Gratis Masuk ke British Museum di London


The British Museum opened to the public on 15 January 1759 . It was first housed in a seventeenth-century mansion, Montagu House, in Bloomsbury on the site of today’s building

By British Museum Org

Hello World

London, April 2017

Langit di London begitu cerah ketika aku mengunjungi UK kala itu. Meski cuaca terlihat cerah namun suhu udara di London cukup membuatku kedinginan, antara 10 Derajat ke 15 Derajat Celcius. Memang kedatangan ke Inggris merupakan “ter-aji mumpung” yang pernah aku lakukan dalam hidup. Mumpung melakukan trip Eropa selama 1 bulan, jadi sekalian saja ke Inggris, sampai dibela-belain loh mengurus VISA PRIOROTAS KE UK.

Baca juga cara mengurus VISA UK

Hal ini aku lakukan karena aku merasa “toh Inggris itu di Eropa juga, ya sekalian aja deh mampir”. Belum lagi dari kecil itu aku sangat ingin sekali ke LONDON, bisa dibilang “fans beratnya Inggris”. Alasannya sih sederhana karena aku merasa “AKSEN BRITISH ITU SEXY”. Walau sesampai di London betapa aku mengetahui kalau mata uangnya tidak sesexy aksennya.

British Museum

Untuk mensiasati cara hemat jalan-jalan di Inggris, akhirnya dengan memutar otak aku mencari wisata di London yang gratis. Untungnya setelah 1 Hari ludes 100 dollar dalam sekejap, akhirnya aku menemukan alternatif lain cara hemat keliling London yaitu dengan “bersepeda”.

Baca juga Cara hemat ke London

Untungnya di London, rata-rata Museum itu gratis tis tis. Alhasil aku yang penyuka Museum langsung senyum sendiri, senyum bahagia. Karena meski dibalik ke mahalan KOTA LONDON, aku ternyata bisa survive dengan biaya minim. Salah satu trik hemat jalan-jalan di London, yah memasuki wisata gratisnya seperti Museum.

Dengan bermodalkan sepeda pinjaman selama 24 jam hanya 2 Pondsterling serta peta gratisan yang aku dapatkan di Bandara Inggris, maka aku menuju ke British Museum.

British Museum
Untuk menuju ke British Museum sebenarnya susah-susah gampang. Susahnya karena dengan bermodalkan peta dan petunjuk arah menjadi tantangan tersendiri bagiku. Gampangnya ialah karena adanya petunjuk yang jelas sehingga memudahkan menuju ke British Museum.
Sesampai di British Museum, sepeda pinjaman pun diparkirkan, karena nantinya masih bisa dipakai. Kemudian menuju di depan British Museum, nuansanya agak berbeda. Bukan seperti museum namun seperti bangunan tua. Kalau misalnya sekilas saja, mungkin tidak diketahui kalau itu Museum.
Uniknya pengunjung di Museum British lumayan banyak, bahkan beberapa pengunjung nongkrong sambil duduk santai di depan Museum.
Sebelum masuk ke museum, depan British Museum banyak sekali penjual souvenir ala Inggris seperti gantungan kunci, baju sampai prangko. Dan harganya sebelas dua belas dengan harga yang ada di Oxford Street! Terus jangan tanya aku beli atau tidak, karena dibandingkan beli gantungan kunci yang ada tulisan “LONDON”, meski aku ingin aku malah memilih membeli “kacang” di depan British Museum. Maklum, 1 Ponds sangat berarti di London apalagi gaya pejalan sepertiku yang nekat ke Eropa sebulan dengan uang seadanya “600 Euro saja”.
Baca juga perjalanan di Eropa selama 1 bulan
British Museum
Memasuki British Museum penjagaanya lumayan ketat. Tas dimasukkan ke dalam x-ray serta melewati pengaman. Hal ini wajar untuk keamanan. Akupun ikut antri dan mengikuti prosedur yang ada. Lewat dari penjagaan kemudian akupun masuk ke dalam British Museum.
Koleksi di dalam British Museum memang tidak seperti di Louvre Museum Paris namun di dalam British Museum aku lebih puas terutama dengan peninggalan Mesir. Bahkan mumi di British Museum lebih banyak koleksinya jika dibandingkan dengan Louvre. Namun kalau secara pribadi memang aku jauh lebih menyukai Louvre. Namun tetap British Museum menarik juga apalagi gratis hehehhe 😀
Baca juga Louvre Paris
British Museum
Di dalam British Museum memiliki fasilitas yang lumayan lengkap mulai dari beli oleh-oleh, makanan hingga toilet. Bahkan setelah melewati pintu masuk yang pertama kali bertemu dengan Reading Room dengan bangunan bundar di tenagh ruangan yang memiliki langit-langit tinggi.
Cukup unik menurutku dengan gaya bangunan itu. Kemudian masuk ke dalam ruangan juga tak kalah seru mulai dari koleksi dari Mesir sampai yang Iran aja ada bahkan zaman perang dulu aja ada.
Gimana gak menarik coba?
British Museum
Dari semua yang aku lihat di dalam British Museum, yang membuatku benar-benar “takjub” adalah tentang Mumi. Seakan aku berada di Mesir tapi rasa Inggris. Di British Museum ini aku jauh lebih mengerti tentang proses pemumian bahkan muminya itu banyak sekali.
Selain koleksi mumi, di dalam British Museum cukup lengkap mulai dari Rosetta Stone, Assyrian Lion Hunt reliefs,  dan Parthenon sculptures yang terletak di Ground Floor, kemudian ada Lewis Chessmen, Oxus Treasure, Royal Game of Ur, Mummy of Katebet dan Samurai armour di Upper Floor dan ada  Kings of Ife di lantai paling bawah (lower floor).
Dari 3 lantai itu yang paling aku suka adalah GF alias Ground Floor karena aku bisa melihat Ramesses. Terus pas lihat koleski itu dalam hati “Ya Tuhan semoga suatu saat bisa ke Mesir” 🙂
Kali-kali aja suatu saat bisa menginjakkan kaki ke Mesir dan bertemu dengan Piramida.
British Museum
British Museum
British Museum
British Museum
Meski mengunjungi Bristih Museum lumayan singkat, hanya 3 jam saja namun aku cukup puas karena siapa sangka aku melihat koleksi museum yang luar biasa. Bahkan sampai sekarang yang membuatku bertanya-tanya, ‘itu gimana caranya Bristih Museum mengambil mumi-mumi itu sampai izinnya segala?”
Mungkin ini pertanyaan diri sendiri yang selalu takjub dengan museum berserta koleksinya, tanpa mengenal dimanapun itu.
“Mak anakmu jauh-jauh ke London mampirnya di Museum”! 😀
British Museum

Cara Menuju ke British Museum London 

1. Dengan Bus pilihan rutenya yaitu: 10, 14, 24, 29, 73, 134, 390 berhenti di Northbound on Tottenham Court Road,
southbound on Gower Street, kemudian dengan bus 1, 7, 8, 19, 25, 38, 55, 98, 242 berhenti di New Oxford Street dan bis no 59, 68, X68, 91, 168, 188 dan berhenti di Southampton Row.

2. Dengan Tube maka stasiun alternatif yaitu: Goodge Street/Northern Line, Russell Square/Piccadilly Line, Tottenham Court Road/Central Line, dan Holborn, Central Line/Piccadilly Line. Yang paling dekat adalah dari stasiun Tottenham Court Road atau dari Holborn sekitar 500 meter dengan jalan kaki.

British Museum
Jadwal Buka British Museum
10:00-17:30 Waktu London
Harga Tiket Masuk ke British Museum
Gratis
Alamat British Museum
Great Russell St
Bloomsbury
London WC1B 3DG
United Kingdom

Salam

Winny

Iklan

Menjelajah Edinburgh, Scotlandia


The wrong one will find you in peace and leave you in pieces, but the right one will find you in pieces and lead you to peace

By Unknown

Edinburgh

Hello World!

Edinburgh, April 2017

Betapa menyenangkannya bisa berbaur dengan warga local Edinburgh untuk menikmati sore hari. Setidaknya aku  “ginjang pat” alias “panjang kaki” kata mamakku melakukan perjalanan dari Kota kecil bernama “Padangsidimpuan” sampai di sebuah Kota yang mirip di cerita Dongeng bernama “Edinburgh”. Antara percaya tak percaya, aku membuat mimpiku menjadi kenyataan, menginjakkan kaki di UNITED KINGDOM. Jangan tanya seberapa banyak uang yang aku bawa, karena aku melakukan trip selama di Eropa hanyalah modal nekat dan sedikit keberanian. Cukup berani pergi ke Edinburgh walau entah apa yang aku ingin dilihat di Edinburgh. Namun yang pasti saat di Edinburgh aku merasa seperti berada di negeri Dongeng dengan nuansa Istana Tua yang dapat menghipnotis setiap pengunjungnya.

Edinburgh membuat betah untuk berlama-lama tinggal!

Sore itu bersama 3 teman di Edinburgh kami trekking ke Calton Hill melalui jalanan pintas melalui lorong rumah dari gang kecil dengan lantai semen tua, kalau aku sendiri jalan mungkin tidak tahu jalan pintas itu, hanya orang local saja mengetahuinya. Bersama-sama kami menaiki anak tangga yang cukup mengurus tenaga, padahal tangga itu mungkin hanya sekitar 20-50an anak tangga tapi membuatku merasa jompo. Hal ini karena aku paling belakang, sesekali aku merasa ngos-ngosan saat menanjak dan adakalanya aku berhenti dan tertinggal langkah dari 3 teman bersamaku. Namun rasa lelah melewati anak tangga terbayar ketika berada di Puncak Calton Hill, karena pemandangan Edinburgh luar biasa sore itu.

Calton Hill

Dari Puncak  Calton Hill, senja terlihat jelas dan Kota Edinburgh sore itu begitu elegan. Aku merasakan ketengangan dengan memandangi sunset dari Calton Hill dengan pemanndagan kota serta jam tua Edinburgh. Padahal baru saja beberapa saat lalu sebelum ke Calton Hill, kami sempat ke Edinburgh Castle. Sebuah istana yang besar terbuat dari bebatuan berada di ketingggian sehingga terlihat jelas dari beberapa penjuru Edinburgh bahkan memiliki meriam yang kata teman asli Edinburgh, meriam itu sering dinyalakan. Namun sayang, kami tidak sempat masuk ke dalam Edinburgh Castle karena kami sampai sudahlah agak sore, sekitar jam 4 sore sehingga kami memilih memandangi dari luar saja. Barulah dari Edinburgh Castle kami mencari cafe untuk nongkrong disekitar Grass market. Nongkrong ala bule dengan diriku yang rakyat jelata. Lucunya pas ketiga temanku nongkrong minumnya minum bir, aku sendiri yang minum cola, karena tidak jus di tempat nonkrongan kami. Yaiyalah secara di Inggris, dan disini aku merasa aneh sendiri. Teman-temanku ketawa sih atas pemilihan cola itu namun mereka tetap menghargai diriku yang seorang Muslim dan tidak minum alkohol. Bersama mereka, aku cerita tentang perjalanan serta merasakan seperti orang lokal. Begini rasanya nongkrong di negeri orang dengan orang baru, merupakan tempat nongkrong terjauh yang pernah aku jalani  😀

Edinburgh Castle

Setelah dari Grass market, aku diajak mengelilingi Kota Edinburgh dan kebetulan pas di EdinburGh ada shooting film Avenger, sayang gak ketemu abang Chris Evan hiks.

Nah pas jalan menuju Calton Hill, aku melihat pria Skotandia memakai pakaian tradisional Scotlandia yang menyerupai rok disebut sebagai Tartan. Biasanya pria Scotlandia memakai pakaian yang mirip rok saat upacara atau acara tertentu, namun pria yang aku jumpai itu adalah seniman jalanan. Dengan pakaian khas Scotlandia serta alat musik khas Scotlandia bernama Bagpipe, alat musik dengan cara ditiup tapi bukan seruling karena Bagpipe hanya memiliki satu tabung saja.

"Hey, may i ask stupid question?, tanyaku"
"Do they wear underwear when wear skirt?,

Lalu mereka tertawa terpingkal mendengar pertanyaan bodohku. Sambil menjawab “off course”.

Seniman jalanan dengan roknya serta alat musiknya dan suara musik yang dimainkannya membuatku suka dengan Edinburgh.  Memang budaya baru sungguh menarik untuk dipelajari dan aku sangat bersyukur karena Tuhan memberiku kesempatan untuk melihat dunia yang luas ini serta bertemu orang dengan latar belakang berbeda. Melihat sisi dunia 🙂

Museum Edinburgh
"Winny, take this bottle and pretend you drank it"

Entah Ide apa yang menyuruhku memegang bekas botol minuman mereka. Ide itu cukup lucu karena dengan botol dengan design tengkorak malah berphoto denganku di Calton Hill sambil menikmati senja. Senja pertama di Edinburgh.

Hari pertama di Edinburgh sudah membuatku jatuh cinta dengan Kota ini! Sampai-sampai tersirat mimpi lain, mimpi untuk bisa melanjutkan kuliah di Kota Edinburgh. Apalagi melihat Universitas, banyak makanan halal serta mudahnya mendapatkan masjid di Edinburgh membuatku senang di Kota ini. Bahkan jalan kaki sendirian menyasarkan diri di Edinburgh saja aku senang. Apalagi harga makanan di Edinburgh sedikit rasional dibandingkan London serta bangunan tua Edinburgh lebih menarik dari London. Entahlah yang pasti aku yang dulunya maniak dan fans berat London menjadi fans berat Kota Edinburgh.

Edinburgh

Untuk mensiasati cara bertahan hidup di Edinburgh dengan uang terbatas adalah dengan belanja di supermarket. Aku membeli roti dan buah di supermarket Lidl tepatnya di Nicolson Street seharga £5,16. Makanan ini cukup untuk makanku seharian kemudian karena menggunakan RB N B aku bisa memasakan nasi di rumah hostku. Jadi pas makan nasi aku begitu bahagia, maklum makan roti setiap hari bukanlah aku banget.

Namun masih harga di Edinburgh tetap masuk akal bila dibandingkan dengan London. Tidak hanya itu, Kota Edinburgh memiliki tempat wisata yang lumayan banyak. Aku saja 4 hari di Edinburgh belum khatam untuk wisatanya saking banyaknya. Padahal Old Town Edinburgh saja lumayan banyak dilihat misalnya Galeri Scotlandia, Museum of Scotlandia, Holyrood Rd, Scottish Parliament hingga ke Palace of Holyroodhouse.

Khusus ke Holyrood aku melihat bukit indah ala Scotlandia dan ingin rasanya naik ke bukit itu karena dibalik pemandangan itu ada  St Margaret’s Loch, Dunsapie Loch, dan Duddingston Loch. Sepertinya aku harus balik ke Scotlandia kali aja ketemu Naga di Scotlandia 😀

Biaya Pengeluaran Trip Edinburgh, 3 April 2017

08:00-09:00 Belanja makanan supermarket Lidl tepatnya di Nicolson Street £5,16

09:00-10:00 Keliling Andrew Square

10:00-12:00 Istirahat kembali ke penginapan

12:00-18:00 Keliling ke Holyrood Rd, Scottish Parliament, Palace of Holyroodhouse

18:00-22:00  Kembali ke penginapan dan istirahat

Tempat wisata yang didatangi pada hari-11 di Eropa

Andrew Square, Holyrood Rd, Scottish Parliament, dan Palace of Holyroodhouse

Total biaya pengeluaran pada hari-11 di Eropa = £5,16

Baca juga Pengalaman Trip di Eropa 1 bulan 

Salam
Winny

Keliling PARIS


Fighting has been enjoined upon you while it is hateful to you. But perhaps you hate a thing and it is good for you; and perhaps you love a thing and it is bad for you. And Allah Knows, while you know not.

AlBaqarah;216

Hello World!

Paris, 29 Maret 2017

"What else can we do in Paris?", tanyaku kepada Thimo
"Paris has plenty tourists attraction, you give it to me", jawabnya

Ternyata benar sebagai tuan rumah di Negerinya, Thimo tahu betul tentang seluk beluk Paris meski dia bukanlah berasal dari Paris. Buktinya meski aku hanya 2 hari di Paris, Perancis sewaktu trip 1 bulan di Eropa sendirian, aku dapat mengelilingi Kota Paris, itu semua berkatnya. Mulai dari bangunan yang mirip Taj Mahal ala Paris hingga ke Eiffel. Setelah kami berjalan kaki mengitari Eiffel dari ujung ke ujung, maka kami melanjutkan perjalanan dengan Metro menuju ST. Paul.

Baca juga tentang pengalaman di Menara Eiffel

Peta Metro di Paris

Dari St Paul kami mencati toko teh yang merupakan tempat favorite Thimo. Kata dia sih “memiliki teh dari seluruh dunia”. Sebagai penyuka teh, tentu aku sangat antusias dibawa ke toko teh di Paris. Nah sesampai di Toko itu hal pertama yang aku lakukan adalah menanyakan jika ada teh dari Indonesia.

"Do you have tea from Indonesia?", tanyaku kepada pemilik toko teh

Memang kalau pas jalan-jalan di Luar NEGERI sono entah kenapa jadi jiwa Nasionalismenya tinggi. Padahal ya pas di toko teh cuma nanya doang alias basa-basi. “Beli?, kagak”!

"Yes we have from Java, kata pemilik toko"

Langsung aku kegirangan melihat teh dari Indonesia itu. Sampai si Thimo tertawa melihat tingkahku

"Well, you are in Paris, but you are looking for tea from Indonesia?"
tanyanya tak percaya

Setelah itu barulah dia menunjukkan teh kesuakaan dia. Walau aku lupa sih teh darimana yang dia suka. Yang pasti seingatku teh di toko itu lumayan lengkap bahkan ada juga dari India tepatnya teh darjeeling. Namun karena ada dari Indonesia aku anggap teh toko di Paris ini kece. Sisi lainnya aku jadi tahu tempat kesukaannya membeli teh di Paris. Disini aku merasa beruntung jadi orang Indonesia karena begitu gampangnya menemukan teh, bahkan di warung sebelah rumah aja tinggal sebut merek langsung deh dapat teh bahkan sehari-hari biasa minum teh manis, teh tawar. Kalau di Paris harus nyari ke “toko serba teh”, kan ribet ya?

Toko Teh di Paris

Dari toko teh bernama “Mariage Freres”, yang terletak di Mariage Frères, 30 Rue du Bourg Tibourg, 75004 Paris, France, kami naik Metro lagi menuju Palais Garnier – Opera National de Paris. Sayangnya kami melihat Opera Paris dari jauh saja sambil melihat nama-nama yang ada di bangunan. Padahal Operas Paris ini merupakan bangunan yang ada sejak abad ke 19 dan dibangun sekitar tahun 1669 dan dibangun oleh Charles Garnier. Bangunanya sendiri menurutku unik dengan hiasan emas di ujungnya serta kata di bangunannya itu loh “ACADEMIE NATIONALE DE MUSIQUE”, jadi gregetan pengen masuk.

Namun karena diuber waktu serta kondisi keuangan yang ala kadarnya, jadi mimpi menonton Opera kapan-kapan sajalah. Habis mahal cin, harga masuk ke Opera House Paris itu 15.5 Euro sih! Disini hayati sedih, untung hayati tidak pengagum musik kalau tidak bisa sakit hati gegara gagal nonton konser opera.

Di depan Opera House Paris

Setelah puas melihat opera dari kejauhan, sama kayak Cinta pertama yang tidak bisa dimiliki, akhirnya aku diajak lagi mengunjungi wisata Paris lainnya. Dalam hatiku ya “banyak juga wisata Paris ini”.

“Winny, lets go to see Tomb of Napoleon”, ajak Thimo

Karena memang aku anaknya ngikut saja akhirnya aku iyain aja, kalaupun dibawa nyasar kagak tahu.  Eh ternyata kuburan Napoleon itu ada di Museum Army.

Musée de L’Armée atau Army Museum – Tomb of Napoleon in Paris didirikan pada tahun 1905. Awalnya sebagai rumah sakit dan tempat tentara penyandang cacat yang dibangun oleh Louis XIV. Hal menarik dari Musée de L’Armée atau Army Museum – Tomb of Napoleon in Paris adalah Makam Napoléon di Museum ini. Napoléon meninggal tahun1821, di Pulau St Helena sampai Raja Louis-Philippe memerintahkan mengembalikan jenazahnya ke Paris tanggal 15 Oktober tahun 1840. Tapi makam Napoleon baru ada sejak tanggal 2 April 1861. 

Untuk masuk harga tiket masuk ke dalam Museum Army harus membayar 11 Euro, namun karena kami datangnya sore sehingga museumnya sudah tutup maka kami gagallah mengeluarkan uang 11 Euro.  Arsitek dari Museum ini sangat bagus serta aku suka sekali dengan lapangannya yang luas bahkan sampai-sampai museum ini memiliki penjagaan yang lumayan ketat, seketat hati abang itu.

Meski tidak jadi masuk ke dalam dan gak mau rugi, akhirnya photo dari luar saja cukup membahagiakanku 😀

Khusus Musée de L’Armée atau Army Museum aku sangat tertarik masuk karena penasaran dengan makam Napoléon  namun sayang aku belum berjodoh dengan Napoléon  hihi 😀

Notre Dome

Dari Museum Army Paris, akhirnya perjalanan kami lanjutkan menuju ke Notre Dome, Paris.  Tentu saja lagi-lagi dengan Metro di Paris. Maklum sudah beli Metro pass selama 2 hari sehingga harus dimaksimalkan penggunannya. Kan lumayan harga Metro pass 2 hari 18.5 Euro!

Kalau penjelasan Thimo katanya Notre Dome ini adalah Pulau buatan namun entahlah itu benar atau tidak. Yang pasti aku sudah mengunjungi salah satu contoh arsitek gothic Perancis terbaik “Notre Dame de Paris”. Notre Dome Paris berada di sebelah timur Île de la Cité di Paris, Perancis.

Karena kedatangan kami pas sore hari di Notre Dome, Paris sehingga tidak bisa masuk ke dalam. Kami hanya melihat dari luar saja bersama turis lainnya. Nah menariknya pas di depan Notre Dome kami melihat grup musik memainkan alat musik dengan piawai. Saking piawainya menjadi pusat perhatian turis. Kami kan heran “kok banyak kali orang berkumpul dengan musik”, jadi kami penasaranlah apa yang dilihat turis itu. Kok rame-rame? Nah ternyata gegara abang-abang dan kakak-kaka yang main musik di depan Katedra.

"Winny, do you know how to distinguish them and musician in Metro?" tanyanya

"Well, they are good selecting place in tourist area", jawabku
"Nope, they play well and with their heart", jawabnya

Disinilah aku melihat sisi lain dari Paris yang katanya KOTA FASHION, KOTA GLAMOUR namun tetap saja masalah metropolitan adalah sama dimanapun berada “metropolitan tetaplah metropolitan”.

Banyak imigran di Ibukota Negara demi mengais rezeki!

Pengamen juga ada bok di Paris, namun pengamennya tidak seperti di Jakarta kalau tidak dikasih uang bisa BETE, disini mah,  “main musik yah main musik aja “, kalau ada yang ngasih syukur, gak ada juga gak apa. Tidak hanya di depan Notre Dome saja aku melihat pengamen, di Metro juga banyak pengamen. Bedanya di Metro sedikit yang memberikan uang, sementara di tempat turis seperti Notre Dome banyak turis memberikan yang kepada musisi jalanan Paris mulai dari 1 Euro, 5 Euro bahkan ada yang ngasih 20 Euro. Sementara di Metro pas aku lirik uang di sekitarnya paling recehan Euro. Kasihan sih melihatnya, ternyata hidup di PARIS itu keras!

Sisi lain di Paris yang aku lihat selain pengamen adalah para penjual buah di Metro yang ketika polisi datang langsung berlari sambil membawa barang dagangannya terus pas polisinya tidak ada kembali lagi berjualan. Ini mengingatkanku akan satpol PP yang main kucing-kucingan dengan pedagang asongan. Ironisnya dari beberapa pedagang di stasiun Metro beberapa dari mereka meninggalkan daganganya yang penting dia tidak kena RAZIA. “MEMANG HIDUP ITU PERJUANGAN! UNTUK ITU SERING-SERINGLAH BERSYUKUR”

Lagi shooting di dekat Sungai Seine

Paris ini ibarat pembelajaran sekaligus mimpi bagiku. Pembelajaran bahwa jangan selalu menganggap kalau EROPA bakalan tajir semua, itu salah besar. Karena di Paris ada juga pengamen!

Nah kenapa aku mengatakan Paris adalah mimpi bagiku karena aku dapat melihat Sungai Seine, terutama ketika pulang dari Notre Dome Paris. Memang impianku adalah berjalan mengitari Sungai Seine.

Dulu pernah buat status seperti ini “waiting for me in Seine River“!!

Alhamdullilah ternyata kata-kata itu adalah DOA dan akhirnya gadis kampung sepertiku bisa juga menginjakkan kaki di Paris dan melewati Seine River bahkan sampai ke Thames River hingga ke Danube.

Selain melewati Sungai Seine seperti impianku, hal menariknya aku temukan di Paris ketika pas jalan melewati jembatan, tak jauh dari Notre DOME eh malah melihat ada orang shooting. Alhasil aku pura-pura lewat dong manatahu ikut kena shoot hahha 😀

Niat ngartis banget ya? Disini aku kelihatan norak banget dan kampungan hehehe “D

Padahal ocehanku pada Thimo waktu itu “does it posibble to see Chris Evan, Captain America shooting in Paris?”, harapku. Eh malah ketemu tante berambut pirang yang shooting.

Tapi lumayanlah melihat orang shooting di Paris sampai-sampai aku kemarok pengen masuk shooting juga.

Kami hampir 30 menit juga melihat orang shooting lalu memutuskan kembali ke Menara Eiffel karena aku masih penasaran dengan Paris di malam hari dari Menara Eiffel.

Masjid di Paris

Oh ya satu lagi di Paris itu ada Masjid juga loh dengan Naik Metro ke La Grande Mosque de Paris. Lumayan banyak tempat makanan halal di area La Grande Mosque de Paris sehingga tidak usah khawatir mencari makanan halal di Paris.  Buatku sendiri La Grande Mosque de Paris adalah OASE di Paris.

Nah kalau dipikir-pikir 1 Hari di Paris ternyata aku bisa menjelajah banyak tempat sekaligius.

Catatan tentang Paris

1. Harga turis pass Paris untuk 2 hari buat Dewasa (2 DAYS PARIS ADULT PASS) €135, remaja €83, anak-anak €46.

2. Harga turis pass Paris untuk 3 hari buat Dewasa (3 DAYS PARIS ADULT PASS) €169, remaja €99, anak-anak €52.

3. Harga turis pass Paris untuk 4 hari buat Dewasa (4 DAYS PARIS ADULT PASS) €199, remaja €109, anak-anak €58.

4.Harga turis pass Paris untuk 6 hari buat Dewasa (6 DAYS PARIS ADULT PASS) €239, remaja €129, anak-anak €75.

5. Turis Paris Pass adalah semacam tiket untuk turis termasuk ke museum, free entry to Top Paris attraction include bus tour. Karena jika ingin lama di Paris ingin masuk semua ke wisatanya akan lebih murah beli “turis pass”. Namun karena aku turis begpacker ke Eropa aja modal 10 juta sebulan, jadi aku kagak beli turis pass adanya pengen beli abang pas aja tapi kagak dapat-dapat,  😀

Salam

Winny

Cerita di Eiffel Tower, Paris Perancis


So many of our dreams at first seem impossible, then they seem improbable, and then, when we summon the will, they soon become inevitable.”
By Christopher Reeve

Hello World

Paris, 29 Maret 2017

Masih  segar diingatanku ketika pertama kali melihat Tokyo Tower saat berada di Tokyo, Jepang 8 Maret 2015 silam. Kala itu dalam hatiku “Yah ALLAH hari ini aku melihat Tokyo Tower yang mirip dengan Eiffel Tower, dan semoga suatu saat nanti bisa melihat Eiffel Tower juga”.

Keinginan untuk ke Menara Eiffel di Paris, Perancis lantaran penasaran dengan bentuknya dan design serta rangkanya yang sebelas dua belas. Tapi karena baru melihat Tokyo Tower maka kala itu aku berandai suatu saat bisa ke Paris agar bisa membandingkan langsung kedua menara itu.

Dan Alhamdullilah impian itu terwujud 2 tahun kemudian untuk mengunjungi Menara Eiffel di Paris, Perancis.

Baca juga perjalanan Trip Tokyo Tower

Aku di Tokyo Tower Jepang

Saat di Paris, memang tidak akan afdol rasanya kalau tidak mengunjungi ‘EIFFEL TOWER”, landmarknya KOTA PARIS. Kan biasa kalau tidak ke icon nya, tidak berasa berada di Kotanya. Kalau istilahnya “no pic, hoax”.

Namun meski demikian ekspektasiku tidaklah ketinggian mengenai MENARA EIFFEL. Aku hanya penasaran membandingkannya dengan TOKYO TOWER, apakah mirip Tokyo Tower dengan Eiffel Tower? Akhirnya pertanyaan diri sendiripun terjawab ketika sampai di Paris.

Aku mengunjungi Eiffel Tower di hari ketiga di Perancis. Bersama Thimo yang merupakan warga lokal Perancis menemaniku selama di Perancis bahkan dengan kebaikannya aku diajak ke wisata Paris dengan waktu singkat serta banyak tempat yang dikunjungi di Paris. Sampai-sampai ke tempat yang tidak masuk dalam daftar kunjunganku di Paris saja aku dibawa, kalau aku jalan sendirian di Paris, tidak mungkin kesana.

Baca juga perjalanan antimainstream di Paris

Setelah dari Avenue des Champs-Élysées (famous street in the world), kami pun naik Metro dari Opera Paris ke Restoran Jepang Rue St Anne untuk makan siang. Memang karena aku Muslim, Thimo sangat waspada untuk memastikan makanan yang aku makan itu halal. Setelah memutar beberapa restauran di area entah berantah yang  hanya Thimo saja tahu, akhirnya kami makan di restauran Jepang dengan menu shirashi+teriyaki seharga 24 Euro/2 orang. Setelah dari pagi keliling Paris maka istirahat sejenak untuk makan siang rasanya begitu menyenangkan. Barulah setelah kenyang kami melanjutkan mencari Metro terdekat menuju Metro Pyramid-Concorde-Metro Champs de Mars demi melakukan tour Eiffel. 

Tulip di Paris

Dari Metro Champs de Mars kami berjalan kaki ke arah Menara Eiffel. Dari kejauhan Menara Eiffel sudah terlihat lalu pas sampai di bawah Menara Eiffel yang menarik perhatianku adalah “TULIP”.

Hahhhh Tulip??

Iya Tulip, jadi aku pertama kali kegirangan itu bukan melihat Menara Eiffel namun Tulip dekat dengan Taman di bawah kaki Menara Eiffel.

Kok bisa malah tertarik dengan tulip bukan Menara Eiffel?

Jawabannya sederhana karena aku mengira kalau Tulip hanya ada di Belanda dan karena saat backpacker di Belanda aku tidak menemukan tulip karena aku malah mencari Kincir Angin BELANDA.

Padahal misi di Belanda itu ada 2 yaitu melihat kincir angin dan melihat tulip. Satu misi berhasil maka ada satu misi lagi yang tidak berhasil. Habis  kalau mau lihat tulip itu mesti bayar di Taman Keukenhof, Amsterdam. Jadi karena harus bayar akhirnya  aku tidak ke Taman Keukenhof. Habis dalam hati ‘yaelah bunga doang, mending ke TAMAN BUNGA CISARUA”(terus dilempar handuk hehehe”.

Nah kebayang kan kenapa pas nemun TULIP gratisan betapa bahagianya aku apalagi nemunya persis di bawah Menara Eiffel langsung deh wajahku seperti bocah kecil yang mendapatkan uang haha 😀

"Here we are, and this is EIFFEL TOWER, and what do you think?" 
kata Thimo dengan semangat

"So so, kataku 

Mendengar jawabanku langsung muka kecut di muka Thimo. Dari situ aku belajar bahwa jangan pernah sekali-kali mengatakan biasa saja mengenai Menara Eiffel kepada orang lokal Perancis. Karena mereka memiliki jiwa Nasionalisme tinggi.

Do not you think its incredible? tanya Thimo lagi

Just imagine how they built it at that time, lanjutnya

Terus akupun berpikir mengenai pernyataan Thimo serta setuju dengan pendapatnya. Aku malah berpikir kira-kira berapa ya jumlah besi yang dibutuhkan serta jumlah orang untuk membangun menara Eiffel dengan keterbatasan peralatan dimasanya? Disini aku merasa bahwa betapa orang-orang zaman dahulu betapa pintarnya. Karena bangunan setinggi ini dibangun tahun 1889 merupakan sesuatu yang patut di acungi jempol.

Eiffel Tower, Paris

Saat berbicara dengan Thimo mengenai Eiffel, kami berjalan kakimencari tempat pengambilan photo Eiffel terbaik. Waktu itu kami datang siang hari dan cuaca lumayan terik meski suhunya tetap dingin buatku. Seperti biasa di tempat-tempat kesukaan turis, maka Menara Eiffel juga banyak sekali turis sehingga mau berjalan sejauh apapun “manusia” dimana-mana. Mereka rata-rata ingin berphoto dengan latar belakang Menara Eiffel. Jadi sabar-sabarlah mencari titik pengambilan photo MENARA EIFFEL agar tidak ada orangnya.

Beruntungnya aku pergi dengan Thimo karena sebagai warga lokal dia tahu persis dimana titik pengambilan photo Menara Eiffel terbaik. Sisi terbaik untuk melihat Eiffel berada di sebuah Taman yang lumayan agak jauh karena jarang ada turis kesana. Tentu saja tempat melihat sisi Menara Eiffel aku tahunya dari Thimo.

Itulah sebenarnya manfaat kita mengenal warga lokal dan memiliki banyak teman di manapun, karena percayalah orang-orang inilah yang akan membantu kita. Serta selalulah berbuat baik kepada orang lain karena mungkin bukan orang itu yang akan membalas kebaikan kita namun bisa saja kebaikan itu akan dibalas dari tangan orang lain.

Jadi berbuat baiklah 🙂

Sayangnya kami tidak masuk ke dalam Menara Eiffel karena bayar dan memang aku anti bayar. Aku cukup bersyukur sudah berada persis di bawah kaki Eiffel mulai dari jarak paling dekat hingga paling jauh sekali. Dan memang misi Menara Eiffel bukanlan menyentuhnya melainkan melihatnya saja. Cukup melihat dari luar saja membuatku bahagia kok 🙂

Lucunya walau awalnya aku mengatakan Menara Eiffel itu biasa saja namun ujung-ujungnya aku minta kembali ke Menara Eiffel pada malam harinya karena belum puas berlama-lama di Menara Eiffel, Paris. Disini lah aku dibully abis karena mengatakan “biasa” saja eh padahal “balik lagi ke Eiffel”.

Aku di Perancis

Eiffel Tower dalam bahasa Perancis adalah Tour Eiffel, /tuʀ ɛfɛl adalah ikon global Perancis dan menari terkenal di dunia yang dibangun diarea Champ de Mars di tepi Sungai Seine, Paris. Menara Eiffel ini dibuka pertama kali tanggal 31 Maret 1889.  

Padahal Eiffel Tower pada mulanya dibangun untuk menjadi bagian dari pameran mahakarya dunia l’Exposition Universelle yang bertepatan dengan 100 tahun Revolusi Perancis. Lama pengerjaan Menara Eiffel 2 tahun dari tahun 1887 yang namanya sendiri dari nama arsiteknya “Gustave Alexandre Eiffel”. Walau Menara Eiffel bukanlah rancangannya si Eiffel melainkan rancangan anak buahnya bernama Maurice Koechlin dan Emile Nouguier. Yah mirip kaya pribahasa “kerbau punya susu, sapi punya nama”.

Menara Eiffel bahkan sampai tahun 1930 merupakan menara tertinggi di dunia. Menara memiliki berat 15 ribu ton, dengan 3 lantai serta memiliki ketinggian 312,27 meter, ditambah tinggi antena menjadi 324 meter. Lantai pertama pada ketinggian 57 meter, lantai kedua 115 meter, dan lantai ketiga 276 meter.

Oh wow, untuk bangunan yang ada sejak tahun 1889 sungguh keberadaan menara ini memukau!

Menara Eiffel

Jadwal masuk ke Menara Eiffel

Jam 9:30-23:00

Setiap Jumat dan Sabtu di bulan September sampai jam 00:00

Tiket ke Menara Eiffel

Kalau dari luar saja gratis namun jika ingin masuk dan naik ke Menara khususnya Top Eiffel maka bayar.

Harga masuk ke Eiffel Tower dengan lift sampai lantai 2

-Untuk dewasa 11 Euro

-Wisatawan umur 12-24 tahun 8,5 Euro

-Wisatawan umur 4-11 tahun 4 Euro

Harga masuk ke Eiffel Tower dengan naik tangga

-Untuk dewasa 7 Euro

-Wisatawan umur 12-24 tahun 5 Euro

-Wisatawan umur 4-11 tahun 3 Euro

Harga untuk naik ke Top Eiffel Tower

-Dewasa 17 Euro

-Wisatawan umur 12-24 tahun 14,5 Euro

-Wisatawan umur 4-11 tahun 8,5 Euro

Cara ke Eiffel Tower

1. Dengan Metro

-M9 turun di Trocadéro dan jalan kaki 5 menit

-M8 turun di École militaire jalan kaki 5 menit

-M6 turun di Bir-Hakeim jalan kaki 3 menit

2. Dengan RER

Turun di Champs de mars jalan kaki 1 menit

3. Dengan Perahu

Turun di Eiffel Tower dengan perahu via Seine

4. Dengan Sepeda

5. Dengan mobil

Cara ke Eiffel (Source: Toureiffel.paris website)

Alamat Eiffel Tower

Champ de Mars,

5 Avenue Anatole France,

75007 Paris, France

Baca juga perjalanan lengkap di Eropa

Salam

Winny

Menelusuri Jalanan Terkenal di Dunia, Avenue des Champs-Élysées, Paris


Keep Going. Your hardest times often lead to the greatest moments of your life. Keep going. Tough situations build strong people in the end.

By Roy T. Bennett

Aku di Avenue des Champs-Élysées

Hello World

Paris, Maret 2017

Beruntung!

Aku yang tidak tahu jalanan di Paris beruntung karena Thimo menemaniku keliling wisata Paris. Padahal kalau berbicara Paris aku tahunya Eiffel atau Arch de triomphe. Lucunya aku ingin sekali ke bangunan simpang lima di Kediri yang mirip Arch de Triomphe, PARIS, namun malah ke Arch de triomphe beneran.

Alhamdulillah rezeki anak soleh 🙂

Metro Paris

Waktu masih jam 9 pagi ketika kami meninggalkan Basilique du Sacré-Cœur, kemudian naik Metro ke Porte Maillot. Jauh-jauh kami ke Metro Porte Maillot untuk mencicipi makan pastry seharga coklat 1,2 Euro/bijinya. Nama toko yang kami cari itu bernama  A la Reine Astrid’s Paris sebuah took kecil yang berada di avenue de la Grande Armée (17th arr).

"You have to try it, its chocolate “caviar,” really delicious one, kata Thimo dengan semangat"

Sebagai penyuka cokelat, akhirnya ajakannya pasti aku iyakan. Toh aku sendiri juga backpackeran di Eropa ini. Dan jujur aku tak paham jalanan Paris, kalau bukan bantuan Thimo mungkin aku sudah nyasar-nyasar di Paris.

Paris

Keluar dari Metro kami berjalan ke sebuah toko kue. Toko kecil dengan beraneka ragam macam kue dan cokelat. Kue-kue disusun rapi, dan sang penjaga toko membolehkanku mengicip kuenya. Apalagi ketika dia mengetahui aku dari Indonesia dan seorang diri melakukan trip di Eropa, seolah bersemangat menyambutku. Langsung deh aku ditawarin icip kue mungil-mungil padahal harga kuenya cukup fantastis buatku. Tapi karena gratisan nyoba tester kuenya, aku mah senang-senang aja. Lagian siapa sih turis yang ke Paris nyari kue? 

It’s me!

Kalau dipikir-pikir dengan harga 1 kue itu aku bisa makan pecal, nasi goreng di Indonesia. Disitu bathinku bergejolak saat melakukan perjalanan jauh, aku akan rindu dengan makanan Indonesia. Namun bagaimanapun juga aku tetap menikmati icip-icip kue cokelat di Paris, toh udah niat juga nyari tokonya yang jauh dari kata “turis”. Mungkin hanya orang lokal saja yang tahu tempat ini, kalau aku sendirian belum tentu kesini.

Thimo membeli 5 pastry dan yang paling aku suka yang rasa cokelat. Lucunya kami makan pastry itu berdiri di pinggir jalan. Untung lagi di Paris, jadi tidak kelihatan gembelnya 😀

Barulah setelah itu kami melanjutkan perjalan keliling Paris menuju Arc de Triomphe. Transportasi yang kami gunakan ialah Metro, karena kami sudah membeli Metro pass selama 2 hari artinya bebas menggunakan Metro selama 2 hari dan dipastikan lebih murah jika ingin keliling Paris.

Arc de Triomphe

Arc de Triomphe atau Arc de triomphe de l’Étoile merupakan salah satu monumen paling terkenal di Paris yang dibangun atas perintah Napoleon Bonaparte untuk menghormati jasa tentara kebesarannya yang berada di area Champs-Élysées.

Sewaktu aku sampai di Arc de Triomphe, pengunjung lumayan banyak. Tak heran karena arsiteknya yang unik serta sudah ada sejak zaman dahulu. Padahal hanyalah sebuah monument dan sekelilingnya jalanan biasa. Tapi begitu menarik perhatian. Bahkan untuk masuk lebih dekat harus bayar lagi. Karena aku adalah pejalan kere karena backpacker ke Eropa modal nekat dengan membawa uang 600 Euro untuk 1 bulan, akhirnya memandangi dan photo dari jauh dengan  Arc de Triomphe cukup membuatku bahagia kok.

Aku kan anaknya mudah bahagia 🙂

Avenue des Champs-Élysées
Winny, you follow me, I will show you famous street in the world, kata Thimo
What is the that?, tanyaku
Its, Avenue des Champs-Élysées, kata Thimo

Akhirnya aku mengikutinya menuju Avenue des Champs-Élysées, tak jauh dari Arc de Triomphe.

Benar saja pas sampai di Avenue des Champs-Élysées, toko branded berjajar bahkan ada sebuah show cabaret. Tapi beda ya kabaretnya bukan seperti yang ada di Thailand. Hampir aku penasaran dan membeli tiket, kapan lagi melihat show megah di jalanan megah. Namun aku ingat akan kondisi keuangan yang tipis. 

Sebenarnya menurutku jalanannya sih biasa saja, hanya saja Avenue des Champs-Élysées, ibarat surganya shopping.

Dalam hati “this is really Paris“.

Untung aku bukan anak yang doyan shopping, kalau tidak mak, aku akan khilap.

Avenue des Champs-Élysées merupakan Paris must-see terdiri dari restaurant hingga toko ternama yang berada diantara Place de la Concorde dan the Arc de Triomphe.

Kesan ketika menginjakkan kaki di avenue terkenal di dunia, merasa bak model tapi perasaanku saja sih. Habis orang Paris pakai baju biasa saja tapi kelihatan keren. Apalagi pakai baju yang wow ya?

Gak heran sih Kota fashion 🙂

Avenue des Champs-Élysées

Rincian Biaya Pengeluaran di Paris, 29 Maret 2017

08:00-09:00 Jalan kaki ke Basilique du Sacré-Cœur, kemudian naik Metro ke Porte Maillot untuk makan pastry coklat 1,2 Euro

09:00-20:00 Jalan keliling Paris mulai dari Arc de Triomphe, jalan ke Avenue des Champs-Élysées (famous street in the world), kemudian naik Metro dari Opera Paris ke Restoran Jepang Rue St Anne untuk makan siang seharga 24 Euro/2orang (makan shirashi+teriyaki), jalan ke Metro Pyramid-Concorde-Metro Champs de Mars kemudian tour Eiffel, jalan ke hotel des invalids kemudian ke Metro St. Paul untuk nyobain teh dari segala penjuru dunia kemudian ke Notre Dome. Makan kebab 5 Euro, mencoba es krim 4,6 Euro untuk ukuran regular di Latin distrik kemudian balik ke Eiffel lagi sampai malam. Sempat membeli postcard dan gantungan kunci Eiffel 3 Euro.

Tempat wisata Paris yang didatangi pada pada hari-6 di Eropa

Eiffel, Metro Dome, Arc de Triomphe, Avenue des Champs, Basilique du Sacré-Cœur

Biaya yang dikeluarkan di hari-6 di Eropa = 1,2 Euro + 5 Euro + 4,6 Euro + 3 Euro = 13,8 Euro

Salam

Winny

Menjelajah Wisata Gratis Singapura


Every life is a pile of good things and bad things. The good things don’t always soften the bad things, but vice versa, the bad things don’t always spoil the good things and make them unimportant

By Unknown

 

Hello World!

Singapura, September 2017

Dari museum air force Singapura, kami menuju Orchad Road, salah satu tempat di Singapura yang membuatku penasaran karena di tahun 2013 silam tidak sempat ke Orchad Road. Katanya Orchad Road ini surganya bagi si penyuka shopping dengan brand terkenal.  Cara kami ke Orchad dengan MRT menuju ke Orchad. Bus yang kami naiki berbeda dengan bus 94 yang pertama menuju museum.

Sesampai di stasiun MRT, kami masuk dan naik MRT North South Line (Jurong East-Marina South Pier, Red) bisa di NS22-Orchard atau NS23-Somerset turun di EW14+NS26-Raffles Place Stn.

Sesampai di area Orchad maka kesan “Plaza Indonesia”, “Grand Indonesia” alias PI GI Jakarta langsung dibenakku. Mall megah dengan pertokoan lengkap dengan barang bermerek dari berbagai negara. Untungnya aku tidak terlalu suka membeli barang bermerk tapi kalau dikasih sih mau 😀

Keluar dari area Mall yang menyatu dengan MRT, aku dan Bang David duduk di salah satu bangku yang ada di depan Orchad Road. Nah di Orchad Road perhatian kami tertuju kepada keramaian turis yang antri. Eh rupanya adalah penjual es krim potong Singapura. Akhirnya kami berdua pun membeli es krim potong rasa mangga seharga 1,5 Dollar Singapura. Makan es krim di salah satu temapt duduk di Orchad Road ternyata seru juga!

Walau cuma sebentar di Orchad Road rasa penasaranku terbayarkan. Cukup tahu kalau Orchad Road Singapura luamyan OK untuk bersantai dengan pepohonan rimbunnya.

Orchad Road
Orchad Road

Dari Orchad Road kami menuju ke Marina Bay Sands tempat wisata gratis lainnya di Singapura. Caranya dengan naik MRT North South Line bisa di Orchard/Somerset (Jurong East-Marina South Pier, Red) turun di Raffles Place. Dari Stasiun MRT Raffles kami berjalan ke Merlion Park, iconnya Singapura. Meski kedatangan jam 2 siang namun lumayan ramai turis disekitar Patung Merlion untuk sekedar berphoto.

Kami sempat juga bersantai sebentar di dekat Patung merlion lalu kami lanjutkan berjalan ke arah jembatan unik dekat Marina Bay Sands “Helix bridge Singapore”. Kami menuju Esplanade kemudian belum sampai di helix bridge kami malah berhenti disebuah foodcourt. Wow, hal baru bagiku mengetahui ada jajanan disekitar Esplanade, masih dekat-dekat dengan kawasan Marina Bay Sands.  Jajanan tersusun rapi lengkap dengan bangku serta beraneka ragam makanan mulai dari seafood sampai mie. Bang David malah memilih makan mie seharga 5 Dollar Singapura dengan minuman Calamary 1.8 Dollar Singapura dan aku memilh minum Leci blended seharga 2.5 Dollar Singapura.

Tempat Makan dekat area Esplanade Marina Bay Sands

Setelah kenyang barulah kami melanjutkan perjalanan kami menuju ke Herlix Bridge Singapura. Jembatan dengan bentuk yang melengkung. Jujur baru pertama kalinya aku berjalan menuju arah jembatan Marina Bay Sands. Jalan kaki sepanjang jembatan. Dan kalau dipikir-pikir lumayan jauh juga kami jalan kakinya.

Setelah sampai di ujung jembatan kami  turun tangga ke arah kanan menuju ke wisata gratis Singapura lainnya, berupa Taman.

Lah kok taman?

Iya taman yang juga termasuk icon nya Singapura karena berbentuk pohon dengan lampu lucu-lucu.

Marina Bay Sands
Singapura

Taman yang kami kunjungi itu bernama Gardens by The Bay yang lumayan luas. Kalau hanya di luar saja gratis namun ada beberapa taman yang jika masuk harus bayar. Kami malah duduk santai di taman Gardens by the Bay sampai menunggu magrib.

Bersantai di taman Gardens by the Bay seolah tidak ada beban hidup!

Lumayan agak lama kami berada di Gardens by the Bay, tapi kami begitu menikmati suasana Singapura sore itu.

Gardens by the Bay

Di Gardens by the Bay ini memiliki aneka hiasan yang lucu-lucu dengan cahaya lampu yang bagus. Penataan tamannya bagus, bahkan botol plastik dibuat hiasan disekitar taman. Tak heran kenapa begitu banyak turis yang menikmati senja di Gardens by the Bay. Sebagian ada juga yang berolah raga disekitar taman.

Sayang waktu kami di SINGPURA hanya sehari dan tidaklah cukup di Singapura jika ingin ke beberapa tempat sekaligus. Apalagi kalau berbicara taman begini yang lumayan luas. Akhirnya jam 7 kami meninggalkan taman Gardens by the bay menuju ke Bugis karena kami hendak ke Malaysia. Nah pulangnya kami berjalanan mengikuti jembatan sambil keliling taman. Dari jembatan kami masuk ke Mall Marina Sands Bay yang diatasnya berupa kasino. Kami berjalan menuju MRT terdekat karena kami berburu waktu ke Kuala Lumpur, Malaysia via Johor Baru artinya kami mau tak mau harus pergi dari Gardens By the Bay.

Gardens By The Bay

Trip bakcpacker ke Singapura dengan Bang David akhirnya berakhir di Taman. Yang paling tidak aku dapat menjelajah 3 wisata gratis Singapura yang di trip pertama Singapuraku aku tidak kunjungi yaitu Air Force Musuem Singapura, Helix Bridgde Singapore dan Gardens By The Bay. Dan itu cukup membuatku bahagia, simple banget kan bahagianya?

Salam

Winny

Backpacker ke Batam, Singapura dan Kuala Lumpur dalam 3 Hari


Never be afraid to try something new, because life gets boring when you stay within the limits of what you already know

By Unknown

Hello World!

Batam, Singapore, Kuala Lumpur September 2017

Temani abang ke Singapura ama Malaysia ya, kata Bang David
Iya kataku kepadaku

Tiba waktunya ternyata janji jalan-jalan ditagih Bang David. Untuk pertama kalinya aku melakukan trip dadakan tanpa mencari tiket murah seperti biasa atau booking dari jauh-jauh hari. Biasanya aku paling anti dengan membeli tiket pesawat mahal tapi memenuhi janji dan kapan lagi jalan dengan orang yang sangat aku kagumi serta timingnya pas banget maka perjalananpun kami lakukan. Pilihan terbaik dengan membeli tiket pesawat ke Batam dari Jakarta kemudian dengan naik kapal menyeberang ke Singapura lalu dengan jalur darat ke Kuala Lumpur kemudian dari Kuala Lumpur ke Jakarta. Awalnya aku ingin sekali ke Vietnam dan Laos karena kedua negara inilah yang belum aku kunjungi di ASEAN selain Filipina dan Brunei tentunya, namun karena budget Bang David hanya 3 juta dan aku juga ogah mahal-mahal alhasil yang masuk akal adalah ke Malaysia dan Singapura via Batam. Untuk ke Singapura dan Malaysia aku sudah pernah tapi untuk Batam baru pertama kalinya bagiku. Dalam benakku akan sangat membosankan mengunjungi tempat yang sama berulang-ulang terutama Singapura dan Malaysia namun ternyata aku keliru, meski sudah sering ke tempat yang sama namun jika teman perjalanannya asik maka perjalanan itu sendiri pun seru juga.

Batam

Untuk kategori perjalanan kami pun sebenarnya tidak backpacker-backpacker amat karena kami masih bisa nginap di tempat yang layak, makan di restauran dan mengunjungi tempat apa yang kami mau. Perjalanan kami lebih fleksibel dan santai. Meski Bang David baru pertama kali ke Luar negeri, nyatanya dia tahu betul jalannya, bahkan yang aku sering jalan saja masih kalah.

Hal menarik lainnya adalah ketika si Bang David mengalah untuk 1 hari di Batam karena dia sudah pernah ke Batam sebelumnya sementara aku belum pernah sama sekali. Bahkan yang lucu dia menemanin demi mencari icon Batam  “Welcome Batam” dengan latar belakang Gunung itu yang pernah aku lihat di Blog kak Indri dan betapa seringnya Danan nulis tentang Batam. (Danan dan Kak Indri adalah dua blogger kesukaanku :))

Secara umum perjalan kami yaitu 1 hari di Batam, 1 Hari di Singapura dan 1 Hari di Malaysia. Memang perjalanan cepat seperti ini tidak terlalu asik karena tidak puas dalam menjelajah tempat namun karena waktu terbatas dan ingin ke semua tempat maka jadilah perjalanan kilat. Lucunya perjalanan ke 3 Kota 3 Negara dalam 3 hari ini aku lakukan sehari setelah aku resign dari Semen Merah Putih, tempatku bekerja selama 5 tahun 6 bulan. Sensi meninggalkan kantor lama itu terasa banget namun demi masa depan yasudahlah ya pindah kerja aja. Untungnya jalan-jalan dengan kesayangan dapat menghilangkan rasa sedih.

Tiket Ferry ke Singapura dari Batam

Secara total biaya backpacker kami ke Batam, Singapura dan Malaysia adalah Rp 4,757,280.45/ 2 orang. Porsi terbesar perjalanan kami adalah di tiket pesawat, hal ini wajar karena belinya bukan pas promo naun harga standar. Sistemnya kami sharing cost sehingga semua biaya perjalanan beserta struknya kami simpan. Jujur baru kali ini aku mendapatkan partner traveller yang sejenis, alias suka rincian. Biasanya kalau jalan-jalan aku yang rinci namun sebelumnya aku sudah membuat itinerary Batam-Malaysia-Singapore secara umum kemudian dilengkapi dengan itin baru yang dibuat bang David. Dalam prakteknya kami memang masih jauh sih dari kata “perjalanan murah”, kami lebih cocok kepada “perjalanan hemat”.

Menurutku pribadi walau perjalanan 3 hari namun lumayan membuatku lelah juga tapi seru. Lelahnya karena memang kami banyak jalan sambil membawa tas. Disini aku ingin membuang bawaan baju yang banyak karena pada kenyataannya baju yang aku bawa tidak semua kepakai. Bahkan kami ada momen tidak mandi, sampai si Bang David yang tak pernah jalan-jalan ala kere harus menahan tidak mandi. Well, untung anaknya fleksibel, tapi itu kalau jalan samaku biasanya harus bisa jadi gembel dadakan misalnya Yosi yang harus menahan toilet bau di India, Ade Putra, Reza, Sarta dan Ilham (Kamseupay) harus jalan kaki banyak demi hemat di pennag dan Hatyai terus ada Melisa yang harus tidak mandi di Myanmar dan kali ini Bang David harus tidak mandi. Namun demikian justru disitu letak serunya perjalanannya.

Perjalanan Ferry ke Singapura dari Batam

Hari 1 Batam

Karena kedatangan bang David jam 10 maka tidak terlalu banyak yang dapat kami lihat di Batam. Namun menariknya aku ditemanin Bang David ke Nagoya, Mall terkenal di Batam. Di Nagoya Hill kami makan kemudian si Bang David menukarkan uang ke Dollar Singapura. Dari Bandara Batam ke Nagoya kami naik Damri, lumayan seru untuk mengetahui bagaimana Batam. Kemudian kami sempat nyasar sedikit mencari penginapan, maklum Google map memberikan rute yang aneh berantah. Kemudian sorenya kami ke Tulisan Batam yang ada Welcome Batam yang rupanya terletak di dekat Batam Center. Lalu malamnya dinner di tempat romantis di Jalan Duyung dengan pemandangan malam Singapura dari Batam. Makan di Cafe ini makannya lumayan enak dan wajar untuk harganya.

Hari 2 Batam-Singapore

Untuk sampai ke Singapura kami menggukan ferry fast dari Batam Harborbay. Menuju ke Singapura dari Batam cukup singkat hanya 45 menit saja. Naik kapal ferry ini entah kenapa menginagtkanku akan perjalanan Karimun Jawa karena kapal cepat Batam ini mirip-mirip dengan kapal yang pernah aku naiki di Karimun. Untuk bagaimana cara ke Singapura dari Batam sebenarnya ada beberapa pelabuhan namun kami memilih Harbour Bay Batam karena dekat dengan penginapan. Sayangnya harga sekali jalan Batam-Singapura itu harganya itu sungguh mahal bila dibandingkan dengan harga kapal BATAM-SINGAPURA pulang pergi. Bayangkan sekali jalan saja Rp250.000 sementara kalau bolak balik Batam-Singapura naik kapal dapat Rp360.000-390.000 artinya mahal Rp70.000.

Bagaiman cari membeli tiket kapal ke Singapura dari Batam?

Bisa langsung ke pelabuhan. Kami memilih ferry dengan Batam fast datang ke loket bawa passport kemudian bayar lalu dikasih tiket dan langsung berangkat. Jamnya berbeda-beda namun kami berangkat jam 9 pagi dan sampai di Singapura jam 11 an karena ada pemeriksaan oleh Polisi Singapura saat kapal kami mendekat ke Singapura serta antrian Imigrasi. Di Singapuranya itu ternyata berada di Harbour Front dekat dengan Sentosa, Singapura.

Singapore

Masih di Hai ke 2, kami menuju ke Air Force Museum Singapura yang aku baru tahu dari Bang David. Museumnya cukup menarik berisi sejarah serta kapal Singapura. Bukan cuma itu kerennya masuk ke dalam Museum juga gratis. Aku kalau tidak dikasih tahu bakalan tidak tahu kalau di Singapura ada tempat menarik gratis.

Dari Museum kami ke Orchad street karena memang aku belum pernah ke Orchard. Di Orchad kami minum es krim potong Singapura yang lumayan enak. Selain itu kami juga menemukan makan murah di Singapura seharga 3 dollar Singapura saja dekat dengan Eunos Singapura. Yang jualan bahkan lancar berbahasa Indonesia. Menemukan makanan muriah ceria di Singapura rasanya bahagia. Kemudian perjalanan kami lanjutkan ke Marina Sand terus jalan ke Merlion Park.

Makanan Murah di Singapura
Singapura
Singapura

Dari Merlion Park kami jalan ke jembatan dengan lekuk indahnya terus jalan ke Garden Bay tepat di belakang Marina. Walau sudah pernah ke Singapura sebelumnya namun aku baru pertama jalan ke Garden Bay nya Singapura serta jalan ke jembatan unik ini. Entah kenapa sesuatu yang belum aku kunjungi itu membuat excited.

Khusus Garden Bay sebenarnya dibutuhkan waktu yang agak lama, karena belum puas nyantai disini. Tamannya indah serta warna lampu-lampu di Singapura pas malam hari memang juara. Setelah dari Garden Bay kami menuju ke Bugis karena kami hendak ke Malaysia melalui Larkin, Johor. Jadi kami naik bus 3,3 Dollar sampai ke Larkin via Woodland yang lumayan lama di imigrasi. Jam 8 kami jalan eh sampai di Larkin malah jam 11 malam dan kami malah sempat makan malam di stasiun Larkin karena jadwal bus kmai jam 1 malam ke Kuala Lumpur meski datangnya jam 2 pagi.

Hari ke 3 Malaysia

Kami sampai di Malaysia jam 6 an dan kami langsung menuju KL Sentral. Sebelumnya kami sudah jalan-jalan sejenak keliling dari terminal terpadu kemudian sarapan pagi di NU Plaza, Kuala Lumpur. Kemudian kami menuju ke Bukit Bintang masuk ke jalan Alor kemudian menuju ke KLCC. Kami bahkan sempat jalan ke Petailing street kemudian balik lagi ke KL Sentral dan memutuskan menginap di KL Sentral. Serunya di KL Sentral dekat dengan Little INDIA sehingga serasa berada di India. Di Kuala Lumpur kami kebanyakan kulineran dan aku puas makan Nasi Kandar dengan harga 15 RM (harga nasi kandar termahal yang pernah aku makan).

Overall perjalanan Backpacker ke Batam, Singapura dan Kuala Lumpur seru, banyak yang dilihat, kaya pengalaman dan hati senang serta i found my partner travel 🙂

Menara Kembar Petronas

Rincian Biaya Perjalanan Batam, Singapura dan Kuala Lumpur dalam 3 Hari

Tanggal Jam Kegiatan Keterangan HARGA
21/09/2017 9:25 BIM-Batam BTH Dengan Lion air perjalanan 1jam 5 menit 1131844
21/09/2017 11:00 Perjalanan Bandara Hang Nadim-Jodoh Damri  Bandara Hang Nadim-Jodoh Rp22.000 Jadwal : 08:30-09:30–10:30–11:30. Cb turun di Nagoya 44000
21/09/2017 14:00 Keliling Nagoya Makan Siang @Nagoya Tukar Uang SGD130+RM200 140012
21/09/2017 15:00 Ke HarbourBay naik Trans Batam Koridor 03 (Sekupang-Jodoh) turun di BRI Jodoh, trus jalan kaki. 0
21/09/2017 19:00 Ke Land Mark, Barelang, dll ONGKOS TRANS BATAM+ANGKOT 19000
21/09/2017 21:00 Makan Malam Patroz+BELI RANSUM 281829
22/09/2017 7:30 Istirahat-Sarapan-Beres2 0
22/09/2017 8:15 Ferry HarbourBay – HarbourFront (45 menit) Horizon S$32 (06:00-07:30-08:45-10:15-11:30-12:45-14:00-15:20-16:40-17:50-19:15-20:45) Batam Fast S$25 (9:30-14:15-19:00-21:20) BATAM FAST 500000
22/09/2017 10:00 HarbourFront (Basement Mall Vivo City) Imigrasi – Cari Maps – beli EZlink Card S$12-S$5 card atauTourist Pass  S$20-S$10 deposit 147537.6
22/09/2017 11:00 Henderson Waves (Telok Blangah Hill Park – Mount Faber Park) Dari HarbourFront Stn Exit B/Vivo Mall naik Bus SBS Transit 145/131  Sekali belok dan dua halte saja (After Telok Blangah Heights).  Menyeberanglah dengan hati-hati. 0
22/09/2017 12:00 Bugis Street Dari Before Telok Blangah Heights, naik Bus SBS Transit 145/131, turun di HarbourFront Stn Exit A. 145 bisa lsg ke Bugis Stn. Naik MRT NE1+CC29-HarbourFront Stn, North East Line (HarbourFront-Punggol, Purple) transit di NE7+DT12-Little India Stn. Pindah ke MRT Downtown Line (Bukit Panjang-Chinatown, Biru) turun di EW12+DT14-Bugis Stn. 0
22/09/2017 14:00 Sultan Mosque Shalat Jumat, Kampong Glam & Arab Street, Haji Lane +MAKAN SIANG 59015.04
22/09/2017 15:00 Orchard EW12+DT14-Bugis Stn, naik MRT Downtown Line (Bukit Panjang-Chinatown, Biru) transit di NS21 DT11-Newton Stn. Pindah ke MRT North South Line (Jurong East-Marina South Pier, Red) turun di NS22-Orchard Stn. 0
22/09/2017 16:00 Keliling Orchard, Snacking @Orchard, ke Singapore River dan Raffles Landing Site Naik MRT North South Line (Jurong East-Marina South Pier, Red) bisa di NS22-Orchard atau NS23-Somerset  turun di EW14+NS26-Raffles Place Stn, BELI ES POTONG. 11803.008
22/09/2017 17:00 Merlion Park Jalan Kaki Esplanade Bridge. MAKAN+MINUM FOOD COURT 91473.312
22/09/2017 18:00 Esplanade The Esplanade punya Roof Terrace yang bisa kamu kunjungi secara gratis 0
22/09/2017 20:00 Gardens by the Bay Jalan Kaki Helix Bridge 0
22/09/2017 21:00 Marina Bay Sands “Wonder Full—Light & Water Spectacular”, pertunjukan efek visual, laser dan atraksi cahaya selama 13 menit, setiap jam 8 dan 9.30 malam. 0
22/09/2017 23:00 Ke Golden Mile Complex : Makan Malam-Shalat-Bersih2 Naik MRT Circle Line (Kuning) DT16+CE1-Bayfront turun di CC5-Nicoll Highway Sambung Jalan Kaki. Atau Naik Bus 100 di Fullerton Sq atau nyebrang singapore river (Fullerton Rd) naik Bis 100 di Victoria Concert Hall turun di Opp Golden Mile Cplx-Makan S$15 0
22/09/2017 5:00 Bus Singapore-KL (5-7jam) ke KL TBS atau Berjaya Times Square(kalo sdh terang) Golden Mile Complex : Star Qistna (S$20), Sri Maju (S$20), Seasons (S$25). Golden Mile Tower : StarMart (S$30). easybook.com-redbus.sg 0
22/09/2017 23:00 Bugis Stn-Queen Street Terminal Bus SBS Transit 133 from MBS Theatre bus stop to Bugis Station for 5 stops, then walk to Queen Street Terminal(Singapore Johor Express Terminal).  Causeway Link Bus CW2 (6:00-23:45 S$ 3.30 cash) Singapore-Johor Express/SJE (S$ 3.30 cash), SBS Bus 170 red plate (S$ 1.97 EZ-Link, 2.50 cash) 0
22/09/2017 1:00 Woodland CIQ-Causeway-JB CIQ-JB Larkin Terminal Woodland CIQ bisa naik CW1/CW2/CW5 ke JB CIQ. Naik CW1/CW2 ke JB Larkin Terminal (Cari tiket-Makan Malam-Shalat-Bersih2) NAIK CW2 64916.544
23/09/2017 5:00 JB Larkin Terminal- KL TBS (Terminal Bersepadu Selatan) (4-5jam) 1.Pelangi Express/Transtar-TC37 (RM40, 01:00) 2.Yellowstar Coach Travel/Billion Star Exp-TC49 (RM35, 22:30-00:30-01:00) 3.Transnasional-BT 21-24 (RM34.30, 22:00-23:59-01:00) 4.Starmart Express (RM35, 21.50-22.00-23:59) 5.City Express-Counter 5(RM34.30, 06:30-07:30-23:00-00:30-00:00) 6.Konsortium Bas Ekspres-Counter 31 (RM35, 06:30-07:30-22:15) 7.Meridian Holidays-TC23 (RM34.30, 23:30-00:30)  8.Super Coach Express(RM35, 22:30-00:01) 9.Pacific Express/JB (RM50, 23:59) 10.JB Transliner-TC07 & TC22 (RM35, 21:45-23:55) +ONGKOS BUS+MAKAN+BELI AIR 295003.9
23/09/2017 6:00 KL TBS (Terminal Bersepadu Selatan) Shalat-Bersih2-Sarapan-naik KTM Komuter Seremban/Blue Line ke KL Sentral (Surau  Level 1, 3, 4) (Rest & Go Motel RM20 p/h, RM80 p/n Lot 20 Level 4 TBS) 15160.8
23/09/2017 7:00 KL SENTRAL KL Sentral Shower Room, located along a long corridor which you can enter from Guardian pharmacy at Level 1. RM5+2towel. 6am-9pm. Fasilitas shower juga letaknya dibelakang Concierge juga kok, tidak jauh dari loker, tempat penitipan barang. Kalau kamu mau ke toilet, beloknya ke kanan, ini beloknya ke kiri. SARAPAN DI NU SENTRAL 46114.1
23/09/2017 9:00 Taman Tasik/Perdana Botanical Garden Jalan kaki ke Masjid Negara, RM Police Museum, National Planetarium, Deer Park, KL Orchird Garden, Herbarium 0
23/09/2017 10:00 Dataran Merdeka Jalan kaki ke Sultan Abdul Samad Building, KL Main Library, Music Museum, Textile Museum, Masjid Jamek 0
23/09/2017 12:00 Chinatown/Petaling Street Illusion 3D Art Museum, Keliling China Town 0
23/09/2017 14:00 KL Tower Naik GoKL Bus Purple Line di KotaRaya/Pasar Seni/Bangkok Bank, turun di KL Tower. KL Forest Eco Park, KL Upside Down House RM15 for 15mins (Moghul Mahal’s RM 15 Set Lunch 11.30-14 Naan Set-Two Naan served with Chicken Karahi Aloo Gobi Dal Tadka & salad/ Promotion RM35-2 Pax). Observation Deck RM53, Sky Deck RM105  MONOREL KL SENTRAL-BUKIT BINTANG+BELI KELAPA 31585
23/09/2017 16:00 KLCC Petronas Twin Tower Sky Bridge=RM85, PETRONAS Art Gallery, Petrosains Discovery Centre=RM30 BELI AIR+MAKAN 30005.75
23/09/2017 18:00 KLCC Park KLCC Lake Symphony Light and Sound Water Fountain showtimes are 8pm, 9pm and 9.45pm daily.  MONOREL RAJA CHULAN-KL SENTRAL+PERSEDIAAN 35059.35
23/09/2017 20:00 Bukit Bintang Naik GoKL Bus Purple Line di KLCC, turun di Bukit Bintang. Makan Jalan Alor-Bukit Bintang, (Indian Food @Changkat at the side of Havana) HOTEL 379020
23/09/2017 23:00 Little India (Brickfield, KL Sentral) Naik Monorail di Raja Chulan/AirAsia Bukit Bintang/Imbi ke KL Sentral +MAKAN+MANISAN 124129.05
23/09/2017 23:59 KL  Sentral ke Bandara KLIA2 KLIA Ekspres @KL Sentral RM55(05:00-00:40, every 20m/15 m peak TT 30m). AeroBus RM9 @KL Sentral (03.00-00.30 63 trip daily only to KLIA2, TT 1 hour). Express Airport Coach RM10 @KL Sentral bus station area in Level G (05.00-23.00, every 30m, TT 1 hour). Skybus @KL Sentral/1-Utama only to KLIA2 (05.00-24.00, every 30m, TT 1 hour). Star Shuttle RM10 @Jalan Ipoh Batu 3/Counter 21 (PuduSentral)/in front of MyDin opposite Puduraya (03.00-23.55, 36 trip daily, TT 1 hour) 75804
24/09/2017 5:00 Istirahat KLIA 2, Sebelum gate keberangkatan domestik, ada 1 toilet+shower, tepatnya berada disamping KK – Mart.   Free cold water showers are available on the 4th floor, past the eateries 0
24/09/2017 7:50 Bersih2-Shalat-Sarapan Setelah imigrasi, turun ke ruang tunggu P&Q, sebelah kanan dari eskalator ada toilet+shower. Sama-Sama Express RM42 0
24/09/2017 9:00 Kuala Lumpur-BIM Air Asia 1233968

Salam

Winny

Jalan Kaki ke Istana di Vienna, Austria


“You’ll learn, as you get older, that rules are made to be broken. Be bold enough to live life on your terms, and never, ever apologize for it. Go against the grain, refuse to conform, take the road less traveled instead of the well-beaten path.

By Unknown

Hello World!

Austria, 2017

Pengalaman Eropa trip sendirianku “bittersweet”, bercampur aduk emosi baik suka maupun duka. Pun berjalan sendiri sampai berkata dalam hati “apa yang aku cari di Eropa?”. Mungkin saja perjalanan ke Eropa untuk mengenal diri sendiri namun percayalan perjalanan 1 Bulan di Eropa tidak seindah yang dibayangkan orang. Walau memang rata-rata seru sekali selama di Eropa karena bertemu dengan orang baik dan ada juga orang agak-agak. Salah satunya hostku di Vienna. 

Gara-gara salah tanggal kedatangan ke Vienna, asli host Austriaku ngambek kayak anak kecil. Jadi ceritanya aku pergi ke Vienna setelah tinggal 3 hari di Budapest karena aku salah beli tanggal tiket bus dari Budapest ke Vienna. Aku mengira kedatanganku adalah hari minggu rupanya senen. 

Nah loh kacau kan?

Sebelum memutuskan pindah negara ke Vienna aku sudah mencari tempat penginapan gratis di Vienna melalui CS dan ada satu orang yang menerima permintaanku. Dilihat dari referensi sih doi punya lebih dari 100 referensi artinya harusnya orangnya OK lah ya. Tapi jujur aku agak bingung menilai host di Vienna. Karena selain banyai aturan ini itu, bla bla bla bla, gak boleh ini itu, terus moodyan eh tahu-tahu ninggalin uang 10 Euro juga buat jajan. Cuma karena di awal udah nyebelin sehingga aku anggap ini host ababilnya tingkat tinggi. Si kawan ini marah karena aku salah tanggal, gar-gara kesalahanku itu dia tidak bisa menemaniku selama di Vienna. Namun bukan itu penyebab dia ngambek. Sebabnya adalah saat subuh di terminal Vienna dia jemput terus langsung pengen peluk gitu. Spontan aku nolak dong, eh mukanya langsung BETE.

Winny do not travel if you cant accept culture. In western hug to show how you welcome people but u pointly unrespect me!, begitu katanya

Mendengar perkataannya aku agak naik tensi. Karena sebelumnya aku hendak batalin di host ama ini kawan terus dianya yang bilang dia tidak pernah membatalkan dan dibatalkan. Akhirnya menjawab pernyataan yang membuatku kesel juga aku berusaha setenang mungkin menjawab sambil menahan esmosi

Allright its ur culture, but for Indonesian hugging is not command! 

Sorry!

Akhirnya dengan rasa tidak nyaman lah kami memulai perkenalan. Pada dasarnya sih orangnya baik misalnya dia ngasih kunci rumahnya padaku saat dia pergi ke Itali. Tapi kata-kata senewengnya itu loh bikin kuping panas. Sambil aku dalam hati “ya Tuhan cari gratisan di Eropa begini banget”. Belum lagi pas dirumahnya banyak aturannya misalnya pas tidur di sofanya harus pakai baju tidur karena baju yang aku pakai dari luar takut mengotori sofanya. Iya kali aku bawa baju tidur pas di Eropa, orang mau jalan-jalana backpackeran kere lagi di Eropa, gimana mau mikirin bawa baju coba.  Untungnya si kawan ini pergi ke Itali jadi aku bisa jalan-jalan di Vienna sendirian. Tidak kebayang kalau jalan ama host yang di awal tidak menyenangkan. Terus dia berkata “you walked alone in Vienna because this is your fault, im going to Italy”. Padahal dalam hati “syukur deh” ahhahaha. Kacau ya aku? Memang beginilah manusia tak tahu diri udahlah ditolong malah bersyukur orangnya gak nemanin. Itulah awal aku melakukan perjalanan seorang diri di Vienna.

Dari rumah host ke pusat Vienna dengan jalan kaki hanya 1 jam saja. Apartemennya cukup dekat dengan stasiun kereta namun karena harga nya sekali jalan bisa kena 2 sampai 3 Euro dan sayang uang akhirnya aku memilih jalan kaki. Toh jalannya lurus-lurus saja! Mengikuti insting aku jalan sambil menikmati Kota Vienna. Secara garis besar Vienna tidak menarik untukku walau banyak bangunan tua serta patung-patung lucu. Entah karena faktor host yang agak-agak ababil atau memang aku sudah bosan dengan wisata Eropa yang gak jauh dari bangunana tua dan Gereja.

Walau demikian aku tetap menikmati perjalanan di Vienna. Bayangkan seharian dari pagi hingga petang dengan jalan kaki mengitari satu tempat ke tempat lain “sendirian”. Dan anehnya aku bahagia!

Aku melihat bangunan istananya dari luar karena untuk masuk ke dalam males bayar tiket masuknya. Tapi jangan salah menikmati bangunan bangunan tua beserta istanya lumayan seru. Belum lagi di Vienna memakai bahasa German sehingga lumayan membantu walau aku cuma bisa bilang “Dank” udah itu saja. Hahaha 😀

Untuk istana di Vienna lumayan cakep-cakep dengan taman yang luas. Yang membuatku pangling kepada patungnya. Kebanyakan warga lokal tidur-tiduran di rumput. Ada satu momen membuatku baper jalan sendirian di Eropa saat dua sepasang sejoli bermesraan di rumput. Keduanya pelukan sambil menikmati istana di depannya. Eh tiba-tiba ciuman saja, kan bikin iri ahhaha. Belum lagi iri dengan mereka pakaian kaos saja, padahal aku pakai jaket tebal karena meski kelihatan terang benderang udaranya cukup dingin, kulit tropisku tidak bisa berkompromi dengan dinginnya udara Eropa di musim dingin.

Sebenarnya kalau tidak mau jalan kaki keliling Vienna ada pilihan bus yang keliling di Vienna namun karena pada dasarnya aku turis kere akhirnya memilih jalan kaki. Selain sehat juga lebih fleksibel kemana-mana. Bagi penyuka musik mozart, opera, seni maka Vienna ini adalah surganya mereka. 

Kota Vienna juga memiliki rombongan tourguide gratisan yang bisa daftar secara kelompok. Dalam satu rombongan akan dipandu satu orang keliling Vienna secara gratis dan menjelaskan sejarah bangunan atau tempat wisata tersebut. Semacam walking tour city gitu. Aku sempat ikut cuma karena satu tempat lama nunggunya akhirnya aku cuma dengar informasinya saja terus cao jalan. 

Menurutku jalan sendirian di Vienna tidaklah susah apalagi wisatanya di Kotanya mudah petuntuknya. Bahkan untukku seorang yang tidak bisa membedakan “kanan kiri” di peta. Dan peta Vienna di secarik kertaslah menjadi petunjukku kemana dan apa yang aku ingin lihat di Vienna. 

Jalan kaki di Vienna sendirian tidaklah mengerikan karena aku punya waktu sendiri juga bisa menikmati sisi Vienna dan istananya untukku sendiri ☺

Salam

Winny

Bertemu Monalisa di Museum Louvre, Paris


Anyone who loves in the expectation of being loved in return is wasting their time. 

By Unknown

Hello World

Paris, Mare 2017

"You have to visit Louvre, Winny!
Yes its expensive but its a must!"

Begitulah saran Thimo mengenai apa yang harus aku kunjungi di Paris. Padahal dibenakku Paris itu tak jauh dari Menara Eiffel. Aku juga tidak tahu apa itu di dalam Louvre, yang aku tahu salah satu tempat yang paling banyak dan dibicarain oleh dunia di dunia perwordpresan adalah Louvre.

Belum lagi pengucapan bahasa Prancis dengan aksen sengaunya membuatku tidak bisa menangkap atau bahkan sekedar meniru kata Louvre dalam aksen Prancis.

Musee le Louvre

Untuk Thimo karena merupakan Guru maka masuk ke Museum Louvre adalah gratis sementara aku yang hanya turis biasa diperharuskan membayar €15 untuk tiket masuk ke dalam Museum Louvre.

You will not regret it, you could see Monalisa and Roman emphire there!
For €15 its worth at all!
Musée du Louvre

Memdengar Monalisa berada di Louvre membuatku ingin masuk ke dalam. Akhirnya mendengar saran Thimo maka Museun Louvre masuk ke dalam daftar wisata Paris yang aku kunjungi. Menurut Thimo untuk mengunjungi Museum Louvre diperlukan waktu seharian.

Kami berangkat jam 8 pagi dengan kereta Paris. Jangan ditanya bagaimana aku sampai ke Museum Louvre karena aku hanya mengikuti Thimo. Tapi seingatku untuk ke Museum Louvre turun di stasiun Louvre.

Louvre Museum

Dari luar museum Louvre, Paris seperti piramida dengan kaca tembus. Piramida kaca ini sebenarnya sudah sering saya lihat di berbagai photo orang. Namun saya tidak menyangka saya bisa mengunjungi Museum Louvre, museum dengan bergaya piramida kaca ala Prancis.

Sekitar jam 9 kami sudah sampai di depan Louvre dan turun ke bawah dengan eskalator. Sebelumnya kami harus melewati security untuk mengecek bawaan kami. Museum Louvre, Paris begitu mewahnya. Bak mall!

Lalu kami berjalan ke tempat pembelian tiket masuk Museum Louvre. Dan antrian masuk ke dalam Museum Louvre itu “panjang”!!! Bahkan sampai 1 jam aku menunggu antrian ke dalam Museum Louvre. Barulah setelah antrian panjang aku diberikan peta Museum Louvre dan tiket masuk.

Musée du Louvre
Musée du Louvre

Tempat pertama yang kami kunjungi adalah area peninggalan Yunani. Dimana patung-patung zaman dulu berjejer di Museum Louvre.

Sungguh luas museum ini dan aku heran bagaimana mereka bisa mengumpulkan berbagai koleksi berharga seperti itu. Kemudian dari area Patung kami ke tempat karya lukisan yang berisi lukisan dari berbagai peluksi terkenal. Lukisan-lukisan terpajang sepanjang koridor lalu ditengah koridor ada jalanan serta beberapa bangku buat pengunjung.

Lukisan-lukisannya pun berbagai macam bahkan kisah Isa ada di dalam lukisan.

Musée du Louvre, Paris, France

Awalnya aku begitu takjub dengan lukisan-lukisan yang tak hanya di dinding bahkan di atap museum.

Hingga akhirnya kami masuk ke dalam satu ruangan yang penuh dengan orang. Ternyata di ruangan tersebut adalah Lukisan Monalisa yang fenemonal serya dibelakangnya lukissn saat Jamuan Yesus.

Musée du Louvre, Paris, France

Pas melihat lukisan Monalisa yang ada dibenakku “buset Lukisan Monalisa kecil amat”!!!

Itupun untuk berphoto di depannya antriannya panjang. Lukisan Monalisa karya Leonardo da Vinci ini di taruh dalam satu kaca dengan pembatas. Pengunjung hanya boleh sampai pembatas kecuali ada izin khusus serta sudah dijaga ketat.

Ah siapa sangka aku bisa melihat senyum maut Monalisa beneran di Museum Louvre. Senyum kecut Monalisa biasanya hanya bisa aku lihat di TV atau gambar atau buku.

Well im just lucky!!
Musée du Louvre, Paris, France
Musée du Louvre, Paris, France
Monalisa
Louvre Museum, Paris

Dari lukisan Monalisa kami lalu melanjutkan ke ruangan pamer. Kali ini kami ke ruangan pamer yang berisi koleksi dari Mesir. Koleksi Mesir Museum Louvre cukup lengkap mulai dari peti mati Mesir hingga kepada Mumi beneran.

Musée du Louvre, Paris, France

Mengunjungi ruang pamer Mesir di Museum Louvre seperti berada di Negara Mesir. Aje gila belum juga ke Mesir tapi seolah udah di Mesir.

How come you guys got these collections? tanyaku dengan naif
These should belong to Egypt, lanjutku.
Well who collect them in the past? 
Musée du Louvre, Paris, France
Musée du Louvre, Paris, France
Louvre Museum, Paris

Louvre Museum, Paris

Tidak hanya koleksi Mesir bahkan koleksi peradaban islam juga ada. Mulai dari koleksi dari Shiraz hingga koleksi Alquran. Namun memang koleksi Islam tidak terlalu lengkap di Museum Louvre.

Musée du Louvre, Paris, France

Kami mengelilingu Museum Louvre sampai jam 5 sore sampai museum hendak tutup. Kalau tidak tutup mungkin aku masih betak keliling Museum Louvre yang menjadi salah satu museum terindah dan terlengkap yang pernah aku kunjungi dalam hidupku.

Tidak sia-sia sih menghabiskan €15 ke dalam Museum Louvre karena banyak kolkesi berharga dari era masa lampau masih ada di dalam museum Louvre.

Musée du Louvre, Paris, France
Louvre Museum, Paris
Louvre Museum, Paris
Louvre Museum, Paris

Bahkan Museum Louvre ini sudah aja sejak zamannya Isa loh. Dulu merupakan istana dan melihat sejarah Museum Louvre membuatku berdecak kagum. Hanya saja untuk bangunan ala Mesirnya itu memang baru saja dibuat.

Kalau yang sedang berada di Paria ada baiknya mengunjungi Museum Louvre, selain bisa bertemu Monalisanjuga bertemu Mummi beneran. Dan jangan lupa luangkan waktu seharian mengelilinginya.

Louvre Museum, Paris

Paris, 30 Maret 2017

08:00-09:00 Belanja di Franprix roti dan minuman 6,65 Euro

09:00-10:00 Naik METRO Ke de Louvre. Antri satu jam dan harga tiket masuk ke dalam de Louvre 15 Euro.

10:00-18:00 keliling Louvre seharian

18:00-20:00 Naik Metro ke La Grande Mosque de Paris kemudian nyari makan disekitar Masjid akhirnya makan kebab 20 Euro/2 orang

20:00-22:00 Balik ke penginapan

Tempat wisata Paris yang didatangi 

Museum de Louvre dan La Grande Mosque de Paris.

Total pengeluaran di Paris, Eropa = 6.65 Euro + 20 Euro + 15 Euro = 41,65 Euro

Salam

Winny