Plesiran ke Air Terjun Cobanrondo Malang


THIS IS YOUR LIFE. Do what you love and do it often. If you don’t like something, change it. 

air terjun cobanrondo

Hello World!

Horeee akhrinya aku travelling ke Malang untuk berburu wisata Malang dalam waktu singkat saja, 2 hari saja dengan uang sedikit mungkin 😀

Bermodalkan tiket kereta api ekonomi Jakarta-Malang yang berangkat jam 3 sore dan sampai jam 7 pagi, aku memulai perjalanan Malang. Aku menyukai kereta api di Jawa, walau ekonomi tapi ada AC dan tempat charger handphone serta yang tak kalah seru pengalaman berjumpa dan mencoba juala para pedagang asongan baik itu berupa minuman atau makanan. “Air minum, air minum, mie, mie, nasiii, nasi” begitulah kira-kira para pedagang bersuara keras mempromosikan jualannya disepanjang koridor kereta api. Suara mereka pulalah yang menghilangkan kepenatan perjalanan, paling tidak berbagi rezeki sedikit kepada mereka dengan membeli jualan mereka membawa kesenangan tersendiri bagiku. Sampai Andisu geleng-geleng melihat tingkahku! Itupulalah alasan aku tidak membawa makanan karena aku lebih senang berburu makanan dari pedagang kecil asongan kereta api.

Jam telah menunjukkan jam 7 pagi, aku dan Andisu masih bingung kemana kami pergi berhubung aku ingin sekali mencoba Jatim Park di Batu sementara tidak mau pula kehilangan kesempatan untuk ke Bromo. Dengan bau badan yang super menyengat, akhirnya aku berniat mandi di stasiun Malang Kota tapi karena penuh antrian dari para pelancong akhirnya aku dan Daboo memutuskan emncari tempat pemandian. Beruntungnya kami, ternyata ada sebuah pemandian umum di dekat stasiun Malang dan cukup membayar Rp5000 saja sudah bisa mandi sepuasnya. Dari sinilah aku dan Dari sinilah akuo bertemu dengan Lia dan Robbi yang sudah menyewa mobil Rp400.000/seharian. Otak backpackerkupun keluar llau tanpa basi-basi aku pun mengajak bicara Robin dan menawarkan ikut dengan mereka serta sharing cost. Kebetulan mereka juga ingin  ke Batu, padahal sempat was-was semalam waktu di kereta kalau kami tidak menemukan teman sharing, biasa-bisa aku dan Daboo bayar mahal! Eh Tuhan memang baik sama anak Backpacker jadinya beruntung gitu perjalanannya. Akhirnya kami membayar Rp200.000 mengelilingi Malang seharian.

Tujuan pertama yang aku sarankan kepada Lia dan Robbi ke air terjun walau pengennnya ke Air terjun Coban Pelangi tapi karena kami masih mengejar Jatim Park akhirnya kami malah ke Coban Rondo dengan pak Supir. Coban itu  artinya air terjun, dan Rondo artinya janda jadinya artinya Air terjun Janda. Harga tiket masuk Coban Rondo untuk turis mancangera Rp15000 dan untuk tiket masuk wisatawan local pada hari libur Rp12.000 sementara hari biasa Rp10.000 dan untuk kendaraan mobil Rp3000 untuk roda dua biaya parker Rp2000. Letak Coban Rondo ada di Batu.

Memasuki Cobanrondo, suasanya begitu sejuk dengan pepohonana. Hal menarik dari area Coban Rondo terdapat warung yang menjualkan makanan serta bisa juga loh di lokasi Cobanrondo untuk olahraga air rafting. Saat aku melihat Cobanrondo di bukit mirip sekali dengan Air Terjun Sipiso-piso di Sumatera Utara tapi bedanya jalannya lurus dan tidak berliku-liku. Air terjunnya gagah diantara bukit-bukit eksotis.

Catatan perjalanan Malang ke Cobanrondo yang berkesana ketika Daboo berphoto lucu kayak anak kecil. Selain itu aku juga mengamati sekitar dan mendapatkan papan yang berisi informasi legenda dari air terjun ini. Lumayan kan untuk oleh-oleh perjalanan dari wisata Malang berupa sharing informasi tentang Cobanrondo yang terdapat di papan pengumuman yang berbentuk batu segi empat.

Legenda Cobanrondo yaitu asal usul Cobanrondo berasal dari sepasang pengantain yang baru saja melangsungkan pernikahan. Mempelai wanita yang bernama Dewi Anjarwati dari Gunung Kawi yang menikah dengan Raden Baron Kusuma dari Gunung Anjasmoro. Setelah usai pernikahan mencapai 36 hari (selapan) Dewi Anjarwati mengajak suaminya berkunjung ke Gunung Anjasmoro. Namun orang tua Dewi Anjaswati melarang kedua mempelai pergi karena baru selapan. Namun keduanya bersikeras pergi berangkat dengan segala resiko apapun yang terjadi di perjalanan. Ketika dalam perjalanan, keduanya dikejutkan dengan hadirnya Joko Lelono yang tidak jelas asal usulnya. Tampaknya Joko Lelono terpikat dengan kecantikan Dewi Anjarwati dan berusaha merebutnya. Perkelahian tidak dapat dihindarkan kepada punokawan yang menyertainya Raden Baron berpesan agar Dewi Anjarwati disembunyikan disuatu tempat yang ada Cobaanya (air terjun), perkelahian berlangsung seru dan akhirnya sama-sama gugur, dengan demikian akhirnya Dewi Anjarwati menjadi janda (dalam bahasa Jawa Rondo). Sejak saat itulah, Coban tempat tinggal Anjrwati menanti suaminya dikenal dengan COBAN RONDO. Konon batu besar dibawah air terjun merupakan tempat duduk sang putri.

I was happy travelling in Coban Rondo Malang.

It was wonderfull waterfall!

Informasi Coban Rondo

  1. Ketinggian air terjun 84 meter
  2. Ketinggian diatas permukaan laut 1135 meter
  3. Suhu rata-rata kurang lebih 22C
  4. Curah hujan rata-rata pertahun 172mm
  5. Asal sumber mata air Cemoro Dudo
  6. Letak Cobanrondo menurut administrai pemerintahan terletak di Desa Pendasari Kecamatan Pujon Kabupaten Malang
  7. Debit air terjun musim hujan 150 lier/detik
  8. Debit air terjun musin kemarau 90 liter/detik

Walau singkat plesiran di Cobanrondo kami sangat menyukai perjalanan Malang ini, tak lupa aku dan Daboo berphoto bersama Coban rondo Malang 😀

Tips ke Coban Rondo Malang

  1. Lokasi Coban Rondo berada di Batu Malang sehingga sebaiknya pergi dengan rombongan berkisar 6 orang dengan harga sewa mobil dengan supir Rp400.000/10 jam sehingga jatuhnya lebih hemat. Kalau saran saya sebaiknya menyewa angkot dan pintarlah bernegoisasi.
  2. Coban Rondo tidak cocok bagi penyuka adventur atau tantangan karena likunya mudah diakses tapi sangat cocok bagi para traveler pemaham narsisme.
  3. Terdapat warung disekitarnya sehingga tidak usah khawatir untuk makan
  4. Terdapat musholla sehingga muslim bisa beribdah walau sedang berlibur
  5. Terdapat bodyrafting sehingga cocok berekreasi

 

Salam

Weeny Traveler

Iklan

11 tanggapan untuk “Plesiran ke Air Terjun Cobanrondo Malang

  1. aku gak berani ajak Suami kemari karena ‘mitosnya’ kalo berpasangan kesini, gak lama bakalan putus ato cere 😦 ato kehilangan salah satunya gitu deh … 😦 , padahal kangen udh lama pengen kemari

  2. udah pernah ke sana, juga ke paket yang lain, seperti kakek bodho hehehe…nama2 aneh, tapi intinya air mengalir deras dari ketinggian sebuah dinding hehehe….
    salam
    ATMO

  3. Kalau dari jatim bisa pakai taxi untuk pergi kesana? Dan bagai mana pula kalau mau pulang dr coban rondo untuk pergi malang? Apa mudah untuk dapat taxi?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s