Pesona Nirwana Sunrise Borobudur dari Punthuk Setumbu


A heartbreak is a blessing from God. It’s just his way of letting you realize he saved you from the wrong one

By Unknown

Sunrise Borobudur dari Punthuk Setumbu
Sunrise Borobudur dari Punthuk Setumbu

Hello World

Magelang, Agustus 2016

Yeee impian untuk mengunjungi Punthuk Setumbu akhirnya kesampaian. Maklum gara-gara melihat gambar Candi Borobudur dikelilingi lautan kabut beberapa tahun lalu sungguh membuat mupeng alias muka pengen mengunjuginya. Lihatnya dari tahun 2013 dan beruntungnya di tahun 2016 bisa mewujudkan melihat sunrise Borobudur dari Punthuk Setumbu. Terus gara-gara film ADDC2 dengan tempat shooting di Gereja Ayam tempat kencannya Rangga dan Cinta tidak jauh dari Punthuk Setumbu semakin meningkatkan minat wisatawan untuk datang. Ah pokoknya seribu alasan kenapa harus mnegunjungi Punthuk Setumbu,  yang pasti sunrise Borobudur apik sekali. Punhtuk Setumbu berasal dari Bahasa Jawa, Puntuk yang berarti gundukan dan setumbu yang berarti tumbu. Punhtuk Setumbu merupakan spot terbaik untuk melihat sunrise Borobudur dari sebuah bukit setinggi kurang lebih 400 meter dpl.

Kami menuju spot Punthuk Setumbu dari homestay Kebon Dalam, Magelang yang tak jauh dari lokasi mengejar sunrise Borobudur. Awalnya kami harus siap sedia jam 5 pagi, tapi apa daya karena kami para Blogger bangunnya telat alhasil kami baru berangkat jam 5.00 dan memulai mendaki ke Bukit Punhtuk Setumbu sekitar hampir jam 5.30an. Padahal jika tidak ingin ketinggalan harus sudah berada di lokasi sekitar jam 5 pagi.

Sesampai di parkiran, ternyata kami harus mendaki ke Puncak Punthuk Setumbu. Menaiki Bukit Punthuk Setumbu bak menaiki Borobudur karena semakin keatas semakin meninggi, dan lumayan menguras tenaga. Pagi-pagi kami sudah olah raga, tapi disitu sensasi kesenangannya semua demi “berburu sunrise Borobudur dari Punthuk Setumbu”.

Sunrise Borobudur dari Punthuk Setumbu
Sunrise Borobudur dari Punthuk Setumbu

Disepanjang jalan banyak sekali warung makan namun karena kami datangnya sudah telat alhasil kami pura-pura tidak melihat godaan makanan dari warung dengan harum mie, gorengan dan sebagainya. Karena kami mendaki sambil ngobrol ahirnya sampai ke puncak tidak terasa. Sesampainya di Bukit Punthuk Setumbu, ternyata kami tidak sendirian, banyak sekali wisatawan lokal yang sudah daritadi menunggu kabut pagi Borobudur. Kami cukup beruntung karena walau kami telat datang namun kami bisa menyaksikan kabut keluar di Borobudur dari Punthuk Setumbu sekitar jam 6 ke jama 6.30an. Pemandangan sunrise spektakuler yang pernah aku lihat, sunrise Borobudur beserta aura kabutnya lengkap dengan latar Gunung Merapi dan Gunung Merbabu, belum lagi bukit kecil sekelilingnya seperti Bukit Cemuris, Bukit Cething, dan Bukit Setompo semakin menambah pesona Borobudur. Sayangnya kameraku tidak begitu canggih sehingga Borobudur Nirvana Sunrise dengan kabutnya tidak tertangkap kameraku. Terus pengen lempar camera karena tidak mendapatkan photo bagus sunrise Borobudur tapi karena ingat harga camera mahal, gak jadi deh buang cameranya!

Sunrise Borobudur dari Punthuk Setumbu
Sunrise Borobudur dari Punthuk Setumbu

Waktu itu aku, Rinta, Kak Fahmi, Ocit, Kak Danang beramai-ramai beserta wisatawan lain menikmati pemandangan sunrise Borobudur dari Punthuk Setumbu hingga akhirnya kami berjalan menuju ke Gereja Ayam yang tak jauh dari Bukit Punthuk Setumbu. Yah kami juga ingin mengunjugi tempat Rangga dan Cinta mumpung dekat.

Sepanjang perjalanan ke Gereja Ayam dimana Rangga dan Cinta menyaksikan Borobudur Nirvana Sunrise, kami melihat rumah kayu yang juga bisa menjadi tempat spot melihat sunrise Borobudur namun harus bayar lagi diluar tiket masuk dari parkiran. Tentu saja kami lurus saja ke Gereja Ayam namun jika tidak buru-buru, mungkin rumah kayu di sekitar Punthuk Setembu bisa menjadi alternatif.

Gereja Merpati
Gereja Merpati

Sesampai di Gereja Ayam ternyata antriannya panjang, maklum antusias pengunjung untuk melihat sunrise Borobudur dari Gereja Ayam begitu tinggi setelah film AADC2 mengekspos tempat ini. Kami harus mendaftar kemudian menunggu antrian dan nama kami dipanggil masuk dan membayar Rp15.000 untuk naik keatas puncak Gereja Ayam. Oh ya sebenarnya Gereja Ayam bukanlah ayam karena bentuknya adalah Merpati yang berarti damai namun karena desain memiliki ekor, kepala dan mirip ayam maka orang menganggapnya Gereja Ayam. Letak Gereja Merpati berada di Bukit Rhema dulunya sempat terbengkalai pembangunannya karena kekurangan dana. Tapi gara-gara film AADC2 langsung hits dan banyak wisatawan datang dan tempatnya sudah diperbaiki.

Karena menunggu masuk dibatasi dan harus menunggu antrian, aku dan Rinta sempat makan gorengan di dekat Gereja Merpati hingga akhirnya kami masuk ke dalam. Di dalam kami juga harus menunggu antrian hingga nama kami dipanggil.

Di dalam Geraja Merpati berbentuk ruangan persegi panjang namun jendelanya unik. Menaiki tangga pun berulang dari tangga semen hingga tangga kayu sampai tangga besi terdiri 5 kali naik tangga.  Nah lucunya ada sebuah lantai berisi lukisan dan vintage banget. Tidak hanya itu ketika lantai terakhir sebelum kepala Merpati, kami harus menunggu antrian lagi ke atas hingga ornag diatas baru kami naik. Setelah itu giliran kami naik di Puncak Gereja Merpati, matahari terik sudah menyambut kami. Bahkan antrian kira-kira 1 jam untuk sampai diatas, maka saat diatas kepala merpati cuma 15 menit terus kami puas-puasin berphoto dengan pemandangan kece Pegunungan. Ternyata narsis itu butuh perjuangan ya! Walau kami singkat diatas Gereja Merpati namun puas sekali loh bahkan si Bapak petugas acap kali mengatakan waktu kunjungan kami habis namun karena kami lagi berphoto kami pura-pura tidak dengar hingga akhirnya turun melalui tangga berputar seukuran badan. Cukup puaslah berphoto ramai-ramai!

Kami para Blogger diatas Gereja Merpati (Sumber: Photo Ocit)
Kami para Blogger diatas Gereja Merpati (Sumber: Photo Ocit)

Pulangnya kami melewati jalanan berbeda dari kedatangan kami, namun karena pergi ramai-ramai jadi seru sekali. Pagi kami dimulai dengan senyuman dan bahagia, bahagia mengunjungi Punthuk Setumbu dan Gereja Merpati!

Harga Tiket masuk Bukit Punthuk Setumbu

Rp15.000

Lokasi Punthuk Setumbu

Jl.Borobudur Ngadiharjo KM3 Dukuh Kerahan,

Desa Karangrejo, Kecamatan Borobudur,

Kabupaten Magelang,

Jawa Tengah

Harga Tiket Masuk Geraja Ayam

Rp15000

Lokasi Geraja Ayam/Merpati

Bukit Rhema di Dusun Gombong,

Desa Kembang Limus

Kecamatan Borobudur

Kabupaten Magelang

Jawa Tengah

Salam

Winny

Iklan

10 Wisata Air Menarik di Indonesia


“Love never dies of starvation but often of  indigestion.”

By Ninon de L’Enclos

Cave Tubing di Goa Pindul

Hello World!

Jakarta, Agustus 2016

Wisata air Indonesia itu emang paling lengkap ya mulai dari wisata air biasa sampai ekstrim yang memacu adrenalin terus tersebar di seluruh Indonesia. Nah bicara tentang wisata air Indonesia, ternyata pengalamanku main air sudah 10 cerita loh mulai main airnya di Sungai sampai di Laut.  Tentu saja kesan main air itu seru sekali karena setiap perjalanan itu memiliki cerita tersendiri.

Pengalaman Main Air di 10 Wisata Air Menarik Indonesia

1. Diving di Bali

Pantai Kuta Bali
Bali

Pertama kali main air itu di Bali tahun 2010 saat aku dan teman-teman kuliahku Susanto, William dan Surya backpacker ke Bali. Waktu itu kami mencoba diving di Bali, walau aku itu tidak bisa berenang. Pertama kali menyelam di Bali rasanya itu menyenangkan loh diajari ama si “Beli” (panggilan abang di Bali) serta kami berempat ramaian main nyelam di tempat pemula. Menurutku wisata menyelam itu paling keren karena bisa melihat biota bawah laut, sayangnya itu aku tidak bisa berenang. Nah pengalaman menyelam pertama di Bali itu aku malah santai sementara temanku Santo dan William mabuk laut padahal mereka bisa berenang loh karena memang semakin dalam kita menyelam maka telinga kita bisa pekak. Terus menyesuaikan bernafas dengan tabung oksigen dari mulut itu bukan perkara mudah karena kita biasa bernafas dengan hidung. Walau demikian pengalaman main air diving di Bali itu merupakan pengalaman yang sangat menarik dalam hidupku. Suatu saat ingin mencobanya lagi.

2. Main Tubing di Sungai Bahorok

tubing di sungai bahorok
Tubing di Sungai Bahorok

Pengalaman kedua main air di wisata air Indonesia yang paling seru lainnya ialah saat main Tubing di Sungai Bahorok, Taman Lauser Sumatera Utara. Jadi setelah 1 hari memasuki hutan Luaser jalan kaki dikejar oleh Ornag Utan terus menginap di tepi Sungai Bahorok kemudian kami melakukan perjalanan menelusuri Sungai Bahorok dengan ban alias tubing. Jadi masing-masing kami dalam satu tubing isi dua lalu menelusuri arus Sungai Bahorok. Karena aku tidak bisa berenang jadi main tubing itu bikin deg-degan tapi serunya minta ampun. Untungnya teman tubing aku itu bisa berenang, aku jadinya merasa amanlah. Belum lagi di rombongan aku dan Surya doang yang turis lokal yang lainnya bule semua, jadi kami merasa tubing dengan para bule itu kayak merasa bule jadinya haha, habis walau orang lokal malah main tubing atau kalau di Sidempuan disebut “main ban-ban” pertama kali pula. Tapi daripada gak sama sekali, iya kan? biar gak malu-maluinlah ama orang Bule yang jauh-jauh ke Sungai Bahorok ke Taman Lauser demi “main ban-ban” (tubing)

Baca Juga Trekking di Taman Lauser

3. Snorkeling di Pulau Riung

Snorkeling di Riung
Snorkeling di Pulau Riung

Sebenarnya aku bukan penyuka wisata air dalam aktivitas snorkeling karena aku susah sekali menggunakan alat snorkel, dan sering sekali air masuk ke hidung sehingga aku kurang suka snorkeling. Tapi bak kontradiktif, justru kegiatan snorkeling malah sering aku lakukan paling diantara kegiatan air lainnya. Kegiatan snorkeling pertamaku di Kepualauan Riung di Flores. Air nya jernih, lautnya biru serta pasirnya putih! Gimana aku tidak menolak untuk melakukan snorkeling di Riung. Alamnya menggoda sehingga melupakan keterbatasan tidak bisa berenang. Bahkan saat snorkeling di Pulau Riaung, aku melihat Nemo loh, terus ikan-ikan lucu lainnya. Pokoknya kalau teman-teman punya rezeki, kunjungilah Flores, karena alam Flores itu sungguh indah sekali.

Baca juga Tentang Pulau Riung dan Gambar Riung

4. Snorkeling di Pulau Tunda

snorkeling di Pulau tunda
Snorkeling di Pulau Tunda

Pengalaman snorkeling lainnya ketika di Pualau Tunda, waktu itu aku open trip Pulau Tunda. Agenda perjalanan kami salah satunya snorkeling di Pulau Tunda. Sayangnya banyak sekali sampah di Pulau Tunda (tahun 2013) dan semoga sampahnya tahun 2016 sudah dibersihkan. Waktu snorkeling di Pulau Tunda aku ikut karena aku mengajak ibuku untuk snorkeling pertama. Jadi sangat senang melihat ibuku ikut trip bersamaku, alhasil aku juga ikut-ikutan snorkeling di Pulau Tunda. Selain snorkeling di Pulau Tunda, kami beruntung karena kami melihat kawanan Lumba-lumba di Pulau Tunda yang seolah menyambut kedatangan kami. Tentu saja bagiku berkesan karena melihat  kawanan lumba-lumba di habitatnya langsung, di laut.

Baca juga Tentang Pulau Tunda

5. Snorkeling di Pulau Karimun Jawa

karimun jawa
Karimun Jawa

Di tahun 2013 temanku Helga mengajakku ke Karimun Jawa. Tentu saja aku mengiyakan ajakan untuk trip di Karimun Jawa. Salah satu kegiatan trip Karimun Jawa kami adalah snorkeling di Pulau Karimun Jawa bersama teman lainnya. Di trip Karimun pulalah aku mengenal Jard, blogger wanita keren dari Malaysia yang sudah melanglang buana menaklukkan peta dunia. Waktu itu kami berenam, dua cewek, 4 cowok dan ramai-ramai lah kami snorkeling di Pulau Karimun Jawa tepatnya di Pulau Menjangan. Jard merasa laut Indonesia sangat bagus karena dia juga menemukan Nemo di Pulau Karimun. Tentu saja celotehnya masuk akal mengingat Pulau Karimun Jawa sangat bersih dan cocok untuk wisata snorkeling.

Baca juga Tentang Karimun Jawa

6. Tubing di Goa Pindul

 Goa Pindul
Tubing di Goa Pindul

Di tahun 2013 aku juga melakukan aktivitas air berupa tubing di Goa Pindul, Yogyakarta. Beramai-ramai dengan teman kantor, kami trip ke Yogya dan melakukan tubing di Goa Pindul. Bedanya tubing di Sungai Bahorok Sumatera Utara dengan Tubing di Goa Pindul yaitu pada jumlah pemakaian tubing yang masing-masing satu ban satu orang. Terus kami masuk kedalam Goa Pindul melewati aliran sungai yang ada. Keseruannya karena waktu ke Goa Pindul ramai wisatawan terus mian air di dalam Goa rasanya memacu kebahagiaan. Lain kali ke Yogya, pasti aku akan mencoba tubing lagi karena tubing itu seru.

Baca juga tentang Gua Pindul

7. Canoing di Ujung Kulon

canoe in ujung kulon
Canoeing di Ujung Kulon

Canoing di Ujung Kulon alias main sampan-sampannan di Ujung Kulon tahun 2014 ketika waktu itu aku berantem banyak sekali masalah. Akhirnya aku merasa butuh libur sehingga aku acak mencari trip ke Ujung Kulon. Nah akhirnya akupun ikut trip orang ke Ujung Kulon dan bertemu dengan orang baru. Ternyata pilihanku itu tepat karena Canoing di Ujung Kulon itu seru. Pengalaman mendayung melewati Sungai Cigenter Ujung Kulon dan mencari jejak Badak terasa seru. Belum kami ramai-ramai jadi seolah sedang lomba sampan.

Baca juga Ujung Kulon

8. Body Rafting di Green Canyon

Green Canyon Pangandaran Indonesia
Body Rafting di Green Canyon Pangandaran Indonesia

Pengalaman air lainnya yang seru ketika main body rafting di Green Canyon Pangandaran tahun 2014. Waktu itu aku trip bersama teman-teman ex MT ramaian dimulai dari Tasikmlaya. Waktu itu ada adegan nyasar mobil kami saat mencari Green Canyon Pangandaran. Jadi pengalaman terlelah main air yang pernah aku alami ialah main body rafting di Green Canyon Pangandaran karena kami dilengkapin dengan life vest kemudian kami membiarkan badan kami mengikuti arus sungai. Duh capek sekali tapi seru apalagi pas saling menyatu dengan teman lainnya. Seru habis!

Baca juga Green Canyon

9. Snorkeling di Air Tawar Umbuk Ponggol, Magelang

Umbul Ponggok, Bunake Klaten
Umbul Ponggok, Bunake Klaten

Untuk wisata Umbul Ponggok, Klaten Jawa Barat baru aku lakukan di tahun 2016 bersama teman Blogger dalam rangka Famtrip Jateng. Kalau pengalaman dulu-dulu snorkeling di air laut maka pengalaman di Umbul Ponggok berbeda karena snorkelingnya di air tawar. Awalnya sempat mengernyitkan dahi ketika bentuknya seperti kolam eh ternyata pas masuk kedalam terkagum-kagum dengan kejernihan airnyanya serta airnya dingin sekali. Terus bagi penyuka photo dan mau eksis di Instagram maka Umbul Ponggok jadi pilihanlah.

Baca Juga Umbul Ponggok

10. Rafting di Sungai Progo Magelang

Rafting di Sungai Progo, Magelang
Rafting di Sungai Progo, Magelang

Nah pengalaman terakhir main air-air di Indonesia itu beneran rafting dengan teman Blogger dalam Rangka Famtrip Jateng. Jadi mendayung menelusuri Sungai Progo selama 2 jam bahkan saking serunya mukaku bercampur antara takut, senang. Tengoklah mukaku pas di rafting Sungai Progo, menahan diri agar tidak jauh.

Baca Juga Rafting di Sungai Progo

Ternyata wisata air menarik di Indonesia banyak ya!

Hayo siapa yang sudah mencoba kegiatan wisata air di Indonesia?

Dimana dan wisata air kategori apa?

Salam

Winny

8 Sungai Menarik di Indonesia


“But the you who you are tonight is the same you I was in love with yesterday, the you I’ll be in love with tomorrow.”
By Adam, If I Stay

Kanoing on Ujung kulon
Kanoing on Ujung kulon

Hello World!

Jakarta, 2016

Indonesia memiliki potensi wisata sungai menarik loh, dan yang membuatkan penasaran yang belum dikunjungi ialah Sungai Barito di Kalimantan. Tapi walau begitu aku sangat bersyukur paling tidak sudah pernah ke 8 Sungai menarik di Indonesia. Semoga kedepannya ada kesempatan untuk jalan-jalan ke Sungai-sungai Indonesia lainnya.

8 Sungai Menarik di Indonesia yang pernah aku kunjungi

1. Sungai Musi

Sungai Musi
Sungai Musi

Sungai Musi terletak di tanah Sriwijaya, Kota Palembang, ibukota Provinsi Sumatera Selatan. Bisa dibilang merupakan perjalanan pertama ke wisata sungai di Indonesia setelah besar, Waktu itu aku bersama Daboo ke Palembang dan aku sangat suka dengan suasana Sungai Musi pada malam hari lengkap dengan jembatan Amperanya yang menawan. Pada sore hari kami malah ke Pulau Kemaro yang terletak di tengah Sungai Musi dengan perahu sambil menelusri Sungai Musi. Bisa dibilang dari sungai yang pernah aku kunjungi, maka Sungai Musilah yang menjadi Sungai kesukaanku. Terus pas malam hari disekitar sungai Musi banyak sekali penjual makanan dan aku sempat makan jagung bakar sambil menikmati keindahan Sungai Musi dimalam hari. Oh ya di Sungai Musi sering juga lomba perahu Bidar (perahu naga, namun Bidar artinya di Palembang itu perahu) pas Tujuh Belas Agustus untuk merayakan Kemerdekaan Indonesia maupun Ulang Tahun Kota Palembang yang membuat antusias pengunjung untuk datang ke Sungai Musi.

2. Sungai Asahan

Sungai Asahan berada di Sumatera Utara dan sewaktu kecil mamaku paling sering membawaku ke Sungai Asahan. Aku masih ingat betul kalau di dekat jembatan Sungai Musi terdapat TPA yang berisi pasar tradisional tapi dengan produk impor. Terus di sekitar Sungai Asahan banyak sekali orang yang naik sepeda kemana-mana dengan suasana kotanya yang bersih tapi sekitar tahun 90 an dan tidak tahu kondisinya sekarang apakah sama seperti aku kunjungi waktu kecil.

3. Sungai Mahakam

kutai kalimantan timur
Kutai kalimantan timur

Sungai Mahakam terletak di Samarinda, Ibukota Provinsi Kalimantan Timur. Mengunjungi Sungai Mahakam merupakan perjalanan setelah dari Bontang dan itu berkat temanku Indra. Sayangnya pas menelusuri Sungai Mahakam yang aku lihat ialah tongkang yang mengangkut Batu bara padahal aku penasaran dengan pasar Terapung ala Kalimantan yang pernah ada di salah satu iklan stasiun TV Swasta Indonesia tahun 90 an. Eh rupanya pasar terapung Kalimantan yang aku cari itu bukan di Sungai Mahakam melainkan Sungai Barito. Walau demikian melihat Sungai Mahakam lumayan menarik dengan pengalaman tersendiri, paling tidak sepanjang perjalanan ke Tenggarong melalui darat maka Sungai Mahakam menjadi pemandangan utama.

4. Sungai Kapuas

Sungai Kapuas
Sungai Kapuas

Sungai Kapuas berada di Pontianak, Ibukota Provinsi Kalimantan Barat. Aku dapat melakukan perjalanan ke Pontianak ketika dinas dari Kantor.  Maka aku juga sempat melihat Tugu Khatulistiwa Pontianak yang terkenal itu serta disamping Tugu Khatulistiwa terdapat Sungai Kapuas. Alhasil aku juga melihat Sungai Kapuas dari Tugu Khatulistiwa.

5. Sungai Cisadane

Sungai cisadane
Sungai cisadane

Sungai Cisadane berlokasi di Tangerang, Provinsi Banten. Lucunya pas ke Sungai Cisadane bareng Dita dan Defi ketika kami hendak keliling wisata Tangerang dalam sehari. Kami juga sempat melihat Bendungan di Sungai Cisadane. Setiap tahun katanya ada perlombaan perah naga di Sungai Cisadane, Tangerang sehingga menarik juga untuk dikunjungi.

6. Sungai Kampar

Sungai kampar Riau
Sungai kampar Riau

Sungai Kampar berada di Riau dan terkenal dengan Sungai yang memiliki Ombak seperti Laut. Sehingga tidak heran Sungai Kampar terkenal dikalangan wisatawan asing dan sering berselancar di Sungai Kampar. Aku sendiri memilih jalur pulang dari Pekanbaru padahal biasanya via Medan dari Jakarta karena penasaran dengan wisata Riau yang salah satunya Sungai Kampar. Namun aku hanya bisa melihat tepi Sungai Kampar saja yang dekat dari Kota Pekanbaru yang berada di Desa Taratak Buluh. Walau hanya bisa melihat  tepi Sungai saja, aku lumayan senang karena melihat ibu yang mencuci pakaian di sungai serta melihat nelayan memancing ikan. Lumayan membuat hati tenang di tepi Sungai.

7. Sungai Bahorok

Istirahat di sungai bahorok
Istirahat di sungai bahorok

Sungai Bahorok berada di Taman Lauser, salah satu wisata yang sering dikunjungi bule di Sumatera Utara. Aku  suka dengan Sungai Bahorok karena selain dingin juga bersih. Bahkan aku 4 x mengunjungi Taman Lauser. Pernah juga ikut tubing dengan ban setelah trekking 3 hari di Hutan Taman Lauser bersama teman-teman baru walau kebanyakan orang asing. Pengalaman main tubing mengitari Sungai Bahorok itu sangat berkesan hingga sekarang.

8. Sungai Cigenter

Sungai Ciganter Ujung Kulon
Sungai Cigenter Ujung Kulon

Jalan-jalan ke Sungai Cigenter untuk bertujuan berkano (canoeing) bersama teman baru di Taman Nasional Ujung Kulon. Maksudnya sekalian mencari Badak Bercula satu walau tidak ketemu. Berkano di Sungai Ciganter merupakan pertama bagiku dan serunya itu minta ampun.

Dari 8 sungai yang aku kunjungi di Indonesia, rata-rata memiliki kesamaan yang sama, sama-sama cokelat, memiliki jembatan, terus banyak nelayan disekitarnya serta yang paling seru pemandangan kegiatan masyarakat disekitar Sungai.

Salam

Winny

Mendadak jadi Tourguide di Museum Bahari hingga ke Pelabuhan Sunda Kelapa


Loving oneself isn’t hard, when you understand who and what ‘yourself’ is. It has nothing to do with the shape of your face, the size of your eyes, the length of your hair or the quality of your clothes. It’s so beyond all of those things and it’s what gives life to everything about you. Your own self is such a treasure

By Phylicia Rashad

kota tua
kota tua

Hello World

Jakarta, 2013

Cerita perjalanan ke Kota Tua kemudian dilanjutkan jalan kaki ke Museum Bahari hingga ke Pelabuhan Sunda kelapa kejadiannya tahun 2013. Ketika itu aku menjadi tourguide dadakan karena hendak kopdaran dengan anak Celoteh Backpacker yang diusulkan oleh Akbar. Meeting pointnya di Kota Tua nah aku berkenalan dengan traveler asal Francis maka jadilah aku tourguide dadakannya haha 😀

Nama traveler itu Bastian

Dan untuk pertama kali pula aku kopdaran dengan Akbar dan Irawan cuma lucunya cuma kita berempat saja dengan waktu singkat saja 😀

Traveler
Traveler

Nah dari Kota Tua kami berjalan mengikuti jalan menuju ke Museum Bahari, sebuah museum yang dulunya merupakan gudang untuk menyimpan rempah-rempah barang dagangannya VOC. Aku dan Bastian jalan kaki panas-panas tapi aku senang karena baru pertama kali tahu ada Pelabuhan Sunda Kelapa dan Museum Bahari. Sayangnya pas kami kesana Museum Bahari tutup sehingga kami hanya bisa melihat dari luar yang bangunannya khas bangunan zaman dulu, “klasik”. Terus yang lucu aku yang harusnya jadi guide malah si Bastian itu yang tau jalan hanya dari buku pandukan lonely planet.

Aku sampai malu karena gagal jadi tourguide hahahah 😀

Nah untuk Museum Bahari sendiri melewati pasar ikan lengkap dengan penjual cinderamata khas laut gitu. Khusus untuk Pelabuhan kelihatan biasa saja karena melihat orang melakukan pekerjaan unloading dan loading seperti kegiatan supply chain pada umumnya. Waktu itu kami malah melihat bongkar muat di Pelabuhan Sunda Kelapa terus jalan pulang.

Saat di Museum Bahari si Bastian itu heboh banget lihat meriam kuno dan entah kenapa si Bastian ini mirip banget ama temanku Sugeng Wibowo tapi versi bulenya jadi kocak kalau membayangkannya.

Kami jalan mengikuti arah melewati gang bejek bercerita dan berbagi pengalaman perjalanan. Memang kadang nikmatnya perjalanan itu bertemu dengan sesama orang penyuka jalan dan susah untuk dijelaskan senang dan sedih bercampur menjadi satu. Yang pasti bertemu dengan orang baru dan seru yah mana tahu suatu saat ada kesempatan juga melihat negara orang 😀

Oh ya si Bastian saking senangnya menulis “Et la belle inconnu rencontrée mon dernier jour en Indonésie“, dan aku hanya senyum tak jelas (wong ngak ngerti artinya, tunggu lihat kamus dulu ;D)

Alamat Museum Bahari (The Maritime Museum)

Jl. Pasar Ikan No. 1,

Penjaringan dekat dengan Pelabuhan Sunda Kelapa

Jakarta

Jam buka:

08.00- 16.00

pelabuhan sunda kelapa
pelabuhan sunda kelapa

Karena mengunjungi Museum Bahari belum puas banget karena cuma bisa lihat dari luar, makanya jadi penasaran untuk jalan-jalan lagi ke Museum Bahari tapi entah kapan.

Salam

Winny

Liburan ke Museum Keramik Jakarta


Time flies over us, but leaves its shadow behind.

Nathaniel Hawthorne

Museum Keramik
Museum Keramik

Hello World

Jakarta, 29 November 2015

Meski sudah tinggal di Jakarta dua tahun menjelang tiga tahun, tapi masuk ke dalamnya Museum Seni Rupa dan Keramik baru pertama kali. Padahal tahun 2012 pernah main ke Kota Tua dengan teman jauh-jauh dari Bogor ke Fatahillah eeh berphoto doang di depan Museum Keramik tanpa masuk barulah lihat blog orang yang masuk ke dalam ternyata museum keramiknya isinya keren banget sejak itulah ada keinginan untuk berkunjung ke Musuem Keramik yang merupakan salah satu landmark Kota Tua. Tapi yah itu walau dekat masuknya juga baru setelah tahun berlalu 😀

Padahal kalau dipikir-pikir dekat dan wisata murah lagi karena masuk kedalam museum Rp5000 saja tapi realisasinya lama banget! Nah mumpung mau menjelajah objek wisata Jakarta dengan waktu singkat maka aku pergilah ke Musuem keramik yang awalnya ama Rinta tapi karena Rinta berhalangan akhirnya aku perginya cuma pergi dengan Ana, teman asrama waktu kuliah di USU.

The Museum of Fine Arts and Ceramics
The Museum of Fine Arts and Ceramics

Sesampai di Kota Tua maka aku langsung ke dalam Museum Seni Rupa dan Keramik dengan membayar tiket masuk Rp5000 saja. Nah museum terdiri dari koleksi seni rupa berisi karya seni rupa berupa patung, sketsa, lukis batik bahkan ada gamabr dari Affandi. Beberpa terdiri dari patung zaman Majapahit, patung Bali hingga ke koleksi keramik baik yang lokal maupun keramik dari zaman Dinasti Ming.

Yang menarik perhatianku di Museum Seni Rupa dan Keramik ialah lukisan dari Van den Bosch, di salah satu dinding. Gak nyangka saja muka setampan itu bisa menerapkan tanam paksa (Cultuurstelsel) zaman penjajah dulu!

Johannes van den Bosch
Johannes van den Bosch

Keunikan lain dari Museum Seni Rupa dan Keramik terdapat pada bentuk tangganya yang melingkar dari baja dengan warna hitam. Untuk koleksi di dalamnya aku agak terheran-heran juga sebenarnya karena beberapa karya seni itu agak porno menurutku tapi sebagai orang awam aku agak bingung membedakan seni itu sendiri. Di sisi lain tiba-tiba ada lukisan bertulisakan Arab, intinya karya-karya seni dan rupa di Museum Seni Rupa dan Keramik menarik. Yang paling membuatku kaget ketika melihat patung kelelawar yang seperti wanita jadi agak gimana!

Untuk fasilitas di dalam Museum Seni Rupa dan Keramik terdapat musholla dan toilet serta bangku disamping museum tempat kebanyakan pengunjung ialah anak muda yang sedang pacaran ahhaha 😀

Terus 1-2 jam cukup untuk mengitari Museum Seni Rupa dan Keramik. lumayanlah mengisi liburan di Jakarta, Kalau menurutku sih wisata murah Jakarta karena cukup Rp5000 saja maka bisa melihat benda seni yang unik dan aneh.

Sejarah Museum Seni Rupa dan Keramik

Tahun 1870: Lembaga Peradilan tertinggi Belanda (Raad van Justitie)

Tahun 1967: Kantor Walikota Jakarta

Tahun 1968 -1975: Kantor Dinas Museum dan Sejarah DKI Jakarta

Tahun 1976: Gedung Balai Seni Rupa

Tahun 1990: Museum Seni Rupa dan Keramik

Alamat Museum Seni Rupa dan Keramik:
Jl.Pos Kota no.2 

Jakarta Barat (Kota Tua)

Jam Buka :
Selasa-Minggu: 09:00-15.00
Senin dan hari besar tutup

Harga tiket masuk: Rp 5000

 

Salam

Winny

Danau Kaolin Oase Di Belitung

Danau Kaolin

Kaolin is derived from the mineral Kaolinite which comes from the Earth’s crust. It is an aluminum silicate represented as Al2O3•2SiO2•2H2O. Kaolin is a platy white clay that is chemically inert, nonabrasive and possesses a number of characteristics that make it desirable for use in a range of industries, including paper and paperboard, paints and coatings, plastics, wire and cable and in concrete among many others.

(Basf)

Danau Kaolin Belitong
Danau Kaolin Belitong

Hello World

Belitong, 10 Oktober 2015

Hari pertama di Belitong saat pesawat Nam Air yang ternyata Sriwijaya air menukik memperlihatkan bekas tampang dari atas berwarna biru tosca dengan lubang-lubang yang banyak sekali. Danau Kaolin tidak jauh dari Bandar Udara Sultan Hanandjoedin, Tanjung Pandan Belitung.

Danau Kaolin yang menarik!

Sesampai di Bandara Sultan Hanandjoedin, Tanjung Pandan Belitung kamipun bingung hendak naik apa ke Kota Tanjung Pandan tapi yang pasti lubang-lubang bekas tambang diisi dengan air terus memancarkan cahaya biru dari atas membuatku penasaran.

Bandara Tanjung Pandan
Bandara Tanjung Pandan

Sambil duduk bengong bagaimana cara ke Kota Tanjung Pandan tiba-tiba ada bapak yang menawarkan taxi dengan Rp100.000 dibagi tiga. Kami kira satu taxi Rp50.000 ternyata susahnya di Belitung itu kendaraan umum ke Kotanya. Akhirnya kami menelpon street taxi yang punya argo eeh sampai di Surya Hotel tempat penginapan backpacker di Belitung saran dari Citra kena Rp90.0000 juga. Sama aja kan ya?

Sesampai di Kota Tanjung Pandan ternyata kotanya kecil maka kami langsung menyewa motor untuk kembali ke Danau Kaolin dengan biru toscanya. Untuk jarak Kota Tanjung Pandan ke Bandara kurang lebih 18 km maka kami kembali kea rah Bandara. Sebenarnya aku sudah pernah baca tentang Danau Kaolin yang menurutku mirip dnegan Ciwidey atau Tinggi Raja Medan dan pas kesanya memang benar mirip sih. Bedanya kalau di Ciwidey Bandung dan Tinggi Raja Medan dari Sulfhur maka di Belitung dari Kaolin.

Untuk akses ke Danau Kaolin emang harus dengan kendaraan sewaan buat wisatawan soalnya tidak ada angkutan umum. Lokasi Danau Kaolin di Desa Air Raya Tanjung Pandan, Belitung. Danau itu terletak di tepi Jalan Murai jadi kelihatan jelas di tepi jalan. Kami menggunakan GPS sih kesanya dengan motor.

Kalau dipikir-pikir ya sebenarnya cukup ironis karena Danau Kaolin seindah itu sebenarnya hasil tambang yang dibiarkan yang seharusnya di reklamasi. Dulu menjadi tempat pencarian masyarakat Belitung berupa Kaolin dan timah. Kini dibiarkan begitu saja menjadi daya tarik wisata. Jadi Kaolin bisa menjadi salah satu sisi Belitung selain batuan granit besar dan pantai pasir putih Negeri Laskar pelangi.

Danau Kaolin
Danau Kaolin

Sayangnya pas sampai di Danau Kaolin tidak boleh masuk ke area karena masih terjadi kegiatan penambangan serta excavator hilir mudik sehingga kami hanya duduk dari tempat point. Hanya 30 menit saja kami berada di depan Danau Kaolin dan tentu saja tidak dipungut biaya masuk ke Danau Kaolin, gratis soalnya bukan tempat wisata, hanya objek wisata Belitung dadakan. Tapi anehnya lumayan banyak juga pengunjungnya. Setelah itu kami memutuskan untuk menjelajah lagi ke tempat Danau Kaolin di Global Positioning System. Jaraknya jauh sekali melewati Bandara dan sunyi. Sunyi karena tidak ada orang yang melewati jalan kami dan tujuan kami ke tempat anti mainstream. Kira-kira 21 km perjalanan terus melewati hutan kiri kanan, dan jalanannya pun mulus. Hal yang aku salut dari Belitung ialah kondisi jalan rayanya mulus banget. Nah kami sampai di tempat tujuan Kaolin lain yang banyak tapi danaunya kecil-kecil tidak ada orang maksudnya tidak ada turis kesini kecuali kami saja. Padahal cuaca di Belitung lumayan panas minta ampun tapi kami dengan semangat 45 menjelajah Danau Kaolin yang lain hingga kami mengahbiskan waktu hingga jam 4 sore barulah kami beranjak dari sekumpulan Kaolin kecil.

Nah pulangnya kami melewati Bandara da nada tupai mati tertabrak di jalanan. Duh kasihan banget dah tuh nasib hewan terus kami kembalikanlah ke tepi jalan. Satu hari pertama di Belitung kami fokuskan untuk menjelajah Danau Kaolin Belitung.

 

Salam

Winny

11 Pilihan Tempat Kuliner di Jakarta


If you want something that you have never had, then you have got to do something you have never done

By Unknown

Thamrin jakarta
Thamrin jakarta

Hello World

Jakarta, 2015

Teman-teman, dimana tempat nongkrong makan favoritmu di Jakarta atau kota lain di Indonesia? Karena aku sekarang tinggal di Jakarta maka ada beberapa tempat yang pernah aku coba untuk mencari kulineran di Jakarta dari yang aku suka sampai ke kurang aku suka. Untuk Jakarta sebagai kota besar memang kalau kumpul kebanyakan kerjanya itu makan-makan 😀

Nah ada 11 tempat yang pernah aku coba untuk kulineran dan beberapa diantaranya yang aku suka. Rekomendasi tempat terbaik Makan Enak di Jakarta

1. Benhil alias Bendungan Hilir

Bendungan hilir atau sering disebut Benhil yang berada di  kelurahan yang terletak di kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat merupakan tempat favoriteku untuk mencari makan atau kulineran karena lokasinya yang mudah dijangkau dari halte busway semanggi serta pilihan makannya banyak mulai dari seafood, martabak, sate, sop buah, capcay, mie Aceh dan masih banyak lagi sampai bingung mau makan apa. Pedagang makannya juga banyak berjejer disepanjang jalan. Kalau Ramadhan tempat ini sangat ramai karena banyak jajanan untuk bukaan puasa. Aku sendiri paling suka makan seafood dan mie Aceh disini. Untuk seafood nya lumayan agak mahal kalau di makan sendiri dan enaknya makan ramai-ramai. Kalau mie Acehnya emang biasa rasanya tapi masih mendingan daripada Mie Aceh yang ada di Jakarta malahan aku paling suka itu teh tariknya. Kalau untuk pengalaman lucu saat di Benhil ketika aku, Bang Dian, Bang Dendi, Bang Novrizal dan Gladies malam-malam makan martabak dipinggir jalan terus ada rebutan padahal itu jam 11 malam.

2.  Blok M

Untuk Blok M sendiri aku paling suka makan di foodcourtnya karena banyak pilihan, tempatnya asyik, harganya juga murah. Kalau mau makanan lengkapnya bisa mencoba pujasera di lantai bawah Blok M. Saking seringnya pergi ke Blok M aku sering diejekin penghuni Blok M. Kalau lagi senggang biasanya aku akan melipir ke Blok M duduk cantik di lantai atas mencoba makannya pas di dekat 21 nya Blok M. Untuk harganya juga murah berkisar Rp15000 keatas tergantung jenis makannya. Cuma kebanyakan yang datang ke Blok M ini anak-anak alay alias lebay kadang terlalu ramai dengan ABG yang pacar-pacaran jadi kadang agak lucu melihat tingkahnya. Nah makanan favoriteku di Blok M ini ialah ramen, tempatnya kecil dan ramennya ala tradisional tapi rasanya enak dan harganya cuma Rp15000.

3. Pasar Santa

Tidak diragukan lagi akan pasar Santa yang sekarang terkenal dengan Santa Modern Market pernah ngehitz di Jakarta sebagai tempat nongkrong asyik anak Jakarta. Entah kenapa Pasar Santa yang dulunya pasar tua berubah menjadi Pasar yang begitu terkenal di Jakarta. Banyak sekali anak muda jakarta hangout alias tempat kumpul dan nongkrong. Awalnya aku penasaran dimana pasar Santa, rupanya alamatnya di Jalan Cipaku. Lucunya pertama kali kesini bersama teman kumpulku Bang Dian, Bang Dendi, Bang Novrizal dan Gladies serta Bang Ai pas jam 10 malam. Dari depan kelihatan seperti pasar tradisional apda umumnya di lantai 1 nya berisi pedagang baju, sepatu, tukang jahit, eeh di lantai 2 itu lah letak jajananan itu. Sayangnya pas ke sana sudah tutup alhasil kami tidak jadi makan di Pasar Santa. Aku sendiri tahu pasar Santa dari temanku dari German karena dia merekomendasikan Pasar Santa sebagai tempat favoritenya di Jakarta. Untuk variasi makanan banyak disini dan harganya emang agak seperti harga Mall bukan harga pasar tradisional tapi tempat nongkrong bolehlah.

4. Kota Casablanka

Buat warga Jakarta pasti tidak asing mendengar mall yang satu ini, dari beberapa mall elit di Jakarta yang variasi makannya paling banyak menurutku di Kota Casablanka dan yang paling aku suka itu foodcourtnya. Sistemnya juga dengan memberi kartu berisi uang yang akan ditukarakn ke tendant makananya yang ada dengan memotong uang yang ada jika tidak beli tidak apa uang akan kembali. Pilihan makannya juga banyak dan yang paling membuatku penasaran makanan India kali ya 😀

5. Food Plaza Pantai Indah kapuk (PIK)

Pertama kali mencoba kulineran di PIK itu di Food Plaza Pantai Indah Kapuk bersama Bang Peterus seniorku waktu SMA tapi baru jumpa lagi di tahun 2015 ini. Karena aku penyuka seafood maka kami berdua makan seafood dan hargnay lumayan berdua Rp200.000 untuk kami berdua dengan pilihan yang banyak sampai kami super kenyang dan rasanya juga enak. Selain seafood banyak pilihan lain di tempat ini.

6. Blok S

Blok S sebelas dua belas dengan Blok M yang menjadi tempat favoritku untuk kulineran di Jakarta. Tapi karena lokasinya yang agak jauh dari tempatku jadi agak malas ke Blok S. Pertama kali ke Blok S waktu ditraktir makan oleh Ben temanku dari Australia bersama teman lain karena dia merekomendasikannya dan yang aku makan waktu itu Soto Betawinya, menu makanan kesukaanku di Jakarta.

7. Kemang

Siapa yang tidak kenal Kemang yang menjadi tempat favorite anak gaul Jakarta. Kemang itu terkenal dengan tempatnya expatriat terus terdapat hiburan malam di daerah ini. Tapi Kemang juga memiliki tempat makanan yang banyak disepanjang jalan. Sayangnya aku tidak terlalu suka dengan Kemang karena lokasinya jauh.

8. Thamrin

Untuk daerah Thamrin juga salah satu tempat berburu kuliner. Dulu waktu kantor di Menara BCA, aku sering sekali makan siang di foodcourtnya, sudah harganya murah menunya variatif sampai bingung mau makan apa. Foodcourtnya ada di lantai 2 dan 3 dan jangan heran ada makanan Rp10.000 saja disana. Kalau di Grand Indonesia ada di lantai 6 untuk kantin karyawan tapi kalau yang di Thamrin pilihannya lebih luas dan harganya juga enak dikantong. Thamrin merupakan tempat makan yang aku suka

9. Plaza Festival

Kalau Pasfes alias plaza Festival yang berlokasi di Kuningan Jakarta lebih tepatnya tempat nongkrong di Jakarta tapi tempat ini bisa juga menjadi salah satu pilihan berburu kuliner walau kebanyakan makanan cepat saji. Tapi untuk santai dan makan bolehlah

10. Jalan Sabang

Untuk jalan Sabang banyak sekali makanan dan warung berjejer disepanjang jalan. Entah kenapa banyak sekali orang suka kulineran di Jalan Sabang padahal menurutku harganya agak lumayan mahal dibandingkan dengan Benhil. Terus yang paling tidak aku suka itu rasa makannya itu tidak terlalu enak terus pengamennya bisa ganti 5 orang dalam sekali periode makan. Tapi ini hanya menurut pendapatku pribadi ya. Untuk Jalan Sabang paling yang aku suka itu kopi tiam Oey sabang. Karena lokasinya di tepi jalan pelayanannya juga ramah.

11. Wisata Kulineran Pecenongan

Sebelas dua belas dengan Jalan Sabang, aku juga heran dengan wisata kulineran Pecenongan. Memang tempatnya asik, tempat makannya banyak cuma harganya tidak sesuai dengan rasanya. Pengalaman makan di Pecenongan ama Sarta waktu malam kami jalan terus karena tidak lapar kami makan pisang goreng Pontianak. Nah disamping pisang goreng Pontiank ada Dapur 333 namanya, yang menjual makanan. Pas aku lihat menu makannya tidak ada daftar harganya pas aku tanya mas penjaga berapa harga di beberapa menu dia bilang tidak tahu. Terus agak mencurigakan dan beneran dong kalau harga yang aku pesar fantastis. Yang aku pesan itu minuman yaitu teh tarik dan harganya Rp18500 dan rasanya tidak enak sama sekali dan menjadi minuman teh tarik termahal yang pernah aku makan untuk ukuran jalanan. Sehingga kapok makan di Peconongan, mahal hahaha 😀 Tapi walau begitu aku suka kok makan martabak pecenongan seru untuk makan ramai-ramai walau harganya agak lumayan.

Dari 11 tempat makan di Jakarta, pasti banyak lagi tempat makan enak, murah dan asyik di Jakarta. Teman-teman ada saran untuk Pilihan Tempat Kuliner di Jakarta?

Salam

Winny

Gallery photo di dekat Pasar Baru Jakarta


“You have to dream before your dreams can come true.”

-A. P. J. Abdul Kalam-

indonesia

Hello World

Jakarta, 2015

Ada yang tahu gak kalau di dekat Pasar Baru ada sebuah Galeri yang berisi photo dengan tema tertentu? Aku tahu di tahun 2014 tepatnya di bulan Agustus, waktu itu Dendi ngajakin jalan-jalan ke Pasar Baru lalu persis disamping pintu keluar ada sebuah tempat yang ramai sekali anak muda Jakarta nongkrong terus aku tanya kepada Dendi ‘tempat itu?” Terus dia bilang galleri photo. Rupanya itu adalah Galeri Foto Jurnalistik ANTARA. Waktu kedatanganku temanya ialah “unfinished” yang memiliki makna bahwa seorang berkarya tanpa mengenal batas, waktu, dan usia.  Pameran tersebut gratis sehingga cukup menyenangkan untuk melihat koleksi photo-photo mereka yang menurutku sangat artistik dan menarik. Bahkan sumber photo di blog ini dari karya photographer yang dipajang disepanjang dinding di dalam pameran. Manatau ada yang merasa itu photonya, saya minta izin yah photonya dipajang karena saya tidak hapal nama-nama photographernya. Semoga diizinkan ya 🙂

unfinished
unfinished

Masuk kedalam galeri photo, aku dan Dendi mengisi buku tamu terus memandangi hasil karya photographer yang menurutku menkajubkan. Semua hasil karya yang dipajang menarik karena gambarnya menunjukkan realita kehidupan sehari-hari khususnya di Jakarta. Yang menarik perhatianku ialah karya berupa masa saat banjir di Jakarta, cerita nikah muda, vermak hingga kehidupan kaum papa. Bahkan waktu itu ada loh photo Pak Jokowi dan Pak Ahok waktu baru-baru terpilih jadi DKI 1.

Menarik bukan?

Jadi buat yang bingung mau kemana di Jakarta, maka Galeri Foto Jurnalistik ANTARA bisa jadi referensi wisata gratis Jakarta sambil menikmati karya-karya orang lain yang menginspirasi.

Alamat Galeri Foto Jurnalistik ANTARA
Jl. ANTARA 59

Pasar Baru, Jakarta

Salam

Winny

Travelling ke Museum Katedral Jakarta


“Why do you go away? So that you can come back. So that you can see the place you came from with new eyes and extra colors. And the people there see you differently, too. Coming back to where you started is not the same as never leaving.”

– Terry Pratchett 

gereja katedral
Museum Katedral Jakarta

Hello World!

Jakarta, September 2015

Niat jalan-jalan ke Museum Katedral Jakarta sebenarnya terinspirasi dari tulisan kak Yusmei beberapa tahun lalu terus baru tahu ada museum di dalam Gereja Katedral dari tulisan si kakak Yusmei. Eeh baru beberapa tahun punya waktu untuk berkunjung ke Museum Katedral. Jadwal buka museum Katedral itu hari senin, rabu dan jumat jam 10 pagi sampai jam 12 siang. Waktunya tidak umum banget ya?

Awalnya masuk kedalam Gereja Katedral agak segan tapi karena penasaran isinya apa di museum Katedral dan menjadi salah satu museum unik di Jakarta jadinya yah aku beranikan masuk terus sendirian pula kesananya. Harusnya pergi ama teman yah 🙂

Katedral
Gereja Katedral

Untuk akses ke lokasi Gereja Katedral tidak terlalu susah karena berada di Juanda tepat berseberangan dengan Masjid Istiqlal. Kalau aku melihat Monas, Masjid Istiqlal terus Gereja Katedral itu Jakarta banget ya terus khusu untuk Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral lokasinya berdampingan menunjukkan bahwa orang Indonesia itu memiliki rasa toleransi dan kebersamaan tingkat tinggi dan semoga itu tetap terjaga seperti slogan Bhinneka Tunggal Ika. Nah sesampai di depan Gereja Katedral akupun menanyakan kepada petugas dimana letak museum dan si bapak mengarahkan ke Gereja. Awalnya aku bingung karena aku kira Museumnya di luar Gereja ternyata di dalam gereja tepatnya di lantai 2. Karena udah terlanjur masuk yasudah mengamati sekitar sambil melihat gaya barsitektur Neo Gotik Gereja Katedral.

Peresmian gereja katedral pertama kali tahun 1901 oleh Edmundus Sybrandus dan diberi nama De kerk van Onze Lieve Vrowe ten Hemelopneming atau Gereja Santa Perawan Maria diangkat ke Surga. Kalau dari sejarah Gereja Katedral merupakan Gereja Katolik pertama di Batavia. Bahkan denah Gereja berbentuk salib.

Waktu aku masuk ke dalam Gereja kemudian aku melihat burung bermain di langit-langit gereja dan lukisan 14 salib di dinding ubin yang dibuat oleh seniman grafis Theo Molkenboer dipasang tahun 1912.

Dari lantai 1 maka aku berjalan ke lantai 2. Aku tahunya museum di lantai 2 karena mendengar suara anak-anak dari atas. Untuk sampai ke lantai 2 terdapat tangga berbentuk papan dan diatas itu terlihat jelas pemandangan gereja. Untuk masuk ke dalam museum katedral tidak dipungut biaya alias gratis cuma harus mengisi daftar buku tamu.  Di dalam museum itu terdiri dari dua sisi kanan dan kiri. Museumnya kecil tapi koleksi artefaknya lumayan. Koleksi artefaknya mulai dari Injil, baju Pastor yang diberikan Paus sampai kepada photo-photo Pastor zaman dulu.

PS:

Karena museum Katedral memang khusus peninggalan artefak buat agama Katolik maka yang fanatik tidak disarankan kesana karena memang koleksinya khusus seputar agama Kristen Katolik.

Aku sendiri di Museum Katedral hanya 20 menit saja tapi lumayanlah setidaknya baru tahu kalau ada museum di dalam Gereja. Paling tidak visit museum di Jakarta ku bertambah satu lagi ehheheh :D, next ke Museum yang belum dikunjungi di Jakarta dan untungnya koleksi museum Jakarta itu cukup banyak untuk dikunjungi.

Salam

Winny