Semua demi Ubur-ubur di Danau Mariona Kepulauan Togean


“The only person you are destined to become is the person you decide to be.”

By Ralph Waldo Emerson

Danau Mariona (Sumber Photo: Wira Nurmansyah)

Hello World!

Togean, 2017

Wira, pokoknya dirimu aku booking buat mengambil photoku dengan Ubur-Ubur,
begitu kataku kepada Wira dengan tegas.

Bobby, dirimu juga ya ambil photo cantikku dengan Ubur-ubur pakai cameramu,
kataku kepada Bobby

Itulah betapa saking semangat ’45 nya aku tak sabar untuk berphoto dengan Ubur-Ubur di Togean. Karena dengan pasti aku melihat ada agenda mengunjungi Danau dengan Ubur-ubur saat traveling ke Togean.

Hah??? ada ubur-ubur di Kepulauan Togean, Sulawesi Tengah?

Jawabannya ada dan aku juga baru tahu kalau Togean tepatnya di Danau Mariona memiliki ubur-ubur yang tak menyengat. Padahal kalau ingat ubur-ubur yang tertanam di benakku adalah Danau Kakaban di Kalimantan Timur yang belum aku singgah. Eh siapa sangka aku memiliki kesempatan untuk dapat melihat langsung Ubur-Ubur di Togean.

Danau Mariona

Sebagai orang Indonesia kita harus bangga dengan keindahan wisata alam Indonesia. Bahkan setidaknya sudah ada 3 Danau untuk habitat ubur-ubur di Indonesia yaitu Danau Kakaban di Pulau Derawan, Kalimantan Timur, Danau Mariona di Kepulauan Togean, Sulawesi Tengah dan Danau Lenmakana di Misool, Raja Ampat. Itu baru yang diketahui loh, belum lagi daftar Danau Ubur-ubur di Indonesia yang belum diketahui.

Sayangnya seribu sayang baru 1 Danau yang aku kunjungi yaitu Mariona.  Semoga ada kesempatan mengunjungi sisa Danau Ubur-ubur lainnya.

Danau Mariona Togean, Danau Ubur-ubur tak menyengat

"Danau Mariona berasal dari nama seorang wanita dari Francis, Mariona Bazin", 

setidaknya itulah yang disampaikan Pak Saiful, guide kami selama berada di Togean.

Mariona ini mengatakan kalau Danau Ubur-ubur hanya ada di Kakaban kepada Pak Fajar, saudaranya Pak Saiful. Kemudian Pak Fajar pun menepisnya dengan membawa Mariona ke Danau yang penuh ubur-ubur tak menyengat. Sehingga Mariona lah menjadi turis pertama yang datang ke Danau Mariona sehingga namanya menjadi nama sebuah Danau. Padahal aku ngarep namaku dipakai di sebuh Danau juga hihi 😀

Togean

Kedatangan kami ke Danau Mariona setelah puas dari Pantai Karina yang memiliki pasir putih. Jarak Pantai Karina tidaklah jauh ke Danau Mariona. Sesampai di Danau Mariona, kapal kami pun mendekat ke dermaga kayu, pemandangan cantik telah menyambut kami berupa air jernih dengan terumbu karangnya.

Yah Kepulauan Togean memang rupawan dengan karang-karangnya.

Setelah kapal kami disandarkan, kami turun dari kapal dan berjalan menuju ke sebuah Danau yang terletak di sebelahnya melewati jembatan kayu.  Di tepi Danau dibangun tempat istirahat yang alasnya kayu beratap merah untuk wisatawan, disinilah kami bersantai dan makan siang.

Danau Mariona sendiri warnanya hijau disekilingnya pepohonan, tempat ubur-ubur berada. Warna ubur-uburnya pun bervariasi mulai dari bening (transparan) sampai warna kuning. Kalau dilihat dari atas, maka Ubur-ubur kelihatan jelas di permukaan air. Yang paling mudah dilihat adalah ubur-ubur tranparan, hal ini aku bisa lihat langsung dari atas tanpa berenang.

Kata Pak Saiful kalau musim hujan, ubur-ubur akan berada tepat di permukaan air namun karena pas kami datang cuaca panas sehingga ubur-ubur lebih suka kedalam. Memang ubur-ubur sensitive dengan panas.

Danau Ubur-ubur, Togean (Sumber Ridho)

Nah pas sesampai di Danau Mariona, tempat ubur-ubur maka akupun lagi apes. Apes tidak jadi nyemplung karena masalah wanita. Padahal dari hari pertama di Togean aku sudah sok-sokan membooking Wira dan Bobby untuk mengambil photoku.

Alhasil sirna sudah keinginan untuk berphoto dengan ubur-ubur!

Bukannya apa-apa, salah satu wish list dalam bucket list ku adalah berphoto dengan ubur-ubur. Ecek-eceknya ala-ala instagram gitu.  (ecek-ecek = pura-pura)

Tapi apa daya keinginan itu pupus!

Ubur-ubur (Sumber: Wira Nurmansyah)
Ubur-ubur di Danau Mariona (Sumber: Ridho)

Bahkan melihat Dan, Ridho, Bobbi dan Wira berenang di Danau Mariona, Togean membuatku cemburu setengah mampus. Untung Vely juga kebetulan tidak ikut berenang sehingga aku ada temannya. Berdualah kami mengamati jellyfish dari atas, alias si ubur-ubur.

Walau jujur yah melihat saja itu melelahkan 😛

Nah pas kami lagi asik-asik bersantai di Danau Mariona, Togean maka berdatangan lah sekumpulan turis dari luar negeri. Memang kebanyakan turis yang datang ke Togean adalah rata-rata turis Eropa. Para wisatawan ini dengan santai sudah siap sedia dan langsung ke Danau Mariona.

Danau Mariona (Sumber: Ridho)

Selama mengamati Danau Mariona diTogean, memang wisatawan perduli karena rata-rata tidak memakai kaki katak, palingan hanya kacamata dan alat bantu bernafas snorkeling.

Gak kebayang kalau aku yang tidak bisa berenang di Danau Mariona, Togean!

Oh ya saat berenang di Danau Mariona, Togean  usahakan jangan memakai alat snorkeling seperti kaki katak karena ubur-ubur sangat rentan.

Togean

Setelah puas berenang maka kamipun beramai-ramai makan siang sambil menatap keindahan Danau Mariona, Togean. Di sela-sela makan siang, tiba-tiba keluarlah ide dari si Wira.

Win, dirimu kan gak bisa tuh photo dengan ubur-ubur, 
kepalamu dicelupkan saja sambil berphoto dengan ubur-ubur, katanya

Eh ide gila dia yang awalanya hanya iseng-iseng aku iyakan. Sehingga terjadilah adegan mencelupkan kepalaku ke Danau sambil kakiku dipegang. Jadi ide itu disambut, terus Pak Guide kami dengan senang hati memegang kakiku kemudian aku celupkan kepalaku terus Ridho dan Bobby sudah siap sedia untuk mengambil photoku. Sementara ubur-ubur sudah berada di dekatku.

Entah beberapa kali aku mencelupkan kepalaku ke Danau, bahkan jadi bahan tontonan para wisatawan. Mungkin dalam hati mereka “gila ini cewek, demi photo”. Alhasil aku menjadi tontonan gratisan!

Awalnya aku mengira photo dengan ubur-ubur mudah ternyata susah, susah karena aku tidak bisa menahan nafas. Selain itu aku tidak boleh dekat sekali dengan ubur-ubur karena memang ubur-ubur tidak boleh dipegang.

Belum 5 menit menahan nafas, maka aku harus kembali. Yang kasihan yang megang kakiku. Disini benar-benar penuh usaha, karena resikonya aku bisa jatuh ke Danau!

Melihat usahaku demi photo dengan ubur-ubur spontan teman-temanku ketawa terpingkal-pingkal. Apalagi hasil photonya asli membuatku senyum kecut ala Monalisa.

Hasil photonya jreng jreng “Siluman ubur-ubur”

Semua demi ubur-ubur!

Aku jadi manusia ubur-ubur tak apalah!

Niat banget gak sih?

(PS tolong adegan mencelupkan demi ubur-ubur jangan ditiru)

Togean (Sumber: Wira Nurmansyah)

Walau gagal total berphoto cantik ala-ala renang bareng dengan ubur-ubur, dan menjadi manusia ubur-ubur di Togean tidak mematahkan semangatku untuk kembali ke Danau Mariona, Togean karena keindahannya. Dapat alamnya juga asik untuk melarikan diri dari penatnya hiruk pikuk Ibukota.

Satu lagi pelajaran yang aku petik dari Danau Ubur-ubur ialah untuk belajar berenang, yah siapa tahu nanti bisa berphoto lagi dengan Ubur-ubur. Supaya siluman ubur-ubur berubah jadi putri cantik jelita 😉

Alamat Danau Mariona

Kepulauan Togean

Tojo Una-Una 

Sulawesi Tengah

Salam

Winny

Iklan

Belajar Mengolah Sampah Plastik di Desa Katupat, Togean


“If you want to succeed in your life, remember this phrase: That past does not equal the future. Because you failed yesterday; or all day today; or a moment ago; or for the last six months; the last sixteen years; or the last fifty years of life, doesn’t mean anything… All that matters is: What are you going to do, right now?”

By Anthony Robbins

Hello World

Togean, 2017

Mataku tertuju kepada sebuah dompet ukuran sedang dengan tulisan “Togean” di depan ruang makan Fadhila Cottage. Ruang makan itu terbuat dari kayu dengan tatanan meja sederhana nan luas, didepannya hamparan laut dan pasir putih. Aku mendekat ke dompet tersebut dan ada yang janggal dari dompet itu, bukan karena warna genjreng merahnya namun kepada bahannya, bahannya bukan dari kain. Belum sempat aku mengamati lebih lanjut, seorang Bapak menghampiriku

Ini dompet dari hasil daur ulang sampah plastik, 
begitu kata si Bapak

Lalu aku mengamati poster disudut lain dari ruang tamu, ternyata sebuah organisasi nirlaba dari Perancis bernama Everto membantu masyarakat Togean untuk mengolah limbah plastik menjadi bahan yang berguna.

Kalau berniat, nanti saya bawakan ke Katupat untuk melihat langsung pengolahannya,
kata si Bapak memberi tawaran

Tentu saja aku sangat antusias dengan saran si Bapak karena aku sangat kagum dengan orang-orang yang bisa mengolah sampah menjadi bahan yang berguna apalagi bisa sampai dijual.

Bahkan aku IRI dengan orang-orang yang berperan dalam menjaga lingkungan meski itu dari hal kecil!

Togean (Sumber: Wira Nurmansyah)

Bak gayung bersambut, ternyata kesempatan melihat pengolahan sampah dapat terwujud disaat kunjungan terakhir kami di Kepulauan Togean. Setelah puas diving di Reff 1 Kepualau Togean, tak jauh dari California kami kembali ke Pulau Katupat.

Perahu kami pun bersandar di dermaga sederhana di Pulau Katupat. Turun dari perahu, seperti biasa karang terlihat jelas dari jembatan memanjakan mata kami. Menelusuri jembatan dari kayu, kami pun berjalan ke sebuah rumah. Meski udara panas namun kami tetap semangat untuk melihat aksi warga Togean menjaga lingkungan.

Pak Saiful tourguide kami langsung memanggil ibu-ibu lokal untuk memperlihatkan kepada kami bagaimana caranya mengolah limbah plastik menjadi barang yang berguna.

Dengan cekatan ibu-ibu tersebut memasukkan tali plastik ke dalam jarum lalu dijahit dengan teliti sesuai dengan produk yang diinginkan. Lamanya pekerjaanya pun tergantung besar kecilnya produk. Kalau tas ukuran kecil pengerjaannya bisa 1 minggu, untuk gantungan kunci bisa sehari. Harga untuk produknya pun bervariasi mulai dari harga Rp25,000 hingga ratusan ribu tergantung tingkat kesulitan dan waktu pengerjaan.

Tahun lalu kami menjadi juara 3 lomba pengolahan limbah Piala Presiden,
 begitu kata Pak Saiful
Kita memiliki komunitas dan memungut sampah
lalu di daur ulang menjadi produk berguna, lanjutnya

Aku yang senang melihat hasil karya ibu-ibu penduduk asli Pulau Katupat, Togean pun ikut membeli dompet kecil dengan harga Rp25.000 dan gantungan kunci berbentuk cabai Rp25.000. Temanku Vely memborong topi pantai dengan harga Rp50.000 sementara si Dan, Hello Mister langsung membeli dompet terbuat dari plastik kopi memborong 4 buah dompet Rp200.000.

Hasil Olahan Sampah di Pulau Katupat

Aku sungguh sangat beruntung karena dapat melihat langsung demo proses pembuatan daur ulang sampah. Dibawah organisasi Everto, masyarakat Togean diberdayakan untuk menjaga lingkungan, sehingga sampah dari plastik akan di ubah menjadi produk yang berguna seperti topi, dompet, mainan kunci hingga tas.

Bahkan bahannya dari sampah plastik!!

Masyarakat Kepualaun Togean mengambil sampah plastik yang ada kemudian dibersihkan lalu diayam menjadi produk berguna. Hasil dari produknya dipajang di berbagai Cottage sekitar Togean misalnya di Fadhila Cottege karena Pulau Katupat persisi di depan Fadhila Cottege.

Selain mendapat keahlian baru dalam mengolah sampah, masyarakat Kepulauan Togean dapat menambah penghasilan dari karya tersebut. Lumayan untuk mendapat penghasilan tambahan apalagi produk tersebut dijual untuk wisatawan, walau kebanyakan pengunjung Togean adalah wisatawan mancanegara seperti Perancis.

Mengolah Sampah Plastik (Sumber Photo: Wira Nurmansyah)

Tahukah kamu berapa lama penguraian dari berbagai sampah jika dibuang sembarangan di laut?

-Tissu toilet terurai 2-4 minggu

-Koran dan majalah terurai 6 minggu

-Sisa apel, dos karton, karton jus terurai 1-5 bulan

-Tali kaoas, foto-foto, bungkusan korek api terurai 3-14 bulan

-Tripleks, punting rokok, pakaian  terurai 1-3 tahun

-Kayu yang dicat terurai 13 tahun

-Kaleng kemasan gabus terurai 50 tahun

-Pelampung gabus terurai 80 tahun

-Alumanium, baterai terurai 200 tahun

-Popok, tas kresek, botol plastic terurai 400-450 tahun

-Jarring ikan, pukat, tali pancing nion terurai 600 tahun

-Botol kaca terurai tak dapat ditentukan

Melihat fakta betapa susah dan lamanya sampah terurai terus apa kita masih berani buang sampah sembarangan?

Hasil pengolahan sampah plastik (Sumber Photo Wira Nurmansyah)

Masyarakat terpencil di Kepaualaun Togean, Sulawesi Tengah saja bisa memanfaatkan sampah plastik dan turut berpartisipasi dalam mengolah sampah menjadi produk yang berguna, masa kita yang membuang sampah pada tempatnya saja tidak bisa.

Kan malu!!

Masa kalah sama ibu-ibu. 😉

Meski kunjungan ke Togean tanpa memiliki signal Hp namun berkunjung ke Togean merupakan pengalaman berharga bagiku. Di Togean, aku mendapat pembelajaran untuk lebih sadar akan lingkungan, dan lebih menjaga kelestriannya, karena kalau bukan kita yang menjaga lingkungan, siapa lagi?

Alamat Pulau Katupat

Balaesang Tj, Donggala

Kepulauan Togean

Sulawesi Tengah

Siapa yang sudah pernah mendaur ulang sampah?

Salam

Winny

9 Hal yang bisa dilakukan di Pekalongan dan Kabupaten Batang


“Impossible is not a fact… it’s an opinion. What’s impossible only remains so until someone finds a way to do what others are sure can’t be done.”

By Anthony Robbins

Hello World

Pekalongan, Mei 2017

Pekalongan dan Batang merupakan nama daerah di Jawa Tengah yang patut dikunjungi karena kedua tempat ini memiliki tempat menarik loh, mulai dari museum hingga alam. Bahkan aku tidak pernah menyangka kalau berkunjung ke Pekalongan dan Batang bisa menjelajah tempat baru serta yang paling penting “antimainstream“. Apalagi jarak Jakarta ke Pekalongan tak begitu jauh dan mudah untuk diakses, sehingga pas liburan tiba maka Pekalongan dan Batang bisa menjadi pilihan untuk dikunjungi.

Bagi yang ingin berkunjung kedua tempat di Jawa Tengah ini maka paling tidak ada 9 Hal yang bisa dilakukan di Pekalongan dan Kabupaten Batang (berdasarkan pengalaman jalan-jalan ke Pekalongan dan Batang)

1. Belajar Membatik di Komunitas Pembatik Rifaiyah, Kabupaten Batang

Belajar Membatik (Sumber Photo Wira Nurmansyah)

Untuk pertama kalinya dalam hidupku mencoba membatik dan itupun aku lakukan di Kabupaten Batang. Dengan membatik aku jadi belajar tentang “proses” dan mengambil hikmah bahwa kesabaran dan ketelitian dalam membatik sangat penting. Dengan belajar membatik maka sebenarnya kita ikut berpartisipasi dalam menjaga warisan leluluhur kita, apalagi dengan belajar membatik bisa menambah talenta kita sendiri.

Jadi sambil liburan sambil menambah ilmu!

Kan lumayan kalau misalnya kita pamer ke orang luar sambil berkata ” i can show you how to make Batik“.

Kalau ada yang nanya “what is Batik“, maka jangankan menjelaskan defenisi Batik, ngebatik aja bisa!

Kan jadi bangga tuh!

Iya ngak?

Jadi sesekali belajar membatik itu perlu untuk membuktikan rasa cinta terhadap Indonesia dari hal kecil dengan bangga akan peninggalan Indonesia berupa Batik! Kan ada kata pepatah “tak kenal maka tak sayang”, maka kenalilah Batik Indonesia 🙂

Baca juga pengalaman membatikku

2. Mendapat Informasi tentang Batik di Museum Batik Pekalongan

Museum Batik, Pekalongan

Kalau di Kabupaten Batang bisa belajar membatik dengan motif Batik Rifaiyah Batang, maka di Pekalongan bisa belajar membatik khas Pekalongan sekaligus menambah wawasan tentang Batik. Dengan mengunjungi Museum Batik Pekalongan maka dijamin menambah wawasan tentang Batik mulai dari proses pembuatan Batik, alat dan bahan sampai koleksi berbagai Batik dari berbagai daerah di Indonesia.

Aku sendiri mendapat pengalaman berharga dengan mnegunjungi Museum Batik Pekalongan  karena lebih tahu tentang Batik itu sendiri serta koleksi batiknya itu lucu-lucu dan warnanya juga menarik.

Mengunjungi Batik Museum Pekalongan ibarat kata jalan-jalan sambil belajar.

Kapan lagi mengisi waktu liburan yang bermanfaat?

Jadi gak ada salahnya ke Museum!

Lokasi Museum Batik Pekalongan

Jl. Jatayu No. 1, Kota Pekalongan
Jawa Tengah

Harga Tiket Museum Batik Pekalongan

Dewasa Rp5.000, Anak-anak Rp2.000,  Mancanegara Rp10.000

Jadwal Buka Museum Batik Pekalongan

Setiap hari jam 08:00 – 15:00 termasuk hari minggu dan besar

Tutup tahun baru, 17 Agustus, Lebaran Idul Fitri, Lebaran Idul Adha dan tahun baru islam

Baca juga perjalananku ke Museum Batik Pekalongan

3. Bermain Pantai di Pekalongan

Pekalongan

Pekalongan juga memiliki pilihan Pantai loh sehingga selain dapat Pegunungan, Curug maka bisa juga bermain di Pantai. Sayangnya waktu aku ke Pantai di Pekalongan hari sudah senja sehingga pupus harapan untuk melihat matahari terbenam. Bahkan ajakan dari seorang Bapak untuk melihat Lumba-lumba pun sirna karena keterbatasan waktu. Tapi semoga di lain kesempatan dapat menjelajah Pantai-pantai yang ada di Pekalongan.

Oh ya salah satu nama Pantai di Pekalongan adalah Pantai Pasir Kencana.

4. Kuliner di Pekalongan

Kuliner Pekalongan

Pekalongan dan Batang memiliki makanan khas tersendiri, sehingga kalau tidak mencoba kuliner khas daerah tersebut pas sudah di tempat rasanya ada yang hambar. Untuk makanan khas Pekalongan yang paling aku suka adalah tauto Pekalongan, semacam soto namun dengan rasa tauco. Kuahnya enak sehingga lahap pas makan! Selain itu bisa juga mencoba nasi Megono, kuliner khas Pekalongan.

Sudah pernah kuliner di Pekalongan?

5. Mencoba Teh Pagilaran di Kabupaten Batang

Berbagai jenis Teh Pagilaran, Batang

Pernah melihat proses langsung pembuatan teh di pabriknya? Kalau aku sih pernah 2x, sekali di Bogor dan kedua di Pagilaran,  Kabupaten Batang. Tidak hanya melihat proses pembuatan teh, di Pagilaran bisa juga Agrowisata mulai dari melihat kebuh teH sampai mencoba teh di Pagilaran. Teman-teman bisa juga menginap di area Agrowisata Pagilaran. Bagi yang ingin memanjakan mata dengan warna hijau-hijau maka ke Pagilaran menjadi salah satu daftar untuk dikunjungi di Batang.

Di Pagilaran aku belajar banyak tentang teh dari Pakarnya sambil icip-icip teh mana yang sesuai dengan selera setelah melihat proses produksi teh. Pelajaran dari berkunjung ke Pagilaran yang aku dapatkan adalah bagaimana mengetahui tingkat pewarna dalam teh khususnya teh yang sudah dikantong kecil. Caranya dengan menyiram teh dengan air dingin, kalau tehnya mengeluarkan warna maka pewarnanya itu banyak.  Lalu jika ingin memanaskan teh jangan pada suhu 100 derajat Celcius. Ilmu ini bisa dipraktekkan dalam memilih teh 🙂

Alamat Agrowisata PT. Pagilaran

Kantor Bagian Agrowisata Pagilaran

Kec. Baldo, Kabupaten Batang

Jawa Tengah

6. Mencoba Minuman Lawas Masa Kecil, Limun Oriental

Minuman Limun (Sumber Photo: Wira Nurmansyah)

Untuk yang belum tahu limun, minuman yang sempat hits di era 70-90’an maka tidak ada salahnya mengunjungi Pekalongan tepatnya di Pabrik limun Oriental Pekalongan, tak jauh dari Museum Batik Pekalongan.

Selain dapat ilmu proses membuat limun, maka bisa icip langsung limun di tempat dengan harga Rp3000 saja tanpa botol. Variasi minumannya juga banyak jadi bisa bereksperimen rasa apa yang dirimu suka.

Aku sendiri paling suka rasa Mocca, dan tenang,…..gulanya pakai gula alami kok sehingga tidak membuat haus.

Jam Buka Pabrik Limun Pekalongam

Sabtu-Kamis: Jam 09.00-16:00

Jumat tutup

Alamat Pabrik Limun Pekalongan

Jl. Rajawali Timur No. 10

Panjang Wetan

Pekalongan Jawa Tengah

Baca juga terkenang dengan minum djadoel

7. Menyatu dengan Alam di Petungkriyono

Curug Bajing

Bagi yang suka alam dan ingin memanjakan diri dengan Air terjun/Curug hingga Sungai maka kawasan Petungkriyono menjadi pilihan. Paling tidak dalam satu kawasan Petungkriyono banyak pilihan wisatanya antara lain Curug Bajing, Curug Muncar, Curug Lawe, Curug Sibedug, Curug Telu dan Kedung Pitu, Curug Jepang, kebun strawberry sampai river tubing di Sungai Welo. Tidak hanya itu jika beruntung bisa melihat langsung binatang langka, Oa Jawa di Petungkriyono.

Aku sendiri sangat suka mengunjungi Petongkriyono karena bak berada di Amazone, hutan belantara dengan pemandangan indahnya. Sepanjang perjalanan ke Petungkriyono membuatku adem bahkan sepanjang perjalanan dari Pekalongan mudah mendapatkan spot photo cakep mulai dari air terjun, sungai sampai persawahan.

Lokasi Curug Bajing

Dusun Kambangan Desa Tlogopakis,

Kecamatan Petungkriyono

Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah

Harga tiket masuk ke Curug Bajing

Hari biasa dan hari libur Rp4000

Hari Libur Nasional Rp6000

Baca juga perjalanan ke Curug Bajing

8. Spot Photo Selfie Terbaik dengan Hutan Pinus

Hutan Pinus Petungkriyono

Bagi yang suka photo khususnya kamu si “Instagram mania” maka kudu banget dijadwalin ke Pekalongan dan Batang karena salah satu tempat photogenic itu berada di Kembang langit. Di kembang langit ada hutan pinus serta sudah dibuat khusus tempat untuk photo-photo. Bahkan hutan pinus ada payung lucu-lucu. Sayangnya karena hujan kami tidak sempat photo dengan payung ala Hutan pinus.

Selain di kembang langit, di daerah Petungkriyono juga terdapat hutan pinus.

Siap-siap serasa Bella-Edward jika berada di hutan pinus.

Gak nyangka yah ada hutan pinus di Batang!

9. Belanja Batik Murah di Pasar Setono Pekalongan

Pasar Batik Setono Pekalongan

Pernah kalap belanja gak?

Aku kalap belanja di Pasar Batik Setono, Pekalongan. Bukan apa-apa pas berkunjung ke Setono, lihat batik berwarna-warna dengan harga yang bisa ditawar pula membuatku beli Batik banyak sekali.

Disini keluar aura kewanitaanku 100% karena “suka shopping” hihi 😀

Di Setono memiliki banyak jenis Batik, dan harganya murah-murah lagi, bahkan ada Batik yang harganya Rp20,000 saja, asalkan pintar menawar!

Murah kan? Gimana gak kalap coba?

Saking kalapnya akulah orang terakhir ditunggu pas pulang saking asiknya belanja dari satu toko ke toko lainnya di Setono, Pekalongan. Walau habis uang namun aku bahagia, bahagia memborong Batik 🙂

Alamat Pasar Batik Setono Pekalongan

Karangmalang

Pekalongan

Jawa Tengah

Ternyata Pekalongan dan Kabupaten memiliki tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi bukan?

Nah yang berminat ingin ke Pekalongan caranya mudah kok bisa melalui via bus, kereta maupun pesawat. Waktu keberangkatan kami melalui pesawat dan pulangnya melalui kereta.

Bagi yang ingin ke Pekalongan dengan pesawat bisa melalui Semarang dan tak usah khawatir karena cari tiket pesawat murah sekarang ini mudah kok.

Jangan lupa mengunjungi Pekalongan ya dan beli tiketmu sekarang dan berjalan-jalanlah 😉

Salam

Winny

Pengalaman Belajar Membatik di Batang


New friends may be poems but old friends are alphabets. Don’t forget the alphabets because you will need them to read the poems.

By William Shakespeare

Batik Batang

Hello World!

Batang, 2017

Tak pernah sedikitpun terlintas dalam pikiranku untuk mencoba yang namanya membatik hingga ada kesempatan belajar membatik di Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Tentu saja pelajaran membatik ini menjadi pengalaman pertamaku, dulu pernah melihat workshop membatik di Museum Mandiri Kota Tua tanpa mencoba ngebatik. Waktu itu lebih mengenal aneka Batik dari berbagai daerah. Siapa sangka aku mendapatkan kesempatan untuk membatik di Batang bersama teman-teman Blogger dan rombongan Dinas Pariwisata. Kami mengunjungi Komunitas Batik Rifaiyah di Kabupaten Batang yang tak jauh dari Pekalongan untuk belajar membatik secara langsung. Tentu saja tingkat keseruan membatik dengan tangan sendiri dapat memacu Hormon Dopamin.

Beruntung karena aku jadi lebih tahu bagaimana proses membatik!

Membatik di Kabupaten Batang

Tentang Batik Rifaiyah

Batik Rifaiyah merupakan Batik Pesisir memiliki kekhasan terutama dalam hal motif, dimana Batik Rifaiyah memiliki motif tumbuhan dan jarang menggunakan motif hewan maupun manusia. Sama halnya dengan kekhasan Batik di Indonesia, Batik Rifaiyah mengandung filospoi tersendiri serta pembatik Batang memegang teguh ajaran Islam karena memang mayoritas pembatik Batang adalah Muslim. Bahkan nama Batik Kabupaten Batang diambil dari nama Guru Besar Pondok Pesantren Batang, KH. Ahmad “Rifa’i”. Batik Rifaiyah yang merupakan gabungan Batik Klasik Solo dan Jogja memiliki 24 motif dasar yaitu , ila ili, gemblong sairis, dapel, nyah pratin,   pelo ati, kotak kitir, banji, sigar kupat, lancur, tambal, kawung ndog, kawung jenggot, dlorong, materos satrioromo gendong, jeruk no’i, keongan, krokotan, liris, klasem, kluwungan, jamblang, gendaghan dan wagean. Salah satu Batik Batang yang terkenal adalah Batik “Tiga Negeri yanga harganya paling murah sekitar 800ribua sampai 20 juta.

Sungguh harga yang cukup fantastis, namun melihat langsung lamanya membatik yang bisa mencapai 1 tahun dengan tingkat kerumitan seperti wajar saja. Belum lagi dalam pengerjaannya tergantung dari kegiatan si Pembatik. Kalau kata Bu Uting Batik Batang itu adalah “Batik Sambilan”, “sambil momong anak”, sambil masak”.

Membatik

Belajar Membatik di Kabupaten Batang

Kegiatan belajar membatik kami diajari oleh Ibu Uting. Ibu Uting ini adalah salah satu pembatik dari Komunitas Batik Rifaiyah, Kabupaten Batang. Beliau sudah belajar membatik dari orang tuanya sejak umur 10 tahun.

Sehingga kami belajar membatik dari sang ahli!!

Beliau sudah mendapat kabar tentang kedatangan kami jauh hari untuk kegiatan belajar membatik darinya. Kami disambut baik oleh Ibu Uting meskipun kami sempat tiba agak terlambat dari janji yang disepakati. Ibu Uting telah mempersiapkan alat-alat dan bahan membatik bagi kami hal ini terlihat jelas ketika si Ibu datang saat kami menunggu beliau. Tempat membatik kami di depan teras rumah Ibu Uting.

Membatik

Di depan teras rumah Ibu Uting sudah ada bangku kecil, kain yang sudah di pola dan yang belum diberi pola dengan pensil serta sudah ada kompor dan kuali kecil untuk memanaskan lilin (malam) dan canting.

Secara sederhana cara membatik ialah pertama mengambil lilin (malam) dengan menggunakan canting halus dari bambu yang sudah dipanaskan terlbeih dahulu diatas kompor lalu setalah panas lilin dimasukkan ke canting sambil ditiup kemudian lilin tersebut diukir pelan-pelan ke kain sesuai dengan motif yang ada. Menurut pendapat Bu Uting craa memanaskan lilin itu yang paling bagus adalah dengan bahan bakar minyak tanah. Sehingga terjawab sudah kenapa harga batik bisa mahal. Karena memanaskan lilin nya dengan minyak tanah. Nah lalu apa itu lilin (malam)? Itu adalah bahan untuk pembuatan batik.

Yudha sedang konsen membatik

Kesan pertamaku dalam membatik adalah “susah” karena aku bukan anak yang terlahir dengan bakat menggambar. Jadi pas membatik aku diberikan kain putih polos sehingga aku leluasa menggambar apa saja di kain tersebut namun yah mau gimana otakku dominan kiri sih. Sehingga gambar yang aku buat di kain katun putih itu ngasal. Padahal Ibu Unting sudah menyiapkan motif di kain putih tinggal mengikuti pola tersebut. Namun jangan salah, yang sudah ada motifnya saja tinggal mengikuti pola susahnya minta ampun apalagi yang tidak ada pola sama sekali, alhasil gambarku itu “berliku-liku” seperti percintaanku hihihhi 😀

Leoni dengan cermat membatik

Yang tak habis pikir adalah bagaimana Ibu Uting dengan piawai membatik, sungguh membuat iri.

Beliau tidak perlu mmebuat pola di kain itu dengan pensil, tangannya langsung piawai dalm menggambar dan hasilnya bagus. Memang bagi pembatik Batang motif itu sudah ada dipikiran mereka sementara karena kami masih proses belajar sehingga motifnya dicetak pensil dulu baru kami tinggal taruh lilin (malam). Namun jangan anggap remeh, karena beberapa kali meniup canting (alat untuk lilin) kadang malah kena ke tangan dan lumayan panas. Sebab lilin harus dipanaskan, terus kadang cantingnya meluber kemana-mana alhasil motif gambarku “ababil” alias “entah apa-apa” haha 😀

Aku, Wira dan Bu Yanti membatik (sok serius)
Bu kalau ada kontes calon menantu harus bisa membatik, 
saya gagal, begitu kataku ketika asik membatik.

Terus si Ibu berkata aku pasti bisa kalau tinggal di Batang minimal 6 bulan dan setiap hari membatik!

Jujur saja, tidak pernah terpikir olehku betapa membuat sebuah Batik itu membutuhkan kesabaran, keuletan, ketelitian yang cukup tinggi. Yah perjumpaan dengan Bu Uting mengingatkanku kembali akan pelajaran berharga dalam hidup terutama saat belajar membatik untuk “bersabar”.

Karena kesabaran adalah kunci utama dalam hidup 🙂

Ekspresi senang dalam membatik (Sumber photo: Wira Nurmansyah)

Ada yang lucu saat pengalaman membatik kami. Jadi karena hasil Bati Yudha yang kurang memuaskan, sehingga dia menyuruh Bu Uting memahat namanya di salah satu karya Bu Uting.  Temanku Yudha, sampai niat banget pencitraan dengan memakai hasil batik Bu Uting tapi seolah-olah miliknya karena punyanya gagal total. Kelakuannya ini sungguh membuat senyum kami merekah.

Dari belajar membatik dengan Bu Uting membuka mataku bahwa sebenarnya Indonesia mewariskan budaya yang sangat luhur yaitu “Batik” karena dengan membatik belajar yang namanya ketekunan dan kesabaran.

Hal yang sudah jarang dalam hidup!

Kami yang ngikutin pola saja kewalahan bahkan lilinnya sering jatuh eh si Ibu Uting malah santai dan hasilnya keren. Tak habis pikir bagiku keuletan dari para pembatik Bayang. Bayangkan saja para pembatik Batang ini membatik itu tergantung kesibukan masing-masing dan belajarnya pun otodidak namun hasilnya bagus sekali.

Menariknya bagi pembatik Rifaiyah, membatik tidak hanya sekedar memenuhi kebutuhan sandang pangan saja tapi juga sudah berkembang menjadi mata pencaharian. Permintaan konsumennya bahkan sampai ke Luar Negeri, wajar “homemade” itu memang special.

Dan terakhir, please jangan diketawin hasil karya membatikku dengan penuh cinta!

Hasil Karya Batik Winny

Pelajaran yang saya petik dengan belajar membatik di Komunitas Batik Batang Rifaiyah selain proses membati, saya belajar tentang menahan emosi dan teliti.

Nah kalau ingin belajar manajemen emosi maka silahkan membatik dan datangi Kabupaten Batang di Jawa Tengah dan ukur sendiri tingkat kesabaranmu!

Ada yang sudah pernah belajar membatik?

Salam

Winny

Mengenang Masa kecil di Pabrik Limun Oriental


Love is an irresistible desire to be irresistibly desired.

Robert Frost

Hello World

Pekalongan, Mei 2017

Siang begitu terik di Kota Pekalongan kala kami meninggalkan Museum Batik. Dari Museum Batik kami beranjak menuju Pabrik minuman bersoda, tak jauh sekitar 50 km kearah Lapas Pekalongan. Sesampai di Lapas Pekalongan, di depannya terdapat sebuah rumah dengan gaya Vintage ala Tionghoa-Belanda. Di depan pagarnya terdapat Logo Nyonya berwarna biru sedang menggenggam minuman dengan latar belakang kuning dengan tulisan “Oriental”.

Tak lama-lama buatku untuk memasuki rumah tersebut. Di depan pintu rumah lagi-lagi ada tulisan “Oriental Cap Nyonya”.

Yah kami memasuki sebuah rumah yang sekaligus pabrik pembuatan limun

Iya Limun!!

Hayooo siapa yang tahu Limun?

Limun merupakan minuman dengan soda ringan. Bedanya dengan minuman soda zaman sekarang yang sering kita minum adalah di gulanya. Untuk Limun Oriental menggunakan gula asli sehingga manisnya pas dan tidak membuat haus.

Nah pas di Pekalongan ternyata ada sebuah pabrik yang masih menjual Limun. Alhasil pas masuk dan lihat segelas minuman celoteh pertamaku adalah “WOW LIMUN”.

Kalau yang tahu Limun dipastikan kamu adalah anak generasi 80’ 90’ karena memang ingat Limun, ingat masa kecil dimana masih polos-polosnya. Bahkan dulu waktu kecil suka banget beli Limun, bisa tuh minum 3x sehari. Ujung-ujungnya uang jajan habis buat minum doang. Alasannya klise, belinya karena warnanya warna warni dan rasanya juga enak.

Buatku mencoba limun di usia sekarang ibarat kata mengenang MASA Indah pas masih BOCAH hihi 😀

Kapan lagi mendapat kesempatan untuk icip minuman kesukaan masa kecil. Aku sendiri tidak menyangka kalau Pekalongan masih memiliki pabrik limun.

Aku malah tahunya Pabrik Limun Cap Badak, nah loh ketahuan kan Bataknya hihi 🙂

Lain Sumatera, lain Jawa, kalau di Siantar ada Cap Badak maka di Pekalongan ada Cap Oriental.

Jadi mengunjungi pabrik LIMUN di Pekalongan menjadi pengalaman tersendiri!

Nyicip Limun (Sumber Photo Wira Nurmansyah)

Pabrik limun Pekalongan sudah ada sejak 1910 dengan merk dagang Oriental Cap Nyonya.  Tidak hanya memproduksi limun, pabrik Oriental pernah juga memproduksi rokok Cap Della hingga tahun 70-an serta kopi dan teh cap Kapal.  Sayangnya untuk area pemasaran masih terbatas.

Yang menarik dari mengunjugi Pabrik Limun di Pekalongan adalah kesempatan untuk melihat langsung proses pembuatan limun serta melihat sejarah tentang limun Oriental di Pekalongan. Tidak hanya itu, aku sempat melihat logo Oriental dari waktu ke waktu di dinding rumah yang sekaligus Pabrik limun di Pekalongan. Logo ini menjadi bukti perubahan yang ada di Limun Oriental. Walau permintaan Limun tidak seperti era 80′ 90′ an namun aku terpana saja masih ada limun sejak sekarang. Bukannya apa-apa, tahu sendiri sekarang ini susahnya mencari Limun apalagi di supermarket ternama jarang yang menjual produk Indonesia padahal rasanya tidak kalah dengan produk luar, khususnya berbicara tentang limun ya!

Logo Oriental dari waktu ke waktu

Menariknya Limun Oriental ini sudah ada jauh sebelum Indonesia Merdeka artinya minuman ini sudah lebih dari seabad. Keunikan dari pembuatan Limun Pekalongan dari prosesnya yang masih mempertahankan cara dan resep dari leluhur Njoo Giok Lien dari tahun 1923.

Di dalam pabrik kami juga melihat langsung proses pembuatan limun mulai dari pembersihan gelas hingga gelas ditutup dengan tutup botol. Prosesnya memang sederhana namun seru mengamati langsung proses pembuatan Limun.

Jalan-jalan sambil dapat ilmu proses produksi limun!

Satu lagi yang menarik dari Pabrik ini adalah tingkat loyalitas dari karyawan, waktu itu aku sempat berbicara dengan seorang kakek yang sudah bekerja di Pabrik ini lebih dari 30 tahun! Hebat kan?

Salutnya!!

Selesai melihat proses pembuatan Limun maka kami pun  kembali  ke sebuah ruangan untuk mencoba minum Limun.

Limun Oriental

Di ruang yang memiliki perabot vintage mulai dari kursi, telepon tua, mesin tik hingga timbangan tua itulah kami icip-icip berbagai variasi dari Limun Oriental. Jangan tanya rasa apa yang kami coba, hampir semua rasa kami icip, namanya juga penjelajah rasa 🙂

Yah minuman yang dibuat dari racikan asam citrun dan kabondioksida ini memang memiliki rasa variatif mulai dari rasa nanas, moka, jeruk, sirsak, framboze, leci, anggur, dan air soda.

Namun kami hanya mencoba 5 rasa limun dan rasa yang paling aku suka adalah Rasa Mocca. Rsa mocca dengan warna cokelat gelap!

Walau tanpa es namun rasanya enak!

Manisnya pun pas!

Untuk harganya juga masih ramah di kantong. Harga satu botol minuman beserta botolnya Rp7000 saja namun jika ingin minum di tempat cukup membayar Rp3000 saja. Tidak hanya limun, di kedai sekaligus rumah dan pabrik Limun juga menjual kacang. Tapi itu serunya minum limun, bahkan saking senangnya dengan Limun rasa Mocca, Mbak Kristin membelikanku satu botol Oriental untuk dibawa pulang.

Iya dibawa pulang, niat benar kan aku bawa botol minuman dari Pekalongan sampai ke Ciwandan. Habis untuk mendapatkan minuman Oriental ini susah, jarang ditemukan, alhasil pas nemu bawa satu ke rumah.

Terus bahagia sekali, kapan lagi mengenang masa kecil?

Bisa dikatakan mengunjungi Pabrik Limun Oriental seperti mendapatkan durian runtuh, dapat jalan-jalannya dapat juga informasinya.

Nah buat teman-teman yang lagi butuh piknik dan ingin mengenang masa kecil maka tidak ada salahnya mengunjungi Pabrik Limun Oriental di Pekalongan.

Mencoba minum Limun sambil bersantai!

Karena kenangan manis itu tak lekang oleh waktu 🙂

 

Jam Buka Pabrik Limun Pekalongam

Sabtu-Kamis: Jam 09.00-16:00

Jumat tutup

Alamat Pabrik Limun Pekalongan

Jl. Rajawali Timur No. 10

Panjang Wetan

Pekalongan Jawa Tengah

Hayoo kapan terakhir kali kamu minum Limun?

Ada yang tidak tahu Limun?

Salam

Winny

 

Mencintai Batik di Museum Batik Pekalongan


Pekalongan Batik Museum has an important role in obtaining UNESCO’s certificate for Indonesia Batik as World intangible cultural heritage, as well as the collection of Pekalongan being one of the UNESCO Creative Cities network for craft and folk art. Pekalongan Batik Museum was inaugurated on july 12, 2006 by 6th President of Indonesia, Susilo Bambang Yudhono. This museum also has received Unesco certificate as an institution that conserving Batik culture through various training programs, especially for the students

By Museum Batik Pekalongan

Hello World!

Pekalongan, 2017

Tak lengkap rasanya jika ke Pekalongan tanpa mengunjungi Museum Batik karena Kota Pekalongan sangat identik dengan Batik, bahkan keberadaaan Batik Indonesia sudah terkenal diseluruh dunia. Sehingga ketika mendapat kesempatan mengunjungi Museum Batik merupakan suatu kehormatan bagiku. Kapan lagi coba bisa melihat kolksi Batik Indonesia jadi pas ke Pekalongan wajib hukumnya untuk mengunjungi Museum Batik.

Museum Batik Pekalongan cukup menarik untuk dikunjungi karena dari segi bangunan merupakan peninggalan Zaman Belanda sehingga dipastikan merupakan gedung tua yang dulunya sebagai Kantor keuangan pabrik gula. Museum Batik juga menyediakan informasi kepada pengunjung untuk menambah wawasan tentang Batik  dari berbagai daerah di Indonesia. Tidak hanya itu, akses ke Museum Batik pun cukuplah mudah karena berada persis disamping sebuah Masjid sehingga bagi yang pecinta wisata Heritage, Museum Batik harus masuk daftar kunjungan terus siap-siap napak tilas tentang warisan Indonesia, “batik”.

Aku sendiri merupakan salah satu orang yang suka dengan heritage jadi pas diajak jalan-jalan ke Museum aku sangat senang sekali apalagi melihat langsung pembuatan Batik, merupakan kesempatan langka bagiku. Yah aku merasa beruntung dapat mengunjungi Museum Batik di Pekalongan bersama teman-teman Blogger dan Dinas Pariwisata.

Museum Batik Pekalongan

Apa yang bisa dilakukan di Museum Batik Pekalongan ?

Di Museum Batik Pekalongan terdapat koleksi kain batik tradisional hingga kontemporer dari berbagai daerah Indonesia, bisa belajar membatik terus hasil batiknya bisa dibawa pulang. Selain itu Museum Batik Pekalongan bisa menjadi pusat penelitian mengenai batik.

Di Museum Batik ini aku banyak sekali belajar tentang Batik dan membuatku semakin jatuh cinta dengan Batik, kebanggaan Indonesia. Bahkan saking bangganya aku dengan Batik, setiap kali ngasih hadiah ke teman-temanku khusunya teman-teman yang berada di luar Negeri pasti aku kasih Batik.

Winny, why do you always give Batik as a gift to everyone?,
itulah pertanyaan Thimo kepadaku

Because Batik is identity of Indonesia, begitu jawabku
Hasil Batik Pengunjung di Museum Batik Pekalongan

Tentang Museum Batik Pekalongan

Museum Batik di Pekalongan sudah berdiri sejak tahun 1906 dan seiring waktu fungsinya berubah beberapa kali mulai dari Balai Kota hingga komplek perkantoran dan berakhir menjadi Museum Batik tahun 2006.

Saat aku dan rombongan mengunjungi Museum Batik kami diajak ke Ruang Pamer 1 yang beisi peralatan pembuatan Batik dan koleksi Batik.Pembuatan Batik itu sendiri menurutku ribet dan perlu kesabaran tingkat tinggi. Bahkan setelah belajar membatik di Batang sehari sebelum ke Museum Batik membuatku sadar betapa proses membuat Batik itu cukup menyita waktu. Sehingga semakin ribet motif dan makin banyak warnanya maka makin lamalah prosesnya. Jadi pas ke Museum Batik Pekalongan membuatku bangga menjadi orang Indonesia karena orang dulu mewariskan Batik, Mahakarya yang cukup menguji kesabaran.

Jadi yang ingin tahu seberapa dalam tingkat kesabarannya, maka membatiklah! 😉

Di Rung pamer 1 aku mengatahui kalau bahan batik pun beraneka ragam, dan begitu juga peralatan pembuatan Batik. Alat-alat pembuatan Batik seperti canting  dengan berbagai ukuran dan fungsi seperti canting kecil untuk motif kecil dan canting besar untuk motif besar serta tinta yang digunakan dalam pembuatan Batik disebut malam dan pewarna Batik mulai dari pewarna alami hingga kimia. Di Ruang Pamer 1 berisi koleksi Batik dari berbagai daerah dan motifnya lucu-lucu.

Puas dari Ruang pamer 1 kami pun masuk ke dalam ruang yang berisi koleksi Batik dari berbagai Nusantara mulai dari Batik Tasikmalaya, Cirebon, Banten, Garut, Solo, Yogyakarta hingga Baik Papuda dan Kalimantan. Coraknya dan warnanya juga kece sehingga lebih mengenal variasi dari Batik. Setelah itu kami pun ke Ruang yang berisi koleksi Batik Pekalongan mulai dari tahun 1900 hingga sekarang. Disinilah aku mengetahui sejarah Batik Pekalongan.

Membatik di Museum Batik Pekalongan

Pada dasarnya Batik Pekalongan terdiri dari 2 jenis yaitu Batik tradional (tahun 1900-1980an) dan Batik Modern (1990an-sekarang). Perbedaan antara Batik tradisonal Pekalongan dengan modern terdapat pada motif Batik itu sendiri. Kalau batik tradisonal itu khasnya pada ornament utama dan pengisi motif utama, misalnya motif utamanya berupa tumbuhan sedangakan untuk batik modern motifnya sudah bercampur dari berbagai motif dan tidak tumbuhan tok.

Oh ya satu hal yang mencuri perhatianku ketika melihat photo orang Belanda zaman dulu dengan Batik.

Menurutku itu klasik karena orang Belanda aja pakai Batik.

Bahan membatik

Selain bisa melihat koleksi Batik di Museum Pekalongan, bisa juga menonton film sejarah Batik di Ruang audio Visual dan jika ingin tahu gimana proses pembuatan Batik maka bisa belajar membuat Batik di Ruang Worksop.

Untuk membuat batikpun ada dua jenisnya yaitu Batik Cap di ruang workshop pertama dan ruang kedua untuk batik tulis. Proses pembuatan Batik Cap lebih singkat daripada batik tulis, kalau batik tulis menggunakan tangan sampai akhir dalam pengerjaannya serta motifnya rumit. Batik cap dalam mengisi ornament utama tidak harus detil dan menggunakan canting cap. Canting sendiri adalah alat untuk menaruh lilin (malam) pada kain putih.

Sayangnya karena keterbatasan waktu kami tidak sempat membuat batik lagi di Museum Batik Pekalongan. Namun lumayan sih senang karena sudah pernah belajar ngebatik. Terus hikmah dari perjalanan ke Museum Pekalongan adalah bagaimana melatih kesabaran. Karena dalam proses pembuatan Batik itu waktunya lama bahkan ada yang sampai 1 tahun pengerjaan. Bayangkan dong 1 tahun, benar-benar belajar kesabaran. Patut bangga dengan ketekunan orang Indonesia!

Batik di Museum Batik Pekalongan

Kalau sudah pernah membatik dijamin bakalan jatuh cinta dan lebih menyayangi Batik karena untuk membuat Batik itu butuh serangkaian proses mulai dari membuat motif pada kain kemudian melekatkan lilin (malam) sesuai motif dengan canting hingga menghilangkan lilin dalam kain. Aku sendiri yang masih proses melekatkan lilin dari wadah penampung zat yang dipanaskan dengan kompor kecil atau disebut klerekan harus hati-hati sekali sehingga pas melihta Batik makin rumit polanya maka membuatku makin sayang.

Kadang memang dalam hidup baru menyadari sesuatu berharga jika sudah mengalami prosesnya, ternyata proses itu adalah pembelajaran. Pembalajaran untuk menghargai hasil kerja orang lain!

Sehingga mulai dari sekarang kita harus lebih mencintai Batik Indonesia!

Museum Batik Pekalongan

Harga Tiket Museum Batik Pekalongan

Dewasa Rp5.000

Anak-anak Rp2.000

 Mancanegara Rp10.000

Jadwal Buka Museum Batik Pekalongan

Setiap hari jam 08:00 – 15:00 termasuk hari minggu dan besar

Tutup tahun baru, 17 Agustus, Lebaran Idul Fitri, Lebaran Idul Adha dan tahun baru islam

Museum Batik Pekalongan

Fasilitas Museum Batik Pekalongan

Tiga ruang pamer, ruang audio visual, pelatihan batik, perpustakaan, ruang data, ruang simpan dan konservasi, aula, kedai, internet gratis, tempat penitipan, area parker, toilet.

Museum Batik Pekalongan

Lokasi Museum Batik Pekalongan

Jl. Jatayu No. 1

Kota Pekalongan
Jawa Tengah

Jadi bagi yang ingin mendapatkan informasi mengenai sejarah Batik khususnya Batik Pekalongan berupa tulis maupun cap serta proses pembuatannya maka mengunjungi Museum Batik Pekalongan itu wajib hukumnya.

Koleksi Batik Museum Pekalongan
Koleksi Batik Pekalongan

Sudah pernah ke Museum Batik?

Yuk ke museum Batik Pekalongan dan kenali Batik Indonesia lebih dalam!

Salam

Winny

Indahnya Curug Bajing di Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan


If you’re not making mistakes, you’re not experimenting. You’re not trying new approaches. You’re not going anywhere. They key thing is to make sure that you learn from the mistakes.

By Unknown

Hello World!

Pekalongan, 2017

Apa yang ada di benakmu ketika mendengar Pekalongan?

Pasti Batik bukan?

Memang Pakalongan itu identuk banget dengan Batik. Padahal Pekalongan itu tidak melulu Batik loh! Bahkan Pekalongan memiliki banyak potensi wisata alam yang masih banyak belum di ketahui oleh orang wisatawan. Pekalongan yang masuk ke dalam UNESCO Creative Network memiliki banyak tujuan wisata yang masih alami yang tak boleh untuk dilewati.  Salah satu wisata yang patut dikunjungi di Pekalongan adalah kawasan Petungkriyono di Kabupaten Pekalongan.

Curug Bajing Pekalongan

Pertama kali mengunjungi kawasan  Petungkriyono sempat membuatku tak percaya ada tempat indah dan segar di Pekalongan, karena wisata yang alam Petungkriyono begitu alami, hijau dan memanjakan mata.

Siapa sangka kalau Pekalongan yang identik dengan Batik memiliki keindahan alam yang ciamik!!

Beruntungnya aku bisa menjelajah dan mengunjungi wisata alami Pekalongan bersama Bu DR. Marlinda, S.E., M.Si, teman-teman Blogger termasuk Wira Nurmansyah, Leoni dan artis Instagram Yudha beserta teman media, Kak Kristin dan Kementrian Pariwisata. Bahkan dalam kunjungan ke Pekalongan kami disambut baik oleh Bapak Bupati Pekalonga, H Asip Kholbini, S.H., M.Si dan Dinas Pariwisata Pekalongan.

Kunjungan kami adalah menelusuri daerah kawasan Petungkriyono di Kabupaten Pekalongan.

Terus apa yang menarik dari kawasan Petungkriyono di Kabupaten Pekalongan?

Kawasan Petungkriyono di Kabupaten Pekalongan merupakan kawasan hutan tempat Oa Jawa berada salah satu hewan langka sekaligus dilindungi. Tidak hanya itu kawasan Petungkriyono memiliki banyak sekali air terjun/Curug yang bisa di kunjungi sehingga sangat cocok bagi pecinta Curug atau sekedar bersantai baik sendiri maupun dengan keluarga. Tempatnya juga bersih serta Curugnya masih alami.

Dalam satu kawasan Petungkriyono memiliki beberapa pilihan wisata terdiri dari Curug Bajing, Curug Muncar, Curug Lawe, Curug Sibedug, Curug Telu dan Kedung Pitu, Curug Jepang, kebun strawberry sampai river tubing di Sungai Welo dan masih banyak lagi pilihan wisata menarik di Petung Kriyono.

Sayangnya karena keterbatasan waktu kami hanya bisa mengunjungi Sibedug dan Curug Bajing. Padahal kami ingin juga ke Curug Muncar dan Jurug Lawe namun memang harus diagendakan untuk kembali lagi ke Pekalongan.

Curug Bajing Petungkriyono

Perjalanan kami dimulai dari Semarang menuju ke Petungkriyono. Perjalaan yang cukup memakan waktu, paling tidak kami yang sampai di Bandara jam 7 pagi sampai di Pekalongan baru jam 10 pagi kemudian dilanjutkan perjalanan ke Petungkriyono. Petungkriyono ini merupakan daerah Pegunungan dengan ketinggian antara 600-2100 meter dari atas permukaan laut sehingga tidak heran disebut sebagai Negeri diatas Awan.

Negeri diatas awan karena berada di ketinggian, bahkan kawasan Petungkriyono sebagian wilayahnya merupakan dataran tinggi Pegunungan Serayu Selatan dan disebelah Selatannya merupakan Kawasan Dataran Tinggi Dieng. Tak heran jika dalam perjalanan kami melewati pemandangan hutan yang rupawan.

Hutan Pinus Pekalongan

Dalam perjalanan secara rombongan, ternyata rombongan Bapak dari Dinas Pekalongan beruntung dapat melihat Oa Jawa pas menuju ke Curug Bajing sementara kami tidak melihat si hewan langka ini karena memang kami fokus kepada pemandangan hutan sepanjang jalan. Kami sudah terlalu asik dengan pemandangan sungai, sawah, dan sebagainya dari kaca mobil kami sehingga lihat persawahan, hutan saja sudah membuat kami puas.

Sudah lama aku tidak bermain dengan alam, karena melihat keindahan alam sungguh membuat hati tentram. Aku menyadari memang bermain ke alam dapat mengobati rasa galau dan gundah gelana sehingga bagi orang-orang  khususnya yang mudah stress, lelah di kantor, jemu dengan rutinitas serta bosan akan sesuatu maka dianjurkan untuk sering-sering ke alam. Karena selain obatnya murah juga dapat menambah kecintaan terhadap Indonesia. Belum lagi biayanya cukup murah.

Bagi yang ke Jakarta yang ingin liburan pas Sabtu-minggu bisa tuh ke Pekalongan karena mudah diakses dari Jakarta dijamin pikiran akan fresh karena memang masih banyak potensi wisata Pekalongan yang dapat dijelajah serta tempat kece bagi pecinta foto.

Curug Sibedug

Kenapa aku begitu suka Curug Bajing karena perjalanannya itu menarik. Untuk menuju ke Curug Bajing mobil yang membawa kami harus melewati jalanan kecil dan menanjak yang sisi kanan-kirinya jurang dan jika berpapasan dengan mobil lain maka harus berhenti sebentar sehingga mesti hati-hati dalam berkendara.

Namun pemandangan hutannya sangat memukau loh!

Bahkan berkat pemandangan apik hutan membuat kami agak lupa rasanya di dalam mobil yang melewati jalanan agak rusak ke Petungkriyono. Sepanjang jalan aku, Leoni dan Yudha menikmati pemandangan sekitar kami mulai dari persawahan, hutan pinus sampai Sungai bersih.

Belum sampai ke tujuan wisata Curug Bajing, Kabupaten Pekalongan kami berhenti di Curug Sibedug, di Kayupuring. Keunikan dari Curug Sibedug pada lokasinya, terletak ditepi jalan sehingga terlihat jelas ketika melewati mobil.

Pak berhenti, kata kami kompak kepada Pak Supir

Padahal tujuan kami belum sampai tapi sudah singgah saja di Curug yang bernama Sibedug. Akhirnya karena cantiknya Curug Sibedug, kamipun singgah sebentar di Curug Sibedug lalu melanjutkan perjalanan kami ke Curug Bajing.

Curug Sibedug

Sesampai di Curug Bajing, mobil kami pun parkir. Lama perjalanan kami hampir sejam sehingga sampai di warung dekat Curug Bajing kami langsung makan siang dengan lauk berupa nasi Merah, Ikan bawal, sambal terasi, tumis teri tauco, tempe, kerupuk dan mendoan serta jahe hangat. Di warung ini pula kami disuguhkan Kopi khas pekalongan dengan aksi si abang yang membuat kopi.

Bang Kopi pake susu, begitu celotehku

Dengan cekatan si Babang membuat kopi susu sambil minum di warung yang mirip Gazebo itu, sambil mengisi perut yang sudah lapar demi persiapan ke Curug Bajing yang berada di belakang warung.

Jalan-jalan ke Pekalongan itu refreshing banget!!

Setelah kenyang barulah kami berjalan menuju ke Curug Bajing. Akses ke Curug Bajing tidak begitu sulit dari warung karena jalannya sudah bagus yang susah hanyalah menuju ke Curug Bajingnya. Jaraknya pun tak jauh hanya berkisar 300 meter saja,  trekkingnya hanya 15-25 menit saja sehingga mudah menuju ke Curug Bajing.

Tidak hanya itu Curug Bajing memiliki tempat spot bagi si tukang selfie karena ada Pohon Selfie sampai spot foto berbentuk hati. Namun saya lebih suka spot photo kayu biasa dengan latar belakang air terjun Bajing karena lebih alami. Yang menarik lagi dari Curug Bajing terdapat tempat sampah, hingga toilet dan Musholla serta cukup mudah untuk mandapatkan makanan dan kawasannya masih bersih.

Curug Bajing sendiri cukup tinggi karena awalnya aku mengira kecil ternyata  lumaya. Curugnya juga cakep karena masih alami dengan tebing serta pohon. Nama Curug sendiri diambil dari nama Bukit dibelakangnya “Bajing”.

Aku membayangkan mandi di Curug Bajing pastilah segar karena sisa kiri kanannya masih hutan, dan udaranya pun bersih sekali. Tapi sudahlah itu hanya angan-anganku saja!

Sayangnya pas kami berjalan mendekati ke Curug Bajing hujan turun deras sehingga belum sampai di Curug Bajing kami harus kembali, baru juga di jembatan, maklum takut air. Akhirnya malah mengambil langkah seribu kembali ke warung!

Curug Bajing

Lokasi Curug Bajing

Dusun Kambangan Desa Tlogopakis,

Kecamatan Petungkriyono

Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah

Harga tiket masuk ke Curug Bajing

Hari biasa dan hari libur Rp4000

Hari Libur Nasional Rp6000

Cara Akses ke Curug Bajing

Untuk transportasi umum bisa turun di Terminal Desa Doro lalu naik doplak namanya Anggun Paris dengan harga Rp100.000 (paketan termasuk tiket masuk dan makan siang), bagi yang wisata rombongan sebaiknya menyewa mobil dan bisa sharing cost.

Ada yang sudah ke Curug Bajing, kawasan PetungKriyono Kabupaten Pekalongan?

Yang ngaku pecinta Curug belum sah kalau belum ke Pekalongan!

Yuk ke Pekalongan 😉

Salam

Winny

 

Jatuh Cinta dengan Kepulauan Togean di Sulawesi Tengah


Love does not hurt, loving the wrong person does

Unknown

Togean (Sumber: Wira)

Hello World!

Sulawesi Tengah, 2017

What are you doing in Kosovo, Winny

Are you crazy? There is no to see here

Look at Indonesia, paradise!

Itulah pendapat seorang teman di Kosovo bernama Visari ketika aku jalan-jalan di Kosovo beberapa waktu lalu. Dari pendapatnya tentang Indonesia aku penasaran apa sebenarnya yang dia lihat di Indonesia sehingga sampai setengah matinya jatuh cinta kepada Indonesia. Ternyata si kawan ini melihat video dari Pesona Indonesia tentang Raja Ampat. Meski aku belum pernah ke Raja Ampat dipastikan aku mengamini keindahan Bahari dari Raja Ampat. Apalagi aku yang pernah tinggal di Kupang selama 10 bulan membuat standar lautku itu “tinggi”. Dan tentunya keindahan laut Indonesia tiada duanya, dan tak perlu jauh-jauh ke Luar Negeri demi melihat Pantai dengan pasir putih atau terumbu karang yang terlihat jelas dari atas kapal karena saking jernihnya. Sama halnya dengan pengalamanku jalan-jalan ke Togean yang membuatku kembali jatuh cinta kepada Lautan.

Seberapa sering kamu jatuh cinta?

Kalau aku sih susah jatuh cinta tapi entah mengapa setiap kali mengunjungi tempat yang susah itu cintanya makin menjadi-jadi apalagi pas ke Togean, perjuangannya berat sama kayak cinta.

Togean

Memang ada apa dengan Togean?

Togean merupakan Taman Nasional yang termasuk ke dalam wilayah Kabupaten Tojo Una-una, terletak di Teluk Tomini, Sulawesi Tengah. Kepulauan Togean merupakan gugusan Pulau yang terbagi menjadi beberapa Pulau Besar seperti Pulau Batudaka, Togian/Togean, Una-Una dan Talatakoh, Waleakodi dan Waleabahi. Memiliki 65 Pulau besar dan kecil dengan 2 area ekosistem berupa lautan seluas 292.000  hektar dan datarannya 70.000  hektar dan luas sekitar 3.600 km persegi. Panorama Togean sangat eksotis serta memiliki daya tarik karena jauh dari hiruk pikuk kehidupan. Kepulauan Togean sangat terpencil namun justru disitu daya tariknya.

Togean

Keistimewaan Pulau Togean

Togean sangat cocok untuk melakukan aktivitas Bahari seperti snorkeling, diving, bermain pantai, main ubur-ubur yang tidak menyengat, serta masih jarang wisawatan kalaupun ada kebanyakan adalah wisatawan Mancanegara dan beberapa turis lokal. Keistimewaannya terletak pada bawah lautnya dengan terumbu karang menawan tempat ratusan spesies ikan.

Serta yang paling menakjubkan adalah tidak ada sinyal HP!!

Good bye social media dan selamat menikmati Pulau dengan keindahannya.

Tidak hanya itu untuk sampai ke Togean perlu “niat yang besar” atau kata kerennya “determination” karena memang lumayan menyita waktu namun sesampai disana dijamin puas dan terbayar. Karena memang hasil tidak akan membohongi usaha!!!

Perjalanan ke Togean dimulai dari Jakarta bersama beberapa teman Blogger seperti Wira Nurmansyah, Bobby si virus travelling, Vely, Dan si Hello Mister dan Ridho. Kami berkesempatan mengunjungi Togean dengan Pak Harris, Pak Pri, Pak Yanto dan kawan-kawan. Dengan pesawat Garuda kami terbang ke Palu, Sulawesi Tengah dengan transit di Makassar dan lama perjalanan dari Jakarta-Palu kurang lebih 3-4 jam.

Togean (Sumber: Wira)

Kami sempat bermalam di Mercure Palu dan mencoba kuliner tradisional khas Kota Palu berupa KALEDO singkatan dari Kaki Lembu Donggala. Kemudian keesokan harinya dilanjutkan naik pesawat dari Palu ke Ampana selama 1 jam. Di Ampana kapal cepat telah menunggu untuk menuju Togean. Biasanya kalau dengan kapal biasa akan membutuhkan waktu 5-6 jam perjalanan dari Ampana namun karena dengan kapal cepat maka perjalanan kami hanya 2 jam saja.

Di Ampana pemandangannya tak kalah epic, lautan luas dengan pepohonan kelapa serta bebatuan karang, dari sinilah perjalanan kami ke Togean dimulai.

Naik kapal cepat yang memuat 13-15 orang dimana sesekali kami dipermainkan riak laut, serta ayunan kapal ketika beradu dengan ombak membuat kami serasa melayang bak bermain roller coaster. Sama kayak cinta, memabukkan!!!

Tidak hanya itu pemandangan laut yang biru, Pulau-pulau yang kami lalui sepanjang perjalanan serta warna laut yang biru sebiru langit.

Ahh sudah lama aku merindukan laut!

Setelah 2 jam di laut barulah kami sampai disebuah resort bernama Fadila Cottage didepan Pulau Ketupat. Keluar dari Kapal kami disambut dengan hamparan pasir putih dari kejauhan, karang yang terlihat jelas dari atas kapal kami serta sebuah jembatan kayu menuju ke penginapan.

Tidak butuh waktu lama untuk jatuh cinta kepada Togean karena seketika kaki menginjakkan jembatan, langsung suka dengan Togean apalagi kalau bukan pemandangan di depan mata sudah memanjakan, cinta pada pandangan pertama.

Sulawesi Tengah

Titik Terumbu Karang Bagi Pecinta Alam Bawah Laut

Togean memilik banyak titik terumbu karang bagi pecinta diving atau snorkling terutama di area California Reff, Reff 4, 5 & 6 (dekat pulau Malenge), depan Pulau Pangempa, depan Pulau Taipi kecil, depan Pelabuhan Pulau Papan dan depan Pantai Karina di Pulau Rebang.

Penginapan di Kepulauan Togean

Banyak sekali penginapan di Kepulauan Togean mulai dari Wisma hingga Cottage dengan harga variatif mulai dari Rp200.000 hingga Rp500.000/hari dan tentu harga sebanding dengan yang didapatkan. Jika ingin lebih murah bisa menginap di rumah penduduk.

Beberapa tempat menginap di Kepulauan Togean antara lain: Fadhilla Cottage dekat Pulau Ketupat, Pondok Lestari kadidiri dekat Pulau Kadidiri, Kadidiri Paradise Resort di Pulau Kadidiri, Sunset beach    dekat Pulau Wakai, Black Marlin Dive Resort di Pulau Kadidiri, Losmen togean wisata di Pulau Kadidiri, Poya lisa dekat Pulau Bombana, Penginapan Bolilangga dekat Pulau Katupat, Penginapan Taipi dekat pulau kadidiri, Lestari Cottage di Pulau Malenge.

Togean

Cara akses ke Togean

Tidak satu cara ke Togean karena akses transportasi bisa melalui berbagai rute.

Pilihan rute ke Togean

Rute pertama, Jakarta-Palu-Ampana-Togean

Rute Kedua, Jakarta-Gorontalo-Wakai-Kadidiri

Rute Ketiga, Jakarta – Luwuk – Ampana – Togean

Kami sendiri mencoba rute pertama dan tidak usah khawatir karena dari Jakarta banyak maskapai penerbangan ke Bandara Mutiara di Palu mulai dari Lion Air, Sriwijaya Air, hingga Garuda Indonesia dengan durasi kurang lebih 4 jam. Jika ingin hemat bisa naik ferry dari Gorontalo. Namun perhatikan jadwal keberangkatan kapal menuju Togean.

Togean

Apa yang membuatu jatuh cinta dengan Togean?

Jatuh cinta dengan pasirnya yang putih, airnya yang bening, karangnya yang menawan, bertemu dengan teman baru dan mengenal Blogger kece-kece, mengasingkan diri tanpa signal dan merasakan hidup terpencil serta jauh dari suasana Ibu Kota. Bertemu dengan anak-anak Pulau yang polos dan sambutan ramah dari mereka hingg tangan kami digenggam dan melihat langsung  bagaimana penduduk Desa Katupat memanfaatkan limbah plastik menjadi produk berguna serta bermanja dengan alam. Main air laut meski tidak bisa berenang, menyelupkan diri ke Danau yang penuh Ubur-ubur serta yang paling penting merasakan ketenangan.

Disini aku  berdamai dengan hati!

Tak heran banyak turis Eropa jauh-jauh datang ke Togean karena benar-benar tentram.

Gimana tidak jatuh cinta coba?

Togean (Sumber: Bobby)

Oh ya buat contekan siapa tahu ada yang mau ke Togean, itinerary Togean (Sumber: Pak Harris)

Hari 1 Jakarta-Palu

06:30-07:00 Meeting point Jakarta

07:00-09:40 check in an boarding process naik Garuda

09:40-15:15 Jakarta-Palu

15:15-16:00 Baggage claim

16:00-17:00 drive to hotel check in hotel transit di Mercure Palu

17:00-19:00 free time

19:00-20:30 dinner makan kuliner khas Palu

Togean

Day 2 Palu-Ampana

06:00-08:00 breakfast hotel

08:00-09:00 check out,  drive to airport

09:00-11:30 check in boarding

11:35-12:30 Palu-Ampana by Wings

12:30-16:00 Ampana-togean dan makan nasi box

16:00-19:00 acara bebas, check in hotel

19:00-20:00 dinner

20:00-21:00 acara bebas

Togean (Sumber: Bobby)

Hari 3

06:00-07:00 breakfast

07:30-12:00 explore Togean

12:00-14:00 istirahat dan makan siang

15:00-19:00 explore Togean

19:00-20:00 back to guest house

20:00-21:00 makan malam

21:00-22:00 istirahat

Pulau Togean

Hari 4

07:30-12:00 explore togean

12:00-14:00 istirahat siang

15:00-18:00 explore Togean

18:00-19:00 istirahat

Togean

Hari 5

06:00-07:00 makan pagi

07:00-08:30 persiapan

09:00-14:00 Persiapan ke Kadidiri

14:00-15:00 Guesthouse di Kadidiri

15:00-18:00 Spot Kadidiri

18:00-19:00 santai di Kadidiri

19:00-20:30 kembali ke penginapan

21:00 istirahat

Hari 6

06:00-07:00 Morning call breakfast

08:00-11:00 Persiapan Kadidiri ke Ampana

12:50-13:40 Ampana-Palu

16:00-19:25 Palu-Makassar-Jakarta

Aku jatuh cinta kepada untaian permata Indah Kepulaun Togean di Teluk Tomini!

Kamu bagaimana?

Ada yang galau dengan Cinta? Ke Togean aja!!! 😉

Salam

Winny

Panduan Mengurus Visa UK sendiri melalui VFS Jakarta


The most difficult thing is the decision to act, the rest is merely tenacity. The fears are paper tigers. You can do anything you decide to do. You can act to change and control your life; and the procedure, the process is its own reward

By Amelia Earhart

Hello World!

Jakarta, Februari 2017

Awalnya aku ragu-ragu untuk memutuskan pengurusan sendiri Visa Inggris tanpa Agen atau tour travel karena diriku sendiri masih bimbang akankah ke Inggris atau tidak setelah Visa Schengen dan Visa Irlandia di tangan. Masalahnya dalam pengurusan Visa Inggris itu membutuhkan waktu yang lumayan membuat jantung Deg-deg syur karena dari beberapa penelusuran dan pengalaman beberapa Blogger yang sudah pernah mendapatkan Visa Inggris itu memakan waktu yang lumayan lama bahkan dari situs resmi UK Visas & Immigration, mengatakan

“Proses Standar Pembuatan Visa Inggris V90 persen dari permohonan visa tidak bermukim (non-settlement) dalam waktu 3 minggu, 98% dalam waktu 6 minggu, dan 100% dalam waktu 12 minggu dari tanggal pengajuan permohonan sedangkan 95 persen dari permohonan visa bermukim (settlement) dalam waktu 12 minggu, dan 100% dalam waktu 24 minggu dari tanggal pengajuan permohonan. Dan defenisi satu minggu sebagai 5 hari kerja.”

Alamakjang, waku ke Eropa tinggal hitungan dua minggu namun dari pengalaman teman-teman prosesnya bisa sampai 2 minggu hari kerja. Saking khawatirnya aku sampai konsultasi dengan Yuki Blogger kece dari kampung awak yang kebetulan saat itu baru selesai mengurus Visa Inggris juga. Karena waktu terbatas aku hendak mengajukan Visa Prioritas maka siap-siap habis 5 juta namun kalau tidak prioritas waktu telah habis dan sayang kalau tidak ke Inggris mumpung sudah di Eropa. Ternyata pembuatan Visa Inggris bisa membuatku galau tingkat Dewa walau ujung-ujungnya aku memutuskan untuk mengurus Visa Inggris juga karena mumpung lagi di Eropa jadi sekalian saja.

Kapan lagi ke Inggris coba?

Setelah mengubek situs Kedutaan Inggris, ternyata lamanya waktu pengurusan  Visa Inggris tergantung kepada jenis Visanya, karena tujuanku ke Inggris untuk wisata walau dalam hati niatnya siapa tahu ketemu Pangeran William sehingga lama proses Visa Inggrisnya adalah sebagai berikut

Visits Visas

General Visit (6 months or less)

Most applications are processed within 10 days.

Number of days to process application 5 days 10 days 15 days 30 days 60 days
% of applications decided 26% 96% 99% 99% 100%

Note: actual processing times may vary depending on a range of factors.

Waktu proses juga tergantung jenis visanya dan bisa di chek disini

Jenis Visa UK

1. Tujuan untuk turis termasuk mengunjungi teman dan keluarga -> Tujuan wisataku ke Inggris

2. Bekerja, baik akademik maupun bisnis

3. Belajar

4. Transit

5. Ikut keluarga untuk tinggal di UK

6. Menikah

7. Mengunjungi anak di sekolah UK

8. Untuk berobat

9. Undangan resmi diplomatik/kenegaraaan

Karena tujuan ke Inggris untuk liburan sehingga aku memilih No.1

Prosedur pengurusan Visa Inggris (UK)

Secara garis besar prosedur pembuatan Visa Inggris (UK) terdiri dari 4 yaitu

  1. Mengisi form dalam Bahasa Inggris
  2.  Membayar Visa secara online  visa fee
  3.  Mencetak hasil form dan membawa berkas persyaratan Visa
  4. Membuat jadwal janji di visa application centre

Untuk informasi lengkap mengenai prosedur pengajuan Visa Inggris bisa dibaca di disini’

Persiapan Dokumen Visa Inggris (UK)

Sebelum memulai mengajukan proses pembuatan Visa Inggris maka perlu mempersiapkan beberapa berkas/dokumen pendukung.

Persyaratan tersebut meliputi:

1. Passport

Passport minimal masa berlakunya 8 bulan terakhir dan apabila yang sudah ganti passport tentu memiliki passport lama maka isi dari passport lama dan baru di copy dan dibawa saat pengajuan Visa Inggris melalui VFS. Bagi passportnya yang hendak habis masa berlakunya, sebaiknya perpanjang passport dulu baru ajukan pengajuan Visa.

2. Surat Keterangan Bekerja

Bagi yang sudah bekerja maka wajib menyertakan surat keterangan bekerja yang menyatakan bahwa memang memiliki pekerjaan dan akan balik ke Indonesia untuk bekerja setelah jalan-jalan selesai, apabila mahasiswa maka surat sponsor dan orang tua tentang pembiayaan selama di Inggris dan apabila memiliki usaha sendiri maka surat keterangan usaha. Dan berkasnya harus dalam Bahasa Inggris.

3. Surat referensi Bank

Surat referensi dari Bank harus dalam Bahasa Inggris dan diurus langsung ke Bank.  Nah ini bikin momok banget karena aku menyimpan uang dalam jumlah besar itu hanya di BNI harga surat referensi saja Rp250,000 itupun lamanya 3 hari kerja dan karena sesuatu hal harus balik ke BNI 46 di Sudirman, jadi bolak balik ngurusnya. Disini aku mendapat pengalaman kalau menyimpan uang jangan di satu bank karena dari pengalaman si Ariev dalam mengurus surat referensi Bank, setidaknya jadi tahu bahwa biaya referensi Bank itu tergantung Banknya misalnya di BCA kena biaya Rp50,000, Bank Mandiri biayanya Rp100, 000 dan BRI biayanya Rp150,000.

4. Fotocopy Bukti Keuangan 3 bulan terakhir

Bukti keuangan bisa berupa rekening koran atau slip gaji. Langsung minta ke Bank masing-masing.

5. Fotokopi KTP, KK, Akta Kelahiran

Fotokopi KTP, KK, Akta Kelahiran harus dalam bahasa Inggris. Nah kalau mau ke Inggris mau tak mau, suka tak suka harus menterjemahkan KTP, KK, Akta Kelahiran ke dalam bahasa Inggris dan harus oleh penerjemah bersumpah atau Sworn Translator. Waktu itu aku mengurusnya di Worldnet Translation Service  dengan biaya Rp100.000/lembar x 3 (untuk KTP, KK dan Akta kelahiran) = Rp300.000. Bagi yang sudah menikah  maka Akta Nikah juga harus diterjemahkan dalam bahasa Inggris.

6. Asuransi Perjalanan

Asuransi perjalanan, karena kebetulan dalam pengurusan Visa Schengen dan Visa Irlandia memerlukan asuransi maka asuransi yang sama aku gunakan dalam pengurusan Visa Inggris.  Asuransi yang aku gunakan untuk perjalanan sebulan dan mengcover hingga €30,000. Untuk biaya asuransi sebulan di Eropa  hampir Rp600, 000.

7. Bukti Booking Penginapan selama di Inggris
Untuk penginapan harus melampirkan bukti penginapan selama di Inggris, waktu itu aku membooking tiket yang bisa di batalkan jika Visa ditolak melalui salah satu website penginapan.

8. Pas foto berwarna terbaru ukuran 3,5cm x 4,5cm

Dua (2) lembar pas foto berwarna terbaru ukuran 3,5cm x 4,5cm dengan latar belakang putih. Waktu pengajuan aku melampirkan photo namun akhirnya dikembalikan karena photo di Visa saat diambil pas di VFS-nya.

9. Prinan tiket

Untuk tiket aku melampirkan satu satu dari Francis karena memang perginya dari Francis dan tidak melampirkan dari Inggris namun Visa Irlandia ku sudah ada sehingga dalam itinerary aku membuat rute Francis-Inggris-Irlandia.

Setelah semua persyaratan dokumen lengkap barulah memulai tahapan pengurusan Visa

1. Mengisi form dalam Bahasa Inggris

Untuk pengajuan Visa UK untuk semua jenis Visa termasuk belajar, bekerja dapat diakses melalui Create an account untuk yang baru mulai dan Sign in bagi yang sudah punya account Visa UK.

Pembuatan Visa Inggris

Kemudian ikutin langkah-langkah sesuai di website tersebut jika ingin mendaftar diri sendiri maka Apply For Myself namun jika mengajukan untuk orang lain maka Apply For Someone Else.

Kemudian bisa mengisi kolom ‘Applicant Details’ berisi informasi nama, email, nomor telepon, nomor passport dan sebagainya sesuai yang ada di website tersebut.

Pembuatan Visa Inggris

Aplikasi bisa di edit kapanpun jadi perlu mengingat password dan user nama untuk Aplikasi Visa4UK.

2.Membuat jadwal janji

Untuk jadwal janji pembuatan Visa Inggris maka bisa melalui visa application centre, karena saya lebih dekat ke Jakarta maka saya memilih VFS Jakarta.

Tempat pengajuan Visa

1. Visa Application Centre (VFS) Jakarta

Alamat: Mall Kuningan City, 2nd Floor, Jl. Prof. Dr. Satrio Kav. 18 – Setiabudi, Kuningan, Jakarta

Submit berkas dari Senin sampai Jumat jam 07:00-14:00

Pengambilan Visa untuk individual : Senin sampai Jumat jam 15:00-17:00
Untuk agensi Senin sampai Jumat, Jam 12:00-15:00

2. Visa Application Centre (VFS)– Bali (User Pay)

Alamat: Benoa Square, 3rd Floor No. 7-9.3/A, Jalan Bypass I Gusti  Ngurah Rai No 21A, Kedonganan, Kuta, Bali

Submit berkas dari Senin sampai Jumat, Jam 08:00 – 15:00
Pengambilan Visa : Senin sampai Jumat,  Jam 08:00 – 16:00

3. Visa Application Centre (VFS) – Surabaya (User Pay)

Alamat: 15th Floor, R.1506, Graha Pena, Jl. Ahmad Yani No.88, Surabaya, Jawa Timur

Submit berkas dengan membuat temu janji Jam: 08:00 – 12:00 and 12:30 – 15:30

3. Membayar Visa secara online  visa fee

‘rel=’nofollow’
BIAYA PEMBUATAN VISA

General visitors Visa application fee (GBP)
Short-term (up to 6 months, single or multiple entry) 78
Longer-term (valid for up to 2 years) 270
Longer-term (valid for up to 5 years) 496
Longer-term (valid for up to 10 years) 716

Yang paling sedih buatku adalah pembayaran karena melalui jalur prioritas artinya dalam 3 hari kerja Visa bisa keluar namun prioritas juga bukan menjamin bahwa Visa Inggris akan diterima. Syarat diterimanya Visa Inggris mutlak dari keputusan Pihak Kedutaan Inggris dan sepanjang berkas/dokumen lengkap dan jelas tujuannya ke Inggris dipastikan Visa Inggris diterima kok.

Perlu diperhatikan juga bahwa proses pembayaran dilakukan setelah aplikasi, pernyataan, janji temu selesai. Biaya Visa Inggris sebenarnya $136 untuk Visa kunjungan selama 6 bulan dan statusnya multiple-entry dengan menggunakan kartu Kredit baik MasterCard maupun bisa lalu jika pembayaran sudah maka konfirmasi pembayaran akan dikirim ke email. Untuk biaya service prioritas Rp2,550,000

4. Mencetak hasil form dan membawa berkas persyaratan Visa

Setelah semua berkas lengkap dan sesuai dengan jadwal temu janji maka datanglah 10 menit sebelumnya. Saat temu janji seorang petugas akan memeriksa kelengkapan berkas kemudian memberikan nomor antrian untuk menyerahkan dokumen kepada Petugas Kedutaan kemudian antri lagi untuk Informasi biometrik berupa pengambilan sidik jari dan pasphoto. Makanya harus cantik-cantik pas di Kedutaan karena waktu itu aku buluk alhasil photo Visapun jadi kucel. Setelah antrian maka dikasih bukti pengambilan passport.

Setelah mendapatkan Bukti Pembayaran maka kapan selesainya passport akan diinformasikan melalui email. Tentu saja Visa Inggris ku selesai dalam waktu 3 hari saja, aku submit hari senin, hari kamisnya sudah selesai. Kemudian bisa diwakilkan pengambilan Visa Inggrisnya melalui teman/sodara dengan melampirkan bukti pengambilan Visa, fotocopy KTP ku dan teman sebagai Kuasa serta surat Kuasa. Pengambilannya untuk individu jam 3 sore sampai jam 5 sore kemudian untuk Agensi jam 12 sampai jam 3 sore.

Akhirnya VISA INGGRIS menjadi Visa termahal yang pernah aku submit, dan ALHAMDULILLAH Visa diterima meski ada dua VISA IRAN di passport.

Salam

Winny