Cerita di Belanda


He must have known I’d want to leave you.”
“No, he must have known you would always want to come back.”
J.K. Rowling

Central Bus station amsterdam

Hello World!

Belanda, Maret 2017

Sesampainya di Bandara Udara Internasional Schiphol, Amsterdam Belanda terpaksa aku harus berpisah dengan Ibu Rika dan Dinar serta suaminya. Walau singkat, namun bersama mereka cukup berkesan, paling tidak kami mengikuti Doha Tour bersama. Artinya perjalanan seorang diriku pun dimulai. Perpisahan kamipun pas banget di hari Ulang Tahunku, begini rasanya merayakan Ulang Tahun bersama orang baru.

Setelah mendapatkan tiket ke Lelylaan seharga 3 Euro serta harga print tiket kertas seharga 1 euro dari hasil antrian di loket akhirnya kami bersama menuju tempat kereta di bawah tanah. Aku turun di Lelylaan, lebih dulu turun padahal belum sempat Cipika-Cipiki dengan Bu Rika sehingga hanya bisa Dadada saja dari luar kereta. Karena aku harus mencari penginapan di rumah orang alias menumpang. Aku tanya sana sini dimana alamat rumah hostku bak anak ayam kehilangan induk.

Dinginnya udara Belanda serta salah kostum karena membawa pakaian ala Tropis yang tak berlaku di musim semi Eropa membuatku harus menahan dingin, sekali kali aku menanyakan orang untuk menelpon hostku, tentu saja sebagai wanita banyak yang membantu sehingga akhirnya hostku pun datang menjemput menuju ke Apartemennya.

Hostku sangat baik sekali karena dia memberikan kamarnya untukku sementara dia tidur di ruang tamu, belum lagi ada wifi gratis sehingga pertanyaan pertama kali yang aku tanyakan dalam diriku ‘what am i doing here‘ sedikit hilang..

Bandara Udara Internasional Schiphol

Karena pengalaman sekali jalan dari Bandara dan mengetahui harga yang super mahal akhirnya aku tidak berani keluar untuk sekedar jalan-jalan. Hingga akhirnya temanku yang dulu aku kenal di Lombok, asli orang Belanda mengajak jumpa di Amsterdam Central Station.

What do you want to see in Amsterdam Winny, 
tanya Friso padaku

I wanna see Red District, jawabku dengan spontan 
dalam sebuah percakapan via whatsapp

Tentu saja Friso sangat senang menjumpaiku walaupun awalnya kami janji jumpa pas Sabtu namun karena mamanya Ultah akhirnya kami berjumpa di hari kedatanganku pertama di Belanda

Winny, can we meet in Amsterdam Central station?

I need 1,4 hour because i live in Eindhoven, katanya

Ok see you around 7 pm in Central Station, kataku

Akhirnya dengan hasil tanya hostku Bas dia menyarankan naik Tram ke Centra Station dengan membeli 1 hour pass. Tempat berjumpa kami dengan Friso di dekat piano dalam Stasiun.

Nah pas menuju tram, uangku kan pecahan 50 Euro sedangkan harga tiket pass sejam tram itu 2,9 Euro akhirnya dengan gaya turis kikuk di dalam tram, sang driver menyuruhku ke tengah menukarkan uang

Only this time, katanya dengan tegas kepadaku 
sambil dilihatin penumpang lain.

Sumpah aku merasa turis linglung banget terus menutupi rasa malu akhirnya dengan sok polos aku pura-pura melihat jendela.

Disinilah kelihatan aku turisnya.

Central Station Amsterdam

Pilihan membeli 1 hour pass tram padahal aku sudah tahu kalau bertemu pasti melebihi satu jam karena ada 1 day pass seharga lebih dari 7 Euro sementara aku hanya butuh tiket pulang pergi let say 6 Euro untuk tiket bolak-balik tram, kan masih hemat 1 Euro karena jam juga sudah jam 7 malam dan gak mungkin aku naik tram bolk balik sehingga membeli pass 1 jam pilihan terbaik.

Sesampai di Stasiun ternyata aku telat, akhirnya nyampenya jam 7:30 malam walau hari masih cerah dan membuatku begitu malu serta bersalah kepada Friso.

Untungnya Friso menungguku di McD kemudian jm 8 malam barulah kami berjumpa. Itupun dianya menyamperin ke dekat Piano, setelah 30 menit berdiri seorang diri.

Dengan cekatan si Friso langsung memelukku yang spontan membutku agak malu, walau si Friso in tidak doyan cewek 😀

Dengan Friso
Oh my God Winny, look at you, you come here

Do not you remember what did you say to me, 
tanyanya

You said you wanted visiting Europe 
and u made it, 

You are unbelievable, 
and your face changed to be mature, lanjutnya

Padahal sumpah aku sudah lupa apa yang aku katakan padanya di tahun 2010, yang pasti dia masih ingat tentang impianku mengunjungi Eropa sewaktu kuliah dulu.

Red Light Amsterdam

Bersama Friso akhirnya kami berjalan kaki mengelilingi Amsterdam di malam hari, sungguh kakiku panjang sekali padahal baru juga nyampe udah keliling Amsterdam, di malam hari pula, kan liar wkwkwk.

Aku juga tak habis pikir betapa baiknya temanku ini, coba bayangkan dapat dimana teman yang datang menjumpaimu sampai bela-belain 1,5 jam di kereta padahal kenalnya gak kenal amat hanya pernah jumpa di Lombok dan sama-sama trekking di Bukit Lawang itupun 7 tahun lalu selebihnya berteman via Facebook terus mengetahui datang ke Negaranya disamperin?

Friso, you are amazing, 
because far away come just to meet me 
and today is my brday anyway, kataku kepadanya

Well, you are my friend, katanya
Weed Museum

Terus langsung kami menuju ke Red Lightnya Amsterdam karena dulu aku pernah bercandain Friso untuk melihatnya.

Saat mengunjungi Red Light District Amsterdam, BELANDA begitu mengherankanku. Heran melihat betapa Amsterdam begitu free, bahkan dari etalase aku melihat wanita cantik yang berpakaian minim bak di Pantai. Agak geli sebenarnya melihat peralatan untuk orang dewasa dipajang disepanjang jalan bahkan ada juga museum narkotika yang membuatku tercengang.

Do you want to see them live?, 
tanya Friso dengan bercanda

Tentu saja aku lebih sayang uang, cukup tahu dari luar saja.

Lalu Friso menjelaskan kalau Belanda adalah negara yang melegalkan penggunaaan Narkotika serta s*x. Lucunya banyak turis yang datang kare penasaran namun kebanyakan sih hanya menonton atau sekedar lihat saja.

Palace in Nederland

Semua area Red Light District kami lalui dengan berjalan kaki sampai kami menuju ke sebuah Istana bersama Friso. Sepanjang perjalanan kami curhat, dimana dia curhat tentang pacar cowoknya sampai rencana perjalanan berikutnya.

Seru ternyata bersama orang asing di negara asing!

Amsterdam

Friso juga menjelaskan tentang tempat apa saja yang kami lalui sambil cerita banyak. Ternyata ketika bercerita tidak terasa kami itu sudah berjalan kaki lumayan, lumayan 2 jam.

What else do you want to see, Winny?, tanyanya

I want to see AMSTERDAM ICON, 
tanyaku dengan semangat

Can we go there?, tanyaku lagi sedikit ragu

Dan ternyata dia membawaku ke icon yang ada tulisan IMASTERDAM, kurang kayaknya kalau belum ke icon Belanda.

Iamsterdam icon

Sesampai di Icon itu meski sudah jam 9 malam masih ramai saja bahkan aku harus antri photo. Setelah photo barulah kami bercerita lagi sambil duduk kolam hingga akhirnya kami memutuskan untuk minum karena jam 10 Friso harus balik karena kereta sampai jam 11 paling lama ke tempatnya.

Akhirya kami berdua mencari tempat nongkrong hingga sampai disekitar Dam Square. Friso memesan bir sementara aku memesan teh, yang dikasih cookies. Agak sempat kaget mendapat cookies dengan teh yang ternyata sudah umum seperti itu di Belanda. Terus yang membuatku kaget lagi ternyata harga teh yang aku pesan itu seharga 2,6 Euro.

Eh tanpa diduga ternyata si Friso malah mentraktirku, ya ampun udahlah dia datang dari jauh ditrakir lagi, baik sekaliiiii!

Amsterdam

Begitulah ceritaku di Belanda, negara pertama dalam Europe tripku bertepatan di Ulang tahun dan melihat s*x toys, ga*nja, serta ditraktir teh oleh teman Belanda.

Salam

Winny

Iklan

Trip Ultah ke Zaanse Schans, Desa Kincir Angin di Belanda


Nothing is ever called Welcome back without a Journey.

If you desire to get results, you work it out, rather than hoping and wishing

By Unknown

Hello World!

Belanda, 25 Maret 2017

Setelah sampai di Eropa barulah aku sadar ternyata kalau jalan-jalan ke Eropa itu sebackpacker-backpackernya tetap mahal. Ibarat kata shock dengan mata uangnya, apalagi impian 15 negara 10 juta 1 bulan, byee impian itu, coret saja. Belanda membuatu jadi rasional!

Jujur agak menakutkan jalan-jala tanpa persiapan apalagi kalau tipe seperti aku yang suka dengan rincian. Belum lagi tidak ada CC alias kartu kredit, untungnya aku menemukan Host yang super baik sehingga tertolong dalam biaya penginapan.

Kincir angin belanda
Zaanse Schans, Desa Kincir Angin

Hari pertama di Belanda dari Bandara Internasional Amsterdam Schiphol ke stasiun Lelylaan Amsterdam dengan kereta saja 4 Euro sekali jalan. Harga tiket hanya 3 Euro saja dan 1 Euro untuk harga kertas dan untungnya rumah Bas, CS di Amsterdam dekat ke Bandara. Sehingga pas hari kedua aku enggan kemana-mana paling hanya ingin melihat Tulip dan Kincir Angin saja.

Anggap saja hadiah ulang tahun buat diri sendiri.

Where are you going today Winny, tanya Bas kepadaku

Wanna see windmill, jawabku kepada Bas

 

Zaanse Schans, Desa Kincir Angin

Padahal aku juga gak tahu dimana bisa melihat Kincir angin di Belanda, yang aku tahu hanyalah Volendam tapi mengingat harga transport super mahal mending gak jadi deng.

Dengan cekatan Bas mengetik komputerya dan menyarankanku ke Zaanse Schans untuk melihat kincir angin.

Do you think should i pay tranport pass Bas, 
tanyaku kepadanya

No, it is not worth it Winny unless you have plenty time, 
katanya

Akhirnya mengikuti sarannya maka akupun pergi sendirian ke Zaanse Schans, Amsterdam dengan bantuan rute dari Bas. Baru kali ini merasakan berjalan sendirian mengikuti saran orang dan tanpa beban tanpa harus mengejar jam tayang harus ke sini kesitu, perjalananku ke Eropa jadi lebih menikmati waktu, satu wisata namun aku puas.

Belanda
Zaanse Schans, amsterdam

Rute ke kincir angin Zaanse Schans dari Lelylaan

Lelylaan-Sloterdjik transfer ke pltform 3 terus ganti kereta dengan tujuan  Uitgeest terus turun ke -Zaandjik Zaanse Schans.

Dari apartemen Bas aku berjalan ke stasiun terdekat, nah pas di stasiun aku mengalami kesulitan dalam membayar tiket kereta karena harus bayar pakai coin sementara uangku dalam pecahan kertas. Disinilah aku dibantu oleh orang Slovakia dengan temannya sampai mereka ngumpulin receh buatku karena uangku 20 Euro. Ah enaknya jadi cewek itu banyak yang bantuin apalagi yang bantu cowok ganteng hihihi..

Berkat merekalah aku bisa membeli tiket ke Zaanse Schans, demi kincir angin 🙂

 

Zaanse Schans, Amsterdam

Sesampai di Sloterdjik aku berkenalan dengan Jasmine, traveller asal Hong Kong dan bertemu beberapa orang Indonesia yang heran melihatku jalan sendirian di Eropa. Berani kata mereka, padahal sebenarnya aku ini wsa-was juga loh, was-was kehabisan uang hahahha ;D

Untung aku punya bakat SKSD tingkat tinggi sehingga aku mudah mendapatkan teman termasuk dengan Jasmine dan beberapa traveller dari Hong Kong.

Walaupun baru kenal dengan Jasmine namun aku bisa langsung klop kayak udah kenal lama. Semangat lagi karena tujuan kami sama ke kincir angin.

Tidak salah mengikuti saran Bas ke tempat turis suka 🙂

Di dalam kereta ke Zaanse Schans, aku dan Jasmine berdekatan dengan turis asal Hong Kong. Lucunya aku dan Jasmine mengikuti mereka turun di dua stasiun sebelum tujuan akhir kami sehingga membuat Jasmine berpisah dengan dua teman Chinesnya. Iya kami mengikuti orang yang salah sampai terlihat jelas kalau Jasmine merasa bersalah padaku karena mengikutinya. Namun dengan tenang aku berusaha meyakinkan dia aku baik saja, karena memang apa yang aku kejar? Orang tujuanku hanya melihat kincir angin Belanda saja terus masih lama lagi di Eropanya!

 

Zaanse Schans

Akhirnya berkat tanya petugas kami berdua pun menunggu kereta lain ke dua stasiun lagi ke Zaanse Schans, sebuah Desa untuk melihat kincir angin Belanda secara gratis tis tis.

Tahu sendiri aku paling suka sekali yang gratisan 😀

Tapi seakan ku menculik si Jasmine dari temannya, serunya kami berdua benar-benar menikmati waktu kami di Desa Kincir Angin Belanda.

Untuk ke Desa tempat kincir angin juga gampang, petunjuknya jelas dan yang paling membahagiakan ada yang motoin.

Tentu saja saran Bas ‘follow chines tourist‘ benar adanya, tak akan nyasar!

Sepanjang perjalanan ke kincir angin sangat menyenangkan, pohon yang bermekaran karena memang musim semi pas di Eropa dengan cuaca yang super dingin bagiku serta tentu saja pemandangan kincir angin.

Di  Zaanse Schans katanya ada 8 kincir angin yaitu De Huisman, De Gekronde Poelenburg, De Kat, Het Jonge Schaap, De Os, De Zoeker, Het Klaverblad dan De Bonte Hen. Tapi jangan tanya aku hitung ada 8 atau tidak karena pas sampai di jembatan dengan latar belakang kincir angin saja sudah membuatku lupa hitugan.

Zaanse Schans, Desa Kincir Angin

Bahkan yang pertama kali kami lakukan di Zaanse Schans, Desa Kincir Angin Amsterdam Belanda adalah membeli postcard dan prangko. Hampir aku membeli tiruan kincir angin tapi mengingat perjalanan masih panjang jadi aku puas saja dengan membeli postcard.

Desa  Zaanse Schans sangat indah menurutku karena rumahnya dari kayu, banyak kincir angin serta pepohannya itu.

Ah cakep pokoknya!

Zaanse Schans, Desa Kincir Angin

Berada di Zaanse Schans, Amsterdam serasa dapat feelnya di Belanda terus pas di dermaganya ada tulisan ‘Rederij de schans 1971’. Disekeliling terdapat beberapa tempat kopi dan penjual souvenir. Bahkan bisa naik ke kincir angin namun harus bayar lagi. Karena kami turis photo jadi lihat dari luar saja sudah memuaskan, photo cukup kok, kan sayang uang. 😛

Mau tahu gak berapa lama kami habiskan waktu di Zaanse Schans, Amsterdam demi photo?

‘5 jam’, hihi

Bersama Jasmine di Zaanse Schans, Desa Kincir Angin

Di Zaanse Schans, Amsterdam kami juga masuk ke dalam sebuah toko yang menjual berbagai rasa keju. Disini aku dan Jasmine mencoba keju gratisan karena ada tester tapi gak beli, pejalan kere sekali ya?

Nah selain itu ada juga penjual waffle yang harumnya begitu menggoda, intinya aku dan Jasmine mutar Zaanse Schans, Amsterdam tanpa membeli makanan, puas dengan pemandangannya, puas dengan jalan kakinya.

Peta Desa Kincir angin

Bagi yang suka gratisan maka aku sangat sarankan ke Zaanse Schans, Amsterdam karena selain gratis pemandangannya cakep membuat berlama-lama. Jika yang hanya sehari juga gampang langsung dari Bandara ke Sloterdjik terus ke Zaanse Schans saja.

Untuk tips transport kalau kakinya liar bisa jalan seharian maka bisa membeli trasnport pass seharga 18 Euro bisa keliling Amsterdam sampai ke Haarlem namun kalau cuma mau lihat kincir aja terus cus ke negara lain maka beli double ticket aja.

Zaanse Schans, Amsterdam

Belanda negara pertama dalam trip Eropaku sangat seru, walau salah kostum karena bawa baju tropis walau sepatu rusak walau kere namun bahagia!

Bahagiaku  sangat sederhana, sesederhana melihat kincir angin di Belanda 😉

Dapat kincir angin dan dapat teman baru juga!

Happy b’day for my self ^^

Zaanse Schans
Zaanse Schans, Desa Kincir Angin

Ada yang sudah ke Zaanse Schans, Amsterdam?

Salam

Winny

Perjalanan Gratis Doha City Tour, Qatar


Life promises to be great if we really desire it.

And the last time I checked, everyone deserves it.

So, believe it

By Unknown

Doha Skyline

 

Hello World!

Qatar, 23 Maret 2017

Betapa bahagianya aku karena untuk pertama kalinya mendapatkan promo tiket Qatar Airlines dengan tujuan Belanda dengan harga ekonomi namun fasilitas bintang. Untuk sampai ke Belanda, maka harus transit 17 jam di Hamad International Airport, Qatar. Siapa sangka dengan transit di Qatar, ternyata bisa mengikuti Doha City Tour secara gratis tis tis!

Horeeee …….

Aku paling senang dengan yang namanya “hratisan”, bayar saja aku mau apalagi gratisan, super bahagia!

Yah memang rencana perjalalanan Europe merupakan trip hadiah Ulang tahun buat diri sendiri dan memang impian ke Eropa itu sudah dari lama dan Alhamdulillah, Allah telah memberikan jalan untuk mencapainya.

Jadi jika ada tour gratisan mengelilingi Doha secara gratis maka anggap saja “Bonus Perjalanan” 🙂

Sebelumnya aku tidak pernah membayangkan akan menginjakkan kaki di Doha, Qatar karena sejak membaca buku Assad “Noted from Qatar”, aku selalu membayangkan Doha di Middle East itu seperti apa.

Awalnya aku mengira kalau untuk mengikuti Doha City Tour harus bayar atau daftar karena baca di website sekilas apalagi aku sibuk mengejar Thesis sehingga aku tidak mempersiapkan sama sekali perjalanan ke Eropa, padahal biasanya aku membuat yang namanya rencana  perjalanan sebelum pergi eh malah trip ke Eropa go show tanpa persiapan, terus di Negara mahal  1 bulan pula, mantap gak tuh? 😀

Pas pesawat Qatar mendarat di Doha yang pertama aku cari adalah cara mengikuti Doha City Tour.

Excuss me, where can i enroll my self to join Doha City Tour?, 
tanyaku kepada petugas di Bandara Doha

Go down then to the left side, kata petugas

Kemudian aku mengikuti arahan si Bapak Petugas,hingga aku menemukan letak untuk mendaftar Doha City Tour tepat setelah patung Beruang besar di Bandara Hamad, Qatar.

Pigeon Towers

Sesampai di depan counter Qatar Airlines tempat untuk mendaftar mengikuti Doha City Tour aku bertanya kepada seorang Mbak yang mukanya ASIA.

Excuss me, how can i enroll for Doha City Tour?, tanyaku kepada petugas 

Disini, hanya menunjukkan tiket saja, kata si Mbak

Jamnya ada jam 4 dan 8, jawabnya lagi

Aku pilih jam 4 deh mbak, kataku

Datang kesini lagi ya jam 3, jawabnya setelah melihat passpor dan tiket transitku

Terus aku yang sok-sok an berbahasa Inggris malah dijawab Bahasa Indonesia itu rasanya seperti menelan ludah, “jleb”hahahha 😀

Habis mana pula aku menyangka kalau si Kakak ternyata orang Indonesia walau mukanya sekilas mirip orang Indonesia sih.

Dari si Mbak inlah aku baru tahu jadwal untuk mengikuti Doha City Tour, yaitu

Tour 1            8:00 hrs

Tour 2            11:00 hrs

Tour 3            16:00 hrs

Tour 4            20:00 hrs

Untuk registrasi Doha City Tour, maka wajib mendaftar sejam sebelum tour.

Waktu aku mendaftar jam 2 siang maka aku memilih jam 4 sore dan Doha City tour lamanya 3 jam sehingga jika ingin ikut tour harus memperhatikan jadwal tour.

Nah saat daftar di Doha City Tour inilah aku berkenalan dengan beberapa orang Indonesia yang kebetulan juga ingin ke Belanda seperti William dari Jakarta beserta keluarganya serta Dinar dari Bandung dengan suami dan ibunya. Mereka sempat tak percaya ketika aku mengatakan aku jalan sendirian ke Eropa, 1 bulan lagi.

Berani ya sendirian, kata mereka antara percaya dan tidak percaya

Padahal emang akunya saja yang super nekat, padahal baru aku bilang sendirian gimana kalau aku mengatakan cuma bawa uang 10 jt selama sebulan dengan misi 15 negara? Pasti dipastikan mereka shock berat, mungkin mereka bakalan bertanya ini anak antara Gila atau nekat 😛

Mosque at Katara Cultural Village

Selama menunggu Doha city tour yang aku lakukan adalah berwifi ria di Hamad international airport, Doha. Maklum sebagai pecinta gratisan maka ada wifi berlimpah itu ibarat Oase di Gurun Pasir hingga waktu jam 3 sore waktu Doha. Kemudian aku kembali ke tempat semula dimana pengunjung yang lain juga sudah menunggu. Nama peserta yang sudah mendaftar akan dipanggil satu persatu kemudian diberikan kertas yang berisi informasi untuk melakukan Doha City Tour. Sebelum melakukan tour, kami di briefing oleh petugas Qatar mengenai peraturan selama tour kemudian bersama sama melewati Imigrasi Qatar . Untuk mengikuti Doha City Tour tidak perlu Visa namun keluarnya secara kelompok dengan orang Qatarnya juga.

Nah pas disinilah aku bergabung dengan Ibu Rika, Dinar dan suaminya. Ibu Rika merupakan ibu super keren, gaul karena meski usia 54 tahun namun sudah banyak melihat Dunia dan selama tour aku selalu bersama mereka.

Well, aku mendapatkan keluarga baru 🙂

Bahkan di bus juga duduk bersebelahan dengan Ibu Rika.

Setelah semua peserta berada di dalam bus maka tourguide kami pun menjelaskan tempat yang hendak kami kunjungi selama tour.

Doha City Tour

Tempat wisata di Doha, Qatar yang kami kunjungi selama tour Museum of Islamic Art, Katara Cultural Village, The Pearl Island dan  Souq Al Waqif.  Tapi ingat untuk bisa mengikuti Doha Tour City naiknya harus Qatar Airlines dengan lama transit minimal 5 jam.

Selama perjalanan guide kami menjelaskan tentang Doha yang menurutku cukup modern bahkan sepanjang perjalanan banyak gedung-gedung bertingkat serta dengan design yang cukup unik. Ditambah dengan pemandangan laut yang bersih serta pohon palem sebagai ciri khas “Middle east”.

Sayang, aku tidak melihat gurun di perjalanan padahal kan aku suka Onta dengan Gurun pasir, maklum gadis Gurun hihii

Aku, Dinar dan suaminya di belakang ngikut photo di Doha City Tour

Tujuan pertama kami Museum of Islamic Art dari kejauahn kami bisa melihat kemudian dengan Doha Skyline, seperti di buku Notes from Qatar. Disini juga dapat melihat pelabuhan dengan kapal kayu nan indah.

Museum of islamic Art paling terkenal loh di seluruh Dunia!  #tapiakubarutahu

Sayang kami tidak masuk kedalam hanya lihat sekitar 10 menit saja itupun dari juah saja kemudian langsung cabut. Namun walau demikian cukup bahagia kok, namanya juga gratisan 🙂

Oh ya Pemerintah Qatar juga menyediakan tempat untuk pelukis di dinding sehingga dapat menampung karya seniman.

Kreatif ya

Mana gambarnya bagus-bagus lagi

Katara Cultural Village

Tempat kedua yang kami kunjungi adalah Katara Cultural Village serta Pigeon Towers. Di area Katara kami bisa melihat Masjid yang design seperti Esfahan, Iran. Sebelum petugas menjelaskan aku sudah tebak kalau Masjid itu mirip di Iran karena mozaiknya yang khas. Kemudian di samping masjid ada Pigeon Tower yang cukup unik lengkap dengan burung merpatinya.

Doha City Tour

Kemudian kami ke tempat pameran seni yang sering di adakan di Doha yang mirip seperti Coliseum, Roma. Disini pemuda Qatar menyuruhku memphoto mereka di The Pearl Island. Padahal dalam hati aku pengen juga photo dengan Babang ganteng yang menggoda Iman, wakau pakaian ala Middle East, berewokaN, NAMUN GANTENG terus mancung hihi 😀

Souq Al Waqif

Setelah itu kami ke tempat tujuan akhir di Souq Al Waqif, semacam Bazaar tempat untuk membeli oleh oleh dan makanan. Nah di Souq Al Waqif ada pengalaman lucu bersama Ibu Rika, Dinar dan suaminya. Jadi kami hendak makan kebab seharga 5 Rial Qatar namun kalau bayar pakai Euro atau Dollar kembaliannya dalam Rial Qatar sementara uang Euro kami dalam tukaran besar. Aku memang memiliki 5 Euro dari sisa uang di IRAN namun sayang membelinya karena krisis Euro, akhirnya kami mencari money charger di  Souq Al Waqif , di menit terakhir selesai tour barulah kami menukar uang karena memang kami hanya diberi waktu 30 menit saja di Bazaar ini dan harus kembali di meeting point.

Pas di  Souq Al Waqif, ternyata money chargernya mau menerima uang Rupiah tapi pecahan Rp100,000 saja.

Horee…

Bahagiaanya maklum belum makan sejak dari Malaysia hingga ke Doha. Beruntung aku bawa uang pecahan Rp100,000 dan menukarnya ke Rial dan dapat 25 Rial, cukuplah untuk membeli Kebab seharga 5 Rial. Setelah menukar uang akhirnya kami berempat kembali ke tempat penjual kebab dan langsung aku pesan 2 Kebab sekaligus rasa Chicken dan Beef. Terus kami bersantai sampai jam 6 sore dengan nikmat.

Sayangnya waktu di Souq Al Waqif begitu singkat, makan saja cepat karena takut ditinggal, kan bisa Bahaya!

Souq Al Waqif

Pas terakhir mau kembali ke Bus aku menyempatkan diri membeli nasi Biryani yang ternyata yang jualan orang Indonesia karena uangku masih sisa 15 Rial lagi. Awalnya nasi itu seharag 20 Rial pesanan Bapak yang mirip orang India namun karena tourguide kami sudah jalan ke bus dan hendak meninggalkan kami beserta rombongan lain terus panik hendak ditinggal si bapak meninggalkan pesanannya begitu juga aku. Eh nasib baik pesanan si Bapak malah jadi milikku seharga 15 Rial.

Horeee!!

Rezeki anak soleh

Doha city tour. Qatar

Oh ya dalam tour juga dapat minuman gratis loh!

Beruntung kan ya!

Namun pas balik ke Bandara nunggu antrian masuknya itu benar benar menguji iman, lamaaaaaa!!

Selama menunggu jodoh hihi

Ada yang punya pengalaman mengikuti Doha City Tour

Salam

Winny

Mingalabar Yangoon, Myanmar


I wash my hands of those who imagine chattering to be knowledge, silence to be ignorance, and affection to be art

By Kahlin Gibran

Yangoon

Hello World!

Maret, 2017

Pertama kali menggunakan pesawat Jetstar dari Bandara Changi, Singapore langsung ke Bandara Internasional Yangoon, setelah semalaman aku, Melisa dan Ade harus menginap di Bandara dengan AC super dingin, setidaknya bangku di Changi adalah saksi awal kegembelan kami demi menghemat pundi-pundi pengeluaran. Tidak ada yang spesial dari atas pesawat ketika melihat Yangoon, karena kami awalnya mengira dari atas akan melihat hamparan Candi. Ternyata tidak, dari atas kelihatan tandus.

Dengan tas backpack tanpa bagasi kami bertiga keluar dari Bandara menuju Imigrasi Myanmar, berharap ada turis lain untuk berbagi taxi dengan kami. Tapi tentu saja itu mustahil karena rute kami berbeda, kami ingin langsung ke Stasiun Terminal terdekat untuk membeli tiket bus ke Inle, pilihannya adalah dengan Taxi, jalan kaki atau bus. Untuk proses imigrasi Myanmar tidaklah terlalu ribet, bahkan petugas Imigrasi Myanmar enggan untuk sekedar menanyakan “where to stay in Myanmar“. Ada gunanya juga tidak terlalu ditanya karena mempersingkat waktu kami.

Waktu juga sudah menunjukkan jam 10 pagi, aku dan Melisa mencari tempat penukaran uang yang cukup mudah ditemukan di Bandara. Rate penukaran antara satu counter ke counter lain tidak terlalu berbeda paling beda 1 Kyat saja hingga akhirnya kami tukar uang 100 Dollar. Kurs $1 = 1364 saat kami tukarkan eh pas keluar sedikit dari mesin scanner bagasi di luar ternyata kursnya jauh lebih dihargai mahal 1 Kyat, terus kami nyesal nukar di dalam gara-gara beda 1 KS padahal milih nukar uang di dalam lamanya minta ampun, dasar pejalan fakir hahah 😀

Uang Myanmar

Setelah uang ada, kami PD keluar kemudian sudah banyak Bapak-bapak di luar mengerumuni kami bak semut bertemu gula.

Where are you going, sir? begitu tanya mereka
(dalam hati "sir"???)

Akhirnya kami memilih salah satu bapak taxi dan bertanya

How much to bus station?

8000 Kyat, jawabnya

No, 5000 Kyat is ok, kataku

Padahal harga 8000 Kyat itu memang ke tengah Kota namun karena tidak mau ribet dan ingin membeli tiket bus ke Inle, akhirnya pas si Bapak mau 5000 Kyat kami iyakan. Memang ilmu negoisasi dalam perjalanan amat sangat penting! Di dalam taxi kami begitu banyak ngoceh mulai dari harga semua serba 5000 KS hingga dimana bisa membeli Longyi untuk si Ade.

Yangoon International Airport

Yang menarik dari Bapak Supir Taxi kami sangat baik hati. Sesampai di Terminal Bus Aung Mingalar, Yangoon itu jam 12 dan artinya kami masih sempat jika ingin ke tempat wisata yang sudah kami buat seperti Sule Pagoda namun si Bapak mengatakan tidak keburu. Si Bapak juga dengan baik hati mencarikan kami tiket bus ke Inle karena tulisan di Myanmar itu kan gak terbaca karena pakai Aksara mirip cacing. Lucunya kami sampai mutar lebih dari 5x stasiun Bus Aung Mingalar yang cukup luas karena ada pasar juga di terminal ini.

Sir, where can we take food but please no pig? kata Ade
Makanan  aLA Warteg Myanmar

Karena sudah malas jalan kemana-mana, akhirnya kami lebih memilih untuk makan di terminal. Warungnya semacam Warteg atau bisa juga Warung Padang di Indonesia terus kami dihidangkan makanan tinggal pilih terus akan ditaruh di piring. Pilihannya warung dekat terminal, sebenarnya di warung ada jual B2 namun karena Melisa tahu persis sehingga kami aman untuk makan siang. Makan siang kami pilih adalah telur dan dikasih sayuran yang super banyak. Untung aku dan Ade bukan tipikal makan susah karena kalau tidak dipastikan kami tidak makan kalau jijikan. Melisalah yang berperan penting dalam memilih makanan kami karena dia tahu persis mana yang B2 mana tidak.

Setelah puas makan siang, tiket pun sudah ditangan maka kamipun iseng mencari tempat wisata Yangoon dekat Bus, tentu saja perhatian kami tertuju kepada sebuah Pagoda yang kami jumpain di tengah jalan menuju Terminal bus. Jangan ditanya teriknya mentari pas jam 12 itu, seolah kami tidak perduli dengan sengatan matahari, paling tidak kami tidak perlu menenteng tas kami kemana-mana karena tas sudah dititipkan di tempat bus yang akan naiki ke Inle.

Hati kami tenang karenatiket bus pun sudah di tangan karena PR sekali melihat tulisan cacing Myanmar dan semua kembali berkar taxi driver sehingga jalan kakipun meski padas seolah lupa.

Tujuan kami ialah Swe Taw Myat (Budddha Tooth relic Pagoda), yang lucu kami tidak tahu kalau Pagoda yang kami datangi itu adalah tiruan wisata di Myanmar.

Tiket di terminal

Masuk ke dalam Pagoda, sandal dan kaos kaki harus dibuka dan ditaruh di luar. Jangan sampai kelupaan karena jika memakai sandal atau sepatu atau hanya kaos kaki tok maka bisa heboh sesentaro penghuni Pagoda karena diangaap tidak menghormati Pagoda. Jadi siap-siap berpanas dan berterik ria kalau lantai Pagodanya panas sekali. Saat di Pagoda ada kejadian bule makai sandal di area Pagoda, terus direpetinlah/dimarahin dia oleh Petugas Pagoda, terus yang lucu saat si Bapak curhat ke kami dengan Bahasa Myanmar seolah kami mengerti apa yang dia bicarakan. Aku, Melisa dan Ade pura-pura ngerti dan sok asik aja dengan si Bapak, kasihan karena beliau curhat.

Nyeker

Pas keluar dari Pagoda sandal si Melisa masih ada, tapi kedua kali masuk lagi ke Pagoda gara-gara si Ade melihat minatur batu gantung.

Eh itu batu gantung kok tadi kita lihat ya kata Ade

Balik lagi yuk, katanya

Akhirnya kayak orang kurang kerjaan balik lagi kami dan baru “ngeh” setelah dua kali ke Pagoda yang sama kalau itu minatur wisata wajib visitnya Myanmar.

Nah pas kedua kalinya keluar Pagoda disitulah hilang sandal yang aku pinjam dari Melisa. Sandal Ade dan Melisa sih aman, nah sandal yang aku pinjam di tempat ibadah pula apa gak rasanya sial, mana jalanan panas نعوذ بالله من ذلك!

Spontan Ade dan Melisa ngecengin

Nya, jalan kaki lah kau di panas-panas ini, kata mereka

Akhirnya dengan bekal kaos kaki aku berjalan nyeker dari Pagoda ke Stasiun melalui jalanan mulai dari tanah, beraspal hingga trotoar. Melisa dan Ade lah teman dalam mencari sandal di Yangoon!

Any slipper, tanyaku

Dan mencarinya susah susah gampang hingga akhirnya ketemua

Nya, jangan lupa beli dua jangan gak tau diri sandal orang dipinjam diilangin, kata Ade mengingatkan

I buy two for these slipper, how much are they?

4400 KS, jawab si penjual terminal

Akhirnya hari pertamaku di Myanmar begitu berkesan karena adegan sandal hilang, selamat inggal 4400 KS, untung harganya gak jeti-jeti, kalau gak mabok darat dah daku 🙂

Rincian Pengeluaran Yangoon, Myanmar Hari Pertama

Menukar uang dari USD ke Myanmar Kyat  100 USD = 136,400 KS ($1 = 1364 Myanmar Kyat)

Taxi dari Yangoon International Airport ke Aung Mingalar Highway Bus Station 5000 KS/3 orang

Membeli Tanaka di Aung Mingalar Highway Bus Station, Yangoon 800 KS

Makan siang di Aung Mingalar Highway Bus Station, Yangoon 6200 KS/3 orang

Membeli sandal 2 buah di Aung Mingalar Highway Bus Station, Yangoon 4400 KS

Bus Malam Yangoon-Inle 15,000 MYK/orang Makan malam 850 KS/3 orang

Total Pengeluaran hari pertama di Myanmar

1700 KS + 2000 KS + 15,000 KS + 4,400 KS +  300 KS

= 23,400 KS

Tempat wisata yang dikunjungi di Yangoon

Swe Taw Myat (Budddha Tooth relic Pagoda)  

Salam

Winny

Backpacking ke Myanmar 5 Hari (Yangoon, Inle, Old Bagan, Mandalay) Rp 3 juta


It is not the destination where you end up but the mishaps and memories you create along the way

By Penelope Riley

Hello World!

Burma, Februari 2017

Mingalabar!

Mau kemana? tanya Bapak disampingku dengan muka serius

Ke Myanmar Pak, jawabku dengan tegas sambil menunggu Damri datang. 

Antara percaya dan tidak si Bapak kembali bertanya

Kenapa ke Myanmar? dengan muka hampir tak percaya

Ingin melihat Candi, Pak, jawabku dengan ramah

Lihat Candi aja jauh ya!!

Myanmar memang menjadi salah satu daftar tujuan wisata yang hendak aku kunjungi, mungkin 3 atau 4 tahun lalu sebelum kasus Rohingnya yang membuat niat jadi berpikir dua kali. Namun karena tak tahan dengan “racun” tiket promo ke Myanmar dari Jakarta, akhirnya aku, Melisa dan Ade melakukan perjalanan ke Myanmar.

Bahkan persiapan perjalanan ke Myanmar (Burma) sudah dilakukan jauh-jauh hari, mulai dari membuat rencana perjalanan Myanmar hingga membuat Grup Whatsapp.

Yang paling semangat adalah Ade dan Melisa 🙂

Jadi ceritanya semua tujuan mau kemana di Myanmar aku serahkan kepada mereka sehingga dengan semangat 45 merekalah yang memilih mau kemana saja di Burma. Bahkan Melisa sampai galau tingkat tinggi memilih antara Inle atau Mandalay sebab waktu travelling ke Myanmarnya jauh lebih singkat dibandingkan dengan aku dan Ade.

Dari review pengalaman trip Myanmar orang lain, sebagian menyarankan untuk tidak ke Inle dan ada juga yang tidak menyarankan ke Mandalay dan masing-masing tentu memiliki alasan tersendiri. Ujungnya si Melisa memilih ke Inle karena tergiur dengan ajakan melihat “Wanita berleher panjang”

Awalnya aku sudah membuat rute perjalanan ke Myanmar dengan tujuan Yangoon-Old Bagan-Inle-Mandalay-Yangoon namun akhirnya Kota tujuan kami di Myanmar dengan urutan Yangoon-Inle-Old Bagan-Mandalay-Yangoon. Tentu saja rute kami antimainstream, secara kebanyakan orang ke Bagan dulu baru ke Inle, karena di Bagan dipastikan mabok Pagoda sementara kami langsung ke Danau Inle duluan!

Baca juga Itinerary Perjalanan Myanmar kami!

Secara keseluruhan perjalanan kami sangat menyenangkan dan termasuk “semi backpacker”, artinya tidak gembel-gembel banget lah dalam perjalanan, masih makan meski tidak mandi.

Hanya saja memang perjalanan ke Myanmar itu untuk negara ASEAN cukup mahal, padahal mengunjungi Myanmar untuk WNI itu Free Visa selama 14 hari, namun masuk ke Kotanya perlu membayar “biaya masuk” lagi yang cukup membuat “menangis” kantong.

Misalnya masuk ke Kota Inle maka wisatawan wajib membayar $10/orang untuk masuk ke Kotanya terus masuk ke Old Bagan juga bayar lagi $20/orang.

Nya, semoga kita dianggap orang lokal ya, kata Ade

Aku takutnya pas ditempat turis aja, 
kita kelihatan orang asingnya, celoteh Ade lagi

Jujur kami ngarep dianggap warga lokal Myanmar agar tidak membayar uang masuk tapi salah apa Barbie ternyata muka kami itu “muka nipu” pas sehari-hari saja dianggap orang lokal eh pas di tempat turis malah kelihatan “turis”, kan sial?

wkwkwk 😀

Sunrise Inle Lake
Yangon
Date Time Activity Cost Remarks
22-Feb-17 21:55 – 00:45 Soekarno Hatta Airport to Singapore Airport, Terminal 1 Duration 1:50 min, Kode Booking BHP8GK
22-Feb-17 21:55 – 00:45 Soekarno Hatta Airport to Singapore Airport, Terminal 1   Duration 1:50 min, Kode Booking BHP8GK
23-Feb-17 10:40-11:00 Imigration Checking, Money Changer or buy a sim card USD 1 = MYK 1,218, SIM Telenor Tourist = MYK 12rb, 1 Gb
23-Feb-17 11:00-12:00 Optinal going by taxi or by bus should leave from airport walking for 1,5 km and paying Ks 200 (Rp 2.200) kurs MMK 1 ≈ IDR 11). Hotel in Yangoon Backpacker Bed. Location  No.40, Shwe Bon Thar Road, Pabedan Township, Downtown Yangon 8000-10,000 MYK   5000 MYK Duration 1 hour, using taxi should be bargain.  Hotel address only for imigration checking
23-Feb-17 12:00-13:00 Lunch Maha Bandoola Garden near Bangale Sunni Jameh Mosque 2500 MYK aqua for MYK 180 (Rp2.000),
23-Feb-17 13:14:00 Sule Pagoda, Independent  Monument of Myanmar dan High Court Building 4000 MYK entrance fee, near sule pagoda there is a jameh mosque
23-Feb-17 14:00-15:00  Shwedagon Pagoda 8000 MYK entrance fee  8USD
23-Feb-17 15:00-16:00 Saint Mary’s Cathedral and Musmeah Yeshua Synagogue 4000 MYK Free entrance for Jewish place, adress of church 72, Bo Aung Kyaw Street Botahtaung Tsp, and taxi 3 usd
23-Feb-17 16:00-16:30 Go to Bus station 9000 MYK
23-Feb-17 16:30-17:00 Check in on Bus Station, go to inle Lake 18000 MYK 15,000 Bus by Shwe Loan
Total Cost 55000 MYK  8700 MYK
Burma, Inle

Pengalaman Pertama di Myanmar

Overall di hari pertama kami di Burma, tidak melakukan banyak aktivitas karena tidak keburu waktu. Di Bandara Internasional Yangoon kami menukarkan uang dengan rate yang lumayan OK. Di hari pertama di Yangoon aku mengalami hal yang tidak enak karena sandal yang aku pinjam dari Melisa hilang pas masuk ke Temple.

Bayangin dah udah minjam ilang pula, ganti pula jadinya!!

Hari pertama juga kami bertemu dengan Bapak Taxi yang baik hati yang mencari bus malam ke Inle.

Culture shock pertama kami ketika  melihat warga lokal yang cewek dan cowoknya memakai bedak dingin kemana-mana, mungkin saking panasnya kali ya. Terus untuk cowok sering Longyi, itu kain yang dipakai Jumatan.

Yangoon International Airport

Rincian Pengeluaran Yangoon, Myanmar Hari Pertama

Menukar uang dari USD ke Myanmar Kyat  100 USD = 136,400 KS ($1 = 1364 Myanmar Kyat)

Taxi dari Yangoon International Airport ke Aung Mingalar Highway Bus Station 5000 KS/3 orang

Membeli Tanaka di Aung Mingalar Highway Bus Station, Yangoon 800 KS

Makan siang di Aung Mingalar Highway Bus Station, Yangoon 6200 KS/3 orang

Membeli sandal 2 buah di Aung Mingalar Highway Bus Station, Yangoon 4400 KS

Bus Malam Yangoon-Inle 15,000 MYK/orang Makan malam 850 KS/3 orang

Total Pengeluaran hari pertama di Myanmar

1700 KS + 2000 KS + 15,000 KS + 4,400 KS +  300 KS

= 23,400 KS

Tempat wisata yang dikunjungi di Yangoon

Swe Taw Myat (Budddha Tooth relic Pagoda)  

E-bike Myanmar
Old Bagan

Trip Inle Lake, Myanmar

Date Time Activity Cost Remarks
24-Feb-17 05.00-05.30 Arrived at Inle Lake Bus Station 10000 MYK Entrance Fee Inle Lake (I hope they notice we are local people)
24-Feb-17 05.30-06.00 On the Way to Mr. Muh Kyi House 3000 MYK location is “smiling moon hostel”
24-Feb-17 06.00-06.30 Prepare for Explore Inle lake, Rent Boat 15000 MYK 30,000 MYK
24-Feb-17 06.30-07.00 hunting sunrise and Leg Rowing attraction
24-Feb-17 07.00-07.15 Go To Shwe Inn Dein
24-Feb-17 07.15-08.00 Explore Shwe Inn Dein and Breakfast 3000 MYK 2300 MYk
24-Feb-17 08.00-08.15 Go to Phaung Dau Ooo Pagoda
24-Feb-17 08.15-09.00 Explore Phaung Dau Ooo Pagoda and see pigeon attraction 500 MYK buy corn for pigeon
24-Feb-17 09.00-09.15 Go to monastery  Mya Thein Tan
24-Feb-17 09.15-10.00 Explore Monastery Mya Thei Tan and go to hill to see inle lake landscape
24-Feb-17 10.00-10.15 Go to thaung tho pagoda
24-Feb-17 10.15-11.00 Explore thaung tho pagoda
24-Feb-17 11.00-11.15 Go to Nga phe Kyaung
24-Feb-17 11.15-12.00 Explore Nga Phe Kyaung and see jumping cat attraction Biksu school 🙂
24-Feb-17 12.00-12.30 Go to Restaurant inle lake side
24-Feb-17 12.30-13.30 Lunch
24-Feb-17 13.30-14.00 Go to Merchandise market
24-Feb-17 14.00-16.00 explore merchandise market, Silk & lotus weaving, Gold & silver smith, Inle traditional handicraft & cheroot
24-Feb-17 16.00-16.30 Go to Inle traditional umbrella workshop
24-Feb-17 16.30-17.00 See suku Kanya Padaung in Inle traditional umbrella workshop
24-Feb-17 17.00-17.30 Floating Market
24-Feb-17 18.00-18.30 Prepare for go to Bagan (take a bath at Mr. Muh Kyi House) 1000 MYK
25-Feb-17 19.00-03.00 Go to bagan by Bus 13000 MYK 18,000 MYK bus by Minh Thar
Total Cost 45500 MYK

Hari kedua di Burma, Inle

Kami sangat suka dengan Inle Lake, Myanmar walau ada beberapa pejalan yang tidak suka. Alasan kami menyukai Inle itu karena kami melihat attraksi penangkap ikan saat matahari terbit serta melihat matahari terbit dari Danau Inle rasanya itu “fresh“, terus bertemu dengan Long Neck Women Myanmar, bermain manja di Pasar Tradisional terus melihat Pagoda dengan warna emas, putih dan cokelat serta melihat cara menenun dan masih banyak lagi. Ibarat kata Inle itu “Oase” Myanmar. Terus kami hanya bertiga dalam 1 perahu meski kami harus mengeluarkan kocek 30,000 KS namun “worth it” banget. Serasa “Saudagar” terus banyak cerita lucu mulai dari Ade yang dicium Bule lah, si Melisa yang dilirik Bule lah dan aku yang malu-maluin karena melihat bule memakai Longyi.

Asli di Inle itu full cerita bagi kami

Baca juga Cerita Konyol Myanmar

Yangoon

Rincian Pengeluaran Inle, Myanmar Hari Kedua

Bayar uang masuk ke Inle, Myanmar USD 10/orang

Naik tuk-tuk ke Muhi House 3000 KS/3 orang

Sewa Boat seharian Boat Tour Special Big Tour sunrise to sunset sightseeing Inle 30,000 KS/3 orang

Sarapan gorengan di Pasar Inle 2300 KS/3 orang

Makan siang di Inle 8000 KS/ 3 orang Tips boat 1700 KS/ 3 orang

Tips ke Nelayan Inle 5000 KS/3 orang

Tiket Bus malam dari Inle ke Bagan 18,000 KS/orang

Total Pengeluaran hari kedua di Myanmar

$10 + 1000 KS + 10,000 KS + 760 KS + 570 KS +  1600KS + 18,000 KS = $10 dan 31,930 KS

= 13640 KS + 31930 KS

= 45,570 KS

Tempat wisata yang dikunjungi di Inle, Myanmar

Sunrise melihat fisherman lengkap dengan gayanya yang unik, Taung Toe untuk melihat Market (Pagoda), In Paw Khon untuk melihat Silk and lotus weaving, Nampan untuk melihat Floating Village, Tobbaco and making boat, Phaung Daw OO Pagoda untuk melihat Buddha Image, Shwe in Den Pagoda untuk makan siang, Ywa Mah untuk melihat Long Neck Women Golad and Silver Umbrella, Kaylar (fisherman Village) dan tomato garden, Maing Thauk dan Nga Phe Chaung Monestery.  

Inle Pagoda

 Trip Old Bagan, Myanmar

Date Time Activity Cost Remarks
25-Feb-17 03.00-03.30 Ariived and prepare for a long journey 20000 MYK Entrance Fee
25-Feb-17 03.30-04.00 Go to E bike Rent center by Taxi 10000 MYK  
26-Feb-17 04.00-05.00 Rent E bike 6000 MYK  
25-Feb-17 05.00-05.30 Hunting sunrise still trying to find best place to see sunrise at bagan
25-Feb-17 05.30-08.00 Enjoy Sunrise and Air baloom
25-Feb-17 08.00-17.00 Explore Bagan
25-Feb-17 17.00-18.30 Hunting sunset at Shwezigon Pagoda
25-Feb-17 18.30-19.30 Back to e bike rent center
25-Feb-17 19.30-20.00 Prepare for Next Destination (take bath, charge gadget, charge camera)
25-Feb-17 20.30-02.30 Go to Mandalay by Ok Express Minibus 9000 MYK
Total Cost 45000 MYK
Balon Sunrise

Pengalaman Backpaker di Old Bagan

Old Bagan tak kalah seru bagi kami karena bagaimana kami sampai di Old Bagan jam 3 pagi demi mengejar Sunrise dengan Balon udara yang terkenal serta bernegoisasi dengan Taxi driver supaya kami tidak membayar uang masuk Kota Old Bagan serta galau antara sewa mobil, pakai sepada, atau sewa e-bike yang ujung-ujungnya kami menyewa e-bike terus menggunakan peta offline untuk mencari dimana sport terbaik melihat sunrise yang banyak Balon udaranya walau ujung-ujungnya bayar juga kemudian manjat ke Candi terus jatuh dari e-bike pokoknya kayak orang kesetanan dalam mengejar sunrise.

Beruntungnya sih kami mendapatkan matahari terbit lengkap dengan balon udara Myanmar yang fenomenal, paling tidak aku yang belum pernah melihat Balon Udara di Cappadocia terobati di Old Bagan. Terus di keseruan lainnya di Old Bagan ketika muka Melisa kaget ketika makanannya diubek-ubek pakai tangan, terus aku dan Ade yang jatuh dari e-bike sampai adegan ban pecah demi sebuah Photo. Di Old Bagan juga kami merasakan “muntah” dengan Candi dan Pagoda serta sejenisnya karena saking banyaknya. Terus ditambah sunset di Bagan yang sempurna, intinya kami bahagia dapat menaklukkan tempat yang hendak kami ingin jumpain.

Old Bagan Myanmar

Rincian Pengeluaran Old Bagan, Myanmar Hari Ketiga

Taxi dari Highway bus Station ke Nyaung-U 24,000 KS/ 3 orang

Sewa e-bike seharian 12.000 KS/3 orang (2 e-bike)

Sarapan mie 2600 KS/3 orang

Minum kelapa 3000 KS/3 orang

Tiket bus Malam Old Bagan-Mandalay 22,000 KS/2 orang

Total Pengeluaran hari ketiga di Myanmar

8000 KS + 6000 KS + 870 KS + 1000 KS + 11,000 KS

= 26,870 KS 

Tempat wisata yang dikunjungi di Old Bagan, Myanmar

Melihat Sunrise dengan latar belakang balon udara dan candi serta puas keliling Old Bagan dan menelusuri Candi-Candi di Old Bagan serta melihat sunset di Old Bagan

Myanmar

Trip Mandalay, Myanmar

Date Time Activity Cost Remarks
26-Feb-17 02.00-02.30 Mandalay Bus Station Shwe Man Thu, arrived and prepare for a long journey
26-Feb-17 02.30-03.30 Go to Motor bike station by Taxi 10000 MKY
26-Feb-17 03.30-04.00 Rent motor bike to explore mandalay 10000 MKY
26-Feb-17 04.00-05.00 Go to Mandalay Hills by Motor Cycle
26-Feb-17 05.00-07.00 Explore Mandalay Hills and sunrise at mandalay hills
26-Feb-17 07.00-07.15 Go to Mandalay Palace by Motor Cycle
26-Feb-17 07.15-08.30 Breakfast and explore Mandalay Palace
26-Feb-17 08.30-09.00 Go to Mahamuni Image
26-Feb-17 09.00-10.00 Explore Mahamuni Image
26-Feb-17 10.00-10.30 Go to Pagoda Maha Lokamarazein Kuthodaw
26-Feb-17 10.30-11.00 Explore Pagoda Maha Lokamarazein Kuthodaw
26-Feb-17 11.00-11.15 Go to Golden Palace 10000 MKY Optional, entrance Fee 10.000MKY
26-Feb-17 11.15-12.00 Explore Golden Palace
26-Feb-17 12.00-12.30 Lunch, near Golden Palace 4000 MKY
26-Feb-17 12.30-13.30 Go to Paya Sandamuni Temple & Monastery
26-Feb-17 13.30-14.30 Explore Paya Sandamuni Temple & Monastery
26-Feb-17 14.30-15.00 Go to Mandalay palace
26-Feb-17 15.00-16.30 Explore Mandalay Palace
26-Feb-17 16.30-17.00 Go to U Bein Bridge
26-Feb-17 17.00-18.30 Explore U bein Bridge and waiting for sunset
26-Feb-17 18.30-19.00 Back to Rent Motor station
26-Feb-17 19.00-20.30 Dinner and waiting for bus  from Mandalay to Yangon 20000 MKY JJ Express Bus 16.000 MKY, dinner 4000 MKY
Total Cost 54000 MKY
Long Neck Women Burma

Pengalaman trip di Mandalay

Perjalanan ke Mandalay memang hanya aku dan Ade saja namun kami sangat beruntung bisa mandi di Mandalay kemudian dapat melihat sunrise di Mandalay Hill yang cukup bagus walau awalnya si Ade takut kalau tidak ada sunrise berhubung kabut.

Nya, awalnya aku takut gak ada sunrise di Mandalay 
padahal sudah bela-belain subuh kesini padahal kalau di Indonesia 
mana berani aku naik motor begini keluyuran, kata Ade

Kami cukup beruntung karena memang mendapatkan Golden Sunrisenya Mandalay serta dapat Sunsetnya di U-Bridge Mandalay yang fenomenal di gambar, kalau aslinya mah “jembatan kayu biasa”.

Selain itu kami juga dapat menyaksikan Patung Buddha dimandikan pas subuh-subuh serta keliling ke temple yang ada namun memang menurut kami Mandalay itu “biasa saja”. Belum lagi kena “zonk” dengan istilah “the biggest book on the world” yang pas kesana tidak besar-besarnya, mungkin lebih cocok “banyak dan luas”.

😀

Mandalay Hill

Rincian Pengeluaran Mandalay, Myanmar Hari Keempat

Taxi dari Stasiun Bus ke Dream Guest House 5000 KS/ 2 orang

Sewa Motor seharian 12,000 KS/ 2 orang

Uang Masuk Su Taung Pyae Pagoda 1000 KS

Air Lemon 500 KS Bensin 4500 KS/2 orang

Makan siang + minum tebu 1800 KS

Bus malam dari Mandalay ke Yangoon 22,000 KS/2 orang

Parkir motor 500 KS/2 orang

Total Pengeluaran hari keempat di Myanmar

2500 KS + 6000 KS + 1000 KS + 1800 KS + 11,000 KS + 250 KS

= 22,550 KS

Tempat wisata yang dikunjungi di Mandalay, Myanmar

Sunrise Mandalay Hill, Mahamuni Image, U Bein Bridge, Kuthodaw Pagoda (biggest book in the world), Mandalay Royal Pallace, Masjid Trip, Yangoon

Date Time Activity Cost Remarks
27-Feb-17 05.00-05.30 Yangon Bus Station, arrived and prepare for a long journey    

Rincian perjalanan Hari pertama menjadi pilihan untuk hari Terakhir di Yangoon

Activity Cost Remarks
 Maha Bandoola Garden near Bangale Sunni Jameh Mosque 2500 MYK aqua for MYK 180
Sule Pagoda, Independent  Monument of Myanmar and High Court Building 4000 MYK entrance fee, near sule pagoda there is a jameh mosque
 Shwedagon Pagoda 8000 MYK entrance fee  8USD
Saint Mary’s Cathedral and Musmeah Yeshua Synagogue 4000 MYK Free entrance for Jewish place, adress of church 72, Bo Aung Kyaw Street Botahtaung Tsp, and taxi 3 usd

Pengalaman Perjalanan di Yangoon Hari terakhir

Di hari terakhir di Burma, si Ade hampir sakit sehingga kasihan sekali harus menggembel tidur di taman dekat Sule Pagoda. Karena kondisi tubuhnya yang drop akhirnya kami tidak terlalu memaksakan untuk mengunjungi semua objek wisata di Yangoon di hari terakhir kami lebih santai namun tetap kami masih bisa mengunjungi beberapa tempat wisatanya seperti melihat Swadegon dari luar karena anti bayar 8000 KS terus makan yang lumayan layak. Sayangnya di hari terakhir aku mengalami diare, padahal di Mandalay niat mencari makanan halal eh nemu restoran mahal terus ujung-ujungnya makan dipinggir jalan dengan makanan yang diubek-ubek pakai tangan.

Iya nasi diubek-ubek pakai tangan!!

Swadegon Pagoda

Rincian Pengeluaran Yangoon, Myanmar Hari Lima

Naik Bus dari Terminal Bis Aung Mingalar 200 KS/orang

Makan Thosa + Egg + Susu Tea 1350 KS

Taxi dari Sule Pagoda ke Shwedagon Pagoda 1700 KS/2 orang

Oleh-oleh 3500 KS Makan siang 4000 KS/2 orang

Kelapa 2000 KS/2 orang (2 buah)

Taxi dari Sule Pagoda ke Bandara 7000 KS/2 orang

Total Pengeluaran hari kelima di Myanmar

200 KS + 1350 KS + 850 KS + 1000 KS +3500 KS

= 6,900 KS

Tempat wisata yang dikunjungi di Mandalay, Myanmar

Sule Pagoda, Independent Monument of Myanmar, Shwedagon Pagoda, Saint Mary’s Cathedral and Musmeah Yeshua Synagogue, Maha Bandoola Garden, Bogyoke Aung San Market

U Bein Bridge

Cara hemat ke Myanmar

1. Menggunakan bus malam untuk menghemat penginapan

2. Kalau di Inle sebaiknya ambil paket tour setengah hari saja karena yang paling bagus adalah sunrisenya serta di perahu bisa muat 4-5  orang jadi makin ramai makin hemat

3. Di Old Bagan tawar saja dengan taxi untuk negoisasi agar tidak kena biaya masuk dengan mengambil jalur rute menghindari piket. Kami harus membayar 24,000 KS untuk taxi bertiga demi tidak membayar 60 USD/3 orang.

4. E-bike maupun bersepeda kalau sendirian paling murah kalau di Old Bagan

5. Kami sering menggunakan taxi dari Bandara dan jika ke suatu tempat sehingga masih bisa dihemat dengan cara menggunakan bus.

6. Bagi yang bisa tahan hidup tanpa “internet” maka tidak perlu membeli SIMCARD, kami bertiga sama sekali tidak membeli SIMCARD selama di Myanmar. Namun di Bandara Yangoon ada wifi walau tidak kencang

7. Bawa makanan dari Indonesia karena memang banyak makanan yang tidak halal di Myanmar, untuk Yangoon dan Mandalay masih mudah mencari makanan halal karena ada area Muslimnya.

Yangoon

Penginapan selama di Myanmar

Penginapan kami selama di Myanmar adalah bus malam, hal ini memang kami sengaja lakukan untuk menghemat biaya pengeluaran penginapan. Tapi jangan tanya bagaimana capeknya, kami harus tidur selama perjalanan di Bus dari Kota ke Kota lainnya terus sampai di Kota tujuan langsung membloang “nonstop” menjelah Kota tersebut.

Bus malam Yangoon-Inle dengan harga tiket 15,000 KS berangkat jam 5 sore nyampe jam 4 pagi di Inle, busnya biasa namun fasilitas luar biasa dengan adanya tempat nyarger, dikasih selimut, dikasih bantal dan dikasih makanan serta sikat dan obat gigi

Bus malam Inle-Old Bagan dengan harga tiket 18,000 KS VIP bus berangkat jam 8 malam dan sampai di Old Bagan jam 3 pagi namun fasilitasnya biasa.

Bus malam Old Bagan-Mandalay dengan harga tiket 11,000 KS bus berangkat jam 10 malam dan sampai di Mandalay jam 4 pagi dengan fasilitas bantal, selimut dan minuman

Bus malam Mandalay-Yangoon dengan harga tiket 11,000 KS berangkat jam 8 malam dan sampai jam 6 pagi di Yangoon dengan fasilitas selimut dan minuman

Tips ke Myanmar

1. Sebaiknya pergi bersama teman untuk mempermurah biaya sehingga bisa sharing cost terutama di Inle untuk sewa perahu seharian

2. Membeli Tanaka (bedak dingin) dan Longyi (sarung dipakai orang Myanmar sehari-hari) bisa dilakukan agar seperti orang lokal Myanmar

3. Hati-hati makan di Myanmar karena kebiasaan orang Myanmar itu suka mengubek-ubek makanan sehingga jangan lupa bawa obat diare

4. Bawalah tissu basah karena di Myanmar toiletnya kebanyakan toilet duduk serta jarang ada tissue.

5. SIMCARD bisa dibeli di Bandara dan menukar uang juga bisa dilakukan di Bandara, ratenya lumayan bagus

6. ATM bisa digunakan di Myanmar sehingga jika kehabisan uang bisa tarik tunai. Di Yangoon kami melihat BNI 🙂

Suka duka di Myanmar

1. Rekor tidak mandi selama 3 hari 3 malam, rekor terlama yang pernah aku alami, full jalan-jalan dan gak mandi-mandi hanya bermodalkan ganti baju, bedak ketek dan parfum. Dari Cilegon saja aku tidak mandi kemudian berlanjut di Singapura kemudian di Yangoon, kemudian di Inle. Baru di Bagan lah kami bisa mandi dan mandinya pun langsung mandi panas sehingga serasa berada di “surga” ketika mandi setelah 3 hari menahan bau badan

2. Bus malam Myanmar cukup nyaman namun pas bus malam ke Mandalay aku tidak bisa tidur sama sekali sehingga rasanya ngantuk berat pas perjalanan di Myanmar sementara si Ade malah tidak bisa tidur pas perjalanan terakhir ke Yangoon

3. Susah sekali menemukan orang Myanmar yang bisa Bahasa Inggris dalam perjalanan kami, yang sial pas di area restauran kami sering ditanya “Mingalabar” dikira orang lokal terus dengan PD gak bakalan bayar uang masuk ke Inle, pas masuk ke Kotanya malah ketahuan orang asingnya

4. Aku dan Melisa pas malam hari selalu memakai Thanaka (bedak dingin) sehingga merasa warga lokal namun tetap Bahasa gak bisa bohong

5. Naik e-bike panas-panasan saat di Old Bagan tapi entah kenapa rasanya seru terutama karena bawa temannya asik dan bisa diajak susah

6. Cari makanan itu susah untungnya aku dan Ade bukan tipikal susah makan yang penting bukan non halal kami makan saja. Tapi entah kenapa selama di Myanmar aku belum menemukan makanan enak yang tak terlupakan :O

Sule Pagoda

Total pengeluaran Backpacker ke Myanmar 5 Hari  ke Kota Yangoon, Inle Lake,  Old Bagan, Mandalay dan kembali lagi ke Yangoon

Yangoon hari pertama 23,400 KS

Inle Lake hari kedua 45,570 KS

Old Bagan hari ketiga 26,870 KS

Mandalay hari keempat 22,550 KS

Yangoon hari kelima 6,900 KS

Total biaya backpacking di Myanmar

= 23,400 KS + 45,570 KS + 26,870 KS + 22,550 KS + 6,900 KS

= 125,290 KS (kurs $1 = 1346 per Februari 2017)

Uang Myanmar

Tiket pulang pergi Jakarta-Myanmar Rp 1,600,000

Biaya selama 5 hari di 4 Kota Rp 1,378,190  (kurs 1 KS = Rp 11 per Februari 2017)

Total pengeluaran Backpacker ke Myanmar all in (termasuk tiket)

= Rp2,978,190 (kurang lebih 3 juta)

Note

Aku hanya membawa uang 100 USD langsung ditukar di Bandara Internasional Yangoon kemudian menukar lagi 10 USD dan 15 Dollar Singapura dan uangnya cukup memback up perjalanan selama di Myanmar.

Itulah perjalanan ke Myanmar dengan temanku Ade dan Melisa secara semi backpacker dengan mandi tak mandi, makan tak makan serta tidur ayam di bus, seru serta penuh warna dengan 4 Kota 5 Hari menghabiskan uang Rp3jt.

Ada yang sudah ke Myanmar?

Salam

Winny

Itinerary Perjalanan ke Yangoon, Inle, Old Bagan dan Mandalay Myanmar


You don’t love because: you love despite; not for the virtues, but despite the faults

By  William Faulkner

Hello World

Burma, Februari  2017

Backpacker ke Myanmar alias Burma begitu berkesan karena pergi dengan teman yang super asik, walaupun cuma bertiga namun berisik dan ramainya kalah ama ratusan orang. Bahkan perjalanan Myanmar penuh dengan canda tawa, mandi gak mandi, makan gak makan dan yang penting seru! Jangan tanya lagi gimana persiapan ke Myanmar, udah dari lama-lama. Bahkan jauh-jauh hari sebelum keberangkatan aku sudah membuat rencana perjalanan Burma alias Myanmar. Perjalanan ke Myanmar direncanakan ke 4 Kota yaitu Yangoon, Inle, Old Bagan dan Mandalay. Hanya saja Melisa tidak ikut  ke salah satu Kota karena harus balik ke Indonesia duluan sementara aku dan Ade menjejah 4 Kota di Myanmar.

Untuk rincian perjalanan Myanmar atau Itinerary Burma rute yang aku buat adalah Yangoon-Mandalay-Old Bagan-Inle namun pada akhirnya berubah drastis dengan rencana Ade sebab Melisa awalnya galau antara Inle atau Mandalay dan akhirnya memilih Inle.

Itinerary Myanmar 
Date Time Activity Cost Remark
22-Feb-17 21:55 – 00:45 Soekarno Hatta Airport to Singapore Airport, Terminal 1 Duration 1:50 min, Kode Booking BHP8GK
22-Feb-17 21:55 – 00:45 Soekarno Hatta Airport to Singapore Airport, Terminal 1 Duration 1:50 min, Kode Booking BHP8GK
23-Feb-17 10:40-11:00 Change money in airport, SIMCARD if necessary. Money Myanmar (‘chat’) rate $1 =  1240 Kyat 100 USD USD 1 = MYK 1,218, SIM Telenor Tourist = MYK 12rb, 1 Gb
23-Feb-17 11:00-12:00 Optinal going by taxi or by bus should leave from airport walking for 1,5 km and paying Ks 200 (Rp 2.200) kurs MMK 1 ≈ IDR 11). Hotel in Yangoon Backpacker Bed. Location  No.40, Shwe Bon Thar Road, Pabedan Township, Downtown Yangon 8000-10,000 MYK Duration 1 hour, using taxi should be bargain. Hotel 12 Usd.
23-Feb-17 12:00-13:00 Lunch Maha Bandoola Garden near Bangale Sunni Jameh Mosque 2500 MYK aqua for MYK 180 (Rp2.000),
23-Feb-17 13:14:00 Sule Pagoda, Independent  Monument of Myanmar dan High Court Building 4000 MYK entrance fee, near sule pagoda there is a jameh mosque
23-Feb-17 14:00-15:00  Shwedagon Pagoda 8000 MYK entrance fee  8USD
23-Feb-17 15:00-16:00 Saint Mary’s Cathedral and Musmeah Yeshua Synagogue 3 usd Free entrance for Jewish place, adress of church 72, Bo Aung Kyaw Street Botahtaung Tsp, and taxi 3 usd
23-Feb-17 16:00-17:00  Bogyoke Market address in Bogyoke Aung San Rd For Myanmar handicrafts and souvenirs close 5 pm
23-Feb-17 17:00-20.00 Optional: Chaukhtatgyi Buddha, Taukkyan War Cemetery, Botatoung Pagoda near yangon river, China Town Yangon, Botahtaung Pagoda, nga Htat Gyi Pagoda,Kyay Thone Pagoda and Inya Lake Terminal Aung Mingalar bus JJ Express to Bagan
23-Feb-17 21:00-05:30 Yangoon-Mandalay $12 Night bus with JJ express or Lumbini
24-Feb-17 05:30-06:00 Mandalay Rp400,000 Hotel 8  location29th Street, Between 82nd & 83rd Street, Chan Aye Thar San Township, 11101 Mandalay
24-Feb-17 06:00-08:00 Breakfast MYK2500
24-Feb-17 08:00-10:00 Golden Palace Monastery (Shwenandaw Kyaung) + Atumashi Pagoda US$ 10 Charter  Mandalay: MYK 12.000/day
24-Feb-17 10:00-12:00 Maha Muni Pagoda Royal Palace US$ 10 Donation for Mandalay Hills MYK 500
24-Feb-17 12:00-13:00 Makan siang MYK 1000
24-Feb-17 13:00-14:00 Kuthodaw Pagoda & the World’s Largest Book US$3
24-Feb-17 14:00-15:00 Mingun Temple US$3
24-Feb-17 15:00-16:00 Bargaya Monastery US$ 10
24-Feb-17 16:00-17:00 Sanda Muni Paya and Kyauk Taw Gyi Pagoda US$ 10
24-Feb-17 17:00-20:00 Mandalay Hill US$ 10 Donation for Mandalay Hills MYK 100
24-Feb-17 21:00-03:30 Mandalay-Bagan $9U Night bus with JJ express or Lumbini
25-Feb-17 03:30-05:00 Bagan Rp300,000  Ever New Guest House address No.6, Aung Myay Thar Quarter, 1 Lane, Nyaung Oo, Nyaung U, 11101 Bagan, Myanmar
25-Feb-17 05:00-06:00 Sunrise in Bagan Optional to follow ballon tour $350 Baloon tour 305 to 350 USD /person.
25-Feb-17 06:00-07:00 Breakfast MYK5000
25-Feb-17 07:00-09:00 Bagan Temples MYK 22000 Going by delman/day MYK 15,000 -K25,000, Cars $20-$50
25-Feb-17 09:00-17:00 Zona free for  Shwezigon Pagoda,  Kyansittha U Min, Wetkyiin Gubyaukgyi, Htilominlo,  Ananda,  Damayangyi , Nanpaya, Manuha, Villages along Ayerwaddy river , Thatbyinnyu, Saraba Gate Way, Bupaya $20
25-Feb-17 Optional Bulethi,Gubyaukgyi Temple, Shwe-gyu-gyi, Pya-Tha-Da Paya, Bagan Tower $5-10
25-Feb-17 Optional Mt Popa $5
26-Feb-17 19:00-08:00 Bagan-Inle Lake $11 Night bus with JJ express or Lumbini
26-Feb-17 08:00-09:00 Breakfast MYK 5000
26-Feb-17 09:00-16:00 Full trip boat jetty to around inle Lake include Floating Garden, Native Method of Fishing, Silk & Cotton Weaving,  Unique-leg Rower,  Nga Hpe Monastery, Paung Daw Oo Pagoda,  Indein Old Temple & Stupas, Maing Thauk Monastery MYK 5000 -13,000 $18  per 8 hour
26-Feb-17 16:00-17:00 Shwe Yaunghwe Kyaung, Kak Ku Temples $3 Optional
26-Feb-17 17:00-05:00 Inle Lake-Yangoon $15 Night bus with JJ express or Lumbini,Melisa pulang ke Indonesia
27-Feb-17 05:00 Yangoon
27-Feb-17 06:00-08:00 Breakfast MYK5000
27-Feb-17 08:00-16:00 Optional: National Museum ($5), Gem Museum ($5), People’s Park ($3), Ngar Htut Kyi Pagoda ($2), Bogyoke Aung San Museum ($3), Yangon Zoo ($2)
27-Feb-17 16:00-18:00 Going to Yangon Airport 8000-10,000 MKK Duration 1 hour, using taxi
27-Feb-17 19:40-00:10 Yangon Airport Terminal 2 to Changi Airport Terminal 1 Duration 3 hours
28-Feb-17 07:45-08:45 Changi to Soekarno Hatta Airport Duration 1:50 min

Akhirnya Ade pun membuat rincian perjalanan Myanmar baru dengan rute Yangoon-Inle-Old Bagan-Mandalay-Yangoon Myanmar. Tentu saja rincian Ade ini out of the box alias anti mainstream yang jarang dibuat tapi anehnya malah seru dan tak terlupakan.

Itinerary Myanmar  2017

Yangon
Date Time Activity Cost Remarks
22-Feb-17 21:55 – 00:45 Soekarno Hatta Airport to Singapore Airport, Terminal 1 Duration 1:50 min, Kode Booking BHP8GK
22-Feb-17 21:55 – 00:45 Soekarno Hatta Airport to Singapore Airport, Terminal 1 Duration 1:50 min, Kode Booking BHP8GK
23-Feb-17 10:40-11:00 Imigration Checking, Money Changer or buy a sim card USD 1 = MYK 1,218, SIM Telenor Tourist = MYK 12rb, 1 Gb
23-Feb-17 11:00-12:00 Optinal going by taxi or by bus should leave from airport walking for 1,5 km and paying Ks 200 (Rp 2.200) kurs MMK 1 ≈ IDR 11). Hotel in Yangoon Backpacker Bed. Location  No.40, Shwe Bon Thar Road, Pabedan Township, Downtown Yangon 8000-10,000 MYK Duration 1 hour, using taxi should be bargain.  Hotel address only for imigration checking
23-Feb-17 12:00-13:00 Lunch Maha Bandoola Garden near Bangale Sunni Jameh Mosque 2500 MYK aqua for MYK 180 (Rp2.000),
23-Feb-17 13:14:00 Sule Pagoda, Independent  Monument of Myanmar dan High Court Building 4000 MYK entrance fee, near sule pagoda there is a jameh mosque
23-Feb-17 14:00-15:00  Shwedagon Pagoda 8000 MYK entrance fee  8USD
23-Feb-17 15:00-16:00 Saint Mary’s Cathedral and Musmeah Yeshua Synagogue 4000 MYK Free entrance for Jewish place, adress of church 72, Bo Aung Kyaw Street Botahtaung Tsp, and taxi 3 usd
23-Feb-17 16:00-16:30 Go to Bus station 9000 MYK
23-Feb-17 16:30-17:00 Check in on Bus Station, go to inle Lake 18000 MYK Bus by Shwe Loan
Total Cost 55000 MYK
Inle Lake
Date Time Activity Cost Remarks
24-Feb-17 05.00-05.30 Arrived at Inle Lake Bus Station 10000 MYK Entrance Fee Inle Lake (I hope they notice we are local people)
24-Feb-17 05.30-06.00 On the Way to Mr. Muh Kyi House 3000 MYK location is “smiling moon hostel”
24-Feb-17 06.00-06.30 Prepare for Explore Inle lake, Rent Boat 15000 MYK
24-Feb-17 06.30-07.00 hunting sunrise and Leg Rowing attraction
24-Feb-17 07.00-07.15 Go To Shwe Inn Dein
24-Feb-17 07.15-08.00 Explore Shwe Inn Dein and Breakfast 3000 MYK
24-Feb-17 08.00-08.15 Go to Phaung Dau Ooo Pagoda
24-Feb-17 08.15-09.00 Explore Phaung Dau Ooo Pagoda and see pigeon atraction 500 MYK buy corn for pigeon
24-Feb-17 09.00-09.15 Go to monastery  Mya Thein Tan
24-Feb-17 09.15-10.00 Explore Monastery Mya Thei Tan and go to hill to see inle lake landscape
24-Feb-17 10.00-10.15 Go to thaung tho pagoda
24-Feb-17 10.15-11.00 Explore thaung tho pagoda
24-Feb-17 11.00-11.15 Go to Nga phe Kyaung
24-Feb-17 11.15-12.00 Explore Nga Phe Kyaung and see jumping cat atraction Biksu school 🙂
24-Feb-17 12.00-12.30 Go to Restaurant inle lake side
24-Feb-17 12.30-13.30 Lunch
24-Feb-17 13.30-14.00 Go to Merchandise market
24-Feb-17 14.00-16.00 explore merchandise market, Silk & lotus weaving, Gold & silver smith, Inle traditional handicraft & cheroot
24-Feb-17 16.00-16.30 Go to Inle traditional umbrella workshop
24-Feb-17 16.30-17.00 See suku Kanya Padaung in Inle traditional umbrella workshop
24-Feb-17 17.00-17.30 Floating Market
24-Feb-17 18.00-18.30 Prepare for go to Bagan (take a bath at Mr. Muh Kyi House) 1000 MYK
25-Feb-17 19.00-03.00 Go to bagan by Bus 13000 MYK bus by Minh Thar
Total Cost 45500 MYK
Bagan
Date Time Activity Cost Remarks
25-Feb-17 03.00-03.30 Ariived and prepare for a long journey 20000 MYK Entrance Fee
25-Feb-17 03.30-04.00 Go to E bike Rent center by Taxi 10000 MYK
26-Feb-17 04.00-05.00 Rent E bike 6000 MYK
25-Feb-17 05.00-05.30 Hunting sunrise still trying to find best place to see sunrise at bagan
25-Feb-17 05.30-08.00 Enjoy Sunrise and Air baloom
25-Feb-17 08.00-17.00 Explore Bagan
25-Feb-17 17.00-18.30 Hunting sunset at Shwezigon Pagoda
25-Feb-17 18.30-19.30 Back to e bike rent center
25-Feb-17 19.30-20.00 Prepare for Next Destination (take bath, charge gadget, charge camera)
25-Feb-17 20.30-02.30 Go to Mandalay by Ok Express Minibus 9000 MYK
Total Cost 45000 MYK
Mandalay
Date Time Activity Cost Remarks
26-Feb-17 02.00-02.30 Mandalay Bus Station Shwe Man Thu, ariived and prepare for a long journey
26-Feb-17 02.30-03.30 Go to Motor bike station by Taxi 10000 MKY
26-Feb-17 03.30-04.00 Rent motor bike to explore mandalay 10000 MKY
26-Feb-17 04.00-05.00 Go to Mandalay Hills by Motor Cycle
26-Feb-17 05.00-07.00 Explore Mandalay Hills and sunrise at mandalay hills
26-Feb-17 07.00-07.15 Go to Mandalay Palace by Motor Cycle
26-Feb-17 07.15-08.30 Breakfast and explore Mandalay Palace
26-Feb-17 08.30-09.00 Go to Mahamuni Image
26-Feb-17 09.00-10.00 Explore Mahamuni Image
26-Feb-17 10.00-10.30 Go to Pagoda Maha Lokamarazein Kuthodaw
26-Feb-17 10.30-11.00 Explore Pagoda Maha Lokamarazein Kuthodaw
26-Feb-17 11.00-11.15 Go to Golden Palace 10000 MKY Optional, entrance Fee 10.000MKY
26-Feb-17 11.15-12.00 Explore Golden Palace
26-Feb-17 12.00-12.30 Lunch, near Golden Palace 4000 MKY
26-Feb-17 12.30-13.30 Go to Paya Sandamuni Temple & Monastery
26-Feb-17 13.30-14.30 Explore Paya Sandamuni Temple & Monastery
26-Feb-17 14.30-15.00 Go to Mandalay palace
26-Feb-17 15.00-16.30 Explore Mandalay Palace
26-Feb-17 16.30-17.00 Go to U Bein Bridge
26-Feb-17 17.00-18.30 Explore U bein Bridge and waiting for sunset
26-Feb-17 18.30-19.00 Back to Rent Motor station
26-Feb-17 19.00-20.30 Dinner and waiting for bus  from Mandalay to Yangon 20000 MKY JJ Express Bus 16.000 MKY, dinner 4000 MKY
Total Cost 54000 MKY
Yangon
Date Time Activity Cost Remarks
27-Feb-17 05.00-05.30 Yangon Bus Station, ariived and prepare for a long journey

Semoga rincian perjalanan ke Myanmar dapat bermanfaat ya, untuk realiasi habis berapa selama di Myanmar untuk 4 Kota dalam postingan berikutnya!!

Salam

Winnny

“Kehinaan” Perjalanan ke Myanmar


Happiness is having crazy friends

By Unknown

Hello World!

Burma, Maret 2017

Win ke Hong Kong yuk", kata Defi di grup yang hanya terdiri dari
aku, Defi dan Rinta.

Berbekal informasi tiket promo dari Defi akhirnya aku coba-coba untuk melihat berapa harga dari Maskapai promo ke destinasi berbeda, tentu saja tawaran ini racun bagiku. Bukan apa-apa aku harus hemat demi perjalananku berikutnya atau aku bisa mati kutu. Namun apa daya aku tak kuasa menahan hasrat untuk tidak membeli tiket promo walau kere abis. Akhirnya aku pun  mengajak beberapa teman  siapa tahu ada yang ingin ikut trip, salah satunya kak Bijo namun kak Bijo belum bisa bergabung. Yah batal lagi deh impian jalan bareng dengan Kak Bijo 😦

Destinasi yang aku inginkan pun banyak padahal awalnya kan Defi ngajakin ke Hong Kong namun karena Hong Kong tidak terlalu ngebet banget untuk aku kunjungi, akhirnya pilihan jatuh kepada Burma, negara yang sudah dari tahun kapan ingin dikunjungi. Pemilihan Burma juga setengah hati karena malas akibat kasus Rohingnya terus akupun iseng-iseng mengirim Whatsapp ke Grup namun hanya Ade dan Melisa yang menyambutku.

"De, ada tiket murah ini ke Burma pp Rp800,000 doang ini tapi harus beli sampai 
tanggal 23", kataku

"Ayo kita kesana berapa no KTP mu", kata Ade

Alhasil dengan SIGAP si Ade membelikan tiketku yang ujung-ujungnya di last minute menjadi sekitar 1,6 juta.  Si Ade bahkan nalangin duluan pembayaran karena dia sangat antusias sebab memang keinginan ke Myanmar sudah lama sehingga pas aku mengajaknya bak gayung bersambut.

Nya, akhirnya aku bisa mengajakmu ke Myanmar :D, kata Ade
Yangoon

Selama backpacker-an ke Myanmar bersama Melisa dan Ade ada beberapa kejadian yang super “hina”.

Asli kehinaan bahkan dimulai sebelum trip ke Myanmar.

Kehinaan selama perjalanan ke Myanmar yang dialami:

1. Minuman C1000 dan Bear Brand di Bandara Soekarno Hatta

Nya, jangan bawa cairan ingat kejadian Body Shopmu 
ditahan pas mau ke Hatyai, kata Ade

Sejak kejadian itu aku tidak pernah lagi membawa cairan diatas 100 ml kalau tidak membeli bagasi. Eh siapa sangka ternyata bear brand dalam bentuk kaleng di dalam tas menjadi masalah di Imigrasi Indonesia ketika hendak berangkat ke Myanmar.

Maaf, mohon dibuka tasnya, kata petugas dengan tegas sebelum menuju ruang tunggu

Ternyata aku tidak sendiri si Ade juga harus membuka tasnya sementara Melisa lolos saja ke Ruang Tunggu.

Dari tasku ada beard brand sekaleng, sementara Ade memiliki 2 botol C1000 dan Bear Brand. Akhirnya karena tidak mau rugi, kami meminum C1000 dan Bear Brand dalam sekaligus.

Saking takut ruginya susu dicampur Vit C

Kurang hina apa coba?

Sepatu kesayangan

2. Sepatu Rusak di Changi Airport

Aku memiliki sepatu kesayangan yang sudah kemana-mana, walau sudah tergores selalu aku bawa. Tak terkecuali perjalanan ke Myanmar, si cokelat, teman perjalanan setia. Eh siapa sangka satu-satunya sepatu yang aku bawa ternyata pas di Changi Airport “mengaga” lah dia. Padahal bawa sandal kagak, perjalanan juga masih jauh.

Mati, sepatuku rusak, kataku

hahahhhaha :D, tawa Melisa dan Ade meledak dengan kompak

Udah sih Win, buang saja, kata Ade

Tapi saking cintanya ama sepatu, akhirnya aku di kasih plastik dari Melisa untuk sepatu rusakku. Sepatu rusakpun aku masukkan kedalam tas dan aku tenteng kemana-mana.

Untungnya Melisa meminjamkan sandal satu-satunya kepadaku untuk menuju ke Myanmar.

Sandal Pinjaman
Sandal Pinjaman

3. Minuman Tumpah di Changi Singapura

Antara katrok atau saking super gratisan maka aku, Ade dan Melisa begitu menikmati saat menikmati minuman gratis di Bandara Changi, Singapura.

Gilooo persiapan Winny sampai bawa tempat minum loh, ejek Ade

Kami bertiga bergaya layaknya sedang minum di Restauran. Nah saat party ala-ala, tiba-tiba entah lah kenapa tempat minumku tumpah ke bawah dan langsung tempat minumku peca, “bam” lalu menjadi pusat perhatian.

Eh tiba-tiba si Ade kampret langsung pergi dan menjauh dariku sambil berkata “eh bukan teman gue”.

Sementara mukaku udah merah padam, akhirnya aku ambil pecahan gelas kemudian aku dan Melisa langsung buru-buru masuk kedalam toilet sambil tertawa lepas.

Kejadian pecah tempat minum yang memalukan!

4. Pijat Gratis di Bandara Changi Singapura

Setelah kejadian dari tumpah minum dan pecah tempat minum aku dan Melisa melihat Ade sudah PW sambil pijat di bangku pijat gratis. Yang lucu saat mencoba bangku pijat benar-benar kayak kampungan. Asli walau cuma bertiga tapi kami bertiga suaranya rame (rameee). Pas coba bangku pijat ternyata hanya untuk kaki saja pas pertama kali mencoba merasa geli sambil tertawa.

Dasar pecinta gratisan yang hina 😀

Well, belum saja dimulai perjalanan sesungguhnya ke Myanmar, sudah banyak kehinaan yang kami alami.

So silly!

 

5. Sandal Hilang di Yangoon

Pengalaman kehinaan pun berlanjut saat di Yangoon, Myanmar. Aku, Melisa dan Ade masuk ke dalam sebuah objek wisata yang kami ketahui dari Map Offline, interest place terdekat dari Terminal Yangoon karena kami tidak mungkin ke Kota Yangoon. Jadi kalau di Myanmar, jika ingin masuk kedalam temple maka sepatu dan kaos kaki wajib di lepas, sehingga kamipun melepas sandal dan sepatu kami serta kaos kaki, begitu juga sandal yang dipinjamlan Melisa kepadaku. Eh pas puas dari keliling temple dan hendak balik ke Terminal, sandal yang aku pinjam dari Melisa “raib” alias hilang.

Sandalku hilang, kataku

Akhirnya karena tidak ada pilina akupun berjalan dengan hinanya hanya memakai kaos kaki saja dari temple ke Terminal dengan jalanan yang super panas.

Mak aku apes banget!

Bayangkan jalan nyeker gegara sandal diambil di temple!!

 

Akhirnya aku dan Melisa serta Ade mencari sandal untukku.

Nya, ingat beli dua jangan gak tahu diri ya, kata Ade mengingatkan

Dari kehinaan sandal hilang akhirnya aku membeli Sandal di Myanmar langsung dua, satu untukku dan Melisa itupun hasil tawar yang gagal.

6. Dicium Bule di Inle

Kehinaan pun berlanjut sampai di Inle, Myanmar saat kami berada di rumah Long Neck Lady, itulah wanita Myamar yang memiliki leher panjang karena dari kalungnya sampai menutup lehernya. Di tempat Long Neck Lady kami bertemu Isabella, muka bule namun fasih Bahasa Indonesia yang menyapa kami dengan ramah. Rupanya ibunya Isabella asli Indonesia dan papanya orang Amerika dan dia belajar di Hong Kong sedang liburan di Myanmar. Orangnya ramah dan cantik, dia bahkan yang memulai menyapa kami. Eh saat pisah ternyata Isabella cipika cipiki kami, nah pas si Ade dicium pipi Kiri eh si Ade gak tahu diri malah memegang tangan Isabella untuk minta dicium pipi kanan juga.

Kurang hina apa coba? haha 😀

7. Bule berlongyi di Inle

Masih di rumah Long Neck Lady, kami bertemu dengan sekumpulan Bule yang memakai Longyi. Jadi Longyi adalah pakaian khas laki-laki Myanmar sejenis sarung yang dipakai keseharian. Nah ada 5 bule sekawan yang berlongyi ria yang kami ketemui di temple Inle. Eh siapa sangka ketemu mereka lagi di rumah Long Neck Lady.

Isabella, I wanna take photos with that guys with Longyi, 
it is unique the way they wear it, kataku
Hey Guys, my friend want to take pictures with you, 
kata Isabella yang sontak membuat wajahku merah padam

Well paling tidak kehinaan di Inle membuat ku berphoto dengan bule pake Longyi hihi 😀

8. Photo Saudagar di Inle

Kehinaan lainnya yang kami lakukan di Myanmar adalah ketika saat  pulang tidak jadi hunting sunset di Danau Inle. Akhirnya kami bertiga bergaya bak “Saudagar kaya raya” dengan naikin kaki di perahulah, berphoto ala-ala. Padahal senangnya gratisan.

Kehinaan sok jadi Saudagar!

9.Gagal disangka warga Myanmar

Kami sangat berharap muka kami dianggap sebagai muka lokal. Bahkan aku sengaja membeli Tanaka dan mamakainya sepanjang perjalanan. Tujuannya adalah mengindari membayar retribusi jika ingin masuk Inle karena di Myanmar jika masuk ke Inle dan Bagan harus bayar. Hinanya pas kami sehari-hari dianggap muka lokal eh pas di tempat wisata eh kelihatan muka turisnya. Gagal deh jadi warga lokal Myanmar, padahal sudah ngarep banget.

Kurang hina apa coba beli Longyi dan Tanaka demi menyamar menjadi warga Lokal namun gagal? haha 😀

Saudagar di Inle

 

10. Gak jadi Mandi di Inle, Myanmar

Excuse me sir, can we pay for taking shower here, 
tanyaku kepada seorang Pria Myanmar

You can take shower free here, jawabnya dengan ramah

Eh dengan semangat 45 Melisa mengajak Ade untuk mandi di tempat itu, sementara aku menunggu mereka. Wajar sejak ketibaan hari Kamis kami belum mandi sudah 3 hari. Dan jam 6 sore bus kami akan datang menjemput sementara jam menunjukkan jam setengah enam sehingga kami hanya memiliki 30 menit untuk mandi sehingga kami grasak grusuk buru-buru berharap bisa menumpang mandi gratis. Apa daya ternyata kami harus menelan lidah karena si kawan PHP-in kami karena pas masuk ke dalam kamar mandi katanya lagi ada orang sehingga kami bertiga dengan muka kecewa pun balik menuju tempat untuk jemputan ke Kota Old Bagan.

Alhasil tidak mandipun berlanjut.

Kehinaan yang tidak mandi 3 hari!!!

 

11. Jatuh dari Motor demi mengejar Sunrise di Old Bagan

Gara-gara mengejar sunrise di Old Bagan yang fenomenal dengan Air Ballonnya, aku, Melisa dan Ade naik e-bike kayak orang kesetanan demi mendapatkan sunrise padahal kami baru nyampe di Bagan itu sekitar jam 3an.

Nya, di otakku cuma ada Sunrise kalau tidak dapat aku akan kecewa, kata Ade

Akhirnya seperti membabi buta dengan bantuan map offline aku ganti-gantian dibonceng Melisa dan Ade naik e-bike. Nah pas bersama Ade saking ngebutnya akhirnya kami berdua terjatuh dari e-bike pas subuh-subuh itu. Hinanya lagi si Melisa tidak tahu kalau aku dan Ade jatuh dari e-bike. Untungnya kami berdua tidak apa-apa.

Demi ngejar Sunrise dan Ballon di pagi buta, hinapun tak palah!

12. Ban Kempes demi Photo Eksis

Gara-gara demi “Photo Indah”, maka ban e-bike dikorbankan.Jadi ceritanya Ade menunjukkan photo naik e-bike dengan latar belakang Candi.

Nya ambil banyak photoku ya dengan e-bike dengan latar Candi, kata Ade

Entah pas giliranku meniru Ade, e-bike yang aku naiki bannya kempes.

Damn, bannya kempes de, kataku!

Akhirnya dengan bantuan warga lokal serta sifat sok asik dan SKSD tingkat tinggi, aku meminta bantuan warga lokal itu untuk menelepon pihak pemilik E-bike kami untuk mendatangkan montir memperbaiki E-bike kami itu. Padahal itu warga lokal kagak bisa Bahasa Inggris, aku hanya menunjukkan ban kempis serta nomor telpon yang tertulis di ebike serta mengasih tunjuk telepon. Untungnya warga lokal baik dan membantu kami menelepon pemilik untuk datang padahal kami tidak tahu kami sedang berada dimana.

Di penantian e-bike rusak untuk  diperbaiki kamipun “menggila” dimana kami menikmati waktu dan bercanda ria.

Kehinaan demi sebuah photo berujung padamenggembel di bawah pohon di terik matahari sambil bercanda dengan warga lokal Myanmar!

13. GPS Offline sehingga Map Offline tak terbaca

Kehinaan Melisa ketika dia mengeluh kenapa Map Offlinenya tidak bekerja sehingga mencari tempat berburu sunrise di Bagan susah.

Kenapa ya Peta Offline ku tidak bisa? 
tanya Melisa

Mendengar keluhan itu akhirnya si Ade mengotak-atik HP si Melisa dan menemukan kejanggalan.

Gimana mau bisa pakai Offline Maps, GPS mu mati Mel, 
kata Ade dengan mengejek penuh kebahagiaan

Ternyata Melisa belum menyalakan GPS di Hpnya

14. Aku tidak bisa Baca Peta Offline Mandalay

Ternyata tidak Melisa saja yang hina, aku yang suka jalan-jalan melanglang buana udah kemana-mana ternyata tidak bisa membaca peta. Aku sering salah antara kiri dan kanan sehingga si Ade sampai stress habis saat berjalan berdua di Mandalay, Myanmar.

Hey Nya, belajar baca peta, katanya dengan muka tak percaya menahan dongkol

Meefkan daku yang tidak tahu mana kiri dan kanan, kataku sambil menahan tawa 🙂

15. Tak tahu diri Naik ke Candi saat ada tulisan Do not Climb

Gegara mengikuti jejak Bule, aku, Melisa dan Ade harus berpikir keras untuk naik ke Candi yang susah dinaiki. Padahal ada tulisan Do not Climb dan jujur jangan dicontoh karena itu adalah perbuatan tertolol yang pernah kami lakukan. Aku si takut ketinggian sampai deg-degan tingkat tinggi bahkan untuk naik ke atas saja aku harus diangkat Ade dan seorang Bule yang kami ikutin naik. Eh lama-kelamaan tidak hanya kami berenam di atas puncak Candi malahan jadi ramai sekali sampai orang Myanmarnya marah.

Hey you, go down, teriaknya dari bawah sambil membawa senter

Kami beserta para Bule beramai-ramai yang tak tahu diri bukannya turun malah bersandar ke belakang biar tidak kelihatan petugas sambil menunggu Balon Udara. Akhirnya karena pengunjungnya bandel si petugasnya malah capek sendiri.

Kurang hina apa coba?

Gara-gara photo keceh tak jelas kami mengikuti jejak yang salah, please jangan ditiru.

16. Melisa diminta Tiket Old Bagan

Kehinaan berikutnya saat kami hunting sunset di Old Bagan. Aku dan Ade masuk duluan mengikuti turis lain sementara entah lah kenapa si Melisa terpisah dari kami karena keasikan mengambil photo. Buat sekedar informasi, kami masuk ke Old Bagan Myanmar itu sebagai turis gelap kami tidak membayar uang masuk $20 dollar per orang sehingga tidak diperbolehkan masuk kedalam beberapa temple. Eh pas ditanya dimana karcis si Melisa pura-pura lupa bawa, untung ini anak gak dideportasi kalau tidak bertambah kah kehinaan perjalanan kami jadi tinggi “banned” 😀

17. Diare sehingga Jadi Gembel di Yangoon

Gara-gara nasi diubek-ubek pakai tangan si Ade drop di hari terakhir perjalanan kami. Ade hampir sakit sehingga mengakibatkan dia dalam stadium butuh tidur karena dalam perjalanan Mandalay-Yangoon dia tidak tidur serta makan kami yang mencari halal namun tak ada uang akhirnya maka pinggiran jalan jadinya membuat Ade “diare”. Alhasil saat sampai di Sule Pagoda kami mencari tempat tidur dan pilihannya di Taman dekat Sule Pagoda. Akhirnya si Ade tidur di rumput yang menjadi penutup kehinaan kami selama di trip di Myanmar.

Nah pelajaran bisa dipetik dari kejadian semua kehinaan yang kami alami adalah bahwa segala persoalan dan masalah pasti memiliki jalan keluar dan solusinya. Walaupun hina dina karena kami menikmatinya sehingga kami dalam melakukan perjalanan bahagia dan senang.

So enjoy your life!

Salam

Winny

Pengalaman Bertemu Orang Baik di Penjuru Dunia


“It is good people who make good places.”
By Anna Sewell

Orang lokal

Hello World!

Ciwandan, Februari 2017

Travelling itu tidak melulu tentang wisata atau mengunjungi tempat-tempat indah yang ada dalam bucket list kita, namun juga tentang bertemu dengan orang baru dalam perjalanan. Malahan kadang ingin kembali ke tempat yang sudah pernah dikunjungi karena rasa sentimen tentang orang yang dijumpai. Begitu juga denganku, banyak sekali di dalam perjalanan itu bertemu dengan orang-orang yang baik hati. Bertemunya juga bermacam-macam ada dari bekas gebetan Mantan, ketemu di Kereta, kenal di Website sampai yang bertemu tak sengaja sampai dipungut di jalan yang menjadikan sebuah cerita dan pengalaman tentang hidup dengan bertemu orang asing di suatu tempat.

Adapun pengalaman bertemu dengan orang Baik dalam perjalanan dari Penjuru Dunia, iya karena bertemunya gak haya di satu tempat namun di berbagai tempat, paling tidak ada 8 pengalaman bertemu dengan orang-orang baik di 8 Negara berbeda

1.  Abang Pengemudi Mobil Sayur di Kawah Ijen, Indonesia

Ijen crater
Ijen Crater

Gara-gara antara pelit atau hemat, aku memutuskan tidak jadi menyewa mobil dari Stasiun seharga Rp800.000 seharian tanpa bensin karena hasil searching internet harga normal harusnya Rp500,000 dengan bensin yang membuat aku, Melisa, Bang Dendi dan Bang Novrizal luntang-lantung tak jelas demi ke Kawah Ijen. Mulai dari naik angkot kemudian jalan kaki terus nebeng-nebeng orang terus jalan kaki lagi sampai di Batu licin kemudian jalan kaki lagi hingga berhenti di warung Ibu-Ibu yang merupakan rumah terakhir ke arah Kawah Ijen selebihnya akan ada hutan belantara saja.

"Bu ada orang yang pernah jalan kaki ke Kawah Ijen?, tanyaku

"Wah Neng, itu jauh sekali tunggu saja jam 10 malam nanti ada biasanya
 mobil pick up sayur yang lewat ke atas Ijen, katanya sambil menasehati"

Untungnya saran si Ibu kami turuti karena jika tidak betapa mengerikan jalan menanjak yang katanya hanya 8 km itu seakan 80 km disekeliling hutan belum lagi pas kami datang hari sudah larut malam. Diwarung si Ibu inilah kami berempat menggembel sambil menunggu kedatangan si Babang yang akan naik ke atas sambil minum secangkir teh hangat dan jajan di warung si Ibu. Barulah tepat jam 10 malam akhirnya si Abang  yang ditunggu muncul juga, dengan bantuan si Ibu Warung tentunya mengatakan kami berempat ingin nebeng dengan si abang. Dan ternyata si Abang ini mengizinkan kami untuk bersamanya naik ke atas paling tidak sampai di kaki Ijen.

"Neng, gak apa kan dengan pick up, tanya si Abang

"Gak apa Bang", kataku

Hingga akhirnya aku dan Melisa duduk di depan bersama si Abang dan Bang Dendi dan Bang Novri dibelakang bersama sayur. Haha 😀 kasihan sih ama mereka berdua jadi korban tapi sisi baiknya sih perjalanan kami kan murce alias murah ceria.

Pas di dalam mobil si abang bertanaya-tanya kepadaku dan Melisa

"Neng Mahasiswa ya?, tanyanya

Iya bang kataku, sambil Melisa mencubit pahaku karena aku tidak mengatakan
aku juga pekerja

Terus ngapain ke Kawah Ijen Neng?

Kami mau lihat blue fire Bang tanyaku dengan sok-sok an
Untung loh kami bertemu abang kalau tidak kami sudah jalan kaki, 
lanjutku

Kemudian si Abang mengatakan wah kalau jalan kaki berbahaya Neng, hutan melulu lanjutnya.

Sesampai di Puncak kaki pintu menuju ke Kawah Ijen, Melisa pun bergumam

"Win, mau kasih berapa ya ke Abang-abang?" tanyanya

"Rp50,000 cukup kali ya Mel apa Rp25,000 seperti saran si Ibu Warung?", 
lanjutku

Dan ternyata pas hendak aku kasih uang si Abang menolak meski aku sudah bersusah payah agar uang kami diterima namun tetap si Abang menolak yang membuat kami terharu. Terharu karena masih bisa bertemu dengan orang-orang Baik di Negeri ini. Sayangnya aku lupa mengambil photo dengan si abang ini dan lupa namanya juga namun yang pasti berkat jasalah kami sampai ke Kawah Ijen.

Baca juga Trip ke Ijen

2. Dua Gadis Jepang di Fushimi Inari, Kyoto

Fushimi inari Shrine

Ok lupakan kalau perjalanan ke Jepang merupakan “disaster” karena salah membawa teman perjalanan karena nyatanya setelah adegan ketidakcocokan dengan teman dari Indonesia malah aku bertemu dengan dua Gadis Jepang di Kyoto. Yang lucu adalah kedua cewek Jepang yang aku temui ini tidak bisa Berbahasa Inggris sementara aku tidak bisa berbahasa Jepang. Namun anehnya kami bertiga bisa jalan bersama mengitari Fushimi Inari dari atas sampai ke Puncak. Kalau pribahasanya Gatung Ga Ciang artinya bebek ngobrol dengan kucing, maksudnya tidak nyambung. Jadi keduanya merupakan teman yang juga sama-sama menginap di Hostel yang sama denganku, yang aku ingat sih cewek berambut keriting pas aku keluar dari Toilet di Hostel dan lucunya lagi ketemu untuk kedua kalinya dengan mereka juga pas di Toilet di Fushimi Inari.

“O, kata cewek berambut keriting kepadaku dengan ekspresif mengenaliku

Fushimi inari Shrine
Fushimi inari Shrine

Kemudian dengan ramah aku mengatakan “Hi” kepada mereka yang berujung kepada kami bertiga sama-sama jalan. Sepanjang perjalanan aku ngobrol Bahasa Inggris namun terbatas karena Bahasa Inggrisku juga jelek sih dan mereka memakai Bahasa Jepang. Kebayang gak itu serunya perjalanan? Satu-satunya penyatu kami adalah ekpresi wajah dan Bahasa Tarzan. Masih ingat waktu itu kami naik ke Fushmi Inari tiba-tiba turunlah yang putih-putih dari langit,

"SNOW!!", kataku dengan muka kegirangan dan kampungan khas dengan logat Batakku 
sambil disambut tawa keduanya

"yes Snow, kata mereka sambil ngakak habis melihat ekspresiku"

Cukup berkesan berkenalan dengan keduanya karena mereka itu sangat baik hati padaku mulai dari ngambil photo, menemaniku menemukan Cherry Blossom hingga memberikanku makanan khas Jepang. Padahal sepanjang perjalan kami tidak nyambung loh percakapannya yaiyalah satu bahasa apa yang dua bahasa apa. Ujung-ujungnya aku capek aku memakai Bahasa Indonesia dan terakhir pakai bahasa Batak.

Wkwkkw iya pakai Bahasa Batak kepada mereka toh gak ngerti juga kan?

Bersama mereka sungguh ceria perjalan seru sampai mereka menambku dalam Facebook loh! Nah yang paling berkesan adalah cewek yang berambut keriting yang menulis di Wall Facebookku

"Winny, thanks for today, we had an amazing journey, 
i will learn English and will be coming to Indonesia", katanya

Sontak membuatku terharu, ternyata aku bisa membuat seseorang bermimpi untuk mengunjungi Indonesia 🙂

Baca juga Trip ke Kyoto

3. Bapak di Kereta Beijing-Xi’an, China

china

Apa jadinya jika ternyata setalah berlari-lari 30 menit mengejar kereta namun akhirnya ketinggalan kereta pula? Dibolehkan naik kereta di jam selanjutnya namun dengan kondisi “berdiri”, begitulah yang aku alami dengan Bang Novrizal ketika melakukan trip di Beijing China. Waktu itu kami ketinggalan kereta menuju Xi’an dari Beijing karena kami khilaf keasikan menghabiskan waktu di Great Wall China. Akhirnya kami telat naik kereta dan turun tahta dari yang harusnya kereta duduk malah dapat kereta dengan kondisi berdiri dan sialnya lama perjalanan 12 jam pula, bisa mati berdiri dah! Dan yang paling polos kami mengira jika karcis kereta kami walau katanya berdiri tidak akan 100% berdiri namun kenyatannya benar-benar berdiri di kereta. Nah di stasiun Beijing lah kami bertemu dengan seorang Bapak yang mungkin berumur 50 tahun bersama dengan Keponakannya. Keponakannya bisa berbahasa Inggris namun terbatas sementara si Bapak tidak bisa sama sekali.

"Excusse me sir, this is the right line for this train?", 
tanyaku kepada beliau

Kemudian dia memberikan isyarat bahwa benar line yang kami tunggu serta memberikan kode agar kami tidak jauh-jauh darinya dan mengikutinya. Si Bapak juga kaget karena melihat tiket kami “berdiri” sambil mengernyitkan keningnya. Si bapak lanjut berbahasa Mandarin yang terus terang aku tidak mengerti. Salah satu Bahasa penghubung adalah Bahasa isarat dan ekpresi. Yang paling berkesan dengan si Paman adalah dia seharusnya berada di kelas VIP tapi beliau rela mengikuti kami di kelas “berdiri”. Waktu naik ke kereta juga ampun Dj, ramaiiii, si Bapak inilah yang mengatakan kami harus tenang seolah berkata dia bisa mengatasi masalah kami. Bahkan berkat dialah kami bisa masuk ke ruangan semacam Restauran kemudian dia menulis dalam Bahasa Mandarin agar tiket kami ditingkatkan ke kelas Sleeper. Dia juga memberikan nomor handphonenya kepada petugas kereta yang menjamin kami adalah sanak saudaranya. Dan aku baru tahu kalau di China itu bisa naik tahta kelas kereta dengan membayar uang lagi di dalam kereta sepanjang masih ada yang kosong. Namun hal ini lebih baik daripada berdiri berdesak-desakan selama 12 jam dan berkat si Bapak yang baik hati inilah akhirnya aku dan Bag Novri bisa tidur nyenyak di Kereta dari Beijing ke Xi’an.  Barulah setelah kami mendapatkan tiket ke kelas sleeper si Bapak yang baik hati kembali ke kelasnya di Kereta.

So sweet banget kan?

Ternyata ketinggalan kereta kami membawa berkah karena kami dapat berkenalan dengan si Bapak yang membuat perjalanan kami  nyaman di kereta sepanjang Beijing-Xi’an.

Baca juga trip di Beijing

4. Penjaga Toko di Jaipur India

Trip India
Trip India

India merupakan perjalanan eksotis yang tak terlupakan dalam hidupku karena di India merasakan namanya jadi Gembel, mandi di Toilet,  kemudian 1 hari 1 Kota serta tidur di Kereta Ekonomi selama 7 hari berturut-turut, hanya semalam saja di kelas yang agak menengah. Di India pula kami bertemu dengan berbagai macam manusia mulai dari nipu-nipu sampai yang baik hati menolong aku dan Yosi, teman perjalananku di India. Di India kami cukup banyak bertemu dengan orang baik mulai dari Kolkata dengan host CS kami yang super baik menemani kami ke tempat makanan yang enak, kemudian di Kolkata juga bertemu dengan Dizz yang menemaniku dan Yosi di hari terakhir di India serta bertemu dengan Rahul dan temannya di Jaipur yang aku bilang mirip salah satu pemain Film Kolosal Mahabrata. Khusus yang di Jaipur agak sedikit lucu, jadi aku dan Yosi sudah kesal duluan karena bertemu dengan salah satu host Jaipur yang ternyata tourguide yang menipu kami Rp300,000 untuk diantar dari stasiun ke Hawa Mahal yang harga normalnya hanya Rp50.000.

india

Kemudian pas di atas pasar depan Hawa Mahal aku dan Yosi berphoto cantik dengan latar belakang Hawa Mahal, iconnya Kota Jaipur. Kemudian Rohit menghampiri kami dengan sangat ramah. Awalnya aku dan Yosi awalnya cuwek saja dan cuwek maklum kami kapok bahkan barusan saja bertemu dengan penipu akhirnya kami kan tidak begitu antusias dan seadanya saja menjawab si Rohit, padahal dia itu dengan baik hati memberikan Chai gratis loh kepada kami. Hingga akhirnya si Rohit mengubah pendapat kami tentang India karena kenyataanya si Rohit ini baik hati, dan banyak menolang kami selama di Jaipur bajkan kami diajak ke toko baju temannya dengan harga yang cukup miring dengan toko yang sudah dibeli Yosi bahkan kami diajak makan bersama. Jadi kami berempat makan siang ramai-ramai bahkan kami diperbolehkan menyimpan tas kami di Toko temannya. Tak hanya itu, kamera Yosi ketinggalan di Toko temannya Rohit pun kembali padahal waktu ketinggalan itu pas malam hari ketika kami hendak ke Jodhpur namun mereka sangat jujur mengatakan ada padahal bisa saja kan dibilangnya tidak ada walau mereka sudah menutup tokonya dan kembali pulang sehingga mereka rela kembali ke Toko demi kamera Yosi yang tertinggal. Mengingat kebaikan mereka aku menyadari bahwa banyak sekali di Dunia ini orang-orang baik dan bertemu dengan orang tidak baik bukan berarti tidak bertemu dengan orang baik!

Baca juga trip di India

5.  Gebetan Mantan di Thailand

Cerita Bangkok, Thailand agak gokil karena aku berteman dengan Gebetannya Mantanku sampai nginap di Apartemennya segala. Lah kok bisa berteman dengan Gebetan Mantan? Panjang cerita Cin, intinya aku dan Nui, namanya berteman setelah mengetahui kelakukan si Mantan dan waktu aku berkunjung ke Thailand bersama Bang Novri, Nui malahan menyarankan untuk tinggal di tempatnya. Waktu itu jam 10 malam namun dia baik hati menjemput kami di dekat stasiun MRT terdekat dan waktu itu kami minta tolong Polisi loh untuk meneleponnya. Akhirnya berkat kebaikan hati Nui kami bisa menghemat uang penginapan semalam di Thailand bahkan dia pula yang mencarikan kami Ojek menuju ke Stasiun Bus karena aku dan Bang Novrizal hendak ke Cambodia. Ternyata yah walau itu Gebetan mantan bisa jadi teman baik loh! hihihi 😀

Baca juga trip Thailand

6. Blogger asal Malaysia

Kami dengan host Hamidy di kuala lumpur
Kami dengan host Hamidy di kuala lumpur

Apa jadinya jika bertemu dengan Blogger yang sering komen-komenan di Blog dan bertemu di dunia nyata?

Seru!!

Dan rata-rata teman Blogger khususnya Travel Blogger kalau bertemu orangnya baik-baik dan asik bahkan seakan sudah berkenalan lama dan saling mengetahui walaupun belum pernah jumpa.

Sama halnya dengan pengalaman bertemu dengan salah satu Blogger asal Malaysia Bang Hamidy. Waktu itu aku bersama Geng Kamseupay Sarta, Ade, Ilham, Reza, dan Sarah melakukan trip ke Kualalumpur, Penang dan Hatyai. Sebelum berangkat ke Kuala Lumpur aku sudah menanyakan Bang Hamidy apakah bisa menginap di rumahnya dan beliau mengiyakan dan mau menjemput kami di Stasiun Bus. Padahal kedatangan kami itu tidak sama, yang duluan sampai adalah Sarah kemudian Ade lalu menyusul aku, Ilham, Reza dan Sarta.

"Win, itu temanmu darimana? tanya Ade

Teman Blogger de, jawabku

Udah pernah ketemu belum?, lanjut Ade

Belum de, kataku

Tapi jangan khawtir de, sering komen di Blog ku lanjutku cuwek

Aduh si “Nya” mau menginap di teman yang belum pernah dia jumpa, Awas Akak Sarah dijual! “kan dirimu yang duluan nyampe di Kuala Lumpur, lanjut Ade mengomporin dalam Group Whatsapp kami.

Terus kekhawatiran Ade hilang karena Bang Hamidy menjemput kami satu persatu dari stasiun ke rumahnya meski groupku datang paling akhir jam 12 malam. Kemudian di rumahnya kami diberikan makanan dan diperlakukan dengan sangat baik mulai dari memberikan selimut memberikan makanan. Kami diperlakukan seperti keluarga! Bang Hamidy sangat baik hati memungut kami para pejalan-pejalan hemat ini. Dan tentu saja Bang Hamidy masuk dalam kategori salah satu orang baik dalam kisah perjalananku 🙂

Baca juga trip Malaysia

7.  Dipungut di Yazd dan cowok ganteng, Iran

Iran itu ibarat Magnet yang membuat jatuh cinta, jatuh cinta kepada kebaikan orang-orangnya. Dari sekian banyak perjalananku, hanya Iran satu-satunya yang membuatku Baper tak berkesudahan dan mengalami yang namaya rasa sentimen dan terharu. Sepanjang perjalanan selalu bertemu dengan orang baik bahkan aku merasakan ikatan emosional yang tinggi di Iran. Dari sekian banyak yang aku jumpai di Iran, paling tidak dua pengalaman yang tak terlupakan sebut saja pengalaman bertemu dengan orang baik di Yazd dan teman host CS Tehran bernama Erph. Erph sangat baik hati mulai dari mengantar kami ke Bandara disaat aku dan Mbak Ninik kehabisan uang alias Kere karena tidak bisa terbang ke Turkey dan dia juga mengajak kami ke tempat-tempat yang mungkin tidak bisa datangi kalau bukan berkat dia misalnya saja wisata Tehran berupa Milad Tower sampai ke Danau Chitgar Tehran. Tidak hanya itu dia juga mentraktir kami makan dan yang paling tidak terlupakan dari dia adalah ketika dia memberikanku ATM dan Kartu Telepon untuk aku gunakan dalam perjalanan, kurang baik apa coba?

iranian

Kebaikan orang Iran tidak hanya sampai disitu, aku dipungut oleh suatu keluarga di Yazd Iran, bak anak hilang. Mulai dari dikasih makanan, dibolehkan mandi di rumahnya dan beristriahat kemudian dikasih kerudung terus diajak jalan-jalan keliling wisata Yazd. Meski keterbatasan Bahasa namun keluarga Pahlevi sangat baik hati padaku hingga sangat berkesan dan memorable. Iya saking berkesannya aku tidak bosan menceritakan betapa baiknya keluarga ini yang memperlakukanku sebagai bagian keluarga dan kebaikanya tanpa pamrih!

Bayangkan diriku yang sendirian berpisah dari Mbak Ninik ke tempat bernama Yazd demi Gurun Pasir dan mengikuti si Paman Mohammad dan bertemu dengan orang baik Iran. Alhasil karena kebaikan keluarga ini, Iran akan selalu menjadi negara yang memiliki tempat khusus dihatiku.

Masih banyak loh orang baik di luar sana!

Berjalan sendirian itu tidak selalu mengerikan bahkan bisa membawa pengalaman yang tak ternilai. Kalau dalam matematiknya Limit tak terhingga, salah satunya ketulusan dan kasih sayang dari kelurga ini yang nilanya tak terhingga.

iranian-friendly

Pergi ke tempat yang tidak diketahui ternyata asik juga ya?

Baca juga trip di Iran

8.  Cowok Cs di Turkey

turki

Host CS sempurna itu di Istanbul Turki bernama Kosan karena dia merupakan host yang rela menjemputku dan Mbak Ninik di Bandara Ataturk meski aku menginformasikan sampai jam 12 malam namun kenyataannya sampai jam 2 pagi, artinya dia menunggu kami 2 jam di Bandara sendirian. Tidak hanya itu, Kosan juga memastikan kami tidur nyaman di Apartemennya yang berada di Sisi ASIA TURKEY. Kebaikannya tidak hanya disitu, dia juga mentraktir kami makan, menjadi pemandu lokal kami secara gratis dan membantu kami selama di Istanbul.

Baik banget kan?

Baca juga trip ke Turkey

Nah itu hanyalah beberapa kisah dengan orang baik yang aku jumpai di perjalanan, dan percayalah akan banyak lagi orang-orang diluar sana yang siap membantu dalam perjalanan.

Bukankah orang baik akan bertemu dengan orang baik juga?

Particularly it’s easy to travel because nice person in everywhere

Kami di Lubang Jepang Bukittinggi

Siapa yang punya pengalaman bertemu dengan orang baik di jalan?

Salam

Winny

Mengunjungi 3 Tower Tertinggi di Dunia


Yeah im a girl who travels alone, can we please stop worrying about my love life?

By Unknown

tower
World’s seven talest towers (Sumber: Wikipedia)

Hello World!

Cilegon, Januari 2016

Iseng-iseng nyari tentang tower tertinggi di Dunia eh aku malah masuk ke halaman Wikepedia dan ternyata dari tujuh Tallest towers in the world Versi Wikipedia aku telah mengunjungi 3 diantaranya. Kocaknya malah tidak tahu kalau ketiganya merupakan tower yang terbilang tinggi. Pengalaman mengunjungi ketiga tower tersebut pun memiliki cita rasa berbeda mulai dari gak sengaja sampai yang disengaja. Tentu saja senang bisa mengunjungi tempat tersebut.

3 Tallest towers in the world Versi Wikipedia yang pernah aku kunjungi

1. Tokyo Sky Tree di Jepang

Tokyo Skytree
Tokyo Skytree

Mungkin pengalaman trip ke Jepang merupakan perjalanan rasa Gado-gado karena selain ada insiden tidak cocok dengan teman perjalanan yang berakhir dengan PUTUS PERSAHABATAN, iya putus sahabat bukan putus cinta namun ada juga keseruan dalam perjalanannya terutama sebelum ada insiden berantem dengan teman perjalanan. Jadi dalam perjalanan ke Jepang kan hanya aku dan satu teman kantor walau ujungnya saling tidak bicara sampai sekarang berada di Tokyo bersama temannya teman aku. Kejadian melihat salah satu tower tertinggi di dunia sebelum adanya adegan Putus sama jalan. hahah buset drama banget ya 🙂

Waktu di Tokyo sih masih adem, masih happy-happy terus bertiga kami melakukan perjalanan dan kebetulan menginapnya dekat dengan area ASAKUSA. Nah sempat dong kami melewati Tokyo Skytree.

"Eh tahu gak kalau yang barusan kita lewatin itu adalah 
bangunan tertinggi di Jepang bahkan di dunia, namanya Tokyo Sky Tree, 
kata teman cowok temannya temanku yang sedang belajar di Jepang

"Aku kira Tokyo Tower aja yang tertinggi di Jepang, kataku"

"Nggak, udah ada yang baru", lanjutnya

Sejak itu aku baru tahu namanya ada Tokyo Sky Tree dan lumayan sering kami lewatin loh selama di Tokyo, Jepang. Dan kocaknya itu tidak masuk dalam list wisata Tokyo yang hendak kami kunjungi. Bahkan melewati Sky Tree pun numpang lewat menuju ke penginapan!  Padahal jika ingin masuk ke dalam Sky Tree sampai lantai 350 biaya tiket masuk Tokyo Sky Tree ¥3,000. Gimana ya rasanya naik keatas melihat Tokyo dari ketinggian 634 m yang di tahun 2011 dinobatkan Guinness World Records Company sebagai the tallest tower in the world? Kalau aku sih sebagai Phobia ketinggian daripada naik ke Tokyo Sky Tree mending naik ke hati abang aja eaaa hahah 😀

2. Milad Tower di Iran

 

gelata-tower
Milad Tower Iran

Kalau bukan karena Babang Iran, mungkin aku dan Mbak Ninik sampai di Milad Tower atau dalam Bahasa Persia (Borj e Milād – برج میلاد‎‎) atau sering disebut juga Tehran Tower (برج تهران – Borj e Tehrān). Milad Tower yang dibuka umum dari tahun 2009 memiliki ketinggian 435 m (1,427 ft) dan dinobatkan sebagai the “sixth-tallest telecommunication tower in the world”.  Untuk Milad Tower sendiri masuk ke dalam wisata Tehran yang hendak aku kunjungi karena melihat photo orang Iran di samping Milad Tower.

"Where was your photo taken?, tanyaku kepada Erp

"It's in Tehran, called Milad Tower, i will bring you there if u come in Iran,
katanya"

Dan ternyata benar loh dibawa beneran ke Milad Tower. Sayangnya kami tidak naik keatas karena banyak sekali antrian serta malas antri yang akhirya kami cukup memandangi dari luar saja.

3. Kuala Lumpur Tower di Malaysia

Petronas Twins Tower
Menara Kembar Petronas

Jadi aku selalu mengira bahwa Petronas merupakan Tower Tertinggi. Ternyata Tower Malaysia berbeda dengan Petronas Tower. Jadi Tower Malaysia itu merupakan 7th tallest freestanding tower in the world dengan ketinggian 421 dan konstruksinya selesai tahun 1995. Yang paling gokil ketika aku dan Geng Kamseupay (trip ke Malaysia dan Thailand bersama Sarta, Sarah, Ade, Ilham dan Reza) melewati Tower Malaysia namun kita santai soalnya tujuan kita bernarsis ria di depan Menara Twins Tower. Gak niat banget yah padahal udah dilewati loh bangunan tertinggi di Dunia!

Nah selain Tower tertinggi, ternyata ada juga Versi Bangunan tertinggi dana salah satu yang menjadi impian untuk dikunjungi adalah Burj Khalifa gegara nonton fast and farious 🙂

Tallest Building in The World (Sumber Wikipedia)
Tallest Building in The World (Sumber Wikipedia)

versi lain

Sumber Static emporis
Sumber Static emporis

Selain itu ada beberapa tower kece meski bukan termasuk kedalam Tower Tertinggi diantaranya:

 

1. Galata Tower Turkey

gelata-tower
Galata Tower

Walau Gelata Tower bukan merupakan Toweer/menara tertinggi di Dunia namun Galata Kulesi (nama Turkish Galata Tower) merupakan menara bersejarah apalagi sudah ada sejal masa Byzantine tahun 1348. Bahkan tanpa naik ke atas dari kejauhan saja sudah terlihat cantik apalalagi dari atas pasti lebih kece melihat Kota ISTANBUL. Sayang waktu itu antrian panjang mengular pula sehingga aku, Mbak Ninik dan Kosan mengurungkan niat naik keatas. Kalau dalam hati sih aku plong, maklum sebagai Phobia ketinggian akut itu tidak jadi naik ke ketinggian rasanya seperti anak kecil yang mendapatkan COIN, Bahagia! Dari bawah udah lumayan bahagia kok aku melihat Galata Tower.

2. Kyoto Tower

my first snow in kyoto tower
my first snow in kyoto tower

Tower yang super memorable itu bagiku di depan Kyoto Tower, karena itulah pengalaman pertama kali melihat Salju dalam hidupku. Siapa sangka pergi ke Jepang bulan Maret pas Musim Semi malah dapat sisa Salju tepat Nol Derajat Celcius. Orang dimana-mana masuk lari ke dalam Stasiun menghindari dinginnya Salju, aku malahan membuka sarung tangan beraksi dengan Salju. Rasa senang malah melupakan rasa dingin yang tidak biasa yang pernah aku alami. Padahal mandi pagi yang hanya 15 Derajat saja gigiku sudah menggigil. Bisa dibilang Kyoto Tower inilah Tower berkesan dalam kenanganku meski tidak naik ya ke dalam, hanya memandang dari kejauhan.

3. Tokyo Tower

Tokyo Tower

Untuk Tokyo Tower sendiri merupakan perjalanan seperti mimpi jadi nyata. Jadi ceritanya kembali di Zaman Masa Kuliah di Teknik Industri dulu, dimana salah satu dosen mengajar sedang menceritakan konstruksi bangunan.

Salah satu bangunan bagus itu Tokyo Tower, 
Bapak dulu kesana tahun 1980an

Dalam hatiku, ya ampun enak banget jadi si Bapak, aku kapan ya bisa melihat Tokyo Tower sambil ngayal dalam kelas. Ternyata ngayalan Tokyo Tower menjadi kenyataan. Paling tidak kan lumayan lihat Tokyo Tower dulu siapa tahu nanti bisa lihat Menara Eiffel 🙂

Nah dari Menara maupun bangunan keren di Dunia yang pernah dikunjungi, bangunan favorite walau tidak tinggi namun cukup tinggi di Jakarta adalah MONAS. Yah Monas merupakan bangunan yang aku suka dari dulu walau sejak di Jakarta tidak pernah sama sekali naik ke Atas.

Monas, Jakarta

484px-Merdeka_Square_Monas_02

Padahal tahun 2008 bela-belain dari Medan demi naik ke Puncak Monas, eh pas di Jakarta tinggal selama 4 tahun malah tidak pernah naik ke Puncak Monas.

Dari menara 7 tertinggi di Dunia yang mana teman-teman sudah kunjungi?

Ada rekomendasi menari kece untuk dikunjungi?

Salam

Winny