Perjalanan Vienna ke Budapest


You cannot do a kindness too soon, for you never know how soon it will be too late.

By Ralph Waldo Emerson

Hello World!

Vienna, 11 April 2017

Hari terakhir di Vienna, Austria dengan berbekal 10 Euro hasil uang yang ditinggalkan host baper yang pernah aku jumpain. Apartemen hostku kutinggalkan lengkap dengan kunci di dalamnya, lalu aku meninggalkan tempat menampungku sehari. Berkat jalan kaki seharian di Vienna, jadi aku lumayan hapal cara menuju ke stasiun. Padahal lokasi terminal bus Vienna menuju Vienna sebenarnya aku tidak tahu. Aku hanya tahu di Stasiun U2, Vienna.

Kemudian dari apartemen aku jalan kaki sekitar 20 menit sambil mencari lokasi U2. Sebelumnya aku membeli tiket kereta seharga 2,2 Euro dari Pilgramg menuju U2 Stadium dengan catatan di peta public transportation Vienna bernama “Karlsplatz”.  Jadwal keberangkatanku ke Budapest memang jam 1 siang tapi jam 10 aku sudah beranjak ke terminal.

Lebih baik menunggu daripada telat!

Vienna, Austria

Jam 11 aku sudah sampai di Stadium. Saat turun dari kereta aku sempat kebingungan. Bingung dimana letak terminal bus karena tidak ada tanda-tanda terminal bus. Sama bingungnya dengan membeli tiket kereta lokal Vienna, karena percayalah tidak ada satupun yang memeriksa karcismu. Kalau jahil bisa tidak membeli tiket sama sekali, cuma kalau apes yah bisa bayar berkali lipat. Disini aku heran kenapa bisa di Vienna maupun di Bremen tidak mengecek karcis dari penumpang.

Mungkin karena tingkat kesadarannya tinggi kali ya?

Nah saat keluar dari stasiun akupun dengan muka linglung bertanya kepada warga lokal dimana Stadium untuk terminal. Eh yang ditanya juga kebingungan sambil mencari di hpnya. Namun hasilnya dia menyerah dan meminta maaf kepadaku.

Akhirnya aku mencari tahu sendiri di tempat roti sambil belanja roti untuk menahan rasa lapar. Memang selama di Eropa, roti adalah penyelamat disaat lapar, dan belanjaan roti didekat Stasium Vienna itu seharga 4,05 Euro. Trik ini tentu berhasil karena si penjaga mengatakan kalau Terminal Bus berada di sisi luar dari sebuah yang mirip mall. Terminalnya hanya berupa luaran mall, kalau tidak bertanya siapa sangka itu adalah terminal. Hanya ada tanda kecil berupa penjualan tiket yang orangnya kadang ada kadang tidak. Untung tiket ku sudah kubeli, walau hanya mentok di Budapest, setelah itu aku belum tahu kemana tujuanku di Eropa.

Setelah mendapatkan roti, akhirnya aku jalan menuju ke terminal. Ternyata aku datang kecepatan dan udara begitu sangat dingin di Vienna meski terlihat udaranya panas. Aku sempat menunggu 1 jam duduk manis di depan terminal sampai akhirnya ada kabar bahwa bus yang kami tumpangi telat datang.

Ah rupanya bus Eropa bisa molor juga!

Vienna, Austria

Mendengar kabar bis telat, akhirnya aku masuk kedalam lagi yang mirip dengan mall. Dari kaca jendela aku melihat sepatu sedang diskon. Mumpung sepatu rusak gara-gara bersepeda di London akhirnya aku cuci mata. Maka akupun menyempatkan untuk belanja. Begitulah wanita, padahal niat hati nunggu bis eh malah tergoda melihat diskon besar-besaran di mall. Tanpa pikir panjang aku akhirnya membeli sebuah sepatu seharga sepatu 15 Euro. Lumayan buat pengganti sepatu rusak  😀

Nah dalam penungguan bis ini, aku berkenalan dengan warga Vietnam bersama temannya yang juga ke Budapest. Bersama merekalah aku bergabung hingga jam 14.25 barulah bis kami datang. Padahal awalnya berangkat jam 1 siang. Untungnya Regio jet fasilitasnya nyaman dengan wifi kencang dan adanya minuman gratis sehingga termaafkan telatnya.Menariknya dari regio Jet duduknya sifatnya meilih sembarang jadi masuk ke bus kemudian duduk dimana saja.

Dalam perjalanan darat dengan bis dari Vienna ke Budapest setidaknya kami 2x transit bus. Yang pertama kami berhenti di Bratislava. Saat di Bratislava, bis kami berhenti 30 menit. Lumayan bisa menginjakkan kaki di Slovakia walau cuma numpang transit doang. Menariknya bis juga melewati Kota Tua Bratislava, Slovakia. Disinilah aku menikmati perjalanan via darat karena aku bisa melihat beberapa tempat sekaligus. Kota Bratislava, ibukota Slovakia cukup menarik dilihat dari dalam bis. Walau sekali lagi hanya “numpang lewat” namun cukup tahu 😀

Akhirnya barulah jam 6 setelah dari Prague kami sampai di Budapest. Di Budapest aku mencari tempat penukaran uang dan cara membeli tiket bis dalam Kota menuju ke tempat hostku di Budapest. Disinilah aku berpisah dengan rombongan Vietnam.

Di dalam terminal Budapest aku mencoba mencari mesin ATM dan akupun mengambil uang pecahan “5000f” di ATM. Padahal jujur aku juga tidak tahu berapa uang yang aku ambil karena yang aku butuhkan adalah uang unutk tiket kereta Budapest 350 ft menuju ke rumah hostku. Dan dengan menggunakan wifi gratisan dari bis aku mangabarkan hostku bahwa aku telat dan dimana kami harus bertemu.

Bayangkan betapa hebatnya perjuangan perjalanan di Eropa dengan jalan sendiri, tanpa guide dengan bermodakan kenekatan. Padahal baru juga pindah negara dan baru sampai di Budapest eh seolah-olah udah tahu jalan, padahal tidak tahu sama sekali. Kemudian dengan menggendong tas 15 kg merahku aku naik kereta menuju tempat hostku menunggu di terminal Budapest dekat patung kuda!

Biaya Rincian Perjalanan Vienna-Budapest

10:00-11:00 ke stasiun U2 dengan kereta 2,2 Euro

11:00-12:00 belanja roti 4,05 Euro

12:00-13:25 Menunggu bus ke Budapest, beli sepatu 15 Euro, tiket kereta Budapest 350 ft, mengambil uang di ATM 5000ft

14:25-18:00 Perjalanan Vienna-Budapest dengan Regio Jet dua kali transfer, Vienna-Bratislava, Prague-Budapest

21:00-22:00 diajak host Budapest ke Underground Club

22:00-23:00 pulang sendiri dengan peta buta pas tengah malam

Tempat wisata yang didatangi pada hari-19 di Eropa

Terminal bus Vienna, Stadion Center, Undeground club Budapest

Total biaya yang dikeluarkan pada hari-19 di Eropa

= 2,2 Euro + 4,05 Euro + 15 Euro = 21,25 Euro

Salam

Winny

Iklan

10 Tempat Menarik di Vienna, Austria dalam Sehari


If you live long enough, you’ll make mistakes. But if you learn from them, you’ll be a better person. It’s how you handle adversity, not how it affects you. The main thing is never quit, never quit, never quit.

By William J

Wien, Austria

Hello World!

Vienna, April 2017

Vienna yang merupakan ibukota Negara Austria (Republik Öesterreich) merupakan negara yang terkenal dengan musik klasiknya. Vienna sendiri dalam Bahasa Austria disebut Wien, berada di Eropa Timur dengan Bahasa resminya Bahasa Jerman dengan mata uang Euro. Bagi yang pecinta music maka Austria negara wajib yang dikunjungi karena siapa yang tidak tahu Beethoven maupun Mozart. Tidak hanya itu Austria juga memiliki pakaian tradisional menarik “Tracht” yang sering dipakai dalam pertunjukan Opera di Vienna.

Namun anehnya dari 12 negara yang aku kunjungi selama 1 bulan trip di Eropa, maka Vienna Austria dalah Kota yang paling membosankan yang aku pernah kunjungi. Padahal Vienna ini adalah rumah bagi pecinta karya music klasik dan bangunan tua maka Vienna adalah surga. Mungkin karena pengalamanku bertemu dengan host yang baper dan moody atau memang karena aku sudah bosan melihat bangunan tok saja.

Maklum minggu pertama di Eropa itu kesannya “wow” terus minggu kedua kesannya “kok gitu-gitu aja” terus minggu ketiga “yaelah kalau gak bangunan tua, Gereja, udah itu aja wisatanya”. Terus minggu keempat “please pengen pulang aja”. Jadi gitu yang aku rasakan saat di Eropa sebulan.

Wien, Austria

Walau demikian, setidaknya mengunjungi tempat-tempat wisata Vienna/Wien Austria dalam sehari dengan berjalan kaki lumayan seru, padahal sendirian loh jalan kaki mutar-mutar kota. Alasan jalan kaki ke semua tempat wisata dalam Kota Vienna atau Wien karena tidak mau rugi mengeluarkan uang untuk tiket Kereta atau bus yang sekali jalan 2-3 Euro. Padahal kalau mau nakal yah, itu tiket tidak pernah diperiksa petugas, jadi kalau gak mau beli tiket juga gak apa-apa. Cuma kalau apes yah bisa bayar berkali lipat dari harga tiket.

Karena tidak mau mengambil resiko apes, makanya aku memutuskan jalan kaki saja, selain sehat bisa hemat biaya juga. Cuma yah capek! Sebanding lah ya capeknya dengan hasil photonya hihi 😀

Jadi yang menganggap semua perjalanan selama di Eropa itu indah, maka ada usaha dibaliknya. Soalnya banyak yang nanya kok bisa survive 10 juta aja di Eropa 1 bulan? Ya iya karena aku begpacker dan hemat banget, ke wisatanya aja pergi ke wisata gratisan dan numpangnya di rumah orang lagi. Tapi tidak semua numpang ya karena ada juga nginapnya di hostel. Terus aku juga hemat banget di transportasi karena aku real-relain jalan kakai daripada ngeluarin uang Euro meski itu hanya 3 Euro saja, padahal jaraknya dengan jakan kaki 10km. Mantap kan? 😀

Nah pas jalan kaki seharian di Vienna, Austria meski gak suka-suka amat ama Kota ini, aku beruntung karena aku dapat keliling wisata menarik Vienna/Wien Austria yang aku kunjungi.

1. Heumarkt

Wien, Austria

Heumarkt semacam pasar tradisional yang bersih dan cocok untuk kulineran. Terletak di tengah Kota sehingga mudah diakses dan harganya juga lumayan murah. Heumarkt merupakan tempat pertama yang aku kujungi di Vienna karena hanya berjarak 5km dari penginapan hostku. Kesini pun aku jalan kaki tapi seru sekali melihat kegiatan orang yang berdagang ala Austia. Hampir saja aku ingin mencoba nongkrong di Heumarkt namun malah memilih belanja di supermarket “Bila” di depan Heumarkt.

2. Vienna Hofburg, Istana Kekaisaran Austria

Wien, Austria

Hofburg atau Austria’s Imperial Palace merupakan tempat wisata wajib Austria. Istana yang dibangun di abad ke-13 ini memiliki gaya arsitek campur-campur mulai dari Gothic, Renaissance, Baroque, Rococo, dan Classicism. Istana keKaisaran Austria ini menjadi tempat Presiden dan sisi museum. Sayangnya aku hanya lihat dari luar saja karena tak rela menghabiskan uang. Bahkan kerjaanku hanya mutar-mutar saja, melihat tingkah pengunjung. Sesekali aku duduk dan kalau ada spot menarik buatku barulah aku minta photo ama orang lain.

3. Museumsquartier

Wien, Austria

Pengalaman yang lucu adalah mencari Museumquartier di peta Vienna. Karena memang saat keliling Kota Vienna dengan jalan kaki aku haya mengandalkan peta. Sebagai orang yang tidak bisa membedakan “kiri-kanan” agak susah. Akhirnya ketemu namun lagi-lagi hanya melihat sisi luarnya saja.

4. Stephansdom dan Stephansplatz

Wien, Austria

Stephansplatz adalah kawasan Kota Tua Vienna/Wien/Wina yang memiliki objek wisata terkenal berupa Gereja Stephansdom atau St. Stephan’s Cathedral, gereja tertinggi di Eropa. Disekitar Stephansdom merupakan titik nol tempat Kota Wina didirikan dan disekitarnya banyak pusat pembelanjaan.

Saat aku jalan sendirian di Stephansdom dan Stephansplatz aku melihat warga local Austria yang sedang berkumpul di sektar gereja sambal berkostum unik. Mungkin sedang seriosa, sementara pengunjung lainnya dalam grup dan ada semacam tur guide yang menjelaskan sejarah tentang St. Stephan’s Cathedral.

Aku cukup lama duduk manis di depan St. Stephan’s Cathedral, bahkan aku kelilingi dari berbagai arah. Paling tidak ada sekitar 30 menit aku bersantai ria di depan St. Stephan’s Cathedral hingga aku memutuskan mengikuti rombongan turis yang mencari rumah Mozart.

5. Mozart haus

Wien, Austria

Tak jauh dari Stephansdom terdapat rumah kelahiran Mozart bernama Mozart Haus. Mozart adalah musisi klasik dari Austria yang lahir 27 Januari 1756. Bagi pecinta music klasik maka mengunjungi museum Mozart berbentuk rumah dapat melihat artefak serta yang berhubungan dengan Mozart.

Yang lucu saat ke Mozart Haus, gegara melihat petunjuk jalan dengan tulisan “Mozart Haus” serta banyak orang jalan ke arah petunjuk beramai-ramai, akhirnya aku mengikutin orang. Eh tiba di depan rumah Mozart pengunjung antri bayar. Sebagai turis kere akhirnya aku tak jadi masuk ke Mozart Haus dan melihatnya dari luar juga, maklum nadong hepeng hehe 😀

6. Vienna State Opera House

Vienna, Austria

Vienna memang surga bagi musisi, salah satu tempat wisata keren di Wina adalah Vienna State Opera Haus. Vienna State Opera Haus atau Wiener Staatsoper merupakan salah satu teater terbesar dan terluas di dunia. Vienna State Opera Haus dapat menampung 2.211 penonton dengan 110 musisi.

Pas aku sampai di depan Vienna State Opera Hous ingin sekali melihat komposer, soloist, konduktor, dan penari sedang perform. Namun hepeng alias uangku terbatas akhirnya pas ada yang nawarin tiket nonton Opera hanya mengelus dada saja sambal melihat dompet yang uangnya hanya ratusan Euro saja dalam sebulan. Untung waktu itu aku tidak kalap padahal yang nawarin tiket abang-abang Vienna yang cakep. Akhirnya pas di depan Opera Haus ditawarin tiket konser aku hanya balas dengan “senyum” sambil melanjutkan perjalanan. Padahal kagak tahu jalan kemana, yang penting jalan aja mengikuti turis asing.

7. Parlemen Austria

Vienna, Austria

Parlemen Austria yang sudah ada sejak 1918 memiliki bangunan unik dengan gaya Yunani dari kolom Corinthian. Di depannya terdapat air mancur yang disebut dengan Pallas Athene Fountain dengan patung setinggi empat meter dengan helm sepuhan dan tombak, bersama dengan figur yang menyimbolkan Sungai Danube, Inn, Elbe, dan Moldau.

Perjalananku ke Parlement Austria sebenarnya iseng saja karena aku hanya keliling KOTA VIENNA dengan ngasal. Lewat dari taman eh ketemu bangunan yang mirip-mirip di Yunani. Untuk ke Parlemen ini aku harus menyeberang, terus dari kejauhan kelihatan Ok yaudah aku mampir. Ternyata parlement, terus patung-patung disini memang unik. Kalau pengalamanku selama di Vienna memang banyak patung-patung bertebaran di Kota.

8. Karlskirche

Vienna, Austria

Tempat paling aku sukai di Vienan adalah Karlskirche. Karena pas sore duduk manis di depannya sangat menyenangkan. Karskirche dibangun pada 1737 didedikasikan untuk St. Charles Borromeo sehingga tak heran ukiran di bangunannya kece sekali. Menikmati sore di depan Karlskirche sangat menentramkan, bahkan tak jauh dari Karlskirche ada sebuah taman yang berisi tulip. Tidak hanya itu, banyak juga loh turis bersantai di depan Karlskirche. Walau aku sendiri namun menikmati susana, berbaur dengan lokal serta menikmati bangunan dengan pantulan di kolam merupakan pengalaman yang tak terlupakan.

9. Vienna’s Ringstrasse

Vienna, Austria

Vienna’s Ringstrasse dibangun tahun 1860-1890 dengan bangunan disekelilingnya memiliki gaya unik mulai dari Neo-Renaissance, Flemish Gothic hingga gaya Gothic Baru. Tram juga lewat dari area ring road yang panjangnya 5,3 km disekitar Innere Stadt Distrik 1. Nah pas aku kesini sebenarnya nyasar karena awalnya aku hendak mencari istana di Vienna eh malah nyasar ke Ringstrasse. Untungnya tak jauh dari situ ada taman, tempatku berbaring sambil mengembalikan tenaga setelah seharian berjalan kaki.

10. Rathaus Vienna

Vienna, Austria

Rathaus atau City Hall atau Balai Kota merupakan kantor dan tempat tinggal gubernur. Disini sangat ramai, tak hanya pengunjung maupun turis. Hal yang sebenarnya membuat suka dari Vienna meski Kota membosankan untukku ialah menyenangkan melihat keramaian orang di City Hall.

Nah setelah keliling ke 10 Wisata Vienna, aku pun balik ke tempat hostku yang baper. Eh siapa sangka di meninggalkan 10 Euro buatku untuk makan. Ternyata hostku ala-ala, baper namun masih ngasih uang. Alhamdulillah rezeki anak soleh, setelah jalan kaki seharian tanpa mengelaurkan uang eh malah dapat uang 🙂

Salam

Winny

 

 

Menelusuri Heumarkt Wien di Austria


At some point, you have to realize that he doesn’t care, and you could be missing out on someone who actually does.

By Unknown

Hello World

Vienna, 10 April 2017

Perjalanan Praha ke Vienna dengan bus malam amatlah nyaman, apalagi dengan bus Regio Jet. Bus ini memiliki wifi serta penumpang dikasih minum gratis sehingga fasilitasnya jauh lebih OK daripada flixbus. Dari harga pun lumayan murah walau aku membeli tiket ke Austria hanya berjarak H-2. Menurutku Regio Jet ini cukup rekomended di Eropa untuk pilihan transportasi dari satu negara ke Negara di Eropa. Bus region jet yang aku tumpangi berangkat dari Praha jam 11 malam dan sampe di Vienna jam 4 pagi.

Sebelum ke Vienna aku sudah memiliki host dari CS yang memiliki referensi lebih dari 200 orang. Karena itu sebelum memutuskan tinggal di tempatnya aku sudah membaca profilenya. Namun ternyata tak selamanya referensi itu menjamin tentang karakter seseorang.

Jadi ceritanya begini,

Aku sampai di Vienna jam 4 pagi dan si host ini menjemput. Pas keluar dari bus, dia sudah menunggu tepat di depan bus. Nah pas aku keluar tiba-tiba si kawan langsung mau meluk. Terus dengan spontan aku tolak. Eh dia baper!

"Winny, don’t go travel if you cannot accept culture",
"In Europe hugging is to respect people and it commands"

Eh buset baru juga nyampe udah di semprot ama ini orang

Terus aku balas gini

"Sorry but u also have to respect other’s culture. For me we don’t hug people easily"
"If you don’t want to host me it’s ok"

Disinilah terjadi ketidak nyamanan menumpang dengan orang. Asli ogah banget dah numpang ama orang yang baper karena ditolak pelukan. Disini aku belajar bagaimana jumlah referensi tidak menjamin personality seseorang.

Btw CS dan referensi disini maksudnya gini, jadi ada platform sebuah situs buat travelling namanya CS kepanjangan dari Coushsurfing yang bisa digunakan untuk bertemu dengan warga local di suatu tempat. Jadi jika mereka berkenan maka kita bisa menumpang di rumahnya tanpa di pungut biaya. Sementara referensi artinya bagaimana respon atau pengalaman orang lain selama menginap pada seseorang.

Berbeda dengan hostku di Praha yang super baik sekali, maka host ku di Vienna, “baper”.

Yang paling gak enak pas dia ngomong gitu

Actually I want to bring you with taxi to my place, but u don’t deserve it”, itu katanya
Tempat wifi gratis di Vienna, Austria

Sumpah ini orang nyebelin bangat.

Akhirnya aku bilang gini

“Hey, if you do not host me its ok”, kataku

Akhirnya dengan berat hati si kawan ngajak naik bus dan aku membayar sekitar 2 Euro untuk sekali jalan. Untung aku gak kumat dan tidak baper, dan berusaha sok cuwek.

Kemudian bersama-sama naik bus ke arah rumahnya.

Pada dasarnya host ku ini agak baik cuma baperan dan banyak ngomongnya. Jadi pas sampai di depan apartemennya saja dia cerita kalau ada pembunuhan disekitar areanya. Pas dia cerita gitu aku langsung horror dong.

Nah pas sampai di apartemennya ternyata sangat berantakan terus langsung dia berkomentar

Actually, my rooms usually neat not like this, katanya

Kemudian dia baru sok merapikan ruangannya, aku sih karena dikasih tumpangan bersyukur juga walau udah gak enak di awal. Terus tidak hanya disitu dia juga tidak membolehkan aku memakai pakaian yang aku pake untuk di sofanya,

Winny, don't you have pajamas for sleeping?, katanya

Ih gila mana mungkin juga aku bawa baju tidur selama travelling di Eropa. Orang aku mau backpackeran kok, mana kepikiran bawa baju tidur segala.

Gila aja!

Ini merupakan host teraneh yang pernah aku jumpain, akhirnya aku ke kamar mandi untuk mengganti baju padahal yang aku ganti juga baju yang udah pernah aku pake juga. Barulah dia diam dan no koment.

Nah saat itu dia banyak curhat dengan orang-orang yang pernah dia host. Memang tanpa dia bilang, aku sudah lihat di dinding kamarnya yang penuh dengan photo-photo orang yang pernah dia host.

Heumarkt Wien, Austria
"What is your plan in Wien, Winny", tanyanya

Aku bilang aja ingin keliling Vienna.

Terus di nyerocos lagi

Its your fault to wrong arrival, 
if not I can bring you around now you should go alone

Padahal dalam hati senang banget bisa jalan sendiri. Yang penting kan dia ngasih tumpangan, kan kurang ajar banget aku ya. Sebenarnya hostku ini agak-agak baik, karena meski dia dongkol denganku dia masih mau meninggalkan kunci apartemennya kepadaku karena dia pergi ke Itali. Dia juga mengajari cara mengunci apartemennya jika aku sudah tidak menginap di apartemennya. Ngajarinnya pun kayak aku anak SD ampe 3x ngulang, tapi aku cukup tahu diri karena wajar saja pasti ada kecemasan meninggalkan apartemen sendiri kepada orang asing.

Heumarkt Wien, Austria

Jam 9 tepat aku meninggalkan apartemen hostku dan membawa kunci. Dan ada guna hostku baper, meski baru pertama lihat bule baper ya. Karena dengan kebaperannya aku jadi bisa mengelilingi Vienna dengan jalan kak. Itung-itung demi penghematan selama di Austria. Aku juga bersyukur salah tanggal datang ke Vienna, karena jika aku jalan dengan host yang nyebelin begitu pasti tidak menyenangkan. Meski aku memiliki kesabaran tingkat tinggi, tetap kalau dengar ngerocos itu agak menyebalkan. Tapi disitu aku belajar bahwa perjalanan selama di Eropa tak seindah di photo apalagi jalannya ala begpacker kayak aku. Gak backpacker lagi tapi “BEG”, packer 😀

Untungnya lagi kebetulan dari tempat tinggalnya tidak terlalu jauh dari pusat Kota, hanya berjarak 5 km saja sehingga aku jalan kakipun mudah. Bayanginlah jalan kaki 5 km! Terus jalannya juga tinggal lurus-lurus saja, padahal aku tanpa GPS loh. Yang aku ingat aku berjalan menuju stasiun terdekat. Di stasiun itu terdapat wifi gratis dan aku malahan sempat curhat ama Bang David tentang hostku yang aneh. Plusnya apartemennya di titipin padaku, kemudian aku menikmati KOTA VIENNA sendirian.

Heumarkt Wien, Austria

Dari stasiun kereta juga tak jauh dengan Heumarkt Wien, Austria. Lagi-lagi berkat bule baper aku jadi bisa menelusrui Heumarkt Wien di Austria. Heumarkt Wien ini merupakan salah satu wisata yang ada di Austria. Semacam pasar tradisional ala modern dengan aneka barang yang dijual mulai dari buah-buahan, sayuran hingga roti. Kebanyakan memang makanan!

Asli aku sangat suka dengan Heumarkt Wien, buahnya kelihatan gede-gede serta sayur-sayurnya segar. Untuk harga sebenarnya tidak terlalu mahal untuk ukuran Eropa karena harga mulai dari 1 Euro. Tempatnya juga satu blok ditengah-tengah jalan di sisi kiri kanannya jalanan. Aku bahkan sampai 3x keliling di Heumarkt Wien dari ujung ke ujung karena penasaran dengan jenis yang dijual. Meski sendiri aku senang, maklum wanita. Lihat buah dan sayur aja udah senang meski gak beli juga. Cuci mata aja!

Seru aja menurutku bagaimana warga local berjualan. Aku juga sempat ingin nongkrong dan makan di Heumarkt Wien, tapi karena takut gak halal akhirnya aku hanya melihat-lihat saja. Itu saja udah cukup.

Yang lebih lucu lagi saat di sebuah toko roti aku melihat kepala babi disampingnya. Hal ini tentu membuatku teringat akan Jalan Jamin Ginting Medan, bedanya di Medan sana babi itu di gantung diatas lalu dipajang kalau di Eropa di taruh di meja.

Gara-gara melihat Heumarkt Wien ini aku sampai penasaran darimana datangnya buah-buah dan sayur segar. Bahkan wortelnya warnanya ada yang kuning. Tentu ini membuatku jadi belajar bagaimana Vienna membuat pasar biasa menjadi tempat menarik. Hal ini patut ditiru! Terbukti beberapa turis yang senang nongkong dan menikmati Heumarkt Wien.

Aku sendiri cukup senang, meski sudah berjalan 5km karena masih banyak tempat wisata yang harus aku kunjungi dalam sehari, karena keesokannya aku harus pindah ke Budapest.

Heumarkt Wien, Austria

 

Heumarkt Wien, Austria

 

Heumarkt Wien, Austria
Heumarkt Wien, Austria
Heumarkt Wien, Austria

Vienna, 10 April 2017

04:00-05:00 Dijemput host Austria tapi kemudian baper karena aku tidak mau memeluknya pas perkenalan, tiket bus 2,3 Euro

05:00-09:00 istirahat

09:00-18:00 Jalan keliling Vienna, ke Hofburgh, Museumsquartier, stephansdom, mozart haus, parlement, theresian platz, heldenplazt, karlsplatz, Heumarkt

18:00-19:00 Belanja di Bila 4,97 Euro

19:00-22:00 jalan kaki ke penginapan

Tempat wisata yang didatangi pada hari-18 di Eropa

Hofburgh, Museumsquartier, stephansdom, mozart haus, parlement, theresian platz, heldenplazt, karlsplatz, Heumarkt

Total biaya yang dikeluarkan pada hari-18 di Eropa = 2,3 Euro + 4,97 Euro = 6,27 Euro

Salam

Winny

Jalan Kaki ke Istana di Vienna, Austria


“You’ll learn, as you get older, that rules are made to be broken. Be bold enough to live life on your terms, and never, ever apologize for it. Go against the grain, refuse to conform, take the road less traveled instead of the well-beaten path.

By Unknown

Hello World!

Austria, 2017

Pengalaman Eropa trip sendirianku “bittersweet”, bercampur aduk emosi baik suka maupun duka. Pun berjalan sendiri sampai berkata dalam hati “apa yang aku cari di Eropa?”. Mungkin saja perjalanan ke Eropa untuk mengenal diri sendiri namun percayalan perjalanan 1 Bulan di Eropa tidak seindah yang dibayangkan orang. Walau memang rata-rata seru sekali selama di Eropa karena bertemu dengan orang baik dan ada juga orang agak-agak. Salah satunya hostku di Vienna. 

Gara-gara salah tanggal kedatangan ke Vienna, asli host Austriaku ngambek kayak anak kecil. Jadi ceritanya aku pergi ke Vienna setelah tinggal 3 hari di Budapest karena aku salah beli tanggal tiket bus dari Budapest ke Vienna. Aku mengira kedatanganku adalah hari minggu rupanya senen. 

Nah loh kacau kan?

Sebelum memutuskan pindah negara ke Vienna aku sudah mencari tempat penginapan gratis di Vienna melalui CS dan ada satu orang yang menerima permintaanku. Dilihat dari referensi sih doi punya lebih dari 100 referensi artinya harusnya orangnya OK lah ya. Tapi jujur aku agak bingung menilai host di Vienna. Karena selain banyai aturan ini itu, bla bla bla bla, gak boleh ini itu, terus moodyan eh tahu-tahu ninggalin uang 10 Euro juga buat jajan. Cuma karena di awal udah nyebelin sehingga aku anggap ini host ababilnya tingkat tinggi. Si kawan ini marah karena aku salah tanggal, gar-gara kesalahanku itu dia tidak bisa menemaniku selama di Vienna. Namun bukan itu penyebab dia ngambek. Sebabnya adalah saat subuh di terminal Vienna dia jemput terus langsung pengen peluk gitu. Spontan aku nolak dong, eh mukanya langsung BETE.

Winny do not travel if you cant accept culture. In western hug to show how you welcome people but u pointly unrespect me!, begitu katanya

Mendengar perkataannya aku agak naik tensi. Karena sebelumnya aku hendak batalin di host ama ini kawan terus dianya yang bilang dia tidak pernah membatalkan dan dibatalkan. Akhirnya menjawab pernyataan yang membuatku kesel juga aku berusaha setenang mungkin menjawab sambil menahan esmosi

Allright its ur culture, but for Indonesian hugging is not command! 

Sorry!

Akhirnya dengan rasa tidak nyaman lah kami memulai perkenalan. Pada dasarnya sih orangnya baik misalnya dia ngasih kunci rumahnya padaku saat dia pergi ke Itali. Tapi kata-kata senewengnya itu loh bikin kuping panas. Sambil aku dalam hati “ya Tuhan cari gratisan di Eropa begini banget”. Belum lagi pas dirumahnya banyak aturannya misalnya pas tidur di sofanya harus pakai baju tidur karena baju yang aku pakai dari luar takut mengotori sofanya. Iya kali aku bawa baju tidur pas di Eropa, orang mau jalan-jalana backpackeran kere lagi di Eropa, gimana mau mikirin bawa baju coba.  Untungnya si kawan ini pergi ke Itali jadi aku bisa jalan-jalan di Vienna sendirian. Tidak kebayang kalau jalan ama host yang di awal tidak menyenangkan. Terus dia berkata “you walked alone in Vienna because this is your fault, im going to Italy”. Padahal dalam hati “syukur deh” ahhahaha. Kacau ya aku? Memang beginilah manusia tak tahu diri udahlah ditolong malah bersyukur orangnya gak nemanin. Itulah awal aku melakukan perjalanan seorang diri di Vienna.

Dari rumah host ke pusat Vienna dengan jalan kaki hanya 1 jam saja. Apartemennya cukup dekat dengan stasiun kereta namun karena harga nya sekali jalan bisa kena 2 sampai 3 Euro dan sayang uang akhirnya aku memilih jalan kaki. Toh jalannya lurus-lurus saja! Mengikuti insting aku jalan sambil menikmati Kota Vienna. Secara garis besar Vienna tidak menarik untukku walau banyak bangunan tua serta patung-patung lucu. Entah karena faktor host yang agak-agak ababil atau memang aku sudah bosan dengan wisata Eropa yang gak jauh dari bangunana tua dan Gereja.

Walau demikian aku tetap menikmati perjalanan di Vienna. Bayangkan seharian dari pagi hingga petang dengan jalan kaki mengitari satu tempat ke tempat lain “sendirian”. Dan anehnya aku bahagia!

Aku melihat bangunan istananya dari luar karena untuk masuk ke dalam males bayar tiket masuknya. Tapi jangan salah menikmati bangunan bangunan tua beserta istanya lumayan seru. Belum lagi di Vienna memakai bahasa German sehingga lumayan membantu walau aku cuma bisa bilang “Dank” udah itu saja. Hahaha 😀

Untuk istana di Vienna lumayan cakep-cakep dengan taman yang luas. Yang membuatku pangling kepada patungnya. Kebanyakan warga lokal tidur-tiduran di rumput. Ada satu momen membuatku baper jalan sendirian di Eropa saat dua sepasang sejoli bermesraan di rumput. Keduanya pelukan sambil menikmati istana di depannya. Eh tiba-tiba ciuman saja, kan bikin iri ahhaha. Belum lagi iri dengan mereka pakaian kaos saja, padahal aku pakai jaket tebal karena meski kelihatan terang benderang udaranya cukup dingin, kulit tropisku tidak bisa berkompromi dengan dinginnya udara Eropa di musim dingin.

Sebenarnya kalau tidak mau jalan kaki keliling Vienna ada pilihan bus yang keliling di Vienna namun karena pada dasarnya aku turis kere akhirnya memilih jalan kaki. Selain sehat juga lebih fleksibel kemana-mana. Bagi penyuka musik mozart, opera, seni maka Vienna ini adalah surganya mereka. 

Kota Vienna juga memiliki rombongan tourguide gratisan yang bisa daftar secara kelompok. Dalam satu rombongan akan dipandu satu orang keliling Vienna secara gratis dan menjelaskan sejarah bangunan atau tempat wisata tersebut. Semacam walking tour city gitu. Aku sempat ikut cuma karena satu tempat lama nunggunya akhirnya aku cuma dengar informasinya saja terus cao jalan. 

Menurutku jalan sendirian di Vienna tidaklah susah apalagi wisatanya di Kotanya mudah petuntuknya. Bahkan untukku seorang yang tidak bisa membedakan “kanan kiri” di peta. Dan peta Vienna di secarik kertaslah menjadi petunjukku kemana dan apa yang aku ingin lihat di Vienna. 

Jalan kaki di Vienna sendirian tidaklah mengerikan karena aku punya waktu sendiri juga bisa menikmati sisi Vienna dan istananya untukku sendiri ☺

Salam

Winny

Backpackeran ke Eropa sebulan 12 Negara (Nederland, France, Belgium, England, Scotland, Germany, Czech, Austria, Hungary, Kosovo, Italy, Vatican)


Stay true to yourself, yet always be open to learn. Work hard, and never give up on your dreams, even when nobody else believes they can come true but you. These are not cliches but real tools you need no matter what you do in life to stay focused on your path.

By Phillip Sweet

Hello World!

Eropa, Maret-April 2017

Bawa uang berapa ke Eropa untuk satu bulan Win? 
Itulah pertanyaan kak Bijo kepadaku

Mungkin 15 juta doang kak dengan target 15 negara,
jawabku dengan polos

Apa????? Kamu gila? Mana cukup, kata kak Bijo

Aku aja habis 40 jt, kak Emmy aja habis 80 juta berdua, lanjutnya

Itulah sepenggal percakapanku dengan kak Bijo mengenai persiapanku sebelum keberangkatan ke Eropa untuk satu bulan lamanya. Memang perjalanan ke Eropa kali ini termasuk perjalanan paling nekat sepanjang sejarah perjalananku, karena uang yang dibawa pas-pasan terus cita-cita muluk, mau menaklukkan 15 negara.

Itupun pas di hari-H perjalanan ke Eropa ternayat uang yang dibawa malah tidak sampai 15 juta karena akhirnya aku hanya membawa uang cash 600 Euro dan uang cadangan 300 dollar Amerika dan tanpa kartu kredit sama sekali. Mau gimana pas pergi belum gajian (curcol dikit)

Nekat kan?

Namun ternyata Tuhan itu sangat baik kepadaku, karena selama 1 bulan di Eropa, aku bisa survive dengan uang seadanya. Selama di Eropa aku bertemu banyak sekali orang baik yang membantuku mulai dari penginapan gratis, traktir makanan hingga ada yang traktir ke tempat wisata.

Rome

Terus habis berapa 1 bulan di Eropa?

Aku menghabiskan uang di Eropa selama 1 bulan sebanyak 550 Euro + 100 dollar Amerika untuk 12 negara dan sudah termasuk makan, oleh-oleh, ke tempat wisata selama di Eropa, transportasi antar negara di Eropa dan masih banyak lagi.

Seperti yang aku bilang sebelumnya tanpa ada kartu kredit, dan tabungan terbatas. Namun sebelumnya aku sudah membeli tiket pesawat dari Indonesia ke Belanda serta Visa Schengen dan Visa Inggris telah aku dapatkan.

Jadi bersihnya selama sebulan di Eropa bawa 600 euro dan 300 Dollar tadi, Alhamdulillah masih sisa 50 Euro dan 200 Dollar Amerika. 😉

Terus kemana saja di Eropa?

Selama jalan-jalan sebulan di Eropa aku dapat mengunjungi mulai dari negara di Eropa Barat, ke Inggris sampai ke Eropa Timur bahkan daerah Balkan pun dapat aku kunjungi.

Untuk Kota yang aku kunjungi selama 32 hari di Eropa secara berurut dimulai dari Amsterdam, Brussel, Revin, Paris, London, Edinburgh, Bremen, Prague alias Praha, Vienna, Budapest, Phristina, Venice, Pisa, Rome dan Vatican. Terus selama perjalanan antar negara aku sempat melewati Hamburg, Belgrade, Slovakia, Slovenia, Croatia, dan Casanova.

Terus apa rahasia jalan murah ke Eropa?

Mungkin banyak yang bertanya-tanya kok bisa sih murah gitu ke Eropa 1 bulan kena kurang lebih Rp10 juta saja?

(Iya bisa soalnya itu diluar tiket dari Indonesia dan Visa, tok biaya hidup selama di Eropa untuk 1 bulan, terus berpikir keras bagaimana caranya harus uang segitu pas mulai dari makan, penginapan sampai transportasi).

Kok bisa semurah itu?

Gak jual diri kan?

Tenang itu semua bermain taktik.

Aku tidak sampai jual diri kok, jual murah aja tidak laku apalagi jual mahal haha 🙂 (korelasinya apa coba).

Yang pasti aku bisa jalan hemat ke Eropa sebulan karena turun tahta saja dari Backpacker ke Begpacker.

Bayangkan BACKPACKER berubah jadi BEGPACKER!!

Semua dijabani, mulai dari jalan kaki, ngeteng sana-sini, fakir wifi sampai hemat makan roti “tok” sampai eneg makan roti tiap hari.

Disini aku tidak malu menjadi begpacker karena memang bukannya aku minta tapi memang rezeki anak soleh saja banyak yang mentraktir selama di Eropa. Bukan hanya itu aku tertolong banyak di penginapan karena memang rata-rata penginapan aku banyak menumpang di rumah orang namun pernah juga merasakan tinggal di hotel juga sih.

Terus saking hematnya bersepeda dengan £2  di London seharian padahal sepatu lagi rusak terus udara yang suhunya 5 derajat sementara baju salah kostum, hingga jalan kaki di wisata Vienna karena ogah bayar transportasi, belum lagi di Budapest bawa tas 15 kg kemana-mana karena diusir halus oleh hostnya, belum lagi aku tidak ke Keukenhof Belanda karena sayang uang 15 Euro semua itu demi menghemat perjalanan.

Sisi kerennya perjalananku di Eropa meski kere aku bisa juga makan di Restauran Michelin 6 tahun berturut-turut dengan harga 50 Euro sekali makan, bisa masuk juga ke Louvre Paris meski 15 Euro.

So, Perjalanan ke Eropa benar-benar gado-gado, seru karena komplit antara perpaduan suka, duka, tantangan, dan bagaimana caranya hidup di Eropa dengan budget pas-pasan.

Memang Tuhan itu akan melindungi orang baik. Hehe 😀

Praha

Yah seenggak-enggaknya pengalaman sebulan di Eropa merupakan perjalananku terlama selama ini, dan memang kalau diniatin cukup maka cukuplah.  Terus aku melakukan travelling ke Eropa itu tanpa rincian perjalanan Eropa alias itinerary Eropa seperti biasa.

Jadi ke Eropa nya go show.

Pemilihan nengaranya pun sesuka hatiku, kalau negaranya aku suka aku lamain kalau biasanya saja, yah aku pindah ke Negara lain. Backpacking ke Eropa selama sebulan membuatku sadar, ternyata aku bisa juga menikmati perjalanan sendirian tanpa harus mengejar target.

AKU LEBIH MENIKMATI PERJALANAN!

Terus lebih realistis!

Iya aku ke Eropa selama sebulan sendirian alias solo travelling ke Eropa.

And i made it 😉

Habis mau gimana awalnya hendak pergi dengan teman eh malah dua temanku batal, karena sayang uang tiket akhirnya aku putuskan pergi  sendiri saja ke Eropa.

Seperti kata Paulo Coelho  “When a person really desires something, all the universe conspires to help that person to realize his dream.” 

Universe membantuku untuk meninggalkan jejak di Benua Eropa 🙂

Alhamdulillah semua berjalan lancar!

Buat teman-teman yang mungkin baru ingin menginjakkan kaki di Benua Eropa atau memiliki mimpi tak terbendung ke Eropa atau gatel ingin ke Eropa, atau punya niat ingin ke Eropa, saranku go ahead.

Yang penting cari tiket murah dari jauh hari, persiapkan dengan matang dan rajin menabung dan kalau kesana negaranya pilih yang dirimu suka.

Serta ikhtiar dan percaya kamu bisa!

Pengalamanku sendiri sebagai pemula jalan-jalan di Eropa mempunyai itinerary Eropa 12 Negara (Belanda, Perancis, Belgia, Inggris, Skotlandia, German, Austria, Ceko, Hungaria, Kosovo, Itali dan Vatican) berdasarkan yang sudah aku lakukan dan semoga rangkuman dengan review perjalanan di EROPA selama sebulan, bisa bermanfaat bagi teman-teman yang ingin jalan-jalan ke Eropa. Paling tidak ada gambaran mengenai Eropa 🙂

Rincian Perjalanan/itinerary Backpacker Eropa selama 1 Bulan

Jakarta, Maret 2017

20:30-4:00 Jakarta-KLIA 2. Untuk pengambilan bagasi lihat petunjuk terus keluar Imigrasi baru ambil bagasi, kebetulan di “Line 8” eh salah lihat rupanya harus lihat nomor penerbangan “AK387” di monitor

Malaysia,  Maret 2017

00:00-00:06 Keluar KLIA 2 naik kereta bayar 2 RM turun di KLIA 1.

00:06-06:00 Gate Qatar Airlines di “K”, penerbangan jam 9 pagi dan baru buka counter jam 6 pagi, akhirnya tidur di KLIA1 dekat gate K.

09:15-11:55 Perjalanan KLIA 1-Doha selama 7 jam dengan tujuan Hamad International airport

Praha

Doha,  Maret 2017

16:00-18:00 Mengikuti Doha Tour gratis dari Qatar Airlines. Nukar uang Rp100.000 menjadi 25 Rial Qatar pas di Pasar Tradiotional Doha ketika mengikuti Doha Tour. Di Doha aku membeli 2 kebab 10 Rial, dan nasi 25 Rial. Di  Hamad International airport aku punya pengalaman sok-sokan berbahasa Inggris ke seorang kakak untuk mendaftar Doha tour eh si kakak membalas dengan Bahasa Indonesia, yups zonk banget ternyata si kakak orang Indonesia. Di Doha Tour juga aku berkenalan dengan Bu Rika dan keluarga serta sama-sama melakukan Doha Tour.

18:00-19:00 antri lama masuk ke dalam Hamad International airport

19:00 – 07:00 tidur di Bandara Hamad International, Bandaranya nyaman dengan memiliki tempat tidur yang kondusif

07:15-12:25 Perjalanan Doha-Amsterdam, perbedaan waktu antara Doha dan Amsterdam 2 jam dan lama perjalanan dari Hamad International airport ke Schipsol itu 7 jam.

Tempat yang di datangi selama Doha Tour:

Keliling kota Doha mulai dari Museum, Masjid hingga ke Pasar Tradisionalnya

Baca juga perjalanan Doha City Tour

Hamburg

Amsterdam Belanda, 24 Maret 2017

12:20-15:00 Melakukan perjalanan dari Bandara SCHIPHOL Belanda ke Lelyln. Harga tiket kereta Schiphol-lelylaan 4 Euro, harga tiketnya hanya 3 Euro namun harga cetak tiketnya kena 1 Euro. Disini berpisah dengan keluarga Bu Rika.

15:00-18:00 Menginap di apartemen host Couchsurfing Amsterdam bernama Bas, disini aku mandi dan bisa wifian gratis.

18:00-22:00 Bertemu dengan temanku Friso. Dari Lelylaan-Amsterdam Central Bus membeli TRAM Pass 1 jam seharga 2,99 Euro dengan GVB. Karena ternyata ketemu Friso baru jam 7:30 padahal janji jam 7 malam maka alhasil pulangnya membeli lagi kartu TRAM Pass 1 jam seharga 2,99 Euro. Disini aku dan Friso mengelilingi Amsterdam malam hari mulai dari Red district sampai ke tanda tulisan IAMSTERDAM dengan jalan kaki. Nah si Friso juga traktir hot tea dan cookies seharga 2,6 Euro

Tempat wisata Amsterdam yang didatangi pada hari-1 di Eropa:

Red district, weed museum, Dam Square, Iamseterdam sign, dan wisata sekitar Amsterdam Central Bus sampai ke Rijksmuseum.

Total Pengeluaran hari-1 di Eropa = 4 euro + 2,99 Euro +2,99 Euro = 9,89 Euro

Zaanse Schans, Desa Kincir Angin

Baca juga perjalanan ke Belanda

Amsterdam Belanda, 25 Maret 2017

11:00-15:00 Naik kereta dari Lelylaan-Sloterdjik (transfer plantform 3) tujuan Uitgeest-Zaanndijk Zaaanse Schans dengan kereta tiketnya pulang pergi 7 Euro (1 Euro untuk print kertas, 6 Euro harga tiketnya). Di stasiun Lelylaan saat membeli tiket kereta aku dibantu oleh orang Slovakia dengan koin hasil kumpulin dengan teman-temannya. Pas perjalanan ke Kincir Belanda aku juga berkenalan dengan turis Hongkong bernama Jasmine dan rombongan turis lainnya. Kami sempat nyasar di Zaadam terus seharian kami menjelajah Desa Kincir Angin Belanda, dan mencoba keju di Rederij des schans (1971). Di Desa Kincir Angin Belanda aku membeli kartu pos dan prangko seharga 2,35 Euro dan pulangnya membeli 1 buah apel seharga 0,75 Euro.

15:00-16:00 Balik ke rumah host di Lelylaan

16:00-12:00 Di rumah host di Lelylaan masak mie terus merencakan perjalanan keesokan harinya. Udara di Belanda dingin dan aku salah kostum alias membawa baju ala tropis.

Tempat wisata Amsterdam yang didatangi pada pada hari-2 di Eropa:

Kincir angin Belanda (windmill) di Zaandijk Zaanse Schans

Pengeluaran hari-2 di EROPA tepatnya di Amsterdam: 7 Euro + 2,35 Euro +0,75 Euro = 10,1 Euro

Belanda

Baca juga trip Ulang Tahun di Belanda

Revin, 26 Maret 2017

12:00-18:00 Thimo menjemput dari Lelylaan Amsterdam. Makan MC’D di suatu tempat dalam perjalanan Amsterdam-Revin seharga 10 Euro dan uang bensin 60 Euro.

18:00-22:00 Makan malam bersama keluarga Thimo. Ibunya baik sekali memasakkan aku makanan yang enak, bahkan dijaga betul makanan agar aku bisa makan mengingat aku Muslim. Tidak sampai disitu aku dikasih selimut tebal dan penghangat ruangan karena aku tidak tahan dingin. Benar-benar mendapatkan keluarga baru.

Tempat wisata yang didatangi pada pada hari-3 di Eropa

Revin

Biaya perjalanan di hari hari-3 di Eropa: 10 Euro + 60 Euro = 70 Euro

Belgium, 27 Maret 2017

09:00:10:00 Jalan ke Fortification de Rocroi

10:00-11:00 Perjalanan dari Fortification de Rocroi Francis ke Belgia

10:00-12:00 Sampai di Belgia. Keliling Kota Belgia muldai dari Mannaken piss sampai ke Parlement. Di Belgia aku mencoba Waffle Belgium dan kentang goreng seharga 2 Euro.

12:00-14:00 Ke Atomium dan Cathedral Michael

14:00-17:00 Perjalanan Pulang dari Belgia ke Revin

17:00-18:00 Di traktir cous-cous oleh Thimo dengan harga 49 Euro/2 orang, makannya masih daerah Belgia

19:00-22:00 istirahat di Revin, Francis

Tempat wisata Belgia yang didatangi pada pada hari-4 di Eropa adalah Fortification de Rocroi, Mannaken piss, Atominium dan Cathedral Michael.

Biaya yang dikeluarkan di Belgia 2 Euro

Brussel, Belgia

Paris, 28 Maret 2017

11:00-12:00 Perjalanan dari Revin ke Paris.

12:00-13:00 Berhenti di Lidl dan belanja roti dan salmon seharga 20 Euro

13:00-17:00 Sampai di Paris. Naik metro 5 Euro dan menuju ke penginapan. Membeli Paris 2 days pass seharga 18,95 Euro

17:00-22:00 istirahat di Paris

Tempat wisata Paris yang didatangi pada pada hari-5 di Eropa adalah Paris.

Total biaya di Paris: 20 Euro + 5 Euro + 18,95 Euro =43,95 Euro

Eiffel, Paris

Paris, 29 Maret 2017

08:00-09:00 Jalan kaki ke Basilique du Sacré-Cœur, kemudian naik Metro ke Porte Maillot untuk makan macaroni coklat 1,2 Euro

09:00-20:00 Jalan keliling Paris mulai dari Arc de Triomphe, jalan ke Avenue des Champs-Élysées (famous street in the world), kemudian naik Metro dari Opera Paris ke Restoran Jepang Rue St Anne untuk makan siang seharga 24 Euro/2orang (makan shirashi+teriyaki), jalan ke Metro Pyramid-Concorde-Metro Champs de Mars kemudian tour Eiffel, jalan ke hotel des invalids kemudian ke Metro St. Paul untuk nyobain teh dari segala penjuru dunia kemudian ke Notre Dome. Makan kebab 5 Euro, mencoba es krim 4,6 Euro untuk ukuran regular di Latin distrik kemudian balik ke Eiffel lagi sampai malam. Sempat membeli postcard dan gantungan kunci Eiffel 3 Euro.

Tempat wisata Paris yang didatangi pada pada hari-6 di Eropa

Eiffel, Metro Dome, Arc de Triomphe, Avenue des Champs, Basilique du Sacré-Cœur

Biaya yang dikeluarkan di hari-6 di Eropa = 1,2 Euro + 5 Euro + 4,6 Euro + 3 Euro = 13,8 Euro

Paris, 30 Maret 2017

08:00-09:00 Belanja di Franprix roti dan minuman 6,65 Euro

09:00-10:00 Naik METRO Ke de Louvre. Antri satu jam dan harga tiket masuk ke dalam de Louvre 15 Euro.

10:00-18:00 keliling Louvre seharian

18:00-20:00 Naik Metro ke La Grande Mosque de Paris kemudian nyari makan disekitar Masjid akhirnya makan kebab 20 Euro/2 orang

20:00-22:00 Balik ke penginapan

Tempat wisata Paris yang didatangi  pada hari-7 di Eropa

Museum de Louvre dan La Grande Mosque de Paris.

Total pengeluaran pada hari-7 di Eropa = 6.65 Euro + 20 Euro + 15 Euro = 41,65 Euro

Rome

London, 31 Maret 2017

08:00-09:00 perjalanan Paris-London, bayar tiket kereta Paris 5,05 Euro terus ke Bandara CDG Paris Charles de Gaulle 10 Euro.

09:00-11:00 antri imigrasi, lumayan lama

11:00-13:00 menunggu di Bandara CDG Paris Charles de Gaulle

13:00-16:00 Perjalanan Paris-London dengan pesawat

16:00-17:00 Mencari penginapan di London, naik kereta dari Bandara ke penginapan £ 15

18:00:19:00 Makan Fish and Co di London, ditraktir

19:00-20:00 Main di taman

20:00-22:00 Kembali ke penginapan dan istirahat

Tempat wisata yang didatangi pada pada hari-8 di Eropa : London

Total biaya pengeluaran pada pada hari-8 di Eropa = £ 15

Big Ben di London

London, 1 April 2017

08:00-09:00 Naik Kereta £3 kemudian sewa sepeda seharian £2, beli Kartu Oyster £15, membeli makan di supermarket £8,85

09:00-22:00 Keliling London dengan sepeda mulai dari Big ben, Parliament, British Museum, London Eye, dan lain-lain

Tempat wisata yang didatangi pada hari-9 di Eropa:

Big ben, Parliament, British Museum, London Eye

Total biaya pengeluran di hari-9 di Eropa = £3 + £2 + £15 + £8,85 = £28,85

London Eye

Edinburgh, 2 April 2017

09:00-10:00 Persiapan dari penginapan ke Bandara. Harga tiket kereta dari Cambridge Heath-Luton Airport £21,2

10:00-12:00 Imigrasi, antri di Bandara Inggris dan tidak begitu ditanya-tanya

13:00-15:00 Perjalanan London-Edinburgh dengan pesawat

15:00-16:00 Tram dari Edinburgh airpot ke St Andrew Square £5,5.

16:00-18:00  Jalan kaki ke penginapan kemudian jalan ke Calton Hill, Edinbugh Castle, dan Grassmarket

Tempat wisata yang didatangi pada hari-10 di Eropa 

Calton Hill, Edinbugh Castle, dan Grassmarket

Total biaya pengeluaran pada hari-10 di Eropa = £21,2  + £5,5 = 26,7

Edinburgh

Edinburgh, 3 April 2017

08:00-09:00 Belanja makanan supermarket Lidl tepatnya di Nicolson Street £5,16

09:00-10:00 Keliling Andrew Square

10:00-12:00 Istirahat kembali ke penginapan

12:00-18:00 Keliling ke Holyrood Rd, Scottish Parliament, Palace of Holyroodhouse

18:00-22:00  Kembali ke penginapan dan istirahat

Tempat wisata yang didatangi pada hari-11 di Eropa

Andrew Square, Holyrood Rd, Scottish Parliament, dan Palace of Holyroodhouse

Total biaya pengeluaran pada hari-11 di Eropa = £5,16

Edinburgh, 4 April 2017

08:00-09:00 Print tiket pesawat £0,2 padahal bisa pakai HP untuk menunjukin tiket

09:00-10:00 ke Scottish National Gallery

10:00-12:00 Mencari rumah host di Edinburg ke 35 Easter Road, pakai nyasar

12:00-22:00 Di rumah Cs sampai malam

Tempat wisata yang didatangi pada hari-12 di Eropa
Scottish National Gallery

Total biaya pengeluaran pada hari-12 di Eropa = £0,2

Budapest

Edinburgh, 5 April 2017

08:00-09:00 Persiapan ke Bremen

09:00-10:00 Jalan kaki dari Easter Road ke terminal Bus

10:00-12:00 Naik bus ke Bandara Edinburgh £4,5

12:00-17:00 Perjalanan Edinburgh-Bremen dengan pesawat

17:00-18:00 Dijemput host Bremen naik tram 2,75 Euro

18:00-19:00 Makan wat pho, mie khas Vietnam 8 Euro

19:00-22:00 Keliling Kota Bremen pada malam hari

22:00-07:00 Kembali ke penginapan dan istirahat

Tempat wisata yang didatangi pada hari-13 di Eropa:

Old Town Bremen, dermaga hingga menelusuri Legenda Bremen

Total Biaya pada hari-13 di Eropa = £4,5 + 2,75 Euro + 8 Euro = £4,5 + 10,75 Euro

Bremen, 6 April 2017

08:00-10:00 Persiapan ke Praha

10:00-11:00 Diantar ke Terminal bus dan ditraktir makan oleh Frank dan jalan bareng teman dari Polandia

11:00-13:00 Menunggu Flixbus ke Praha, ongkos tiket bus ke Praha dari Bremen 20 Euro (minta beliin Ade Putra)

15:00-00:03 Perjalanan darat Bremen-Praha

Tempat wisata yang didatangi pada hari-14 di Eropa

Terminal bus Bremen

Total biaya pada hari-14 di Eropa 20 Euro

Prague, 7 April 2017

03:00-04:00 Sampai di Terminal bus Praha, dijemput host Praha dengan mobilnya terus dikasih teh pas 3 pagi.

04:00-06:00 Istirahat

06:00-08:00 Sarapan pagi

08:00-09:00 Jalan kaki melewati Stadion Stadium terus ke University dormitories, naik ke Petrin Towet (mirip Eiffel, Eiffelnya Prague) dengan harga 3000 Kc/2 orang dan ditraktir Hostnya.

10:00-18:00 Keliling Kota Praha/Prague. Jalan kaki Prague Castle, St Vitus Cathedral, Vine yard, Lenon Wall, Charles Bridge, Old Town Square (Astronomial clock). Gantungan kunci 2 Euro, ditraktir makan ama teman Host 477 Kc/2 orang, nukar uang 10 GBP = 566 Kc.

18:00-22:00 Kembali ke penginapan terus istirahat

Tempat wisata yang didatangi pada hari-15 di Eropa

Prague Castle,  St Vitus Cathedral, Vine yard, Lenon Wall, Charles Bridge, Old Town Square (Astronomial clock)

Total biaya pengeluaran pada hari-15 di Eropa  = 2 Euro

Prague, 8 April 2017

08:00-09:00 Jalan kaki Wenceslass Square

09:00-20:00 Menuju ke stasiun kereta, beli tutup camera 82 Kc beli tiket ke Vienna-Budapest 420 Kc (uang tiket kurang dikasih 10 Kc dari Jacub), makan mass potatoes yang masakin hostnya.  Tempat Jacub turun di tram 22  daerah Malovanka. Salah tanggal pas di terminal terus terpaksa kembali ke penginapan. Jalan ke Dancing House

Edinburgh

Tempat wisata yang didatangi pada hari-16 di Eropa 

Budapest Train station dan pasar, Dancing House.

Total biaya pada hari-16 di Eropa = 82 Kc + 420 Kc = 502 Kc

Prague, 9 April 2017

08:00-09:00 Makan Kebab ditraktir Jacub

09:00-18:00 seharian di penginapan, di antar ke terminal

22:00-23:00 persiapan ke terminal

23:00-04:00 Perjalanan Prague-Vienna dengan Regio Jet

Tempat wisata yang didatangi pada hari-17 di Eropa

Terminal Budapest

Total pengeluaran pada hari-17 di Eropa = –

Vienna, 10 April 2017

04:00-05:00 Dijemput host Austria tapi kemudian baper karena aku tidak mau memeluknya pas perkenalan, tiket bus 2,3 Euro

05:00-09:00 istirahat

09:00-18:00 Jalan keliling Vienna, ke Hofburgh, Museumsquartier, stephansdom, mozart haus, parlement, theresian platz, heldenplazt, karlsplatz, Heumarkt

18:00-19:00 Belanja di Bila 4,97 Euro

19:00-22:00 jalan kaki ke penginapan

Tempat wisata yang didatangi pada hari-18 di Eropa

Hofburgh, Museumsquartier, stephansdom, mozart haus, parlement, theresian platz, heldenplazt, karlsplatz, Heumarkt

Total biaya yang dikeluarkan pada hari-18 di Eropa = 2,3 Euro + 4,97 Euro = 6,27 Euro

Vienna

Vienna, 11 April 2017

10:00-11:00 ke stasiun U2 dengan kereta 2,2 Euro

11:00-12:00 belanja roti 4,05 Euro

12:00-13:25 Menunggu bus ke Budapest, beli sepatu 15 Euro, tiket kereta Budapest 350 ft, mengambil uang di ATM 5000ft

14:25-18:00 Perjalanan Vienna-Budapest dengan Regio Jet dua kali transfer, Vienna-Bratislava, Prague-Budapest

21:00-22:00 diajak host Budapest ke Underground Club

22:00-23:00 pulang sendiri dengan peta buta pas tengah malam

Tempat wisata yang didatangi pada hari-19 di Eropa

Terminal bus Vienna, Stadion Center, Undeground club Budapest

Total biaya yang dikeluarkan pada hari-19 di Eropa

= 2,2 Euro + 4,05 Euro + 15 Euro = 21,25 Euro

Vienna

Budapest, 12 April 2017

09:00-10:00 Belanja makanan 404 ft

10:00-16:00 makan kebab 700 ft, ke millennium heroes terus lihat aksi demo

16:00-17:00 Jalan kaki ke parliament

17:00-20:00 menikmati parliament

20:00-21:00 Kembali ke tempat host Budapest

Tempat wisata yang didatangi pada hari-20 di Eropa

Parliament, millennium heroes, castle Budapest

Total biaya pengeluaran pada hari-20 di Eropa

= 404 ft + 700 ft = 114 Ft

Budapest

Budapest, 13 April 2017

11:00-12:00Persiapan kelaur dari tempat host Budapest dengan membawa tas seberat 15 kg

12:00-14:00 Jalan kaki ke hereos museum dengan orang India yang kenalan di Budapest

14:00-15:00Menunggu Fia dan Jean di Parliment tapi karena gak kuat dingin sehingga makan di dekat parliament berupa falafi 809 ft

16:00-16:30 Bertemu Fia dan Jean di Parliament kemudian naik kapal menyeberangi dan menikmati Parliment Budapest dengan kapal 470 ft

16:30-17:00 Menunggu bus ke Kosovo, sempat susah mencari travel ke Kosovo padahal sudah menunggu di depan Museum

17:00-07:00 Perjalanan Budapest-Kosovo, Harga tiket travel ke Kosovo 50 Euro. Sering berhenti dan aku membeli makanan 470 ft, dan berhenti di Imigrasi Serbia di Belgrade. Merasa artis di dalam travel.

Tempat wisata yang didatangi pada hari-21 di Eropa:

Budapest Parliment

Total Biaya pengeluaran pada hari-21 di Eropa

= 809 ft + 470 ft + 50 Euro =1279 Ft + 50 Euro

Demo pas lagi di Budapest

Phristina, 14 April 2017

08:00-09:00 dijemput host bernama Shend di terminal Kosovo.

09:00-10:00 istirahat

10:00-12:00 Jalan dengan teman Cs lain bernama Visari.

12:00-14:00 Jalan ke Masjid. Terus ditemani Visari ke Bank Kosovo demi mencari Valon Lepaja kemudian beli tiket bus ke Italy 50 Euro

14:00-15:00 Ditraktir makan di restaurant California oleh Visari

15:00-18:00 Ke Batllava Lake dan diajak minum teh bersama Visari

19:00-20:00 Menunggu host pulang kerja, kemudian keliling Square Kosovo terus ke toilet 0,2 Euro

20:00-21:00 Bertemu Shend di depan Bioskop Pristina kemudian minum teh dengan host 2 Euro

21:00-23:00 ditraktir minum jus di Club Jazz oleh Shend

Tempat wisata yang didatangi pada hari-22 di Eropa:

Batllava Lake, Kosovo Square, Bank of Kosovo, keliling Phristina

Biaya pengeluaran pada hari-22 di Eropa: 0,2 Euro + 2 Euro = 2,2 Euro

Phristina, 15 April 2017

09:00-12:00 Ketemu Valon, ditraktir air ama teh doang,  terus ngobrol empat mata mengenang masa lampau, kemudian makan siang 4 Euro, belanja makanan di Kosovo 15,77 Euro

12:00-16:00 ditraktir Visari the ke Danau

16:00-07:00 Ke terminal bus Kosovo, Kemudian perjalana bus Kosovo-Cassova

Tempat wisata yang didatangi pada hari-23 di Eropa

Danau di Kosovo

Biaya pengeluaran pada hari-23 di Eropa = 4 Euro + 15,77 Euro = 19,77 Euro

Venice, 16 April 2017

00:00-09:00 Perjalanan Kosovo-Italy dengan bus, sering singgah, berhenti di Imigrasi Serbia, Kosovo, Croatia hingga Slovenia.

09:00-10:00 ditarktir teh oleh penumpang orang Kosovo

10:00-12:00 Bayar bus ke Treviso 10 Euro, tiket kereta ke Venice S Lucia 3,4 Euro salah harusnya berhenti di Venice Maestro

12:00-13:00 Makan kebab 5 Euro di Venice Maestro dekat penginapan

13:00-20:00 ke Penginapan dan istirahat

20:00-21:00 makan malam pizza di Colombus 35,5 Euro/2 orang

Tempat wisata yang didatangi pada hari-24 di Eropa

Belgrade, Croatia, Slovenia, Casanova, Venice Maestro

Biaya pengeluaran pada hari-24 di Eropa = 10 Euro + 3,4 Euro + 5 Euro + 35,5 Euro = 53,9 Euro

Venice

Venice, 17 April 2017

08:00-09:00 Naik meto ke sekali jalan 1,25 Euro (Venice Maestro-Venice S Lucia)

09:00-12:00 Keliling Venice

12:00-13:00 makan siang di Venice 31,36 Euro

12:00-18:00 Keliling Venice

18:00-19:00 makan malam 8 Euro

19:00-20:00 kembali ke penginapan

Tempat wisata yang didatangi pada hari-25 di Eropa

Venice

Biaya pengeluaran pada hari-25 di Eropa = 1,25  Euro + 8 Euro + 31,36 Euro =40,61 Euro

Venice

Pisa, 18 April 2017

08:00-09:00 Ke Venice Maestro lari seperti orang kerasukan karena takut ketinggalan bus. Venezia Maestre- Venezia S. Lucia harga tiket kereta 1,25 Euro

09:00-15:00 Bus perjalanan dari Venice-Pisa rupanya kembali ke Venice Maestro bayar tiket bus 27 Euro dengan Eurolines.

15:00-16:00 Sampai di Pisa jam 3 sore terus mencari penginapan dengan jalan kaki dari terminal bus, check in ke penginapan.

16:00-18:00 Dari penginapan dekat ke Pisa namun tidak masuk ke dalam PISA karena tiket masuk ke Pisa mahal 18 Euro. Beli gantungan kunci  2 Euro, tempelan kulkas 1,5 Euro.

18:00-19:00 Belanja di Pam panorama berupa pizza 24,76 Euro

19:00-22:00 kembali ke penginapan, masak pizza

Tempat wisata yang didatangi pada hari-26 di Eropa

Menara Miring Pisa

Total Pengeluaran pada hari-26 di Eropa = 2 Euro + 1,5 Euro + 1,25 Euro + 24,76 Euro = 29,51 Euro

Belgia

Pisa, 19 April 2017

08:00-09:00 Makan 3,18 Euro

09:00-12:00 Jalan kaki keliling Kota Pisa

12:00-13:45 Kembali ke terminal bus dengan jalan kaki dan menunggu kedatangan bus

13:45-18:00 Perjalanan Pisa-Rome dengan flixbus

18:00-19:00 Naik kereta dari Roma Triburtina ke Roma Tuscolana 1 Euro.

19:00-20:00 Mencari penginapan dengan jalan kaki, belanja di Carrefur 21 Euro

Tempat wisata yang didatangi pada hari-27 di Eropa

Kota Pisa

Total biaya pengeluaran pada hari-27 di Eropa = 3,18 Euro + 1 Euro + 21 Euro = 25,18 Euro

Pisa dengan tas seberat 15 kg

Rome, 20 April 2017

08:00-09:00 Menuju ke Coloseum

09:00-10:00 Antri Coloseum. Untuk tiket masuk ke dalam Coloseum seharga 12 Euro

10:00-15:00 Keliling Coloseum

15:00-18:00 Makan pizza 9 Euro/2 orang, fast food kebab 14 Euro, belanja di Carrefur 5,61 Euro.

18:00-22:00 Kembali ke penginapan naik metro bus 1,5 Euro.

Tempat wisata yang didatangi pada hari-28 di Eropa:

Colosseo dan Palatino, Arco di Tito, dan Arco Costantino

Total biaya pengeluaran pada hari-28 di Eropa di Rome, Italy = 12 Euro + 9 Euro + 5,61 Euro + 1,5 Euro = 28, 11 Euro

Colosseum Rome, Italy (my 3rd Seven of wonder)

Rome, 21 April 2017

08:00-09:00 Keliling Roma ke Piazza Compidoglio

09:00-10:00 jalan ke Foro Traiano

10:00-12:00 Jalan ke Republica bici dan baci

12:00-14:00 Jalan ke Villa Medici

14:00-17:00  Jalan ke Pantheon

17:00-18:00 Jalan ke Isola, makan di restoran michellin 50 Euro

18:00-20:00 Kembali ke penginapan

Tempat wisata yang didatangi pada hari-29 di Eropa adalah

Piazza Compidoglio, Foro Traiano,  Villa Medici, dan Pantheon

Biaya yang dikeluarkan di Rome pada hari-29 di Eropa = 50 Euro

Venice

Rome, 22 April 2017

08:00-09:00 Menuju Vatican Keliling Vatican

09:00-10:00 Antri sampai 2 jam demi masuk ke Vatican

10:00-12:00 Keliling Vatican dan melihat karya Michael Angelo

12:00-13:00 Makan Tonnarelli 11, 5 Euro

13:00- 14:00 Makan es krim dekat Vatican

14:00-18:00 Makan di Janta 20,25 Euro

18:00-20:00 Kembali ke penginapan

Tempat wisata yang didatangi pada hari-30 di Eropa:

Vatican

Biaya yang dikeluarkan di Rome pada hari-30 di Eropa = 11, 5 Euro + 20,25 Euro = 31,75 Euro

Vatican

Vatican, 23 April 2017

09:00-12:00 Menuju ke Fontana di Trevi

12:00-13:00 Beli obat muka di farmasi 16,9 Euro

13:00-15:00 ke Castel Saint Angelo biaya tiket masuk 10 Euro

15:00-18:00 Belanja dompet untuk ibu 15 Euro

18:00-19:00 Belanja Oleh-oleh makanan 31,36 Euro

19:00-22:00 Kembali ke penginapan dan istirahat

Tempat wisata yang didatangi pada hari-31 di Eropa

Fontana di Trevi dan  Castel Saint Angelo

Biaya yang dikeluarkan pada hari-31 di Eropa = 16,9 Euro + 15 Euro + 31,36 Euro = 63,26 Euro

Amsterdam, 24 April 2017

04:00-05:00 Jalan kaki ke terminal bus, niak bus ke Bandara 6 Euro

05:00-06:00 Sampai di Bandara

06:00-09:00  Menunggu pesawat dari Rome,Italy ke Amsterdam, Belanda

09:50-13:00 Perjalanan Rome-Amsterdam dengan pesawat Vueling

13:00-15:00 Proses Imigrasi dan persiapan kembali ke Indonesia

Tempat wisata yang didatangi pada hari ke 32 di Eropa :

Bandara Rome dan Amsterdam

Biaya yang dikeluarkan hari terakhir di Eropa = 6 Euro

Eropa

Penginapan selama 1 bulan Backpackeran di Eropa

Tempatku menginap selama di Eropa bervariasi mulai dari menggunakan Couchsurfing, Airbnb, numpang di rumah teman, ada juga menginap di hostel budget hingga sok-sok an menginap di  hotel. Pengalaman menginap di Eropa pun memiliki kesan tersendiri ada yang asik, biasa saja sampai yang menyebalkan juga ada. Selama di Eropa bahkan aku mendapatkan teman baru, serta bertemu dengan teman lamaku.

Untuk rincian penginapan selama 1 bulan dengan gaya Backpack di Eropa

 

Penginapan di Amsterdam, Belanda

Di Belanda aku menginap selam 3 hari 2 malam dengan menggunakan Couchsurfing dan host Belanda bernama Bas.  Bas ini cukup baik karena dia memberikanku kamarnya untuk aku istirahat bahkan dia memperbolehkanku jalan sendiri dan memberikan saran tempat wisata di Amsterdam yang harus aku kunjungi. Dia juga memberikan navigasi cara ke tempat wisata Amsterdam serta berapa biaya tempat tersebut.

Masjid di Paris

Penginapan di Revin, Francis

Untuk Prancis, aku menginap di rumah Thimo yang super baik hati. Aku mengenalnya dari tahun 2010, merupakan sahabat terbaik. Dia bahkan menjemput dari Belanda terus nginap di rumahnya, bahkan keluarganya sangat baik kepadaku. Dimasakin masakan bahkan sengaja mereka tanpa alcohol, benar-benar aku dianggap keluarga. Di Revin aku menginap selama 2 hari dan dari Revinlah aku bisa mengunjungi Brussel, Belgia. Disini aku juga dimasakin kue cokelat, dimasakin mirip rendang dan makan malam kami super porsi besar. Bahkan bajuku sampai dicuciin oleh mamanya Thimo di Revin.

Feel like a home banget selama di Revin!

Beruntung ya aku 🙂

Bersama Thimo di Revin

Penginapan di Paris, Francis

Di Paris menginap di hotel du Globe selama 2 hari dengan budget minim. Enaknya tempatnya dikasih handuk, dekat dengan tempat wisata Paris serta wifi gratisan dan ada TV. Dekat dengan wisatanya yang mirip Taj Mahal katanya. Sekilas sih miripnya 🙂

Penginapan di London, Inggris

Di Inggris menginap melalui Airbnb dengan satu kamar berisi 5 sampai 6 orang. Di London memang harga benar-benar mahal. Terus jika ingin nyuci baju maka kena chas lagi. Namun tetap aku nyuci baju juga disini. Enaknya sih harganya murah walau murahnya kena 200rb juga ya. Di London aku hanya menginap selama 2 hari saja. Disini merasakan tidur empet-empetan alias sempit-sempitan demi penghematan.

Ternyata London kejam, kejam di biaya T_T

Penginapan di Edinburgh, Scotlandia

Di Edinburgh aku mengkombinasikan antara Airbnb dan Couchsurfing. Di Edinburgh aku menginap selama 5 hari, 4 hari dengan Airbnb dan sisanya Couchsurfing. Yang paling seru dengan Airbnb karena hostnya baik, bisa masak, bisa nyuci gratis lagi terus tempatnya strategis, benar-benar di Kota Tua Edinburgh, dekat dengan Edinburgh Castle malahan.

Untuk Couchsurfing sendiri, hostnya kurang asik karena terlalu sibuk dan aku tidak dikasih kunci rumah, padahal di hari terakhir ingin berjumpa dengan kakak blogger yang tinggal disana. Sampai si kakak ngeledekin kalau aku itu bak penjaga rumah. Tapi mau gimana demi hemat 😛

Penginapan di Bremen, German

Teman baru di Bremen

Di Bremen, hostku lumayan asik bernama Daniel. Dia menjemput di Bandara, menemani walking tour Bremen pada malam hari bahkan mengajak makan di restaurant Vietnam dengan sistem BMM alias bayar masing-masing. Namun sayang si Daniel agak sensi denganku dan teman Poland karena bajunya basah karena kami tidak mengerti sistem mesin cucinya karena berbahasa German sehingga kami jemur kainnya. Disini agak canggung padahal aku pergi ke Budapest jam 1 siangnya.

Nah di apartemennya aku juga berkenalan dengan cewek asal Polandia yang memiliki kegilaan denganku. Terus di Bremen juga aku berkenalan dengan Frank, si Frank ini lah yang traktirin aku dan teman Poland kebab serta diantar di stasiun bus demi ke Praha.

Penginapan di Prague, Chezk Republik

Bersama Jacub di Eiffelnya Prague

Selama menginap di Praha aku menggunakan Couchsurfing. Di Praha aku mendapatkan host super baiknya kebangetan. Sudahlan dijemput pas jam 3 pagi terus dikasih teh eh pas bangunnya dikasih roti dengan keju.

Bukan hanya itu pas masuk ke tempat wisata di Praha mirip Eiffel malah dibayarin dia karena aku belum nukar uang, terus dibawa keliling Kota Praha dengan jalan kaki eh sorenya malah ditraktir makan di restaurant.

Baiknya tidak sampai disitu, dia sengaja nanya aku mau dimasakin apa terus aku jawab “mas potato” eh malah diajak ke supermarket terus dibeliin kentang terus dimasakin keesokan harinya.

Dia juga menolongku ketika aku salah tanggal ke Vienna pas jam 12 malam dibantuin sama dia. Untung saat itu aku tidak ditinggal pergi padahal udah “say bye”, kalau gak ngegembel dah di Praha.

Jacub juga membantuku membeli tiket ke Budapest terus ditambahin uangnya lagi pas uangku kurang dan di hari terakhir malah ditraktir kebab 😀

Ah pokoknya perfect hostlah!

Penginapan di Vienna, Austria

Di Vienna lagi-lagi aku menggunakan Couchsurfing. Di Vienna aku hanya 2 hari saja dan menemukan host yang agak-agak aneh dan banyak aturannya. Sensitive tapi pada dasarnya baik.

Jadi pas jam 4 pagi, aku dijemput di terminal bus namun dia marah karena aku salah tanggal nyampe di Vienna terus pas ketemu dia mau peluk aku menolak eh si kawan sensi.

Do not come to Europe, if u can not accept the culture, begitu katanya

I felt bad that you do not accept my hug, its just for friendship, lanjutnya

Ih sumpah pas dia jemput pengen rasanya bilang “siapa coba yang maksa buat nginap di tempatnya padahal aku dah mau batalin”. Disini benar-benar aku merasa “duh, ngapain kesini”

Terus aturannya banyak “gak boleh ini itu” terus ngungkit kebaikannya, padahal si kawan ini referensinya di CS sampai ratusan loh. Yang lucu dia nyuruh aku isi referensi yang bagus semua padahal aku agak kesel dengannya. Belum lagi mengatur pakaian apa pas tidur karena takut sofanya kotor.

Kan agak-agak!

Disini aku tidak merasa nyaman.

Sisi baiknya dia, jadi pas aku datang ke Vienna, dia lagi dinas kerja ke Italy sehingga rumahnya dititipin ke aku terus malah dia ninggalin uang 10 Euro buatku makan dan hadiah berupa cokelat dan permen.

Benar-benar seperti joker kan?

Padahal di tempatnya sih banyak photonya dengan turis dari segala penjuru dunia cuma karena sensi dari awal yah jadi gitu deh. Namun walau demikian cukup baiklah dia memberikanku tumpangan di rumahnya padahal dia tidak ada terlepas prilakunya yang ababil alias terkadang baik terkadang aneh.

Austria

Penginapan di Budapest, Hungary

Untuk Budapest aku menginap dengan menggunakan Couchsurfing. Secara umum hostku sih baik cuma agak-agak juga. Baru juga nyampe Budapest si kawan sudah ngajak ke Underground Club terus karena melihat mukaku bosan malah disuruh pulang sendiri. Padahal aku juga gak tahu jalan, dan wajar aku bosan karena memang aku bukan anak Clubbing.

Alhasil pulang sendiri pas tengah malam. Terus masuk ke apartemennya susah lagi, belum bangunan tua dari tahun 1800an iih horor tengah malam kembali ke tempatnya sendirian.

Disini aku mengelus dada “Tuhan begini banget ya ngegembeli di Eropa”

Eh kesialan tidak sampai disitu, dia malah mengusir secara halus ketika aku belum memutuskan ke Kosovo atau ke Italy padahal tiket belum aku beli sama sekali waktu itu.

Winny, Have u decided to go to Kosovo? 

Sorry you have to move because i have another host,

  I only can help you until 12 am tomorrow, 

I need to clean my room, begitu isi textnya

Sontak aku whatsapp temanku Fia yang kebetulan lagi kuliah di Budapest sampai ngerumpi kami dan aku cerita di grup pengusiran halusku. Sayangnya temanku tidak bisa membantu karena dia juga tinggal di asrama.  Alhasil semalaman aku galau memikirkan kemana keesokan harinya ke Kosovo atau Italy. Padahal sudah janji dengan Fia dan Jean (teman yang aku jumpa di Vienna yang kebetulan temannya temanku Fia) untuk bertemu di Parliment. Jean sempat menawarkan nginap di hostelnya seharga 10 euro saja permalam namun karena aku sudah 2 hari di Budapest dan ingin mengejar Kosovo akhirnya aku memutuskan meninggalkan Budapest.

Penginapan di Phristina, Kosovo

Selama 2 hari di KOSOVO, aku menggunakan Couchsurfing dengan host yang baik sekali. Kalau pengalaman Cs kurnag enak di Budapest dan Vienna, maka surga nya host baik itu di Kosovo sama seperti di Cheko.

Host Kosovoku bernama Shend sudah jam 7 pagi datang ke terminal bus untuk menjemputku ke Apertemennya. Di Apertemennya aku berkenalan dengan Cs Inggris. Selama di Kosovo aku merasakan rasanya jadi “turis”. Mengunjungi Kosovo membuatku menjadi “artis dadakan”. Orangnya ramah-ramah dan makanannya murah-murah serta halal. Sepanjang jalan orang akan tahu kalau aku turis, mungkin dari mukaku yang tak biasa!

Bersama Valon Lepaja, mantan Pacar Khayalan di Kosovo
Hey how are you, where are you from? 
Begitulah pertanyaan orang Kosovo ketika melihatku

Di Kosovo juga aku berjumpa dengan Vissari, teman yang aku kenal di Cs namun tidak bisa menghost namun bisa menemani keliling wisata Kosovo. Bahkan Visari membawaku keliling kota Phristinaserta ke tempat wisata Kosovo yang tidak ada di Google seperti “Danau”, maklum limited edition. Visari juga mentraktir makan di restaurant serta membantuku mencari pacar khayalanku sewaktu Kuliah alias Cinta Tak Sampai.

Iya tujuan ke Kosovo untuk mencari suami yang beristri, mantan khayalan sewaktu kuliah. hihihih 😀

Seru sekali pokoknya di Kosovo.

Bersama Visari di Kosovo

Penginapan di Venice, Italy

Di Venice, aku menginap dengan menggunakan Airbnb dan tempatnya lumayan bersih terus ada sarapan pagi gratis. Yang gak enaknya tidak bisa mencuci baju karena kena biaya tambahan lagi serta kalau ingin ke Venice surganya Sungai, air, canal, dan katanya Kota Romantis harus naik kereta lagi.

Satu stasiun!

Venice

Penginapan di Pisa, Italy

Di Pisa menggunakan situs booking. Rumah penginapanku ini asiknya bisa masak sehingga disini bisa masak Pizza. Tempatnya juga dekat dengan terminal bus serta dekat dengan Menara Pisa. Di depan penginapan ada supermarket terus kalau ke Menara Pisa tinggal jalan 5 menit sampai.

Lumayan strategis!

Penginapan di Rome, Italy

Untuk penginapan di Rome menginap dengan situs booking selama 1 hari sisanya menginap di hotel bintang 2 dan tempatnya strategis kemana-mana. Walau hotelnya bintang 2 namun harganya paling murah dari situs booking.

Nah kalau dipikir-pikir, salah satu penyumbang terbesar cara ku hemat di Eropa adalah penginapan. Rata-rata tertolong karena mendapatkan penginapan gratis meski tidak semuanya asik ya!

Tapi kapan lagi merasakan jalan sendiri diusir secara halus, terus hostnya senstive hingga host yang super baik sampai mendapatkan keluarga baru di Revin?

Semuanya ada di perjalanan Eropa,

  Iam a girl and alone but survive ;)

Transportasi selama 1 bulan Backpackeran di Eropa

Untuk transportasi awalnya aku Galau tingkat tinggi. Apakah harus membeli Eurail Global Pass seharga untuk dewasa (umur 28 tahun keatas) seharga 940 dan bisa dipakai selama 1 bulan dan continuous. Namun dengan pertimbangan tidak termasuk ke Kosovo serta rincian perjalananku yang tidak jelas karena aku belum memutuskan kendaraan apa yang akan aku gunakan selama di Eropa, akhirnya aku tidak jadi membeli tiket kereta. Kebanyakan antar negara di Eropa transportasi yang aku gunakan adalah bus dan pesawat. Karena kalau dari jauh-jauh hari harga tiket pesawat di Eropa itu bisa murah sekali dengan catatan jangan bawa barang terlalu banyak.

Untuk ringkasan transportasi yang aku gunakan selama di Eropa

Belanda

Untuk Belanda dalam Kota aku menggunakan tram dan kereta. Serta jalan kaki pas keliling Kota Amsterdam. Untuk transportasi Belanda-Brussel kebeulan dijemput dan cukup bayar bensin 60 Euro sudah bisa ke Revin dan Brussel.

Brussel, Revin

Untuk kedua Kota ini transportasinya adalah mobil namun pas di Kotanya jalan kaki.

Paris

Paris kebanyakan yang digunakan adalah Metro dan membeli Paris Metro Pass itu dibawah 20 Euro untuk 2 hari dan puas keliling Parisnya. Sedangkan ke tempat wisatanya kebanyakan sih jalan kaki lalu kalau ada Metro manfaatkan Metor biar tidak rugi membeli Paris Pass.  Untuk perjalanan Paris-London dengan naik pesawat EasyJet. Kalau beli jauh-jauh hari tiketnya murah ceria sekali, bahkan bisa lebih murah daripada harga bus.

London

Transportasi London ini benar-benar mahal, bahkan passnya aja membuat keringat. Keretenya dan antar stasiunnya juga. Minimal 3 Poundsterling sekali jalan dengan jarak yang dekat. Di London satu hari membuat tekor. Alhasil belajar siasat dan menemukan kalau cara termurah di London dengan menyewa sepada seharga 2 Poundsterling saja. Di London aku juga sempat merasakan naik bus tingkat London yang harganya sedikit lebih murah daripada naik kereta.

Untuk perjalanan dari London ke Edinburg dengan EasyJet, merupakan maskapai murah meriah di Eropa.

Edinburgh

Di Edinburgh dari Bandara naik trem kemudian di Kota Tua Edinburgnya jalan kaki. Sehingga gratis transportasi saat di Edinburgh modal jalan kaki saja. Dari Edinburgh ke Bremen aku naik pesawat dengan RyanAir sejenis dengan Easy Jet seharga 50 Euro.

Bremen

Transportasi di Bremen yang aku pakai adalah trem kemudian untuk keliling kotanya dengan jalan kaki.

Dari Bremen ke Prague aku menggunakan bus Flixbus seharga 20 Euro. Kalau beli jauh-jauh hari maka harganya bisa jauh lebuh murah

Prague

Di Praha transportasinya dengan mobil karena dengan Jacub sementara untuk ke Old Town jalan kaki. Di Praha aku benar-benar hemat.

Untuk bus dari Prague-Vienna aku menggunakan Flixbus.

Vienna

Di Vienna untuk wisata Kotanya aku jalan kaki. Karena ogah membayat tiket kereta. Untuk perjalanan dari Vienna ke Budapest dengan bus Regio jet

Budapest

Di Budapest dari terminal aku naik kereta ke tempat penginapan kemudian jalan kaki pas keliling Kotanya. Dari Budapest ke Phristina naik travel seharga 50 Euro, isinya 6-8 orang dalam satu mobil. Ini persis seperti perjalananku dari MEDAN-PADANGSIDEMPUAN.

Phristina

Di Phristina, Kosovo aku diantara kemana-mana dengan mobil sehingga aku tidak mengeluarkan uang transportasi selana di Kosovo. Untuk Tiket Bus dari Phristina ke Cassanova seharga 50 Euro.

Venice

Transportasi di Venice dengan kerena seharga 1,25 Euro kemudian di Venice jalan kaki. Dari Venice ke Pisa naik bus dengan Eurolines seharga 27 Euro.

Pisa

Untuk Pisa aku tidak mengeluarkan biaya transportasi sama sekali karena kebanyakan jalan kaki. Untuk transportasi dari Pisa ke Rome dengan flixbus.

Rome

Di Rome kebanyakan dengan kereta kemudian jalan kaki. Disini aku tidak membeli Rome pass seharga 7 Euro sehari karena demi menghemat. Kebanyakan jalan kaki. Untuk transportasi ke Amsterdamnya dengan pesawat.

Vatican

Makanan selama 1 bulan Backpackeran di Eropa

Untuk makanan khususnya umat Muslim tidak perlu khawatir karena banyak makanan halal yang bisa ditemukan di Eropa. Kalau mau hemat masak sendiri, belanja di Supermarket bisa bertahan 2-3 hari kemudian masak di tempat penginapan. Di Eropa kebanyakan makanan yang aku makan itu kalau tidak roti, kebab kalau tidak makanan India. Pernah juga masak tinggal beli di supermarket. Namun untuk bawa tempat masak dari Indonesia terlalu repot deh karena mudah kok dapat makanan murah meriah. Malahan kalau belanja di supermarket jauh lebih murah. Memang untuk standar makan di Eropa Barat harganya jauh lebih mahal bila dibandingkan dengan Eropa Timur. Surga makanan yang paling aku suka itu di Kosovo, harganya murah, porsinya banyak dan halal. Untuk supermarket favoriteku selama di Eropa adalah Lidl karena harganya murah dan sering diskon 😀

Tips hemat selama 1 bulan Backpackeran di Eropa

Eropa itu susah-gampang ditaklukkan dan tergantung kepada individu karena tolak ukur murah dan mahal kan tergantung kepribadian masing-masing. Dari diriku sendiri pelajaran yang aku dapatkan untuk berhemat selama di Eropa dengan 1 bulan yaitu:

1. Bawa baju seperlunya dan pastikan pakaian yang dibawa sesuai dengan musim. Pas aku ke EROPA lagi Musim Semi dan suhunya itu 5 Derajat sampai 18 Derajat sehingga pas salah kostum dan sepatu salah alhasil jadi membeli sepatu lagi.

2. Bawa pelembab bibir dan lotion baik untuk wajah maupun badan karena saat di Eropa asli kulitku itu pecah-pecah. Alhasil aku jadinya ke Farmasi untuk membeli obat

3. Belilah tiket bus atau kereta atau pesawat dari jauh-jauh hari karena harganya jauh lebih murah bila dibandingkan membeli pas dekat kepergian atau on the spot.

4. Banyak wifi di Eropa sehingga tidak perlu membeli SIMCARD namun bagi yang maniak internet maka beli di salah satu Negara saja.

5. Tidak usah malu jalan kaki ke wisatanya karena lumayan menghemat biaya transportasi. Sesuaikan dengan kebutuhan kalau memang kebanyakan daftar wisata yang ingin dikunjungi maka pilihan hematnya beli turis pass atau transportasi pass yang seharian.

6. Untuk pemilihan transportasi juga tergantung kebutuhan. Rajin-rajinlah melihat situs seperti Easy Jet dan Ryan air untuk promo tiket di Eropa namun biasanya belum termasuk bagasi. Maksimum bagasi yang diperbolehkan juga terbatas karena memang harganya murah. Untuk bus banyak sekali di Eropa yang terkenal seperti Flixbus namun aku tidak terlalu suka flixbus karena harganya mahal, walau jauh hari murah. Yang paling aku suka adalah naik Regio Jet karena dikasih minum gratis, hanya saja jaringan transportasi di Eropanya tidak terlalu banyak.

7. Penginapan untuk murah bisa menggunakan situs booking, airbnb, couchsurfing atau di hostel budget.

8. Persiapkan uang minimal 35 Euro sehari jika ingin ke Eropa. Menjelajah Eropa Timur jauh lebih murah bila dibandingkan Eropa Barat namun entah kenapa aku merasa kalau Eropa Barat itu memang cantik.

Bristih Museum

Pelajaran berharga selama 1 bulan Backpackeran di Eropa

Melakukan perjalanan seorang diri ke Eropa banyak sekali pelajaran dan membuka wawasan mengenai Eropa antaranya aku lebih mengenal diri sendiri dan lebih menikmati perjalananku. Aku bukan lagi si Winny yang jika ke suatu tempat harus kesini kesitu dan menamatkan semua objek wisatanya, disini aku lebih berdamai dengan diri sendiri. Memilih tempat yang aku sukai tanpa harus memaksakan diri. Di Eropa juga aku belajar satu hal bahwa INDONESIA itu jauh lebih indah dari yang aku bayangkan. Serta jangan pikir kalau kehidupan di Eropa itu semuanya wow karena disana orangnya benar-benar bekerja dan usaha. Bahkan aku sempat agak kaget melihat betapa banyaknya Imigran di Paris, melihat pengemis di Budapest sampai manusi kardus di Rome, yang awalnya aku kira tidak ada di Eropa. Namun dari segi transportasi dan layanan public maka Eropa itu patut diacungkan jempol 🙂

PS: Kesan di minggu pertama di Eropa ketika melihat Bangunan Tua, aku berkata “wow” terus lama-lama hingga di hari ke 32 berangsur-angsur turun dan menjadi “ehm”, biasa saja. Entahlah mungkin hanya perasaanku saja 🙂

Nah loh, siapa yang mau ke Eropa?

Ada yang punya pengalaman selama di Eropa?

Apa kesannya selama di Eropa?

Salam

Winny