3 Fort Wajib Yang Dikunjungi di India


Lust is a sharp spur to vice, which always putteth the affections into a false gallop.

By Ambrose

MEHRANGARH JODHPUR INDIA

Hello World

Jakarta, 21 Juli 2016

Siapa yang penyuka fort unjuk tangan? Aku merupakan salah satu pejalan yang menyukai fort walau jujur saja baru puas lihat fort itu saat di India. Untuk teman-teman yang memiliki rencana ingin jalan-jalan ke India, maka 3 fort ini wajib dikunjungi karena memang sangat luas, menawan dan sayang untuk dilewatkan.

3 Fort favoritku selama di India

1. Mehrangarh Fort di Jodhpur India

Mehrangarh Fort
Mehrangarh Fort

List pertama yang aku suka fort di India ialah Mehrangarh Fort, dengan harga tiket masuk ke dalam Mehrangarh Fort untuk turis Rs500 termasuk audi listening mengenai sejarah Mehrangarh Fort. Pas mengelilingi Mehrangarh Fort perasaanku udah kaya Putri zaman dulu deh hehhe 😀

Pokoknya pas ke India sempatin ke Jodhpur kemudian tujuan utama harus ke Mehrangarh Fort dijamin terkagum-kagum dengan bangunannya.

2.Ambert Fort

Ambert Fort
Ambert Fort

Urutan kedua untuk Fort Cakep di India itu Ambert Fort di Jaipur. Untuk harga tiket masuk ke Ambert Fort untuk turis Rs500 semtara untuk orang India hanya Rs100 saja. Tapi kalau tidak masuk ke lantai 2 hanya berada di lantai 1 saja maka tidak perlu membayar biaya masuk karena aku dan Yosi waktu itu hanya sampai di bagian gratisnya saja. Hal yang aku suka dari Ambert Fort di Jaipur pada pemandangannya di sekitarnya, ada Danau bahkan ada yang mirip Great Wall versi India. Iya beneran Tembok mengelilingi di depan Fortnya terus Fortnya luas sehingga cukup menguras waktu kami dalam menanjak dan mengelilingi Ambert Fort. Terus siap-siap melihat gajah lewat pas berada di Ambert Fort Jaipur. Tatanan tanamannya, rumput dnegan burungnya terus bangunannya semua indah di Ambert Fort. Pokoknya pas ke India wajib ke Ambert Fort India!

3. Jaisalmer Fort

jaisalmer fort
Jaisalmer fort

Jaisalmer Fort merupakan Fort terjauh yang aku datangi jika diingat kedatanganku dari Kolkata. Bayangin Jaisalmer, daerah tandus yang terkenal dengan Gurun Pasirnya memiliki Fort sekece ini. Sayangnya karena waktu terbatas dan menikmati Gurun Pasir akhirnya aku dan Yosi hanya menikmati Jaisalmer Fort dari luar saja itupun pas kami berjalan dari ujung ke ujung lumayan letih bok! Terus pas di pintu masuknya ada Sapi dan Tuk-tuk, India banget dah! Walau demikian Jaisalmer Fort menurutku indah sekali apalagi pas makan siang dengan pemanadangan Jaisalmer Fort, kurang bahagia apa coba hidup?

Selain ketiga fort di 3 tempat berbeda di India masih banyak lagi daftar fort yang ada di India, sayangnya karena aku hanya mengunjungi 3 fort saja maka ketiga fort inilah yang bisa aku rekomendasikan untuk dikunjungi selama di India.

Ada yang memiliki fort yang disukai?

Salam

Winny

Iklan

FORT CANTIK ITU BERNAMA MEHRANGARH


“Beauty is not in the face; beauty is a light in the heart.”
By Kahlil Gibran

 Mehrangarh Fort
Mehrangarh Fort

Hello World

Jakarta, Juli 2016

Ke India yuk, begitu kataku kepada temanku. Dengan muka datar dan intonasi congkak dia berkata “India kan kumuh?” mgapain lu ke India dan balik lagi Win! Iya India emang kumuh tapi tahu tidak India itu joroknya sebanding dengan indahnya! Terus si kawan hanya bisa geleng-geleng kepala bukan geleng-geleng ala India sambil berkata “Acha”!

Dari semua trip di India yang paling berkesan itu saat di Jodhpur, Blue Citynya India. Orang-orangnya ramah, makanannya enak, lingkungannya bersih dan aku paling suka dengan MEHRANGARH! Yah Fort cantik yang membuatku  terhipnotis. Bayangkan 1 hari di Jodhpur khusus mengellilingi MEHRANGARH tanpa bosan dari ujung ke ujung. Lupakan wisata lain di Jodhpur karena rasanya puas sekali walau hanya mengunjungi Mehrangarh Fort, Jodhpur India.

Mehrangarh Fort
Mehrangarh Fort

Waktu itu tiket masuk Mehrangarh Fort bagi turis Rs500 dan sudah termasuk audio listening berisi informasi tentang Mehrangarh Fort terasa worth it! Bahkan mengalungkan audio listening sambil melihat no tanda di setiap wisata cukup menarik seakan kembali ke masa sejarah tepat di tempat itu.

Kurang nikmat apa coba hidup!

Jangan tanya betapa luasanya Mehrangarh Fort lengkap dengan kuil, hingga museum bahkan kaki lupa berapa langkah mengelilingi Mehrangarh Fort saking asiknya menghabiskan waktu di Mehrangarh Fort, Jodhpur. Jujur saja, Fort pertamaku dan aku sangat puas. Puas lihat budayanya, lihat gambar di dinding Mehrangarh Fort yang unik, lihat bentuk bangunnaya, intinya cakep!

Nah agar penasaran dengan gambaran Mehrangarh Fort yang membuatku terhipnotis. Nih berikut photo-photonya 🙂

Blue City of Jodhpur
Mehrangarh Fort Jodhpur
Mehrangarh Fort Jodhpur
Mehrangarh Fort Jodhpur
Blue City Jodhpur India
Blue City Jodhpur India
Blue City Jodhpur
Blue City Jodhpur
Jodhpur
Mehrangarh Fort Jodhpur
Mehrangarh Fort Jodhpur
Mehrangarh Fort Jodhpur
Mehrangarh Fort Jodhpur
Mehrangarh Fort Jodhpur
Mehrangarh Fort Jodhpur
Mehrangarh Fort Jodhpur
Mehrangarh Fort Jodhpur
Mehrangarh Fort Jodhpur
Mehrangarh Fort Jodhpur
Mehrangarh Fort Jodhpur
Mehrangarh Fort Jodhpur
Mehrangarh Fort Jodhpur
Mehrangarh Fort Jodhpur
Mehrangarh Fort Jodhpur
Mehrangarh Fort Jodhpur
Mehrangarh Fort Jodhpur
Mehrangarh Fort Jodhpur

Gimana?

Mehrangarh Fort Jodhpur Cakep kan?

Salam

Winny

7 Tempat yang Wajib dikunjungi di India selain Taj Mahal


When you find yourself in the thickness of pursuing a goal or dream, stop only to rest.  Momentum builds success

By Unknown

Seven Wonder of the world

Hello World!

Jakarta, Maret 2016

Jika jalan-jalan ke India dipastikan tujuan pertama diburu oleh wisatawan untuk dikunjungi  ialah Taj Mahal yang merupakan symbol Cinta dari Mumtaz Mahal dan Shah Jahan berdiri ditepi Sungai Yamuna. Padahal India tidak sekedar Taj Mahal loh, India memiliki beragam objek wisata menarik untuk dikunjungi mulai dari pegunungan, padang pasir, bahkan sampai kepada heritagenya. Bahkan Budaya India juga menarik untuk diketahui apalagi yang penyuka Bollywood dipastikan India merupakan salah satu bucket list yang hendak dikunjungi. Sama halnya dengan diriku yang merupakan fans berat dari Bollywood walau dulunya ngebet banget lihat Taj Mahal di India karena rasanya perjalanan India tidak akan lengkap tanpa mengunjungi Taj Mahal walau sebenarnya India memiliki banyak wisata menarik untuk dikunjungi selain Taj Mahal. Bagiku sendiri setidaknya masih ada 5 dari 7 tempat wisata India yang membuatku penasaran untuk kembali lagi berpetualang ke India lagi.

Nah buat teman-teman yang mungkin nantinya ingin berkunjung ke India, paling tidak cobalah mengunjungi salah satu dari 7 tempat menarik India.

1.Kashmir

List pertama yang ingin saya kunjungi di india ialah Kashmir. Aku penasaran dengan kashmir tourist places yaitu Sonamarg, Pahalgam dan Indira Gandhi Tulip Garden (Srinagar). Kalau kata orang India “Kashmir itu paradise”, karena Eropanya versi India mirip Swiss katanya sehingg penasaran dengan pegunungan diselimuti salju serta Danau nya. Apalagi banyak sekali film India dengan lokasi shooting di Kashmir. Walau katanya tempatnya kurang aman malah aku penasaran untuk mengunjunginya.

2.Darjeeling

Darjeeling juga masuk kedalam tempat menarik di India yang wajib dikunjungi karena berada Kota diatas dataran tinggi. Aku penasaran untuk mengunjunginya karena membaca suatu tulisan bahwa Darjeeling masuk ke dalam salah satu 50 top wishes place.

3.Simla

Karena menonton film Tamasya aku jadi penasaran untuk mengunjungi Simla, kota yang juga berada di dataran tinggi serta menarik untuk dikunjugi selama di India.

4. Mumbay

Aku penasaran untuk mengunjungi Mumbay karena Mumbay merupakan pusat film Bollywood apalagi aku fans dari Akshay Kumar, manatau kalau jalan-jalan ke Mumbay bisa bertemu dengan Aksay Kumar, atau Shah Ruhk Khan atau abang Amir Khan. Jadi sebagai pusat perfilman Bollywood maka Mumbay merupakan tempat yang wajib dikunjungi di India.

5. Kerala

Tidak diragukan lagi, Kerala menjelma menjadi tempat wisata India must visit karena selain pemadangannya juga suasananya yang menentramkan.

6. Jaisalmer

Trip India

Bagi wisatawan yang ingin melihat Unta dan Padang Pasir, maka wajib sekali mengunjungi Jaisalmer ketika melakukan trip di India. Pengalaman menunggang unta atau hanya sekedar menggenggam pasir di padang pasir merupakan pengalaman tersendiri yang tak bisa aku lupakan. Belum lagi kotanya yang bersih serta bertabur castle maupun Danau. Dan jika berada di Jaisalmer jangan lupa juga untuk mengunjungi Jaisalmer Fort.

7. Jodhpur

Blue City Jodhpur

Bagi penyuka fort maka wajib mengunjungi Jodhpur ketika travelling di India karena kota Jodhpur memiliki penduduk yang baik, makannya enak serta terdapat Mehrangarh fort yang menakjubkan.

Jadi banyak sekali tempat menarik untuk dikunjungi ketika di India, paling tidak aku masih punya 5 top wish yang hendak dikunjungi. Semoga kedepan punya rezeki lagi untuk kembali. Amin 🙂

Salam

Winny

 

Kereta India adalah Hotel kami selama Trip India 7 Hari 7 kota


We must rediscover the distinction between hope and expectation.

By Ivan Illich

Jaisalmer station
Jaisalmer station

Hello World

India, Maret 2016

Banyak yang bertanya “nginap dimana selama di India?”, terus mereka antara kaget dengan tidak percaya ketika aku menjawab “tidur di kereta selama di India”.  Bagaimana bisa selama perjalanan di India 7 Hari 7 kota dengan menginap di kereta? Tidak capek itu? Capek dipastikan iya tapi karena travelling marathon di India sehingga yang tidak mungkin dilakukan akhirnya mungkin dilakukan. Untungnya teman perjalananku kali ini merupakan teman yang bisa beradaptasi dengan lingkungan sehingga diajak susah juga mau yang penting murah. Jadi misi perjalanan di India untuk menjelajah 7 kota dari ujung Kolkata ke ujung Jaisalmer dengan waktu singkat terlaksana. Aku sendiri awalnya merasa ide perjalanan India itu ide gila namun setelah dilewati memiliki pengalaman dan kesan tersendiri. Yang paling tak terlupakan pengalaman tidur selama di kereta, yah kereta India adalah hotel pribadi kami yang selain untuk istirahat kami juga merupakan hotel berjalan kami karena ketika malam hari berangkat maka keesokan harinya kami telah tiba di Kota baru.

Aku di slepere class Kereta India
Aku di slepere class Kereta India

Tapi jangan tanya bagaimana kami mandi di kereta atau ketika menggunakan toiletnya, dipastikan kami tidak pernah bisa mandi di dalam toilet karena tidak memungkinkan bahkan untuk mencoba toiletnya harus berpikir seratus kali karena baunya yang ampun banget bahkan sering menemukan tentara kuning yang mengurungkan niat walau itu sudah kebelet pipis, kalau kata Yosi “mending pipis di celana aja” hahahh walau akhirnya dia pernah juga akhirnya mau tak mau kalah dengan toilet India alias di akhirnya menggunakannya sekali. Begitu juga diriku yang pernah memakai toilet kereta di India dengan berakhir dengan muka jijik.

Note:

Kerjakan kami selama di kerata India setiap malam adalah bongkar isi tas kemudian dibenarin lagi, begitulah kerjaan kami berulang. Tas kami yang tidak terlalu gede juga dijadikan sebagai bantal serta pernah pusing sendiri memuat barang belanjaan karena space tidur jadi berkurang sehingga mengatur siasat untuk pengaturan layout untuk tidur, masuk barang sekalian bisa tidur 😀

tiket kereta India
Tiket kereta India

Rincian Harga Tiket Kereta India selama Backapackeran di India

Hari 1 Trip India : Kolkata, 26 Februari 2016, tiket kereta Kolkata-Varanasi Rs415 dengan sleeper class berangkat jam 20:00 dari Howrah station

Hari 2 Trip India : Varanasi, 27 Februari 2016, dengan dengan sleeper class

Hari 3 Trip India: Agra, 28 Februari 2016, tiket kereta Agra fort –Jodhpur Rs690/2 orang dengan sleeper class

Hari  4 Trip India: Jodhpur, 29 Februari 2016,  tiket kereta Jodhpur – Jaisalmer Rs410/2 orang dengan sleeper class

Hari 5 Trip India: Jaisalmer, 1 Maret 2016, tiket kereta Jaisalmer – Jaipur Rs680/ 2 orang dengan sleeper class

Hari 6 Trip India: Jaipur, 2 Maret 2016, tiket kereta Jaipur-New Delhi Rs Rs 470/2 orang dengan sleeper class

Hari 7 Trip India: New Delhi, 3 Maret 2016, tiket kereta New Delhi-Kolkata 2500/ orang dengan type 3 AC

Hari 8 Trip India: Kolkata, 4 Maret 2016

varanasi train station
Stasiun kereta Varanasi

Selama tidur di kereta banyak sekali pengalaman suka duka yang aku dan Yosi alami. Mulai dari bau pesing ketika tidur dekat dengan toilet sampai berkenalan dengan beberapa sesama travel. Paling tidak aku dan Yosi pernah mencoba dua jenis tempat tidur selama kereta India yang pertama ialah type sleeper untuk kasta menengah ke rakyat jelata dan yang kedua ialah tye 3AC yang kasta middle ke atasnya India. 7 kali naik kereta kami 6 kali tidur di kelas sleeper dan sekali kelas 3AC, anehnya kami malah menyukai kelas sleeper.

Lalu apa perbedaan kelas sleeper India dengan 3AC? yang pasti di harga, kelas 3AC dua kali lipat harga kelas sleeper, kemudian di 3AC setiap jam dipastikan mendapatkan makanan, ada AC serta dikasih bantal dan selimut. Kalau di Kelas sleeper hanya ada kipas, tidak ada bantal dan selimut serta tidak ada makanan. Selama di sleeper dipastikan hidungku dan Yosi selalu kemasukan debu karena kipasnya jorok, namun pengalaman nginap di kelas sleeper lebih menarik daripada di 3AC, kenapa? Karena di sleeper orangnya ramah-ramah, melihat kehidupan India sebenarnya serta dipastikan murah.

Di kelas sleeper banyak sekali asongannya mulai dari penjual Chai, makanan hingga yang mau perbaikan resleting tas. Pelajaran berharga selama di kelas sleeper ialah jangan lupa membawa selimut karena dipastikan sangat dingin ketika malam hari. Terus di kelas sleeper terdiri dari 8 dalam satu baris, 3 baris dengan dua susun yang saling berhadapan serta dua di pojokan.

Pengalamanku selama di kerata India tidurnya selalu di upper class serta sekali dibawah, dan tidur dibawah tidak nyaman sama sekali. Ketika di upper lebih leluasa walau harus manjat dengan tangga besinya tapi cukup menarik.

Kereta di India
Yosi di dalam Kereta di India

Pengalaman yang tak terlupakan lagi yang berhubungan dengan kerata India adalah system membeli tiket kereta India. Paling tidak aku dan Yosi berhasil membeli tiket India dari Varanasi ke Agra melalui website cleartrip dari Jaipur Agra ke Udaipur walau akhirnya kami membatalkan ke Udaipur karena ingin ke Jaisalmer dan Jodhpur. Tiket kami ke 5 kota yaitu mulai dari Agra ke Jodhpur lalu ke Jaisalmer lalu ke Jaipur terus berakhir ke New Delhi sangat mulus karena kami membeli di stasiun Varanasi. Belilah tiket kereta di stasiun Varanasi karena cepat dan mudah. Tidak seperti pengalaman membeli tiket di Kolkata di Eastern Railaway di area City, kami kena marahan dari bapak karena mengisi formulir tiket terlalu banyak begitu juga ketika membeli tiket di Jaipur dengan berakhir dengan muka dongkol karena dikerjain mengenai masalah fotocopy passport yang semuanya menjadi bumbu perjalanan kami selama di India.
Belum lagi cara kami membaca tiket kereta India dimulai dari dimana lokasi tempat di kereta, peron berapa, tunggu dimana hingga benar tidak kerata yang kami naiki sampai jadwal kedatangan dan berangkatnya kereta.

Semuanya kami pelajari secara otodidak!

Jaipur train station
Jaipur train station

Pengalaman seru dengan kerata India ketika menunggu di stasiunnya. Banyak orang India yang tidur di stasiunnya walau tanpa alas serta banyaknya supir ricksaw yang akan siap memegang tangan ketika keluar.  Yang paling terharu lagi saat berada di stasiun ketika menemukan restauran yang ada wifinya saat itu kami mencoba launge nya stasiun New Delhi dengan membayar Rs300 kemudian bisa internet sepuasnya, ada chai terus kamar mandi bersih numpang mandipun bisa.

Intinya pengalaman di kerata India it gado-gado, senang bercampur lucu juga ada dukanya tapi tetap dirindukan, jadi yang punya stamina berlebih bolehlah mencoba rasanya bepergian ke India dari satu kota ke kota lainnya, lumayan menghemat penginapan 🙂

india train
Kereta India

Salam

Winny

 

Kolkata dan Perjalanan Terakhir di India


Do not chase people, be you and do your own thing and work hard/ The right people who belong in your life will come to you and stay

By Wu Tang

Qutub Minar

 

Hello World!

Kolkata, 4 Maret 2016

Perjalanan dari New Delhi ke Kolata dengan kereta di kelas AC Third berbeda dari kelas sleeper yang biasa kami naiki sepanjang jalan. Tidak sekotor sleeper dimana setiap hari dipastikan hidungku kotor dengan debu dari kipas angina kereta, di kelas AC third memiliki central AC dan begitu dingin ditambah bantal dan selimut. Entah kenapa dalam perjalanan ke Kolkata di dalam kerata si Yosi berceloteh “Win, aku rindu tidur di kelas sleeper”! Lalu aku menjawab “sama, rindu menggembel di sleeper”. Mungkin otak kami berdua sudah mulai miring karena dengan kondisi sedikit lebih bersih dari kelas slepper, paling tidak AC third merupakan kelas menengah ke atas buat orang India karena di India status itu begitu diperhatikan, nah pas kami di AC Third kami malah tidak suka pdahal setiap jam hampir makanan gartis disajikan, minuman malahan kami rindu di kelas sleeper yang kadang kala bau pesing tapi kami rindu jadi rakyat jelata. Paling tidak di sleeper orang-orangnya jauh lebih ramah dibandingkan dikelas 3AC! Kami bahkan bosan dijamu dengan makanan yang datang tiap detik!

Belum lagi melihat tingkah lelaki dibawah kami yang sok, sebenarnya mereka penasaran dengan kami tapi karena gengsi akhirnya mereka sok gaya. Untungnya karena kesokan mereka kami yang harusnya tidur di baris bawah akhirnya berada di atas. Aku dan Yosi saling berhadapan tidurnya sambil berjabatan tidak percaya kami sudah melalui 7 Kota 7 hari di India, antara percaya dan tidak serta hari terakhir kami di India berakhir di Kolkata, tempat memulai perjalanan kami.

Dari New Delhi ke Kolkata begitu jauh perjalanan karena kami sampai di Kolkata jam 13:35 di Sealdah station, berbeda dengan stasiun Howrah, tempat kami meninggalkan Kolkata. Di Sealdah station begitu ramai dengan penduduk terus aku dan Yosi keliling di Pasar Sealdah unutk membeli sari Rs200 lalu naik bus ke Suddar Street dekat New Market Kolkata dengan harga bus Rs10 untuk janjian bertemu teman tepatnya Spanish Café. Untuk ke Suddar Street, kami harus menggendong tas berat kami berjalan kaki melewati pasar hingga menemukan Café tersebut yang memiliki wifi gratis. Aku mengeluarkan uang makan Rs 100, serta menu dari Café kebanyakan masakan Spanyol. Gegara wifi gretongan aku dan Yosi seakan menikmati waktu di Kolkata tanpa berburu wisata lainnya hingga jam 5 sore kami bertemu dengan Dizzi, CS Kolkata yang merupakan photographer. Akhirnya kami malah asyyik bercerita hingga jam 6 malam. Bersamanyalah kami ditemani mencari oleh-oleh makanan di New Market serta menemani kami. New Market Kolkata di malam hari ibarat pasar malam yang ramianya minta ampun, India memang luar biasa padatnya seakan melihat pasar malam Indonesia.

Oleh-oleh di Kolkata
Oleh-oleh di Kolkata

Kami dibawa kesalah satu toko beli oleh-oleh Rs580 berupa manisan India dan Rosellas yang berisi air. Awalnya aku seakan ragu-ragu kalau manisan di dalam kaleng dengan air tersebut akan lolos di imigrasi tapi akhirnya beli juga. Barulah jam 7 malam aku dan Yosi berangkat ke Bandara Netaji Subhash Chandra Bose International Kolkata karena penerbangan kami kembali jam 12 malam.

Terus dengan Dizzi pula menyarankan naik bus ke Bandara dengan bus Rs40, yang sangat murah meriah. Beruntungnya kami bertemu dengan Dizzi, CS Kolkata yang baik hati.

Perjalanan dari New Market ke Bandara sekitar 2 jam dengan bus, serta busnya amat sangat padat. Gilanya aku dan Yosi tidak tahu bahwa bandara sudah lewat padahal jam sudah menunjukkan jam 10 malam akhirnya aku dan Yosi keluar dari bus setelah menanyakan orang India dimana bandara yang rupanya kelewatan sedikti. Panik dan sesak pipis waktu itu! Hingga akhirnya aku dan Yosi memutuskan naik taxi Rs50 berdua karena dekat. Beruntungnya kami masuk sampai juga ke Bandara Netaji Subhash Chandra Bose International Kolkata lalu menuju ke Imigrasi India.

Bandara Kolkata
Bandara Kolkata

Pas Imigrasi India, aku salah masuk di tempat laki-laki karena di India berpisah masuknya laki-laki dan wanita. Nha pas Imigrasi terjadi insiden dimana manisan Rosellasku berisi air dicegat, mengingat Rs580 akhirnya kalengnya aku buka airnya kubuang terus ku scan ulang barulah aku bisa masuk dengan barangku yang membuatku rempong. Lain masalahku lain masalah Yosi, Yosi harus membayar bagasi Rp300.000 karena dia kelebihan bagasi 13 Kg, punyaku sebenarnya 9 Kg hanya saja aku keluarkan oleh-oleh sehingga tasku hanya 5,4 kg saja. Si Yosi kelihatan sebel akan adegan bagasi itu tapi jadi pelajaran berharga untuk tidak membawa barang banyak khususnya baju saat bepergian, capek rempong bok!

Akhirnya perjalanan India kami berakhir dengan penuh drama, bahagia, senang, sedih, khawatir, ditipu-tipu, terus bertemu orang baik bercampur seperti gado-gado perjalanan yang tak terlupakan!

Anehnya kekotoran India sebanding dengan keindahannya!

India, aku jatuh cinta!

Rencana Perjalanan dan Budget di Kolkata, 4 Maret 2016

12:35am Tiba di Kolkata
12:35 pm – 14:00 pm Sealdah rail station di Kolkata
14:00 pm – 18:00 pm Keliling Kolkata
19:00 pm – 21:00pm ke Bandara Netaji Subhash Chandra Bose International Jam 9 malam terbang ke Jakarta

Rincian Itenarary dan Budget Trip di Kolkata, 4 Maret 2016

14:00 Tiba di Stasiun Seladah Kolkata

14:00 – 16:00  Keliling pasar Sealdah, beli sari Rs200 bus Rs10

16:00 – 17:00 Ke Spanish Café di Suddar Street, makan Rs 100

17:00 – 19:00  Wifi gratis di Spanish Café bertemu dengan Dizzi CS Kolkata lalu beli oleh-oleh Rs580

19:00 – 21:00 ke Bandara dengan bus Rs40, lalu naik taxi Rs30.

Biaya pengeluaran Hari kedelapan Kolkata Perjalanan Backpacker Ke India

Sari Rs200, bus dan makan siang Rs110, oleh-oleh Rs580, bus ke Bandara dan Taxi Rs 70 = Rs 950

Highlight objek wisata Hari kedelapan Kolkata

Hanya bisa melihat New Market dan beli makanan khas Kolkata di hari terakhir di India, bermula dari Kolkata berakhir di Kolkata

 

Salam

Winny

Perjalanan ke Qutub Minar New Delhi


The way to develop self-confidence is to do the thing you fear and get a record of successful experiences behind you

By William Jennings Bryan

Qutub Minar New Delhi India

Hello World

New Delhi, 3 Maret 2016

Jam 7 pagi kami sudah sampai di Stasiun Old Delhi dengan rasa lapar. Tidak seperti stasiun lainnya, stasiun Old Delhi merupakan stasiun terbesar yang pernah kami kunjungi selama di India. Bahkan stasiun kereta tempat kami turun di Old Delhi memiliki McDonald, paling tidak sepanjang 6 Kota yang dilalui di India mulai dari Kolkata, Varanasi, Agra, Jodhpur, Jaisalmer dan Jaipur baru di Old Delhi kami mendapatkan restaurant fast food. Aku dan Yosi langsung memesan makanan dan yang aku pilih berupa Burgernya yang rasa India banget.

Old Delhi station
Old Delhi station

Di stasiun Old Delhi pula kami membongkar pakaian kami dan aku dengan ide gilaku menukar baju di stasiun Old Delhi, maklum sebagai turis kere yang tidak memiliki tempat untuk menginap maka segala fasilitas harus dimanfaatkan. Kemudian aku dan Yosi memutuskan ke Red Fort, salah satu Unesco Heritage berada tak jauh dari stasiun Old Delhi dengan rickshaw Rs50. Rupanya rickshaw yang kami tumpangi beragama Sikh, terus pas berhenti di rumah ibadahnya dengan dia berhenti sambil mengusap tanah sambil mencium tangannya. Duh beneran dah baru di India aku melihat agama Hindu campur Islam! Aneh tapi nyata namun aku tidak mau mengomentari banyak tentang agama karena itu sangat sensitive.

Red Fort Old Delhi
Red Fort Old Delhi

Sesampai di Red Fort, Old New Delhi ternyata aku dan Yosi malah mencari toilet karena kebelet akhirnya kami menelusuri pasar lama Old Delhi hingga berjalan ke tempat peribadatan Sikh tadi, disinilah kami mendapatkan toilet bersih. Di peribadatan Sikh aku pertama kali melihta kegiatan agamanya yang baru seumur hidup kulihat. Untungnya mereka sangat ramah, dan mengetahui agma Sikh dengan tanda orang India memakai sorben. Si Yosi sampai komen “ini peninggalan Joda Akbar kali” terus aku bilang “mungkin”. Terus kami naik richshaw lagi menuju ke Jama Masjid tak jauh dari Chandni Chowk, Old Delhi.

Chawri Bazar India
Chawri Bazar India

Pas di depan pintu masuk Jama Masjid, aku dan Yosi malah sarapan pagi dengan harga Rs 438/2 orang terdiri dari Matton Rs150, chicken biryani rs150 dan beef Korm. Kami makan daging sepuasnya dan rasanya nikmat sekali, merupakan masakan Muslim pertama yang aku makan selama di India. Memang Old Delhi mempunyai wisata andalan seperti Red Fort, Jama Masjid dan pasar tradisional sehingga tidak heran banyak sekali penginapan disekitar Old Delhi.

Indian food
Indian food

Setelah kenyang aku dan Yosipun masuk kedalam Jama Masjid. Tapi masuk kedalam Jama Masjid harus bayar alhasil aku dan Yosi mengurungkan niat masuk kedalam Masjid Jama, Old Delhi. Kami berubah haluan ke Qutub Minar, yang direkomendasikan sepupuku Bang Rahmat ketika aku di Medan. Di Jama Masjid kami berkenalan dengan dua orang turis Jepang dan mereka menujukkan cara ke Qutub Minar yaitu dengan Naik Metro India (Metro=kereta bawah tanah).

Jama Masjid
Jama Masjid

Dari Jama Masjid kami berjalan ke Metro melewati Chow Bazar, disinilah kami melihat betapa padetnya orang India, tidak sia-sia menjadi rangking kedua dunia dengan kepadatan penduduknya. Sesampai di Metro aku dan Yosi membayar Rs10 menuju ke stasiun Qutub Minar dari stasiun Chow Bazar.

Metro MRT India
Metro MRT India

Saat berada di dalam kereta, ampun padatnya. Pengalaman naik kendaraan umum di India ibarat naik kereta Jakarta di pagi hari, padat kayak ikan sarden. Untungnya aku dan Yosi bisa bertahan hingga sampailah di stasiun Qutub Minar.

Chawri Bazar India
Chawri Bazar India

Saat keluar dari stasiun Qutub Minar, aku dan Yosi malah istirahat dibawah pohon rindang sambil makan jeruk yang dibeli Yosi saat di Chow Bazar. Saat itu ada bapak penjual batu maka kami bertiga pun makan jeruk dipohon rindang dan melupakan teriknya matahari. Si bapak lalu memberikan kami batu sebagai terimakasihnya karena kami memberikan jeruk kepadanya. Pengalaman berbagi dimanapun memang sangat luar biasa.

Puas istirahat, aku dan Yosi pun berjalan kaki ke stasiun bus tapi karena kelamaan akhirnya kami naik rikshaw ke Qutub Minar dengan harga lokal Rs20, fantastis tarif rickshaw termurah yang pernah kami naiki setelah naik richshaw di Jaipur dari Danau Jal Mahal ke Hawa Mahal.

Qutub Minar
Qutub Minar

Sesampai di Qutub Minar kamipun menemukan toilet untuk mandi. Seperti biasa kami sangat bahagia ketika mendapatkan toilet bersih untuk mandi. Akhirnya aku dan Yosipun mandi di toilet umum depan Qutub Minar seharga Rs20.

Mandi di Toilet Umum
Mandi di Toilet Umum

Setelah segar dan harum, kamipun membeli tiket masuk Qutub Minar seharga Rs 250 lalu menyimpan bagasi kami di tempat locker dengan harga Rs50. Memasuki Qutub Minar pemandangannya sangat menakjubkan, tak salah jauh-jauh kami datang ke New Delhi. Di Qutub Minar juga terdapat makam juga serta reruntuhan yang memukau.

Sungguh pengalaman yang menakjubkan!

Qutub Minar
Qutub Minar

Rencana Perjalanan dan Budget Backpacker ke New Delhi

3 Maret 2016 06:00 Tiba di New Nelhi
3 Maret 2016 06:00  – 09:00 ke  Red Fort di Opposite Chandni Chowk, Old Delhi. Rs250
3 Maret 2016 09:00  – 10:00 Jama Masjid di Opposite Chandni Chowk, Old Delhi. Near the Red Fort free
3 Maret 2016 10:00 am – 12:00 am Humayun’s Tomb di Nizamuddin East. Near the Nizamuddin train station, off Mathura Road. Rs250
3 Maret 2016 12:00 am – 13:00 pm India Gate di Rajpath, near Connaught Place, New Delhi. free
3 Maret 2016 13:00 pm – 14:00 pm Gandhi Samadhi di 5 Tees January Marg, central New Delhi free
3 Maret 2016 14:00 pm – 17:00 pm Qutb Minar di Mehrauli, south New Delhi Rs250
3 Maret 2016 18:00 pm -19:40 pm Ke stasiun kereta New Delhi Rs2100
3 Maret 2016 19:40 pm – 12:35 am Perjalanan New Delhi-Kolkata (New Delhi railway station to Sealdah rail station)

 

Qutub Minar
Qutub Minar

Realisasi Perjalanan dan Budget Backpacker ke New Delhi

Hari ketujuh New Delhi, 3 Maret 2016

07:00 Sampai di Stasiun New Delhi

07:00 – 08:40 Makan di stasiun New Delhi MCD nya Rs 138,2 / 2 orang. MCD rasa India.

08:40 – 09:00 Ke Agra Fort dengan rickshaw Rs50 dari stasiun New Delhi

09:00 – 10:00 ke rumah ibadah Agama Sigh. Lalu naik Rickshaw Rs50 ke Jama Masjid.

10:00 – 11:00 Makan pagi di depan Jama Masjid, New Delhi Rs 438/2 orang. Matton Rs150, chicken biryani rs150 dan beef Korm.

11:00 – 13:00 Jama Masjid

13:00 – 14:00 jalan kaki dari Jama Masjid melewati Chow Bazaar terus ke Metro. Dari Chow Bazaar naik metro ke Qutub Minar Rs10

14:00 – 14:30 Makan jeruk dengan Bapak India penjual batu dekat satasiun Qutub Minar

14: 30 – 17:00 ke Qutub Minar dengan rickshaw Rs 10, mandi di toilet umum di Qutub Minar Rs20, locker untuk tas kami Rs 50, tiket masuk ke dalam Qutub Minar Rs 250.

17:00 – 18:00 Ke tasiun new Delhi dengan metro Rs20.

18:00 – 19:30 Jasa Launge kereta Rs150 bisa pake wifi, ada toilet bersih dan minum Chai. Disini kami hampir ketinggalan kereta saking asyiknya berwifi ria.

19:30 – 19: 40 lari ke peron dan masuk dari A3 Ke kelas B3 karena kami berada di 3AC

Qutub Minar
Qutub Minar

Biaya pengeluaran Hari ketujuh New Delhi Perjalanan Backpacker Ke India

Rickhsaw Rs35, MCD Rs51,9, makan pagi Rs 220, metro 40 Rs,masuk ke Qutub Minar Rs250, jasa launge Rs150, locker mandi Rs 70, kasih tips ke petugas kereta Rs100= Rs1275

Highlight objek wisata Hari ketujuh New Delhi

Di hari ketujuh New Delhi, kami bisa mengunjungi objek wisata New Delhi berupa Red Fort, Jama Masjid, Chow Bazar dan Qutub Minar.

Salam

Winny

Hawa Mahal dan Ambert Fort, Dua Objek wisata Jaipur “Pink City”


There are two types of people who will tell you that you cannot make a difference in this world: those who are afraid to try and those who are afraid you will succeed. 

By Ray Goforth

Hawa Mahal, Jaipur India

Hello World

Jaipur, 2 Maret 2016

Jam menunjukkan 5 sore, aku dan Yosi sudah berada di dalam kereta menuju ke Jaipur dari Jaisalmer. Untuk pertama kalinya kami berdua berada begitu cepat di dalam kereta hingga kami bisa melihat pemandangan dari luar jendala kereta. Saat melewati dua stasiun kmai melihat banyak sekali tank militer India, rupanya daerah Jaisalmer dan merupakan perbatasan India dan Pakistan. Hingga kereta kami berhenti di stasiun bernama Pokaran tiba-tiba seorang lelaki tinggi datang memecah lamunanku dan Yosi karena bangku yang kami duduki merupakan miliknya karena aku Yosi berada di atas tiga deret dari bangku bawah. Dengan ramah pria tinggi itu menyapa kami dan kamipun mulai bercerita. Panjang lebar cerita kami disepanjang perjalanan hingga akhirnya Yosi pindah ke tempat tidurnya paling atas, Yosi stress memikirkan kerjaan. Sementara aku dan pria tinggi itu malah asyik bercerita, mulai dari film Bollywood hingga tentang Hindu. Dia begitu kaget melihat pengetahuanku tentang film dan artis Bollywood hingga lagi-lagu India yang aku hapal, maklum sebagai masa kecil di tahun 90an, Film India itu terdoktrin sekali jadi tidak heran aku sedikit tahu tentang film India zaman dulu. Untuk Hindu sendiri aku tahu dari film Mahadewa yang baru-baru aku tonton. Intinya berbicara dengan pria yang berumur 29 tahun itu sungguh menarik. Pria itu bernama Mahipal, seorang pria India yang bekerja sebagai polisi dan beliau sangat baik hati, dia juga menawarkaku roti dan cham-cham yang khsus dibuat ibunya. Lagi-lagi merasakan kebaikan orang India! Hingga akhirnya aku kembali ke atas, tempat dudukku berada.

Jaipur Railway stastion
Jaipur Railway stastion

Jam 5 pagi, aku dan Yosi sudah tiba di Jaipur, kedatangan yang cukup cepat dari semua tempat yang kami kunjungi. Jaipur adalah tempat ke 6 selama 6 hari trip di India kami. Dan di Jaipur kami telah menggunakan CS dengan host bernama Aslam dengan referensi 12 orang dengan respon positive. Di stasiun Jaipur kami menunggu Aslam untuk dijemput dengan mobilnya yang dia berjanji akan menjemput jam 7 pagi. Jam 7 kami menunggunya didepan patung Mahadma Gandhi yang ada di depan stasiun tapi sebelumnya aku dan Yosi sudah sarapan pagi di depan stasiun Jaipur.

Sarapan pagi kami
Sarapan pagi kami

Jam 7 barulah Aslam datang dengan mobilnya yang rupanya kami dapat “zonk”, di Aslam ini merupakan tourguide. Aku dan Yosi sudah curiga karena poster Trip Advisor dimobilnya dan benar kami berdua dibawa kerumahnya lalu dia menawarkan jasa tourgudie Rs1000 seharian keliling wisata Jaipur. Karena sudah terlanjur diajak ke rumahnya yang juga sekalian hotel di lantai 3 nya, akhirnya aku dan Yosi mandi ditempatnya lalu minta diantarkan ke Hawa Mahal, iconicnya Jaipur. Dan tahu berapa yang harus kami bayar kepada si Aslam kumpret dari rumahnya ke Hawa Mahal Rs500, padahal harga normal dari stasiun ke Hawa Mahal naik Rickshaw RS100 saja dan naik bus cuma Rs10. Asli kami merasa di tipu-tipu memang sih dia mengantar kami ke stasiun Jaipur untuk membeli tiket dari New Delhi ke Kolkata tapi tetap menyebalkan ketika yang harusnya situs pertemanan jadi situs komersil. Yang paling geram adalah Yosi karena membeli cincin KW seharga Rs750.

Aslam, Cs Tukang Tipu
Aslam, Cs Tukang Tipu

Karena sudah terpaksa bayar Rs500 berdua akhirnya kami minta tolong diantar ke stasiun. Nah di stasiun betapa sebelnya aku karena penjaga loket mengaruskan memiliki fotocopy passport untuk pembelian tiket kereta padahal Yosi sudah punya. Yang paling membuatku marah tingkat dewa ketika aku disuruh memphoto copy passport ku terus tidak jadi, padahal aku sudah cari tukang potocopyan terus copy passport Yosi hanya untuk dicoret saja. Saking muka sebelku dua cowok asing antri dibelakangku ikut merasakan kegeramanku karena mereka kaget juga kalau pembelian tiket kereta wajib ada fotocopy passport. Ya kali kami sudah beli pas di Varanasi tidak perlu fotocopy cukup passport asli saja. Alhasil aku memasang muka sebel yang membuat si Aslam tahu kalau aku lagi BT, sekalian BT ama dia. Hingga akhirnya kami diantar tepat di Old City, akhirnya aku dan Yosi lepas dari jeratan sipenipu! Walaupun gak ikhlas sih uang ludes Rs250!

Dari simpang Old City, kami sempat mampir karena Yosi membeli sari untuk mamanya hingga kami berhenti untuk membeli lassi Rs20. Aku adalah salah satu penyuka Lassi, jadi minum Lassi ibaratnya mengembalikan mood lagi. Setelah itu barulah kami berjalan lagi hingga sampai di Hawa Mahal, salah satu Unesco Heritage. Di depan Hawa Mahal yang berupa dinding tok saja kami berpuas ria menikmati sekitar. Aku juga bingung kenapa Jaipur identic dengan Pink City padahal warnya lebih ke orange dan rumah penduduk sedikit yang berwarna pink kecuali di area Old City lumayan banyak yang berwarna orange.

Lassi
Lassi

Lalu aku dan Yosi naik ke tangga yang berada di pasar di depan Hawa Mahal, karena sepertinya spot itu merupakan spot terbaik untuk mengambil photo Hawa Mahal. Kamipun menyeberang dan menaiki anak tangga terus tadaaaa “pemandangan Hawa Mahal” dari depan. Pas kami sedang asyik menikmati Hawa Mahal kami berkenalan dengan Mohit yang bekerja di salah satu toko ditempat kami memandangan Hawa Mahal. Mohit pula yang mengajari kami pakai sari serta mentraktir kami Chai hingga diajak ke toko temannya untuk makan siang. Aku dan Yosi akhirnya makan bersama Mohit dan Bim alias Jordan, temannya si Mohit. Aku menyebutnya Bim karena mukanya yang mirip pemain film Mahabrata Bim. Berutugnya kami  karena lepas dari si penipu kami malah bertemu dengan orang baik malahan kami boleh menitip tas kami baru kami pergi ke Ambert Fort. Mohitlah yang mengajari naik bus Rs10 ke Ambert Fort.

Hawa Mahal
Hawa Mahal

Jam 2 siang aku dan Yosi baru menuju ke Ambert Fort, objek wisata Jaipur lainnya. Jaipur sebagai ibukota Rajashtan memang lumayan padat dan memiliki magnet tersendiri untuk dikunjungi.Selain masuk dalam segitiga perjalanan untuk backpacker pemula ke India “New Delhi, Agra, Jaipur” juga sangat kental dengan budaya Rajashtan. Fort nya ada banyak serta terkenal dengan jewelry dan silk! Aku dan Yosi tidak muluk-muluk untuk menjelah objek wisata Jaipur dalam sehari yang pasti kami hanya ingin ke Hawa Mahal dan Ambert Fort.

Ambert Fort Jaipur Rajahstan
Ambert Fort Jaipur Rajahstan

Di ambert Fort, betapa kagumnya aku akan keindahan serta tangga yang terbetang di pegunungan. Mirip Tembok Besar, Great Wall nya India menurutku. Aku takjub karena jauh-jauh aku ke Great Wall China hanya melihat tembok tok yang ok lumayan luas tapi di Ambert Fort aku menemukan sekaligus Istananya lengkap dengan tangga di atas pegunungan serta Danau di depannya ditambah merpati yang sering terbang ditas Ambert Fort. Memang Fort maupun castle nya India itu emang menakjubkan menurutku! Hingga aku dan Yosi menikmati perjalanan ke dalam Ambert Fort. Sesekali kami melihat Gajah yang berjalan di Ambert Fort hingga kami juga mencoba Chai dari Bapak yang tidak memiliki lengan. Kami sangat takjub dengan semangat bertahan hidupnya dengan menjual Chai dengan keterbatasan yang dimilikinya, Bahkan Yosi yang tidak suka minum sembarangan akhirnya minum Chai juga walaupun akhirnya membuat kami berdua terkena diare. Tapi anehnya kami menikmati moment menjelajah Ambert Fort. Hampir 3 jam kami habiskan waktu di Ambert Fort.

Ambert Fort
Ambert Fort

Di depan Ambert Fort aku juga membeli souvenir khas Jaipur. Lalu akhirnya kami memutuskan untuk kembali ke Hawa Mahal. Tapi pas ditengah jalan perhatian kami berhenti kepada Danau Jal Mahal yang berisi kegiatan masyarakat India di sore hari serta banyak sekali penjual di depan Taman depan Danau Jal Mahal.

Jaipur Souvenir
Jaipur Souvenir

Akhirnya aku dan Yosi malah berhenti dan menikmati pemandangan di Jal Mahal, Danau yang mampu  menghipnotis kami untuk mengamati pemandangan sekitar sekaligus mencoba cemilan street food India, padahal kami sudah diare tetep tidak kapok.

Danau Jawa Mahal
Dua pria di Danau Jawa Mahal

Saat menikmati pemandangan Danau Jal Mahal, eeh dua pria India mendekati kami. Satu bernama Dep dan satu lagi bernama Rahul. Terus berkenalan dan langsung dah jadi teman hingga cerita panjang lebar. Serunya mereka sangat baik hati memberikan tethering wifi nya kepada kami. Maklum sebagi fakir wifi kami sangat senang mendapatkan wifi gratis, plus teman baru. Hingga jam 7 malam kami harus pulang mengambil tas yang telah kami titipkan di tempat Bim, temannya Mohit.

Jal Mahal Lake Jaipur
Jal Mahal Lake Jaipur

Setelah sampai di tempat Bim, kami sempat belanja sari dan baju Gujarat dengan harga sangat murah. Saking murahnya nyesel beli sedikit barulah aku dan Yosi ke Jaipur railway station dengan harga Rs150/2 orang.

Untuk jadwal kereta kami dari Jaipur ke New Delhi jam 12 malam dan kami telah sampai di stasiun jam 9 malam. Karena di India tidak baik wanita berkeliaran dimalam hari. Nah pas di stasiun si Yosi stress berat karena kameranya tertinggal di tempat Bim. Lalu kami menghubungi Bim dan untungnya si Bim sangat jujur dan mengatakan kamera Yosi memang tertinggal ditempat Bim. Double untungnya ada orang india bernama Dewa yang keretanya jam 11 malam malah menemani Yosi mengambil kamera Yosi ke tempat Bim yang tak jauh dari Hawa Mahal. Kami benar-benar berutung hari ini terutama Yosi setelah adegan penipun di pagi hari malam harinya malah bertemu orang super baik yang menemani mengambil kameranya padahal bisa saja kan orang itu ketinggalan kereta. Tapi begitulah India, banyak penipu dan banyak yang baik hatinya!

Ambert Fort
Ambert Fort

Itenarary Awal Backpacker Jaipur

1-Mar-16 04.50 Arrived in Jaipur Station
1-Mar-16 07:00  – 11:00 Amber Fort and Palace Rs200 Elephant rides are 900 rupees for two people. “Amber by Night” is 100 rupees per person.
1-Mar-16 11:00 – 13:00 City Palace di Chokri Shahad, Old City, Jaipur Rs300 Tiket masuk, kamera 200 Rupee. Terdiri dari Chandra Mahal dan Mubarak Mahal
1-Mar-16 13:00 – 14:00 Hawa Mahal Palace of the Winds di dekat Next to the City Palace Rs50 Tiket masuk, jam buka jam 9 sampai 16:30
1-Mar-16 14:00 – 15:00  Nahargarh Fort di North west of Jaipur city center (Optional) Rs30 Get there by local bus, taxi, or a steep half hour trek directly up the hill.
1-Mar-16 15:00 – 17:50 ke Jaipur railway station, cari kereta dan bangku Rs750 Train No. 12016 departed from jaipur railway station at 05:50 pm

 

Ambert Fort Rajashtan
Ambert Fort Rajashtan

Realisasi Rincian Biaya dan Itenarary Trip Jaipur

04:30 Sampai di Jaipur

05:06 – 07:00 makan di Roop Basanat Pavitra Bhujan depan staisun Jaipur. Chai Rs10, Samosa rs12, Paneer Parantha Rs40.

07:00 – 09:00 dijemput host dari CS bernama Aslam Khan yang rupanya tour guide dan tukang tipu, kami di chas Rs500/ 2 orang.

09:30 – 11:00 ke stasiun Jaipur, tiket kereta New Delhi-Kolkata type 3 AC 2500/ orang. Pagi-pagi petugasnya mengerjain kami dengan meminta photo copy passpot Rs5.

12:00 – 13:00 menemanin Yossi belanja di Old City Jaipur, minum Lassi Rs20, aqua Rs20.

14:00 – 17:00 Kami ke Ambert fort dengan bus Rs10, aku membeli oleh-oleh lagi di depan Ambert Fort Rs500.

17:00 – 19:00 nongkrong di depan Danau Jal Mahal. Disini kami berkenalan dengan Rahul dan Dip yang orang India. Makan potta Rs70.

19:00 – 20:00 balik ke tempat Bim (Jordan) membeli oleh-oleh sari dan baju India Rs 600.

20:00 – 21:00 Ke stasiun Jaipur dari Hawa Mahal Rs200/ 2 orang dengan Rickshaw

21:00 – 22:00 Yosi balik ke area Hawa Mahal untuk mengambil kameranya

00:00 – 07:00 Perjalanan malam dari Jaipur ke New Delhi, tidur di kereta dengan sleeper train

Ambert Fort Rajashtan
Ambert Fort Rajashtan

Biaya pengeluaran Hari keenam Jaipur Perjalanan Backpacker Ke India

Kena tipu Rs250, makan pagi Rs 62, shopping Rs500, Tiket kereta New Delhi-Kolkata Rs2500, minum Rs 120, oleh-oleh Rs600, rickshaw Rs100 = Rs4132

Highlight objek wisata Hari keenam Jaipur

Hari keenam di Jaipur kami hanya bisa melihat objek wisata Jaipur yaitu Hawa Mahal, Ambert Fort dan Danau Jal Mahal yang kami sangat sukai.

Salam

Winny

 

Padang Pasir dan Unta Pertama di Jaisalmer, India


Happiness is a choice. You can choose to be happy. There’s going to be stress in life, but it’s your choice whether you let it affect you or not. By Valerie Bertinelli

camel safari in india

Hello World

Jaisalmer, 1 Maret 2016

Kami tiba di Jaisalmer sesuai dengan rencana awal perjalanan kami yaitu jam 6 pagi. Sampai di stasiun Jaisalmer, cuaca masih gelap di Rajashtan India. Seperti biasa kami menggunakan Rickshaw Rs50 ke Jaisalmer Fort karena dari peta Jaisalmer yang aku lihat di dinding stasiun maka titik untuk memulai camel safari kami maka harus ke Jaisalmer fort. Ternyata dari stasiun Jaisalmer ke Jaisalmer Fort cukup dekat hanya berjarak sekitar 15 menit saja.

Jaisalmer station
Jaisalmer station

Rencana Awal dan Budget Perjalanan Jaisalmer

06:00am Tiba di Jaisalmer 713/ 2 orang Jsm Dli Express (14660)
07:00  – 10.00 Jaisalmer Fort Rs 70 Kamera  50 rupees
10:00  – 13:00 Bada Bagh, Patwon-Ki-Haveli
13:00  – 17:00 Camel safari Rs1000
17:00 -22.30 Perjalanan dari Jaisalmer ke Jodhpur

Hari kelima kami di India, kami berada di Jaisalmer, kota paling ujung India. Tidak bisa kubayangkan aku bisa membuat impian nyata dan menginjakkan kaki ke Jaisalmer dari Kolkata dimana semua orang berpikir “it’s imposible”. Aku lalu menyalam Yosi “Yosi kita sudah sampai di Jaisalmer”! Memang tujuan utama kami memilih Jaisalmer untuk naik Unta dan melihat Gurun pasir pertamaku, yah Gurun pasir ala India yang berada dekat dengan ujung Pakistan!

Jaisalmer Map
Jaisalmer Map

Sesampai di depan Jaisalmer Fort, aktivitas masyarakat masih sepi, akibatnya aku dan Yosi kebingungan mencari tour menuju ke Gurun Pasir dan bagaimana menemukan Unta. Akhirnya aku dan Yosi berhenti untuk santai minum Chai di warung yang dekat dengan Jaisalmer Fort, tapi entah kenapa melihat Jaisalmer Fort yang begitu menawan malah membuat kami merasa biasa saja, mungkin karena kami sudah puas untuk Kastil-kastilan saat di Jodhpur, paling tidak Mehrangarh Fort membuat kami puas melihat Fort sehingga melihat Jaisalmer Fort di depan mata sudah cukup tanpa harus masuk kedalamnya.

Kemudian aku dan Yosi mencari tempat makan hingga kami menemukan tempat untuk sarapan pagi dengan latar belakang Jaisalmer Fort. Pengalaman makan khas India dengan latar belakang Jaisalmer Fort itu sungguh pengalaman yang menarik, aku merasa VIP 🙂

Makan pagi kami di Pakwan Restauran Rs 380/ 2 orang dengan 2 black tea Rs40, veg biryani Rs 80, mix patata Rs 50, tea Rs20. Nah saat makan ada seorang India yang menawarkan jasa Camel Safari seharag Rs1700/2 orang diluar tempat turis, padahal pas baca dari rekomendasi lonely planet yang dipinjamkan seorang pria asal German yang kami temui di warung Chai untuk harga camel Safari alias main unta di padang pasir seharian Rs1000-Rs1100 seharian. Tapi si kawan begitu lihainya memutari kami tanpa menghiraukan kami yang sedang sarapan untuk menggunakan jasanya Rs1700/2 orang. Karena waktu kami terbatas di Jaisalmer karena jam 5 kami harus pergi ke kota lainnya maka daripada kami tidak melihat Unta dan Padang pasir sama sekali serta sudah malas mencari tour ke padang Pasir Jaisalmer akhirnya kami mengiyakan dan kami berangkat selatah selesai sarapan. Deal pun didapat!

jaisalmer fort
Jaisalmer fort

Jam 10 pagi maka kami sudah selesai sarapan dan memulai tracking ke padang Pasir. Si Kawan India yang menjadi tour dadakan kami sudah sedia dengan jeapnya karena menuju ke Padang Pasir harus menggunakan kendaraan karena jaraknya 1 jam lagi dari stasiun. Sialnya kami memberikan uang Rs1700 kepada si kawan ini padahal trecking belum dimulai serta service yang kami dapatkan belum tentu baik, itulah keluguan sekaligus kebodohan kami, terlalu bodoh menggap orang ini baik.

jaisalmer rajashtan india
Jaisalmer Rajashtan India

Akhirnya dengan mobil jeap, aku danYosi diantar ke tempat Gurun Pasir dimana dua unta sudah menunggu kami dengan pemilik unta lainnya juga! Sepanjang perjalanan maka padang pasir menyambut kami, serta pohon kering yang sangat disukai Yosi. Aku sempat mengejek Yosi “Yosi kalau suka pohon kering, maka datanglan ke Kupang, jangan ke India ada uangmu, negeri sendiri gak ada”, begitu kataku hahaha 😀

jaisalmer desert
Jaisalmer desert

Sesampai di Gurun Pasir Jaisalamer, dua unta serta tourguide kami sudah menanti. Terus lelaki yang mengantarkan kami mlaah pergi, sama seperti tour lelaki pas nerima uang kami keseluruhan dia pun pergi. Untungnya dia tidak menipu kami, paling tidak kami bisa melihat unta dan bisa melihat Gurun pasir, walau aku dan Yosi kesel setengah mati. Memang pelajaran paling berharga ialah jangan pernah bayar chas kecuali sudah dapat pelayananya. Kami merasa dibodohin karena  ketika dia mengatakan harus membayar karcis yang rupanya tidak, duh geremnya kami.

Yowes aku dan Yosi pun memulai menaiki unta pertama kami dengan dua penjaganya menuju ke Gurun Pasir, Gurun Pasir sebenarnya!

jaisalmer rajashtan india
Jaisalmer Rajashtan India

Matahari begitu teriknya ketikam kami memulai menaiki unta pertama kalinya. Ternyata naik unta itu lucu tapi entah kenapa aku malah kasihan ama untanya! Kayaknya kau gak cocok deh pejalan karena kebanyakan tidak enaknya! Hingga 30 menit perjalanan dengan unta kami sampai di Gurun Pasir.

Ah Gurun Pasir pertamaku!

Lucunya daripada naik Unta, kami berdua malah asyik dengan berphoto dengan unta. Aku malah sampai memeluk untanya dan bermain pasir Gurun. Rasanya memegang padang pasir itu sudah menarik, dingin, lembut, mirip pasir pantai bedanya pasir pantai itu lengket sementara pasir padang pasir itu dingin dan tidak lengket. Serunya hanya aku, yosi, dua unta dan dua penjaga kami di Gurun pasir itu! Tidak ada orang kecuali hamparan padang pasir! Tidak sia-sia kami dari Kolkata ke Jaisalmer.

Hanya saja aku dan Yosi kesal karena kami hanya di Gurun Pasir 1 jam saja. Bayangkan 1 jam saja padahal kami sudah sangat menikmati bermain dengan Unta, berakasi layaknya berjalan dengan unta bahkan memegang unta di Gurun pasir! Nama unta yang aku tunggangi bernama Bablu!

Pas asyik bermain setelah 1 jam si penjaga mengatakan waktu kami habis!

“apa habis?”, cepat banget dasar kampret si tour guide itu begitu aku dan Yosi katakan sambil menahan ketidak puasan!

camel safari
Camel safari

Akhirnya dengan setengah hati, aku dan Yosi meninggalkan padang pasir menuju ke tempat pertama kami berkumpul untuk dijemput oleh jeap lalu menuju ke Jaisalmer Fort lagi. Hanya 1 jam saja di Gurun, tapi keinginan untuk menginjakkan kaki di Gurun tercapai sudah.

Lalu yang jeap dengan ornag berbeda telah menjemput kami lalu mengantar kami ke Jaisalmer Fort padahal kami berangkat ke stasiun jam 5 tapi kami sudah kembali ke Jaisalmer Fort lagi jam 1 siang. Jadi 1 jam di jalan ke Padang Pasir Jaisalmer, 1 jam dengan unta dan padang pasir diteriknya matahari plus 1 jam kembali ke Jaisalmer Fort!

Lalu dengan muka dongkol aku dan Yosi mencari makan siang, anehnya si kawan itu tidak muncul, maksudnya kawan yang telah menerima uang kami secara cash! Usut punya usut dia adalah salah satu pegawai dari Kohari Palace hotel.

Setelah makan akhirnya kami kembali ke tempat hotel yang kami kira si teman yang menerima uang kami itu untuk mandi dan mengambil barang bawaan kami lalu diantar ke stasiun.

Artinya selamat tinggal Jaisalmer, pengalaman naik unta dan melihat Gurun pasir pertama dalam hidupku!

desert in Jaisalmer
Desert in Jaisalmer

Hari kelima di Jaisalmer, 1 Maret 2016

06:00 sampai di Stasiun Jaisalmer

07:00 – 08:00 Ke Point City dengan ricksaw Rs50, minum chai Rs 10.

08:00 – 09:30 Makan pagi di Pakwan Restauran Rs 380/ 2 orang.

09:30 – 11:00 Sampai di Padang Pasir.

11:00 – 12:0 Kami melakukan camel Safari Rs1700/ 2 orang, aqua Rs20, tips penjaga unta Rs50

12:00 – 14:00 Ke depan Jaisalmer fort, makan siang. Aku membeli oleh-oleh Rs100 untuk topi Rajasthan.

14:00 – 16:30 si Yosi makan aku main wifi gratis. Jus Rs50

16:30 ke Staisun Jaisalmer

17:00 Jaisalmer ke Jaipur berkenalan dengan Mahipal Ratnoo, polisi India dan dia memberikan cham-caham dan chapatti.

17:00 – 05:30 Perjalanan malam dari Jailsamer ke Jaipur. Lagi-lagi kami tidur di kereta dengan kereta sleeper.

camel safari in jaisalmer
Camel safari in jaisalmer

Biaya pengeluaran Hari kelima Jaisalmer Perjalanan Backpacker Ke India

Rickshwa Rs50, chai Rs10, makan pagi Rs190, Camel safari Rs900, topi Rajashtan Rs100, jus Rs50 = 1280

Highlight objek wisata Hari kelima Jaisalmer

Hari kelima di Jaisalmer kami hanya bisa Camel Safari dan melihat Gurun Pasir, merupakan gurun pasir pertama dalam hidupku. Kami juga bisa melihat Jailsamer Fort serta makan pagi dengan pemandangan Jaisalmer fort itu sangat menakjubkan.

Catatan perjalanan mengenai Jaisalmer

Biaya Camel Safari seharin itu Rs500-1000 jadi jangan sampai kena tipu. Kami sempat kena tipu Rs900 hanya sejam oleh salah satu pegawai Kohari Palace hotel.

Salam

Winny

Backpacker ke Meharangarh Fort di Blue City Jodhpur, Rajashtan India


If passion drives you, let reason hold the reins

By Benjamin Franklin

Blue City Jodhpur

Hello World

Jodhpur, 29 Februari 2016

Jam sudah menunjukkan jam 10 pagi dan kami terus menanyakan apakah Jodhpur sudah sampai kepada beberapa penumpang yang ada di Sleeper. Dua teman dari Argentian yang kebetulan satu gerbong dengan tujuan Jaipur sudah tidak ada lagi di tempat duduknya tanpa mengucapkan selamat tinggal. Hingga petugas dan salah satu penumpang mengatakan kami akan sampai di Blue City Rajashtan kira-kira jam 11 siang. Di kereta inilah kami berkenalan dengan Shaw, turis asal Jepang yang jadi bodyguard kami selama di Jodhpur. Hingga sampai di stasiun Jodhpur, kami bertiga mencari rickshaw untuk menuju ke Clock Tower, tempat para turis dunia berada karena di area ini terlihat jelas Blue City of Jodhpur. Dengan membayar Rs50 kami bertiga menuju ke Clock Tower di area Sandar Market, wisata Jodhpur untuk membeli oleh-oleh khas Rajashtan. Cukup dekat jarak antara stasiun ke Clok Tower hanya berselang 15 menit saja. Kemudian kami bertiga mencari restaurant yang membolehkan kami mandi atau paling tidak memiliki wifi gratis. Hingga kami berjalan ke Blue City dan menemukan sebuah Guest houst bersama Shivam Guest House, tempat kami untuk makan siang karena memang kami sampai di Jodhpur telat sekali karena di Agra kami berangkat jam 12 malam.

Auto Rickshaw in India
Auto Rickshaw in India

Lagi-lagi rencana awal perjalanan yang telah aku buat berantakan tapi yang penting Jodhpur merupakan tempat ke 4 di hari ke 4 kami berada di India dan kebetulan di hari Kabisat yang hanya 4 tahun sekali dirayakan. Jodhpur atau sering disebut Blue City merupakan area menarik untuk dikunjungi. Bagi yang suka nonton film India “Jodha Akbar”, maka Jodhpur adalah rumah si Jodha dan orang-orangnya sangat ramah akan turis. Dari semua tempat yang aku dan Yosi kunjungi di India, Jodhpur merupakan area yang paling kami sukai.

Sama seperti di Shivam, kami boleh makan saing dan yang membuat kami bahagia adalah toilet bersih. Segitu sederhanya kebahagianku dan Yosi jika menemukan toilet bersih di India, maklum sebagai backpacker yang memiliki kamar tidur di sepanjang kereta maka toilet merupakan kebutuhan utama kami selama perjalanan di India.

Clock Tower
Clock Tower

Rencana Perjalanan (Itenarary Trip to Johdpur) dan perkiraan Biaya awal di Blue City

28 Februari 2016 18: 30 – 06:45 Perjalanan Agra ke Udaipur — CANCELED Overnight stay in train
28 Februari 2016 08:15 – 06:35 Agra Fort station ke jodhpur junction station 723/ 2 orang Hwr Ju Express (12307)
29 Februari 2016 6:35am Tiba di Jodhpur
 29 Februari 2016   Mencoba cup of Masala Tea at Bhati Tea Stall 30 coba makanannya Mirchi Vada and Samosa at Shahi Samosa
 29 Februari 2016   Ke  Mehrangarh Fort 400
 29 Februari 2016   Umaid Bhavan Palace , Osian Temples, Mandore Gardens serta Desert Safari at Ossiyan
 29 Februari 2016 Sardar Market Beli silver jewellery
29 Februari 2016 11:45  – 06:00 Jodhpur Junction Station ke Jaisalmer Station 443/ 2 orang Ju jsm expresss (14810)
Johdpur
Johdpur

Kami bertiga lalu menaiki tangga rumah Shivam Guest House di lantai ke 7 dengan membawa tas yang super berat. Di Shivam kami makan makanan khas Rajashtan yaitu mixed vegetable Rs140, Kabooli Rs 140, saffron Lassi Rs50, pineapple lassi Rs 55. Yang paling menarik ialah makanan Kabooli nya yang berisi naik goreng dengan buah-buahan seperti anggur, nenas, kismis, dan apel. Sampai Yosi begitu shok melihat makanan yang aku pesan dan untungnya rasanya sangat nikmat. Kami mengisi perut sepuasnya sebelum kami ke Mehrangarh Fort, objek wisata terkenal di Jodhpur.

Dari atas restaurant Shivam Guesthouse kami melihat pemandangan spektakuler berupa Mehrangarh Fort. Ah, aku suka dengan Jodhpur!

Setelah kenyang maka kami bertigapun melanjutkan berjalan kaki mendaki ke Mehrangarh Fort. Terus betapa beruntungnya kami karena Shivam membolehkan barang kami dititip karena mengingat betapa terjalnya perjalanan.

Blue City Jodhpur India
Blue City Jodhpur India

Untuk menuju ke Mehrangarh Fort kami harus mendaki melalui kampung Blue City dengan teriknya matahari, bayangkan saat itu jam 12 siang. Kenapa dikatakan Blue City karena kebanyakan rumah penduduk dicat dengan warna biru walaupun beberapa rumah penduduk ada yang tidak mewarnai dengan warna biru.  Anehnya kami malah lupa rasa jalan yang mendaki karena semangat dengan Mehrangarh Fort. Mehrangarh Fort sungguh indah, istana terkeren yang pernah aku kunjungi. Terus ditengah jalan pas menuju ke Mehrangarh Fort, ada seorang bapak yang menanyakan kami darimana dan begitu antusias ketika kami mengatakan dari Indonesia, eeh keantusiasannya karena dia punya Rp25000 yang diberikan oleh turis Indonesia terus dia mau uangnya Rupiahnya kami tukarkan ke Rupee. Aku dan Yosi senyum-senyum ja malahan kami kasih cokelat secara kami juga butuh uang Rupee. Lalu kami bertiga melanjutkan perjalanan kaki ke atas Mehrangarh Fort. Jangan tanya keringat bercucuran kami lupa karena sepanjang jalan kami bisa melihat pemandangan dari atas berupa rumah dengan cat warna biru.

 Mehrangarh Fort
Mehrangarh Fort

Hingga sampai di puncak dan pintu gerbang Mehrangarh Fort ada toilet yang bersih. Terus kami jalan masuk kedalam Mehrangarh Fort.Untuk tiket masuk Mehrangarh Fort bagi turis Rs500 dan sudah termasuk audio listening berisi informasi tentang Mehrangarh Fort. Jika memiliki kamera maka harus bayar Rs100 untuk boleh memphoto museum Mehrangarh Fort. Yosi dan Shaw membayar Rs100 sementara aku tidak karena Rs500 aja udah lumayan coy.

Jodhpur
Jodhpur

Didepan pintu gerbang Mehrangarh Fort Jodhpur, Yosi meninggalkan passport di depan gerbang lalu kami bertiga dikasih audio listening. Jadi di dalam Mehrangarh Fort ada 30 area setiap area ada nomor terus tinggal pencet nomor audio listening maka keluar penjelasan tentang sejarah tempat tersebut.  Aku dan Yosi asli seharian mengelilingi setiap sudut Mehrangarh Fort sapai jam 5 sore sampai-sampai kami berpisah dengan Shaw karena kami khawatir dia bosan menemani kami karena kami berdua begitu menikmati setiap inci sisi Mehrangarh Fort.  Di Mehrangarh Fort juga aku melihat seorang Bapak yang menghirup Opium, Gila Opium! Nah dengan si bapak aku berphoto  kemudian aku membayar Rs50 untuk charity kepada Bapak yang menghirup Opium di Mehrangarh Fort.

Jodhpur
Jodhpur

Aku dan Yosi keliling dari bawah ke atas sampai 5 jam kami berada di Mehrangarh Fort. Kami seperti orang yang lupa waktu di Mehrangarh Fort sampai ke Museumnya sampai ke kuil yang harus menuruni anak tangga. Di area belakang ternyata ada sebuah pemandangan yang tak kalah spektakulernya yaitu “Blue City” dari atas.

 Mehrangarh Fort
Mehrangarh Fort

Hari Keempat di Jodhpur, 29 Februari 2016

11:00 Tiba di Jondhpur Junction Railway Station. Di kereta aku memperbaiki tas Rs50, minum Chai Rs10.

11:00 – 12:00 Rickhsaw Rs50/3 orang berhenti di depan Clock Tower

12:00 – 13:00 Makan siang di Shivam Guesthouse @Rs192,5 terdiri dari mixed vegetable Rs140, Kabooli Rs 140, saffron Lassi Rs50, pineapple lassi Rs 55 = Rs385/2 orang.

13:00 – 14:00 = Jalan kaki ke Mehrangarh Fort. Sempat beli aqua Rs15.

14:00 – 18:00: Menjelajah Mehrangarh Fort. Tiket masuk untuk turis Mehrangarh Fort Rs500, jika memiliki kamera bayar Rs100 untuk museum Mehrangarh Fort, kemudian aku membayar Rs50 untuk charity kepada Bapak yang menghirup Opium di Mehrangarh Fort. Membeli postcard Rs10 di Mehrangarh Fort.

18:00 – 19:30: makan omelet terenak di Jodhpur rs110/ 2 orang

19:00 – 20:00: Shopping di Sardar Market. Aku hilap membeli sari, kerudung, baju Punjab, gelang Rs1100.

20:00 – 22:00 : Makan di Shivam Guesthouse Rs500/ 2 orang terdiri dari veg meal Rs270, strawberry lassi Rs 55, Mango Lassi Rs55, orange Rs90. Di Shivam kami bisa wifi, toilet gratis dan mandi gratis.

22:00 – 22:15: dari area Mehrangarh Fortdi Shivam ke Jodhpur railway station dengan rickshaw Rs50/ 2 orang

00:45: Perjalanan kereta dari Jodhpur ke Jaisalmer, kami tidur di kereta dengan sleeper train.

Blue City of Jodhpur
Blue City of Jodhpur

Biaya pengeluaran Hari keempat Jodhpur Perjalanan Backpacker Ke India

Rickshaw Rs15, Makan siang di Shivam Guesthouse @Rs192,5, Tiket masuk untuk turis Mehrangarh Fort Rs500, aqua Rs30, omelet Rs 55, Shopping Rs1110, makam malam Rs250, perbaiki tas Rs50, charity ke pak Opium di Mehrangarh  Rs50 = Rs 2252,5

Blue City of Jodhpur
Blue City of Jodhpur

Highlight objek wisata Hari keempat Jodhpur

Hari keempat di India kami hanya bisa mengunjungi Mehrangarh Fort dan puas belanja di Sardar Market Jodhpur. Kami tidak mengejar untuk ke wisata Jodhpur lainnya karena seharian di Mehrangarh Fort saja membuat kami sangat puas dan bahagia.

Salam

Winny