Plesiran dari Bontang Kuala ke Cafe Singapura hingga ke Garis Khatulistiwa


“Life is a journey that have a lot different path, but any path you choose use it as your destiny.”― Ryan Leonard

Bontang Kuala Kalimantan Timur
Bontang Kuala Kalimantan Timur

Hello World!

Bontang, 16 Mei 2014

Hari kedua ku terdampar di Bontang dengan misi untuk mengelilingi Kota Bontang beserta menjelajah objek wisata Bontang sendirian karena temanku Indra sedang bekerja. Setelah nyasar di Pantai Berbas, lalu melihat dermaga dan perumahan penduduk akhirnya aku dengan perutku yang lapar singgah ke warung terdekat di Desa Berbas.

Thanks alot to Indra who always become my best friend! Anyway i was shocked when i saw u’r getting fatty after not met u for 2 years!

Indra sahabatku
Indra sahabatku

‘Bu, pesan Mie rebus dengan susu’ kataku kepada sang Ibu sambil menanyakan bagaimana caranya menuju ke Icon Singapura yang ada di seberang dermaga. “Kamu ngapaian jalan sendirian? Begitulah pertanyaan sekian ratus kalinya kudengar sejak memutuskan menjadi solo travelller dan mengelilingi pelosok Nusantara dengan kakiku yang kecil ini!

Saat pertanyaanku bertubi-tubi seorang pria asli Kalimantan bernama Rahman berkata kalau ke Icon Singapura yang merupakan Cafe Singapura sangat susah untuk menempuhnya dengan Taxi karena jalanan yang tidak memungkinkan. Diapun menawarkan diri untuk menemaniku mengelilingi Bontang serta ke tempat-tempat menarik di Bontang.

Awalnya agak ragu ngikut tapi karena Bu Warung tempat aku makan bilang ” gak apa ikut saja”, akhirnya aku ikut saja! 🙂

Bersama Rahman inilah aku dapat mengunjugi Bontang Kuala dan Cafe Singapura serta melihat rumah tradisional Dayak dengan sepeda motornya 🙂

Diawali dengan Cafe Singapura yang tidak jauh dari Berbas. Cafe Singapura adalah sebuah cafe yang memiliki patung Merlion Park yang sama persis dengan di Singapura. Waktu aku melihat Patung Merlion di Bontang aku surprise banget karena aku pergi jauh-jauh ke Singapura eeeh di Indonesia ada juga! Dalma hatiku ” Kok bisalah yah si merlion Park ini nyasar jauh-jauh ke Bontang, Kalimantan Timur ini!!! Siapa pula yang bawanya kesini!! 😉

Di Cafe Singapura di Tanjung Laut kita bisa melihat suasa laut yang tenag sambil menikmati sore hari dengan hidangan makanan yang ada di Cafe Singapura. Sayangnya waktu aku kesana Cafenya belum buka tapi aku sangat terkesan dengan Patung merlion parknya! What incredible moment!

Merlion Park nya Indonesia ada di Bontang,

Kalimantan Timur

cafe singapore, bontang
Cafe Singapore, Bontang

Dari Cafe Singapura, Rahman mengajakku ke Bontang Kuala, merupakan wisata populer di Bontang. Bontang Kuala lebih ke desa nelayan, tempat berkumpulnya anak muda pada sore hari untuk menikmati kuliner Bontang. Di Bontang Kuala tersusun atas warung-warung makanan dengan pemandangan lautan lepas.

Memasuki Bontang Kuala akan terlihat tulisan di Gapura yang mengatakan “SELAMAT DATANG DI BONTANG KUALA” serta di sekitranya mangroove hijau yang memanjakan mata dengan warna hijaunya daun yang segar. Satu lagi catatan perjalanan penting tentang Bontang Kuala tidak dipungut biaya alias gratis untuk masuk kesana karena merupakan area untuk bersantai serta berburu kuliner Bontang!

Aku sangat suka dengan Bontang Kuala, pantas saja menjadi objek wisata Unggulan Bontang. Tidak hanya menenangkan juga mengenyangkan!

Di Bontang Kuala aku mencoba salah satu makanan khas Bontang yaitu Gammi Cumi. Gammi Cumi ialah cumi yang dimasak di colekan, mirip dengan hot plate tapi bedanya dengan colekan! Unik bukan?

Aku suka dengan makanan khas Bontang, Gammi Cumi karena cocok dengan lidah Sumatera “pedas”! 😀

Selain Gammi cumi ada juga Gammi Ayam dan Gammi Daging tapi aku lebih memilih Gammi Cumi karena ayam dan daging rasanya biasa saja! Harga satu porsi Gammi cumi dengan nasi plus minuman jeruk hangat Rp30.000 saja!

Gammi Cumi
Gammi Cumi, makanan khas Bontang

Setelah dari Bontang Kuala ternyata hari telah sore dan Rahman dengan baiknya mengantarku ke Hotelku yang tepat di depan Pupuk Kaltim!

Sesampai di Hotel aku berubah pikiran lalu menuju ke dalam Pupuk Kaltim karena hasil search google dengan kata kunci objek wisata Bontang, Kalimantan Timur menyebutkan salah satu tempat wisata di Bontang ialah Pabrik Pupuk Kaltim yang membuatku penasaran ada apa di dalam pabrik Pupuk Kaltim sehingga menjadi tempat wisata.

Ternyata di dalamnya terdapat objek wisata menarik, salah satunya ialah Danau Pupuk Kaltim yang biasa disebut Danau PKT. Dari tempatku menginap aku berjalan sekitar 20 menit lalu duduk santai menikmati sore hari menunggu magrib. Tidak sia-sia aku ke Danau itu walau Bontang bukan tempat wisata karena aku menemukan kedamaian saat melihat cermin pohon di dalam air Danau PKT. Temanku Yayat sempat bercanda dengan status fbku yang mengatakan aku di Bontang. Yayat berkata: ‘Win Bontang bukan tempat wisata deh!” hahahah dia benar tapi walau begitu aku menyukai Danau PKT!

Pemandangan luar biasa di Danau PKT pas matahari sunset karena pemdangannya so magical melihat silut pepohonan rindangan didalam air serta burung yang terbang di sekitar Danau!

Danau Pupuk Kaltim
Danau Pupuk Kaltim

Aku mulai beranjak dari tempat tersebut setelah magrib datang serta langsung ke hotel menunggu si Indra pulang kerja untuk makan malam walau pada akhirnya mau niat traktir malah ditarktir dia hahahah 😀

16 Mei 2014 ditutup dengan makan malam bersama Indra. Akupun terlelap dengan perut penuh

Thanks Indra for treating me Foods! U’re so kind!

….

17 Mei 2104

Pagi hari aku telat bangun jam 9 padahal Akbar, salah satu teman dari Celoteh Backpacker ingin mengajakku keliling Bontang setelah dia mengetahui kalau aku datang ke Bontang karena ku komen foursquarenya saat makan nasi goreng yang katanya nasi goreng terenak di Bontang.

Karena temanku Indra lagi-lagi bekerja dan aku tidak ingin merepotkannya, akhirnya aku memutuskan untuk menikmati perjalanan. Untungnya Akbar Kadabra alias Muhammad Akbar memiliki waktu luang sehingga dialah yang mengajakku ke Garis Khatulistiwa yang ada di Bontang. Tentu saja aku sangat antusias untuk mengunjungi Garis imaginer yang dulu hanya aku dapat dari Bangku sekolah dan melihatnya langsung merupakan hal yang luar biasa bagiku bahkan tidak menyangka dia akan mengajakku kesana.

Nah saat kita hendak ke Garis Khatulitiwa Bontang, ternyata hujan deras datang sehingga yang harusnya perjalanan ditepuh 30 menit saja menjadi 3 jam! hahaha 😀

Bayangin kami berangkat dari jam 9 dengan sepeda motor tapi nyampe di Garis Khatulistiwa jam 12 siang hari dengan 5 kali berhenti. Tempatku menginap di Km 6 dan Garis Khatulsitiwa ada di Km 25. Tapi karena hujan deras kami harus menumpang dengan rumah penduduk sekitar yang begitu baik menampung kami. Rata-rata di Km 10 ke atas penduduknya dari Sulawesih. Waktu di tempat kedua berteduh kmai singgah di rumah orang Sulawesih yang memiliki kucing lucu lalu di tempat berteduh ke empat ke rumah orang Sulawesih juga kami disuguhi minuman hangat. Benar-benar baik sekali orang Sulawesih ini! Hingga di perhentian ke lima aku dan Akbar makan pagi merangkap siang! hahaha 🙂

Thanks alot Akbar for treating me foods and carry me to Imginer Line, Tugu Khatulistiwa Bontang! It was short but so momerial!

Garis Khatulistiwa Bontang
Garis Khatulistiwa Bontang

Horee sampai juga di Garis Khatulistiwa Bontang dengan penuh perjuangan dibawah air hujan selama 3 jam. Uniknya pas pulang malah cerah sekali serta kelihatan Akbar khawatir karena aku ingin ke Tenggarong untuk melihat Kerajaan Kutai.  Sementara waktu telah menunjukkan jam 2 siang buru-buru Akbar mengantarku ke terminal Bontang untuk melanjutkan perjalanku ke Samarinda!

Pesiran dari Bontang Kuala ke Cafe Singapura hingga ke Garis Khatulistiwa ku singkat tapi perjalanan yang tak terlupakan karena aku bertemu dengan orang luar biasa!

The last but not the least, Thanks to Indra, Akbar dan Rahman!!

Samarinda, im coming!!!!

 

Salam

Weeny Traveller

Iklan

Menjelajah Objek Wisata Bontang, Kalimantan Timur


“What is that feeling when you’re driving away from people and they recede on the plain till you see their specks dispersing? – it’s the too-huge world vaulting us, and it’s good-bye. But we lean forward to the next crazy venture beneath the skies.”  – Jack Kerouac, On the Road

rumah adat Dayak

 

Hello World!

Penjelajahan objek wisata Kalimantan Timur dimulai dari sebuah Kota yang bernama Bontang, sebuah kota yang identik dengan pabrikPupuk Kalimantan Timur. Lama perjalanan dari Bandara Sepinggan ke Kota Bontang sekitar 6 jam dengan travel berupa mobil pribadi sewaaan dengan harga travel Balikpapan-Bontang Rp150.000.

Aku yang telah tiba di Sepinggan jam 2 siang harus menunggu mobil jam 6 sore, duh lamanya! Untungnya teman ku Wicahya telah menjadi guide local sehingga dia kena apes dari ku :D.. Oh ya ternyata aku memiliki 3 teman yang ada di Bontang yaitu Wicahya, Akbar dan Yayat. Sayangnya aku hanya bertemu dengan Wicahya Indra dan Akbar sementara Yayat alaias Maulana Hidayat tidak berjumpa karena baru tahu dia di Bontang lantaran dia komen status di Facebookku tapi aku sudah keburu di Samarinda.

PS: Rata-rata teman ku itu cowok jadinya kesannya aku jauh dari kata Feminim dan apesnya susah dapat pacar yang menerima keadaan tomboyku (curcol).

Bersama Wicahya kami dengan penumpang lain merasakan sensasi naik travel 6 jam di malam hari dengan jalanan yang cukup lumayan tidak bagus!

Well,

Welcome to East Borneo

Kesan pertama saat menginjakkan kaki di Kalimantan ialah dipenuhi dengan hutan yang mulai terkikis dan pengurasan hasil tambang serta biaya termahal, Jakarta lewat!! Kenapa aku bisa berkata begitu? Akan aku sampaikan di sesssion tersendiri so just wait ya para pembaca setia 🙂

winny alna

Setelah sampai di Bontang jam telah menunjukkan jam 12 malam, begitu dingin dan kasihannya Indra harus mengantar dan mencarikan penginapan di Bontang. Salah satu penginapan murah di Bontang tempatku menginpa tepat di depan Pupuk Kaltim namanya Cahaya Bone di Jl. S.Parman Km 6 Bontang, Kalimatan Timur (tapi aku tidak rekomendasi untuk menginap disini karena servicenya buruk). Biaya penginapan deluxe seharga Rp190.000, untuk sewa semalam superior seharga Rp180.000 dan untuk standar seharga Rp140.000. Alhasil aaku mengambil yang deluxe! Andai si Monica atau Gladies atau Muja ikut lumayan banget bisa sharing cost tapi karena sendiri sayang banget! Ngirisnya hampir sama dengan biaya penginapan murah di Singapura.

Hal yang tidak aku suka di penginapan CB ketika aku meminta kamar standar tapi petugasnya bilang full padahal pas aku menginap disana gak ada orang juga! Makanya aku hanya bisa geleng kepala dan karena gak ada pilihan daripada terlantar di Bontang sehingga aku pun mau tak mau mengambil penginapan yang ada toh jam juga sudah jam 1 malam.

Dari pengalaman travelling ke Kalimantan Timur sendirian dalam rangka berburu objek wisata Kalimantan tepatnya di Bontang, Samarinda dan Tenggarong bukan daerah yang ramah dengan turis selain mahal, fasilitas untuk para wisatawan buruk banget. Sayang sekali padahal potensi wisatanya bisa maju kalau didukung fasilitas (typikal Indonesia banget pada umumnya)!

Badan pun terasa lelah seharian melakukan perjalanan panjang. Ada sederet list tempat wisata Bontang yang menarik diantaranya Pulau Beras Basah, Bontang Kuala, Tugu Khatulistiwa, Danau Pupuk Kaltim tapi mata sudah terpejam diatas kasur!

 

Itenari Perjalanan Hari-1 Kalimantan Timur

02.00 pm sampai di Bandara Sepinggan Kalimantan Timur

06.00 pm – 12.00 pm Perjalanan Balikpapan-Bontang dengan harga travel Rp150.000 selama 6 jam

1.00 am Menginap di CB Bontang dengan biaya hotel untuk kamar type deluxe Rp190.000. Jam check out jam 2pm WITA.

 

Salam

Weeny Traveller 

 

 

Travelling di Tanah Borneo


I lost in Borneo! Welcome to wild jungle with thousand treasure! Lets explore and lets travel!

Bontang Kuala

 

Hello world!
Akhirnya aku meninggalkan jejak di tanah Borneo. Thanks alot to Wicahya yang jauh-jauh datang ke Bandara Sepinggan, Balikpapan, Kalimantan Timur padahal besok dia harus kerja, kayaknya hobiku nyusahin semua orang deh ahhahahahah 😀

Well sudah sampai di Pulau Khatulistiwa tapi masih bingung nih mau kemana di Borneo, kalau ke Derawan berat di ongkos kalau jelajah wisatanya jarak antara satu tempat ke tempat lain jauh banget dan susah transportasi.

Well satu lagi fakta di daerah Balikpapan yaitu kota biaya hidup termahal di Indonesia coy! Lucunya lagi walau Ibukota Kalimantan Timur adalah Samarinda tapi bandaranya justru ada di Balikpapan. Lumayanlah mengetahui sedikit fakta tentang Borneo yang merupakan destinasi impianku 🙂

Perjalanan ke Borneo dimulai dari jam 10.50 dari Bandara Soekarno Hatta dengan City Link yang berada Terminal 1C. Karena menggunakan low cost City Link sehingga tidak perlu membayar airport tax. Aku sampai di Bandara Soekarno Hatta jam 9 pas karena bangun telat jam 7 dan belum packing, belum mandi maka aku panik dan naik taxi ke Bandara padahal sempat loh naik Damari, kapok dah panik. Gara-gara kebawa mimpi ketinggalan pesawat aku memutuskan naik taxi, begini nih efek domino mimpi plus panik!

Ada pengalaman lucu saat di Bandara Soekarno Hatta ketika memasuk ruang tunggu, sang petugas melihat KTP dengan ekpresi tidak percaya bahwa itu aku.

Petugas bendara: ‘ Bener ini kamu? dengan ekspresi tidak percaya

Aku: Iya pak dengan gaya cool

Petugas : masih tidak percaya,

Aku: dalam hati ini orang kok begitu amat, tahu sih photo KTP ku jelek sambil memasuki ruang tunggu

Lalu aku pun 1 jam di ruang tunggu menikmati tingkah laku manusia disana.

Sampai di Balikpapan, jam telah menunjukkan jam 13.00 tapi waktu di Balikpapan udah jam 14.00 saja, yah aku kembali ke wilayah WITA setelah 1 tahun tidak berada di wilayah yang waktunya lebih cepat dari WIB.

Satu perjalanan ke Borneo ini, aku tidak punya persiapan sama sekali mau kemana, yang pasti aku sudah di Borneo, biarlah langkah kaki kecil dituntun oleh permainan hidup!

SALAM
WEENY TRAVELLER