Trip Lebaran ke Danau Siais Batang Toru, Sumatera Utara


You always have two choices

your commitment versus your fear

By Sammy Davis

Hello World!

Sumatera Utara, 30 Juni 2017

Sumetara Utara tempat kelahiranku memang memiliki sejuta wisata menarik mulai dari wisata alam hingga sejarah. Bahkan salah satu Danau terkenal di Indonesia itu ada di Sumatera Utara, Danau Toba. Namun jangan salah, Sumatera Utara tidak melulu Danau Toba loh, ada juga Danau yang tak kalah indahnya bernama Danau Siais di Batang Toru, Tapanuli Selatan.

Baca juga tempat wisata di MEDAN dan sekitarnya

Mengunjungi Danau Siais sebenarnya sudah lama terpendam terutama karena faktor lokasi yang tak jauh dari kampung halamanku, Padangsidimpuan. Serta tradisi mudik Lebaran tiap tahun membuatku ingin lebih mengenal potensi wisata disekitar kampungku. Namun barulah terlaksana Lebaran di tahun 2017. Untuk ide mengunjungi Danau Siais pun termasuk impulsif, karena pas acara nikahan Abang Herfina, kami berbincang-bincang ingin melihat Air Terjun di Siais karena kepo melihat Instagram tempat-tempat ngehits di sekitar Padangsidimpuan dan sekitarnya. Maklum jika sesama kaki panjang berkumpul maka yang dibicarakan adalah “jalan kemana”, apalagi Herfina, Ilham dan aku suka jalan-jalana. Berkat “Kepo” akhirnya aku, Ilham dan Herfina memutuskan mengunjungi Air Terjun yang ada di Siais, Batangtoru keesokan harinya sambil mencari teman yang lain. Nyakmat dan Illa (istri Nyakmat) tidak bisa ikut bersama kami, padahal kami sudah setengah lelah membujuknya untuk menemani kami ke Siais karena dia pernah kesana. Capek membujuk Nyakmat akhirnya kami nyerah lalu mengajak si Marwan untuk menemani kami ke Siais karena dia sudah pernah kesana. Janji pertemuan pun kami tetapkan jam 7 pagi, itulah saking semangatnya kami.

Pokokna kehe ita da manjalaki Aek terjun i, jam pitu da atcogot, 
kataku kepada Herfina dan Ilham
(Pokoknya kita pergi mencari Air Terjun, jam 7 besok)

Naron dikabarin buse olo, sambil janjian
(Nanti dikabarin lagi, sambil janjian)

Perjalanan Padangsidimpuan-Batangtoru

Lama perjalanan Padangsidimpuan-Batangtoru berkisar 2,5-3 jam perjalanan saja. Untuk cara akses ke Danau Siais ada dua cara bisa melalui Batang toru via Parsariran atau via Napa. Dua-duanya kami coba namun rute Napa tidak aku anjurkan karena lama perjalanan kami yang harusnya 2,5 jam malah menjadi 4 jam serta jalanan yang rusak parah.

Pas hari H akhirnya yang ikut trip ke Danau Siais adalah aku, Herfina, Ilham, Marwan dan Jay dengan 3 sepeda motor dari Padangsidimpuan. Rute pertama kami via Parsalakan dan janji jam 7 pagi molor menjadi jam 8 pagi. Sedikit jam karet serta miss komunikasi bagi kami. Sebenarnya pas aku sudah siap sedia jam 7 pagi namun karena tidak ada kabar dari temanku akhirnya aku bersantai ria hingga Herfina, Marwan, Jay tiba-tiba datang di rumahku.

Winny, ketabo natu Siais i, kata Herfina
(Winny, yuk ke Sias)

Wii, usakka najadi kataku sambil buru-buru siap-siap
(Wii, ku kia tak jadi)

Lalu akupun mengabari Ilham yang dari tadi sudah bersiap dan sedikit tergesa-gesa. Herfina sempat ngobrol dengan ibuku karena memang semalam sebelumnya aku sudah pamit ke ibuku ingin ke Danau Siais.

Maudokkon tu si Winny nakin marsiap-siap kehe, 
kata mamaku sambil bercerita dengan teman-temanku
(Sudah kubilang tadi ke Winny untuk bersiap-siap)

Naritik-rittik mattong amuda kan, kata mamaku 
menimpali melihat kenekatan kami jalan-jalan pas Lebaran
(Gila sekali kalian kan)

Agak nyelegit memang nasehat ibuku kepada kami. Namun kami dengan langkah seribu pamit karena Ilham sudah tiba serta menunggu kami di Gang rumahku, artinya perjalanan ke Danau Siaispun dimulai.

Danau Siais, Batangtoru

Belum sampai ke Siais, kami berhenti karena aku dan Herfina serta Ilham belum sarapan pagi. Tempat yang kami pilih untuk sarapan pagi adalah di PUNCAK PARSALAKAN dimana ada sebuah restauran dengan pemandangan Kota Padangsidimpuan dari atas. Pemandangan ini mengingatkanku pada perjalanan Medan-Gundaling. Di restauran ini kami memesan dengan kompak “Gado-gado” sementara Jay dan Marwan yang sudah makan pagi hanya memilih minum kopi saja. Penyediaan sarapan pagi memang agak lama namun sambil cerita-cerita masakan kami pun datang juga. Di tempat ini jugalah kami memesan makanan untuk bekal kami di Danau Siais, karena menurut pengalaman Marwan tidak ada warung makanan di Danau Siais. Sebelumnya, Ilham juga sudah pernah ke Danau Siais Batangtoru, artinya hanya aku dan Herfina yang benar-benar pertama kali ke Danau Siais.

Jam 9 pagi barulah kami melanjutkan perjalanan ke Danau Siais dengan sepeda motor alias touring.

Jalanan Padangsidimpuan ke Batangtoru lumayan bagus dan kami sempat melewati Parsariran, tempat pemandian yang sewaktu kecil jika ada libur sekolah maka kesini. Melewati Parsariran sedikit membuka kenangan masa kecilku. Beruntungnya aku memiliki teman yang kakinya panjang, sehingga ide gila apapun mereka bersedia menampung bahkan untuk ngetrip pas di Lebaran.

Jam 11 kami sudah sampai di jembatan Batangtoru, lalu kami membelok ke arah perkebunan karet karena kami sebelum ke Danau Siais ingin mengunjungi Ikan Keramat selokasi dengan Danau Siais. Walau Ilham sudah pernah ke Siais, namun dia belum pernah melihat ikan keramat makanya dia sangat penasaran dengan Ikan ajaib ini. Kalau kami sih senang sekali ke Batangtoru karena ngarep lihat air terjun malah kami mengunjungi beberapa wisata dalam sekali jalan.

Ibaratnya sekali mendayung tiga Pulau terlampau 🙂

Ikan Keramat

Ikan keramat di Desa Rianiate

Jam 11:30 kami sudah sampai di Desa Rianiate, Batangtoru, Tapanuli Selatan Sumetera Utara tempat lokasi ratusan ikan keramat. Walau sebelumnya kami sempat nyasar sedikit namun melewati perkampungan serta jalanan setapak, kami berhasil sampai di sebuah Sungai yang penuh dengan ikan. Letak ikan Keramat persis berada di belakang sebuah Masjid. Ikan keramat dalam Bahasa Batak yaitu “ikan mera” sejenis ikan jurung disebut keramat karena jika memakan ikan Jurung maka orang tersebut bisa terjadi sesuatu.

Konon ikan keramat di Desa Rianiate merupakan peliharaan seorang Syekh dari tahun 1939 dari Desa Tabayung, pesisir Barat. Beliau sengaja menaruh ikan keramat di sebuah Sungai kecil setelah mendapat mimpi untuk membersihkan Sungai yang kotor. Setelah beliau wafat, ikan tersebut masih ada hingga sekarang yang airnya bermuara ke Danau Siais. Meski ikan keramat jumlahnya banyak sekali di Sungai, penduduk tidak berani mengambilnya apalagi memakannya.

Kebteulan kedatangan kami pas siang hari di Ikan keramat, dari kejauhan saja kami dapat langsung melihat ratusan bahkan ribuan ikan yang berenang disepanjang Sungai.

Wii manyikur au maligina aha nagodang-godang, kata Herfina
(Aku merinding melihat ikannya yang besar sekali)

Ikan ahado lana on?, kata Herfina
(ikan apa sih ini?)

Ikan Mera gari dipangan nataboan on da tai inda tola dipangan jawab Ilham
(Ikan Mera enak kalau dimakan tapi tidak boleh dimakan)

Sebelum kami memulai mendekati ikan yang berada di Sungai melalui batuan kecil, kami berpapasan dengan pengunjung yang memberikan makan kepada ikan keramat. Marwan dan Herfina bahkan sudah membelikan makanan untuk ikan karena disamping Sungai terdapat penjual makanan untuk ikan. Tentu saja pas makanan dilempar, ikan langsung berebut. Aku sangat suka saat memberikan makan ikan-ikan keramat ini apalagi mulut ikan moyong pas dilempar makanan 🙂

Di depan ikan keramat

Setelah memberikan makan ikan keramat, Ilham dan Marwan segera mengajak kami melanjutkan perjalanan, karena hari ini juga aku harus balik ke Padang.

Wii nacepat ma ita le, kataku
(Wii, cepat kali kita)

Ho do ami pikirkon naron ketinggalan bus ko, kata Ilham sambil menceramahin
(Kau yang kami pikirkan nanti ketinggalan bus dirimu)

Sebelum meninggalkan tempat ikan kramat, kami sempat berbincang-bincang dengan warga sekitar. Menurut mereka banyak sekali orang berbondong-bondong memberikan makan kepada ikan sampai bernazar segala memberi makan. Kami sih tidak bernazar sama sekali karena kami cukup melihat ikan berenang bebas di Sungai liar saja sudah membuat kami puas. Kalau bernazar aku kepada Allah saja, minta diberikan jodoh sekeren Nabi Muhammad dan setampan Nabi Yusuf (ngarep hihi :D)

Danau Siais, Batang Toru

Selepas dari ikan keramat, aku mengingatkan teman-temanku untuk sholat Jumat terlebih dahulu namun mereka malah memilih mengqada sholat serta melanjutkan perjalanan ke Danau Siais. Mereka masih asik mengejar waktu!

Perjalanan ke Danau Siais, Batangtoru lumayan bagus hanya ada satu rintangan ketika kami melewati jalan terjal  disebuah Desa dengan perumahan sederhana nan elegan serta Siais dari jauh. Selebihnya jalanannya lumayan bagus kecuali ke air terjun yang agak-agak rusak.

Saat perjalanan dari Ikan Keramat ke Danau Siais cuaca begitu teriknya. Kami berlima seperti Babi panggang saking panasnya. Aku dan Herfina bahkan berubah jadi wanita bercadar saking takutnya gosong. Memang kami berlima kurang kerjaan seperti yang mamaku bilang. Sudahlan panas, masih juga suasa lebaran namun masih sempat-sempatnya menjelajah.

Ginjang pat dalam bahasa Bataknya 🙂

Namun keginjangan pat kami berbuah hasil (ginjang pat = panjang kaki) karena sesampai di Danau Siais mata kami dimanjakan dengan pemandangan kece.

Tidak sia-sia berpanas-panas ria demi ke Danau Siais di Batang toru!

Danau Siais

Untuk tiket masuk ke Danau Siais Rp2000 namun entah kenapa saat masuk kami diberikan tarif Rp5000 oleh petugas. Mungkin karena masih dalam edisi Lebaran!

Wii asi lima ribu Pak i, tai ditiket dua ribu do, 
kataku sedikit mengeluh kepada petugas
(kenapa harga tiket Rp5000, padahal di tiket Rp2000)

Si Regar do pak on, ulang heran da Pak kata Ilham kepada petugas
(Marga Siregar Pak, jangan heran ya Pak)

Mendengar keluhanku Marwan, Jay dan Herfina tertawa-tawa sambil melanjutkan touring kami mencari tempat duduk manja untuk istirahat dengan pemandangan Danau Siais di depannya.

Kami pun berhenti disebuah pondok, kami meihat warga sekitar memungut sampah dari Danau. Aku sempat bertanya untuk apa sampah itu, ternyata untuk dibakar oleh si Bapak. Kemudian aku mengajak makan bersama dengan si Bapak namun ditolak si Bapak. Di Pondok Danau lah kami memutuskan makan siang. Pemandangan Danau Siais begitu indah, tak kalah dengan Danau yang ada di Kosovo.

Boto amu dao ma au tu Kosovo an natarsarupo do uligi dohot Siais on, 
kataku kepada mereka
(tahu kalian jauh kali aku ke Kosovo, eh Danau nya sama juga kayak Siais)

Teman-temanku langsung ketawa mendengar ocehanku yang kelihatan sedikit lari hihi 🙂

Danau Siais

Makan siang sambil memandang Danau Siais sungguh kenikmatan tersendiri apalagi bersama teman. Sayangnya sampah begitu banyak di Danau Siais. Semoga kedepannya sampah yang ada di Danau Siais tidak ada lagi.

Meski kami dengan semangat membawa bekal makanan dari Padangsidimpuan, ternyata banyak warung disekitar Danau Siais sehingga tidak perlu khawatir untuk urusan perut.

Serasa piknik bersama teman-teman!

Untuk pemandangan Danau Siais tak kalah indah dengan Danau Toba, luasnya juga lumayan luas untuk ukuran Danau yang belum banyak orang mengetahuinya terutama di Sumatera Utara. Di sekitar Danau Siais masyarakat kebanyakan memancing ikan sementara anak kecil berenang bahagia di Danau Siasis. Sungguh masa kecil mereka yang bahagia!!

Jadi mungkin jika ada yang ingin menjelajah Tapanuli Selatan, maka bersiap-siap dengan alam yang indah. Berkemah juga patut menjadi daftar yang bisa dilakukan di Siais namun pastikan semua perlengkapan dan persiapan matang. Kalau kami berlima hanyalah pengunjung sekilas saja, sekilas lewat 😛

Danau Siais

Setelah kenyang, buru-buru kami melanjutkan perjalan ke Air terjun yang merupakan tujuan utamaku dan Herfina. Menurut Marwan butuh 1 jam perjalanan lagi dari Danau Siais ke air terjun. Kami sempat galau apakah ke air terjun atau tidak mengingat lamanya perjalanan apalagi matahari sedang pamer dengan panasnya. Ujung-ujungnya kami putuskan juga ke air terjun karena aji mumpung, kalau basah sekalian mandi, bergitu prinsip kami.

Sebelum ke air terjun kami sempat melakukan adegan bodoh di Danau Siais seperti adegan main dayung-dayung di Danau Siais, serta mencari tahu apa yang dilakukan para pemancing  dengan berjalan di atas kayu tipis persis di Danau. Barulah setelah itu kami melanjutkan perjalanan ke Air terjun di Batang Toru.

Jalanan Perbukitan

Batangtoru

Perjalanan Danau Siais ke air terjun Batang Toru memiliki pemandangan yang mampu membius kami. Perbukitan indah lengkap dengan pepohonan.

Si Ilham sampai takjub dengan bukit yang ada dan aku katakan kepadanya bahwa mirip seperti yang ada di China., terutama mirip seperti berada di Great Wall China.

Indonesia memang indah 🙂

Sepanjang perjalanan, kami banyak menemukan air terjun mengalir dari perbukitan yang mirip batu kapur itu. Untaian perbukitannya juga begitu luas, sampai-sampai aku terheran-heran dan penasaran apa yang ada di atas perbukitan itu. Mungkin suatu saat harus kembali dengan mencari tahu ada apa di atas bukit, mata air seperti apa yang dapat membuat air mengalir disepanjang perbukitan itu.

Air terjun

Air Terjun Batang Toru

Sesampai di air terjun yang kami impikan, waktu menunjukkan jam 2 siang. Aku, Jay, Ilham dan Herfina memilih turun mendekat air terjun yang berada di atas bukit dengan pepohonan rindang. Air terjuinnya ada 3, debitnya tidak terlalu besar namun airnya begitu jernih.

Keputusan kami bertempat menuju ke air terjun merupakan pilihan yang tepat karena kami dapat bermain dengan air terjun bahkan melihat pelangi di samping air terjun.

Naisan kan airna, untung ma tuson ita, kataku
(Bersih kali kan airnya untung kita kesini)

Au pokona akkon marsuop do giotku kata Ilham
(Aku pokoknya pengen cuci muka di air terjun)

Jay buatma jolo potoku di jolo aek terjun on da kata Herfina
(Jay ambillah photoku di depan air terjun)

Yah bermain dengan air namun ujung-ujungnya kami berempat malan asik bernarsis ria di depan air terjun. Sementara si Marwan memilih untuk menjaga barang-barang kami.

Momeh kebersamaan bersama teman masa SMP dan SMA memang sangat membahagiakan 🙂

Air Terjun Siais
Air Terjun di Batangtoru

Puas bermain dengan alam serta basah-basah karena main air, kami berempat mendekati Marwan sambil ngopi cantik disebuah warung.  Tak sadar, ternyata jam menunjukkan jam 4 sore dan kami memulai perjalanan pulang melalui rute yang berbeda dari rute pertama. Tentu saja rute yang kami pilih pas pulang merupakan pilihan buruk mengingat motor yang kami pakai adalah motor untuk Kota tapi kami pakai untuk touring dengan jalanan membuat geram. Pelajaran berharga kami jangan sekali-kali membawa motor matic ke area terjal dengan jalanan rusak karena dipastikan dapat membuatmu tepos.

Meski pas pulang kami salah rute, namun yang pasti perjalanan trip Lebaran bersama teman-teman gokilku ini sangat menyenangkan dan penuh dengan petualangan yang seru 🙂

Ah untung pulang kampung!

Salam

Winny

Iklan

6 Hal yang Dirindukan dari Padangsidempuan


Home is where the heart can laugh without shyness. Home is where the heart’s tears can dry at their own pace

By Vernon Baker

Gunung Simarsayang Padangsidempuan
Gunung Simarsayang Padangsidempuan

Hello World!

Ciwandan, 16 Februari 2017

Win, kampungnya dimana?, tanya seseorang

Di Padangsidempuan, jawabku

Oh di Sumatera Barat ya, katanya

Bukan, di Sumatera Utara, jawabku

lah Padang kan di Sumatera Barat, lanjutnya

Iya Padang di Sumatera Barat, kalau Padangsidempuan di Sumatera Utara, jawabku

Emang dimana itu?, tanyanya sambil penasaran

Tahu Sibolga atau Sipirok?, tanyaku

Kagak, jawabnya

Padangsidempuan itu 10-12 jam naik bus dari Medan atau Padang, 
kalau dari Pekanbaru 12-14 jam, ditengah-tengah dia, jawabku.

Padangsidempuan merupakan salah satu Kota di Sumatera Utara yang terkenal dengan Salaknya. Sebagai tanah kelahiran namun beberapa tidak mengetahui dimana Padangsidempuan. Jadi kalau ada yang tahu Padangsidempuan, rasanya bahagia sekali.

Setidaknya minimal 1 x dalam setahun wajib hukumnya balik kampung, namun entah seiring bertambah usia maka jika balik kampung maka jadi melow. Untuk balik ke perantauran rasanya malas sekalii inginnya lama-lama di kampung halaman bahkan pernah juga pas di mobil sepanjang perjalanan rasanya sedih sekali. Namun sebagai perantau harus kuat. Mungkin ini dirasakan semua orang sesama perantau!

Bicara kampung halaman, ada 6 hal yang membuatku rindu akan Padangsidempuan

1. Makanannya

mie yohana padangsidempuan

Makanan di kampung itu enak dan murah meriah. Ada beberapa makanan yang aku sangat rindu yaitu pecal, mie bufet yohana, lontong sampai satenya. Bahkan masakan mamaku juga sangat kurindukan. Entah kenapa kalau pulang kampung ke Padangsidempuan, mamaku itu pasti dimasakin banyak dan semuanya kesukaan. Padahal udah gede begini masih diperlakukan seperti bocah, kadang wajib tambah kalau sudah makan masakan mamaku. Mulai dari silalat duda, tambah tempe dan teri nasi pedas, kalau sudah begitu pengen makan melulu.

2. Bahasa

padangsidempuan
Padangsidempuan

Meski sudah pernah tinggal 5 tahun di Medan, 2 bulan di Bogor, 10 bulan di Kupang, 4 tahun di Jakarta dan sekarang terdampar di Ciwandan namun tetap logat Batakku tidak bisa hilang. Entah bagaimana caranya agar logat Batakku hilang, tapi yaudahlah yah namanya juga udah bawaan lahir. Nah kalau pulang ke Padangsidempuan aku akan sangat bahagia sekali karena semua masyarakatnya berbahasa Batak dalam percakapan sehari-hari. Merasa lega karena bisa memakai Bahasa Batak bahkan teman sekampung sampai heran karena meski merantau tapi tetap Bahasa Batakku kental. Habis kalau ketemu teman sesama Padangsidempuan pasti bawannya memakai bahasa Batak misalnya temanku si Muja yang tinggal di Jakarta pasti kalau ketemu kami berdua langsung pakai Bahasa Daerah, agak janggal kalau tidak memakai Bahasa daerah.

Baca juga contoh Bahasa Batak Padangsidempuan

3. Keluarga dan Teman

Evlin dan Marwan saat persiapan

Kelurga dan teman juga faktor utama yang membuat rindu kampung halaman. Meski dipastikan setiap pulang kampung hanya segelintir teman yang bisa aku jumpai karena kebanyakan temanku sudah menikah. Terus kalau sudah di rumah bawaannya paling jalan-jalan sama sanak saudara.

4. Becak Motornya

Sumber Photo (Bp Blogspot)
Sumber Photo (Bp Blogspot)

Becak motor Padangsidempuan ini unik, dan sepanjang perjalanan hanya ada di Sumatera Utara itupun tidak semua ada hanya ada di Padangsidempuan, Mandailing, serta di Siantar. Dulu waktu sekolah sering naik becak motor dan kemana-mana juga naik becak motor. Udah lama juga tidak naik becak motor, paling kalau pulang kampung halaman.

5. Persawahan

Padangsidempuan
Padangsidempuan

Persawahan Padangsidempuan juga membuat rindu karena saat kecil Alm. Nenekku sering membawaku dan adikku mengitari persawahan. Bermain empang, mencari siput di sungai sampai menghalau burung sambil bersantai di tempat teduh serta makan sambil melihat persawahan. Mengenang masa kecil ternyata menyenangkan bahkan di Padangsidempuan ada namanya Jalan Baru khusus area persawahan dengan jalan rayanya.

6. Lagu daerahnya

"ketabo, ketabo, ketabo dongan tu Sidimpuan ni, 
musim ni salak sannari disi dongan,
tonggi capot tai taboo",

itulah sepenggal lagu daerah dari Padangsidempuan yang aku rindu. Apalagi pas mendengarkan lagu daerah dari radio sambil makan terus ngerumpi ama keluarga, duh surga dah!

Terus bagaimana cara akses ke Padangsidempuan?

Caranya gampang dan banyak pilihan

1.Pesawat dari Jakarta langsung ke Sibolga kemudian naik bus travel lagi 2 jam ke Padangsidempuan

2. Pesawat dari Jakarta langsung ke Kuala Namu kemudian naik bus travel lagi 8 jam ke Padangsidempuan

3. Pesawat dari Jakarta langsung ke Padang kemudian naik bus travel lagi 8-10 jam ke Padangsidempuan

4. Pesawat dari Jakarta langsung ke Pekanbaru kemudian naik bus travel lagi 10-14 jam ke Padangsidempuan

5. Naik bus dari Jakarta selama 2-3 hari dan malam dan turun di Padangsidempuan

Untuk ukuran Kota, Padangsidempuan itu kecil namun orangnya ramah-ramah dan masih ASRI serta adat budayanya masih kental. Wisatanya memang masih sedikit namun jika berjalan kelaur Kota banyak wisata menarik yang bisa dikunjungi seperti Candi Portibi, Aek Sijornih, Sibolga dan Sipirok dengan pegunungan dan air panasnya. Padangsidempuan sendiri memiliki wisata Simarsayang, dan katanya sih ada tempat wisata baru yang dibuka disana namun aku belum pernah maklum pulang kampung pas sekali setahun doang.

Udah begitu dulu tentang kampung halamanku Padangsidempuan!

Ada yang mau ikut ke kampungku?

Salam

Winny

Menikmati Pantai Panjang Bengkulu


The journey of a thousand miles begins with a cash advance

By Alton Brown

pantai-bengkulu

Hello World!

Bengkulu, Desember 2016

Kak Win, apa wisata menarik di Kota Bengkulu?

Begitu pertanyaan Yuni kepadaku ketika kami hendak Dinas ke Bengkulu.

Kemudian aku teringat akan kunjungan pertama kali di Bengkulu aku hanya mengunjungi beberapa tempat wisata yang terkenal di Kota Bengkulu seperti Benteng Marlborough dan Rumah Pengasingan Soekarno, masih ada satu wisata Bengkulu yang terlewat waktu itu yaitu Pantai Panjang Bengkulu. Sehingga jika ada kesempatan berkunjung ke Bengkulu lagi maka aku membatin “ingin menyempatkan ke Pantai Panjang”. Akhirnya keinginan itu terjawab ketika mendapat kesempatan untuk balik ke Bengkulu.

Baca juga 8 wisata di Kota Bengkulu

Sebenarnya aku sudah lewat dari Pantai Panjang Bengkulu di kunjungan pertama namun tidak pernah benar-benar berhenti di depan Pantai Panjang sampai kunjungan kedua  ke Bengkulu barulah bisa singgah dan benar-benar bermain pasir di Pantai Panjang.

Pantai Panjang Bengkulu
Pantai Panjang Bengkulu
Win, ini namanya Pantai Panjang, 
kata Dimas di kunjungan pertama kali ke Bengkulu.

Waktu itu saya malahan teringat akan Pantai Pasir Panjang di Kupang.

Kok namanya sama yah yang di Kupang Dim, tanyaku kepada Dimas.

Yah sama-sama memiliki nama Pantai Panjang.  Hanya saja nama Pantai Panjang di Kupang memiliki nama tengah “Pasir” sementara di Pantai Panjang Bengkulu hanya “Panjang” saja.

Sama seperti namanya Pantai Panjang memiliki garis pantai yang panjang mencapai lebih dari 7 km sehingga tidak heran disebut Pantai Panjang. Pantai ini sering aku lewati sewaktu pulang bekerja dan memandangi Pantai Panjang sejauh mata memandang diwaktu sore memiliki kenyamanan sendiri.

Pantai Panjang Bengkulu cukup terkenal di Kota Bengkulu, dipinggir Pantai banyak terdapat warung yang menyediakan makanan serta warga lokal sering melakukan berbagai macam kegiatan olahraga disekitar Pantai seperti jogging, main volley atau sekedar bersantai di depan Pantai sambil makan kelapa yang ada dipinggir Pantai Panjang Bengkulu. Bahkan disediakan trek untuk jogging di Pantai Panjang sehingga masyarakat bisa melakukan jogging dengan pemandangan Pantai.

Lumayan seru ya jogging di depan Pantai?

Keunikan dari Pantai Panjang Bengkulu terdapat pada pasirnya yang putih lengkap dengan deburan ombak serta pohon cemara dan pinus yang tumbuh di tepi Pantai Panjang yang menambah keindahan objek wisata andalan Bengkulu ini.

Kak kita main ke Pantai Panjang yah pas pulang Kerja, kata Yuni

Ok Yuni, aku juga belum pernah singgah di Pantai Panjang kataku

Sama dengan Pantai alami di Indonesia pada umumnya maka untuk menikmati suasana Pantai Panjang di Bengkulu tidak perlu bayar alias Gratis. Karena memang Pantainya Panjang jadi mau berjalan sepanjang Pantai juga tidak masalah, asalkan kaki kuat saja berjalan. Namun sayangnya masih ada beberapa sampah di Pantai Panjang yang kami temui, agak disayangkan untuk ukuran Pantai yang memiliki Pasir yang lumayan bagus.

Pantai Panjang Bengkulu
Pantai Panjang Bengkulu
Kak Winny, aku sangat suka Pantai, begitu kata Yuni

Bagus gak sih Pantai Panjang Bengkulu? 
Bisa renang gak ya lanjut Yuni

Lumayan bagus kok Pantainya Yun, 
cuma aku belum pernah lihat orang berenang di Pantainya lanjutku

Dan benar sewaktu dua kali ke Bengkulu tidak pernah aku lihat orang mandi di Pantai Panjang kebanyakan warga lokal itu bersantai. Pilihan bersantai memang menjadi pilihan terbaik karena banyak aneka pilihan makanan di sekitar Pantai bahkan penginapan juga banyak sekali di sepanjang Pantai Panjang Bengkulu.

Sayangnya kami cuma sebentar bersantai di depan Pantai Bengkulu, padahal ada satu spot menarik di depan Pantai Bengkulu yaitu berupa pohon pinus dengan latar belakang Pantai Panjang pasti Instagrammable banget dah!

Walau hampir tiap hari kami lewati sepanjang Dinas di Bengkulu namun kami tidak pernah berhenti khusus malahan kami berhenti di depan Pantai untuk makan siang. Itupun karena ajakan teman untuk makan siang di depan Pantai Panjang. Karena aku sempat menanyakan dimana tempat makan yang enak di Bengkulu kepada teman Blogger bahkan sempat aku menanyakan Om Google  “tempat makanan enak di Bengkulu” dan salah satunya restauran Resto Kampoeng Pesisir tempat yang juga direkomendasikan di Blog Ata.

Ata dimana tempat makan yang enak di Bengkulu, begitu tanyaku kepada Ata

Kebanyakan seafood kak didepan Pantai Panjang ada tempat langgananku

Akhirnya bak gayung bersambut ternyata kami pas makan siangnya di depan Pantai Panjang alhasil kami bisa sempat bersantai di depan Pantai.

Kak aku senang akhirnya bisa melihat Pantai kata Yuni
Meski tidak jadi berenang aku cukup senang padahal
Yuni udah bawa Baju renang loh, katanya dengan semangat

Bahagianya begitu sederhana, sesederhana melihat Pantai!

Ah andai aku anak Pantai dan penyuka Pantai seperti Yuni!

Namun memang wisata Bahari Indonesia itu indah terlebih Pantainya, meski Pantai Bengkulu tidak setenar Pantai cantik di Indonesia namun Pantai Bengkulu lumayan bagus dan cocok bagi anak Pantai khususnya area Pinusnya yang super kece dengan latar belakang Pantai. Serasa Twilight versi Pantai!

Btw ada yang pernah ke Pantai Panjang Bengkulu?

Atau ada anak Pantai yang bisa merekomendasikan Pantai di Indonesia yang kece?

Lokasi Pantai Panjang Bengkulu

3 km dari Pusat Kota Bengkulu

Salam

Winny

4 Museum Menarik di Sawah Lunto


Holding on is believing that there’s a past; letting go is knowing that there’s a future.

By Daphne Rose Kingman

sawah-lunto

Hello World!

Sawah Lunto, Agustus 2016

Ayo sebutkan salah satu daerah penghasil batu bara di Indonesia? Bagi dulunya di SD suka baca RPUL, pasti masih ingat “Sawah Lunto” sebagai Kota penghasil batu bara. Tahun 1800 Belanda masuk melakukan penelitian di Sawah Lunto. Kemudian pernelitan pertama di tahun 1858 oleh Ir. C. De Groot van Embden lalu tahun 1867 dilanjutkan oleh Ir. Willem Hendrik de Greve yang menemukan kandungan batu bara dibawah Sawah Lunto sebanyak 200 juta Ton sehingga membuat Belanda membangun infrastruktur di Sawah Lunto di tahun 1888. Gara-gara penelitian inilah Sawah Lunto berubah menjadi Kota Tambang Batu Bara yang pekerjanya dari Jawa dan Sulawesi. Sawah Lunto sendiri berasal dari kara “Sawah” dan “Lunto” yang berate nama sungai yang mengairi sawah yang merupakan salah satu Kota yang ada di Sumatera Barat.

Karena dulunya Sawah Lunto terkenal dengan tambang batu bara maka setidaknya ada 4 Museum Menarik di Sawah Lunto yang berhubungan dengan Batu Bara. Tapi bagiku Sawah Lunto tak sekedar bekas batu bara karena ketika mengunjungi Sawah Lunto pertama kali, kesan mengenai Sawah Lunto lebih kepada “Little Holland”. Kenapa? Karena bangunan di Kota Sawah Lunto ini mirip berada di Luar Negeri, rumahnya masih banyak peninggalan Belanda jadi betah berlama-lama.

Buat teman-teman yang hendak berlibut ke Sumatera Barat, maka taka da salahnya mengunjugi Sawah Lunto dan mengunjungi 4 Museum Menarik Sawah Lunto.

1.Museum Gudang Ransoem

Museum Gudang Ransoem
Museum Gudang Ransoem

Mau lihat dapur umum dengan dua gudang besar lengkap dengan tungku pembakaran (stream generator) yang memasak 3900 kg berasa setiap hari? Itu ada di Gedung Museum Goedang Ransum Sawah Lunto. Gedung Museum Goedang Ransum Sawah Lunto kita bisa melihat bagaimana di tahun 1918 sudah ada teknologi tungku pembakaran untuk makanan para pekerja tambang.  Di dalam museum juga kita bisa melihat sejarah pekerja tambang batu bara, bekas  batu nisan pekerja yang meninggal dengan hanya diberi nomor saja sampai porsi makanan dan peralatan masak zaman dulu. Memasuki Gedung Museum Goedang Ransum Sawah Lunto buatku agak merinding, merinding bagaimana orang dulu bisa membuat tungku gede dan bisa memiliki alat masuk gede untuk pekerja dimasanya.

Harga Tiket Masuk Museum Gudang Ransum

tiket seharga Rp 5.000

Jadwal Buka Museum Gudang Ransum

Selasa – Jumat 07:30-16:30, serta Sabtu dan Minggu 09:00-16:00.

Alamat Museum Gudang Ransum

Jl. Abdul Rahman Hakim, Kelurahan Air Dingin,

Kecamatan Lembah Segar

Sawah Lunto

Sumatera Barat

2. Info Box dan Lobang Tambang Mbah Soero  

Lobang Mbah Soero
Lobang Mbah Soero

Tempat kedua yang kami kunjungi adalah Lobang Tambang Mbah Soero yang masih satu lokasi dengan Galeri Info Box. Galeri Info Box merupakan pusat informasi sejarah tambang batubara di Sawah Lunto. Di Galeri Info Box kami memakai safety shoes dan meminjam helm sebelum memasuki  Lobang Tambang Mbah Soero. Di dalam Galeri Info Box juga masih ada bekas rantai para pekerja tambang batu bara. Rantai? Emang pekerja zaman dulu di rantai? Jawabannya iya, jadi pekerja tambang batubara di Lobang Mbah Soero di rantai kakinya agar tidak lari. Para pekerja tambang Lobang Mbah Soero di kawasan Soegar merupakan tenaga kerja yang menurut Belanda pemberontak didatangkan dari berbagai penjuru Nusantara sebagai buruh paksa karena makanan seadanya, upah kecil bahkan kakinya dirantai. Bahkan jika meninggal dalam menggali batu bara maka si buruh makamya seadanya. Kami yang memasuki Lobang Mbah Soero yang dibuka tahun 1898 karena kandungan barubaranya sampai 7000 kalori dengan tour guide yang memandu kami. Ada udara dalam Lubang Mbah Soero namun tetap saja aku merasa spooky karena hawa dan lubang yang gelap. Aku tidak membayangkan terowongan sepanjang 185 meter dibangun dari orang rantai. Bahkan ada beberapa ruangan yang ditutup karena kesan mistis yang kuat. Terus kenapa namanya Lobang Mbah Soero? Karena pada awal abad ke-20 Belanda mendatangkan Mbak Soero dari Jawa sebagai mandor untuk pekerja tambang. Beberapa lobang belum dibuka untuk umum namun mengunjugi Lubang Mbah Soero harus didatangi walau kesan angker memang tapi kapan lagi tahu bekas tambang batubara yang dibuat pekerja rantai dimasanya yang telah memakan banyak korban.

Jadwal Buka Info Box Galeri Tambang Batubara dan Lobang Tambang Mbah Soero
Senin – Minggu 9.00-17.30
Harga Tiket
Info Box Galeri Tambang Batubara gratis
Lobang Mbah Soero Rp 8000

Alamat Info Box Galeri Tambang Batubara dan Lobang Tambang Mbah Soero
Jl. Muhammad Yazid
Kota Sawahlunto
Sumatera Barat

3.Museum Tambang Batubara Ombilin

Museum Tambang Batubara Ombilin
Museum Tambang Batubara Ombilin

Museum ketiga yang kami kunjungi di Sawah Lunto adalah Museum Tambang Batubara Ombilin yang didirikan oleh PT Bukit Asam. Di Museum Tambang Batubara Ombilin kami mempelajari tentang batubara mulai dari kandungan kalori, peralatan kantor yang digunakan zaman dulu, sampai kepada foto sejarah pertambangan. Bahkan mesin tik dan stempel yang digunakan  Belanda tahun 1892. Di depan pintu masuk kami disambut patung patung Ir. J.W.Ijzermen, pemimpin proyek penambangan batubara Ombilin di Sawahlunto.

4.Museum Kereta Api

Museum Kereta Api
Museum Kereta Api

Nah selain di Ambarawa, Sawah Lunto juga memiliki museum kereta api. Pembanguan kereta api di Sawah lunto tahun 1889 dan ketika kami masuk ke dalam Museum yang lebih mirip seperti stasiun kereta dengan bangkai kereta kami sangat terkesan karena di dalam Museum Kereta Api terdapat  rangkaian gerbong kereta dari berbagai zaman dan miniatur lokomotif uap.

Tiket Masuk Museum Kereta Api

Rp5000

Jam Buka Museum Kereta Api

Selasa hingga Minggu pukul 08:00-17:00

Alamat Museum Kereta Api

Kampung Teleng, Kelurahan Pasar

Sawah Lunto

Sumatera Barat

Ada yang sudah pernah ke Museum Sawah Lunto Sumatera Barat? Bagaimana pengalamannya disana?

Salam

Winny

 

 

Tantangan Mengangkat Batu Angkek Angkek Batusangkar


The person you love is the one who comes when you don’t even ask
By Unknown

batu-angkek-angkek-sumbar

Hello World

Batusangkar, Agustus 2016

Bentuknya seperti cangkang kura-kura, berwarna kuning agak kecoklatan serta ada tulisan lafadz Allah dan Muhammad dengan beberapa bagian yang terkelupas namun beratnya tidak ada yang memastikan. Namanya adalah Batu Angkek-Angkek yang berarti Batu Angkat, angkek = angkat. Waktu mendengar pertama kali Batu Angkek-angkek yang terbayang bagiku Batu Angkat mikirnya langsung batu ngapain di angkat. Terus mikir juga ternyata aku mengerti loh arti Angkek itu karena Bahasa Batak di Padangsidempuan juga kalau mengatakan angkat itu bisa juga angkek. Uniknya Batu Angkek Angkek di Batusangkar Sumatera Barat menjadi salah wisata yang banyak dikunjungin wisatawan, alasannya karena penasaran dengan mitos yang beredar bahwa jika mampu mengangkat batu Angkek-angkek untuk meminta petunjuk.

Tata Tertib Batu Angkek-angkek
Tata Tertib Batu Angkek-angkek

Batu Angkek-angkek sendiri pertama kali ditemukan oleh Datuak Bandaro Kayo saat akan memasang tiang rumah yang merupakan kepala suku kaum Piliang. Batu Angkek-angkek sebenarnya dua tapi yang berhasil dikeluarkan dari tanah hanya satu saja. Kemudian untuk mengangkat batu ke pangkuan tidak mudah karena ada yang mudah mengangkatnya ada yang susah.

Kalau menurutku mencona mengangkat Batu Angkek-angkek merupakan tantangan tersendiri. Letak Batu Angkek-angkek di rumah Gadang dijaga langsung oleh keturunan Datuak Bandaro Kayo. Beliau menjelaskan jangan menjadi syirik karena Batu Angkek-angkek. Terus goyonan yang lucu saat si Bapak berkata “namanya Batu Angkek-angkek jadi harus diangkat jangan dilihat-lihat ntar namanya batu lihat-lihat”.

Batu Angkek-angkek
Batu Angkek-angkek

Akhirnya kami mencoba mengangkat batu dengan mengikuti aturan yang ada di rumah Gadang itu. Oh ya Rumah Gadangnya umurnya udah tua loh bahkan umur batunya juga udah tua. Nah aku dua kali coba tapi merasa tertantang saja dan benar untuk mengangkat batu rasanya susah sekali.

Batu Angkek-angkek
Batu Angkek-angkek

Lokasi batu Angkek-angkek

Rumah Gadang di Nagari Balat Tabuh, Sungayang,

Tanah Datar, Batusangkar,

Sumatera Barat.

Salam

Winny

25 Pilihan Objek Wisata di Sumatera Barat


Don’t cry when the sun is gone, because the tears won’t let you see the stars

By Violete Parra

Pulau Pasumpahan Padang Sumbar

Hello World

Sumatera Barat 2010, 2016

Ranah Minang memang memiliki Pesona menarik untuk dijelajah karena begitu banyak pilihan wisata yang ada di Sumatera Barat mulai dari alamnya, kulinernya, hingga budayanya. Bahkan aku pernah sampai bela-belain dari Medan sehabis tamat kuliah naik bus selama 27 jam demi mengunjungi objek wisata di Sumatera Barat. Kala itu aku penasaran dengan Jl. Dr Johan dekat dengan Jam Gadang Bukittingi karena dari situlah Surat Lebaran pertama dari Cinta pertama terkirim. Ternyata walau 10 hari menjelajah wisata Sumatera Barat tidak cukup hanya bisa mengunjungi wisata Sumatera Barat yang umu-umum saja, untungnya di tahun 2016 aku bisa menapakkan kaki lagi ke Sumatera Barat untuk mengunjungi sisa-sisa objek wsiata Sumatera Barat yang belum pernah dikunjungi sebelumnya. Tentu saja walau dua kali ke Sumatera Barat tidak sepenuhnya dapat menaklukkan Ranah Minang, namun semoga tempat yang pernah saya kunjungi bisa menjadi pilihan objek wisata yang hendak dikunjungi jika berada di Sumatera Barat.

25 Pilihan Objek Wisata di Sumatera Barat

1. Halau

Halau
Halau

Di tahun 2010 aku diajak temanku Nyakmat ke Payakumbuh terus kami mengunjungi Halau. Halau itu menurutku snagat indah karena pemandangan bebatuan, persawahan, tebing sampai air terjun ada. Mengunjungi Harau naik becak motor waktu itu dengan pemandangan kiri kanan hijau membuatku jatuh cinta dengan Halau, terbayar perjalanan seorang diri ke Sumatera Barat. Jadi jika ingin travelling ke Sumatera Barat, Halau bisa menjadi pilihan terbaik.

2. Gua Ngalau Indah

 Gua Ngalau Indah di Payakumbuh
Gua Ngalau Indah di Payakumbuh

Sumatera Barat juga mempunyai Gua yaitu Gua Ngalau Indah dan masih berada di daerah Payakumbu. Gua Ngalau Indah masih alami, bebatuan, serta bentuknya bermacam-macam, sayangnya karena kedatangan kami kesorean terus temanku Nyakmat lihat ada yang “lewat baju putih”, akhirnya kami tidak jadi masuk ke dalam. Walau masih penasaran sih masuk kedalam Gua Ngalau Indah.

3. Jam Gadang

Jam Gadang
Jam Gadang

Jam Gadang mungkin wisata mainstream di Bukittinggi, namun aku tetap suka dengan Jam Gadang apalagi pas malam hari sambil minum susu hangat melihat keramaian pengunjung Jam Gadang. Nyaman menikmati harinya!

4. Lobang Jepang Bukittingi

Lobang Jepang Bukittinggi
Lobang Jepang Bukittinggi

Lubang Jepang Bukittiggi merupakan saksi bisu sejarah dimana Lubang ini dibuat sebagai pertahanan. Walau lubang namun memasuki Lubang Jepang tidak pengap, pencahayaannya bagus nyaman untuk dikunjungi. Di dalam Lubang Jepang bisa ditemukan bilik atau ruangan seperti ruangan amunisi dan sebagainya.

5. Ngarai Sianok

Panorama Bukittinggi
Ngarai Sianok

Ngarai si Anok juga merupakan pilihan wisata di Sumatera Barat jika ingin berkunjung karena pemandangan batu kapurnya itu khas dengan pegunungan dan merupakan salah satu iconik objek wisata Bukittingi.

6. Rumah Bung Hatta

Rumah Kelahiran Bung Hatta
Rumah Kelahiran Bung Hatta

Siapa yang tidak mengenal Bung Hatta, salah satu pencetus Proklamasi yang pernah menjadi Wakil Presiden Indonesia. Nah mengunjungi rumah kelahirannya merupakan perjalanan menarik tersendiri jadi bisa masuk ke pilihan wisata menarik di Sumatera Barat siapa tahu dengan mengunjungi rumah Bung Hatta bisa menumpuhkan jiwa patriotisme kita.

7. Fort de Kock

Benteng Fort De Kock di Bukittinggi Sumatera Barat
Benteng Fort De Kock di Bukittinggi Sumatera Barat

Tak jauh dari Jembatan Limpapeh, jangan lupa mengunjungi Benteng Fort De Kock di Bukittinggi sebagai pilihan wisata di Sumatera Barat. Merupakan peninggalan Belanda dan satu lokasi dengan Kebun Binatang Bukittinggi, dan disini masih ada loh bekas meriamnya.

8. Pecinan Bukittingi

Jembatan Limpapeh
Jembatan Limpapeh

Pecinan Bukittingi ada di bawah Jembatan Limpapeh, tempat berkumpulnya backpacker. Jadi jika mengunjungi Bukittingi dan ingin berkunjung dengan para bule dan bakcpacker lokal lokasinya di Pecinan Bukittinggi.

9. Tabiang Takaruang

Tabiang Takuruang Bukittinggi
Tabiang Takuruang Bukittinggi

Tabiang Takuruang juga masuk top pilihan wisata wajib di Sumatera Barat karena nuansa dan tempatnya asri, ada sungai, ada Cafe untuk makan membuat betah lama-lama bersantai.

10. Istana Pagaruyung

 Istana Pagaruyung
Istana Pagaruyung

Jika ingin melihat Rumah Gadang yang elok maka singgahlan ke Istana Pagaruyung dan masukkan ke dalam pilihan wisata di Sumatera Barat karena selain belajar sejarah tentang Kerajaan Minang dulunya maka bisa juga mencoba Pakaian Adat Minang. Kurang kece apa coba berphoto dengan latar belakang Istana dengan bentuk runcing khas Rumah Gadang terus memakai baju Minang, dipastikan yang lihat photomu bakal envy banget 🙂

11. Batu Agkek-Angkek

Batu Angkek-angkek
Batu Angkek-angkek

Tidak ada yang mengetahui berat dari Batu Angkek-angkek yang pasti yang tenaganya besar belum tentu bisa mengangkatnya dan berukuran kecil bisa jadi bisa mengangkatnya. Jadi jika penasaran ingin mengangkat batu angkek-angkek maka batu angkek-angek bisa masuk kedalam daftar wisata yang dikunjugi di Sumatera Barat.

12. Pacu Jawi

PACU JAWI
PACU JAWI

Sebagai wisatawan lokal sebenarnya aku malu baru mengetahui tentang Pacu Jawi karena wisatawan macanegara saja jauh-jauh datang ke Sumatera Barat demi mengabadikan Pacu Jawi. Pacu Jawi sendiri mirip seperti Karapan Sapi di Madura bedanya Pacu Jawi dilaksanakan di tempat berlumpur bahkan sang Joki tak segan menggigit ekor Sapi demi melaju lurus dan kencang. Kalau saranku jika ingin jalan-jalan ke Sumatera Barat, agendakan untuk mengunjungi Pacu Jawi khususnya pecinta phototographi.

13. Pandai Sikek

Tenun Pandi Sikek
Pandi Sikek

Pilihan wisata Sumatara Barat lainnya adalah Pandai Sikek yaitu melihat bagaimana cara menenun Songket Minang. Dan harganya juga variasi dari yang murah hingga mahal.

14. Rumah Puisi Taufik Ismail

Rumah Puisi Taufiq Ismail
Rumah Puisi Taufiq Ismail

Kamu anak sastra? Jangan ngaku anak Sastra jika belum ke Rumah Puisi Taufik Ismail karena disini banyak sekali literatur Sastra yang bisa dibaca.  Selain itu pemandangan di sekitar Rumah Puisi Taufik Ismail itu beuuuh “beautiful” kayak lagu hits aja ya!

15. Silek Lanyah

Silek Lanyah Padang Panjang
Silek Lanyah Padang Panjang

Silat itu memang khas Indonesia apalagi bela diri ini sangat kental dari Ranah Minang. Namun untuk Silek Lanyah merupakan Silat di Sawah loh berada di Padang Panjang. Attraksi Silek Lanyah wajib dimasukkan ke dalam tempat yang harus dikunjungi di Sumatera Barat.

16. Sekolah Musik ISI Padang Panjang

ISI
ISI

Ngapain mengunjungi sekolah Musik? Jangan salah, ISI yang merupakan sekolah musik di Padang Panjang merupakan tempat melihat mahasiswa dengan piawai memainkan musik tradisonal dan sering berlatih tarian khas daerah bahkan mereka sering diundang di acara internasional. Kurang keren apa coba?

17. Danau Maninjau

Danau Maninjau
Danau Maninjau

Danau Maninjau merupakan salah satu Danau yang indah menurutku. Tenang dan cantik, jadi wajar aku masukkan dalam pilihan wisata Sumatera Barat. Dijamin tidak akan menyesal jika mengunjungi Danau Maninjau.

18. Puncak Lawang Nagari Matur

Puncak Lawang Nagari Matur
Puncak Lawang Nagari Matur

Puncak Lawang Nagari Matur merupakan tempat terbaik untuk melihat Danau Maninjau Letaknya di ketinggian, udaranya sejuk banyak warung lagi disekitarnya, kebayang kan betapa nikmatanya bersantai di Matur sambil melihat Danau Maninjau.

19. Danau Singkarak

Danau Singkarak Sumatera Barat
Danau Singkarak Sumatera Barat

Ada yang tahu Tour Singkarak, yaitu lomba internasional bersepeda? Nah Danau Singkarak dan Tour ISngkarak merupakan wisata pilihan yang boleh dimasukkan ke dalam tujuan wisatamu di Sumatera Barat.

20. Air Terjun Lembah Si Anai

Lembah si Anai
Lembah si Anai

Lembah Si Anai merupakan air terjun yang berada di tepi jalan, sangat terkenal dan airnya jernih. Yah Sumatera Barat juga punya wisata air terjun keren dong!

21. Pulau Pasumpahan

Pulau Pasumpahan Padang Sumatera Barat
Pulau Pasumpahan Padang Sumatera Barat

Pulau Pasumpahan itu indah, walau aku belum pernah ke Raja Ampat paling tidak sudah mengunjungi Raja Ampat Sumatera. Pantainya bersih, warna lautnya unik dan pemandangannya patut diacungin jempol!

22. Pantai Air Manis Malin Kundang

Pantai Aek Manih
Malin Kundang

Siapa yang tidak tahu kisah Malin Kundang yang dikutuk karena durhaka kepada ibunya. Nah di Padang ada loh Pantai Air Manis tempat batu MALIN KUNDANG berada, jadi jika penasaran dengan si Malin maka jangan lewatakan Pantai Air Manis dalam tujuan wisata di Sumatera Barat.

23. Pantai Pariaman

Pantai Pariaman
Pantai Pariaman

Pariaman tidak melulu sate loh, pantainya cakep dan indah. Aku paling suka makan Nasi Padang dengan pemandangan Pantai Pariaman, duh sedap dan santai! Jadi bisalah dijadikan tempat wisata pilihan di Sumatera Barat

24 Museum Sawah Lunto

Sawah Lunto
Sawah Lunto

Sawah Lunto itu ibaratnya Little Holland, kenapa bangunannya itu loh jadul khas Belanda bangat. Tidak hanya itu setidaknya ada 4 museum pilihan yang bisa dikunjungi di Sawah lunto, apalagi dulu Sawah Lunto terkenal penghasil Batu Bara. Bahkan di Sawah Lunto itu ada Lobang Mbak Soero yang katanya jika dibongkar maka rata-rata Sawah Lunto itu merupakan kota diatas Lobang. Keren gak tuh?

25. Padang Village

Pusat Dokumentasi dan informasi Kebudayaan Minangkabau Padang Panjang
Pusat Dokumentasi dan informasi Kebudayaan Minangkabau Padang Panjang

Padang Village juga boleh dimasukkan didalam daftar wisata tujuan menarik di Sumatera Barat karena bisa mempelajari adat istiadat Minang, tentang rumah Gadang dan tentu saja bisa mencoba Suntiang.

Nah 25 Pilihan Objek Wisata di Sumatera Barat yang aku buat hanyalah gambaran kecil dari ribuan tujuan wisata menarik di Sumatera Barat. Semoga tulisan ini bisa menjadi pilihan objek wisata di Sumetara Barat jika kamu hendak liburan ke Sumatera Barat. Oh ya kalau ada sponsor yang hendak nawarin ke Mentawai aku dengan senang hati loh (ngarep), maklum belum ke Mentawai, impian wisata di Sumatera Barat berikutnya.

Oh ya selain dari 25 Pilihan Objek Wisata di Sumatera Barat, teman-teman punya rekomendasi wisata menarik di Sumatera Barat?

Salam

Winny

Tidak ke Sumatera Barat jika belum ke Istana Pagaruyung


Isn’t it an irony when we ignore each other and pretend the other person doesn’t exist when love fades away?

By Unknown

 Istana Pagaruyung

Hello World

Batusangkar, Agustus 2016

“Win, jadi kamu belum ke Batusangkar melihat Istano Basa Pagaruyung?”, kata temanku Irma di tahun 2010. Ah belum lengkap perjalananmu di Sumatera Barat menimpali yang semakin membuatku sedikit jengkel. Maklum waktu itu jalan sendirian keliling Sumatera Barat seorang diri bukanlah perkara mudah serta keterbatasan waktu dan dana. Eh siapa sangka ternyata ada kesempatan mengunjungi Istano Basa Pagaruyung di Batusangkar dari Pesona Indonesia. Rezeki anak soleh ya 😀

 Istana Pagaruyung
Istana Pagaruyung

Kami sampai di Istano Basa Pagaruyung sekitar jam 11an dan waktu itu matahari terik sekali. Setelah mamarkirkan mobil, kami masuk kedalam Istana Pagaruyungm wisata menarik di Sumatera Barat karena salah satu icon dari kebudayaan Suku Minang. Istano Basa Pagaruyung artinya istana besar  memiliki bentuk seperti rumah gadang dengan runcing keatas. Istano Basa Pagaruyung atau sering disingkat Isatan Pagaruyung merupakan replika dan aslinya berada di bukit Batu Patah tapi terbakar tahun 1804 lalu didirikan kembali dan terbakar kembali di tahun 1966. Istana Pagaruyung merupakan Istana Raja Alam berjenis Alang Babega. Entah kenapa nasib Istana Pagaruyung selalu terbakar tapi yang pasti tahun 2007 juga terbakar terkena petir lalu dibangun kembali, karena icon suku Minangkabau.

 Istana Pagaruyung
Istana Pagaruyung

Dari sejarah beberapa kali kebakaran aku sungguh salut upaya memilihara Istana Pagaruyung yang menurutku memanga harus dilestarikan mengingat salah satu bukti Kerajaan Pagaruyung (1500-1825) pernah ada di Sumatera Barat. Sehingga pas masuk ke pintu masuk aku itu langsung takjub dengan bangunan Istana Pagaruyung, megah dan mempesona. Untuk masuk kedalam Istana Pagaruyung harus membuka sepatu kemudian menaiki anak tangga. Didalam Istana Pagaruyung terdiri 3 buah lantai kemudian ada 2 ruangan dapur, kemudian ruang dayang. Didalam juga terdapat peninggalan berupa budaya Minang.

Pilar di dalam Istana Pagaruyung bahkan sangat aku suka, di dalam Istana Pagaruyung juga bisa melihat sejarah tentang Istana Pagaruyung. Bahkan di Istana Pagaruyung bisa meminjam baju pakaian adat Minang loh lengkap dengan Suntiang seperti yang kami lakukan di Minang Village Padang Panjang.

 Istana Pagaruyung
Istana Pagaruyung
 Istana Pagaruyung
Istana Pagaruyung

Sayangnya kami cuma sebentar di Istana Pagaruyung namun cukup menyenangkan masuk kedalam Istana Pagaruyung masuk ke dapurnya, naik keatas biliknya kemudian di bagian bawah tempat peminjaman Suntiang dan baju Minang, merasa seperti anak Minang dah!

Wajar sih ya temanku dulu sangat merekomendasikan untuk mengunjungi Istana Pagaruyung karena memang jika ingin melihat seluk beluk kerajaan Islam maka Istana Pagaruyung merupakan pilihan yang tepat!

 Istana Pagaruyung
Istana Pagaruyung

Harga Tiket Masuk Istana Basa Pagaruyung

Dewasa Rp7000

Anak-anak Rp5.000

Wisatawan Mancanegara Rp12.000

Anak-anak Wisatawan Mancanegara Rp10.000

Alamat Istana Basa Pagaruyung

Jalan Sultan Alam Bagagarsyah

Nagari Pagaruyung, Tanjung Emas

Tanah Datar,

Sumatera Barat

Salam

Winny

 

 

.

 

 

 

Jika ke Bukittingi Jangan Lewatkan Tabiang Takuruang


If someone wants to be a part of your life, they’ll make an effort to be in it.. Don’t bother reserving a space in your heart for someone who doesn’t make an effort to stay
By Unknown

winny-marlina

Hello World

Bukittingi, Agustus 2016

Hayoo coba sebutkan wisata Bukittingi yang ngehits? Wisata Bukittingi ada Jam Gadang, Ngarari Sianok, Janjang Saribu, Lubang Jepang, Great wall of Koto Gadang, Benteng Fort de Kock, Kampung China. Terus ada yang pernah dengar nama wisata Bukittingi “Tabiang Takuruang”? Tabiang Takuruang merupakan salah satu wisata terbaru yang tak jauh dari Bukittingi, Sumatera Barat karena pemandangan mempesona mulai dari Sungai dengan air jernih, bukit yang menjulang sendiri serta latar belakang Puncak Singgalang. Arti Tabiang Takuruang artinya Bukit Terkurung karena memang sebuah tebing tinggi teronggok menjulang membelah sungai menjadi dua jalur terus dikelilinginya bukit. Taruko sendiri adalah nama  sebuah kafe yang berada di kaki bukit. Jadi ada CafĂ© Taruko dengan pemandangan Tabiang Takaruang.

Tabiiang Takaruang
Tabiang Takaruang

“Jadi Tabiang Takuruang dan Ngarai Sianok itu terbentuk karena gempa besar ribuan tahun lalu yang menguncang Sumatera Barat dan membuat terjadinya patahan semangko ynag membentang sepanjang Pulau Sumatera. Jadi karena gempa bagian Ngarai yang menjadi lembah adalah bagian tanah yang turun. Namun uniknya di bagian Takuruang itu tinggal sebongkahan tanah besar atau tebing. Dulu dataran di atasnya lebih besar tidak terlalu runcing. Kemudian runtuh pada gempa tahun 2007 sehingga puncaknya menjadi runcing seperti sekarang. Dulu disekitar Tabiang Takuruang juga banyak kerbau liar sehingga Belanda menyebutnya Kerbauvanget”, tutur Eman dari info Sumbar.

Cafe Taruko
Cafe Taruko

Kami sendiri sampai ke Café Taruko pas siang hari demi si Tabiang Takarung. Café Taruko ini sering disebut Kafe Bule karena memang makannya kebanyakan makanan bule seperti omelet, sandwich dan lain-lain. Tapi pas kami kesana memang ada Orang Bulenya sih fasih lagi Bahasa Indonesianya. Taruko Café Bukittingi atapnya jerami, bangunannya dari kayu dan ornament etnik serta bangkunya dari kayu. Tidak jauh dari Café Taruko terdapat lapangan luas, sungai jernih serta bangunan beratap lancip khas Minangkabau. Dari Café Taruko kami menikmati pemandangan Tabiang Takarung walau kami gagal berjumpa Kerbaunya namun kami berhasil main air di Sungai dengan latar Tabiang Takarung. Entah kenapa asik banget bersantai di Tabiang Takarung, mungkin karena perpaduan alam yang Indah.

Tabiang Takuruang Bukittinggi
Tabiang Takuruang Bukittinggi

Main percik air Sungai, main ayunan terus selesai itu berleha-leha di Café sambil minum jus strawberry. Santai dan refreshing!

Jadi Bagi yang jalan-jalan di Bukittingi, mengunjungi Tabiang Takarung pilihan yang tepat saat liburan. Cakep, dan menenangkan!

Tabiang Takuruang Bukittinggi
Tabiang Takuruang Bukittinggi

Lokasi Taruko Caferesto dan Tabiang Takuruang

Jalan Binuang, Nagari Lambah

Sianok Anam Suku, Kec IV Koto

Kabupaten Agam

Sumatera Barat

Btw

SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA YA BAGI KAUM MUSLIM SELURUH DUNIA!

Salam

Winny

Melihat Songket Minang di Nagari Pandai Sikek


It’s not that I’m so smart, it’s just that I stay with problems longer

Albert Einstein

pandai-sikek-padang-panjang

Hello World!

Padang Panjang, Agustus 2016

Mobil kami menuju ke Nagari Pandai Sikek di Padang Panjang. Awalnya aku tidak tahu apa itu Pandai Sikek. Ternyata Pandai Sikek artinya yang pandai bertenun dan Nagari artinya Desa jadi Desa yang pandai bertenun. Yah aku dan rombongan Blogger dalam acara Pesona Minang mengunjungi Pandai Sikek. Rupanya hasil dari Pandai Sikek itu berupa Songket ala Minang. Aku baru tahu kalau Sumatera Barat ternyata memiliki Songket juga karena dalam persepsiku ingat Songket pasti ingat Palembang eh siapa sangka Songket ada juga Ranah Minang. Uniknya kain Songket dalam Bahasa Minang disebut “balapak”. Untuk motif kain tenun Pandai sikek selalu diambil dari kain tua dan harganya lumayan bervariasi bahkan ada yang sampai belasan bahkan puluhan juta.

Tenun Pandi Sikek
Tenun Pandi Sikek

Keunikan dari Nagari Pandai Sikek karena keahlian penduduk yang  rata-rata memiliki bakat dalam menenun, bahkan mengukir kayu sebagai hiasan bahkan kerjaan ini sudah menjadi pekerjaan utama dari dulu-dulu alias sejak akhir abad ke 18. Belum lagi pemandangan alam yang Indah sekali di Nagari Pandai Sikek mulai dari persawahan hingga pemandangan Gunung Singgalang dan Gunung Marapi sehingga tak heran Nagari Pandai Sikek menajdi salah satu wisata yang menarik di Sumatera Barat untuk dikunjungi dan menjadi tujuan wisata.

Memasuki sebuah rumah yang berisi tenunan kami melihat seorang Gadis muda sedang menenun. Tangannya memegang benang berwarna emas dan tangan yang satu lagi memintal dengan teliti sekali. Untuk pertama kali dalam hidupku aku melihat proses pembuatan Songket di Nagari Pandai Sikek, kalau menenun sih pernah pas di Toraja. Tapi kayaknya sama aja ya, intinya Indonesia paling keren hasil tenunannya!

 

Songket seharga Rp15juta
Songket seharga Rp15juta

Kami juga sempat melihat koleksi Songket yang dipajang dengan warna-warni. Variasi harga dari Balapak tergantung bahan yang dipakai dan berapa lama dalam mengerjakannya. Kalau menurutku sih wajar harganya mahal mengingat tingkat pengerjannya itu.

Tapi ada satu kejadian yang sungguh membuatku malu dan bikin deg-degan saat berada di Pantai Sikek yaitu ketika aku menjatuhkan Songket berwarna merah yang kisaran harganya Rp15.000.000. Untung Songketnya tidak rusak, kalau tidak aku bisa tergadai di Pandai Sikek. Gara-gara adegan menjatuhkan songket harga jeti-jeti alhasil aku mengambil langkah seribu keluar dari Pandai Sikek dan memandang Gunung Singgalang.

Lokasi Nagari Pandai Sikek

Kecamatan Sepuluh Koto

Kabupaten Tanah Datar

Padang Panjang, Sumatera Barat

Salam

Winny