If patience is worth anything, it must endure to the end of time. And a living faith will last in the midst of the blackest storm By Mahatma Gandhi

The Equator monument

The Equator monument

Hello World!

Pontianak, 30 Januari 2015

Penentuan judul perjalanan di Pontianak antara flashpacking atau backpacker sebenarnya membuatku ngakak karena aku masuk ke dalam keduanya. Jadi yang ingin mengetahui beda flashpacker dengan backpacker boleh dah mengunjungi blog si agan yang lucu ini di http://www.hipwee.com/travel/11-perbedaan-krusial-antara-kamu-yang-traveling-ala-backpacker-dan-ala-flashpacker/ (gue baik banget promosiin blog orang haahahha)

Karena travelling ke Pontianak merupakan perjalanan dinas atau bisa dikatakan aji mumpung maka perjalanan kali ini ala flashpacking aja ya.,. aduh niat banget ya antara backpacker ama flashpacker 😀

Batu Layang Makam kesultanan Pontianak

Batu Layang Makam kesultanan Pontianak

Hari kedua di Pontianak dilalui dengan melakukan perjalanan dari Perumahan Balimas Pontianak ke Jl. Raya Provinsi Km 11 Kec. Wajok Huku Kec.Siantan Pontianak Kalimantan Barat. Lama perjalanan kami kurang lebih 45 menit dengan mobil. Sepanjang perjalanan ke site maka aku memandangi Kota Pontianak. Kesan bersih dan teratur itulah yang aku lihat dari Pontianak sehingga sedap dipandang sepanjang mata memandangnya. Banyak sekali yang aku lihat selama perjalanan yaitu Sungai Kapuas, Batu Layang Makam kesultanan Pontianak, hingga Terminal Layang tempat untuk layanan bus antarkota. Ternyata dalam perjalanan menuju ke site maka kami melewati Tugu Khatulistiwa Titik Nol Garis Khatulistiwa “the equator line”. Wow! Sayangnya hanya melewati saja karena kami harus bekerja 😀

Sesampai di site maka seperti biasa bekerja. Cuaca Pontianak siang hari sangat ektrim menurutku karena panasnya terik sekali tapi hujan deras. Aneh kan ya?

Tugu Katulistiwa di Pontianak

Tugu Katulistiwa di Pontianak

Pas pulang kerja maka kami berhenti di Tugu Khatulistiwa, tempat  titik Nol berada. Karena kami sampai sore hari pas pulang kerja maka kami tidak bisa masuk ke dalam  Tugu Garis Khatulistiwa Pontianak. Padahal kalau masuk kedalam  Tugu Khatulistiwa maka akan melihat langsung telur yang bisa berdiri persis di titik nol. Terus pada tanggal tertentu jika berada di Garis Khatulistiwa Pontianak maka kita tidak memiliki bayangan, keren gak tuh? Peristiwa itu disebut titik kulminasi matahari yang terjadi dua kali dalam setahun yaitu tanggal 21-23 Maret dan 21-23 September. Peristiwa kulminasi matahari ialah fenomena alam saat matahari berada tepat di garis khatulistiwa sehingga menghilangkan bayangan yang ada. Peristiwa ini menarik ya jadi pengen datang lagi 😀

Sungai Kapuas Pontianak

Sungai Kapuas Pontianak

Jadi tak heran kalau Tugu Khatulistiwa icon Kota Pontianak.

Oh ya rombongan ke Tugu Khatulistiwas Pontianak dengan Pak Dedi, Pak Widodo dan Thomas yang merupakan PIC Project di Pontianak. Baiknya Pak Dedi ya!

Tugu Khatulistiwa di Pontianak Kalimantan Barat sangat berbeda sekali dengan Tugu Khatulistiwa di Bontang Kalimantan Timur. Walau hanya melihat dari luar saja cukup mengesankan dan menyenangkan karena aku sudah melalui dua Tugu Khatulistiwa. Keduanya sangat berbeda jauh tapi pengalamannya tetap sama, sama-sama tidak melihat isi dalam tugu khatulistiwa.

Sungai Kapuas

Sungai Kapuas

Tugu Khatulistiwa Pontianak tugu pertama dibangun tahun 1928 dengan bentuk tonggak dan anak panah lalu ditahun 1930 dibuat lingkaran. Bangunan tugu Khatulistiwa ditengahnya terdapat tulisan dalam Bahasa Belanda “Evenaar” yang berate Equator dengan panjang 2,11 meter dan panjang penunjuk arah 2,15 meter.  Tulisan plat di bawah anak panah tertera 109o 20′ OLvGr menunjukkan letak berdirinya tugu khatulistiwa pada garis Bujur Timur. Bangunan tugu terdiri dari 4 buah tonggak kayu belian (kayu besi), masing-masing berdiameter 0,30 meter, dengan ketinggian tonggak bagian depan sebanyak dua buah setinggi 3,05 meter dan tonggak bagian belakang tempat lingkaran dan anak panah penunjuk arah setinggi 4,40 meter (Sumber: Wikipedia)

Kami menghabiskan waktu di Tugu Khatulistiwa hanya sebentar saja tidak kurang dari 30 menit saja. Tak jauh dari Tugu Khatulistiwa terdapat Sungai Kapuas yang pemandangan disekitar yang aku suka. Kondisi sekitar Tugu Khatulistiwa juga bersih serta terdapat podium mini untuk memandangi Sungai Kapuas. Disamping Tugu Khatulistiwa terdapat tempat untuk membeli souvenir miniature Tugu Khatulistiwa yang dibandroll dengan harga Rp25.000 untuk ukuran kecil tapi aku malah tidak membeli karena aku sudah membeli di pusat oleh-oleh Pontianak yaitu di PSP tempat berjejer toko yang menjajakan makanan dan barang khas Pontianak. Alamat pusat oleh-oleh Pontianak di Jl Pattimura tepat persis ditengah Kota Pontianak.

Walau sebentar aku senang karena bisa melihat Tugu Khatulistiwa Pontianak!

Salam

Weeny Traveller

Advertisements

Posted by Winny Marlina

Indonesian, Travel Blogger and Engineer

26 Comments

  1. Pas di Tugu Khatulistiwa langitnya kece amat Win 😀

    Reply

    1. iya kak panas plong hehehe

      Reply

  2. cantik ya ternyata 🙂 someday harus kesana nih

    Reply

    1. kalau u ke borneo ajak2 aku ya hehhe

      Reply

  3. Whoaa..😃👍 tugu khatulistiwa..! Jadi iri deh, belum pernah soalnya..😔

    Reply

    1. tapi aku belum kedalam kak

      Reply

  4. Foto yang di pinggir sungai itu seperti di luar negeri, Mbak! :hehe

    Reply

  5. Hehehe, Tugu Khatulistiwa memang sepertinya adalah atraksi utama di Pontianak ya 🙂

    Reply

    1. iya zilko apalagi pas gka da bayangan jd kepo hahaha

      Reply

  6. Setelah kemarin iri sama tulisan mbak Evi tentang tugu khatulistiwa…eh di sini di bahas lagi…so tambah mupeng aja..untuk ke sana…huhuhuhuu

    Reply

    1. iya kak kebetulan tulisannya sama hehe

      Reply

  7. Winnyyyyy jd bikin daku kangen Pontianak… dulu mamiku tuh tinggalnya di Sungai Kapuas (pada masa itu, rumah banyak di pinggir sungai tapi bagus2 rumahnya nggak kayak rumah pinggir sungai Jakarta). Mrk ad semacam perumahan gt buat yang tinggal di sana… kalo papi dr kecamatan Wajok it. Awww kapan2 jd mau ke sana lagi

    Reply

    1. aku suka bgt loh kampung halaman nyokap bokapmu.. asik dan keren.. di wajok ada kebun lidah buaya kan.. ,makannya beda dari yg aku lht.. klo u kesana aku ajak2 ya hehe

      Reply

  8. Tugu Khatulistiwa…..
    Dulu kalau mau ke Balikpapan – Sengatta juga ngeleawtin tugu seperti ini…

    Reply

  9. Assalaamu’alaikum wr.wb Winny…

    Tulisan Winny banyak manfaat buat mereka yang belum ke Pontianak. Mudahan saya juga bisa berwisata ke sana. Banyak tempat yang bisa dilawati ya. pasti panas kerana cuacanya kelihatan sangat cerah.

    Salam manis dari Sarikei, Sarawak. 🙂

    Reply

    1. hi Siti, saya kemaren sempat mau ke sarawak.. saya boleh minta no whatsappmu?

      Reply

  10. Tugu khatulistiwa, boleh juga mbak buat referensi 🙂

    Reply

  11. baru punya tugu dalam bentuk miniaturnya saja!! mau ke sana!!

    btw, budgetnya berapa mbak? panas mana sm jakarta?

    Reply

    1. panasnya pontianak. budegtku cuma hbs di makan doang karena kan dari kantor, pesawat kmren pp 1,3 jt

      Reply

  12. Peristiwa titik kulminasinya kok menarik minat banget, setahun cuma dua periode aja ya Win?

    Reply

    1. iya halim dua kali saja aku aja penasaran itu

      Reply

  13. panasnyaaaaaa
    aku kangen panas kayak gitu
    *kedinginan di sini*

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s