Bersih-bersih di Pantai Karina Kepulauan Togean


Happiness lies in the joy of achievement and the thrill of creative effort

By Franklin D. Roosevelt

Hello World!

Togean, 2017

Tak jauh dari Danau Mariona “Ubur-ubur” Kepulauan Togean terdapat sebuah pantai dengan pasir putih bernama “Pantai Karina”. Pantai Karina masih terbilang jarang pengunjung, kalaupun ada kebanyakan turis mancanegara. Hal ini wajar karena untuk sampai ke Togean membutuhkan usaha ekstra tapi percayalah usaha menuju ke Togean sangat terbayar dengan keindahan Bahari Togean. Apalagi si pecinta laut, pantai serta kekayaan biota bawah laut maka dipastikan puas mengunjungi Kepulauan Togean.

Salah satu agenda dadakan kami untuk mengunjungi Pantai Karina setelah puas bermain dengan ubur-ubur. Bahkan guide kami Pak Saiful berenang ke Pantai Karina saking dekatnya dengan Danau Mariona.

Pantai Karina ini merupakan Pantai perawan dengan pasir putih, 
begitu kata Pak Saiful meyakinkan kami akan keindahan Pantai Karina.

Tentu saja kami tidak perlu ragu-ragu mengamini keindahan dari Pantai Karina. Bayangkan saja, dari kejauhan saja air laut dipermukaan tepi pantai begitu jernih saking jernihnya terumbu karang begitu jelas terlihat dari atas kapal. Kapal kecil kami yang memuat 10-15 orang jiak berdiri maka dari atas biru tosca laut serta terumbu karang, bahkan ikan yang berenang kesana kemari. Belum lagi pepohonan kelapa yang banyak ditemukan disekitar Pantai. Memang Pantai Karina cocok untuk menghilangkan penat dari rutinitas, edisi perjalanan ke Togean benar-benar liburan yang sebenarnya.

Mengunjungi Pantai Karina bak berada dalam film “Beach” ketika Leonado de Caprio tersesat dalam sebuah Pulau dengan hamparan pasir putih, namun yang mebanggakan pasir putih ini berada di INDONESIA. Memang Pesona Indonesia untuk alam nomor wahid, selalu membuat kejutan kepada siapapun yang mengunjunginya.

Kepulauan Togean

Setelah mulai dekat dengan Pantai Karina, perahu kamipun disandarkan lalu kami keluar dari perahu satu persatu. Berlahan-lahan kami turun melewati air pantai lalu mulai berjalan ke Pantai.

Sayangnya ketika berada di Pantai Karina dengan pasir putih, di sisi tepi-tepi pantai masih banyak sekali sampah. Sampah-sampah terbawa arus gelombang laut.

Ingin rasanya mengutuk orang-orang yang membuang sampah di laut menjadi kodok atau itik buruk rupa. Sekita hati hancur karena pasir putih Karina malah ternoda dengan sampah sembarangan yang dibuang ke laut.  Sampah-sampahnya pun bervariasi mulai dari botol plastik, bekas makanan hingga botol kaca tersapu dan berada di tepi pantai. Melihat sampah yang ada di Pantai Karina cukup membuat prihatin.

Dengan inisiatif Pak Saiful yang menjadi tourguide kami selama di Togean pun memulai memungut sampah satu persatu yang ada di Pantai Karina.

Tentu saja kami juga tidak mau kalah dengan Pak Saiful akhirnya kami ikutan nimbrung untuk memungut sampah  di Pantai Karina. Semua sampah yang terbawa arus laut ke Pantai Karina kami bersihkan bersama-sama.

Yah aksi bersih-bersih sampah di Pantai Karina pun dimulai…

Sampah-sampah yang ada kami pisahkan dan kata Pak Saiful sampah plastik akan didaur ulang oleh Pak Saiful dan masyarakat di Desa Katupat, Kepulaun Togean dibuat menjadi produk yang berguna.

Baca juga bagaimana cara mengolah sampah jadi uang

Sumpah sebenarnya geram sekali masih banyak orang yang membuang sampah sembarangan ke laut padahal merusak pemandangan serta sampah plastik yang ada tidak terurai. Semoga kedepannya kita tidak lagi membuang sampah sembarangan apalagi ke laut. Ini benar-benar menjadi pelajaran berharga bagiku, untuk perduli lingkungan dan aku berjanji pada diri sendiri untuk tidak membuang sampah sembarangan.

Karena kalau bukan kita siapa lagi?

Kepulauan Togean
Kepulauan Togean
Kepulauan Togean
Bersih-bersih di Kepulauan Togean
Kepulauan Togean

Kegiatan bersih-bersih sampah di Pantai Karina memang dadakan namun aku sangat berharap tidak ada lagi sampah di tempat wisata. Kadang membuatku miris sekaligus malu ketika yang memungut sampah itu adalah turis asing. Masa kita di negeri sendiri membuang sampah sembarangan?

Setelah bersih-bersih sampah impulsif yang kami lakukan barulah kami meminum kelapa segar yang ada di Pulau Karina sambil menikmati pemandangan indah laut. Meski kegiatan bersih-bersih kami lakukan singkat namun aku sangat bahagia karena dapat berkontribusi untuk menjaga lingkungan.

Yuk Cintai Lingkungan kita dan mulailah menjadi traveller smart dengan tidak membuang sampah sembarangan 😀

Salam

Winny

Iklan

Pacu Jawi Pesona Batu Sangkar, Seni dan Budaya Menarik Indonesia


“Follow effective action with quiet reflection. From the quiet reflection will come even more effective action.”

By Peter F. Drucker

Pacu Jawi Sumatera Barat
Pacu Jawi Sumatera Barat
Hello World

Batu Sangkar, Agustus 2016

Seorang pria setengah baya dengan kulit cokelat menggigit salah satu dari dua ekor sapinya agar melaju kencang diiringi antusiasme para penonton dari sisi depan, belakang, samping kiri dan kanan dari genangan sawah sepetak yang penuh dengan lumpur. Pria itu ialah Joki yang sedang melakukan Pacu Jawi, atraksi permainan tradisonal Anak Nagari (Desa) yang dilombakan dari Ranah Minang. Pacu sendiri berarti berlomba cepat sementara Jawi berarti sapi, sehingga arti Pacu Jawi adalah lomba kecepatan dengan menggunakan sapi yang lahir dan berkembang di Kabupaten Tanah Datar Propinsi Sumatera Barat dan sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu.

Siang itu ketika kami menyaksikan Pacu Jawi di areal bekas sawah yang telah usai dipanen sudah banyak masyarakat berkumpul serta photographer dari berbagai Mancanegara siap sedia mengabadikan Joki dengan Jawinya. Sementara puluhan bahkan ratusan sapi telah berjejer untuk dilombakan. Bagi yang tidak mengetahui Pacu Jawi, bisa saja menganggap bahwa kumpulan sapi di persawahan merupakan “pasar sapi dadakan” mengingat dalam satu masa perlombaan jumlah Jawi yang berpacu bisa mencapai 500 sampai 800 ekor sapi, sungguh jumlah yang fantastis. Rasa panas tidak diperdulikan lagi oleh penonton bahkan para photographer sengaja mendekat ke area depan sapi tanpa takut terkena cipratan dari lumpur atau apabila sapi keluar dari area, misi mereka hanya satu untuk mengabadikan Pacu Jawi, salah satu Budaya Indonesia. Yah Budaya Indonesia memang kaya raya, selalu menarik untuk ditelusuri termasuk Pacu Jawi yang mirip dengan Karapan Sapi di Madura, bedanya Pacu Jawi diselenggarakan dalam kondisi basah dan berlumpur sementara Karapan Sapi Madura di lintasan kering.

PACU JAWI
PACU JAWI
Cara Joki mengendalikan kedua Jawinya tak kalah menariknya, dengan berpegangan pada tangkai bajak pacu yang terbuat dari bambu sebagai alat berpijak dan tanpa alas kaki. Sang Joki akan ikut berlari bersama Jawinya di dalam sawah penuh air dan lumpur dan tugasnya untuk mengatur sapi supaya lurus kedepan. Karena penentuan pemenang dari Pacu Jawi dari sepasang sapi yang berlari paling lurus dan cepat hingga ke garis finish tanpa ada belokan. Pacu Jawi tidak seperti balapan, karena saat perlombaan dimulai sapi hanya berlari sendiri tanpa lawan yang sepenuhnya dikendalikan oleh Joki. Sapi yang mendapat giliran lomba pun langsung dibawa oleh Jokinya sembari menggotong bajak pacunya untuk berpijak. Setelah ada aba-aba maka Pacu Jawi pun dimulai dengan waktu yang hanya berkisar 5 menit saja tapi terus berulang hingga semua sapi yang ada sudah mengikuti lomba.

Pada saat perlombaan berlangsung acap kali sapi sering melepaskan diri begitu saja sehingga membuat si Joki terpental dan adegan seru lainnya ketika sapi berlari kearah penonton yang tentu saja membuat penonton lari terbirit-birit.  Tentu mengendalikan dua sapi dengan bajak Pacu bukan perkara mudah apalagi diupayakan berdiri bersebelahan. Pemandangan Joki terjatuh di lumpur merupakan pemandangan yang sering terjadi sewaktu perlombaan berjalan sambil disambut suasana riuh penonton. Momen yang paling lucu ketika penonton menyelamatkan dirinya apabila sapi keluar dari area petak sawah namun jangan khawatir karena sapi yang ada aman bagi penonton.

Menyaksikan Pacu Jawi sendiri merupakan pengalaman baru bagiku untuk mengenal Seni dan Budaya Indonesia dari Ranah Minang. Paling tidak dalam Pacu Jawi diajarkan dalam hidup harus terus lurus ibarat Jawi yang menang yang lurus-lurus saja. Tentu bisa dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Untuk itu mari mencintai Budaya Indonesia bagian dari kita dengan cara mencintai Budayanya!

Aku menyaksikan persiapan sapi-sapi itu untuk berpacu di dalam genangan lumpur. Aku cukup beruntung menyaksikan Budaya Indonesia dari Ranah Minang!

PACU JAWI
PACU JAWI
Karena acara Pacu Jawi lokasinya tidak tetap pada satu lokasi saja karena dilakukan di sawah milik masyarakat setelah selesai panen maka pengunjung yang hendak menyaksikan Pacu Jawi harus mencari informasi kapan dan dimana pelaksanaan Pacu Jawi. Untuk informasi, Pacu Jawi hanya ada di Kabupaten Tanah Datar serta pelaksanaannya bergilir pada empat kecamatan yaitu Kecamatan Pariangan, Kecamatan Rambatan, Kecamatan Lima Kaum dan Kecamatan Sungai Tarab dan acara dimulai dari jam 10.00- 17.00 WIB. Setelah mengetahui Pacu Jawi akan diselenggarakan, maka selekasnya ke Batu Sangkar yang terletak sekitar 100 Km dari Kota Padang ibukota Sumatera Barat dan 75 Km dari Bandara Internasional Minangkabau.

Waktu itu kami menggunakan Garuda Indonesia menuju ke Bandara Internasional Minangkabau lalu menuju ke Batusangkar, tempat Pacu Jawi berada.

Untuk jadwal kegiatan Pacu Jawi Tahun 2016 

Sabtu, 27 Agustus 2016

Sabtu, 3 September 2016

Sabtu, 10 September 2016

Sabtu, 17 September 2016

Sabtu, 24 September 2016

Salam

Winny

Pesona Atraksi Silek Lanyah di Padang Panjang


Change is the law of life. And those who look only to the past or present are certain to miss the future

By John F. Kennedy

Pesona Sumbar

Hello World

Padang Panjang, Agustus 2016

Perjalanan dari Bukittinggi ke Padang Panjang kurang lebih 1 jam perjalanan, kami dimanjakan dengan pemandangan indah dari sebelah kiri dan kanan mobil mulai dari persawahan hingga Pegunungan. Betapa mulusnya jalanan di Sumatera Barat yang sempat membuatku kagum. Sesekali kami tidur dalam perjalanan begitu pula Pak Budi, tourguide kami selama perjalanan. Tak terasa jam 3 sore kami sudah sampai di Desa Wisata Kubu Gadang, Padangpanjang.

Sesaat di Gang masuk sebelum menuju ke wisata atraksi yang hendak kami kunjungi, maka kami berhenti sebentar karena salah satu penduduk memberikan kain untuk menutupi aurat kami karena aku, Yuki, dan Kak Cumi sedang memakai celana pendek. Untungnya Mbak Nina, Mas Him, Emen, Pak Ain dan Pak Budi memakai celana panjang sehingga mereka tidak perlu memakai kain. Kain yang diberikan awalnya aku kira sebagai alas tempat duduk yang ternyata bukan untuk itu, kain itu untuk dipakai sebagai tanda kesopanan. Akupun salut dengan penduduk lokal Desa Wisata Kubu Gadang masih berpegang teguh dan menjunjung tinggi kearifan lokal.

Silek Lanyah Padang Panjang
Silek Lanyah Padang Panjang

Sesampai di di depan persawahan maka dari kejauhan terlihat penduduk lokal sudah berbaris di depan sebuah persawahan sementara di dalam persawahan berbentuk sepetak sudah siap sedia para pesilat lengkap dengan iringan alat musik. Mbak Nita yang dari awal sudah berada di Desa Wisata Kubu Gadang sudah siap sedia dengan kainnya juga. Kamipun mengambil posisi duduk di depan setelah disambut oleh Bapak yang telah mempersiapkan acara yang hendak kami tonton berupa atraksi “Silek Lanyah” Atau Silat Lum­pur.

Silek Lanyah Padang Panjang Sumbar
Silek Lanyah Padang Panjang Sumbar

Silek Lanyah merupakan salah satu wisata atraksi wisata menarik yang ada di Padang Panjang. Sama dengan namanya Silat lumpur, maka pemain silat bermain silat di dalam sawah yang lanyah (berlum­pur). Silek Lanyah atau atraksi bersilat di dalam lumpur sawah sangat cocok khususnya bagi pemburu wisata fotografi. Tak hanya itu Silek Lanyah merupakan silat beladiri dari turun temurun merupakan silek asli Kubu Gadang Padang Panjang.

Sebenarnya Silek Lanyah sudah ada dari dulu namun baru dihidupkan kembali sebagai wisata menarik di Padang Panjang. Bahkan anak kecil sudah diajari untuk bela diri sedini mungkin untuk bisa menjaga diri.

Gendang pun berbunyi, dua pesilat muda memasuki area untuk menunjukkan kebolehannya dalam bermain silat di dalam sawah. Iringan musik sambil gaya pesilat muda bersilat menunjukkan betapa jagonya mereka bersilat.

Prak pruk prek, ada kalanya salah satu pesilat terjatuh, sesekali air dari sawah juga bertebaran disambut dengan sorak penonton. Dalam hati “ini silat beneran atau bukan ya”, karena kelihatan betul kedua anak yang berumur kurang lebih 13 tahun saling beradu lengkap dengan kedua belah tangannya. Tak hanya itu, Silek Lanyah juga bisa dimainkan dengan tangan kosong atau dengan senjata seperti pisau. Aku sempat menyangsikan atraksi di depan kami beneran atau hanya akting saja dan ternyata saudara-saudara, pertunjukan Silek Lanyah bener adanya!

Salut dengan anak-anak masih bocah udah jago banget silatnya!

Attraksi Silek Lanyah
Attraksi Silek Lanyah

Keunikan dari atraksi Silek Lanyah yang kami tonton ketika yang menjadi pemain silek alias silat berupa anak-anak, serta mereka totalitas dalam bermain silek tanpa perduli akan lumpur mengotori baju mereka. Bahkan permainnya sileknya bisa menjatuhkan lawannya ke air.

Tidak takut lumpur!!

“Ciat, ciat, ciat”,…. lalu aku membayangkan Iko Uwais dalam film Merantau. Memang Sumatera Barat tidak diragukan lagi akan seni bela dirinya terutama dalam hal Silek alias Silat. Serta Silek yang ada juga bervariasi namun Silek Lanyah unik dengan Silek dalam Sawah yang ada di Padang Panjang, Kota dengan julukan Egypte van Andalas oleh Belanda.

Sumatera Barat
Sumatera Barat

Setelah pesilat muda bersilek Lanyah kemudian giliran yang wanita. Walau berjilbab namun kegesitan mereka cukup dipertimbangkan. Totalitas dalam bersilek.

Ada 3 grup silek yang menunjukkan kebolehannya kepada kami dan penduduk Desa yang masing-masing terdiri dari 2 orang. Peserta pertama berupa anak sekitar berumur SD, kemudian yang pemain silek wanita berumur SMP dan yang lumayan besar sekitar 15an tahun.

Puncak canda tawa dari kami ketika melihat adegan terakhir dimana kami disuguhkan dengan Silek tapi kali ini bocah sekitar umur 5 tahun yang menggemaskan dan membuat kami para pononton tertawa melihat kepolosan dan kelucuan si bocah. Bocah itu melawan anak SD sekitar 7 tahun lebih tua darinya sehingga lawannya sering mengalah. “Hahahahahah”, dengan serentak tawa dari penonton menyaksikan aksi Silek Lanyah si bocah kecil lucu.

Silek Lanyah di Padang Panjang Sumbar
Silek Lanyah di Padang Panjang Sumbar

Sayangnya atraksi Silek Lanyah hanya sebentar saja, namun kegembiraan dan keseruannya masih terngiang di hati. Terakir kami malah minum kelapa ijo di depan persawahan serta kami sempat melihat adegan itik pulang petang. Selain itu kami juga sempat melihat adegan si Uda memainkan alat musik tradisional dengan melodi merdu. Betapa piawainya si Uda bermain musik dengan alat musik tradisional bisa melodi sedih namun bisa bahagia juga.

Pesona Minang memang tidak ada matinya! Walau sudah pernah menjelajah Sumatera Barat seorang diri dan pernah ke Padang Panjang namun aku baru bisa melihat Silek Lanyah pertama kali dan langsung membuatku terpana!

Terakhir setelah acara atraksi Silek Lanyah diiringi dengan kepulangan penonton, maka kamipun menuju ke pendopo untuk makan malam yang termasuk dari paket tour wisata Silek Lanyah Padanga Panjang. Makanan yang disediakan enak serta nikmat dengan latar belakang persawahan!

Jadi tunggu apalagi, jika hendak ke Serambi Mekkahnya Sumatera Barat “Padang Panjang” singgahlah ke Kubu Gadang, Kelurahan Ekor Lubuk, Kecamatan Padang Panjang Timur untuk melihat Silek Lanyah!

Silek Lanyah Padang Panjang Sumatera Barat
Silek Lanyah Padang Panjang Sumatera Barat
Silek Lanyah Padang Panjang
Silek Lanyah Padang Panjang
Silek Lanyah Padang Panjang
Silek Lanyah Padang Panjang
Silek Lanyah Padang Panjang Sumbar
Silek Lanyah Padang Panjang Sumbar
Silek Lanyah Padang Panjang
Silek Lanyah Padang Panjang

 

Silek Lanyah Padang Panjang
Silek Lanyah Padang Panjang
Silek Lanyah Padang Panjang
Silek Lanyah Padang Panjang
Silek Lanyah Padang Panjang Sumbar
Silek Lanyah Padang Panjang Sumbar
Silek Lanyah Padang Panjang
Silek Lanyah Padang Panjang

Siapa yang sudah melihat Silek Lanyah alias Silat di Sawah?

Alamat atraksi Silek Lanyah

Kubu Gadang, Kelurahan Ekor Lubuk, Kecamatan

Padang Panjang Timur

Sumatera Barat

Jadwal Silek Lanyah sementara hanya berdasarkan pesanan dan bisa menghubungi

Faceboook: Yuliza Zen

Salam

Winny

10 Alasan Kenapa Harus Travelling


Life is like a game of cards. The hand you are dealt is determinism; the way you play it is free will

Jawaharlal Nehru

Qutub Minar India

 

Hello World

Medan, 1 Juni 2016

Aku butuh piknik! Itulah kalimat yang aku katakan kepada teman-temanku ketika aku mulai merasakan bosan. Gak salah Win, dirimu bukan baru saja jalan-jalan ya? Iya tapi itu bulan Februari lalu begitu kataku kemudian yang membantah geleng-geleng kepala antara percaya dan tidak percaya akan hobbi travelling akutku yang mungkin sudah stadium empat. Padahal ada loh 10 Alasan Kenapa Harus Travelling dari begitu banyak alasan untuk sekedar liburan.

1. Belajar Mengenal Diri Sendiri

Winny Marlina

Dengan travelling kita memahami kekurangan dan kelebihan diri sendiri. Misalnya bagaimana management waktu agar tidak ketinggalan suatu transportasi, mendisiplinkan diri sendiri dan bagaimana menempatkan diri pada lingkungan

2. Mandiri

Yah biasanya yang suka jalan-jalan itu memiliki sifat mandiri artinya dimanapun ditempatkan bakalan bisa pulang lagi serta mudah mengatasi masalah.

3. Punya Teman Baru

benteng huraba (benhur)1

Punya teman baru, tentu saja karena dalam perjalanan sering berkenalan dengan orang. Dari jalan-jalan jadi bertukar pikiran dan pengalaman.

4. Berpetualang

Dari travelling mengajariku untuk lebih menjelajah daerah sekitar, mengetahui wisata yang lagi hits, kuliner setempat apa, must visit suatu tempat, serta sensasi mengenal tempat yang belum pernah dijumpai itu memiliki kesan sendiri bak berpetualang.

5. Mengenal Budaya Orang Lain

 Dengan berkunjung ke suatu daerah lain, kita jadi belajar dan mengenal adat budaya daerah tersebut serta Bahasa juga, misalnya waktu di Kupang ada kata “Oto” yang artinya mobil dimana di kampungku Padangsidempuan itu Oto = Bodoh :D.

6. Tempat Menarik

keindahan wisata kupang

 

Tempat menarik itu suatu tempat yang ingin dikunjungi terserah kepada si pejalan kesukaannya apa, apakah gunung, pantai, museum, candi, bangunan, wisata kuliner atau apalah yang membuat seseorang suka.

7. Suka Duka Perjalanan

Yap setiap perjalanan punya suka duka. Misalnya nih ya waktu aku di Jepang selisih paham dengan teman seperjalanan tapi waktu di India malah happy banget dengan teman perjalanan. Bahkan suka perjalanan dengan Geng Kamseupay di Thailand dan Malaysia masih ingat “lapar marah, kenyang bego”. Juga senang waktu ngegembel di India, dan numpang kendaraan pas mau ke Ijen. Seru dan perjalanan punya cerita sendiri.

 

8. Punya Harapan Baru

kupang wisata bahari

Ini khusus buatku yang suka membeli tiket dari jauh hari bahkan bisa belinya setahun sebelum keberangkatan karena belinya pas promo. Sampai banyak yang nanya “Win, jalan-jalan mulu kok bisa dapat tiket murah?. Eh dia gak tahu aja itu nyarinya dari kapan terus pas diajakin yang nanya eh si yang nanya kabur alias basa-basi. Kenapa aku berani beli tiket setahun sebelum keberangkatan? Karena ada harapan untuk hidup dan demi ke wisata tersebut 🙂

9. Semangat Menabung dan Bekerja

Ini ngefek banget apalagi pas tiket sudah ditangan kemudian kan jauh-jauh hari bisa menabung buat tujuan wisata sehingga ada tujuan. Tapi catatatan gak semua uang itu harus dihabiskan untuk jalan-jalan, yang penting pintar-pintar aja mengatur uangnya. Kalau aku sih bahagia aja walau uang habis buat jalan-jalan karena pengalaman yang didapat tidak sebanding dengan uang yang dikeluarkan.

10. Menambah Wawasan

Dan alasan terakhir yang paling penting ialah menambah wawasan dari tempat yang dikunjungi. Aku sendiri penyuka bangunan peninggalan dulu jadi tak heran aku selalu suka dengan tempat yang sifatnya “heritage”. Kalau waktu SD baca di Buku RPUL tentang Tembok China maka pas trip ke China, ternyata benar adanya Tembok China itu di China tapi miring yang belum pernah aku baca di buku itu tembok China licin dan miring. Ini klise dan garing sih tapi banyak sekali alasan buat jalan-jalan.

Terakhir The world is a book and those who do not travel read only one page (Augustine of Hippo)

Teman-teman punya alasan lain untuk travelling?

Salam

Winny

Pengalaman Shooting #Artis Wannabe


 “Maybe the strings break, or maybe our ships sink, or maybe we’re grass — our roots so interdependent that no one is dead as long as someone is still alive. We don’t suffer from a shortage of metaphors, is what I mean. But you have to be careful which metaphor you choose, because it matters.”

By Paper Towns

surprise japan

Hello World

Jakarta, Mei 2016

Masih ingat cerita perjalanan konyol mengenai Penonton Gratisan? Yah penonton gratis yang artinya demi melihat dunia shooting seperti apa maka rela-relain jadi penonton gratisan tanpa bayaran. Sekaligus menjawab rasa penasaran serta memuaskan naluri kemarok artis. Dimulai dari menonton acara live music di salah satu TV Swasta Nasional sampai ke acara paling alay di dunia. Bahkan waktu itu aku dan temanku Elisa nontonnya tanpa bayaran seperti penonton bayaran ada yang Rp30.000 bahkan mirisnya ada yang Rp10.000 saja lengkap dengan nasi kotaknya. Tentu saja kami berdua tidak mengecap bayaran meski Rp10.000 yang ada pengalaman yang membuat Elisa kapok untuk jadi penonton bayaran meski belum 100% penonton bayaran juga. Tidak denganku, aku masih penasaran gimana rasanya masuk TV, yah masuk TV event itu sebagai penonton atau hanya sekedar tampil. Bagai durian runtuh entah kenapalah ada teman di kantor yang punya teman bekerja di salah satu stasiun TV prabayar yang mencari orang untuk shooting sebagai peserta quiz. Lalu dengan semangat 45 menghubungi si Kakak yang bernama Melli. Jadi agak sedikit naik tahta dari penonton bayaran naik pangkat jadi peserta quiz. Selain itu pengalaman shooting berikutnya asli dibayarin dan berhasil jadi penonton bayaran dengan bayaran Rp20.000 saja dan untungnya acaranya berbobot karena mengikuti penonton gratisan di acara alay itu bener-bener kesan yang amit-amit banget.

Untuk 2 pengalaman shooting maklum obsesi jadi artis

1.Peserta Quiz di Waku-Waku Japan

waku-waku japan
Kami di waku-waku japan

Siapa sangka ide mengajak teman untuk mengikuti quiz untuk tampil di acara Waku-waku Jepang disambut manis oleh beberapa temanku baik dari teman kuliah dulu, teman main sampai teman blogger. Sebagai peserta kita tidak ada embel-embel digaji hanya diberi kompensasi ongkos pulang serta dapat makan. Kami semua ikut tergiur dengan hadiahnya ke trip ke Jepang untuk kelompok yang menang terdiri dari 3 orang meskipun dari 12 orang yang aku bawa, tidak satupun dari kami yang menang. Anggap saja pengalaman lucu-lucuan! Pertanyaannya jangan ditanya, pertanyaannya gak masuk diakal. Yang paling gokil aku, Melisa dan Elizabeth sok-sokan berbagi untuk membaca tentang sejarah, budaya Jepang terus aku kepedean karena pernah ke Jepang jadi paling tidak tahu sedikit tentang wisata Jepang. Ternyata Sodara-sodara pertanyaannya jauh dari hapalan dan termasuk kocak. Jadi dalam satu episode terdiri dari 4 kelompok yang masing-masing satu kelompok terdiri dari 3 orang kemudian menjawab pertanyaan yang diberikan. Contoh pertanyaan quiz waku-waku Jepang ialah crayon terbuat dari apa? Rupanya dari sayur! Terus pemenang akan menebak benda dari harga yang murah sampai mahal, kalau berhasil maka satu kelmpok ke Jepang secara gratis. Tapi menurutku untuk menang hadiah Jepang harus memiliki tingkat Hocky yang luar biasa. Habis kesempatan menebaknya sekali saja! Nah kami semua datang jam 8 pagi dong bertemu di Gading hingga acara dimulai jam 1 serta diarahkan dan menariknya dari quiz nya ialah Fun! Akhirnya kami semua tidak dapat hadiah. Setelah shooting maka baru ditayangkan 3 bulan kemudian. Yang jujur aku anggap bakalan gak ada temanku yang nonton karena kan TV Prabayar. Ternyata aku salah, setidaknya 3 teman kantor menonton acara tersebut sambil berkomentar.

Shooting waku-waku japan
Shooting waku-waku japan

Pesan Whatsapp masuk ke Hpku..

Lisa:”Win kamu ikut waku-waku Jepang ya, itu aku lihat sekarang, ih gemuk kali di TV ama butek”.

Sebulan kemudian

Ade:”nya masuk Waku-waku TV kan, is jaim kali kau disana, jijik, sok manis gitu”..

Terus aku dengan muka datar hahahaha

Lalu yang lain

Tika:”win aku lihat dirimu di TV”.

Bukan hanya itu ada juga blogger Maswar yang kirim fb langsung apakah aku ikut acara quiz atau tidak.

Pokonya lucu-lucu dah, dan yang bikin gokil teman blogger juga ikut kaya Salman, Rinta dan Kak Indri. Kocak dah!

2. Penonton di Acara Sentilan Sentilun Trans 7

sentilan sentilun
sentilan sentilun

Bisa dibilang pengalaman pertama jadi penonton bayaran yang berhasil. Aku mengajak teman kuliahku, Melisa, Elisabeth, Tika, Yosi, Defi dan untungnya mereka mau. Acara yang kami tonton sentilan sentilun tentang teman koruptor waktu itu. Untungnya acara seru jadi kami gak perlu pura-pura ketawa meski tidak lucu atau sekedar tepuk tangan meski tidak asyik. Nah di acara ini juga kami berphoto dengan Cak Lontong yang aslinya lucu sekali. Nah meski kami bukan pameran utama dalam acara ini seperti di Quiz Japan tapi disini adalah satu nyempil kami di shoot pas ketawa.

Dari dua pengalaman mengikuti shooting maka aku simpulkan merasa artis itu susah banget sehingga mending aku jadi blogger aja dah.

Salam

Winny

Review Perjalanan 2015


Never look down to test the ground before taking your next step, only he who keeps his eye fixed on the far horizon will find the right road

By Dag Hammarskjold

patung liberty jepang

Hello World!

Jakarta, 31 Desember 2015

Kalau kata Nathaniel Hawthorne “Time flies over us, but leaves its shadow behind”, begitulah betapa waktu cepat berlalu dan tak terasa sudah dipenghujung tahun 2015. Sebentar lagi detik-detik pergantian tahun Baru 2016, semoga harapan dan impian serta target hidup dapat dicapai di Tahun 2016.

Untuk tahun 2015 Alhamdulillah adalah tahun penuh kenangan buatku karena pertama kalinya merasakan melihat Salju dalam hidupku serta mencapai goal untuk menginjakkan kaki di Tembok besar China. Banyak sekali suka duka perjalanan yang dilalui dan semoga tahun depan lebih baik dari tahun sebelumnya.

Ringkasan perjalanan selama tahun 2015

Januari, 2015

Trip ke Cirebon

Mengawali tahun 2015, di bulan Januari aku melakukan perjalanan dengan Andisu ke Cirebon. Setidaknya kami berangkat dari Jakarta ke Cirebon dengan angkutan umum serta seru sekali perjalanan kami karena ngeteng sambil mandi gak mandi demi melakukan penelusuran ke objek wisata Cirebon. Objek wisata Cirebon yang kami kunjungi waktu melakukan travelling ke Cirebon itu Keraton Kesepuhan Cirebon, Keraton Kacirebonan dan Keraton Kanoman yang kami lakukan dengan jalan kaki dari satu wisata ke wisata lainnya. Khusus Keraton Kesepuhan Cirebon, aku sangat suka dengan unsur Hindu yang kental dan dapat dilihat di batu bata merah serta bentuk gapura keraton.

Keraton Kesepuhan Cirebon

Baca cerita tentang perjalanan ke Cirebon

Februari 2015

Trip ke Padangsidempuan

Di bukan Februari aku memiliki rezeki untuk pulang kampung ke kampung halamanku di Padangsidempuan dan merasakan pertama kali naik pesawat Garuda. Waktu pulang kampung mamaku begitu antusias memberikanku makan yang super banyak sekali dan bertemu dengan Adikku, horee 🙂

Padangsidempuan

Trip ke Pontianak

Masih di bulan Februari, aku bisa mendapatkan rezeki dinas keluar Kota tepatnya ke Pontianak. Sambil nyelam minum air maka beberapa objek wisata Pontianak yang aku kunjungi ialah Tugu Khatulistiwa Titik Nol Garis Khatulistiwa “the equator line”, Taman Alun-alun Kapuas, Sungai Kapuas, Batu Layang Makam kesultanan Pontianak dan Keraton Kadriah (Istana Kadriah Kesultanan Pontianak).

Tugu Khatulistiwa Pontianak

Trip ke Anyer

Masih di bulan februari, pas dinas ke Ciwandan aku dan teman-teman ex MT Cemindo pas makan siang ke Pantai Bojong yaitu Aku, Andisu, Aji, Handhy, Hamzah, Reza, Meri, dan Wilson.  Kami makan gado-gado dengan air kelapa muda dengan pemandangan pantai yang menenangkan.

Sedap kan? 😀

Anyer

Maret 2015

Trip ke Kuala lumpur

Di awal Maret aku melakukan trip yang super menyenangkan dengan temanku yang kemudian kami sebut sebagai geng kamseupay. Perjalanan kami itu dimulai dari Kuala Lumpur ke Penang hingga ke Hatyai. Di Kuala lumpur pula aku bertemu dan tinggal di rumah bang Hamydy, blogger asal Malaysia. Teman yang ikut trip keliling Malaysia dan Thailand itu ialah aku, Sarta, Sarah, Ilham, Ade dan Shahreza.

Menara Petronas Malaysia

Baca juga keliling Malaysia dan Hatyai

Trip ke Hatyai

Puas melihat menara petronas di Kuala Lumpur walau untuk kedua kalinya aku berkunjung ke Menara Petronas, kami berburu objek wisata andalan Hatyai yaitu standing Buddha, Wat Hat Yai Nai Temple dimana the reclining Buddha Hatyai (sleeping Buddha Hatyai), Chang Puak Camp Hatyai penangkaran Gajah Thailand  dan berakhir ke  floating market Hatyai. Pengalaman tak terlupakan saat trip ke Thailand Hatyai ketika kami dimarahin bapak-bapak di bus karena kami tertawa kuat yang akhirnya si Bapak keturunan Singapura campuran India yang memarahi kami malah jadi sok akrab sama kami karena dia kena batu pas diimigrasi.

Kocak perjalanan kami “so memorable“!

Sleeping Buddha Hatyai

Trip ke George Town Penang

Bersama teman kamseupay kami mencari semua daftar Street Art in George Town dan Street art seperti boat, kids on bicycle, old motorcycle, boy on chair, kungfu girl walau gagal karena tidak semua berhasil dikunjungi. Lucunya kami disni sempat kecapean jalan dan adegan Sarah ngambek. Terus mencari keputusan tetap di Penang atau ke Hatyai yang akhirnya memutuskan ke Hatyai.

George Town

Trip ke Batu Caves

Untuk kedua kalinya aku ke Batu Caves tapi tidak masalah karena teman-temanku senang jadi yah aku juga ikut senang. Soalnya pertama kali ke Batu Caves melihat acara Thaipusam maka pas kosong penasaran juga melihatnya walau jujur aku sangat benci Batu Caves soalnya pernah lihat photo mantan dengan selingkuhannya disini ahhaah 😀

batu caves
Batu caves

Trip ke Jepang

Pengalaman luar biasa mulai dari melihat Sakura dan salju pertama kali hingga adegan selisih paham dengan teman perjalanan padahal dulunya akrab malah jadi musuhan, KACAU! Tapi menjadi pengalaman berharga dalam memilih teman perjalanan.

Kalau kata Mark Twain

“I have found out that there ain’t no surer way to find out whether you like people or hate them than to travel with them.”

Selama di Jepang aku melakukan perjalanan dari Osaka ke Tokyo terus ke Kyoto hingga ke Nara. Ibaratnya perjalanan ke Jepang sebagai hadiah untuk ulang tahun sendiri 🙂

Trip ke Osaka

Di Osaka aku membeli Osaka Amazing free, mengelilingi objek wisata Osaka yaitu Shitennoji Temple, HEP FIVE Ferris Wheel (landmark Osaka) dan  Osaka Castle. Sayangnya aku tidak sempat ke Osaka Municipal Museum of Fine Art, dan Umeda Sky Building. Sayangnya tidak sempat ke Dotombori ZAZA, Entrepreneurial Museum of Challenge and Innovation,  Kamigata Ukiyoe Museum, Museum of Oriental Ceramics Osaka, Nagai Botanical Garden, Nishinomaru Garden, Osaka Human Rights Museum, Osaka International Peace Centre, Osaka Museum of History, Osaka Museum of Housing and Living, Osaka Museum of Natural History, Osaka Science Museum, Sakuya Konohana Kan, Shitennoji Temple, Tempozan Ferris Wheel, Tennoji Zoological Gardens dan Tsutenkaku Tower.

Jepang

Trip ke Tokyo

Puas sekali keliling di Tokyo karena hampir semua wisata Tokyo dapat dijelajah selama 2 hari yaitu Asakusa, Imperial palace Tokyo, Sky Tree Tower dekat dengan iconnya daerah Asakusa, Kuil Sensō-ji, Pasar ameyayokoch, melihat patung Hichiko yang membuatku nangis di film dan langsung melihatnya si Shibuya, melihat Akihabara dengan icon komiknya Jepang hingga ke Museum Doraemon di Kawasaki. Lucunya pas di Kuil Sensō-ji yang merupakan kuil terkenal di Tokyo yang berada di daerah Asakusa aku memakai baju “Jakarta Tempoe Doloe” hahaha 😀

Di Tokyo ada Aan temannya temanku yang slek alias salah paham pas trip ke Jepang! Tapi ama Aannya yah biasa aja tidak ada salah paham.

Kaminarimon Sensō-ji
Tokyo Skytree
Tokyo Skytree

Selain itu kami juga ke “Patung liberty Jepang”  di Odaiba serta melihat Fuji TV Building, Decks Tokyo Beach, Aquacity Odaiba, DiverCity Tokyo Plaza, Rainbow Bridge, Museum of Maritime Science, National Museum of Emerging Science, Ferris Wheel dan masih banyak lagi.

Patung Hachiko di Shibuya

Fujiko·F·Fujio Museum
Fujiko·F·Fujio Museum

Trip to Kyoto

Di Kyotolah aku pertama kali melihat salju sampai dibilang “dont crazy” hahaha 😀 Pengalaman super menakjubkan dalam hidupku! Padahal di Kyoto, kartu bus Kyoto all day pass ku hilang  sehingga membeli kembali yang mendapatkan rezeki untuk melihat salju.

my first snow in kyoto tower
My first snow in kyoto tower

 

Geisha, Gion Kyoto

Selain itu di Kyoto aku juga sangat suka dengan Fushinimi Inari, sebuah objek wisata Kyoto yang terkenal dengan seribu tori berjajar sepanjang Gunung. Di Kuil Fushimi Inari aku berkenalan dengan dua cewek Jepang yang aku tidak bisa berbahsa Inggris sehingga aku pake bahasaku mereka pake Bahasa mereka dan bersama-sama melakukan perjalanan naik Gunung di Fushimi Inari, gokil gak itu?

Fushimi Inari

Selain itu aku juga sendirian ke Kinkakuji temple (Golden Pavillon) serta pas hujan-hujan tapi seru aja soalnya ikuti aja langkahmu pasti akan mendapatkan pengalaman yang berharga.

Golden Pavillon

Objek wisata Kyoto lainnya yang aku kagumi ialah Kiyomizudera Temple karena anak bocah berebut berphoto denganku seakan aku itu bule bagi mereka hahaha, untuk pertama kalinya merasa bule di negeri Orang alias orang asing di negeri asing. Terus pas di Kiyomizudera temple aku masuknya gratis, jahil banget ya aku. 😀

Kiyomizu-dera Temple

Terus di Hongwanji Nishi temple aku berkenan dengan kak Sisca yang juga sedang liburan di Jepang maka sama-samalah kami mengelilingi Hongwanji Nishi sampai ke Bamboo path. Cuma pas di bamboo path kami berpisah dan aku melakukan perjalananku sendirian.

Hongwanji Temple

Aku sangat senang jalan-jalan di Arashiyama Bamboo Grove (bamboo path) karena dulu lihanta di film pas datang langsung itu rasanya amazing!

Arashiyama bamboo path

Trip ke Nara

Terkahir perjalanan ke Nara setelah dari Iga Ueno walau gagal melihat kampung Ninja, tapi aku melihat kampung Rusa di Nara serta makan apel Fuji yang super gede dan tentu saja melihat kuil Tua Todaiji Temple yang merupakan salah satu UNESCO WORLD HERITAGE.

Nara

Baca backpackeran ke Jepang

April 2015

Trip to Lembang

Di bulan April, aku, Sarta, Frans dan Gladies, Sarah dan bang Novrizal melakukan trip ke Bandung dengan tujuan wisata pemandian panas Sari Ater, Bambooo Village (Dusun Bambu) Bandung serta floating market Bandung walau yang di Ciater kita amit-amit banget hahhaha 😀

Dusun Bambu Lembang.

Floating Market Bandung

Trip ke Wisata Tangerang

Masih di bulan April, aku Indra, Rinta alias Dita dan Defi melakukan trip sehari ke wisata Tangerang mulai dari Museum Benteng Heritage, Kelenteng Boen Tek Bio, Masjid Seribu Pintu serta Bendungan Pasar Baru Irigasi Cisadane hingga ke Masjid Seribu Pintu. Full keliling wisata Tangerang seharian!

Rinta, Defi dan aku di depan Vihara Boen Tek Bio Tangerang

Mei 2015

Trip ke Kawah Ijen

Perjalanan ke Kawah Ijen full backpacker dan numpang-numpang serta penuh dengan keseruan perjalanan bersama Bang Dendi, Bang Novrizal dan Melisa. Ngetrip demi menyusuri objek wisata andalan Banyuwangi yaitu Kawah Ijen dan Taman Nasional Baluran merupakan edisi travelling yang nyentrik bagiku karena mulai dari tidur di jalanan, pakai wifi gretongan, di dalam kereta 20 jam dengan dua kali nyambung tujuan kereta hingga numpang dengan mobil sayur dan belerang bahkan puncak kegilaan perjalanan ketika beradu mulut dengan tukang angkot karena masalah harga sewa angkot. hehehe 😀

Kawah Ijen
Kawah Ijen
Taman Nasional Baluran
Taman Nasional Baluran

Trip ke Ujung Genteng

Masih di bulan Mei, aku, Sarta dan Muja nebeng temanku Dede untuk jalan-jalan ke Ujung Genteng dengan modal Rp100.000 saja. Rombongan yang ikut trip perjalanan ke Ujung Genteng ialah Dede, Surya, Rina, Gita, Ale, Jamed, Icang, Mayun, dan lainnya melihat pelepasan penyu di Taman Pesisir Pantai Penyu Pangumbahan.

Ujung Genteng

Baca juga Murahnya travelling ke Ujung Genteng

Juni 2015

Trip ke Beijing

Di bulan Juni  travelling ke Negeri Panda selama kurang lebih enam hari. Dua kota Beijing dan Xi’an di China dan yang paling menakjubkan ketika aku bisa meninggalkan jejak di Great Wall atau Tembok besar China. Selain itu berbeapa objek wisaya Beijing yang bisa aku kunjungi ialah Forbidden city, temple of heaven, wangfujing area, Tianmensquare, Great Wall, Summer pallace, Pearl Market dan ruins of Yuanmingyuan.

Tembok Besar China
Tianmen Square
Temple of heaven beijing
Summer Palace Beijing China
Yuanmingyuan
Yuanmingyuan ( old Summer Pallace)
Wangfujing Street

Trip ke Xi’an

Xi’an adalah Kota di Beijing yang aku kagumi karena banyak Muslimnya dan pertama kali bertemu roang Persai terus disuruh kerumahnya ama dibekali telur buat makan. Aku merasakan keluarga di Xi’an terus bisa sholat di The Great Mosque of Xi’an dan menapaki kaki di wisata impian Terracotta Warriors and Horses atau Museum of Terracotta Warriors and Horses.

Mausoleum of the First Qin Emperor
Great Mosque Xian
Great Mosque Xian

Baca juga Trip to China

Juli 2015

Trip ke Mancak, Cilegon

Aku dan Andisu ke wisata Cilegon yaitu lembah Bukit hijau atau Mancak atau Rawa Danau terus makan seafood enak ditraktir Andisu ahhaha 😀

Mancak
Mancak

Trip ke Gresik

Masih di bulan Juli aku plesiran ke Gresik serta mengunjungiMakam Sunan Maulana Malik Ibrahim salah satu Wisata Religi Gresik.

Gresik

Trip ke Surabaya

Selain Gresik aku juga ke House of Sampoerna terus ke Patung Empat wajah serta Patung Kwan im hingga ke Little Arabnya Indonesia alias ke Makam Sunan Ampel.

House of Sampoerna
four faced Buddha berada di Kenjeran Surabaya

Agustus 2015

Trip ke Candi Bahal

Pulang Kampung ke Padangsidempuan, karena lebaran eeh aku malah main sama teman SMA ku ke Candi Bahal yaitu dengan Ilham terus main teman SMPku juga ke Kebun Anggrek. Lebarang kok malah jalan-jalan ya 😀

Candi Bahal

Trip ke Gunung Galunggung dan Kampung Naga Tasikmalaya

Masih di bulan sama, aku, Indra, Sarta, Santo dan Melisa melakukan oneday tour objek wisata Tasikmalaya yaitu Galunggung, Kampung Naga dan Situ Gede. Cuma pas ke Kampung Naganya kami diusir hahaha 😀

Kawah Gunung Galunggung

September 2015

Trip ke Museum-Museum Jakarta

Di bulan September banyak waktu aku habiskan menjelah museum Jakarta mulai dari Museum Tekstil, Museum Kebangkitan Nasional, Gedong joang hingga ke STOVIA.

Museum Tekstil

Oktober 2015

Trip ke Belitong

Lagi-lagi bermasalah dengan teman perjalanan meski itu dengan senior kuliahku yaitu  Bang Novrizal dan Dendi padahal dengan Bang Novri sering jalan bareng tapi yaudahlah.

Again “there ain’t no surer way to find out whether you like people or hate them than to travel with them”!

Sahabat belum tentu bisa jadi travel mate mu!

Di Belitong aku dapat melihat Pulau Lengkuas walau tidak bisa naik ke Mecusuarnya serta beberapa Pulau disekitarnya, dapat melihat Museum Kata Andrea Hirata hingga minum kopi khas Manggar yang super duper enak. Intinya senang dapat menginjakkan kaki di Tanah Laskar Pelangi. Oh ya sampai melihat Kaolin juga dan makan kuliner khas Belitong.

Pulau Lengkuas Belitong
Danau Kaolin Belitong

November 2015

Trip ke Medan

Aku dinas ke MEDAN terus sekalian jalan-jalan ke Kolam Abadi Binjai dengan Adikku Riski. Kolam Abadi sangat ngehits di Medan serta Air terjun Tongkat, air terjun teroh-teroh dan air terjun lau Berte. Cuma harganya mahal dan tempatnya tidak seindah yang aku bayangkan cuma karena jalan dengan adikku jadi aku senanglah 🙂

Aku dan Adikku di Kolam Abadi

Trip ke Rumah Sipitung

Masih di bulan yang sama, akhirnya aku dan teman kuliah Yos ke Rumah si Pitung di Marunda Jakarta.

Rumah Sipitung
Rumah Sipitung

Trip ke Dufan

Kalau ke Dufan berawal dari ide iseng Bang Fahmi Hiu untuk mengadakan liburan ke Ancol bersama dengan blogger lain Rinta, Aku, Akbar, Citra, Choky, Putri, Fahmi Hiu, Dede dan Bobby.  Kalau kata mereka #bloggerkurangpiknik, pengalaman seru sekali!

Rinta, Aku, Akbar, Citra, Choky, Putri, Fahmi Hiu,Fahmi Kucing, dan Bobby

Desember 2015

Trip ke Makassar 

Akhir tahun aku bersama kak Indri Juwono dan Lukman Juwono melakukan trip ke Makassar dan Tana Toraja serta nginap di rumah Kak Olive. Jalan-jalan bareng travel blogger emang sedap dan seru! Di Makassar aku banyak melakukan trip nebeng dan objek wisata Makassar yang aku kunjungi yaitu Air Terjun Parangloe, Ramang-Ramang, Lenag-Leang, Pantai Losari hingga ke Taman Nasional Bantimurung.

air terjun parangloe
Air terjun parangloe

Trip ke Tana Toraja

Di Toraja aku belajar bahwa setiap pasti mati sehingga menyadarkanku untuk menghargai kehidupan. Di toraja full jalan kaki ke semua tempat wisata dan ada kalanya kami diajak nebeng alias dibantu nebeng.

Rezeki anak soleh!

Tempat wisata Tana TorajaMakam tua Londa, Desa Adat Kete Kesu dan makam tua Lemo, Batutumonga, Loko Mata, Bori, Tobarana dan Pallawa.

tana toraja
Tana toraja

Entah kenapa aku iseng-iseng kumpul perjalanan selama setahun 2015 dan ternyata perjalananku lumayan banyak, pantes saja aku kere hahahahha 😀 tapi walau kere aku senang karena pengalaman yang aku dapatkan tidak dapat diukur dengan uang. Semoga tahun depan bisa melakukan perjalanan lagi, dan tentunya rezeki berlimpah.

Amin 🙂

The new year stands before us, like a chapter in a book, waiting to be written. We can help write that story by setting goals

By Melody Beattie

HAPPY NEW YEAR!

Salam

Winny

Pengalaman adegan sandal putus saat Travelling


“One’s destination is never a place, but a new way of seeing things.” Henry Miller

cropped-banner-header-winny.jpg

Hello World!

Jakarta, 20 Januari 2015

Apa adegan berkesan yang tidak bisa kamu lupakan saat travelling di suatu tempat? Pernah kebayang tidak pas asyik-asyiknya jalan-jalan, tiba-tiba sandal kamu putus? Aku tidak pernah membayangkan kalau aku akan mengalami sandal putus di beberapa tempat wisata di Indonesia tapi itulah yang terjadi padahal momentnya lagi eksis-eksisnya menjelajah objek wisata Indonesia damn wonderfull. Hehehe 😀

Well, bisa dikatakan adegan putus sandal yang aku alami tidak hanya sekali saja tapi sering. Perasaanku saat sandal putus ketika itu bercampur aduk antara malu dan lucu serta dipastikan dapat membuat salah tingkah. Untungnya tempat wisata Indonesia yang aku kunjungi itu lumayan kece, jadi rasa malu hilang saking khusuknya menikmati

Beberapa pengalaman adegan sandal putus saat travelling di Indonesia

1. Kawah Putih Dolok Tinggi Raja

Aku di kawah putih dolok tinggi raja
Aku di Kawah Putih Dolok Tinggi Raja

Kawah putih Tinggi Raja atau sering disebut Salju Panas Dolok Tinggi raja merupakan hidden paradise objek wisata Sumatera Utara pada tahun 2010 tapi sekarang sudah banyak sekali pengunjung yang berbondong-bondong kesana. Ada perasaan bersalah ketika aku menulis Pamukkale Indonesia yang merupakan Sulfur putih yang mirip dengan Pamukkale Turkey karena zaman sekarang sudah bertebebaran sampah serta terasseringnya sudah hancur.

PS akulah yang menyebutnya Pamukkale Indonesia karena Andisu menyebutkan mirip dengan Pamukkale Turkey sehingga aku penasaran dan mencarinya di google lalu sejak itu aku menyebut Kawah Putih Dolok Tinggi Raja Sumatera Utara sebagai Pamukkale Indonesia.

Coba lihat photo Pamukkale Turkey dibawah ini yang aku ambil dari blognya si Traveljunkie (gan izin ambil photo buat perbandingan).

Pamukkale Turkey sumber traveljunkiediary.com

Pada saat terpukau dengan keindahahan Kawah putih tinggi raja, tiba-tiba sandalku putus. Mungkin saking lasaknya maka sandalku putus. Ketika sandalku putus maka aku slow saja dan tetap tenang karena takjub dengan andalan objek wisata Sumatera Utara yang mempesona. Kawanku Imam sempat khawatir dengan kakiku apalagi daerah sekitar Kawah putih Tinggi Raja terdiri dari belerang dengan air panas, tapi aku cuwek bebek saja sambil mengais di jalan. Syukurnya kakiku tidak apa-apa. Kesan sandal putus di Kawah Putih Dolok Tinggi Raja alias Pamukkale Indonesia sangat berkesan sehingga sandal putusku kubawa pulang sebagai oleh-oleh perjalanan dari Dolok Tinggi Raja Sumatera Utara.

2. Gili Trawangan Lombok

Aku di Gili Trawangan Lombok
Aku di Gili Trawangan Lombok

Salah satu tempat romantis di Indonesia terdapat di Gili Trawangan yang sangat aku suka. Kejadian sandal putus waktu di Gili Trawangan ketika tahun 2011 bersama temanku Santo, Surya dan William.  Saking lasaknya main pasir putih jadinya sandalku putus sehingga aku langsung membeli sandal jepit dan melanjutkan pasir di pantai Gili Trawangan. Agak sedikit malu ketika sandal putus pas di Gili Trawangan karena kebanyakan di tempat wisata ini berisi bule atau turis mancanegara sehingga ketika berjalan kaki nyeker seperti ayam agak kikuk hahahah 😀

Untungnya mukaku muka tebal sehingga cukup menutupi rasa malu. Oh ya selain terkenal dengan beach party Gili Trawangan Lombok, satu hal yang patut dicoba ialah seafood nya yang membuatku dan Surya mengikuti dari aroma makanan mirip seperti Tom Jerry yang mengikuti makanan dan uang di saku tidak ada. Kesan putus sandal do Gili Trawangan menjadi momen kedua putus sandal ketika travelling.

3. Pantai Air Manih Padang

Aku di pantai air manih padang
Aku di pantai Air Manih Padang

Salah satu tempat wisata Sumatera Barat terletak di Kota Padang yang tekenal ialah Pantai Air Manis karena berisi batu dari kisah Malin Kundang. Kalau dilihat kenapa aku memakai sandal jepit berwarna kuning karena sandal putus ketika melakukan perjalanan 10 hari di Sumatera Barat di akhir tahun 2011 hingga awal tahun 2012. Pengalaman sandal putus saat travelling di Pantai Air Manis Padang merupakan ketiga kalinya. Bisa dibilang sandal putus doyan banget menghampiriku hahahah 😀

4. Taman Bunga Nusantara 

Aku di taman bunga nusantara bogor
Aku di Taman Bunga Nusantara Bogor

Taman Bunga Nusantara merupakan salah objek wisata populer di sekitaran Cianjur. Taman Bunga Nusantara sering sebagai tempat shooting sinetron atau pun film. Taman Bunga Nusantara berisi taman dengan gaya dari beberapa mancanegara seperti Taman Bunga Eropa, labirain dan masih banyak lagi. Jalan-jalan ke Taman Nusantara Bogor waktu itu tahun 2012 bersama teman MT ku.

Saat keliling Taman Bunga Nusantara maka sandalku putus hahahah… Kejadian sandal putus di Taman Bunga Nusantara menjadi adegan putus sandal yang keempat.  Lucu kan?

Saat adegan putus teman-teman MT ku kebanyakan laki-laki ngecengin alias ngejek ketika sandalku putus tapi aku cuwek lagi. Alhasil aku pulang dengan nyeker alias kaki tanpa alas untuk kesekian kalinya heheheh 🙂

5. Goa Petruk Kebumen

Aku di Goa Petruk Kebumen
Aku di Goa Petruk Kebumen

Goa Petruk merupakan salah satu obyek wisata andalan di Kebumen. Waktu aku travelling ke Gua alami Petruk Kebumen tahun 2014, maka adegan sandal putus tidak luput dari perjalananku. Menelusuri gua Petruk yang alami tanpa sandal bukan pengalaman yang menyenangkan karena ketika menelusuri sungai acap kali serangga lewat dan menghampiri kakiku. Iiihh pengalaman putus sandal yang tidak menyenangkan saat di Goa Petruk Kebumen. Ahasil sandal kesayangan harus berakhir ke tong sampah dekat yang ada di Goa Petruk.

Itulah 5 adegan sandal putus ketika melakukan perjalnan di objek wisata Indonesia yang sangat berkesan. Pelajaran yang berharga yang dapat dipetik khususnya buat cewek yang doyan travelling sebaiknya menggunakan sandal gunung saja atau sepatu supaya tidak salah gaya saat travelling atau mengalami adegan putus sandal yang berakhir dengan nyeker kaki tidak terjadi. Sebuah tips perjalanan buat mendapatkan perjalanan yang menyenangkan 😉

Salam

Weeny Traveller

Koleksi Oleh-Oleh dari Daerah Wisata


Hello World, Hello Universe!

Apa hobi ataupun kebiasanmu jika mengunjungi sebuah tempat wisata? Ada yang suka hunting oleh-oleh khas daerah tidak? Pasti diantara traveller blogger memiliki hobi membeli postcard, baju khas daerah yang bertulisakan nama daerah misalnya I LOVE JAKARTA, I LOVE BANDUNG, I LOVE BALI, I LOVE LOMBOK, I LOVE YOGYAKARTA, I LOVE SEMARANG dan masih LOve lovenya tergantung daerahnya, atau mungkin ada juga yang berburu gantungan kunci khas daerah.

Kenapa kita selalu berburu oleh-oleh? Tak lain tak bukan karena teman/saudara/kerabat nitip oleh-oleh. Biasa kan kalau teman/saudara kita tahu kita bepergian maka kalimat pertama yang didingar ialah “bawa oleh-oleh ya”! hahaha 😀 lucu sih tapi itulah kenyataannya.

Jadi mau tidak mau harus berburu tempat belanja di suatu daerah yang dikunjungi atau kadang membeli oleh-oleh dari suatu daerah merupakan inisiatif si traveller  buat orang mereka sayangi. Atau sekedar koleksi cinderamata atau oleh-oleh khas daerah.

cinderamata
Oleh-oleh khas daerah

Aku sendiri paling suka berburu oleh-oleh setiap daerah. Cinderamata tersebut tidak pernah luput dari kegiatanku disetiap daerah. Baik kaos, gantungan kunci ataupun kartu pos! Tapi yang paling sering aku beli ialah kaos daerah sehingga koleksi baju daerahku seabrik, pantes aja aku jadi kere hahaha 😀

Koleksi baju tiap daerah lengkap mulai dari baju Medan, Baju Jakarta, Baju Bandung, Baju Bogor,  Baju Kupang, Baju Semarang, Baju Yogyakarta, Baju Bali, Baju Bukit Tinggi, hingga lama-lama bosan juga beli baju terus hihi.

Tapi dari semua oleh-oleh yang aku beli dari perjalanan oleh-oleh kas kesukaanku selama perjalanan yaitu miniatur Jam Gadang dari Bukittingi, miniatur Sasando dari Kupang dan ukiran dari Bali.

Nah teman-teman traveller apa Koleksi Oleh-Oleh dari Daerah Wisata yang pernah kamu kunjungi?

-Salam-

Weeny Traveller

Kerab Budaya Yogyakarta


“Here’s to the crazy ones. The misfits. The rebels. The troublemakers. The round pegs in the square holes. The ones who see things differently. They’re not fond of rules. And they have no respect for the status quo. You can quote them, disagree with them, glorify or vilify them. About the only thing you can’t do is ignore them. Because they change things. They push the human race forward. And while some may see them as the crazy ones, we see genius. Because the people who are crazy enough to think they can change the world, are the ones who do.”

Steve Jobs

kerab budaya
Kerab Budaya

Hello World, Hello Universe!

Kerab Budaya ala Bantul Yogyakarta memberikan kesan tersendiri bagiku karena melihat pesta rakyat dengan pertunjukan kuda lumping! Kerab Budaya di Bantul dilakukan setiap tahun sebagai syukuran terhadap hasil panen para petani. Seakan rakyat ikut bereforia merayakan kesuksesan dan menyalurkan pundi-pundi kebahagiaan!

Aku yang terdampar di Bantul dengan perjalanan kecil yang tidak terduga bertemu dengan orang lokal Bantul yang arif dan bijaksana. Sudah lama sekali tidak melihat kuda lumping dan acara kerab budaya seperti ini, jarang untuk ukuran Jakarta, tempat sementaraku tinggal!

Di Bantul Yogyakarta, acara kuda lumping bagai magnet yang menarik perhatian rakyat dan berbondong-bondong untuk melihat tarian dengan boneka kuda serta diiringi lagu Jawa. Tapi jangan tanya saya apa arti lagu Jawa yang dinyanyikan karena aku tidak mengerti. Atau Bahasa Jawanya ‘Ora ngertos”!!!

Kerab Budaya di Bantul
Kerab Budaya di Bantul

Kerab Budaya di Bantul Yogyakarta dilakukan oleh remaja dengan lihai mereka memerankan tarian, seakan memberikan pesan kepada penonton. Disekeliling dibangun tenda untuk menampung pedagang makanan dadakan! Sedangkan aku hanya asyik mendokumentasikan setiap gerakan kuda lumping, Budaya Indonesia! Tarian kuda Lumping disini tidak pakai acara kerasukan atau masuk arwah hanya tarian murni kuda lumping! Hiburan gratis dan menyenangkan yang aku dapatkan di perjalanan Yogyakarta. Sebuah catatan perjalanan yang kaya akan Budaya Bangsa, Kerab Budaya alias pesta Rakyat!

wisata yogyakarta
Wisata Yogyakarta

Aku berdecak kagum dan senyum-seyum sendiri seakan aku jurnalis atau bule nyasar yang tidak bule di kampung orang lain dan ironisnya tak ada yang mengenalku disini tapi aku bisa menjadi orang lain yang bebas, bebas menikmatin hidupku!

Kerab Budaya memang menakjubkan dan perjalanan tidak harus mengunjungi semua tempat wisata atau objek wisata menarik tapi bisa juga dengan menikmatin acara hiburan seperti Kerab Budaya di Bantul karena unik dan ciri khas Budaya Indonesia 🙂

 

-Salam-

Weeny Traveller