Hello World!

Padangsidimpuan, Juli 2018

"Winny, asal lu dari mana?", 
begitulah pertanyaan yang serig ditanyakan kepadaku

"Padangsidimpuan", jawabku

"Oh Padang di Sumatera Barat", beberapa ada yang komentar begitu

"Bukan Padang, tapi Padangsidimpuan", jawabku 

"Dimana itu?", sambil penasaran

"Di Sumatera Utara loh", jawabku sambil tidak percaya

Memang sebagai anak rantau sering ditanyakan asalku. Kalau di luar Sumatera kebanyakan orang tidak tahu dimana itu Padangsidimpuan, saking gak tahunya aku gemes terus ingin ngasih peta Indonesia lalu sodorkan “ini loh lokasi Padangsidimpuan”.

Padangsidimpuan berlokasi di Sumatera Utara merupakan Kota Madya. Asal Kata Padangsidimpuan dari  “Padang na dimpu” (padang=hamparan luas, na=yang, dan dimpu=tinggi). Mayoritas penduduk Padangsidimpuan adalah Muslim, terkenal dengan Kota Salak, karena banyak salak.

Kampung halamanku Padangsidimpuan memiliki tempat wisata menarik. Wisata Padangsidimpuan mulai dari Candi, Danau, Air Terjun dan masih banyak lagi. Kalau khusus di Kota Padangsidimpuannya memang wisatanya tak terlalu banyak namun disekitarnya berhamparan. Aku yang pulkam sekali-dua kali dalam setahun begitu kaget pas pulang kampung lebaran 2018 karena wisatanya bertambah dari hari ke hari. Bahkan aku yang asli orang Sidimpuan aku merasa masih banyak tempat yang belum aku jelajahin. Maklum kalau dulu pulangnya hanya mengandalkan cuti tahunan yang sedikit, sekarang sudah memiliki banyak waktu libur sampai 1 bulan lebih lebaran tahun ini sampai aku sangat bersyukur.

Nah bagi teman-teman mungkin ada yang nyasar ke kampung halamanku, ada 15 Tempat Recomended Wisata di Padangsidimpuan dan Sekitarnya:

  1. Candi Bahal

candi bahal

Aku mengunjungi Candi Bahal di tahun 2015 bersama temanku Ilham. Candi Bahal diduga berasal dari Kerajaan Pannai sekitar bada ke-11 memiliki warna Candi merah bata. Lokasi Candi Bahal di Desa Bahal, Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Candi Bahal disebut juga dengan nama Candi Portibi karena melewati Simpang Portibi, Gunung Tua, Tapanuli Selatan. Candi Bahal atau Portibi terdiri dari 3 Candi yaitu Candi Bahal I, Bahal II dan Bahal III serta Candi Pulo yang tinggal puing saja.

Memang lokasi dari Padangsidimpuan ke Candi Bahal sekitar 2-3 jam perjalanan, tapi buatku lumayan dekat. Waktu itu malahan bisa kami lakukan pulang hari, pergi pagi pulang sore ke Candi Bahal dari Padangsidimpuan. Aku juga sempat kagum dengan keberadaan Candi di Sumatera Utara, khususnya dekat kampungku.

2. Air Terjun Silima-lima

Air Terjun Silima-lima

Air Terjun Silima-lima berada di Padangsidimpuan berlokasi di  Maju Mambe, Kecamatan Marancar. Menariknya Air Terjun Silima-lima memiliki fasilitas yang memadai, jalanan ke arah air terjun saja sudah di semen. Untuk menuju ke air terjun memang membutuhkan tenaga ekstra, waktu trekking sekitar 45 menit melewati anak tangga sekitar 1000 dengan rute berkelok. Tapi saat trekking seru apalagi pas melihat air terjunnya yang bersih. Rasanya terbayar capeknya turun pas melihat air terjun dibalik pepohonan.

Kalau berada di Padangsidimpuan, maka jangan lupa untuk mencoba mengunjungi Air Terjun Silima-lima, kalau mau mandi disekitar air terjun juga bisa. Tempat makan juga ada di sekitar air terjun.

3. Air Terjun Napa

Air Terjun Napa

Sama seperti namanya, Air Terjun Napa berada di Napa, Padangsidimpuan. Air Terjun Napa memiliki air terjun yang mudah untuk diakses. Yang lucu dulu waktu SMA kami disini main corat-coret baju, padahal dilarang sekolah. Kami menjadikan Air Terjun Napa menjadi acara perpisahan kami. Kedua kali kesini membawa anak orang dari Amerika, dia suka dengan Air Terjun Napa. Meski air terjunnya kecil namun Air Terjun Napa memiliki pemandangan cantik dan seru aja menghabiskan waktu di sekitar air terjun.

4. Danau Siais Batangtoru

Danau Siais berada di Rianiate, Angkola, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Danau Siais sekitar 2 jam dari Kota Padangsidimpuan, kearah Sibolga. Danau Siais merupakan Danau yang indah, menuju ke Danau Siais cukup mudah walau beberapa jalannya masih kurang bagus. Aku ke Danau Siais bersama Ilham, Herfina, Marwan dan Jack dengan naik motor. Untuk tiket masuknya murah sekitar Rp5000 saja. Kami semacam piknik di Danau Siais. Pemandangannya itu yang tak terlupakan “cakep” seperti berada di luar negeri.

Tidak hanya Danau, tak jauh dari Siais ada ikan keramat yang katanya kalau ikan dimakan bisa kena musibah. Selain Danau Siais, disekitarnya juga aada air terjun. Butuh seharian untuk menuju ke Danau Siais.

5. Istana Raja Najunggal

Bagas Godang Najunggal

Bagas Godang Najunggal semacam istana di kampungku. Merupakan rumah godang (godang =besar) dari marga Harahap. Aku sering melewati Bagas Godang Najunggal kalau dari Mandailing. Sayangnya belum pernah benar-benar masuk kedalam. Setiap kali melewati Bagas Godang Najunggal aku selalu kagum. Menariknya Bagas Godang Najunggal berada di tepi jalan sehingga jika lewat dari Mandailing ke Padangsidimpuan pasti melewati Bagas Godang Najunggal dan melihat Bagas Godang ini.

6. Aek Sijornih

Aek Sijornih

Sewaktu kecil jika kami dibawa ke Aek Sijornih pasti bahagianya gak ketolong. Aek Sijornih artinya air yang jernih, merupakan air terjun bertingkat. Aek Sijornih berada di Kelurahan Sayur Matinggi, Tapanuli Selatan Sumatera Utara, lebih kurang 30 km dari kota Padangsidimpuan ke arah Mandailing Natal. Aek Sijornih sangat populer dilkalangan Padangsidimpuan.

Sayangnya untuk menuju Aek Sijornih banyak retribusi gak penting, maksudnya setiap jalan pasti bayar, bisa-bisa 5 kali bayar bahkan lebih (dulunya), kalau sekarang tidak tahu apakah masih seperti itu. Namun airnya itu benar-benar bening dan dingin. Seru buat mandi-mandi. Katanya MTMA pernah ke Aek Sijornih dan Air Terjun Silima-lima.

7. Danau Tao

Danau Tao berada di Aek Godang, Padang Lawas Utara, Sumatera Utara. Aku tahu Danau Tao dari Kak Ito dari trip lebaran kami bersama Herfina dan Zein. Memang ritual lebaranku kalau pulang kampung setidaknya bertemu atau jalan bareng dengan teman lama. Seru aja jalan bersama dengan teman yang sudah lama tidak jumpa.

Waktu di Danau Tao aku suka dengan pemandangan alamnya beserta kambing biri-birinya. Sayangnya sampah banyak sekali di sekitarnya. Kalau menghiangkan penat dan stress coock banget ke Danau Tao karena pemandanganya bagus.

8. Barumun Sanctuary Wild life

Barumun Nagari Wild Sanctuary, Aek Godang

Aku begitu kaget ketika tahu ada Gajah dan Harimau di Barumun, Aek Godang. Barumun Nagari Wild Sanctuary merupakan tempat bagi hewan langka Sumatera dengan berbagai wisaat seperti pegunungan, air terjun, sungai dan perkebunan. Aku pergi bersama kak Ito, Herfina, Zein, Dugu, Azriel, Fauzi dan Bang Toni. Di Barumun Nagari Wild Sanctuary bisa melihat gajah, si amang dan harimau di alamnya. Kami bahkan keliling dengan jeap seperti tour Safari. Sungguh pengalaman yang menyenangkan dan membuatku bahagia. Disini rindu dengan hutan terobati 🙂

9. Kebun Bunga Matahari Batang Bahal

Kebun Batang Bahal, Padangsidimpuan

Kebun Batang Bahal merupakan tempat hits baru di Padangsidimpuan. Kebun Batang Bahal untuk penyuka photo karena bunga matahari di kebun ini sangat Instagramble banget. Aku tahun tempat ini gak sengaja karena melihat teman sekampung berphoto dengan bunag matahari, dan itu lebih dari dua orang. Aku jadi penasaran dong. Apalagi orang sengaja datang kesini hanya untuk berphoto dengan bunga matahari. Aku mengunjungi kebun matahari ini bersama teman SMP ku, Marwan. Di Kebun Batang Bahal juga terdapat rumah hobit ala-ala serta perahu untuk mengitari kolam yang ada di Batang Bahal.

10. Sampuraga

Sampuraga

Sampuraga berada di Jalan Aek Godang No.16, Saba Jior, Panyabungan Barat, Sirambas, Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara. Sekitar 2 jam dari Padangsidimpuan. Hal menarik dari Sampuraga justru dari legenda dibalik tempat wisata ini. Legendanya adalah kisah anak yang malu mengakui ibunya karena dia sukses, sedangkan ibunya miskin sehingga terjadilah mata air panas bernama Sampuraga. Air panas bernetuk kolam sedanya itu hingga sekarang keberadannya masih ada. Sayangnya karena masih milik perorangan, tempatnya tidak terurus, banyak sampah disekitarnya.

Pengalaman menarik saat mengunjungi Sampuraga ketika melihat warga lokal yang masakkacang ke dalam kolam air panas Sampuraga. Itu pertama kalinya aku melihat orang memasak sayur di  kolam air panas.

11. Jalan Baru Padangsidimpuan

Padangsidimpuan

Di jalan baru Padangsidimpuan banyak tempat hits berupa persawahan yang indah. Kebanyakan warga lokal datang untuk mencoba kuliner dengan pemandangan sawah. Salah satu tempat makan yang aku suka di Jalan Baru Padangsidimpuan berada di depan Karaoke Trend, dekat Gudang Hendra. Tempatnya berupa warung yang menjual pecal kesukaanku, terus bersantai di pondokan yang ada. Luamyan nikmat makan pecal dengan pemandangan persawahan, membuat hidup tenang tanpa beban 🙂

12. Rumah Kaca Panyabungan

Rumah Kaca Panyabungan semacam teras dengan lantai kaca dengan pemandangan yang cantik. Aku ke rumah kaca karena di ajak Bang Toni waktu itu bersama keponakanku, Nisa. Rumah Kaca saat matahari tenggalam apik. Sayang karena aku takut ketinggian sehingga pas melihat ke bawah jantung rasanya hendak berhenti. Aku cuma berani duduk 1 menit saja, phobia ketiggian sih. Tapi pemandangannya itu tak terlupakan.

13. Sibio-bio, Padangsidimpuan

Sibio-bio merupakan wisata yang sedang hits di Padangsidimpuan. Saking hitsnya setiap aku melihat photo teman kampungku kalau liburan pasti disini. Yang terkenal adalah bangunanya dengan kolam, mirip seperti di Dusun Bambu, Lembang Bandung. Untuk masuk ke Sibio-bio harus membayar tiket Ro15.0000. Kebanyakan orang yang datang kesini untuk berphoto, kalau aku pas kesini merasa biasa saja. Maklum aku bukan penggemar wisata buatan, namun cocoklah bagi penyuka photo.

14. Simarsayang

Simarsayang

Simarsayang juga tempat recommeded di Padangsidimpuan karena bisa memandang Kota Padangsidimpuan dari ketinggian. Di Simarsayang sudah ada loh wisata kekinian seperti naik sepeda di kabel kemudian dengan pemandangan pegunungan. Jadi pura-purnaya bersepeda di ketinggian dengan latar Gunung. Sayang aku tidak mencobanya, karena aku lebih memilih untuk wisata kuliner di Simarsayang sambil menikmati pemandangan.

15. Keliling Kota Padangsidimpuan

Tugu Salak

Kalau ke Padangsidimpuan jangan lupa untuk bersantai di Tugu Salak pada sore hari karena banyak warga lokal wiskul di Tugu Salak. Makanan yang ada juga bervariasi mulai dari mie, bandrek dan masih banyak lagi. Pas makan sore hari di Tugu salak rasanya “feel like a boss“!

Nah gak nyangka kan banyak juga wisata menarik di Padangsidimpuan.Jadi kalau ke kampungku, bisa mencoba setidaknya 15 tempat wisata Padangsidimpuan yang bisa dikunjungin. Tertarik tidak ke kampungku? 🙂

Salam

Winny

Advertisements

Posted by Winny Marlina

Indonesian, Travel Blogger and Engineer

19 Comments

  1. Bayarin lah kak buat ke sana :3
    Hahaha~

    Reply

  2. Tertarik banget Win. Padangsidimpuan punya tempat khusus di hati emak kebun. Konon salak-nya khas banget. Salam

    Reply

    1. kaka kalau ke Sidimpuan kabarin aku kak bisa nginap di rumah

      Reply

      1. makasih Winny tuk keramahtamahan dan kebaikan hati menawari nginap di rumah. Salam hangat

  3. ada gunung apa di sana?

    Reply

    1. ada gunung sorik merapi namanya dyah

      Reply

  4. Ngiler banget pengen kesana Mbak, baca tulisan ini apalagi lihat foto2 Yang instagramable nya hahhaha. Overall, murah Gak sih Mbak trip kesana ?

    Reply

    1. ke kampungku gampang kak, bisa dari Padang, Medan, atau Pekanbaru lalu naik mini bis

      Reply

    1. hi indera tapi artikelmu blm ada

      Reply

      1. Itu sengaja ka,, karna disuruh guru saya,,

      2. Karna saya ga boleh uptade apa apa dlu

  5. rivaihidayat89 August 6, 2018 at 7:19 am

    Sama mbak winny, aku tidak terlalu suka dengan wisata buatan 😀

    Dulu, banyak dari orang asli daerah tersebut malah belum mengujungi semua tempat wisata yang ada di tempatnya. Bahkan lupa tentang sejarah kotanya. Tapi, era sekarang sudah mulai sadar dan mau mengenal sejarah kotanya. Termasuk datang ke tempat wisatanya 😀

    Padangsidempuan itu sebelah mananya padangpanjang…? 😀 wkwkwkwkkwkk

    Reply

    1. jauh kak dari padang panjang masih 8 jam heheh

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.