Napak Tilas STOVIA dan Boedi Oetomo di Museum Kebangkitan Nasional


Museum Kebangkitan Nasional is a history museum that present the information and the collection of historical objects realting to the history of national revival. The museum occupies cultural heritage buildings education place of School Tot Oplediding Van Inlandsche Artsen (STOVIA) or medical school for indigeneous that is built in 1899. Museum Kebangkitan Naional presents information about the history of national revival and history of medical. The storyline of national revival history exhibition was begun from the Dutch period, the history of education and organizations during the national revival period. The medical history as begun from traditional treatment period until modern treatment period. Museum Kebangkitan Naional presents information through showroom that is arranged thematically, including ethical politic room, kartini school modeling room, STOVIA’s classroom, national movement room, lecture’s room, STOVIA’s historical room, Boedi Oetomo Memorial Room, STOVIA dormitory room and laboratory. On December 1907, Doctor Wahidin Soedirohoesodo took a speech about Studie Founds (scholarship) in front of STOVIA student. On May 20, 1908, STOVIA students declared the establishment of first modern organization Boedi Oetomo. On March7, 1915 STOVIA students founded the first youth organization Tri Koro Darmo. On April 6,1973, the STOVIA building was restored by Government of DKI Jakarta.

(By Museum  Kebangkitan Nasional)

Gedung STOVIA
Gedung STOVIA

Hello World

Jakarta, 6 Oktober 2015

Jalan-jalan ke Musuem Kebangkitan Nasional serasa ikut mengecap pendidikan di STOVIA, paling tidak jika ingat STOVIA sangat berhubungan dengan Boedi Oetomo. Yah aku memang penyuka klasik meski jalan-jalan sendirian ke Museum dan dikira aneh aku tidak perduli malah aku sangat antusias ketika STOVIA yang dulu aku baca di buku sekolah kini aku bisa langsung sekolah yang masih kokoh hingga sekarang dan lokasinya di Jakarta tepatnya di dekat RS Gatot Subroto Jakarta, tak jauh dari Atrium Senen. Aku tahu lokasi museum kebangkitan Nasional dari satpam penjaga museum Sumpah pemuda yang menyarankan ke Musuem Kebangkitan Nasional karena koleksinya lebih lengkap dan siapa sangka aku menginjakkan kaki yang awalnya diperuntukkan sebagai gedung sekolah dan asrama  Tot Oplediding Van Inlandsche Artsen (STOVIA) tahun 1899 dengan luas tanah 15,742 m2.

Amazing!!

Dulu aku pernah lewat ke Musuem Kebangkitan Nasional tapi aku tidak tahu kalau itu adalah museum sampai ada niat untuk mengunjunginya tapi aku selalu terpukau dengan design banguannya yang jadul tapi Barat banget. Museum Kebangkitan Nasional merupakan museum sejarah yang memiliki banyak koleksi foto maupun benda-benda yang erat kaitannya dengan pergerakan nasional bangsa Indonesia. Museum menempati bangunan cagar budaya tempat pendidikan STOVIA atau Sekolah Dokter Bumi Putera yang menjadi tempat berkumpulnya pemuda cerdas dari berbagai daerah. Gedung Stovia menjadi tempat lahir dan berkembangnya nasionalisme, puncaknya pada tanggal 20 Mei 1908, pelajar Stovia dibawah pimpinan Soetomo mendirikan organisasi Boedi Oetomo sebagai wadah perjuangan untuk mewujudkan masyarakat sejahtera. Tanggal 5 juli 1920 Gedung Stovia hanya dijadikan asrama krena aktifitas pendidikan pindah ke gedung baru yang lebih modern yaitu Centrale Burgerlijke Ziekeninrichting (rumah sakit Cipto Mangunkusumo). Tahun 1926 semua aktifitas pelajar STOVIA dimanfaatkan untuk tempat pendidikan sekolah Asisten Apoteker, Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO) singkatan sekolah menengah pertama, dan Algeeene Middelbare School (AMS) setingkat sekolah menengah atas. Tahun 1942 Gedung Stovia menjadi penampungan tawanan perang tentara Belanda (Koninklijke Nederlandse Indische Landmacht). Setelah kemerdekaan tawanan perang tersebut tidak ada yang mengurus, mereka tetap tinggal di gedung tersebut.

Jujur saja sewaktu aku mengunjungi  Musuem Kebangkitan Nasional aku agak merinding apalagi pas melihat bekas asrama pelajar STOVIA dulu/dormitory nya. Seram padahal jam masih jam 2 siang mungkin karena orang yang mengunjungi sepi terus bangunnya luas. Tapi untuk ruang pamer alat-alat kedokterannya sangat menarik mulai dari gilingan jamu, tempat penyimpanan tes darah, alat operasi amandel hingga alat pemecah kepala. Koleksi alat medisnya seakan belajar kedokteran lengkap dengan sejarahnya bahkan ruang dosen Stovia juga ada sampai ruang peragaan sekolah kartini dan ruang kelas terbuka. Untuk ruang memorial Boedi Utomoe ditutup dan beneran dah entah karena merasa sendiri atau emang aku takut tapi tempatnya horror. Aku bahkan kaget waktu melihat ruang pamer dimana dosen Stovia dan pribumi melakukan bedah persis di ruangan anatara asrama pelajar STOVIA dan ruang memorial Boedi Utomoe. Aku emang penakut ya tapi sukanya malah ke museum yang identik dengan masa lalu. Diluar itu sebenarnya aku senang saja karena harga karcis masuk Musuem Kebangkitan Nasional cuma Rp2000 eh malah dapat buku tentang sejarah Musuem Kebangkitan Nasional serta pulpen yang lebih mahal daripada harga tiketnya.  Hanya saja mungkin lain kali aku harus pergi bareng teman kali ya 😀

Ruang Buka STOVIA
Ruang Buka STOVIA

Diluar perasaan horror yang aku rasa, aku begitu kagum dengan bangunan STOVIA beserta sejarah Boedi Oetomo di Musuem Kebangkitan Nasional, seakan kembali ke masa itu, mungkin menjadi salah satu murid pribumi yang mengecap ilmu kedokterannya!

Siapa yang sudah ke Musuem Kebangkitan Nasional? Merasa horror gak sih?

Harga Tiket masuk Museum Kebangkitan Nasional

Dewasa: Rp2000

Anak-anak: Rp1000

Tourist: Rp10.000

 Jam Buka Museum Kebangkitan Nasional

Selasa-Sabtu: 08.00-16.00

Senin dan hari besar: Tutup

Alamat Museum Kebangkitan Nasional

Jl. Abdul Rahman Saleh No.26

Jakarta

 

Salam

Winny

Iklan

Jalan-jalan Singkat Nara sebagai Penutup Perjalanan terakhir di Jepang ala Backpacker


You must be the change you wish to see in the world

By Mahatma Gandhi

Nara
Nara

Hello World

Kyoto, Maret 2015

Puas di Kiyomizu-dera temple, aku beranjak di stasiun Kyoto. Aku memutuskan untuk membeli Kansai JR-West Rail Pass sehari seharga 2300 Yen karena hendak ke Nara sekaligus ke Bandara Kansai International. Awalnya aku mempunyai rencana perjalanan di hari terakhir hendak ke Kobe untuk melihat masjid Kobe. Tapi apa daya Kobe jauh sekali sehingga waktu tidak cukup apalagi jam menunjukkan jam 12 siang. Alhasil aku memutuskan ke Nara saja untuk melihat Rusa Jepang sebagai iconic Nara.

Iga Ueno Station
Iga Ueno Station

Nah aku kan hobi banget menyasarkan diri sehingga aku sebelum ke Nara malah mencoba melihat Kampung Ninja di Iga Ueno. Kalau di peta kelihatannya mungkin saja ke Iga Ueno dulu sebelum ke Nara tapi faktanya jalan menuju ke Iga Ueno itu penuh dengan tantangan serta sering gonta ganti subway. Tapi disitu letak keseruannya yaitu aku melihat sisi lain Iga Ueno yang berada di pertengahan antara Nagoya dan Nara.

iga ueno
iga ueno

Langsung dong dari Kyoto capcus ke Iga Ueno dengan bermodalkan peta. Cara ke Iga Ueno yaitu “”.

Sayangnya aku tidak sampai ke kampung Ninja hanya sampai di Stasiun Iga Ueno perlu ek stasiun Iga Ueno shi dengan kereta sebesar satu gerbong. Saat di stasiun Iga Ueno ciri khas Ninja langsung  kental sekali karena keretanya saja sudah dicat dengan gambar Ninja.

Lucunya saat di stasiun Iga Ueno, subway sudah ada tapi aku niatkan tidak jadi ke kampung Ninja mengingat lama perjalanan yang cukup memakan waktu. Jam sudah jam 3 sementara aku masih ingin ke Nara terus takutnya tidak sempat ke Nara alhasil aku membatalkan perjalanan terus menunggu subway untuk pulang lalu melanjutkan perjalanan.

nara
Nara

Nah saat di stasiun Iga Ueno ada sebuah vending mesin di dalam terminal kereta berisi es krim yang membuatku tergoda sampai lupa dengan amandel yang kuderita. Tanganku gatel langsung memasukkan uang 130 Yen ke dalam vending machine lalu plang keluar es krim Hersehey’s yang nikmat sekali. Nah saat penungguan tiba-tiba hujan salju lagi.. Ayeee aku puas kali lah ya melihat salju sampai kemarok salju hahahah 😀

Akhirnya baru jam 4 lah aku dari stasiun Iga Ueno ke Nara hingga sampai di Nara jam sudah menunjukkan jam 5 sore. Lalu aku membeli apel Fuji yang gede di stasiun Nara seharag 230 Yen saking besarnya. Terus mencari pusat informasi Nara karena aku ingin melihat objek wisata Nara.

nara station
nara station

Ada beberapa objek wisata menarik Nara seperti :””

Sama seperti Kyoto, Nara memiliki all day pass juga tapi alhasil aku hanya mengambil tiket bus singular seharga 130 Yen untuk sekali jalan.

 

tendoiji nara
tendoiji nara

Tempat wisata menarik Nara yang sempat aku kunjungi ialah Todaiji Temple yang merupakan salah satu UNESCO WORLD HERITAGE. Sayangnya karena waktu sudah jam sore alhasil aku bermagrib ria di Todaiji Temple Nara. Pemandangan khas Nara itu rusa-rusa yang berkeliaran bebas di jalan. Sayangnya pas bermain dengan rusa-rusa liar aku melihat jantan rusa tanduknya dipotong, kasihan melihatnya. Awalnya aku penasaran kenapa rusa seimut ini dipotong tanduknya. Barulah aku berasumsi dari papan reklame yang aku lihat di Taman Nara Nasional Museum yang berisikan kurang lebih seperti ini  “this beer in Nara is wild, so it could bite you”. Disinilah sebenarnya kelihatan betapa Ortodoksnya Jepang.

Todaiji Temple
Todaiji Temple

Oh ya saat berada di Todaiji aku berkenalan dengan cewek asal Singapura sehingga kami berjalan bersama melewati tangga melewati souvenir hingga menemukan kuil tua. Anehnya meski matahari sudah tenggelam banyak sekali pengunjung. Alhasil aku menanyakan kepada turis asing dari Rusia yang katanya ada acara di kuil jam 7 sehingga ramai orang. What are they looking for? Why so many people near the temple? Tanyaku dengan penasaran lalu dijawab “they are awating for the monk”. Katanya! Oh ok fine cukup tahu aja hahha karena aku harus buru-buru ke Kansai International Airport dan menunggu bukan aku banget.

nara kansai
nara kansai

 

Alhasil dengan langkah seribu aku meninggalkan nara menuju ke Tennoji station biar langsung ke bandara karena rencanaku akan tidur di bandara karena penerbanganku besok paginya jam 10 pagi maka pilihan terbaik daripada telat tidur dibandara. Backpacker kere banget ya? Ahhahah

tendoiji nara
tendoiji nara

Sesampai di Tennoji station akupun makan udon seperti biasa. Sepanjang liburan di Jepang, tiap hari aku makan Udon dan tidak pernah bosan-bosan karena Udon biasa bisa dapat 380 Yen saja terus kenyang lagi terus minumnya gratis hahaha..

Nara Japan
Nara Japan

Jam 8 malam aku sudah distasiun makan sambil menunggu jam 9 malam karena jadwal JR WEST RAIN PASS adanya ke bandara jam segitu.

kansai area
kansai area

 

Sepanjang penantian JR aku berkenalan dengan Mahasiwa Jepang 3 cewek yang kurang fasih berbahasa Inggris tapi mereka welcome banget denganku apalagi mereka tahu aku dari Indonesia langsung mereka senyum antusias.

JR WEST RAIN PASS
JR WEST RAIN PASS

Kesan bertemu dengan orang lokal Jepang salama travelling sendiri di Jepang emang berkesan sekali bagiku. Tidak mengerti tapi asyik bahkan mereka ingin ikut denganku hanya saja bangku reserved tapi mereka tidak sehingga tidak bisa ikut denganku serta arah tujuannya kan beda karena penerbanganku international sementara mereka domestic sehingga cukup puas dengan berphoto bersama. Hahah yah merasa artis!

JR
JR

Kereta datang maka aku menuju ke Bandara..

Sayonara Jepang!

Edisi trip Jepang end-

Salam

Weeny Traveller

 

Last Journey di Kyoto


“The ones that change…it’s not that going actually changed them its that they didn’t have something better waiting for them when they got back. They changed because its who they wanted to be. Not everyone is lucky enough to have the better half of his soul and the rest of his life waiting back home to remind him why he left in the first place.”

― Hope Alcocer, Where Hope Lies-

kiyomizudera temple
kiyomizudera temple

 

Hello World

Kyoto, Maret 2015

Hari terakhir di Kyoto maka aku check out dari penginapan Santiago Kyoto jam 12 siang setelah makan sekedarnya berupa Shoba instan. Dari penginapan aku beranjak ke Kiyomizu-dera temple sebelum memutuskan ke Nara karena aku ingin mencoba masuk ke dalam Kiyomizu-dera dari sisi yang lain karena malamnya aku telah membaca tentang Kiyomizu-dera. Tidak seperti hari pertama di Kyoto aku hanya numpang lihat dari depan maka kali ini aku memutuskan jalan ke arah sebaliknya, arah dimana orang keluar. Dan benar saja dari arah keluar bisa masuk ke dalam Kiyomizu-dera dari tangga. Buset aku benar-benar parah ya demi wisata gratongan alias wisata gratis maka mencari jalan dari arah sebaliknya. Maklum kere hahahaha dan tidak mau rugi, kan mau numpang photo doang. Buset gak banget kan ya niatnya? Ahhaha 😀

kiyomizudera temple kyoto
kiyomizudera temple kyoto

Nah lucunya saat memphoto Kiyomizu-dera dari bawah tiba-tiba anak Jepang yang kira-kira masih SMP melambaikan tangannya kepadaku dari atas. Nah loh aku dengan muka gak bersalah melewati tangga yang hanya aku saja naik. Sampai diatas mereka malah menghampiriku dan berbahasa Inggris. Sumpah dah aku merasa artis di Kiyomizu-dera gara-gara bocah ini yang meminta photo. Baru kali ini merasakan jadi turis ahhahaha 😀

Kyoto
Kyoto

Lucu sekali dengan mereka tapi aku senang saja sih karena bocah-bocah ini kocak sekali. Terus setelah itu aku mengitari Kiyomizu-dera sambil menikmati pemandangan Kyoto hingga aku memutuskan perjalanan berikutnya ke Nara.

Nah saat perjalanan pulang bocah itu ketemu lagi hingga aku akhirnya memberikan mereka Rp5000 sebagai kenang-kenangan. Aku bilang begini “as a gift and do not change it”. Lalu si bocah dengan polosnya berkata “how is the currency?” lalu aku bilang “low low low” hingga aku say good bye ama mereka menuju ke stasiun Kyoto

travelling to kiyomizudera temple
Travelling to kiyomizudera temple

Last journey di Kyoto ditutup dengan tingkah lucu bocah Jepang!

I missed u already ;D

 

Salam

Weeny Traveller

Salju di Kyoto Tower


Anybody can become angry – that is easy, but to be angry with the right person and to the right degree and at the right time and for the right purpose, and in the right way – that is not within everybody’s power and is not easy

By Aristotle

my first snow in kyoto tower
My first snow in kyoto tower

Hello World

Kyoto, Maret 2015

Sepulang dari Arashima aku mencoba menyasarkan diri karena penasaran dengan wisata lain Kyoto seperti nihonji temple. Akhirnya sesampai di Stasiun Kyoto jam 5 sore aku memutuskan menaiki bus ke arah Nihonji. Tapi apa daya saat enak-enak di dalam bus pas keluar ternyata kartu magic bus Kyoto all day pass ku hilang sehingga aku langsung panic dan turun ditengah jalan padahal lagi asyik-asyiknya menyasarkan diri sambal menikmati pemandangan Kota Kyoto.

 Kyoto all day pass
Kyoto all day pass

 

Alhasil aku harus membayar uang 230 Yen kembali ke stasiun Kyoto tapi gilanya lagi aku malah tidak menaiki bus no biasanya yaitu Nomor 100 alhasil aku nyasar ke daerah Gion padahal aku ingin pulang ke penginapan. Mana cuaca sangat dingin sekali, tidak sedingin biasanya. Karena sudah nyasar walau sebenarnya penginapanku di daerah Gion, tapi kalau berjalan kaki butuh waktu 45 menit juga ke penginapan. Aku merasa tidak sanggup jalan kaki yasudah ku nikmatin saja pemandangan Gion pikirku. Nah di daerah Gion aku malah melihat turis Indonesia yang berphoto dengan wanita Jepang berpakaian Kimono serta tak jauh dari Kiyomizu-dera temple sebenarnya hanya saja dari sisi yang lain.

Gion
Gion

Lalu aku menanyakan kepada cewek Jepang yang kelihatan masih sekolah dengan teman-temannya. Aku menanyakan kemana arah penginapanku karena memang masih satu daerah Gion lalu siapa sangka 4 sekawan yang merupakan mahasiswa terdiri dari dua cewek dan dua cowok mengantarku ke Kyoto Station. Mereka dari Osaka, dan sedang liburan di Kyoto dengan mobil mereka mengantarku. Padahal lumayan mahal loh harga parkir di Jepang terus parkirnya cara bayar pake vending machine tidak ada yang jaga. Betapa beruntungnya aku hahahahha 😀

kyoto tower
Kyoto Tower

Sesampai di Kyoto Station, tepat di depan Kyoto Tower tiba-tiba “salju pun turun”. Ok selama satu hari full aku merasakan sensasi salju mulai dari Fushimi Inari Shrine walau hanya kecil saja, lalu di Arashima dan lagi-lagi sekedar salju lalu di Kyoto Station puncak aku benar-benar merasakan salju hingga aku lupa kalau itu nol derajat Celcius. Ah lupa sudah rasa gondok perjalanan, lupa sudah rasa dingin berubah menjadi senang dan semangat! I was excited! Kayak mimpi jadi nyata!!

Seolah tak mau kehillangan moment dengan salju maka saat salju datang, langsung dong aku minta tolong pengunjung lain untuk mengambil photo dan video dengan salju. Lucunya saat dia mengambil video beliau berkata “don’t be crazy ya” hahaha

Kesan pertama melihat salju memang luar biasa akhirnya aku pulang ke penginapan dengan senyum-senyum sendiri.

Salam

Weeny Traveller

Pengalaman Backpacker Menakjubkan di Arashiyama Kyoto


You have to learn the rules of the game. And then you have to play better than anyone else.

By Albert Einstein

Arashiyama bamboo path
Arashiyama bamboo path

Hello World

Kyoto, Maret 2015
Setidaknya ada tiga wisata utama Kyoto yang sering dipajang di berbagai stasiun Kyoto maupun di brosur informasi wisata Kyoto yaitu Fushimi Inari, Kinkakuji temple dan Arashima Bamboo Groove. Menariknya untuk plesiran ke Arashima dan Fushimi inari shrine, tidak perlu membayar biaya masuk alias gratis. Itulah sebabnya tujuan utamaku wisata ke Kyoto ialah Fushimi Inari Shrine dan Bamboo path Arashiyama.

arashiyama
Arashiyama

Beranjak dari kuil Hongwanji, aku, kak Sisca dan suaminya Ken naik bus Kyoto No. 28 menuju ke Arashiyama. Cukup jauh juga perjalanan ke Arashima serta cuaca yang cukup dingin walau kelihatan panas. Untuk menuju ke Arashima tentu saja dengan tiket bus magicnya Kyoto, tak lain Kyoto all day bus sehingga cuma membeli 500 Yen puas keliling Kyoto seharian.

Sesampai di Arashiyama maka kami melewati Togetsukyo Bridge atau disebut juga dengan Moon Crossing Bridge yang merupakan landmark dari Arashiyama. Nama lain dari Arashiyama ialah Arashima.

Togetsukyo Bridge or Moon Crossing Bridge was built during 794-1185 (the Heian period) and become a Arashiyama’s most iconic landmark which have a riverside park with dozens of cherry trees. (Resource: Japan Guide)

Togetsukyo Bridge Moon Crossing Bridge
Togetsukyo Bridge Moon Crossing Bridge

Pemandangan ketika sampai di Arashiyama memang menakjubkan apalagi melihat sungai dengan latar belakang hutan serta yang paling membuatku penasaran sebenarnya ialah bamboo pathnya atau disebut juga sebagai Arashima Bamboo Groove.

Di Arashiyama, aku berpisah dengan kak Sisca dengan bang Ken karena mereka hendak makan siang terlebih dahulu sementara aku melanjutkan menjelajah Arashiyama sendirian dari jalur tidak umum yaitu sebelah kiri hingga melewati pohon cherry lengkap dengan suasana pedesaan Jepang. Aku sempat berhenti di toilet umum yang ada di Arashiyama juga nah saat disini lagi-lagi salju turun. Buset aku jadi kemarok salju alias lebay akan salju, sepertinya hari ini merupakan hari keberuntunganku karena berturut-turut melihat salju di beberapa tempat yang berbeda walau saljunya hanya numpang lewat saja tapi cukup membuat senang.

Arashiyama Kyoto
Arashiyama Kyoto

Arashiyama is a popular tourist destination to seeing cherry blossom and fall color seasons. In Arashiyama could find many small shops, japaness traditional village, restaurants and other attractions are found nearby, including Tenryuji temple Arashiyama’s famous bamboo goves.  The name “Arashiyama” technically just refers to the mountains on the southern bank of the river but is commonly used to name the entire district and the Togetsukyo Bridge is Arashiyama’s central landmark.

(Resource: Japan Guide)

Arashima
Arashima

Aku berjalan hingga ke Tenryuji Temple. Sayangnya aku tidak masuk kedalam kuil Tenryuji karena harus membayar biaya masuk lagi sehingga cukup melihat dari luar saja. Aku juga bingung antara hemat atau pelit soalnya khawatirnya di dalam  kuil hanya pemandangan biasa saja. Untuk waktu berkunjung terbaik ke Tenryuji untuk pelancong pada saat musim semi.

Tenryuji Temple is Kyoto’s five great Zen temples and most impressive temple in Arashiyama, which founded 1339 at the beginning of the Muromachi Period (1338-1573), the temple is one of Kyoto’s many UNESCO World Heritage Sites. There are attractive gardens with walking paths inside in temple. It opens on 08:30 to 17:30 and admission fee 500 yen for gardens.(Resource: Japan Guide)

arashiyama kyoto
Arashiyama Kyoto

Melewati kuil Tenryuji Kyoto, aku melihat beberapa pohon tapi tidak pasti apakah beneran bunga sakura atau pohon cherry. Anggap saja Sakura KW 1 yang warnanya mempesona “putih” Terdapat pohon Sakura KW disepanjang Arashiyama yang menarik perhatian pengunjung. berjalan terus untuk mencai dimana terowongan bamboo, yang merupakan salah satu terowangan indah di dunia. Dibilang terowongan sebenarnya tidak juga karena hanya berupa jalanan yang disekelilingnya terdapat bambu sehingga terjadilah pemandangan jalanan setapak yang eksotis. Aku sungguh menikmati berjalan di sepanjang bamboo path Arashima yang fenomenal. Jalanannnya menanjak serta terdapat beberapa kuil dan taman.

Untuk bamboo path atau disebut juga sebagai Arashiyama Bamboo Grove, sebenarnya tidak terlalu panjang tapi  sangat cocok untuk berphoto.

Arashiyama Kyoto
Arashiyama Kyoto

Kesan pribadiku mengenai Arashiyama Bamboo Grove atau bamboo path Kyoto sangat suka sih karena udaranya segar terus suasana pedesannya yang asyik.

The walking paths that cut through the bamboo groves make for a nice walk or bicycle ride. The groves are particularly attractive when there is a light wind and the tall bamboo stalks sway gently back and forth. (Resource: Japan Guide)

Arashima Bamboo Groove
Arashima Bamboo Groove

Sebenarnya banyak tempat menarik yang bisa dijelajah di daerah Arashima selain bamboo Groves nya diantaranya dibelakang bamboo groves terdapat Villa yang dari aktor yang cukup terkenal yaitu Okochi Denjiro (1896-1962). Tempat nya disebut sebagai Okochi Sanso Villa dimana jadwal bukanya dari jam 09:00 hingga jam 17:00 tapi karena biaya masuk ke dalam Okochi Sanso Villa seharga 1000 Yen sehingga aku tidak jadi masuk. Padahal didalam villa Okochi Sanso Villa bisa mencoba matcha green tea loh.

Arashiyama Kyoto
Arashiyama Kyoto

Hal menarik lain yang bisa dilakukan di Arashiyama ialah dengan berjalan di jalan Saga-Toriimoto yang searah dengan Adashino Nenbutsuji Temple terdapat banyak sekali tradisional machiya berupa restaurant dan toko jadi bisa juga berburu kuliner di daerah Arashiyama.

Oh ya bagi yang penyuka kuil kayak kuil hunter kayak akum aka Arashima bisa menjadi pilihan jalan-jalan seperti Daikakuji Temple merupakan kuil dari Shingon yang buka dari jam 09:00 sampai jam 17:00 dengan biaya masuk 600 Yen, Idojakkoji Temple yang buka jam 9 sampai jam 5 dengan biaya masuk kedalam kuil 400 yen, Nisonin temple ditemukan tahun 1596 yang bisa menikmati pemandangan Kyoto dari atas buka dari jam 09:00 sampai jam 16:30 dengan biaya tiket masuk sebesar 500 Yen serta Gioji Temple yang terkenal dengan taman serta tall maple trees dengan jadwal buka jam 09:00 sampai jam 17:00 dengan biaya masuk sebesar 600 Yen.

Arashiyama Kyoto
Arashiyama Kyoto

Ditengah dari Arashyima terdapat juga Matsunoo-taisha sebuah kuil tertua di area Kyoto. Khusus di kuil Matsunoo-taisha, orang Jepang beribadah. Nah kalau tidak mau berjalan kaki sebenarnya bisa menyewa jasa tandu mirip delman tapi kalau delman kan dengan bantuan kuda, kalau jasa tandu dengan tenaga wanita sepanjang Arashima bahkan ada satu cewek loh yang membawa pengunjung keliling Arashima dengan kereta tandu lalu dia angkat keliling. Buset betapa kuatnya cewek Jepang itu mengelilingi Arashima!

Tenryuji Sogenchi Garden
Tenryuji Sogenchi Garden

Kesimpulan perjalanan di Arashima, aku menghabiskan waktu kurang lebih 3 jam di Arashiyama berjalan kaki mulai dari Togetsukyo Bridge atau Moon Crossing Bridge hingga ke Arashiyama Bamboo Grove (bamboo path) hingga berahir ke tempat bus.

Perjalanan menikmati pesona Bamboo path Arashiyama begitu berkesan!

Salam

Weeny Traveller

 

 

Serunya Plesiran di Hongwanji Nishi Temple Kyoto Jepang saat Sakura Blossom


The scariest thing about distance is that you don’t know whether they’ll miss you or forget you – Nicholas Sparks

 

Hongwanji Nishi
Hongwanji Nishi

Hello World

Kyoto, Maret 2015

Sesampainya di Kyoto station dari Fushimi Inari shrine maka aku menuju ke Arashima demi menikmati Bamboo path yang pernah aku lihat di sebuah film. Bus yang aku naiki menuju ke Arashima ialah bus dengan tujuan Arshima. Di stasiun Kyoto aku bertemu dengan kak Sisca dan suaminya Ken yang sebelumnya aku pernah jumpa di Golden Pavillon. Asli dong kami negur sapa terus nanya nama. Awalnya aku kira kakaknya orang Malaysia karena di awal pertemuan kakaknya bilang orang Malaysia rupanya kakaknya orang Indonesia terus dari Medan lagi, tapi emang sekarang kakaknya menikah dengan orang Malaysia sehingga kakaknya bilang asalnya dari Malaysia. Lalu kami bertiga menuju Arashima dari stasiun Kyoto dengan bus 28 tujuan wisata Kyoto Arashiyamadi line D3. Nah ditengah jalan sebelum ke Arashima kak Sisca menyuruh turun ke sebuah kuil yang bernama Hongwanji Nishi.

Aku dan Kak Sisca di Hongwanji Nishi Temple
Aku dan Kak Sisca di Hongwanji Nishi Temple

Kata kak Siska saat itu “yuk berhenti ada sakura mekar di kuilnya, cakep banget! Kalau tidak berhenti sebentar pulang dari Arashima belum tentu bisa singgah”. Asli aku ngikut saja lagian Kyoto all day bus di tangan jadi gak mau rugi dong. Hehehe 😀

“Hongwanji is the mother temple and headquarters of Judo Shinshu Hongwanji-ha. The official name is Ryukoku-zan Hongwanji, and is commonly referred as Nishi Hongwanji. On the precincts of Hongwanji are the Amidado (hall of amida Buddha), Goeido (foundar’s hall), karamon, shoin, hiunkaku and other structures, many of which have been designated as national treasures and important cultural properties in Japan. In addution, the Hongwanji received the designation as a UNESCO WOLRD HERITAGE in 1994 as part of the Historic Monument of Ancient Kyoto”

Hongwanji Nishi Temple Kyoto
Hongwanji Nishi Temple Kyoto

Berjalan menuju depan pintu kuil Hongwanji Nishi maka pintu depan Amidaonya keren sekali khas Jepang terus jalanannya tertata rapi dan bersih. Pohonnya juga khas Jepang banget ! Untungnya masuk ke dalam Hongwanji Nishi temple tidak perlu membayar biaya masuk sehingga kami masuk-masuk saja. Aulanya cukup luas terus waktu itu cuaca panas tapi tetep suhu udaranya dingin.

Panas dingin aneh kan ya?

Tapi kami tidak masuk ke dalam kuil Hongwanji Nishi karena kak Sisca hanya penasaran dengan Bunga sakura. Maka kami melihat Kuil Hongwanji Nishi Kyoto terus berjalan kearah Sakura Blossom tapi aku tidak yakin itu Sakura beneran atau sakura KW1. Tapi aku anggap Sakura Blossom beneran saja lah ya soalnya bunga cantik sekali. Sayangnya kami hanya 20 menit saja di dalam Hongwanji Nishi lalu kami beranjak ke Arashima.

sakura
Sakura di Hongwanji Temple

Catatan perjalanan Kyoto

  1. Biaya masuk ke dalam Hongwanji Nishi gratis jadi bisa masuk daftar referensi wisata menarik gratis di Kyoto. Selain itu termasuk ke dalam list UNESCO WOLRD HERITAGE.
  2. Cara akses ke Hongwanji Nishi cukup mudah yaitu dengan bus Nomor 28 dari Kyoto Station
  3. Sebaiknya membeli Kyoto all day pass untuk menghemat biaya transportasi di Kyoto

Salam

Weeny Traveller

Pengalaman Pertama Melihat Salju di Fushimi Inari Kyoto Jepang


Never give up on something you really want.

It’s difficult to wait, but it’s more difficult to regret By Anonim

Aku dengan seribu Tori di Fushimi Inari Shrine
Aku dengan seribu Tori di Fushimi Inari Shrine

Kyoto, 10 Maret 2015

Hello World!

Puncak dari travelling ke Jepang ala mengaku backpacker berada di Fushinimi Inari, sebuah objek wisata Kyoto yang terkenal dengan seribu tori berjajar sepanjang Gunung. Pagi hari cuaca Kyoto begitu sangat dingin tapi saking penasaran akan Fushimi Inari sehingga aku keluar dari penginapan murah Kyoto. Untuk hari kedua di Kyoto, aku harus pindah kamar dari dormitory mix seharga 1500 Yen/malam ke female dormitory seharga 1600 Yen/malam tapi masih tetap murah. Penginapan Santiago Kyoto memang mengerti akan budget traveler, jadi jika teman yang mengaku backpacker mencari penginapan murah, mungkin penginapanku ini bisa menjadi tempat favorite apalagi dekat dengan daerah Gion, yang terkenal dengan Gaisha.

Fushimi
Fushimi

Dari penginapan di daerah Gojasaka-dori aku mengantri untuk mengambil bus no 100 tujuan ke Kyoto Stasiun, karena dari Kyoto stasiun sangat mudah akses ke berbagai tempat wisata Kyoto. Untuk menuju ke Fushimi inari shrine aku menggunakan bus no 5 dengan tulisan Jepang yang aku tidak mengerti bacanya di line C4. Untuk mengetahui bus mana yang akan digunakan sleama di Kyoto tidak perlu khawatir karena petunjuk Jepang sangat mudah dipelajari apalagi Jepang memiliki pusat informasi khusus bagi turis sehingga mudah untuk mengakses objek wisata Jepang termasuk Kyoto.Untuk terminal bus Kyoto dekat dengan Kyoto Tower.

Fushimi inari Shrine Kyoto
Fushimi inari Shrine Kyoto

 

Jika ingin puas mengelilingi objek wisata Kyoto seharian maka beli saja Kyoto all day pass bus seharga 500 Yen maka puas mengelilingi Kota Kyoto. Karena semalam aku sudah membeli kartu bus di penginapan maka pas hari-H mudah saja bagiku untuk menuju ke objek wisata yang aku inginkan termasuk ke Fushimi Inari.

Sesampai di Fushimi Inari maka tori besar sudah menyambutku lengkap dengan pasar di depan kuil serta aneka warung jajanan untuk mencoba kulineran khas Jepang seperti Takoyaki, es krim green tea, dan sebagainya. Untuk masuk ke dalam Fushimi Inari Shrine tidak perlu membayar alias gratis.

Fushimi Inari
Fushimi Inari

Di Fushimi inari shrine aku berkenalan dengan Orang Jepang yang kuliah di Amerika, dengan dialah aku berjalan bersama hingga kami pisah di dalam fushimi. Di pintu masuk aku melihat orang Jepang berdoa beberapa diantaranya membaca peruntungan. Aku iseng-iseng juga mencobanya alias ikut-ikutan dengan membayar 300 Yen lalu diambil bamboo yang berisi nomor lalu nomor itu ditukar dengan kertas yang berisi ramalan dalam Bahasa Jepang. Karena aku tidak bisa membaca tulisan Jepang dan tulisannya maka aku minta tolong ditransletekan oleh orang Jepang itu. Nomor di bambu yang aku dapatkan nomor 8 yang kata dia dari peringkat 1,2,3 maka isi ramalan itu bagus berada di nomor 3, katanya 😀

Isi ramalan di Fushimi inari “the effort you put into up to today will reap success. However you must continue to be persistent in your efforts going forward to succed

Secara keseluruhan Fushimi Inari terdiri dari:

  1. Two stories gate
  2. Historic spot
  3. Fushimi-inari Taisha shrine precincts guide map
  4. Hall of Shinto music and dance
  5. Worship hall
  6. Koumu-honcyou office
  7. Shrine office
  8. Ohuda/omamori no jyuyosho Office for selling taslismans
  9. Main shrine
  10. Omokaru-ishi (stone of fortune-telling)
  11. Tamayama Inarisha
  12. Byakkosha
  13. Okumiya
  14. Site for Shinto ritulas
  15. Senbon Torii (1000 Torii gates)
  16. WC
  17. Okusha shrine
  18. Shin-ike pond
  19. Holy paddy field
  20. Kumataksha
Peta Fushimi inari Shrine Kyoto
Peta Fushimi inari Shrine Kyoto

Untuk kesan yang paling menarik salama di Fushimi inari ketika memasuki Site for Shinto ritulas  karena salju turun pertama kalinya yang langsung membuatku semangat luar biasa.  Saat melewati gerbang tori yang jumlanya ribuan seru sekali. Nah ada tiga kali turun salju saat mnegelilingi tori-tori yang berada disepanjang gunung. Nah saat berada ke WC aku bertemu dengan dua cewek Jepang dari penginapan sama yang akhirnya kami bersama-sama mengelilingi ke puncak gunung. Sayangnya mereka tidak bisa Bahasa Inggris sehingga mereka berbahasa Jepang sementara aku berbahasa Inggris. Dua kata Bahasa Jepang yang aku tahu “arigatou” dan “oshi” sementara mereka tahunya Cuma “wonderfull”, bayangkan betapa kacaunya kami bertiga berbahasa alias tidak saling mengerti tapi anehnya seru sekali jalan sama mereka. Sepanjang perjalanan naik tangga melewati ribuan tori mereka terus tertawa melihat ekpresiku apalagi saat salju turun di daerah pintu keluar seribu tori.

snow in fushimi inari
Snow in fushimi inari

Mereka jugalah temanku menjelajah FUSHIMI Inari bahkan sampai kesebuh danau yang aku tidak tahu namanya. Walau salju yang kau lihat tidak begitu deras tapi aku super excited, kayak kampungan dan lebay gitu dah! Entahlah saking antusiasnya, maklum pertama kali hehehhe 😀

Heboh sendiri, mencoba menangkapnya tapi keburu cair saljunya 😄

Fushimi inari Shrine
Salju di Fushimi inari Shrine

Nah sama mereka berdua pulalah aku nyasar hingga ke atas Gunung tapi serunya aku melihat pemandangan Kyoto dari atas. Trip Kyoto di hari kedua seru sekali, semua beban hilang. Bertemu dengan orang baru serta sensasi salju pertama secara lengkap! Tidak sia-sialah jauh-jauh dari Padangsidempuan sono ke Kyoto ini 😀 well terlepas dari drama perjalanan

fushimi inari mountain
fushimi inari mountain

Aku juga menemani mereka berdoa di atas gunung. Dua teman yang baru aku kenal bernama Sizuka dan satu lagi aku lupa namanya tapi dia berkata dia akan belajar bahasa Inggris dan akan mengunjungiku ke Indonesia.

Kalau dipikir-pikir lucu juga ya bisa jalan sama padahal tidak saling mengerti tapi bener-bener berkesan loh! Jalan sama-sama nyasar sama-sama terus tidak saling mengerti ngomong apa tapi ketawa sama-sama serta dekat sama-sama. Bahasa isarat jadi andalan tapi happy, bener-bener liburan seru lah di Fushimi INari, lenyap sudah ke stresan 😀

Fushimi Inari
Fushimi Inari

Kalau bukan sama mereka mungkin aku tidak mungkin sampai ke Kumataksha. Kira-kira aku menghabiskan waktu di Fushimi inari shrine selama kurnag lebuh 3 jam mulai dari jam 9 pagi hingga jam 12 siang mulai dari cuaca panas hingga bersalju 0 derajat Celcius.

Fushimi inari Shrine
Shizuka dan aku di Fushimi inari Shrine

Sebenarnya jalan di Fushimi Inari Shrine itu berliku dan menanjak tapi karena menikmati walau semua torinya kelihatan sama jadinya tidak capek malah lebih antusias. Hasil pengamatan saat menelusuri ribuan tori ialah tulisan bahasa Jepang di setiap sisi depan sementara di bagian belakangnya kosong.

Fushimi inari Shrine
Teman di Fushimi inari Shrine

Selain tori yang banyak maka ciri khas lainnya dari Fushimi Inari ialah dua serigala. Nah sebenarnya Fushimi Inari merupakan kuil Shinto (agama di Jepang) yang paling terkenal. Aku juga tidak tahu kenapa begitu terkenal tapi menurutku wajar saja jadi tujuan wisata menarik di Kyoto karena gratis juga karena torinya sendiri yang unik.

Beribu Tori di Fushimi Inari
Beribu Tori di Fushimi Inari

Fushimi Inari Shrine (伏見稲荷大社, Fushimi Inari Taisha) is famous for its thousands of vermilion Toriii gates which straddle a network of trails behind its main buildings, an important Shinto shrine in southern Kyoto.  Fushimi Inari is the most important of several thousands of shrines dedicated to Inari, the Shinto God of rice. (Resoirce from Japan-Guide)

Fushimi inari Shrine
Fushimi inari Shrine

Oh ya selama menaiki Gunung Inari kami sempat dua kali nyasar alhasil aku menanyakan jalan pulang ke sesama wisatawan asing. Sambil bercanda kepada teman Jepang bahwa mereka juga turis bukan orang Jepang karena sama-sama nyasar. Mereka hanya terkekeh saja 😀

shop near fushimi inari
shop near fushimi inari

Satu lagi yang perlu diperhatikan ketika melakukan travelling ke Jepang yaitu jangan sembarangan mengambil photo rumah ataupu orang. Biasanya toko souvenir atau penjual makanan tidak memperbolehkan untuk diphoto. Contohnya photo diatas dikasih tanda tidak boleh di photo walau aku memphotonya diam-diam 😀

Eits tapi jangan ditiru ya 😉

japan traditional houses
japan traditional houses

Hasil dari tanya sesama traveller akhirnya kami mendapatkan jalan keluar yang tidak umum tapi justru menari karena kami melewati bola yang mirip dragon ball, melihat rumah tradisional Jepang sampai pada patung Kwan In emas serta sebuah taman berisi bunga mekar yang mirip Sakura. Pulangnya melewati perumahan sekitar tapi seru-seru saja.

Dragon ball
Dragon ball

Kami berjalan pulang ke arah berlawanan dari pintu utama, bisa dikatakan kami mengambil jalur diluar kebanyakan sehingga membawa kami melihat taman yang berisi Sakura. Tapi saat aku tanya kepada dua teman Jepang apakah itu sakura atau tidak mereka tidak yakin. Walau bukan sakura aku anggap sakura saja walau KW1 soalnya jujur saja aku tidak bisa membedakan Sakura. Tentu saja bukan hanya kami bertiga saja di Taman itu beberapa lainnya ialah pengunjung atau wisawatan asing.

sakura blassom
sakura blassom

Terakhir perjalanan di fushimi inari Shrine Kyoto ialah dengan mencicipi makanan khas Jepang berupa mocha di seharga 216 Yen, es krim green tea seharga 318 Yen serta takoyaki seharga 300 Yen. Kesemuanya dengan teman Jepang yang baru saja aku kenal. Sayangnya harus berpisah dengan mereka karena mereka ingin balik sementara aku harus melanjutkan ke Arashima.

takoyaki

Untuk hari keenam perjalanan trip ke Jepang aku mengunjungi tempat wisata menarik Kyoto seperti Fushimi Inari shrine, arashiyama, nishihongunji temple dan nijojo temple. Pengalaman yang tak terlupakan dan paling istimewa di hari keenam di Kyoto karena untuk pertama kali dalam hidup melihat SALJU dan SAKURA MEKAR KW1.

bunga sakura
Aku dan bunga sakura KW

Rincian pengeluaran hari kedua di Kyoto serta hari kelima trip Jepang ala backpacker gagal

1. Membeli mocha di fushimi inari temple seharga 216 Yen

2. Membeli es krim green tea di fushimi inari temple seharga 318 Yen

3. Membeli takoyaki di fushimi inari temple seharga 300 Yen

4. Harga bus Kyoto untuk tiga kali seharga 690 Yen (karena kartu all day pass hilang)

5 Penginapan murah di Santiago hostel seharga 1600 Yen/malam (female dormitory)

Total Pengeluaran Hari 5 di Jepang = 2324 Yen

fushimi inari
fushimi inari

 Salam

Weeny Traveller

Jelajah sehari kiyomizu dera temple and golden pavilion


Live as if you were die tomorrow.

Learn as if you were to live forever

Mahatma Gandhi

Kinkakuji temple (Golden Pavillon)
Kinkakuji temple (Golden Pavillon)

Hello World Kyoto, 9 Maret 2015 Jam menunjukkkan pukul 11 malam, perjalanan panjang dari stasiun Tokyo ke Kyoto harus terlewat saking capeknya selama dua hari penjelajah di Tokyo sehingga bus menuju ke Osaka. Pelajaran pertama yang aku dapat ketika berada di Jepang yaitu menghargai waktu karena orang Jepang itu benar-benar on time. Jadwal sampai di Tokyo seharusnya jam 7 pagi tapi karena bangunnya jam 7:30 pagi alhasil sudah sampai di Osaka. Disinilah bencana terjadi ketika moodku jadi jelek ketika teman perjalananku seolah menyalahkan keadaan. Karena tidak membeli tiket balik ke Tokyo alhasi ke Kyoto harus memakai tiket batal dari orang sehingga terdapat anonym di tiket. Masih segar diingatan bagaimana perkataan teman perjalananku, “seharusnya supir membangunkan kita kan di tiket ada”, begitulah ekpresi panik dari teman perjalanan yang aku bawa kali ini yang bener-bener membuat “KAPOK”. Haloooo di tiket itu “TANPA NAMA” dan belinya syukur-syukur ada terus salah siapa coba tidur pulas sampai ketinggalan”! Nah itulah tidak enaknya ketika salah memilih teman perjalanan apalagi travellingnya ke negeri orang. Untuk bus malam dari Tokyo ke Kyoto menggunakan bus malam JR bus Grand Dream dengan jadwal keberangkatan 23:00. Untuk kenyamanan sangat nyaman karena ada selimut tapi untuk harga membuat miris hampir Rp900.000. Tapi yasudahlah yang penting sampai di Kyoto walau akhirnya nyasar ke Osaka dulu.

Guest house kyoto
Guest house Santiago Kyoto

Dari Osaka maka naik JR line dengan harga 560 Yen. Lucunya saat memasukkan uang pecahan 1000 Yen untuk mendapatkan tiket JR eeh si kawan langsung mengambil uang kembalian ke kantongnya! Sebenarnya uang 340 yen tidak seberapa tapi attitude nya duh gak banget, punya teman perjalanan yang tidak mau rugi tapi merugikan orang. Bikin stress gak tuh? Terus aku sudah Bete masa bodoh terakhir dia kemana aku kemana. Tapi justru terbaik karena daripada saling merepotkan terus tujuannya beda mending memilih jalan masing-masing.. Ceritanya kayak lebay gitu ya 😀

Mata Uang Japan
Mata Uang Japan

Akhirnya dari Stasiun Kyoto aku dan si kawan itu mencar entah dia kemana aku kemana yang pasti aku mencari penginapan di Santiago Guesthoust Kyoto karena penginapan tersebut masuk rekomendasi penginapan murah di Kyoto. Harga penginapan satu malam di Santiago Guesthoust Kyoto itu 1500 Yen saja tapi mix dormitoty. Saat di Stasiun Kyoto ketika teman perjalanan hilang yang aku lakukan ialah ke pusat informasi untuk mengambil brosur serta bertanya cara ke tempat penginapan. Untuk menuju ke penginapan di Santiago Guesthoust Kyoto sangat mudah yaitu menuju ke terminal stasiun bus Kyoto di line D1 dengan nomor bus 100 karena penginapan tak jauh dari Kiyomizuka temple, salah satu temple yang cukup popular di Kyoto. Sebelum naik bus aku duluan membeli Kyoto all day pass seharga 500 Yen karena berencana mengelilingi Kyoto. Nah saat aku di Kyoto, cuaca dingin buatku karena pertama kali berada di suhu 6 derajat celcius untungnya di bus hangat sehingga cuaca dingin tersebut tidak begitu menusuk.

Sesampai di penginapan Santiago Guesthoust Kyoto aku langsung check in, untungnya penjaga baik banget memperbolehkan aku untuk masuk walau jam menunjukkan jam 9 pagi yang seharusnya waktu check in jam 12. Aku memberikan paspor terus aku langsung menuju ke kamar untuk mandi serta sarapan. Di Kyoto ini, aku antara makan dan tak makan saking jalannya tapi seru sekali jalan sendirian berburu wisata Kyoto.  Puas mandi dan makan lalu aku berjalan ke Kiyomizudera temple, yang tak jauh dari tempatku menginap.

houkanji temple
Houkanji temple

Awalnya aku heran kenapa begitu banyak orang berjalan kaki menuju bukit rupanya ada sebuah objek wisata menarik Kyoto yang tak jauh dari pengiapan. Tak lupa membawa payung akupun menuju ke atas bukit. Seru berjalan kaki ke Kiyomizudera temple karena sepanjang jalan banyak warung makanan, ada temple yang lain serta banyak wisawatan.

Kiyomizudera temple is a UNESCO World heritage site. Make it famous of Kyoto sightseeing sport because cliff like balcony for main hall, supported on an intricate, several story high wooden structure pillars

Beberapa bertemu dengan orang Indonesia malahan aku dikira mahasiswa Jepang lantaran perginya sendiri terus tenang padahal sesama turis juga. Alhasil saling minta tukar photo hahaha. Tapi aku hanya dari luar saja karena jika naik ke atas harus bayar terus cuaca juga kurang bersahabat alhasil aku menuju ke stasiun Kyoto untuk menuju ke objek wisata Kyoto yang aku inginkan yaitu Kinkakuji temple (Golden Pavillon).

Kinkakuji temple (Golden Pavillon) is a UNESCO World heritage site built in 1397 by Shogun Ashikaga Yoshimitsu. Kinkaku (The Golden Pavilion)/Rokuon-ji Temple is a shriden, a Buddist hall containing relics of Buddha. Entry fee for 400 Yen and open from 09:00-17:00. Make it famous of Kyoto sightseeing sport because of its staggered shelves made of bush clover wood and its nanten alcove pillar

tiket masuk ke kiyomizudera temple
Tiket masuk ke kiyomizudera temple

Untuk menuju ke Kinkakuji temple (Golden Pavillon) dari stasiun Kyoto dari line B2 dengan nomor bus 101. Line B2 itu artinya nunggu bus di jalur B2 karena di terminal di depan Kyoto tower ada palang nomor sehingga tinggal menunggu nomor busnya. Sampai Kinkakuji temple (Golden Pavillon) maka aku langsung berjalan ke tempat pembelian karcis. Untuk harga tiket masuk ke dalam Kinkakuji temple (Golden Pavillon) seharga 400 Yen lalu mulailah tour keliling Kinkakuji temple. Sayangnya pas berada di Kinkakuji temple (Golden Pavillon) cuaca hujan sehingga dinginnya minta ampun! Syukurnya banyak teman yang aku kenal di Kinkakuji temple (Golden Pavillon) sehingga asyik saja jalan-jalan. Cuma sebentar aku berada di Kinkakuji temple (Golden Pavillon) terus yang dilihat juga cuma Golden Pavillonnya, tidak begitu luas. Mengamati sekitar Kinkakuji temple (Golden Pavillon) pasti akan lebih seru jika tidak hujan karena aku tidak tahan dingin plus salah kostum akhirnya aku memutuskan untuk balik ke penginapan dan memutuskan mengelilingi Kyoto keesokan harinya karena Fushimi Inari atau Arashima gagal aku kunjungi di hari pertama Kyoto.

Golden Pavillon
Golden Pavillon

Catatan perjalanan Kyoto

  1. Untuk menghemat biaya transportasi selama di Jepang dan ingin pergi dari satu daerah ke daerah lain sebaiknya dengan bus malam. Bus malam bisa diakses di willerrexpress.com dengan booking pakai kartu kredit. Kalau hendak berangkat dari Tokyo ke Kyoto, terminal bus malam berada di Stasiun Tokyo di depan JR Sta. Yaesu South Exit dan unutk kedatangan di depan Nihombashi Exit. Untuk harga bus tergantung tanggal, type bus dan jumlah tempat duduk. Untuk harga satu arah ada beberapa tipe bus untuk JR bus yaitu: Seishun Eco Dream dengan harga berkisar 5000-6000 Yen, Dream dengan harga berkisar 8000-9000 Yen, Premium Dream dengan harga berkisar 7600-9200 Yen dan Grand dream dengan harga berkisar 8000-9600 Yen.
  1. Harga transportasi dari Osaka Station ke Kyoto Station dengan JR Kyoto Line sebesar 560 Yen
  1. Alamat Kyoto Tourist Information Center di JR Kyoto Station 2F, West exit, antara ISETAN dan SUVACO.
  1. Saat di Kyoto sebaiknya membeli Kyoto City Buss passs seharga 500 Yen karena jauh lebih hemat jika ingin keliling Kyoto. Jika ingin membayar perdaerah biaya busnya seharga 230 Yen per sekali turun. Jadi jika bolak-balik sebaiknya membeli Kyoto Ciity Bus pass
  2. Untuk menukar uang di dalam bus Kyoto bisa dengan mata uang Yen dari 100 Yen, 500 Yen dan 1000 Yen. Kalau di dalam bus naiknya dari tengah turunnya dari depan kemudian saat turun uang dimasukkan ke dalam mesin atau jika menggunakan kartu All day pass Kyoto tinggal dimasukkan ke mesin. Nah orang Jepang memiliki sifat untuk membayar pas sehingga jika tidak menggunakan Kyoto all day pass sebaiknya siapkan uang 230 Yen sekali jalan.
  3. Cara ke Bandara Kansai Airport dari stasiun Kyoto melalui JR Tokaido Line transfer di Osaka dengan biaya transportasi 1880 Yen dimulai dari jam 5 pagi hingga jam 11 malam.
  4. Objek wisata menarik di Kyoto itu kebanyakan temple dan banyak sekali sehingga jika berkunjung ke Kyoto sebaiknya minimal 2 hari serta buat daftar wisata yang ingin dikunjungi di Kyoto agar tidak bingung.
  5. Beberapa tempat wisata gratis Kyoto Jepang antara lain Fushimi inari Shrine, jonangu shrine (jangan masuk ke dalam tamannya karena bayar), sake warehouse di Fushimi, Gion area, higashi honganji temple, nishiki food market, museum of ikebana, Fureaikan Kyoto museum of traditional craft, katsura imperial villa, saga toriiimoto area, museum of bamboo, town preservation center, yasaka jinja shrine, Heian jingo shrine, chion in temple, maruyama park, ninnaji temple (kalau musim sakura mekar bayar 300 Yen), kibune shrine, Tetsugakuno michi (path of philosophy).
  6. Beberapa daftar nomor bus Kyoto yang dinaiki beserta tujuan wisata Kyoto dari Stasiun Kyoto
  1. Ngantri di line A1 terus naik bus nomor 5 tujuan wisata Kyoto dengan bus no. 5 ialah municipal museum of art, Heian shrine, Kyoto zoo, nanzenji temple, eikando temple, Ginkakuji temple (Silver pavilion), dan Shugakuin Imperial Villa.
  2. Ngantri di line A2 (berlaku untuk hari sabtu, minggu dan libur) terus naik bus nomor 4, 17, 205 tujuan wisata Kyoto dengan bus no. 4, 17, 2015 ialah Shijo Kawaramachi, Demachiyanagi, Kamigamo Shrine, Ginkakuji, Dan Shimogamo Shrine.
  3. Ngantri di line A3 terus naik bus nomor 206 tujuan wisata Kyoto dengan bus no. 206  ialah Shijo Omiya dan Daitokuji Temple
  4. Ngantri di line B1 terus naik bus nomor 9 tujuan wisata Kyoto dengan bus no. 9 ialah Nishihonganji Temple, Nijo Castle, Kamigamo Shrine
  5. Ngantri di line B2 terus naik bus nomor 50 tujuan wisata Kyoto dengan bus no. 50 ialah Nijo castle, kitano tenmangu Shrine, Ritsumeikan Univ (Ryoanji temple). Naik bus nomor 101 tujuan wisata Kyoto dengan bus no. 101 ialah Nijo Castle, Kinkakuji Temple (Golden pavillon), dan Daikotuji temple.
  6. Ngantri di line B3 terus naik bus nomor 205 tujuan wisata Kyoto dengan bus no. 205 ialah Kyoto Suizokukan (Kyoto Aquarium) dan Kinkakuji temple (Golden Pavillon). Naik bus nomor 208 tujuan wisata Kyoto dengan bus no. 208 ialah Kyoto Suizokukan (Kyoto aquarium).
  7. Ngantri di line C1 terus naik bus nomor 205 tujuan wisata Kyoto dengan bus no. 205 ialah Toji-michi (toji temple).
  8. Ngantri di line C2 dengan  tujuan wisata Kyoto Kyoto katsu bus, tankai bus for katsura, kameoka, amanohashidate areas
  9. Ngantri di line C3 terus naik bus nomor 17  dan 18 tujuan wisata Kyoto dengan bus no. 17  dan 18 ialah kyoto bus for ohara area.
  10. Ngantri di line C4 terus naik bus nomor 16 tujuan wisata Kyoto dengan bus no. 16 ialah Toji temple west gate. Naik bus nomor 19 tujuan wisata Kyoto dengan bus no. 19 ialah Jonangu Shrine. Naik bus nomor 81 tujuan wisata Kyoto dengan bus no. 81 ialah Chushojima. Naik bus nomor 5 tujuan wisata Kyoto dengan bus no. 5 ialah Fushimi inari Shrine. Naik bus nomor 42 tujuan wisata Kyoto dengan bus no. 42 ialah Toji temple east gare. Naik bus nomor 78 tujuan wisata Kyoto dengan bus no. 78 ialah Kujo omiya (toji temple).
  11. Ngantri di line C5 terus naik bus nomor naik bus nomor 33 tujuan wisata Kyoto dengan bus no. 33 ialah Katsura Imperial Villa. Naik bus nomor 33 tujuan wisata Kyoto dengan bus no. 33 ialah Katsura Imperial Villa. Naik bus nomor 73 tujuan wisata Kyoto dengan bus no. 73 ialah Nishikyogoku sport park. Naik bus nomor 75 tujuan wisata Kyoto dengan bus no. 75 ialah Uzumasa toei movieland.
  12. Ngantri di line C6 terus naik bus nomor naik bus nomor 73 tujuan wisata Kyoto dengan bus no. 73 ialah Kyoto bus for arashiyama area via uzumasa toei movieland dan koryuji temple/ bus ke Gunung Hiei
  13. Ngantri di line D1 terus naik bus nomor naik bus nomor 100 tujuan wisata Kyoto dengan bus no. 100 ialah Sanjusangendo temple, national museum, gion, Gojozaka (Kiyomizuka temple), ginkakuji, Kyoto Universitas.
  14. Ngantri di line D2 terus naik bus nomor naik bus nomor 206 dan 208 tujuan wisata Kyoto dengan bus no. 206 dan 208 ialah Sanjusangendo temple, national museum, gion, Gojozaka (Kiyomizuka temple), ginkakuji, Kyoto Universitas, tofukuji temple.
  15. Ngantri di line D3 terus naik bus nomor naik bus nomor 26 tujuan wisata Kyoto dengan bus no. 26 ialah ninnaji temple dan utano.  Naik bus nomor 28 tujuan wisata Kyoto dengan bus no. 28 ialah arashiyama, daikuji temple

Salam  Weeny Traveller