Benarkah Travelling Membuat Miskin?


You’re going to feel uncomfortable in your new world for a bit. It always does feel strange to be knocked out of your comfort zone but I hope you feel exhilarated too

By Me Before You

Angkor Wat

Hello World

Jakarta, Juli 2016

Win, jalan-jalan mulu, nabunglah! Apa sih yang dicari dari jalan-jalan itu? Habis jalan-jalan kan uang habis? begitulah pendapat seseorang yang tidak habis pikir dengan hobiku yang akut akan jalan-jalan. Dalam hatiku emang saking segitukah Travelling Membuat Miskin?

Mungkin sebagian orang menganggap hobi jalan-jalan sebagai ajang untuk menghabiskan uang, tapi apakah layak seseorang mengukur seseorang dari cara pandanganya? Jadi begini, kalau seseorang suka jalan-jalan terus menghabisi uangnya belum tentu si orang tersebut miskin kan? Miskin dari segi apa, materi? atau apa? Karena konteksnya berbeda. Hanya saja lihat proses orang itu karena kita tidak tahu kan kalau orang tersebut harus mencari tiket termurah dari tahun sebelumnya atau harus bela-belain jadi fakir, numpang sana-sini atau apalah proses agar biaya yang dia keluarkan bisa semurah mungkin.

Bagiku sendiri jika ditanya kenapa suka jalan-jalan dan rela menghabiskan uang demi jalan-jalan maka aku akan jawab “kepuasan, rasa senang dan suka aja”. Gimana tidak suka, bertemu dengan orang lain, mengenal budaya orang lain, belajar mengenal diri sendiri serta pengalaman lain yang bisa didapatkan selama perjalanan. Dan jangan salah orang yang menghabiskan uangnya demi jalan-jalan belum tentu miskin, kan gak harus pamer agar kelihatan wow? Justru orang yang suka jalan-jalan biasanya pemikiranya lebih luas, lebih open minded dan yang paling penting “easy going”.

pulau kera -winny alna (2)

Kembali ke pertanyaan Benarkah Travelling Membuat Miskin? Kalau untukku sih Alhamdulillah tidak berlaku karena masih cukup makan, cukup untuk menyukai kehidupan. Malahan dengan jalan-jalan banyak sekali yang aku dapatkan yang nilainya tidak terukur dengan uang. Karena apalah arti uang jika kita tidak bisa menikmatinya, bukan?

Aku sendiri kenapa jatuh cinta pada dunia jalan-jalan dan setidaknya ada 3 alasan utama kenapa sih suka banget jalan-jalana

1. Belajar Mencintai Ciptaan Tuhan

Bromo National Park
Bromo National Park

Ciptaan Tuhan itu indah sekali teman, mulai dari pegunungan hingga pantai, dari padang pasir hingga salju. Nah semakin banyak dilihat maka semakin banyak sekali sebenarnya yang harus kita syukurin dalam hidup. Serta belajar bagaimana mencintai Ciptaan Tuhan. Kalau tidak travelling mungkinkah kita mengetahui bagaimana susatu tempat katakanlah rasanya naik jeap di Bromo, main perahu di Ujung Kulon, main pasir Putih di Kupang?

2. Lebih Mawas diri

Great Mosque Xian China
Great Mosque Xian China

Dengan travelling, kita semakin mengenal diri loh, belajar mengatasi kesalahan yang dilakukan belajar berinterkasi dengan orang. Dalam kehidupan sehari-hari memang kita belajar juga, hanya saja ketika kita jalan-jalan apalagi di tempat baru pasti kita akan otomatis mawas diri?

3. Banyak Teman

Orang lokal
Aku dan Anak Kupang

Banyak teman itu sudah otomatis karena biasanya orang yang suka jalan-jalan itu tingkat berbaurnya tinggi loh kalau tidak gimana mau bertahan di suatu tempat? Seru kan ya memiliki banyak teman di seluruh dunia? Jadi pas jalan kemana gak usah khawatir karena pasti ada yang memungutnya hahaha 😀

Jadi yang merasa jalan-jalan bisa membuat miskin itu tidak 100% akurat karena tergantung orangnya! Kan tiap ukuran sepatu orang beda-beda tidak bisa melihat ukuran sepatu orang dengan ukuran sepatu kita.

Buat yang tidak suka jalan-jalan, monggo cari hobbi yang membuatmu senang karena setiap orang memiliki dunianya sendiri.

Ada yang pernah dapat nyinyiran mengenai hobbi jalan-jalan?

Salam

Winny

Iklan

Last Flashpacking in Pontianak


Once the travel bug bites there is no known antidote and I know that I shall, be happily infected until the end of my life

(Michael Palin)

Pontianak
Pontianak

Hello World!

Pontianak, 1 February 2015

Akhirnya sampai juga di catatan perjalanan terakhir di Pontianak Kalimantan Barat. Walau perjalanan dalam rangka bekerja tapi beruntung sekali bisa mengelilingi Kota Pontianak. Teman perjalanan di Pontianak kali ini bersama April, istri rekan kerjaku yang bernama Thomas yang kebetulan ditempatkan di Pontianak. Perjalanan singkat Pontianak cukup memberi kesan tersendiri apalagi Kota Pontianak sangat bersih dan teratur.

Hal yang aku suka dari Pontianak ialah mayoritas perpaduan antara suku yang ada di Pontianak yaitu Suku Dayak, Melayu dan Tionghoa sehingga sangat berpengaruh terhadap kulinernya serta objek wisata yang ada. Kalau dibilang memiliki keunikan tersendiri.

Di Pontianak sangat mudah untuk menemukan Masjid dan Vihara setidaknya itulah gambaran yang aku lihat ketika mengelilingi Kota Pontianak selama 3 hari. Kalau di Bali pulau seribu Pura dan di Lombok seribu masjid maka di Pontianak Masjid dan Vihara lebih dominan banyaknya. Contoh masjid yang mudah ditemukan ialah Masjid Almuhtadin Pontianak yang berada di Universitas Tanjung Pura.

Masjid Almuhtadin Pontianak
Masjid Almuhtadin Pontianak

Begitu juga dengan vihara yang mudah ditemukan di sepankang jalan misalnya jika dari Bandara Supadio Pontianak hendak menuju ke Kota maka akan mudah menemukan vihara. Disinilah letak keunikan dari Pontianak “toleransi” dan “saling menghargai”.

Untuk tips perjalanan Pontinak siap-siap membawa sunblock karena kotanya panas terik bahkan ketika aku datang walau musim hujan tetap panas. Panas namun hujan deras, begitulah kira-kira.

Pemandangan unik lainnya di Kota Pontianak ialah saat pagi antara jam 7-9 pagi dimana para pekerja hendak bekerja melewati jembatan Sungai Kapuas maka dari arah jembatan terlihat kumpulan sepeda motor. Artinya kota Pontianak penduduknya ramai tapi tetap kondusif.

Pontianak
Pontianak

Mungkin waktu tiga hari tidak bisa menyimpulkan tentang Pontianak apalagi perjalananku kali ini singkat tapi karena sudah puas melihat Kota Pontianak sehingga  di hari terakhir di Pontianak aku habiskan dengan istirahat manis di mess ditambah cuaca yang kurang bersahabat. Cukup menyengangkan dengan perjalanan singkat semoga nanti bisa menginjakkan kaki lagi hingga ke Singkawang 🙂

Tips perjalanan di Pontianak
1. Jika ingin solo travelling ke Pontianak maka dari Bandara bisa menggunakan bus umum atau taxi tapi hati-hati dengan taxi bandara karena agak reseh (tidak semua tapi sebagian). Pengalaman waktu di Bandara karena aku celingak celinguk maka ditawarin buat naik taxi dengan sedikit memaksa padahal aku dengan jemputan dari kantor. Cara mengatasinya harus sopan menolak dan pandai-pandailah menawar jika ingin menggunakan jasa taxi.

2. Jika melakukan trip ke Pontianak sebaiknya menyewa motor atau sepeda atau mobil karena jarang angkutan umum. Kebanyakan bus umumnya beruapa bus antar Kota bahkan antar negara. Untuk ke Kuching Malaysia bisa menggunakan jasa Damri dari Pontianak.

3. Sebaiknya jika ke Pontianak melebihkan waktu untuk singgah di Singkawang karena objek wisata Singkawang tak kalah jauh menariknya khususnya penyuka wisata pantai.

Sebaiknya mengunjungi Tugu Khatulistiwa saat Peristiwa kulminasi matahari  di tanggal 21-23 Maret dan 21-23 September agar bisa melihat fenomena alam saat matahari berada tepat di garis khatulistiwa sehingga menghilangkan bayangan yang ada.

peta wisata pontianak

peta wisata pontianak

Catatan Perjalanan Pontianak

1. Dari 10 tempat wisata di Pontianak yang wajib dikunjungi seperti Keraton kadriah, makam kesultanan batulayang, masjid jami pontianak, tugu khatulistiwa, rumah betang bedakng, taman alun-alun kapuas, aloe vera center, museum kalimantan barat, sinka island park, pantai pasir panjang hanya 4 objek wisata saja yang bisa aku kunjungi yaitu keraton kadriah, masjid jami pontianak, tugu khatulistiwa, dan taman alun-alun kapuas. Untuk sinka island park, pantai pasir panjang berada di Kota Singkawang 3-4 jam perjalanan dari Pontianak dengan bus. Selain itu ada satu tambahan objek wisata yang aku suka di Pontianak yaitu Sungai Kapuas.

2. Berburu kuliner Pontianak banyak di Jl. Gajah Mada dan Jl. Pattimura Pontianak hingga ke Taman Alun-alun Kapuas. Untuk makanan yang aku suka di Pontianak ialah bubur dengan ikan teri kuah soto yang aduhai enaknya.

3. Alamat pusat oleh-oleh Pontianak berada di Jl. Pattimura dan siap-siap harga susah untuk ditawar.

4. Hal yang aku suka selama berada di Pontianak ialah melihat pertunjukan air mancur di Taman Alun-alun, menikmati suasana Sungai Kapuas dari Keraton Kadrian dan melihat langsung Tugu Khatulistiwa yang merupakan icon Kota Pontianak.

Kota Pontianak
Kota Pontianak

Biaya pengeluaran perjalanan 4 hari Pontianak

1. Ongkos Tiket Jakarta-Pontianak pp Rp1.300.000 (dibayarin kantor soalnya ini kan edisi kerja bukan holiday jadi aji mumpung). Harga airporttax Bandara Soekarno Hatta Rp40.000, harga airportax Bandara Supadio Rp30.000.

2. Biaya penginapan free karena nginap di mess

3. Total biaya berburu kuliner Pontianak Sotong dan teh manis Rp40.000, durian kuning Rp10.000, teh kembang Rp8000, bubur ikan Rp30.000, kue Rp20.000 = Rp88.000

4. Total biaya untuk oleh-oleh khas Pontianak yaitu Miniatur Tugu Khatulistiwas seharga Rp60.000 (dua buah, satu ukuran kecil dan satu ukuran sedang), kaos tulisan Pontianak dua buah  Rp70.000, gantungan kunci khas Pontianak Rp10.000 (tiga buah), Cokelat wijen khas Pontianak, keripik, talas Rp54.000 = 194.000

Edisi flashpacking and travelling ke Pontianak selesai-

Salam

Weeny Traveller

Tidak Sengaja jalan-jalan ke Ngarai Sianok di Bukittinggi


I do not regret what I have been through. I have had ups and downs, super highs and some really low lows. I have been so blessed that i could never say, ‘I wish this did not happen’. Its part of who I am. There is nothing in my life that’s so ugh By Jennifer Lopez

Aku di Ngarai Sianok
Aku di Ngarai Sianok

Hello World!

Bukittinggi, 2012

Cuaca begitu terik kala itu ketika aku memulai menelusuri objek wisata andalan Bukittingi “Ngarai Sianok”. Bisa dikatakan perjalanan ke Ngarai Sianok merupakan perjalanan tak terduga. Datang begitu saja, karena momennya yang pas ketika berada di Lubang Jepang, spot terbaik untuk melihat keindahan Ngarai Sianok. Ada kesan lucu ketika aku menatap Ngarai Sianok dari atas Lubang Jepang. Waktu itu selama aku berada di Bukittinggi, si Nyakmatlah yang menjadi tour guide lokal yang menemani ide gilaku untuk menjelajah semua objek wisata yang ada di Sumatera Barat termasuk Bukittingi. Maka bisa dikatakan ke Ngarai Sianok bukan dalam list. Lucunya aku membuat diriku kelihatan bodoh ketika aku bertanya dimana Ngarai Sianok yang terkenal itu padahal temanku jelas-jelas menunjuk ke dinding nun jauh dari hadapan kami. Tapi aku tidak sadar itu ialah Ngarai Sianok yang terkenal itu. Kesan ku mengenai Ngarai Sianok langsung buyar mungkin karena aku sering melihat dinding batu seperti itu di kampungku di Padangsidempuan.

Ngarai Sianok
Ngarai Sianok

Aku yang melihat dari kejauhan Ngarai Sianok lalu mengajak Nyakmat turun ke bawah untuk melihat apa yang ada di Ngarai Sianok Bukittinggi. Penasaran sekali karena aku melihat Ngarai Siahok biasa saja mungkin jika ke bawah dan melihat langsung maka akan mengetahui sisi keeksotisannya. Inilah salah satu penyakitku yang sudah akut ketika ke suatu tempat wisata selalu memiliki ekpektasi tinggi maka ketika ekpektasi itu tidak sesuai maka akan membuatku sedikit kecewa.

 Ngarai Sianok memiliki dua dinding yang hampir vertikal dan saling berhadapan. Tingginya sekitar 100 sampai 200 meter dan panjangnya sekitar 15 km. Dinding ini membentuk ngarai dimana bisa melihat ladang padi yang luas dan sungai. Ngarai ini dipisahkan oleh Bukittinggi dan Gunung Singgalang. Ngarai Sianok adalah tempat terindah di Sumatra Barat, apalagi pada saat matahari terbit dan tenggelam.

(Referensi: Wonderull Indonesia)

Ngarai Sianok Bukittinggi
Ngarai Sianok Bukittinggi

Sesampai di bawah maka palang berisi kata yang umum di dapat di objek wisata di Indonesia yang menjadi kesukaanku ialah kata “SELAMAT DATANG DI KENEGARIAN SIANOK VI SUKU”.

Hal yang bisa tepat di bawah Ngarai Sianok ialah aliran sungai yang bersih sayangnya waktu aku jalan-jalan ke Ngarai Sianok kala itu airnya tidak ada alias kering melompong tapi pemandangan disekitarnya aku sangat suka karena pedesaan banget. Itulah sejenak perjalan tidak terduga ke Ngarai Sianok yang singkat.

Salam

Weeeny Traveller

Canoing in Ujung Kulon Banten Indonesia


Your voice chased away!

Ujung Kulon National Park located in Banten, Indonesia is a  western most extension of Java. Ujung Kulon offers tour, adventure, tracking to the Jungle of Rain Forest Ujung Kulon and canoeing on Cigenter River. Canoeing activity where is the best activity in Ujung Kulon National Park with small boat.

What a magic life!

I love Nature

canoe in ujung kulon

Hello World, Hello Universe!

Ketika kamu sakit hati dan mencari cara melupakan orang yang kamu sayangi, maka cara terbaik dengan travelling! Karena travelling adalah obat luka hati yang dasyat!..

Well, kutipan kata diatas hanyalah sebuah pesan untuk seorang teman Srisuharti yang menjadi pembaca setia blogku yang usang nan asal 😀

Sedikit bocoran catatan perjalanan ke Ujung Kulon memiliki kisah sendiri bagiku karena perjalanan ke Ujung Kulon merupakan perjalanan ketika aku mengalami yang namanya sakit hati yang akhirya membuatku escape dan mencari suasana damai (kayak artis aja lari-lari gitu!).

Melarikan diri ke alam itu benar-benar menyembuhkan loh, memberikan ketentraman sendiri makanya aku suka banget travelling kemanapun dia pokoknya yang berbau sesuatu baru karena jujur saja aku paling bosan dengan rutinitas yang itu-itu.

Berantem dengan orang yang aku sayangi membuatku kabur dan bergabung dengan kelompok para penjelajah alam yah walau sebenarnya aku itu lebih ke solo travelling alias nekat benar kalau mau pergi kemanapun asal ada uang pasti pergi!

Nah, tujuan perjalananku ke Ujung Kulon tapi bukan untuk berburu Badak tapi lebih ke leaving the presssure moment and met with the stangers who become friends!

canoing in indonesia
Canoing in Indonesia

Hal yang paling aku suka saat di Ujung Kulon ialah ketika EO membuat kegiatan sampan di Sungai Cigenter Ujung Kulon (canoeing in Ujung Kulon). Aku yang satu-satunya cewek di perahu kecil bergabung dengan teman yang baru saja aku kenal yang orangnya asyik dan lucu-lucu. Mereka ialah Apu, Indra dan Paulus. Seru juga jadi cewek Engineer yang identik ke tomboi :D, yah paling tidak tidak canggung dengan yang namanya lelaki karena setiap hari berada diantara mereka! Kami satu tim perahu sangat semangat 45 mendayung perahu kami dengan sampan tapi aku kebanyakan nyantai jadi cowok-cowok inilah yang bekerja keras mendayung karena ada dua perahu lain yang ikut. Tapi bukan lomba sebenarnya tapi lebih ke fun aja!

Canoeing in Ciganter river was my favorite journey!

Canoeing in Ujung Kulon
Canoeing in Ujung Kulon

Tidak ada rasa takut di wajahku yang tidak bisa berenang, malah ada seekor ular di pohon di dekat sungai tidak membuatku takut apalagi ditakut-takuti akan buaya rawa di Sungai Ciganter Ujung Kulon pun tidak mempan. Yah namanya juga sesuatu baru yang membuatku excited banget! Serulah pertama kali menjelajah sungai Ujung Kulon hingga mengamati Hutan liar di sebuah Taman Nasional Indonesia dengan perahu kecil kayu seadanya dengan modal TIDAK BISA BERENANG! Jadi jangan heran semua yang namanya sakit hatiku itu aku lupa dan aku buang di Sungai Ciganter! Alam itu obat mujarab loh untuk bersyukur 🙂

Tapi jangan salah, perjalanan tidak harus yang mahal dan ke tempat wisata, tapi perjalanan itu tergantung kemana dirimu melangkah dengan cara menikmati setiap perjalananmu. Cuma, jika kita lebih mengenal keindahan alam Indonesia dengan cara menjelajah alamnya pastilah kita lebih mengenal Negeri kita sendiri sehingga Cinta Tanah Air itu tumbuh dengan sendirinya 🙂

Kan gak lucu, orang Bule aja pernah ke Ujung Kulon eeh orang Indonesianya malah bangga ke Negeri Orang tanpa tahu keindahan Negerinya sendiri, betul tidak? 🙂

canoing in ujung kulon
Ujung Kulon

Who lives sees, but who travels sees more

Terakhir,

Do not make your self hurted because of love because the truth love make you happy and once you got the pain, just escape from your suffering moment coz life is to short to sick of love 😉

Salam

Winny-Alna-Marlina

 

 

 

 

 

 

Weeny Traveller

Empek-empek Makanan Khas Palembang


Hello World, Hello Universe!!

Akhirnya menjejakan kaki ke Tanah Sriwijaya terwujud sudah. Tanah Sriwijaya, Palembang, ibukota Sumatera Selatan yang terkenal dengan wisata sungai Musi memang patut dikunjungi. Selain terkenal dengan objek wisata Musi, hal yang patut dicoba ketika berada di Tanah Kerajaan Sriwijaya ialah wisata kuliner Palembang, “empek-empek”.

“Empek-empek atau juga yang dikenal dengan Pempek adalah makanan khas kota Palembang yang terbuat dari olahan ikan dan dimakan dengan ditemani dengan cuko. Cuko sendiri merupakan saus pasangan empek-empek yang terbuat dari gula merah cair dengan cabe rawit”

Empek-empek Kelenjer dan Empek-empek Kulit
Empek-empek Lenjer dan Empek-empek Kulit

Jenis empek-empek memiliki variasi seperti empek-empek kapal selam, pempek telur, empek-empek adaaan, empek lenggang, pempek panggang,  empek-empek lenjer, empek-empek kulit, empek-empek pastel,   dan masih banyak lagi. Dan harga empek-empek bervaritif dan lucunya harga  sesuai dengan lokasi atau toko penjualnya (tidak ada standarnya).

Sewaktu saya ke Palembang, ternyata empek-empek bukan satu-satunya makanan khas Palembang. Makanan khas lain Palembang selain empek-empek yaitu Model, Tekwan, Burgo, laksa, laksan dan Kerupuk ikan, kue delapan jam, mie celor dan maksubah dan masih banyak lagi.

Pengalaman saya dalam makan makanan khas Palembang ialah langsung jatuh cinta pada cicipan pertama, rasanya pas di lidah, gurih :D. Jenis empek-empek kesukaanku ialah empek-empek Kapal selam, karena di dalam empek-empek kapal selam terdapat telur.

empek empek
Tekwan

Selain empek-empek kapal selam, masakan khas Palembang yang saya suka lainnya ialah Model dan Lakso.

Dan pengalaman yang tidak terlupankan selama di Palembang ialah saya menyaksikan sendiri cara pembuatan empek-empek. Ternyata pembuatan empek-empek sangat sederhana dan bahan utamanya berupa ikan laut yang ditumbuk halus atau digiling halus ditambah dengan bawang putih dan di adon dengan tepung kanji dan bumbu-bumbu lainnya.

Tapi jika ditanya sudah bisa membuat empek-empek sendiri maka saya akan menjawab dengan lantang, “Bisa”. Bisa makannya saja alias masih belum bisa hehehehhehe.

-Salam Backpacker Indonesia-

Winny Alna Marlina

Sehari backpackeran Mengelilingi Sidoarjo dan Surabaya


Hello World!

Salam hangat dari Backpacker Indonesia..

Sebenarnya ini adalah kisah lain dari MySelangorStory

Kejadiannya pas dari Malaysia itu pulang tanggal 29 Januari 2013 jam 5 sore tapi tiket pesawat untuk balik ke Kupang tanggal 30 januarinya jadi membuatku berpikir untuk sekalian travelling ala backpacker dan lumayan menguras otak, secara aku memang sering singgah di Surabaya tapi hanya sekedar lewat seperti tahun 2011 dengan susanto, surya, dan william yang dari Bali untuk balik ke Medan kami harus melewati Bandara Internasional Juanda Surabaya, tapi hanya sekedar lewat saja itupun di pagi hari, begitu juga sewaktu aku dan rombongan MT.Gama Group dari Bogor hendak ke Kupang, juga mengelilingi Surabaya karena kami singgah melihat Pabrik Semen Gresik di Tuban jadi kami sempat keliling Surabaya dengan bus tapi hanya sekedar lewat saja tanpa ada kata mampir-mampir, tapi kondisi ini berbeda dari sebelumnya, aku harus singgah dan bermalam di Surabaya untuk sehari apapun ceritanya..

Nah,, muter otak!!

Untungnya aku bergabung di forum Celoteh Backpacker dan mengenal Intan dan kakak itu sangat baik hati mau menemaniku selama di Surabaya. horeee  hehehe 😀

29 januari 2013 pukul 5 sore sampailah aku, Tahid dan Kus dari Malaysia disini ada pengalaman lucu ketika aku terlalu sibuk whatsapan tanpa ku sadari aku mengikuti Tahid yang ke WC laki-laki padahal aku harusnya ke toilet perempuan di terminal kedatangn luar Negeri Bandara Juanda.. Dengan spontan Tahid berkata “eh kamu kok masuk ke toilet pria”..hahhaha Uppss salah kamar, betapa malunya aku dan semua ornag melihat termasuk ibu yang membersihkan toilet wanita.. sampe Kus bilang aku gila,,hahhaha pengalaman yang lucu..

Ternyata tidak susah loh saat kita pulang dari luar Negeri tidak terlalu ribet, proses masuk ke dalam negeri cuma menunjukkan Passport doang! Setelah itu Tahid melaporkan pengaduannya kepada security setempat atas kehilangan dompetnya sementara aku sudah janji dengan Kak Intan di Pom Bensin Aloha Sidoarjo, karena aku akan menginap di Sidoarjo dan kak Intan telah menunggu di Pom Bensin Aloha Sidoarjo,..

Pukul menunjukkan jam 7 malam, ada perasaan bersalah sama kak Intan karena telah menunggu lama dan akhirnya akupun naik Damri ke dari Bandara Juanda ke Pom Bensin Aloha seharga Rp15.000. Dengan barangku yang seabrek terpaksa naik Damri dan turun di Aloha dan di Pom Aloha Surabaya kak Intan, yang merupakan blogger juga sudah menunggu 2 jam. Ada rasa bersalah!! Untungnya kakaknya baik meski awalnya susah menemukan kakak itu karena kakak itu dari depan aku turun di belakang tapi akhirnya bertemu. Lalu kak Intan mengajak saya ke rumah kak Ajeng yang berada di Sidoarjo untuk makan,,

hehehe backpacker gila yah!! udah baru kenal langsung ngikut makan di tempat orang asing pula :D..

Sesampai di rumah Kak Ajeng aku berkenalan dan dipersilahkan makan,, wuih asiknya 🙂

Kak Ajeng merupakan teman sperjuangan kak Intan yang suka travelling dan paras kakak itu sangat feminim tapi rupanya cewek tangguh juga hehehe..Dirumah Kak Ajeng kami makan ayam yang pedas dan enak 😀

Setelah itu aku dan kak Intan ke rumah kak Putri untuk menginap,,

Sesampai di rumah Kak Puteri aku mencoba mandi dan byurr,,, ternyata air Sidoarjo sangat dingin kontras dengan di Kupang.

Tapi aku malah flu dan menularkannya ke kak Intan..

Keesokan harinya jam 1 siang baru aku dan kak Intan keluyuran backpackeran mengelilingi Surabaya setelah sarapan di rumah kak Puteri di Sidoarjo. Ternyata kak Puteri tipikal cuwek dan suka internet kalau kak Intan itu kesannya sosok yang benar cuwek tapi kreative menurutku,, Intinya aku bertemu dengan orang-orang baru yang menyenangkan dan baik hati.

Aku dan kak Intan pun mengelilingi Surabaya dalam sehari dan ada beberapa tempat wisata menarik Surabaya yang bisa kami kunjungi dalam waktu singkat. Tempat pertama yang kami kunjungi ialah Iconnya Surabaya yaitu icon “Patung Buaya dan Hiu” dan icon itu merupakan trademark Surabaya yang asal muasal nama Surabaya itu dari perkataan Sura dan Baya dalam bahasa Jawanya Suro dan Bayo yang artinya ikan hiu dan buaya. Dari mitos zaman dulu katanya dua hewan inilah yang sangat kuat dan menjadi simbol Surabaya.

Kesanku terhadap Surabaya ialah kota yang padat dan bersih khususnya paritnya ditutup bersih kalaupun ada sampah sedikit jarang bahkan dan disini sangat macet seperti di Jakarta dan Medan. Tapi aku sangat salut dengan penataan kotanya yang bersih dan rapi. Untuk bukti aku dan kak Intanpun berfoto di trademark Surabaya yang berada di depan Kebun Binatang Surabaya.

Sayangnya kami tidak mampir ke kebun binatang yang dulunya merupakan kebun binatang terbesar se Asia Tenggara karena hewannay sudah pada mati dan tidak terawat karena keterbatasan waktu padahal harga tiket masuk kebun binatang Surabaya Rp5000 saja. Setelah dari Taman Suro Ing Boyo yang berlokasi di Jalan Diponegoro Surabaya depan kebun binatang Surabaya kami pun melanjutkan ke pasar tradisional Pasar Genteng Baru Surabaya untuk mencari oleh-oleh. Di pasar tradisional Genteng Surabaya aku membeli beberapa makanan khas Surabaya.

Seetelah itu kami pun singgah di Surabaya Tourism Information Centre yang merupakan pusat informasi pariwisata yang ada di Surabaya. Di center ini aku dan kak Intan membeli postcard Surabaya dan aku membeli beberapa gantungan kunci khas Surabaya dengan harga Rp8000.

surabaya information tourism
surabaya information tourism

Setelah dari Surabaya Tourism Information Centre kuamipun mengelilingi Surabaya kami pun mencoba kuliner masakan khas Surabaya yaitu Rujak Cingur di Halo Surabaya. Rujak Cingur merupakan salah satu makanan khas Surabaya yang  sama seperti rujak biasa tapu pake Cingur sapi yaiut moncong sapi atau mulut sapi dan bisa dengan pake buah dan sayaur-sayuran serta tempe dan pake kerupuk. Awal aku melihatnya merasa aneh karena tidak ada buah sama sekali karena yang aku pesan ialh rujak cingur matang yang artinya tanpa buah kalau rujak cingur mentah itu pake buah, karena baru pertama kali aku makan rujak Cingur yaitu rujak dengan sayur membuatku merasa aneh memakannya, aku secara pribadi tidak terlalu suka karena tidak sesuai dengan lidah Batakku 😀 hehhehe… tapi overalll lumayan enak meski bagiku aneh dan minumannya yang aku suka yaitu teh botol sosro dan bandrek dengan kelapa muda, eiu sedapp 😀

Sedangkan kak Intan lebih memilih makanan sup. Di Halo Surabaya ini merupakan tempat makan yang terdiri dari gazebo untuk duduk sambil menikmati kolam ikan..

Setelah kenyang kamipun melanjutkan perjalanan untuk menikmati perjalan kami mengelilingi dan menjelajah pariwisata yang ada di Surabaya. Ada satu hal yang lucu sewaktu kami pulang karena kami melihat kuda yang kelihatan anu-anunya sehingga aku lamgsung bilang kak Intan ada kuda anu-anu dan spontan kakak itupun tertawa dan akupun langsung mengambil kuda yang sedang makan rumput yang kelihatan anu-anunya itu  haha 😀

kuda anu-anu
kuda anu-anu

Puas memfoto kuda anu-anu Surabaya kamipun mengelilingi Surabaya dan menjelejah tempat yang bisa kami kunjungi di Surabaya. Ada beberapa design unik yang aku suka dari Surabaya yaitu warna bangunan yang berwarna putih yang menimbulkan kesan klasik. Aku sempat mendokumentasikan beberapa pemandangan Surabaya.

Puas keliling aku dan kak Intan lalu mampir ke salah satu tempat pariwisata di Surabaya yaitu Tugu Pahlawan. Di Tugu pahlawan ini aku sangat terkagum-kagum karena di dinding bangunan digambar perjuangan pahlawan Indonesia dan sama persis namun beda histori yang aku lihat di Air Manis Padang, Bandung dan di Monas Jakarta. Hal yang unik dari Tugu Pahlawan Surabaya ialah terdapat gapura dari semen yang berbentuk api dan ketika memasuki  gerbang Tugu ada patung Soekarno dan tulisan yang menarik tentang Tugu Pahlawan serta bongkahan bangunan yang mengesankan masa lampau dan membawa kita ke masa lalu, ketika aku melihat bangunan ini seperti bangunan yang ada di Yunani, menakjunkan ditambah rumput yang bersih dan terawat, inilah yang aku suka dari Surabaya, kota metropolitan yang bersih. Surabaya yang ibukota dari Jawa Timur ini terkenal dengan sebutan “Arek-arek ini sungguh indah ditata dengan teratur”.

Setelah puas dari Tugu Pahlawan hujan lebatpun datang, untungnya Kak Intan telah prepare sebelumnya sehingga kami memakai jas hujan namun kami hujan-hujan dari Surabaya menuju Sidoarjo dan ditambah dengan kemacetan Surabaya meskipun hujan,,

Pengalaman yang sangat ekstrim bagiku sehari backpakeran mengelilingi Sidoarjo dan Surabaya yang ditemani dengan kak Intan tapi sangat berkesan!!

Dan lucunya setelah balik ke Kupang aku pun menseacrh beberapa tempat wisata di Surabaya dan ternyata sangat banyak dan inilah beberapa tempat wisata yang ada di Surabaya:

Citra Raya , Pasar Bunga Bratang, Masjid Al Akbar, Monumen Bambu Runcing, Patung Budha Empat Wajah, Taman Bungkul, Masjid Cheng Hoo, Ciputra Waterpark, Terminal Bus Purbaya, Balai Kota, Festival Rujak Uleg, Jalan Tunjungan, Monumen Gubernur Suryo, Gedung Grahadi, Museum Kesehatan, Stasiun Gubeng, Kelenteng Hong Tiek Hian, Rumah Batik, House of Sampoerna, Gedung Internatio, Pura Jagat Karana, Monumen Jalesveva Jayamahe, Jembatan Merah, Patung Joko Dolog, Dam Jagir, Bandara Internasional Juanda, Pelabuhan Tradisional Kalimas, Kembang Jepun, Pantai Kenjeran, Gereja Kepanjen, jalan Karet, Pasar Bunga Kayoon, Klenteng Sanggar Agung, Museum Loka Jala Srana, Museum Mpu Tantular, Pasar Anggrek, Pasar Genteng, Pasar Turi, Stasiun Pasar Turi, Pasar Buah Peneleh, Jembatan Petekan, Gedung PTPN Surabaya, Stasiun Semut, Monumen Soedirman, Monumen Kapal Selam, Sunan Ampel, Kebun Binatang Surabaya, Tanjung Perak, Tugu Pahlawan, Pusat Sepatu Wedoro, Museum WR Soepratman