Look at a stone cutter hammering away at his rock, perhaps a hundred times without as much as a crack showing in it. Yet at the hundred-and-first blow it will split in two, and I know it was not the last blow that did it, but all that had gone before.

By Jacob A. Riis

Hello World

London, April 2017

Sebenarnya masih lanjutan cerita Backpackeran di London dengan 2 Pondsterling. Gara-gara mencari ATM BN* di London tepatjya di 30 King Street London kemudian harus ke Oxford Street buat ngambil titipan Yuki akhirnya tak sengaja menemukan alternatif hemat untuk jalan-jalan di London dengan sepeda. Menyewa sepedapun harus pakai Kartu kredit padahal aku tidak punya, akhirnya minjam punya orang. Ide minjam sepeda pun gegara melihat orang lokal dengan gampangnya mengambil sepeda kemudian bayar terus jalan deh. Akhirnya aku ikut-ikutan, maklum naik kereta di London minimal jarak yang dekat saja bisa kena 3 Ponds. Naik bis merah ala London pun mahal juga minimal 2, 5 Ponds juga kan lama-lama bisa merobek kantongku yang hanya memiliki uang terbatas. Padahal sengaja mencari ATM di London berangan-angan bisa mengambi uang hasil gaji sebelum unpaid. Ternyata angan-angan tak seindah realita, udah jauh-jauh mengayuh sepeda demi mengambil uang eeh Banknya tutup. Alhasil mau tak mau pulang dengan rasa kecewa. Plusnya aku melihat sisi London dengan bersepeda, bak tahu jalan padahal hanya mengandalkan peta London. Naik sepedanya pun ta tanggung-tangung full seharian, mulai dari pagi hingga malam hari.

Big Ben London

Tantangan saat bersepeda keliling London adalah salah kostum dimana aku saat berada di Eropa musim semi alhasil membuatku kedinginan meski sudah bawa jaket. Maklum aku adalah anak tropis, belum lagi saat sepatuku rusak sehingga pas mengayuh sepeda udahlah dingin, rusak pula sepatu menjadi tantangan tersendiri. Keseruannya aku bisa hemat keliling London sepuasnya.

Setelah puas seharian keliling wisata London mulai dari Istana Buckigham hingga London Eye, akhirnya malam hari ada beberapa tempat yang aku kunjungi, diantaranya:

1. St Paul Cathedral, London

St Paul Catedhral London

Mengunjungi St. Paul Catedhral London tidak sengaja karena kebelet. Pas lewat melihat bangunan super mewah nan kece. Akhirnya ya sudah sekalian mampir, bangunannya gede sendiri dengan bulatan besar. Kemudian sepeda diparkir di tempat sepeda kemudian jalan kaki menuju ke Southwark Bridge.

2. Southwark Bridge

London

Menelusuri Southwark Bridge merupakan kesan tak terlupakan. Karena aku berjalan di jembatan yang bentuknya melengkung dengan latar belakang bangunan tinggi khas LONDON. Bahkan aku sudah berada di atas Sungai Thames London yang menarik. Bukan hanya itu pencahyaan London di malam hari tak kalah menariknya. Warna warni, meski udara begitu dingin. Ada kalanya saat aku mengitari Jmebatan Southwark teringat perjalanan di Tokyo, Jepang teringat akan Oeba kemudian bangunan tingginya malah aku mengingat akan Singapura namun ini berbeda. Ini London dengan kesan “Bristih akses nan sexy”.

3. Jalan dipinggir River Thames

London

Setelah lewat dari jembatan kemudian aku menelusuri jalan sepanjang Thames River. Melihat apa yang dilakukan warga London pada malam hari. ย Banyak restauran dan tempat minum, atau sekedar tempat nongkrong di sepanjang jalann Thames. Para pemudanya mereka hang out sambil mendengarkan musik. Aku sendiri bak orang asing melihat kiri kanan sambil berjalan dan hanya menikmati suasana saja. Kemudian puas sekitar itu mencari sepeda lagi dengan menggunakan kata sandi yang telah aku dapatkan tadi pagi. Lalu kembali mangayuh sepeda keliling London pada malam hari.

4. Ke China Town London

London

Setelah sepeda aku kayuh, aku melewati jalanan menuju ke tempat penginapan. Lucunya tanpa diduga malah nyasar ke suatu Pecinan London. Asli aku menemukan China Town ala London dimana suatu daerah itu serasa berada di Beijing daripada di London. Bedanya adalah ada box telephone merah yang merupakan iconic London yang khas. Di China Town ini banayk berkumpul orang Asia dan mayoritas makanannya memang dari China bahkan jalanan pun dirias dengan lentera merah sehingga kental China terasa banget. Aku berjalan disepanjang jalan ini juga menarik yah bisa dikatakan aku bukan satu-satunya orang ASIA yang terdampar di London pada malam hari meski mungkin saja satu-satunya orang Indonesia di tempat itu.

5. Harry potter London

London

Tak hanya pecinan saja yang aku dapatkan ketika melakukan ngewes alias bersepedahan di London pada malam hari. Jadi tak sengaja pas di perjalanan pulang, pandanganku tertuju pada sebuah bangunan dengan TULISAN HARRY POTTER. Sebagai fans fanatik tentu aku ingin sekali masuk, namun karena bayar akhirnya aku cukup puas berphoto di depan aulanya. Kan itung-itung bonus! Itulah sebenarnya enaknya melakukan perjalanan impulsif, tanpa rincian perjalanan hanya mengikuti kaki mengayuh sepeda eh ketemu deh masrkasnya si Harry ๐Ÿ˜€

Sayang misi ketemua Daniel Radcliffenya gak kesampaian, apalagi ketemua Pangeran Harry, akhirnya malah ketemu bangunan Harry Potter, lumayan lah ya ๐Ÿ™‚

6. London Eye

London Eye

Untuk menuju London Eye memang aku sangat niatin. Bahkan meski sudah mengunjungi pada siang hari, aku balik lagi di malam hari. Alasannya sederhana “penasaran” bagaimana London Eye di malam hari. Meski tidak sanggup bayar naik ke London Eye paling tidak aku cukup puas melihat London Eye dari depan diseberang. Menuju ke London eye pun susah sauah gampang, bahkan ada momen salah gang karena mencari titik seberang persis di depannya itu susah. Namun bersyukurnya dengan usaha akhirnya bisa menemukan titik untuk melihat London eye dari depan. Bahkan berphoto dengan latar belakangnya cukup membahagiakan.

Sederhana sekali ya rasa bahagianya ๐Ÿ˜€

7. Winchester Palace

London

London

Untuk Wichester Palace jujur suatu kebetulan. Tidak masuk ke dalam wisata kunjungan namun murni jalan-jalan di London kemudian eh nemu. Baca di papan informasi ternyata sebuah istana dulunya, akhirnya aku merasa amazed. Kadang memang perjalanan yang dianggap impulsif lebih menarik karena banyak kejutan yang menanti.

8. Big Ben dan Telephone Merah London

Terakhir keliling London di malam hari dengan sepeda aku kembali ke area Big Ben. Sama dengan alasan London Eye karena belum move on dengan iconic London. Anehnya pada malam hari Big Ben tidak seramai ketika hari siang karena pas siang boro-boro photo sendiri di depan Big Ben yang ada photo dengan kerumunan orang saking banyaknya antri. Kalau malam hari memang masih ramai tapi masih kondusif untuk berphoto. Bahkan jalanan sudah sepi padahal waktu itu masih jam 9 malam.

Setelah puas keliling London pada malam hari, akhirnya aku memutuskan balik ke penginapan dengan beberapa kali nyasar dan hampir beberapa kali ketabrak. Alhamdulillah aku dapat menaklukkan London dengan sepeda hanya 2 ย Pondsterling, melirik tempat-tempat dan sisi lain London dari pagi sampai malam. Seru? Lumayan seru dan dibalik itu aku harus menahan rasa sakit dari sepatu rusak dan dingiinya London karena salah kostum. Tapi aku cukup beruntung karena meski kere namun masih elit dapat mengunjungi Kota yang katanya mahal.

Salam

Winny

Advertisements

Posted by Winny Marlina

Indonesian, Travel Blogger and Engineer

27 Comments

  1. Tetap nyenengin mbak bisa sepedaan ahhahaha.

    Reply

    1. iya murce murah ceria ๐Ÿ˜€

      Reply

  2. penasaran sama isinya bangunan dengan TULISAN HARRY POTTER??

    Reply

    1. aku juga saying cuma numpang lewat

      Reply

  3. Kayaknya, ketimbang jalan jalan di London siang hari yang cuacanya gloomy nggak jelas, lebih enak jalan malem hari sambil menikmati kerlap kerlip lampu kota London ya. Kalo untuk foto foto sih. Hehe.
    Cuma ya tantangannya tempat tempat banyak yg tutup ya kalo malem?

    Reply

    1. beda suasana tapi London malam hari dan siang hari seru juga

      Reply

  4. ya ampun cakepnya.. lu berasa asli orang sana bangat yach, keliling kota naik sepeda.

    Reply

    1. padahal pake nyasar-nyasar kak ๐Ÿ˜€

      Reply

  5. “Aku sendiri bak orang asing” <– memang orang asing kan? ahaha..

    Seru yah, yg penting gowes eh nemu banyak tempat kece.. Gpp lah sekali2 kedinginan :V

    -Traveler Paruh Waktu

    Reply

    1. ๐Ÿ˜€ kan merasa bukan orang asing kak

      Reply

  6. Seru juga naik sepeda di London di waktu malam hari. Rute yang dilalui aman semua kan?

    Reply

  7. Seru juga naik sepeda di London di waktu malam hari. Di sana ada guide book buat jalan sendiri

    Reply

  8. London Eye pas malam keceeee banget ya.. Aman ya Mba Win keliling malam di sana? Dan keliatannya gak macet ya.. ๐Ÿ™‚

    Reply

    1. aman kak dan sepi waktu itu

      Reply

  9. Kekuatan 2ponsterling mampu menaklukkan London+naik sepeda. Keren kak dengan London eye nya, untung HP gak lowbatre

    Reply

    1. betul kak Wahyu :). untungnya kalau hp lowbet juga tidak ada efek karena tidak dipakai pas disana

      Reply

  10. beeuuh keren banget Win…
    Foto London eye dimalem hari keren bangett..

    Reply

  11. Eh win, sekarang jadinya sudah kelililing berapa negara? *penasaran*

    Reply

  12. aku kemarin pengen nyobain sepeda. Tapi kok males kak, ngeri jalannya. jadi naek kereta akhirnya. hahahahaha. Iya bigben waktu malam emang lebih sepi. tapi cari langit yang oke buat foto susah banget. aku sampai dua kali ngulang buat dapat blue hour

    Reply

    1. tapi photo kakak itu cakep banget, penasaran ambil dari mana itu

      Reply

  13. duhhh enaknya bisa traveling ke inggris.. klw sy di beri kesempatan sih pengennya ke manchester aja, maklum saya fans manchester united hahaha..

    salam kenal mba winny ๐Ÿ™‚

    Reply

  14. kere tapi elit. haha. suka banget ceritanya. seru..

    Reply

    1. makasih mince ๐Ÿ™‚

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s