8 Tempat Menarik di Palembang


“Indonesia consists with thousands islands and one of intereting island is Sumatera. Sumatera consists with some of islands, Aceh, Sumatera Utara, Riau, Jambi, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, and Bangka Belitung. Every island is uniquely and so is Sumatera Selatan. Capital City of Sumatera Selatan, Palembang has some interesting tourims, fully of cutltures, attraction, hystorical place and many more”

Palembang
Palembang

Bagi wisatawan maupun para traveller yang mungkin ingin mengunjungi Kota Kerajaan Sriwijaya, Palembang dan bingung mencari referensi tempat wisata menarik di Palembang, maka 8 tempat menarik di Palembang bisa menjadi pilihan tempat wisata yang dikunjungi. Tempat menarik Palemnbang bisa di kunjungi semuanya dalam 2 hari perjalanan karena kebanyakan “place you should visit on Palembang located on the middle of City”.

Dari pengalamanku menjelajah Palembang, dalam 3 hari,  tempat wisata Palembang murah dan mudah di akses. Jadi cocok buat kantong mahasiswa 😀 dan makanan yang paling aku suka di Palembang itu mpek-mpek Palembang, makanan khas Palembang yang berbahan ikan. Untuk tempat favorite di Palembang, aku lebih suka suasana  Sungai Musi di bawah Jembatan Ampera dengan cahaya berwarna-warni yang begitu menarik perhatianku :).

8 Wisata Menarik Kota Palembang

1. Jembatan Ampera dan Wisata Sungai Musi

Jembatan Ampera di Sungai Musi

Sungai Musi kalau di pagi hari mungkin kelihatan biasa saja namun pada saat malam hari begitu indah khususnya di bagian Jembatan Ampera Palembang. Sungai Musi memang merupakan wisata andalan Palembang. Jembatan Ampera dan Sungai Musi yang merupakan icon Palembang mudah untuk dijangkau karena berada di tengah Kota Palembang. Para wisatawan tidak usahh khawatir karena wisata bahari Sungai Musi tidak dipungut biaya alias gratis.

Pengunjung juga bisa melihat kapal-kapal yang bersandar di sekitar Sungai Musi serta rumah yang berdiri diatas Sungai Musi. Tidak akan sah rasanya jika tidak berkunjung di Sungai Musi.

Aktivitas yang dilakukan di Sungai Musi ialah menyusuri sungai dengan perahu dan berkeliling Sungai Musi. Warna air Sungai Musi cokelat. Tidak disarankan untuk mandi.

Setiap tahun selalu diadakan lomba bidar dan lomba olahraga air yang menarik. Bagi bakcpacker yang suka hunting tiket murah bolehlah mencoba wisata Palembang.

Hal yang menarik di Sungai Musi ialah jalan atau nongkrong di malam haribersama teman ditemani mie telur yang mudah ditemukan di sepanjang sisi Sungai Musi yang dekat dengan Benteng Kuto Besak.

Di Sungai Musi, penduduk lokal biasanya memancing dan terdapat kios apung serta rumah apung.Rumah apung maksudnya rumah yang terapung di tengah Sungai Musi.

Rumah yang dibangun di atas Sungai memang unik dan jarang terlihat. Tapi di SungaI Musi dapat kita temukan. Dan saat berada di Sekitar Sungai Musi senantiasa menjaga kelestarian lingkungan dan jangan buang sampah sembarangan.

2. Benteng Kuto Besak

Benteng Kuto Besak merupakan sisa benteng Kerajaan Palembang Darussalam waktu zaman Belanda. Benteng yang dibangun untuk pertahanan menangkal serangan Belanda dan sekaligus rumah tempat tinggal Kerajaan Palembang. Benteng Kuto Besak merupakan tempat menarik karena benteng yang memiliki nilai sejarah dan bukti bisu perjuangan Bangsa melawan penjajah masih kokoh dan tidak jauh dari Sungai Musi Palembang.

3. Pulau Kemaro

Tempat wisata favorit di Palembang ialah Pulau Kemaro yang berada di tengah Sungai Musi. Pulau Kemaro begitu banyak dikunjungi karena terdapat kisah romantis di Pulau Kemarau. Versi kisah cinta Romeo Juliet Indonesia, terdapat kisah cinta Tan Bu Ann (Keturunan Tionghoa) yang jatuh cinta kepada Putri Raja Siti Fatimah. Artis Indonesia sering juga ke Pulau Kemarau untuk melihat pohon cinta yang berada di samping Klenteng Kuan Im.

Pulau Kemaro Wisata Palembang

 

Pulau kemarau kental dengan ornamen Tionghoa serta pagoda yang indah dengan jumlah 9 lantai. Hari libu paling banyak dikunjungi. Memasuki Pulau KemarO, wisatawan tidak perlu bayar hanya perlu membayar biaya transportasi yang berupa perahu kecil. Perahu kecil untuk menuju Pulau Kemaro dapat ditemukan di sekitar jembatan Ampera.

4. Masjid Cheng Ho, Palembang

Tempat menarik lainnya yang bisa dinikmati di Palembang ialah Masjid Cheng Hoo Palembang. Sebuah Masjid bergaya nuansa ornamen Tionghoa. Lokasi Masjid Cheng Ho Palembang di Jakabaring Palembang Sumatera Selatan. Merupakan tempat beribadah dan tidak dipungut biaya namun harus tetap menjaga ketenangan umat islam yang beribadah. Masjid Cheng Hoo Palembang bisa menjadi wisata pilihan yang murah meriah di Palembang.

Pilar Masjid Cheng Ho Palembang
Pilar Masjid Cheng Ho Palembang

5. Wisata Bukit Siguntang Palembang

Bukit Siguntang merupakan wisata bersejarah buat warga Palembang karena di Bukit ynag dipenuhi dengan pohon yang rindang terdapat makan Raja dan Ratu Palembang serta ditemukannya patung Buddha. Makam-makan yang bsia kita lihat di Bukit Siguntang Palembang ialah Raja Sigentar Alam,  Pangeran Raja Batu Api, Putri Kembang Dadar, Putri Rambut Selako, Panglima Tuan Junjungan, Panglima Bagus Kuning and Panglima Bagus Karang.

Makam Putri Dadar di Bukit Siguntang
Makam Putri Dadar di Bukit Siguntang

Tiket masuk ke Bukit Siguntang seharga Rp5000 dan sudah termasuk biaya parkir motor. Akses ke Bukit Siguntang mudah karena tak jauh dari Kancil Putih Palembang. Meski kesannya angker karena terdapat beberapa makam keramat, tapi Bukit Siguntang merupakan wisata murah, adem, segar dan nyaman. Cocok untuk refreshing dan menikmati suasa kesegaran alam.

6. Stadion Gelora Sriwijaya

Stadion Gelora Sriwijaya atau sering disebut dengan Jakabaring Sport Center Palembang merupakan tempat olahraga yang lengkap karena Stadion Sriwijaya dibuat untuk even Internasional khususnya perlombaan olahraga.

Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Sport Center Palembang
Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Sport Center Palembang

Pengunjung cukup membayar Rp2000 untuk tiket masuk yang seklaigus biaya perawatan gedung. Di depan stadion Palembang terdapat Tugu Jakabaring dengan air mancur unik. Jakabaring sport center cocok untuk menikmati sore hari dan Danau buatan saat sunset menjadi momen yang diburu para photographer maupun pengunjung biasa.

7 Monpera Palembang

Monpera yang merupakan monumen yang di dalamnya terdapat Museum tentang seluk beluk Palembang juga menarik untuk dikunjungi. Selain murah, objek wisata Monpera juga memiliki nilai sejarah yang tinggi.

Monpera
Monpera

Monpera berlokias di Jl, Merdeka Palembang, dekat dengan Masjid Agung Palembang. Biaya masuk ke Monpera sebesar Rp1000 dan biaya masuk ke Museum Monpera (Monumen Perjuangan Rakyat) Palembang sebesar Rp5000. Hal yang bisa dilihat di Museum Monpera seperti koleksi mata uang Indonesia (Rupiah) dari zaman Soekarno hingga sekarang, photo pahlawan Palembang, senjata, baju dan peninggalan lain yang berhubungan dengan sejarah Palembang.

8. Taman Kambang Iwak Palembang

Kambang Iwak berupa Taman yang berada di tengah Kota Palembang. Lokasi Taman Kambang Iwakdi Jl. Tasik Bukit Kecil, Palembang, Sumatera Selatan.

Kambang Iwak Family Park Palembang

Untuk masuk ke Taman Kambang Iwak tidak dipungut biaya. Hal menarik di Kambang Iwak berupa bambu untuk berteduh, air mancur dan jembatan merah yang berada di tengah Kolam di Taman Kambang Iwak. Masyarakat paling suka jogging di sore hari di Kambang Iwak dan tempat favorit untuk menikmati sore hari.

So do not wait more, take your bag, take your shoes and lets travelling!! Lest have fun and enjoyo our holiday!

Salam Blogger dan BackpaCker Indonesia

-Winny Alna-

Iklan

Jakabaring Sport Center, Palembang


 “Be in the world like a traveller, or like a passer on, and reckon yourself as of the dead by Prophet Muhammad

 Jakabaring Sport Center Palembang, well known as Gelora Sriwijaya Stadium was built on 2004 for PON, 2007 Gelora Sriwijaya Stadium served as host for AFC Asian Cup.   Then in 2011, it served as host for Southest Asian Games. A big complex of sport, large, and full of trees. Located on Palembang, Sumatera Selatan, Indonesia.

Hello World, hello Universe!!

Akhirnya pengalaman seru di Palembang serta kisah menjejakkan kaki di Tanah Sriwijaya di ujung cerita. Yup… tempat wisata terakhir yang Aku dan Daboo kunjungi ialah Stadion Sriwijaya di Jakabaring, Palembang. Kalau Jakarta punya Gelora Bung Karno maka Palembang memiliki gedung olah raga yaitu Stadion Sriwijaya. Stadion Gelora Sriwijaya ditata sedemikian rupa di tahun 2011 ketika Indonesia menjadi tuan rumah untuk acara bergengsi “Asean Games”.

Memasuki Gedung Stadion, pemandangan yang pertama kali yang ada ialah Tugu Jakabaring dengan air mancur yang dengan design unik. Keindahan Tugu Jakabaring semakin bertambah tatkala air mancur perpadu dengan warna biru langit  yang mengawali pesona Palembang.

Di depan Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Sport Center Palembang
Di depan Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Sport Center Palembang

 Tapi, ketika memasuki stadion kami membayar tiket masuk Stadion seharga Rp2000, agak aneh juga sih masa ke gedung olah raga bayar. Tapi gak apa-apalah hitung-hitung biaya perawatan gedung. Nuansa Palembang begitu kental di gedung tersebut.Hal ini dari perpaduan warna kuning dan merah di dinding gedung serta lukisan yang menunjukkan budaya Palembang.  Gelora Sriwijaya begitu besar dan luas. Aku sempat membayangkan, bagaimana jadinya Sport Center Jakabaring jika dana yang dahulu dalam pembangunannya tidak dikorupsi? Pastilah Sport Center Palembang bisa menjadi Sport Center terkeren di dunia. Semoga suatu saat nanti korupsi di Indonesia tidak ada lagi!! Malu dong korupsi 😉

Lalu kami mengelilingi komplek Stadion Sriwijaya hingga akhirnya kami melihat mess yang ada di dalam komplek Jakabaring Sport Center, Palembang. Komplek Jakabaring Sport Center terdiri dari Gelora Sriwijaya Stadium, Dempo sport Hall, Ranau Sport Hall, Athletic Stadium, Aquatic Center, Baseball and Softball Field, Shooting Range, Athlete Lodging, Artificial Lake for outdoor Water Sports, Rowing, Water Ski, Dragon Boat) dan Golf Course.

Jakabaring Sport Center sering dikunjungi masyarakat Palembang di sore hari khususnya Danau Buatan karena di area Danau terdapat tempat duduk dan cocok untuk menikmati suana sore hari. Danau Buatan yang ada di Jakabaring Sport Center inilah aku dan Daboo beristirahat dan menikmati suasana Palembang di kala itu.

Hal lain yang menarik perhatianku saat berada di Jakabaring Sport Center terletak pada bangunan yang bertuliskan Conoco Philips dan sebuah pohon lebat dengan bunga merah. Kedua hal ini begitu unik di Jakabaring Sport Center. Terlebih pada Conoco Philips karena merupakan nama perusahaan. Yah bisa jadi perusahaan ini memberikan andil untuk proyek Jakabaring Sport Center.

Setelah keliling baru aku dan Daboo melanjutkan perjalanan berikutnya!!

-Salam Blogger dan Backpacker Indonesia-

Winny Alna

Wisata Makam Bukit Siguntang Palembang


“Your time is limited, so don’t waste it living someone else’s life. Don’t be trapped by dogma – which is living with the results of other people’s thinking. Don’t let the noise of other’s opinions drown out your own inner voice. And most important, have the courage to follow your heart and intuition. They somehow already know what you truly want to become. Everything else is secondary by Steve Jobs”

Indonesian tourism  is wonderfull. One of city that you must visit in Indonesia is Palembang because it is well known with a  maritime kingdom of  Sumatera “Sriwijaya” which assimilate Hindu-Buddhist traditions during the first centuries of the Common Era. One of famous tourism on Palembang is Bukit Siguntang, a hill with so much fresh air, garden and trees, the highest place at  Palembang. In Bukit Siguntang, we could  see many archeological relics believed to be related to Sriwijaya Empire and seven Sriwijaya figures entombed : Raja Sigentar Alam,  Pangeran Raja Batu Api, Putri Kembang Dadar, Putri Rambut Selako, Panglima Tuan Junjungan, Panglima Bagus Kuning and Panglima Bagus Karang.

 

Hello World, Hello Universe!!

Perjalanan perdana ke Palembang, Sumetra Selatan memberikan kesan sendiri bagiku. Ternyata Pesona Palembang memang tak habis untuk dikupas. Salah satu pesonanya terletak pada wisata andalan Palembang, “Bukit Siguntang” yang merupakan tempat keramat dan tempat ziarah makam Raja dan Putri orang Palembang zaman dahulu. Konon Bukit Siguntang masih menyimpan benda-benda peninggalan kerajaan Sriwijaya maka tak heran Situs Peninggalan Sejarah Taman Bukit Siguntang menyimpan kekayaan bangsa yang belum di dapat dan merupakan tempat suci bagi penganut Buddha. Lokasi Bukit Siguntang di Kelurahan Bukit Lama, Kec.Ilir Barat, Palembang, Sumatera Selatan, tidak jauh dari rumah Daboo.

Bukit Siguntang Palembang
Bukit Siguntang Palembang

Bukit Siguntang merupakan tempat yang tertinggi di Palembang dan biaya masuk ke Bukit Siguntang seharga Rp5000. Memasuki kawasan Bukit Siguntang, maka kita akan disambut dengan suasana segar perbukitan karena dikawasan Bukit Siguntang terdapat pepohonan rimbun yang begitu banyak. Di Bukit Siguntang maka kita akan melihat makan Raja, Putri orang Palembang. Tempat ini memang wisata makam, jadi agak ngeri-ngeri sedap.  Tapi yang paling unik di Bukit Siguntang ialah Tulisan Palawa Bahasa Sanskerta yang terukir di relief dinding.

Ketika aku dan Daboo menaiki tangga yang tak seberapa, makam yang pertama kali kami lihat ialah Makam Panglima Tuan Junjungan. Makam ini hanya dipagari dengan pagar besi persis di tengah jalan menuju puncak Bukit Siguntang.

Panglima Tuan Junjungan
Panglima Tuan Junjungan

 Tak jauh dari makam Panglima Tuan Junjungan, maka terdapat 5 makam lainnya yaitu :

1. Raja Sigentar Alam

2. Pangeran Raja Batu Api

3. Putri Rambut Selako

4. Panglima Bagus Kuning

5. Panglima Bagus Karang

Untuk makam Panglima Bagus Kuning berdekatan dengan makam Panglima Bagus Karang.

Lalu aku dan Daboo mengunjungi makam Putri Kembang Dadar yang paling populer diantara yang lain bahkan masih ada juru kunci makam hingga saaat ini, sayangnya kami tidak bertemu dengan juru kunci Makam Putri Kembang Dadar.

Wisata makam Bukit Siguntang memang kelihatan biasa saja tapi memiliki sejuta kenangan yang penuh misteri.

-Salam Backpacker dan Blogger Indonesia-

Winny Alna

Jembatan Ampera “Westminster Bridge” Indonesia


Hello World, Hello Universe!!

One’s destination is never a place but a new way of seeing things – Henry Miller

England has a Big Ben, a Westminster Bridge and River Thames and Indonesia has a Jam Gadang (In Bukittinggi, Sumatera Barat),  Ampera Bridge and Musi River (Palembang, Sumatera Selatan). This is just a simple things that I want to compare between two country because every country has uniquely and features its self!!

Ampera Bridge, Palembang
Ampera Bridge, Palembang

Yap bukan cuma Inggris saja yang memiliki jam beken “BIg Ben”, Indonesia juga punya Jam Gadang di Bukittinngi, plus bukan cuma Inggris yang punya Jembatan London, Indonesia juga punya Jembatan Ampera yang merupakan jembatan populer di Indonesia. Inggris juga boleh memiliki sungai Thames, Indonesia juga punya Sungai Musi, sungai terpanjang di Indonesia yaitu 750 km!! Begitulah antuiasku ketika melihat Jembatan Ampera di Palembang yang dibawahnya terdapat hamparan sungai Musi nan indah!!

Sebagai big fans Inggris, aku memang sangat suka dengan budaya dan wisata Inggris tapi tidak membuatku kecewa meski “belum” berhasil mencicipi wisata Negara Kerajaan Inggris (But oneday i hope i could leave my step on England) karena di Indonesia meski tak sama juga memiliki wisata yang sama tapi beda dengan Inggris. Tahun 2011 misalnya saat aku dengan antusias tingkat tinggi dan bela-belain jelajah semua wisata Sumatera Barat hanya untuk melihat Jam Gadang, replika Big Ben. Dan alhamdulillah tahun 2013, aku diberi kesempatan untuk merasakan indahnya Sungai Musi berserta dengan Jembatan Ampera yang sejak kecil aku pelajari di Buku Geografi saja.

Kesan melihat Sungai Musi, sungguh indah!! Meski Palembang bukan kota pariwisata, tapi Palembang memiliki banyak potensi wisata menarik. Sungai Musi memang andalan wisata baharinya Palembang. Meski hujan, Aku dan Daboo tetap menikmati perjalanan kami dalam berburu tempat wisata Palembang “Sungai Musi dan Jembatan Ampera”.  Kebetulan saat aku di bawah Jembatan Ampera, aku memakai baju Inggris dan langsung aku bergumam ke Daboo ” This is not England, baby!! This is INDONESIA“!!

Sungai Musi dan Jembatan Amperra
Sungai Musi dan Jembatan Amperra

Jembatan Ampera bisa memikat mataku meski keadaan jembatan tidak begitu diperhatikan, lihat saja beberapa lampu di jembatan mati tapi dibiarkan begitu saja. Jembatan beberapa lampunya saja mati bisa kelihatan seindah itu, apalagi jika diperhatikan dan dirawat, tentulah  Jembatan Westminster Inggris bisa kalah indah :).. only if Ampera bridge get a little attention from  Indonesia’s Goverment (I hope so)!!

Menurutku pribadi, Ampera jauh lebih indah di saat malam hari dengan warna-warni lampu dengan sungai yang luas. Tapi bukan berarti di siang hari tidak indah, tetap indah hanya saja ketika di siang hari seolah mengatakan “hanya jembatan biasa”. Atau mungkin karena saat itu sedang mendung dan dengan kondisi cuaca yang mengurangi nilai estetika jembatan. Paling tidak saya sarankan jika ingin menikmati keindahan Jembatan Ampera, sebaiknya di malam hari.

Sungai Musi
Sungai Musi

Sungai Musi amat sangat ramai di malam hari khususnya di daerah sekitara Jembatan Ampera karena merupakan salah satu tempat favorite hangout di Palembang. Saat malam, terdapat pedagang makanan, pedangang baju dan pedagang minuman dan pedagang lainnya sehingga tempat nongkrong yang murah nan meriah di Palembang. Apalagi disekitar Jembatan Ampera merupakan tempat strategis karena salah satu tempat wisata yang sering dikunjungi di Palembang yaitu Benteng Kuto Besak tak jauh dari Jembatan Ampera. Harga makananpun terjangkau tapi jangan beli minuman disekitar Sungai Musi pada malam hari karena harganya mahal sekali. Contohnya saat aku beli minumna botol yang biasanya harga Rp3000, saat di sekitar Sungai Musi di malam hari harganya jadi Rp5000.

So, tanya harga dulu sebelum beli agar tidak kecewa! 🙂

Lokasi jembatan Ampera sangat diakses karena berada di tengah Kota Palembang dan tidak usah khawatir mengenai biaya, karena melihat keindahan Sungai Musi dan Jembatan Ampera “free” alias gratis. Itulah mengapa aku mencintai Indonesia, karena setiap wisatanya dapat dinikmatin bagi semua traveller!! Kalau mau cari wisata murah di Palembang, maka Sungai Musi jawabannya 🙂

So do not wait to long, lets take you shoes, take you bakcpack, take your map, lets travelling!! Explore Indonesia and feel the diffrencies!! Do not miss to visit out Ampera Bridge with Musi River on Palembang!!

Salam Blogger dan Backpacker Indonesia

-Winny Alna-

Masjid Cheng Ho Palembang, Kulturasi Budaya Tionghoa dan Indonesia


“Cheng Ho Masque is symbolize of Muslim Chiness. Its design look like temple, mixed between  Chiness and  Indonesia cultures.  Cheng Ho masque is one of interesting place of Palembang, Sumatera Selatan.”

Hello World, Hello universe

Matahari begitu terik dan menyengat Siang itu di Kota Palembang, namun panas yang terik tersebut sama sekali tak terasa lagi begitu dari kejahuan kami melihat sebuah bangunan berwarna merah cerah dengan arsitektur cina yang kental. Aku dan Daboo begitu terpesona ketika sampai di depan gerbang bangunan tersebut, semuanya terbayarkan begitu sampai disana. Tertulis jelas di gerbang itu nama dari bangunan itu, “Masjid Muhammad Cheng Hoo”. Yap, Masjid Cheng Hoo Palembang. Begitu memasuki kompleks masjid, mata kami begitu dimanjakan oleh keindahan dari perpaduan arsitektur Cina, Melayu dan lokal Indonesia yang begitu harmonis menghiasi Masjid Cheng Hoo Palembang.

Masjid Cheng Hoo bukanlah sebuah masjid biasa namun juga merupakan Simbol Muslim Cina di kota Palembang. Dengan disain bangunannya yang sangat menarik dengan gaya ornament Tiongkok, pilar berwarna merah yang menjulang tinggi dengan pintu yang berkotak-kotak ditambah perpaduan hijau menambah pesona Masjid Cheng Hoo Palembang serta didominasi dengan warna merah dengan bentuknya bak Istana kerajaan China.  Bagus nian Masjid Cheng Ho Palembang!!

Masjid Muhammad Cheng Hoo
Masjid Muhammad Cheng Hoo

Masjid Cheng Ho Palembang telah berhasil menyita perhatianku ketika untuk pertama kalinya aku melangkahkan kaki kecilku dengan ransel besar di pundakku di Bumi  Kerajaan Sriwijaya. Sebuah wisata menarik di Palembang karena masjid ini merupakan perpaduan antara budaya Tionghoa dan Indonesia. Masjid Cheng Ho Palembang sendiri berdiri tahun 2005 dan baru digunakan oleh masyarakat setempat sekitar tahun 2008 lalu. Lokasi Masjid Cheng Ho berada di perumahan Amin Mulia Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan. Kompleks masjid terbilang rapi, dengan taman yang indah. Kompleks masjid juga bersih dan terawat. Terdapat dua menara yang menjadi pilar Masjid.

Pintu Masuk Masjid Muhammad Cheng Hoo Palembang
Pintu Masuk Masjid Muhammad Cheng Hoo Palembang

Masjid Cheng Ho Palembang merupakan masjid pada umumnya yang berguna untuk tempat beribadah umat Muslim. Namun walau begitu, Masjid Cheng Ho merupakan wisata menarik di Palembang. Sebuah Wisata Religi Palembang “Masjid Cheng Ho”, One of must visit place on Palembang.

-Salam Blogger dan Backpacker Indonesia-

Winny Alna

Wisata Pulau Kemaro Palembang


Pulau Kemaro  is a magical island on the middle of Musi River, Palembang. Pulau Kemaro has a legend between Tan Bun An (Chiness) who fall in love to Siti Fatimah (lndonesian). But they were died because King (father of Siti Fatimah) asked Tan Bun An to give him gold as a wedding gift but when Tan Bun An giving in into box but King did not know that box full of gold then throw it into Musi River then Tan Bun An sinked to get gold then he died on the river then siti Fatimah Also sinked to Musi River. Both of them died on the Musi. after their died, an island appeared in the middle of Musi River, Pulau Kemaro. Kemaro means Dry, because Kemaro island never get flood even Musi river rainy or side river got flooded

Kuil di Pulau Kemaro Palembang

Legenda Pulau Kemaro “ Ada seorang Putri Raja bernama Siti Fatimah yang disunting oleh seorang saudagar Tioghoa yang bernama Tan Bun An pada zaman kerajaan Palembang. Siti Fatimah diajak kedaratan Tiongkok untuk melihat orang tua Tan Bun An. Setelah disana beberapa waktu, Tan Bun An beserta istri pamit pulang ke Palembang dan dihadiahi 7 (tujuh) buah guci. Sesampai di perairan Musi dekat Pulau Kemaro, Tan Bun An mau melihat hadiah yang diberikan. Begitu dibuka. Tan Bun An kaget sekali isinya sawi-sawi asin. Tanpa banyak berpikir, langsung dibuangnya ke Sungai. Tapi guci yang terakhir terjatuh dan pecah diatas dek perahu layar. Ternyata ada hadiah yang tersimpan di dalamnya, Tan Bun An tidak banyak berpikir, ia langsung melompat ke Sungai untuk mencai guci-guci tadi. Seorang pengawal juga terjun untuk membantu. Melihat dua orang tersebut tidak muncul, Siti Fatimah pun ikut lompat untuk menolong. Ternyata tiga-tiganya tidak muncul lagi. Penduduk sekitar Pulau sering mendatangi Pulau Kemaro untuk mengenang tiga orang tersebut dan tempat tersebut dianggap sebagai tempat keramat sekali”

Pulau Kemaro Wisata Palembang

Hello World, Hello Universe!!

Satu lagi tempat wisata di Palembang yang bisa dijadikan referensi objek wisata maupun objek tamasya di Palembang,  “Pulau Kemaro”. Pulau Kemaro merupakan sebuah Delta kecil yang berada di tengah  Sungai Musi. Pulau Kemaro dianggap keramat karena meskipun daerah disekitar Sungai Musi banjir, Pulau Kemaro tidak pernah banjir sehingga peduduk memanggil Pulau Kemaro. Keunikan Pulau Kemaro terdapat sebuah legenda tentang kisah cinta seorang pria Tioghoa dengan Putri Raja Palembang. Ibaratnya cerita Romeo-Julietnya  Indonesia. Kisah cinta dua orang yang berbeda bangsa dan budaya asal muasal Pulau Kemaro.

Pulau Kemaro merupakan tempat wisata menarik di Palembang dan menjadi objek wisata favorit karena Pulau Kemaro memiliki Pagoda indah dengan tinggi yang terdiri dari 9 lantai yang menjulang di tengah-tengah Pulau ditambah pepohonan yang menambah kemewahan Pulau Kemaro. Pengunjung Pulau Kemaro sering mengunjungi klenteng serta makam Tan Bun An dan makam Siti Fatimah serta patung Buddha yang dekat dengan Klenteng Kuan Im serta pohon cinta.

Ternyata begitu banyak informasi yang ada di Pulau Kemaro yang aku dapatkan dari cerita Citra, ketika aku berkunjung ke Palembang. Liburan ke Palembang yang tentu saja yang membuatku berburu tempat wisata dan yang pertama aku dengar tentang wisata Palembang ialah “Pulau Kemaro”. Citra menceritakan tentang asal muasal Pulau Cinta itu meskipun dia menakuti tentang Pohon Cinta yang ada di tengah Pulau Kemaro dan jika pasangan pergi ke Pohon cinta maka akan putus. Tapi karena penasaran akan Pulau Kemaro yang merupakan Pulau si pencuri perhatian wisatawan, akupun mengajak di Daboo agar ikut travelling ke Pulau Kemaro, tapi bukan ala backpacker tapi ala traveler. Entah apa bedanya hehehe..

Melihat antusiasku akan tempat wisata alam, mau tak mau Daboo ikut padahal siang di Palembang kala itu sedang mendung.

Puas dengan melihat perayaan HUT RI ke 68 di Sungai Musi, akhirnya aku mengajak Daboo ke Pulau Kemaro karena lokasi Pulau Kemaro hanya berjarak 40 km dari Palembang. Berjalan tak jauh dari Sungai Musi, kami ditawarkan oleh penduduk local untuk ke Pulau Kemaro dengan perahu kecil yang disebut “gatek”. Gatek inilah alat transportasi menuju ke Pulau Kemaro yang berada di sekitar Sungai Musi dekat dengan Jembatan Ampera Palembang.

Awalnya kami ditawari dengan harga Rp150.00 perorang tapi karena mereka merupakan calo, jadi aku mengajak Daboo masuk dan langsung menanyakan ke pemilik perahu. Untungnya aku mengajak Daboo masuk ke dalam terminal gatek karena aku bisa menawar langsung ke pak perahu dengan harga Rp50.000 pulang pergi. Untuk menyewa gatek yang bisa menampung 8 orang dibutuhkan biaya Rp150.000 pulang pergi dari Jembatan Ampera ke Pulau Kemaro. Aku dan Daboo mengeluarkan kocek Rp 100.000 untuk biaya trasnportasi ke Pulau Kemaro.

Aku, Daboo dan beberapa penumpang gatek lalu menuju ke Pulau Kemaro. Pak perahu antusias menceritakan Pulau Kemaro serta menceritakan beberapa artis ibukota yang datang ke Pulau Kemaro. Salah satunya Jupe dengan pacarnya Gaston. Karena ada kisah dibalik Pulau Kemaro dengan pohon cinta, jika kesana maka akan abadi cintanya. Sungguh berbeda dengan yang diceritakan oleh Citra kepadaku.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Di dalam gatek atau perahu kecil, aku mengamati keadan sekitar Sungai Musi. Sambil menikmati pemandangan Sungai Musi. Ternyata jarak ke Pulau Kemaro tidak jauh dari Pabrik Pupuk Sriwijaya. Dari kejauhan, klenteng berdiri mewah ditengah Pulau dan saat kami meraih Pulau, hujan turun sehingga kami berlari ke Pulau Kemaro. Di Pulau Kemaro terdapat sebuah batu yang berisikan legenda Pulau Kemaro.

Meski hujan deras, dengan kenekatan dan kegilaan, kami memutuskan untuk tetap menjelajah Pulau Kemaro dan menikmati setiap pengalaman berharga yang kami miliki.

Pack your bag, take you journey, Live Free

Salam Blogger dan Bakcpacker Indonesia

-Winny Alna-

MonPera (Monumen Perjuangan Rakyat) Palembang


So, this was my journey to Palembang. I had a wonderfull trip during my vacation. Seeing some excited tourisms of Palembang. Palembang offered some cozy destination places. One of them  was Monpera. I felt excited and more alive”

This is my travelling.

Monpera

“Jika orang lain bisa, saya juga bisa. Mengapa pemuda-pemudi kita tidak bisa, jika memang mau berjuang – Abdul Muis, 1883-1959”

Akhirnya aku menginjakkan kaki ke Tanah Sriwijaya, Kota Palembang untuk melihat pernikahan Kak Wiwit. Sudah lama nian aku memimpikan untuk menjelajah objek wisata di Palembang . Walau bermodalkan 3 hari, ternyata aku bisa menikmati liburan yang menyenangkan di Palembang. Hampir semua objek wisata di Palembang aku kunjungi. Salah satu objek wisata di Palembang yang aku kunjungi ialah Monumen Perjuangan Rakyat atau orang Palembang sering  sebut dengan kata “Monpera”. Monpera merupakan bukti perjuangan rakyat Palembang. Lokasi Monpera begitu strategis berada di pusat kota Palembang. Alamat Monpera alias Monumen Perjuangan Rakyat di Jl. Merdeka Palembang di depan Masjid Agung, Palembang, Sumatera Selatan. Harga tiket masuk ke Monpera, Monumen Perjuangan Rakyat Rp 1000 dan harga tiket masuk ke dalam Museum Monpera Rp5000.

Saat aku diajak Daboo is my hero melihat Monpera, ada hal yang menarik dari Monumen itu yaitu tulisan di pagar yang bertuliskan hal yang harus dilakukan selama di dalam Taman Monpera. Harus menjaga kebersihan dan jangan mencoret dan wajib membayar uang masuk Rp1000. Yang lucu itu harganya loh 😀

Begitu masuk ke Taman Monpera aku telah disambut oleh garuda yang berdiri kokoh dan tinggi sekali, setinggi monumen yang memiliki 4 lantai. Hal yang bisa dilakukan di Monpera ialah duduk santai dan menambah pengetehuan tentang sejarah perjuangan Rakyat Palembang. Di sekitar Monpera juga terdapat taman serta tempat duduk, sehingga para pengunjung dapat beristirahat. Bisa aku katakana  Monpera merupakan wisata murah di Palembang, Sumatera Selatan. Lalu mengajak Daboo melihat isi museum dan kami harus membayar Rp5000 lagi. Di dalam museum banyak hal yang kami lihat mulai dari photo para pejuang dan tokoh dan pahlawan Palembang, peninggalan sejarah seperti senjata, baju, serta sejarah uang dari masa ke masa. Daboo dan aku mengamati seksama isi dari Monpera, wisata ekonomis di Palembang. Sesekali kami mengambil photo dari Museum.

Di dalam dinding museum ada tulisan yang menarik perhatianku yaitu  Se’iyo sekato senasib sepenanggungan. Jadikanlah setiap kampung halaman sebagai tempat pertahanan. Sepenggal kata yang sederhana tapi penuh makna.

Aku juga mengabadikan patung para pejuang Palembang yang wajah para pahlawan di pahat sedemikian rupa mirip aslinya.

Para pengunjung museum Monpera cukup banyak karena kebetulan kami berkunjung pada saat HUT RI ke 68 tahun, 17 Agustus 2013. Jadi objek wisata museum jadi incaran para turis local untuk menghabiskan waktu liburnya. Dan objek wisata yang diburu ilah Monpera. Meskipun demikian aku dan Daboo menikmati momen bersama kami dalam berburu objek wisata Palembang. Monpera telah memberikan kesan sendiri dan masuk ke dalam daftar list objek wisata Indonesia yang patut dikunjungi.

-Salam Blogger Indonesia dan Backpacker-

Winny Alna

Empek-empek Makanan Khas Palembang


Hello World, Hello Universe!!

Akhirnya menjejakan kaki ke Tanah Sriwijaya terwujud sudah. Tanah Sriwijaya, Palembang, ibukota Sumatera Selatan yang terkenal dengan wisata sungai Musi memang patut dikunjungi. Selain terkenal dengan objek wisata Musi, hal yang patut dicoba ketika berada di Tanah Kerajaan Sriwijaya ialah wisata kuliner Palembang, “empek-empek”.

“Empek-empek atau juga yang dikenal dengan Pempek adalah makanan khas kota Palembang yang terbuat dari olahan ikan dan dimakan dengan ditemani dengan cuko. Cuko sendiri merupakan saus pasangan empek-empek yang terbuat dari gula merah cair dengan cabe rawit”

Empek-empek Kelenjer dan Empek-empek Kulit
Empek-empek Lenjer dan Empek-empek Kulit

Jenis empek-empek memiliki variasi seperti empek-empek kapal selam, pempek telur, empek-empek adaaan, empek lenggang, pempek panggang,  empek-empek lenjer, empek-empek kulit, empek-empek pastel,   dan masih banyak lagi. Dan harga empek-empek bervaritif dan lucunya harga  sesuai dengan lokasi atau toko penjualnya (tidak ada standarnya).

Sewaktu saya ke Palembang, ternyata empek-empek bukan satu-satunya makanan khas Palembang. Makanan khas lain Palembang selain empek-empek yaitu Model, Tekwan, Burgo, laksa, laksan dan Kerupuk ikan, kue delapan jam, mie celor dan maksubah dan masih banyak lagi.

Pengalaman saya dalam makan makanan khas Palembang ialah langsung jatuh cinta pada cicipan pertama, rasanya pas di lidah, gurih :D. Jenis empek-empek kesukaanku ialah empek-empek Kapal selam, karena di dalam empek-empek kapal selam terdapat telur.

empek empek
Tekwan

Selain empek-empek kapal selam, masakan khas Palembang yang saya suka lainnya ialah Model dan Lakso.

Dan pengalaman yang tidak terlupankan selama di Palembang ialah saya menyaksikan sendiri cara pembuatan empek-empek. Ternyata pembuatan empek-empek sangat sederhana dan bahan utamanya berupa ikan laut yang ditumbuk halus atau digiling halus ditambah dengan bawang putih dan di adon dengan tepung kanji dan bumbu-bumbu lainnya.

Tapi jika ditanya sudah bisa membuat empek-empek sendiri maka saya akan menjawab dengan lantang, “Bisa”. Bisa makannya saja alias masih belum bisa hehehehhehe.

-Salam Backpacker Indonesia-

Winny Alna Marlina

Menapak Kaki di Negeri Sriwijaya, Palembang


Hello World!!!

Kali ini saya akan mencoba mengupas satu lagi tempat di Indonesia yang Layak untuk di Jelajahi. Yap, Negeri Sriwijaya, Palembang.

Negeri Sriwijaya, Palembang menyimpan banyak hal yang bisa di nikmati bagi yang ingin berkunjung kesana. Dari Wisata Kuliner, Wisata Alam, Wisata Budaya dan Sejarah tersaji lengkap di Negeri Sriwijaya ini. Lanjutkan membaca “Menapak Kaki di Negeri Sriwijaya, Palembang”