Hello World!

Agam, 22 Juli 2018

“Win, udah ke Kamang belum?”, tanya Anhar

“Belum”, jawabku

“Ntar tak bawa kesana, pemandangannya bagus”, kata Riski

Dari obrolan nongkrong dengan Anhar, Riski dan Feri akhirnya didapat kesimpulan bahwa tak jauh dari Bukittingi, Sumatera Barat masih banyak objek wisata yang bisa dikunjungi, sehingga masih banyak PR untuk traveling di Sumatera Barat khususunya Agam dan Bukittinggi. Salah satunya Kamang, dimana daerah ini pernah menjadi lokasi shooting Film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck. Tahu sendiri aku paling tidak bisa menolak ajakan untuk mengunjungi suatu tempat yang belum aku kunjungi. Sehingga saat Riski mengajak ke Kamang aku iyakan tanpa pikir panjang.

Awalnya kami hendak berangkat jam 8 pagi, namun karena aku masuh pelor akhirnya kami jalan dari Payakumbuh jam 12 siang. Kemudian kami menjemput Anhar lalu menuju ke Guguak Urang Pisang yang berada di Agam, Sumatera Barat. Awalnya kami hendak ke Kamang namun pas sampai tiba-tiba kami berbelok ke Luak Gadang dan Bukik Guguak Urang Pisang.Untuk menuju ke Guguak Urang Pisang dari Bukittingi cukup mudah bisa dari Simpang Tanjung Alam, menuju Kamang Ilia kemudian masuk ke Simpang Pintu Koto kemudian ada Tugu perang Kamang di Magek terus ke arah menuju Salo.

Luak Gadang

Kami sampai di Luak Gadang dan Bukik Guguak Urang Pisang sekitar jam 3 sore, pas kedatangan kami ternyata hari pembukaan wisata baru untuk Luak Gadang dan Bukik Guguak Urang Pisang, wisata Agam. Menariknya jika ingin masuk ke Luak Gadang dan Bukik Guguak Urang Pisang, pengunjung tidak perlu membayar tiket masuk, hanya disediakan kotak untuk donasi yang dikelola penduduk sekitar. Jadi kalau mau ngasih boleh, ngak ngasih juga tak apa. Tanpa ada paksaan, harga tiket seikhlasnya. Enak kan?

Didalam Luak Gadang dan Bukik Guguak Urang Pisang, kami melihat attraksi Silat Harimau dengan iringan musik khas Minang. Aku merasa turis VIP pas di Luak Gadang dan Bukik Guguak Urang Pisang, kapan lagi bisa melihat acara gratisan pembukaan suatau wisata sehingga merasa beruntung sekali. Itu namanya kebetulan yang menyenangkan 🙂

 

Lalu apa itu Luak Gadang dan Bukik Guguak Urang Pisang?

Luak Gadang itu berupa dua buah kolam berada disisi kanan dan kiri. Pemandangan sekitarnya indah dengan batuan besar dengan Bukit Baka dan Puncak Bukit Batu. Salah satu kolam berada dekat dengan batuan besar, batuaan besar itu seperti karang (menurutku). Di dalam kolam bisa melakukan kegiatan dengan menaiki getek alias perahu bambu atau rakit ke arah batu besar atau karang.

Memang menurutku Pesona wisata Minang berada pada perahu geteknya, tradisional tapi keren. Kebanyakan pengunjung suka naik getek di kolam sambil berphoto dengan latar belakang bebatuan besar. Karena memang Instagramable banget.

Bukik Guguak Urang Pisang

Untuk Bukik Guguak Urang Pisang merupakan Bukit untuk melakukan trekking sekitar 45 menitan ke puncak dengan pemandangan Agam dan Bukittinggi dari atas yang super keren.

“Win, yakin sanggup trekking ke atas?”, tanya Anhar padaku

Saat mengunjungi Luak Gadang dan Bukik Guguak Urang Pisang, kami awalnya hanya sekedar masuk dan lihat saja. Eh ternyata aku naik ke Bukik Guguak Urang Pisang karena penasaran apa yang ada di atasnya karena banyak sekali pengunjung naik ke atas Bukit. Katanya ada Puncak Batu!

Mendengar pertanyaan itu langsung aku iyakan kepada Anhar. Eh belum tahu dia teman yang dia bawa ini anaknya bocah petualang parah. Meski aku bukanlah pecinta naik Bukit apalagi naik Gunung namun karena penasaran aku pun mendaki Bukik Guguak Urang Pisang. Ternyata trekking ke Bukik Guguak Urang Pisang lumayan menguras energi. Capek sekali padahal hanya 45 menit menanjak keatas. Rasanya jompo, ternyata umur tidak bohong. Keringat sampai bercucuran bak mandi keringat 😛

Bukik Guguak Urang Pisang

Aku dan Anhar langsung mendaki kemudian menyusul Riski. Meski kelihatan mudah tapi ada tantangan karena jalanan sudah mendaki kemudian jalan berliku lagi. Yang kasihan justru si Riski, dia sering istirahat dan berhenti.  Tapi salut juga karena dia tidak menyerah untuk sampai ke Puncak Bukik Guguak Urang Pisang. Kami juga entah berapa kali berhenti demi Puncak Bukik Guguak Urang Pisang, padahal entah apa hyang dilihat di puncak Bukik Guguak Urang Pisang. Karena nanggung aku bela-belain juga naik, kalau capek ya istirahat.

Yang lucu saat trekking ke Bukik Guguak Urang Pisang, ada anak kecil mendaki sehingga aku yang tua begini merasa malu. Masa anak kecil bisa aku tidak bisa! Akhirnya aku teruskan mendaki ke Bukik Guguak Urang Pisang, padahal cuaca lumayan terik. Di perjalanan si anak kecil yang aku lihat sempat menyerah lalu aku pegang dan bawa bocah itu sampai ke Puncak Bukik Guguak Urang Pisang.

"Yuk de kakak bawa ke atas", kataku

Bocahnya lucu, rambutnya keriting mengingatkanku dengan adikku. Aku memegangnya berlahan menuju ke puncak yang tinggal beberapa langkah saja. Eh di Bukit aku malah ngasuh anak orang hahaha 🙂

 

Bukik Guguak Urang Pisang

Pas sampai di Puncak Bukik Guguak Urang Pisang, usaha menanjak sampai keringat keluar itu terbayar dengan pemandangan yang kalau kata orang Minang “rancak bana”. Alhamdulillah, pemandangannya indah sekali 🙂

Pemandangan persawahan serta rumah orang, rasanya jiwaku tenang dan damai saat memandangi alam. Aku sungguh beruntung memiliki teman seperti Riski dan Anhar yang membawaku ke tempat yang kalau bukan karena mereka maka tidak tahu ada wisata Agam sekeren ini. Meski aku bukan pecinta naik Bukit atau Gunung dan semacamnya, tapi pas duduk manis sambil menikmati pemandangan dibawah rasanya nikmat.

Aku sejenak melupakan kalau pas naik itu ngos-ngosan parah, karena pas di Puncak, aku anggap aja cara menghilangkan lemak itu yang naik Bukik Guguak Urang Pisang. Padahal pas di Puncak Bukik Guguak Urang Pisang aku langsung makan kerupuk dengan isi mihun dengan kuah sate, saking laparnya setelah menanjak Bukik Guguak Urang Pisang. Yang ada lemak terbakar tak sebanding dengan yang masuk hehe 🙂

Kami juga langsung membeli minum ketika berada di puncak. Di Puncak ada warung yang menjual makanan dan minuman. Aku kagum dengan penjual di puncak Bukik ini. Keren aja sih orang yang jualan di Puncak Bukik Guguak Urang Pisang, hebat bisa bolak-balik Bukik Guguak Urang Pisang tiap hari. Aku sekali aja duh kedua kali mikir 😀

Anhar di Bukik Guguak Urang Pisang

Aku, Anhar dan Riski bersantai memandangi Bukik Guguak Urang Pisang kemudian memutuskan untuk turun kembali ke Luak Gadang. Perjalanan kami bertiga ini memang absurd karena awalnya hendak ke Kamang malah ke Bukik Guguak Urang Pisang itupun tidak ada rencana pake acara trekking.

Tapi entah kenapa aku senang sekali karena wisata Agam itu masih alami terus kan gratis juga 😀

Padahal baru pindah ke Payakumbuh aku memiliki kekhawatiran berlebihan, takut tidak punya teman. Ternyata Allah itu Maha Pengasih, dia memberikanku teman yang bisa membawaku ke wisata di Samatera Barat yang belum pernah aku kunjungi. Sebut saja lucky charm!

Trekking dadakan ke Bukik Guguak Urang Pisang lumayan seru apalagi bersama teman baru. Patutlah dicoba jika sedang berada di Bukittingi.

Riski di Bukik Guguak Urang Pisang

Oh ya yang terakhir yang membuatku kaget ketika pas pulang kami melalui sebuah  Desa dimana di Desa atau Nagari itu sudah biasa makam itu berada di depan rumah orang.

Unik ya?

Lokasi Objek Wisata Luak Gadang

Jorong Guguak Rang Pisang,

Nagari Kamang Ilia, Kecamatan Kamang Magek,

Kabupaten Agam,

Sumatera Barat

Salam

Winny

Advertisements

Posted by Winny Marlina

Indonesian, Travel Blogger and Engineer

13 Comments

  1. mendaki Bukik Guguak Urang Pisang worth it banget ya apalagi pemandangan nya bagus banget jadi terbayar rasa capek nya 😀

    Reply

    1. betul terbayar pas lihat Agam dari atas

      Reply

  2. Itu gunungnya di sisi mana, Kak?
    Mungkin cantik juga kalau mau nyari sunrise atau sunset di sini

    Reply

    1. Hi Gallant di sisi sebelah Bukiknya

      Reply

  3. Ini tidak jauh dari kampung halamanku, Magek. Tapi baru tahu dengan membaca pos Winny ini. Sungguh aku kurang piknik di kampung sendiri 😢😢

    Reply

    1. Kalau kakak ke Sumbar kabar-kabar ya kak aku sekarang di Sumbar

      Reply

  4. Dilihat dari fotonya sepertinya itu pas siang terik ya..??

    Btw, panas apa sejuk itu bukitnya?

    Reply

    1. jam 3 an kak kami kesananya. pas di atas bukitnya sejuk

      Reply

      1. Wah, asyik ya berarti..

  5. lho winny tinggal di payakumbuh sekarang??? waaa…bisa meet up nih kalo pulkam.. 🙂

    Reply

    1. iya kak, kalau ke Payakumbuh kabarin ya kak 🙂

      Reply

      1. payakumbuh tinggal dimana winny? aku rencana weekend ini mau pulang sih..

      2. di dekat lubuh basilang kak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.