Informasi Travelling ke Timor Leste


 Dream what you want to dream, go where you want to go,be what you want to be. Because you have only one life and one chance to do all the things you want to do”

Cristo Rei Puncak Fatucama
Cristo Rei Puncak Fatucama

Hello Wolrd, Hello Universe!

Teringat akan sebuah email dari Agassi, editor majalah Hi yang menanyakan “Seperti apa sih Timor Leste di mata mbak Winny”  yang hingga saat ini majalah tersebut belum saya dapatkan. ‘Duh benar-benar PHP juga hahaha 😀

Tapi tidak masalah lah, berhubung karena ada request dari pembaca, maka alangkah baiknya memberikan Informasi Travelling ke Timor Leste berdasarkan isian yang aku kirim ke editor majalah Hi. Dan semoga bermanfaat bagi traveller yang ingin mencari  Informasi mengenai dunia pariwisata yang ada di Timor Leste. Atau mungkin memiliki keinginan untuk berwisata ke Dili, Timor Leste.

LARGO DE LECIDERE
LARGO DE LECIDERE

Seperti apa sih Timor Leste di mata mbak Winny?

Luar Biasa. Seperti berkunjung ke Negara Amerika Latin.

 

Dari banyak negara di Asia Tenggara, kenapa kita sebagai orang Indonesia harus pergi ke sana? Apa yang membuat mbak sendiri tertarik untuk pergi ke Timor Leste?

Karena saya sudah berada di Kupang selama beberapa waktu jadi saya pikir tidak ada salahnya untuk mengunjungi sebuah Negara yang pernah jadi bagian dari NKRI. Saya tertarik untuk melihat secara langsung perkembangan Negara tersebut seperti apa pasca “Memerdekakan Diri” dari Indonesia. Dan selain itu, saya juga tertarik dengan alamnya yang begitu eksotis dan masih terawat.

 

Ada spot yang wajib dikunjungi oleh para wisatawan kalau sudah sampai di Timor Leste? dan apa kelebihan tempat-tempat itu? mungkin, apa ada makanan khas yang jadi daya tarik dan wajib dicoba sama wisatawan yang ke sana?

Spot-post wisata yang ada di Timor Leste umumnya di Dominasi oleh Wisata Religi untuk umat Kristiani, seperti Patung Kristus Raja (Cristo Rei) yang berada di Puncak Fatucama, Dili. Mungkin teman-teman ada yang tahu Patung Christ Redemeer, Brasil yang menjadi salah satu finalis 7 Keajaiban Dunia. Nah Patung Kristus Raja di Dili merupakan Patung Kristus Tertinggi ke 2 setelah patung tersebut dengan ketinggian sekitar 27 meter. Jika sudah puas menikmati indahnya Patung Cristo Rei, kita dapat bermain pasir di Pantai Areia Branca yang terletak di kaki bukit Fatucama. Pasirnya bersih dan berwarna putih, menyilaukan jika terkena matahari. Indah sekali.

Selanjutnya ada Patung Paus Yohanes Paulus II di Tasi Tolu. Selain untuk berziarah kesini, kita juga dapat menikmati indahnya Danau Tasi Tolu disana. Yang lainnya adalah Patung Bunda Maria di Puncak Ramelau. Untuk kesana kita perlu melanjutkan perjalanan yang lebih jauh ke Ainano. Namun jika sudah sampai kesana, kita akan disugguhkan pemandangan yang menakjubkan dari Puncak Ramelau. Tapi Kami sendiri belum sempat kesana. Selain itu ada juga Pulau Atauro, jika kalian hobi mendaki gunung sebaiknya mencoba kesana. Kami sendiri hanya dapat memandangnya dari Pelabuhan di Dili. Hehehehhe.

Yang membuat saya kagum, Tempat-tempat wisata yang kami kunjungi tersebut tidak ada satupun yang memungut biaya administrasi apapun semua bisa kita nikmati dengan cuma-cuma. Untuk Parkir, jangan khawatir. Kita dapat memarkirkan kendaraan kita dengan aman, dan sekali lagi “Gratis”. Hehe 😀

Makanan khas Timor Leste ialah Batar Daan yaitu campuran jagung dan kacang, jika ingin menemukan makanan ini sebaiknya bertanya dengan warga asli pribumi kami sendiri kurang beruntung karena tidak menemukannya. Untuk makan tidak usah khawatir, di sepanjang jalan di kota Dili berjajar banyak tempat makan. Yang uniknya tempat-tempat makan ini di dominasi oleh warga asing. Untuk makan siang, kami bertemu dengan tukang Bakso disana. Abang penjual Baksonya ternyata orang Indonesia juga, hahahahahha. Harga Bakso yang ia Jual US$1. Untuk makan malam, kami berkunjung ke Rumah Makan Vietnam yang ada di tepi Pantai Tibar. Sembari menikmati Sunset dan menyantap makan malam. Sungguh nikmat hidup terasa saat itu. 😀

Cristo Rei Puncak Fatucama
Cristo Rei Puncak Fatucama

 

Bisa disebutin rincian biayanya mbak? mulai dari perjalanan, penginapan, dan tiket-tiket untuk masuk ke tempat-tempat itu?

Bisacopas di web ya 😀 ..

https://winnyradc.wordpress.com/2013/06/14/itenary-ke-dili-timur-leste/

 

Selama mbak di Timor Leste, ada fakta unik apa sih yang ditemukan di sana?

Ketika saya tiba disana, Kondisi Politik Timor Leste sudah stabil dan yang menariknya lagi kita akan bertemu dengan orang-orang yang sangat ramah. Tapi sebuah fakta yang sangat menarik menurut saya, sebagian besar warga Timor Leste menganggap jika selama ini Bangsa Indonesia telah melakukan penjajahan terhadap mereka. Sungguh sebuah ironi yang sangat saya sesalkan.

Tapi pada kenyataannya, setelah merdeka ternyata rakyat Timor Leste masih mengalami penjajahan oleh bangsa-bangsa lainnya seperti Australia. Lihat saja akan banyak sekali ditemukan warga asing yang hidup sukses disana, berbeda dengan warga aslinya.

Fakta unik yang lain, Bahasa resmi yang digunakan disana adalah Bahasa Tatun atau bahasa daerah khas Timor Leste dan juga Bahasa Portugis. Tetapi yang membuat kami bangga adalah sebagian besar warga Timor Leste masih menggunakan Bahasa Indonesia.

Ada lagi yang unik, Sebagian besar produk yang ada disana baik pangan ataupun lainnya bersala dari Indonesia. Seperti Mie, Air Mineral, Kopi dan sebagainya. Begitu banyak produk asal Indonesia yang kami temukan disana.

 

Saya baca di blog mbak, ada calo ya? hehe agak unik menurut saya, apa calo di Timor Leste sama dengan calo yang di Indonesia? di Jakarta misalnya? calo di sana itu legal atau ilegal ya mbak? di sana, calonya maksa-maksa gak mbak? Hehe

Hahahahha :D, Klo Calo ini sebenarnya kisah lain yang menarik menurut saya. Saya pribadi juga masih bingung mereka warga Indonesia atau warga Timor Leste karena mereka hidup dan tinggal di daerah perbatasan. Mereka sebenarnya tidak sama dengan calo yang pada umumnya kita temui. Mereka hanya sekedar menawarkan jasa untuk mengisikan lembaran formulir yang harus kita isi di imigrasi baik di keimigrasian Indonesia ataupun Timor Leste. Jasa yang mereka tawarkan cukup murah hanya Rp. 5.000,- per Orang.

Untuk masalah Legal ataupun Ilegal saya kurang tahu. Tapi yang jelas pihak kedinasan disana sepertinya menganggap hal tersebut wajar dan biasa saja. Dan untuk cara kerjanya, mereka memang agak sedikit memaksa namun sebatas tindakan verbal. Itu sedikit membuat kita risih, namun cukup saja bilang “Tidak Terima Kasih” mereka akan paham dan segera pergi.

Namun jangan sekali-sekali menyerahkan begitu saja Paspor dan surat-surat berharga anda kepada orang yang tidak dikenal karena kondisi lokasi perbatasan yang ramai sepertinya tidak kondusif dan dikhawatirkan surat-surat anda akan hilang begitu saja.

 

Pantai Areia Branca
Pantai Areia Branca

Keuntungannya dari menggunakan jasa calo itu sendiri apa? dan resikonya apa?

Seperti sebelumnya yang saya katakan, mereka hanya menawarkan jasa untuk mengisikan form dari pihak imigrasi. Untuk proses pengurusan berkas-berkas masih harus kita lakukan sendiri. Namun mereka akan berbaik hati untuk membantu kita melewati tahapan administrasi di Imigrasi. Pada umumnya mereka merupakan orang-orang yang ramah meskipun sedikit kasar. Jadi jangan mudah tersinggung, itu saran saya.

 

Administrasi di sana ribet gak mbak?

Wahahahahha. Sebenarnya tidak sama sekali. Jika semua surat menyurat yang kita miliki lengkap, proses akan berjalan dengan lancar. Namun yang jadi kendala adalah di Ke-Imigrasian Timor Leste. Kita akan sedikit tertahan dengan pertanyaan dari pihak imigrasi disana. Apalagi untuk kita yang pertama kali melakukan perjalanan keluar negeri.

Mereka akan menanyakan “Untuk keperluan apa anda berkunjung ke Timor Leste?, Selama di Timor Leste anda akan menetap dimana?”. Tips dari saya, sebaiknya teman-teman tetap tenang dan jawab saja dengan santai bahwa kalian hanya Plesiran yang artinya jalan-jalan kesana dan akan menginap di Hotel selama beberapa waktu. Untuk Hotel atau tempat penginapan sebaiknya kalian search terlebih dahulu di Google, jadi ketika ditanya kalian bisa memberikan jawaban nama Hotelnya langsung dan lokasinya.

Nah setelah lewat pihak imigrasi, kita harus melapor ke pos penjagaan di Timor Leste. Disini ada cerita unik, ketika kami melapor dengan petugas penjagaan kami dimintai uang sebesar US $20. Hahahah, Sontak saja kami kaget karena untuk apa uang tersebut. Ternyata pihak penjagaan tersebut mengira Andisu akan mencari pekerjaan disana sehingga mereka mengumpulkan pungli terhadap kami. Yap, sedikit terjadi adu mulut namun berakhir dengan kemenangan kami. Hahahahahha, No Money Lost From My Wallet!!!

 

Pelabuhan DILI
Pelabuhan DILI

Mbak di Timor Leste berapa lama? dari perjalanan ke Timor Leste, di Timor Leste, dan saat pulang, ada cerita tersendiri gak mbak yang menurut mbak nggak bisa dilupain? mungkin ada kejadian-kejadian unik? kalau ada sih, ceritanya waktu mbak sudah di Timor Leste hehe 😀

Kami berangkat dari Kupang pada tanggal 26 Oktober dan Pulang dari Timor Leste tanggal 28 Oktober. Jadi terhitung efektifnya hanya 1 hari saja disana.

Selama perjalan menuju Timor Leste sebenanrnya ada sedikit kisah yang lucu, Di Travel kami bertemu dengan seorang Bule sebut saja namanya Philip. Jadi Ketika kami sampai di cabang Timor Travel di SOE, kami berhenti sejenak untuk beristirahat. Namun ada sekumpulan pedagang yang menawarkan jamu mereka. Yang lucunya mereka menawarkan Jamu yang dicampur denga Obat Kuat. Mereka sedikit memaksa, bukan hanya kepada kami tetapi kepada Philip juga. Philip tidak paham bahasa Indonesia sehingga ia langsung mengambilnya begitu saja tanpa membayar. Mungkin dia pikir itu gratis, heheheh. Jadi sepanjang perjalanan Philip bertanya apakah obat tersebut Legal dan dapat lolos di Imigrasi. Hahahaha, Jelas saja kami tidak tahu mau menjawab apa. Dasar Bule Gila.

Kejadian Unik lainnya adalah saat kami mau pergi ke Puncak Fatucama untuk melihat patung Kristus Raja “Cristo Rei”. Kami kesana menggunakan sepeda dan sesampai digerbang kami bertanya kepada warga yang sedang berbincang di dekat gerbang. Terkejutnya saya, bukan hanya jawaban yang kami terima tetapi justru kami ditemani langsung menuju Puncak oleh salah seorang mereka. Kami diberikan penjelasan tentang banyak hal mengenai Timor Leste, Mengenai Tempat yang sedang kami kunjungi, tentang budaya, kondisi social masyarakat Timor Leste pasca berpisah dengan NKRI, tentang politik yang sedang terjadi di Timor Leste dan banyak lagi. Ia sungguh ramah kepada kami yang dari Indonesia ini. Sungguh menarik. Dan yang lebih membuat kami terkejut, Orang tersebut adalah seorang mantan Atlit Beladiri Indonesia ketika Timor Leste masih dalam NKRI dan sekarang ia menjadi Pelatih Timnas Timor Leste untuk Cabang Beladiri, Saya lupa tepatnya untuk cabang apa, Silat atau Karate.

Cerita Unik lainnya, tentang kami yang sempat tersesat disana waktu mencari jalan pulang. Jadi karena hari sudah malam, jalan yang kami lalui tidak bisa dibedakan lagi. Lampu-lampu penerangan sepanjang jalan terbilang kurang memadai. Jadi kami mengayuh sepeda kami terus tanpa tahu ke arah mana kami melaju. Sesampainya di Penginapan, bukan mainnya sang pemilik penginapan khawatir dengan kami. Katanya ia sempat mau menelpon ke Kedutaan NKRI di Dili. Waduh, sampe segitunya. Hahahahahah.

 

Gerbang Cristo Rei
Gerbang Cristo Rei

Apa yang harus dilakukan buat calon wisatawan yang mau pergi ke Timor Leste?

Sebaiknya sebelum pergi ke Timor Leste terlebih dahulu teman-teman mencari Informasi yang cukup tentang Timor Leste seperti tempat-tempat yang akan di kunjungi, tempat menginap, transportasi, peta dan sebagainya. Persiapkan semua surat menyurat seperti KTP dan Paspor, jika sempat sebaiknya urus terlebih dahulu Visa di Kedutaan Timor Leste sebelum berangkat kesana. Namun jika tidak sempat kalian bisa menggunakan VOA. Jangan lupa untuk menukarkan uang rupiah kita ke US dollar.

Dan juga sebaiknya membawa perlengkapan lainnya seperti perlengkapan mandi, obat-obatan, dan pakaian yang cukup. Oh iya satu lagi, siapkan fisik kalian sebaik-baiknya karena berkunjung kesana akan sangat-sangat membangkitkan semangat kalian untuk berkeliling menikmati perjalanan kalian.

 

Kendaraan UN di Timor Leste
Kendaraan UN di Timor Leste

Salam,

Weeny Traveller

Iklan

Itinerary ke Dili, Timor Leste


Hello World

Berhubung banyak yang penasaran dengan perjalanan ke Timor Leste dan beberapa pembaca menyakan itenary perjalanan ke Dili Timor Leste, maka saya terpanggil untuk membuat jadwal perjalanan ke Timor Leste (cieeee hehhehe :D)…

Ada yang bertanya seperti ini:

Ada spot yang wajib dikunjungi oleh para wisatawan kalau sudah sampai di Timor Leste? dan apa kelebihan tempat-tempat itu? mungkin, apa ada makanan khas yang jadi daya tarik dan wajib dicoba sama wisatawan yang ke sana?

Spot-post wisata yang ada di Timor Leste umumnya di Dominasi oleh Wisata Religi untuk umat Kristiani, seperti Patung Kristus Raja (Cristo Rei) yang berada di Puncak Fatucama, Dili. Mungkin teman-teman ada yang tahu Patung Christ Redemeer, Brasil yang menjadi salah satu finalis 7 Keajaiban Dunia. Nah Patung Kristus Raja di Dili merupakan Patung Kristus Tertinggi ke 2 setelah patung tersebut dengan ketinggian sekitar 27 meter. Jika sudah puas menikmati indahnya Patung Cristo Rei, kita dapat bermain pasir di Pantai Areia Branca yang terletak di kaki bukit Fatucama. Pasirnya bersih dan berwarna putih, menyilaukan jika terkena matahari. Indah sekali.Selanjutnya ada Patung Paus Yohanes Paulus II di Tasi Tolu. Selain untuk berziarah kesini, kita juga dapat menikmati indahnya Danau Tasi Tolu disana. Yang lainnya adalah Patung Bunda Maria di Puncak Ramelau. Untuk kesana kita perlu melanjutkan perjalanan yang lebih jauh ke Ainano. Namun jika sudah sampai kesana, kita akan disugguhkan pemandangan yang menakjubkan dari Puncak Ramelau. Tapi Kami sendiri belum sempat kesana. Selain itu ada juga Pulau Atauro, jika kalian hobi mendaki gunung sebaiknya mencoba kesana. Kami sendiri hanya dapat memandangnya dari Pelabuhan di Dili. wow…
Yang membuat saya kagum, Tempat-tempat wisata Timur Leste yang kami kunjungi tersebut tidak ada satupun yang memungut biaya administrasi apapun semua bisa kita nikmati dengan cuma-Cuma. Untuk Parkir, jangan khawatir. Kita dapat memarkirkan kendaraan kita dengan aman, dan sekali lagi “Gratis”. Heheheheh.
Makanan khas Timur Leste ialah Batar Daan yaitu campuran jagung dan kacang, jika ingin menemukan makanan ini sebaiknya bertanya dengan warga asli pribumi kami sendiri kurang beruntung karena tidak menemukannya. Untuk makan tidak usah khawatir, di sepanjang jalan di kota Dili berjajar banyak tempat makan. Yang uniknya tempat-tempat makan ini di dominasi oleh warga asing. Untuk makan siang, kami bertemu dengan tukang Bakso disana. Abang penjual Baksonya ternyata orang Indonesia juga, hahahahahha. Harga Bakso yang ia Jual US$1. Untuk makan malam, kami berkunjung ke Rumah Makan Vietnam yang ada di Tepi Pantai Tibar. Sembari menikmati Sunset dan menyantap makan malam. Sungguh Nikmat Hidup terasa saat itu. Hehhehe 😀

Timur Leste
Dili Timur Leste

Biar komplit maka saya akan buat itenary perjalanan selama 3 hari ke Timor Leste.

Itenary Hari 1 Perjalanan di Timor Leste, 3 November 2012

Waktu Kegiatan Biaya Keterangan
06.40 WITA Berangkat dengan Travel Timur Rp185000 Ini merupakan biaya naik travel dari Kupang ke Timor Leste. Di dalam travel ada penduduk lokal Timor Leste yang bicara bahasa daerah Tetun yang tidak kami mengerti. Dalam hati aku berkata “ini orang ngomong apa ya?”
10.30 WITA Sampai di Kefa. Makan siang di Rumah Padang tapi masakan Jawa Rp36000 Kefa ialah nama daerah antara Kefa dan Soe. Saran saya waktu makan disini tidak begitu direkomendasikan karena harganya yang relatif mahal dan rasanya yang tidak enak.
13.30 WITA Sampai di Atambua Timor Travel, ada charger money disini 100$, @1$ = Rp10000 Gila harga dollarnya mahal amat dah jika di tukar disini, padahal sewaktu kesini akhir tahun 2011 rate nilai tukar mata uang dollar ke Rupiah masih Rp8000. Jadi buat sahabat saran dari saya jika hendak pergi ke Timor Leste sebaiknya menukar uang terlebih dahulu di Kota masing-masing agar tidak mahal.
16.00 WITA Mengurus VOA $30/1 month Biaya Visa on Arrival Timor leste ialah sebesar $30 yang berlaku selama 30 hari. Diperbatasan Atambualah melakukan proses imigrasi dan mengisi form pengisian imigrasi dengan dua bahasa yaitu Portugis dan English dalam satu form. Jadi masih bisa diisi sendiri, jika tidak mengerti cara mengisinya kasih ke calo untuk diisi dengan membayar Rp5000 kantor immigrasi Indonesia dan $1 di kantor imigrasi Timor Leste. Calo  tersebut ialah penduduk lokal tapi saya tidak tahu pasti apakah Indonesia atau Timur Leste karena lokasinya yang berada di perbatasan.
19.00 WITA Sampai di Dili Mencari tempat menginap. Untungnya si travel baik dan mau ngantarin sampai dapat penginapan.
19.30 WITA Istirahat di penginapan $20/night Meginap di East Timor-Dili Back Packers di Mandarin 231 Rua de Thomas. Harga tersebut untuk single room. Ada beberapa pilihan yaitu single room, double room dan guest room. Yang paling murah guest room tapi dibagi 8 orang. Dan back packers lah penginapan yang paling murah di Dili. Sarannya saya yang tidak biasa travelling ala Backpacker jangan coba-coba kesini karena tempatnya standar untuk ada backpackers lebih baik mengambil disekitar pantai yang dekat dengan Istana Presiden tapi agak mahal memang berkisar $40-$200/night for one room

Itenary Hari 2  Perjalanan di Timor Leste 4 November 2012

Waktu Kegiatan Biaya Keterangan
08.00-09.00 WITA Siap-siap Sarapan mie instan yang tinggal pake air langsung siap dan sarapan roti yang kami bawa dari Indonesia. Kemudian makan lalu mandi dan siap-siap untuk mengelilingi Dili.
09.00-12.00 WITA Berobat amandel $65 Saya mencoba berobat amandel yang terletak di depan hostel Backpacker. Sebuah pengobatan altenatif China tapi tidak saya sarankan sih karena saya setelah berobat tetap menunjukkan perubahan.
12.00-13.00 WITA Menyusuri Dili dengan sepeda $6/a day untuk 2 sepeda Sepeda yang kami pinjam dari hostel yang kami tumpangi dengan membayar $3 saja seharian.
13.00-14.00 WITA Istirahat di Dili Harbour Di pelabuhan ini melalui Americo Tomas lewat Avenida Alves dan kami berhenti untuk melihat istana Presiden. Disekitar tempat ini ada sangat bagus untuk refreshing karena banyak pedagang kaki lima yang menjual aneka sea food ataupun minuman seperti kelapa dsb.
14.00-15.00 WITA Makan bakso di pasir putih $1/sepiring + 25 centavos untuk aqua sedang Ini pengalaman yang lucu karena jauh-jauh ke Dili Cuma makan bakso :).. Oh ya centavos adalah mata uang terkecil Timur Leste. 100 centravos = $1. Harga minuman aqua tergantung tempat ada harganya @30 centravos, ada yang $1 dan ada yang @25 centravos. Sarannya beli minuman di jalanan aja karena murah biasanya cuma @25 centravos.
15.00-17.00 WITA Bersepeda menuju Cristu Rei Menaiki sepeda ke Cristu Rei merupakan transportasi murah tapi sangat melelahkan sekali, bagi yang tidak biasa sebaiknya naik taxi yang bisa ditawar tergantung jauhnya perjalanan. Harga taxi di Timur Leste seharga $1-10 tergantung negoisasi.
17.00-18.30 WITA Sampai di Cristu rei Masuk ke Cristu rei tidak dipungut biaya alias gratis. Kelebihan Timur Leste terletak pada pariwisatanya yang gratis. Dan untuk sampai ke Patung Cristu Rei yang berada di atas bukit memerlukan waktu kira-kira 30 menit mendaki kira-kira 1000 anak tangga. Jadi siap-siap berletih ria.
18.30-19.30 WITA Makan malam di tepi pantai $ 15/2 orang Kami makan malam di Restauran Vietnam yang berada di dekat pantai. Makanannanya tidak terlalu enak tapi cukuplah untuk rasa lapar seharian bersepeda dan menikmati wisata di Dili seperti pantai putihnya disepanjang perjalanan.
19.30-22.00 WITA Pulang ke Guest house Kami sempat nyasar menuju ke guest house karena salah jalan, untungnya kami sampai ke tujuan dengan selamat 🙂
22.00-22.30 Wita Perpanjagan kamar $18 Memilih guest room untuk istirahat

Itenary Hari 3  Perjalanan di Timor Leste,  5 November 2012

Waktu Kegiatan Biaya Keterangan
06.00-07.00 WITA Siap-siap pulang Packing untuk pulang karena jadwal perjalan pulang hanya ada di pagi hari doang. Jam 08.00 WITA lah jadwal pulang dari Timor Leste ke Indonesia
07.00 WITA Pulang ke Indonesia $20 Biaya pulang dengan Timur Travel dan langsung dijemput di guest house
07.00-19.00 WITA Sampai di Indonesia Rp125000 Akhirnya sampai di Kupang lalu berburu makan malam di Kampung Solor Kupang karena lapar sangat, makan ikan besar, cumi, dan jus. Uenak 🙂

Semoga itenary perjalanan ke Timor Leste berguna bagi backpacker yang ingin berkunjung disana karena iternary ini saya cantumkan rincian biaya ke Timor Leste beserta jadwal perjalanan ke Timor Leste.

Dan untuk peta Timor Leste wajib dibawa untuk menjelajah keindahan wisata Timor Leste.

Peta Timur Leste

-Salam Blogger-

Winny Alna