Travelling ke Bayon si Candi Seribu Wajah


Bayon was built in the early 12th century and as the official state temple of the Mahayana Buddsint King Jayavarman VIII, stands at teh centre of Jayavarman’s capital Angkor Thom. The Bayon’s most distinctive feature is the multitude of serene and massive stone faces on the many towers which jut out from the upper terrace and cluster around its central peak. The temple is known also for two impressive sets of bas-relief, which present an unusual combination of mythological, historical and mundane scenes (Wikipedia)

bayon temple

 

Hello World!

Akhir-akhir ini sibuk tak jelas sehingga cerita perjalanan Kamboja gak kelar-kelar. Tapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali :)..

Travelling ke Bayon si Candi Seribu Wajah merupakan pengalaman yang keren campur dengan mistis gitu! Bayangin dong melihat candi gede yang isinya wajah semua!! Wajahnya gak nanggung-naggung ribuan dengan senyum ala Monalisa atau apalah. Cuma aku kagum banget gimana orang Khmer buat candi aneh, unik dan keren seperti Bayon.

Nah bagi yang belum tahu Bayon, Bayon adalah salah satu andalan wisata Kamboja populer yang masih satu kawasan dengan Angkor Wat. Jadi dengan membayar tiket oneday pass sehaga 22 USD maka kita bisa menikmati Bayon. Jarak antara Bayon dan Angkor Wat cukup jauh jadi saya sarankan untuk menyewa tuk-tuk atau bersepeda unyuk khatam dalam menelusuri komplek Angkor Wat.

Pengalaman lucu saat di Bayon ketika menyuruh supir tuk-tuk yang gak ngerti bahasa Inggris dengan basaha isyarat alias bahasa Tarzan. Untungnya Rebecca temanku dari Jerman ID one day ticket memberikan brosur tentang Bayon lalu menunjukkan gambar Bayon dan dia bilang “yes yes ok” hahahha

Bayon temple has a faces on each side. You will be terrified by mysterious faces! It makes me scared but in another side make me hypnotized!

Bayon
s Bayon

Waktu ke Bayon amat sangat terik serta mengitarinya cukup 1 jam. Disekitarnya terdapat padang rumput serta kuda! Keren dah!

Keunikan dari Candi Bayon pas di pintu utaman memasuki komplek Bayon maka akan terdapat 4 wajah muka belakang yang sama. Kalau aku bilang sih ya candi megah ini dipenuhi wajah yang bikin perasaan gimanaaaaaaaa gitu! Pokoknya antara excited atau cengang dan seram juga sih!

From the vantage point of the temple’s upper terrace, one is struck by “the serenity of the stone faces” occupying many towers

Bayon
Bayon
Iklan

Sunrise di Angkot Wat


Angkor literally means capital city or holy city Khmer refers to the dominant ethnic group in modern and ancient Cambodia. The temple ruins in the area of siem reap are remnants of angkorian capitals and represnt the pinnacle of the ancient khmer architecture art and civilization.

sunrise angkor

Hello World!

20 Maret 2014

Jam telah menunjukkan angka 5.30 berisik menganggu tidurku yang hanya 5 jam setelah melalui 12 jam perjalanan darat dari Thailand. Tapi demi sunrise Angkor Wat, mau tak mau harus memaksakan diri untuk bangun pagi meski badan terasa pegal luar biasa. Yah apapun dilakukan demi mengejar matahari terbit di Angkor Wat, Kamboja. 😀

Seahri seblumnya telah menyewa Tuktuk seharga 15 USD selama seharian walau bapaknya tidak bisa berbahasa Inggris tapi karena rasa iba tinggi akhirnya malah menyewa bapaknya seharian mengelilingi wisata andalan Kamboja “Angkor Wat”. Padahal sebelumnya saat di supir taxi menurunkan di terminal di daerah Siam Reap ada tuktuk yang fasih Bahasa Inggris menawarkan diri untuk dicharter tapi ditolak karena sifatnya gak banget. Tidak apa-apalah menyewa jasa supir tuk-tuk yang memakai bahasa Tarzan aaaiiiuuueeeeeuoooo daripada supir tuktuk jago Bahasa Inggris tapi nipu-nipu!

Bapak supir Tuktuk sangat baik sekali pagi buta sudah menjemput demi melihat bagaimana dasyatnya Angkor Wat tempat shooting Angelina Jolie di Tomb Rider! Sebenarnya dari tempat penginapan ke kawasan wisata komplek Angkor Wat tidak terlalu jauh hanay berkisar 10 km saja dari Siam Reap tapi karena berburu waktu dan ingin mengunjungi wisata Kamboja yang luas maka alternatif terbaik ialah dengan  menyewa Tuk tuk seharian. Berhubung jarak antara Angkor Wat dengan Candi lainnya seperti Ta Prohm (pohon tumbuh diatas Kuil tempat shooting Angelina Jolie) lumayan jauh.

sunrise in angkor wat
Sunrise Angkor Wat

Saran saya jika ingin ke Angkor Wat Kamboja usahakan 3 hari untuk menjelajah semua wisata candi Kamboja karena Angkor Wat itun mah kecil mirip Prambanan tapi disekitarnya loh banyak candi-candi lain yang bertebaran. Angkor sendiri terkenal dengan amazing sunrise! Yah kalau menurutku sih beti -beti dengan Prambanan lah!

Perbedaan Prambanan dengan Angkor bisa dibaca di Angkor vs Prambanan

Untuk masuk ke dalam Kawasan Angkor maka kita harus ke pintu utama yaitu membayar tiket. Untuk paket biaya masuk tergantung durasi harinya. Aku sendiri memilih 1 hari dengan paket 20 USD. Satu hal yang aku salut dari kawasan Angkor Wat ialah saat di pintu utama maka pengunjung akan diphoto langsung serta mendapat tiket Angkor pass lengkap dengan identitas dan photo diri.  Hal yang bisa dicontoh oleh kita yah apalagi memasuki wisata Indonesia!! Lumayan kan ada identitas langsung take a photo print jadi deh ID pass Angkor! ID Angkor itulah yang ditunjukan memasuki kawasan wisata UNESCO WORLD HERITAGE ANGKOT WAT!

I love Cambodia with my lovely ID Angkor!!

ticket entrance angkor
Tiket masuk Angkor

Sesampai di kawasan Angkor Wat aku terpada dengan puing-puing peninggalan persis zaman Fir’aun gitu seperti pintu utama yang menyamnbut dengan ukiran ular serta serta kolam diisekeliling Angkor. Lumayan luas Angkor Wat!! Ukiran relief dinidngnya unik dengan gambar wanita yang telanjang tapi saat jalan ke dalam maka terdapat patung Dewa yang jujur aku tidak tahu hanya saja tangannya banyak!

Hal unik aku dapatkan selama travelling Angkor Wat pada pelestarian kawasan Angkor Wat yaitu kalau ada yang rusak maka langsung diperbaiki bahkan tangga menuju ke dalam kuil dibuat dari kayu untuk menjaga keutuhan dari Angkor. Hal yang patut dicontoh dan dicatat untuk wisata candi Indonesia biar awet dan tidak rusak! 🙂

angkor wat, cambodia
Gambaran Angkor Wat Cambodia

 

Sesampai di Angkor jam 06.00 pagi, ternayta Angkor telah dipenuhi oleh traveller seluruh dunia telah menunggu. Busyet banyak amat pengunjungnya mirip pasar ikan euyyy!! 😀 hehehe..

Saingan berburu sunrise di Angkor Wat ternyata berjubel!!

Tapi jujur saja, sunrise Angkor Wat indah apalagi saat matahari terbit diatas candi sehingga pas di kolam Angkor akan memantulkan Angkor. Saking asyiknya keliling Angkor tak terasa sudah jam 8 oagi padahal gayanya mau pulang k Thailand jam 12 tapi rasanya tidak mungkin deh karena perjalan ke Ta Phom dan Bayon masih menunggu!

‘Sir lets bring us to Bayon” BAYON!!!

Okey BAYON im coming!!

siam riep

Salam-

Weeny Traveller

 

Hari Pertama di Perbatasan Kamboja


Angkor is one of the most important archaeological sites in South-East Asia. Stretching over some 400 km2, including forested area, Angkor Archaeological Park contains the magnificent remains of the different capitals of the Khmer Empire, from the 9th to the 15th century. They include the famous Temple of Angkor Wat and, at Angkor Thom, the Bayon Temple with its countless sculptural decorations. (Resource:UNESCO)

OLD MARKET SIAM REAP
OLD MARKET SIAM REAP

 

Hello World!

Hari pertama di Perbatasan Kamboja setelah melalui perjalanan darat yang luar biasa capek, aku mendapatkan pengalaman lucu serta kesan liburan menyenangkan di Kamboja untuk pertama kali. Wakau aku masih taraf newbie dalam keliling diluar Indonesia tapi aku bawa santai saja serta bertemu dengan orang baru para traveller. Perjalanan di perbatasan Thailand-Kamboja selama 12 jam dengan taxi mulai dari Poipet hingga ke Siam Reap selama 3 jam.

Untuk pemula yang memiliki rencana ke Kamboja tidak usah khawatir, untuk Indonesia kita free visa karena masih satu kawasan ASEAN selain itu mengisi arrival card Cambodia (Kamboja) mudah karena dengan menggunakan Bahasa Inggris.

cambodia imigration
Cambodia Imigration

Hal-hal unik yang aku temukan selama travelling Cambodia (liburan perdana Kamboja) di perbatasan ketika melihat padang tandus mirip di NTT serta rumah penduduk yang bertingkat mirip rumah tradisional Indonesia, rumah panggung serta taxi yang drivernya di sebelah kanan.

Selain itu sesama traveller, pasangan traveller Amerika terkejut dengan melihat warga Kamboja yang membawa ayam dari perbatasan Thailand ke Kamboja. Buru-buru mereka mengambil gambarnya, kalau aku justru tertarik dengan tulisan yang ada di plat motor. Yah beda antusias kali ya! Namanya orang bawa ayam di sepeda motor merupakan padangan biasa di Indonesia jadi aku tidak begitu ngeh tapi kalau lihat tulisannya pasti aku antusias karena sesuatu yang baru. Itulah kenapa aku addicted in travelling karena selalu ada pembelajaran di setiap perjalanan!

Cambodia looks like Indonesian, many rice field!

poipet
Poipet

Sesampai di Siam Reap Kamboja jam 6 sore langsung buru-buru mencari penginapan 12 USD. Yah walaupun agak mahal tapi badan butuh mandi jadi EGP banget ama uang. Perjalanan ke Kamboja kali ini bukan edisi backpackeran tapi Holiday in Cambodia haha 😀

Setelah siap bersih-bersih akupun mencoba berjalan ke OLD MARKET SIAM REAP, CAMBODIA yang berada di pusat komplek Angkor Wat Siam Reap.

Angkor Night Market is by a mile the most pleasant. There is also the Central Market which was always good for clothes and shoes and decent knock-off bags. Old Market (Psah Chas, pronounced “psa cha”) is the one most people will get to know though. Right in the heart of town, it’s got location, posterity and an abundance of offerings on its side. It’s like a Tardis-market; they’ve got clothing, spices, housewares, jewellery, rat-traps, fabrics and detergent for washing them, souvenirs, DVDs and, of course, food, and they cater to absolutely everyone in town. It’s not an easy place to negotiate in though, so try one of the newer ones if you’re seriously bargain hunting. (Source Travelfish)

OLD MARKET
OLD MARKET

Old Market ANGKOR WAT merupakan pasar untuk hunting oleh-oleh di Kamboja. Terdapat bar serta restauran mirip di Kuta Bali serta pedagang yang menjual oleh-oleh khas Kamboja seperti kaos, gantungan kunci, boneka Kamboja, manik-manik dan masih banyak lagi. Old market di Angkor Watt mirip dengan Pasar Sukowati Bali. Harus pandai-pandai menawar karena biasa mereka bilang begini ” This price is special for you, i already discount so its very cheap”! (Pengalaman berburu oleh-oleh bok!)

Aku paling gila shopping gak tahan ama yang namanya pasar malam tidak perduli dimana yang membuat pengeluaran bengkak disini 😀 yah paling tidak aku cewek tulen suka belanja hahahah 😉

Nah buat para traveller jika mengunjungi pasar tradisional baik di Thailand maupun pasar tradisional Kamboja tempat mencari oleh-oleh maka kata yang khas itu “the price is secial for you!” ! Kedua negara ini sama saja maka pandai-pandailah dalam bernegoisasi biar tidak ditipu terus harus ada niat beli yah atau siap-siap dimarahin jika tidak jadi ntar dibilang kere hahaha 😀

old market

Aku sendiri menghabiskan uang 50 USD hanya untuk berburu oleh-oleh berupa gantungan kunci, kaos, gelang hingga oleh-oleh khas Kamboja (gila kan?) 😀

Selain itu aku mencoba pijat tradisional di Old Market Cambodia seharga 4 USD selama 1 jam. Tapi massage di Kamboja tidak terlalu wah sih kalau menurutku lebih jaga orang Indonesia hehehe 😀

Hari pertama di Perbatasan Kamboja ditutup dengan tidur jam 1 malam.. duh harus bangun cepat buat hunting
sunrise
Angkor Wat di pagi hari….
Salam
Weeny Traveller

Travelling ke Thailand


I do not wish to change you
You’ve got it under control
You wake up each day different
Another reason for me to keep holding on
I am not attached to any way you’re showing up
I am just gonna love you (Jason Mraz)

travelling to thailand

Hello World!

Catatan perjalanan Thailand perdana dimulai di tanggal 18 Maret 2014 dari Jakarta. Karena kantor tempat ku bekerja di Menara BCA Jakarta Pusat maka untuk menghindari ketinggalan pesawat akhirnya aku naik taxi ke Stasiun Gambir sebesar Rp25.000. Untuk biaya Damri dari Gambir ke bandara Soekarno Hatta sebesarRp30.000 ke Bandara internasional di Terminal 3 karena aku menggunakan pesawat AA.

Oh ya sekedar informasi yang harus dipersiapkan sebelum berangkat ke luar negeri yaitu menyiapkan dokumen berupa passport dan tiket pesawat terbang. Banyak sekali pertanyaan mengenai web check in AA apakah masih perlu ke counter check in atau tidak. Maka jawabannya tidak perlu langsung aja ke ruang tunggu dan bayar airport tax ke luar negeri sebesar Rp150.000 dengan menunjukkan cetakan boarding pass yang didapatkan setelah web check in. Kalau aku sebelum berangkat selalu web check in karena menghemat waktu dan gak repot.

Back to topic perjalanan perdana ke Thailand, sesampai di bandara Soekarno-Hatta rasa lapar tidak tahan yang mau gak mau makan di bandara padahal harga di bandara tau sendiri deh! Lihat-lihat tempat makanan di terminal 3 tidak terlalu banyak pilihan akhirnya malah ke Bakmi GM di lantai 1 dan makan capcay seharga Rp34.000. Syukurnya lumayan enak capcaynya jadinya harganya bolehlah.Perutpun kenyang dan siap menuju Thailand.

Perjalanan Jakarta-Thailand dengan pesawat lamanya 3,5 jam. Sampai di Bandara Internasional Don Mueang jam 8 malam. Karena rumah temanku Nui (orang asli Thailand)berada di 2363/1 best house apartment, Petchaburi Road Petchawet Hospital harusnya rute yang aku ambil adalah Bus No.29 atau Bus No.510. Padahal dari Mbah Google naik A1. Sebenarnya Nui sudah sarankan menuju Chachutak jika hingga ke tempatnya. Cuma pas di rumah bandara akhirnya malah naik bus A1 jurusan Mo Chit dengan biaya 20 Baht terus ke stasiun Phraya dengan MRT Bangkok seharga 34 Baht kemudian naik KRL ke arah Makassan seharga 30 Baht. Tapi jangan ditiru rute ini karena inilah rute terdodol yang pernah aku alami alias mutar-mutar karena maklum aje Newbie. Padahal kalau naik taxi dari bandara cuma 181 Baht nah kalau berdua murmer yah dibandingkan dengan naik taxi di Jakarta, naik taxi di Bangkok murah banget. Tapi karena aku anti taxi jika yang namanya jalan-jalan alaias holiday kantong mahasiswa, akhirnya main coba-coba walau jadi jauh ahhaha 😀

Banyangkan deh nyampe di Petchaburi itu sekitar jam 11 malam. Tapi yaudah yang penting nyampe. Intinya habis 84 Bhat dengan 3 jenis transporatasi (Bus, MRT dan Kereta api listrik), gila dan keren kan?

travelling to thailand

Akhirnya senang juga ketemu di Nui dan ada cerita lucu dibalik bertemu Nui. Jadi awalnya mau beli kartu perdana Thailand yang namanya true move tapi gak ada pas ditanya mahal amat cing 1 Giga 500 Baht padahal aku kan besoknya langsung ke Kamboja dan kepake dong 1 Giga. Akhirnya yaudah aku ke bagian informasi dan dikasih kartu gratissss ama peta hahaha 🙂 itulah kalau wanita yang jalan-jalan pasti banyak keuntungannya hihi 😀

Nekat gila sampai di stasiun Makassan gak ada telpon mau top up kartu gratisan gak nemu tempat top up akhirnya aku ke kantor jaga polisi Makassa. Aku bilang begini, “Sir, would you like to call my Thai Friend because i can not call her and im waiting her to pick me”! Akhirnya pas polisi Thailand menelpon temanku. Nice brilliant, is not?

Nah karena gak sabar menunggu akhirnya jalan aja sampai pak polisi khawatir. Terus bilang gini, sir looking for water! eeh tiba-tiba Nui nongol dan memanggilku “ Winny”! yeah nyampe safe and sound!! 😉

Dari Makkasan ternyata bayar 10 Baht ke tempat Nui lalu ke Seven beli kartu true Move plus internetnya 100 Baht+200 Bhat tapi tetap tidak bisa pake 😦 hikssss. Gak usah beli kartu buat internet di Seven Eleven Thailand karena meraka gak tahu cara settingnya begitu juga temanku asli Thailand tidak mengerti juga. Mana bahasanya Bahasa planet lagi! Tulisannya itu loh, tulisan Thailand tak mengerti!!!

Yaudah deh aku dapat dua pelajaran berharga di hari pertama di Thailand, belajar rute sama jangan beli kartu!

Aranyaprathet

Ditempat Nui yang paling aku suka adalah pemadangan dari atas apartemennya yang berada di lantai 12 kelihatan jelas pemandangan Thailand. Mirip kayak pemandangan Jakarta 🙂

Jam 6 pagi di tanggal 19 Maret 2014, langsung naik ojek seharga 20 Baht ke stasiun Aikin untuk menuju ke Border Thailand yaitu Rongklua market in Aranyaprathet. Harga bus dari stasiun dekat Petachaburi ke perbatasan Thailand seharga 220 Baht. Perjalanan di Thailand agak menyiksa karena aku yang seorang Muslim agak picky ama makanan sehingga aku makannya cuma roti ama air putih. Susah rupanya kalau punya sifat fanatik sepertiku bahkan di Seven Eleven Thailand hati-hati memilih roti karena banyak mengandung pork or ham. Aku malah makan roti pisang, cokelat atau yang jauh dari daging.

perbatasan thailand-Sesampai di perbatasan Thailand jam 1 siang dan menemukan tempat makanan halal yang cukup murah yaitu 340 Baht sudah makan porsi 4. Nah hal menarik aku lihat di perbatasan Thailand yang disebut dengan are Aranyaprathet terdapat pasar Rongklua. Lucunya di PASAR TRADISIONAL Rongklua Aranyaprathet terdapat penjual MONZA alias baju bekas hahah 😀 

Mirip-mirip di Indonesia juga!! imigrasi antara Thailand dan Kamboja itu ibarat langit dan bumi. Kalau kantor imigrasi Thailand bagus nah kalau di Kamboja agak menyayat hati, bayangin kantor Imigrasinya kecil banget coy mirip warteg mah!

Tapi untuk warga Indonesia pengurusan imigrasi tidak repot dan mudah aja, asal cap-cap saja kok! Nah jalan kaki tuh dari perbatasan Thailand ke perbatasan Kamboja yang dinamakan Poipet. Di kantor imigrasi Kamboja di Poipet jam 14.30  waktu setempat dan ngantrinya lumayan lama sekitar sejaman karena banyak turis mancanegara ingin ke Angkot Wat di Siem Riep. Jam 15.00-15.45 barulah ada shuttle bus menuju ke tempat bus.

Buat yang mau nyoba perjalanan Thailand-Kamboja perhatikan lama perjalanan ke batas. Kira-kita dari pengalaman perjalananku THAILAND-KAMBOJA itu memakan waktu 11-12 jam sampai ke Siem Reap. Dari Thailand ke perbatasan Thailand-Kamboja sekitar 5-6 jam. Terus dari Poipet ke Siem Riep 3 jam dengan taxi. Sedangkan di imigrasi sekitar 1 jam. Jadi total waktu yang dibutuhkan Thailand-Kamboja jalur darat 11-12 jam. Lihat saja aku berangkat jam 7 pagi sampai di Siem Riep nya jam 18:30 sore.

Poipet Cambodia

 

15:45 akhirnya menuju Siem Riep. Nah untungnya ada orang Amerika yang mau berbagi alias share taxi yang awalnya biaya 48 USD dibagi 4 jadinya 12 USD aja. Awalnya pas lagi nunggu shuttle bus, si orang Amerika ngajakin join katanya gini, Do you wanna join taxi with my boyfie? OMG ganteng-ganteng kok Homo sih! ahhahaha rupanya dia salah mau bilang istrinya atau girlfriendnya malah bilang boyfie. Sempat ilfil juga tapi akhirnya kesalahpahaman jelas 😀

Hal unik dari taxi Kamboja, supirnya di sebelah kiri. Terus pemadangan dari Poipet ke Siem Riep tandus euy berdebu ama agak jorok serta rumah tradisional Kamboja yang mirip rumah tingkat!

Kesan pertamaku dengan Kamboja ialah dusty and dirty mirip Jakarta banget! Hanya saja lebih parah untuk debunya!

 

Sesampai di Siem Riep buru-buru hunting guest house karean mentok akhrinya ke Smiley Guest Houst di Siem Riep Kamboja dengan Tuktuk 200 Bhat serta penginapan 12 USD padahal bisa dapat murah! Oh ya taxi Kamboja agk licik loh kita sengaja diturunkan di stasiun bus agar kita memakai tuk-tuk belum lagi harga tuk-tuknya mahal padahal dia bisa nurunin kita di Old Market Siem Riep tempat backpakcer toh lewat juga tapi yasudahlah!

Selesai bersih-bersih aku bertemu temanku Rebecca hingga jam 11 malam lalu ke Old Market Siem riep yaitu tempat hunting oleh-oleh khas Kamboja di daerah Siem Riep. 15 USD pun aku keluarkan demi oleh-oleh lucu seperti boneka khas Kamboja.

Ahhh I made it in Kamboja and statisfied!

Catatan penting tentang perjalanan Thailand-Kamboja:

Pengeluaran hari pertama dan kedua di Thailand-Kamboja

Don Mueng airport to Petchaburi = 84 Baht

Best House to station = 20 Baht

Luch in Aranyaprathet = 360 Baht (4x makan)

Bus to  Aranyaprathet = 220 Baht

Taxi from poipet to Siem Riep = 12 USD

Tuku-tuk in Siam Riep = 200 Baht

Hostel = 12 USD

Oleh-oleh di Old market = 15 USD

Total pengeluaran hari pertama dan kedua Thailand-Kamboja = 664 Baht + 39 USD.

 

Salam

Weeny Traveller

 

Itenary Thailand-Cambodia


I took my lonely bag and do travelling

Hello World!

Grand Pallace

Kenekatan melakukan backpacker ke luar negeri khususnya Travelling ke Thailand dan Kamboja bermula dari promo salah satu penerbangan yang cukup murah yaitu Rp600.000 saja PP Jakarta-Thailand.  Semua teman aku ajak untuk perjalananku kali ini tapi kebanyakan dari mereka malah menolak. Padahal kalau aku jalan-jalan pasti bilang begini, “murah banget Win, gue ikut dong”! eh pas aku ajakin seribu satu alasan menolak ajakanku alias cuma basi basi doang. Bahkan positioningku itu seolah tajir karena sering jalan-jalan padahal cuma modal tiket promo dan sedikit keberanian heheheh 😀

Untuk pemula yang hendak jalan-jalan ke Luar Negeri tidak usah khawatir, karena kamu bisa melakukannya dan tidak butuh uan yang banyak kok asal persiapannya telah di disiapkan jauh-jauh hari. Sama halnya denganku dengan membuat itenary Thailand-Kamboja atau yang rencana perjalanan. Itenary berisi jadwal serta estimasi biaya yang akan aku keluarkan sebelum melakukan perjalanan sehingga walaupun dalam perjalan tidak sesuai paling tidak ada pegangan.

Rencana perjalan ke luar negeri bisa dicari dari mbah google serta banyak-banyaklah network dimanapun berada. Aku sendiri ke Bangkok nginap di tempat temanku orang asli Thailand yang 1 tahun lebih aku kenal. Namanya Nui yang tinggal di Petchaburi Thailand dan lucunya dulunya si Nui adalah salah satu gebetan mantanku yang playboy, 😀

Dunia memang kadang tidak dapat diprediksi!

 

Aku dan Nui
Aku dan Nui di Thailand

Oh ya rencana perjalanan awal ku ke Kamboja-Thailand awalnya seperti urain Itenary Thailand-Cambodia dalam tabel yang telah aku buat walaupun pada prakteknya ada yang tidak sama.

Itenary D-1 Thailand, 18th March 2014

Waktu Kegiatan Biaya Keterangan
16:45 – 20.00 pm Flight from Soekarno Hata airport to Don Mueng airport Rp. 150.000 + Rp30.000 + Rp34.000 Fee for airport tax and Damri + capcay
20.00 – 21.00 pm From Don Muang to MRT or Bus number 29,510 after that take MRT from Chatuchak station to Petchaburi station. 20 BHAT Bus A1 (100 BAHT), from Don Muang to Mo Chit -> MRT at Chatuchak Park station ->Phetchaburi.Taxi (50 BAHT  +Toll).
21.00-23.00 pm Going to Asiatique The Riverfront at Chareonkrung Soi 74-76 by BTS to Saphan Taksin Station, stop in Sathorn arbor wait for free shuttle boat Asiatique. If we have time we will go to Chao Phraya River & Waterways, Riverside at Sathorn Pier (Central Pier) or Khao San Road Looking for ticket to Siemp Reap and dinner, Sim Card.
23.00 -24.00 pm Back to Nui’s apartment at Petchaburi
24.00 – 04.30 Take a rest and sleeping


Itenary D-1 Thailand-Cambodia, 19th March 2014

Waktu Kegiatan Biaya Keterangan
04.30 -05.30 am Go to Mo Chit near Cathucak market to take bus with Rongklua market in Aranyaprathet destination.
5.30 -2.30 pm Journey to Poipet (Border of Thai and Cambodia) 212 BHAT Estimation journey 5-7 hours
2.30 – 4.30 pm Poipet to Siem Reap 48 USD A car with 4 passengers, 150 KM.
4.30-5.30 pm Going to Guesthouse Siem Reap at No 033, Vihear Chen Village, Svay Dangkum Commune, Siem Reap District, Siem Reap, Cambodia. 6 USD
5.30-6.30 pm Sunset in Angkor Thom dan Bayon.
8.00 -10.00 pm Old Market for hunting Cambodia souvenir + Dinner with Cambodia Culinary Amok (chicken or fish), Lok Lak (fried beef), Baguette bread.

 

Itenary D-3 Cambodia, 20th March 2014

Waktu Kegiatan Biaya Keterangan
05.00 am Hunting sunset to Angkot watt 12 USD + 20 USD By tutktuk and entrance ticket Angkor Wat Temple,
05.30-12.30 pm Exploring Angkor watt, Bantseay Rei, Angkor Thom (Bayon Temple), and Ta Phrom,
12.30-13.00 pm Check out from hostel and lunch
13.30 – 15.00 pm Back to Poipet
15.00-22.00pm Bangkok 13 USD Tarif Siem Reap to Bangkok approximately 7-8 hours
22.00 Sleeping go to 30 soi Aree 2, Phaholyothin Road, Samsennai, Phayathai.

Itenary D-4 Thailand, 21th March 2014

Waktu Kegiatan Biaya Keterangan
06.00 am Wake up
10.00-14.00 pm Hunting early bird ticket Madame Tussauds Bangkok dan Siam Ocean World at Siam Discovery Center, floor 6th 480 BAHT Transportataion by BTS to Siam Station, walk to Siam Discover
14.00-15.30 pm Go to Four face buddha
15.30-17.00 Go to mae nak temple at location in sukumvit soi 77 suan luang ,Bangkok.
17.00-22.00 Discover Gai bang kung at ampharawa and Bang kae noi or go to china town to see wat traimit witthayaram wora wiharn, Wat Chinese , Golden Mount
22.00 Sleeping

Itenary D-5 Thailand, 22th March 2014

Waktu Kegiatan Biaya Keterangan
06.00 am Wake up
06.08.00 Go to Don Mueng back to Indonesia

 

Tunggu cerita selanjutnya yah perjalanan Thailand-Kamboja ku 🙂

 

Salam

WeenyTraveller

Restauran Halal di Perbatasan Thailand Kamboja


Hello World,

Cerita perjalanan Thailand Kamboja dengan bus ditempuh 5 jam untuk sampai di perbatasan daerah Rongklua market dengan harga bus 220 bath dari Stasiun Akkamai Bangkok. Berangat dari jam 7 pagi menuju perbatasan dan susah banget nyari makanan halal disini.

image

Hingga akhirnya mendapatkan restauran halal food di perbatsan Thailand Kamboja Sabila Rungker dekat seven eleven. Itupun pake bahasa planet untuk menanyakan lokasi ini karena kebanyakan orang Thailand tidak bisa Bahasa Inggris, kayak bahasa tarzan. Ibaratnya kayak ngomong “uuauauauauauau eee uauauaua”!

Akhirnya aku bisa makanan halal juga bahagia banget secara makanan di jalanan semua pork, pig yang bikin aku kenyang duluan sebelum makan.

Seru sekali pengalaman perjalanan perdana Thailand Cambodia ini, yeah my journey begins to Thailand and Cambodia to teach my self about another chapter in my life.

Pengalaman travelling Thailand Kamboja lumayan seru apalagi perdana dengan bahasa asing yang mengajari diri untuk belajar dan belajar.

It teachs me to face the life wisely!

Salam
Weeny traveller