7 Tempat Menarik dikunjungi di Beijing selain Tembok Besar China (Great Wall)

great wall beijing

There’s nothing as exciting as a comeback – seeing someone with dreams, watching them fail, and then getting a second chance.

By Rachel Griffiths
The Terracotta Army China

Hello World

Beijing, 2015

Tidak diragukan lagi bahwa Great Wall alias Tembok Besar China merupakan objek wisata menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Beijing. Begitu juga denganku jauh-jauh dari Jakarta ke Beijing demi Great Wall alias Tembok Besar China. Tentu saja dapat menginjakkan kaki di salah satu Tujuh keajaiban Dunia menjadi pengalaman yang tak terlupakan.

Nah selain Tembok Besar China, banyak juga loh tempat wisata menarik di Beijing yang bisa dijelajahin sewaktu di China (Must Visit in Beijing) diantaranya

1. Forbidden City

Tianmen Square
Forbidden City

Forbidden City merupakan salah satu objek wisata di Beijing yang aku suka. Istana China dari dynasty Ming sampai Qing dari tahun 1420 hingga 1912 begitu luas dan pemandangan sekitarnya Indah sehingga tidak diragukan menjadi salah satu destinasi wisata wajib di Beijing. Bukan hanya itu, Forbidden City termasuk UNESCO World Heritage Site. Waktu aku ke Forbidden City lumayan banyak sekali wisawatan lokal dan mancanegara. Hal yang aku suka ialah bentuk bangunan dan tamannya yang menarik.

Lokasi Forbidden City di Jingshan Front St, Dongcheng, Beijing, China

2. Tianmen Square

Tianmen Square
Tianmen Square

Tianmen Square berada berdekatan dengan Forbidden City. Bisa dibilang gerbang masuk menuju ke Forbidden City. Hanya saja menurutku Tianmen Square biasa saja.

3. Summer Place

Summer Palace Beijing China
Summer Palace Beijing China

Summer Place terdiri dari Danau, taman dan Istana yang menawan. Jangan ditanya luas Summer Place cukup melelahkan untuk dikelilingi dengan jalan kaki. Apalagi jika ke Summer Palace yang letaknya berada di atas bukit, maka siap-siap menaiki jalan yang menapak tapi terbayar dengan pemandangan Indah disekitarnya.

Alamat Summer Place di 19 Xinjiangongmen Rd, Haidian, Beijing, China

4. Temple Of Heavan

temple of heaven beijing
Temple of Heaven Beijing

Temple of Heavan merupakan komplek berisi Temple untuk beribadah dan katanya sudah ada sejak dynasty Ming sampai Qing. Luasnya Temple of Heavan juga cukup luas dan siap-siap kaki gempor saat berjalan kaki tapi uniknya penataannya rapi dan bagus. Walau termasuk must visit di Beijing, menurutku secara Pribadi Temple of Heavan biasa saja tapi walau demikian boleh berkunjung untuk mengetahuinya.

Alamat Temple Of Heavan Tiantan E Rd, Dongcheng, Beijing, China

5. Old Summer Place/ Ruins of Yuanmingyuan

Old Summer Palace (Ruins of Yuanmingyuan)
Old Summer Palace (Ruins of Yuanmingyuan)

Mirip Summer Place hanya saja Summer Place berisi Taman, Danau serta Reruntuhan Yuanmingyuan. Siap-siap juga kaki gempor ketika mengelilinginya dengan jalan kaki. Keunikan dari tempat wisata di Beijing rata-rata berbentuk komplek yang luas sehingga butuh waktu seharian untuk mengelilinginya sampai puas.

6. Wangfujing Area

Culinary ektrim in wangfujing street
Culinary Ekstrim in Wangfujing Street

Wangfujing merupakan tempat wisata menarik di Beijing karena selain melihat makanan esktrim seperti Khao Sand Road di Bangkok juga merupakan pusat jajanan kuliner di Beijing. Makan esktrim di Beijing terdiri dari kalajengking yang dimakan hidup-hidup. Aku sampai shock lihat orang betapa beraninya makan kalajengking hidup. Di Wangfujing pas malam hari sangat ramai, bahkan ada opera China yang pria di bedakain sambil bernyanyi. Di Wangfujing juga aku mendapatkan makanan halal walau harganya tidak sesuai dengan rasanya 😀

7. Pearl Market 

Kalau hendak mencari oleh-oleh khas China, maka Pearl Market tujuannya. Mulai dari Baju bertuliskan China sampai keapda gantungan kunci semua ada di dalam mall yang ukurannya tidak terlalu besar. Tapi harus pandai menawar karena ibu China di Pearl Market lebih galak daripada teman Chiness kita di Indonesia. Di sana kalau gak jadi beli siap-siap dimarahin. Terus kalau nawar jangan lupa setengah harga ya 🙂

Itu saja 7 tempat menarik di Beijing yang pernah aku kunjungin, semoga nanti ada kesempatan berikutnya karena masih banyak tempat wisata Beijing menarik lainnya seperti Stadium Olympic, Beijing Zoo untuk melihat Panda dan 798 Spaces.

 

Salam

Winny

 

Iklan

Nikmatnya Paomo di Pusat Jajanan Makanan Muslim Xi’an


“Remember to celebrate milestones as you prepare for the road ahead.”

-Nelson Mandela-

makanan khas xian
Makanan Khas Xi’an

Hello World!

Xi’an, Juni 2015

Ramadhan begini aku akan teringat akan makanan khas Xian yaitu Pao mo. Pao mo adalah makanan halal di Tiongkok yang aku coba saat melancong ke Xi’an terletak di Quarter Muslim. Sepanjang Kampung Hui Muslim Street Xian atau disebut kawasan jajanan atau street food pasar malam Xi’an restoran Muslim bertaburan sehingga tidak perlu khawatir lagi makan dimana di Tiongkok bagi pelancong muslim ketika travelling ke China.

Keinginan untuk mencoba Paomo karena rekomendasi dari teman sekamar warga negara China yang katanya enak  sambil menunjukkan gambar. Saking penasarannya maka aku mencarilah soup lamb di pasar jajanan Xi’an. Pasar malam Xi’an kalau sudah mulai pukul 5 sore sudah dipadati oleh pelacong dunia karena memang Quarter Muslim Xi’an terkenal dengan pusat makanan halal di Tiongkok.

Paomo adalah adalah makanan khas Tiongkok yang halal yang terbuat dari sup dengan kuah cita rasa rempa kuliner khas Timur Tengah. Memiliki laksa, kuahnya enak dan unik serta yang paling lucu adanya roti gandum yang dicubit kecil-kecil terus dimasukkan ke dalam mangkok sup dengan pilihan sup kambing atau ayam. Serta memiliki sambel dan bawang putih.

paomo makanan khas xian
Paomo makanan khas Xi’an

Untuk memilih makan Paomo dimana di Xi’an, maka cukup memilih warung yang ada lebel tulisan Arab Assalmulaikum atau ada lebel Halalnya. Namun secara keseluruhan makanan Muslim Food Street di Quarter Xi’an halal. Memasuki restauran halal Xi’an, China penjaga langsung memberikan daftar list makanan serta harganya. Karena hanya penasaran dengan Paomo jadinya mencoba Paomo kambing dengan harga 30 Yuan serta minum soda orange 3 Yuan.

Hidangan akan diberikan didalam mangku yang langsung dimasak oleh chef. Aku melihat langsung bagaimana lihainya sang koki dari tempat menunggu. Sampai-sampi kualinya keluar percikan api bok! Untuk lama menunggu hingga hidangan sampai di meja 10-15 menit saja.

Lalu si mbak memberikan Paomo yang panas dengan kuah sup bening tapi rasaya nikmat!! 😀

menu xian
Menu makanan Halal Xi’an

Paomo is a specialty of Shaanxi cuisine and is a typical food eaten in the city of Xi’an. It is a hot stew of chopped-up steamed leavened bread, cooked in lamb broth and served with lamb meat, sometimes substituted with beef (Wikipedia)

Kesan sendiri ketika memakan Paomo ketika si mbak mengajari cara mengupas roti gandum kecil-kecil karena aku mengupasnya gede-gede. Sambil menunggu sup Paomo datang maka kerjaan yah itu membuat roti gandum jadi kecil-kecil lalu kalau sup sudah datang langsung dimasukkan ke dalam sup. Porsinya gede dan rasanya unforgetable!

Jadi rindu makan Paomo, kayaknya cocok untuk menu berbuka puasa atau saat sahur ya, tapi ada gak ya di Indonesia?

Salam

Winny

Wisata Kuliner Ekstrim di Wangfujing Street Beijing


The Mall at Oriental Plaza/Wangfujing Snack Street is much like London’s Oxford Street or New York’s fifth Avenue, Wangfujing street holds a strong pull for Beijing visitors. It was one of Beijing’s first major shopping streets after former leader deng Xiaoping’s economic reform in the 1980s. And chief amongst these shops is the mails at oriental Plaza, with all manner of international brands that be found within, a resounding testament how far China has opened up to the world. Afterward, head to Wangfujing’s snack street a lantern lined stretch of stalls selling live scorpions (25 RMB), snakes and other treats (China Guide).

Wangfujing Street
Wangfujing Street

Hello World

Beijing, Juni 2015

Satu tempat unik di Beijing, China yaitu Wangfujing street yang terkenal dengan makanan esktrimnya yaitu “Kalajengking”. Jujur aku tidak tahu kalau di wangfujing street itu tempat yang cukup populer di kawasan yang tak juah dari Forbidden city. Awalnya hendak mencari tempat makanan halal di Beijing karena kata Kak Agus, mahasiswa yang kuliah di China kenalan waktu hendak ke Great Wall menyarankan kalau hendak mencoba kulineran khas Beijing bisa di Wangfujing serta terdapat makanan halal juga di Wangfujing street setidaknya ada restauran halal untuk Muslim di Wangfujing Street, Beijing.

wangfujing
Wangfujing

Awal kenapa aku memilih ke Wangfujing street karena dekat dengan penginapan, serta karena faktor lapar sehingga dari Summer Palace maka aku turun di Wangfujing Station. Saat berada di stasiun Wangfujing aku sempat tergoda dengan Pizzahut di Wangfujing karena Wangfujing sendiri terhubung dengan mall sehingga aku sendirian dong mengitari mall sambil mencari makan. Tapi karena takut tidak Halal akhirnya aku mengurungkan makan Pizza malahan keluar dari stasiun wangfujing menuju ke Pechinaan Wangfujing yang merupakan tempat untuk berburu wisata kuliner Beijing. Keluar dari stasiun Wangfujing maka aura wangfujing street terang benderang dan ramai pengunjung pada malam hari berbeda dengan saat di pagi atau siang hari yang kelihatan biasa saja. Flashback ketika pertama kali sampai di Beijing, untuk sampai ke penginapan maka melewati jalanan Wangfujing yang kelihatan biasa eeh pas malam suasananya ramai sekali.

Oh ya Wangfujing street selain untuk kulineran Beijing dengan makanan ekstrimnya juga sebagai tempat nongkrong anak muda China serta bisa juga loh untuk mencari oleh-oleh di Beijing tapi dengan satu catatan “harus jago menawar” 😀

Wangfujing Station
Wangfujing Station

Karena penasaran, akhirnya aku mengikuti kemana orang berjalan hingga aku tertuju pada satu papan yang tulisan China yang tidak aku mengerti tapi banyak orang yang berhenti berphoto di depan kayu tersebut yang mirip seperti Petaling street Malaysia. Dalam hati “ini kali iconnnya sehingga banyak orang photo di depannya, aku juga ikutan photo ah walau tidak tahu arti tulisannnya apa”.

Bingung nyari orang buat photoin akhirnya nemu satu cewek yang photo pake tongsis, karena dipastikan tidak bisa berkomunikasi akhirnya aku kasih hp minta tolong dengan body language ahhaha dan beruntungnya dia mau, 🙂

Terus mengikuti orang-orang yang ramai hingga berhenti di satu toko yang menjual kalajengking untuk dimakan. Kalajengkingnya bukan kalajengking biasa loh, tapi KALAJENGKING HIDUP! Aku sampai geleng kepala kepada orang yang berani kuliner ekstrim di Wangfujing street dengan makan kalajengking hidup!

Salut….

Culinary ektrim in wangfujing street
Culinary ektrim in wangfujing street

Aku juga menyaksikan satu wanita yang ikut-ikutan mencoba makan kalajengking hidup tapi dengan rasa takut juga. Kalau aku sih tidak mencoba karena cukup menikmati pemandangannya saja. Waktu di wangfujing aku malah teringat dengan Khao sand Road Bangkok yang juga menjual makanan kuliner ekstrim seperti kalajengking tapi paling tidak kalajengking di Bangkok itu sudah digoreng kalau di China masih hidup. Untuk yang di China, memphoto makanan ektrim tidak kena chas sementara di Bangkok jika ingin memphoto makanan ektrim harus membayar. Terus perbedannya makanan di Khao sand Road Bangkok lebih ekstrim lagi dibandingkan di Wangfujing karena yang di Bangkok ada kecoa, larva sementara yang di Wangfujing lebih kepada kalajengkingnya yang hidup lainnya biasa saja.

Selain makanan ekstrim, di Wangfujing street bisa juga kok menikmati makanan normal dan enak seperti gurita, ankea mie, anek kue dan banyak lagi.  Aku sendiri mencoba Kuliner gurita di Wangfujing street seharga 20 Yuan. Lucunya saat membeli Gurita yang ditusuk di dalam sate si penjual berkata “where are you from?” lalu aku jawab “Indonesia” kemudian menjawab “pretty” hahahha langsung deh aku mengelembung 😀

(bercanda)

Setalah makan gurita di sate makannya sangsi antara halal atau tidak. Ah Beijing membuatku galau untuk makan, kalu di Xi’an aku tidak perlu takut untuk makan karena dipastikan halal. Lalu aku berjalan dari ujung ke ujung hingga toko terakhir terus berjalan kembali hingga menemukan sebuah pertunjukan menarik. Opera khas China yaitu pria yang di make up kemudian bernyanyi atau apalah yang aku tidak tahu tapi yang pasti banyak sekali penontonnya.

Kalau menurutku sih unik melihat pertunjukan China!

opera in wangfujing street
opera in wangfujing street

Nah tak jauh dari pertunjukan opera ada retauran halal yang yang bertuliskan Arab. Nah aku memilih makan indomie pake ayam di Wangfujing street seharga 28 Yuan di restauran ini. Si penjaga restauran juga menanyakan asalku serta mengucapkan salam ketika tahu aku itu Islam dan raut wajahnya yang antusias seperti aku dari mahkluk unik yang baru di lihat 🙂

Aku senang dapat menemukan restauran halal di Wagfujing Street Beijing, China. Paling tidak rasa lapar terobati. Selain di dalam wangfujing street sebenarnya ada juga restauran halal di dekat stasiun Wangfujing yang bernama Shun Muslim restaurant tapi aku tidak tahu mengenai harganya karena untuk restauran biasa saja yang aku coba harganya sudah 28 Yuan.

Setelah kenyang akupun keluar dari Wangfujing street kemudian mampir ke McD di WAngfujing sambil main internet dan menikmati kesendirian di dalam Mcd ditemani oleh hot green tea.  Untuk Green Tea di MCD wangfujing seharga 17 Yuan yang terasa nikmat sambil menikmati malam di Beijing sambil mengamati orang yang hilir mudik.

Rincian biaya kulineran di Wangfujing Street, Beijing

-Makan noodle di Wangfujing street seharga 28 Yuan

– Kuliner gurita di Wangfujing street seharga 20 Yuan

-Green Tea di MCD wangfujing seharga 17 Yuan

Salam 

Winny

Mengitari Old Summer Palace (Ruins of Yuanmingyuan)


Old Summer Palace also known as the Ruins of the Yuanmingyuan (the Garden of Perfection and Light) was first constructed in the year of 1709 during the reign of the Emperor Kangxi of the Qing Dynasty (1644-1911). Over the next 150 years of the Qing Dynasty, this Garden was expanded to be a large-scale Chinese emperors’ private pleasure garden, covering a total area of 350 hectares (China Travel Guide)

Yuanmingyuan
Yuanmingyuan

Hello World!

Beijing, 10 Juni 2015

Gambar Old Summer Palace  atau disebut juga Ruins of Yuanmingyuan menjadi salah satu objek wisata Beijing yang dipajang di stasiun subway Beijing yang membuat penasaran untuk mengunjunginya. Paling tidak sepanjang bolak balik di Tiananmen East Station dalam trip ke China, Ruins of Yunamingyuan cukup menyita perhatian. Kemudian karena hari terakhir di Beijing maka untuk menghabiskan waktu, tidak ada salahnya untuk travelling ke Old Summer Palace yang sudah menjadi puang putih yang cukup keren di photo.

Dengan berbekal Beijing Subway map maka awalnya mengira kalau lokasi Ruins of Yuanmingyuan itu dekat dengan stasiun Xiyuan sehingga dengan pedenya menuju ke Xiyuan dari Tiananmen East dengan mengurangi jumlah saldo Yikatong sebesar 5 Yuan. Sesampai di stasiun Xiyuan maka perhatianku tertuju pada Xiyuan market serta beberapa patung unik di bagian luar stasiun. Dengan modal photo reruntuhan Yuanmingyuan ternyata warga lokal malah memberikan jalan ke Summer Palace yang sudah dikunjungi kemaren. Oke dari peta memang lokasi Summer Palace dekat dengan Ruins of Yuanmingyuan tapi kok tidak ada tanda-tanda Yuanmingyuan. Akhirnya karena instuisi udah gak enak dan sudah terlanjur berjalan jauh sehingga menanyakan kembali ke warga lain hingga akhirnya “yey nyasar” ahhahaha 😀

Xiyuan Station
Xiyuan Station

Kendala dalam melakukan trip ke China ala backpacker tanpa embel-embel tourguide atau dengan jasa tour memang di Bahasa karena susah sekali berkomunikasi kecuali yang bisa Bahasa Mandarin maka jalan-jalan ke China sendirian bisa lancar jaya.

Untungnya ada warga lokal yang menyuruh naik bus karena lokasinya jauh, sehingga naik bus yang aku lupa nomor berapa tapi pastinya bayar 2 Yuan dan busnya mirip seperti bus yang ada di Kyoto, bayar dulu baru masuk. Uangnya dimasukkan ke dalam tempat berupa kaca lalu ketika keluar dari tengah bus. Dari nyasar ini akhirnya tahu juga dimana stasiun mana harus turun ketika hendak ke Ruins of Yuanmingyuan yaitu di STASIUN YUANMINGYUAN, bukan di stasiun Xiyuan. Dodol ahhahaha 😀

Rute yang benar menuju Ruins of Yuanmingyuan dari Tiananmen East

Tiananmen East stastion – Militery Museum (stop kemudian ganti subway ke line 9) – National Library (stop kemudian ganti ke line 4) – Yuanmingyuan Park station.

Nah dari stasiun Yuanmingyuan Park maka tinggal jalan 10 menit sampailah di depan gerbang pintu masuk ke dalam Yuanmingyuan Park.

Old Summer Palace Yuanmingyuan
Old Summer Palace Yuanmingyuan

Awalnya aku tidak tahu kalau Ruins of Yuanmingyuan itu berada di dalam Yuanmingyuan Park, tahunya ketika sampai di tempat. Nah untuk masuk ke dalam Yuanmingyuan Park maka harus membayar tiket masuk Yuanmingyuan Park seharga 5 Yuan. Pas membayar “ini seriusan cuma 5 Yuan”? Kok murah banget? Gak salah ini harga tiket masuk? kok jadi wisata murah Beijing ya? Seribu pertanyaan dengan harga yang aku anggap miring serasa tidak percaya. Yang akhirnya pertanyaanku yang beribu akan terjawab sendirinya 🙂

Kalau dari pintu gerbang Yuanmingyuan, kelihatan biasa saja, tidak ada tanda-tanda didalamnya ada sebuah taman yang luas berisi dengan runtuhan bangunan yang penuh sejarah sampai akhirnya memasuki Taman yang super luas!

Ruins of Yuanmingyuan Beijing China
Ruins of Yuanmingyuan Beijing China

Sebenarnya jika melihat Yunamingyuan ruins park tourist map, sudah kelihatan bener betapa luasnya taman yang akan dikunjungi dan benar saja jalan kaki ber-km rasanya!

Kalau tidak mau capek jalan, ada mobil untuk mengitari Yuanmingyuan Park tapi harus bayar lagi. Karena malas mengeluarkan uang yasudahlah jalan kaki saja.

Catatan penting tentang objek wisata di Beijing China itu luas maka siapkan mental dan stamina untuk berjalan kaki sehingga jika ingin puas mengitari satu tempat wisata di Beijing minimal satu objek wisata satu hari.

Old Summer Palace Ruins of Yuanmingyuan Maps
Old Summer Palace Ruins of Yuanmingyuan Maps

Ketika berjalan mengiatri taman luas Yuanmingyuan Park, hamparan bunga sudah menyambut serta jembatan khas China banget yang indah. Gilanya pikiranku ketika melihat hamparan bunga maka dalam otak ‘Gila kok lebih indah Taman Bunga Nusantara ya?”. hahahha ;D

Tapi walau begitu Yuanmingyuan Park lumayan luas kok, berisi Danau buatan, bunga-bunga indah sampai kepada lavender.

Oke oneday aku harus mengunjungi Taman Lavender di Indonesia 🙂

Bagi yang tidak suka jalan jauh-jauh, tidak aku rekomendasikan masuk ke dalam Yuanmingyuan Park karena menurutku sih biasa saja. Tapi untuk refreshing boleh lah mengunjungi Yuanmingyuan Park. Untuk pengunjungnya sendiri tidak begitu banyak paling tidak Summer Palace jauh lebih banyak pengunjungnya.

Setelah berjalan agak jauh maka tujuan utama untuk mencari Ruins of Yuanmingyuan di dalam Yuanmingyuan Park karena Yuanmingyuan Park terkenal dengan taman di dalam taman. Hingga akhirnya sampai di depan Ruins of Yuanmingyuan. Terus kalau hendak masuk ke dalam Ruins of Yuanmingyuan maka harus bayar lagi sebanyak 15 Yuan lagi.

Terus pertanyaan kenapa murah terjawab sudah karena harga masuk 5 Yuan hanya untuk taman saja jika ingin masuk ke dalam rerentuhan Old Summer Palace maka harus membayar lagi heheheh 😀

Waktu sampai di Ruins of Yuanmingyuan waktu sudah menunjukkan jam 18:43 waktu China dan hari masih kelihatan terang benderang, buktinya sampai aku photoin dengan latar belakang Ruins of Yuanmingyuan. Jam 7 maish terang memang salah satu kesan perjalanan China yang lumayan membuatku surprise ;0

Ruins of Yuanmingyuan Beijing
Ruins of Yuanmingyuan Beijing

Setelah melihat jam yang sudah hampir jam 7 dan sudah jalan cukup jauh serta harus bayar lagi padahal penasaran isi dari Ruins of Yuanmingyuan itu apa sehingga memutar otak karena tidak mau rugi. Akhirnya berputar 180 derajat dari pintu karcis Ruins of Yuanmingyuan menuju ke sisi lain ke arah jalanan yang berbukit. Dari jalanan berbukit inilah kelihatan Ruins of Yuanmingyuan dari atas yang sebenanrya pemandangan yang cukup indah terus gratis lagi hahahaha 😀

Seni jalan-jalan itu emang harus jago-jago dalam strategi pengeluaran apalagi jalan-jalannya backpacker alias on budget walau aku masih tahap backpacker gagal sih 🙂

Tapi aku senang dapat melihat Ruins of Yuanmingyuan dari kejauhan, siapa coba mau naik ke bukit hanya demi menghemat 15 Yuan 😉

Jalanan ke Ruins of Yuanmingyuan
Jalanan ke Ruins of Yuanmingyuan

Hasil dari mencoba berjalan mendaki gunung lumayan mendapat photo antik dari Old Summer Palace atau sering disebut Ruins of Yuanmingyuan. Masih tersisa istana China yang berupa bangunan bergaya Eropa yang antik walau tinggal reruntuhan.

Dan yang paling menarik aku menikmatinya secara gratis dari atas bukit 🙂

Rincian biaya perjalan ke Ruins of Yuanmingyuan

-Ongkos dari Xiyuan ke ruins of Yuanmingyuan seharga 2 Yuan

-Ongkos masuk ke dalam ruins of Yuanmingyuan 5 Yuan

Salam

Winny

Summer Palace Beijing, Istana dikelilingi Danau


The Summer Palace built in 1750 and named Garden of Clear Ripples, it was an imperial garden and temporary palace of royal family in the Qing Dynasty. In 1860, the garden was burned down by the Anglo-French forces and rebuilt in 1888, known as Summer Palace. The summer palace includes mainly the Longevity hill and Kunming lake with a total area of 300.59 hectares of which 75% are covered by water. The Summer Palace is well known for its conversation of 70,000 square meter palaces and gardens, as well as large collection of valuable cultural relics. It was designated one of the first national priority protected sites in 1961 and inscribed on the World Heritage List in 1988.

Summer Palace Beijing
Summer Palace Beijing

Hello World

Beijing, 9 Juni 2015

Kembali lagi ke Beijing ketika melakukan perjalanan panjang 14 jam dari Xi’an, sebuah Kota yang banyak penduduk Muslimnya untuk ukuran China. Rencana objek wisata yang ingin dikunjungi ialah Summer Palace karena sisa liburan di China untuk melihat tempat wisata China yang belum dikunjungi. Untuk tempat tinggal di Beijing maka kembali membooking Fell inn karena alasan penginapan murah di Beijing kemudian jalanan juga sudah hapal.

Check in penginapan, taruh barang, istirahat sebentar kemudian mandi lalu menuju ke The Summer Palace, salah satu objek wisata populer di Beijing China. Untuk menuju ke Summer Palace cukup mudah, intinya hapalin rute subway di Beijing Subway Map. Kalau dari Tiananmen East (subaway terdekat dari tempatku menginap) rutenya ialah Tiananmen East station – Military Museum station (turun ganti ke line 9 dengan tujuan National Library) -National Library station (turun ganti ke line 4) – Beigongmen station. Turunnya pas di Beigongmen station terus jalan tinggal dikit sampailah ke pintu masuk Summer Palace. Intinya rajin-rajin bawa peta Beijing karena itulah petunjuk jalan. Kalau tidak salah kartu Yikatong (semacam e-money) dipotong 5 Yuan dari Tiananmen ke Beigongmen.

Sebelum jalan-jalan ke Summer Palace aku sudah top up Yikatong seharga 20 Yuan untuk keliling Beijing kemanapun agar tidak perlu rempong untuk masuk karena masuk ke stasiun Beijing itu rempong karena harus scan baranglah terus antri jadi untuk lebih fleksibel.

Nah sesampai di stasiun Beigongmen, cukup berjalan kaki kurang lebih 10 menit ke Summer Palace. Nah masuk ke dalam Summer Palace, harus membayar tiket di loket karcis. Harga tiket masuk Summer Palace (Juni 2015) itu 30 Yuan. Terus dikasih lah tiket masuk ke Summer Palace.

Oh ya sedikit catatan trip ke China, kalau aku perhatikan tiket masuk ke objek wisata China rata-rata sudah memiliki hologram di karcisnya sehingga pas masuk tinggal screen hologram itu secara otomatis. Canggih ya 🙂

Aku di depan pintu Gerbang Summer Palace
Aku di depan pintu Gerbang Summer Palace

Ketika masuk ke dalam Summer Palace, dari luar kelihatan biasa saja. Ciri khas China banget yaitu patung putih penjaga Summer Palace lalu siapa sangka ketika berjalan melalui jembatan terdapat air dan disekelilingnya toko-toko penjual oleh-oleh atau makanan. Waktu itu aku tidak pernah menyangka kalau Summer Palace itu dikelilingi oleh Danau. Awalnya di pintu masuk aku kira hanya Sungai terus di depannya kelihatan hanya bangunan biasa yang ternyata merupakan Sida Buzhou.

Sida Buzhou (Four Great Regions) was built during Emperor Qianlong’s reign (1736-1795), this group of Buddihist structures was built in accordance with the Tibetan style of architecture. They were called the Jambudvipa, Uttrakara, Purvavidewa, and Aparagodahiya

Summer Palace
Summer Palace

Karena ketidaktahuan maka naiklah mendaki melewati Sida Buzhou padahal kalau mau berjalan dari samping tidak perlu melakukan hiking. Naik tangganya yang super melelahkan, karena jujur saja aku tidak suka mendaki karena butuh tenaga ekstra. Untungnya rasa letih mendaki tangga serta jalanan yang tidak biasa terobati ketika sampai di atas puncak dengan pemandangan Beijing yang indah.

Aku suka sekali dengan ornamen atap dari Isatan ini yang menurutku unik ditambah aku bisa menikmati siluet pegunungan dari atas. Maklum takut ketinggian tapi penyuka pemandangan dari atas, agak kontradiksi memang 😉

Oh ya di atas itu juga terdapat patung Buddha berupa kuil tapi karena aku tidak begitu tertarik masuk ke dalam, jadi melihat dari luar saja sudah cukup sehingga aku beralih ke samping dari The Summer Palace.

Untuk luas Summer Palace sendiri amat sangat luas, bayangin saja mengelilingi Danau!

DANAU!

Tapi ada juga loh orang yang kurang kerjaan ingin mengelilingi Summer Palace mengitari Danau hingga balik ke asal tapi aku tidak tahu apakah Danau ini akan balik ke titik awal dari pintu masuk Summer Palace. Paling tidak, aku tahu pasti bahwa aku tidak akan mengelilingi Danau di Summer Palace dengan jalan kaki. Karena mendaki ke atas saja cukup menantang 😀

Setelah berjalan melewati bebatuan, tangga masuk kemudian melewati bangunan yang mirip kuil maka ada sebuah bangunan yang menarik perhatian karena di satu bangunana terdapat ribuan patung Buddha yang menempel didinding bangunana tersebut. Aku lalu mengingat perjalanan waktu ke Bandung dulu bersama Santo dkk karena kami mengunjungi kuil seribu Buddah di Bandung. Bedanya di China itu nempel di dinding bukan didalam kuil/vihaara. Jujur agak sedikit surprise juga di China karena notabenenya Komunis tapi agama Buddha lumayan kental di China!

Nah untuk tempat fovorite pengunjung baik wisatawan lokal maupun mancangera itu pas di puncak dari Summer Palace, ada sebuah batuan dengan background Danau serta istana. Disamping itu terdapat sebuah toko yang menawarkan jasa untuk pakain traditional China sambil berphoto dengan latar belakang tersebut.

Dari puncak Summer Palace maka siap-siap menuruni tangga yang lumayan jauh! Kemudian melewati sebuah benteng dari zaman dulu. Sayangnya salah ambil jalan, harusnya melihat Summer Palace dari sisi Danau malah jalan menjauh ke Danau. Kesan yang tidak pernah aku lupakan betapa capeknya jalan di sisi Danau Summer Palace!

Summer Palace Beijing China
Summer Palace Beijing China

Biar tidak penasaran luasnya Summer Palace itu, peta summer palace ada aku buat dimulai dari masuk ke sisi lain ters nyasar ke seberang Danau melewati jembatan. Harusnya masuk ke depan dari Summer Palace eeh malah nyasar entah kemana hahahaha 😀

Kadang travelling itu tidak melulu indah saja loh, ada perjuangan di dalamnya serta ada “seni”, seni nyasar, seni adaptasi, seni baca peta, seni bertanya dan seni memakai bahasa Tarzan hahaha 😀

Map of Summer Palace
Map of Summer Palace

Walau demikian dengan salah jalur maka aku bisa melihat hal lain salah satunya jalan dipinggir Danau itu dipakai oleh warga lokal untuk jogging di sore hari. Serta pepohonannya sejuk, jembatannya khas China banget serta jika hendak keliling Danau ada sewa perahu tapi siap-siap mengeluarkan uang lagi. Dan yang paling lucu ialah ketika melihat seorang ibu berenang di Danau padahal ada tulisan “forbidden to swim” terus ada tulisan Chinanya lagi.

Terus bagi yang tidak mau membayar uang masuk 30 Yuan ke dalam Summer Palace masuknya dari jalur keluar atau sisi Danau karena Danau terhubung dengan Summer Palace 🙂

The Summer Palace Beijing
Aku di The Summer Palace Beijing

Overall mengunjungi Summer Palace lumayanlah untuk dijelajahin tapi siap-siap untuk berjalan jauh karena rute perjalanannya menantang serta butuh waktu lama di Summer Palace jika ingin berjalan mengelilinginya.

Biaya pengeluaran backpacker ke Summer Palace 

–Harga penginapan di Feel inn Beijing seharga 55 Yuan

– Top up Yikatong seharga 20 Yuan

– Harga tiket masuk ke summer palace seharga 30 Yuan

 

Salam

Winny

 

Great Mosque Xian Masjid Bergaya Tionghoa


“Our revels now are ended. These our actors,
As I foretold you, were all spirits, and
Are melted into air, into thin air:
And, like the baseless fabric of this vision,
The cloud-capp’d towers, the gorgeous palaces,
The solemn temples, the great globe itself,
Yea, all which it inherit, shall dissolve,
And, like this insubstantial pageant faded,
Leave not a rack behind. We are such stuff
As dreams are made on; and our little life
Is rounded with a sleep.

By William Shakespeare

Great Mosque of Xian
Great Mosque of Xian

Hello World!

Xi’an, Juni 2015

Tak jauh dari Muslim Quarter atau sering disebut Huimin Street atau juga Muslim Street terdapat sebuah Masjid Agung Xi’an yang bernama The Great Mosque of Xi’an. Di area Great Mosque of Xian ini juga dapat menemukan sebuah komunitas muslim Xi’an. Untuk jumlah umat Muslin di Xi’an lumayan banyak dan konon pengenalan agama Islam di Xi’an terjadi pada masa Dinasti Tang  (reign of Emperor Xuanzong, 685-762). Untuk lokasi Masjid Agung Xi’an berada di dekat Drum Tower (Gu Lou) Xi’an Shaanxi China yang merupakan salah satu objek wisata terkenal di Xi’an.

Sewaktu pertama kali berburu makanan halal di Xi’an, tak jauh dari Quarter Muslim aku menemukan sebuah petunjuk jalan yang menuliskan “direction to The great Mosque of Xi’an”. Awalnya tidak mengira ada masjid karena setelah masuk gang tersebut maka pasar untuk berburu souvenir khas China malah bertaburan mulai dari gantungna kunci hingga baju bertuliskan I love Xian.

Xian Great Mosque
Xian Great Mosque

Berjalan sambil sesekali menawar harga di souvenir Xi’an hingga akhirnya Masjid Agung Xian kelewatan. Nah tepat dis alah satu toko Muslim tempat membeli miniatur Terracota Warrior seharga 35 Yuan, maka dengan menanyakan dimana letak Masjid Xi’an. Karena mengetahui Muslim, si Bapak sangat antusias sambil mengucapkan “Assalamualaikum”. Lucunya si Bapak salah mengartikan negara asal malah dikira Malaysia sambil mengoreksi si Bapak “Indonesian”. 😀

Lalu mengikuti jalan si Bapak menuju ke Masjid Agung Xi’an yang tak jauh dari toko si Bapak. Rupanya masjid berada di belokan sementara tadi jalannya lurus saja. Nah memasuki Masjid, sebenarnya bagi pengunjung membayar tiket masuk karena The Great Mosque of Xian merupakan salah satu objek wisata yang ada di Xi’an tapi buat umat Islam yang hendak beribadah tidak perlu membayar tiket masuk Masjid Agung Xi’an. Untuk harga tiket masuk ke dalam The Great Mosque of Xian setiap turis yang datang  harus membayar 20 Yuan di depan loket penjualan.

Great Mosque of Xian
Great Mosque of Xian

Pada saat memasuki area Masjid Agung Xi’an, di depan loket aku dipinjamkan baju Muslim untuk sholat karena kebanyakan umat Islam disini agamanya sangat kuat serta untuk menghargai Masjid apalagi yang aku pake waktu itu dress untungnya pakaian yang aku pake sopan kalau tidak betapa malunya. Itu saja aku sudah malu sih karena masuk masjid tapi rambut kelihatan. Untuk meminjam baju muslim tidak dikenakan biaya.

Memasuki Great Mosque Xi’an maka aku begitu terkesima dengan konstruksi dan gaya arsitektur dari Masjid yaitu perpaduan antara gaya Tionghoa dengan Arab. Dekorasi dan huruf Arab di gerbang hingga lukisan Kabah.

I feel like a home 🙂

Great Mosque maps
Great Mosque maps

Keunikan dari Masjid Agung Xi’an ialah tidak memiliki kubah seperti masjid lainnya tapi memiliki menara masjid dengan ciri arsitektur China yang khas. Cukup luas masjid Xi’an serta jarang sekali untuk wanita beribadah di dalam Masjid kebanyakan ialah para lelaki.

Untuk turis hanya boleh masuk pada batas tertentu, untuk daerah sholat tidak diperkenankan masuk tapi masih boleh mengambil photo dari luar karena di dalam Masjid hanya untuk umat yang beribadah.

Great Mosque of Xi'an China
Great Mosque of Xi’an China

Waktu mengunjungi Masjid Agung Xi’an, aku sholat zuhur dan jamnya ialah jam 3 siang. Yah di China itu waktu siangnya jauh lebih lama dibandingkan dengan waktu malamnya. Bayangkan saja jam setengah delapan malam itu di China masih kelihatan terang yang dibandingkan waktu Indonesia jam 6 saja sudah mulai gelap. Terus jam setengah lima pagi matahari sudah terbit.

Kalau aku tidak memperhatikan tulisan Arab di sekitar Masjid maka aku akan mengira kalau Masjid Agung Xi’an ialah kuil karena kental sekali dengan gaya bangunan China.

Setelah mengambil wudhu maka aku mengikuti rombongan, sholatku berada di pojokan ditutup rapat, karena aku seorang wanita sendiri sementara yang laki-laki di dalam masjid. Selesai sholat maka berbicara dengan warga lokal Xi’an. Dia bersama anaknya bernama Yasin, anak SD berumur 10 tahun yang sudah jago Bahasa Inggris. Waktu aku memberikan Rupiah sebagai kenang-kenangan maka Bapaknya si Yasin tidak membolehkan tapi karena aku memaksa memberikannya akhirnya Yasin menerima. Argumenku waktu itu “this is for him becuase he’s smart and who knows oneday he would visit Indonesia ” 😀

Terus berbicaralah tentang umat islam yang ada di Xi’an yang merupakan keturunan Persia zaman dahulu, serta sejarah kelam tentang umat Islam di China zaman dahulu.

Great Mosque Xian China
Great Mosque Xian China

Sambil mengobrol banyak si Bapak Yasin mengajak ke rumahnya untuk mampir. Awalnya enggan tapi karena segan akhirnya ikut saja. Rumah Yasin dan bapaknya tidak jauh dari Masjid sehingga berjalan kaki sampailah di rumahnya. Nah saat dirumahnya dijamu dengan teh China serta telur rebus! Dalam hati mehek banget karena menjadi tamu orang yang baru dikenal. Nah Yasin ketawa melihat aku memakan telur sambil memasukkan sambal ke dalam telur. Lucunya makan telur pake sumpit dan telur itu masih di dalam kulitnya.

Yasin berkata “do you like spicy?”, sambil aku jawab “yes” dan mereka pun tertawa! Bingung juga lucunya apa yah hahaha 😀

Great Mosque Xian
Great Mosque Xian

Sewaktu di rumah Yasin aku mencoba kue yang enak sekali. Kuenya manis tapi manisnya pas lalu aku bertanya dimana membeli kue tersebut. Kata bapak Yasin kue tersebut merupakan kue khas Xian. Nah setelah itu Yasin dan Bapaknya mengajak untuk membeli roti yang aku makan tadi sambil mengunjungi istrinya yang sedang bekerja. Sebelum beranjak dari rumahnya dibekali telur rebus yang banyak sekali!

Aduh segannya! Beliau berkata untuk bekal di jalan, yasudahlah saya ambil saja karena tidak enak menolak pemberian orang 😀

Great Mosque China
Great Mosque China

Rame-rame kami berjalan mengelilingi sisi lain dari Muslim Quarter berjalan agak jauh sampai ke toko tempat dimana ibu Yasin bekerja. Berkenalan kemudian ngobrol ringan sambil dikenalkan disekitar! Baru ini perasaan merasa artis saat jalan-jalan 😀

Tapi bukan itu yang berkesan melaikan cerita yang ada dibaliknya! Kesan perjalanan yang tak terlupakan mulai dari sholat di Masjid Agung Xi’an hingga berkenalan dengan warga lokal yang begitu ramah!

Great Mosque
Aku di Great Mosque

Salam

Winny

Taman Indah di Bell and Drum Tower Xi’an


Those who dare to fail miserably can achive greatly By John F Kennedy

Bell and Drum Tower
Bell and Drum Tower

Hello World!

Xi’an, Juni 2015

Cukup ngesot dari Quarter Muslim Xi’an ke Bell and Drum Tower Xian yang merupakan salah satu objek wisata menarik di Xi’an, China. Jika malam datang, maka area Bell and Drum Tower Xi’an berubah menjadi pasar malam dadakan, tempat yang cocok untuk berburu oleh-oleh murah khas Xi’an. Bell dan Drum dua tempat wisata yang berbeda tapi berdekatan. Untuk harga tiket masuk Bell Tower seharga 35 Yuan, untuk Drum Tower seharga 35 Yuan tapi jika membeli satu tiket Bell dan Drum Tower Xi’an maka cukup membayar 50 Yuan saja.

Sayangnya aku tidak sempat masuk ke dalam Bell dan Drum Tower Xi’an karena sudah malam, alhasil aku malah khilap berbelanja souvenir khas Xi’an. Salah satunya ialah kalung yang terbuat dari beras berisi nama kita lalu dibuat di dalam bentuk mini. Bayangkan nama diukir disebuah beras yang mini! Penuh keuletan dan ketelitian tingkat tinggi untuk bisa membuat itu dan aku menemukannya di depan Bell dan Drum Tower Xi’an ini.

Bell Tower merupakan bangunan tradisional megah yang menjadi landmark terbuat dari menara kayu. Bell Tower memiliki  tinggi 36 meter. Untuk Drum Tower dibangun oleh Kaisar Zhu Yuanzhang tahun 1384 untuk memberikan peringatan dari serangan.

Bell and Drum Tower Xi'an China
Bell and Drum Tower Xi’an China

Keesokan harinya ketika hendak mengunjungi Terracota maka aku melewati Bell and Drum Tower Xi’an China. Saat melewati Bell Tower maka betapa aku takjubkan akan taman indah yang ditata rata. Taman ala China yang menawan! Membayangkan betapa serunya untuk bersantai dengan pemandangan seindah itu sayangnya karena diburu waktu maka hanya melihat sesaat saja tapi semoga suatu saat bisa kembali lagi!

Bell and Drum Tower Xi'an
Bell and Drum Tower Xi’an

 

Best Regard

Winny

Ngetrip ke Beijing dan Xian China Ala Backpacker

temple of heaven

“The world is a book, and those who do not travel read only one page.”

– Saint Augustine-

beijing
Aku di Beijing

Hello World

China, 4-11 Juni 2015

Beberapa waktu lalu aku melakukan travelling ke Negeri Panda selama kurang lebih enam hari. Untuk trip ke China aku melakukan cara backpacker ke China Rp 7 juta BEIJING DAN XIAN. Untuk tiket Jakarta-Beijing sudah lama aku beli dari setahun lalu berkat tiket promo murah AA. Sedangkan untuk visanya aku urus ke travel agency saja karena tidak mau rempong.

Nah kalau ingin melakukan perjalanan ke China tanpa guide ada beberapa tips perjalanan ke China:

1. Buat itenary perjalanan ke China (browsing buat tujuan wisatamu serta estimasi biaya dan jadwal perjalaan)

2. Membawa peta transportasi baik berupa bus atau map. Khusus untuk ke China sangat mudah untuk mempelajari subway serta harganya agak lumayan bersahabat di kantong dibandingkan dengan backpacker ke Jepang.

3. Untuk booking penginapan bisa menggunakan web booking karena tanpa harus membayar DP dan bisa dibatalkan.

Kendala selama perjalanan ke China

1. Bahasa Mandarin, karena susah sekali mendapatkan orang China yang fasih berbahasa Inggris sehingga saat perjalanan susah sekali bertanya

2. Toiletnya jorok, dipastikan susah sekali mendapatkan air di toilet umum China sehingga bawa selalu tissu basah, untungnya aku tidak pernah berani mencoba toilet umumnya. Aku selalu mencoba kamar mandi di hostel tempatku menginap alias anti toilet umum.

3. Di China air minum langsungnya agak berbau sehingga tidak meyakinkan untuk diminum. Kalau begini belilah minuman botol kalau botolnya warna hijau harganya 1 Yuan untuk yang botol biru 2 Yuan.

4. Makanan halal, yah untuk wisatawan muslim memang agak susah kalau urusan makanan jadi solusinya bawalah makanan dari Indonesia berupa sereal atau sebagainya. Untuk mendapatkan makanan halal tempatnya tertentu saja untuk di daerah Beijing bisa dicoba di restauran Muslim di Wangfujing tapi itu harganya agak mahal. Saran aku sebaiknya ke Xian saja karena di Xian banyak muslim sehingga makanan tidak usah khawatir.

Kesan selama di ngetrip di China

1. Panas -> pas perginya bulan Juni dipastikan panas sekali sehingga membuat kulitku jadi super eksotis.Untungnya ada topi dan payung yang aku bawa sehingga agak mengurangi rasa panas.

2. Telat naik kereta ke Xian saking asyiknya bermain di Great wall alias Tembok Raksasa China yang merupakan salah satu tujuh keajaiban dunia sehingga bayar lagi terus penuh drama hingga akhirnya berakhir membeli tiket hard sleeper yang empuk di kereta. Ngenes soalnya GR duluan dikira dibantu untuk membayar seat eeh malah double-double bayarnya.

3. Pengalaman melihat langsung Great wall dan The Terracotta Army or the “Terracotta Warriors and Horses” itu sunnguh pengalaman luar biasa, ibaratnya waktu kecil lihat di buku RPUL tiba-tiba lihat langsung rasanya mau nangis pelangi.

4. Berburu makanan itu paling asyik di Xian karena muslim streetnya seru sekali, ampe kalap makan terus.

5. Tempat wisata Beijing yang bisa aku kunjungi ialah Forbidden city, temple of heaven, wangfujing area, Tianmensquare, Great Wall, Summer pallace, Pearl Market dan ruins of Yuanmingyuan.

great wall
Aku di great wall

Oh ya sebelum aku melakukan perjalanan ke China sebelumnya aku sudah membuat itenary perjalanan ngetrip ke Beijing dan Xian China Ala Backpacker:

Date Time Activity Price Remark
Thu 04 Jun 2015 11:30 – 14:30 Soekarno Hatta International Airport (Terminal 3) to Kuala Lumpur International Airport 2 (klia2) Rp150.000 pajak bandara
Fri 05 Jun 2015 19:00 – 1.05 Kuala Lumpur International Airport 2 (klia2) to Beijing Capital International Airport – Terminal 2
Fri 05-06 Jun 2015 02:00 – 05:00 naik airport bus Capital Airport → Xidan (Civil Aviation Building) line II atau turun di Railway Station line III dari jam 7 24 Yuan Rute lain Walk to 东平里 About 23 mins. 850路快Bus towards Dongzhimen 5:07pm–5:58pm (51 mins, 2 stops) Walk to Dongzhimen About 5 mins Subway Line 2Subway towards Jishuitan Subway Line 2Subway towards Jishuitan walk to Jianguomen subway Line 1Subway towards Pingguoyuan Wangfujing Walk to 1 Ci Qi Ku Nan Xiang, Dongcheng Qu, Beijing Shi, China, 100006 About 11 mins
Fri 06 Jun 2015 05:00 – 07:00 Menuju ke penginapan di Beijing Feelinn Hostel 70 Yuan Alamat penginapan No.2, Ciqiku Hutong 100006 Beijing
Fri 06 Jun 2015 10:00 – 13:00 Explore forbidden city Tian an Men dan Jingshan Park 60 Yuan Tiket masuk ke forbidden city
Fri 06 Jun 2015 13:00 – 14:00 Membeli Yikatong (kartu bus dan kereta China) di subway Line 1 dekat penginapan 50 Yuan
Fri 06 Jun 2015 14:00 – 16:00 summer pallace 30 Yuan Subway line 1 ke subway line 4
Fri 06 Jun 2015 16:00 -18:00 temple of heaven 10 yuan Subway line 4 ke subway line 2 lalu ke 5
Fri 06 Jun 2015 18:00 -20:00 ke new cctv tower
Fri 06 Jun 2015 20:00 -22:00 Balik ke penginapan
Fri 06 Jun 2015 22:00 -07:00 istirahat
Sat 07 Jun 2015 07:00 – 08:00 check out dan sarapan pagi. 15-30 Yuan Makan di MCD
Sat 07 Jun 2015 08:34 – 09:47 Beijing North Railway Station ke Badaling KA dengan kode perjalanan “S” Train S205. 20 menit lagi dari Stasiun KA Badaling menuju pintu gerbang utama masuk Great Wall of China. 12 Yuan Menuju stasiun subway, dari stasiun Tiananmen east turun di stasiun Fuxingmen, tukar ke line 2, turun di Juhuitan exit B, dari sini jalan ke arah kanan ke Deshengmen, di sini naik bus no 919 ke great wall, bus stop ada di dekat the old city wall tower.
Sat 07 Jun 2015 10:00-15:00 Explore Great wall 240 Yuan + 45 Yuan Hiking menyusuri Tembok Besar China selama 4-5 jam. tiket cable car Great Wall
Sat 07 Jun 2015 15:52 – 17:25 Train S220 KA Badailing ke Beijing North Railway Station 12 Yuan
Sat 07 Jun 2015 17:25 – 18:00 ke Xiushui Market SubwaySubway Line 2 SubwaySubway Line 1
Sat 07 Jun 2015 20:41 – 08:16 Beijing West – Xidan dengan hard sleeper train no. K1363 276 Yuan Hard Sleeper 12 jam
Sat 08 Jun 2015 08:30 – 09:30 Xian railway station ke Terra Cotta Warriors and Horses Museum 7 Yuan Naik bus No. 5 (306) dari east square of Railway Station ke Lintong atau 307 bus no.307 dari south gate of Tang Paradise
Sat 08 Jun 2015 09:30 – 15:00 Explore Museum of Qin Terracotta Warriors and Horses dan Lishan Garden 150 Yuan Tiket masuk ke terracota warrior
Sat 08 Jun 2015 15:00 – 16:00 Terracota ke xian railway station
Sat 08 Jun 2015 16:00 – 18:00 Railway station ke great mosque xian dan bell tower
Sat 08 Jun 2015 18:47 – 21:41 Xian ke Guilin North 400 Yuan Kereta no K318 dengan hard sleeper 1 harian
Sun 09 Jun 2015 21:41 – 05:00 Menginap atau tidur di stasiun
Mon 10 Jun 2015 07:00 – 17:00 Explore Guilin The Li River cruise from Guilin to Yangshuo 350 Yuan Ordinary Cruise selama 4 jam. .
Mon 10 Jun 2015 17:00 – 19:00 Balik ke Guilin Bus express dari Yangshuo bus terminal ke Guilin 15 Yuan Lama perjalananan 1 jam 20 menit
Mon 10 Jun 2015 19:50 – 22:45 Guilin North ke beijing west 430 Yuan
Mon 10 Jun 2015 23:00 – 01:00 Beijing west station ke Beijing capital international airport 25 Yuan Airport Express ke subway line 10
Thu 11 Jun 2015 02:05 – 08:30 Beijing Capital International Airport – Terminal 2
Thu 11 Jun 2015 08:30 – 13:10 Kuala Lumpur International Airport 2 (klia2) ke Bandara Soekarno Hatta

Sayangnya karena kondisi keuangan dan waktu yang tidak memungkinkan akhirnya aku tidak jadi ke Guilin malah balik ke Beijing saja.

 

forbidden city
Aku di forbidden city

Untuk rincian aktual perjalanan selama di China (Beijing-Xian termasuk akomodasi dan penginapan):

Hari pertama Beijing, 5 Juni 2015

  • Tiket Bus dari Beijing Capital International Airport ke Beijing railway station (bus No. 3) seharga 24 Yuan
  • Penginapan semalam seharga 50 Yuan
  • Sarapan pagi pancake cokelat 20 Yuan
  • Jajan buah berupa apel dan pisang 10 Yuan
  • Membeli Yikatong (20 Yuan harga kartu Yikatong dan 30 Yuan debit kartu) seharga 50 Yuan
  • Harga tiket masuk kedalam temple of heaven 35 Yuan

Total pengeluaran di hari pertama trip to China sebesar 189 Yuan

Objek Wisata Beijing/Tempat yang dikunjungi di hari pertama Tianmen Square, Forbidden city dan tempe of heaven. Harga masuk ke dalam forbidden city seharga 60 Yuan, tapi aku tidak membeli tiket tentunya cukup dari luar saja karena cukup plus pengunjungnya ramai sekali jadi males untuk masuk ke dalam. Eeeh aku malah mengunjungi temple of heaven dengan harga tiket 35 Yuan yang menurutku templenya sih so so.

temple of heaven
Aku di Temple of Heaven

Hari kedua Beijing-Xian, 6 Juni 2015

-Tiket Xian-Beijing 162 Yuan

-Bus ke great wall dari Jishuitan (line 2 subway Beijing) dengan Nomor bus 807 menuju ke Badaling seharga 12 Yuan

-Harga karcis masuk ke dalam Great wall seharga 40 Yuan

-Es krim di kereta 6 Yuan

– Tiket kereta dari Great wall Badaling ke subway stastion Xizhimen 6 Yuan

-Tiket hard sleeper ke Xian karena telat naik kereta hard seat seharga 129 Yuan

Total pengeluaran di hari kedua trip to China sebesar 355 Yuan

Tempat yang dikunjungi di hari kedua ialah great wall dengan catatan lama perjalanan dengan bus 1 jam sedangkan dengan kereta 1,5 jam karena dengan kereta sering berhenti.

 

Hari ketiga Xian, 7 Juni 2015

-Minum milk tea di kereta seharga 7 Yuan

-Beli kerupuk di kereta seharga 5 Yuan

-Makan gandum kaleng di kereta seharga 6 Yuan

-Harga tiket bus dari Xian railway station ke Bell and Drum Tower (bus No.611) seharga 2 Yuan

-Penginapan di Sahara Youth Xian seharga 50 Yuan

-Kulineran di Xian berupa sate gurita (10 Yuan), kue pulut (3 Yuan), susu (9 Yuan), sate kepiting (25 Yuan), pisang goring (5 Yuan) = 53 Yuan

-Shopping di Xian market berupa Scraf sutera (40 Yuan), roti (14 Yuan), parfum (14 Yuan)

-Makan malam sate dan minuman seharga 21 Yuan

– Oleh-oleh makanan seharga 47 Yuan (snack)

– Tas mini seharga 10 Yuan

– Kalung dari beras dengan isi nama sendiri seharga 35 Yuan

– Gantungan kunci 28 Yuan

-Gelang seharga 4 Yuan

– Sate kambing 10 Yuan

– Rok seharga 35 Yuan

– Minum dan makan tahu seharga 6 + 8 = 14 Yuan

Total pengeluaran di hari ketiga trip to China sebesar 394 Yuan

Tempat yang dikunjungi di hari pertama di Xian ialah area Muslim Xian

 

Hari keempat Xian, 8 Juni 2015

-Aqua 1 Yuan

– Bus dari drum Tower ke Xian railway station seharga 1 Yuan

-Bus dari Xian railway station (bus no. 5/306) ke Terracota warrior and the horses 7 Yuan

-Tiket masuk ke dalam museum Terracota warrior and the horses seharga 150 Yuan

-Belanja buah plum di Terracota seharga 3 Yuan

– Bus pulang dari Terracota ke Xian railway station seharga 8 Yuan (berAC)

-Makan paomo (makanan/kulineran khas Xian) plus soda jeruk seharga 30 + 2 + 8 = 40 Yuan

-Oleh-oleh makanan halal di Xian seharga 55 Yuan

-Aqua 1 Yuan

– Ongkos ke Railway station (No. 251 non AC) seharga 1 Yuan

– Nitip tas di Xian railway station seharga 20 Yuan

– Aqua di kereta seharga 2 Yuan

Total pengeluaran di hari keempat trip to China sebesar 289 Yuan

Tempat yang dikunjungi di hari keempat ialah Museum Terracota Warrior and the Horses

Terracota Xian
Terracota Xian

Hari kelima, Beijing 9 Juni 2015

Harga penginapan di Feel inn Beijing seharga 55 Yuan

-Top up Yikatong seharga 20 Yuan

– Harga tiket masuk ke summer palace seharga 30 Yuan

– Aqua 1 Yuan

– Makan noodle di Wangfujing street seharga 28 Yuan

– Kuliner gurita di Wangfujing street seharga 20 Yuan

-Top up Yikatong 20 Yuan

-Green Tea di MCD wangfujing seharga 17 Yuan

Total pengeluaran di hari kelima trip to China sebesar 191 Yuan

Tempat yang dikunjungi di hari kelima trip to China ialah Summer palace dan Wangfujing street

 

Hari keenam, Beijing 10 Juni 2015

Gantungan kunci seharga 60 Yuan

-Hiasan seharga 50 Yuan

-Chopstick seharga 15 Yuan

-Kaos seharga 54 Yuan

-Ongkos dari Xiyuan ke ruins of Yuanmingyuan seharga 2 Yuan

-Ongkos masuk ke dalam ruins of Yuanmingyuan 5 Yuan

-Tiket ke bandara dari stasiun Dongzhimen seharga 25 Yuan

– Makan malam di warung halal di stasiun zhichunlu seharga 44 Yuan.

Total pengeluaran di hari keenam trip to China sebesar 255 Yuan

Tempat yang dikunjungi di hari enam ialah Pearl Market dan ruins of Yuanmingyuan.

Total Biaya Pengeluaran selama di China untuk menjelajah Beijing dan Xian ala Backpacker = 1673 Yuan

Kurs 1 Yuan = Rp2.148 (per 16 Juni 2015)

Belum termasuk biaya

1. Tiket pulang pergi Jakarta-Beijing =Rp2.600.000

2. Visa China ngurus di travel Rp575.000

Jadi total perjalanan ke China = 1673 (2148) + 2.6000.000+575.000 = Rp6.768.604 (kurang lebih 7 juta) -> harusnya bisa hemat lagi karena telat dan harus membeli tiket kereta lagi serta khilap di oleh-oleh yang hampir habis 1 juta.

Catatan penting tentang China

1. Pelajari peta subway Beijing karena amat sangat berguna untuk dipelajari

Peta Subway BEIJING (RESOURCE TRAVEL CHINA GUIDE)

2. Rencanakan perjalanan sebaik mungkin

 

Oke itu dulu pembukaan perjalanan ke China, ditunggu cerita selengkapnya ya 😀

 

Salam

Weeny Traveller