4 Museum Menarik di Sawah Lunto


Holding on is believing that there’s a past; letting go is knowing that there’s a future.

By Daphne Rose Kingman

sawah-lunto

Hello World!

Sawah Lunto, Agustus 2016

Ayo sebutkan salah satu daerah penghasil batu bara di Indonesia? Bagi dulunya di SD suka baca RPUL, pasti masih ingat “Sawah Lunto” sebagai Kota penghasil batu bara. Tahun 1800 Belanda masuk melakukan penelitian di Sawah Lunto. Kemudian pernelitan pertama di tahun 1858 oleh Ir. C. De Groot van Embden lalu tahun 1867 dilanjutkan oleh Ir. Willem Hendrik de Greve yang menemukan kandungan batu bara dibawah Sawah Lunto sebanyak 200 juta Ton sehingga membuat Belanda membangun infrastruktur di Sawah Lunto di tahun 1888. Gara-gara penelitian inilah Sawah Lunto berubah menjadi Kota Tambang Batu Bara yang pekerjanya dari Jawa dan Sulawesi. Sawah Lunto sendiri berasal dari kara “Sawah” dan “Lunto” yang berate nama sungai yang mengairi sawah yang merupakan salah satu Kota yang ada di Sumatera Barat.

Karena dulunya Sawah Lunto terkenal dengan tambang batu bara maka setidaknya ada 4 Museum Menarik di Sawah Lunto yang berhubungan dengan Batu Bara. Tapi bagiku Sawah Lunto tak sekedar bekas batu bara karena ketika mengunjungi Sawah Lunto pertama kali, kesan mengenai Sawah Lunto lebih kepada “Little Holland”. Kenapa? Karena bangunan di Kota Sawah Lunto ini mirip berada di Luar Negeri, rumahnya masih banyak peninggalan Belanda jadi betah berlama-lama.

Buat teman-teman yang hendak berlibut ke Sumatera Barat, maka taka da salahnya mengunjugi Sawah Lunto dan mengunjungi 4 Museum Menarik Sawah Lunto.

1.Museum Gudang Ransoem

Museum Gudang Ransoem
Museum Gudang Ransoem

Mau lihat dapur umum dengan dua gudang besar lengkap dengan tungku pembakaran (stream generator) yang memasak 3900 kg berasa setiap hari? Itu ada di Gedung Museum Goedang Ransum Sawah Lunto. Gedung Museum Goedang Ransum Sawah Lunto kita bisa melihat bagaimana di tahun 1918 sudah ada teknologi tungku pembakaran untuk makanan para pekerja tambang.  Di dalam museum juga kita bisa melihat sejarah pekerja tambang batu bara, bekas  batu nisan pekerja yang meninggal dengan hanya diberi nomor saja sampai porsi makanan dan peralatan masak zaman dulu. Memasuki Gedung Museum Goedang Ransum Sawah Lunto buatku agak merinding, merinding bagaimana orang dulu bisa membuat tungku gede dan bisa memiliki alat masuk gede untuk pekerja dimasanya.

Harga Tiket Masuk Museum Gudang Ransum

tiket seharga Rp 5.000

Jadwal Buka Museum Gudang Ransum

Selasa – Jumat 07:30-16:30, serta Sabtu dan Minggu 09:00-16:00.

Alamat Museum Gudang Ransum

Jl. Abdul Rahman Hakim, Kelurahan Air Dingin,

Kecamatan Lembah Segar

Sawah Lunto

Sumatera Barat

2. Info Box dan Lobang Tambang Mbah Soero  

Lobang Mbah Soero
Lobang Mbah Soero

Tempat kedua yang kami kunjungi adalah Lobang Tambang Mbah Soero yang masih satu lokasi dengan Galeri Info Box. Galeri Info Box merupakan pusat informasi sejarah tambang batubara di Sawah Lunto. Di Galeri Info Box kami memakai safety shoes dan meminjam helm sebelum memasuki  Lobang Tambang Mbah Soero. Di dalam Galeri Info Box juga masih ada bekas rantai para pekerja tambang batu bara. Rantai? Emang pekerja zaman dulu di rantai? Jawabannya iya, jadi pekerja tambang batubara di Lobang Mbah Soero di rantai kakinya agar tidak lari. Para pekerja tambang Lobang Mbah Soero di kawasan Soegar merupakan tenaga kerja yang menurut Belanda pemberontak didatangkan dari berbagai penjuru Nusantara sebagai buruh paksa karena makanan seadanya, upah kecil bahkan kakinya dirantai. Bahkan jika meninggal dalam menggali batu bara maka si buruh makamya seadanya. Kami yang memasuki Lobang Mbah Soero yang dibuka tahun 1898 karena kandungan barubaranya sampai 7000 kalori dengan tour guide yang memandu kami. Ada udara dalam Lubang Mbah Soero namun tetap saja aku merasa spooky karena hawa dan lubang yang gelap. Aku tidak membayangkan terowongan sepanjang 185 meter dibangun dari orang rantai. Bahkan ada beberapa ruangan yang ditutup karena kesan mistis yang kuat. Terus kenapa namanya Lobang Mbah Soero? Karena pada awal abad ke-20 Belanda mendatangkan Mbak Soero dari Jawa sebagai mandor untuk pekerja tambang. Beberapa lobang belum dibuka untuk umum namun mengunjugi Lubang Mbah Soero harus didatangi walau kesan angker memang tapi kapan lagi tahu bekas tambang batubara yang dibuat pekerja rantai dimasanya yang telah memakan banyak korban.

Jadwal Buka Info Box Galeri Tambang Batubara dan Lobang Tambang Mbah Soero
Senin – Minggu 9.00-17.30
Harga Tiket
Info Box Galeri Tambang Batubara gratis
Lobang Mbah Soero Rp 8000

Alamat Info Box Galeri Tambang Batubara dan Lobang Tambang Mbah Soero
Jl. Muhammad Yazid
Kota Sawahlunto
Sumatera Barat

3.Museum Tambang Batubara Ombilin

Museum Tambang Batubara Ombilin
Museum Tambang Batubara Ombilin

Museum ketiga yang kami kunjungi di Sawah Lunto adalah Museum Tambang Batubara Ombilin yang didirikan oleh PT Bukit Asam. Di Museum Tambang Batubara Ombilin kami mempelajari tentang batubara mulai dari kandungan kalori, peralatan kantor yang digunakan zaman dulu, sampai kepada foto sejarah pertambangan. Bahkan mesin tik dan stempel yang digunakan  Belanda tahun 1892. Di depan pintu masuk kami disambut patung patung Ir. J.W.Ijzermen, pemimpin proyek penambangan batubara Ombilin di Sawahlunto.

4.Museum Kereta Api

Museum Kereta Api
Museum Kereta Api

Nah selain di Ambarawa, Sawah Lunto juga memiliki museum kereta api. Pembanguan kereta api di Sawah lunto tahun 1889 dan ketika kami masuk ke dalam Museum yang lebih mirip seperti stasiun kereta dengan bangkai kereta kami sangat terkesan karena di dalam Museum Kereta Api terdapat  rangkaian gerbong kereta dari berbagai zaman dan miniatur lokomotif uap.

Tiket Masuk Museum Kereta Api

Rp5000

Jam Buka Museum Kereta Api

Selasa hingga Minggu pukul 08:00-17:00

Alamat Museum Kereta Api

Kampung Teleng, Kelurahan Pasar

Sawah Lunto

Sumatera Barat

Ada yang sudah pernah ke Museum Sawah Lunto Sumatera Barat? Bagaimana pengalamannya disana?

Salam

Winny

 

 

Iklan

Tantangan Mengangkat Batu Angkek Angkek Batusangkar


The person you love is the one who comes when you don’t even ask
By Unknown

batu-angkek-angkek-sumbar

Hello World

Batusangkar, Agustus 2016

Bentuknya seperti cangkang kura-kura, berwarna kuning agak kecoklatan serta ada tulisan lafadz Allah dan Muhammad dengan beberapa bagian yang terkelupas namun beratnya tidak ada yang memastikan. Namanya adalah Batu Angkek-Angkek yang berarti Batu Angkat, angkek = angkat. Waktu mendengar pertama kali Batu Angkek-angkek yang terbayang bagiku Batu Angkat mikirnya langsung batu ngapain di angkat. Terus mikir juga ternyata aku mengerti loh arti Angkek itu karena Bahasa Batak di Padangsidempuan juga kalau mengatakan angkat itu bisa juga angkek. Uniknya Batu Angkek Angkek di Batusangkar Sumatera Barat menjadi salah wisata yang banyak dikunjungin wisatawan, alasannya karena penasaran dengan mitos yang beredar bahwa jika mampu mengangkat batu Angkek-angkek untuk meminta petunjuk.

Tata Tertib Batu Angkek-angkek
Tata Tertib Batu Angkek-angkek

Batu Angkek-angkek sendiri pertama kali ditemukan oleh Datuak Bandaro Kayo saat akan memasang tiang rumah yang merupakan kepala suku kaum Piliang. Batu Angkek-angkek sebenarnya dua tapi yang berhasil dikeluarkan dari tanah hanya satu saja. Kemudian untuk mengangkat batu ke pangkuan tidak mudah karena ada yang mudah mengangkatnya ada yang susah.

Kalau menurutku mencona mengangkat Batu Angkek-angkek merupakan tantangan tersendiri. Letak Batu Angkek-angkek di rumah Gadang dijaga langsung oleh keturunan Datuak Bandaro Kayo. Beliau menjelaskan jangan menjadi syirik karena Batu Angkek-angkek. Terus goyonan yang lucu saat si Bapak berkata “namanya Batu Angkek-angkek jadi harus diangkat jangan dilihat-lihat ntar namanya batu lihat-lihat”.

Batu Angkek-angkek
Batu Angkek-angkek

Akhirnya kami mencoba mengangkat batu dengan mengikuti aturan yang ada di rumah Gadang itu. Oh ya Rumah Gadangnya umurnya udah tua loh bahkan umur batunya juga udah tua. Nah aku dua kali coba tapi merasa tertantang saja dan benar untuk mengangkat batu rasanya susah sekali.

Batu Angkek-angkek
Batu Angkek-angkek

Lokasi batu Angkek-angkek

Rumah Gadang di Nagari Balat Tabuh, Sungayang,

Tanah Datar, Batusangkar,

Sumatera Barat.

Salam

Winny

25 Pilihan Objek Wisata di Sumatera Barat


Don’t cry when the sun is gone, because the tears won’t let you see the stars

By Violete Parra

Pulau Pasumpahan Padang Sumbar

Hello World

Sumatera Barat 2010, 2016

Ranah Minang memang memiliki Pesona menarik untuk dijelajah karena begitu banyak pilihan wisata yang ada di Sumatera Barat mulai dari alamnya, kulinernya, hingga budayanya. Bahkan aku pernah sampai bela-belain dari Medan sehabis tamat kuliah naik bus selama 27 jam demi mengunjungi objek wisata di Sumatera Barat. Kala itu aku penasaran dengan Jl. Dr Johan dekat dengan Jam Gadang Bukittingi karena dari situlah Surat Lebaran pertama dari Cinta pertama terkirim. Ternyata walau 10 hari menjelajah wisata Sumatera Barat tidak cukup hanya bisa mengunjungi wisata Sumatera Barat yang umu-umum saja, untungnya di tahun 2016 aku bisa menapakkan kaki lagi ke Sumatera Barat untuk mengunjungi sisa-sisa objek wsiata Sumatera Barat yang belum pernah dikunjungi sebelumnya. Tentu saja walau dua kali ke Sumatera Barat tidak sepenuhnya dapat menaklukkan Ranah Minang, namun semoga tempat yang pernah saya kunjungi bisa menjadi pilihan objek wisata yang hendak dikunjungi jika berada di Sumatera Barat.

25 Pilihan Objek Wisata di Sumatera Barat

1. Halau

Halau
Halau

Di tahun 2010 aku diajak temanku Nyakmat ke Payakumbuh terus kami mengunjungi Halau. Halau itu menurutku snagat indah karena pemandangan bebatuan, persawahan, tebing sampai air terjun ada. Mengunjungi Harau naik becak motor waktu itu dengan pemandangan kiri kanan hijau membuatku jatuh cinta dengan Halau, terbayar perjalanan seorang diri ke Sumatera Barat. Jadi jika ingin travelling ke Sumatera Barat, Halau bisa menjadi pilihan terbaik.

2. Gua Ngalau Indah

 Gua Ngalau Indah di Payakumbuh
Gua Ngalau Indah di Payakumbuh

Sumatera Barat juga mempunyai Gua yaitu Gua Ngalau Indah dan masih berada di daerah Payakumbu. Gua Ngalau Indah masih alami, bebatuan, serta bentuknya bermacam-macam, sayangnya karena kedatangan kami kesorean terus temanku Nyakmat lihat ada yang “lewat baju putih”, akhirnya kami tidak jadi masuk ke dalam. Walau masih penasaran sih masuk kedalam Gua Ngalau Indah.

3. Jam Gadang

Jam Gadang
Jam Gadang

Jam Gadang mungkin wisata mainstream di Bukittinggi, namun aku tetap suka dengan Jam Gadang apalagi pas malam hari sambil minum susu hangat melihat keramaian pengunjung Jam Gadang. Nyaman menikmati harinya!

4. Lobang Jepang Bukittingi

Lobang Jepang Bukittinggi
Lobang Jepang Bukittinggi

Lubang Jepang Bukittiggi merupakan saksi bisu sejarah dimana Lubang ini dibuat sebagai pertahanan. Walau lubang namun memasuki Lubang Jepang tidak pengap, pencahayaannya bagus nyaman untuk dikunjungi. Di dalam Lubang Jepang bisa ditemukan bilik atau ruangan seperti ruangan amunisi dan sebagainya.

5. Ngarai Sianok

Panorama Bukittinggi
Ngarai Sianok

Ngarai si Anok juga merupakan pilihan wisata di Sumatera Barat jika ingin berkunjung karena pemandangan batu kapurnya itu khas dengan pegunungan dan merupakan salah satu iconik objek wisata Bukittingi.

6. Rumah Bung Hatta

Rumah Kelahiran Bung Hatta
Rumah Kelahiran Bung Hatta

Siapa yang tidak mengenal Bung Hatta, salah satu pencetus Proklamasi yang pernah menjadi Wakil Presiden Indonesia. Nah mengunjungi rumah kelahirannya merupakan perjalanan menarik tersendiri jadi bisa masuk ke pilihan wisata menarik di Sumatera Barat siapa tahu dengan mengunjungi rumah Bung Hatta bisa menumpuhkan jiwa patriotisme kita.

7. Fort de Kock

Benteng Fort De Kock di Bukittinggi Sumatera Barat
Benteng Fort De Kock di Bukittinggi Sumatera Barat

Tak jauh dari Jembatan Limpapeh, jangan lupa mengunjungi Benteng Fort De Kock di Bukittinggi sebagai pilihan wisata di Sumatera Barat. Merupakan peninggalan Belanda dan satu lokasi dengan Kebun Binatang Bukittinggi, dan disini masih ada loh bekas meriamnya.

8. Pecinan Bukittingi

Jembatan Limpapeh
Jembatan Limpapeh

Pecinan Bukittingi ada di bawah Jembatan Limpapeh, tempat berkumpulnya backpacker. Jadi jika mengunjungi Bukittingi dan ingin berkunjung dengan para bule dan bakcpacker lokal lokasinya di Pecinan Bukittinggi.

9. Tabiang Takaruang

Tabiang Takuruang Bukittinggi
Tabiang Takuruang Bukittinggi

Tabiang Takuruang juga masuk top pilihan wisata wajib di Sumatera Barat karena nuansa dan tempatnya asri, ada sungai, ada Cafe untuk makan membuat betah lama-lama bersantai.

10. Istana Pagaruyung

 Istana Pagaruyung
Istana Pagaruyung

Jika ingin melihat Rumah Gadang yang elok maka singgahlan ke Istana Pagaruyung dan masukkan ke dalam pilihan wisata di Sumatera Barat karena selain belajar sejarah tentang Kerajaan Minang dulunya maka bisa juga mencoba Pakaian Adat Minang. Kurang kece apa coba berphoto dengan latar belakang Istana dengan bentuk runcing khas Rumah Gadang terus memakai baju Minang, dipastikan yang lihat photomu bakal envy banget 🙂

11. Batu Agkek-Angkek

Batu Angkek-angkek
Batu Angkek-angkek

Tidak ada yang mengetahui berat dari Batu Angkek-angkek yang pasti yang tenaganya besar belum tentu bisa mengangkatnya dan berukuran kecil bisa jadi bisa mengangkatnya. Jadi jika penasaran ingin mengangkat batu angkek-angkek maka batu angkek-angek bisa masuk kedalam daftar wisata yang dikunjugi di Sumatera Barat.

12. Pacu Jawi

PACU JAWI
PACU JAWI

Sebagai wisatawan lokal sebenarnya aku malu baru mengetahui tentang Pacu Jawi karena wisatawan macanegara saja jauh-jauh datang ke Sumatera Barat demi mengabadikan Pacu Jawi. Pacu Jawi sendiri mirip seperti Karapan Sapi di Madura bedanya Pacu Jawi dilaksanakan di tempat berlumpur bahkan sang Joki tak segan menggigit ekor Sapi demi melaju lurus dan kencang. Kalau saranku jika ingin jalan-jalan ke Sumatera Barat, agendakan untuk mengunjungi Pacu Jawi khususnya pecinta phototographi.

13. Pandai Sikek

Tenun Pandi Sikek
Pandi Sikek

Pilihan wisata Sumatara Barat lainnya adalah Pandai Sikek yaitu melihat bagaimana cara menenun Songket Minang. Dan harganya juga variasi dari yang murah hingga mahal.

14. Rumah Puisi Taufik Ismail

Rumah Puisi Taufiq Ismail
Rumah Puisi Taufiq Ismail

Kamu anak sastra? Jangan ngaku anak Sastra jika belum ke Rumah Puisi Taufik Ismail karena disini banyak sekali literatur Sastra yang bisa dibaca.  Selain itu pemandangan di sekitar Rumah Puisi Taufik Ismail itu beuuuh “beautiful” kayak lagu hits aja ya!

15. Silek Lanyah

Silek Lanyah Padang Panjang
Silek Lanyah Padang Panjang

Silat itu memang khas Indonesia apalagi bela diri ini sangat kental dari Ranah Minang. Namun untuk Silek Lanyah merupakan Silat di Sawah loh berada di Padang Panjang. Attraksi Silek Lanyah wajib dimasukkan ke dalam tempat yang harus dikunjungi di Sumatera Barat.

16. Sekolah Musik ISI Padang Panjang

ISI
ISI

Ngapain mengunjungi sekolah Musik? Jangan salah, ISI yang merupakan sekolah musik di Padang Panjang merupakan tempat melihat mahasiswa dengan piawai memainkan musik tradisonal dan sering berlatih tarian khas daerah bahkan mereka sering diundang di acara internasional. Kurang keren apa coba?

17. Danau Maninjau

Danau Maninjau
Danau Maninjau

Danau Maninjau merupakan salah satu Danau yang indah menurutku. Tenang dan cantik, jadi wajar aku masukkan dalam pilihan wisata Sumatera Barat. Dijamin tidak akan menyesal jika mengunjungi Danau Maninjau.

18. Puncak Lawang Nagari Matur

Puncak Lawang Nagari Matur
Puncak Lawang Nagari Matur

Puncak Lawang Nagari Matur merupakan tempat terbaik untuk melihat Danau Maninjau Letaknya di ketinggian, udaranya sejuk banyak warung lagi disekitarnya, kebayang kan betapa nikmatanya bersantai di Matur sambil melihat Danau Maninjau.

19. Danau Singkarak

Danau Singkarak Sumatera Barat
Danau Singkarak Sumatera Barat

Ada yang tahu Tour Singkarak, yaitu lomba internasional bersepeda? Nah Danau Singkarak dan Tour ISngkarak merupakan wisata pilihan yang boleh dimasukkan ke dalam tujuan wisatamu di Sumatera Barat.

20. Air Terjun Lembah Si Anai

Lembah si Anai
Lembah si Anai

Lembah Si Anai merupakan air terjun yang berada di tepi jalan, sangat terkenal dan airnya jernih. Yah Sumatera Barat juga punya wisata air terjun keren dong!

21. Pulau Pasumpahan

Pulau Pasumpahan Padang Sumatera Barat
Pulau Pasumpahan Padang Sumatera Barat

Pulau Pasumpahan itu indah, walau aku belum pernah ke Raja Ampat paling tidak sudah mengunjungi Raja Ampat Sumatera. Pantainya bersih, warna lautnya unik dan pemandangannya patut diacungin jempol!

22. Pantai Air Manis Malin Kundang

Pantai Aek Manih
Malin Kundang

Siapa yang tidak tahu kisah Malin Kundang yang dikutuk karena durhaka kepada ibunya. Nah di Padang ada loh Pantai Air Manis tempat batu MALIN KUNDANG berada, jadi jika penasaran dengan si Malin maka jangan lewatakan Pantai Air Manis dalam tujuan wisata di Sumatera Barat.

23. Pantai Pariaman

Pantai Pariaman
Pantai Pariaman

Pariaman tidak melulu sate loh, pantainya cakep dan indah. Aku paling suka makan Nasi Padang dengan pemandangan Pantai Pariaman, duh sedap dan santai! Jadi bisalah dijadikan tempat wisata pilihan di Sumatera Barat

24 Museum Sawah Lunto

Sawah Lunto
Sawah Lunto

Sawah Lunto itu ibaratnya Little Holland, kenapa bangunannya itu loh jadul khas Belanda bangat. Tidak hanya itu setidaknya ada 4 museum pilihan yang bisa dikunjungi di Sawah lunto, apalagi dulu Sawah Lunto terkenal penghasil Batu Bara. Bahkan di Sawah Lunto itu ada Lobang Mbak Soero yang katanya jika dibongkar maka rata-rata Sawah Lunto itu merupakan kota diatas Lobang. Keren gak tuh?

25. Padang Village

Pusat Dokumentasi dan informasi Kebudayaan Minangkabau Padang Panjang
Pusat Dokumentasi dan informasi Kebudayaan Minangkabau Padang Panjang

Padang Village juga boleh dimasukkan didalam daftar wisata tujuan menarik di Sumatera Barat karena bisa mempelajari adat istiadat Minang, tentang rumah Gadang dan tentu saja bisa mencoba Suntiang.

Nah 25 Pilihan Objek Wisata di Sumatera Barat yang aku buat hanyalah gambaran kecil dari ribuan tujuan wisata menarik di Sumatera Barat. Semoga tulisan ini bisa menjadi pilihan objek wisata di Sumetara Barat jika kamu hendak liburan ke Sumatera Barat. Oh ya kalau ada sponsor yang hendak nawarin ke Mentawai aku dengan senang hati loh (ngarep), maklum belum ke Mentawai, impian wisata di Sumatera Barat berikutnya.

Oh ya selain dari 25 Pilihan Objek Wisata di Sumatera Barat, teman-teman punya rekomendasi wisata menarik di Sumatera Barat?

Salam

Winny

Tidak ke Sumatera Barat jika belum ke Istana Pagaruyung


Isn’t it an irony when we ignore each other and pretend the other person doesn’t exist when love fades away?

By Unknown

 Istana Pagaruyung

Hello World

Batusangkar, Agustus 2016

“Win, jadi kamu belum ke Batusangkar melihat Istano Basa Pagaruyung?”, kata temanku Irma di tahun 2010. Ah belum lengkap perjalananmu di Sumatera Barat menimpali yang semakin membuatku sedikit jengkel. Maklum waktu itu jalan sendirian keliling Sumatera Barat seorang diri bukanlah perkara mudah serta keterbatasan waktu dan dana. Eh siapa sangka ternyata ada kesempatan mengunjungi Istano Basa Pagaruyung di Batusangkar dari Pesona Indonesia. Rezeki anak soleh ya 😀

 Istana Pagaruyung
Istana Pagaruyung

Kami sampai di Istano Basa Pagaruyung sekitar jam 11an dan waktu itu matahari terik sekali. Setelah mamarkirkan mobil, kami masuk kedalam Istana Pagaruyungm wisata menarik di Sumatera Barat karena salah satu icon dari kebudayaan Suku Minang. Istano Basa Pagaruyung artinya istana besar  memiliki bentuk seperti rumah gadang dengan runcing keatas. Istano Basa Pagaruyung atau sering disingkat Isatan Pagaruyung merupakan replika dan aslinya berada di bukit Batu Patah tapi terbakar tahun 1804 lalu didirikan kembali dan terbakar kembali di tahun 1966. Istana Pagaruyung merupakan Istana Raja Alam berjenis Alang Babega. Entah kenapa nasib Istana Pagaruyung selalu terbakar tapi yang pasti tahun 2007 juga terbakar terkena petir lalu dibangun kembali, karena icon suku Minangkabau.

 Istana Pagaruyung
Istana Pagaruyung

Dari sejarah beberapa kali kebakaran aku sungguh salut upaya memilihara Istana Pagaruyung yang menurutku memanga harus dilestarikan mengingat salah satu bukti Kerajaan Pagaruyung (1500-1825) pernah ada di Sumatera Barat. Sehingga pas masuk ke pintu masuk aku itu langsung takjub dengan bangunan Istana Pagaruyung, megah dan mempesona. Untuk masuk kedalam Istana Pagaruyung harus membuka sepatu kemudian menaiki anak tangga. Didalam Istana Pagaruyung terdiri 3 buah lantai kemudian ada 2 ruangan dapur, kemudian ruang dayang. Didalam juga terdapat peninggalan berupa budaya Minang.

Pilar di dalam Istana Pagaruyung bahkan sangat aku suka, di dalam Istana Pagaruyung juga bisa melihat sejarah tentang Istana Pagaruyung. Bahkan di Istana Pagaruyung bisa meminjam baju pakaian adat Minang loh lengkap dengan Suntiang seperti yang kami lakukan di Minang Village Padang Panjang.

 Istana Pagaruyung
Istana Pagaruyung
 Istana Pagaruyung
Istana Pagaruyung

Sayangnya kami cuma sebentar di Istana Pagaruyung namun cukup menyenangkan masuk kedalam Istana Pagaruyung masuk ke dapurnya, naik keatas biliknya kemudian di bagian bawah tempat peminjaman Suntiang dan baju Minang, merasa seperti anak Minang dah!

Wajar sih ya temanku dulu sangat merekomendasikan untuk mengunjungi Istana Pagaruyung karena memang jika ingin melihat seluk beluk kerajaan Islam maka Istana Pagaruyung merupakan pilihan yang tepat!

 Istana Pagaruyung
Istana Pagaruyung

Harga Tiket Masuk Istana Basa Pagaruyung

Dewasa Rp7000

Anak-anak Rp5.000

Wisatawan Mancanegara Rp12.000

Anak-anak Wisatawan Mancanegara Rp10.000

Alamat Istana Basa Pagaruyung

Jalan Sultan Alam Bagagarsyah

Nagari Pagaruyung, Tanjung Emas

Tanah Datar,

Sumatera Barat

Salam

Winny

 

 

.

 

 

 

Jika ke Bukittingi Jangan Lewatkan Tabiang Takuruang


If someone wants to be a part of your life, they’ll make an effort to be in it.. Don’t bother reserving a space in your heart for someone who doesn’t make an effort to stay
By Unknown

winny-marlina

Hello World

Bukittingi, Agustus 2016

Hayoo coba sebutkan wisata Bukittingi yang ngehits? Wisata Bukittingi ada Jam Gadang, Ngarari Sianok, Janjang Saribu, Lubang Jepang, Great wall of Koto Gadang, Benteng Fort de Kock, Kampung China. Terus ada yang pernah dengar nama wisata Bukittingi “Tabiang Takuruang”? Tabiang Takuruang merupakan salah satu wisata terbaru yang tak jauh dari Bukittingi, Sumatera Barat karena pemandangan mempesona mulai dari Sungai dengan air jernih, bukit yang menjulang sendiri serta latar belakang Puncak Singgalang. Arti Tabiang Takuruang artinya Bukit Terkurung karena memang sebuah tebing tinggi teronggok menjulang membelah sungai menjadi dua jalur terus dikelilinginya bukit. Taruko sendiri adalah nama  sebuah kafe yang berada di kaki bukit. Jadi ada Café Taruko dengan pemandangan Tabiang Takaruang.

Tabiiang Takaruang
Tabiang Takaruang

“Jadi Tabiang Takuruang dan Ngarai Sianok itu terbentuk karena gempa besar ribuan tahun lalu yang menguncang Sumatera Barat dan membuat terjadinya patahan semangko ynag membentang sepanjang Pulau Sumatera. Jadi karena gempa bagian Ngarai yang menjadi lembah adalah bagian tanah yang turun. Namun uniknya di bagian Takuruang itu tinggal sebongkahan tanah besar atau tebing. Dulu dataran di atasnya lebih besar tidak terlalu runcing. Kemudian runtuh pada gempa tahun 2007 sehingga puncaknya menjadi runcing seperti sekarang. Dulu disekitar Tabiang Takuruang juga banyak kerbau liar sehingga Belanda menyebutnya Kerbauvanget”, tutur Eman dari info Sumbar.

Cafe Taruko
Cafe Taruko

Kami sendiri sampai ke Café Taruko pas siang hari demi si Tabiang Takarung. Café Taruko ini sering disebut Kafe Bule karena memang makannya kebanyakan makanan bule seperti omelet, sandwich dan lain-lain. Tapi pas kami kesana memang ada Orang Bulenya sih fasih lagi Bahasa Indonesianya. Taruko Café Bukittingi atapnya jerami, bangunannya dari kayu dan ornament etnik serta bangkunya dari kayu. Tidak jauh dari Café Taruko terdapat lapangan luas, sungai jernih serta bangunan beratap lancip khas Minangkabau. Dari Café Taruko kami menikmati pemandangan Tabiang Takarung walau kami gagal berjumpa Kerbaunya namun kami berhasil main air di Sungai dengan latar Tabiang Takarung. Entah kenapa asik banget bersantai di Tabiang Takarung, mungkin karena perpaduan alam yang Indah.

Tabiang Takuruang Bukittinggi
Tabiang Takuruang Bukittinggi

Main percik air Sungai, main ayunan terus selesai itu berleha-leha di Café sambil minum jus strawberry. Santai dan refreshing!

Jadi Bagi yang jalan-jalan di Bukittingi, mengunjungi Tabiang Takarung pilihan yang tepat saat liburan. Cakep, dan menenangkan!

Tabiang Takuruang Bukittinggi
Tabiang Takuruang Bukittinggi

Lokasi Taruko Caferesto dan Tabiang Takuruang

Jalan Binuang, Nagari Lambah

Sianok Anam Suku, Kec IV Koto

Kabupaten Agam

Sumatera Barat

Btw

SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA YA BAGI KAUM MUSLIM SELURUH DUNIA!

Salam

Winny

Melihat Songket Minang di Nagari Pandai Sikek


It’s not that I’m so smart, it’s just that I stay with problems longer

Albert Einstein

pandai-sikek-padang-panjang

Hello World!

Padang Panjang, Agustus 2016

Mobil kami menuju ke Nagari Pandai Sikek di Padang Panjang. Awalnya aku tidak tahu apa itu Pandai Sikek. Ternyata Pandai Sikek artinya yang pandai bertenun dan Nagari artinya Desa jadi Desa yang pandai bertenun. Yah aku dan rombongan Blogger dalam acara Pesona Minang mengunjungi Pandai Sikek. Rupanya hasil dari Pandai Sikek itu berupa Songket ala Minang. Aku baru tahu kalau Sumatera Barat ternyata memiliki Songket juga karena dalam persepsiku ingat Songket pasti ingat Palembang eh siapa sangka Songket ada juga Ranah Minang. Uniknya kain Songket dalam Bahasa Minang disebut “balapak”. Untuk motif kain tenun Pandai sikek selalu diambil dari kain tua dan harganya lumayan bervariasi bahkan ada yang sampai belasan bahkan puluhan juta.

Tenun Pandi Sikek
Tenun Pandi Sikek

Keunikan dari Nagari Pandai Sikek karena keahlian penduduk yang  rata-rata memiliki bakat dalam menenun, bahkan mengukir kayu sebagai hiasan bahkan kerjaan ini sudah menjadi pekerjaan utama dari dulu-dulu alias sejak akhir abad ke 18. Belum lagi pemandangan alam yang Indah sekali di Nagari Pandai Sikek mulai dari persawahan hingga pemandangan Gunung Singgalang dan Gunung Marapi sehingga tak heran Nagari Pandai Sikek menajdi salah satu wisata yang menarik di Sumatera Barat untuk dikunjungi dan menjadi tujuan wisata.

Memasuki sebuah rumah yang berisi tenunan kami melihat seorang Gadis muda sedang menenun. Tangannya memegang benang berwarna emas dan tangan yang satu lagi memintal dengan teliti sekali. Untuk pertama kali dalam hidupku aku melihat proses pembuatan Songket di Nagari Pandai Sikek, kalau menenun sih pernah pas di Toraja. Tapi kayaknya sama aja ya, intinya Indonesia paling keren hasil tenunannya!

 

Songket seharga Rp15juta
Songket seharga Rp15juta

Kami juga sempat melihat koleksi Songket yang dipajang dengan warna-warni. Variasi harga dari Balapak tergantung bahan yang dipakai dan berapa lama dalam mengerjakannya. Kalau menurutku sih wajar harganya mahal mengingat tingkat pengerjannya itu.

Tapi ada satu kejadian yang sungguh membuatku malu dan bikin deg-degan saat berada di Pantai Sikek yaitu ketika aku menjatuhkan Songket berwarna merah yang kisaran harganya Rp15.000.000. Untung Songketnya tidak rusak, kalau tidak aku bisa tergadai di Pandai Sikek. Gara-gara adegan menjatuhkan songket harga jeti-jeti alhasil aku mengambil langkah seribu keluar dari Pandai Sikek dan memandang Gunung Singgalang.

Lokasi Nagari Pandai Sikek

Kecamatan Sepuluh Koto

Kabupaten Tanah Datar

Padang Panjang, Sumatera Barat

Salam

Winny

Nelayan di Pantai Bungus Padang


 Never fake yourself just to look perfect because perfection is never real and reality is never perfect
By Unknown

pantai-bungus

Hello World!

Padang, Agustus 2016

Pulang dari Pulau Pasumpahan setelah melewati permainan ombak laut maka kembali ke tempat semula di Pantai Bungus dekat Pantai Caroline Padang. Tempat ini awal kami menuju ke Pasumpahan dan tempat ini pulalah kami kembali. Turun dari perahu motor yang sempat membuat adrenalin naik saat di laut terdengar suara “satu, dua, satu, dua dari nelayan” di pesisir Pantai. Nelayan itu sedang menarik jalanya dari lautan bersama-sama. Terlihat jelas betapa kerjasama para Nelayan di pesisir Pantai Bungus, ah aku kagum.

Setelah mandi karena basah dari air laut dari Pulau Pasumpahan, aku penasaran apa yang terjadi karena penduduk sedang beramai-ramai hingga akhirnya aku mendekati para Nelayan itu. Ternyata para Nelayan sedang berkumpul untuk bekerjama bergotong royong memilah hasil dari tangkapan jala di Pantai Bungus sore itu. Nelayan yang membantu memilih ikan itu sekitar 10 orang disambut dengan beberapa anak kecil yang ikut-ikutan mengambil bagian serta disambut rasa antusias penduduk sekitar. Ikan tangkapan itu berupa ikan asin, dilempar ke sebuah wadah plastik lalu hasilnya dibagi ramai-ramai. Aku sampai terkagum melihat bagaimana upaya para Nelayan untuk mendapatkan sesuap nasi dari hasil laut. Bahkan lautan itu temannya!

Maklum, baru saja kami mengalami perjalann laut yang memabukkan terus perjalanan kami selama di laut disertai dengan permainan gelombang laut, cukup membuat perahu kami terombang ambing dan dalam hatiku menutup rasa takut, wajar aku tidak bisa berenang, pas dimainkan dan dihembaskan laut itu terasa dag-dig-dug syerrr. Terus pas di daratan ketemulah Nelayan yang hasil tangkapannya tak seberapa terus dibagi ramai pula eh hidupnya bahagia pula! Sungguh kehidupan berbagai yang dicerminkan Nelayan di Pantai Bungus bak cambuk bagiku untuk selalu mensyukuri hidup. Bahkan para Nelayan itu begitu menikmati hidupnya, tanpa keluhan.

Pantai Bungus
Pantai Bungus

Yah perjalanan itu penuh makna loh, tidak melulu menghabiskan uang. Benar kata pepatah “banyak berjalan banyak melihat”, kerjasama dan kegotongroyongan Nelayan di Pantai Bungus mencerminkan masih ada loh di Negeri kita tercinta ini rasa “Gotong Royong”. Bahkan aku belajar dari Nelayan untuk bersyukur dalam hidup dan kalau bisa sih berbagi dan bermanfaat bagi orang lain.

Sore itu di Pantai Bungus Padang, aku mendapat pelajaran berharga, pelajaran untuk tidak menawar kalau membeli hasil ikan laut dari nelayan karena perjuangan demi mendapatkan ikan itu loh, penuh perjuangan!

Salam

Winny

Jam Gadang Wisata Unik Bukittingi


Setting goals is the first step in turning the invisible into the visible

By Tony Robbins

Jam Gadang

Bukittinggi, Agustus 2016

Salah satu wisata yang aku suka di Sumatera Barat adalah Jam Gadang Bukittinggi. Selain karena keunikan dari Jam Gadang, juga karena suasana disekitar Jam Gadang yang mmebuat betah berlama-lama. Sama halnya dengan pertama kalinya ke Bukittingi di tahun 2010,  aku sangat suka mengamati kegiatan masyarakat yang bersantai disekitar Jam Gadang. Ada yang berjualan, ada yang sekedar duduk bahkan beberapa sekedar photo saja. Waktu itu pas sekali kedatanganku malam Minggu jadi minum segelas cokelat hangat dari Penjual kaki lima rasanya nikmat sekali. Tapi kata temanku Nyakmat, Jam Gadang memang sering didatangi wisatawan sehingga tak heran kalau Jam Gadang selalu ramai apalagi letaknya yang berada di Pusat Kota Bukittingi belum lagi merupakan icon utama dan menjadi Maskot Bukittinggi. Jadi aku maklum saja kenapa kondisi Jam Gadang ramai. Belum lagi tidak ada biaya masuk untuk wisata Jam Gadang alias gratis kecuali hendak masuk kedalam Jam Gadang karena harus ada ijin dahulu.

Jam Gadang Bukittinggi
Jam Gadang Bukittinggi

Jam Gadang sendiri dibangun sekitar tahun 1826 dengan tinggi sekitar 26 meter, serta keunikan khasnya di Angka 4 dengan tulisan Romawi IIII. Keunikan lain dari Jam Gadang dengan bentuknya yang memang mencirikan khas Minang. Memang mengunjungi Jam Gadang seolah wajib hukumnya mungkin memiliki magnet kali ya karena akan terasa kurang jika tidak mengunjungi Jam Gadang, wisata menarik Bukittingi.

Untuk kedua kali mengunjungi Jam Gadang bagiku tergolong sebentar karena Aku, Mas Him, Pak Ain, Yuki, Suci, kak Cumi, Tehnit hanya memiliki waktu sekilas lewat saja. Tapi cukup beruntung bersyukur mengingat aku hanya pernah melihat Jam Gadang pada malam hari. Jadi mengunjungi Jam Gadang pada matahari terik membuatku menjadi antusias dan pengalaman baru. Kan kapan lagi bisa membandingkan Jam Gadang pada malam hari dan pada Siang hari. Tapi baik malam hari dan siang hari, pengunjung Jam Gadang tetap ramai pengunjung. Aku sendiri paling suka pada malam sambil menikmati waktu tapi katanya kalau pas malam minggu di Jam Gadang akan sesak, ramai dari biasanya bahkan banyak yang pacaran katanya, katanya loh ya!

Dari terakhir aku mengunjungi Jam Gadang, tidak ada perubahan drastis dari Jam Gadang, tetap unik dan mempesona. Namun sudah mulai banyak perbaikan terutama adanya tempat sampah sehingga kebersihan Jam Gadang bisa dijaga. Perjalanan Bukittingi di Jam Gadang kedua kali memang singkat tapi tetap aku suka dan pengen sih untuk ketiga kalinya tapi sekalian melipir ke Jl. Dr. Bahter Johan, tempat dimana Kartu Lebaran tahun 2004 yang kuterima!

Alamat Jam Gadang

Jln. Parak Kubang No. 40, Guguk Panjang

Bukittinggi

Sumatera Barat

Salam

Winny

Mencoba Suntiang di Minang Village Padang Panjang


Progress is impossible without change, and those who cannot change their minds cannot change anything

By George Bernard Shaw

Pusat Dokumentasi dan informasi Kebudayaan Minangkabau

Hello World

Padang Panjang, Agustus 2016

Salah satu tempat menarik di Sumatera Barat ialah Pusat Dokumentasi dan informasi Kebudayaan Minangkabau di Padang Panjang. Kenapa? Karena di Pusat Dokumentasi dan informasi Kebudayaan Minangkabau Padang Panjang kami dapat mengetahui budaya dan seluk beluk tentang budaya Minang mulai dari rumah Gadang dan isinya hingga suku di Sumatera Barat. Sama halnya dengan kunjungan kami ke Padang Panjang mendapat ilmu baru tentang budaya Minang. Memasuki Pusat Dokumentasi dan informasi Kebudayaan Minangkabau Padang Panjang, kami disambut dengan informasi mengenai Rumah Gadang. Tentu hal ini menarik bagiku dan juga teman-teman karena rumah Bagonjong yang memiliki atap runcing menjulang, tak sekedar rumah biasa ada filosofi di setiap ornament ukiran pada Rumah Gadang yaitu Itiak Pulang Patang (tentang ketertiban/peraturan), Kucing Lalok (kewaspadaan), Kambang Manih (keramahtamahan), dan Lumuik Anyuik (kemampuan menyesuaikan diri). Hmmm ternyata dibalik pembangunan Rumah Gadang tidak sembarangan ya!

Pusat Budaya Minang Sumatera Barat
Pusat Budaya Minang Sumatera Barat

Di dalam Pusat Dokumentasi dan informasi Kebudayaan Minangkabau Padang Panjang  atau sering disebut sebagai Minang Village terdapat koleksi buku-buku disusun rapi dalam rak, serta kumpulan photo lama wisata di Sumatera Barat zaman dahulu dan photo lainnya bahkan terdapat kliping Koran dan majalah.

Hal menarik yang kami pelajari di Di Pusat Dokumentasi dan informasi Kebudayaan Minangkabau Padang Panjang (Minang Village) terutama mengenai jumlah bilik di rumah Gadang, ternyata menunjukkan status sosial si pemilik rumah, makin banyak biliknya maka makin tajirlah. Bahkan ya di rumah Gadang untuk kamar anak yang sudah menikah biliknya dibuat kecil supaya si anak tidak betah serta memotivasi untuk segera membangun rumah sendiri. Pantas ya orang Minang banyak yang merantau 🙂

Pusat Budaya Minang
Pusat Budaya Minang

Hal menarik dari rumah Gadang menurutku itu dari Anjuangnya yaitu tiga jendela paling kanan terlihat semakin meninggi jika dibandingkan bangunan tengah. Nah photo pas di jendalanya dengan ornament khas Minang maka serasa gadis Minang, tinggal nyari Udanya saja 😀

Pengalaman seru lainnya di Pusat Dokumentasi dan informasi Kebudayaan Minangkabau yang merupakan Museum terletak pada bagian bawah bangunan karena terdapat Pelaminan adat Minangkabau dan tempat menyewa pakaian Adat Minang. Awalnya Mbak Nina dan Suci di bawah mencoba baju Minang lalu aku, Tehnit dan Yuki ikut-ikutan memilih Baju Minang sambil berphoto di depan Pelaminan Minang. Alhasil kami mencoba Baju Minang yang berwarna-warni mulai dari hitam, kuninga, merah, hijau bahkan biru lengkap dengan Suntiang. Suntiang adalah mahkota yang dikenakan oleh pengantin Minang yang katanya yah itu beratnya pake banget bahkan dulunya terbuat dari alumanium atau besi namun sekarang sudah terbuat dari perak dan kuningan. Aku sih gak bisa bayangkan kalau Suntiang dari alumanium, dari kuningan aja beratnya lumayan. Terus mikir gimana pas nikahannya pake Suntiang di pelaminan seharian ya?

Documentary and Informaton Center of Minangkabau Culture
Documentary and Informaton Center of Minangkabau Culture

Gara-gara kami mencoba pakaian adat Minang di Sumbar terus berphoto di depan rumah khas Minang, alhasil kami jadi pusat perhatian. Iya berlima cewek baju Minang warna-warni terus lengkap dengan Suntiang ditambah Rumah Gadang, kurang menarik perhatian apa coba? Alhasil banyak yang minta photo sama kami, serasa artis sehari tapi seru!

Untuk meminjam dan bergaya ala Minang tentu saja bisa karena memang Minang Village alias Pusat Dokumentasi dan informasi Kebudayaan Minangkabau memang menyewakan pakaian Minang baik buat wanita dan pria bagi pengunjung. Kan seru nambah ilmu tentang budaya Minang terus mencoba pakaian adatnya lagi! Tapi jangan bayangkan Siti Nurbaya dan Datuk Maringgi yah pas memakai pakaian Minang 😀

Pakaian Adat Minang
Pakaian Adat Minang (Photo Mas Him, Kemenpar)

Selain mencoba pakaian adat Minang di Minang Village alias Pusat Dokumentasi dan informasi Kebudayaan Minangkabau, kami juga menyaksikan musik merdu yang dimainkan Uda-uda keren ala Padang Panjang dengan musik tradisonalnya Rabab (kayak biola) dan Saluang (kayak suling). Suaranya sahdu dan alunan muskinya juga keren. Dan jangan salah Uda-uda ini adalah Mahasiswa S2 loh! Keren kan?

Nah jika ke Sumatera Barat, jangan lewatakan untuk mengunjungi Pusat Dokumentasi dan informasi Kebudayaan Minangkabaua alias Minang Village dan buat para cewek-cewek cobalah memakai Suntiang, jangan ke restoran Suntiang mulu ya 😀

Harga sewa Pakaian Adat Minang

Rp25000-Rp35000

Tiket masuk ke Minang Village

Rp2000-Rp5000

Lokasi Pusat Dokumentasi dan informasi Kebudayaan Minangkabau (Minang Village)
Jl. HR. Rasuna Said, Kelurahan Silaing Bawah, Kecamatan Padang Panjang Barat

Kota Padang Panjang

Sumatera Barat

Salam

Winny