Make the most of your regrets; never smother your sorrow, but tend and cherish it till it comes to have a separate and integral interest By Unknown

Hello World!

Aek Godang, 20 Juni 2017

“Kak binoto kakak do adong Gajah di Barumun?
(Kak tahu gak ada penangkaran Gajah di Barumun Nagari?)”, tanya Arum kepadaku

“Inda,adong lana? (Ngak, emang ada yah?)”, tanyaku penuh antusias

Berawal dari obrolan saat bertemu dengan Arum dan Afridyna, dua blogger asal Padangsidimpuan yang membuatku penasaran dengan Barumun Nagari Wild Sanctuary. Karena Arum dan Afri harus balik kerja, akhirnya aku mengajak Kak Ito dan Herfina. Ajakanku diterima baik oleh Kak Ito karena memang lokasi Barumun Nagari Wild Sanctuary berada di Aek Godang, Sumatera Utara yang merupakan kampung keluarga Kak Ito.

“Kak keta tu Barumun Nagari Wild Sanctuary, uligi sian website sep”, kataku
(Kak ayo ke Barumun, aku lihat dari website keren)

“Didia mei Win?", tanya kak Ito
(Dimana dilihat?)

“Aek Godang, kak”, jawabku

“Wii uboto dei”, kata Kak Ito
(Aku tahu)

Danau Tao, Aek Godang

Kemudian Kak Ito minta tolong Zein serta Fauzi mengantar kami ke Barumun Nagari Wild Sanctuary. Untuk menunggu keputusan dari Fauzi apa bisa mengantar kami ke Barumun Nagari Wild Sanctuary juga tak kalah dramanya.

“Win, jadi do ita tu Barumun Nagari Wild Sanctuary i da jam 8”,
kata kak Ito jam 12 malam
(Win, kita jari ke Barumun ya)

Danau Tao, Batangtoru

Lalu aku mengabari Herfina untuk berangkat jam 8 pagi. Lalu betul saja Herfina on time jam 8 pagi sudah tiba di rumah meski kami ke tempat kak Ito jam 9 pagi karena Fauzi belum datang. Lalu kami baru berangkat jam 11 siang dari Padangsidimpuan. Kami menuju Barumun Nagari Wild Sanctuary dengan mobil yang berisikan Zein, Kak Ito, Herfina, Fauzi, Mel dan Mama Kak Ito, Fauzilah sebagai pengemudi baik hati kami😁

Kami tiba di Aek Godang jam 12 siang. Kak Ito minta tolong ke Azriel, saudaranya mengenai cara ke Barumun Nagari Wild Sanctuary. Sebelumnya ada sodara Kak Ito yang mengatakan “ngapain ke Barumun Nagari Wild Sanctuary, jalannya jelek, gajahnya cuma 3 aja”. Tapi bukan kami kalau menyerah begitu saja, kami mencoba setidaknya kami ingin ke Barumun Nagari Wild Sanctuary.

Nah pas di rumah Azriel, ternyata menuju ke Barumun Nagari Wild Sanctuary tidak boleh sembarangan, harus ada izin. Kami hanya berbekal website tentang Barumun Nagari Wild Sanctuary lalu memutuskan pergi. Kami juga tahu kalau Barumun Nagari Wild Sanctuary memiliki tour dari Mega Hotel Padangsidimpuan dengan short tour 1 juta. Untungnya Azriel mencoba untuk mencari cara mendapatkan izin kepada sodaranya juga. Disini kami hampir putus asa, sekan sia-sia udah jauh-jauh ke Aek Godang eh gak bisa masuk. Gagal deh impian ketemu Orang Utan..

Singkat cerita kami kemungkinan bisa masuk kedalam Barumun Nagari Wild Sanctuary jam 4 sore sementara waktu menunjukkan jam 2 siang. Alhasil kami menuju ke Danau Tao yang juga wisata di Aek Godang, Sumatera Utara.

Barumun Nagari

Hampir saja kami tidak jadi ke Barumun Nagari Wild Sanctuary malahan mau diajak ke Kebun Binatang di Gunung Tua. Aku dan Herfina yang terbiasa melihat kebun binatang tidak terlalu tertarik, malahan ketika Kak Ito menyarankan Danau Tao kami malahan lebih suka. Alhamdulillah, kami menuju ke Danau Tao sambil menunggu orang yang akan membawa kami ke Barumun Nagari Wild Sanctuary.

Dari rumah Azriel ke Danau Tao menempuh waktu kurang lebih 30 menit dengan pemandangan pegunungan yang keren abis. Perjalanannya ke Danau Tao memacu adrenalin. Jalannya berliku dan kecil, untungnya kami bisa sampai ke Danau Tao.

Barumun Nagari Aek Godang

Danau Tao sangat bagus, warna Danaunya hijau dengan pepohonan serta pegunungan disekitarnya. Sayangnya sampah banyak sekali bertaburan di sekitar Danau Tao. Mudah-mudahan kedepannya ada kesadaran turis untuk tidak membuang sampah sembarangan. Mengunjungi Danau Tao ibaratnya seperti berada di Luar Negeri, dengan kambing biri-biri serta rumah mungil yang lucu. Liburan lebaran kami benar-benar refreshing!

“Win, Natagian dorakku  kan muda tinggal dison”, kata Kak Ito padaku
(Win, pasti enak tinggal disini)

Kami berada di Danau Tao hanya 2 jam lalu kami menuju ke rumah Azriel. Dalam hatiku kalau misalnya tidak jadi ke Barumun Nagari Wild Sanctuary pun tidak apa-apa karena Danau Tao sudah mengobati perjalanan dari Padangsidimpuan ke Aek Godang.

Barumun Nagari Wild Sanctuary, Aek Godang

Sesampai jam 4 di rumah Azriel, kami siap-siap. Nah disanalah aku bertemu dengan Bang Toni, tulangnya Kak Ito yang akan membawa kami ke Barumun Nagari Wild Sanctuary. Bang Toni semobil dengan Dugu dan Azriel lalu kami mengikuti mereka. Lokasi Barumun Nagari Wild Sanctuary tak jauh dari rumah Azriel namun jalanannya itu penuh liku. Jalannya lebih cocok untuk mobil touring karena jalannya bebatuan padahal mobil yang kami tumpangi itu adalah mobil biasa. Kami bahkan melewati Sungai dengan jalanan berliku. Ah seru perjalanan menuju ke Barumun Nagari Wild Sanctuary.

Barumun Nagari Wild Sanctuary, Aek Godang

Kami tiba di Barumun Nagari Wild Sanctuary sekitar jam 4.30 sore kemudian kami disambut oleh Pak Henri. Pak Henri kemudian memberikan kami minuman serta menjelaskan tentang Barumun Nagari Wild Sanctuary. Barumun Nagari Wild Sanctuary merupakan habitat bagi satwa Sumatera seperti Gajah, Harimau, Orang Utan serta satwa lainnya. Hewan-hewan ini dulunya adalah hewan yang tidak memiliki tempat tinggal, hewan tersesat bahkan ada hewan yang sakit dan hampir mati. Di Barumun Nagari Wild Sanctuary hewan tersebut ditampung dan dirawat serta dibuat tinggal seperti habitat aslinya bahkana juga benar-benar dijaga. Gak heran kalau Barumun itu hutan banget! Dulunya Barumun Nagari Wild Sanctuary hendak dibuat ecotourism namun akhirnya menjadi Sanctuary karena rasa perduli dengan satwa Sumatera. Untuk itu jika ingin ke Barumun Nagari Wild Sanctuary harus mendapatkan izin terlebih dahulu. Menariknya di Barumun Nagari Wild Sanctuary bisa ikut melakukan volunteer jika ingin merawat Gajah, Harimau serta hewan lainnya atau sekedar merasakan suasana di alam bebas. Barumun Nagari Wild Sanctuary juga amat sangat luas serta berisi banyak tempat wisata menarik seperti Danau, Air Terjun dan Pegunung. Kata Pak Henri 1 hari tidak cukup, apalagi kami yang hanya 2 jam mana cukup sama sekali coba….

Barumun Nagari Wild Sanctuary, Aek Godang

Pak Henri juga ikut serta dalam menemani kami melihat Gajah yang ada di Barumun Nagari Wild Sanctuary dengan mobil jeep. Kalau tak salah jumlah Gajah di Barumun Nagari Wild Sanctuary ada 13. Kami dibawa untuk memberikan makan berupa tebu ke Gajah. Yang benar-bener keren saat naik jeep beramai-ramai keliling hutan serasa berada di film Hollywood kayak Jurrasic gitu, perasaanku ya😁

Benar-benar terasa berpetualang!

Di Barumun Nagari Wild Sanctuary juga kami melihat Gajah mandi, namun tempat mandinya lebih alami. Gajahnya juga menggemaskan….

Barumun Nagari Wild Sanctuary, Aek Godang

Dari Gajah kami lalu menuju ke Danau. Pemandangan dari tempat Gajah ke Danau cukup epic, dipenuhi tumbuhan dan pepohonan. Tujuan kami ke Danau itu untuk melihat sunset, karena kata Pak Henri sunset di Danau amatlah elok.

Sesampai di Danau kami lagi-lagi terpukau, terpukau dengan keindahan pemandangan pegunungan, awan, hingga warna Danau yang tosca. Kami berburu sunset meski aku gagal mendapatkan photo sunset yang bagus. Tulang Dugu yang berhasil mengabadikan photo awan cakep di dekat Danau.

Kami sampai Magrib di Barumun Nagari Wild Sanctuary, lalu memutuskan pamitan. Kami sungguh beruntung bisa menuju ke Barumun Nagari Wild Sanctuary padahal awalnya kami sempat skeptis tidak bisa masuk kedalam. Semua berkat Bang Toni, Tulang Dugu, Azriel, Fauzi, Zein dan berkat Kak Ito sendiri 🙂

Barumun Nagari Wild Sanctuary, Aek Godang

Liburan lebaran kali ini sangat seru dengan bertemu orang baru, dan melihat habitat satwa Sumtera serta belajar untuk tidak menyerah karena jika diawal kami menyerah mungkin kami tidak jadi ke Barumun Nagari Wild Sanctuary sehingga kami tidak akan bisa melihat keindahan alam Ciptaan Tuhan. Travelling ke Barumun Nagari Wild Sanctuary juga membuatku sadar, sadar untuk mencintai lingkungan serta satwa Sumatera karena bukan kita, siapa lagi yang menjaga alam Indonesia ini…

Salam

Winny

Advertisements

Posted by Winny Marlina

Indonesian, Travel Blogger and Engineer

7 Comments

  1. Ini baguss. Jadinya hewan-hewan tersebut terlindungi dari pemburu liar.
    Sanctuary itu masuknya Cagar Alam ya, Kak Winny? Setauku kalo mau ke Cagar Alam harus bikin surat izin ke BKSDA. Kalo di sini termasuk kah?
    Atau sudah masuk jadi Taman nasional?

    Reply

    1. Cagar alamnya belum resmi open public banget tapi bisa mengunjungi situs resminya. Ini bukan gaman nasional

      Reply

  2. Alahhh on ma bo… rupa na alak ita do kakak on.. bayaa dahhh.. Hhhaahaha

    Reply

    1. Olo alak hita😸. Horas da

      Reply

  3. Kok harimaunya gak ada ?? apa dilepas atau justru di kandang yang lebih ditutup dan susah diakses??
    Jadi pengen nambahin 1 hal lagi ke bucket list –> ikut volunteer ngerawat harimau sumatera di barumun nagari wild sanctuary..

    -Traveler Paruh Waktu

    Reply

    1. ada kak, yang sakit dalam kandang yang udah sehat dilepas di alamnya. bisa kok kalau mau volunteer

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.