Last Flashpacking in Pontianak


Once the travel bug bites there is no known antidote and I know that I shall, be happily infected until the end of my life

(Michael Palin)

Pontianak
Pontianak

Hello World!

Pontianak, 1 February 2015

Akhirnya sampai juga di catatan perjalanan terakhir di Pontianak Kalimantan Barat. Walau perjalanan dalam rangka bekerja tapi beruntung sekali bisa mengelilingi Kota Pontianak. Teman perjalanan di Pontianak kali ini bersama April, istri rekan kerjaku yang bernama Thomas yang kebetulan ditempatkan di Pontianak. Perjalanan singkat Pontianak cukup memberi kesan tersendiri apalagi Kota Pontianak sangat bersih dan teratur.

Hal yang aku suka dari Pontianak ialah mayoritas perpaduan antara suku yang ada di Pontianak yaitu Suku Dayak, Melayu dan Tionghoa sehingga sangat berpengaruh terhadap kulinernya serta objek wisata yang ada. Kalau dibilang memiliki keunikan tersendiri.

Di Pontianak sangat mudah untuk menemukan Masjid dan Vihara setidaknya itulah gambaran yang aku lihat ketika mengelilingi Kota Pontianak selama 3 hari. Kalau di Bali pulau seribu Pura dan di Lombok seribu masjid maka di Pontianak Masjid dan Vihara lebih dominan banyaknya. Contoh masjid yang mudah ditemukan ialah Masjid Almuhtadin Pontianak yang berada di Universitas Tanjung Pura.

Masjid Almuhtadin Pontianak
Masjid Almuhtadin Pontianak

Begitu juga dengan vihara yang mudah ditemukan di sepankang jalan misalnya jika dari Bandara Supadio Pontianak hendak menuju ke Kota maka akan mudah menemukan vihara. Disinilah letak keunikan dari Pontianak “toleransi” dan “saling menghargai”.

Untuk tips perjalanan Pontinak siap-siap membawa sunblock karena kotanya panas terik bahkan ketika aku datang walau musim hujan tetap panas. Panas namun hujan deras, begitulah kira-kira.

Pemandangan unik lainnya di Kota Pontianak ialah saat pagi antara jam 7-9 pagi dimana para pekerja hendak bekerja melewati jembatan Sungai Kapuas maka dari arah jembatan terlihat kumpulan sepeda motor. Artinya kota Pontianak penduduknya ramai tapi tetap kondusif.

Pontianak
Pontianak

Mungkin waktu tiga hari tidak bisa menyimpulkan tentang Pontianak apalagi perjalananku kali ini singkat tapi karena sudah puas melihat Kota Pontianak sehingga  di hari terakhir di Pontianak aku habiskan dengan istirahat manis di mess ditambah cuaca yang kurang bersahabat. Cukup menyengangkan dengan perjalanan singkat semoga nanti bisa menginjakkan kaki lagi hingga ke Singkawang 🙂

Tips perjalanan di Pontianak
1. Jika ingin solo travelling ke Pontianak maka dari Bandara bisa menggunakan bus umum atau taxi tapi hati-hati dengan taxi bandara karena agak reseh (tidak semua tapi sebagian). Pengalaman waktu di Bandara karena aku celingak celinguk maka ditawarin buat naik taxi dengan sedikit memaksa padahal aku dengan jemputan dari kantor. Cara mengatasinya harus sopan menolak dan pandai-pandailah menawar jika ingin menggunakan jasa taxi.

2. Jika melakukan trip ke Pontianak sebaiknya menyewa motor atau sepeda atau mobil karena jarang angkutan umum. Kebanyakan bus umumnya beruapa bus antar Kota bahkan antar negara. Untuk ke Kuching Malaysia bisa menggunakan jasa Damri dari Pontianak.

3. Sebaiknya jika ke Pontianak melebihkan waktu untuk singgah di Singkawang karena objek wisata Singkawang tak kalah jauh menariknya khususnya penyuka wisata pantai.

Sebaiknya mengunjungi Tugu Khatulistiwa saat Peristiwa kulminasi matahari  di tanggal 21-23 Maret dan 21-23 September agar bisa melihat fenomena alam saat matahari berada tepat di garis khatulistiwa sehingga menghilangkan bayangan yang ada.

peta wisata pontianak

peta wisata pontianak

Catatan Perjalanan Pontianak

1. Dari 10 tempat wisata di Pontianak yang wajib dikunjungi seperti Keraton kadriah, makam kesultanan batulayang, masjid jami pontianak, tugu khatulistiwa, rumah betang bedakng, taman alun-alun kapuas, aloe vera center, museum kalimantan barat, sinka island park, pantai pasir panjang hanya 4 objek wisata saja yang bisa aku kunjungi yaitu keraton kadriah, masjid jami pontianak, tugu khatulistiwa, dan taman alun-alun kapuas. Untuk sinka island park, pantai pasir panjang berada di Kota Singkawang 3-4 jam perjalanan dari Pontianak dengan bus. Selain itu ada satu tambahan objek wisata yang aku suka di Pontianak yaitu Sungai Kapuas.

2. Berburu kuliner Pontianak banyak di Jl. Gajah Mada dan Jl. Pattimura Pontianak hingga ke Taman Alun-alun Kapuas. Untuk makanan yang aku suka di Pontianak ialah bubur dengan ikan teri kuah soto yang aduhai enaknya.

3. Alamat pusat oleh-oleh Pontianak berada di Jl. Pattimura dan siap-siap harga susah untuk ditawar.

4. Hal yang aku suka selama berada di Pontianak ialah melihat pertunjukan air mancur di Taman Alun-alun, menikmati suasana Sungai Kapuas dari Keraton Kadrian dan melihat langsung Tugu Khatulistiwa yang merupakan icon Kota Pontianak.

Kota Pontianak
Kota Pontianak

Biaya pengeluaran perjalanan 4 hari Pontianak

1. Ongkos Tiket Jakarta-Pontianak pp Rp1.300.000 (dibayarin kantor soalnya ini kan edisi kerja bukan holiday jadi aji mumpung). Harga airporttax Bandara Soekarno Hatta Rp40.000, harga airportax Bandara Supadio Rp30.000.

2. Biaya penginapan free karena nginap di mess

3. Total biaya berburu kuliner Pontianak Sotong dan teh manis Rp40.000, durian kuning Rp10.000, teh kembang Rp8000, bubur ikan Rp30.000, kue Rp20.000 = Rp88.000

4. Total biaya untuk oleh-oleh khas Pontianak yaitu Miniatur Tugu Khatulistiwas seharga Rp60.000 (dua buah, satu ukuran kecil dan satu ukuran sedang), kaos tulisan Pontianak dua buah  Rp70.000, gantungan kunci khas Pontianak Rp10.000 (tiga buah), Cokelat wijen khas Pontianak, keripik, talas Rp54.000 = 194.000

Edisi flashpacking and travelling ke Pontianak selesai-

Salam

Weeny Traveller

Iklan

Sungai Kapuas si Wisata Eksotik Borneo


I am living with every step, i can not live with regret. The past is the past. I am not worried about it. It can not change it. I can not fix it. It is what it is. I am just living.

Ryan Sheckler

Sungai Kapuas
Sungai Kapuas

Hello World

Pontianak, 30 Januari 2015

Hari ketiga travelling di Kota Pontianak setelah plesiran ke Istana Kadriah, maka aku dan April berjalan ke Masjid Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie Pontianak yang merupakan masjid yang dibangun tahun 1771 yang tak jauh dari Keraton Kadriah.

Pemandangan disekitar Masjid Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie menakjubkan apalagi melihat hamparan Sungai Kapuas yang mempesona. Aku masih teringat akan celetuk April kenapa saat di browsing objek wisata Pontianak maka tidak ada yang menyebutkan tentang Sungai Kapuas, padahal kami sangat mengagumi Sungai Kapuas si Wisata Eksotik Borneo.

Masjid Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie
Masjid Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie

Flashback ketika aku melakukan trip ke Sungai Musi Palembang di tahun 2013 maka waktu itu aku dikoreksi oleg mas Adrian mengenai redaksi tentang sungai Musi yang aku sebut sebagai sungai terpanjang di Indonesia. Sejak itu aku bertekat dalam hati suatu saat nanti aku akan ke Borneo untuk melihat sendiri sungai terpanjang di Indonesia maka disinilah aku dapat mewujudkan melihat sungai Kapuas tahun 2015, dua tahun selang niat itu ada. Alhamdulillah, setidaknya aku sudah melihat 3 sungai di Indonesia yaitu Musi, Mahakam dan Kapuas. Tinggal Barito yang belum kesampaian semoga bisa menyusul (Curcol heheheh :D)

Sungai Kapuas merupakan sungai terpanjang di Indonesia dengan panjang kurang lebih 1143 km yang terletak di Kalimantan Barat hingga Kalimantan Selatan!

Sungai Kapuas Pontianak
Sungai Kapuas Pontianak

Saat memandangi hmaparan Sungai Kapuas sambil duduk manis di kayu maka melihat aktivitas warga sekitar serta kapal-kapal yang bersandar hingga rumah penduduk yang ada disekitar sungai. Waktu kami berada di Sungai Kapuas, hari mendung tapi perasaan langsung segar dan pikiran suntuk hilang. Memang travelling itu bikin nagih ya padahal hanya melihat Sungai bisa membuat hati plong dan lega. Syukurnya temanku April suka saat kami berdua membolang disekitar Sungai Kapuas. Sensasi yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata!

Sungai Kapuas dekat dengan Keraton Kadriah sangat cocok bagi penyuka photography!

Sungai terpanjang Indonesia
Sungai terpanjang Indonesia

Sungai terpanjang Indonesia, Sungai Kapuas warnanya cokelat tapi bersih. Tidak ada sampah di sungai, itulah hal yang aku salut dari Pontianak, “bersih” tidak heran kalau Pontianak sering mendapat piala Adipura.

Buat yang suatu saat nanti ingin melakukan trip Pontianak Kalimantan Barat, maka menikmati Sungai Kapuas sangat direkomendasikan atau bisa dikatakan wisata wajib Pontianak karena sangat menentramkan. Apalagi sungai Kupas sering digunakan oleh masyarakat untuk menyeberang. Sayangnya aku tidak mencoba naik perahu mengelilingi Sungai Kapuas berhubung karena cuaca yang tidak bersahabat.

Sungai Kapuas
Sungai Kapuas

Oh ya satu hal yang pasti disukai oleh semua orang khususnya bagi traveller di Sungai Kapuas ialah gratis hehehe 😀

Sungai Kapuas bisa masuk travelling murah di Indonesia kan ya.

Kalau jalan-jalan gratias emang nikmat ya?

Mengitari Sungai Kapuas dengan perahu motor salah satu hal yang patut dicoba!

April di Sungai Kapuas
April di Sungai Kapuas

Aku dan April cuma sebentar di Sungai Kapuas tapi perjalanan Pontianak lengkap. Bisa dikatakan aku jatuh cinta dengan Sungai Kapuas. Pemandangan ok, suasana ok dan tempatnya kece, komplit dah!

Jalan-jalan hari ketiga di Kota Pontianak selesai!

 Good shoes takes to good places (Unknown)

Kapuas river
Kapuas river

Tips perjalanan ke Sungai Kapuas

1. Di Pontianak susah sekali menemukan angkutan umum, kebanyakan orang menggunakan motor sehingga jika berada di Pontianak sebaiknya menyewa motor atau sepeda.

2. Sungai Kapuas sangat mudah ditemukan di Pontianak karena memang panjang tapi spot terbaik untuk mengambil photo Sungai Kapuas sebenarnya di jembatan tapi sangat tidak disarankan karena kendaraan lalulalang sheingga tidak aman. Untuk spot Sungai Kapuas boleh mencoba di dekat komplek Istana Kadriah.

3. Disekitar Sungai Kapuas khususnya area Masjid Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie terdapat warung maka cobalah makanan roti cane dengan kuah kari seharga Rp10.000 dan rasanya lumayan.

4. Cobalah menikmati mengitari Sungai dengan perahu motor untuk mendapatkan sensasi petualangan yang menakjubkan -> aku tidak melakukannnya sehingga penasaran bagaimana rasanya mengitari Sungai Kapuas.

Salam

Weeny Traveller

Hari ketiga Flahpacking di Sultan Kadriah Pontianak


The world is composed of givers and takers. The takers eat better and the givers sleep better (Unknown)

Aku di depan Istana Kadriah
Aku di depan Istana Kadriah

Hello World

Pontianak, 31 Januari 2015

Hari ketiga di Pulau Borneo, aku ditemani April untuk mengunjungi objek wisata Pontianak yaitu Istana Kadriah Kesultanan Pontianak, Sebenarnya banyak sekali ide gila di otakku sebelum memutuskan untuk mengelilingi Pontianak di hari libur. Ideku ialah melakukan perjalanan ke Kuching kemudian berubah ingin menjelajah objek wisata Singkawang yang berjarak 4 jam perjalanan dari Pontianak yang akhirnya malah memutuskan untuk melakukan kunjungan ke Keraton Kadriah. Penyebab gagalnya semua rencana perjalanan karena cuaca yang tidak memungkinkan yaitu hujan jadi aku memutuskan untuk melihat Pontianak saja.

Istana Kadriah Kesultanan Pontianak dibangun oleh Sultan Syarif Abdurrahman Alqadrie tahun 1771. Alamat Keraton Kadriah di Jl. Komplek Istana masuk dari Jl. Tritura Pontianak

Istana Kadriah kesultanan Pontianak
Istana Kadriah Kesultanan Pontianak

Aku dan April menuju ke Keraton Kadriah atau disebut sebagai Istana Kadriah Kesultanan Pontianak jam 11 sehingga cuaca sangat cerah. Kami pergi dengan naik motor berdua, untungnya aku masih ingat jalan menuju ke Istana Kadriah yaitu melewati jembatan tak jauh dari Sungai Kapuas. Kami juga menanyakan kepada warga sekitar menuju ke istana Kadriah dan petunjuk ke Keraton sangat jelas. Sayangnya pas kami sampai ke Istana Kadriah, tempatnya tutup sehingga kami hanya bisa menikmati dari luar saja. Saat kami sampai di  istana Kadriah Keraton Kesultanan Pontianak, tidak terlalu banyak pengunjungnya, hanya sekali-kali, mungkin kami datang di hari sabtu kali ya.

Keunikan dari istana Kadriah Keraton Kesultanan Pontianak pada gerbang pertama terdapat tulisan Arab yaitu Allah dan Muhammad serta dua meriam kuno serta satu meriam kuno di depan halaman istana. Bahan dari bangunan istana kadriah keraton Kesultanan Pontianak terbuat dari kayu.

istana kadriah
Istana Kadriah

Saat aku mengamati  istana Kadriah Keraton Kesultanan Pontianak memiliki warna bangunan dengan dominasi warna kuning sehingga aku teringat akan Istana Maimun Medan, salah satu objek wisata yang ada di Sumatera Utara. Kedua istana memiliki warna yang sama yaitu dominan kuning. Bedanya di istana Kadriah Keraton Kesultanan Pontianak terdapat tulisan arab dengan tulisan “istana Kadriah” sementara di istana Maimun tidak ada. Mirip tapi tidak sama, mungkin karena sama-sama istana Melayu kali ya…

Kadriah Palace is an istana of Sultanate of Syarif Abdurrahman Alqadrie  and also well-known landmark in Pontianak, the capital of West Borneo and Maimun Palace or Maimoon Palace is an istana of Sultanate of Deli and also a well-known landmark in Medan, the capital city of North Sumatra..

Istana Maimun Medan

Walau hanya melihat dari luar kami lumayan senang. April malah sampai naik keatas ke lantai dua dari Istana Kadriah keraton kesultanan Pontianak tapi aku memilih duduk di lantai satu karena phobia ketinggianku yang akut. Sedikit kecewa tidak bisa masuk ke dalam tapi lumayan juga karena bisa masuknya gratis hehehe 😀

Jam terbaik mengunjungi Istana Kadriah keraton kesultanan Pontianak pada siang hari!

Puas melihat-lihat Istana Kadriah keraton kesultanan Pontianak kamipun melanjutkan perjalanan. Perjalanan Pontianak di hari ketiga seru dan asyik. Dua cewek merasa bolang hehe 😀

Istana Kadriah
April di Istana Kadriah

Salam

Weeny Traveller

Hari kedua Flashpacking di Tugu Khatulistiwa Pontianak


If patience is worth anything, it must endure to the end of time. And a living faith will last in the midst of the blackest storm By Mahatma Gandhi

The Equator monument
The Equator monument

Hello World!

Pontianak, 30 Januari 2015

Penentuan judul perjalanan di Pontianak antara flashpacking atau backpacker sebenarnya membuatku ngakak karena aku masuk ke dalam keduanya. Jadi yang ingin mengetahui beda flashpacker dengan backpacker boleh dah mengunjungi blog si agan yang lucu ini di http://www.hipwee.com/travel/11-perbedaan-krusial-antara-kamu-yang-traveling-ala-backpacker-dan-ala-flashpacker/ (gue baik banget promosiin blog orang haahahha)

Karena travelling ke Pontianak merupakan perjalanan dinas atau bisa dikatakan aji mumpung maka perjalanan kali ini ala flashpacking aja ya.,. aduh niat banget ya antara backpacker ama flashpacker 😀

Batu Layang Makam kesultanan Pontianak
Batu Layang Makam kesultanan Pontianak

Hari kedua di Pontianak dilalui dengan melakukan perjalanan dari Perumahan Balimas Pontianak ke Jl. Raya Provinsi Km 11 Kec. Wajok Huku Kec.Siantan Pontianak Kalimantan Barat. Lama perjalanan kami kurang lebih 45 menit dengan mobil. Sepanjang perjalanan ke site maka aku memandangi Kota Pontianak. Kesan bersih dan teratur itulah yang aku lihat dari Pontianak sehingga sedap dipandang sepanjang mata memandangnya. Banyak sekali yang aku lihat selama perjalanan yaitu Sungai Kapuas, Batu Layang Makam kesultanan Pontianak, hingga Terminal Layang tempat untuk layanan bus antarkota. Ternyata dalam perjalanan menuju ke site maka kami melewati Tugu Khatulistiwa Titik Nol Garis Khatulistiwa “the equator line”. Wow! Sayangnya hanya melewati saja karena kami harus bekerja 😀

Sesampai di site maka seperti biasa bekerja. Cuaca Pontianak siang hari sangat ektrim menurutku karena panasnya terik sekali tapi hujan deras. Aneh kan ya?

Tugu Katulistiwa di Pontianak
Tugu Katulistiwa di Pontianak

Pas pulang kerja maka kami berhenti di Tugu Khatulistiwa, tempat  titik Nol berada. Karena kami sampai sore hari pas pulang kerja maka kami tidak bisa masuk ke dalam  Tugu Garis Khatulistiwa Pontianak. Padahal kalau masuk kedalam  Tugu Khatulistiwa maka akan melihat langsung telur yang bisa berdiri persis di titik nol. Terus pada tanggal tertentu jika berada di Garis Khatulistiwa Pontianak maka kita tidak memiliki bayangan, keren gak tuh? Peristiwa itu disebut titik kulminasi matahari yang terjadi dua kali dalam setahun yaitu tanggal 21-23 Maret dan 21-23 September. Peristiwa kulminasi matahari ialah fenomena alam saat matahari berada tepat di garis khatulistiwa sehingga menghilangkan bayangan yang ada. Peristiwa ini menarik ya jadi pengen datang lagi 😀

Sungai Kapuas Pontianak
Sungai Kapuas Pontianak

Jadi tak heran kalau Tugu Khatulistiwa icon Kota Pontianak.

Oh ya rombongan ke Tugu Khatulistiwas Pontianak dengan Pak Dedi, Pak Widodo dan Thomas yang merupakan PIC Project di Pontianak. Baiknya Pak Dedi ya!

Tugu Khatulistiwa di Pontianak Kalimantan Barat sangat berbeda sekali dengan Tugu Khatulistiwa di Bontang Kalimantan Timur. Walau hanya melihat dari luar saja cukup mengesankan dan menyenangkan karena aku sudah melalui dua Tugu Khatulistiwa. Keduanya sangat berbeda jauh tapi pengalamannya tetap sama, sama-sama tidak melihat isi dalam tugu khatulistiwa.

Sungai Kapuas
Sungai Kapuas

Tugu Khatulistiwa Pontianak tugu pertama dibangun tahun 1928 dengan bentuk tonggak dan anak panah lalu ditahun 1930 dibuat lingkaran. Bangunan tugu Khatulistiwa ditengahnya terdapat tulisan dalam Bahasa Belanda “Evenaar” yang berate Equator dengan panjang 2,11 meter dan panjang penunjuk arah 2,15 meter.  Tulisan plat di bawah anak panah tertera 109o 20′ OLvGr menunjukkan letak berdirinya tugu khatulistiwa pada garis Bujur Timur. Bangunan tugu terdiri dari 4 buah tonggak kayu belian (kayu besi), masing-masing berdiameter 0,30 meter, dengan ketinggian tonggak bagian depan sebanyak dua buah setinggi 3,05 meter dan tonggak bagian belakang tempat lingkaran dan anak panah penunjuk arah setinggi 4,40 meter (Sumber: Wikipedia)

Kami menghabiskan waktu di Tugu Khatulistiwa hanya sebentar saja tidak kurang dari 30 menit saja. Tak jauh dari Tugu Khatulistiwa terdapat Sungai Kapuas yang pemandangan disekitar yang aku suka. Kondisi sekitar Tugu Khatulistiwa juga bersih serta terdapat podium mini untuk memandangi Sungai Kapuas. Disamping Tugu Khatulistiwa terdapat tempat untuk membeli souvenir miniature Tugu Khatulistiwa yang dibandroll dengan harga Rp25.000 untuk ukuran kecil tapi aku malah tidak membeli karena aku sudah membeli di pusat oleh-oleh Pontianak yaitu di PSP tempat berjejer toko yang menjajakan makanan dan barang khas Pontianak. Alamat pusat oleh-oleh Pontianak di Jl Pattimura tepat persis ditengah Kota Pontianak.

Walau sebentar aku senang karena bisa melihat Tugu Khatulistiwa Pontianak!

Salam

Weeny Traveller

Hari Pertama Flashpacker di Pontianak Kalimantan Barat


This life which had been the tomb of his virtue and his honor is but a walking shadow, a poor player that struts and frets his hour upon the stage and then is heard no more. It is a late told by an idiot, full of sound and fury, signifying nothing.

By William Shakespeare

Taman Alun-alun Kapuas
Taman Alun-alun Kapuas

 

Hello World

Pontianak, 29 Januari 2015

Hari pertama menginjakkan kaki di Tanah Borneo Barat tepatnya di Pontianak, aku sudah ditemani oleh April untuk keliling Pontinak dan tidak perduli itu malam hari maupun hujan. Salah satu objek wisata Pontianak yang kami kunjungi Taman Alun-alun Kapuas.  Dengan bermodalkan GPS serta motor maka kami berdua menuju ke Taman Alun-alun Kapuas dari perumahan Balimas Pontianak. Walau berdua cewek tapi jalan-jalan di Pontianak pada malam hari cukup mengesankan bagiku. Saat tiba di Taman Alun-alun Kapuas kami disuguhkan dengan pemandangan yang keren berupa “tarian air”, begitu aku menyebutnya! Aku suka sekali dengan pertunjukan yang ada di Taman Alun-alun Kapuas.

Kami menyaksikan pertunjukan disebuah podium yang telah berkumpul para pengunjung yang tak lain tak bukan ialah warga lokal Pontianak. Podium itu mirip stadion mini untuk melihat pertunjukan air menari di Taman Alun-alun Kapuas. Tarian airnya mengingqtkanku saat berada di Marina Bay Sand Singapura. Celetohku waktu itu mirip bedanya cuma latar belakang saja 😀

Indonesia tak kalah keren, apalagi permainan air mancur dengan lampu mengikuti alunan lagu, keren banget. Beruntungnya kami datang jam 8 malam dan pertunjukan selesai jam 8:30 malam. Lumayan ramai warga lokal Pontianak yang menyaksikan pertunjukan tarian air yang menurutku keren apalagi gratis sehingga hujan tidak menyurutkan niat berkumpul di Taman Alun-alun Kapuas. Kalau dari pendapatku sih mengunjungi Taman Alun-alun Kapuas malam hari sangat direkomendarikan. Buat traveller kalau sedang berada di Pontianak maka tempat wajib yang dikunjungi di Pontianak ialah Taman Alun-alun Kapuas khususnya pada malam hari.

Disekitar Taman Alun-alun Kapuas terdapat replika Tugu Khatulistiwa serta bisa melihat langsung Sungai Kapuas, sungai terpanjang di Indonesia.

Sayangnya disekitar Taman Alun-alun Kapuas Pontianak terdapat pasar malam yang berisi jualan yang menurutku agak tidak Indah sih cuma lumayan untuk berbuburu kuliner.

 replika Tugu Khatulistiwa
Replika Tugu Khatulistiwa

Hal yang menarik lainnya di Taman Alun-alun Kapuas ialah kapal yang memberikan jasa pelayanan untuk mengitari Sungai Kapuas dengan perahu motor. Melihat perahu di Sungai Kapuas Pontianak Kalimantan Barat maka aku teringat pengalaman menelusri Sungai Chao Phraya di Bangkok saat malam hari. Aku sempat berceloteh ke April “buset mirip pengalaman di Bangkok, jauh-jauh ke Thailand, di Indonesia sendiri banyak wisata yang keren apalagi sungai”.! Yah Indonesia itu memang Indah walau kadang cintanya berat di ongkos hehe 😉 …

Masjid Raya Mujahidin Pontianak Kalimantan Barat
Masjid Raya Mujahidin Pontianak Kalimantan Barat

Oh ya kami juga sempat berhenti di Masjid Raya Mujahidin Pontianak Kalimantan Barat karena arsitek masjid yang keren. Untuk alamat Masjid Raya Mujahidin di Jalan Ahmad Yani Pontianak. Malam hari begitu megah dan lumayan keren untuk berphoto.

Travelling ke Pontianak di hari pertama cukup mengesankan!

Salam

Weeny Traveller

 

 

 

Hola Pontianak


When you are offended at any man’s fault, turn to yourself and study your own failings. Then you will forget your anger. By Epictetus

20150129-155147.jpg

Pontianak, 29 Januari 2015

Hello world!

Kali ini bukan edisi jalan-jalan ke Pontianak ala backpacker tapi lebih kepada business trip dari kantor, jadi bisa dibilang flashbackpacker gak tuh?

20150129-153908.jpg

Dari bandara Soekarno Hatta Jakarta aku berangkat jam 13:30 dan sampai di bandara Supadio Pontianak jam 15:10.
Sesampai di bandara Pontianak, aku langsung terkesan dengan bandara yang lumayab kecil tapi lebih kecil dari Bandara pinang sori tapanuli tengah sumatera utara. Bisa dibilang bandara supadio pontianak kalimantan barat ialah bandara kedua yang aku kunjungi di awal 2015

20150129-154746.jpg

Yang membuatku semakin kaget kerika pertama kali menginjakkan kaki di pontianak kalimantan barat ialah iklan semen merah putih yang aku temukan di depan bandara, dimana aku bekerja!

selain itu yang membuatku terkesan dengan lambang burung diatas atap bandara yang bertuliskan bandara supadio! Tentu saja lambang burung ini merupakan ciri khas dari kota pontianak kalimantan barat. Ayoo tebak burung apa itu☝️

20150129-155028.jpg

Diluar itu aku sedang berada di bandara ditemanin oleh rintik hujan sambil menunggu jemputan!
Diluar jam kerja alias malam hari, jujur saja aku tidak tahu apa bisa mengunjungi objek wisata yang ada di pontianak yang pasti satu yang aku tahu mengenai objek wisata pontianak yang membuatku penasaran yaitu tugu khatulistiwa pontianak!
Mungkin bisa membandingkan tugu khatulistiwa di bontang kalimantan timur yang dulu aku kunjungi, entahlah!

Salam

Weeny traveller

Tempat wisata yang wajib dikunjungi di Kalimantan Timur


When someone treats you like an options, help them narrow their choices by removing yourself from the equation. Its that simple!

kutai kalimantan timur
kutai kalimantan timur

 

Hello World!

Kalimantan Timur, 2014

Berkat kemurah hati dari sahabat saya Wicahya maka saya bisa melakukan perjalanan seorang diri di Kalimanta Timur demi mengetahui tempat wisata yang wajib dikunjungi di Kalimantan Timur. Sayangnya karena waktu terbatas hanya 3 hari saja maka wisata yang bisa saya rangkum belum tuntas terbatas kepada pengalaman semata dan masih banyak lagi wisata Kalimantan Timur yang belum saya kunjungi misalnya objek wisata terkenal di Kalimantan Timur yaitu Derawan atau hutan lindung tempat Orang Utan di Sangatta. Nyesel juga tidak sempat mampir kedua lokasi ini tapi tak apalah mungkin lain kali 🙂

Beberapa referensi objek wisata yang bisa dikunjungi di Kalimantan Timur berdasarkan Kota

1. Balikpapan

Sebenarnya banyak potensi objek wisata di Balikpapan tapi karena aku hanya mampir cuma di Bandara doang sehingga alhasil tidak ada satupun tempat wisata di Balikpapan yang aku kunjungi. Cuma numpang lewat Bandaran Sepinggan doang!

Rumah Khas Dayak

2. Bontang

Kalau objek wisata Bontang justru yang paling banyak aku kunjungi karena aku menginap sehari di Bontang sehingga tempat wisata populer Bontang yang sempat aku kunjungi yaitu:

a. Cafe Singapura di Tanjung Laut

Pertama kali melihat Merlion Park dari kejauhan gara-gara nyasar di Pantai Berbas Bontang. “Buset ada Patung Merlion Park yang di Singapura di Indonesia”, kaget dan menarik buatku. Padahal Merlion Park di Bontang merupakan icon Cafe Singapura Bontang. Kalau diperhatikan emang mirip banget sih ama yang di Singapura bedanya yah agak kotor.

winny alna
Merlion Park Indonesia

 

Coba bandingkan dengan Merlion Park yang ada di Singpura? Cuma beda package aja kan ya?

Kata Akbar sih Merlion Park Indonesia di malam hari jauh lebih keren karena ada penerangan serta air mancur. Kalau menurutku Merlion Park Singapura kalau di siang hari juga biasa saja karena aku lebih suka dengan suasana malamnya yang penuh dengan lampu warna-warni.

Itulah Indonesia, wisatanya selalu membuat kaget dan kagun 🙂

Merlion Park
Merlion Park

b.  Bontang Kuala

Bontang Kuala merupakan tempat favorit buat nongkrong di Bontang karena suasana pantai dengan bangku yang membuat fresh sehingga menjadi destinasi menarik di Bontang. Kesan ku mengenai Bontang Kuala ialah saat menikmati kuliner asli Bontang “Gammi Cumi” yang luar biasa sedap pedasnya! Jadi Bontang Kuala masuk daftar wisata yang aku suka di Bontang.

bontang kuala
Bontang Kuala

c. Danau Pupuk Kaltim

Kawasan pabrik Pupuk Kaltim aku sukai pas menikmati sore hari seorang diri tidur-tiduran di tepi Danau memandangi langit yang dipenuhi oleh burung walet yang mengagumkan. Jadi tidak heran kalau Danau Pupul Kaltim masuk kategori salah satu tempat yang wajib dikunjungi di Bontang. Cocok loh tempat buat menenangkan diri buat yang galau atau lagi PTH alias patah hati cocok ke sini, recomended banget 😀

pupuk kaltim

d. Garis Khatulistiwa Bontang

Kalau bicara Garis Khatulitiwa Bontang, maka aku akan teringat sama Akbar karena kami berdua menelusuri hujan selama 3 jam demi ke Garis Khatulistiwa. Perjuangan dan keseruannya amat berkesan kadang kalau ingat jadi ketawa sendiri 🙂

Bagi yang suka akan benda unik serta lain dari yang lain maka Garis Khatulistiwa Bontang bisa dikunjungi, walau tidak sepopuler Gatis Khatulitiwas Pontianak, tapi dari segi esensi sama aja dimana kita berada di Garis Imajiner.

Garis Khatulitiwa adalah sebuah garis imajinasi yang digambar di tengah-tengah planet di antara dua kutub dan paralel terhadap poros rotasiplanet. Garis khatulistiwa ini membagi Bumi menjadi dua bagian belahan bumi utara dan selatan. Garis Lintang ekuator adalah 0°. Panjang garis khatulistiwa bumi sekitar 40.070 km (Wikipedia)

Garis Khatulistiwa

3. Samarinda

Kalau Samarinda sebarnya banyak objek wisata menarik hanya saja aku cuma menjelajah Sungai Mahakamnya saja karena mau mengoleksi Sungai di Indonesia 🙂

Untuk Sungai Mahakam tidak terlalu merupakan tempat wisata banget tapi seru juga memandangi perahu yang lewat Sungai Mahakam yang membawa batubara dengan tongkang, bisa kebayang gak gimana rasanya tuh? Jalan sendiri ke Sungai Mahakam buat lihat Tongkang lewat 😉

winny alna

Bandingkan dengan Sungai Musi Palembang lengkap dengan Jembatan Ampera

Sungai Musi
Sungai Musi


4. Tenggarong

Wisata terkenal di Tenggarong tentu saja pada Keraton Kesultanan Kutai Kartanegara dan demi Museum Mulawarman aku bela-belain pergi nekat jalan sendiri walau kepepet waktu. Maklum saja gara-gara baca tentang Kerajaan Kutai yang merupakan Kerajaan Hindu tertua di Nusantara yang raja pertamanya Kudungga sedangkan raja yang terkenal ialah Mulwarman yang memuja Syiwa serta ciri khas pada peninggalan berupa Prasati Yupa maka tak ada alasan bagiku untuk melewati peninggalan bekas kerajaan Kutai di Masa lampau. Jujur saja dari semua wisatang Kalimantan Timur yang paling suka yah di Tenggarong karena kotanya indah serta perasaan seperti kembali kepada masa lampau 🙂

Keraton Kesultanan Kutai Kartanegara

Nah semoga 4 Kota untuk mencari referensi tempat wisata yang wajib dikunjungi di Kalimantan Timur dapat bermanfaat ya 😉

Selamat membolang ria!

Life is the sum of all your choices

Salam

Winny

Perjuangan Plesiran ke Kerajaan Kutai di Tenggarong Kalimantan Timur


“You’ll learn, as you get older, that rules are made to be broken. Be bold enough to live life on your terms, and never, ever apologize for it. Go against the grain, refuse to conform, take the road less traveled instead of the well-beaten path. Laugh in the face of adversity, and leap before you look. Dance as though EVERYBODY is watching. March to the beat of your own drummer. And stubbornly refuse to fit in.” – Mandy Hale

Kutai heritage
Kutai Heritage

 

Hello World!

Plesiran ke Kalimantan Timur belum tuntas, karena belum apdol rasanya kalau travelling ke Tenggarong belum masuk ke dalam catatan perjalanan Kalimantan Timur apalagi kalau bukan untuk menjelajah setiap potensi wisata di Kalimantan Timur.

17 Mei 2014

Hari ke 3 di Kalimantan Timur, ketika aku harus menempuh perjalanan hampir 4 jam dari Bontang ke Samarinda dengan bus yang memiliki sauna gratis. Entah bagaimana caranya aku ke Tenggarong demi melihat saksi bisu sejarah kerajaan Kutai di Indonesia. Entah kenapa adrenalinku akan heritage luar biasa, mungkin karena aku Engineer old fashinoned kali ya! Entahlah yang pasti aku sendirian di dalam bus memikirkan tentang bagiamana menaklukkan SAMARINDA.

Keterlambatan berangkat dari Bontang di jam 2 siang berefek akan waktu tibaku di Samarinda jam 6 sore belum lagi pengetahuan tentang Samarinda yang kosong melompong. Alhasil biaya bus dari Bontang ke Stasiun Samarinda sebesar Rp30.000 harus ditambah Rp10.000 menuju ke pasar pagi Samarinda, tempat ku menginap yang katanya sarang penyamun Samarinda! Karena tidak tahu jalan ya sudah tanya pak supir angkot untuk mencariku penginapan yang akhirnya malah merekomendasikan ke tempat entah berantah.

Biaya penginapan semalam di Pasar pagi Samarinda sebesar Rp150.000 yang kamarnya penuh nuansa horror, kalau tidak terjepit aku pasti tidak mau tidur ditempat menyuramkan dengan harga mahal tapi low quality! Bahkan hotel Samarinda lebih parah jeleknya dibandingkan dengan Bontang.

Untungnya dari Pasar Pagi Samarinda dekat dengan Mall Mesra Indah yang memiliki fasilitas wifi, meski mallnya kecil serta di sekitarnya terdapat Soto Banjar yang enak yang mengingatkanku akan rasa soto di Kampung halamanku, Padangsidempuan. Harga Soto Banjar dengan es jeruk Rp20.000. Begitulah permulaan demi ke Museum Mulawarman Tenggarong, sisa Kerajaan Kutai Indonesia.

Okey tidak ada pilihan aku terpaksa tidur untuk memulai ekspedisi perjalanan ke Kutai di Tenggarong.

MUSEUM MULAWARMAN, IAM COMING!!

gerbang raja
Gerbang Raja

Samarinda, 18 Mey 2014

Aku bangun telat sekali sekitar jam 9 pagi dan antara pergi atau tidak ke Museum Mulawarman di Tenggarong Kalimantan Timur, kira-kira 2 jam perjalanan dari Samarinda. Untuk menuju ke Tenggarong rasanya susah sekali bukan susah karena tidak ada transportasi tapi susah menanyakan penduduk setempat yang tidak begitu ramah dengan turis. Banyangkan aku yang turis lokal saja susah berkomunikasi bagaimana dengan turis mancanegara, apa gak stres itu?

Jadi dari Pasar Pagi Samarinda aku menaiki taxi (berupa angkutan umum, di Kalimantan disebut Taxi) berwarna hijau No. A1 menuju ke Jembatan Sungai Mahakam. Lalu pas pojok jembatan penyebarangan Sungai Mahakam Samarinda, aku tidak ada ide bagaimana caranya ke Tenggarong dan jawaban penduduknya ngaco banget sehingga aku memutuskan untuk berjalan kaki menuju arah lain ke seberang karena katanya dari seberang Sungai Mahakamlah terdapat taxi menuju Tenggarong. Aku berjalan kaki sepanjang jembatan Sungai Mahakam bak artis gagal hingga dilihatin orang sekitar aku hanya cuwek bebek saja. Sampai akhirnya aku sampai di ujung dan menemukan angkutan yang membawaku ke Tenggarong. Lama perjalanan Samarinda ke Tenggarong dengan angkutan umum 2 jam dengan kondisi jalanan yang rusak dan jelek. Untuk biaya transportasi  Samarinda ke Tenggarong Rp20.000.

Kerajaan Kutai
Kerajaan Kutai

Sesampai di Tenggarong waktu menunjukkan jam 12 siang seakan matahari itu tersenyum indah! Ah teriknya! Selain itu aku harus naik ojek lagi seharga Rp15000 ke Museum Mulawarman. Duh bener-bener perjuangan hanya demi ke Museum euy!!

Sesampai di Gerbang Raja, aku sangat terpukau dengan Museum Mulawarman. Pintunya putih tak kalah jauh dengan Istana Buckingham walau dia imut ditambah dengan icon unik mirip dengan naga. Entahlah..

Aku terpukau dengan Keraton Kesultanan Kutai Kartanegara. Pemandangan spekatakuler dengan kombinasi putih, biru dan emas cukup menghilangkan lelahku ke Tenggarong demi Museum Mulawarman

keraton kesultanan kutai kartanegara
Keraton Kesultanan Kutai Kartanegara

Tiket masuk ke dalam Museum Mulawarman Kalimantan Timur untuk dewasa seharag Rp3500 dan untuk turis mancanegara tiket masuk Rp5000. Tiket masuk ke dalam Museum Mulawarman Kalimantan Timur untuk pelajar/anak-anak seharag Rp1500. Jam kunjungan Museum Mulawarman Senin sampai Kamis dan Sabtu Minggu jam 09.00-16.00. Sedangkan untuk hari Jumat, Museum tutup.

Bangunan Keraton Kutai Kartanegara terletak di Ibukota Kabupaten Kutai Kartanegara (Tenggarong), Keraton peninggalan Kerajaan Kutai Kartanegara ini sekarang beralih fungsi menjadi Museum Mulawarman, didirikan pada tahun 1932 oleh Pemerintah Belanda yang menyerahkan Keraton kepada Sultan Adji Muhammad Parikesit pada tahun 1935. Bahan bangunannya didominasi oleh beton mulai dari ruang bawah tanah, lantai, dinding, penyekat hingga atap. Di halaman depan Museum terdapat duplikat Patung Lembu Swana yang merupakan lambang Kerajaan Kutai Kartanegara. Arsitektur dari museum ini mengadopsi dari arsitektur tradisional Suku Dayak yang ada di Kutai. (Referensi:Kutaikartanegarakab)

Keunikan dari Museum Mulawarman pada deretan kata yang ada di icon Museum Mulawarman : “Bermahkota bukannya Raja, berbelalai, bergading lainnya gajah. Bersayap bukannya burung, berisisk lainnya ikan. Bertaji bukannya ayam. Binatang apakah ini?

kutai kartanegara kalimantan timur
Kutai Kartanegara Kalimantan Timur

The Mulawarman Museum is a museum in Tenggarong, Kalimantan Timur Indonesia which located near the Mahakam River in a former palace, constructed by the Dutch during the 1930s that was once the power base where 19 sultans reigned. The museum contains historical statues and antiquities, period furnishings.

Memasuki Museum Mulawarman, aku telah disambut dengan singgasana yang merupakan tempat duduk Raja dan Permaisuri dengan gaya Eropa oleh ir. Vnder Luber tahun 1935. Warnanya didominasi dengan warna biru dengan emas. Pertama kali melihat singgasana Raja di Museum Mulawarman akupun teringat akan Istana Maimun di Medan 🙂

Museum Mulawarman

Museum Mulawarman

Di dalam Museum Mulawarman ersimpan benda-benda yang mempunyai nilai sejarah/seni yang tinggi yang pernah digunakan oleh Kesultanan. Yang paling membuatku terpesona adalah mata uang republik Indonesia mulai dari 1 Rupiah serta Arca Hindu dan tiruan Prasasti Yupa ynag merupakan bukti tertulis pertama tentang aksara Pallawa dalam bahasa Sanskerta. Padahal aslinya ada di Museum Nasional Jakarta tapi sebagai tempat dimana Kerajaan Kutai dimulai atmosfernya beda sekali!

Mulawarman adalah anak Aswawarman dan cucu Kundungga.

Kundungga adalah pembesar dari Kerajaan Campa (Kamboja) yang datang ke Indonesia.  (Wikipedia)

Tak jauh dari Museum Mulawaman terdapat sebuah dermaga kecil. Aku paling suka dengan Tenggarong, kotanya indah dan mistis 😀

Pengalaman yang tidak terlupakan saat di Museum Mulawarman ketika para bikers mengajakku berphoto rame-rame di depan Museum yan design dan warnanya begitu kusuka. Aku diperlakuan seperti bule lokal 🙂

kutai kalimantan timur
Kutai Kalimantan Timur

Catatan perjalanan tentang Samarinda

1. Biaya transportasi ke Museum Mulawarman lebih mahal dibandingkan dengan tiket masuknya

2. Komunikasi dengan orang Kalimantan agak susah

3. Bagi yang tidak suka Museum tidak disarankan ke Tenggarong

4. Sungai Mahalam masih ditemukan disepanjang Samarinda hingga ke Tenggarong

5. Objek wisata lainnya yang ada di Tenggarong adalah Pulau Kemala

 

Salam 

winnyalna

 

 

 

 

 

 

 

 

Weeny Traveller

 

 

Plesiran dari Bontang Kuala ke Cafe Singapura hingga ke Garis Khatulistiwa


“Life is a journey that have a lot different path, but any path you choose use it as your destiny.”― Ryan Leonard

Bontang Kuala Kalimantan Timur
Bontang Kuala Kalimantan Timur

Hello World!

Bontang, 16 Mei 2014

Hari kedua ku terdampar di Bontang dengan misi untuk mengelilingi Kota Bontang beserta menjelajah objek wisata Bontang sendirian karena temanku Indra sedang bekerja. Setelah nyasar di Pantai Berbas, lalu melihat dermaga dan perumahan penduduk akhirnya aku dengan perutku yang lapar singgah ke warung terdekat di Desa Berbas.

Thanks alot to Indra who always become my best friend! Anyway i was shocked when i saw u’r getting fatty after not met u for 2 years!

Indra sahabatku
Indra sahabatku

‘Bu, pesan Mie rebus dengan susu’ kataku kepada sang Ibu sambil menanyakan bagaimana caranya menuju ke Icon Singapura yang ada di seberang dermaga. “Kamu ngapaian jalan sendirian? Begitulah pertanyaan sekian ratus kalinya kudengar sejak memutuskan menjadi solo travelller dan mengelilingi pelosok Nusantara dengan kakiku yang kecil ini!

Saat pertanyaanku bertubi-tubi seorang pria asli Kalimantan bernama Rahman berkata kalau ke Icon Singapura yang merupakan Cafe Singapura sangat susah untuk menempuhnya dengan Taxi karena jalanan yang tidak memungkinkan. Diapun menawarkan diri untuk menemaniku mengelilingi Bontang serta ke tempat-tempat menarik di Bontang.

Awalnya agak ragu ngikut tapi karena Bu Warung tempat aku makan bilang ” gak apa ikut saja”, akhirnya aku ikut saja! 🙂

Bersama Rahman inilah aku dapat mengunjugi Bontang Kuala dan Cafe Singapura serta melihat rumah tradisional Dayak dengan sepeda motornya 🙂

Diawali dengan Cafe Singapura yang tidak jauh dari Berbas. Cafe Singapura adalah sebuah cafe yang memiliki patung Merlion Park yang sama persis dengan di Singapura. Waktu aku melihat Patung Merlion di Bontang aku surprise banget karena aku pergi jauh-jauh ke Singapura eeeh di Indonesia ada juga! Dalma hatiku ” Kok bisalah yah si merlion Park ini nyasar jauh-jauh ke Bontang, Kalimantan Timur ini!!! Siapa pula yang bawanya kesini!! 😉

Di Cafe Singapura di Tanjung Laut kita bisa melihat suasa laut yang tenag sambil menikmati sore hari dengan hidangan makanan yang ada di Cafe Singapura. Sayangnya waktu aku kesana Cafenya belum buka tapi aku sangat terkesan dengan Patung merlion parknya! What incredible moment!

Merlion Park nya Indonesia ada di Bontang,

Kalimantan Timur

cafe singapore, bontang
Cafe Singapore, Bontang

Dari Cafe Singapura, Rahman mengajakku ke Bontang Kuala, merupakan wisata populer di Bontang. Bontang Kuala lebih ke desa nelayan, tempat berkumpulnya anak muda pada sore hari untuk menikmati kuliner Bontang. Di Bontang Kuala tersusun atas warung-warung makanan dengan pemandangan lautan lepas.

Memasuki Bontang Kuala akan terlihat tulisan di Gapura yang mengatakan “SELAMAT DATANG DI BONTANG KUALA” serta di sekitranya mangroove hijau yang memanjakan mata dengan warna hijaunya daun yang segar. Satu lagi catatan perjalanan penting tentang Bontang Kuala tidak dipungut biaya alias gratis untuk masuk kesana karena merupakan area untuk bersantai serta berburu kuliner Bontang!

Aku sangat suka dengan Bontang Kuala, pantas saja menjadi objek wisata Unggulan Bontang. Tidak hanya menenangkan juga mengenyangkan!

Di Bontang Kuala aku mencoba salah satu makanan khas Bontang yaitu Gammi Cumi. Gammi Cumi ialah cumi yang dimasak di colekan, mirip dengan hot plate tapi bedanya dengan colekan! Unik bukan?

Aku suka dengan makanan khas Bontang, Gammi Cumi karena cocok dengan lidah Sumatera “pedas”! 😀

Selain Gammi cumi ada juga Gammi Ayam dan Gammi Daging tapi aku lebih memilih Gammi Cumi karena ayam dan daging rasanya biasa saja! Harga satu porsi Gammi cumi dengan nasi plus minuman jeruk hangat Rp30.000 saja!

Gammi Cumi
Gammi Cumi, makanan khas Bontang

Setelah dari Bontang Kuala ternyata hari telah sore dan Rahman dengan baiknya mengantarku ke Hotelku yang tepat di depan Pupuk Kaltim!

Sesampai di Hotel aku berubah pikiran lalu menuju ke dalam Pupuk Kaltim karena hasil search google dengan kata kunci objek wisata Bontang, Kalimantan Timur menyebutkan salah satu tempat wisata di Bontang ialah Pabrik Pupuk Kaltim yang membuatku penasaran ada apa di dalam pabrik Pupuk Kaltim sehingga menjadi tempat wisata.

Ternyata di dalamnya terdapat objek wisata menarik, salah satunya ialah Danau Pupuk Kaltim yang biasa disebut Danau PKT. Dari tempatku menginap aku berjalan sekitar 20 menit lalu duduk santai menikmati sore hari menunggu magrib. Tidak sia-sia aku ke Danau itu walau Bontang bukan tempat wisata karena aku menemukan kedamaian saat melihat cermin pohon di dalam air Danau PKT. Temanku Yayat sempat bercanda dengan status fbku yang mengatakan aku di Bontang. Yayat berkata: ‘Win Bontang bukan tempat wisata deh!” hahahah dia benar tapi walau begitu aku menyukai Danau PKT!

Pemandangan luar biasa di Danau PKT pas matahari sunset karena pemdangannya so magical melihat silut pepohonan rindangan didalam air serta burung yang terbang di sekitar Danau!

Danau Pupuk Kaltim
Danau Pupuk Kaltim

Aku mulai beranjak dari tempat tersebut setelah magrib datang serta langsung ke hotel menunggu si Indra pulang kerja untuk makan malam walau pada akhirnya mau niat traktir malah ditarktir dia hahahah 😀

16 Mei 2014 ditutup dengan makan malam bersama Indra. Akupun terlelap dengan perut penuh

Thanks Indra for treating me Foods! U’re so kind!

….

17 Mei 2104

Pagi hari aku telat bangun jam 9 padahal Akbar, salah satu teman dari Celoteh Backpacker ingin mengajakku keliling Bontang setelah dia mengetahui kalau aku datang ke Bontang karena ku komen foursquarenya saat makan nasi goreng yang katanya nasi goreng terenak di Bontang.

Karena temanku Indra lagi-lagi bekerja dan aku tidak ingin merepotkannya, akhirnya aku memutuskan untuk menikmati perjalanan. Untungnya Akbar Kadabra alias Muhammad Akbar memiliki waktu luang sehingga dialah yang mengajakku ke Garis Khatulistiwa yang ada di Bontang. Tentu saja aku sangat antusias untuk mengunjungi Garis imaginer yang dulu hanya aku dapat dari Bangku sekolah dan melihatnya langsung merupakan hal yang luar biasa bagiku bahkan tidak menyangka dia akan mengajakku kesana.

Nah saat kita hendak ke Garis Khatulitiwa Bontang, ternyata hujan deras datang sehingga yang harusnya perjalanan ditepuh 30 menit saja menjadi 3 jam! hahaha 😀

Bayangin kami berangkat dari jam 9 dengan sepeda motor tapi nyampe di Garis Khatulistiwa jam 12 siang hari dengan 5 kali berhenti. Tempatku menginap di Km 6 dan Garis Khatulsitiwa ada di Km 25. Tapi karena hujan deras kami harus menumpang dengan rumah penduduk sekitar yang begitu baik menampung kami. Rata-rata di Km 10 ke atas penduduknya dari Sulawesih. Waktu di tempat kedua berteduh kmai singgah di rumah orang Sulawesih yang memiliki kucing lucu lalu di tempat berteduh ke empat ke rumah orang Sulawesih juga kami disuguhi minuman hangat. Benar-benar baik sekali orang Sulawesih ini! Hingga di perhentian ke lima aku dan Akbar makan pagi merangkap siang! hahaha 🙂

Thanks alot Akbar for treating me foods and carry me to Imginer Line, Tugu Khatulistiwa Bontang! It was short but so momerial!

Garis Khatulistiwa Bontang
Garis Khatulistiwa Bontang

Horee sampai juga di Garis Khatulistiwa Bontang dengan penuh perjuangan dibawah air hujan selama 3 jam. Uniknya pas pulang malah cerah sekali serta kelihatan Akbar khawatir karena aku ingin ke Tenggarong untuk melihat Kerajaan Kutai.  Sementara waktu telah menunjukkan jam 2 siang buru-buru Akbar mengantarku ke terminal Bontang untuk melanjutkan perjalanku ke Samarinda!

Pesiran dari Bontang Kuala ke Cafe Singapura hingga ke Garis Khatulistiwa ku singkat tapi perjalanan yang tak terlupakan karena aku bertemu dengan orang luar biasa!

The last but not the least, Thanks to Indra, Akbar dan Rahman!!

Samarinda, im coming!!!!

 

Salam

Weeny Traveller