Edisi Mudik keliling Padangsidempuan


“There’s no way to know what makes one thing happen and not another. What leads to what. What destroys what. What causes what to flourish or die or take another course.”
― Cheryl Strayed―

Hello World

Padang Sidempuan, 20 Juli 2015

Ada yang berbeda untuk Lebaran tahun ini dibandingkan dengan Lebaran tahun-tahun sebelumnya karena pas mudik Lebaran teman-teman SMPku datang kerumah terus mengajak touring ke Pintu Langit, Padangsidempuan. Mereka ialah Nisfi, Nyakmat dan Marwan. Awalnya sih aku penasaran dengan Air terjun yang ada di Padangsidempuan, secara aku tahunya objek wisata Padangsidempuan, Sumatera Utara dan sekitarnya cuma ada Air terjun Napa, Aek Sijornih, Simarsayang dan jujur saja kampungku minim objek wisata tapi kaya akan budaya dan kuliner enak dan murah. Apalagi yang terkenal dari kampungku Padangsidempuan itu ialah salaknya, tapi please jangan disingkat Padang karena Padang itu ada si Sumatera Barat sedangkan Padangsidempuan itu di Sumatera Utara. Kalau orang Padangsidempuan sering menyingkat dengan pasid, atau psp. hehehhe 🙂

Sayangnya karena kesorean teman-temanku datang alhasil gagal deh melihat Air Terjun yang rupanya berada di Pintu Langit, Padangsidempuan. Oh ya pintu langit itu juga nama sebuah daerah di Padangsidempuan, kampungku 🙂

Gara-gara si Nyakmat alias Rahmat Dongoran nih yang memberitahukan ada air terjun di Padangsidempuan jadinya aku penasaran eeh mereka datang sore tapi tak apalah karena walau tidak sampai ke air terjun tapi mereka membawaku ke pintu langit untuk melihat kebun strawberry dan taman anggrek. Awalnya aku agak kaget dan pensaran bagaimana kebun strawberry di Padangsidempuan apakah mirip dengan kebun strawberry di Bandung.

Jam 2 siang teman-temanku datang ke rumah lengkap dengan motor lalu dengan senang hati aku diculik mereka untuk keliling Padangsidempuan dari ujung ke ujung, dari kampung ke kampung. Nah untuk melewati pintu langit mereka melalui jalur Simarsayang yang membuatku agak kaget sih soalnya aku tidak pernah melewatinya. Sepanjang perjalanan banyak sekali pemandangan khas pedesaan yang sangat aku sukai, mulai dari batang asli buah salak yang berduri itu terus hingga ke hamparan persawahan yang indah. Lucunya pas di Simarsayang melewati kebun salak aku mengatakan “wow parsalakan” artinya nama tempat untuk kebun salak yang bukan disitu yang kontan membuat temanku si Marwan ketawa secara Parsalakan dimana kami dimana.

Terus pas menemukan spot bagus kami berhenti terus ambil tongsis berphoto bak masih anak SMP, hahahahah lupa umur! Maklum kami semua saling mengenal sejak SMP dan bahkan kami berempat agak jarang berjumpa mungkin bisa dihitung berapa tahun sekali, terus muncul maka plong jalan-jalanlah, kayak reuni kecil walau orangnya sedikit tapi seru!

 

Perjalanan touring keliling Padangsidempuan hingga ke Pintu langit hampir 1 jam, hingga sampailah kami ke Pintu langit. Untuk masuk ke dalam kebun strawberry satu orang dipungut biaya Rp2500 sayagnya strawberrynya itu tidak ada yang berbuah dan menurutku agak kecil untuk ukuran kebun strawberry malahan aku tertarik dengan koleksi anggreknya yang rupanya dibeli di Bandung. Lumayan banyak koleksi anggreknya cuma aku tidak tahu persis nama-nama anggreknya pokoknya tahunya anggrek aja. Waktu kedatatangan kami paling tidak ada 4 jenis anggrek yang berbunga dengan warna yang berbeda-beda dan cukup menarik untuk memandanginya. Kami di taman anggrek pintu langit cukup singkat mengingat hari juga sudah sore yaitu jam 5 dan kami itu lebih banyak menghabiskan waktu di jalan tapi disitu letak keseruannya.

anggrek
Anggrek

Puas melihat anggrek dan gagal memetik strawberry akhirnya aku mengajak temanku untuk makan Soup Tomyam Muslim di Padangsidempuan karena rekomendasi dari si Ilham waktu kami melakukan trip ke Candi Bahal. Untungnya temanku mau soalnya si Nisfi harus pulang sebelum maghrib padahal waktu makan sudah agak maghrib. Untuk harga tom yam memang lumayan mahal untuk Standar Padangsidempuan tapi untuk standar Jakarta sih biasa. Tapi aku lumayan suka karena pedasnya itu luar biasa, memang Padangsidempuan itu jagoannya sambel dah 😀

Kalau ingat makan tomyam jadi ingat teman geng Kamseupay di Hatyai waktu makan tomyam tapi lumayanlah untuk sekedar tahu. Nah untuk saranku kalau mau mencoba kuliner Padangsidempuan itu sebaiknya yang tradisional seperti lontong, pecal, sate dan sebagainya karena harganya jauh lebih relatif murah yaitu Rp5000-Rp15000 (paling mahal Rp15000 itupun untuk sate). Untuk tomyam seafood yang kami coba Rp45000 seporsi tapi ukurannya lumayan besar sih jadi lumayan puaslah.

Tomyam Muslim
Tomyam Muslim

Sehabis makan tomyam, kami berempat lagi-lagi melakukan aksi gila yaitu dengan makan durian di depan Plaza Anugrah Cemerlang (Mallnya Padangsidempuan, mallnya kecil). Padahal si Nisfi udah buru-buru pengen pulang takut dimarahin neneknya. Eeh kami malah sempat aja tuh makan durian pake acara nawar pula. Untuk yang nawar itu si Nyakmat jagonnya. Untuk 3 buah durian seharga Rp50.000, sayangnya satu buah durian kami tidak terlalu enak dan dua buah lainnya enak banget!

Liburan ke Padang Sidempuan, kampungku kali ini benar-benar seru bertemu dengan teman SMP, jalan bareng, kulineran bareng terus bercanda tawa. Setulah perjalanan kami ini, membuatku feeling a home emang udah home sih sebenarnya ehheheh 😀

Ah jadi rindu kampungku!

kALA

Kalau mau mencoba sensasi durian murah, makan enak dan murah, menelusri pegunungan dan persawahan serta dipastikan semua masyarakat lokalnya berbahasa Batak Padangsidempuan maka bolehlah dicoba sensasi trip ke Padangsidempuan, cuma 8-12 jam dari Medan 😉

Salam

Winny

Iklan

Trip to Bukit Lawang Part I


Bukit Lawang is one of tourism attractions in Sumatera Utara and popular with wild jungle and orangutan.

wisata sumatera utara
Bukit Lawang, Wisata Sumatera Utara

Hello World!

11 Juli 2010

Trip to Bukit Lawang  akan terdiri dari tiga part karena sewaktu tinggal di Medan aku melakukan kunjungan  ke salah satu wisata andalan Sumatera Utara “Bukit Lawang” sebanyak empat kali. Travelling ke Bukit Lawang pertama kalinya aku lakukan bersama teman sekos pada masa kuliah dulu,  “Rahma”, teman yang merangkap teman kuliah di Teknik Industri angkatan 2007 USU. Ide untuk melakukan perjalan demi wisata Taman Lauser Bukit Lawang berawal dari ide teman kos yang lain, yaitu Kak Siti, Tiwi dan Kiki, kebetulan mereka menyewa satu rumah.

Ada yang pengalaman unik sebelum aku berangkat ke Bukti Lawang yaitu ketika di hari sebelum ke Bukit Lawang aku bertemu dengan tiga bule yang nyasar di Jamin Ginting yang hendak ke Bukti Lawang padahal jam sudah jam 5 dan tidak bus lagi ke Bukit Lawang sehingga mereka harus datang pagi harinya. Bule itu terdiri dari 3 orang dan satu cewek di rombongan itu lengkap dengan tas gedenya yang membuat mataku terpukau. Karena kasihan aku menjelaskan kepada mereka bahwa ke Bukit Lawang tidak setiap jam ada bus kecuali mereka membayar mahal. Lalu aku menawarkan mereka untuk menginap di tempat kos temanku yang notabenenya kau juga waktu itu masih menumpang karena menunggu masuk ke Asrama Puteri. Sok-sokan jiwa sosial hehehe 😀

Tapi akhirnya mereka menolak sehingga akupun balik ke rumah.

Keesokan harinya waktu H dimana kami memulai perjalan Medan-Bukit Lawang kami pun menyewa mobil angkot demi ke Bukit Lawang. Akulah yang diunjuk untuk tawar-menawar sewa mobil seharian ke Bukit Lawang pulang pergi dengan 5 peserta saja. Hasil dari tawar menawar dapatlah biaya sewa angkot seharian plus pengemudi dan bensi Rp200.000. Sepakat kami pun santai di dalam angkot menuju ke Bukit Lawang, Sumatera Utara, tempat orang utan berada. Jarak tempuh Medan-Bukit Lawang waktu itu kira-kira 5 jam.

taman leuser
Taman Leuser

Sesampai di Bukit Lawang kami pun kami membayar tiket masuk dan langsung bernarsis ria. Pemandangan di Bukit Lawang benar-benar asri dan alami serta kami paling suka dengan Sungai Bahorok yang mengalir. Aku dan Tiwi serta aku dan Rahma sempat mengabadikan photo disepanjang jalan di dekat Sungai Bahorok. Warna airnya hijau tapi bersih. Kalau diingat-ingat sepanjang jalan kerjaan kami hanyalah bernarsis ria nonstop di setaip stop yang ada di Bukit Lawang (maklum masih labil)

Waktu itu masa dimana aku gendut banget loh!! 😀

sungai bahorok
Sungai Bahorok

Ciri khas Bukit Lawang ialah adanya jembatan tepat diatas Sungai Bahorok. Pemadangan seru lainnya di Bukit Lawang ialah jejeran warung tempat makan disepanjang Sungai Bahorok dan penjual pernak-pernik khas Bukit Lawang berupa kaos dan gantungan kunci. Saat makan siang ternyata ada satu bule ganteng yang menarik perhatian kami. Waktu itu masih ingat si Rahma bilang “win bule ganteng, minta photo yuk!”. Hahaha terakhir kami sok bicara dengan bahasa inggris yang ala kadarnya lalu ujung-ujungnya minta photo 😀

Tapi jangan tanya siapa namanya aku sudah lupa tapi aku ingatnya dia itu Dokter datang ke Bukit Lawang untuk belajar tentang tumbuh-tumbuhan!

Rahma, bule dan Kiki
Rahma, bule dan Kiki

Setelah membuat seorang bak selebritis akhirnya kami melanjutkan perjalanan kami. Disepanjang jalan juga kami banyak melihat homesaty dan restauran. Jadi buat yang suka alam dan nuansa hutan, Bukit Lawang bisa menjadi tempat referensi saat di Sumetara Utara khususnya Medan karena tidak jauh dari Medan.

trip to bukit lawang
Aku, Kiki, Tiwi dan Rahma di Bukit Lawang

Sebenarnya kami melakukan perjalanan sampai ke ujung dari titik pangkal jembatan karena kata Pak Supir yang mengantar kami sekaligus tourguide dadakan kami ada sebuah air terjun di ujung jalan Bukit Lawang sehingga kami ingin melihatnya. Dan benar saja melewati gerbang pintu “Taman Lauser” jalan ketas terdapat sebuah air terjun kecil yang indah!

Tanpa pikir panjang langsung dah kami masuk dan mandi di air terjun yang ada di Bukit Lawang! Airnya jernih, dingin dan bersih, ciri pegunungan banget! Air terjun di bukit lawang bisa menjadi objek wisata alternatif di Bukit Lawang selain trecking ke hutan, tube river, ngasih makan orang hutan, atau sekedar mandi di Sungai Bahorok.

Air terjun di bukit lawang
Air terjun di bukit lawang

Karena dingin banget maka kami mandi hanya sebentar saja di Air terjun mini Bukit Lawang sehingga kami menuju ke titik semula di jembatan. Ternyata tidak disangka aku bertemu dengan tiga bule yang aku jumpai sehari sebelum ke BUKIT LAWANG.  Alasan mereka menolak jalan sama karena aneh ornag tidak dikenal ngajak ke rumah ahahah 😀

Lucunya aku langsung mengajak mereka mandi di Sungai Bahorok yang airnya dingin banget, Nama ketika bule itu ialah Maura, Manuel dan Ben. Mereka ramah dan seru banget. Maura dan Manu ialah sepasanag kekasih sedangkan Ben ialah mahasiwa kedoteran. Mungkin itu pertama kalinya bule nyebur di Sungai Bahorok dengan orang asing yang baru dikenalnya hahha 😀

bule mandi di Sungai Bahorok
Bule mandi di Sungai Bahorok

Kami mandi hanya tahan kira-kira 10 menit saja karena airnya yang super dingin. Selebihnya kami berjalan sambil bercerita. Nah dari semua itu yang paling seru kami kebanyakan malah narsis bersama Maura, Manu dan Ben. Hasil photonya juga lucu-lucu! 😀

I think the most favourite moment in Bukit Lawang when i was capturing photoes with them!

bukit lawang taman lauser
 Kak Siti, Maura, Aku, Kiki, Manu, Tiwi dan Rahma di Bukit Lawang Taman Lauser

 

Oh ya yang paling berkesan saat di Bukit Lawang untuk pertama kali bertamasya di daerah Taman Lauser Sumatera Utara ketika Maura memelukku! Maura is so friendly! Jadi aku merasa dia seperti kakak, apalagi waktu aku super chubby, kayak bola dah dipeluk ! 😀

My lovely friend in Bukit Lawang, Maura!

Aku dan Maura
Aku dan Maura

Oh ya walau baru berjumpa kami tidak merasa canggung malah kelihatan akrab dengan mereka begitu juga dengan Rahma, Kak Siti dan Tiwi dan kiki. Cuma Tiwi dan Kiki agak mlau-malu sehingga yang mendominasi ialah aku, Rahma dan Kak Siti saat mengobrol dengan mereka. Seru sekali bertemu dengan orang baru. Dan inilah yang aku suka dari perjalanan yaitu menumukan moment yang berkesan baik itu teman baru maupun kenangan yang tertinggal. Melihat te tempat abru bisa membuat refresh loh dan jalan-jalan itu tidak harus mahal yang penting kebersamaan ;)!

objek wisata bukit lawang
Kami di objek wisata bukit lawang

Karena hari sudah sore sehingga kami pun berpisah dengan rombongan Maura yang seru lalu kamipun berganti pakaian yang ada di pondok disekitar Bukit Lawang. Kami juga sempat berphoto sunset di bawah jembatan dan kesemua itu berkat Hp nya si Rahma 😀

Trip to Bukit Lawang Part I akhirnya selesai dengan keseruan selama perjalanan, bertemu dengan teman baru serta kami juga sangat menikmati suasana kebersamaan bersama Kak Siti, Rahma, Tiwi dan Kiki. How lucky iam! 😀

bukit lawang sumatera utara
Jembatan bukit lawang sumatera utara

Salam

 

 

Weeny Traveller

 

Travelling ke Sidebu-debu di Bawah Kaki Sibayak


Whoever loves and understands a garden will find contentment within – Chinese proverb 

Sinabung

Hello World, Hello Universe!

Travelling ke Sidebu debu, Sumatera Utara merupakan catatan perjalanan di tahun 2008 bersama orang-orang yang sudah kuanggap keluarga “Mbak Eli, Kak Fina, Kak Tuti, Kak Dina, Kak Ira, Kak Poppy dan Kak Oneng”. Merekalah orang-orang yang membolehkanku bekerja sambil kuliah dan menyelamatkan kesuksesan mahasiswa sepertiku kala itu 🙂

Dari merekalah aku mengetahui Sidebu-debu, sebuah pemandian air panas yang ada dibawah kaki Gunung Sibayak, salah satu referensi tempat wisata di Sumatera Utara untuk mengahabiskan hari libur atau sekedar jalan-jalan. Pemandian air panas yang berasal dari air belerang dari hasil Gunung Sibayak di kawasan Sibolangit, Berastagi.

Sayangnya akhir-akhir ini terjadi bencana alam yaitu meletusnya Gunung Sidebu-debu Sumatera Utara yang tak jauh dari Sibayak. Berita bencana yang membuat hati miris ditambah Gunung Kelud, tapi cobaan pasti berlalu! Semoga Gunung Sidebu-debu kembali aman untuk dikunjungi!

Jika keadaan Karo sudah kondusif, kawasan wisata Sibayak dan Sinabung sangat menarik loh untuk dikunjungi. Sayang jika dilewatkan!

Sidebu-debu
Sidebu-debu

Kawasan si Debu-debu merupakan tempat wisata murah di Sumatera Utara yang cocok untuk acara manggang-manggang serta tempat persinggahan untuk mencoba mandi air panas jika ingin menjelajah wisata Karo hingga ke Danau Toba di sebelah Tongging.

Waktu aku pertama kali ke Sidebu-debu, yang mentraktir ialah Mbak Eli. Kami berangkat dari Medan dengan mobil pribadi jam 5 pagi dengan membawa alat panggang karena kita berencana mandi air belerang sambil panggang ikan. Kata Mbak Eli menghilangkan jerawat di air belerang 😀

Lama perjalanan dari Medan ke Sidebu-debu kurang lebih 3 jam dengan mobil kenderaan pribadi, Kawasan wisata Brastagi memiliki pemandangan alam yang indah dengan nuanasa pegunungan, areal perkebunan yang memanjakan mata.

Sesampai di pemandian air panas yang menentramkan di Sidebu-debu, aku dengan mbak Fina, Dina, Tuti dan Mbak Eli langsung cebur ke kolam belerang yang panas. Mbak Tuti sangat semangat yang merupakan orang pertama nyebur ke kolam air panas diikuti oleh Mbak Dina dan Mbak Fina, aku sendiri malah sok-sokan nyoba belerang ke wajahku. Bodoh atau apa, tapi dalam ilmu sains belerang tidak bisa menghilangkan jerawat! Tapi tak apalah mencoba sensasi lulur belerang di wajah! Kapan lagi coba melakukan tindakan out of box 😉

Tiket masuk pemandian air panas Sidebu-debu kala itu Rp5000/orang. Kolam air panas Sidebu-debu terdiri dari beberapa kolam yang tingkat panasnya berbeda serta luasnya berbeda. Di area kawasan sidebu-debu ada juga kolam air panas khusus anak kecil serta area luas untuk acara barbaque atau masak-masak dengan pemandangan Gunung Sibayak.

Pemandian air panas sidebu-debu
Pemandian air panas sidebu-debu

Untuk acara manggang di area Sidebu-debu gratis bagi pengunjung kolam. Waktu itu kami memanggang dengan membawa alat sendiri serta ikan untuk dipanggang dan dimakan setelah selesai mandi di kolam panas Sidebu-debu. Nyam-nyam 😀

Pengalaman ke Sidebu-debu merupakan perjalanan yang menyenangkan untuk menikmati libur bersama keluarga maupun teman. Tidak hanya tempat air kolam yang menenangkan juga menentramkan!

So guys Sumatera Utara is a must visit place to go in Indoensia! Do not miss bathing in Sidebu-debu sulfhure pool

Di bawan kaki Sibayak
Di bawan kaki Sibayak

“…there ain’t no journey what don’t change you some.” David Mitchell

Salam 

Weeny Traveller

Memory Perjalanan ke Air Terjun Dwi Warna Sibolangit


“How do you know when it’s over?”
“Maybe when you feel more in love with your memories than with the person standing in front of you.”

By Gunnar Ardelius

air terjun dwi warna

Hello World, Hello Universe!

Tidak perlu susah-susah mencari objek wisata murah di Medan dan sekitarnya karena travelling murah ada di kawasan wisata Sibolangit, Sumatera Utara “Air Terjun Dwi Warna”.

Aku ke Air Terjun Dwi Warna Sibolangit pada tahun 2010 dengan rombongan anak Kostuti USU (stambuk 2007 Teknik Industri USU) yaitu Rahma, Melisa, Gudimana, Lolox, Heri, Alain, Anita, Posma, Erwin, Reza, Elisabeth, Ines, Elfrida, Mutia, Nanda, Nando,  dan masih banyak lagi yang sekarang menjadi kenangan di dalam catatan perjalan di wisata Sibolangit, Sumatera Utara.

Untuk menuju ke Air Terjun Dwi Warna kami harus rela-rela satu mobil kecil beriskan 15 orang yang seharusnya kapasitas mobil hanya 12 orang!

Itulah hebatnya anak Kostuti, “Rela sempit-sempitan demi ke Air Terjun Dwi Warna”!

Noted : transportasi ke Air Terjun Dwi Warna melalui Medan dengan angkutan umum dengan jurusan ke Sibolangit turunnya di kawasan kemah Sibolangit.

perjalanan ke dwi warna
Perjalanan ke dwi warna

Fakta Seputar Memory Perjalanan ke Air Terjun Dwi Warna Sibolangit yaitu butuh 3 jam perjalanan menuju Air Terjun Dwi Warna dari Kawasan perkemahan Sibolangit melalui hutan, naik turun bukit, melewati sungai dengan jalan kaki

dwi warna sibolangit
Air Terjun Dwi warna sibolangit

Dwi Warna Waterfall is one of favourite destination near Medan, Sumatera Utara located in Sibolangit, a scout area. Dwi Warna Waterfall has two waterfall and either blue colour and white clour, each waterfall close together. If you want to go to waterfall in Sibolangit, Sumatera Utara, you should walk by food for 3 hours passed the Sumatera wild jungle.

hutan sibolangit
Hutan Sibolangit

Perjalanan melewati hutan belantara demi ke Air Terjun Dwi Warna merupakan perjalanan pertamaku melalui hutan dan itu semua berkat anak-anak Kostuti yang mengajakku. Ditemani ranger sebagai guide yang menunjukkan arah jalan menuju ke Dwi Warna, karena air terjun berada di tengah hutan.

Jangan sekali-kali ke Air Terjun Dwi Warna tanpa ranger untuk keamanan para traveller!!

Kami memulai perjalanan di pagi hari tapi sebelumnya kami telah menginap di Sibolangit yang malamnya dingin menusuk hingga kami para wanita saling peluk saat tidur. Malam hari sebelumnya kami juga main kartu dan nyanyi-nyanyi. Seru sekali perjalanan menjelajah alam Sumatera Utara dengan teman sekampusku apalagi rame-rame! Seruuuuu

Main kartu di malam hari
Main kartu di malam hari

Sesampai di Air Terjun Dwi Warna setelah jalan kaki 3 jam maka rasa lelah kami hilang ketika melihat air terjun Dwi Warna yang indah dengan warna airnya yang biru! Dingin sekali!

Disebut Dwi Warna karena air terjun memilki dua warna yang jumlah air terjun berjumlah dua air terjun yang lokasinya berdekatan. Air terjun utama warna airnya biru memilki kolam lebih besar dan air terjun satu lagi berwarna putih yang tidak jauh dari air terjun berwarna biru yang kolamnya kecil dengan tinggi air terjun yang lebih rendah dari air terjun utama.

perjalanan ke dwi warna
Dwi warna

Anehnya air terjun berwarna biru airnya dingin sedangkan yang berwarna putih lebih hangat. Air terjun berwarna biru memiliki debit air lebih deras dan lebih luas dibandingkan dengan air terjun berwarna putih. Unik bukan?

catatan perjalanan ke Dwi Warna
Catatan Perjalanan ke Dwi Warna

Hal menarik di Air Terjun Dwi Warna ialah sensai trecking ke hutan belantaranya dengan jalanan yang berliku. Kami merasakan sensasi hutan serta udara pengunungan yang segar saat jalan kaki di Hutan Sibolangit. Selain itu Air Terjun Dwi Warna sangat cocok bagi pecinta narcis dan photography karena kondisi alam yang eksotis indah, nuansa nature banget! Bayangin dah ada hutannya, air terjunnya, sungai terus pemdangan floranya, pokoke semua lengkap di Air Terjun Dwi Warna!!

Pengalaman yang tidak telupakan ketika trecking hutan ke Dwi Warna bagi kami yaitu saat kami harus memakai seutas tali untuk turun ke bawah jalanan yang setelahnay harus siap-siap melewati sungai dan itu hanya kami dapatkan diperjalanan ke Dwi Warna. Bayangkan dong sebagian dari kami perempuan harus buka sandal, basah-basahan serta turun pake seutas tali!!  Tapi yah kebetulan cewek Teknik Industri yang ikut tangguh-tanguh! Super strong women! 😀

Wanita Teknik emang wanita tangguh!!

Sesampai di Dwi Warna tanpa pikir panjang kami langsung nyebur, dilanjutkan photo dengan air terjun lalu makan siang!

Tapi hal gila yang kami lakukan yang gk ketolong yah itu Narsis tingkat dewa, gk cowok, gk cewek sama aja, suka photo!! Termasuk aku 😉

kOSTUTI DI dwi Warna
kOSTUTI DI dwi Warna

Sometimess you will never know the value of

a moment untill it becomes a memory!

Aku mereview ulang ingatan travelling ke Dwi Warna Sibolangit karena aku merindukan teman-teman petualang Teknik Industri USU yang pintar, gokil, aneh, cuwek tapi baik!

I miss u guys, “KOSTUTI”,

I hope oneday we would travel again!

Air Terjun Dwi Warna
Air Terjun Dwi Warna

Demikianlah kenagan ke alam bersama anak Kostuti, semoga saat aku pulang nanti kita akan melakukan penjelajahan yang lebig luas!

and the last

Catatan penting perjalana ke Dwi Warna:

1. Jika ingin menginap di Sibolangit jangan lupa bawa jaket tebal atau akan mati konyol atau merasakan kedinginan tingkat tinggi seperti yang kami rasakan, Saking diginnya tidak bisa tidur.

2. Jangan sekali-kali sendirian meski merasa hebat  karena kondisi perjalanan yang berliku-liku atau kamu akan nyasar atau mati konyol di hutan. Paling tidak ada tour guide atau ranger yang tahu akan jalan.

3. Di daerah Dwi Warna cocok buat camping tapi jangan merusak alam ya!

4. Akses ke Air terjun Dwi warna dari Medan mudah karena transportasi umum banyak ke Sinolangit dan turunya di Bumi Perkemahan Sibolangit. Dari pintu utama ke pintu masuk ke hutan tempat Air Terjun Dwi Warna berada dengan jalan kaki sekitar 30 menit.

5. Siapkan tenaga super karena menuju ke  Air Terjun Dwi Warna butuh 6 jam jalan kaki pulang pergi dan sebaiknya perjalanan dimulai dari pagi hari.

Semoga bermanfaat, and the least 

Do not think to much, take your shoes take you bag, go travelling!!

Salam

Weeny Traveller

Perjalanan ke Salju Panas Tinggi Raja


BUKIT KAPUR TINGGI RAJA, cotton castle of Indonesia. We said a hot snow in Sumatera

Bukit Kapur Tinggi Raja Sumatera Utara
Bukit Kapur Tinggi Raja Sumatera Utara

Hello World, Hello Universe!

Siapa yang tidak kenal dengan Danau Toba, wisata andalan Sumatera Utara. Tapi tahukah kamu bahwa Sumatera Utara tidak hanya Danau Toba meluliu, ada sebuah wisata menarik sekelas Pamukkale yang tersimpan di Sumatera Utara tepatnya di Dolok Tinggi Raja, “Salju Panas”, namanya Pamukkale nya Indonesia.

Salju Panas Tinggi Raja atau sering disebuat sebagai  Bukit Kapur Tinggi Raja merupakan kawasan bukit kapur yang memilki warna eksotis. Terdapat dua bukit kapur di kawasan Bukit kapur Tinggi Raja. Kedaua bukit  yang merupakan objek wisata di tempat ini bisa didatangi sekaligus, karena jarak antar keduanya yang tidak berjauhan. Disisi atas ada bukit kapur berwarna putih berbentuk seperti lereng sawah dengan warna air biru sehingga  kelihatan seperti salju lengkap dengan kawah air panasnya dan disebelah bawah ada bukit kapur berwarna hijau disertai aliran sungai dingin.

Aku sangat beruntung bisa menjelajah Pamukkale Indonesia sehingga aku tidak perlu jauh-jauh ke Turki untuk melihat cotton castle. Awal pertama ke Salju Panas dari ajakan temanku Imam untuk menikmati wisata rahasia Sumatera Utara. Tanpa pikir panjang aku langsung ikut bergabung dengannya beserta anggota tim lain yang sudah siap sedia untuk touring ala sepeda motor. Tim lain tersebut terdiri dari Rahman dan Rahim bersaudara, Rahmad, Sigit, Fery dan NIa. Kami berdelapan dengan bermodalkan 4 sepeda motor berangkat dari Medan ke Tinggi Raja untuk melihat Salju Panas Indonesia.

Yah kami ingin melihat sisi lain Indonesia, keindahan alam yang tersimpan!

Tapi ternyata perjalan ke Tinggi Raja bukanlah semudah yang kami bayangkan. Jalannya kecil, jelek dan tidak terawat. Kami butuh 4 jam dari Medan untuk sampai ke Tinggi Raja. Lelah sekali rupanya duduk di sepeda motor dengan jalanan yang berliku dan terjal.

Sesampai di tujuan, rasa lelah kami hilang dengan pesona Tinggi Raja. Untaian Mutiara dalam bentuk Sulfur putih dibalut dengan warna hijau dan air biru yang panas! Luar biasa sekali Wisata Indonesia! Salju terindah yang aku lihat walau aku belum pernah melihat salju sebenarnya tapi inilah Salju Panas di Sumatera Utara, berlian yang tersimpan di belantara hutan Tropis Sumatera.

Aku dan tim merasa sangat puas dengan pemandangan luar biasa Bukit Kapur Tinggi Raja, si Pamukkale Indonesia.

Info Penting Tentang Salju Panas Tinggi Raja Sumatera Utara

Transportasi ke Salju Panas/Bukit Kapur Tinggi Raja hanya bisa dilalui dengan sepeda motor karena jalanan yang kecil. Untuk lama perjalanan ke Salju Panas Tinggi Raja sekitar 3-4 jam perjalanan dari kota Medan.

 Untuk mencapai lokasi kawasan konservasi Salju Panas, ada dua alternatif perjalanan darat yang bisa ditempuh, yaitu :

1) Medan – Lubuk Pakam – Tebing Tinggi – Dolok Tinggi Raja, dengan jarak 110 km atau waktu tempuh 3 jam perjalanan.

2) Medan – Lubuk Pakam – Galang – Dolok Masihul – Dolok Tinggi Raja, dengan jarak 97 km.

Biaya masuk ke Salju Panas: Rp5000

Penginapan : Tidak ada penginapan di Salju Panas

-Salam-

winnyalna

 

 

 

 

 

 

 

 

Weeny Traveller

 

Objek Wisata Padangsidempuan “Tor Simarsayang”


Hello World, Hello Universe!!

“Tor Simarsayang is one of tourism Padangsidempuan, North Sumatera,  Indonesia. A hill with Padangsidempuan scenary downstream, a village with cozy air.  A mountain and hill are together to enjoying siteseeing of Padangsidempuan”

Padangsidempuan ialah salah satu kota yang ada di Provinsi Sumatera Utara. Padangsidempuan dapat di tempuh dari Medan dengan lama perjalanan 10-12 jam dengan bus atau travel. Padangsidempuan ialah kota sejuk dan dingin karena banyak sekali pegunungan serta daerah yang masih bisa disebut daerah perkampungan dengan suasana kehangatan. Yah kampung halamanku, tempat kelahiranku, sebuah kota yang damai, indah nan menyejukkan.

Simarsayang Padangsidempuan
Simarsayang Padangsidempuan

 

Salah satu objek wisata di Padangsidempuan, Sumatera Utara ialah Tor Simarsayang. Arti tor itu Gunung, jadi bisa dikatakan Tor Simarsayang berarti Gunung Simarsayang. Dari Tor Simarsayang, pemandangan Kota Padangsidempuan dapat kita lihat dengan jelas karena Tor Simarsayang berada di atas Bukit dengan kemiringan 45derajat. Lokasi Simarsayang berada di wilayah Batnag Ayumi Julu atau bisa dari rute Sitataring atau Sadabuan. Hal yang bisa dilakukan di Tor Simarsayang ialah olahraga, menikmati pemandangan kota, makan indomie atau sekedar berphoto. Sekedar informasi, tahun 2005, Simarsayang telah diresmikan oleh pemerintah Kota Padangsidempuan sebagai pusat wisata di Padangsidempuan karena Tor Simarsayang telah menarik minat para wisatawan dari berbagai daerah.

Gunung Simarsayang Padangsidempuan
Gunung Simarsayang Padangsidempuan

Waktu aku pulang kampung yang aku lakukan yaitu membuat list travelling yang berisikan daftar objek wisata yang harus dikunjungi di Padangsidempuan. Tentu satu mengunjungi objek wisata di Padangsidempuan, salah satunya Tor Simarsayang. Lalu aku mengajak teman SMP  yaitu Evlina, Marwan dan Heni untuk wisata alam murah di Padangsidempuan “Tor Simarsayang”. Rute yang kami tempuh ke Tor Simarsayang melalui Sitataring Padangsidempuan dengan sepeda motor. Hal yang dapat memacu adrenalin ketika naik ke Gunung Simarsayang karena rute jalan yang miring dan menanjak ke atas sehingga menjadi tantangan untuk sampai ke atas Bukit. Biasanya naik ke Tor Simarsayang gratis tapi saat kami kesana, kami malah dipungut biaya sebsar Rp10.000 untuk kami berempat.

Evlin dan Marwan saat persiapan
Evlin dan Marwan saat persiapan

Sesampai di Puncak, kamipun menikmati keindahan Padangsidempuan dari Bukit Tor Simarsayang. Deretan rumah penduduk Padangsidempuan dengan hamparan sawah dan pegunungan. Begitu indah pemandangan Padangsidempuan dari Tor Simarsayang, salah satu kekayaan alam Indonesia yang menakjubkan.

Marwanlah yang menjadi Tour Guide kami dalam ekpedisi perjalanan ke Tor Simarsayang (hahhaa kata-katanya agak lebay sikit). Memang untuk hunting photo terbaik di Kota Padangsidempuan Sumatera Utara terletak di Tor Simasayang karena pemandangan pedesaaan yang indah. Evlin begitu antusias berphoto dengan tumbuhan liar disekitar gunung. Nah yang bikin seram sekaligus menantang, disekitar Tor Simarsayang banyak kuburuan. Jadi cocok untuk berphoto ala Dunia Vampir atau ala Dunia lain. Aku sendiri juga ikut-ikutan eksis hahha,.. tapi Heni tidak mau, sedangkan Marwan lebih menikmati pemandangan rumah penduduk yang berada di bawah.

Meskipun perjalanan kami singkat, namun berburu objek wisata di Padangsidempuan menyenangkan bagi kami, mengingat sudah lama aku tidak bertemu teman-temanku serta sudah lama sekali tidak menginjakkan kaki di Tor Simarsayang Padangsidempuan. Akhirnya rasa rinduku pada kampung halaman terobati dengan satu langkah kaki kecilku ke Tor Simarsayang Padangsidempuan, Sumatera Utara.

-Salam Blogger dan Backpakcer Indonesia-

Winny Alna