuk Rp5000 terus aku jalan kaki ke dalam-dalam hingga sampai di depan Patung empat Buddha. PS sebenarnya buddha itu ada 4 wajah gak sih? maklum tidak tahu tentang Buddha.

3. Patung kwan inn Surabaya

patung kwan inn Surabaya
Patung kwan inn Surabaya

Untuk patung kwan in sebenarnya aku tidak tahu kalau masih satu kawasan dengan patung buddha 4 wajah terus tahunya karena ada bapak yang nyuruh masuk karena lokasinya berada tepat di depan Patung Buddha. Terus masuk ke dalam nuansanya pintunya mirip mini Bali terus masuk ke dalam rupanya vihara terus masuk ke dalam lagi tradaaa ada gerbang dengan dua naga terus diatasnya Patung Kwan in terus dibelakangnya hamparan Pantai Kenjeran. Awalnya aku kira kayak Patung Kwan in yang di Siantar atau yang Hatyai rupanya yang ini tak kalah unik apalagi dibelakangnya latarnya Kenjeran beach heheheh 😀

4. Kampung sunan ampel surabaya

kampung sunan ampel surabaya
Kampung sunan ampel surabaya

Untuk wisata Kampung Sunan Ampel merupakan tempat wisata ketiga yang aku kunjungi setelah House Sampoerna, Patung Empat wajah serta Patung Kwan in. Rupanya lokasinya tak jauh dari Plaza Jembatan Merah Surabaya terus aku jalan kaki melewati pasar. Nah saat masuk ke dalam kawasan Ampel aku merasakan seperti berada di Arab soalnya banyak orang Arab yang berjualan di sepanjang jalan sehingga bisa dibilang Little Arabnya Indonesia kali ya. Sayangnya aku tidak masuk ke dalam Makam Sunan Ampel karena memang aku bukan penyuka wisata makam tapi aku cukup suka dengan mencoba kulinaran di Kampung Ampel.

Begitulah kira-kira ringkasan pengalaman ngetrip ke Surabaya dalam sehari dengan empat objek wisata.

Salam

Winny

Mancak Wisata Cilegon yang Tersembunyi


Immature love says: ‘I love you because I need you.’

Mature love says ‘I need you because I love you.’

By Erick Fromm

wisata cilegon
Mancak wisata cilegon

Hello World

Cilegon, Juni 2015

Ada yang pernah dengan wisata lembah Bukit hijau atau Mancak atau Rawa Danau?

Cluenya kalau mendengar kata Cilegon pasti yang ada dipikiran kita ialah Pantai Anyer atau Carita padahal di Kabupaten Serang terdapat objek wisata alam yang menarik yaitu si Rawa Danau.  Rawa Danau adalah sebuah cagar alam yang berada di Cilegon yang didominasi oleh rawa dan memiliki spesies unik di dalamnya.

Saat berada di Ciwandan temanku sering bilang ayo ke “Mancak” yang membuatku penasaran apa itu Mancak. Nah Mancak rupanya nama tempat Rawa Danau berada yang berada di atas sehingga dari tempat memandangan hamparan luas Rawa Danau yang memiliki latar belakang pegunungan.

Nah pas aku travelling ke Cilegon, diajak Andisulah aku ke tempat wisata Cilegon yaitu  “Mancak”. Waktu itu Andisu membawaku dengan motor lalu kami sempat minum es kepala muda sambil memandangan dari atas. Untuk lokasinya sebenarnya kecil jadi hanya memandang dari atas saja.

mancak
Mancak

Sewaktu kami menikmati pemandangan Cagar alam Rawa Danau kami melihat beberapa wisatawan yang datang dengan bersepeda langsung mencari cara ke Rawa Danau. Aku sampai penasaran dibuatnya karena dibayanganku pasti menarik bersepada melewati hutan terus sampai dibawah sana sambil makan siang dengan latar belakang alam. Cuma jika ingin masuk ke dalam Rawa Danau harus minta izin dahulu kepada pemeritah/penjaga karena merupakan cagar alam. Tapi karena kami cuma membawa motor, alhasil kami tidak jadi turun dari hutan karena bisa bahaya. Terakhir kami keliling Ciwandan yang notabenenya kota industri yang masih memiliki pesawahan yang asri.

Jalan-jalan ke Cilegon memang mengasikkan apalagi melihat persawahan yang membuat refreshing 😀

Salam

Winny

Pengalaman Ngetrip ke Kawah Ijen dan Taman Nasional Baluran


When I don’t see you, I don’t miss you , I just place my hand over my heart and its there I will find you, because even though you are out of my sight , you will never be out of my heart.

– Rashida Rowe-

Kawah Ijen
Kawah Ijen

 

Hello World

Banyuwangi, Mei 2015

Pengalaman ngetrip demi menyusuri objek wisata andalan Banyuwangi yaitu Kawah Ijen dan Taman Nasional Baluran merupakan edisi travelling yang nyentrik bagiku karena puncak jalan-jalan ala backpacker yang bisa dikatakan berhasil serta sungguh berkesan. Kalau bisa dibilang dari semua perjalanan yang pernah aku alami baik jalan-jalan di Indonesia maupun ke Luar Negeri maka yang super ektrim backpackeran yah di Banyuwangi. Mulai dari tidur di jalanan, pakai wifi gretongan, di dalam kereta 20 jam dengan dua kali nyambung tujuan kereta hingga numpang dengan mobil sayur dan belerang. Pokoknya perjalananya penuh kesan dan kegilaan. Ada juga drama dibalik liburan ke Banyuwangi mulai dari kisah  dikatain backpacker kere hingga dibalik sebab akibat dari beradu mulut dengan tukang angkot. Kalau dikisahkan satu buku tidak cukup saking seru serta menyedihkannya. Kayak permen Nano-nano, kadang trip itu mengajarkan banyak hal loh tidak melulu hanya mengeluarkan uang terus tidak dapat apa-apa, malahan merasakan sensasi antara pelit, hemat atau menikmati untuk tidak mengeluarkan uang tipis betul loh tapi anehnya perasaan senang. Alhamdulillahnya edisi perjalanan Banyuwangi ala mengaku backpacker berhasil loh karena teman perjalanku kece-kece, aman tenteram terkendali dan mau diajak susah.

Ijen
Ijen

Geng perjalananku emang keren-keren sih sama kayak Geng Kamseupay waktu melakukan trip ke Malaysia dan Thailand mereka asyik aja aku bawa “cucah” tapi mereka “fine-fine” saja malahan penuh kenangan sama halnya dengan teman geng “backpacker kere” ke Banyuwangi (nama gengnya terinpirasi dari pengalaman di Jambu). Tapi intinya kalau ikut jalan samaku kayaknya jadi susah deh tapi anehnya mereka menikmatinya ahhahahahha

Padahal awalnya ekpektasiku teman yang aku bawa tidak akan sanggup jadi gembel eeh ternyata yang aku bawa ialah orang-orang super kece dan luar biasa. Teman-teman perjalanku ke Banyuwangi demi menjelajah tempat wisata menarik Banyuwangi dalam 4 hari walau lama di jalan semala 2 hari ialah Melisa, Bang Novrizal dan Bang Dendi. Harusnya berenam tapi karena Sarta ada halangan serta Wita tidak bisa ikut, alhasil kami hanya berempat. Sayang sekali kembaranku si Sarta tidak ikut ngetrip ke Ijen padahal seru sama dia, tapi ada untungnya sih dia gak ikut, takut dia gak bisa naik Gunung soalnya Naik ke Ijen penuh tantangan apalagi naiknya yang katanya 3 km tapi serasa 13km. hehe 😀

Gunung Ijen
Gunung Ijen

Aku sendiri sangat bersyukur karena salah satu bucket list perjalananku akhirnya kesampaian juga karena jujur saja impian trip ke Kawah Ijen dan Taman Nasional Baluran demi berburu api biru sudah aku idamkan dari lama sekalii. Kayaknya dari tahun lalu atau tahun sebelumnya. Apalagi waktu lihat beberapa teman bule ku yang sudah ke Kawah ijen dan melakukan perjalanan ke Banyuwangi, sementara aku yang orang Indonesia tulen belum pernah kan jadinya malu 😀

Bisa dikatakan perjalanan Banyuwangi ke Kawah Ijen dan Baluran merupakan puncak perjalanan ku di Jawa. Semoga diberi rezeki dan kemudahan untuk melakukan perjalanan ke Sulawesih dan Papua, amin.

Ok untuk review perjananan Pengalaman Ngetrip ke Kawah Ijen dan Taman Nasional Baluran kebanyakan uangku habis dimakanan karena aku ratu makan dan ongkos ke Banyuwanginya lainnya hamoir murah soalnya kami tidak bayar biaya menginap karena asli selama 4 hari tidur dijalanan terus tidak sewa mobil jeep juga ke ijen. Hebat kan?

Gunung Meranti
Gunung Meranti

Oh ya sebelum on the show ngegembel ke Kawah Ijen dan Baluran aku sudah membuat rincian itenary perjalanan demi mengetahui bayangan biaya pengeluaran selama perjalan. Untuk tiket kereta api sudah lama di beli dari jauh-jauh dari biar murah karena naiknya kelas ekonomi. Kayaknya kereta api Jawa itu teman setia perjalananku selama menjelajah pulau jawa deh. Sayangnya pas di akhir aku malah membeli lagi tiket pulang padahal sudah ada tiket di tangan demi sama pulang dengan Melisa setelah perjuangan panjang dan melelahkan dari Baluran.

Rincian Biaya perjalanan Trip Ijen Baluran

Date Time Activity Price Remark
1/5/2015 14:00 – 01:30 PASAR SENEN(PSE) – SURABAYA PASAR TURI(SBI) 97,500 KERTAJAYA 178
2/5/2015 02:00 – 07:00 Istirahat, makan pagi, persiapan ke Stasiun Gubeng
2/5/2015 09:00 – 15: 14 SURABAYA GUBENG(SGU) – KARANGASEM(KNE) 130,000 MUTIARA TIMUR SIANG 87
2/5/2015 16:00 – 16:30 Sewa mobil trooper 400000 – 2,000,000 Untuk sewa jeap seharian ijen 400-500 rb, untuk sampai baluran bisa kena 2jt tergantung nego
2/5/2015 17:00 – 17:30 Sholat lalu Makan Nasi Tempong di Dapur Oesing, makanan khas Banyuwangi 7,500 Lokasi di Jalan Ahmad Yani. Satu paket nasi tempong terdiri atas nasi, terong, bayam, tahu, tempe, bakwan jagung, dan ikan jambal asin, serta tentu saja sambal kacangnya yang pedas
2/5/2015 17:30 – 19:00 Menuju ke Paltuding yang merupakan titik awal pendakian Gunung Ijen
3/5/2015 01:00 – 03:00  Trekking ke Kawah Ijen yang memakan waktu 2 jam perjalanan 17,500 Biaya Tiket masuk Taman Wisata Alam Kawah Ijen dan tiket parkir mobil
3/5/2015 03:00 – 07:00 Menikmati suasana ijen Bawa senter, syal, sajadah dan tempat minum
3/5/2015 7:00 -08:00 Trekking ke Paltuding selama 1 jam 5000/4 biji Berburu oleh2 belerang pahat  rupa kura-kura, bunga dll
3/5/2015 08:00 – 10:00 Menuju ke Taman Nasional Baluran Dari Banyuwangi kami mengarah ke Situbondo
3/5/2015 10:00 – 12:00 Trekking Bekol – Bama
3/5/2015 12:00 – 13:00 Menuju ke penginapan di Banyuwangi di Angsa Lestari 35,000 – 85,000 / malam Alamat di Jl. Yos Sudarso 171 Banyuwangi
3/5/2015 13:00 – 15:00 Makan siang istirahat mandi
3/5/2015 15:00 – 17:00 Main pasir di pantai Pulau Merah 5000 Tiket masuk
3/5/2015 17:00 – 18:00 Kalau sempat ke teluk Hijau ‘Green Bay’ kalau tidak ke Kampung Adat Osing di daerah Kemire  Pantai Watu Dodol terletak tidak jauh dari pelabuhan Ketapang, dekat dengan jalan utama ke Taman Nasional Baluran
3/5/2015 18:00 -19:00 kembali ke penginapan mandi istirahat
3/5/2015 19:00 – 21:00 Makan malam keliling Kota Banyuwangi
3/5/2015 21:00 – 03:00 tidur
4/4/2015 03:00 – 06:00 Ke stasiun Karang asem 20,000 – 50,000
4/5/2015 06:45 – 13:07 KARANGASEM(KNE) – SURABAYA GUBENG(SGU) 107,500 SRI TANJUNG 196
4/5/2015 13:07 -16:00 ke Pulau Madura jalan-jalan untuk lihat jembatan suramadu Melisa pulang ke Jakarta
4/5/2015 16:00 – 18:00 dari madura ke staiun pasar turi
4/5/2015 18:00 – 20:00 menunggu kereta pulang
4/5/2015 20:00 – 08:23 SURABAYA PASAR TURI(SBI) – PASAR SENEN(PSE) 97,500 KERTAJAYA 177 
weeny traveller
weeny traveller

Dari rencana pengeluaran awal dikenyataan ada beberapa perbedaan seperti tidak jadi sewa mobil trooper, tidak jadi menginap di penginapan Angsa Lestari Banyuwangi, tidak sempat ke teluk Hijau ‘Green Bay’ dan  Kampung Adat Osing di daerah Kemire serta tidak sempat ke Pulau Merah.

Biar tidak penasaran aku buatkan rincian biaya pengeluaran trip Surabaya-Banyuwangi selama 4 hari semoga bermanfaat!

Baluran
Baluran

Rincian Biaya pengeluaran Trip Ijen Baluran Aktual

Bajaj dari Thamrin ke Stasiun pasar senen Rp30.000

Roti O Rp18000/2 buah

Minum milo di kereta api Rp6000, pop mie dan aqua Rp10.000

Makan soto daging di stasiun pasar turi Rp9000

Mandi di toilet umum stasiun pasar turi Rp3000

Naik taxi dari stasiun turi ke stasiun gubeng Rp30000/4 orang

Makan di loko stasiun pasar gubeng Rp33000

Minum susu cokelat di indomaret Rp20000

Makan durian di licin Rp10.000/orang, harga durian perbuah Rp15.000 dan habis dua buah

Makan indomie diperumahan rest area jambu Rp5000, teh manis Rp3000

Makan pagi di paltuding Rp15000 (nasi tempong makanan khas banyuwangi)

Naik angkot dari stasiun karang asem ke taman sari (tempat penampungan belerang) dengan bapak heri angkot Rp25.000/orang

Toilet di paltuding Rp2000

Dari taman sari jalan ke licin lalu makan duren nagih dua buah berhenti dia rea jambu naik mobil orang. Makan indomie bu Agus di warung terakhir sebelum ke hutan ijen

Biaya paltuding dengan pick up sayur Rp25.000/orang

Tiket masuk ke ijen Rp7500

Paltuding ke rest area jambu balik dengan mobil belerang Rp10000

Beli madu asli Rp100.000

Makan gorengan di paltuding plus the jahe Rp8000

Paltuding angkot ke terminal Rp25.000/orang

Tiket masuk baluran + mobil = Rp1000 + Rp15000/mobil

Makan rujak soto Rp37000 +Rp5000 (sopir)

Sewa angkot ke baluran Rp300.000/4 orang -> si bapak marah-marah

Makan nasi campur di stasiun karang asem +toilet+charger hp = Rp17000

Makan loko di stasiun gubeng Rp80000

Tiket pulang Rp173000 ke Jakarta harusnya pulang jam 9 malam jadi pulang jam 4 (harga normal Rp240.000)

Taman Nasional Baluran
Taman Nasional Baluran

Untuk pelajaran yang bisa dipetik dari travelling ke Kawah Ijen dan Taman Nasional Baluran selama 4 hari yaitu betapa susahnya mencari uang ketika melihat bagaimana penambang Belerang mengais rezeki dari Kawah Ijen yang memiliki gas beracun kemudian mengangkut belerang dari Gunung Ijen yang menurutku luar biasa jauh serta belajar untuk mawas diri serta hati-hati dengan orang yang mencoba mengambil keuntungan serta satu lagi selalu deal dengan sesuatu baik menyewa mobil atau menyewa penginapan ketika jalan-jalan karena kalau tidak begitu bisa mendatangkan masalah.

Objek wisata yang bisa dikunjungi di Banyuwangi hanya dua spot saja yaitu Kawah Ijen dan Baluran. Di Taman Nasional Baluran sempat trekking ke Bekol dan Bama walau singkat. Sementara saat di Surabaya sempat mampir ke objek wisata Surabaya di museum Kapal Selam walau dari luar saja. Untuk cerita lengkap perjalanan Banyuwangi-Surabaya ditunggu ya

 

Salam

WeenyTraveller

 

Trip to Lembang Bandung


A question is not a question until it’s asked and my sewn-silent lips barricade many miles of wondering. There is not enough time. There will never be enough time and I apologize. I’ve kept you waiting too long, too far, too apart, from all we have not been a part of. My memories aerate the marrow of my bones, they are incomplete and I am nostalgic for moments that have not happened yet. I regret, I miss all the things we’ve never been, and yet. I will not tell you I miss you. We have already missed far too much

By Jennifer RR Mueller

Dusun Bambu Bandung
Dusun Bambu Bandung

Lembang, 18 April 2015

Aku, Gladies, Sarah dan Novrizal dengan semangat ’45 jam 10 malam janjian di stasiun Sudirman menuju ke rumah Sarta di Pondok kopi karena dari sanalah kami menuju ke Lembang demi objek wisata Bandung. Sementara Frans juga menuju ke Pondok kopi karena dialah yang menjadi supir dalam perjalanan ke Bandung kami demi trip weekend. Jam 1 malam barulah kami menuju ke Bandung, buset malam kali kan ya jalannya?

Aku, Sarta, Frans dan Gladies sempat behenti di pom bensin untuk makan malam pas di Cikampek tepatnya makan bebek Dowyer, sementara Sarah dan Novrizal molor di mobil. Nah saat di restaurant, ada kejadian aneh ketika dua pasang sesama wanita yang tiba-tiba nongol kebetulan makan ditempat kami. Kami hanya saling pandangan lalu merasa agak gimana gitu lalu kami melanjutkan perjalanan. Misi perjalanan Trip to Lembang dari Air panas ciater hingga ke Dusun Bambu!

bandung
Kebun Teh Bandung

Selama perjalanan aku yang ratu tidur sehingga aku tidak tahu bahwa Frans, Sarta dan Gladies terpaksa bangun karena jalanan sepi di Lembang ditambah kabut. Syukurnya kami semua selamat sampai tujuan tapi kasihan Sarta dan Frans harus begadang sementara kami tidur. Untungnya di pagi hari Sarta dan Frans dan aku sempat tidur di Musholla Lembang. Jam 9 pagilah baru kami menuju ke pemandian air panas Sari Ater Ciater.

Saat masuk ke dalam pemandian panas Sari Ater hal yang tidak menyenangkan ketika harga parker mobil Rp50.000 serta biaya masuk Rp35.000. Masuk ke dalam karcis kami harus tukar dengan memberikan uang jaminan untuk mengganti kanrtu Rp10.000 tapi uangnya akan balik lagi. Belum lagi kalau masuk ke dalam toilet harus bayar Rp2000 terus ruang ganti juga Rp2000. Buset beneran deh pemandiannya tidak seberapa bayarnya gimana gitu! Pokoknya kesannya tidak begitu wow banget. Padahal dulu aku pernah loh ke pemandian air panas Ciater tahun 2011 karena aku ingatnya Curug Jodo terus harganya tidak semahal itu tapi sudahlah toh sudah sampe juga. Terakhir kami menikmati pemandiannya saja. Kalau dibandingkan pemandian air panas Sidebu-debu di Sumatera Utara jauh lebih asyik tapi bukan menjelekkan ya hanya memberikan opini secara objektif.

bamboo village bandung
Kami di bamboo village bandung

Di pemandian air panas Ciater kami sampai jam 12 lalu kami sempat makan siang di kantin Pemandian air panas Sari ater karena hujan. Hingga jam 1 siang kami menuju ke Floating market Lembang. Untuk kesana kami ke wisata Bandung floating market, kami sangat suka lumayan asyik untuk berburu cemilan serta pemandangannya dengan balutan alam yang menenangkan. Kami menghabiskan waktu sampai jam 5 sore di Floating market Lembang barulah kami mencari penginapan di Setiabudi Bandung.

weeny traveller
weeny traveller

Syukurnya kami mendapatkan penginapan murah di Setiabudi Bandung. Awalnya kami hendak memiliih kamar yang ekonomi dengan harga penginapan Rp150.0000/2 orang di bagian bawah tapi suasana horror akhirnya kami memilih yang family room seharga Rp500.000/6 orang. Kamar kami sangat nyaman dan luas sehingga kami istriahat karena Frans yang paling kasihan butuh istirahat lebih. Tempat kami menginap, penginapan murah di Setia budi namanya penginapan Catellya Guest House Cipaku yang beralamat di Jl. Cipaku Indah III No. 11, Setiabudi, Bandung.

Malam harinya temanku Monica datang mengajak makan di Serabi Waroeng setiabudi yang tak jauh dari penginapan kami. Sehingga aku, Monica, Gladies dan Novrizal makan serabi. Tempatnya cozy banget serta aku mencoba kuliner Serabi rasa fla durian. Serabinya dimasak dalam perapian ramai sekali sehingga untuk masuk kami harus mengantri. Seru sekali berburu kuliner di Setia budi Bandung. Pulang dari makan serabi, Sarta mengajak makan malam yang aku sendiri tidak ikut karena aku sudah lelap tidur sementara yang lain lanjut makan malam.

objek wisata bandung
objek wisata bandung

Setiabudi, Bandung 19 April 2015

Saking capeknya kami bangun pagi jam 9 pagi lalu kami sarapan yang disediakan penginapan lalu mandi lalu check out. Untuk tujuan wisata terakhir kami antara Saung udjo atau Dusun Bambu yang akhirnya kami malah ke Dusun Bambu Lembang. Lokasi Dusun Bambu/Bamboo Village di Jl. Kolonel Masturi Km. 11, Situ Lembang, Bandung Barat. Keunikan dari dusun bamboo di bentuk restaurant Lutung Kasarung berbentuk bulat. Harga masuk ke dalam dusun Bambu Rp15.000 orang. Kalau dari gambar dusun bamboo cakep banget tapi pas kami kesana so so banget. Untuk dusun bamboo restaurannya terdiri dari burangrang café, purbasari restaurant, dan lutung kasarung.

Bamboo Village
Lutung Kasarung Bamboo Village

Untuk foodcourt khusus menjual makanan khas daerah berada di foodcourt Khatulistiwa. Untuk menuju ke daerah restaurannya kami menaiki mobil mirip mobil wara-wiri pake didandani seperti baliho. Unutk masuk kedalam mobil harus mengantri. Awal masuk langsung melihat persawahan serta cocok untuk makan saja. Kami hanya sebentar saja tidak makan di si Lutung Kasarung karena  mahal walau tempatnya keren. Akhirnya pulang lalu makan di warteg di depan Kampung Gajah makan nasi campur Rp23000 saja sudah puas. Lanjut pulang ke Jakarta.

Dusun Bambu
Dusun Bambu

 

Rincian biaya perjalanan 2 hari dua malam di lembang Bandung

  1. Biaya BBM Rp200.000/1 orang
  2. Biaya masuk ke Ciater Rp30.000/orang + mobil Rp50.000/6 orang
  3. Biaya toilet Rp2000
  4. Biaya hotel Rp500.000/6 orang
  5. Biaya masuk ke Dusun Bambu Rp100.000/6 orang
  6. Biaya makan di Floating market lembang Rp50.000
  7. Makan di restaurant bebek dowyer Rp 35000
  8. Makan malam di Surabi Setiabudi dan minuman Rp50.000
  9. Makan siang di Sariater Rp45000

Salam 

Weeny Traveller