Cara Mengurus Visa Irlandia di Kedutaan Ireland Jakarta


The universe owes you nothing, you owe it to yourself to be the master of where your life ends up

By Benny Lewis

Jalan Curug Kembar dan Ciajeung Banten

Hello World!

Ciwandan, 2 Maret 2017

"Visa Irlandia gratis bok", begitu perkataan Tama teman blogger yang sudah 
kemana-mana menjelah Bumi kepadaku 

"Benarkah?", kataku dengan tidak percaya

"Iya katanya", dengan semangat

Dan entah kenapa aku jadi merasa gagal menjadi Blogger hobi keluyuran padahal kalau diingat-ingat kak Binibule pernah membuat artikel di Blognya tentang mendaftar Visa Irlandia (Ireland). Akhirnya karena informasi dari Tama membuatku mencari tahu lebih lanjut tentang “Visa Gratis Irlandia”.  Dengan bantuan Om Google aku memasukkan keyword “cara mengurus visa Irlandia” dan hasilnya sangat memuaskan karena aku mendapatkan informasi mengenai cara mengurus Visa Irlandia lengkap dengan email kedutaan Irlandia. Beruntungnya lagi Visa Irlandia bisa dilakukan di Jakarta tepatnya di Sudirman, Jakarta Pusat.

Akhirnya aku memutuskan untuk menanyakan perihal Visa Gratis Irlandia via email ke pihak Kedutaan Irlandia.

Begini kira-kira emailku kepada Kedutaan Irlandia

Dear Ann
I'm Winny from Indonesia. 
May i know how to make appointment for Ireland Visa
for tourist and how much for the cost?
Thank you

Untuk urusan email ternyata pihak Kedutaan Irlandia sangat cepat responnya dan balasan emailku pun dijawab.

Dear Win March,

Thank you for your email. However, there is no Ann in the Embassy.
You can make appointment for document submission by email or by phone.
Visa application is free of charge for Indonesian citizen.
Please find check list of Irish visa application requirement for your guideline. 

Regards,
Embassy of Ireland, Indonesia

Mendapat email tidak ada nama “Ann” di kedutaan sungguh sedikit “memalukan” bagiku karena awalnya aku mengira Ann adalah pegawai Kedutaan karena di blog entah siapa si ANN ini memberikan alamat email kedutaan Irlandia. Terus dengan ke PD an malah sebut nama eh salah pula!

Untung udah terbiasa malu-maluin hihi 😀

Namun semua demi Visa Gratis Irlandia, maka malu sikik gak apalah :D.

Selain perihal “gratis”, motivasi lain untuk mengurus Visa IRLANDIA karena Antoine sangat mengagumi Irlandia, dari dulu (sejak aku masih dibangku Kuliah S1) dia selalu menceritakan keindahan Irlandia jadi semacam doktrin lama untuk ke Irlandia bahkan dia menyarankan jika ke Eropa maka Irlandia itu hukumnya “must visit“.

Winny, oneday if you have a chance visiting Europe, 
you should stop in Ireland, 
the most beautiful countries in Europe that i ever seen, 
katanya!

Ok, mumpung Visa Schengen Multi Times di tangan, yaudalah ya iseng-iseng berhadiah aku pun mencoba mengurus Visa Irlandia sendiri, toh gratis juga. Lagian aku semakin penasaran dengan Irlandia karena orang Eropa aja katanya cakep, jadi semakin membuat penasaran padahal jelas-jelas si kawan ini tahu kalau aku itu sangat tergila-gila dengan England.

Nah sebelum mengurus Visa Irlandia di Kedutaan Irlandia Via Jakarta maka perlu memperhatikan jenis Visa Irlandia. Karena tujuanku ke Irlandia sebagai turis maka Visa yang aku pilih adalah jenis C.

A short stay 'C' visit (tourist) visa allows you to travel to Ireland 
for up to 90 days for:
  • Tourism
  • Study, eg a short term English language course
This visa does not allow you to:
  • Do work (paid or unpaid) of any kind
  • Use any publicly funded services, e.g a public hospital

Beruntung sebagai Warna Negara Indonesia, kita mendapatkan biaya Visa Irlandia secara gratis

Horeee “free“!!

Dari website Irlandia harga untuk Visa nya saja bisa €60 loh untuk sekali visit, kan lumayan “hratis” 🙂

Current fees are:

  • €60: Single entry – Short stay ‘C’ visa
  • €100: Multiple entry – Short stay ‘C’ visa
  • Extra charges may apply for some applications, eg consular fees
  • Some applicants do not pay visa fees

Visa fee exemptions

Some applicants are exempt from the requirement to pay the visa fee.

Nationalities exempt from visa fees

Bosnia Morocco
Cote d’Ivoire Peru
Ecuador Republic of Macedonia
Indonesia Serbia
Jamaica Sri Lanka
Kosovo Tunisia
Kyrgyzstan Uganda
Montenegro Zambia

Karena Indonesia masuk kedalam daftar negara yang tidak perlu membayar Visa Irlandia maka tidak ada salahnya mengurus langsung ke Kedutaan IRLANDIA. Walau gratis tapi memang kita tetap harus mengurus Visa di kedutaan Irlandia di Jakarta namun tidak ribet, cukup ikutin prosedur dan persyaratan Visa Irlandia.

Perlu diingat Visa Irlandia berlaku untuk  mengunjungi wilayah Republik Irlandia dengan ibukota Dublin dan tidak berlaku untuk Irlandia Utara (Northen Ireland) dengan ibukota Belfast. Jangan juga ke PD an karena sudah memiliki Visa Schengen terus sok-sok an masuk ke Irlandia karena bisa deportasi karena Visa Schengen tidak berlaku di Irlandia makanya harus punya Visa Irlandia tersendiri. Selain itu, jika memiliki Visa UK maka bisa masuk ke Belfast tapi tidak bisa masuk ke Dublin. Jadi jika ingin ke sentaro Irlandia maka harus punya Visa UK dan Irlandia.

Sebelum mengurus Visa Irlandia maka perlu mempersiapkan dokumen persyaratan Visa Irlandia.

Apa saja persyaratan dokumen pembuatan Visa Irlandia?

Persyaratan dokumen Visa Irlandia:

1. Aplikasi Form Visa Irlandia yang bisa didapat di www.visas.inis.gov.ie

Ingat dokumen perlu ditandatangani dan sebaiknya sebelum mengisi formulir online maka menyiapkan

1. Passport and details of any previous passports – number, date of issue/expiry

2. Details of any previous Irish visa applications

3. Contact details for your host in Ireland

4. Itinerary

Kemudian masuk ke website https://www.visas.inis.gov.ie/avats/OnlineHome2.aspx

Terus mengikuti prosedur

visa-ireland

 

visa-irlandiacara-mengurus-visa-irlandia

2.Visa Category – correctly entered

Memilih kategori Visa yang sesuai dan jangan sampai salah, apakah tujuan ke Irlandia untuk turis, belajar atau bekerja. Kalau aku sih “turis”, gak tahu kalau Mas Anang hihih 😀

3. A signed letter of application including your full contact details

Surat permohonan yang berisi tanggal keberangkatan serta tujuan di Irlandia dan kapan pulangnya, intinya menunjukkan kalau bakalan balik ke negara asal, bukan sedang mencari jati diri 😀

4. Evidence of your obligations to return to your country of permanent residence. 

Kalau ini waktu itu saya lampirkan surat referensi dari kantor yang menyatakan berapa lama berkerja dan menjamin bakalan kembali lagi bekerja. Mintanya ke HR dan lamanya 3 minggu bok minta surat keterangan kerja aja.

5. Reference Letter from Ireland

Surat referensi Irlandia, surat ini bisa didapat dari email Kedutaan Irlandia, tinggal print, isi nomor Passport dan tandatangan.

Isi suratnya begini 

To: Embassy of Ireland, Jakarta

World Trade Centre 1, 14th Floor

Jl. Jend. Sudirman Kav. 29-31

Jakarta 12920

Indonesia

RE: Application for Irish Visa

Dear Sir/ Madam,

I,            , holder of passport number  , will observe the conditions of my visa. I will not become a burden of the State and I will leave the State on the expiration of my permission to remain.

Yours Sincerely,

(                         )

Date

6. Bank Statements/ pay slip – 3 to 6 months

Bank statement atau slip gaji selama 3-6 bulan terakhir.  Aku melampirkan bank statement dalam Bahasa Inggris dan rekening koran dalam Bahasa Indonesia. Untuk pengurusan Bank Statements di BNI (karena banknya disini) cukup mehong alias mahal, 2 lembar merah dan 1 biru kalau pengurusan 3 hari, kalau sehari 3 lembar merah.

Kalau ada yang bertanya berapa sih tabungan minimal untuk Visa Irlandia?

Tidak ada minimal saldo di tabungan, namun perlu diperhatikan tabungan harus rasional cukup untuk membeli tiket dan biaya hidup selama di Irlandia biar gak dianggap kere atau lagi nyari suaka. Terus tabungan juga harus masuk akal lah ya misalnya balik ke Indonesia lagi minimal ada uang untuk bertahan hidup di Indonesia.

7. Accomodation details

Untuk akomodasi selama di Irlandia, aku membooking penginapan selama 10 hari di Irlandia dengan website bookingan hotel tanpa biaya serta jika pembatalan tidak dikenakan biaya. Jadi wajib melampirkan bukti penginapan selama di Irlandia

8. Flight Itinerary (not the ticket)

Sebenarnya aku tidak melampirkan bukti booking transportasi baik pesawat atau bus maupun perahu menuju Irlandia namun aku jelaskan menggunakan bus dalam rincian perjalanan serta melampirkan tiket pulang pergi Jakarta-Kuala lumpur-Belanda-Kuala Lumpur-Jakarta.

9. Travel Insurance

Copy asuransi perjalanan, untuk asurasni perjalanan yang aku pakai saat mengurus visa Schengen karena kebetulan waktunya bersamaan. Jadi sekali mendayung, dua tiga Pulau terlampaui.

10. Copy of Birth Cert and/or Marriage Cert (if not in English they must be translated by sworn translator)

Copy akte kelahiran harus diterjemahkan oleh penerjeman tersumpah dalam Bahasa Inggris. Untungnya aku sudah urus terjemahan Akte lahir dengan harga selembar merah.

11. Copy of current and previous passports including any visas detailing previous travel history (passport must valid for more than 6 months after return travel date)

Fotocopy passpor terbaru dan jika memiliki passpor lama maka passpor lama juga di copy jika ada beserta semua stempel di dalam passpor termasuk semua visa. Perlu diingat Passpor harus valid setidaknya enam bulan ke depan. Jadi misalnya jika passport expired bulan Desember 2017 namun berangkatnya masih Maret 2017 maka masih bisa digukan unutk mengurus Visa.

12. Two (2) Photos with white background 3.5 x 4.5 (zoom 80%)

Foto dengan latar belakang putih ukuran 3.5 cm x 4.5 cm, zoom 80%.

Untuk yang ini agak lucu karena aku ternyata sudah memiliki foto dengan ukuran yang sama sisa dari pengurusan Visa Schengen namun karena tidak yakin malah sibuk sendiri mencari tukang cuci photo. Udah nyarinya di Cilegon susahnya minta ampun pas dapat di Mall Cilegon eh “zonk “ternyata sama ukuran dengan photo untuk Visa Schengen.

Baca juga cara pengurusan Visa Schengen Via VFS Jakarta

Ingat: Semua berkas dalam BAHASA INGGRIS!

Setelah berkas lengkap maka bisa mengirim email atau telephon pihak Kedutaan Irlandia untuk membuat jadwal pertemuan.

Saat Jadwal Pertemuan di Kedutaan Irlandia

Bawalah berkas persyaratan dengan lengkap serta passpor asli. Namun jangan lupa untuk membuat jadwal pertemuan terlebih dahulu dengan Kedutaan Irlandia karena pas ketemuan akan ada nama siapa pengunjung dan tujuannya apa di Keduatan Irlandia di Jakarta.

Perlu diperhatikan dalam pengurusan Visa Irlandia di Jakarta

Visa application fee is GRATIS for Indonesian Citizen

Visa application process takes approximately 3-4 weeks

The Embassy will NOT keep your original documents, however we need to see all original documents including passport for verification ( jadi kedutaan Irlandia tidak menahan Passpor kita dan ini yang paling menyenangkan).

Setelah menyerahkan berkas maka tunggu email dari Kedutaan Irlandia karena kita akan balik ke Kedutaan Irlandia jika Visa diterima dan balik lagi sambil membawa passpor asli dan bukti pengambilan Visa dengan jadwal yang sudah disepakati.

Setelah melalui prosedur akhirnya taadddddddaaaaaaaa

Visa Irlandiaku keluar…

Horeeee!!!

Visa Irlandia
Visa Irlandia

Lama proses Visa Irlandia yang aku ajukan hanya 9 hari kerja terus yang paling membahagiakan adalah aku hanya meminta 10 hari namun dikasih 2 bulan untuk Visa Irlandia dari 1 Maret 2017-31 Mei 2017.

What a lucky charm!

Untuk membuat jadwal pertemuan pengurusan Visa Irlandia maka bisa menghubungi

Embassy of Ireland, Indonesia
World Trade Centre 1 Building, 14th floor
Jl. Jend Sudirman Kav. 29-31
Jakarta 12920
Phone  : +6221 2809 4300
Fax       : +6221 521 1622
Email  :jakartaem@dfa.ie

Ternyata mengurus Visa Irlandia sendiri ternyata gampang ya?

Ada yang tahu wisata wajib yang menarik di kunjungi di Irlandia?

Salam

Winny

Iklan

Mengurus Visa Eropa di Kedubes Belanda Via VFS Jakarta


“Life is like riding a bicycle. To keep your balance you must keep moving.”

By Albert Einstein

Resource (Woodenshoe dot com)
Resource (Woodenshoe dot com)

Hello World!
Jakarta, Januari 2017

Cara membuat  atau mengurus Visa Schengen memang bukan hal yang baru karena sudah banyak bertabur di Google tentang tips dan langkah mudah dalam pembuatan Visa Schengen sebagai persiapan awal jika ingin jalan-jalan ke Eropa. Namun tak ada salahnya saya berbagi pengalaman dalam pengurusan Visa Schengen yang saya urus sendiri melalui agen VFS Jakarta karena sejak per 1 Juli 2016 pengurusan Visa Schengen untuk Belanda melalui agen VFS Global. Karena kan jika ingin ke Eropa harus ada Visanya dan kenapa saya memilih mengurus Visa Schengen Via Belanda karena memang promo tiket murahnya dari Belanda serta banyak saran kalau hendak ke Eropa yang paling mudah Visanya dari Belanda. (katanya yaaa)

Awalnya aku mengira pengurusan Visa Schengen itu ribet, ternyata tidak seribet yang aku bayangkan asalkan syarat dan dokumen/berkas  kita lengkap.

Lalu apa sih Visa Schengen itu?

Visa Schengen

Visa ini dipersyaratkan untuk mengunjungi satu atau lebih negara-negara Anggota Schengen yang berlaku selama sampai 90 hari dalam periode 6 bulan khususnya dengan tujuan bisnis dan wisata/liburan ke Eropa. Untuk WNI serta pemegang paspor biasa maka kita perlu mengajukan Visa masuk ke daerah Schengen apabila kita hendak mengunjungi Eropa terutama wilayah Schengen.

Kenegara mana saja yang bisa dikunjungi di Eropa jika memiliki Visa Schengen?

Wilayah Schengen

Dengan Visa Schengen kita bisa masuk ke dalam Negara wilayah Schengen terdiri dari 26 negara. Namun hanya 22 dari 28 negara anggota European Member  yang ikut melaksanakan persetujuan Schengen antara lain: Austria, Belgia, Republik Ceko, Denmark, Estonia, Finlandia, Perancis, Jerman, Hongaria, Itali, Yunani, Latvia, Lithuania, Luksemborg, Malta, Belanda, Polandia, Portugal, Slovakia, Slovenia, Spanyol dan Swedia. Dan 4 negara yang bukan anggota  European Union melaksanakan persetujuan Schengen antara lain Swiss, Norwegia, Liechtenstein dan Islandia.

Untuk Monako, Andora, San Marino dan Vatikan mengijinkan pemegang visa Schengen untuk masuk daerah mereka tanpa formalitas apapun.

Namun Visa Schengen tidak berlaku untuk Inggris, Irlandia, Siprus, Bulgaria, Rumania dan Kroasia walaupun masih dalam kawasan Eropa, jadi harus mengurus visa masuk ke negara tersebut.

map-of-europe10
Resource (drodd)

Jenis Visa Schengen

Ada banyak tipe Visa yaitu Visa Turis, Visa Undangan (Keluarga/Teman), Visa Pelaut, Visa Bisnis, Transit Bandara, Kerabat Uni Eropa, Visa Studi Jangka Pendek dan Visa Kunjungan Resmi.

Khusus dalam Cara Mengurus Visa Schengen Melalui Kedubes Belanda yang aku urus adalah tipe Visa Turis. Karena kan tujuan ke Eropa buat jalan-jalan!

Berapa biaya pembuatan Visa Schengen?

Untuk biaya Visa Schengen bertipe Visa Turis Belanda via  VFS Globa, harganya €60 +Rp350,000 (Waktu pembuatan Visaku per 23 Desember 2016 harga Visa Belanda tipe turis Rp1,200,000).

KATEGORI VISA BIAYA VISA DALAM € BIAYA JASA VFS DALAM €
Untuk dewasa 60 25
Anak-anak (Di bawah usia 6 tahun) Bebas 25
Anak-anak (Usia antara 6 – 11 tahun) 35 25
Sumber (VFS)

Berapa lama waktu pemprosesan Visa Schengen?

Lama Pemprosesan Visa Schengen

Waktu pemrosesan legal Visa Schengen via VFS Belanda adalah 15 hari kalender. Namun beruntungnya diriku, Visaku dalam 9 hari kerja sudah diterima.

Nah sebelum mengurus Visa Schengen maka harus mempersiapakan dokumen yang diperlukan sebagai persyaratan Visa Schengen. Tips sebelum mengurus sendiri Visa Schengen adalah dengan membaca persyaratan yang diminta oleh kedutaan masing-masing secara lengkap.

Dokumen Persyaratan Visa Schengen

Dokumen yang diperlukan Persyaratan Visa Schengen klik disini

1. A completed and signed Schengen visa application form.

formulir-visa-schengen-belanda

Formulir Aplikasi permohonan Visa yang sudah diisi lengkap

  1. Surname (Family Name): isi nama belakang sesuai dengan paspor/KTP
  2. Surname at Birth (Former Family Name): sesuai dengan nama asli, aku sih kosongin
  3. First Name(s) (Given Name(s)) (x): mengisi dengan nama paspor/KTP
  4. Date of Birth (day-month-year): isi tanggal lahir sesuai dengan paspor/KTP.
  5. Place of Birth: isi sesuai dengan tempat kelahiran
  6. Country of Birth: Negara dilahirkan, kalau aku sih Indonesia 🙂
  7. Current Nationality: negara
  8. Sex: Perempuan
  9. Marital Status: Ini bikin baper karena isiannya “Single” hiks hiks 😦
  10. In The Case of Minors: Diisi jika membawa anak
  11. National Identity Number: diisi sesuai dengan KTP
  12. Type of Travel Document:  pilih jenis visa, kalau aku sih tourist
  13. Number of Travel Document: Nomor paspor, jangan sampai salah
  14. Date of Issue: Tanggal penerbitan paspor.
  15. Valid Until: Masa berlaku paspor.
  16. Issued By:  Isi dengan kantor imigrasi yang menerbitkan.
  17. Applicant’s Home Address: Isi sesuai dengan tempat tinggal sekarang
  18. Residence in A Country Other than The Country of Current Nationality? Pilih Yes apabila kamu orang berkewarganegaraan asing yang tinggal di Indonesia dan Pilih No apabila kamu adalah orang Indonesia yang tinggal di Indonesia. Aku sih pilih “NO”!
  19. Current Occupation: saya isi sesuai dengan kerjaan saya di kantor
  20. Employer and Employer’s Address and Telephone Number: Isi dengan nama kantor, alamat, dan nomor telepon kantor. Saya rasa cukup jelas.
  21. Main Purposes(s) of The Journey: Wisata
  22. Member State(s) of Destination: Waktu itu aku mengisi beberapa negara yang ingin aku kunjungi
  23. Member State of First Entry:  Aku mengisinya dengan “Nederland” karena tiket. 
  24. Number of Entries Requested:  Aku memilih multiple entries karena memang niatnya agar bisa keluar masuk Eropa selama masa berlaku visa.
  25. Duration of The Intended Stay or Transit: Isi dengan lamanya rencana perjalanan dan nyesel banget isi 1 bulan karena dikasih sesuai dengan isian ini.
  26. Schengen Visas Issued during The Past Three Years? Disini aku memilih “No” karena belum pernah mendapatkan Visa Schengen.
  27. Fingerprints Collected Previously for The Purpose of Applying for A Schengen Visa? Aku pilih “No”  karena memang gak pernah.
  28. Entry Permit for The Final Country of Destination: Aku kosongkan karena negara tujuan terakhir perjalananku waktu Malaysia.
  29. Intended Date of Arrival in The Schengen Area: Isi dengan tanggal kedatangan.
  30. Intended Date of Departure from The Schengen Area: Isi dengan tanggal kepulangan.
  31. Surname and First Name of The Inviting Person(s) in The Member State(s). If Not Applicable, Name of Hotel(s) or Temporary Accommodation(s) in The Member State(s): Aku sih isi “no”.
  32. Surname, First Name, Address, Telephone, Telefax, and E-mail Address of Contact Person in Company/Organisation: Yang ini aku kosongkan
  33. Cost of Travelling and Living during The Applicant’s Stay is Covered: Disini aku memilih  biaya perjalanan berasal dari dana sendiri lalu memilih jenis harta yang dibawa berupa uang tunai dan kartu kredit (padahal gak punya kartu kredit loh)
  34. Personal Data of The Family Member Who is An EU, EEA or CH Citizen: Yang ini aku kosongkan karena gak ada sodara di EU
  35. Family Relationship with An EU, EEA or CH Citizen: Kosongkan
  36. Place and Date: Tempat dan tanggal mengisi formulir.
  37. Signature: Tanda tangan sesuai paspor.

Untuk formulir Visa Belanda klik disini

2. A passport or other travel document. And a copy of: The personal details page. Previously issued visas. Any previous passports. Please note: • Your passport or travel document must be valid for at least 3 months from the date on which you leave the Schengen area. • Your passport or travel document must have at least 2 empty visa pages. • Your passport or travel document cannot have been issued more than 10 years ago. A copy of an identity document bearing your signature.

Passport dengan masa aktif lebih dari 6 bulan, jangan mencoba pergi ke Luar Negeri jika masa berlaku visa kurang dari 6 bulan. Jika pernah memiliki paspor lama maka photocopy Paspor lama dan baru dicopy masing-masing satu rangkap. Dan membawa PASSPOR asli terbaru saat pengajuan Visa.

3. Evidence of legal residence in the country you are applying from, e.g. a passport, visa or residence permit and a copy. Residence permit should be valid for at least 3 months after departure from Schengen. Work permit (if applicable)

Yang ini dikosongkan karena tidak perlu jika mengurus visa turis.

4. A passport photo that meets Dutch passport requirements. This photo cannot have been taken more than 6 months ago

Pas foto terbaru ukuran 3.5 x 4.5 cm dengan latar belakang putih berjumlah 1 buah. Waktu itu aku mengambil Photo di Mall Ambassador dengan harga Rp50,000 sekali photo dan selesai 1 jam cuma hasil photonya, buluk karena aku nya BULUK hiks 😦

Syarat Photo Belanda bisa diklik disini

5. Travel itinerary (travel reservations to and from Schengenarea in your name, not a ticket). Note: make travel reservations which you can cancel.

Poin ini sempat membuatku galau karena hendak liburan di Eropa selama 1 bulan dan bingung membuat Travel itinerary. Sampai nanya-nanya Kak Bijo dan Rinta serta ngetik di GOOGLE “itinerary Eropa 1 bulan” dan ternyata tidak begitu banyak. Akhirnya aku membuatnya ngasal yang penting ada dulu.

ITINERARY EUROPE FOR 1 MONTH

Date Destination What to do Cost Remark
22-Mar Jakarta-Kuala Lumpur Flying
23-Mar Kuala Lumpur-Doha-Amsterdam Flying
24-Mar Amsterdam Visit Anne Frank House € 175 Staying 3 days in Beach Location Studio, address: Boulevaard Barnaat14, 2041 JA Zanvoort, Nederlands
25-Mar Amsterdam Old Masters at the Rijksmuseum €59.90 Buying amsterdam museum pass
26-Mar Amsterdam Amsterdam Museum
27-Mar Amsterdam Stedelijk Museum of Modern Art
28-Mar Amsterdam Film Museum
29-Mar Amsterdam NEMO Science center
30-Mar Amsterdam Volendam
31-Mar Amsterdam Seeing Canal € 742 Buying Euro train pass for 1 month continuous
1-Apr Berlin seeing Brandenburg Gate € 15 Staying 2 days in Hostello Berlin Mitte, Address Julicher srase 14, Mitte 13357 Berlin
2-Apr Berlin visiting Neues Museum € 10 entry fee
3-Apr Prague visiting Old Town (stare mestro) € 20 Staying 2 days in Apartement Ceramico, address Lucni 179 Visestary 25163 Check
4-Apr Prague Visiting St. Vitus Cathedral
5-Apr Vienna Visiting Historic Center of Vienna € 18,9 Staying 2 days in Westerd City Hostel, address Fugergasse 3, 06 Mariahilf, 1060 Vienna Austria
6-Apr Vienna Visiting Kunsthistorisches Museum € 15 entry fee  for € 15
7-Apr Bratislava Visiting Devin Castle € 29 Staying for in 2 days Hostel Bratislava byfreddie, address: Holekova 3, Stare Mestro 81105, Bratislava, Slovakia
8-Apr Bratislava Visiting Bratislava Castle (Hrad) € 6
9-Apr Budapest Visiting Castle Hill € 25 Staying for 2 days in Locomotive Hostel, address 1087 Budapest, Baros ter 2,11,10 Hungary
10-Apr Budapest Visiting St. Stephen’s Basilica (Szent Istvan Bazilika) € 25 entrance fee is € 25 to see concert
11-Apr Kosovo Visiting Kalaja Fortress € 20 Staying for 3 days in Phristina Center Hostel, address Boelevard Mother Theresa, 1000 Phristina, Kosovo
12-Apr Kosovo Visiting Ethnographic Museum (Muzeu Etnologjik)
13-Apr Kosovo Visiting Pristina National Library
14-Apr Rome Visiting Colosseum € 45 Staying for 2 days in B&B Stello House, address via ardara, 33, Roma, 00148 Ponte Galeria Italy
15-Apr Rome Visiting Roman Forum, Trevi Fountain € 12
16-Apr Florence Visiting Museo di Palazzo Vecchio € 38 Staying for 2 days in A Casa diNonna Sara, address: Via Cantino Cantini, 16, 50053 Empoli, Italy
17-Apr Florence Visiting Piazza del Duomo € 15 Entrance fee for Piazza del Duomo
18-Apr Geneva Visiting Lake Geneva € 139 Staying for 2 days in Ibis Budget Geneva Petit Lancy, address: Chemin de Olliquattes 6, Petit-lancy, 1213 Geneva
19-Apr Geneva Visiting Art and History Museum € 70
20-Apr Paris Visiting Eiffel € 77 Staying for 3 days in Premiere Classe Rosny Sous Bois, address: 3 Rue De Lisbonne, 93110 Rosny-sous-bois France
21-Apr Paris Visiting Musee d’Orsay, Basilica du Sacre-Coeur de Montmartre € 20 € 8 for entrance Basilica du Sacre-Coeur de Montmartre and € 12 for Visiting Musee d’Orsay
22-Apr Paris Visiting Notre Dame Cathedral and Louvre Museum €19,5 Entrance fee for Notre Dame Cathedral and €9,5 for Louvre Museum
23-Apr Amsterdam Visiting Van Gogh Museum € 35 Staying for 2 days in Campany De Griendnil address: Geev 25, 4234 JS Niewland, Nederlands
24-Apr Amsterdam Visiting Vondelpark
24-Apr Amsterdam-Kuala Lumpur
25-Apr Kuala Lumpur-Doha-Jakarta


6. A visa, passport or other travel documents which gives entry to your final destination after your visit to Schengen
Jika diperhatikan rincian perjalanan di Eropa maka sengaja banget aku buat lama tinggal di Belanda karena kan memang pas ngurus Visa Schengen visa Belanda maka rencana perjalanan dilamakan di Belanda.

Yang ini aku isikan dengan tiket kepulangan via Malaysia karena tiket promo Qatarnya dari Malaysia maka terpakasa beli tiket Jakarta-Malaysia. Yang ini waajib dilampirkan ya. Dan bawa juga photocopy KTP 1 lembar

7. Proof of health insurance, i.e. an official document from your insurer proving that: • The insurance policy has been taken out in your name. • Your insurance is valid throughout the Schengen area and for the duration of your visit. • At least €30,000 of medical costs are reimbursed. • Medical costs, including hospital care, emergency treatment and repatriation (including in the event of death) are covered. If your insurer will not provide an official document of this nature, you should take out travel insurance with appropriate medical cover for this trip with one that does.

Pemilihan Travel insurance sempat membuatku galau karena syarat Travel insurance  Eropa wajib meng-cover sejumlah hari selama di Eropa dengan coverage minimial €30,000. Untuk Travel insurance banyak pilihan. Travel Insurance for schengen visa bisa AXA, ACE, AIG, ZURICH, MEGA INSURANCE, AIA, ACA dan masih banyak lagi. Untuk biaya travel asuransi tergantung lamanya di Eropa. Waktu itu aku galau antara memilih ACA atau AXA namun karena dari ACA mendapat diskonan akhirnya malah memilih ACA deh. Lumayan dari $52 ditambah premi $2,5 diskon dan kena hampir Rp600, 000 untuk perjalanan Eropa 1 bulan. Namun memang travel insurancenya standar yang penting coverage minimial €30,000 terpenuhi. Terus alasan kenapa memilih ACA selain diskon karena tinggal SMS si Babang lalu aku transfer kasih datang kemudian 3 jam langsung jadi deh!

Oh ya untuk travel insurence yang dibawa saat di VFS bawa copyannya saja karena waktu itu aku bawa aslinya dan tidak membawa copyan sehingga harus mengcopy di VFS Kuningan Jakarta dan untungnya ada tempat photocopy an di VFS.

 

8. Documents proving that you will return to your own country after your trip. For example: • A declaration from your employer, an employment contract or other information proving you are employed in your country of origin. • A document proving you are in education or training in your country of origin. • A document proving your children attend school in your country of origin. • A document proving you have a home or other immovable property in your country of origin. • A document proving you are a caregiver in your country of origin

Yang ini aku lampirkan surat Keterangan Kerja dari kantor, berupa keterangan status kerja dan izin memberikan cuti dalam Bahasa Inggris. Jika yang tidak bekerja bisa melampirkan surat keterangan atau bagi pengusaha bisa SIUP.

9. Documents proving your visit is for tourist purposes. Hotel reservation(s) for the duration of your visit. Bank statements of the last three months If you are employed: a declaration from your employer stating the period of your absence

Hotel reservations

Untuk reservasi hotel selama di Eropa aku memakai website booking dot com karena bisa di cancel sewaktu-waktu dan tanpa kena penalti lagi. Namun dalam pengisian hotel jangan sampai kelewat ya, misalnya aku kan selama di EROPA 1 BULAN maka HOTEL harus di BOOKING selama 1 BULAN, jangan ada satu hati kelewat. Karena saat di VFS meski sudah runtut jadwalnya 1 bulan penuh masih ditanya loh mengenai rencana perjalanan.

Bank statements

Yang kedua adalah Bank statements berupa surat refrensi Bank yang menjelaskan jumlah Saldo tabungan di rekening dan sejak kapan membuka tabungan di Bank tersebut. Yang ini cukup menguras dompet karena BANK BNI untuk bank statement aja kena Rp250.000 terus lama harinya 3 hari kerja terus pas ngurus salah nama lagi sehingg aku harus bolak-balik ke Bank Pusatnya di Sudirman. Begini nasib kalau menyimpan uang dalam satu Bank, rugi!!!

Nah jika ditanya berapa sih minimal tabungan yang harus dimiliki jika ingin ke EROPA?

Sebenarnya sih saldo tabungan yang masuk akal saja, Intinya biaya minimum di Eropa itu untuk Western Europe 50€70€/day  dan untuk  Eastern Europe sekitar 30€-50€/day. Namun syarat Visa mininal  €35 per hari jadi jika lama perjalanan di Eropa 30 hari maka 30 hari x €35 dan uang jika kembali ke Indonesia. Gak mungkin kan jalan-jalan di Eropa 1 bulan yang berarti minimal tabungan €1050 namun gk mungkin juga uang tabungan segitu tok karena jika balik ke Indonesia mau makan apa? Jadi tabungan harus rasional 🙂

 

10. Visa fee: Payment for visa fee must be made in cash.

 

Untuk pembayaran Visa maka bawa uang cash dan akan langsung dibayar saat temu janji. Waktu itu Rp900.000 untuk visa dan Rp350,000 untuk biaya VFS.

Setelah berkas dan dokumen persyaratan lengkap maka membuat Temu Janji.

Membuat Janji Permohonan Visa secara Online

Sebelum pergi ke VFS Jakarta untuk Visa Belanda maka harus membuat janji permohonan secara online dengan menjadwalkan kunjungan atau janji temu. Membuat janji temu di Pusat Aplikasi Visa Belanda di Jakarta klik disini

Langkah Membuat Janji Permohonan Visa secara Online:

1.Masuk ke Website VFS Global kemudian pilih sesuai dengan tempat tinggal atau yang paling dekat dengan tempat tinggalmu. Ada 3 pilihan untuk pembuatan visa Belanda via VFS yaitu Jakarta, Surabaya dan Bali.

visa-belanda

2.Isi Schedule Appointment

Berupa data kita sesuai dengan Paspor/KTP. Ingat jangan sampai salah isi.

visa

3. Cantumkan tanggal kapan janji temu lalu print bukti jadwal pertemuan dengan pihak VFS Belanda.

visa-vfs-belanda

SAAT JANJI TEMU

Nah Visa Belanda mensyaratkan pembuatan Visa maksimal 90 hari sebelum keberangkatn dan minimal 3o hari. Jadi aku saking semangant ternyata aku membuat janji temu itu 92 hari sebelum keberangkatan padahal udah buat janji terus ditemani Kak Bijo lagi. Kemudian saat janji temu ketat sekali, teman aja tidak boleh masuk. Kak Bijo sampai pulang sendiri kemudian kertas jadwal pertmuan diperiksa ketat oleh Satpam VFS kemudian datang sesuai jam yang tertera 10 menit sebelum jadwal gak usah buru-buru karena percuma datang cepat akan disuruh keluar juga untuk menunggu. Padahal udah semangat datang ke VFS di Kuningan City Mall Lt. 2 kemudian sudah antri cukup lama kemudian Mas pertugas ganteng berkata “mohon maaf Mbak, Pemerintah Belanda membolehkan pengurusan VISA Maksimal 90 hari sebelum keberangkatan dan punya Mbak masih kurang dua hari, jadi datangnya di dua hari lagi ya”, begitu katanya! Gubrak!!! Aku disuruh datang 2 hari lagi dan membuat janji temu lagi!! Duh!

"Tapi berkas saya sudah ok gak mas?"
"Saya periksa sih sudah ok Mbak, hanya waktunya saja kecepatan!

"Baiklah Mas saya akan datang dua hari lagi!"

Kemudian barulah dua hari kemudian saya datang dan membuat temu janji baru!!

***

Dua hari kemudian

Selang kecepatan datang dalam pengurusan Visa Schengen melalui Belanda di VFS Jakarta, akhirnya aku membuat jadwal ulang pertemuan. Catatan penting tentang pertemuan dengan pihak VFS ialah datang 10 menit sebelum jadwal, tidak usah berlebih dan jangan terlambat kedatangannya. VFS ada di lantai 2 Kuningan dan jika masuk sangat ketat seperti pengalaman pertama kali datang. Kemudian pihak security akan memberikan nomor antrian.

Proses Saat Visa Schengen Via Belanda di VFS Jakarta

1. Pemeriksaan Berkas

Setelah mendapatkan nomor antrian dari petugas tadi maka menunggu di depan counter Belanda karena VFS Global banyak melayani Visa seperti Denmark, Inggris, Australia, Italy, Canada dan masih banyak lagi. Bagusnya sistem VFS ialah dengan sistem jadwal temu sehingga antriannya bisa diprediksi. Waktu itu aku memilih bertemu jam 11:00 dan menunggu 30 menit saja antriannya lalu diperiksa lagi berkas yang sudah aku siapkan.

"Sudah pernah diperiksa ya Mbak sebelumnya", 
kata Mas-mas yang memeriksa berkasku

"Iya Mas", kataku dengan sok manis

kemudian si Masnya malah periksa hotel bookingan sambil berkata

"Hotel bookingannya ada yang kurang"

"Ah, masa kataku, dengan nada tak percaya 
karena aku yakin 100% tidak ada satu hari yang terlewat
Jadi Mbak dari tanggal 31 Maret ke 1 April nginap dimana?

Kan itu dalam perjalanan, kalau penginapan kan biasanya 
check out jam 12 dihari berikutnya, kataku

"oh jadi setiap ini dalam perjalanan semua?"

Dalam hatiku mati ini, kalau ditolak karena tidak ada bukti transportasi antar negara.

Kemudian aku mengiyakan aja pas Mas Petugas mengatakan perjalanan setiap jeda tanggal.

Untungnya si Mas ini tidak terlalu lama mempermasalahkannya dan menanyakan

"Bawa uang cash kan Mbak"

"Ini mas kataku sambil menunjukkan uang"

"Tunggu Mbak, ntar dipanggil lagi" katanya sambil menahan senyum

Barulah aku tahu proses di VFS nya sendiri setelah memeriksa berkas maka dikasih nomor antrian untuk membayar visa

2. Pembayaran Visa

Beberapa menit menunggu, kemudian antrian pembayaran Visa ku pun dipanggil dengan nomor counter yang berbeda dengan Mas yang berbeda. Tidak begitu lama hanya 5 menit saja karena setelah membayar maka si petugas akan memberikan struk bukti pembayaran.

“Mbak, ini bukti slip pembayaran jika ingin mengambil Visa mohon membawa bukti pembayaran dan jika ingin diwakilkan dalam pengambilannya maka buat surat kuasa yang beserta KTP Mbak dan KTP yang mewakili serta membawa struk ini” jelasnya.

"Saya akan mengambil sendiri Mas, kataku"

"Baiklah, ini slipnya dan silahkan menunggu untuk Biometrik, katanya"

3. Pengambilan Data Biometrik dan Photo

Masih di ruangan yang sama, maka aku menunggu namaku untuk di panggil ke dalam ruangan yang ditutup dengan tulisan “Biometrik” tepat disebelah counter menunggu dan pembayaran yang hanya berjumlah kurang dari 10 counter.

"Bu Winny, begitu katanya"

Kemudian aku masuk ke dalam ruangan Biometik yang dalam prosesnya sangat cepat. DI dalam sidik jariku di scan dengan scanner jari digital kemudian sekalian diambil photoku. Prosesnya tidak sampai 10 menit.

"Setelah ini prosesnya apa ya Mbak?" 
kataku kepada Mbak yang mengambil sidik jariku

"Tunggu email pemberitahuan dari kita ya untuk pengambilan Visanya",
begitu kata Mbaknya

"Berapa lama Mbak proses Visanya"? kataku

"Biasanya 15 hari kerja", katanya

Proses Pengambilan Visa Schengen di VFS Jakarta

Tanggal aku memulai pembuatan visa tanggal 23 Desember 2016 dan ternyata di tanggal 2 Januari 2017 aku mendapatkan email

"Dear Winny"

Processed Visa Application ref No XXXXX is ready for colection 
from the Netherlands Visa Application Center during working hours"

Wow, serasa dapat kejutan tahun baru dan Visa yang pembuatan 15 hari ternyata selesai dalam 9 hari saja. Mungkin karena mengurusnya di akhir tahun kali ya!!

Nah saat pengambilan aku sempat bingung dengan apa harus membuat temu janji seperti permohonan sampai aku Google loh dan ternyata tidak serepot itu, karena cukup membawa bukti pembayaran saja kemudian datang jam 14.00-16.00 jam kerja.

Seperti biasa mengambil nomor antrian dan Tadaaaa Visaku di approved dan yang paling membahagiakan adalah “Mulitple“.

Eits, sebelum pulang harus periksa nama dan nomor Visa manatahu ada yang khilap dan ternyata benar sesuai dengan Passpor!

Ternyata Mengurus Visa Belanda itu tidak semenakutkan yang aku bayangkan!!

Pusat Applikasi Visa Gabungan

Kuningan City Mall Lt. 2, No L1-30-32

Jl. Prof. Dr. Satrio Kav.18, Setiabudi,

Kuningan, Jakarta

Email:info.nlid@vfshelpline.com

Rincian mengenai Kedutaan:

Alamat Kedutaan Belanda di Jakarta

Jl. HR Rasuna Said Kav S-3

Kuningan Timur, Setiabudi

Jakarta 12950

Salam
Winny

Jika Beli Tiket Promo ke Luar Negeri Perhatikan Visa


Keep on beginning and failing. Each time you fail, start all over again, and you will grow stronger until you have accomplished a purpose – not the one you began with perhaps, but one you’ll be glad to remember

By Anne Sullivan
istanbul-turkey

Hello World

Iran, 29 September 2016

Tipe pejalan seperti apakah kamu? Apakah kamu mempersiapkan rencana perjalanan dulu baru memutuskan jalan-jalan atau kamu langsung memutuskan jalan-jalan dulu tanpa membuat rencana budget perjalanan?

Kalau aku tipe yang pertama yaitu mempersiapkan segala sesuatu dahulu (membuat itinerary perjalanan) baru kemudian melakukan perjalanan. Karena dengan membuat rencana biaya dan mau kemana dalam perjalanan aku mendapatkan gambaran berapa biaya yang harus dipersiapkan walaupun pada aktualnya rencana perjalanan itu kadang meleset karena banyak sekali faktor tak terduga dalam perjalanan. Apalagi ketika melakukan perjalanan ke Luar Negeri, itu persiapanku jauh-jauh hari bahkan untuk membeli tiket saja itu biasanya setahun sebelum keberangkatan karena mengandalkan tiket promo. Maklum backpacker, uangnya sih gak ada tapi hobi jalan-jalan 😀

Karena melihat promo rute baru Persia dari Jakarta akhirnya aku dan Mbak Ninik memutuskan ke Iran namun tidak hanya ke Iran saja sekalian ke Turkey karena ingin melihat Hagia Sophia, Ephesus dan Cappadocia. Khusus tiket promo Jakarta-Tehran aku beli 4 bulan sebelum keberangkatan dan itupun penuh kegalauan. Maklum galau ku itu haya satu “galau gak tahan lihat promo tiket murah dikit”, bawaannya kepikiran terus gak bisa tidur kalau tidak beli.

Karena tiket Jakarta-Tehran sudah di tangan akhirnya aku dan Mbak Ninik mencari tiket Tehran-Istanbul. Maka kamipun membuka situs pencari pesawat terbang terkemuka namun malah terkoneksi ke Tripsta dengan pesawat Aegean ke Istanbul dengan transit di Yunani dengan harga Rp300.000 namun pada saat membayar kena 1 juta juga karena harga tiket memang 300rb namun pajaknya 700ribu. Sempat shock sih harga akhirnya mahal!

Sebelum memutuskan membeli tiket Istanbul dengan Aegean dengan transit 1 kali di Yunani, jauh-jauh hari aku sudah menelepon pihak Aegean menanyakan apakah memerlukan visa transit Yunanai karena memang dari jadwal itu 1 jam transit di Yunani dan orang Indonesia memerlukan visa ke Yunani. Kemudian pihak Aegean menjawab tidak perlu visa Transit. Terus ini juga sampai dua kali konfirmasi karena kami sempat mengubah jadwal keberangkatan yang awalnya tanggal 28 September jadi 29 September dan bertepatan si Aegean batal terbang namun tidak konfirmasi ke kami karena saat itu ada kejadian pemboman Bandara Atatürk Turkey. Ibaratnya kalau kami tidak ada rencana mengubah jadwal tiket maka kami tidak tahu kalau penerbangan ke Istanbul buat tanggal 28 September itu dibatalkan. Bahkan saat kami hendak mengubah jadwal harganya drastis naik namun akhirnya karena kejadian pembatalan sepihak dari penerbangan, akhirnya kami diperbolehkan mengubah jadwal ke tanggal 29 September tanpa menambah uang. Itupun sekali lagi aku menelepon pihak Aegean apakah memerlukan visa Transit atau tidak dengan suara Mas-nya yang agak-agak Spanyol gitu aksennya. Karena ada konfirmasi tidak memerlukan Visa Transit ke Yunani akhirnya aku dan Mbak Ninik anteng damai tidak mengurus visa Transit Yunani hingga perjalan kami tiba!

Tibalah hari “H” perjalanan Tehran-Istanbul

Jam 00:00 tanggal 29 September 2016, aku dan Mbak Ninin sudah di Bandara Tehran Imam Khomeini International karena penerbangan kami dari Tehran ke Istanbul jam 3 pagi dengan Aegean Airlines. Kami menunggu sekitar 1 jam hingga pihak Airlines dibuka. Barulah jam 1 pagi counter Aegean dibuka!

Aku dan Mbak Ninik pun menuju ke counter Aegean Airlines yang di depannya sudah ada satu Bapak yang siap memeriksa tiket dan seorang perempuan di depan computer. Si Bapak sebagai perwakilan pihak Aegean meminta Paspor dan tiket kami. Melihat passport hijau kami si Bapak mengernyitkan keningnya. Kemudian dia berkata “Is this your first time travelling abroad?”. Terus dia menyuruh wanita penjaga duduk dengan computernya untuk mengecek status visa transit Indonesia. Wanita itu kemudian dengan lantang berkata “Indonesia needs visa entering Greece”. Tapi tidak spesifik terhadapa visa transit. Kemudian si Bapak berkata “Iam sorry but we cannot allow you to go since you do not have visa transit”. Terus aku mengatan “Sir, before we purchased this, we already confirmed no needs Visa and we just transit 1 hour and we will not go out from airport and entering Greece”. Lalu si Bapak berkata “Sorry Iran and Indonesia needs visa, everytime please check your Visa before bought ticket”.

Mendengar penolakan itu aku ingin marah semarah-marahnya tapi aku menahan amarah mengingat Mbak Ninik yang super kalem berkata”yasudahlah”. Aduh gila rasanya itu baru pertama aku mengalami yang namanya Gagal terbang karena Visa Transit walaupun aku bukan pertama ke Luar Negeri bahkan Turkey itu merupakan negara ke 10 ku! Iya ke 10 namun pertama kali dengan Embel-embel visa Transit terus ditolak pula karena selebihnya transitnya hanya di Kuala Lumpur mulu yang notabenanya tidak perlu visa. Aku sungguh kecewa karena aku merasa “bodoh dan dibodohin”, maksudnya aku sudah konfirmasi mengenai Visa namun pas hari H ternyata tidak dibolehkan terbang bukan karena ketinggalan pesawat namun karena “Visa Transit”. Yang ngenes lagi transitnya 1 jam doang, kurang bikin stress apa coba di Bandara dini hari dengan rasa kecewa!! Luntang lantung tak jelas!

Bandara Tehran
Bandara Tehran

Akhirnya kami memutuskan mengirim email kepada pihak Tripsta mengenai kejadian kami kemudian balasannya mengecewakan lagi bahwa Tripsta tidak mau bertanggung jawab terhadap masalah Visa Transit. Akhirnya aku pun mencari Manager Aegean yang tidak aku temukan, mondar mandir di Bandara seperti orang Gila, naik turun tangga hingga akhirnya aku malah ke tempat Azerbaijan Airlines karena memang tiket pulang dari Istanbul ke Tehran dengan Azerbaijan Airlines dengan transit di Baku sleama 6 jam. Pihak  Azerbaijan Airlines memastikan bahwa aku tidak butuh Visa Transit di Baku. Aku sempat curhat lama dengan pihak Azerbaijan Airlines mengenai Agean yang tidak membolehkan kami terbang karena masalah visa transit 1 jam serta menunjukkan tiketku dan mereka mengatakan seharusnya tidak perlu visa. Tapi kan aku salah curhat dengan Airlines yang berbeda.

Akhirnya aku dan Mbak Ninik duduk di bangku keluar dari area Imigrasi. Mbak Ninik melihat-lihat tiket penerbangan langsung dari Tehran ke Istanbul yang cukup membuat nyali ciut karena harga untuk sekali perjalanan 9 juta itupun dengan Turkish Airlines. Sontak kami berdua stress sejadi-jadinya mana di Negara orang pula! Pengalaman yang tak akan terlupakan dalam hidupku. Memang perjalanan itu penuh lika liku namun untungnya aku mendapatkan teman perjalanan yang dewasa dari segi pemikiran, walaupun kami berdua sama-sama gembel dan nasib terkatung-katung . Untung saja aku tidak sendiri kalau sendiri rasanya mau nangis terus buang ingus sembarangan!

Nah akhirnya kami memutuskan untuk membeli tiket lagi ke Istanbul dengan catatan tanpa ada embel-embel transit dan tanpa visa!! Kemudian aku mencoba mencari tiket murah Iran Airlines karena hanya bisa dibeli di Iran kemudian aku bertemu dengan dua orang Iran suami istri yang bernasib sama seperti kami, DITOLAK VISANYA! Dia sambil berkata “that why this ticket is cheap because there is something on it and I feel cheated”. Terus sontak merasa senasib dan senasib ditolak terbang karena Visa dan senasib jadi korban tiket promo. Bedanya si kedua orang Iran membatalkan perjalan ke Turkey dan membuang tiket pulang perginya sementara aku dan Mbak Ninik memutuskan balik ke Tehran karena waktu sudah menunjukkan jam 4 pagi dan kami belum tidur sama sekali!!

Salam

Winny

 

 

 

Pilih VOA Iran atau Urus Visa di Kedutaan


Sometimes, reaching out and taking someone’s hand is the beginning of a journey. At other times, it is allowing another to take yours.” 

By  Vera

esfahan-iran

Hello World

Iran, 25 September 2016

Masih ingat tentang review ku mengenai Cara Mengurus Visa Iran di Kedutaan Iran di Jakarta? Nah sebelum aku berbagi tentang pengalaman perjalananku ke Iran dan Turkey lebih dalam, aku ingin membahas tentang VISA IRAN. Sebenarnya lebih kepada menjawab pertanyaan diri sendiri sih, lebih baik mengurus Visa Iran di Kedutaan Iran di Jakarta atau mengurus VOA (Visa on arrival) saja? Jadi keduanya aku lakukan, gila ya bener-bener niat untuk menjawab pertanyaan diri sendiri. Karena tripku itu Jakarta-Tehran-Istanbul-Tehran-Jakarta jadi dua kali ke Iran. Untuk trip pertama ke Iran aku megurus ke Kedutaan Iran yang ada di Jakarta dengan biaya 20 EURO berlaku selama 14 hari. Nah untuk cara pengurusan Visa Iran di Jakarta silahkan baca disini.

Trip kedua ke Iran setelah pulang dari Istanbul aku mengurus VOA (Visa on Arrival), yaitu pas kedatangan silahkan isi formulir visa kemudian bayar terus dapat deh Visa. Ternyata VOA Iran pas kedatanganaku kedua tidak semudah yang aku bayangkan dan harganya itu jauh lebih mahal yaitu 45 Euro yang berlaku selama 30 hari. Karena penerbanganku di hari yang sama jam 00:00 malam sementara sampai di Bandara Imam Khomeini, Tehran jam 10 pagi Bapak petugas tidak mengizinkanku untuk keluar Bandara alias menunggu di area kecil dan tidak bisa naik ke atas. Gila saja aku harus menunggu selama 12 jam duduk bego di dalam ruangan selain itu aku berjanji dengan temanku jam 4:30 untuk bertemu dan aku ingin ke Saabad Place atau sekedar beli oleh-oleh di Tajrish di kunjungan terakhirku di Iran. Tapi VOA ternyata agak ribet karena mengingat aku wanita jadi mereka agak menyusahkan sih jadi aku sempat tidak diberi untuk mengurus VOA karena mungkin mereka merasa sayang uangku kali  ya 45 Euro hanya 10 jam tapi karena aku ingin bayar keluar dari Bandara dan ingin Visa jadi terpkasalah 2 jam lah aku menunggu kepastian diberi Visa Iran atau tidak. Postivenya sih transit di Iran tidak perlu membayar Visa dan mungkin mereka tidak mau uangku sayang 45 Euro hanya 10 jam saja. Namun karena aku udah niat saja akhirnya si Bapak petugas yang usianya mungkin 30 tahunan aku tanya tiap menit sampai pusing kepalanya seperti anak ekcil yang menginginkan permen.  Ternyata untuk mengurus VOA di Iran harus membeli namanya Asuransi perjalanan dimana harganay tergantung lama tinggal yang pasti aku ingat 1 hari – 16 hari kalau tidak salah 16 Dollar. Kemudian dengan pontang panting sana sini akhirnya aku diberi keputusan dan diperbolehkan untuk membayar VOA 45 Euro yang bener-benar mahal untukku mengingat jika mengurus di Indonesia hanya 20 Euro saja.

Namun janji adalah janji dan kalau aku tidak aku mencoba keduanya dipastikan aku tidak tahu mana yang baik mengurus sendiri Visa di Jakarta sebelum ke Iran atau mengurus sendiri di Iran secara langsung melalui VOA. Karena memang warga Indonesia mendapat fasilitas VOA (Visa on arrival).

Lah lalu kenapa tidak mengurus dua kali di Kedutaan Iran di Jakarta sebelum ke Iran? Karena si Bapakpertigas kedutaan Iran di Jakarta itu tidak memberikan dua kali kunjungan hanya single entry saja dan kalau pun ingin dua kali kunjungan bayarannya dua kali jadinya 20×2 = 40 Euro. Makanya waktu itu aku hanya mengurus sekali karena dalam hati “ah gampang  bisa VOA juga”. Nah pas mengalami langsung VOA agak ribet karena perempuan sendirian dan harus punya namanya sponsor orang Iran, intinya agak disusahkan lah! Nah loh sponsor orang Iran dapat darimana coba aku saja ke Iran dengan biaya sendiri. Untungnya aku ada ide dengan memberikan alamat dan nomor telepon orang Iran sehingga pas ingin mengurus VOA Iran aku asal kasih nomor orang Iran dan nomor teleponnya saja barulah aku dikasih VOA. Itu pun nomor si kawan dan alamatnya kenal dari Couchsurfing Iran.

Bagi yang tidak memiliki teman di Iran maka booking an hostel dan alamat  penginapan selama di Iran sangat penting. Nah sekarang tinggal pilih mau travelling ke Iran mengurus visa sendiri di Kedutaan Iran di Jakarta atau mengurus VOA pas di Tehran Irannnya tergantung selera. Kalau saya sih dari pengalaman keduanya mending mengurus di kedutaan saja karena jauh lebih murah. Terus alasan kenapa aku tidak mengurus visa kedua karena ada teman yang juga melakukan backpacker ke Iran selama 1 bulan mengatakan tidak perlu bagi orang Indonesia visa kalau hanya kunjungan 14 hari dan tentu saja akibat pernyataan ini membuatku gigit jari. Karena pada kenyataannya goodbbye 45 Euro sambil hapus ingus!

Nah perbandingan VOA dan mengurus Visa Iran di Kedutaan Jakarta

1.Biaya VOA Iran 45 Euro (pake mata uang EURO), berlaku selama 30 hari, mengurus di kedutaan Iran di Jakarta biayanya 20 Euro (bayar pake Euro) salama 14 hari

2.VOA Iran untuk Indonesia memerlukan bookingan hotel atau sponsor orang Iran sementara mengurus di kedutaan Iran di Jakarta juga memerlukan booking hotel/hostel di Iran tanpa harus sponsor

Nah yang hendak merencanakan ke Iran, silahkan memilih sendiri VOA atau mengurus Visa di Kedutaan dan selamat berlibur! Yang pasti sih meski uang 45 Euro 10 hilang tapi aku senang karena bisa melihat Iran untuk terakhir kalinya!

Salam

Winny

Mengurus E-Visa Turkey Mudah Sekali


Your life is the sum result of all the choices you make, both consciously and unconsciously. If you can control the process of choosing, you can take control of all aspects or your life. You can find the freedom that comes from being in charge of yourself

By Robert Bennett

turkey

 

Hello World

Jakarta, Agustus 2016

Turki merupakan negara yang kaya akan situs budaya serta satu-satunya negara yang berada di dua Benua sekaligus Asia dan Eropa. Selain itu Turki pernah dikuasi oleh Kekaisaran besar seperti Romawi hingga ke Ottoman. Bahkan Istanbul dulunya dikenal dengan Konstatinopel semakin membuat wisatawan mengunjunginya. Terus cowok Turki itu super tampan dan ceweknya super cantik, ditambah film series Turki yang sedang naik daun semakin membuat mengunjungi Turki. Aku sendiri ingin mengunjungi Turki gara-gara buku gratisan dari Kak Awan tentang Turki terus penasaran berat dengan Hagia Sophia Turki sehingga Turki menjadi salah satu bucket list wisata impian untuk dikunjungin. Beruntungnya kita sebagai Warga Negara Indonesia, dalam mengurus Visa Turki cukup mudah, karena bisa VOA (Visa On Arrival) atau bisa juga E-Visa. Memang apa bedaVOA (Visa On Arrival) dengan E-Visa? Jadi kalau VOA (Visa On Arrival) Turki kita ke Turki dengan tiket di tangan terus datang isi form di Imigrasi di Turki lalu bayar VOA secara cash di Imigrasi Bandara Turkinya sebesar 25 USD dan berlaku selama 30 hari sedangkan E-Visa Turki kita mengurusnya secara online dan tidak perlu repot-repot ke kedutaan Turki cukup buka laptop masuk ke situs pemerintah Turki isi langkah-langkah pembuatan E-visa Turki terus jadi deh.

Aku sendiri sempat galau antara VOA atau E-Visa Turki namun karena iseng google dengan kata Kunci “Langkah Proses Pembuatan Visa Turki” terus baca-baca mudah alhasil aku pun mengurus E-visa aja daripada ngantri dan ribet pas di Turkinya.

Oh ya sebelum kamu mengurus E-Visa Turki secara online, sebaiknya mempersiapkan:

1. Pastikan paspormu berlaku minum 6 bulan dari tanggal kepulangan karena jika tidak bisa berabe pas di Negara Orang.

2. Pembayaran E-visa Turki itu menggunakan Kartu kredit berloga Visa atau Master Card terdiri dari Debit Visa, Master Card dan Union Pay. Jadi kalau yang tidak memiliki Kartu Kredit bisa meminjam kartu kredit teman, sodara atau pacar mungkin. Aku sendiri tidak memiliki kartu kredit jadi minjam punya teman.

3. Pastikan koneksi internetmu stabil dan cepat agar pas pengisian tidak terputus ditengah jalan

4. Harga pembuatan E-visa untuk tujuan turis sebesar $25,7 dan E-Visa untuk turis berlaku selama 180 hari, namun hanya bisa tinggal di Turki maksimal selama 30 hari.

Setelah itu baru deh memulai mengurus E-Visa Turki secara online.

6 Langkah Mudah Mengurus E-Visa Turkey

1. Masuk ke webiste Turki https://www.evisa.gov.tr/en/ lalu pilih 1. Apply

Langkah Membuat E-Visa Turkey
Langkah Membuat E-Visa Turkey

2. Isi asal negara dan travel dokumen kemudian ketik  security question di box yang tersedia.

Langkah Membuat E-Visa Turki
Langkah Membuat E-Visa Turki

3. Isi identitas diri secara lengkap, pastikan sama dengan data di Passpor.

Langkah Membuat E-Visa Turki
Langkah Membuat E-Visa Turki

4. Isi Data tanggal kedatangan lalu simpan dan menuju ke pembayaran

Langkah Membuat E-Visa Turki
Langkah Membuat E-Visa Turki

5. Masuk ke Email dan lakukan pembayaran sebesar 25 USD untuk single entry serta biaya administrasi 0,7 USD sehingga harganya $25,7.

6. Setelah dibayar maka jadi lah E-Visa Turkey seperti dibawah, mudah kan?

E-Visa Turki
E-Visa Turki

 

Mengurus E-visa Turki mudah kan? Nah pas di bagian terakhir jangan lupa untuk menyimpan dan memprint E-Visa Turkey untuk dibawa saat travelling ke Turki.

Kalau sudah ada visa Turkey, tiket ke Turkey tinggal jalan cus jelajah deh Negara yang kaya akan situs Budaya dunia. Merhaba Turkey!

Hoş geldiniz !

Salam

Winny

Mudahnya Mengurus Visa Iran


The hardest part of loving someone is knowing when to let go, and knowing when to say good bye

By Unknown

Hello World

Jakarta, Agustus 2016

Persia merupakan salah satu negara yang patut dipertimbangkan untuk dikunjungi. Apalagi gara-gara nonton film The Physician (2013) atau Der Medicus yang menceritakan tentang Asal muasal Ilmu Bedah dari Syiria sehingga semakin membuatku ingin berkunjung ke Iran. Terus padang pasirnya ala Middle East juga salah satu yang membuatku ingin mengunjungi Iran. Sebelum ke Iran, Visa wajib hukumnya. Untuk Warga Negara Indonesia, Iran memperlakukan VOA (Visa on Arrival) artinya cukup datang ke Bandara Iran masuk ke Imigrasinya kemudian ikutin langkah VOA Iran kemudian bayar masuk deh.

Cuma aku tipikal orang yang suka mempersiapkan sesuatu dari jauh-jauh hari. Nih walau Iran memberlakuan VOA bagi pemegang passpor Indonesia tapi aku lebih suka mengurus langsung di Kedutaan Iran di Jakarta. Selain itu baca-baca dari Blognya Mbak Febi, harga VOA untuk turis itu 40 Euro belum lagi harus ada asuransi sementara ketika aku menelepon ke Dutaan Iran di Jakarta, untuk single entry Visa Iran hanya 20 Euro, jadi jauh lebih hemat, mending repot sedikitlah.

Akhirnya aku dan mbak Ninik yang ikut denganku menjelah Iran mengurus Visa kami di Kedutaan Iran di Menteng. Pengurusan Visa Iran ternyata mudah loh asalkan semua persyaratan terpenuhi.

Syarat-syarat untuk mendapatkan Visa Iran dari Jakarta

1.Masa berlaku Passpor harus memiliki umur lebih dari 6 bulan hingga balik ke Indonesia

2. Memiliki tiket pulang pergi Jakarta-Tehran serta booking Untuk penginapan isi saja dari booking dot com karena bisa dibatalin atau cari hostel Iran.

3. Pasphoto berjilbab dengan ukuran 3×4 2 lembar

4. Mengisi Formulir Visa Iran yang bisa didapatkan di kedutaan

Nah setelah berkas dan dokumen lengkap barulah ke kedutaan Iran di Menteng buka dari jam 9-12 pagi. Sayangnya pas aku di kedutaan Iran photoku bukan berjilbab akhirnya aku harus repot mengambil photo berjilbab demi Visa Iran. Yang berphoto dnegan jilbab ini agak merepotkan bagiku mengingat sudah terlanjur mencuci pas photo 3×4 biasa. Yah namun daripada Visa ku tidak diterima yah aku berphoto lagi jadinya.

Di kedutaan Iran akan memberikan nomor rekening untuk visa melalui BRI, terus bukti pembayaran dibawa ke kedutaan lalu passport kita ambil untuk proses Visa. Setelah itu akan dikabarin pihak kedutaan untuk visanya. Waktu kamu mengurus visa di Kedutaan sih 2 hari saja. Lalu datang ke Kedutaan Iran dan mengambil passport lengkap dengan Visa Iran, sayangnya Visa seharga 20 Euro hanya berlaku 14 hari saja dari kedutaan, mungkin karena dari jadwal penerbangan kami kali ya! Namun yang penting Visa Iran diterima.

Akhirnya Visanya diterima saatnya mencari Prince of Persia 😀

Alamat Kantor Kedubes Iran di Jakarta

Jl. Hos-Cokroaminoto 110

Menteng

Jakarta

Telp:  (021) 3193.1378

Salam

Catatan: Waktu itu saya tidak diminta mengenai keterengan bekerja namun tetap saya lampirkan sebagai bukti kuat bahwa saya memiliki pekerjaan di Indonesia dan bakalan balik ke Indonesia setelah melakukan perjalanan dari Iran
Winny

Mengurus Visa India Tanpa Ribet


“Charisma is not just saying hello. It’s dropping what you’re doing to say hello.”
By Robert Brault

Trip India

Hello World

Jakarta, Februari 2016

Visa India merupakan visa termudah yang pernah aku urus sendiri selain visa ke Jepang. Kenapa tidak? Dengan hanya mengisi formulir via online terus datang ke kedutaan, penuhi persyaratan visa India kemudian bayar visa India terus tunggu dihari berikutnya maka visapun jadi. Gampang banget!

Waktu itu sempat konsultasi dengan si Alid karena dia mengurus visa India via Online alias e-Tourist Visa India tapi harganya Rp800.000 an sementara kalau urus ke Kedutaan India hanya Rp550.000 an. Jadi mending aku urus kekedutaan!

Jika ingin ke India maka untuk Warga Negara Indonesia harus mengurus visa terlebih dahulu. Untungnya WNI bisa menggunakan Visa On arrival (VOA) India, maksudnya datang ke India terus di Bandara India urus visanya dengan mengisi formulir Visa on Arrival kemudian bayar, antri di petugas imigrasi, lalu selamat datang di India. Hanya saja dari reiew yang aku baca kebanyakan menyarankan untuk mengurus Visa India terlebih dahulumengingat antriannya lama di India selain itu agar tidak susah pas tiba di Indianya.

Selain memperoleh visa India dengan VOA di Indianya langsung, bisa juga mengurus secara konvensional seperti yang aku lakukan dengan datang ke Kedutaan India. Sementara bagi yang tidak mau repot datang ke kedutaan, maka bisa juga isi  visa secara online melalui electronic tourist visa (e-tourist visa). Dari online tinggal isi formulir, isi persyaratannya kemudian cetak sendiri visanya lalu tempel di passport, selesai baru terbang ke India.

Hanya saja harga pengisian via melalui electronic tourist visa (e-tourist visa) India agak lebih mahal dibandingkan dengan ke kedutaan sehingga aku mengurus langsung ke kedutaan.

Sebelum ke kedutaan India, aku sudah menyiapkan persyaratan visa Turis India (Sumber: Kedutaan India) berupa:

1. Konfirmasi atau print out tiket untuk perjalanan pulang pergi

Ini tinggal prinan dari tiekt ayng sudah aku beli. Aku sendiri sudah memiliki tiket India pulang pergi hasil beli promo dengan harga 2,2 juta setahun lalu.

2. Rekening bank untuk 3 bulan terakhir

Ini aku print dari Bank dengan rekening korang selama 3 bulan.

3. Konfirmasi atau Pemesanan Hotel di tempat tujuan di India

Aku mencari hotel dari booking dot com

4.Surat undangan / sponsor dari India dengan salinan paspor atau kartu identitas sponsor.

Aku tidak bawa sih tapi lebih isi di formulir

5. Formulir India

Formulir bisa dibuka di https://indianvisaonline.gov.in/visa/tvoa.html, pilih apply online hingga keluar formulir yang berisi data.

Cara daftar visa india
Cara daftar visa india

Lalu isi data

cara mengurus visa india
Cara mengurus visa india

Kemudian akan ada formulir untuk dibawa ke kedutaan berisi informasi diri

Mengurus visa india
Mengurus visa india

Setelah berkasku lengkap maka aku datang ke kedutaan jam 9 pagi. Antriannya tidak lama meninggalkan KTP di keamanan serta jangan lupa membawa uang untuk visa. Harga turis visa India Rp530.00 tapi sewaktu di kedutaan kena chas jadi total biaya visa India secara langsung di Kedutaan Rp553.000.

Saat proses mengurus visa di kedutaan India tidak lama dan mudah. Karena aku mengurusnya hari kamis maka aku disuruh datang pas senin kemudian Visa India dengan wajahku menempel di passport.

Kedutaan India

Jl H.R. Rasuna Said, Kav. S-1,

Kuningan, Jakarta Selatan 12950

Salam

Winny

Salam

Winny

Mudahnya mengurus Visa Jepang


Jakarta, 9 januari 2015

Maaf teman-teman pembaca blog, pengalaman perjalanan ke Objek Wisata Cirebon khususnya menjelajah objek wisata Keraton Cirebon di skip dulu ya soalnya aku mau berbagi tips betapa mudahnya mengurus visa ke Jepang apalagi di tahun 2015, mudah sekali! Proses pembuatan visa Jepang gak ribet! Jadi yang punya rencana perjalanan ke Jepang untuk sekarang ini tidak usah khawatir karena visanya mudah kok diurusnya, syaratnya cukup punya E-passport! Bagaimana pengalamanku mengurus sendiri E-pasport akan aku buat di artikel lain di blog ini.

PS: sabar ya menunggu sharing pengalaman pembuatan E-Passport di Jakarta, mudah kok! Sudah lama sih aku membeli tiket murah ke Jepang dan sempat dag dig dug kalau visa Jepang ditolak apalagi bulan November lalu aku terkena musibah kena hipnotis sehingga semua uang ditabungan ludes, sempat stress dan depresi berat karena tiket sudah ditangan, tapi takut visa ditolak lantaran uangnya hilang ama para penghipnotis! Tapi Tuhan itu maha Adil sehingga memberikanku hadiah berupa “visa gratis ke Jepang” 😃.

Ibarat kata habis gelap terbitlah terang, paling tidak awal tahun 2015 yang menyenangkan! Rezeki anak sholeh🌼 Soalnya kalau melihat isi tabungan miris kakak, namanya baru kena cobaan berat, tanggal 11 November 2014, kejadiannya baru kan ya? Awalnya aku sempat khawatir kalau Jepang menggratiskan visa bagi warga negara Indonesia hanya wacana doang, ternyata Alhamdulillah itu tidak sekedar wacana, visa jepang memang gratis bagi warga Indonesia pemegang e-passport! Untuk tarif normal pembuatan visa sekali entry Rp320.000. tapi jika bayar visa, kemungkinan visa diterima susah susah gampang kali ya! Itulah sebabnya niatku membuat e-passport karena satu-satunya cara menuju Jepang!

Buat yang mau mengurus Visa Jepang gratis maka syarat untuk memperoleh visa gratis jepang ialah:

1. E-passport

2. Tiket Jepang-Indonesia pulang pergi

3. Formulir isian visa jepang

4. Optional: surat rekomendasi kerja bagi yang sudah bekerja

20150110-091421.jpg Lokasi kedutaan Jepang berada di Jl.MH. thamrin Jakarta pusat dekat dengan Plaza Indonesia. Waktu pembuatan visa jam 09:00-12:00 tapi sudah pada antri mulai jam 8. Aku sendiri datang ke kedutaan jepang jam 10 pagi dan masuk ke dalam kantor kedutaan dengan menitipkan KTp lalu mengambil antrian B untuk visa. Satu hal yang aku salut dalam mengurus visa Jepang di kedutaan Jepang yaitu meski antriannya panjang dan banyak tapi cepat sekali pelayanannya! Waktu tu antrianku nomor B19 tapi cepat cuma 30 menit saja! Sempat bingung mau menekan tombol antrian mana saat didalam gedung pengurusan visa jepang karena satu nomor antrian khusus untuk pengurus visaJepang satu lagi buat pengurusan certifikat/ijazah dan lain-lain untuk expat/warga asli Jepang. Saat nomor urutanku dipanggil maka semua berkas pendukung aku berikan kepada petugas lalu aku diberikan surat tanda bukti penerimaan passportku!

Oh ya pasport kita ditahan satu hari di kedutaan Jepang untuk registrasi. Intinya e-passport kira harus diregistrasi dulu di kedutaan Jepang yang ada di Indonesia. Jangan main langsung berangkat ke Jepang ntar kena deportasi lagi😃 Kan ada tuh orang mikirnya kan udah E-passport jadi bisalah langsung terbang ke Jepang! Tidak bisa harus registrasi dulu ke kedutaan Jepang!registrasi passport sehari kerja doang kok! Karena aku mengurus visa gratis ke Jepang hari rabu maka seharusnya visaku selesai hari kamis, cuma karena tidak sempat mengambil passportku di hari kamis, maka aku mengambilnya di hari jumat. Untuk pengambilan passport memiliki jadwal pengambilan passport yaitu dari jam 13:30 sampai jam 15:00. Untuk pengambilan passport antriannya lumayan banyak. Aku dapat nomor antrian 76, sampai jam 2 selesai jam 3 dengan muka senang karena akhirnya e-pasport pertamaku isinya visa jepang!

20150110-093314.jpg I’m coming Jepang❤️

Salam

weeny traveller