Pengalaman Meninggalkan Jejak di Taj Mahal, Agra India


It doesn’t matter how much you want. What really matters is how much you want it. The extent and complexity of the problem does not matter was much as does the willingness to solve it.

By Ralph Marston
Taj Mahal Agra India

Hello World

Agra, 28 Februari 2016

Rencana awal perjalanan kami hendak pagi tiba di Taj Mahal berantakan sudah karena kereta yang kami tumpangi sampai di Agra Fort Station sampai jam 10 pagi. Padahal dari rencana awal perjalanan kami harusnya sudah bisa melihat Taj Mahal pagi hari, alhasil kami harus mengikhlaskan kedatangan di Agra jam 10 pagi. Lalu aku dan Yosi mencari Rickshaw untuk menuju ke Taj Mahal. Kami sudah hapal betul tarif naik auto Rickshaw alias bajaj berkisar Rs50 untuk turis, padahal untuk local hanya Rs10-20 saja, tapi kami bukan manusia tega untuk memberikan Rs20 mengingat betapa susahnya mencari uang di India. Tips selama trip di India ialah tawar dulu jika ingin bepergian dengan bajaj alias auto rickshaw untuk menghindari hal yang tidak diiinginkan. Keluar dari stasiun dipastikan banyak orang India datang untuk menawarkan jasa mulai dari bajaj hingga mobil, jadi harus tegas mengatakan “Nehi” karena ada sebenarnya alternative termurah dengan bus Rs10-20 tapi karena kami tidak hapal nomor bus sehingga tidak repot maka kami naik dengan auto rikshaw plus kami berdua bisa hemat sebabt sistem perjalanan kami ialah sharing cost.

Agra Fort Station
Agra Fort Station

Dengan rickshaw kamipun menuju ke Taj Mahal untuk mellihat keindahan salah satu 7 keajaiban dunia yang membuatku penasaran setengah mimpi. Awalnya kami hendak mandi terlebih dahulu sehingga bapak bajaj kami membawa kami kepada sebuah restaurant sekaligus hotel yang tak jauh dari pintu masuk Taj Mahal. Maklum kebutuhan untuk mandi sangat mendesak bagi kami berdua mengingat saat di Varanasi kami tidak mandi sama sekali serta hanya bermodalkan tidur di kereta dari Varanasi hingga ke Agra.

Supir bajaj kami membawa kami ke hotel Maya tapi dengan syarat kami harus membayar Rs600 untuk mandi, padahal dalam hati kami ingin makan di restorannya sekaligus mandi gratis dan tak apa kalau harga makanan di restorannya agak mahal dikit. Tapi karena harga tarif mandi yang sangat mahal Rs300 perorang seolah sama dengan harga menginap akhirnya aku memutuskan untuk mencari toilet umum saja untuk mandi. Jujur, susah sekali mencari restaurant yang bisa untuk mandi disekitar Taj Mahal. Bahkan awalnya si Yosi hendak setuju dengan harga Rs300 untuk sekali mandi yang kalau di Rupiahkan Rp60.000. Untungnya Yosi mau mendengarkan perkataanku unutk tidak mudah menerima tawaran mandi dengan harga yang ditetapkan seenaknya oleh si Bapak. Tentu saja aku yang memikirkan budget banget tidak mau mengeluarkan uang Rp60.000 untuk mandi, gila aja itu mah sama dengan pemerasan. Bukan pelit, hanya perhitungan saja! Terlihat jelas di wajah Yosi sudah tidak semangat hingga akhirnya aku bertanya kepada Pak Polisi dimana letak toilet Umum. Dan ternyata toilet umum berada di dalam gerbang Taj Mahal. Bagai pucuk dicinta, pencarian pun ada “toilet bersih”, bahkan mendapatkan toilet bersih membuat kami bahagia!

Aku dan Yosi mandi di Toilet Umum Taj Mahal
Aku dan Yosi mandi di Toilet Umum Taj Mahal

Rencana Itenarary Trip Taj Mahal dan perkiraaan Biaya salama di Agra

27 Februari 2016 22:00 – 07:25 Perjalanan Varanasi ke Agra Rs350 Overnight stay in train
28 Februari 2016 07:25 Arrived in Agra Fort Station
28 Februari 2016 07:25  – 08:00 Dari stasiun ke Taj Mahal By Tuk tuk
28 Februari 2016 08:00  – 12:00 explore Taj Mahal Rs750 Tiket masuk
28 Februari 2016 12:00 – 13:00 makan siang di Taj Mahal
28 Februari 2016 13:00  – 15:00 Mariam zamani Palace Rs100 Tiket masuk
28 Februari 2016 15:00  – 17:00 Agra Fort Rs300 Tiket masuk
28 Februari 2016 16:00  – 17:00 Ke stasiun kereta Agra Fort
Agra Taj Mahal
Agra Taj Mahal

Didalam toilet umum yang berada di Taj Mahallah aku and Yosi mandi sepuasnya dengan membayar Rs10 saja. Lucunya kami dilihatin banget saat barang kami barang di luar dengan gantian mandi terus besolek diluar, disini kami kelihatan gembelnya alias turis kere. Tapi pas setelah mandi dan segar muka bete Yosi langsung cerah hahahha 😀

Di Toilet umum pula kami dipakaikan oleh mbak penjaga Toilet cara memakai sari India dan langsung aku dan Yosi memakai sari India dan langsung berubah menjadi orang India blesteran Indonesia. Tring cakep sudah lengkap dengan Sari!

Saatnya beraksi ke Taj Mahal dengan Sari!

Unta di depan Taj Mahal
Unta di depan Taj Mahal

Setelah memakai sari maka kami harus berjalan kaki lagi menuju tempat pembelian tiket masuk ke Taj Mahal. Untuk menuju ke tiket berjalan hanya 15 menit saja dan kami putuskan untuk jalan kaki serta membawa tas kami yang super berat. Banyak yang menawarkan jasa seperti bajaj kedalam tapi kami lebih memilih jalan kaki di teriknya matahari. Maklum turis kere 😀

Terus sesampai di depan pembelian karcis didepan Taj Mahal betapa kagetnya aku ketika melihat Unta diperlakukan layaknya Delman hingga mulutnya berbusa, kelihatan jelas betapa Unta itu kecapaian mengangkut beban manusia beserta bebannya yang melebihi beban normalnya. Sungguh aku prihatin akan nasib Unta-unta yang ada disekitar Taj Mahal!

India benar-benar mengajarkan betapa susahnya mencari uang 😦

Tempat membeli Tiket Taj Mahal
Tempat membeli Tiket Taj Mahal

Lalu aku dan Yosi pun membeli karcis masuk kedalama Taj Mahal. Untuk turis harga tiket masuk kedalam Taj Mahal Rs750, sementara untuk orang India Rs75 saja. Sebenarnya mukaku yang universal alias selalu dikira orang local aku bisa saja membeli tiket Rs75 untuk masuk ke dalam Taj Mahal tapi kok gak tega ya!  Kayaknya hati ini tidak sampai hati mengingat banyaknya orang miskin di negeri Indah ini, terakhir kami malah membeli tiket masuk orang asing. Orang India selalu mengira kalau aku berasal dari Asama atau Darjeeling ada juga yang beranggapan dari Nepal, intinya paras wajahku sungguh universal. Waktu di Thailand orang Thailand mengira aku asli Thailand, waktu di China aku dikira orang China, saat di Malaysia dikira orang Malaysia dan saat di India pun dikira orang India. Hanya di Jepang aku dianggap orang asing mengingat kulitku yang tidak ada putih-putihnya hehehe 😀

Antrian warga Lokal ke Taj Mahal
Antrian warga Lokal ke Taj Mahal

Setelah membeli tiket masuk ke Taj Mahal, aku dan Yosi mendapatkan selembaran tiket berupa kertas biasa tapi sudah ada barcodenya terus kami berdua harus mencari locker karena untuk masuk ke dalam Taj Mahal barang bawaan tidak diperkenankan dibawa kecuali dompet, uang, kamera dan tas kecil serta minuman. Tidak diperkenanakan membawa makanan di dalam Taj Mahal sehingga aku dan Yosi berjalan kaki kearah locker room untuk menitipkan tas kami.  Aku kena biaya simpan Rs20 sementara Yosi free. Mungkin Yosi sedikit beruntung sehingga tidak membayar. Lalu kami berjalan masuk kedalam Taj Mahal.

Yang dilarang di Taj Mahal
Yang dilarang di Taj Mahal

Keuntungan membayara Rs750 ialah kami tidak harus antri dengan orang local karena jam 12 datang ke Taj Mahal seakan masuk kedalam pasar tradional, antriannya ibarat antri sembako gratis. Jadi buat turis asing antriannya lain karena bayarannya mahal jadi memiliki keistimewaan dengan antri di tempat khusus turis. Kalau ikutan antri tidak kebayang capeknya! Terus untuk masuk barang harus di scan, jadi keamannya patut dikasih jempol terus antrian pria dan wanita berbeda yang sungguh aku salut dari India. Budayanya bagus 🙂

Pas masuk kedalam Taj Mahal, maka antusias kami langsung turun karena “Taj Mahal penuh dengan manusia”. Ibarat kata masuk kedalam tempat yang super banyak menjadi tidak menarik sehingga datang ke Taj Mahal pas hari weekend terus jam 12 bukan pilihan yang tepat. Bahkan aku dan Yosi sempat duduk di depan Taj Mahal 1 jam padahal sebelum masuk kami tiba-tiba jadi artis dadakan berphoto bersama orang Nepal di depan gerbang. Pas di depan mata jadi malas! Atau mungkin karena pas kami datang kebetulan Taj Mahal sedang dalam proses perbaikan juga.

Entahlah…

Taj Mahal
Di depan Gerbang Taj Mahal

Akhirnya si Yosi malah dibawa oleh photographer yang ada di Taj Mahal dan hati-hati dengan mereka sebab mereka akan mengatakan “free no charge” tapi ujung-ujungnya memakasa membeli photo. Jadi ceritanya si Yosi kurang antusias melihat keramaian sehingga dia ikut saja dengan orang local yang menawarkan photo terus dia akan memphoto dengan kameranya sebanyak mungkin terus harga 1 lembar photo Rs50 dan harus membeli minimal 10 buah. Mereka akan mengikuti kemanapun, mencari spot terbaik terus akhirnya harus membeli karena tidak enakan! Kami banyak di photo dan lumayan bagus photonya hanya saja dia memaksa kami membeli 10 buah yang membuatku tensi dan naik darah. Langsung aku marahin itu orang yang membuat si Yosi juga kaget mungkin melihat reaksiku memarahi orang di negeri orang. Hingga kami harus membeli masing-masing 5 padahal aku inginnya hanya 3 saja.

Aku mengatakan begini saat di paksa“You know you told us that it was free and if we didn’t like the photo then we shouldn’t take it, now you forced us to buy it, it called cheating! It doesn’t about money it’s about honesty and you wont like it when I’m mad, and you can not resist me to buy it all ”! Langsung si orang India juga shock melihat perkataanku dan barulah dia agak tidak memaksa. Mungkin aku memberikan sedikit shock terapi padanya, salah sendiri berhadapan dengan Boru Regar, Batak tulen 😀

Akhirnya kami hanya membeli 10, aku beli 5 dan Yosi membeli 5 photo walau dalam hati aku hanya ingin 3 photo saja. Tapi menghindari konflik dan ingin terlepas dari si kawan India maka kami beli saja 10 supaya dia senang, walau aku kesal!

Seven Wonder of the world
Taj Mahal, Seven Wonder of the world

Lepas dari photographer dadakan dan tukang maksa akhirnya kami berdua masuk kedalam Taj Mahal. Untuk masuk ke dalam Taj Mahal harus memakai alas sepatu yang sudah diberikan sebelum masuk. Di dalam Taj Mahal kami antri, dan tidak boleh photo di dalam Taj Mahal. Aku sempat memphoto dua buah makam di dalam Taj Mahal hingga dimarahi oleh petugas, untungnya dia tidak menyuruhku menghapus photonya. Keluar dari Taj Mahal, aku dan Yosi terus kesamping Taj Mahal dan mengelilinginya sampaia jam 5. Bayangkan kami bahkan lupa untuk makan saking menikmatinya keliling Taj Mahal terlepas dari photographer tukang maksa tadi. Berjalan di Taj Mahal merupakan pengalaman yang tak terlupakan walaupun Taj Mahal tak semenakjubkan yang kubayangkan, soalnya ekpektasinya ketinggian.

Makam di dalam Taj Mahal
Makam di dalam Taj Mahal

Barulah keluar dari Taj Mahal kami membeli souvenir yang juga membuat pusing karena semua orang India menarik dan berbicara menawarkan souvenirnya, hanya Yosi yan duluan membeli barulah aku membeli miniature Taj Mahal karena ada bocah India yang mengatakan untuk mengambil photo kami tadi karena kami sudah terlanjur membayar setengah serta kami berada di exit F. Akhinrya dari harga Rs1200 untuk tiga minatur Taj Mahal maka aku hanya membayar Rs450 saja.

Alas kaki yang harus dipakai di dalam Taj Mahal
Alas kaki yang harus dipakai di dalam Taj Mahal

Barulah puas belanja aku dan Yosi kembali ke Agra Fort stasiun melewati kemewahan Agra Fort. Terus saat melewati Agra Fort si Yosi langsung ilfeel alias ilang feeling gara-gara melihat nenek eek sembarangan di samping Agra Fort saat perjalanan kami ke stasiun dengan rickshaw.

Souvenir di dekat Taj Mahal
Souvenir di dekat Taj Mahal

Sesampai di Agra Fort station, aku dan Yosi berjalanan untuk mencari restaurant dan akhirnya kami berdua makan di dekat stasiun dengan menu makan malam sekaligus makan kami pertama di sepanjang hari ialah Chamsala Rs70, chicken curry Rs90, egg kel Rs50, Cold drink Rs40, zeera rice Rs70, 2 Roti Rs 8. Setelah kenyang kami buru-buru ke stasiun karena jadwal keberangkatan kami harusnya jam 8 malam menuju Jodhpur tapi malah delay menjadi jam 12 malam.

Menu makan malam kami di Agra
Menu makan malam kami di Agra

Saat menunggu kereta kami maka di stasiun kami berkenalan dengan orang india yang sedang kuliah kedokteran. Salah satu yang aku suka dari orang India ialah keramahannya, hampir satu jam kami berbicara dengan mereka karena kami sudah dari jam 7 di stasiun hingga akhirnya mereka berangkat. Terus kami juga didatangi oleh anak-anak India yang lucu, cantik dan cakep-cakep. Seperti biasa kami memberikan cokelat kepada bocah lucu yang berjumlah 3 orang. Mereka sangat hangat kepada kami, terus barulah aku berjalan ketemu dengan dua turis yang pernah kami kunjungi sebelumnya dari Argentina si Rico dan Markus yang kebetulan satu kereta, satu gerbong dan satu baris di dalam kereta. Akhinrya kami berempat saling cerita, saling curhat hingga mereka berdua jadi bodyguar dadakan kami. Yang lucu pas ngobrol anak yang tadi kecil cewek yang cakep tadi keretanya sudah datang waktu itu jam 9 malam dan dia langsung mencium pipiku di depan semua orang yang ada di kereta yang membuatku sedikit salah tingkah dan malu. Dia mencium pipiku sambil meguncapkan “Good bye bhibhi”, pokonya good bye tante kali kalau di Bahasa Indonesiakan yang langsung si orang Argentiana kaget dan berkata “wow you know everybody”. Sumpah baru pertama aku mendapatkan pengalaman dicium anak kecil yang cantik sampai sedikit malu tapi senang. Sulit dijelaskan dengan kata-kata tapi intinya “so sweet”.

Trip India
Teman menggembel di stasiun kereta Agra Fort (Rico, Aku, Marcus dan Yosi)

Setelah anak kecil itu beranjak, kami berempat pun pergi kedalam ruang tunggu karena kerata kami akhirnya delay sampai jam 12 malam dan deaynya dari jam 9 ke jam 10 terus ke jam 11 hingga ke jam 12. Ada pengalaman gokil saat kami berada di dalam ruang tunggu, jadi ceritanya si Rico sudah tidur di dalam ruang tunggu, sementara si Markus bolak balik dan mondar mandir melihat jadwal keberangkatan. Aku dan Yosi asik memakai Salonpas di punduk serta hot cream di perut. Nah pas saat menaruh hot cream di perut ternyata ada orang india yang cowok melihatnya terus awalnya kami kira hendak ingin memakai hot cream juga. Alhasil dia duduk disamping Yosi, disampingh Yosi aku dan disampingku si Rico sedang tidur. Yosi sangat baik menawarkan hot cream kepada cowok India itu eh gak tahu diri rupanya dia ingin agar si Yosi yang menaruhkan di perutnya. Langsung dong aku diamkan dan tidak mau sok bermanis lagi, tapi Yosi tidak dengar saat si kawan ini memiliki maksud terus malah mendekati si Yosi. Hingga akhirnya Yosi mulai resah karena si kawan cowok India ini tidak mau pergi, terus akupun bertindak dengan menggeser tas si Yosi kesampingku dengan wajah datar dan menunjukkan ketidak senanganku karena Yosi tidak berani menarik tasnya dari cowok India yang dekat dengannya. Ternyata trikku berhasil dan si cowok ini tahu diri untuk pergi setelah tas Yosi aku pindahkan kesampingku terus dengan isyarat agar Yosi disampingku. Good bye deh manusia tak tahu diri! Hahahah ;D

Taj Mahal
Taj Mahal

Hingga jam 12 malam si Markus dengan eskpresif mengatakan kereta kami sudah tiba, dan waktunya menuju ke Jodhpur!

Hari ketiga di Agra India, 28 Februari 2016

10: 30 Sampai di Agra Fort Station

10:30 – 11:00: Rickshaw Rs50 ke Taj Mahal

11:00 -13:00: Mandi di toilet umum yang ada di pintu depan Taj Mahal Rs10, tips sari Rs10.

13:00 – 14:00: Jalan kaki ke Locker untuk menyimpan bagasi Rs20.

14:00 – 17:00: Harga tiket masuk ke Taj Mahal Rs750, photo Rs250/orang.

17:00 – 18:00: Beli souvenir di Agra Market Rs450, pscard Rs5, gantungan kunci Rs10, jus Rs30. Rickshaw dari Taj Mahal ke Stasiun Agra Fort Rs50/2 orang

18:00-19:00 Makan malam di dekat Stasiun Agra Rs 328/2 orang. Menu makan malam kami Chamsala Rs70, chicken curry Rs90, egg kel Rs50, Cold drink Rs40, zeera rice Rs70, 2 Roti Rs 8.

19:30 – 00:00 kereta kami telat datang. Ke toilet Rs10, omelet Rs30 dan Aqua Rs15.

Biaya pengeluaran Hari ketiga Agra Perjalanan Backpacker Ke India

Rickhsaw Rs25, toilet dan tips sari Rs20, harga tiket masuk ke Taj MAHAL RS750, photo Rs 250, oleh-oleh Rs465, makan malam Rs164, jus Rs30, toilet dan aqua Rs45 = Rs 1799

Highlight objek wisata Hari ketiga Agra

Puas mengelilingi TAJ MAHAL dari ujung ke ujung serta sempat melihat Red Fort Agra yang memukau.

Taj Mahal India

Catatan perjalanan mengenai Agra

1. Jika ada yang mengatakan photo free di Agra sebaiknya diabaikan karena ujung-ujungnya diambil photo dengan pemaksaan harus beli minimal 5 photo, 1 photo Rs50 sama kayak aku dan Yosi. Terus pas datang di Agra itu pas siang ramainya minta ampun sampai hilang mood untungnya keindahan Taj MAHAL jadi lupa kalau sedang tidak mood.

2. Banyak tempat wisata di Agra dan jika ingin mengunjungi Agra lebih jauh sebaiknya tinggal 2 hari dan disekeliling Agra.

3. Tidak boleh memphoto di dalam Taj Mahal termasuk photo makam di dalam Taj Mahal.

Salam

Winny

 

Iklan

47 tanggapan untuk “Pengalaman Meninggalkan Jejak di Taj Mahal, Agra India

  1. Kalo wisata di negara berkembang, selalu ada oknum yg bikin wisatawan tidak nyaman, salah satunya dipalak dg foto tersebut.. Kalo di indoensia banyak juga yg kayak gini, malah parkir mobil bisa ratusan ribu rupiah.. hihi

  2. Eh Win, waktu aku kesana tarif tiket masuk Taj Mahalnya buat orang India cuma Rs 20!! Sementara waktu itu aku harus bayar Rs 750 juga, hahaha. Gila itu ya bedanya. Tapi iya sih enaknya nggak ngantri ya masuknya, hahahaha 😆 .

    Iya Win, bagus banget kalau kamu bisa galak gitu. Aku aja yang jarang marah juga beberapa kali sampe emosi sewaktu di India! Hahaha 😆 . Habis gimana ya. Orang yang baik banyaaak banget disana, tapi yang nyebelin dan mau nipu banyak juga, hahahahaha 😆 .

  3. bahahaha macem2 pula tu org India sama boru regar, hajar Win! x))))
    India memang terkenal banyak scam sihh, harus galak dan tegas biar gak kena tipu, salut win

  4. Keren Win.. dan ga salah deh bisa tegas begitu dengan orang yang memang harus diperlakukan demikian karena kalo ga nanti semakin semena-mena… two thumbs deh..
    BTW, Taj Mahal itu katanya udah ga putih cemerlang gitu karena pengaruh polusi udara.. benarkah demikian? *walaupun masih tetap indah siiii…

  5. Pokoknya turis kece ya kak? nggak pelit tapi perhitungan, hehehe… iya masa mau mandi aja harus bayar 60k, kan ya lumayan buat beli menu makanan dapat 3 porsi, keren mbak Winny,,, menarik aku bacanya 🙂

  6. Hebat banget dirimu Win bisa berani sampai ke level setinggi ini… sumpah keren bangetlah. Taj Mahal benar-benar dijaga sebagai peninggalan budaya dan agama ya, kesakralannya tetap dijaga dengan sepatu beralas dan larangan memotret untuk menghormati orang yang dimakamkan. Salut juga dengan caramu berinteraksi antarsesama pejalan dan masyarakat lokal; ramah dan akrab banget lho. Mesti banyak belajar nih biar ilmu perjalanan saya makin bertambah :hehe.

  7. Tetep suka banget dengan gaya cerita kak winny, mengalir banget dan satu lagi Ternyata dimana mana sama ya, kalo masuk ke candi borobudur juga ada loket khusus buat orang asing, nggak antri tapi lebih mahal 10kali lipat dari turis local.

  8. Winniiiii… aah, keren. mantaapp kali kau nih. Udah sampe India pula 😀
    Aku liat Foto Taj Mahal aja sudah seneng, apalagi kalau ada di sana secara langsung aaaaaaaa… giliran ku kapan yaaaa hiks

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s