Keliling Clarke Quay Singapore


Move out of your comfort zone. You can only grow if you are willing to feel awkward and uncomfortable when you try something new

By Brian Tracy

Qluarke Singapore
Qluarke Singapore

Hello World

Singapore 2012

Demi mencari lokasi Patung Raffles di Singapura membuatku berkenalan dengan Anna seorang turis asal Prancis. Bersama Anna kami berjalan kaki dimulai dari Merlion Park hingga ke Clarke Quay tempat dimana Patung Raffles berada. Dan ternyata area Clarke Quay sangat menarik untuk dikunjungi ketika berada di Singapura karena adanya daya tarik tarik dari Singapore River. Dan jangan tanya apakah aku mencoba perahu sepanjang Sungai Singapura karena aku dan Anna hanya duduk manis sambil menikmati pemandangan Singapore River dengan latar bangunan tinggi yang tersusun rapi.

Clarke Quay Singapore
Clarke Quay Singapore

Waktu itu aku dan Anna juga berkenalan dengan turis Jepang akhirnya kami sama-sama heboh berphoto dengan latar belakang Sungai Clarke. Entah apa yang membuatku terobsesi dengan sebuah patung tapi dipastikan berkat niat ke patung Raffles malah punya teman baru. Anna sendiri menginap disekitar Clarke karena memang banyak peninapan di Clarke Singapura. Terus disekitar Clarke Quay juga terdapat tempat makan untuk nongkrong jadi sepanjang Sungai terdapat resto serta adanya live musik juga.

Aku dan Anna juga sempat melewati resto yang ada disekitar Clarke walau pada akhirnya kami hanya duduk di luar sambil berbagi photo karena kami berdua keliling Singapura dari Patung Merlion hingga ke Patung Raffless. Kalau sekarang malahn aku pikir-pikir ya entah apa bagusnya patung Merlion ama Raffless ini tapi tetep kesana, maklum turis norak :D!

Clarke Quay Singapore
Raffless Statue Clarke Quay Singapore

Keliling Singapura seharian sebenarnya cukup saja kalau yang dikunjungi yang umum karena memang kotanya tidak terlalu luas apalagi fasilitas transportasi umumnya cukup memadai. Kalau bukan kurs mata uangnya yang agak membuat nyesek menurutku Singapura cocok buat turis penyuka kota modern.

Nah kalau berkunjung ke Singapura boleh jugta ditiru gaya kami berdua berjalan kaki dari Merlion Park ke Clarke Quay yang cukup membuat keringat bercucuran tapi pengalamannya sebanding dengan cucuran keringat itu.

Patung Raffless
Patung Raffless

 

Salam

Winny

 

Iklan

Travelling di Singapore


Live as if you were to die tomorrow. Learn as if you were to live forever By Mahatma Gandhi”

Universal Studio Singapore (1)

Hello World, Hello Universe!
 

Hari terakhir travelling di Singapura setelah semalam aku mengalami kejadian aneh dalam hidupku selama perjalanan berlangsung. Jadi aku dari Melaca, Malaysia itu nyampenya malam di Singapura karena aku ketinggalan bus yang jelas-jelas di depanku dan membutku harus membeli kembali tiket bus di jam berikutnya dan aku kehilangan RM19.

Oh God, this was my nightmare in travelling!! Missed my bus in Central Bus Melaca and made me arrived in Singapore around 12am.

Untungnya imigrasi Malaysia tutup jam 12 dini hari dan akulah orang terakhir yang diperiksa sehingga imigrasi Singapura reseh banget. Makanan pop mie di bagasi aja dia tanyain dan benar-benar apes dah di Imigrasi Singapura saat membawa makanan.

Tip jalan-jalan di Singapore khususnya saat di transmigrasi, usahakan jangan membawa makanan berlebih ntar dikira malah jualan dan jangan sekali-kali membawa minuman di dalam botol kecuali di dalam tempat minum pribadi gak apa-apa.

Nah dari Imigrasi akupun menuju ke Kranji Singpura dan MRT S yang aku naiki merupakan MRT terakhir yang beroperasi. Saat lagi asyik-asyik naik MRT eeh malah berhenti tapi aku belum sampai di tujuan akhirku yaitu Kampung Arab Singapura. ‘duh apes dah! Belum lagi kenderaan umum totally habis, jadi dengan uang yang tinggal $30 aku harus memikirkan cara ke Kampung Arab padahal harga menginap hostel termurah di Singapura minimal itu $19.

Universal Studio Singapore
Universal Studio Singapore
 Saata perjalanan di hari terkahir Singapura ada orang Singapura yang aneh banget dan berkata “Do you want to marry me because you are beautiful?”! hahaha aje gileee dah nih orang, kenal aku aja nggak udah ngajak nikah aja.. 
Tapi gak apa-apalah hitung-hitung pengalaman lucu. Paling tidak aku bisa sampai di Kampung Arab meski itu sudah jam 2 malam dan jauh banget dari rencana perjalanan Singapura yang telah aku susun dalam itenary Singapura.
Ah aku tidur dengan masa bodoh dan menikmati liburan di Singapura yang mengasikkan dan penuh tantangan! Yea,, i was travelled alone, by my self in other country!

Keesokan harinya aku bersiap-siap karena aku ingin melihat Merlin Park di siang hari karena aku hanya melihat suasana Merlion Park di malam hari. Merlin Park masuk ke dalam daftar tempat berwisata gratis di Singapura. Singapura emang jago banget menarik perhatian turis dengan cara menyediakan tempat-tempat wisata yang gratis alias tidak perlu bayar sehingga turis jadi senang.

Nah di perjalanan ke Melrion Park inilah aku bertemu dengan teman baruku, my travel mate girl “Anne dari Francis”. Yah

Travelmate in Merlion Park
Travelmate in Merlion Park

Bersama Anne kami mengelilingi Singapura dengan jalan kaki. Mulai dari Raffles hingga ke Patung Sir Raffles. Capek dan sangat menyenangkan! 🙂

To be continue

Weeeny Traveller-

Suasana Marina Bay Sands di Malam Hari


“It doesn’t matter what you did or where you were…it matters where you are and what you’re doing. Get out there! Sing the song in your heart and never let anyone shut you up!!”  By Steve Maraboli

Marina Bay Sands in the night
Marina Bay Sands in the night

Hello World, Hello Universe!!

Malam hari ketika aku dan para Backpacker  dari kawasan Little India menelusuri jalanan Singapura dengan menggunakan MRT Singapura menuju ke kawasan Raffles Place. Little India Singapura yang kami lalui mengeluarkan aroma khas bunga Melati dan semerbak bunga lainnya menambah aura malam yang panjang di Singapura. Dari peta MRT Singapura yang untuk menuju ke Raffles maka harus melalui Dhouby Ghaut .

Sesampai di kawasan Raffles kami berjalan menuju Marina Bay Sands. Suasana Marina Bay Sands di malam hari sangat indah dan menarik perhatian karena perpaduan lampu berwarna-warni yang dibuat seapik mungkin ditambah  dengan suasan mewah nan elegan membuat kami tercengang!!

Marina Bay Sands Singapore
Marina Bay Sands Singapore

Padahal kalau di perhatikan Marina Bay Sands itu hanyalah bangunan yang di puncak Sky Park terdapat  taman landskap. Tapi perpaduan dan permainan lampu membuat suasana Marina Bay Sands menyenangkan untuk jalan-jalan di Singapura pada malam hari. Kalau menurutku suasa Marina Bay Sands lebih indah dibandingkan pada siang hari pada siang hari kelihatan biasa saja.

Hal yang paling disukai pengunjung dan dinanti oleh pengunjung pada malam hari di Marina Bay Sands ialah pertunjukan lagu dengan permainan lampu dari Marina Bay Sands.

Awalnya aku tidak ‘ngeh’ kalau ada song show di Marina Bay :D.. apatis banget yah!! Sampai ada yang menanyakan kepadaku kapan pertunjukan dimulai barulah aku tahu ada pertunjukan disitu hehe 😛

Aku dan Tim Backpacker
Aku dan Tim Backpacker

Oh ya, icon Singapura “Merlion” terdapat di kawasan Raffles yang masih satu area dengan Marina Bay Sands. Merlion Park sendiri hanyalah patung singa putih yang merupakan symbol Singapura. Pengunjung ramai sekali berburu photo di area Merlion dan Marina Bay Sands di malam hari. Disekitar Marina Bay terdapat beberapa cafe yang berjejer serta terdapat hotel mewah sekelas The Fullerton Bay.

Aku dan teman-teman Backpacker pun tidak lupa untuk berphoto di depan Marina Bay Sands dan Merlion, karena katanya tidak apdol kalau belum berphoto dengan Singapore’s icon jika berkunjung ke Singapura (Padahal sebenarnya mau eksis doang  😀 ntar dibilang “no photo, hoax” hihi)

Merlion Park Singapore
Merlion Park Singapore

Puas menikmati suasana Marina Bay, aku dan tim menuju City Hall untuk mencari fountain raksasa tapi tidak semua ikut, hanya aku, Ikhsan dan Tommy. Rahmat, Saleh dan lainnya pulang karena hari sudah larut. Padahal aku keesokan harinya harus melanjutkan pengalaman ke Melaca seorang diri eeh malah begadang di Singapura, “tanda-tanda cewek geblek” 😀

Akhirnya fountain raksasa Singapura yang kami lihat sudah tutup dan kami pulang dengan rasa kekecewaan. Padahal nyari air mancur raksasa susahnya minta ampun, kami harus jalan kaki dari Marina Bay menuju City Hall.

Sepulang dari City Hall, aku, Ikhsan dan Tommy pun melanjutkan ke Mustafa Center di Little India. Mustafa Center Little India Singapura ialah salah satu pusat belanja murah di Singapura. Mustafa Center terdapat beberapa cokelat dan mainan kunci ala Singapura.

Aku yang mengamati cokelat Singapura malah nyengir melihat
“manufacturer” yang terdapat di kemasan cokelat Singapura. Made in Malaysia katanya!! Akhirnya aku malah tidak membeli karena harganya 1 kotak cokelat itu seharga $10, aku hanya mengambil cokelat yang seharga $3 saja, maklum kere 😀

Dari Mustafa Center, eeh aku, Ikhsan dan Tommy malah nyasar di kawasan Little India saat menuju hostel. Rasanya kami berjalan selama 2 jam dan hari menunjukkan pukul 2 pagi sementara pagi hari aku harus ke Melaca. Saat menuju ke Mustafa Center tidak ada halangan saking mudahnya nah saat pulanglah terjadi insiden “lost in the early night of Singapore”.  

Beginilah kalau tidak melihat peta Singapura, tapi untungnya we made it walau jam menjukkan jam 3 pagi..

Yeah 1 hari yang melelahkan di Singapura dengan pengalaman nyasar di Singapura serta pengalaman 1 hari Singapura yang luar biasa 😀

-Salam Backpacker dan Blogger Indonesia-

Winny Alna

Jalan-Jalan ke Singapura “Catatan Perjalanan Singapore”


“Everything ends, and everything matters. Everything matters not in spite of the end of you and all that you love, but because of it. Everything is all you’ve got…and after Everything is nothing. So you were wise to welcome Everything, the good and the bad alike, and cling to it all. Gather it in. Seek the meaning in sorrow and don’t ever turn away, not once, from here until the end. Because it is all the same, it is all unfathomable, and it is all infinitely preferable to the one dreadful alternative by  Ron Currie Jr.”

Merlion Park
Merlion Park

Hello World, Hello Universe!!

Perjalanan ke Singapura tahun 2013 memang memiliki kesan tersendiri bagiku. Bahkan kenaikan kurs Dollar terhadap Rupiah tidak mempengaruhi niatku untuk mengunjungi  Negeri Singa Putih tersebut. Dengan bantuan Eloisa, wanita asal Filipina yang aku temui di Bandara Changi, akhirnya aku dapat menaiki Sky train dilanjutkan dengan MRT Singapura menuju Little India, tempat dimana teman backpacker Indonesia lainnya menungguku.

Filipina woman
Eloisa on Sky Train Singapore

Hal yang membuatku kagum akan Singapura ialah public transport yang benar-benar memanusiakan manusia.  Petunjuk di setiap jalan jelas, negaranya bersih serta teknologi yang maju.  Jadi tidak heran kalau Changi International Airport menjadi salah satu bandara internasional terbaik di dunia. Karena fasilitas pendukung yang memadai yang mampu memanjakan pengunjungnya.

Changi airport
Changi airport

Buat para traveler/backapcker pemula yang pertama kali ke Singapura, jangan khawatir atau takut nyasar di Singapura karena tips mengelilingi Singapura tanpa nyasar, cukup bermodalkan “Peta Singapura”. Dengan berpedoman kepada peta Singapura yang diambil di Bandara atau tempat lain di Singapura maka kita bisa mengelilingi Singapura dengan mudah karena dalam peta Singapura berisi arah dan tempat menarik seseantaro Singapura  dan pengunjung mendapatkan peta Singapura secara gratis.

Little India
Little India

Dengan berpedoman kepada peta Singapura, aku mengikuti setiap jalan yang ada di kawasan Litte India Singapura. Ternyata jarak antara jalan ke jalan yang lainnya di peta Singapura, kalau realitanya mirip antara gang ke gang di Indonesia. Berkat map Singapore akhirnya aku bisa bertemu dengan Iksan dan Tommy yang kemudian kami menuju Raffless untuk bertemu dengan backpacker lainnya seperti Rahmat, Saleh, dan lain-lain.  Aku sendiri memilih tinggal di kawasan Little India di Crown Inn dengan biaya hostel dormitory $20/night. Crown Inn di Little India merupakan salah satu hostel murah di Singapura. Tapi jangan banyangkan hostel yang private yah tapi sekelas dormitory yang orang lain yang tidak kamu kenal akan sekamar denganmu.  Fasilitas di Crown In memiliki free wifi dan breakfast serta minum sepuasanya. Lumayan hemat untuk tidak membeli air dalam kemasan botol. Karena harga air kemasan di Singapura itu mahal, karena air di Singapura itu di import sehingga sebaiknya harus membawa botol untuk air minum.

Mesin Tiket MRT Singapura
Mesin Tiket MRT Singapura

Setelah check in, lalu aku dan Tommy menuju ke Stasiun Raffles untuk melihat suasa Marina Sands Bay di siang hari. Sesampai di Raffles, kami melihat patung Thinker yang menarik perhatian kami. Si Ikhsan langsung berceloteh mengenai patung Thinker yang tak jauh dari Harliburton Hotel Singapura itu “kalau di Indonesia patung kayak gini itu patung galau kan?, kalau di sini (Singapura, red) malah jadi patung Berpikir” … hahaha #kuplak!!

Sambil menunggu tim backpacker lainnya, aku, Ihksan dan Tommy malah eksis di sekitar Marina Bay. Hingga anggota berkumpul kami kemudian balik ke Little India yang kemudian kami mencari makanan murah walau tidak dapat yang membuat kami malah nyasar ke China Town Singapura. Karena lapar, akhirnya kami makan di pasar depan Duxton Plain Park. Makan siang di Singapura itu seharga $4 per menu dan rata-rata segitu paling murah ‘duh kalau di Indonesia bisa makan di Mall hhihi..

Setelah kenyang kamipun mengelilingi China Town Singapura karena salah satu tempat membeli oleh-oleh murah di Singapura itu berada di China Town. Bisa dibilang China Town itu pusat belanja murah berburu oleh-oleh di Singapura. Kami berburu manik-manik, gantungan kunci hingga miniatur patung Merlion. Harga gantungan kunci di China Town Singapura bervariatif ada yang harganya $1 per buah hingga $5 per 6 buah tergantung toko, tapi rata-rata harga antara satu toko dengan toko lainnya di kawasan China Town hampir sama bedanya cuma di kelengkapan barang yang dijual.

Puas dengan China Town serta menyempatkan berphoto sejenak, akhirnya kami menuju keLittle India lagi karena malam hari kami ingin melihat Parade Sing of Song Marina Bay Sands.

(To be Continue)

-Salam Blogger Indonesia dan Backpacker Indonesia-

Winny Alna

Catatan Perjalanan Newbie ke Singapura


“Singapore is a modern country in Asia. The Thinker (1902), a nude male figure at about life-size sitting on a rock with his chin resting on one hand as though deep in thought,”

The thinker

Hello World, Hello Universe!!

Perjalanan pertama ke Singapura memiliki kesan yang tersendiri bagiku, Pengalaman perjalanan perdana Newbie ke Negara Orang penuh kesan dan pengalaman lucu serta bertemu dengan orang-orang yang unik dan baru. Setelah merasakan sensasi tidur di Terminal Changi Airport berselimutkan tas backpackku yang gede ditambah suhu AC yang mungkin saja 15 derajat Celcius serta derita amandel yang kumat, akhirnya subuhpun tiba. Ternyata tidak hanya aku saja yang tidur di Terminal 3 Bandara Changi, tiga wanita lainnya juga sudah ada diseklilingku padahal awalnya ruang tunggu yang aku pilih sebagai tempat menginap kosong, aku megira hanya akulah wanita gila yang tidur sendiri di ruang tunggu Bandara Changi dengan ransel gede sebagai bantal. Agak sedikit puas dengan hati ketika bangun melihat orang lain mengikutiku khususnya teman-teman wanita yang entah seiapa, aku merasa “trend center” hehe 😀

The Furlerton Bay Hotel
The Furlerton Bay Hotel

Nah kemudian aku bertemu dengan wanita asal  Philipina yang kemudian mengajari serta menuntun cara menggunakan MRT Singapura :D.. Bandara udara Changi memang bagus dan modern, untuk menuju terminal yang satu ke terminal lainnya kita cukup menggunakan sky train dan free. Kami sempat nyasar untuk mencari stasiun MRT dan akhirnya kami menemukannya di terminal 2. Akupun membeli kartu Ez-Link Card di ticket office stasiun MRT bandara Changi Airport di . Kartu Ez-Link ialah e-money sama seperti BCA Flash atau Mandiri e-money  yang digunakan untuk pembayaran MRT, bus, LRT dan beberapa outlet di Singapura.  Harga kartu ez-Link sebesar $12 dengan rincian harga kartu Ez-Link $5 dan deposit $7. Canggihnya lagi, kartu Ez-Link Singapura berlaku 5 tahun dan uang yang telah disimpan tidak dapat dikembalikan.

Aku sendiri menambah deposit $10 buat jaga-jaga dan cara penggunaan ez-link sangat mudah, caranya dengan meletakkan kartu di mesin yang tersedia dan secara otomatis akan menghitung biaya perjalanan. Nah bagi pemula yang baru ke Singapura, tidak usah khawatir akan nyasar atau tidak mengerti karena Singapura kota yang memberikan kemudahan kepada turis karena rambu yang ada disetiap jalan membuat orang awam mengerti. Tips dari saya hal penting yang harus dilakukan pertama kali di Singapura ialah mengambil semua brosur berupa peta yang ada di terminal karena peta yang disediakan gratis dapat menuntun untuk menjelajah Singapura secara mudah.

Mesin Tiket MRT Singapura
Mesin Tiket MRT Singapura

Setelah banyak bicara dengan wanita Philipina yang aku kenal di Bandara, akupun mengambil peta yang ada untuk melihat rute MRT karena tujuanku ialah bertemu dengan Ihksan dan Tommi yang sudah duluan di Little India padahal awalnya aku ingin menginap di Bugis Street. Tapi karena sudah pagi jadi saya memutuskan untuk mengubah jadwal destinasi ke Litte India. Dari rute MRT Singapura, bagi yang pertama kali maka untuk mengetahui kemana aku harus pergi selama di Singapura sangat mudah. MRT Singapura memiliki 4 jalur utama  dan setiap jalur utama memeliki attraksi menarik. Kalau di peta Singapura (place should visit).

4 jalur utama MRT Singapura ialah  East West Line ,  North South Line, North East Line dan Circle Line.

1. East West Line (jalur hijau) menuju ke Bandara Changi menuju Pasir Ris dan akhirnya Joo Koon.

2. North South Line (jalur merah) menuju ke Marina Bay hingga ke Jurong East. Jalur North South merupakan jalur favorite karena di jalur ini orchard road berada.

3. North East Line (jalur ungu) menuju  Punggol hingga ke Harbour Front. Jalur ini kami gunakan menuju ke Little India dan Chinatown Singapura.

4. Circle Line (jalur kuning) yang memutari pusat kota Singapura dari Harbour Front hingga ke Marina Bay.

 

One Raffless Quay
One Raffless Quay

Dengan peta MRT akhirnya aku menuju Little India dan bertemu ikhsan dan Tommi. Akupun mencari tempat penginapan semalam di Crown in di litte India yang harga kamar dormitory nya $20/night. Jangan kira kita nginapnya di hotel yang wah dengan seharga segitu karena merupakan dormitory berisi orang alias entah siapa dan campur. Untungnya saat d dorm, di atas dan sebelahku wanita asal German dengan 3 orang yang aku lupa namanya.

Di Crown in, harga tersebut sudah termasuk brekfast berupa roti dan teh yang bisa diambil dibawah. setelah check in dan barang aku titip, aku, Ihksan dan Tommi ke One Raffles Quay menuju Marina Sands Bay untuk menunggu teman-teman yang backpacker yang lain.

 

To be continue

 

 

Ngegembel di Singapura


Hello World, Hello Universe!

So i took my bag and my slipper then travelling! I could being whatever i want to and travelling to everywhere! I enjoyed my life!

Marina Sands Bay

Perjalanan perdana ke Singapura memiliki kesan tersendiri. Beberapa pengalaman gila, lucu, bego dan nekad bercampur aduk. Sebagai newbie traveller dunia kayaknya penuh pengalaman unik selama perjalanan khususnya pengalaman perjalanan Jakarta-Singapura.

Travelling ke Singapura sudah direncanakan dari oktober 2012 dan berangkat ke Singapura Agustus 2013 karena tiket promo murah Rp550.000 pulang pergi, Jakarta-Singapura-Jakarta.  Seharusnya perjalanan ke Singapura bersama sahabatku Monica Indriani, tapi karena dia tidak bisa ikut sehingga perjalanan pertama kali ke Singapura harus aku lakukan sendiri. Solo traveller!! 😀
Untuk jakarta ke Singapura memang aku lakukan sendiri tapi saat di menjelajah Singapura aku bergabung dengan anak Newbie Bacpakcker Indonesia dengan masuk ke situs serta merencanakan perjalanan dari 1 bukan sebelum hari-H. Pas di hari H keberangkatan rupanya aku melakukan kesalahan terbego yang pernah aku lakukan dan itu aku sadari setelah mengalami yang namanya jadi gembel di negeri orang :P.

Sabtu itu dimana seharian Aku dan Daboo jalan-jalan ke Kota Tua, Jakarta untuk melihat hasil blusukan Jokowi yang telah menyulap Kota Tua menjadi bersih dan rapi. Keadaan Kota Tua tampak bersih meski masih ada beberapa pedagang yang membuang sampah sembarangan. Kami menelusuri tempat Sejarah Batavia hingga tak terasa waktupun sudah menunjukkan jam 2 siang. Dalam ingatanku, aku akan berangkat ke Singapura pada pukul 10 malam hari ini juga. Mungkin perjalanan ke Singapura antara mau tak mau bagiku karena dari Kota Tua, kami masih sempat ke Mangga Dua buat membeli modem. Ketika jam menunjukkan jam 4 lah aku sampai di kosan dengan terburu-buru. Daboo telah menyarankan untuk naik taxi, tapi karena aku ngeyel maka aku naik busway, alhasil disinilah disaster itu terjadi. Bayangkan saja waktuku habis 1 jam hanya menunggu busway, malangnya saat naik Damri tidak terkejar. Sesampai di Bandara Soekarno Hatta jam 6 pas, pesawat telah berangkat. Yah i missed my flight for the first time!!

Perasaan gundah, kedal, emosi bercampur aduk!! Rupanya aku salah, aku berangkat seharusnya jam 6 sore, pulang dari Singapura baru jam 6 sore. Bayangkan 1 tahun kesilapan untuk jam berangkat. :-[
Alhasil aku berburu next fligth yang akhirnya jatuh ke Jet Star seharga 65 usd. Itulah yang termurah, sempat kaget ditawarkan naik Singapore Airline seharga 500usd. Dan jam berangkatnya ialah jam 9.30 malam, ckkckckckc apes banget. Atas saran teman aku pergi dan nekat membeli kembali tiket ke singapura. Karena sesampai di Changi airport, Singapura telah larut malam, dan akhirnya aku tidak berhasil menemukan teman backpacker yang lain serta MRT yang telah tutup, akhirnya mau tak mau aku tidur di bandara alias menggembel!

Changi Airport
Changi Airport

Tidur di bandara Changi, Singapura dengan berbantal tas backpack ku ditemani dengan kesejukan AC, ahhaha aje gila, inilah pertama kali dalam sejarah perjalananku yang ngebolang menjadi gembel but the journey should continue!!!

To be continue

Salam Backpacker dan Blogger Indonesia

-Winny Alna-