Hello World!

Ho Chi Mihn, 25 Maret 2018

Mencari makanan halal di Ho Chi Mihn, Vietnam itu susah-susah gampang karena banyak restoran yang menyediakan makanan halal di Ho Chi Mihn, Vietnam, namun memang harganya seperti standar ngemall Jakarta. Bukan apa-apa, di benakku itu tertanam “Ho Chi Mihn, Vietnam itu murah, mirip Jakarta tahun 90an”. Tapi nyatanya pas travelling dengan Kak Rika dan Ana, Ho Chi Mihn, Vietnam itu modern dan harganya gak murah-murah amat bagiku ya. Boro-boro mau lihat Vietnam jadul yang ada bangunannya modern untuk Ho Chi Mihn City. Kebanyakan memang makanannya non halal, dan mudah didapatkan di pinggiran jalan dan mungkin harganya lebih manusiawi.

Kami di Ho Chi Mihn, Vietnam

Yang lucu saat perjalanan di detik-detik terakhir bersama Ana di Vietan kami baru menemukan jajanan makan di pasar malam nan murah. Lalu disitu aku merasa menyesal tidak mencari informasi mengenai makanan murah di Ho Chi Mihn, Vietnam. Maklum kami tidak membuat rencana perjalanan, kami pergi-pergi saja sehingga kesannya disitu datang disitu dihadapin. Padahal kalau kami sedikut tahu informasi dimana makanan murah halal di Ho Chi Mihn maka pengeluaran kami bisa tekan. Sebenarnya yang bikin shok karena udah ada di benak kalau  makanan Vietnam mura maka pas realita tidak seperti angan-angan jadi masalah.

Selama trip Vietnam kami dengan gaya backpacker, kami mendapatkan makanan halal di Ho Chi Mihn, Vietnam yaitu:

1. Area Pham Ngu Lao

Makan malam kami di Ho Chi Mihn

Meski area Pham Ngu Lao merupakan tempat backpacker Ho Chi Mihn, Vietnam, dimana para turis luar sering “ajep-ajep” alias sepanjang jalan itu banyak club, namun ternyata ada juga loh restoran halal di area ini. Restorannya pun banyak pilihan, namun aku,  Kak Rika dan Ana memilih makan malam di restorant Taj Mahal. Sama seperti namanya maka makanannya khas makanan India. Waktu itu kami bertiga mengeluarkan uang sebesar 115.000 Dong untuk nasi, lassi dua buah dan ayam. Waktu hidangnya makanan agak lama, kami menunggu hampir 1 jam, untung rasanya enak dan pelayannya ramah. Itu juga makanann kami bagi tiga dengan porsi seuprit. Kak Rika pulang dari restoran langsung memesan Phodi tempat lain dan makan lagi karena belum kenyang betul.

2. Area Food Street

Makanan di Food Street

Setelah melakukan trip Cu Ci Tunnels, kami berhenti di sebuah street food. Street food yang kami datangi cukup lengkap, tapi tetap sih banyak makanan non halal. Namun ada beberapa makanan yang bisa dimakan seperti seafood. Sebelum menjatuhkan pada pilihan maknan, kami sempat keliling area street food.  Ada satu makanan yang menarik  buat kami, yaitu mirip martabak namun isinya berupa sayuran dan daging, waktu itu kami memilih daging sapi. Makanan tersebut dihidang dengan sayuran lalapan. Makanan ini kami bagi tiga dengan harga 100.000 Dong. Rasanya sungguh nikmat dan renyah. Tidak hanya itu aku juga membeli makanan khas Vietnam semacam cemilan yang isinya udang dengan mie berasa mirip risol. Bedanya isinya itu udang dan rasana juga enak. Harganya 15.000 Dong padahal cuma satu doang loh. Rasanya pengen “tambuh ciek” tapi ada daya mahal :D.

Food Street Vietnam

Setelah itu Ana kemudian keliling area street food, lalu tiba-tiba memesan cumi dengan harga 75.000 Dong/3 orang. Akhirnya kami bertiga benar-benar wiskul alias wisata kuliner di area Food Steet. Food street ini lumayan ramai yang mengunjungi baik turis lokal maupun mancanegara. Kami sempat susah banget cari tempat, akhirnya kami duduk di sudut bergabung dengan entahlah itu siapa. Terus di tempat ini, sehabis makan, ada yang langsung bersihin makanan. Yang lucu Ana saat melihat yang bersihin makanan seganteng Jimmy Lin.

"Kak bening", katanya

Kalau di Jakarta mirip Fighting Food Blok M, bedanya bisa langsung bayar kemudian makanan diantar ke meja kita. Lumayan seru wiskul bertiga di Ho Chi Mihn pada malam hari.

3. Pasar Malam Ben Thanh Market 

Makanan Halal di Ho Chi Mihn, Vietnam

Setelah pulang dari Mu Nie, kami berhenti di area Ben Thanh Market untuk makan malam. Kami menemukan restoran halal bernama Assalamualaikum restaurant. Restoran ini berupa restoran Malaysia dengan harga Pho (mie khas Vietnam dari beras) 110.000 Dong. Ana waktu itu mencoba nasi ikan dan Kak Rika mencoba kangkung.

Kebayang kan harga Pho di Ho Chi Mihn saja itu 110.000 Dong?

Tapi karena halal dan aku tidak perlu khawatir lagi serta penasaran rasanya aku coba saja. Ternyata rasanya gak jauh beda dengan Pho di Jakarta.

Kuliner Ho Chin Mihn

Setelah dari Assalamualaikum restoran, lalu kami berjalan dan menemukan pasar malam di area Ben Thanh Market. Pasar malam maksudnya pasar yang ada pada malam hari dengan kumpulan para penjual. Jualannya pun beraneka ragam mulai dari baju, makanan, souvenir dan masih banyak lagi. Disekitar situ kami menemukan banyak makanan halal baik jajanan jalanan maupun restoran. Kebanyakan penjual dari Malaysia dan bisa berbahasa Indonesia, bahkan orang lokal Vietnam di area ini bisa berbicara Bahasa Indonesia.

Di area ini, baknya surga makanan ada yang menjual roti an kopi Vietnam. Saat kopi ada tulisan “halal” yang membuatku gagal paham sejak kapan kopi tidak halal. Menariknya saat bertransaksi bisa menggunakan Ringgit Malaysia. Pas aku masih memiliki banyak sisa Ringgit akhirnya aku bayar pakai Ringgit saja.  Di pasar malam ini aku mencoba kopi Vietnam di dengan harga 3 RM dan roti 5RM. Kopi Vietnam pinggir jalan lumayan enak!

Kuliner Ho Chi Mihn

4. Pasar Malam dekat Pham Ngu Lao

Aku dan Ana tidak sengaja melewati pasar malam dekat Pham Ngu Lao, saat kami menuju ke terminal bis. Pas lewat pasar, aku langsung bersemangat untuk mecoba satu persatu makannya. Karena harga makannya murah meriah dan lengkap. Terus nyesal tidak tahu tempat murah ini, karena harganya jauh lebih manusiawi. Bahkan aku habiskan sisa uang Dong yang aku miliki. Bayangkan udah kenyang malah jajan lagi. Habis jadi kemarok makan melihat harga yang murce.

Aku membeli telur yang di buat seperti martabak dengan harga 15.000 Dong kemudian aku mencoba kerang dengan harga 25.000 Dong. Terakhir yang membuat aku dan Ana tergiur karena yogurt 20.000 Dong. Yogurtnya enak lagi, sampai-sampai  aku beli dua loh yogurtnya.

Food Steet dekat Pham Ngu Lao

"Iiih kenapalah pas mau pulang baru tahu tempat ini ya An", kataku kepada Ana
"Iya kak murah lagi", lanjutnya

"Andai kak Rika tahu ya An", kataku

Walau agak kecewa karena kami baru tahu tempat pasar malam mencoba kuliner di Ho Chi Mihn tapi kami sebenarnya cukup beruntung karena kami setidaknya memiliki kesempatan untuk kulineran di  pasar malam dekat Pham Ngu Lao, Ho Chi Mihn. Aneka makanannya pun kebanyakan seafood dan tidak perlu khawatir untuk mencobanya (khusus turis Muslim).

Food Street Ho Chi Mihn, Vietnam

Itulah 4 tempat mencari makanan halal di Ho Chi Mihn, Vietnam dan semoga berguna.

Oh ya khusus turis Muslim sebaiknya membawa lauk dari Indonesia misalnya abon, atau rendang kering buat makan kalau ingin berhemat karena makanan halal di restoran Ho Chi Mihn mirip seperti makan Plaza Indonesia, Jakarta. Lumayan kan menghemat biaya makan, tapi kalau yang gak mau repot maka no.4 sangat di rekomendasikan.

Salam

Winny

Advertisements

Posted by Winny Marlina

Indonesian, Travel Blogger and Engineer

12 Comments

  1. Kalau gitu sekalian jajan di pasar malemnya itu ya. Banyak makanan halal juga 😀

    Reply

    1. iya kayak bocah nemu permen heheheh

      Reply

  2. Temenku pernah cerita, sudah cari makanan halal di Vietnam. Beruntung kamu tulis Post ini, Winny. Terima kasih.

    Reply

    1. iya kak disana agak susah cari makanan halal

      Reply

  3. Iya dulu Pas Saya kesana hampir makan makanan Gak halal Karena miskomunikasi Di street food hahahha. Udah gitu Yang jualan English ya seadanya Kita komunikasi pakai Bahasa kalbu hahhaha. Baca tulisan ini jadi kangen backapackeran keluar negeri hehhehe..

    Reply

    1. Untung masih bisa makan ya kak

      Reply

  4. Baca ini jadi kangen makanan Vietnam ama Thailand yang seger dan enaak 😀

    Reply

    1. aku juga suka makanan Thailand 🙂

      Reply

  5. blm pernah ke vietnam..lama gak mengunjungi blog winny..
    bagaimana kabar sekarang?
    udah balik ke sumatera ya kak?

    Reply

    1. iya kak sekarang aku di Sumatera Barat

      Reply

  6. thanks for sharing

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.