Mengurus Visa Eropa di Kedubes Belanda Via VFS Jakarta

Resource (drodd.

“Life is like riding a bicycle. To keep your balance you must keep moving.”

By Albert Einstein

Resource (Woodenshoe dot com)
Resource (Woodenshoe dot com)

Hello World!
Jakarta, Januari 2017

Cara membuat  atau mengurus Visa Schengen memang bukan hal yang baru karena sudah banyak bertabur di Google tentang tips dan langkah mudah dalam pembuatan Visa Schengen sebagai persiapan awal jika ingin jalan-jalan ke Eropa. Namun tak ada salahnya saya berbagi pengalaman dalam pengurusan Visa Schengen yang saya urus sendiri melalui agen VFS Jakarta karena sejak per 1 Juli 2016 pengurusan Visa Schengen untuk Belanda melalui agen VFS Global. Karena kan jika ingin ke Eropa harus ada Visanya dan kenapa saya memilih mengurus Visa Schengen Via Belanda karena memang promo tiket murahnya dari Belanda serta banyak saran kalau hendak ke Eropa yang paling mudah Visanya dari Belanda. (katanya yaaa)

Awalnya aku mengira pengurusan Visa Schengen itu ribet, ternyata tidak seribet yang aku bayangkan asalnya syarat dan dokumen/berkas  kita lengkap.

Lalu apa sih Visa Schengen itu?

Visa Schengen

Visa ini dipersyaratkan untuk mengunjungi satu atau lebih negara-negara Anggota Schengen yang berlaku selama sampai 90 hari dalam periode 6 bulan khususnya dengan tujuan bisnis dan wisata/liburan ke Eropa. Untuk WNI serta pemegang paspor biasa maka kita perlu mengajukan Visa masuk ke daerah Schengen apabila kita hendak mengunjungi Eropa terutama wilayah Schengen.

Kenegara mana saja yang bisa dikunjungi di Eropa jika memiliki Visa Schengen?

Wilayah Schengen

Dengan Visa Schengen kita bisa masuk ke dalam Negara wilayah Schengen terdiri dari 26 negara. Namun hanya 22 dari 28 negara anggota European Member  yang ikut melaksanakan persetujuan Schengen antara lain: Austria, Belgia, Republik Ceko, Denmark, Estonia, Finlandia, Perancis, Jerman, Hongaria, Itali, Yunani, Latvia, Lithuania, Luksemborg, Malta, Belanda, Polandia, Portugal, Slovakia, Slovenia, Spanyol dan Swedia. Dan 4 negara yang bukan anggota  European Union melaksanakan persetujuan Schengen antara lain Swiss, Norwegia, Liechtenstein dan Islandia.

Untuk Monako, Andora, San Marino dan Vatikan mengijinkan pemegang visa Schengen untuk masuk daerah mereka tanpa formalitas apapun.

Namun Visa Schengen tidak berlaku untuk Inggris, Irlandia, Siprus, Bulgaria, Rumania dan Kroasia walaupun masih dalam kawasan Eropa, jadi harus mengurus visa masuk ke negara tersebut.

map-of-europe10
Resource (drodd)

Jenis Visa Schengen

Ada banyak tipe Visa yaitu Visa Turis, Visa Undangan (Keluarga/Teman), Visa Pelaut, Visa Bisnis, Transit Bandara, Kerabat Uni Eropa, Visa Studi Jangka Pendek dan Visa Kunjungan Resmi.

Khusus dalam Cara Mengurus Visa Schengen Melalui Kedubes Belanda yang aku urus adalah tipe Visa Turis. Karena kan tujuan ke Eropa buat jalan-jalan!

Berapa biaya pembuatan Visa Schengen?

Untuk biaya Visa Schengen bertipe Visa Turis Belanda via  VFS Globa, harganya €60 +Rp350,000 (Waktu pembuatan Visaku per 23 Desember 2016 harga Visa Belanda tipe turis Rp1,200,000).

KATEGORI VISA BIAYA VISA DALAM € BIAYA JASA VFS DALAM €
Untuk dewasa 60 25
Anak-anak (Di bawah usia 6 tahun) Bebas 25
Anak-anak (Usia antara 6 – 11 tahun) 35 25
Sumber (VFS)

Berapa lama waktu pemprosesan Visa Schengen?

Lama Pemprosesan Visa Schengen

Waktu pemrosesan legal Visa Schengen via VFS Belanda adalah 15 hari kalender. Namun beruntungnya diriku, Visaku dalam 9 hari kerja sudah diterima.

Nah sebelum mengurus Visa Schengen maka harus mempersiapakan dokumen yang diperlukan sebagai persyaratan Visa Schengen. Tips sebelum mengurus sendiri Visa Schengen adalah dengan membaca persyaratan yang diminta oleh kedutaan masing-masing secara lengkap.

Dokumen Persyaratan Visa Schengen

Dokumen yang diperlukan Persyaratan Visa Schengen klik disini

1. A completed and signed Schengen visa application form.

formulir-visa-schengen-belanda

Formulir Aplikasi permohonan Visa yang sudah diisi lengkap

  1. Surname (Family Name): isi nama belakang sesuai dengan paspor/KTP
  2. Surname at Birth (Former Family Name): sesuai dengan nama asli, aku sih kosongin
  3. First Name(s) (Given Name(s)) (x): mengisi dengan nama paspor/KTP
  4. Date of Birth (day-month-year): isi tanggal lahir sesuai dengan paspor/KTP.
  5. Place of Birth: isi sesuai dengan tempat kelahiran
  6. Country of Birth: Negara dilahirkan, kalau aku sih Indonesia 🙂
  7. Current Nationality: negara
  8. Sex: Perempuan
  9. Marital Status: Ini bikin baper karena isiannya “Single” hiks hiks 😦
  10. In The Case of Minors: Diisi jika membawa anak
  11. National Identity Number: diisi sesuai dengan KTP
  12. Type of Travel Document:  pilih jenis visa, kalau aku sih tourist
  13. Number of Travel Document: Nomor paspor, jangan sampai salah
  14. Date of Issue: Tanggal penerbitan paspor.
  15. Valid Until: Masa berlaku paspor.
  16. Issued By:  Isi dengan kantor imigrasi yang menerbitkan.
  17. Applicant’s Home Address: Isi sesuai dengan tempat tinggal sekarang
  18. Residence in A Country Other than The Country of Current Nationality? Pilih Yes apabila kamu orang berkewarganegaraan asing yang tinggal di Indonesia dan Pilih No apabila kamu adalah orang Indonesia yang tinggal di Indonesia. Aku sih pilih “NO”!
  19. Current Occupation: saya isi sesuai dengan kerjaan saya di kantor
  20. Employer and Employer’s Address and Telephone Number: Isi dengan nama kantor, alamat, dan nomor telepon kantor. Saya rasa cukup jelas.
  21. Main Purposes(s) of The Journey: Wisata
  22. Member State(s) of Destination: Waktu itu aku mengisi beberapa negara yang ingin aku kunjungi
  23. Member State of First Entry:  Aku mengisinya dengan “Nederland” karena tiket. 
  24. Number of Entries Requested:  Aku memilih multiple entries karena memang niatnya agar bisa keluar masuk Eropa selama masa berlaku visa.
  25. Duration of The Intended Stay or Transit: Isi dengan lamanya rencana perjalanan dan nyesel banget isi 1 bulan karena dikasih sesuai dengan isian ini.
  26. Schengen Visas Issued during The Past Three Years? Disini aku memilih “No” karena belum pernah mendapatkan Visa Schengen.
  27. Fingerprints Collected Previously for The Purpose of Applying for A Schengen Visa? Aku pilih “No”  karena memang gak pernah.
  28. Entry Permit for The Final Country of Destination: Aku kosongkan karena negara tujuan terakhir perjalananku waktu Malaysia.
  29. Intended Date of Arrival in The Schengen Area: Isi dengan tanggal kedatangan.
  30. Intended Date of Departure from The Schengen Area: Isi dengan tanggal kepulangan.
  31. Surname and First Name of The Inviting Person(s) in The Member State(s). If Not Applicable, Name of Hotel(s) or Temporary Accommodation(s) in The Member State(s): Aku sih isi “no”.
  32. Surname, First Name, Address, Telephone, Telefax, and E-mail Address of Contact Person in Company/Organisation: Yang ini aku kosongkan
  33. Cost of Travelling and Living during The Applicant’s Stay is Covered: Disini aku memilih  biaya perjalanan berasal dari dana sendiri lalu memilih jenis harta yang dibawa berupa uang tunai dan kartu kredit (padahal gak punya kartu kredit loh)
  34. Personal Data of The Family Member Who is An EU, EEA or CH Citizen: Yang ini aku kosongkan karena gak ada sodara di EU
  35. Family Relationship with An EU, EEA or CH Citizen: Kosongkan
  36. Place and Date: Tempat dan tanggal mengisi formulir.
  37. Signature: Tanda tangan sesuai paspor.

Untuk formulir Visa Belanda klik disini

2. A passport or other travel document. And a copy of: The personal details page. Previously issued visas. Any previous passports. Please note: • Your passport or travel document must be valid for at least 3 months from the date on which you leave the Schengen area. • Your passport or travel document must have at least 2 empty visa pages. • Your passport or travel document cannot have been issued more than 10 years ago. A copy of an identity document bearing your signature.

Passport dengan masa aktif lebih dari 6 bulan, jangan mencoba pergi ke Luar Negeri jika masa berlaku visa kurang dari 6 bulan. Jika pernah memiliki paspor lama maka photocopy Paspor lama dan baru dicopy masing-masing satu rangkap. Dan membawa PASSPOR asli terbaru saat pengajuan Visa.

3. Evidence of legal residence in the country you are applying from, e.g. a passport, visa or residence permit and a copy. Residence permit should be valid for at least 3 months after departure from Schengen. Work permit (if applicable)

Yang ini dikosongkan karena tidak perlu jika mengurus visa turis.

4. A passport photo that meets Dutch passport requirements. This photo cannot have been taken more than 6 months ago

Pas foto terbaru ukuran 3.5 x 4.5 cm dengan latar belakang putih berjumlah 1 buah. Waktu itu aku mengambil Photo di Mall Ambassador dengan harga Rp50,000 sekali photo dan selesai 1 jam cuma hasil photonya, buluk karena aku nya BULUK hiks 😦

Syarat Photo Belanda bisa diklik disini

5. Travel itinerary (travel reservations to and from Schengenarea in your name, not a ticket). Note: make travel reservations which you can cancel.

Poin ini sempat membuatku galau karena hendak liburan di Eropa selama 1 bulan dan bingung membuat Travel itinerary. Sampai nanya-nanya Kak Bijo dan Rinta serta ngetik di GOOGLE “itinerary Eropa 1 bulan” dan ternyata tidak begitu banyak. Akhirnya aku membuatnya ngasal yang penting ada dulu.

ITINERARY EUROPE FOR 1 MONTH

Date Destination What to do Cost Remark
22-Mar-17 Jakarta-Kuala Lumpur Flying
23-Mar-17 Kuala Lumpur-Doha-Amsterdam Flying
24-Mar-17 Amsterdam Visit Anne Frank House € 175 Staying 3 days in Beach Location Studio, address: Boulevaard Barnaat14, 2041 JA Zanvoort, Nederlands
25-Mar-17 Amsterdam Old Masters at the Rijksmuseum €59.90 Buying amsterdam museum pass
26-Mar-17 Amsterdam Amsterdam Museum
27-Mar-17 Amsterdam Stedelijk Museum of Modern Art
28-Mar-17 Amsterdam Film Museum
29-Mar-17 Amsterdam NEMO Science center
30-Mar-17 Amsterdam Volendam
31-Mar-17 Amsterdam Seeing Canal € 742 Buying Euro train pass for 1 month continuous
1-Apr-17 Berlin seeing Brandenburg Gate € 15 Staying 2 days in Hostello Berlin Mitte, Address Julicher srase 14, Mitte 13357 Berlin
2-Apr-17 Berlin visiting Neues Museum € 10 entry fee
3-Apr-17 Prague visiting Old Town (stare mestro) € 20 Staying 2 days in Apartement Ceramico, address Lucni 179 Visestary 25163 Check
4-Apr-17 Prague Visiting St. Vitus Cathedral
5-Apr-17 Vienna Visiting Historic Center of Vienna € 18,9 Staying 2 days in Westerd City Hostel, address Fugergasse 3, 06 Mariahilf, 1060 Vienna Austria
6-Apr-17 Vienna Visiting Kunsthistorisches Museum € 15 entry fee  for € 15
7-Apr-17 Bratislava Visiting Devin Castle € 29 Staying for in 2 days Hostel Bratislava byfreddie, address: Holekova 3, Stare Mestro 81105, Bratislava, Slovakia
8-Apr-17 Bratislava Visiting Bratislava Castle (Hrad) € 6
9-Apr-17 Budapest Visiting Castle Hill € 25 Staying for 2 days in Locomotive Hostel, address 1087 Budapest, Baros ter 2,11,10 Hungary
10-Apr-17 Budapest Visiting St. Stephen’s Basilica (Szent Istvan Bazilika) € 25 entrance fee is € 25 to see concert
11-Apr-17 Kosovo Visiting Kalaja Fortress € 20 Staying for 3 days in Phristina Center Hostel, address Boelevard Mother Theresa, 1000 Phristina, Kosovo
12-Apr-17 Kosovo Visiting Ethnographic Museum (Muzeu Etnologjik)
13-Apr-17 Kosovo Visiting Pristina National Library
14-Apr-17 Rome Visiting Colosseum € 45 Staying for 2 days in B&B Stello House, address via ardara, 33, Roma, 00148 Ponte Galeria Italy
15-Apr-17 Rome Visiting Roman Forum, Trevi Fountain € 12
16-Apr-17 Florence Visiting Museo di Palazzo Vecchio € 38 Staying for 2 days in A Casa diNonna Sara, address: Via Cantino Cantini, 16, 50053 Empoli, Italy
17-Apr-17 Florence Visiting Piazza del Duomo € 15 Entrance fee for Piazza del Duomo
18-Apr-17 Geneva Visiting Lake Geneva € 139 Staying for 2 days in Ibis Budget Geneva Petit Lancy, address: Chemin de Olliquattes 6, Petit-lancy, 1213 Geneva
19-Apr-17 Geneva Visiting Art and History Museum € 70
20-Apr-17 Paris Visiting Eiffel € 77 Staying for 3 days in Premiere Classe Rosny Sous Bois, address: 3 Rue De Lisbonne, 93110 Rosny-sous-bois France
21-Apr-17 Paris Visiting Musee d’Orsay, Basilica du Sacre-Coeur de Montmartre € 20 € 8 for entrance Basilica du Sacre-Coeur de Montmartre and € 12 for Visiting Musee d’Orsay
22-Apr-17 Paris Visiting Notre Dame Cathedral and Louvre Museum €19,5 Entrance fee for Notre Dame Cathedral and €9,5 for Louvre Museum
23-Apr-17 Amsterdam Visiting Van Gogh Museum € 35 Staying for 2 days in Campany De Griendnil address: Geev 25, 4234 JS Niewland, Nederlands
24-Apr-17 Amsterdam Visiting Vondelpark
24-Apr-17 Amsterdam-Kuala Lumpur
25-Apr-17 Kuala Lumpur-Doha-Jakarta


6. A visa, passport or other travel documents which gives entry to your final destination after your visit to Schengen
Jika diperhatikan rincian perjalanan di Eropa maka sengaja banget aku buat lama tinggal di Belanda karena kan memang pas ngurus Visa Schengen visa Belanda maka rencana perjalanan dilamakan di Belanda.

Yang ini aku isikan dengan tiket kepulangan via Malaysia karena tiket promo Qatarnya dari Malaysia maka terpakasa beli tiket Jakarta-Malaysia. Yang ini waajib dilampirkan ya. Dan bawa juga photocopy KTP 1 lembar

7. Proof of health insurance, i.e. an official document from your insurer proving that: • The insurance policy has been taken out in your name. • Your insurance is valid throughout the Schengen area and for the duration of your visit. • At least €30,000 of medical costs are reimbursed. • Medical costs, including hospital care, emergency treatment and repatriation (including in the event of death) are covered. If your insurer will not provide an official document of this nature, you should take out travel insurance with appropriate medical cover for this trip with one that does.

Pemilihan Travel insurance sempat membuatku galau karena syarat Travel insurance  Eropa wajib meng-cover sejumlah hari selama di Eropa dengan coverage minimial €30,000. Untuk Travel insurance banyak pilihan. Travel Insurance for schengen visa bisa AXA, ACE, AIG, ZURICH, MEGA INSURANCE, AIA, ACA dan masih banyak lagi. Untuk biaya travel asuransi tergantung lamanya di Eropa. Waktu itu aku galau antara memilih ACA atau AXA namun karena dari ACA mendapat diskonan akhirnya malah memilih ACA deh. Lumayan dari $52 ditambah premi $2,5 diskon dan kena hampir Rp600, 000 untuk perjalanan Eropa 1 bulan. Namun memang travel insurancenya standar yang penting coverage minimial €30,000 terpenuhi. Terus alasan kenapa memilih ACA selain diskon karena tinggal SMS si Babang lalu aku transfer kasih datang kemudian 3 jam langsung jadi deh!

Oh ya untuk travel insurence yang dibawa saat di VFS bawa copyannya saja karena waktu itu aku bawa aslinya dan tidak membawa copyan sehingga harus mengcopy di VFS Kuningan Jakarta dan untungnya ada tempat photocopy an di VFS.

 

8. Documents proving that you will return to your own country after your trip. For example: • A declaration from your employer, an employment contract or other information proving you are employed in your country of origin. • A document proving you are in education or training in your country of origin. • A document proving your children attend school in your country of origin. • A document proving you have a home or other immovable property in your country of origin. • A document proving you are a caregiver in your country of origin

Yang ini aku lampirkan surat Keterangan Kerja dari kantor, berupa keterangan status kerja dan izin memberikan cuti dalam Bahasa Inggris. Jika yang tidak bekerja bisa melampirkan surat keterangan atau bagi pengusaha bisa SIUP.

9. Documents proving your visit is for tourist purposes. Hotel reservation(s) for the duration of your visit. Bank statements of the last three months If you are employed: a declaration from your employer stating the period of your absence

Hotel reservations

Untuk reservasi hotel selama di Eropa aku memakai website booking dot com karena bisa di cancel sewaktu-waktu dan tanpa kena penalti lagi. Namun dalam pengisian hotel jangan sampai kelewat ya, misalnya aku kan selama di EROPA 1 BULAN maka HOTEL harus di BOOKING selama 1 BULAN, jangan ada satu hati kelewat. Karena saat di VFS meski sudah runtut jadwalnya 1 bulan penuh masih ditanya loh mengenai rencana perjalanan.

Bank statements

Yang kedua adalah Bank statements berupa surat refrensi Bank yang menjelaskan jumlah Saldo tabungan di rekening dan sejak kapan membuka tabungan di Bank tersebut. Yang ini cukup menguras dompet karena BANK BNI untuk bank statement aja kena Rp250.000 terus lama harinya 3 hari kerja terus pas ngurus salah nama lagi sehingg aku harus bolak-balik ke Bank Pusatnya di Sudirman. Begini nasib kalau menyimpan uang dalam satu Bank, rugi!!!

Nah jika ditanya berapa sih minimal tabungan yang harus dimiliki jika ingin ke EROPA?

Sebenarnya sih saldo tabungan yang masuk akal saja, Intinya biaya minimum di Eropa itu untuk Western Europe 50€70€/day  dan untuk  Eastern Europe sekitar 30€-50€/day. Namun syarat Visa mininal  €35 per hari jadi jika lama perjalanan di Eropa 30 hari maka 30 hari x €35 dan uang jika kembali ke Indonesia. Gak mungkin kan jalan-jalan di Eropa 1 bulan yang berarti minimal tabungan €1050 namun gk mungkin juga uang tabungan segitu tok karena jika balik ke Indonesia mau makan apa? Jadi tabungan harus rasional 🙂

 

10. Visa fee: Payment for visa fee must be made in cash.

 

Untuk pembayaran Visa maka bawa uang cash dan akan langsung dibayar saat temu janji. Waktu itu Rp900.000 untuk visa dan Rp350,000 untuk biaya VFS.

Setelah berkas dan dokumen persyaratan lengkap maka membuat Temu Janji.

Membuat Janji Permohonan Visa secara Online

Sebelum pergi ke VFS Jakarta untuk Visa Belanda maka harus membuat janji permohonan secara online dengan menjadwalkan kunjungan atau janji temu. Membuat janji temu di Pusat Aplikasi Visa Belanda di Jakarta klik disini

Langkah Membuat Janji Permohonan Visa secara Online:

1.Masuk ke Website VFS Global kemudian pilih sesuai dengan tempat tinggal atau yang paling dekat dengan tempat tinggalmu. Ada 3 pilihan untuk pembuatan visa Belanda via VFS yaitu Jakarta, Surabaya dan Bali.

visa-belanda

2.Isi Schedule Appointment

Berupa data kita sesuai dengan Paspor/KTP. Ingat jangan sampai salah isi.

visa

3. Cantumkan tanggal kapan janji temu lalu print bukti jadwal pertemuan dengan pihak VFS Belanda.

visa-vfs-belanda

SAAT JANJI TEMU

Nah Visa Belanda mensyaratkan pembuatan Visa maksimal 90 hari sebelum keberangkatn dan minimal 3o hari. Jadi aku saking semangant ternyata aku membuat janji temu itu 92 hari sebelum keberangkatan padahal udah buat janji terus ditemani Kak Bijo lagi. Kemudian saat janji temu ketat sekali, teman aja tidak boleh masuk. Kak Bijo sampai pulang sendiri kemudian kertas jadwal pertmuan diperiksa ketat oleh Satpam VFS kemudian datang sesuai jam yang tertera 10 menit sebelum jadwal gak usah buru-buru karena percuma datang cepat akan disuruh keluar juga untuk menunggu. Padahal udah semangat datang ke VFS di Kuningan City Mall Lt. 2 kemudian sudah antri cukup lama kemudian Mas pertugas ganteng berkata “mohon maaf Mbak, Pemerintah Belanda membolehkan pengurusan VISA Maksimal 90 hari sebelum keberangkatan dan punya Mbak masih kurang dua hari, jadi datangnya di dua hari lagi ya”, begitu katanya! Gubrak!!! Aku disuruh datang 2 hari lagi dan membuat janji temu lagi!! Duh!

"Tapi berkas saya sudah ok gak mas?"
"Saya periksa sih sudah ok Mbak, hanya waktunya saja kecepatan!

"Baiklah Mas saya akan datang dua hari lagi!"

Kemudian barulah dua hari kemudian saya datang dan membuat temu janji baru!!

***

Dua hari kemudian

Selang kecepatan datang dalam pengurusan Visa Schengen melalui Belanda di VFS Jakarta, akhirnya aku membuat jadwal ulang pertemuan. Catatan penting tentang pertemuan dengan pihak VFS ialah datang 10 menit sebelum jadwal, tidak usah berlebih dan jangan terlambat kedatangannya. VFS ada di lantai 2 Kuningan dan jika masuk sangat ketat seperti pengalaman pertama kali datang. Kemudian pihak security akan memberikan nomor antrian.

Proses Saat Visa Schengen Via Belanda di VFS Jakarta

1. Pemeriksaan Berkas

Setelah mendapatkan nomor antrian dari petugas tadi maka menunggu di depan counter Belanda karena VFS Global banyak melayani Visa seperti Denmark, Inggris, Australia, Italy, Canada dan masih banyak lagi. Bagusnya sistem VFS ialah dengan sistem jadwal temu sehingga antriannya bisa diprediksi. Waktu itu aku memilih bertemu jam 11:00 dan menunggu 30 menit saja antriannya lalu diperiksa lagi berkas yang sudah aku siapkan.

"Sudah pernah diperiksa ya Mbak sebelumnya", 
kata Mas-mas yang memeriksa berkasku

"Iya Mas", kataku dengan sok manis

kemudian si Masnya malah periksa hotel bookingan sambil berkata

"Hotel bookingannya ada yang kurang"

"Ah, masa kataku, dengan nada tak percaya 
karena aku yakin 100% tidak ada satu hari yang terlewat
Jadi Mbak dari tanggal 31 Maret ke 1 April nginap dimana?

Kan itu dalam perjalanan, kalau penginapan kan biasanya 
check out jam 12 dihari berikutnya, kataku

"oh jadi setiap ini dalam perjalanan semua?"

Dalam hatiku mati ini, kalau ditolak karena tidak ada bukti transportasi antar negara.

Kemudian aku mengiyakan aja pas Mas Petugas mengatakan perjalanan setiap jeda tanggal.

Untungnya si Mas ini tidak terlalu lama mempermasalahkannya dan menanyakan

"Bawa uang cash kan Mbak"

"Ini mas kataku sambil menunjukkan uang"

"Tunggu Mbak, ntar dipanggil lagi" katanya sambil menahan senyum

Barulah aku tahu proses di VFS nya sendiri setelah memeriksa berkas maka dikasih nomor antrian untuk membayar visa

2. Pembayaran Visa

Beberapa menit menunggu, kemudian antrian pembayaran Visa ku pun dipanggil dengan nomor counter yang berbeda dengan Mas yang berbeda. Tidak begitu lama hanya 5 menit saja karena setelah membayar maka si petugas akan memberikan struk bukti pembayaran.

“Mbak, ini bukti slip pembayaran jika ingin mengambil Visa mohon membawa bukti pembayaran dan jika ingin diwakilkan dalam pengambilannya maka buat surat kuasa yang beserta KTP Mbak dan KTP yang mewakili serta membawa struk ini” jelasnya.

"Saya akan mengambil sendiri Mas, kataku"

"Baiklah, ini slipnya dan silahkan menunggu untuk Biometrik, katanya"

3. Pengambilan Data Biometrik dan Photo

Masih di ruangan yang sama, maka aku menunggu namaku untuk di panggil ke dalam ruangan yang ditutup dengan tulisan “Biometrik” tepat disebelah counter menunggu dan pembayaran yang hanya berjumlah kurang dari 10 counter.

"Bu Winny, begitu katanya"

Kemudian aku masuk ke dalam ruangan Biometik yang dalam prosesnya sangat cepat. DI dalam sidik jariku di scan dengan scanner jari digital kemudian sekalian diambil photoku. Prosesnya tidak sampai 10 menit.

"Setelah ini prosesnya apa ya Mbak?" 
kataku kepada Mbak yang mengambil sidik jariku

"Tunggu email pemberitahuan dari kita ya untuk pengambilan Visanya",
begitu kata Mbaknya

"Berapa lama Mbak proses Visanya"? kataku

"Biasanya 15 hari kerja", katanya

Proses Pengambilan Visa Schengen di VFS Jakarta

Tanggal aku memulai pembuatan visa tanggal 23 Desember 2016 dan ternyata di tanggal 2 Januari 2017 aku mendapatkan email

"Dear Winny"

Processed Visa Application ref No XXXXX is ready for colection 
from the Netherlands Visa Application Center during working hours"

Wow, serasa dapat kejutan tahun baru dan Visa yang pembuatan 15 hari ternyata selesai dalam 9 hari saja. Mungkin karena mengurusnya di akhir tahun kali ya!!

Nah saat pengambilan aku sempat bingung dengan apa harus membuat temu janji seperti permohonan sampai aku Google loh dan ternyata tidak serepot itu, karena cukup membawa bukti pembayaran saja kemudian datang jam 14.00-16.00 jam kerja.

Seperti biasa mengambil nomor antrian dan Tadaaaa Visaku di approved dan yang paling membahagiakan adalah “Mulitple“.

Eits, sebelum pulang harus periksa nama dan nomor Visa manatahu ada yang khilap dan ternyata benar sesuai dengan Passpor!

Ternyata Mengurus Visa Belanda itu tidak semenakutkan yang aku bayangkan!!

Pusat Applikasi Visa Gabungan

Kuningan City Mall Lt. 2, No L1-30-32

Jl. Prof. Dr. Satrio Kav.18, Setiabudi,

Kuningan, Jakarta

Email:info.nlid@vfshelpline.com

Rincian mengenai Kedutaan:

Alamat Kedutaan Belanda di Jakarta

Jl. HR Rasuna Said Kav S-3

Kuningan Timur, Setiabudi

Jakarta 12950

Salam
Winny

Pengalaman Menggunakan Couchsurfing

Borobudur

Life is 10% what happens to you and 90% how you react to it.

By Charles R. Swindoll

topkapi-palace-turkey

Hello World!
Cilegon, Januari 2017

"Are you sure you have never heard about CS before?",
 tanyanya dengan muka tak percaya.
 How come do you call your self as traveller when you pay everything",
 lanjutnya semakin menggebu-gebu
 Er, what is Cs about? tanyaku seolah tidak memperdulikan pertanyaanya
 "CS is couchsurfing, Winny, its a website that you can use for seeking host 
or traveller", tegasnya.

Begitulah percakapan singkat dengan turis asal Francis yang baru aku kenal di tahun 2013 ketika selesai menghadiri ACARA WAISAK di BOROBUDUR. Karena malam yang larut tepatnya jam 12 malam dan rintik hujan datang, aku dan Yesi tidak sengaja bercakapan dengan seorang pemuda beserta adik dan sepupunya yang berujung mengajak kami naik dengan mobilnya karena tujuan kami sama yaitu Yogyakarta. Kalau bukan dengan bantuannya pastilah perjalanan kami luntang lantung karena kami tidak tahu caranya ke Yogyakarta jam 12 malam, untuk jalan kaki juga terlalu naif karena bisa berkisar 15 km dari Gang jalan sehingga pria asal Kebumen inilah bak Malaikat penolong kami. Tidak hanya itu, dia juga memungut pria asal Francis yang berjalan sendiri melewati hujan rintik.
Kami sesama orang yang dipungut akhirnya berakhir dengan percakapan mengenai Situs CS.

Tugu Yogyakarta
Tugu Yogyakarta

Sejak pertemuan itulah aku mulai mengikuti gabung dengan situs Couchsurfing.

Apa itu Couchsurfing?

CS adalah singkatan dari Couchsurfing jadi semacam situs jejaring sosial untuk para pejalan yang berupa hospitality exchange dimana situs ini menyediakan akomodasi inap yang tersedia berdasarkan anggota jika ingin menjamu (host) kamu jadi sebagaiejalan bisa mendapatkan tempat tinggal gratis di suatu tempat.

Meski aku sudah daftar CS di tahun 2013, namun aku bukan anggota aktif di CS. Hanya saja di awal aku pernah sekali dua kali ikut monthly gathering Jakarta.  Pertama kali ikut CS saat monthly gathering di Pantai Indah Kapuk tepatnya di Mangroove Jakarta, jadi lumayan menambah teman dan lebih mengenal daerah Jakarta. Sayang karena sibuk ngelayap sehingga aku menggunakan CS itu jika hanya butuh saja (terus dilempar sendal) dan menjadi anggota pasif saja.

CS JAKARTA
CS JAKARTA

CS ini tergantung daerah misalnya di Jakarta namanya CS Jakata, jika ke Bali maka CS Bali dan anggotanya memiliki kegiatan yang bisa diikutin baik mingguan atau bulanan. Sehingga bisa bertemu dengan teman baru khususnya di daerah tertentu.

Untuk aku sendiri ada beberapa pengalaman menggunakan CS di berbagai daerah antara lain

1. Couchsurfing Yogyakarta

Di Yogyakarta aku mengirim request penginapan dan ada seorang yang menerima request ku yang ternyata referensinya banyak. Dan kebetulan dia juga sudah berkeluarga, hanya saja pas kedatanganku tidak tepat momennya. Pasalnya yang terima request ku ternyata sang suami  dan aku mengira kalau sudah ada persetujuan dari istrinya karena kan di profile mereka kelihatan “Lovely family” banget. Eh siapa sangka pas kedatangku sikonnya tidak kondusif sehingga istrinya mengira aku selingkuhan suaminya. Matee dah! Untung di Yogya aku berkenalan dengan Dini dari CS juga yang kebetulan mahasiswi dari China sedang belajar Bahasa Indonesia sehingga kami bertiga sama-sama jalan. Si Host ku malah curhat mengenai kehidupan rumah tangganya.  Ini menjadi pengalaman pertama nginap di rumah orang. Walau kurang nyaman tapi host pertamaku cukup baik dan kedua anaknya imut-imut banget.

2. Couchsurfing Jepang dan China

Pengalaman kedua ketika aku hendak mencari tempat gratisan menginap di Jepang dan China dan hasilnya dari request yang aku kirim, tak ada satupun yang memungutku. Duh sedih banget dah!

3. Couchsurfing Malaysia

Beda halnya dengan pengalaman saat mencoba menggunakan CS di Malaysia, aku dan 5 teman saat trip Malaysia-Hatyai ingin menginap di Kuala Lumpur dan kami mendapatkan host yang bersedia menerima kami walaupun dalam group. Eh karena alamat hostnya kejauhan dan teman Geng perjalanan emang ababil ujung-ujungnya kami menginap di teman Blogger Malaysia yang membuat si host Malaysia marah. Waktu itu pertama kali kena sensi seseorang. Padahal referensinya banyak loh!

4. Couchsurfing Makassar

akses ke air terjun parangloe

Saat melakukan trip di akhir Desember tahun 2015, aku mengirim request lagi dan mendapatkan host yang rupanya sesama marga “SIREGAR”, akhirnya nyambunglah walaupun aku tidak menginap karena memang aku memutuskan ke Toraja dengan Kak Indri. Bersama Travellersopan namanya maka aku diajak keliling Gowa kemudian dibawa ke air terjun terus keliling-keliling Makassar-Gowa serta mencoba kuliner Makassar. Emang kalau perginya dengan sesama Marga itu rasanya saudara banget.

5. Couchsurfing Kolkata, India

Lain lagi cerita menggunakan CS di India, tiba-tiba aku dikirim pesan sesentaro India sampai aku geleng kepala dan bertanya dalam hati “ini situs traveller apa situs jodoh ya”? bahkan ada yang sampai kirim pesan dari Nepal dan Bangladesh padahal jelas-jelas aku requestnya di India. “Nehi katumselah”!

Nah untungnya aku mendapatkan Host yang super baik di India dan dia memiliki referensi melebihi 137 orang, gila!! Walau kami tidak menginap di Kolkata namun kami diperbolehkan mandi di rumahnya serta membawa kami ke tempat kuliner enak di Kolkata. Jadinya hari pertama di India kami berjalan menyenangkan begitu juga di hari terakhir aku dan Yosi bertemu dengan CS lainnya bernama Dizzi yang mengantarkan kami mencari tempat oleh-oleh. Overall CS Kolkata lumayan baik-baik dan sangat membantu.

Baca juga pengalaman CS Indiaku

6. Couchsufing Jaipur, India

Berbeda dengan CS Kolkata, CS di Jaipur yang kami jumpain malahan adalah tourguide. Dan memang kebanyakan CS di Jaipur menyalahgunakan CS padahal mereka kebanyakan Tourguide. Nah yang paling aku sebel karena CS Jaipur ku itu bernama “Khan” seorang Muslim eh malah nipu kami. Kena tipu bagaimana? Jadi dia tidak mengatakan kalau dia itu merupakan tourguide kemudian dia mengajak kami ke rumahnya kemudian untuk mengunjungi HAWA MAHAL kami harus membayar kalua di Rupiahkan Rp300,000 berdua padahal kalau dari stasiun ke Hawa Mahal naik Rickshaw paling kena Rp100.000 berdua. Disini Yosi dongkol banget karena selain kena tipu transportasi kami dia juga membeli Cincin gak jelas seharga Rp300,000. Padahal yah referensinya banyak loh, namun tega juga nipu-nipu kami, terus pas mengantar kami tidak didepan Hawa Mahal lagi malahan kami harus jalan kaki. Namun karena malas memberikan referensi negative akhirnya yasudahlah cukup tahu aja. Kan kapan lagi bertemu dengan Host CS yang brengsek?

Jaipur
Aslam, Cs Tukang Tipu

Sisi positivenya meski kami ditipu-tipu namun pas hari yang sama kami menemui 3x orang India yang super baik hati mulai dari Rohit yang memberikan makanan gratis hingga dua cowok ganteng yang mengajak kami ngobrol di depan Danau hingga malam hari saat di stasiun yang membantu Yosi saat ketinggalan kamera.

Selalu ada hikmah dalam perjalanan!

7. Couchsurfing Tehran, Iran

Sama seperti pengalaman CS INDIA, saat aku mengirim request ke CS Iran maka ratusan dan ribuan pesan aku dapatkan serta tawaran menginap. Tapi masalahnya kebanyakan laki-laki terus cakep-cakep lagi sehingga bingung memilih satu-satu hingga akhirnya aku memutuskan memilih 3 dari ratusan kandidat 🙂

prince-of-persia

Mau nginap saja susah gitu!

Alhasil pulang dari Iran malah BAPER, BAPER dengan Babang ganteng hahahah 😀

backpacking-to-iran

8. Couchsurfing Istanbul, Turkey

Sama juga dengan CS Iran, saat aku mengirim request eh ratusan cowok Ganteng bertaburan mengirimi pesan dan menawarkan tinggl. Namun hanya 3 juga yang aku jumpain dan beruntungnya ketiganya baik-baik dan sangat membantu. Bahkan host yang paling baik selama pengalaman menggunakan CS itu malahan di Turki dan host ku itu bernama “Kosan” , menjemput aku dan Mbak Ninik jam 2 pagi, dibawa ke apartemennya, dikasih makan gratis terus pas amandelku kumat dikasih obat lagi. Kurang baik apa coba? terus ketemua Hallis yang mirip Shane Westlife terus ketemua Ramazan yang ternyata aktor di film Elif.  Walau ada juga sih yang BAPER dan harusnya itungannya 4 orang aku jumpain di Turkey namun karena satu baper jadinya tidak masuk hitungan!

istanbul

Oh ya daritadi aku menyebutkan referensi? Memang apa itu referensi? Jadi si Couchsurfing berisi informasi tentang profile seseorang serta referensi yang dimiliknya. Referensi bisa positive bisa negative yang dinilai dari orang yang dijumpainnya. Semakin banyak referensi seseorang maka semakin dipercaya orang tersebut. Namun dari pengalamanku sih “referensi” tidak menjamin apakah orang itu dapat dipercaya atau tidak.

Lalu bagaimana agar menggunakan Couchsurfing itu aman?

Karena aku pernah mengalami tidak enak dan enaknya menggunakan Couchsurfing maka ada tips dalam menggunakan CS

1. Perhatikan Tanggal Join Member Couchsurfing

Ada banyak anggota Couchsurfing baik aktif maupun pasif. Aku sendiri yang tipe pasif, pas menggunakan CS pas mau trip saja dengan harapan ada yang memberikan tumpangan, kan lumayan hemat penginapan! Bicara Tanggal Join Member Couchsurfing, aku biasanya tidak akan mau menginap di anggota CS yang baru join, profile tidak lengkap kemudian gak jelas. Memang referensi tidak menjadi acuan namun kalau ini orang buat profile baru tiba-tiba nawarin ke rumahnya kan serem juga, kan bisa aja SCAMMER, kecuali itu orang punya alasan khusus kenapa baru join. Hanya saja kalau aku biasanya langsung coret dari daftar.

2. Perhatikan referensi Couchsurfing

Memang ini tidak menjadi patokan karena ada yang banyak referensi bisa jadi dia duta CS di tempatnya atau dia itu memnag terkenal dan sering orang menginap di rumahnya atau ternyata dia seorang Tourguide jadi bacalah referensinya sebelum memutuskan tinggal dengan seseorang. Dari kesan dan pendapat orang lain kita kan bakalan tahu sifat dari calon host kita.

3. Berkomunikasi

Berkomunikasi dengan host sangat penting, sehingga biasanya aku membuat request itu jauh hari supaya aku bisa ngobrol dengan hostku sehingga pas ketemu tidak seperti orang asing. Nah pas di komunikasi udah gak ok, siap-siap berpikir jadi nginap gak di rumah orang ini atau tidak.

4. Memilih CS yang berkeluarga  

 

Couchsurfing yang aman lainnya sih sebenarnya memilih anggota CS yang berkeluarga karena pasti lebih aman. Dan jika cewek sebaiknya memang dengan CS cewek, cuma entah kenapa pas di Iran, Turkey dan India yang memberikan tawaran kepadaku cowok semua. Hukum alam kali ya!

Meski CS merupakan opsi untuk mencari tempat gratis saat jalan-jalan, namun tidak begitu aku rekomendasikan bagi orang yang tidak terbiasa menumpang dengan orang asing. Dan CS tidak menjadi patokan saat jalan-jalan, karena toh banyak yang nipu-nipu juga namun di CS lumayan untuk mendapatkan teman baru dan berkenalan dengan orang lokal.

Jadi mau gunakan CS atau tidak terserah Anda 🙂

Ini pengalamanku menggunakan Couchsurfing, ada yang pernah menggunakan Couchsurfing?

Salam
Winny

Tips Liburan ke Istanbul, Turki

sultan-ahmed-istanbul

“When you are everywhere, you are nowhere

When you are somewhere, you are everywhere.”

By Rumi

topkapi

Hello World!
Turki, Oktober 2016

Tips liburan ke Turki aku buat karena beberapa pertanyaan yang masuk via email. Tips liburan Turki terbatas di area Istanbul saja karena memang aku melakukan perjalanan trip ke Turki hanya Istanbul saja itupun 3 hari dan belum puas tentunya. Namun melakukan perjalanan selama di Turki ada beberapa tips yang mungkin bisa berguna bagi teman-teman yang hendak melakukan trip ke Turki.

1. Bagaimana proses VISA TURKEY bagi Indonesia?

Visa merupakan dokumen izin seseorang untuk masuk kesuatu negara dalam periode dan tujuan tertentu yang dikeluarkan oleh sebuah negara. Visa sendiri memiliki jenis ada visa turis, visa belajar, visa bekerja dan sebagainya. Sehingga dalam pembuatan visa tergantung tujuan ke negara tersebut. Visa sendiri juga ada yang gratis, ada yang VOA (Visa on arrival) ada yang e-visa dan ada visa yang mesti diurus di kedutaan. Untuk visa Turkey bagi orang Indonesia sendiri berlaku VOA artinya kita datang kemudian ke Turki kemudian melakukan proses visa dengan membayar langsung pas di Imigrasi Bandara Turkey dan bisa juga dengan E-visa.

Untuk harga visa Turki bagi Indonesia sebagai berikut

SINGLE ENTRY VISA                      Rp. 570.000

MULTIPLE ENTRY VISA                   Rp. 1.905.000

SINGLE TRANSIT VISA                    Rp. 570.000

DOUBLE TRANSIT VISA                   Rp. 1.140.000

Aku sendiri waktu itu membuat visa Turki dengan memilih mengurus E-Visa.

Apa itu E-visa Turkey?

Jadi kita masuk kedalam website Turki untuk melakukan pembuatan visa kita secara online kemudian visa tinggal print. Untuk harga E-visa Turkey sebesar 25 USD untuk single entry serta biaya administrasi 0,7 USD sehingga harganya $25,7 dengan lama berlaku visa selama 30 hari. Namun pembayaran E-visa harus memakai Kartu Kredit, jadi yang tidak punya kartu kredit, minjam dulu sama teman, pacar, gebetan atau keluarga. Aku kebetulan tidak memiliki CC alias Credit Card sehingga waktu itu minjam Kartu kredit Mbak Ninik (teman perjalanan ke Turki). Untuk proses visanya sederhana sih hanya saja saat di Turkinya rasanya ngenes karena visanya tidak ditempel di passport karena berupa kertas jadi hanya stempel biasa tok di passport saja. Gak rela rasanya Visanya di kertas tok kemudian dibuang hihihi 😀

Baca juga cara membuat visa Turki

gelata-bridge-istanbul
Pemandangan dari Gelata Bridge

2. Bagaimana pengalaman selama di Imigrasi Turki, apakah banyak ditanya pihak Imigrasi?

Waktu kedatangan kami di Istanbul Atatürk Airport waktu itu pas tengah malam jam 2 dan aku tinggal menunjukkan kertas VISA Turki yang telah aku print kemudian tidak ditanya mau nginap dimana seperti biasanya. Petugas langsung melihat visa ada terus dicap di kertas kemudian selesai. Untuk antriannya juga tidak lama dan cepat. Jadi selama proses Imigrasi di Turki lancar jaya.

3. Bagaimana cara dari Bandara Atatürk ke Sultan Ahmed

Hal yang aku suka dari Turki itu adalah transportasinya yang super mudah, tinggal baca peta transportasinya terus ikutin arah. Semua moda transportasinya terintegrasi mulai dari metro, trem, bus sampai ferri. Bahkan ke Sultan Ahmed tempat wisata populer di Istanbul dari Bandara mudah sekali.

Pelajari peta transportasi di Istanbul, Turki untuk memudahkan perjalanan selama di Turki.

istanbul_rapid_transit_map_with_metrobc3bcs_schematic

4. Dimana harus menginap di Istanbul?

Waktu di Istanbul Turki selama 3 hari, 2 hari aku menginap gratis karena menginap di rumah teman yang aku kenal dari CS sehingga lumayan untuk menghemat biaya perjalanan. Hanya hari terakhir aku dan Mbak Ninik menginap di area Sultan Ahmed dan menginap di  Sultan Hostel dengan alamat hostel di Cankurtaran Mh., Akbiyik Cd No:17, 34122 Istanbul, Turkey dengan biaya permalam sebesar 80 TL dengan tipe dormitory female. Artinya ada 6 cewek dalam satu kamar dan tempatnya strategis di area Sultan Ahmed. Jika hendak ke Blue Mosque tinggal jalan doang dan harga penginapan di area Sultan Ahmed Istanbul cukup ramah di kantong meski area turis banget. Kalau bingung mau menginap dimana di Turki tinggal cari penginapan di booking dot com karena banyak pilihan menginap.
5. Bagaimana cara mendapatkan teman di Istanbul?

Untuk mendapatkan teman sangat mudah bisa dari CS, berkenalan dari tempat penginapan atau pas ketemu di tempat turis. Itu tergantung individu, ada yang suka jalan sendiri dan tidak mau kenalan dengan warga lokal namun menikmati perjalanan dan ada juga tipe yang suka berjalan dengan warga lokal. Kalua aku sendiri perjalanan itu untuk mengenal tempat yang baru serta memiliki teman. Seru loh kalau mendapatkan teman baru di suatu negara. Pengalamanku selama di Turki aku mengenal 3 orang yang super baik-baik ada Kosan yang rela menjemput kami meski jam 2 malam dan memberikan kami tempat menginap selama 2 hari di Istanbul serta mentraktir makanan lagi. Kemudian aku mengenap Hallis yang super baik mengajakku makan romantis di depan Bosphorus Bridge kemudian berkenalan dengan Ramazan yang ternyata adalah actor di film Elif serta membawaku ke tempat indah di Istanbul. Belum lagi di penginapan berkenalan dengan dua cewek traveller dari England dan Africa. Jadi kemampuan untuk berteman itu perlu dalam perjalanan.

turki

beltas-cafe-ortakoy
Beltas Cafe

turkey

6. Apa wisata yang bisa dilihat di Istanbul?

Tempat wisata di Istanbul itu banyak (banyaaak). Kebanyakan memang di area Sultan Ahmed dan yang paling populer diantaranya Blue Mosque, Basilica Cistern, Hagia Sophia, Topkapi dan masih banyak lagi. Jadi kalau di Istanbul saja 1 hari tidak cukup sebenarnya. Meski kebanyakan wisatanya merupakan wisata Museum namun jangan salah, museum di Istanbul itu super kece-kece dan menarik untuk dikunjungi. Jadi tidak heran banyak sekali turis yang datang ke Turki.

aya-sophia-istanbul
Hagia Sophia
topkapi-palace
Topkapi Palace
blue-mosque
Blue Mosque
basilica-cistern
Basilica Cistern

Setidaknya ada 20 pilihan what to do in Istanbul atau 20 Top Rated Tourist Attractions in Istanbul

1. Hagia Sophia berlokasi di Aya Sofya Medanı, Sultanahmet

2.Topkapı Palace (Topkapı Sarayı) berlokasi di Babıhümayun Caddesi, Gülhane Park

3. Blue Mosque (Sultan Ahmet Camii) berlokasi di AtMeydanı, Sultanahmet

4. Basilica Cistern (Yerebatan Sarnıçı) berlokasi di Yerebatan Caddesi, Sultanahmet

5. Hippodrome berlokasi di AtMeydanı, Sultanahmet

hipprome

6. Istanbul Archaeology Museum berlokasi di Gülhane Park, Sultanahmet

7. Grand Bazaar (Kapalı Çarşı) berlokasi di Beyazıt Meydanı, Beyazıt

8. Süleymaniye Mosque berlokasi di Süleymaniye Caddesi, Beyazıt

9. Spice Bazaar (Mısır Çarşısı) berlokasi di Yenicamii Meydanı, Eminönü

10. Dolmabahçe Palace berlokasi di Dolmabahçe Caddesi, Beşiktaş

istanbul

11. Chora Church (Kariye Müzesi) berlokasi di Kariye Camii Sokak, Edirnekapı

12. Museum of Turkish and Islamic Arts (Türk ve Islam Eserleri Müzesi) berlokasi di At Meydanı Caddesi, Sultanahmet

13. Little Aya Sofya (Küçük Aya Sofya) berlokasi di Küçük Aya Sofya Caddesi , Sultanahmet

14. Rüstem Paşa Mosque berlokasi di Hasırcılar Caddesi, Eminönü

15. Yedikule Fortress (Yedikule Hısarı) berlokasi di Yedikule Sokak, Yedikule

16. Galata Tower berlokasi di Bankalar Caddesi, Karaköy

gelata-tower
Gelata Tower

17. Istanbul Modern berlokasi di Meclis-i Mebusan Caddesi, Tophane

18. Pera Museum berlokasi di Meşrutiyet Caddesi, Tepebaşı

19. İstiklal Caddesi and Taksim berlokasi di İstiklal Caddesi

20. Üsküdar dengan cara naik ferri dari Eminönü

7. Dimana rekomendasi tempat makan di Istanbul?

Sewaktu di Istanbul, makanan yang tak terlupakan bagiku saat mencoba Hamburger di Taksim area tepatnya di Kizilkalayar. Menurutku merupakan best Istanbul Street Food karena rasanya yang super enak. Memang kebanyakan makanan khas Turki itu kebab dan aneka kebabnya juga bervariasi ada yang namanya Iskander kebablah namun hamburger di warung ini rasanya mantap. Untuk masuk kedalam saja ngantri, dan tempatnya kecil namun rasanya itu membuat bahagia. Alamatnya di Sıraselviler Caddesi 6, Taksim Square.

kizilkayalar

Selain itu jika di Turki jangan lewatkan untuk mencoba es krim Turki. Bukan rasanya es krimnya yang menarik namun proses menyediakan es krimnya yang lucu dimana si penjual membuat trik lucu sehingga bisa membuat deg-deg ana atau sport jantung karena tiba-tiba si penjual membuat kaget dengan menghilangkan es krim dari tangan.

turkey
Taksim

8. Amankah melakukan perjalanan ke Turki?

Karena kondisi Turki sekarang yang memang kurang kondusif akibat banyak teror maka pertanyaan amankah mengunjungi Turki sering muncul. Waktu aku memutuskan ke Turki waktu itu ada kejadian pengeboman di Bandara Atatürk sampai teman dengan niatnya memberikan link tentang bahaya ke Turki. Namun aku sih cuwek saja karena prinsip hidupku namanya kematian itu bisa dimana saja dan kapan saja. Jadi tidak perlu takut namun tetap mawas diri dan hati-hati. Kalau ditanya aman atau tidak itu tergantung penilaian. Untuk aku sendiri pas disana aman dan kembali dengan selamat.

9. Dimana tempat membeli oleh-oleh di Turki?

 

Kebanyakan orang akan membeli oleh-oleh di Area Grand Bazaar Istanbul, Turkey. Namun karena nasehat teman lokal warga Turki sebaiknya membeli oleh-oleh agak jauh misalnya di area Gelata Tower atau bisa juga ke bukit dekat dengan Egyptian Bazaar dan biasanya ada tertulis harganya. Jika tidak ada maka coba tawar saja, selain itu bisa juga mencari oleh-oleh di area Sultanahmet.

10. Pengalaman apa yang tak terlupakan selama di Turki?

Pengalaman yang tak terlupakan selama di Turki adalah ketika merasakan naik feri dari sisi ASIA TURKI ke sisi EROPA TURKI, pengalaman yang membuatku merasa nyaman dan menikmati pemandangan sekitar. Kemudian aku sangat suka ketika sholat di Blue Mosque dan berlama-lama disana serta saat melihat peninggalan Islam di Topkapi. Rasanya perjalan ke Turki sebandingan dengan harga tiket yang aku keluarkan. Karena memang kesalahan dimana harus membeli tiket kembali jadinya harga tiket ke Turki jatuhnya $500 walaupun via Iran yang harusnya murah namun karena visa transit Yunani membuat kami terpaksa membeli ulang tiket ke Turki meski transit 1 jam namun dengan pengalaman selama di Turki dan benar-benar merasakan liburan sehingga uang tidak ada nilainya. Seperti kata kutipan “travel is the only way  that makes you richer

hagia-sophia-istanbul-turkey
Hagia Sophia

11. Perlukah membeli SIMCARD dan dimana bisa membeli SIMCARD?

Perlu tidak perlu tergantung kebutuhan masing-masing. Aku sendiri tidak membeli SIMCARD selama di Turki. Namun temanku Mbak Ninik membeli SIMCARD di Bandara. Jadi bagaimana aku bisa update status social media selama di Istanbul, Turki? Pake wifi gratsisan dari apartemen Kosan, dari penginapan serta thatering data. hahaha 😀

Gak modal banget ya?

Nah yang mau membeli SIMCAR bisa membeli TurkCELL dengan harga bervariasi mulai dari 25TL ke 35TL dengan kapasitas 1GB ke 15GB dan bisa dijumpai di Terminal Internasional Bandara Atatürk, Istanbul.

12. Bagaimana dengan mata uang Turki, dimana bisa menukar uang di Turki?

Mata uang Turki adalah Turkish Lira yang disingkat TL.

$1 = 3-3,6 TL

Untuk menukar uang bisa di Bandara Atatürk, Istanbul maupun di area Sultanahmed karena banyak counter money changer. Aku sendiri menukar uang TL dari Indonesia dan lumayan mahal sekitar Rp5000 untuk 1 TL (bulan September 2016) dan menurutku sebaiknya menukar dollar ke TL saja biar tidak rugi atau jika kehabisan uang bisa Tarik tunai di ATM Turki dan biaya adminitrasi tergantung Bank. Karena Bank ku BNI maka sekali tarik tunai dari ATM kena biaya administrasi Rp25.000 namun lebih praktis saat tarik tunai via ATM di Istanbul. Untuk mengetahui berapa uang yang diperlukan selama trip di Turki maka bisa dengan membuat itinerary perjalanan. Terus cari ATM yang berlogo Masterlogo atau Visa.

gelata-bridge

13. Perlukan itinerary perjalanan selama di Turki?

Perlu tidaknya sebuah itinerary tergantung kepada si pejalan. Kalau aku selalu membuat rincian biaya perjalanan selama perjalanan karena dari rencana perjalanan aku bisa mempersiapkan uang yang harus aku bawa dan hendak mau kemana walaupun kadang perjalanan itu tidak sesuai dengan rencana. Paling tidak aku bisa memperkirakan butuh biaya berapa saat perjalanan.

Bagi yang ingin melihat contoh Itinerary Turki baca Trip ke Istanbul

14. Apakah perlu membeli Istanbul Pass Museum?

Untuk membeli Istanbul Pass museum tergantung kebutuhan serta lamanya di Istanbul. Waktu itu aku membeli museum pass 85 TL untuk 5 hari meski tempat yang aku kunjungi hanya Topkapi dan Hagia Sophia saja dan jatuhnya sih aku tidak perlu membeli museum pass. Membeli dengan satuan paling kena 70 TL makanya sayang 15 TL namun kalau hendak mengunjungi kesemua museum selama 5 hari di Istanbul maka sebaiknya membeli museum pass Istanbul karena jatuhnya lebih murah. Kalau beli single ticket akan mahal namun jika hanya ingin mengunjungi Hagia Sophia dan Topkapi saja tidak perlu Museum Pass.

museum-pass
Museum Pass Istanbul

Daftar Harga Tiket Masuk Wisata di Istanbul, Turkey

Hagia Sophia Museum 30 TL
Tapkopi Palace Museum 40 TL
Hagia Irene Museum
Istanbul Archeological Museums 15 TL
Museum OF hystroy of Science and Technology in Islam
Istanbul Mosaic Museum 10 TL
Fethiye Museum 5TL
Chora Museum
Galata Mevlevi House Museum
Rumeli Hisar Museum
Blue Mosque Gratis
Basilica Cistern 20 TL
The Grand Bazaar
Sulaymen Mosque Gratis
42 TL

Sebagai perbandingan jika membeli tiket secara single

Hagia Sophia Museum– 30 TL

Topkapi Palace Museum– 40 TL

Topkapi Palace Museum Harem Apartments – 15 TL

Chora Museum– 15 TL

Istanbul Archaeological Museums – 15 TL

Museum of Turkish and Islamic Arts – 20 TL (Currently closed due to renovations)

Istanbul Mosaic Museum– 10 TL

Total cost secara beli pertiket: 135 TL

Jadi bakalan murah jika hanya membeli 85 TL namun dengan catatan bila memang ingin mengunjungi semua tempat yang dicover oleh Museum pass dan punya banyak waktu luang di Istanbul.

15. Apakah itu Istanbul Kart?

istanbul-kart

IstanbulKart merupakan kartu pintar untuk membayar transportasi umum di Istanbul Turkey yang bisa digunakan untuk Metro, bus, trem, dan ferry. Dan IstanbulKart ini bisa digunakan oleh lebih dari satu orang. Harga IstanbulKart 10 TL, dengan harga jartu 6 TL dan credit di kartu 4 TL. IstanbulKart ini mirip semacam e-money yang kita gunakan saat naik busway atau kereta di Jakarta. Berisi uang yang kemudian kita tab ke mesin kemudian kita bisa bepergian.

PS: jika ada kesalahan dalam informasi, mohon diberi masukan dan ingin bertanya juga boleh banget 🙂

 

Semoga tips Liburan ke Istanbul Turki bermanfaat!! Dan jika ingin ke Turki kirim salam sama cewek-cowok Turki yang super cantik dan ganteng 😀

This blog has been verified by Rise: R8c58e20fe790443e00f3dbc03f425bfd

Merhaba Turkey!

Salam
Winny

Jalan kaki ke Şişli Turkey

Hagia Sophia

It’s not that I’m so smart, it’s just that I stay with problems longer.

By Albert Einstein

ortakoy-mosque

Hello World!
Turki, 3 Oktober 2016

Setelah menikmati pemandangan Ortaköy Mosque Istanbul yang super romantis dengan Hallis, maka entah angin apa yang membuat Hallis mengajakku untuk ke tempat kerjanya.

"Winny, would you like to go to see my working place", katanya
"It's in Şişli, Istanbul
"Ah okay, kataku
"But we are going there by foot", katanya 
"Lets do that"

Akhirnya kami berdua dari Masjid Ortaköy  berjalan kaki ke Nişantaşı City, mall tempat bekerja Hallis. Padahal waktu dari Sultan Ahmad kami naik trem kemudian naik bus ke Beşiktaş. Nah pas dari  Ortaköy kami malah memilih berjalan kaki tepat jam 11 siang, dimana matahari terik-teriknya.

Sebenarnya ada keuntungan dengan berjalan kaki karena aku menjadi tahu sekeliling serta menikmati pemandangan.

"Peoples look at us, kata Hallis

"Really?, kataku

"What do you think when i use this t-shirt and walking with ASIAN? katanya

Tourist, kataku

Jadi ceritanya aku membakan si Hallis baju Batik karena dia sangat menyukai Indonesia dan pernah berkunjung dua kali. Nah saat berjalan bersama dia langsung pakai Baju Batik dengan warna Biru yang ternyata baju itu malahan menjadi pusat perhatian.

Padahal aku hanya biasa saja tapi setelah aku amati, ternyata benar banyak sekali orang yang kami lewati memandangi kami. Mungkin warna dan corak Batik itu menarik perhatian!

Wajar warna batiknya aja biru, mencolok kan?

 

sisli-istanbul

Tujuan perjalanan kami sebenarnya ke Nişantaşı City, sebuah distrik yang prestigious di Istanbul dan merupakan salah satu mall bergengi di Turki. Lokasinya Nişantaşı City di Teşvikiye Caddesi , Teşvikiye Mahallesi. No: 162. Şişli – Istanbul. 

"Lets me bring your bag, kata Hallis

Its okay, i can carry it", kataku

Eh ternyata ya berjalan kaki dengan tas gede ditambah suasa panas membuatku berkeringat. Berjalan 20 menit masih tidak terasa berat, namun pas ketika jalanan menanjak dan ketingat bercucuran aku malah menyesal menolak tawaran Hallis untuk mengangkat tasku.

travelling-to-turkey
Istanbul

Di tengah jalan tiba-tiba Hallis berkata

"You are the strong woman that i ever met, katanya

You do not complain at all while we are walking

Usually Turkish girls would ignore to walk, katanya kagum

Dia tidak tahu saja ya sebenarnya udah capek namun karena ada teman sambil berjalan akhirnya tidak terasa perjalanan. Ditambah pengalaman jalan kaki di Jakarta sudah membuatku terbiasa. Tidak sia-sia kebiasaan berjalan kaki!!

"I think the man whoever be your man would be lucky to have you as wife", lanjutnya

Terus aku jadi GR tingkat tinggi, untung tidak jatuh 😀

Akhirnya setelah berjalan kurang lebih 1 jam yang aku merasa seperti 2 jam kami sampai di Mall yang kata Hallis elit di Istanbul.

Can i meet Okan Yalabik in Nişantaşı City?, kataku

Hahha, tawa Hallis

Im not sure you can see him, Winny but i ever met famous person in Istanbul" 
katanya

Terus akupun pasrah tidak jadi bertemu dengan Babang Okan Yalabik, habis sudah berjalan sejauh ini dan berharap bisa ketemu dia malah gak ketemu.

turkey

Memasuki Mall yang bagus itu, Hallis begitu antusias menceritakan semua tentang Mall. Padadahl jujur aku merasa masuk Mall seperti masuk ke dalam Plaza Indonesia atau Grand Indonesia, habis mau gimana terbiasa dengan Mall selama di Jakarta sehingga jika ke Luar Negeri UUM (Ujung-ujungnya Mall) itu agak-agak. Namun lumayan sih jadi pengalaman baru, berjalan kaki di Istanbul kemudian bertemu dengan cowok Turki cakep pula eh dapat gratisan melihat Mall ala Turki.

"I need to go to toilet Murat, kataku

I'm sweat too much, kataku 

Saat masuk ke dalam toilet, seorang Ibu berbahasa Turki kepadaku, entah apa yang dia katakan namun aku tidak mengerti akhirnya aku keluar dari Toilet dan menghampiri Hallis. Kemudian Hallis pun mengajakku bertemu dengan rekan kerjanya dan mengenalkanku kepadanya.

turkey
Turkey

Yuhuu, pengalaman baru lagi!!

Akhirnya aku dan Hallis bersantai di sebuah sofa beberapa saat hingga aku melihat jam ditangan sudah jam 12 siang.

"Hallis, i need to go back to Sultan Ahmed, kataku

What time will you start working, tanyaku

2pm, Winny, kata Hallis

Wait i need to bring you to near station that i usually pass, katanya

No, you do not need t bring me, just give me direction, kataku

Well, i want you know what steert that i passed for going to work everyday,
katanya

Akhirnya aku diantar ke Metro terdekat dari Şişli. Berjalan sekitar 20 menit hingga aku sendirian menuju ke Sultan Ahmad Area untuk melihat Blue Mosque untuk terakhir kalinya!

 

Salam
Winny

Melihat Istanbul dari Büyük Valide Han

istanbul

Infuse your life with action. Don’t wait for it to happen. Make it happen. Make your own future. Make your own hope. Make your own love. And whatever your beliefs, honor your creator, not by passively waiting for grace to come down from upon high, but by doing what you can to make grace happen
By Bradley Whitford

 

istanbul

Hello World
Turki, 3 Oktober 2016

Aku mengikuti langkah Actor Turki bernama Ramazan yang terpaut 5 tahun dibawah umurku. Tujuan kami hendak melihat Kota Istanbul dari atas, dan sebagai pengikut alias turis maka aku mengikuti saja kemana langkah teman baruku ini. Cukup mudah memang aku untuk diajak jadi dibawa kemanapun ayok.

"Winny, we should walk a bit far, are you ok with that? "tanyanya
"I dont mind", kataku

Eh ternyata jarak ke tempat yang dikatakan Ramazan cukup jauh dari Grand Bazaar Istanbul. Untungnya Ramazan membawa tas merahku dengan berat sekitar 8 kg. Lokasi yang hendak kami kunjungin memang menjadi tempat favorite bagi warga lokal Turki untuk berphoto karena memang sangat bagus atau bahasa Gaulnya “istagrammable“. Bahkan menuju ke tempat tertinggi itu kami harus melewati jalanan mendaki melewati pasar.

Büyük Valide Han, commissioned by Murad VI’s mother, Kösem Valide Sultan, this massive han (caravanserai) was built in 1651 and originally housed up to 3000 travellers and their animals every night. It’s now dreadfully dilapidated and has an ugly Shiite mosque in its main courtyard. Views from the han’s roof are spectacular, encompassing the Golden Horn, Bosphorus, Old City and Galata. Access to the roof is normally off limits, but if you head to the upstairs floor the caretaker may offer to take you up. He will expect a tip for his effort.

(Lonely Planet)

sultan-ahmed-area
Istanbul

Dengan bantuan Ramazan juga maka aku bisa membeli oleh-oleh khas makanan Turki di pasar tapi kami tidak belanja di Grand Bazaar melainkan pasar lain. Ada keseruan ketika melewati pasar dan berjalan karena aku melihat langsung kegiatan para pedagang Turki.

"Wow, you are so strong, Winny", begitu kata Ramazan

Wajar karena kami harus berjalan kurang lebih 5-15 km kemudian naik ke jalanan berbukit dan tidak hanya disitu kami juga harus menaiki tangga. Padahal dia tidak tahu saja kalau sebenarnya capek. Umur memang tidak bohong! Walaupun tas ku dibawa Ramazan, si actor Turki yang baik hati ini walau pemeran antagonis.

"I think you could be a great actor, oneday" kataku kepada Ramazan

"Thank Winny, Amin, you are such sister for me", katanya

turkey

Kalau bukan bersama Ramazan siapa sangka untuk menuju ke tempat tertinggi demi melihat Kota Istanbul dari atas tidak pernah terpikirkan. Karena lokasinya tersembunyi melewati rumah tua kemudian naik tangga dengan kondisi yang gelap bahkan untuk tiket masuk masih bersifat seadanya. Entah berapa Turkish Lira yang diberikan Ramazan kepada seseorang yang sepertinya memiliki rumah. Aku juga tidak pasti antara rumah atau tempat jualan, yang pasti kami harus menaiki tangga keatas. Kemudian sesampai diatas barulah tempat yang dikatakan Ramazan benar adanya.

Pemandangan Istanbul dari atas, terlihat jelas Blue Mosque, Yeni Cami!! Sudah bersiap puluhan warga lokal Turki yang sedang antri untuk berphoto dengan latar belakang Masjid dan laut. Hanya aku sendiri yang menjadi turis kesasar, dan yang antri tidak hanya perempuan, bahkan laki-laki juga. Misi mereka juga sama yaitu berphoto demi Istagram! Bahkan 1 orang bisa 20-25 pose yang membuat Ramazan marah.

"Oh my God, they are so selfish, they can come everytime 
but you are a tourist, they can take one photo and enough", katanya

istanbul-turkey

Padahal sebenarnya aku tidak begitu tertarik berphoto apalagi antri karena dengan menikmati pemandangan sekitarnya jauh lebih menarik dan titik sport terbaik tidak hanya di bagian tempat antrian banyak orang. Namun karena si Ramazan udah tensian akhirnya aku ikut saja, toh aku tidak mengerti ketika dia marah dengan berbahasa Turkey. Alhasil 5 perempuan yang sedang antri memperbolehkan photo dengan latar belakang Masjid indah lengkap dengan Lautan.

Salah satu manfaat berteman dengan orang lokal ketika mengunjungi suatu negara adalah kita akan menemukan tempat baru yang mungkin belum ada di daftar tempat untuk dikunjungi oleh turis. Kalau bukan dengan Ramazan mana mungkin aku tahu tempat melihat Kota Istanbul dari atas ternyata melewati pasar. Terus pas di atas pula aku melihat antusias cewek-cewek Turki saat berphoto, hampir mirip seperti orang Indonesia bahkan ada yang bawa make up dan baju ganti serta kamera yang super canggih. Asli kalau yang ini niat banget dalam pengambilan gambar.

 

istanbul

Aku sendiri sangat menikmati sore sambil duduk manis memandang ke Lautan lepas, kanan kiri ada pemandangan Masjid nan indah dan sekeliling para warga lokal. Tentunya melihat Istanbul dari atas menjadi penutup wisata selama backpackeran di Turki. Di Turki aku mendapat teman baru udah itu cakep-cakep lagi saking cakepnya bingung sendiri apalagi ceweknya cantik-cantik, aku doang yang merasa buluk sendiri untung aku jadi turis jadinya tidak minder hahaha 😀

"What time you flight, Winny? tanyanya
8 pm
Aha you have enough time and you can use Metro to airport
I will show you how to go to airport", kata Ramazan!

Melihat Kota Istanbul Turki menjadi penutup perjalanan, dan aku pasti akan kembali!
Salam
Winny

Gülhane Park hingga Grand Bazaar Bersama Aktor Turkey

suleymaniye-mosque-turkey

Throw your dreams into space like a kite, and you do not know what it will bring back, a new life, a new friend, a new love, a new country.

By Anais Nin

turkey

Hello World
Turki, 3 Oktober 2016

"Hi Winny, welcome to Turkey!
I am an actor if u want to meet me in Turkey, I will bring you around

Itulah sepenggal pesan singkat yang aku dapatkan satu dari ratusan cowok Turki dari CS. Saat membaca pesan itu senyum di pipi mengembang sebenarnya karena asli itu orang antara PD atau ramah atau mau pamer. Maklum dulu pernah berkenalan juga dengan penyanyi asal Albania jadi kalau berkenalan dengan seseorang langsung menyatakan dirinya itu actor jadi kesan pertama seperti congkak.

Kemudian aku pun menjawab pesan itu

"Hi Actor, I’m engineer. What is your movie about?"
"Elif, it is famous in Indonesia", katanya
"Really?", kataku
"Have you watched it?" tanyanya
"Yes I know that but I watched only once or twice"
"What is your role on that movie?" tanyaku
"I was kindnapped Elips, Iam a bad guy", katanya

Sontak dari perkenalan itu jika berkunjung ke Istanbul maka niatku untuk menjumpain si actor ini kemungkinan di opsi terakhir, apabila waktu memungkinkan. Maklum sebagai penggemar Ibrahim Pasha dalam Film Magnificent Century maka impian yang ingin bertemu kalau aktor Turki itu ialah si Babang Ibrahim Pasha. Namun malah ketemu aktor pemain pendukung Turki Elif jadinya agak kocak sih, bisa jadi lucu bertemu dengan actor Turki.  Aktor Turki itu bernama Ramazan, dia sebenarnya menawarkan untuk tinggal di rumahnya dan membawa kami berkeliling Istanbul namun karena masalah penerbangan kami yang harus diundur akhirnya rencana perjalanan Turki kamipun berantakan. Barulah di hari terakhir di Istanbul aku dapat bertemu dengan Ramazan itupun karena aku telah ditinggal pulang duluan Mbak Ninik dan kebetulan si Ramazan sedang tidak ada kegiatan itupun jam 5 sore dia harus bertemu dengan dosennya sementara aku juga harus balik ke Bandara Atatürk Turki.

istanbul-turkey

We can meet in front of Blue Mosque around 2 pm, kataku

I want to see Grand Bazaar and Gülhane Park, lanjutku

Ternyata baru jam 2.30 sore lah kami bertemu. Ternyata aktor yang aku kira gaka-agak congkak pas ketemu anaknya baik, bahkan tasku di angkatnya. Dialah jadi tourguideku di hari terakhirku di Istanbul.

"I want to bring you to place and not all people know this place,
 even Turkish, lanjutnya
"We can see Istanbul city from the Top and u will love it, lanjutnya
"Up to you, you are the guide", lanjutku

gulhane

Kemudian kami berdua meningalkan Blue Mosque menuju ke Gülhane dulu karena lokasi Gülhane Park dengan Blue Mosque serta agar kami tidak mundur ke belakang sebab Grand Bazaar lokasinya berbeda dengan Gülhane Park.

Gülhane Park merupakan taman kota bersejarah dan tertua di Istanbul yang diresmikan tahun 1912. Berlokasi di samping Istanbul Archeology Museum, tidak jauh dari Topkapi Palace. Pada musim semi sekitar awal April, bunga tulip bermekaran di taman Gülhane. Menjadi tempat tujuan bersantai wisatawan memiliki patung pertama Ataturk di Turki dibuat oleh Heinrich Krippel pada tahun 1926.

gulhane-park-istanbul

Gülhane Park ini cocok untuk bersantai, sayangnya pas kedatanganku tidak ada apa-apa di Gülhane Park, hanya ada air mancur, taman yang bunganya dicabut, pepohonan rindang, bangku sampai air yang keluar dari tempat yang mirip dengan buku.

If you come earlier, you can see Tulip”, katanya

"I was here last month and tulip everywhere", lanjutnya

Lalu dia menunjukkan photonya dengan turis lain sedang berada di taman yang sama dengan bunga tulip. Memang si Actor Turki ini sangat aktif di CS dan banyak bertemu orang. Tidak sepertiku, menggunakan CS jika sedang melakuan perjalanan saja. Walau tidak berhasil melihat tulip bermekaran di Gülhane Park apakah mungkin aku kurang beruntung tapi paling tidak rasa penasaran akan Gülhane  Park terobati.

gulhane-park-turkey

Setelah puas mengitari Gulhane Park lalu kami menuju ke Grand Bazaar karena seorang teman dari CS juga sedang menunggu. Ternyata di Kawan ini BETE karena sudah lama menunggu plus aku datang dengan cowok lain. Padahal ya aktor yang ikut denganku ini umurnya itu 5 tahun lebih muda dibawahku jadi serasa adik sendiri. Bahkan Ramazan sudah menggapku sebagai kakak sendiri sampai-sampai di curcol mengenai masalah percintaannya. Dan yang pasti dia sangat senang dengan orang Indonesia karena film Elips itu laris manis di Indonesia dan dia merasa kalau orang Indonesia itu ramah-ramah sehingga dia sangat antusias bertemu dengan orang Indonesia. Walau aku bukan penggemarnya sih habis aku tidak terlalu suka film cengeng karena nanti jika aku baper, terus susah deh nyari obatnya. Mending nonton film romantis aja  biar bisa menghayal sekalian, manatahu bisa ketemu kembaran Bang Chris Evan hahah 😀

Nah kembali ke cerita, jadi karena si Kawan yang satu ngambek dan BETE akhirnya dia pulang duluan. Padahal yah yang ngajak jumpa siapa yang marah siapa. Untung aku orangnya cuwek tidak ketolongan sehingga pas ada DRAMA ngambek aku masa bodoh toh bukan salahku, dia ngajak ketemuan sih ok tapi kan aku harus jalan kaki dari Sultan Ahmed terus tanpa wifi lagi ditambah si kawan ini sendiri yang merubah jadwal jumpa di depan Hagia Sophia malah gak jadi terus pas aku datang telat terus bawa teman eh di ngambek!!

grand-bazaar

Untung sekali dapat teman dengan type Ramazan ini baik hati dan masih menemaniku mengitari Grand Bazar Istanbul. Bahkan saking baiknya wifi aja darinya. Maklum sebagai fakir wifi, dapat wifi hratisan itu senanganya minta ampun.

Nah saat si kawan tadi pergi gayanya sih sok cuwek eeh kemudian dia whatsapp dengan kata-kata lebay

"Winny, iam so disappointed with you, I was waiting for you", katanya

Kemudian aku menunjukkan whatsapp dari si kawan itu kepada Ramazan

"Winny I think he wants to be with you alone", 
"he is mad because you are going with me", 
"but its good that he is leaving, he is not good guy", katanya

grand-bazaar-turkey

Ternyata seorang Aktor yang awalnya aku anggap sedikit congkak ternyata sangat ramah bahkan pemikirannya sangat masuk akal dan membantuku sekali. Satu pembelajaran, jangan menilai orang dari luar!!

"Let's go to hidden place in Istanbul", lanjutnya

Maka kami berdua pun berjalan menuju tempat Istagrammable Istanbul dengan hatiku yang semakin mehek di hari terakhir perjalanan Istanbul Turki!
Salam
Winny

Tips Liburan ke Iran

old-town-yazd

Character cannot be developed in ease and quiet. Only through experience of trial and suffering can the soul be strengthened, ambition inspired, and success achieved
By Helen Keller

 

isfahan-square-iran

Hello World!
Iran, September 2016

Beberapa waktu lalu saya melakukan perjalanan ke Iran dan mungkin ada beberapa pertanyaan yang aku dapatkan dari teman-teman pembaca, salah satunya teman dari Istagram. Mungkin pertanyaannya akan melengkapi persiapan ke Iran dan sekaligus Tips Liburan ke Iran. Siapa tahu ada teman yang memiliki pertanyaan yang sama!

1. Sehubungan dengan ketibaan yang sudah larut malam di Tehran (Air Asia pkl 23.00) apakah bisa dan diperbolehkan menginap di bandara Imam Khomeini?

Diperbolehkan menginap di Bandara letaknya diluar Imigrasi lantai 1 maupun lantai 2 ada bangku namun tidak begitu disarankan karena bangkunya tidak terlalu ramah untuk tidur, selain itu banyak petugas yang hilir mudik di dalam Bandara.

2. Kalau kita sudah mendapatkan visa turis Iran di Kedutaan Iran di Jkt, apakah kita tidak harus/wajib membeli travel insurance pada saat tiba di Imam Khomeini airport seperti halnya kalau kita menggunakan fasilitas VoA?

Waktu perjalananku ke Iran, aku tidak perlu menunjukkan travel insurance karena petugas Imigasi langsung mencap passporku kemudian dengan anteng aku keluar dari Imigrasi. Lihat ada visa terus dicap deh! Berbeda dengan VOA Iran, aku harus membayar travel insurance dan harga 45 euro sudah termasuk travel insurance dan berlaku selama 30 hari.

3. Pada saat pengurusan visa di Kedutaan Iran di Jakarta kita harus mengisi form berisikan identitas/data pribadi kita. Apakah form tersebut didapatkan dengan cara di-download di website keduataan Iran atau harus mengambil langsung di kedutaan?

Saya mendapat form dengan menelepon kedutaan Iran di Jakarta kemudian pihak petugas mengirim formulirnya ke temanku lalu kami print terus kami isi formulir kemudian dibawa ke Kedutaan Iran di Jakarta. Baca juga mengenai perngurusan VISA IRAN serta VOA Iran

4. Pembayaran biaya visa sebesar EUR 20 dilakukan setelah penyerahan berkas2 aplikasi permohonan visa dengan cara transfer atau setelah mendapat kabar visa disetujui?

Setelah melakukan penyerahan berkas aplikasi, caranya pihak petugas akan memberikan nomor rekening kemudian dibayar visa rekening yang sudah ada jika berkas aplikasi kita sudah lengkap kemudian balik ke Imigrasi untuk menyerahkan bukti pembayaran visa. Menurutku ini kurang efektif karena kita harus bolak-balik ke Imigrasi, untungnya tempat pembayarannya dekat di Menteng dan Kedubes Iran lokasinya juga di Menteng jadi dekat. Hanya saja perhatikan kelengkapan berkas dalam pengurusan Visa Iran.

5. Apakah itinerary dan surat keterangan bekerja diminta oleh pihak kedutaan?

Untuk surat keterangan bekerja diminta karena pihak kedutaan Iran memastikan kita akan kembali lagi ke Indonesia sementara  itinerary tidak diminta malahan yang diminta adalah bukti booking hotel di Iran. Waktu itu kami menunjukkan email booking hostel kami dan pas diwawancara akan ditanya kemana saja di Iran dan ngapain saja. Bilang aja jalan-jalan, wawancaranya gak seram kok!

esfahan
Si-o-seh pol Bridge

6. Sistem colokan listrik di Iran sama atau berbeda dgn di Indonesia? apakah butuh membawa universal adapter?

Sama persis dengan colokan listrik di Indonesia jadi tidak perlu membawa  universal adapter tapi bagi yang mau membawa boleh juga. Dan paling penting adalah power bank.

7. Penukaran uang dalam bentuk Iran Rial (IRR) apakah bisa dilakukan di dalam kota atau kita harus tukar habis semua USD/EUR kita ke Iran Rial di money changer di bandara IKA. Apakah mudah mendapatkan money changer di dalam kota?

Bisa di Kota namun kan kalau mau ke kota harus bayar pake uang Iran. Jadi jika ingin menukar bisa ditukar di Kota namun pastikan ada uang taksi ke Kota dalam mata uang Rial karena ke Kota itu dari Bandara berkisar 20-30 Dollar atau dalam Rial Iran sekitar 600.000-750.000 Rial tergantung jarak. Jadi kalau ada 2 orang dalam taxi maka dibagi 2, makin banyak makin murah. Maksimal 4 penumpang dalam satu taxi, ingat hanya ada taxi ke Bandara menuju ke kota Iran. Untuk dimana lokasi money charger coba cari di Grand Bazaar Tehran atau tempat wisata. Kalau aku sih nukar di Bandara karena tidak mau repot dan waktu itu harga $1=35.000 Rial, jadi not to badlah! Dan yang paling penting di Iran itu tidak menerima ATM dari bank lain jadi pastikan bawa uang cukup selama perjalanan di Iran.

8. Untuk transaksi sehari-hari seperti bayar hotel, bayar taksi, tiket masuk ke objek wisata dll apakah dilakukan dalam USD/EUR atau bisa memilih dalam mata uang lokal?

Transaksi sehari-hari menggunakan mata uang lokal, hanya waktu di Hostel kami menggunakan Euro karena pihak hostel yang minta, selebihnya pakai mata uang Rial Iran.

9. Untuk transportasi di dalam kota Tehran kalau kita menggunakan Metro apakah tiketnya menggunakan kartu khusus berlangganan (seperti halnya di Istanbul atau Singapore) atau dibeli secara eceran untuk setiap kali perjalanan?

Aku membeli kartu single jadi semacam sekali pakai. Mirip seperti karcis busway dulu sebelum e-money hanya saja bentuknya mirip kertas dan ditab di mesin dan bisa dipakai untuk dua kali perjalanan.

10. Tiket bus antar kota apakah bisa dibeli secara go-show atau harus dipesan beberapa hari sebelumnya?

Bisa dipesan melalui online namun bahasa pakai Persia, tapi kalau kereta bisa pakai Bahasa Inggris dengan alamat website http://www.iranrail.net dan pesan maksimal sebulan sebelum keberangkatan. Untuk bus bisa go show!!

old-town-yazd-iran

11. Apakah perlu rekening koran saat pengajuan Visa Iran? 

Waktu pengajuanku sih tidak ditanya yang penting adalah adanya tiket pesawat pulang pergi, bookingan hotel tinggal disana dan surat keterangan kerja. Mereka kan memastikan bahwa kita akan kembali ke Indonesia.

Jika masih ingin bertanya tentang seputar Visa Iran silahkan hubungi:

Alamat Kedutaan Iran di Jakarta

110 JL.HOS- COKROAMINOTO

MENTENG JAKARTA PUSAT 10310

Email:  iranemb.jkt@mfa.gov.ir

Telp: 31931391-31931378-31934637

Demikian penjelasan mengenai trip ke Iran, jika ada pertanyaan dengan senang hati menjawab!! Semoga bermanfaat 🙂

Jika jalan-jalan ke Iran, tolong sampaikan salamku kepada Prince of Persia!! سلام

موفق باشی!

Salam
Winny

Mendapatkan Hidayah di Süleymaniye Mosque

blue-mosque-istanbul

The time you feel lonely is the time you most need to be by yourself
By Douglas Coupland

 

turkey-tourism

Hello World!
Turki, 2 Oktober 2016
Aku, Kosan dan Mbak Ninik berjalan mendaki menuju ke sebuah Masjid.

 “You will like it, Winny, it is my favorite place” kata Kosan

Suka sih, namun perjalanan menanjak ini yang tidak kuat Bang, apalagi sudah sore, kakipun sudah tidak bisa berbohong bahwa dia lelah setelah seharian mengelilingi area Sultan Ahmed mulai dari wisata terkenal Istanbul Hagia Sophia, Blue Mosque, Topkapi dan Basilica Cistern. Namun pemandangan disekitar Istanbul memiliki daya tarik sendiri sehingga rasa senang lebih dominan daripada rasa lelah. Ditambah jalan bertiga sehingga tidak terasa kami sudah jalan kaki dengan rute yang lumayan.

suleymaniye-mosque

Süleymaniye Mosque dibangun atas perintah Sultan Suleiman dan selesai tahun 1558. Süleymaniye Mosque memiliki empat minaret sebagai lambang masjid dibangun oleh seorang Sultan. Süleymaniye Mosque terletak di bukit yang paling tinggi di Istanbul dan menghadap kearah Golden Horn, teluk yang berbentuk tanduk yang memisahkan dua sisi kota Istanbul. Disamping halaman Süleymaniye Mosque terdapat makam Sultan Suleiman beserta pasangannya yang berasal dari Ukraina, Roxelana. Tidak jauh dari luar kompleks terdapat makam arsitek yang membangun Süleymaniye Mosque yaitu Sinan

(Sumber Travel Awan)

blue-mosque-istanbul

Ada kepuasan ketika kami melewati pasar menuju ke Masjid Süleymaniye karena di perjalanan kami bisa melihat kegiatan orang Lokal serta menikmati pemandangan Kota Istanbul. Bahkan di tengah jalan kami melihat segerombolan turis hendak tour singkat ke Istanbul. Diantara kerumunan turis yang mendengarkan pengarahan dari tourguide mereka maka salah satu turis yang tertangkap mataku adalah seorang gadis yang pasti aku tebak orang Indonesia.

Kakak Batak ya?” tanyaku
 “Lagi apa kak?”, tanyaku lagi dengan Berbasaha Indonesia
 “Pesawat kami transit di Istanbul sehingga tur Istanbul”, katanya.
 Emang dari mana kak?
 “Dari Milan”

Kosan bingung sendiri bagaimana aku mengetahui salah satu turis itu adalah orang Indonesia. Itu semua berkat insting Batakku yang keluar. Sesama Batak jika melihat orang Batak pasti tahu itu orang Batak. Begini rasanya kalau bertemu dengan sesama orang Indonesia. Seakan kami adalah pelajar Indonesia yang sedang belajar di Universitas Istanbul (sambil doa). Padahal nyatakanya aku sendiri adalah turis singkat udah berasa kayak lokal.

Dasar pejalan congkak!! 😀

Setelah tiba di Süleymaniye Mosque, betapa senangnya aku menikmati jingga sore dengan pemandangan laut di depan Masjid. Kosan dan Mbak Ninik memilih duduk di padang rumput. Sementara aku ingin berphoto dengan latar belakang Süleymaniye Mosque tapi aku segan meminta photo kepada Kosan dan Mbak Ninik. Mereka sudah kelihatan PW (posisi wuenak) sekali!
Akhirnya aku beraksi, mencari korban yang mau mengambil photoku. Aha, ada gerombolan anak remaja, jadi merekalah yang aku minta tolong untuk mengambil photo. Eh ternyata yang aku mintakan photo adalah orang yang salah. Karena mereka tidak bisa Bahasa Inggris kemudian pas aku diphoto hasil photonya kepalaku terpotonglah, divideoinlah, kakiku ajalah dan masih banyak lagi photo nan ajaib yang membuat senyum kecut dipipiku. Berulang-ulang aku mengajarinya hingga aku nyesek didada dan menyerah. Dari kejauhan Kosan dan Mbak Ninik malah tertawa terpingkal-pingkal melihat aksi gagalku dalam meminta photo kepada orang asing.

istanbul
Süleymaniye Mosque
"Do not worry Winny, I can take your photo later", Kata Kosan
"I can handle it, relax", kataku dengan sok-sok an

Padahal ujung-ujungnya Kosan juga yang mengambil photoku, mungkin dia kasihan dengan narsis tingkat akutku. Dan ternyata gerombolan remaja yang mengambil photoku tadi bukan anak Turki asli namun anak  pengungsi Syiriah. Wah kasihan anak Syiriah ini harus mengungsi ke Turki. Kosanlah yang mengatakan kalau remaja yang aku mintakan tolong mengambil photo darimana. Walau mereka gagal mengambil photoku namun tetap aku berterimakasih dan senang karena mereka mau aja aku suruh untuk mengambil photoku.
Selain itu aku sangat senang Masjid ini karena menikmati sore hari di Süleymaniye Mosque memang pengalaman menarik dengan pemandangan dan suasa sorenya yang benar-benar membuat tenang.

Nah saat berada di Süleymaniye Mosque ternyata Mbak Ninik mengajak teman CS nya Kemal untuk bertemu. Aku dan Kosan hanya saling pandang karena kami tidak tahu tiba-tiba nongol aja orang. Well aku tahu teman Mbak Ninik tapi tidak tahu kalau dia akan menyusul tepat di Süleymaniye Mosque saat kami bertiga bersantai ria.

turkish
Süleymaniye Mosque
"Do know that her friend coming?" Kata Kosan
"Honestly no”, kataku
"Why don’t say to us? Kata Kosan
 “I do not know”, jawabku singkat
 Kelihatan kami berdua kebingungan.

Kemal yang datang berkenal dengan kami.  Akhirnya Kosan dan Kemal berbahasa Turki, aku dan Mbak Ninik berbahasa Indonesia. Agak kikuk memang karena kan sepanjang hari di Istanbul kami bertiga selama 2 hari lagi. Nah tiba-tiba ada orang baru agak-agak. Untungnya kami cepat beradaptasi dan bisa mencairkan suasana dengan bantuan suara Azan Magrib berkumandang dari Masjid.
Mendegar azan, aku dan Mbak Ninik memutuskan untuk sholat magrib di Süleymaniye Mosque begitu juga Kemal.
Dan apa yang terjadi di Süleymaniye Mosque?

Ternyata Kosan memutuskan untuk sholat Magrib juga!!

"Wow finally you pray Kosan?" kataku
"Stop it, Winny, you make me do that", kata Kosan

suleymaniye-mosque-turkey
Ternyata Kosan menemukan hidayahnya di Süleymaniye Mosque. Bukan apa-apa selama kami bersamanya dia lebih memilih tidak sholat. Eh ternyata bersama kami dua hari hatinya tergerak dan ikut sholat.

Alhamdulillah

Tapi entah kenapa lucu rasanya ketika mengetahuinya bahkan sampai sekarang kalau membayangkannya jadi senyam-senyum sendiri.

Bahkan aku dan Mbak Ninik senyum manis semanis madu saat melihat Kosan mencari wudhu.

"We will meet here", kata Kosan kepada kami

Akhirnya Mbak Ninik mencari wudhu yang jauh dari Süleymaniye Mosque, begitu juga Kosan dan Kemal semantara aku menggunakan air aqua untuk berwudhu kearah taman
Melihat tingkah malasku Mbak Ninik geleng-geleng sementara Kosan berkata

You are totally different

turkey

suleymaniye-mosque-turki

sultan-ahmed-istanbul

 

Alamat Süleymaniye Mosque (Suleymaniye Camii)
Sulaymaniye Mh, 34116
Fatih/Istanbul
Turkey

Salam
Winny

Mimpi Jadi Nyata di Hagia Sophia, Istanbul

Hagia Sophia

There is always a sadness about packing. I guess you wonder if where you’re going is as good as where you’ve been

By Richard Proenneke

hagia-sophia
Hagia Sophia

Hello World!
Turki, 2 Oktober 2016

Kembali ke 2 tahun silam ketika aku membaca satu artikel tentang Mosaik Agama Kristen kemudian ada Tulisan Kaligrafi Allah dan Muhammad berdampingan dalam satu tempat bernama Hagia Sophia. Sejak saat itu aku penasaran berat dengan Hagia Sophia dan ingin sekali mengunjunginya. Apalagi pernah baca kalau Babang Dude Harlino dan Allisa berbulan madu di Turki dan berada di Hagia Sophia sehingga makin pengen deh daku mengunjungi  kota Kostatinopel, nama lama Istanbul. Karena keinginan mendalam akhirnya ketika aku mendapatkan tiket promo ke Iran malah sekalian jalan ke Turki semua demi bela-belain melihat Hagia Sophia. Habis kalau menarik saja yang dulunya sebuah Gereja berubah menjadi Masjid kemudian menjadi Museum.

sultan-ahmed-turkey
Hagia Sophia

Hagia Sophia merupakan situs bersejarah paling banyak dikunjungi wisatawan dari berbagai mancanegara. Bangunan ini awalnya Gereja kemudian jadi Masjid lalu menjadi Museum. Gedung Hagia Sophia sekarang merupakan bangunan yang dibangun ketiga kalinya. Pertama kali dibangun abad ke 4 masa Kaisar Konstantinus Agung kemudian hancur tahun 404 karena pada terjadi kerusuhan. Kemudian tahun 415 dibangun lagi Gereja ini atas perintah Kaisar Theodosius II namun dibakar tahun 532 dan menjadi rata karena pemberontakan Nika. Kemudian proses pembanguannya dilakukan terus menerus hingga selesai tahun 537 pada era Kaisar Justinian I yang menjadi Gereja Ortodoks. Hagia Sophia selama kurang lebih seribu tahun menjadi bangunan terbesar pertama di dunia dengan interior dan kubah yang megah serta adanya mosaik Yesus dan Maria. Kemudian pada masa Sultan Ottoman, Mehmet II menaklukkan Kota Istanbul tahun 1453 kemudian dia menetepkan Hagia Sophia menjadi masjid. Beberapa salib marmer dipindahkan dan lambang-lambang Kristiani dikaburkan selebihnya dibiarkan gereja apa adanya. Penambahan lain yang dia buat adalah menambah empat minaret di sudut masjid dan menambahkan Kaligrafi ALLAH dan MUHAMMAD didalamnya. Sehingga terjadilah Hagia Sophia memiliki Gambar Yesus dan kaligrapi ALLAH-MUHAMMAD di dalam satu tempat. Kemudian tahun 1953 masa presiden pertama Republik Turki Mustafa Kemal Ataturk merubah fungsi Hagia Sophia menjadi museum

(Sumber Travel Awan)

istanbul-turki
Hagia Sophia
"I want to see Hagia Sophia, kataku kepada Kosan

"For sure, Winny", kata Kosan.

Bersama Mbak Ninik dan Kosan kami menuju ke Hagia Sophia setelah puas mengunjungi Basilica Cistern di Istanbul. Memang lokasi wisata populer Istanbul seperti Blue Mosque, Basilica Cistern dan Hagia Sophia berada dalam satu kawasan, sama-sama berada di area Sultanahmad dan dekat satu sama lain. Bahkan area Sultanahmad merupakan area favorite turis sehingga tidak heran banyak turis di area ini termasuk kami. Bedanya kami memiliki teman lokal asli Turki yang baik dan menemani kami selama trip Turki.

hagia-sophia-istanbul-turkey
Hagia Sophia

Dengan Museum pass kami masuk ke Hagia Sophia. Untungnya kami memiliki Museum Pass Turki sehingga mudah dalam akses masuknya dan praktis. Pintu masuknya dari samping dan kami memasukkan museum pass kami lalu melewati pintu. Mirip seperti tapping e-money pas di halte busway. Dari samping kelihatan warna Hagia Sophia merah jambu.  Dari samping Hagia Sophia, terdapat taman yang berisi batuan dengan ukuran yang besar-besar yang menarik buatku. Saat melihat bebatuan di Hagia Sophia aku malah teringat akan Batutumonga di Toraja. Terus batu-batuan di Hagia Sophia ada tulisannya hingga kami mengikuti tanda informasi yang bertuliskan “Giris”.

Bertiga kami masuk dan ternayata banyak sekali wisatawan. Hal menarik dalam Hagia Sohphia adalah langit-langitnya yang menakjubkan. Kemudian ornamen umat Kristen berupa mozaik. Siapa sangka Museum Hagia Sophia pernah jadi Gereja dan kemudian jadi Masjid .

Aku begitu antusias ketika masuk karena memang aku sangat suka dengan peninggalan sejarah karena aku tak habis pikir kenapa masih ada sampai sekarang, bukti masa lampau!

turki
Hagia Sophia

Memasuki Hagia Sophia yang paling diminati adalah photo dengan Kaligrapi Allah dan Muhammad yang dibelakangnya ada Gambar Maria.

"Dream comes true", saat memandangi langit Hagia Sophia

Cukup susah untuk mendapatkan photo disana karena harus antri sebab banyak peminat yang ingin mengabadikan icon Hagia Sophia. Karena hanya ada di Istanbul dan cukup unik terutama dari sejarahnya.

"Hey give me your camera", kata Kosan kepadaku

Entah sejak kapan si kawan ini jadi suka mengambil photoku dan tentu saja aku senang maklum sebagai narsis tingkat akut, jika ada yang motoin rasanya senang sekali 🙂

Terus hasil photonya bagus pula apa gak makin senang 🙂

hagia-sophia-turkey
Hagia Sophia

Puas mengamati lantai 1, Kosan mengajakku dan Mbak Ninik ke lantai 2 Hagia Sophia untuk melihat the upper floor Gallery. Kami bertiga melewati lorong dengan jalanan yang menanjak dan remang-remang, penghubung lantai 1 dan 2. Disamping jalan terdapat papan informasi berisi “the stairs to 2nd floor is not wheel chair friendly”. Untungnya perjalanan dengan efek cahaya redup tidak mengganggu kami karena kami bertiga santai dalam berjalan menuju ke lantai 2 karena meski jalanan tidak rata namun terbuat dari semen.

Berjalan bertiga itu seru sekali!!

Sesampai di lantai 2 Hagia Sophia, aku terkesima dengan mosaik yang masih tersisa.

"Take a look this, wow i can not believe it", kataku kepada Kosan dengan menunjukan Mosaik di lantai 2. 

"Yes that was taken from the past", kata Kosan
aya-sophia-istanbul-turkey
Hagia Sophia
"Keren sekali ya Hagia Sophia ini", kata Mbak Ninik kepadaku.
"Mengunjungi Hagia Sophia ini impian ku banget mbak Nik", kataku kepada Mbak Ninik

Tidak hanya mosaik yang keren di dalam Hagia Sophia, selain kaligrafi Allah dan Nabi Muhammad SAW, terdapat kaligrafi Islam lainnya berupa 4 kalifah: Abu Bakar, Umar, Uthman dan Ali, kemudian dua cucu Nabi Muhammad SAW Hasan dan Husein.

Hagia Sophia emang unik!!

aya-sophia-turkey
Hagia Sophia
"This is ridiculous, its suppose to be Mosque not museum, Kata Kosan kepada kami

"Sultan wants Hagia Sophia still becomes Mosque"

"But do you know why they change it to be Museum?" katanya dengan berapi-api

"For tourist", katanya

Entah angin apa yang membuat kami bertiga di Hagia Sophia malah asik bercerita tepatnya di lantai 2 dan saling curhat mulai dari curhat masalah percintaan sampai curhat politik. Hello, ini lagi di Hagia Sophia kok malah curcol.

hagia-sophia-istanbul
Hagia Sophia

Aku juga sangat suka dengan pemandangan Sultan Ahmed dari lantai 2 Hagia Sophia karena melihat Blue Mosque diseberang nan rupawan. Perjalanan ke Turki ini benar-benar sangat aku nikmati karena selain perjuangan ke Turki, aku sangat senang karena akhirnya dapat mewujudkan mengunjungi tempat-tempat yang ada di dalam bucket list.

"Senang", begini rasanya jika mimpi jadi nyata :)
aya-sophia-istanbul
Hagia Sophia

Puas dengan Hagia Sophia kami bertiga meneruni lorong yang sama kemudian duduk sambil menonton sejarah Hagia Sophia dengan pengunjung lainnya. Karena persis di samping lorong ke atas terdapat ruangan berisi TV dan tempat duduk jadi menambah wawasan sejarah Hagia Sophia.

"Lets go, we need to eat", kata Kosan kepadaku dan Mbak Ninik
yang mengakhiri tur Hagia Sophia kami.
aya-sophia
Hagia Sophia

 

Harga tiket masuk Hagia Sophia

30 TL (termasuk paket jika membeli kartu museum pass)

Jam buka Hagia Sophia

09:00-19:00, senin tutup

Cara ke Hagia Sophia

Naik trem jalur T1 turun di Sulatanahmed

Alamat Hagia Sophia (Ayasofya Muzesi)

Ayasofyan Meydani, Sultanahmet

Fatih/Istanbul

Turkey

Salam
Winny