Fashion Carnaval ala Belitong


In the end, it’s not the years in your life that count. It’s the life in your years.

Abraham Lincoln

Belitong Festival
Belitong Festival

Hello World

Belitong, Oktober 2015

Sudah lama sekali aku ingin melihat jember fashion carnival yang merupakan wisata menarik Jember tapi apa daya keinginan untuk ke Jember belum dapat direalisasikan eeh siapa sangka aku mendapat hoki untuk melihat acara fashion carnal ala Belitong. Waktu itu kami berada di Manggar, kota 1001 Kopi yang katanya setahun sekali ada carnival fashion. Kami berlimapun berhenti untuk melihat acara yang menurutku menarik karena paradenya dengan baju yang unik-unik mulai dari kupu-kupu, bunga, bahkan jadi tumbuh-tumbuhan. Peserta Fashion  Carnaval ala Belitong lumayan beragam mulai dari anak SMA bahkan transgender juga ikutan meriahkan acara tersebut. Agak lucu sih melihat kehebohan masyarakat lokal dan berbaur menjadi orang lokal di Fashion  Carnaval ala Belitong, paling tidak final wisata Belitung yang tidak terduga terjadi. Aku bahkan baru tahu ada Fashion  Carnaval ala Belitong tanpa sengaja jadi walau belum sempat ke Jember, paling tidak sudah melihat acara yang serupa walau tak sama!

Btw di daerah lain selain Jember ada acara tahunan Fashion  Carnaval gak sih?

 

Salam

Winny

 

Iklan

One day Tour Belitung dari Pulau Lengkuas hingga ke Tanjung Kelayang


When friendships are real, they are not glass threads, or frost work, but the solidest things we know. A friend is the first person who come in when the whole world has gone out.

Anonymous

belitong
Belitong

Hello World

Belitong, 11 Oktober 2015

Hari kedua di Belitung dan hendak menjelajah wisata Bahari Belitung Barat yang tekenal yaitu Pulau Lengkuas lengkap dengan Mercusuarnya. Untuk menjelajah Pulau lengkuas dan pulau sekitarnya harus menyewa perahu dan harga sewa perahu seharian Rp450.000 dan bisa muat 10-15 orang dalam perahu. Mirip kayak one day tour Kepulauan Seribu Onrust, Cipir dan Kelor lah. Nah dari penginapan kami yang backpacker banget dengan harga kamar ekonomi Rp100.000 (kasur seadanya, fan, kamar mandi luar yang mirip kos-kosan ekonomi daripada hotel) yang alamat surya hotel belitung Jl. Depati Endek 808, Tanjungpandan, Belitung kami menyewa motor seharag Rp60.000 seharian diluar bensin. Kalau yang bingung menginap dimana di Belitong maka kalau dari segi penginapan murah di Tanjungpandan maka Hotel Surya cocok dengan backpacker serta letaknya strategis di dekat pasar / Gang Kimting yang menjadi kawasan Pecinan di Tanjungpandan. Dari luar seperti ruko biasa dan berada di lantai 2 cuma sekali lagi tempatnya jelek cuma mikiran cuma tidur doang yah gak papalah. Dari penginapan maka kami naik motor ke Pantai Kelayang dengan menggunakan GPS dengan jarak kira-kira 20-26 km kalau tidak salah.

Di Desa Terong kami berhenti untuk makan pagi di warung Bu Sam, makan sup Belitong seharga Rp20.000 dan enaknya maknyoss banget. Aku suka sekali makanan Belitong, enak nya sampai keingat terus dah 😀

Karena kami hendak mengelilingi Pulau seharian maka kami membeli bekal buat makan siang seharga Rp12,000 karena di Pulau memang ada penjual makanan cuma harganya pasti mahal. Kalau yang tidak mau repot, di Pulau lengkuas ada penjual makanan kok cuma harganya yah sesuai harga pulau lah!

Di Pantai Kelayang, teman Dendi sudah menunggu kami lengkap dengan perahu jadi kami ada 9 orang dalam perahu untuk menjelajah Pulau-pulau andalan Belitung Barat.

Batu berlayar island, where on middle of it, some huge granite ricks neatly arranged stands on white sand surrounded by clear sea water. This island is very reachable by boats, only ten minutes from Tanjung Kelayang beach. When high tide, all the surface of the island will be drowned and the rocks in sight will look like the sailing rocks. But when the low tide, the visitors may drop on and walk on it while taking photos with the huge rocks background, snorkeling and diving to observe the coral reef and various kinds fish nearby (Belitong tourism)

Pulau pertama yang kami singgahi ialah Pulau Batu Berlayar. Di Pulau Batu berlayar, batunya besar sekali. Cuma aku tidak suka dengan wisatawan bodoh yang beraksi di Pulau Batu Berlayar. Kenapa aku bilang bodoh? Karena demi narsis mereka mengambil bintang laut demi objek photo mereka. Hal ini tentu saja membuat bintang laut mati. Semoga teman yang hendak ingin bernarsis ria dengan bintang laut lebih memperhatikan kehidupan bintang laut. Bukannya apa saya dulu pernah jadi wisatawan bodoh juga sewaktu tahun 2011 ke Bali, aku dan Surya mengambil bintang laut bawa pulang lagi karena kami kira bukan hewan terus ditengah jalan bau karena mati sejak itu aku sangat menyesal berbuat bodoh. Waktu di Belitung maka aku jadi mengingat kebodohanku terus aku katakan pada teman segrup untuk tidak mengambil bintang laut karena bisa mati. Awalnya mereka mendengar pas aku pergi eeh mereka malah berphoto dan mengambil bintang laut lagi.

Ironisnya lagi pas melihat tingkah laku wisawatan asing yang demi narsis naik ke bebatuan sambil happy memegang bintang laut di kedua tangannya. Ampun dah!

wisatawan bodoh
wisatawan bodoh

Dari Pulau Batu berlayar kami ke Pantai Lengkuas yang sebenarnya pemandangannya sangat amazing jika dari Mercusuar. Apalagi batu granitnya yang besar dengan warna laut toska ditambah pasir putih menambah keindagan Pulau lengkuas. Sayangnya pas kami kesana tidak bisa masuk ke dalam Mercusuar sehingga pemandangan indah dari atas luput sudah. Belum cuaca kabut dari kebakaran Palangkaraya membuat Pulau Lengkuas yang notabenenya indah menjadi biasa saja.

Lengkuas island is the name of an island, on this island the light house still stands up straight. That was built in Dutch colonial government in 1882. Up to the present time the light house has been working as the guidance for the ship through Tanjung Binga and the surrounding, To give well impression to the visitors, the officer in charge always persuade to get on the tower from the peak of the tower is approximately 70 meters. Tourist are able to see the amazing panaroma around and visitor will certainly have different and unforgettable experience. It will be more attractive on the opposite of lengkuas island around 05 miles that you can observe is indomarine ship which was sunk in 1990. (Belitong Tourism)

Dari Pantai Lengkuas, teman-temankus empat snorkeling di Belakang Pulau lengkuas. Aku tidak ikut snorkeling karena memang kurang suka. Aku lebih suka diving walau tidak bisa berenang. Uniknya di Pulau Lengkuas, snorkelingnya banyak sekali ikannya dan jernih airnya. Lumayan menyenangkan juga melihat ratusan ikan merebut ikan di laut.

Selesai snorkeling di Pulau lengkuas, kami ke Pulau Kepayang. Pulau Kepayang lebih cocok dengan penyuka penyu karena ada penangkaran penyu dengan harga Rp5000 untuk tiket masuknya. Tapi kami tidak mencoba masuk malahan lebih bersantai saja. Aku sendiri memisah dari grup dan makan kelapa Rp18000 gara-gara lihat kelapa di Pulau lengkuas yang membuatku ingin minum kelapa di Pulau. Walau harganya agak mahal tapi saking pengennya yasudahlah makan saja and then feel likes a boss 😀

Kepayang islands one grouo islands that is located in Tanjung Binga village. It can be reached by fisherman boats approximately 15 minutes from Tanjung Kelayang Beach. Apart from being as turtle conservation and rehabilitation program and new coral reef plantation. This place has provided some facilities such as cottages, restaurant which the structures adapted with the environment around. The atmosphere of the island surrounded by huge granite stones and the hedge of coconut trees and other fauna make it more romantic.

Pulau terakhir yang kami kunjungin ialah Pulau Kelayang yang terkenal dengan bentuk batunya yang mirip dengan Garuda. Untuk Pulau Kelayang tidak berpenghuni hanya ada satu cottege kosong serta pulaunya kecil tidak seperti Pulau Kepayang alias Pulau Babi maupun Pulau Lengkuas yang banyak penjual makanan. Tapi untuk Pulau Kelayang air lautnya biru dengan batuan uniknya yang katanya mirip Garuda.

Seharian kami menjelajah Pulau-Pulau kecil Belitong, cuma kami hanya singgah ke 4 Pulau saja yaitu Pulau Batu Berlayar, Pulau Lengkuas, Pulau Kepayang dan Pulau Kelayang. Jadi buat pemula ingin menjelajah Belitung maka jika ingin ke Pantai-pantainya harus menyewa perahu khusunya pulau-pulau kecil yang dekat dengan Pantai Kelayang maupun Pantai Tanjung Tinggi, tempat shootingnya film laskar Pelangi.

Tanjung Kelayang
Tanjung Kelayang

Pulangnya kami jam 4 sore dan betapa kagetnya aku melihat kura-kura besar mati di tepi pantai karena terkena jaring nelayan. Yah kadang perjalanan tak seindah yang dibayangkan pasti ada sisi lain diperjalanan tersebut.

Belitong, 11 Oktober 2015

Penginapan di Surya hotel Rp150.000/3 orang

Sewa Motor + bensin Rp120.000/3 orang

Bensin + snack Rp77.000/3 orang

Makan sup daging di Mak Sam Desa Terong Rp 20.000

Bekal makan siang Rp12.000

Makan kelapa di Pulau Kepayang Rp18.000

Kapal sewa seharian explore Pulau Rp450.000/9 orang, jadinya Rp45.000

Tujuan wisata trip hari kedua di Belitong: Pulau Lengkuas, Pulau Kelayang, Pulau Kepayang

Salam

Winny

Danau Kaolin Oase Di Belitung

Danau Kaolin

Kaolin is derived from the mineral Kaolinite which comes from the Earth’s crust. It is an aluminum silicate represented as Al2O3•2SiO2•2H2O. Kaolin is a platy white clay that is chemically inert, nonabrasive and possesses a number of characteristics that make it desirable for use in a range of industries, including paper and paperboard, paints and coatings, plastics, wire and cable and in concrete among many others.

(Basf)

Danau Kaolin Belitong
Danau Kaolin Belitong

Hello World

Belitong, 10 Oktober 2015

Hari pertama di Belitong saat pesawat Nam Air yang ternyata Sriwijaya air menukik memperlihatkan bekas tampang dari atas berwarna biru tosca dengan lubang-lubang yang banyak sekali. Danau Kaolin tidak jauh dari Bandar Udara Sultan Hanandjoedin, Tanjung Pandan Belitung.

Danau Kaolin yang menarik!

Sesampai di Bandara Sultan Hanandjoedin, Tanjung Pandan Belitung kamipun bingung hendak naik apa ke Kota Tanjung Pandan tapi yang pasti lubang-lubang bekas tambang diisi dengan air terus memancarkan cahaya biru dari atas membuatku penasaran.

Bandara Tanjung Pandan
Bandara Tanjung Pandan

Sambil duduk bengong bagaimana cara ke Kota Tanjung Pandan tiba-tiba ada bapak yang menawarkan taxi dengan Rp100.000 dibagi tiga. Kami kira satu taxi Rp50.000 ternyata susahnya di Belitung itu kendaraan umum ke Kotanya. Akhirnya kami menelpon street taxi yang punya argo eeh sampai di Surya Hotel tempat penginapan backpacker di Belitung saran dari Citra kena Rp90.0000 juga. Sama aja kan ya?

Sesampai di Kota Tanjung Pandan ternyata kotanya kecil maka kami langsung menyewa motor untuk kembali ke Danau Kaolin dengan biru toscanya. Untuk jarak Kota Tanjung Pandan ke Bandara kurang lebih 18 km maka kami kembali kea rah Bandara. Sebenarnya aku sudah pernah baca tentang Danau Kaolin yang menurutku mirip dnegan Ciwidey atau Tinggi Raja Medan dan pas kesanya memang benar mirip sih. Bedanya kalau di Ciwidey Bandung dan Tinggi Raja Medan dari Sulfhur maka di Belitung dari Kaolin.

Untuk akses ke Danau Kaolin emang harus dengan kendaraan sewaan buat wisatawan soalnya tidak ada angkutan umum. Lokasi Danau Kaolin di Desa Air Raya Tanjung Pandan, Belitung. Danau itu terletak di tepi Jalan Murai jadi kelihatan jelas di tepi jalan. Kami menggunakan GPS sih kesanya dengan motor.

Kalau dipikir-pikir ya sebenarnya cukup ironis karena Danau Kaolin seindah itu sebenarnya hasil tambang yang dibiarkan yang seharusnya di reklamasi. Dulu menjadi tempat pencarian masyarakat Belitung berupa Kaolin dan timah. Kini dibiarkan begitu saja menjadi daya tarik wisata. Jadi Kaolin bisa menjadi salah satu sisi Belitung selain batuan granit besar dan pantai pasir putih Negeri Laskar pelangi.

Danau Kaolin
Danau Kaolin

Sayangnya pas sampai di Danau Kaolin tidak boleh masuk ke area karena masih terjadi kegiatan penambangan serta excavator hilir mudik sehingga kami hanya duduk dari tempat point. Hanya 30 menit saja kami berada di depan Danau Kaolin dan tentu saja tidak dipungut biaya masuk ke Danau Kaolin, gratis soalnya bukan tempat wisata, hanya objek wisata Belitung dadakan. Tapi anehnya lumayan banyak juga pengunjungnya. Setelah itu kami memutuskan untuk menjelajah lagi ke tempat Danau Kaolin di Global Positioning System. Jaraknya jauh sekali melewati Bandara dan sunyi. Sunyi karena tidak ada orang yang melewati jalan kami dan tujuan kami ke tempat anti mainstream. Kira-kira 21 km perjalanan terus melewati hutan kiri kanan, dan jalanannya pun mulus. Hal yang aku salut dari Belitung ialah kondisi jalan rayanya mulus banget. Nah kami sampai di tempat tujuan Kaolin lain yang banyak tapi danaunya kecil-kecil tidak ada orang maksudnya tidak ada turis kesini kecuali kami saja. Padahal cuaca di Belitung lumayan panas minta ampun tapi kami dengan semangat 45 menjelajah Danau Kaolin yang lain hingga kami mengahbiskan waktu hingga jam 4 sore barulah kami beranjak dari sekumpulan Kaolin kecil.

Nah pulangnya kami melewati Bandara da nada tupai mati tertabrak di jalanan. Duh kasihan banget dah tuh nasib hewan terus kami kembalikanlah ke tepi jalan. Satu hari pertama di Belitung kami fokuskan untuk menjelajah Danau Kaolin Belitung.

 

Salam

Winny

Pengalaman Backpacker ke Belitung

Belitung

For those who think traveling with a friend is the only way to travel, you’ll be in for a series of unpleasant surprises. Traveling requires constant decision making all day long, and traveling with a friend requires constant consensus all day long. Everything from sleep schedules to eating habits to sightseeing preferences, and, above all, budget restrictions, must be harmoniously synchronized. And this is entirely separate from the rather obvious predicament of having to spend your whole vacation alongside someone who might be a huge jerk. If the two of you can’t stand each other, there will be no escape.

By Unknown

belitong
Belitong

Hello World

Belitung, Oktober 2015

Ingin liburan ke Belitung alias Belitong di waktu weekend saja cukup loh, cuma untuk backpackeran ke Belitung itu susah-susah gampang karena transportasi yang relative susah. Kalau hendak ke Belitung sebaiknya ramai-ramai atau dengan rombongan untuk dapat sharing cost. Awalnya aku hendak pergi dengan Gladies, Sarah, Novrizal dan Dendi tapi karena Sarah lagi bokek jadinya tidak jadi pergi sementara Gladies yang sudah membeli tiket terpaksa batal karena mengalah bertepatan dengan pernikahan temannya. Terus jadilah kami bertiga Aku, Novrizal dan Dendi serta dua temannya dan satu teman temannya ke Belitung.

Secara keseluruhan wisata di Belitung itu kebanyakan wisata Bahari, sangat cocok untuk penyuka Pantai apalagi yang pernah Nonton Film Laskar Pelangi pasti tidak asing dengan bebatuan yang tinggi. Itulah khas dari PantaI BELITUNG, jernih dengan bebatuan besar.

Susahnya di Belitong itu karena tidak ada angkutan umum maka kalau hendak kemana-mana harus sewa motor seharian dengan range Rp60.000-Rp70.000 diluar bensin, atau sewa mobil dengan range sewa Rp350.000-Rp500.000 tergantung nego. Untuk penginapan juga relative mahal untuk dinamakan hotel tapi mirip ke hostel rangenya Rp200.000 ke atas. Untuk penginapan aku mendapatkan saran dari Citra untuk menginap di Surya Hotel yang berada tepat di tengah kota Tanjung Pandan. Harga perkamar fannya Rp100.000, dapat sarapan teh manis, telur rebus dan kue. Tapi airnya jorok kuninga dan toiletnya berada di luar.

Untuk makanan di Belitong aku suka banget karena cocok dilidah, makanan khasnya seperti Gangang sangat aku suka semacam ikan dengan kauh jahe dan kunyit serta nenas yang rasanya nikmat. Kalau katanya makanan seafood di belitong murah, aku belum mendapatkan makanan seafood murah di belitong itu dimana.

Sayangnya pas kedatangan kami cuaca tidak mendukung terus saat berada di Pulau lengkuas tidak diperbolehkan masuk ke mercusuar sehingga tidak kelihatan sport terindah Belitong. Nah jika hendak keliling Pulau biasanya sewa perahu seharian dengan muatan 10-15 orang dengan harga sewa Rp450.000.

Kalau bicara pantai Belitong dipastikan pasirnya putih serta bersih dengan air yang biru. Cuma perlu diperhatian waktu yang tepat ke Belitong, kalau menurutku Oktober tidak terlalu tepat untuk trip ke Belitong.

Biasanya orang akan keliling Belitong dibagi tiga yaitu Belitong Barat ini biasanya yang pantai-pantainya, Belitong Timur harus dengan sewa mobil seharian untuk melihat rumah Andrea Hirata dan Ahok karena kedua tokoh yang membuat Belitung jadi terkenal wisatawan khususnya dari Buku Laskar Pelangi hingga diadaptasi ke dalam Film dengan judul yang sama serta menjelah belitong Selatan tapi jarang dilakukan oleh traveler.

Aku sendiri seharusnya 4 hari menjelajah Belitong jadinya reschedule menjadi 3 hari saja karena sudah males.

Trip ke Belitong itu sangat cocok dengan wisatawan yang suka banget pantai. Aku sendiri paling suka dengan kopi susu di Manggar yang rasanya nikmat serta Pulau lengkuas dengan bebatuan yang memukau serta ke museum kata Andrea yang menarik. Sayangnya aku tidak ke pantai syuting laskar pelangi yaitu Pantai Tanjung Tinggi karena udah males di Belitongnya. Mungkin next time harus pergi sendiri di waktu yang tepat kali ya 😀

Belitung
Belitung

Rincian pengeluran biaya perjalanan dan itenary trip ke Belitung

Belitong, 10 Oktober 2015

Taxi Bandara- ke kota Tanjung Pandang dengan street taxi Rp90.000/3 orang

Penginapan di Surya hotel Rp150.000/3 orang

Makan nasi padang dan the Rp25000

Sewa Motor + bensin Rp120.000/3 orang

Makan makanan khas Belitong mie atep + jeruk hangat Rp21.000

Tiket masuk ke Pantai Tanjung Pendam Rp2000

Makan seafood di Tanjung Pendam Rp89.000/3 orang

Tujuan wisata trip hari pertama di Belitong: Danau Kaolin dan Pantai Tanjung Pendam

Belitong, 11 Oktober 2015

Penginapan di Surya hotel Rp150.000/3 orang

Sewa Motor + bensin Rp120.000/3 orang

Bensin + snack Rp77.000/3 orang

Makan sup daging di Mak Sam Desa Terong Rp 20.000

Bekal makan siang Rp12.000

Makan kelapa di Pulau Kepayang Rp18.000

Kapal sewa seharian explore Pulau Rp450.000/9 orang, jadinya Rp45.000

Tujuan wisata trip hari kedua di Belitong: Pulau Lengkuas, Pulau Kelayang, Pulau Kepayang

Belitong, 12 Oktober 2015

Kuliner Kopi di Museum Kata Andrea Hirata, goring pisang dan peyek Rp 16.000

Tiket masuk museum Kata Rp2.000

Makan seafood di Rudi Pakistan Rp385.000/5 orang, masing-masing Rp72.000

Sewa Mobil ke Belitong Timor ke Manggar dan Gantung Rp500.000/5 orang, masing-maisng Rp100.000

Teh Tarik di warkop Milenium Manggar Rp6000

Oleh-oleh makanan Rp111.000

Makan di Mak Panggong makanan khas Belitong Lempah darat dan kwitiew Rp32.000

Oleh-oleh kas Belitong Rp144.000

Tujuan wisata trip hari ketiga di Belitong: pantai serdang, pantau burung mandi, museum andrea Hirata, replika Sekolah muhammadiyah Gantong

Biaya reshecule Tiket Rp130.000

Salam

Winny