Tips Liburan ke Istanbul, Turki


“When you are everywhere, you are nowhere

When you are somewhere, you are everywhere.”

By Rumi

topkapi

Hello World!
Turki, Oktober 2016

Tips liburan ke Turki aku buat karena beberapa pertanyaan yang masuk via email. Tips liburan Turki terbatas di area Istanbul saja karena memang aku melakukan perjalanan trip ke Turki hanya Istanbul saja itupun 3 hari dan belum puas tentunya. Namun melakukan perjalanan selama di Turki ada beberapa tips yang mungkin bisa berguna bagi teman-teman yang hendak melakukan trip ke Turki.

1. Bagaimana proses VISA TURKEY bagi Indonesia?

Visa merupakan dokumen izin seseorang untuk masuk kesuatu negara dalam periode dan tujuan tertentu yang dikeluarkan oleh sebuah negara. Visa sendiri memiliki jenis ada visa turis, visa belajar, visa bekerja dan sebagainya. Sehingga dalam pembuatan visa tergantung tujuan ke negara tersebut. Visa sendiri juga ada yang gratis, ada yang VOA (Visa on arrival) ada yang e-visa dan ada visa yang mesti diurus di kedutaan. Untuk visa Turkey bagi orang Indonesia sendiri berlaku VOA artinya kita datang kemudian ke Turki kemudian melakukan proses visa dengan membayar langsung pas di Imigrasi Bandara Turkey dan bisa juga dengan E-visa.

Untuk harga visa Turki bagi Indonesia sebagai berikut

SINGLE ENTRY VISA                      Rp. 570.000

MULTIPLE ENTRY VISA                   Rp. 1.905.000

SINGLE TRANSIT VISA                    Rp. 570.000

DOUBLE TRANSIT VISA                   Rp. 1.140.000

Aku sendiri waktu itu membuat visa Turki dengan memilih mengurus E-Visa.

Apa itu E-visa Turkey?

Jadi kita masuk kedalam website Turki untuk melakukan pembuatan visa kita secara online kemudian visa tinggal print. Untuk harga E-visa Turkey sebesar 25 USD untuk single entry serta biaya administrasi 0,7 USD sehingga harganya $25,7 dengan lama berlaku visa selama 30 hari. Namun pembayaran E-visa harus memakai Kartu Kredit, jadi yang tidak punya kartu kredit, minjam dulu sama teman, pacar, gebetan atau keluarga. Aku kebetulan tidak memiliki CC alias Credit Card sehingga waktu itu minjam Kartu kredit Mbak Ninik (teman perjalanan ke Turki). Untuk proses visanya sederhana sih hanya saja saat di Turkinya rasanya ngenes karena visanya tidak ditempel di passport karena berupa kertas jadi hanya stempel biasa tok di passport saja. Gak rela rasanya Visanya di kertas tok kemudian dibuang hihihi 😀

Baca juga cara membuat visa Turki

gelata-bridge-istanbul
Pemandangan dari Gelata Bridge

2. Bagaimana pengalaman selama di Imigrasi Turki, apakah banyak ditanya pihak Imigrasi?

Waktu kedatangan kami di Istanbul Atatürk Airport waktu itu pas tengah malam jam 2 dan aku tinggal menunjukkan kertas VISA Turki yang telah aku print kemudian tidak ditanya mau nginap dimana seperti biasanya. Petugas langsung melihat visa ada terus dicap di kertas kemudian selesai. Untuk antriannya juga tidak lama dan cepat. Jadi selama proses Imigrasi di Turki lancar jaya.

3. Bagaimana cara dari Bandara Atatürk ke Sultan Ahmed

Hal yang aku suka dari Turki itu adalah transportasinya yang super mudah, tinggal baca peta transportasinya terus ikutin arah. Semua moda transportasinya terintegrasi mulai dari metro, trem, bus sampai ferri. Bahkan ke Sultan Ahmed tempat wisata populer di Istanbul dari Bandara mudah sekali.

Pelajari peta transportasi di Istanbul, Turki untuk memudahkan perjalanan selama di Turki.

istanbul_rapid_transit_map_with_metrobc3bcs_schematic

4. Dimana harus menginap di Istanbul?

Waktu di Istanbul Turki selama 3 hari, 2 hari aku menginap gratis karena menginap di rumah teman yang aku kenal dari CS sehingga lumayan untuk menghemat biaya perjalanan. Hanya hari terakhir aku dan Mbak Ninik menginap di area Sultan Ahmed dan menginap di  Sultan Hostel dengan alamat hostel di Cankurtaran Mh., Akbiyik Cd No:17, 34122 Istanbul, Turkey dengan biaya permalam sebesar 80 TL dengan tipe dormitory female. Artinya ada 6 cewek dalam satu kamar dan tempatnya strategis di area Sultan Ahmed. Jika hendak ke Blue Mosque tinggal jalan doang dan harga penginapan di area Sultan Ahmed Istanbul cukup ramah di kantong meski area turis banget. Kalau bingung mau menginap dimana di Turki tinggal cari penginapan di booking dot com karena banyak pilihan menginap.
5. Bagaimana cara mendapatkan teman di Istanbul?

Untuk mendapatkan teman sangat mudah bisa dari CS, berkenalan dari tempat penginapan atau pas ketemu di tempat turis. Itu tergantung individu, ada yang suka jalan sendiri dan tidak mau kenalan dengan warga lokal namun menikmati perjalanan dan ada juga tipe yang suka berjalan dengan warga lokal. Kalua aku sendiri perjalanan itu untuk mengenal tempat yang baru serta memiliki teman. Seru loh kalau mendapatkan teman baru di suatu negara. Pengalamanku selama di Turki aku mengenal 3 orang yang super baik-baik ada Kosan yang rela menjemput kami meski jam 2 malam dan memberikan kami tempat menginap selama 2 hari di Istanbul serta mentraktir makanan lagi. Kemudian aku mengenap Hallis yang super baik mengajakku makan romantis di depan Bosphorus Bridge kemudian berkenalan dengan Ramazan yang ternyata adalah actor di film Elif serta membawaku ke tempat indah di Istanbul. Belum lagi di penginapan berkenalan dengan dua cewek traveller dari England dan Africa. Jadi kemampuan untuk berteman itu perlu dalam perjalanan.

turki

beltas-cafe-ortakoy
Beltas Cafe

turkey

6. Apa wisata yang bisa dilihat di Istanbul?

Tempat wisata di Istanbul itu banyak (banyaaak). Kebanyakan memang di area Sultan Ahmed dan yang paling populer diantaranya Blue Mosque, Basilica Cistern, Hagia Sophia, Topkapi dan masih banyak lagi. Jadi kalau di Istanbul saja 1 hari tidak cukup sebenarnya. Meski kebanyakan wisatanya merupakan wisata Museum namun jangan salah, museum di Istanbul itu super kece-kece dan menarik untuk dikunjungi. Jadi tidak heran banyak sekali turis yang datang ke Turki.

aya-sophia-istanbul
Hagia Sophia
topkapi-palace
Topkapi Palace
blue-mosque
Blue Mosque
basilica-cistern
Basilica Cistern

Setidaknya ada 20 pilihan what to do in Istanbul atau 20 Top Rated Tourist Attractions in Istanbul

1. Hagia Sophia berlokasi di Aya Sofya Medanı, Sultanahmet

2.Topkapı Palace (Topkapı Sarayı) berlokasi di Babıhümayun Caddesi, Gülhane Park

3. Blue Mosque (Sultan Ahmet Camii) berlokasi di AtMeydanı, Sultanahmet

4. Basilica Cistern (Yerebatan Sarnıçı) berlokasi di Yerebatan Caddesi, Sultanahmet

5. Hippodrome berlokasi di AtMeydanı, Sultanahmet

hipprome

6. Istanbul Archaeology Museum berlokasi di Gülhane Park, Sultanahmet

7. Grand Bazaar (Kapalı Çarşı) berlokasi di Beyazıt Meydanı, Beyazıt

8. Süleymaniye Mosque berlokasi di Süleymaniye Caddesi, Beyazıt

9. Spice Bazaar (Mısır Çarşısı) berlokasi di Yenicamii Meydanı, Eminönü

10. Dolmabahçe Palace berlokasi di Dolmabahçe Caddesi, Beşiktaş

istanbul

11. Chora Church (Kariye Müzesi) berlokasi di Kariye Camii Sokak, Edirnekapı

12. Museum of Turkish and Islamic Arts (Türk ve Islam Eserleri Müzesi) berlokasi di At Meydanı Caddesi, Sultanahmet

13. Little Aya Sofya (Küçük Aya Sofya) berlokasi di Küçük Aya Sofya Caddesi , Sultanahmet

14. Rüstem Paşa Mosque berlokasi di Hasırcılar Caddesi, Eminönü

15. Yedikule Fortress (Yedikule Hısarı) berlokasi di Yedikule Sokak, Yedikule

16. Galata Tower berlokasi di Bankalar Caddesi, Karaköy

gelata-tower
Gelata Tower

17. Istanbul Modern berlokasi di Meclis-i Mebusan Caddesi, Tophane

18. Pera Museum berlokasi di Meşrutiyet Caddesi, Tepebaşı

19. İstiklal Caddesi and Taksim berlokasi di İstiklal Caddesi

20. Üsküdar dengan cara naik ferri dari Eminönü

7. Dimana rekomendasi tempat makan di Istanbul?

Sewaktu di Istanbul, makanan yang tak terlupakan bagiku saat mencoba Hamburger di Taksim area tepatnya di Kizilkalayar. Menurutku merupakan best Istanbul Street Food karena rasanya yang super enak. Memang kebanyakan makanan khas Turki itu kebab dan aneka kebabnya juga bervariasi ada yang namanya Iskander kebablah namun hamburger di warung ini rasanya mantap. Untuk masuk kedalam saja ngantri, dan tempatnya kecil namun rasanya itu membuat bahagia. Alamatnya di Sıraselviler Caddesi 6, Taksim Square.

kizilkayalar

Selain itu jika di Turki jangan lewatkan untuk mencoba es krim Turki. Bukan rasanya es krimnya yang menarik namun proses menyediakan es krimnya yang lucu dimana si penjual membuat trik lucu sehingga bisa membuat deg-deg ana atau sport jantung karena tiba-tiba si penjual membuat kaget dengan menghilangkan es krim dari tangan.

turkey
Taksim

8. Amankah melakukan perjalanan ke Turki?

Karena kondisi Turki sekarang yang memang kurang kondusif akibat banyak teror maka pertanyaan amankah mengunjungi Turki sering muncul. Waktu aku memutuskan ke Turki waktu itu ada kejadian pengeboman di Bandara Atatürk sampai teman dengan niatnya memberikan link tentang bahaya ke Turki. Namun aku sih cuwek saja karena prinsip hidupku namanya kematian itu bisa dimana saja dan kapan saja. Jadi tidak perlu takut namun tetap mawas diri dan hati-hati. Kalau ditanya aman atau tidak itu tergantung penilaian. Untuk aku sendiri pas disana aman dan kembali dengan selamat.

9. Dimana tempat membeli oleh-oleh di Turki?

 

Kebanyakan orang akan membeli oleh-oleh di Area Grand Bazaar Istanbul, Turkey. Namun karena nasehat teman lokal warga Turki sebaiknya membeli oleh-oleh agak jauh misalnya di area Gelata Tower atau bisa juga ke bukit dekat dengan Egyptian Bazaar dan biasanya ada tertulis harganya. Jika tidak ada maka coba tawar saja, selain itu bisa juga mencari oleh-oleh di area Sultanahmet.

10. Pengalaman apa yang tak terlupakan selama di Turki?

Pengalaman yang tak terlupakan selama di Turki adalah ketika merasakan naik feri dari sisi ASIA TURKI ke sisi EROPA TURKI, pengalaman yang membuatku merasa nyaman dan menikmati pemandangan sekitar. Kemudian aku sangat suka ketika sholat di Blue Mosque dan berlama-lama disana serta saat melihat peninggalan Islam di Topkapi. Rasanya perjalan ke Turki sebandingan dengan harga tiket yang aku keluarkan. Karena memang kesalahan dimana harus membeli tiket kembali jadinya harga tiket ke Turki jatuhnya $500 walaupun via Iran yang harusnya murah namun karena visa transit Yunani membuat kami terpaksa membeli ulang tiket ke Turki meski transit 1 jam namun dengan pengalaman selama di Turki dan benar-benar merasakan liburan sehingga uang tidak ada nilainya. Seperti kata kutipan “travel is the only way  that makes you richer

hagia-sophia-istanbul-turkey
Hagia Sophia

11. Perlukah membeli SIMCARD dan dimana bisa membeli SIMCARD?

Perlu tidak perlu tergantung kebutuhan masing-masing. Aku sendiri tidak membeli SIMCARD selama di Turki. Namun temanku Mbak Ninik membeli SIMCARD di Bandara. Jadi bagaimana aku bisa update status social media selama di Istanbul, Turki? Pake wifi gratsisan dari apartemen Kosan, dari penginapan serta thatering data. hahaha 😀

Gak modal banget ya?

Nah yang mau membeli SIMCAR bisa membeli TurkCELL dengan harga bervariasi mulai dari 25TL ke 35TL dengan kapasitas 1GB ke 15GB dan bisa dijumpai di Terminal Internasional Bandara Atatürk, Istanbul.

12. Bagaimana dengan mata uang Turki, dimana bisa menukar uang di Turki?

Mata uang Turki adalah Turkish Lira yang disingkat TL.

$1 = 3-3,6 TL

Untuk menukar uang bisa di Bandara Atatürk, Istanbul maupun di area Sultanahmed karena banyak counter money changer. Aku sendiri menukar uang TL dari Indonesia dan lumayan mahal sekitar Rp5000 untuk 1 TL (bulan September 2016) dan menurutku sebaiknya menukar dollar ke TL saja biar tidak rugi atau jika kehabisan uang bisa Tarik tunai di ATM Turki dan biaya adminitrasi tergantung Bank. Karena Bank ku BNI maka sekali tarik tunai dari ATM kena biaya administrasi Rp25.000 namun lebih praktis saat tarik tunai via ATM di Istanbul. Untuk mengetahui berapa uang yang diperlukan selama trip di Turki maka bisa dengan membuat itinerary perjalanan. Terus cari ATM yang berlogo Masterlogo atau Visa.

gelata-bridge

13. Perlukan itinerary perjalanan selama di Turki?

Perlu tidaknya sebuah itinerary tergantung kepada si pejalan. Kalau aku selalu membuat rincian biaya perjalanan selama perjalanan karena dari rencana perjalanan aku bisa mempersiapkan uang yang harus aku bawa dan hendak mau kemana walaupun kadang perjalanan itu tidak sesuai dengan rencana. Paling tidak aku bisa memperkirakan butuh biaya berapa saat perjalanan.

Bagi yang ingin melihat contoh Itinerary Turki baca Trip ke Istanbul

14. Apakah perlu membeli Istanbul Pass Museum?

Untuk membeli Istanbul Pass museum tergantung kebutuhan serta lamanya di Istanbul. Waktu itu aku membeli museum pass 85 TL untuk 5 hari meski tempat yang aku kunjungi hanya Topkapi dan Hagia Sophia saja dan jatuhnya sih aku tidak perlu membeli museum pass. Membeli dengan satuan paling kena 70 TL makanya sayang 15 TL namun kalau hendak mengunjungi kesemua museum selama 5 hari di Istanbul maka sebaiknya membeli museum pass Istanbul karena jatuhnya lebih murah. Kalau beli single ticket akan mahal namun jika hanya ingin mengunjungi Hagia Sophia dan Topkapi saja tidak perlu Museum Pass.

museum-pass
Museum Pass Istanbul

Daftar Harga Tiket Masuk Wisata di Istanbul, Turkey

Hagia Sophia Museum 30 TL
Tapkopi Palace Museum 40 TL
Hagia Irene Museum
Istanbul Archeological Museums 15 TL
Museum OF hystroy of Science and Technology in Islam
Istanbul Mosaic Museum 10 TL
Fethiye Museum 5TL
Chora Museum
Galata Mevlevi House Museum
Rumeli Hisar Museum
Blue Mosque Gratis
Basilica Cistern 20 TL
The Grand Bazaar
Sulaymen Mosque Gratis
42 TL

Sebagai perbandingan jika membeli tiket secara single

Hagia Sophia Museum– 30 TL

Topkapi Palace Museum– 40 TL

Topkapi Palace Museum Harem Apartments – 15 TL

Chora Museum– 15 TL

Istanbul Archaeological Museums – 15 TL

Museum of Turkish and Islamic Arts – 20 TL (Currently closed due to renovations)

Istanbul Mosaic Museum– 10 TL

Total cost secara beli pertiket: 135 TL

Jadi bakalan murah jika hanya membeli 85 TL namun dengan catatan bila memang ingin mengunjungi semua tempat yang dicover oleh Museum pass dan punya banyak waktu luang di Istanbul.

15. Apakah itu Istanbul Kart?

istanbul-kart

IstanbulKart merupakan kartu pintar untuk membayar transportasi umum di Istanbul Turkey yang bisa digunakan untuk Metro, bus, trem, dan ferry. Dan IstanbulKart ini bisa digunakan oleh lebih dari satu orang. Harga IstanbulKart 10 TL, dengan harga jartu 6 TL dan credit di kartu 4 TL. IstanbulKart ini mirip semacam e-money yang kita gunakan saat naik busway atau kereta di Jakarta. Berisi uang yang kemudian kita tab ke mesin kemudian kita bisa bepergian.

PS: jika ada kesalahan dalam informasi, mohon diberi masukan dan ingin bertanya juga boleh banget 🙂

 

Semoga tips Liburan ke Istanbul Turki bermanfaat!! Dan jika ingin ke Turki kirim salam sama cewek-cowok Turki yang super cantik dan ganteng 😀

This blog has been verified by Rise: R8c58e20fe790443e00f3dbc03f425bfd

Merhaba Turkey!

Salam
Winny

Iklan

Jalan kaki ke Şişli Turkey


It’s not that I’m so smart, it’s just that I stay with problems longer.

By Albert Einstein

ortakoy-mosque

Hello World!
Turki, 3 Oktober 2016

Setelah menikmati pemandangan Ortaköy Mosque Istanbul yang super romantis dengan Hallis, maka entah angin apa yang membuat Hallis mengajakku untuk ke tempat kerjanya.

"Winny, would you like to go to see my working place", katanya
"It's in Şişli, Istanbul
"Ah okay, kataku
"But we are going there by foot", katanya 
"Lets do that"

Akhirnya kami berdua dari Masjid Ortaköy  berjalan kaki ke Nişantaşı City, mall tempat bekerja Hallis. Padahal waktu dari Sultan Ahmad kami naik trem kemudian naik bus ke Beşiktaş. Nah pas dari  Ortaköy kami malah memilih berjalan kaki tepat jam 11 siang, dimana matahari terik-teriknya.

Sebenarnya ada keuntungan dengan berjalan kaki karena aku menjadi tahu sekeliling serta menikmati pemandangan.

"Peoples look at us, kata Hallis

"Really?, kataku

"What do you think when i use this t-shirt and walking with ASIAN? katanya

Tourist, kataku

Jadi ceritanya aku membakan si Hallis baju Batik karena dia sangat menyukai Indonesia dan pernah berkunjung dua kali. Nah saat berjalan bersama dia langsung pakai Baju Batik dengan warna Biru yang ternyata baju itu malahan menjadi pusat perhatian.

Padahal aku hanya biasa saja tapi setelah aku amati, ternyata benar banyak sekali orang yang kami lewati memandangi kami. Mungkin warna dan corak Batik itu menarik perhatian!

Wajar warna batiknya aja biru, mencolok kan?

 

sisli-istanbul

Tujuan perjalanan kami sebenarnya ke Nişantaşı City, sebuah distrik yang prestigious di Istanbul dan merupakan salah satu mall bergengi di Turki. Lokasinya Nişantaşı City di Teşvikiye Caddesi , Teşvikiye Mahallesi. No: 162. Şişli – Istanbul. 

"Lets me bring your bag, kata Hallis

Its okay, i can carry it", kataku

Eh ternyata ya berjalan kaki dengan tas gede ditambah suasa panas membuatku berkeringat. Berjalan 20 menit masih tidak terasa berat, namun pas ketika jalanan menanjak dan ketingat bercucuran aku malah menyesal menolak tawaran Hallis untuk mengangkat tasku.

travelling-to-turkey
Istanbul

Di tengah jalan tiba-tiba Hallis berkata

"You are the strong woman that i ever met, katanya

You do not complain at all while we are walking

Usually Turkish girls would ignore to walk, katanya kagum

Dia tidak tahu saja ya sebenarnya udah capek namun karena ada teman sambil berjalan akhirnya tidak terasa perjalanan. Ditambah pengalaman jalan kaki di Jakarta sudah membuatku terbiasa. Tidak sia-sia kebiasaan berjalan kaki!!

"I think the man whoever be your man would be lucky to have you as wife", lanjutnya

Terus aku jadi GR tingkat tinggi, untung tidak jatuh 😀

Akhirnya setelah berjalan kurang lebih 1 jam yang aku merasa seperti 2 jam kami sampai di Mall yang kata Hallis elit di Istanbul.

Can i meet Okan Yalabik in Nişantaşı City?, kataku

Hahha, tawa Hallis

Im not sure you can see him, Winny but i ever met famous person in Istanbul" 
katanya

Terus akupun pasrah tidak jadi bertemu dengan Babang Okan Yalabik, habis sudah berjalan sejauh ini dan berharap bisa ketemu dia malah gak ketemu.

turkey

Memasuki Mall yang bagus itu, Hallis begitu antusias menceritakan semua tentang Mall. Padadahl jujur aku merasa masuk Mall seperti masuk ke dalam Plaza Indonesia atau Grand Indonesia, habis mau gimana terbiasa dengan Mall selama di Jakarta sehingga jika ke Luar Negeri UUM (Ujung-ujungnya Mall) itu agak-agak. Namun lumayan sih jadi pengalaman baru, berjalan kaki di Istanbul kemudian bertemu dengan cowok Turki cakep pula eh dapat gratisan melihat Mall ala Turki.

"I need to go to toilet Murat, kataku

I'm sweat too much, kataku 

Saat masuk ke dalam toilet, seorang Ibu berbahasa Turki kepadaku, entah apa yang dia katakan namun aku tidak mengerti akhirnya aku keluar dari Toilet dan menghampiri Hallis. Kemudian Hallis pun mengajakku bertemu dengan rekan kerjanya dan mengenalkanku kepadanya.

turkey
Turkey

Yuhuu, pengalaman baru lagi!!

Akhirnya aku dan Hallis bersantai di sebuah sofa beberapa saat hingga aku melihat jam ditangan sudah jam 12 siang.

"Hallis, i need to go back to Sultan Ahmed, kataku

What time will you start working, tanyaku

2pm, Winny, kata Hallis

Wait i need to bring you to near station that i usually pass, katanya

No, you do not need t bring me, just give me direction, kataku

Well, i want you know what steert that i passed for going to work everyday,
katanya

Akhirnya aku diantar ke Metro terdekat dari Şişli. Berjalan sekitar 20 menit hingga aku sendirian menuju ke Sultan Ahmad Area untuk melihat Blue Mosque untuk terakhir kalinya!

 

Salam
Winny

Melihat Istanbul dari Büyük Valide Han


Infuse your life with action. Don’t wait for it to happen. Make it happen. Make your own future. Make your own hope. Make your own love. And whatever your beliefs, honor your creator, not by passively waiting for grace to come down from upon high, but by doing what you can to make grace happen
By Bradley Whitford

 

istanbul

Hello World
Turki, 3 Oktober 2016

Aku mengikuti langkah Actor Turki bernama Ramazan yang terpaut 5 tahun dibawah umurku. Tujuan kami hendak melihat Kota Istanbul dari atas, dan sebagai pengikut alias turis maka aku mengikuti saja kemana langkah teman baruku ini. Cukup mudah memang aku untuk diajak jadi dibawa kemanapun ayok.

"Winny, we should walk a bit far, are you ok with that? "tanyanya
"I dont mind", kataku

Eh ternyata jarak ke tempat yang dikatakan Ramazan cukup jauh dari Grand Bazaar Istanbul. Untungnya Ramazan membawa tas merahku dengan berat sekitar 8 kg. Lokasi yang hendak kami kunjungin memang menjadi tempat favorite bagi warga lokal Turki untuk berphoto karena memang sangat bagus atau bahasa Gaulnya “istagrammable“. Bahkan menuju ke tempat tertinggi itu kami harus melewati jalanan mendaki melewati pasar.

Büyük Valide Han, commissioned by Murad VI’s mother, Kösem Valide Sultan, this massive han (caravanserai) was built in 1651 and originally housed up to 3000 travellers and their animals every night. It’s now dreadfully dilapidated and has an ugly Shiite mosque in its main courtyard. Views from the han’s roof are spectacular, encompassing the Golden Horn, Bosphorus, Old City and Galata. Access to the roof is normally off limits, but if you head to the upstairs floor the caretaker may offer to take you up. He will expect a tip for his effort.

(Lonely Planet)

sultan-ahmed-area
Istanbul

Dengan bantuan Ramazan juga maka aku bisa membeli oleh-oleh khas makanan Turki di pasar tapi kami tidak belanja di Grand Bazaar melainkan pasar lain. Ada keseruan ketika melewati pasar dan berjalan karena aku melihat langsung kegiatan para pedagang Turki.

"Wow, you are so strong, Winny", begitu kata Ramazan

Wajar karena kami harus berjalan kurang lebih 5-15 km kemudian naik ke jalanan berbukit dan tidak hanya disitu kami juga harus menaiki tangga. Padahal dia tidak tahu saja kalau sebenarnya capek. Umur memang tidak bohong! Walaupun tas ku dibawa Ramazan, si actor Turki yang baik hati ini walau pemeran antagonis.

"I think you could be a great actor, oneday" kataku kepada Ramazan

"Thank Winny, Amin, you are such sister for me", katanya

turkey

Kalau bukan bersama Ramazan siapa sangka untuk menuju ke tempat tertinggi demi melihat Kota Istanbul dari atas tidak pernah terpikirkan. Karena lokasinya tersembunyi melewati rumah tua kemudian naik tangga dengan kondisi yang gelap bahkan untuk tiket masuk masih bersifat seadanya. Entah berapa Turkish Lira yang diberikan Ramazan kepada seseorang yang sepertinya memiliki rumah. Aku juga tidak pasti antara rumah atau tempat jualan, yang pasti kami harus menaiki tangga keatas. Kemudian sesampai diatas barulah tempat yang dikatakan Ramazan benar adanya.

Pemandangan Istanbul dari atas, terlihat jelas Blue Mosque, Yeni Cami!! Sudah bersiap puluhan warga lokal Turki yang sedang antri untuk berphoto dengan latar belakang Masjid dan laut. Hanya aku sendiri yang menjadi turis kesasar, dan yang antri tidak hanya perempuan, bahkan laki-laki juga. Misi mereka juga sama yaitu berphoto demi Istagram! Bahkan 1 orang bisa 20-25 pose yang membuat Ramazan marah.

"Oh my God, they are so selfish, they can come everytime 
but you are a tourist, they can take one photo and enough", katanya

istanbul-turkey

Padahal sebenarnya aku tidak begitu tertarik berphoto apalagi antri karena dengan menikmati pemandangan sekitarnya jauh lebih menarik dan titik sport terbaik tidak hanya di bagian tempat antrian banyak orang. Namun karena si Ramazan udah tensian akhirnya aku ikut saja, toh aku tidak mengerti ketika dia marah dengan berbahasa Turkey. Alhasil 5 perempuan yang sedang antri memperbolehkan photo dengan latar belakang Masjid indah lengkap dengan Lautan.

Salah satu manfaat berteman dengan orang lokal ketika mengunjungi suatu negara adalah kita akan menemukan tempat baru yang mungkin belum ada di daftar tempat untuk dikunjungi oleh turis. Kalau bukan dengan Ramazan mana mungkin aku tahu tempat melihat Kota Istanbul dari atas ternyata melewati pasar. Terus pas di atas pula aku melihat antusias cewek-cewek Turki saat berphoto, hampir mirip seperti orang Indonesia bahkan ada yang bawa make up dan baju ganti serta kamera yang super canggih. Asli kalau yang ini niat banget dalam pengambilan gambar.

 

istanbul

Aku sendiri sangat menikmati sore sambil duduk manis memandang ke Lautan lepas, kanan kiri ada pemandangan Masjid nan indah dan sekeliling para warga lokal. Tentunya melihat Istanbul dari atas menjadi penutup wisata selama backpackeran di Turki. Di Turki aku mendapat teman baru udah itu cakep-cakep lagi saking cakepnya bingung sendiri apalagi ceweknya cantik-cantik, aku doang yang merasa buluk sendiri untung aku jadi turis jadinya tidak minder hahaha 😀

"What time you flight, Winny? tanyanya
8 pm
Aha you have enough time and you can use Metro to airport
I will show you how to go to airport", kata Ramazan!

Melihat Kota Istanbul Turki menjadi penutup perjalanan, dan aku pasti akan kembali!
Salam
Winny

Gülhane Park hingga Grand Bazaar Bersama Aktor Turkey


Throw your dreams into space like a kite, and you do not know what it will bring back, a new life, a new friend, a new love, a new country.

By Anais Nin

turkey

Hello World
Turki, 3 Oktober 2016

"Hi Winny, welcome to Turkey!
I am an actor if u want to meet me in Turkey, I will bring you around

Itulah sepenggal pesan singkat yang aku dapatkan satu dari ratusan cowok Turki dari CS. Saat membaca pesan itu senyum di pipi mengembang sebenarnya karena asli itu orang antara PD atau ramah atau mau pamer. Maklum dulu pernah berkenalan juga dengan penyanyi asal Albania jadi kalau berkenalan dengan seseorang langsung menyatakan dirinya itu actor jadi kesan pertama seperti congkak.

Kemudian aku pun menjawab pesan itu

"Hi Actor, I’m engineer. What is your movie about?"
"Elif, it is famous in Indonesia", katanya
"Really?", kataku
"Have you watched it?" tanyanya
"Yes I know that but I watched only once or twice"
"What is your role on that movie?" tanyaku
"I was kindnapped Elips, Iam a bad guy", katanya

Sontak dari perkenalan itu jika berkunjung ke Istanbul maka niatku untuk menjumpain si actor ini kemungkinan di opsi terakhir, apabila waktu memungkinkan. Maklum sebagai penggemar Ibrahim Pasha dalam Film Magnificent Century maka impian yang ingin bertemu kalau aktor Turki itu ialah si Babang Ibrahim Pasha. Namun malah ketemu aktor pemain pendukung Turki Elif jadinya agak kocak sih, bisa jadi lucu bertemu dengan actor Turki.  Aktor Turki itu bernama Ramazan, dia sebenarnya menawarkan untuk tinggal di rumahnya dan membawa kami berkeliling Istanbul namun karena masalah penerbangan kami yang harus diundur akhirnya rencana perjalanan Turki kamipun berantakan. Barulah di hari terakhir di Istanbul aku dapat bertemu dengan Ramazan itupun karena aku telah ditinggal pulang duluan Mbak Ninik dan kebetulan si Ramazan sedang tidak ada kegiatan itupun jam 5 sore dia harus bertemu dengan dosennya sementara aku juga harus balik ke Bandara Atatürk Turki.

istanbul-turkey

We can meet in front of Blue Mosque around 2 pm, kataku

I want to see Grand Bazaar and Gülhane Park, lanjutku

Ternyata baru jam 2.30 sore lah kami bertemu. Ternyata aktor yang aku kira gaka-agak congkak pas ketemu anaknya baik, bahkan tasku di angkatnya. Dialah jadi tourguideku di hari terakhirku di Istanbul.

"I want to bring you to place and not all people know this place,
 even Turkish, lanjutnya
"We can see Istanbul city from the Top and u will love it, lanjutnya
"Up to you, you are the guide", lanjutku

gulhane

Kemudian kami berdua meningalkan Blue Mosque menuju ke Gülhane dulu karena lokasi Gülhane Park dengan Blue Mosque serta agar kami tidak mundur ke belakang sebab Grand Bazaar lokasinya berbeda dengan Gülhane Park.

Gülhane Park merupakan taman kota bersejarah dan tertua di Istanbul yang diresmikan tahun 1912. Berlokasi di samping Istanbul Archeology Museum, tidak jauh dari Topkapi Palace. Pada musim semi sekitar awal April, bunga tulip bermekaran di taman Gülhane. Menjadi tempat tujuan bersantai wisatawan memiliki patung pertama Ataturk di Turki dibuat oleh Heinrich Krippel pada tahun 1926.

gulhane-park-istanbul

Gülhane Park ini cocok untuk bersantai, sayangnya pas kedatanganku tidak ada apa-apa di Gülhane Park, hanya ada air mancur, taman yang bunganya dicabut, pepohonan rindang, bangku sampai air yang keluar dari tempat yang mirip dengan buku.

If you come earlier, you can see Tulip”, katanya

"I was here last month and tulip everywhere", lanjutnya

Lalu dia menunjukkan photonya dengan turis lain sedang berada di taman yang sama dengan bunga tulip. Memang si Actor Turki ini sangat aktif di CS dan banyak bertemu orang. Tidak sepertiku, menggunakan CS jika sedang melakuan perjalanan saja. Walau tidak berhasil melihat tulip bermekaran di Gülhane Park apakah mungkin aku kurang beruntung tapi paling tidak rasa penasaran akan Gülhane  Park terobati.

gulhane-park-turkey

Setelah puas mengitari Gulhane Park lalu kami menuju ke Grand Bazaar karena seorang teman dari CS juga sedang menunggu. Ternyata di Kawan ini BETE karena sudah lama menunggu plus aku datang dengan cowok lain. Padahal ya aktor yang ikut denganku ini umurnya itu 5 tahun lebih muda dibawahku jadi serasa adik sendiri. Bahkan Ramazan sudah menggapku sebagai kakak sendiri sampai-sampai di curcol mengenai masalah percintaannya. Dan yang pasti dia sangat senang dengan orang Indonesia karena film Elips itu laris manis di Indonesia dan dia merasa kalau orang Indonesia itu ramah-ramah sehingga dia sangat antusias bertemu dengan orang Indonesia. Walau aku bukan penggemarnya sih habis aku tidak terlalu suka film cengeng karena nanti jika aku baper, terus susah deh nyari obatnya. Mending nonton film romantis aja  biar bisa menghayal sekalian, manatahu bisa ketemu kembaran Bang Chris Evan hahah 😀

Nah kembali ke cerita, jadi karena si Kawan yang satu ngambek dan BETE akhirnya dia pulang duluan. Padahal yah yang ngajak jumpa siapa yang marah siapa. Untung aku orangnya cuwek tidak ketolongan sehingga pas ada DRAMA ngambek aku masa bodoh toh bukan salahku, dia ngajak ketemuan sih ok tapi kan aku harus jalan kaki dari Sultan Ahmed terus tanpa wifi lagi ditambah si kawan ini sendiri yang merubah jadwal jumpa di depan Hagia Sophia malah gak jadi terus pas aku datang telat terus bawa teman eh di ngambek!!

grand-bazaar

Untung sekali dapat teman dengan type Ramazan ini baik hati dan masih menemaniku mengitari Grand Bazar Istanbul. Bahkan saking baiknya wifi aja darinya. Maklum sebagai fakir wifi, dapat wifi hratisan itu senanganya minta ampun.

Nah saat si kawan tadi pergi gayanya sih sok cuwek eeh kemudian dia whatsapp dengan kata-kata lebay

"Winny, iam so disappointed with you, I was waiting for you", katanya

Kemudian aku menunjukkan whatsapp dari si kawan itu kepada Ramazan

"Winny I think he wants to be with you alone", 
"he is mad because you are going with me", 
"but its good that he is leaving, he is not good guy", katanya

grand-bazaar-turkey

Ternyata seorang Aktor yang awalnya aku anggap sedikit congkak ternyata sangat ramah bahkan pemikirannya sangat masuk akal dan membantuku sekali. Satu pembelajaran, jangan menilai orang dari luar!!

"Let's go to hidden place in Istanbul", lanjutnya

Maka kami berdua pun berjalan menuju tempat Istagrammable Istanbul dengan hatiku yang semakin mehek di hari terakhir perjalanan Istanbul Turki!
Salam
Winny

Mendapatkan Hidayah di Süleymaniye Mosque


The time you feel lonely is the time you most need to be by yourself
By Douglas Coupland

 

turkey-tourism

Hello World!
Turki, 2 Oktober 2016
Aku, Kosan dan Mbak Ninik berjalan mendaki menuju ke sebuah Masjid.

 “You will like it, Winny, it is my favorite place” kata Kosan

Suka sih, namun perjalanan menanjak ini yang tidak kuat Bang, apalagi sudah sore, kakipun sudah tidak bisa berbohong bahwa dia lelah setelah seharian mengelilingi area Sultan Ahmed mulai dari wisata terkenal Istanbul Hagia Sophia, Blue Mosque, Topkapi dan Basilica Cistern. Namun pemandangan disekitar Istanbul memiliki daya tarik sendiri sehingga rasa senang lebih dominan daripada rasa lelah. Ditambah jalan bertiga sehingga tidak terasa kami sudah jalan kaki dengan rute yang lumayan.

suleymaniye-mosque

Süleymaniye Mosque dibangun atas perintah Sultan Suleiman dan selesai tahun 1558. Süleymaniye Mosque memiliki empat minaret sebagai lambang masjid dibangun oleh seorang Sultan. Süleymaniye Mosque terletak di bukit yang paling tinggi di Istanbul dan menghadap kearah Golden Horn, teluk yang berbentuk tanduk yang memisahkan dua sisi kota Istanbul. Disamping halaman Süleymaniye Mosque terdapat makam Sultan Suleiman beserta pasangannya yang berasal dari Ukraina, Roxelana. Tidak jauh dari luar kompleks terdapat makam arsitek yang membangun Süleymaniye Mosque yaitu Sinan

(Sumber Travel Awan)

blue-mosque-istanbul

Ada kepuasan ketika kami melewati pasar menuju ke Masjid Süleymaniye karena di perjalanan kami bisa melihat kegiatan orang Lokal serta menikmati pemandangan Kota Istanbul. Bahkan di tengah jalan kami melihat segerombolan turis hendak tour singkat ke Istanbul. Diantara kerumunan turis yang mendengarkan pengarahan dari tourguide mereka maka salah satu turis yang tertangkap mataku adalah seorang gadis yang pasti aku tebak orang Indonesia.

Kakak Batak ya?” tanyaku
 “Lagi apa kak?”, tanyaku lagi dengan Berbasaha Indonesia
 “Pesawat kami transit di Istanbul sehingga tur Istanbul”, katanya.
 Emang dari mana kak?
 “Dari Milan”

Kosan bingung sendiri bagaimana aku mengetahui salah satu turis itu adalah orang Indonesia. Itu semua berkat insting Batakku yang keluar. Sesama Batak jika melihat orang Batak pasti tahu itu orang Batak. Begini rasanya kalau bertemu dengan sesama orang Indonesia. Seakan kami adalah pelajar Indonesia yang sedang belajar di Universitas Istanbul (sambil doa). Padahal nyatakanya aku sendiri adalah turis singkat udah berasa kayak lokal.

Dasar pejalan congkak!! 😀

Setelah tiba di Süleymaniye Mosque, betapa senangnya aku menikmati jingga sore dengan pemandangan laut di depan Masjid. Kosan dan Mbak Ninik memilih duduk di padang rumput. Sementara aku ingin berphoto dengan latar belakang Süleymaniye Mosque tapi aku segan meminta photo kepada Kosan dan Mbak Ninik. Mereka sudah kelihatan PW (posisi wuenak) sekali!
Akhirnya aku beraksi, mencari korban yang mau mengambil photoku. Aha, ada gerombolan anak remaja, jadi merekalah yang aku minta tolong untuk mengambil photo. Eh ternyata yang aku mintakan photo adalah orang yang salah. Karena mereka tidak bisa Bahasa Inggris kemudian pas aku diphoto hasil photonya kepalaku terpotonglah, divideoinlah, kakiku ajalah dan masih banyak lagi photo nan ajaib yang membuat senyum kecut dipipiku. Berulang-ulang aku mengajarinya hingga aku nyesek didada dan menyerah. Dari kejauhan Kosan dan Mbak Ninik malah tertawa terpingkal-pingkal melihat aksi gagalku dalam meminta photo kepada orang asing.

istanbul
Süleymaniye Mosque
"Do not worry Winny, I can take your photo later", Kata Kosan
"I can handle it, relax", kataku dengan sok-sok an

Padahal ujung-ujungnya Kosan juga yang mengambil photoku, mungkin dia kasihan dengan narsis tingkat akutku. Dan ternyata gerombolan remaja yang mengambil photoku tadi bukan anak Turki asli namun anak  pengungsi Syiriah. Wah kasihan anak Syiriah ini harus mengungsi ke Turki. Kosanlah yang mengatakan kalau remaja yang aku mintakan tolong mengambil photo darimana. Walau mereka gagal mengambil photoku namun tetap aku berterimakasih dan senang karena mereka mau aja aku suruh untuk mengambil photoku.
Selain itu aku sangat senang Masjid ini karena menikmati sore hari di Süleymaniye Mosque memang pengalaman menarik dengan pemandangan dan suasa sorenya yang benar-benar membuat tenang.

Nah saat berada di Süleymaniye Mosque ternyata Mbak Ninik mengajak teman CS nya Kemal untuk bertemu. Aku dan Kosan hanya saling pandang karena kami tidak tahu tiba-tiba nongol aja orang. Well aku tahu teman Mbak Ninik tapi tidak tahu kalau dia akan menyusul tepat di Süleymaniye Mosque saat kami bertiga bersantai ria.

turkish
Süleymaniye Mosque
"Do know that her friend coming?" Kata Kosan
"Honestly no”, kataku
"Why don’t say to us? Kata Kosan
 “I do not know”, jawabku singkat
 Kelihatan kami berdua kebingungan.

Kemal yang datang berkenal dengan kami.  Akhirnya Kosan dan Kemal berbahasa Turki, aku dan Mbak Ninik berbahasa Indonesia. Agak kikuk memang karena kan sepanjang hari di Istanbul kami bertiga selama 2 hari lagi. Nah tiba-tiba ada orang baru agak-agak. Untungnya kami cepat beradaptasi dan bisa mencairkan suasana dengan bantuan suara Azan Magrib berkumandang dari Masjid.
Mendegar azan, aku dan Mbak Ninik memutuskan untuk sholat magrib di Süleymaniye Mosque begitu juga Kemal.
Dan apa yang terjadi di Süleymaniye Mosque?

Ternyata Kosan memutuskan untuk sholat Magrib juga!!

"Wow finally you pray Kosan?" kataku
"Stop it, Winny, you make me do that", kata Kosan

suleymaniye-mosque-turkey
Ternyata Kosan menemukan hidayahnya di Süleymaniye Mosque. Bukan apa-apa selama kami bersamanya dia lebih memilih tidak sholat. Eh ternyata bersama kami dua hari hatinya tergerak dan ikut sholat.

Alhamdulillah

Tapi entah kenapa lucu rasanya ketika mengetahuinya bahkan sampai sekarang kalau membayangkannya jadi senyam-senyum sendiri.

Bahkan aku dan Mbak Ninik senyum manis semanis madu saat melihat Kosan mencari wudhu.

"We will meet here", kata Kosan kepada kami

Akhirnya Mbak Ninik mencari wudhu yang jauh dari Süleymaniye Mosque, begitu juga Kosan dan Kemal semantara aku menggunakan air aqua untuk berwudhu kearah taman
Melihat tingkah malasku Mbak Ninik geleng-geleng sementara Kosan berkata

You are totally different

turkey

suleymaniye-mosque-turki

sultan-ahmed-istanbul

 

Alamat Süleymaniye Mosque (Suleymaniye Camii)
Sulaymaniye Mh, 34116
Fatih/Istanbul
Turkey

Salam
Winny

Mimpi Jadi Nyata di Hagia Sophia, Istanbul


There is always a sadness about packing. I guess you wonder if where you’re going is as good as where you’ve been

By Richard Proenneke

hagia-sophia
Hagia Sophia

Hello World!
Turki, 2 Oktober 2016

Kembali ke 2 tahun silam ketika aku membaca satu artikel tentang Mosaik Agama Kristen kemudian ada Tulisan Kaligrafi Allah dan Muhammad berdampingan dalam satu tempat bernama Hagia Sophia. Sejak saat itu aku penasaran berat dengan Hagia Sophia dan ingin sekali mengunjunginya. Apalagi pernah baca kalau Babang Dude Harlino dan Allisa berbulan madu di Turki dan berada di Hagia Sophia sehingga makin pengen deh daku mengunjungi  kota Kostatinopel, nama lama Istanbul. Karena keinginan mendalam akhirnya ketika aku mendapatkan tiket promo ke Iran malah sekalian jalan ke Turki semua demi bela-belain melihat Hagia Sophia. Habis kalau menarik saja yang dulunya sebuah Gereja berubah menjadi Masjid kemudian menjadi Museum.

sultan-ahmed-turkey
Hagia Sophia

Hagia Sophia merupakan situs bersejarah paling banyak dikunjungi wisatawan dari berbagai mancanegara. Bangunan ini awalnya Gereja kemudian jadi Masjid lalu menjadi Museum. Gedung Hagia Sophia sekarang merupakan bangunan yang dibangun ketiga kalinya. Pertama kali dibangun abad ke 4 masa Kaisar Konstantinus Agung kemudian hancur tahun 404 karena pada terjadi kerusuhan. Kemudian tahun 415 dibangun lagi Gereja ini atas perintah Kaisar Theodosius II namun dibakar tahun 532 dan menjadi rata karena pemberontakan Nika. Kemudian proses pembanguannya dilakukan terus menerus hingga selesai tahun 537 pada era Kaisar Justinian I yang menjadi Gereja Ortodoks. Hagia Sophia selama kurang lebih seribu tahun menjadi bangunan terbesar pertama di dunia dengan interior dan kubah yang megah serta adanya mosaik Yesus dan Maria. Kemudian pada masa Sultan Ottoman, Mehmet II menaklukkan Kota Istanbul tahun 1453 kemudian dia menetepkan Hagia Sophia menjadi masjid. Beberapa salib marmer dipindahkan dan lambang-lambang Kristiani dikaburkan selebihnya dibiarkan gereja apa adanya. Penambahan lain yang dia buat adalah menambah empat minaret di sudut masjid dan menambahkan Kaligrafi ALLAH dan MUHAMMAD didalamnya. Sehingga terjadilah Hagia Sophia memiliki Gambar Yesus dan kaligrapi ALLAH-MUHAMMAD di dalam satu tempat. Kemudian tahun 1953 masa presiden pertama Republik Turki Mustafa Kemal Ataturk merubah fungsi Hagia Sophia menjadi museum

(Sumber Travel Awan)

istanbul-turki
Hagia Sophia
"I want to see Hagia Sophia, kataku kepada Kosan

"For sure, Winny", kata Kosan.

Bersama Mbak Ninik dan Kosan kami menuju ke Hagia Sophia setelah puas mengunjungi Basilica Cistern di Istanbul. Memang lokasi wisata populer Istanbul seperti Blue Mosque, Basilica Cistern dan Hagia Sophia berada dalam satu kawasan, sama-sama berada di area Sultanahmad dan dekat satu sama lain. Bahkan area Sultanahmad merupakan area favorite turis sehingga tidak heran banyak turis di area ini termasuk kami. Bedanya kami memiliki teman lokal asli Turki yang baik dan menemani kami selama trip Turki.

hagia-sophia-istanbul-turkey
Hagia Sophia

Dengan Museum pass kami masuk ke Hagia Sophia. Untungnya kami memiliki Museum Pass Turki sehingga mudah dalam akses masuknya dan praktis. Pintu masuknya dari samping dan kami memasukkan museum pass kami lalu melewati pintu. Mirip seperti tapping e-money pas di halte busway. Dari samping kelihatan warna Hagia Sophia merah jambu.  Dari samping Hagia Sophia, terdapat taman yang berisi batuan dengan ukuran yang besar-besar yang menarik buatku. Saat melihat bebatuan di Hagia Sophia aku malah teringat akan Batutumonga di Toraja. Terus batu-batuan di Hagia Sophia ada tulisannya hingga kami mengikuti tanda informasi yang bertuliskan “Giris”.

Bertiga kami masuk dan ternayata banyak sekali wisatawan. Hal menarik dalam Hagia Sohphia adalah langit-langitnya yang menakjubkan. Kemudian ornamen umat Kristen berupa mozaik. Siapa sangka Museum Hagia Sophia pernah jadi Gereja dan kemudian jadi Masjid .

Aku begitu antusias ketika masuk karena memang aku sangat suka dengan peninggalan sejarah karena aku tak habis pikir kenapa masih ada sampai sekarang, bukti masa lampau!

turki
Hagia Sophia

Memasuki Hagia Sophia yang paling diminati adalah photo dengan Kaligrapi Allah dan Muhammad yang dibelakangnya ada Gambar Maria.

"Dream comes true", saat memandangi langit Hagia Sophia

Cukup susah untuk mendapatkan photo disana karena harus antri sebab banyak peminat yang ingin mengabadikan icon Hagia Sophia. Karena hanya ada di Istanbul dan cukup unik terutama dari sejarahnya.

"Hey give me your camera", kata Kosan kepadaku

Entah sejak kapan si kawan ini jadi suka mengambil photoku dan tentu saja aku senang maklum sebagai narsis tingkat akut, jika ada yang motoin rasanya senang sekali 🙂

Terus hasil photonya bagus pula apa gak makin senang 🙂

hagia-sophia-turkey
Hagia Sophia

Puas mengamati lantai 1, Kosan mengajakku dan Mbak Ninik ke lantai 2 Hagia Sophia untuk melihat the upper floor Gallery. Kami bertiga melewati lorong dengan jalanan yang menanjak dan remang-remang, penghubung lantai 1 dan 2. Disamping jalan terdapat papan informasi berisi “the stairs to 2nd floor is not wheel chair friendly”. Untungnya perjalanan dengan efek cahaya redup tidak mengganggu kami karena kami bertiga santai dalam berjalan menuju ke lantai 2 karena meski jalanan tidak rata namun terbuat dari semen.

Berjalan bertiga itu seru sekali!!

Sesampai di lantai 2 Hagia Sophia, aku terkesima dengan mosaik yang masih tersisa.

"Take a look this, wow i can not believe it", kataku kepada Kosan dengan menunjukan Mosaik di lantai 2. 

"Yes that was taken from the past", kata Kosan
aya-sophia-istanbul-turkey
Hagia Sophia
"Keren sekali ya Hagia Sophia ini", kata Mbak Ninik kepadaku.
"Mengunjungi Hagia Sophia ini impian ku banget mbak Nik", kataku kepada Mbak Ninik

Tidak hanya mosaik yang keren di dalam Hagia Sophia, selain kaligrafi Allah dan Nabi Muhammad SAW, terdapat kaligrafi Islam lainnya berupa 4 kalifah: Abu Bakar, Umar, Uthman dan Ali, kemudian dua cucu Nabi Muhammad SAW Hasan dan Husein.

Hagia Sophia emang unik!!

aya-sophia-turkey
Hagia Sophia
"This is ridiculous, its suppose to be Mosque not museum, Kata Kosan kepada kami

"Sultan wants Hagia Sophia still becomes Mosque"

"But do you know why they change it to be Museum?" katanya dengan berapi-api

"For tourist", katanya

Entah angin apa yang membuat kami bertiga di Hagia Sophia malah asik bercerita tepatnya di lantai 2 dan saling curhat mulai dari curhat masalah percintaan sampai curhat politik. Hello, ini lagi di Hagia Sophia kok malah curcol.

hagia-sophia-istanbul
Hagia Sophia

Aku juga sangat suka dengan pemandangan Sultan Ahmed dari lantai 2 Hagia Sophia karena melihat Blue Mosque diseberang nan rupawan. Perjalanan ke Turki ini benar-benar sangat aku nikmati karena selain perjuangan ke Turki, aku sangat senang karena akhirnya dapat mewujudkan mengunjungi tempat-tempat yang ada di dalam bucket list.

"Senang", begini rasanya jika mimpi jadi nyata :)
aya-sophia-istanbul
Hagia Sophia

Puas dengan Hagia Sophia kami bertiga meneruni lorong yang sama kemudian duduk sambil menonton sejarah Hagia Sophia dengan pengunjung lainnya. Karena persis di samping lorong ke atas terdapat ruangan berisi TV dan tempat duduk jadi menambah wawasan sejarah Hagia Sophia.

"Lets go, we need to eat", kata Kosan kepadaku dan Mbak Ninik
yang mengakhiri tur Hagia Sophia kami.
aya-sophia
Hagia Sophia

 

Harga tiket masuk Hagia Sophia

30 TL (termasuk paket jika membeli kartu museum pass)

Jam buka Hagia Sophia

09:00-19:00, senin tutup

Cara ke Hagia Sophia

Naik trem jalur T1 turun di Sulatanahmed

Alamat Hagia Sophia (Ayasofya Muzesi)

Ayasofyan Meydani, Sultanahmet

Fatih/Istanbul

Turkey

Salam
Winny

Romantisme Masjid Ortaköy Istanbul


Love is that condition in which the happiness of another person is essential to your own.”
By Robert A. Heinlein

ortakoy-mosque

Hello World!
Turki, 3 Oktober 2016
Jam menunjukkan 8 pagi ketika aku dan Hallis berencana menuju ke Masjid Ortaköy dari Sultan Ahmed, Istanbul. Berdua kami berjalan kaki mencari ATM yang ada karena aku tidak memiliki uang Turkish Lira dan sisa deposit IstanbulKart ku juga tinggal sedikit. Alhasil aku menarik 100 TL di hari terakhir di Istanbul karena hanya untuk membayar transportasi, rencana kami hendak menggunakan Trem ke daerah Ortaköy.
Aktivitas di Istanbul begitu sepi kala itu ketika kami berdua berjalan menaiki trem kemudian dilanjutkan dengan naik bus ke area Ortaköy. Sebagai turis, aku hanya mengikuti Hallis kemanapun tujuan arahnya, karena dialah Bossnya. Yang pasti dia sudah tahu aku ingin mengunjungi Masjid Ortaköy. Pria tampan asal Turki ini hanya bisa menemani sampai jam 2 saja karena dia hendak kembali bekerja. Untungnya menuju ke Masjid Ortaköy cukup mudah dari Blue Mosque Istanbul, Turkey.

I want to see Ortaköy Masque”, begitu kataku kepadan Hallis
 “It seems romantic”, lanjutku
 “Do not worry dear, I will bring you there”, kata Hallis.

Dari pemberhentian bus, Hallis mengajakku berjalan kaki dan mencari restauran untuk makan pagi. Alhasil kami sarapan romantis di samping Masjid Ortaköy. Restauran romantis dengan pemandangan Bosphorus.

Masjid Ortaköy selesai dibangun tahu 1854 karya Nikogos Balyan yang diprakarsai oleh Sultan Abdulmecid I dengan gaya arsitektur Eklektik-Baraque. Sering dijadikan objek fotograpi karena memberikan kesan romantis dengan latar belakang Jembatan Bosphorus.  Bagian kubah dihiasi mosaik berwarna merah muda, jendalanya tinggi dan bagian dalam terdapat kaligrafi Allah karya sang Sultan

masjid-ortakoy

Barulah setelah perut kenyang kami menuju ke Masjid Ortaköy yang berada disebalah. Pemandangan Masjid Ortaköy sangat memukau. Sekilas seperti Golden Gate Bridge di Fransisco namun keindahan Boshporus Bridge tidak kalah cantiknya.

Waktu kedatangan kami terdapat beberapa wisatawan yang hendak berphoto dengan latar belakang Masjid Ortaköy, wajar karena Masjid Ortaköy termasuk wisata gratis di Istanbul.

Bayangan Masjid Ortaköy sudah berada dibenakku apalagi ketika mendapat buku gratis Traveler Awan tentang Istanbul dimana sampul bukunya adalah gambaran Masjid Ortaköy sehingga saat tepat berada di depan Masjid Ortaköy aku mencari spot persis gambaran Masjid Ortaköy yang ada di buku.

 Where can we see the best point for this Masjid Ortaköy?”, tanyaku kepada Hallis.

Lalu kami berdua berjalan melewati gang kecil dan mencari spot terbaik Masjid Ortaköy. Dalam perjalanan disamping Masjid Ortaköy terdapat lambang hati dengan coretan, namun bukan disisi itu sport terbaik pengambilan Masjid Ortaköy. Ternyata tempat terbaik untuk mengabadikan Masjid Ortaköy berada di sisi lain dan berada tidak jauh dari restauran.

Setelah menemukan sisi Masjid Ortaköy terbaik lengkap dengan Jembatan Bosphorus akhirnya aku puas apalagi burung peterbangan saat itu menambah keindahan Masjid Ortaköy. Tidak hanya itu di sekitar Masjid Ortaköy terdapat sebuah tempat duduk sehingga kami bisa bersantai sambil memandang Masjid Ortaköy. Ujung-ujungnya kami memandangi  Masjid Ortaköy dengan latar belakang Jembatan Boshporus.

Duduk bersama dan menikmati perjalanan!!

 

ortakoy-turkey

Saat di depan Masjid Ortaköy timbullah ideku untuk meminjam tangan pria cakep ini.

Hallis, please borrow me your hand”, kataku
 “What is it for?”, tanyanya dengan muka kebingungan sekaligus tersenyum
 “I want to take photo with your hand and the background view of Ortaköy”, kataku.
"Just pretending", kataku.

Eh beneran dong dia minjamin tangannya kemudian dengan aba-aba aku jelaskan yang diphoto tangan menggenggam tangan biar kekinian ((((KEKINIAN))))
Sayangnya tangan pinjaman moga nantinya dapat tangan beneran dah 🙂

Ah, aku betah lama-lama duduk manis sambil menatap Masjid Ortaköy, Istanbul.

Moga suatu saat bisa membawa tangan suami kesini karena tempat romantis ini membuatku ingin kembali lagi (candu) 🙂

istanbul
Setelah puas duduk manis, akhirnya Hallis mengajakku masuk kedalam Masjid Ortaköy. Dari luar Masjid bergitu sepi dan Hallis mencarikanku kerudung kemudian aku pakaian untuk menutup rambutku kemudian bersama Hallis masuk kedalam. Dia paling semangat dalam mengambil photoku dengan menggunakan hijab. Duduk di lantai sambil berhijab kemudian dia mengambil photoku.

Saat dia mengambil photoku, imaginasiku menguasaiku. Di dalam imaginasiku lagi berkumpul pria yang ingin melamar, habis pas berada di dalam Masjid Ortaköy  kurang penghulunya aja. Terus kalau nikah di dalam Masjid Ortaköy sepertinya romantis ! (ngarep)!

Pas asik-asik melamun si Babang cakep malah mengajak masuk kedalam Masjid Ortaköy dan menjelaskan tentang ornamen yang ada. Ternyata begini rasanya jika mimpi jadi nyata!

"Hallis, please pinch my cheeck and saying that i'm not dreaming", kataku
"No you are not dear" katanya sambil tersenyum!

Alamat Masjid Ortaköy
Mecidiye,
34347 Beşiktaş/İstanbul,
Turkey
Salam
Winny

Makan Pagi Romantis di depan Jembatan Bosphorus


If you are not too long, I will wait here for you all my life.

By Oscar Wilde

ortokay
Hello World
Turki, 3 Oktober 2016
Apa kabar? Selamat datang di Turkey, i can not host you but i can accompany you when you are around“, begitu pesan yang aku dapatkan dari seorang pria cakep Turkey dari CS. Sejak mencari host di Turkey tiba-tiba puluhan sampai ratusan pesan aku dapatkan tiap hari dari seantaro cowok Istanbul. Ini antara berkah atau bencana hahaha 😀

Tapi yang pasti meski ratusan pesan ujung-ujungnya hanya teritung jari dari CS Turkey menjadi teman baikku. Tentu saja pengalaman menggunakan CS sudah sering bahkan sensasi menjadi tiba-tiba artis dadakan sementara di CS sudah pernah terjadi sebelumnya seperti saat trip ke India kemudian menyusul ke Iran dan kemudian Turkey walau ujung-ujungnya hanya beberapa saja dijumpain. Iya kali jumpain semuanya!!

Awalnya teman CS ku bernama Hallis sengaja mencari hari libur bertepatan dengan kedatangan kami di Istanbul karena hendak menemani kami keliling wisata Istanbul. Tapi apa daya karena kisah tragis Visa transit Yunani membuat semua jadwal perjalanan Turkiku hancur dan merubah kegiatan jalan-jalan di Turki. Itupun kami bersyukur dengan perjuangan akhirnya kami bisa menjadikan mimpi kami untuk mengunjungi Turki kesampaian. Karena perubahan jadwal kedatangan inilah akhirnya aku dan Hallis merencanakan kembali untuk berjumpa dan satu-satunya pilihan pas di hari terakhir di Istanbul karena dia akan pergi kerja saat siang hari sehingga dia masih memiliki jadwal sebelum jam 2 siang.

Aku mengajak Mbak Ninik ke Ortaköy pagi hari namun Mbak Ninik lebih memilih belanja di Grand Bazaar karena memang penerbangannya jam 5 sore langsung ke Jakarta sementara aku sendirian penerbanganku jam 10 malam kembali ke Iran lagi. Akhirnya aku sendirianlah bertemu dengan Hallis dan tetap mewujudkan mimpi berkunjung ke Ortaköy.

istanbul
Beltas Restoran Cafe, Istanbul

Hallis adalah orang Turkey yang sudah dua kali ke Jakarta dan sangat mencintai Indonesia. Saking jatuh cintanya, dia belajar Bahasa Indonesia sehingga walau dari referensi CS nya tidak ada namun karena sudah jadi member lama akhirnya aku mau bertemu dengannya serta orangnya memang baik dan asik diajak bicara. Bahkan saat berjumpa dia sering Berbahasa Indonesia.

Hebat!

Ada juga orang Turki yang suka dengan Bahasa Indonesia 🙂

Tempat wisata impian di Istanbul sebenarnya adalah Masjid Ortaköy, Istanbul. Sayangnya karena kesibukan 2 hari trip Istanbul bersama Kosan dan Mbak Ninik akhirnya tempat yang menjadi highlight di Istanbul malah terlewatkan. Untungnya di hari terakhir di Istanbul, Hallis mau membawaku ke Masjid Ortaköy, Istanbul.

I’m hungry, we should find food for breakfast“, begitu kata Hallis padaku!

Bersama-sama mencari warung yang buka di pagi hari namun begitu susah mencari restauran yang buka di pagi hari mulai dari Area Sultan Ahmed hingga ke area Ortaköy, hingga akhirnya pilihan kami jatuh kepada sebuah cafe yang menghadap ke jembatan Boshpurus “Cafe Beltas”.

turkish-food
Beltas Restoran Cafe, Istanbul

Actually i dont want to eat bread but if i dont have a choice, i do not mind“, begitu kataku kepada Hallis.

Cowok ganteng ini hanya tersenyum sambil mengenang bagaimana susahnya dia mencari roti sewaktu di Jakarta.

Well same like me i do not really want to eat rice when i was in Jakarta and then i went to Pizzahut” begitu katanya.

Karena sudah lapar akhirnya yasudalah rotipun jadilah!

Kami memilih duduk tepat di pojokan, hanya kami berdua yang berada di restauran itu karena terlalu pagi. Padahal sudah jam 10 pagi sebenarnya. Ini orang Turki pada sibuk bekerja kali ya, kan jam 10 pagi jadi wajar kalau sepi.

This place is favorite people when trying to ask to marry with somebody, the bridge will be light up and there is a word saying if the couple want to marry“, terangnya!

Terus gara-gara penjelasanya aku membayangkan kalau ada cowok romantis seperti itu yah niat ngajak nikah dengan tulisan di Jembatan Boshporus terus ada cincin.

Masih asik-asik melamun tiba-tiba datang seorang pelayan datang “here is your tea“, katanya! Yup si “sexy glass” begitu aku menyebut Teh Turki dengan bentuk gelasnya seperti body cewek telah datang kemudian disusul dengan makanan pilihan Hallis. Untung aku tidak ngences saat bayangin adegan romantis yang barusan disampaikan Hallis hahah 😀

Saat makanan pilihan Hallis datang, ternyata pilihan Hallis itu enak sekali berupa tahu campur telur tambah saus tomat dan ada kentang juga.

Bagaimana rasanya?

Rasanya lezat!!

Akhirnya aku  yang bergaya sok-sokan gak mau makan roti akhirnya makan rotinya lahap!

“Neng doyan apa lapar?” 😀

Ah bodo amatlan yah yang penting makan hihi 😀

Nah lagi-lagi ditraktir makan lagi sama cowok cakep ini!

beltas-cafe-ortakoy
Beltas Cafe

Sarapan di depan Jembatan Boshporus begitu berkesana bagiku, berkesan dengan keromatisannya.

Gimana tidak romantis coba?

Di depan mata cowok ganteng, dibelakang ada pemandangan cakep “Masjid Ortaköy” terus disamping pemandangan laut Boshporus lengkap dengan Jembatan Boshporus!!

Suasana di Cafe Beltas pagi ini membuat hatiku meleleh  dengan matahari dari Boshpurus.

Aduh tidak kebayang deh kalau pergi ke Cafe Beltas saat sore hari bersama pasangan, super romantis kali yaaa #ngayal dulu :)!

Yaudah kapan-kapan aku ajak pasangan beneran deh kesini untuk melihat ikan-ikan lucu yang berebut roti di Boshporus sambil bermimpi, bermimpi melihat tanda cinta dari Jembatan Boshporus dair Beltas Cafe!

Alamat Beltas Cafe

Ortaköy

34347 Beşiktaş

İstanbul

Turkey

Salam
Winny

Bertemu dengan Medusa di Basilica Cistern, Turkey


“If the only place where I could see you was in my dreams, I’d sleep forever.”

By Unknown

basilica-cistern-istanbul
Basilica Cistern

Hello World!
Turki, 2 Oktober 2016
Basilica Cistern berada di Galleri Instagram @winnymarlina tiba-tiba ada seorang adik kelas yang komentar “Ah, Basilica Cistern tempat shootingnya Dan Brown, keren kakak Winny”, begitu katanya. Aku bersama Mohammad Kosan dan Mbak Ninik yang sedang berada tepat di Basilica Cistern Istanbul Turkey saat itu tidak tahu kalau sedang ada film Inferno yang tayang dibioskop dengan lokasi shooting di Basilica Cistern. Bahkan aku baru menonton Inferno setelah pulang dari Turki, itupun penasaran apa saja yang di shooting bukan penasaran nonton filmnya. Parah bener ya haha 😀
Memang Istanbul memiliki magnet sendiri bagi perfilman Hollywood untuk menjadikannya tempat shooting di Turkey seperti Skyfall (2012), Taken 2 (2012), The International (2009) dan masih banyak lagi.
Basilica Cistern atau Yerebatan Sarayi (terjemahan Istana Tenggelam) merupakan tempat vital bagi ibukota kekaisaran Byzantium (Romawi Timur) digunakan sebagai tempat penampungan air bersih yang dibangun oleh Kaisar Justinian I sekitar abad ke 6. Kota Constantinople (nama lama Istanbul) memiliki masalah dalam penyediaan air bersih sehingga kaisar Byzantium membangun Aquaduct (saluran air) dan Cistern (penampungan air) di bawah kota Constantinople. Salah satunya Basilica Cistern dengan menggunakan 7000 budak dengan luas 9800 meter per segi, dapat menampung 100.000 ton air serta berada di 128 meter dibawah tanah, dan 336 tiang-tiang marmer dengan kepala pilarnya menunjukkan pengaruh Yunanai dominan mulai dari arsitektur bergaya Ionic, Corinthian dan Doric. Keberadaaan Basilcia Cistern bahkan sempat terabaikan dimasa Ottoman barulah tahun 1545 Basilica Cistern ditemukan oleh sejarawan Peter Gyllius.

bsilica-cistern-turkey
Basilica Cistern

Keinginanku mengunjungi Basilica Cistern atau Yerebatan Sarayi karena ingin melihat Medusa.

Ada apa dengan Medusa?

Jadi ada cerita menarik dengan Medusa.

Medusa adalah peri laut dan yang paling cantik dari tiga bersaudara Gorgon. Dia melakukan hubungan gelap dengan Poseidon Dewa Laut padahal Poseidon sudah memiliki istri Athena. Kemudian ketahuanlah hubungan gelap mereka oleh Athena kemudian dia menyihir Medusa menjadi wanita berkepala ular yang jika Medusa melihat orang maka yang dilihat akan berubah menjadi batu. Tidak hanya itu, kepala Medusa bahkan dipenggal oleh Parseus kemudian kepalanya dijadikan ujung pedang sebagai senjata melawan musuh lalu kepalanya dipersembahkan kepada Athena. Ternyata kemarahan seorang istri menakutkan ya? Masih berani selingkuh?

basilica-cistern
Basilica Cistern

Saat memasuki Basilica Cistern beruntungnya kami karena antrian tidak terlalu panjang. Untuk masuk kedalam Basilica Cistern kami harus membayar uang masuk 20 TL karena tidak termasuk kedalam Istanbul Museum Pass. Memasuki Basilica Cistern kami turun kebawah dengan tangga kemudian “hola” terlihat sebuah ruangan besar, keadaannya gelap terdiri dari tiang-tiang tinggi, lampu remang-remang kemudian banyak ikan lucu didalam air. Bertiga kami berjalan sambil merasakan sensasi Basilica Cistern, salah satu peninggalan zaman Baholak alias jadul. Hebat bener ya peninggalan abad ke 6 masih ada hingga sekarang!

Where is Medusa?”, kataku kepada Kosan

Kemudian Kosan mengajak kami berjalan ke tempat paling ujung dimana banyak pengunjung antri juga untuk berphoto degan Medusa yang sebenarnya menjadi penopang tiang.

Aha setelah sampai di ujung kami bertemu dengan Medusa berjumlah dua dengan masing-masing terpisah.

Wow we meet Medusa“, kataku kepada Kosan dan Mbak Ninik!

Ternyata Medusa di dalam Basilica Cistern itu terbaring di dalam air, menyambut pengunjung dengan rambut ularnya menunggu seseorang sampai waktu tak ditentukan!

Alamat Basilica Cistern
Alemdar Mh, Yerebatan Cd. 1/3, 34410 Fatih/İstanbul, Turkey
Tiket masuk ke Basilica Cistern
20 TL
Jam buka Basilica Cistern
09:00-18:30
Salam
Winny