Berburu Makanan Halal di Floating Market Hatyai


Just because you miss someone, does not mean you need them back in your life. Missing is just a part of moving on (unknow)

Floating market Thailand
Floating market Thailand

Hello World!

Floating market,  ‎01 March ‎2015

Tujuan terakhir dalam edisi trip Hatyai ala mengaku backpacker yang merupakan puncak perjalanan kami yang paling berkesan berada di Floating Market atau nama Thailand Khlong Hae floating market (ตลาดน้ำคลองแห). Dari Pantai Samila tempat Golden Mermaid berada, pak Siamlang nama driver kami membawa ke floating market. Lama sekali perjalanan hingga rasanya kami semua tertidur dengan AC yang menyejukkan. Perasaan kami untuk ke flaoting market Hatyai dibutuhkan lama perjalanan kira-kira satu jam perjalanan dari Pantai Samila.

Sesampai di  Khlong Hae floating market, warung-warung untuk berburu kuliner khas Thailand berjajaran. Betapa kagetnya sekaligus bersuka citanya kami ketika melihat harga makanan yang super murah. Bayangkan saja kami sekali makan seharga 120 Bhat di pasar malam Kota Hatyai serta di Samila beach tiba-tiba mendapatkan harga makanan yang rata-rata 30 Bhat rasanya itu sesuatu! Bahkan bisa dikatakan kalap mata, khilap sekaligus kalap untuk beli beli dan makan-makan.

Masih ingat sekali perkataan Reza dan Sarta pertama kali sampai ke Khlong Hae floating market Hatyai, “Win coba maunya kita makan disini daritadi yah, pasti hemat kali kitanya”!

Khlong Hae floating market, Hat Yai, Songkhla, Thailand.
Khlong Hae floating market, Hat Yai, Songkhla, Thailand

Bayangkan saja baru sampai di Khlong Hae floating market aku sudah beli roti seharga 30 Bhat. Aku membeli roti entah apa nama rotinya karena ukurannya yang besar.Baru beli langsung kamseupay menyerbu makanan ditanganku. Itulah seni serunya jalan-jalan sama teman-teman gokil habis hahahha 😀

Oh ya untuk tips kepada Pak supir kami memberikan 50 Bhat perorang. Artinya uangku hanya bersisa 100 Bhat saja kemudian habis untuk roti 30 Bhat. Sisa ditangan tinggal 70 Bhat yang artinya aku harus pandai-pandai mencari makanan yang hendak dicoba. Untuk makanan di  Khlong Hae floating market semuanya halal karena pedagang makanannya Muslim. Terus yang paling asyik mencari makanan itu pas di atas perahu di sungai. Kalau membeli makanan pas di atas alias pasar yang bukan di atas perahu tidak terlalu khas, yang seru pas beli langsung kepada pedagang yang berada di dalam perahu.  Jadi pas membeli makanan, uangnya ditaruh dalam kaleng/tongkat terus si pedagang mengarahkan kepada kita dari perahunya yang berisi makanan terus kami mengambil makanan atau uang dari tongkat yang diberikan oleh pedagang. Seru kan?

Floating Market Hatyai
Floating Market Hatyai

Saat di floating market, aku juga sempat mencoba minuman orange juice seharga 35 Bhat yang super segar sementara temanku seperti Sarah membeli sup perut ikan 30 Bhat, Sarta  dan Ade membeli tomyam 35 Bhat, Reza membeli keripik kentang 30 Bhat. Untuk Ilham karena stock Bhat sudah habis, alhasil dia hanya melihat kami makan, tapi karena kasihan kami bagi sama-sama, untung dia gak malu jadi makan ramai-ramai. Di floating market terasa banget persaudaraan kami, lapar sama-sama, kenyang sama-sama. Oh ya untuk makanan Sarah merupakan makanan yang rasanya tidak enak sama sekali, sehingga pas si Sarah makan langsung muntah sambil muka mengerut, begitu juga kami mencobanya. Jangan macam-macam kalau berburu kuliner di pasar terapung Hatyai!

Sedikit catatan mengenai pasar terapung Hatyai, kalau aku perhatikan kebanyakan wisatawan asing di Hatyai itu Malaysia bahkan ketika kami disini mungkin hanya kami saja dari Indonesia. Tapi seru untuk melarikan diri dan menjauhkan diri dari dunia pekerjaan untuk sementara waktu!

floating market
floating market

Untuk pasar marketnya sendiri ukurannya kecil untukku, tapi untuk ragam cemilan lumayan bervariasi dengan harga makanan antara 30 Bhat-65 Bhat. Untuk jadwal bukanya setiap hari jumat ke minggu mulai dari jam 3 sore sampai jam 9 malam. Khlong Hae floating market sangat cocok untuk berburu jajanan murah pas berada di Hatyai.

Gara-gara ke Khlong Hae floating market aku jadi penasaran ke Banjarmasin, semoga suatu saat nanti bisa menginjakkan kaki ke Floating market Banjarmasin ya, amin!

Khlong Hae floating market is a traditional way of trading of the local people who uses waterway transportation which located at Khlong Hae. It is another attraction for tourists to go in Hatyai, and  first floating market in Southern Thailand.

Floating Market Hatyai
Floating Market Hatyai

Untuk tempat duduk tidak usah khawatir karena disepanjang sungai terdapat tempat duduk lengkapd engan meja didalam berupa gazebo sehingga pengunjung bisa makan di dalam gazebo sambil berteduh dari panas matahari.

Kami juga sempat mengelilingi daerah floating market dari jembatan. Spot terbaik dari pasar terapung Hatyai berada pas dari jembatan serta di malam hari lebih terasa hidup, sayangnya kami tidak sempat melihat sensasi makan saat malam hari karena jam 8 kami harus balik lagi ke Kuala Lumpur dengan bus malam.

Saat melewati jembatan, berderet bendera masing-masing negara ASEAN, kemudian di sisi lain sungai terdapat penjual biasa yang menjual aneka keperluan sehari-hari seperti baju tidur, sayur, jam tangan mirip pasar kaget di Indonesia. Berjalan mentok di ujung dipastikan kami kembali ke ujung jalan karena Sarta ingin membeli tas yang berada di ujung. Oh ya kami sempat ke toilet yang berada di pasar terapung, terus jangan pikir gratis karena harus membayar 0,3 Bhat.

Khlong Hae Floating Market
Khlong Hae Floating Market

Untuk harga oleh-oleh berupa tas Thailand Sarta membeli 150 Bhat walau penuh perjuangan saat menawarnya. Aku hanya mengamati saja karena uang Bhatku yang bersisa 35 Bhat harus rela aku gunakan untuk membeli nasi goreng seharga 35 Bhat. Untuk segi rasa nasi gorengnya tidak enak tapi ayamnya enak banget dan cukup menjanggal perut kami karena nasi goreng ini merupakan menu makan malam kami. Gila miskin banget yah kaminya! Yang membeli nasi goreng Ilham, Sarta, Reza dan aku,

Satu lagi kesan perjalanan dua negara Malaysia-Thailand di nasinya yang tidak enak, kayak makan nasi catu di Indonesia. Memang nasi Indonesia itu lebih jauh nikmatnya!

Berburu souvenir Thailand
Berburu souvenir di Floating market

Kira-kira kami menghabiskan waktu dua jam di floating market, lalu jam 5 kami menuju ke penginapan karena kami harus berkemas karena jam 7 malam bus kami akan berangkat ke Kuala Lumpur.

Tiba di penginapan kami berkemas lalu mandi di penginapan seharga 15 Bhat dengan toilet umum yang awalnya kami diharuskan membayar penginapan seharga setengah hari penginapan padahal kami kan pengen mandi doang! Alhasil Ade dan Sarah bernegoisasi tawar menawar harga sehingga kami bisa mandi karena kalau tidak mandi bisa emosi tingkat Dewa. Awalnya harganya 60 Bhat untuk mandi sehingga aku mikir seratus kali untuk mandi padahal tanganku udah gosong syukurnya dapat 15 Bhat sehingga masih bisa mandi segar. Untungnya pemilik penginapan baik sekali membolehkan kami berkemas didepan tempat makan. Pas jam 7 malam kamipun dijemput dari penginapan menuju pusat bus menuju ke Kuala Lumpur.

jalan-jalan ke Hatyai
Kami bersama tourgudie kami

Rincian biaya pengeluran selama di Hatyai selama 2 Hari 1 malam

1. Penginapan 290 Bhat/3 orang

2. Biaya transportasi Hatyai-Kuala Lumpur 2700 Bhat/6 orang

3. Pusing-pusing Hatyai alias keliling one day tour hatyai 2000 Bhat/6 orang + tip uncle 300 Bhat/6 orang

4. Makan siang tomyan dipantai seharga 127 Bhat

5. Oleh-oleh berupa patung Golden mermaid 10 Bhat

6. Jajan di floating market seharga 95 Bhat dengan dua makanan dengan minuman

7. Es krim kelapa 70 Bhat

8. Mandi 15 Bhat

Trip mengaku backpacker Hatyai end!

Salam 

Weeny Traveller

Iklan

One day tour Songkhla Hatyai


The more that you read, the more things you will know.

The more that you learn, the more places you will go

Dr. Seuss

Pantai Samila Songkhla
Pantai Samila Songkhla

Hello World!

Songkhla, 01 ‎March ‎2015

Matahari seakan berada tepat diatas kepala ketika kami meninggalkan sleeping Buddha menuju Pantai Samila Songkhla Thailand untuk makan siang karena perut kami memberontak untuk diisi makan. Maklum saja dari pagi hanya makan roti berniat menjadi bule namun gagal total apalagi mengingat teman trip keliling one day tour Hatyai-Songkhla merupakan tipe orang dongok kalau lapar. Alhasil dengan segera kami mengajak bapak tourguide kami menuju ke tempat makan siang yang ternyata ialah Pantai Samila Songkhla.

Sebelum ke Pantai Samila, kami sempat untuk mengunjungi Kedutaan Indonesia yang berada di Songkhla. Beramah tamah dengan sesama warga Indonesia itu rasanya senang sekali apalagi pas melihat Garuda. Tapi karena panas aku dan Sarta memilih untuk menunggu di mobil ketika yang lain masuk kedalam sambil melihat isi dari kedutaan.

kedutaan indonesia
kedutaan indonesia

Sesampai di Pantai Samila kami pun segera keluar dari mobil tidak perduli betapa teriknya matahari tepat berada diatas kepala kami. Beberapa warung makan sudah  berjajar disepanjang pantai yang menawarkan berbagai makanan yang membuat kami bingung untuk memilihnya. Menu yang ditawarkan yang paling menggoda ialah seafood tapi harganya pasti mahal mengingat pengalaman makan malam kami yang harganya seperti makan di restauran atau sekitar 100 Bhat.

Kami pun berjalan di disepanjang pantai untuk memilih warung tempat makan siang. Satu dua tiga warung kami lewati hingga akhirnya kami kembali ke warung pertama karena warung tersebut menawarkan nasi goreng 80Bhat padahal kami sempat menolak dan mencoba melihat ke tempat lain hingga melihat harga di menu jauh lebih tinggi hingga akhirnya kami kembali ke tempat semula. Well, harus tahan malu jika ingin mempertahankan budget perjalanan yang telah dibuat.

Makan siang di Pantai Songkhla
Makan siang di Pantai Songkhla

Aku, Sarah, Sarta, Ade, Ilham dan Reza akhirnya memilih untuk makan disebuah restaurant Muslim di Pantai Songkhla. Tentu saja mudah untuk mendapatkan restaurant Halal di Songkhla dan Hayai Thailand karena banyak sekali orang Malaysia sehingga kami sebagai wisatawan Muslim tidak khawatir untuk mendapatkan makanan halal.

Untuk makan siang, bapak tourguide kami tidak ikut makan siang dengan kami hingga akhirnya kami memutuskan untuk memberikan tips kepadanya. Wajar rasa kemanusiaan teman-temanku tinggi sekali walau sebenarnya persediaan Bhat hanya cukup untuk makan siang saja

Pantai Samila Songkhla Thailand
Pantai Samila Songkhla Thailand

Memasuki warung Muslim yang berada di Pantai Songkhla, kursi disusun rapi menghadap pantai lengkap dengan hamparan pasir. Bayangkan betapa nikmatnya makan siang dengan kaki menginjak pasir pantai berteduhkan atap sambil menikmati angia laut sepoi-sepoi! Aduhai liburan banget dan marasa pelancong banget!

Menu yang kami pesan untuk makan siang bisa ditebak yaitu Tom-Yam Thailand dengan air putih beserta es, hanya saja aku yang tidak bisa minum es karena amandel yang kuderita. Sementara Ilham dan Reza memilih menu lain berupa nasi goreng. Makan siang dengan pemandangan pantai di siang hari itu merupakan pengalaman yang tidak bisa diukur dengan uang, teman!

pantai songkhla
Ade di depan Pantai Songkhla

Untuk cita rasa dan porsi Tomyam yang kami nikmati di pantai ini dengan harga yang sama dengan resturan Malaysia di Hatyai harus kami akui bahwa Tomyam semalam jauh lebih enak dan banyak tapi cukup untuk mengganjal perut kami yang lapar. Akhirnya kami makan siang dengan lahap sambal sesekali bercanda ria.

Nah setelah selesai makan permbayaran untuk tomyam dan air putih seharga 120 Bhat, not too bad lah ya! Terus kami sholat Zuhur dulu, karena kebetulan di warung Muslim ada sebuah Musholla. Setelah sholat zuhur ada anak Thailand berkumpul. Salah seorang bocah amat manis sehingga kami sangat suka dengannya. Yang paling antusias ialah Reza, Sarah dan Sarta hingga kami meminta photo dengan si gadis kecil imut. Sadar dirinya jadi pusat perhatian jadi si anak agak bertingkahlah apalagi pas si Reza minta photo dengan si anak kecil yang kira2 kelas 1 SD makin menjadi-jadi sehingga dengan spontan si Reza bilang “KAMSEUPAY”! Dari sinilah geng kamseupay terbentuk di Pantai Samila Songkhla!!

pantai songkhla
Pantai Songkhla

Awalnya aku kira “kamseupay” ialah Bahasa Thiland yang meniru si bocah eeh siapa sangka rupanya Bahasa gaol! Meledak dong ketawa kami saat si Reza bilang kamseupay. Ditambah Ade mulutnya kayak sampah terus Sarta dan Sarah kalau ketawa nyaring banget hingga ketawa kuntilanak saja lewat! Buset jalan-jalan Songkhla-Hatyai kali ini ramai sekali bercanda ria, susah bareng terus senang bareng!

Terbentuklah nama geng perjalanan kamseupay, akhirnya kami ke tempat  Golden Mermaid Songkhla yang merupakan icon nya Pantai Samila Songkhla. Pantainya bersih sekali dengan berjejer pedagang untuk membeli oleh-oleh khas Thailand berupa gantungan kunci atau kaos bertuliskan Songkhla. Teman-temanku membeli kecuali aku dan aku malah membeli es krim kelapa Thailand seharga 40 Bhat. Jadi satu hari aku tiga kali minum es kelapa Thailand!

pantai songkhla
Aku di depan Pantai Songkhla

Hal yang aku suka di Pantai Samila Songkhla terletak pada pemandangannya serta kelestarian pantainya. Untuk patung putri duyung atau sering disebut golden mermaid songkhla menurutku biasa saja karena hanya patung putri duyung terus ditaruh diatas batu dengan latar belakang pantai. Untukku itu biasa saja malahan aku suka dengan pemandangan di sekitarnya. Beda passion kali ya!

Walau patung Golden Mermaid songkhla atau dalam Bahasa Thailand nya Nang Nguek Thong biasa saja ternyata patung ini dibuat di Pantai Laem Samila Songkhla tahun 1966 loh! Tua juga ya!

Nah karena iconic akhirnya photolah kami satu-satu dengan si putri duyung Songkhla sampai puas.

songkhla
Songkhla

Setelah itu kami ke Patung Naga Songkhla karena beberapa tempat wisata Songkhla yang berdekatan dengan Pantai Samila seperti Songkhla Aquarium, Songhkla Zoo kami lewati karena tidak tertarik sehingga jatuhlah pilihan ke Patung Naga.

Di patung Naga Songkhla, pemandangannya keren sekali. Jika di Singapura begitu terkenal dengan patung singa mancurnya maka naga mancur di Songkhla tak kalah kerennya. Cuma untuk patung Naga Songkhla merupakan salah satu dewa loh yang disembah.

songkhla
Sarta, Reza, Ilham di Songkhla

Oh ya catatan perjalanan selama ngetrip di Hatyai Thailand yang aku perhatikan dengan kebiasaan yang ada di Thailand ialah adanya kain sebagain petanda baik itu pohon, patung sebagai Dewa atau dipuja. Terus orang yang paling heboh lagi ketika disepanjang jalan terdapat gambar Raja Thailand, jadi jangan heran banyak sekali photo Raja Thailand.

patung naga songkhla
Patung naga songkhla

Untuk hal menarik selama di Songkhla dan Hatyai terletak di objek wisatanya yang rata-rata gratis. Eitss tapi jangan muluk-muluk ya karena wisatanya so-so aja alias biasa-biasa saja kebanyakan yah patung. Kalau yang tidak terlalu suka bisa muak melihat patung lagi, patung lagi.

Kira-kira begitulah!

naga pantai songhkla
Kamseupay di patung naga pantai songhkla

Puas dengan Naga akhirnya buru-buru ke dalam mobil, dipastikan kulitku terbakar parah di daerah pantai Samila begitu juga temanku yang lain.

Saatnya untuk menjelajah wisata terakhir Songhkla Hatyai..

pantai Songkla,Thailand
Songkla,Thailand

To be continue

Salam 

Weeny Traveller

Nikmatnya Kuliner Es krim kelapa Thailand di Wat Hat Yai Nai Temple of the reclining Buddha


Life is about change, sometimes it is painful, sometimes it is beautiful, but most of the time it is both (unknown)

Wat Hat Yai Nai Temple of The Reclining Buddha
Wat Hat Yai Nai Temple of The Reclining Buddha

Hello World!

Hatyai, 28 Februari 2015

Hari bersinar dengan teriknya dalam edisi  trip Hatyai kami seakan berkata selamat datang di perbatasan Thailand Selatan. Rasa panas dari luar sedikit teredam oleh dinginnya AC dari mobil yang kami sewa seharian dalam mengelilingi semua objek wisata Hatyai ala backpacker gagal. Kegagalannya bukan karena timnya adalah kamseupay yang terdiri dari Ade, Ilham Reza, Sarah dan Sarta tapi memang kami harus mengeluarkan uang sedikit lebih besar untuk sewa mobil dibandingkan harus berpanas-panas ria dengan tuk-tuk, ditambah lagi kami ke Hatyai untuk liburan bukan untuk menyusahkan diri. Paling tidak itulah persepsi di benak kami untuk melegakan diri sendiri akibat uang Bhat pas-pasan yang ada.

Chang Puak Cam Hatyai
Chang Puak Cam Hatyai

Liburan di Hatyai kami memilihpaket one day tour yang bisa keliling semua objek wisata Hatyai dalam sehari karena waktu kami terbatas tapi maunya banyak! Harus bisa mengunjungi semua objek wisata Hatyai dalam sehari sehingga pilihannya harus dengan tour. Masih ingat diingatan ketika India Singapura yang reseh lalu berubah baik kepada kami sepanjang perjalanan Penang-Hatyai menanyakan berapa hari kami akan menginap di Hatyai lalu dengan satu suara berkata “one day, sir”.

“aha, you just want to fill your passport so that you can show that to people you have been in everywhere”, katanya kepada kami yang langsung kami bilang “no, no.. we want to discover Hatyai’s tourism in oneday to see Sleeping Buddha”. Terakhir dia mengucap “what the f*** with that, lalu kami mengganggap hanya gurauan dari orang tau”.

Setelah puas dari tujuan wisata pertama kami di standing Buddha, bapak Thailand yang tidak tahu namanya membawa kami kepada tujuan wisata keduakedua yaitu Wat Hat Yai Nai Temple dimana the reclining Buddha Hatyai berada.

Sebelum ke sleeping Buddha Hatyai kami telah berhenti di Chang Puak Camp Hatyai, sebuh penangkaran Gajah Thailand bagi pecinta pertunjukan Gajah Thailand tapi karena harus membayar tiket masuk lagi sehingga kami tidak jadi masuk dan hanya numpag eksis saja dengan mengabadikan photo. Habisnya “no money, ingat Bhat sedikit”!

Tuk tuk versi Taxi
Tuk tuk versi Taxi

Setelah dari tempat Gajah Thailand, tourguide kami membawa kami ke sleeping Buddha Hatyai yang awalnya aku kira versi jelek walau Sarah sudah mengatakan indah berkali-kali. Kalau diingat-ingat lucu juga ketika berargumen untuk tempat yang belum dikunjungi. Maklum aku sudah melihat sleeping Buddha di Wat pho sehingga ekpektasiku besar terhadap sleeping Buddha Hatyai.

Awal ke Sleeping buddha karena di  Chang Puak Camp kami melihat poster wisata Hatyai di dalam sebuah tuk-tuk. lalu aku menunjukkan kepada tour guide untuk membawa kami kesana karena di dalam paket kami tidak ada patung buddha tidur ini. Untungnya ada tuk-tuk berposter wisata Hatyai kalau tidak mungkin kami tidak akan mengunjungi patung Buddha tidur Hatyai.

Oh ya buat yang mau hemat dan tahan panas, menyewa tuk-tuk seharian akan jauh lebih murah daripada menyewa 2000 Bhat seharian dengan taxi. Memang benar ilmu ekonomi itu, harga sebanding dengan kualitas (harusnya ;))

Buru-buru kami masuk ke dalam taxi gede menuju ke Sleeping buddha…

Semua jalan kami serahkan kepada pak tourguide sementara kami menikmati pemandangan Hatyai sambil sesekali bercanda hingga sampai di sebuah Danau Hatyai yang masih dalam kawasan sleeping buddha berada. Menikmati pemandangan Danau Hatyai membuat suasana liburan terasa sekali apalagi dari kejauhan sleping Buddha sudah kelihatan dan tentu saja pendapat Sarah benar mengenai Buddha Tidur Hatyai itu indah terbuat dari warna emas.

hatyai
Danau Hatyai

Jam telah menunjukkan pukul 1 siang sesampainya kami di Sleeping Buddha Hatyai. Awal kami masuk ke dalam area temple tidak ada orang.

“Tumben ya orang tidak ada”, begitu kataku. Eeh tak lama aku berceloteh rombongan wisatawan asing datang sehingga berebut berphoto dengan sleeping buddha. Ngantri bok untuk photo! Sampai Reza berkata “tuh kan Win, elu sih bilang sepi terakhir ramai orang”, celotehnya!

Tapi… bukan kamseupay namanya kalau tidak langsung bernarsis ria padahal matahari berada di atas kepala. Terik matahari lewat dah apalagi orang!

Sleeping Buddha Hatyai lumayan besar dan hampir mirip dengan sleeping Buddha di Wat Pho Bangkok bedanya di Hatyai, sleeping buddhanya berada di area terbuka sementara di area Hatyai berada dilapangan terbuka. Perbedaan lainnya kalau masuk ke dalam sleeping Buddha Wat Pho harus membayar tiket masuk sebesar 100 Bhat kalau tidak salah beserta minuman gratis maka masuk ke dalamsleeping Buddha di Hatyai tidak perlu bayar alias gratis. Aku memandangi sekitar dan ada tempat ibadah berisi patung seperti biksu berjajar dan jika ingin meramal bisa dilakukan di dalam ruang yang ada biksu dekat dengan sleeping buddha Hatyai.

Tapi Aku, Sarah, Ilham dam Ade lebih memilih untuk mencari sudut pengambilan photo terbaik dengan sleeping buddha sementara Reza dan Sarta menghilang.

The Reclining Buddha
The Reclining Buddha

Saat aku, Ade, Ilham dan Sarah asyik-asyiknya berphoto dengan sleeping Buddha Hatyai, tiba-tiba Reza dan Sarta datang sambil menunjukkan tangan mereka berisi es krim kelapa Thailand. Es krim kelapa Thailand adalah salah satu kuliner khas dari Thailand berupa es krim di dalam batok kelapa lengkap dengan kelapa muda serta tambahan toping lainnya. es krim ini sebenarnya ada di acara festival makanan di Grand Indonesia saat aku dan Sarta menghadirinya serta di Sarta membeli dengan harga Rp30.000 lalu aku mengatakan ke Sarta kalau di Bangkok harganya jauh lebih murah. Dan tiada disangka akhirnya Sarta mencoba juga es krim kelapa langsung di Thailand.

Sontak dia berkata. “Win, es krimnya enak banget murah lagi”, kata Sarta. Tentu saja lebih murah karena harga es krim tersebut 40 Bhat serta kelihatan nikmat sekali rasanya dimakan saat panas matahari.

 

Karena rumput tetangga selalu hijau…..

Akhirnya Aku, Ade, Ilham dan Sarah ikut-ikutan untuk mencicipi es krim kelapa Thailand. Tanpa pikir panjang kami ke tempat abang es krim berada. Lucunya saat kami menawar harga es krim kelapa Thailand seharga 30 Bhat saja karena kami ada empat orang.

“Sir, please give us discount becuase we are four person, please please!, kataku sehingga akhirnya rayuan mautpun berhasil sehingga si Bapak memberikan diskon 5 Bhat. Yup harga es krim krim kelapa Thailand kami 35 Baht, lebih murah daripada Sarta dan Reza lalu dengan kompak kami mengatakan “kap kun kap” hahaha 😀

Si Bapak wajahnya berseri melihat kekompakan kami, Kami berempat hanya senyum-senyum saja mengamati abang penjual es krim dengan lihainya menyediakan es krim untuk kami.

Nikmat sekali Es krim kelapa Thailand di Wat Hat Yai Nai Temple of the reclining Buddha, sampai si Reza berceloth “gila ya Win, aku awalnya yang menolak ke Hatyai malah paling senang di Hatyai”.

Bisa dibilang Wat Hat Yai Nai Temple mampu menghilangkan kepenatan kami apalagi es krimnya euy sedap sehingga edisi trip mengaku backpacker Malaysia-Hatyai dalam 5 hari menyenangkan.

Puas dengan es krim, akhirnya kami ingin berphoto bersama tapi tidak mungkin ramai-ramai karena aku tidak membawa tripodku hingga akhirnya dengan segala kegilaanku menyuruh wisatawan lain untuk mengambil photo kami. Orang yang mengambil photo kami ramai-ramai di depan sleeping buddha Hatyai ialah orang Thailand yang agak u know… a bit melambai…..

Tapi masa bodoh lah ya yang penting kan tujuan kami tercapai yaitu photo bersama kami di depan patung Sleeping Buddha!

Puas berphoto kami pun menuju ke dermaga yang tak jauh dari Sleeping buddha yang akhirnya aku memutuskan untuk tidak ikut dan memilih duduk manis berteduh karena panas sekali apalagi aku salah kostum banget, rok pendek dengan lengan pendek! Mama…. gosong dah kulitku di dalam bathinku.

Teman yang lain pergi aku malah mencoba peruntungan untuk mencari wifi, kali-kali aja ada wifi di sleeping Buddha walau tindakanku merupakan tindakan trial error manatau untung-untungan. Eh siapa sangka ‘cling wifi ada, internetnya kencang di area ini padahal jauh loh entah dimana”…

Akhirnya aku memberitahukan si Reza begitu juga teman yang lain karena si Reza lah si tukang uring-uringan wifi, yang penting ada internet baginya. Jadi memberitahukannya ada wifi di temple ini ibaratnya memberikan permen kepada anak kecil yang ingin sekali permen ahhahah 😀

Alhasil kami semua sibuk berinternet ria di depan sleeping Buddha Hatyai dengan berteduhkan pepohonan. Untungnya ya ada kursi sehingga kami bisa bersantai ria sambil sebentar beraksi untuk ngehits di dunia maya. ‘duh kerjaan yang aneh bukan?”

Wifi di Wat Hat Yai Nai Temple of The Reclining Buddha
Wifi di Wat Hat Yai Nai Temple of The Reclining Buddha

Wifi di tempat wisata kayaknya harus kita contoh di Indonesia ya biar wisatawan lebih betah berlama-lama. Padahal kalau dipikir-pikir wisata patung Buddha hanya patung saja loh teman cuma tak terbayang ada fasilitas wifi disini. Mengejutkanku secara pribadi…

Yang paling antusias senang dengan wifi tak diragukan lagi si Reza, si pemberi gelar geng kamseupay 😉

Tiga puluh menit berlalu akhirnya kami memutuskan melanjutkan perjalan berikutnya karena perut juga sudah mulai keroncongan…

Sir, please bring us to take a lunch”, kataku.. 

Ok we go there..

 

To be continue..

Salam

Weeny Traveller

Backpackeran di Hatyai


If you are the kind of person who is waiting for the right thing to happen, you might wait for a long time. Its like waiting for all the traffic lights to be green for miles before starting the trip

By Robert Kiyosaki

standing statue hatyai
Standing Statue Hatyai

Hello World!

Hat yai, ‎March ‎01, ‎2015

Hari pertama kami sebagai kaum pengaku backpackeran di Hatyai, kami bangun pagi jam 8 dan sarapan di penginapan. Roti adalah menu utama murah yang menjadi pilihan kerena tidak ada pilihan lain kecuali roti jadi anggap saja kami bule atau setidaknya mencoba membiasakan jadi bule walau sebenarnya perut memberontak tidak kenyang. Di pagi ini pulalah bapak yang menjadi tour guide kami untuk one day Tour Hatyai, dengan harga paket one day Tour Hatyai 2000 Bhat/6 orang dengan taxi AC yang lumayan nyaman karena teman-temanku tidak bisa menderita lagi dan ini merupakan pilihan yang bijak walau mahal sedikit karena cuaca di Hatyai itu panas sekali.  Untuk travel yang kami pilih bernama nominatee tour yang berada di Kota Hatyai. Untuk pilihan objek wisata sudah ada dalam brosur yang intinnya mengelilingi semua objek wisata menarik Hatyai dalam sehari. Sebenarnya ada dua pilihan Hat yai tour Songkhla tour dengan taxi atau van tergantung selera dan kesanggupan uang saja. Kalau mau lebih hemat maka dengan van akan jauh lebih murah. Pada malam sebelumnya sudah diurus oleh Ade dan kami menuruni tangga tempat kami menginap dan menunggu beberapa saat karena bapaknya sudah datang hanya karena tidak melihat kami maka bapaknya berputar-putar lalu datang lagi.

Sebelum kami mengelilingi Hatyai sebelumnya kami permisi dengan Uncle Taiwan yang menunjukkan penginapan ini kepada kami tapi masalahnya kami malah mengganggu tidurnya. Oh ya awalnya kami agak curiga dengan si uncle yang baik hati dengan menunjukkan penginapan murah karena pengalaman mencari bus di kuala Lumpur yang tidak menyenangkan sehingga kami tidak terlalu percaya kepada orang. Syukurnya si uncle ini baik sekali karena berkat jasalah kami bisa mengelilingi objek wisata Hatyai dalam sehari.

One day Tour Hatyai
One day Tour Hatyai

Sekitar 15 menit menunggu akhirnya si paman yang hendak membawa kami travelling objek wisata Hatyai muncul tapi beliau tidak bisa berbahasa Inggris, alhasil bahasa Tarzan pun keluar. Ade yang duduk di depan mobil lah yang sering ngobrol dengan tourguide kami yang tidak bisa berbahasa Inggris itu.

Sebelum menjelajah Hatyai seharian, Thailand sang tourguide membawa kami ke kantor tempat travel berada untuk menjelaskan dibawa kemana kami. Untuk tujuan wisata pertama di Hatyai ialah standing statue Buddha Hatyai dengan nama lain Praphutthamongkhonmaharaj serta satu lokasi dengan Bodhisatava Kuann Im yang berada di puncak Hatyai Municipal Park.

Ternyata Standing Buddha jauh sekali dari tempat kami menginap dan ebrada dalam Hatyai Municipal Park. Jadi di dalam Hatyai Municipal Park terdapat beberapa objek wisata Hatyai menarik seperti four face Buddha, hatyai cable car, ice dome Hatyai serta standing buddha dan patung kwan im. Hanya saja untuk yang berbaur temple itu merupakan tempat ibadah kaum Budhha jadi waktu kesana kesannya seperti mengganggu orang beribadah walau masuk kedalam sudah gratis.

hat tai cable car
Hat yai cable car

Dari penginapan kami berangkat sekitar jam 9 pagi dan sampai di Standing Buddha jam 10 pagi dan panas matahari sudah mulai agak terik. Dari kejauhan kami sudah melihat patung Buddha diatas bukit yang mengingatkan ku pada Salib Kasih di Tarutung Sumatera Utara. Tapi bedanya yang di Hatyai adalah patung Buddha!

Memasuki kawasan Hatyai Municipal Park, di bagian bawah kami sudah melihat Hatyai Icedome tapi kami putuskan untuk lanjut keatas barulah mengunjungi Icedome setelah puas di standing Buddha.

Standing Buddha Temple พระพุทธมงคลมหาราช `located on top of the hill in Hatyai Municipal Park which same location with Goddess Guan Im (The Goddess of Kindness). To entering Phra Buddha Mongkol Maharaj by tuk-tuk would charge 350 Baht per tuk-tuk and it could be cheaper on the street depends on your skill in bargain. The weight of Phra Buddha Mongkol Maharaj is around 20 meters. 

Praphutthamongkhonmaharaj
Praphutthamongkhonmaharaj

Nah saat diatas kami juga melihat cable car yang teman-temanku berceloteh “eh rupanya satu kawasan semua ini ya”. Syukurnya pas di Hatyai semua temanku “adem anyem” alias senang dengan liburan dan merasa bebas sesaat.

Ada dua hal yang membuatku suka area Standing buddha Hatyai, pertama melihat pemandangan kota Hatyai dari atas serta patungnay sendiri lengkap dengan tulisan nasehat.

This is the Buddha image of Hatyai which is built to be soul dependent of buddisht in hatyao and nearby. It seems to be the biggest Buddha statue in blesiing posture in southern Thailand. It is molded with fine bass with the height of 19,90 meters excluding the plinth and 200 tons in weight. It is established in 1999 and was bestowed the name “Phra Buddha mongkol maharaj”.

Aku dan Sarah di wisata hat yai
Aku dan Sarah di wisata hat yai

Saat kami datang, beberapa umat Buddha beribadah sontak aku berkata “buset ya yang kita datangin dengan semangat 45 ternyata tempat ibadah biasa”. Si Sarta dan Sarah sampe muak dengan wisata agama katanya hahaha!

Yang paling lucu malah si Reza karena dialah awalnya tidak berniat untuk mengunjungi Hatyai eeh yang suka banget di Hatyai malah si Reza apalagi saat di pasar malam Hatyai dia berphoto dengan photo cewek berbikini bok! Ampun dah si ketua kamseupay ini hahaha 😀

Saran aku jika ingin mengunjungi buddha berdiri Hatyai cobalah cable car Hatyai dengan membayar sekitar 1000 Bhat untuk melihat four faced Buddha yang sempat membuatku penasaran berat saat di Bangkok. Jadi lebihkan uang Bhat sedikit jangan seperti kami karena terpaku dengan uang Bhat seadanya sehingga kami jadi susah sendirim jadi mikir dan pelit alias sok cucah “sok syusah di negeri orang” karena memikirkan kurs uangnya. Itupun kami tertolong dengan pinjaman uang Bhat dari Ade karena Ade menarik uangnya di ATM.

Beruntungnya kami bukan punya banking dadakan hahaha 😀

Ade dan Sarta di depan standing statue
Ade dan Sarta di depan standing statue

Soalnya aku menyesal tidak sempat menyeberangi sisi lain dari area wisata standing Buddha temple karena masih tersimpan patung buddha keren lainnya. Bisalah dijadikan pelajaran berharga buat kami. Sehingga kata “mengaku backpacker” terjadi karena kami setengah gembel setengah tajir dalan jalan-jalan ke negara orang demi impian menaklukkan perbatasan 😀

Oh ya untuk yang mengambil photo kami beramai-ramai adalah tourguide kami yang tidak ingat namanya karena namanya Thailand banget.

Pengalaman yang kami ingat ketika kami berada di Kuil ini ketika umat beribah membunyikan lonceng yang ada. Uniknya saat satu lonceng berbunyi maka lonceng lainnya ikut berbunyi. Serta beberapa pesan dalam yang keren menurutku seperti:

“Craving and desire make a man desperately forevermore

Happy is he who has killed his own anger

Indebtedness is just another kind of suffering”

keren kan?

Pemandangan Hatyai
Pemandangan Hatyai

Puas bernarsis ria serta mengelilingi kuil buddha berdiri kami melanjutkan perjalanan ke patung Kwan in yang dapat dilihat dari atas.  Untuk ke patung kwan in kami pergi dengan mobil, manja sekali kan? padahal sebenarnya bisa dengan tangga loh! Kalau dipikir-pikir bagus juga naik mobil karena pas masuk kami langsung disambut oleh AC mobil sehingga rasa gerah hilang seketika.

Sesampai di area patung Kwan in, kami melihat mulut naga besar yang merupakan tangga untuk menaiki tempat dewa tertinggi. Pokoknya masuk ke area Kwan in seperti masuk ke dalam film Kera Sakti Sun Go Kong. Setidaknya di area Kwan In, ada patung dewa yang aku tidak tahu namanya, serta patung yang katanya simbol kemakmuran serta 12 shio. Untung patung shio lengkap dengan icon dari shio tersebut seperti shio ular, shio naga, shio kelinci, shio kambing berdampingan dengan patung yang aku tidak tahu namanya juga.

Oh ya disamping patung terdapat toko yang menjual cinderamata khas Kwan In, tapi mengingat dompet yang kosong akhirnya aku tidak memberanikan diri untuk masuk kedalam toko. Cukup duduk manis menatap 12 shio lalu menikmati pemadangan sekitar. Kalau lihat patung raja kayak seperti di film-film aku merasa di China hahah 😀

Puas mengelilingi 12 shio kami turun ke bawah untuk masuk ke dalam area Kwan In. Pas jam 12 siang ke jam 1 dimana matahari terik-teriknya dan aku pastikan disinilah kulitku terbakar habis karena salah kostum terus lupa memakai sunblock. Tapi tidak hanya aku saja korbannya si Reza juga terbakar, sehingga si Reza yang super bersih terkontaminas menjadi Reza yang super dekil! Peace za ^^v

Catatan penting buat calon kaum backpacker atau kamu si penggila jalan, atau si tukang minggat, atau si tukang jalan, atau si doyan jalan atau apalah istilah kerennya jangan lupa memakai sunblok saat berada di Hatyai karena panas banget! Jangan sampai adegan gosong terjadi lagi 😀

Lupakan kegosongan dan panas matahari terik, aku sangat kaget ketiga Ade dan Sarah mengetahui nama-nama patung pendamping Kwan in, maksudku aku merasa masa kecilku kurang bahagia, padahal masa kecilku masa kecil paling bahagia karena di era ’90 itu ngehits banget!

Di depan patung Kwan terdapat dupa tempat peribadatan dan lagi-lagi kami merasa mengganggu orang beribadah, inilah jadinya kalau pergi ke tempat wisata yang sebenarnya dipaksakan jadi tempat wisata “feeling awkward”! Alhasil kami malah pergi karena tidak mau mengganggu peribadahan orang!

Di area Bodhisatava Kuann Im photoku diambil diam-diam pas pulang eeh photo candidku udah dicetak sampai penasaran kapan mereka mengambilnya. Untuk memiliki photo itu aku harus membayar jika di Rupiahkan sekitar Rp30.000 tapi karena Bhatku terbatas pas banget untuk makan sekitar Rp70.000 lagi alhasil aku tidak mengambilnya walau di jalan aku uring-uringan untuk mengambilnya karena ada tulisan Thailandnya.

Sarta sambil mengonceh “ya udah sih Win, photomu disitu jelek gak bagus gak usah ambil, gak usah pikirin”! 😀 Alhasil saat aku mau balik  ke atas si Bapak supir tidak mau, ya sudah say good bye pada photo itu terus mobil meluncur ke bawah untuk menuju ke Hatyai Icedome.

Bodhisatava Kuann Im
Bodhisatava Kuann Im

Saat di bagian bawah bukit, kami sudah tepat berada di hat yai ice dome. Kami disini hanya numpang photo saja sekedar eksis biar kelihatan ada kata “Hatyai Icedome” dan tidak masuk karena mengingat jumlah Bhat kami yang sedikit. Disinilah letak kelucuan perjalanan Hatyai ketika kami terpaku pada jumlah uang Bhat yang sedikit jadi kalau masuk mikir takut uang tak cukup.

Intinya sok miskinlah walau sebenarnya pada kenyataannya miskin juga. Jadi agak lucu aja kalau pemikiran orang kalau jalan-jalan sering itu hanya menghabiskan uang padahal dia tak tahu kalau perginya ngesot, makan dirapel pagi dengan siang, lalu siang dengan malam lalu mikir untuk masuk ke wisata yang berbayar maunya yang murah kalau bisa gratis, sedap kan perjalannya? 😀

Tak lama-lama kami di Hatyai Icedome karena kami ingin melanjutkan perjalanan ke objek wisata Hatyai selanjutnya karena hari ini juga kami harus pulang ke Kuala Lumpur tepat jam 8 malam sehingga kejar tanyang objek wisata Hatyaipun dimulai…

hat yai ice dome
Hat Yai Ice dome

To be continue

Salam

Weeny Traveller

 

 

 

 

Perjalanan dari penang ke Hatyai


The study of mathematics, like the Nile, begins in minuteness but ends in magnificence

By Charles Caleb Colton

Kami di Hatyai
Kami di Hatyai

Hello World!

27 Februari 2015

Melanjutkan cerita perjalanan travelling Malaysia-Thailand dengan kumpulan kamseupay yang lucu pisan. Setelah kami berjani akan bangun pagi demi keliling sisa wisata George Town rupanya kami bangun jam 8, alhasil gaya doang niat mencari sisa art street Penang. Alhasil kami memutuskan untuk ke Museum Cokelat yang tak jauh dari tempat penginapannya. Tapi kami tidak sempat ke Cafe kucing yang sempat membuat temanku Ade penasaran. Setelah mandi cakep lalu kami sarap (istilah Reza yang artinya sarapan) roti. Ada apel juga di sarapan kami, sayangnya aku tidak melihatnya. Alhasil si Reza dan Sartalah yang beruntung mendapatkannya. Setelah jam 9, akhirnya kami ke Museum Cokelat bersama si Sultan tapi ternyata ekpektasi kami ketinggian saudara-saudara karena ternyata di Chochalate museum berupa tempat menjual dan memproduksi cokelat. Dari luar tidak kelihatan seperti cafe dan uniknya ada cokelat rasa pedas. Kami sempat mencoba tester beberapa rasa cokelat tapi kami tidak membeli kecuali si Ade dan Sultan. Karena melihat isinya hanya toko biasa yang menjual cokelat maka Aku, Ilham, Sarta dan Reza keluar dan malah memilih eksis untuk bernarsis ria sambil menunggu Sultan dan Ade belanja.

Oh ya teman-temanku sempat mengejekin akibat salah kostumku yang aneh karena sudah kece pake rok malah pake sepatu kets, aneh kan ya? 😀

museum cokelat penang
Museum cokelat penang

Sambil menunggu Ade dan Sultan keluar dari Museum cokelat, kami berphoto ria. Lucunya ketika si Reza dan Sarta menggerutu menuggu keluarnya Sultan karena kami hendak membeli tiket bus dari Penang ke Hatyai. Awalnya di depan penginapan kami melihat bus menuju ke Hatyai dengan harga 40RM tapi karena kemahalan akhirnya tidak kami beli dan memilih untuk mencari sendiri. Nah sempat bete kan ya menunggu orang keluar padahal disisi lain kami kejar tayang.

Setelah Sultan dan Ade muncul kami melanjutkan perjalanan ke arah Komtar, sebuah pusat transportasi umum perjalanan lintas batas baik domestik maupun internasional di Georgetown yang merupakan pusat perbelanjaan. Nama lain dari Komtar ialah Pragin Mall Komtar, singkatan dari nama Perdana Menteri kedua Malaysia, Tun Abdul Rahman. Dan disinilah kami berpisah dengan Sultan serta disini pulalah adegan kami kehilangan si Ade karena mencari bus ke Hatyai pisah-pisah ditambah yang punya komunikasi hanya si Ade. Kami sempat khawatir tidak bertemu Ade alhasil kami menunggu di tempat travel yang akhirnya kami bertemu Ade dan dapat harga murah ke Hatyai sebesar 35 RM. Setelah kami berkumpul alhasil kami tidak memutuskan untuk mencari art street yang lain walau masih ada waktu 2 jam lagi karena waktu keberangkatan dari Penang ke Hatyai jam 12 siang. Pilihan terakhir ialah mengisi perut karena kelompok perjalananku ini gila-gila semua bisa dongok kalau kelaparan ahhaha…

Pilihannya ialah nasi biryani lagi yang tak jauh dari travel agenci sampai-sampai si Ade dan Sarah mengeluh dan bosan nasi biryani lagi hahaha 😀

Tapi untuk teh tariknya aku tidak pernah bosan karena enak sekali. Untuk harga sarapan pagi merangkap makan siang berupa nasi biryani dengan udang serta teh tarik sebesar 119 RM/7 orang. Kami menghabiskan sisa waktu di Penang sambil bercerita dan bercanda gurau. Sumpah teman perjalanku ini gokil semua!

George Town
Ilham, Sarta, Sarah dan Aku di depan Museum Cokelat George Town

Setelah kenyang bego akhirnya kami mencari tempat penukaran uang untuk menukar uang demi biaya ke Thailand karena jujur saja kami tidak mempersiapkan uang yang cukup ke Thailand yang mencari bencana dalam perjalanan kami 😀

Sesampai di travel agenci tempat kami membeli tiket hari sangat terik sekali plus lelet juga berangkatnya. Kami berangkat dari Penang jam 12:30 dan lama perjalanan dari Penang ke Hatyai memakan waktu sekitar 3 jam-an. Perjalanan ke Hatyai melewati Penang Bridge dan aku sangat suka dengan pemandangan di jembatan Penang. Kalau dihitung-hitung lama perjalanan dari Kuala lumpur ke Penang kurang lebih 8 jam lalu dari Penang ke Hatyai kurang lebih 3 jam.

Nah saat perjalanan ke Hatyai kami naik van yang berisi kami berenam plus orang Singapura keturunan India, cewek Spanyol dan orang Malaysia yang keterunan India serta unlce yang duduk di depan yang bisa berbahasa Malaysia, dan fasih bahasa Thailand. Si uncle lah yang berbicara dengan supir yang kami kira adalah kenek dari supir.

Sepanjang perjalanan kami bercanda dan tertawa. Lalu ada momen ketika si Ade sempat membuatku jadi bahan lelucon sehingga tertawa teman-temanku kelewatan sehingga membuat marah si paman dari Singapura.

“Bu V photolah dulu aku yang cantikan itu, yang jahatan kau hiks hiks hiks”, kata Ade sambil meniru gaya bicaraku sehingga Reza, Ilham Sarta dan Sarah tertawa keras hingga si Orang Singapura marah dan berkata “why you laugh at? its us you laugh at?”. Lalu kami terdiam selama perjalanan bahkan hingga tertidur.

Kami baru terbangun setelah kami sampai di perbatasan dan harus keluar van untuk mencap paspor di Imigrasi Malaysia. Urusan imigrasi mudah dan cepat, bagasi kami tidak diperiksa hanya membawa badan lalu ngantri dan paspor kami dicap lalu selesai kembali ke van. Kemudian perjalanan dilanjutkan hingga berhenti di imigrasi Thailand yang berada di Songkha.

Saat di Imigrasi ternyata si Pak Singapura bermasalah dengan imigrasinya sehingga membuat antrian lama dan kami hanya diam mengamati karena dimarahin olehnya. Terus karena dia kena masalah si Reza temanku yang kurang ajar malah berkata “kualat itu si bapak habisnya memarahin kita padahal dia juga bicara ribut juga di dalam mobil” hahaha.. Parah kan?

Padahal pas ngantri kami sempat kebelet ke toilet terus uang ke toilet sekitar 5 Bhat. Lalu kami kumpulkan uang rame-rame lalu sama-sama toilet hahaha.. susah senang bersama banget 😀

Saat adegan di toilet jugalah si unlce Taiwan memberikan uangnya kepadaku saat uangku tidak ada receh, baik sekali kan?

imigrasi malaysia-hatyai
Imigrasi Malaysia-Hatyai

Setelah proses keimigrasiin selesai, si Bapak Singapura sikapnya berubah jadi baik kepada kami dan bercanda kepada kami bahkan minta photo sama kami. Karena teman-temanku baik dan tidak pendendam akhirnya si bapak diajak bercanda bersama.

Sesampai di Hatyai kami ingin menginap di Hotel Cholatarn di Jalan Aengchan dengan harga penginapan semalam 550 Baht tapi sebelum kami mencari penginapan kami sempat ke travel agent untuk menanyakan biaya perjalanan keliling Hatyai dalam sehari lalu kami ditawarkan seharga 2000 Baht yang kemudian kami putuskan kemudian. Lalu kami mencari cara untuk pulang keesokan harinya ke Kuala Lumpur karena Sarah harus balik di hari senin. Akhirnya kami mengikuti si orang Singapura ke stasiun Hatyai untuk membeli tiket kereta/sleeper train yang sayangnya tiket sudah habis sehingga kami memutuskan untuk naik bus ke Kuala Lumpur.

Si uncle Taiwan menawarkan untuk menginap di tempatnya yang awalnya kami curiga tapi akhirnya kami berterimakasih ke uncle karena berkatnyalah kami menemukan penginapan super murah di Hatyai. Sang supir menunjukkan penginapan yang awalnya aku dapat kemudian kami memutuskan ke tempat si uncle karena harga penginapan nya sangat murah. Nama penginapan kami di Hatyai bernama Hotel hibiscus city dengan harga permalam 290 Bhat/3 orang. Murah sekali kan?

stasiun hatyai
Stasiun Hatyai

Penginapan kami bersih walau sederhana dan jika untuk mendapatkan wifi gratis harus bayar lagi, Untungnya si Ilham menumukan wifi gratis di Aloha Hotel sehingga kami tetap bisa eksis ria.

Dalam perjalanan kami ini, si Reza jadi tukang pemegang uang alias bendahara, si Sarta yang catet perjalan, aku si petunjuk jalan, Ade si Bank kami dan Ilham tukang photo kami sementara Sarah si pembawa bekel hahaha 😀

Setelah membayar penginapan kami mandi lalu bersantai ria karena malam kami akan ke pasar malam Hatyai untuk makan malam serta mengelilingi Hatyai di malam hari. Dalam perjalanan Hatyai kami tidak ingin perjalanan kami sia-sia seperti perjalanan Penang sehingga kami memutuskan menyewa mobil seharga 2000 Bhat untuk kami berenam dari jam 8 sampai jam 5 sore. Sementara harga tiket balik ke Kuala Lumpur seharga 2700 Bhat/6 orang sehingga kami agak santai.

Karena kami kekurangan Baht sehingga dengan baiknya Ade mau mengambil uangnya dan kami meminjam uang Ade yang akan kami bayar kepadanya. Untuk pengeluaran selama di Hatyai ialah 290baht/3 orang, biaya Hatyai-kuala Lumpur 2700 Bhat/6 orang serta sewa keliling wisata hatyai 2000 Bhat/6 orang.

Hatyai
Hatyai

Malamnya sebelum keliling Hatyai di malam hari kami makan malam dekat penginapan kami. Hal yang aku suka dari Hatyai ialah kemudahan mendapatkan makanan halal karena banyak sekali muslim di Hatyai sehingga tidak khawatir makan serta banyak sekali orang Malaysia sehingga bisa berbahasa Melayu. Kami mencoba Tom Yam Thailand di restauran halal di dekat penginapan seharga 150 Baht termasuk teh tarik dan martabaknya. Untuk tomyamnya enak sekali cuma kami agak kaget dengan harga makanan yang menurut kami sama mahalnya dengan harga di Kuala Lumpur padahal ekpektasi kami harga di Thailand harusnya jauh lebih murah. Hal yang membuatku esmosi ketika si Ibu berbicara Thailand saat kami tanyakan berapa harga makanan kami padahal si ibu bisa berbahasa Melayu sehingga kesannya seperti you know lah!

Tom yam Thailand
Pasar Malam Hatyai Thailand

Overall tomyam dan martabaknya enak sekali walau agak mahal lalu kami berjalan mencari ATM karena uang Bhat kami pas-pasan hingga akhirnya kami menemukan dinding yang bertuliskan “SELAMAT DATANG HATYAI” di poster suatu Bank 😀

Lalu setelah uang di ambil Ade dan dibagikan kami lalu kami berhenti ke Mall untuk mencari oleh-oleh. Hasil yang kami dapat dari keliling Hatyai harga di Kota ini cukup mahal. Bahkan harga gantungan kunci di jalanan sama harganya dengan harga di Mall sehingga teman-temanku memutuskan untuk membeli oleh-oleh khas Thailand di Mall yang kami masuki.

Tapi aku tidak membeli souvenir khas Thailand karena aku sudah memilikinya plus uangku pas-pasan juga. Akhirnya aku menemani mereka membeli souvenir buat oleh-oleh. Barulah puas berburu oleh-oleh khas Hatyai kami pulang ke penginapan.

berburu souvenir thailand
Ilham berburu souvenir thailand

Untuk hari pertama di Hatyai kami pulang jam 8 malam tapi sampai di penginapan kami semua malah mengerumpi di kamar cowok sambil membuat adegan kebohongan untuk pembohongan publik. Si Adelah yang menjadi actor utama dalam acting kebohongan kami terutama mengenai aksi nama penginapan kami yang seolah menggemborkan di Path atau social media lainnya bahwa kami tinggal di tempat yang super mewah. Tapi lucu sekali karena memang niatnya buat lucu-lucan hahahah…

Canda tawa pun mencairkan suasana malam kami hingga jam 12 malam, perjalanan yang melelahkan seharianpun hilang dan saatnya kami untuk istirahat demi keliling objek wisata Hatyai sampai puas!

backpacker
Kami dengan dunia kami sendiri yang mengaku backpackerx

Salam

Weeny Traveller

 

Keliling Kuala Lumpur-Penang-Hatyai 2,5 juta


“All the pathos and irony of leaving one’s youth behind is thus implicit in every joyous moment of travel: one knows that the first joy can never be recovered, and the wise traveler learns not to repeat successes but tries new places all the time.” – Paul Fussell

Petronas
Menara Twin Tower Petronas

Hello World!

Malaysia, Thailand 26 February-3 Maret 2015 Edisi trip perjalanan Malaysia-Thailand kali ini, aku membawa teman-teman backpacker pemula selama 5 hari dengan budget perjalanan awalnya berkisar dengan modal 1,5 juta. Tiket pesawat sudah kami beli dari bulan Desember 2014 lalu dengan harga tiket pulang pergi Jakarta-Kuala Lumpur seharga kurang lebih Rp500.000. Yang sudah membeli tiket untuk ngetrip denganku yaitu Aku, Sarta, Sarah, Reza, Ade, Ilham, Irwan dan Reza Tanjung. Tapi Irwan dan Reza Tanjung membatalkan niat jalan-jalan bersama kami sehingga terkumpullah geng kamseupay yang terdiri dari Aku, Sarta, Sarah, Reza, Ade dan Ilham. Ada cerita lucu dibalik nama geng perjalanan “kamseupay” saat kami di Thailand. Akan aku ceritakan kenapa nama kelompok perjalanan ini kamseupay di cerita perjalanan berikutnya.

Kami dengan host Hamidy di kuala lumpur
Kami dengan host Hamidy di kuala lumpur

Overall perjalanan kami sangat menyenangkan karena orang-orang yang aku bawa sangat lucu dan gila 😀 Perjalanan dimulai dari Kuala Lumpur ke Penang hingga ke Hatyai kemudia Songkhla kemudian balik ke Kuala Lumpur habis 2,5 juta termasuk tiket pesawat dan oleh-oleh. Biaya perjalanan seharusnya bisa lebih hemat lagi tapi karena temanku tidak bisa susah sehingga budget perjalanan kami menjadi 2,5 juta. Kira-kira murah tidak ya biaya 2,5 juta keliling Kuala Lumpur-Penang-Hatyai selama 5 hari? Karena murah itu relatif tapi bagiku bolehlah apalagi salah satu penyumbang biaya hemat kami karena saat berada di Kuala Lumpur kami memiliki host yang baik sekali yang mau menampung kami tidur semalam sehingga menghemat biaya penginapan selama semalam. Terimakasih kepada teman sesama blogger yaitu Bang Hamidy yang telah menampung kumpulan kangseupay melancong ke Kuala Lumpur 😀 Oh ya dalam perjalanan kami mengelilingi Malaysia-Thailand, tujuan wisata utama yang aku ingin kunjungi ialah Penang yang membuatku penasaran dari lama serta Krabi. Tapi karena waktu yang tidak memungkinkan sehingga travelling ke Krabi kami batalkan sehingga hanya sampai Hatyai saja. Perjalanan kami berakhir di menara Kembar Petronas atau  yang terkenal dengan sebutan Twin Tower Petronas/ Kuala Lumpur Tower, landmark dari Kuala Lumpur.

Penang
Penang

Untuk keliling Asia Tenggara khususnya dua negara Malaysia-Thailand, aku sudah menyiapkan itenary perjalanan Malaysia-Thailand selama 5 hari 4 malam yang semoga bermanfaat sebagai panduan itenary perjalanan bagi backpacker pemula. Rencana perjalanan Malaysia-Thailand buat pemula

Date Time Activity Price Remark
26-Feb-15 20:25 – 23:25 Soekarno Hatta International Airport (Terminal 3) to Kuala Lumpur International Airport 2 (klia2) Rp150.000 Uang pajak bandara ke LN
26-Feb-15 23:25 – 24:00 Imigrasi
27-Feb-15 24:00-05.00 Tidur di bandara
27-Feb-15 05.00-06.00 Dari KLIA ke stasion KL Sentral. 10 RM Terminal bus KLIA Ground Floor, Blok C dan di Terminal kedatangan internasional KLIA (Lantai 3). Naik SKYBUS / AEROBUS
27-Feb-15 06.00-08.45 Makan pagi di Medan Selera KL Sentral RM 5 Menu : Nasi Lemak Rendang Ayam (RM 5), Nasi Ayam Roasted (RM 4.5), dan nasi putih (RM 1.5).
27-Feb-15 08.45-16:45 KL sentral ke Butterworth – George Town RM 35.5 KL-ke George Town 10 jam. Untuk menuju ke Penang, naik Fery ke Pelabuhan di George Town.Tiket Fery hanya 1.5 RM. Harga bus RM34
27-Feb-15 16:45-17:20 Ke penginapan di Guest Inn Muntri RM 28 Dorm campur, kamar mandi luar dan ada sarapan
27-Feb-15 17:20-22:00 Explore George Town
28-Feb-15 05:00-07.00 makan pagi persiapan Pusat transportasi umum di Georgetown terletak di KOMTAR, Pragin Mall Komtar.
28-Feb-15 07:00-12:00 Explore George Town Wisata Penang: Kek Lok Si Temple di Air Itam,  Sri Mahamariamman Temple, Penang Bridge, Penang Hill , Penang Toy di Jalan Tanjung Bungah, Penang
28-Feb-15 12:00-14:00 checkout makan siang
28-Feb-15 14:00-16:00 Menuju ke Hatyai RM 30  Perjalanan dari Penang ke Hat Yai normalnya ditempuh dalam waktu 4 sampai 5 jam
28-Feb-15 16:00-22:00 Penginapan di Hotel Cholatarn di Jalan Aengchan 550 Bhat
28-Feb-15 22:00-05:00 istirahat
1-Mar-15 05:00-18:00 Explore Hat yai 30 Baht Objek wisata Hatyai :  Klong Hae Floating Market, pasar terapung di bagian utara Kota Hatyai yang menjual berbagai macam makanan khas Thailand di atas perahu-perahu kecil. Hat Yai Municipal Park, Ton Nga Chang Waterfall, Hat Yai Observatory, Hat Yai Ice Dome dan pasar malam murah di Greenway Market dan ASEAN Market.
1-Mar-15 18:00-04.00 Menuju ke KL 104 RM Kereta malam
2-Mar-15 04:00-12:00 Ke Petronas dan Bukit bintang  Cara ke Petronas dari KL Sentral naik LRT Kelana Jaya menuju Gombak turun di KLCC.
2-Mar-15 12:00-18:00 Menuju Klang dan keliling KL
3-Mar-15 18:50 – 19:55 Kuala Lumpur International Airport 2 – Soekarno Hatta

Oh ya rencana  perjalanan diatas hanyalah awal perencanaan yang aku buat karena pada aplikasinya ada yang tidak sama diantaranya tidak jadi menginap di bandara karena kebaikan bang Hamydy yang manampung kami serta beberapa kesalahan perjalanan kami seperti tidak ke Butterworth hingga kami yang tidak bisa “sok cucah” alias kami makan apa saja yang membuat kami. Lucunya orang-orang yang aku bawa akan esmosi kalau belum makan tapi mereka bisa juga diajak tidak mandi bahkan tidur di bus demi menghemat biaya penginapan. Orang yang aku bawa kali ini emang manusia keren walau gak cocok backpacker tapi asyik untuk diajak jalan.

standing buddha hatyai
Standing Buddha Hatyai

To be continue.. Salam Weeny Traveller

Pengalaman Masuk Gratis ke Grand Palace


If there is one must-see sight that no visit to Bangkok would be complete without, it’s the dazzling, spectacular Grand Palace, undoubtedly the city’s most famous landmark. Built in 1782 – and for 150 years the home of the Thai King, the Royal court and the administrative seat of government – the Grand Palace of Bangkok is a grand old dame indeed, that continues to have visitors in awe with its beautiful architecture and intricate detail, all of which is a proud salute to the creativity and craftsmanship of Thai people. Within its walls were also the Thai war ministry, state departments, and even the mint. Today, the complex remains the spiritual heart of the Thai Kingdom. Within the palace complex are several impresiive building including wat phra kaew (temple of the emerald buddha) which contains the small, very famous and greatly revered Emerald Buddha that dates back to the 14th century. (Bangkokdotcom)

Grand Pallace bangkok thailand
Grand Palace Bangkok Thailand

Hello World!

Selalu ada rezeki buat anak sholeh begitulah kira-kira positive thingking yang ada padaku ketika melakukan solo travelling ke Bangkok Thailand dengan mengandalkan tiket murah ala AA. Kesan pertama yang tak terlupakan di Thailand ialah betapa susahnya menghapalkan “Kap Kun Ka” yang artinya terimakasih (bener tidak ya tulisannya).

Saat di pesawat seorang Ibu bertanya padaku kok berani sendirian jalan-jalan ke Thailand tanpa travel agent atau bareng teman tapi mau apalah ajakan tiket Rp650.00 Jakarta-Thailand pp tidak menggiurkan teman-teman yang aku ajak sehingga aku memutuskan tamasya sendirian ke Thailand!

“Nekat dan sikat saja!”

taman grand pallace
Taman di depan Grand Palace

Mudah sekali untuk menuju ke Grand Palace kerena dekat dengan Kao San Road, tempat backpacker dunia berada karena area Khao san road merupakan salah satu tempat penginapan murah di Bangkok.

Siang itu berjalan dari Khao san menuju ke Grand Palace dengan mengandalkan buku yang saya beli yang isinya tentang ngetrip ke Bangkok Thailand bagi pemula sehingga panduannya jelas bagaimana saya kesana serta membaca petunjuk jalan. Untuk menuju ke Grand Palace cukup dekat sehingga saya berjalan kaki sambil menikmati jalanan Bangkok yang rapih dan tertata beda sekali dengan di Jakarta, paling tidak pedistriannya nyaman walau matahari terik sekali kala itu.

Sesampai di depan pintu utama Grand Palace terdapat sebuah taman yang sejuk lengkap dengan burung merpatinya. Tapi hati-hati dengan perempuan yang memberikan jagung kepada merpati karena sekali memberikan jagung ke merpati maka akan diminta uang, begitu tips jangan dilakukan di taman dekat Grand Palace. Mukaku yang mirip dengan orang Thailand maka si perempuan tidak menyuruhku memberikan makan merpati sehingga aku leluasa untuk menikmati patung serta air mancur dan merpati yang ada.

Setelah puas berphoto dengan merpati lalu aku masuk ke dalam Grand Palace dan langsung dari luar sudah kelihatan betapa kerennya isi Grand Palace, pantas saja menjadi iconic Bangkok. Nah kalau tidak mengunjungi Grand Palace maka ke Bangkok itu sia-sia. Secara iconnya Bangkok  😀

Tiket masuk ke Grand Pallace
Tiket masuk ke Grand Palace

Nah ternyata saat memasuki loket pembelian tiket masuk ke Grand Palace aku lewati dan langsung masuk ke pintu disebalah kiri untuk orang Thailand maka dengan wajahku yang katanya mirip orang Thailand maka aku tidak membayar harga tiket masuk ke Grand Palace sebesar 500 Baht!

PS: sebenarnya gak sengaja lewat jalan arah kiri tapi jangan ditiru ya!

Rasa deg-deg syur saat memasuki Grand Palace apalagi di depan pintu sudah ada patung yang gede sekali dengan wajah yang seram seperti penjaga Grand Palace.

Pintu masuk ke Grand Pallace
Pintu masuk ke Grand Palace

Selain itu ada hiasan di dinding Grand Palace yang bercerita tentang masa lalu dari gambar tersebut. Aku melirik pengunjung bule yang memiliki tourguide orang Thailand yang menjelaskan maksud lukisan di dinding sementara aku hanya backpacker kere yang nguping isi penjelasan lukisan seolah aku itu sibuk sendiri padahal sambil mengamati heehehhe :D.

Lukisannya ada yang agak aneh aku rasa, entahlah yang pasti aku bukan ahli pembaca lukisan.

travelling to thailand
Lukisan dinding di Grand Palace

Oh ya selain itu ketika memasuki Grand Palace aku menemukan peta Grand Palace yang menunjukkan denah Grand Palace yang terdiri dari Temple of the emerald Buddha, Bureau of the royal household, Office of His Majesty’s Principal Private Secretary, Sala Luk Khun Nai, Sala Sahathai Samakhom, Museum of the emerald Buddha Temple, Pavillon of Regalia Royal Decorations and coins, phra thinang amarin winichai, Phra Thinang Phaisan Thaksin, Phra Thinang Chakraphat Phiman, Phra Thinang Dusidaphirom, Phra Thinang Racharuedee, Phra Thinang Sanam Chan, Ho Sastrakhom, Ho Sulalai Phiman, Ho Phra That Montien, Phra Thinang Chakri Maha Prasat, Phra Thinang Moon Satharn Borom Ard, Phra Thinang Sommuthi Thevaraj Uppabat, Phra Thinang Borom Ratchasathit Mahoran, Phra Thinang Dusit Maha Prasat, Phra Thinang Phiman Rattaya, Phra Thinang Aphorn Phimok Prasat, Phra Thinang Rachakaranya Sapha, Ho Plueang Khrueang, Mount Kailasa, Siwalai Garden, Phra Thinang Boromphiman, Phra Thinang Mahisorn Prasat, Phra Thinang Siwalai Maha Prasat, Phra Thinang Sitalaphirom, Phra Buddha Rattanasathan, Phra Thinang Chai Chumpol, Phra Thinang Suthaisawan Prasat, Inner Court.

(PS: Jujur saja aku tidak hapal nama-nama area bagunanan di komplek Grand Palace sehingga namanya tak ambil dari Wikipedia 😉 )

peta grand pallace
Peta Grand Palace

Puas mengamati sekitar lalu aku menuju ke bagian lain di Grand Palace yang terdapat patung gajah hitam serta corak semua bangunan sangat spektakuler menurutku karena berbeda dan unik.

Sesuatu yang baru dilihat memang menarik perhatian ya?

Grand
Patung Gajah Hitam

 

Oh ya Kompleks Grand Palace sangat luas loh berisi jenis-jenis temple kalau Bahasa Thailandnya Khraw. Aku yang tidak familiar dengan nama kuilnya mengitari melihat bagaimana gaya design serta arsitek bangunan. Beberapa kuil  ada yang berwarna emas dan ada juga yang berwarna putih seperti di Wat Arun. Tapi yang unik di setiap bangunan ada symbol serta ornament berupa patung emas mirip dengan patung gede penjaga di depan tadi. Selain itu di Grand Palace terdapat beberapa kuil yang memiliki koleksi patung Buddha. Khusus patung Buddha Emerald tidak boleh diphoto hanya boleh dkunjungi saja dan ada beberapa kuil yang tidak boleh dikunjungi pengunjung.

grand pallace thailand
Ornamen di Grand Palace

Overall pengalaman masuk ke GRATIS ke Grand Palace memang berkesan karena tempatnya yang kece juga mendapatkan  pengetahuan tentang Kerajaan Thailand.

So buat teman-teman yang ingin melakukan perjalanan ke Thailand sendirian tidak usah khawatir karena kesendirian justru berkesan serta memberikan pelajaran hidup, kalau kata orang bijak “mengenal diri sendiri” 🙂

Grand pallace bangkok
Grand Palace

Oh ya kesan yang paling tidak terlupa di Grand Palace saat melihat ornamen yang seperti burung tapi bukan disusun berjajar dari warna emas, epik sekali!

Untuk mengelilingi Grand Palace biar puas maka siapkan waktu 3-5 jam untuk mengitari setiap sisi dari komplek, asyik kok tidak bosan !

grand pallace thaialnd
Wat Phra Kaew or the Temple of the Emerald Buddha

Catatan perjalanan ke Thailand

  1. Untuk pemula yang ingin trip ke Bangkok sendiri jangan takut, yang paling penting siapkan rencana perjalanan yang berisi tujuan destinasi objek wisata yang ingin dikunjungi di Bangkok.
  2. Thailand merupakan salah satu negara ASEAN sehingga tidak perlu membayar VISA Masuk alias gratis.
  3. Ongkos pp Jakarta-Thailand sedang promo hanya Rp650.000 (jika beruntung sepertiku).
  4. Pelajari bagaimana naik bus di Thailand, MRT serta railway karena hal yang mudah untuk mengunjugi wisata Bangkok.
  5. Wisata popular Bangkok yang jadi referensi yaitu Grand Pallace, Wat Arun, Wat Pho yang masih satu kawasan dan berdekatan dan bisa dijelajah dengan berjalan kaki tapi kalau yang tidak kuat jalan sebaiknya naik angkutan.
  6. Kawasan Kao Sand Road merupakan tempat backpacker yang penginapannnya murah mulai dari harga Rp100.000/malam.
Trip to thailand
Trip to thailand, Chakri Maha Prasat in the Grand Palace

This is my story, a trip to Thailand, where is yours?

 

Salam

winnyalnadotcom (1)

 

 

 

 

Weeny Traveller

Travelling di Wat Arun Thailand


image

One famous destination in Thailand is Wat Arun which location near Kao San road

Hello Worl!

Travelling di Wat Arun Thailand meninggalkan catatan perjalanan pengalaman yang unik dan lucu. Karena pada saat ke wat arun aku tidak perlu membayar tiket masuk candi Wat Arun karena mereka mengira aku adalah orang asli Thailand. Jadi bukan niat gak mau beli tiket masuk tapi yang dikira orang thailand sih! Hehehhe 😀
Untuk menuju Wat Arun Thailand harus menyeberang sungai dengan perahu yang siap menunggu di sepanjang pelabuahan dadakan ala Thailand. Sungainya cokelat tapibtidak ada sampah sekalipu  berbeda sekali dengan di indonesia. Yah kita harus mencontoh kebersihan warga Thailand dalam mengelola wisata andalan Negeri Gajah Putih ini.

Menuju Wat Arun mengasiykkan apalagi ada sebuah kain yang berisi tanda tangan pengj0njung di ditempelken di kuil. Ornamen serya arsitektur Wat Arun begitu menakjubkan cocok buat penyuka destinasi sejarah dan keagamaan. Sayangnya Thailand itu amat sangat panas sehingga berjalan mengitari Wat Arun 5 menit saja maka siap siap kulit gosong jadi eksotik wanna be ahhaha.

Nah pas panasnya nih di Wat Arun akhirnya aku memakai payung sampai temanku malu. Yah daripada kepanasan iya kan?

Buat para pemula yang ingin liburan di thailand jangan lupa untuk mengunjungi Wat Arun karena kuil ini memang menakjubkan apalagi di malam hari.

Salam
Weent Traveller

Gagal melihat Madame Tussauds Bangkok


One interesting place in Bangkok is Madame Tussaud. Madame Tussaud consist with many notable people that shaped and influenced all over the world. Madame Tussaud Bangkok opens from 10.00 am to 9.00 pm. The address of Madame Tussauds Bangkok at  6th Floor, Siam Discovery, 989 Rama I Road, Bangkok 10330, Thailand. I was failed to see Madame Tussaud but at least i could see some satues. Such as Lance Armstrong said pain was temporary. Quitting lasts forever”

Madame Tussauds

Hello World!

Travelling Thailand ala setengah backapcker setelah travelling dari Kamboja membuat naik pitam diriku yang super duper gila ini. Kenapa tidak? Bayangin dong betapa kesalnya aku hanya tidur 2 jam terus aku harus bangun jam 2 pagi demi mengejar Early bird Madame Tussaud seharga 480 Baht yang hanya berlaku jika masuk ke dalam Madame Tussaud sebelum jam 12. Terus apa coba yang bikin ngebet ke Madame Tussauds Bangkok cuma lihat miniatur Ir. Soekarno, Presiden idolaku 😦 ahhhh Mana kalau beli tiket eraly bird harus sehari sebelum melalui online serta pake kartu Kredit atau debit bok! Ribet gak tuh? terus konsultasi ama pihak hotel apakah berangkat jam 2 pagi dari Agkor Wat itu bakalan sempat nyampe Thailand sebelum jam 12. Lalu mengatakan yes its posibble! Tapi kenyataannya…

Oke jadi ceritanya dari Kamboja itu jam 2 pagi nyampe di perbatasan imigrasi Kamboja di Poipet jam 6 pagi. Nah harusnya dari Poipet ke Bangkok itu cuma 4-5 jam saja artinya 30 menit saja di imigrasi maka jam 6.30 selesai dan nyampe di Bangkok harusnya jam 11.30 maka kelar dah. Kalau kata penjual tiket bisa nyampe jam 10 pagi makanya aku memutuskan membeli tiket early bird Madame Tussauds karena harga tiket masuk ke Madame tussauds mahal amat cin! Tiket masuk unutk orang dewasa saja 800 Baht untuk beli di tempat sementara beli online dapat diskon 20% sehingga harga tiket ke Madame Tusasud sehara 640 Baht sementara kalau beli online eraly bird pula maka cukup bayar 480 Bhat. Worth it kan untuk lihat Soekarno?

Madame Tussauds Bangkok
Madame Tussauds Bangkok

Tapi sayangnya agent tarvel Kamboja-Thailand buruk plus ngaret banget sehingga bencana ini terjadi. Nanti aku akan buatkan artikel khusus Pengalaman Buruk dengan Travel Perjalanan Kamboja-Thailand di Winnyalna.com!

Jadi kita dibairkan aja loh kayak anak ayam kehilangan induk, tanpa ada kata basa-basi hingga 1 jam gitu belum di imigrasi 1 jam. Habis dah waktu!

Nah loh aku tensi tahu sendiri kalau Boru Batak seram kalau marah, masa bodoh lah aku lampiaskan dah kemarahan ama siapalah entah staff atau apalah mengenai status kami. ‘duh gara-gara ngebet lihat Soekarno nih jadinya begini soalnya kalau bukan early bird mahal terus sayang sudah beli juga!

Akhirnya memang aku gagal melihat Madame Tussaud Bangkok yang membuat uang 480 Baht ku melayang gara-gara stupid time dari agent entah apalah namanya!Akhirnya nyampe di Bangkok jam 1 siang terus langsung ke Kao Sand Road, tempat Backpacker dunia berada.

Cuma satu kata “ikhlas” untuk batal masuk ke dalam Madame Tussauds dan malah mencari penginapan di Kao San Road. Lalu mandi terus ke Siam Discovery, alamat Madame Tussauds Bangkok berada. Siam Discovery ialah salah satu Mall terbesar dan populer di Bangkok bisa dibilang pusat belanja di Bangkok yang tidak jauh dari BMK Bangkok.  Oh ya untuk menuju Siam Discovery dari Grand Pallace naiklah bus No.1 maka langsung drop ke Madame Tussaud di Siam Discovery Bangkok dan harga tiket cuma 35 Baht.

Sesampai di Siam Discovery, Madame Tussaud ada di lantai 6 dan aku sudah melihat patung Britney Spears! Gilaa mirip banget kayak hidup!

Madame tussauds Bangkok
Madame Tussauds Bangkok

Terus akupun menunjukkan tiket pulang ke INDONESIA esok harinya dan alasaan keterlambatan earlu birdku. Tapi malangnya tidak berhasil alias hangus!

Jadi dalam hati yaudah deh gak jadi masuk ke dalam Madame Tussauds paling gak berphoto dari luar deh!

Lumayan ada 3 patung yang ada di luar Madame Tussauds yaitu patung Britney Spears di lantai 5 Siam Discovery, di Lantai 1 ada patung artis hollywood ynag gak tahu namanya serta ada Om Ganteng Tom Cruise di depan loket tiket masuk Madame Tussauds. ba

Lumayanlah bisa berphoto miniatur nya Tom Crusie walau hanya boneka lilinnya tapi cakep juga gimana aslinya yah! ahhahah 😀

Sekita hilang dah emosi gagal masuk ke dalam Madame Tussauds walau agak kecewa dalem banget dah 😀

Akhirnya tiket early bird ku berikan pada Nui, temanku asli Thailand itung-itung balas budi telah menerima gembel sepertiku di Apartemenya di ahri pertama Thailand!

Good Bye Soekarno, i am failed to see your statue in Madame Tussauds Bangkok! I hope oneday i could meet you by being like you to be next President 😉

Madame tusauds
Madame Tussauds