Hawa Mahal dan Ambert Fort, Dua Objek wisata Jaipur “Pink City”


There are two types of people who will tell you that you cannot make a difference in this world: those who are afraid to try and those who are afraid you will succeed. 

By Ray Goforth

Hawa Mahal, Jaipur India

Hello World

Jaipur, 2 Maret 2016

Jam menunjukkan 5 sore, aku dan Yosi sudah berada di dalam kereta menuju ke Jaipur dari Jaisalmer. Untuk pertama kalinya kami berdua berada begitu cepat di dalam kereta hingga kami bisa melihat pemandangan dari luar jendala kereta. Saat melewati dua stasiun kmai melihat banyak sekali tank militer India, rupanya daerah Jaisalmer dan merupakan perbatasan India dan Pakistan. Hingga kereta kami berhenti di stasiun bernama Pokaran tiba-tiba seorang lelaki tinggi datang memecah lamunanku dan Yosi karena bangku yang kami duduki merupakan miliknya karena aku Yosi berada di atas tiga deret dari bangku bawah. Dengan ramah pria tinggi itu menyapa kami dan kamipun mulai bercerita. Panjang lebar cerita kami disepanjang perjalanan hingga akhirnya Yosi pindah ke tempat tidurnya paling atas, Yosi stress memikirkan kerjaan. Sementara aku dan pria tinggi itu malah asyik bercerita, mulai dari film Bollywood hingga tentang Hindu. Dia begitu kaget melihat pengetahuanku tentang film dan artis Bollywood hingga lagi-lagu India yang aku hapal, maklum sebagai masa kecil di tahun 90an, Film India itu terdoktrin sekali jadi tidak heran aku sedikit tahu tentang film India zaman dulu. Untuk Hindu sendiri aku tahu dari film Mahadewa yang baru-baru aku tonton. Intinya berbicara dengan pria yang berumur 29 tahun itu sungguh menarik. Pria itu bernama Mahipal, seorang pria India yang bekerja sebagai polisi dan beliau sangat baik hati, dia juga menawarkaku roti dan cham-cham yang khsus dibuat ibunya. Lagi-lagi merasakan kebaikan orang India! Hingga akhirnya aku kembali ke atas, tempat dudukku berada.

Jaipur Railway stastion
Jaipur Railway stastion

Jam 5 pagi, aku dan Yosi sudah tiba di Jaipur, kedatangan yang cukup cepat dari semua tempat yang kami kunjungi. Jaipur adalah tempat ke 6 selama 6 hari trip di India kami. Dan di Jaipur kami telah menggunakan CS dengan host bernama Aslam dengan referensi 12 orang dengan respon positive. Di stasiun Jaipur kami menunggu Aslam untuk dijemput dengan mobilnya yang dia berjanji akan menjemput jam 7 pagi. Jam 7 kami menunggunya didepan patung Mahadma Gandhi yang ada di depan stasiun tapi sebelumnya aku dan Yosi sudah sarapan pagi di depan stasiun Jaipur.

Sarapan pagi kami
Sarapan pagi kami

Jam 7 barulah Aslam datang dengan mobilnya yang rupanya kami dapat “zonk”, di Aslam ini merupakan tourguide. Aku dan Yosi sudah curiga karena poster Trip Advisor dimobilnya dan benar kami berdua dibawa kerumahnya lalu dia menawarkan jasa tourgudie Rs1000 seharian keliling wisata Jaipur. Karena sudah terlanjur diajak ke rumahnya yang juga sekalian hotel di lantai 3 nya, akhirnya aku dan Yosi mandi ditempatnya lalu minta diantarkan ke Hawa Mahal, iconicnya Jaipur. Dan tahu berapa yang harus kami bayar kepada si Aslam kumpret dari rumahnya ke Hawa Mahal Rs500, padahal harga normal dari stasiun ke Hawa Mahal naik Rickshaw RS100 saja dan naik bus cuma Rs10. Asli kami merasa di tipu-tipu memang sih dia mengantar kami ke stasiun Jaipur untuk membeli tiket dari New Delhi ke Kolkata tapi tetap menyebalkan ketika yang harusnya situs pertemanan jadi situs komersil. Yang paling geram adalah Yosi karena membeli cincin KW seharga Rs750.

Aslam, Cs Tukang Tipu
Aslam, Cs Tukang Tipu

Karena sudah terpaksa bayar Rs500 berdua akhirnya kami minta tolong diantar ke stasiun. Nah di stasiun betapa sebelnya aku karena penjaga loket mengaruskan memiliki fotocopy passport untuk pembelian tiket kereta padahal Yosi sudah punya. Yang paling membuatku marah tingkat dewa ketika aku disuruh memphoto copy passport ku terus tidak jadi, padahal aku sudah cari tukang potocopyan terus copy passport Yosi hanya untuk dicoret saja. Saking muka sebelku dua cowok asing antri dibelakangku ikut merasakan kegeramanku karena mereka kaget juga kalau pembelian tiket kereta wajib ada fotocopy passport. Ya kali kami sudah beli pas di Varanasi tidak perlu fotocopy cukup passport asli saja. Alhasil aku memasang muka sebel yang membuat si Aslam tahu kalau aku lagi BT, sekalian BT ama dia. Hingga akhirnya kami diantar tepat di Old City, akhirnya aku dan Yosi lepas dari jeratan sipenipu! Walaupun gak ikhlas sih uang ludes Rs250!

Dari simpang Old City, kami sempat mampir karena Yosi membeli sari untuk mamanya hingga kami berhenti untuk membeli lassi Rs20. Aku adalah salah satu penyuka Lassi, jadi minum Lassi ibaratnya mengembalikan mood lagi. Setelah itu barulah kami berjalan lagi hingga sampai di Hawa Mahal, salah satu Unesco Heritage. Di depan Hawa Mahal yang berupa dinding tok saja kami berpuas ria menikmati sekitar. Aku juga bingung kenapa Jaipur identic dengan Pink City padahal warnya lebih ke orange dan rumah penduduk sedikit yang berwarna pink kecuali di area Old City lumayan banyak yang berwarna orange.

Lassi
Lassi

Lalu aku dan Yosi naik ke tangga yang berada di pasar di depan Hawa Mahal, karena sepertinya spot itu merupakan spot terbaik untuk mengambil photo Hawa Mahal. Kamipun menyeberang dan menaiki anak tangga terus tadaaaa “pemandangan Hawa Mahal” dari depan. Pas kami sedang asyik menikmati Hawa Mahal kami berkenalan dengan Mohit yang bekerja di salah satu toko ditempat kami memandangan Hawa Mahal. Mohit pula yang mengajari kami pakai sari serta mentraktir kami Chai hingga diajak ke toko temannya untuk makan siang. Aku dan Yosi akhirnya makan bersama Mohit dan Bim alias Jordan, temannya si Mohit. Aku menyebutnya Bim karena mukanya yang mirip pemain film Mahabrata Bim. Berutugnya kami  karena lepas dari si penipu kami malah bertemu dengan orang baik malahan kami boleh menitip tas kami baru kami pergi ke Ambert Fort. Mohitlah yang mengajari naik bus Rs10 ke Ambert Fort.

Hawa Mahal
Hawa Mahal

Jam 2 siang aku dan Yosi baru menuju ke Ambert Fort, objek wisata Jaipur lainnya. Jaipur sebagai ibukota Rajashtan memang lumayan padat dan memiliki magnet tersendiri untuk dikunjungi.Selain masuk dalam segitiga perjalanan untuk backpacker pemula ke India “New Delhi, Agra, Jaipur” juga sangat kental dengan budaya Rajashtan. Fort nya ada banyak serta terkenal dengan jewelry dan silk! Aku dan Yosi tidak muluk-muluk untuk menjelah objek wisata Jaipur dalam sehari yang pasti kami hanya ingin ke Hawa Mahal dan Ambert Fort.

Ambert Fort Jaipur Rajahstan
Ambert Fort Jaipur Rajahstan

Di ambert Fort, betapa kagumnya aku akan keindahan serta tangga yang terbetang di pegunungan. Mirip Tembok Besar, Great Wall nya India menurutku. Aku takjub karena jauh-jauh aku ke Great Wall China hanya melihat tembok tok yang ok lumayan luas tapi di Ambert Fort aku menemukan sekaligus Istananya lengkap dengan tangga di atas pegunungan serta Danau di depannya ditambah merpati yang sering terbang ditas Ambert Fort. Memang Fort maupun castle nya India itu emang menakjubkan menurutku! Hingga aku dan Yosi menikmati perjalanan ke dalam Ambert Fort. Sesekali kami melihat Gajah yang berjalan di Ambert Fort hingga kami juga mencoba Chai dari Bapak yang tidak memiliki lengan. Kami sangat takjub dengan semangat bertahan hidupnya dengan menjual Chai dengan keterbatasan yang dimilikinya, Bahkan Yosi yang tidak suka minum sembarangan akhirnya minum Chai juga walaupun akhirnya membuat kami berdua terkena diare. Tapi anehnya kami menikmati moment menjelajah Ambert Fort. Hampir 3 jam kami habiskan waktu di Ambert Fort.

Ambert Fort
Ambert Fort

Di depan Ambert Fort aku juga membeli souvenir khas Jaipur. Lalu akhirnya kami memutuskan untuk kembali ke Hawa Mahal. Tapi pas ditengah jalan perhatian kami berhenti kepada Danau Jal Mahal yang berisi kegiatan masyarakat India di sore hari serta banyak sekali penjual di depan Taman depan Danau Jal Mahal.

Jaipur Souvenir
Jaipur Souvenir

Akhirnya aku dan Yosi malah berhenti dan menikmati pemandangan di Jal Mahal, Danau yang mampu  menghipnotis kami untuk mengamati pemandangan sekitar sekaligus mencoba cemilan street food India, padahal kami sudah diare tetep tidak kapok.

Danau Jawa Mahal
Dua pria di Danau Jawa Mahal

Saat menikmati pemandangan Danau Jal Mahal, eeh dua pria India mendekati kami. Satu bernama Dep dan satu lagi bernama Rahul. Terus berkenalan dan langsung dah jadi teman hingga cerita panjang lebar. Serunya mereka sangat baik hati memberikan tethering wifi nya kepada kami. Maklum sebagi fakir wifi kami sangat senang mendapatkan wifi gratis, plus teman baru. Hingga jam 7 malam kami harus pulang mengambil tas yang telah kami titipkan di tempat Bim, temannya Mohit.

Jal Mahal Lake Jaipur
Jal Mahal Lake Jaipur

Setelah sampai di tempat Bim, kami sempat belanja sari dan baju Gujarat dengan harga sangat murah. Saking murahnya nyesel beli sedikit barulah aku dan Yosi ke Jaipur railway station dengan harga Rs150/2 orang.

Untuk jadwal kereta kami dari Jaipur ke New Delhi jam 12 malam dan kami telah sampai di stasiun jam 9 malam. Karena di India tidak baik wanita berkeliaran dimalam hari. Nah pas di stasiun si Yosi stress berat karena kameranya tertinggal di tempat Bim. Lalu kami menghubungi Bim dan untungnya si Bim sangat jujur dan mengatakan kamera Yosi memang tertinggal ditempat Bim. Double untungnya ada orang india bernama Dewa yang keretanya jam 11 malam malah menemani Yosi mengambil kamera Yosi ke tempat Bim yang tak jauh dari Hawa Mahal. Kami benar-benar berutung hari ini terutama Yosi setelah adegan penipun di pagi hari malam harinya malah bertemu orang super baik yang menemani mengambil kameranya padahal bisa saja kan orang itu ketinggalan kereta. Tapi begitulah India, banyak penipu dan banyak yang baik hatinya!

Ambert Fort
Ambert Fort

Itenarary Awal Backpacker Jaipur

1-Mar-16 04.50 Arrived in Jaipur Station
1-Mar-16 07:00  – 11:00 Amber Fort and Palace Rs200 Elephant rides are 900 rupees for two people. “Amber by Night” is 100 rupees per person.
1-Mar-16 11:00 – 13:00 City Palace di Chokri Shahad, Old City, Jaipur Rs300 Tiket masuk, kamera 200 Rupee. Terdiri dari Chandra Mahal dan Mubarak Mahal
1-Mar-16 13:00 – 14:00 Hawa Mahal Palace of the Winds di dekat Next to the City Palace Rs50 Tiket masuk, jam buka jam 9 sampai 16:30
1-Mar-16 14:00 – 15:00  Nahargarh Fort di North west of Jaipur city center (Optional) Rs30 Get there by local bus, taxi, or a steep half hour trek directly up the hill.
1-Mar-16 15:00 – 17:50 ke Jaipur railway station, cari kereta dan bangku Rs750 Train No. 12016 departed from jaipur railway station at 05:50 pm

 

Ambert Fort Rajashtan
Ambert Fort Rajashtan

Realisasi Rincian Biaya dan Itenarary Trip Jaipur

04:30 Sampai di Jaipur

05:06 – 07:00 makan di Roop Basanat Pavitra Bhujan depan staisun Jaipur. Chai Rs10, Samosa rs12, Paneer Parantha Rs40.

07:00 – 09:00 dijemput host dari CS bernama Aslam Khan yang rupanya tour guide dan tukang tipu, kami di chas Rs500/ 2 orang.

09:30 – 11:00 ke stasiun Jaipur, tiket kereta New Delhi-Kolkata type 3 AC 2500/ orang. Pagi-pagi petugasnya mengerjain kami dengan meminta photo copy passpot Rs5.

12:00 – 13:00 menemanin Yossi belanja di Old City Jaipur, minum Lassi Rs20, aqua Rs20.

14:00 – 17:00 Kami ke Ambert fort dengan bus Rs10, aku membeli oleh-oleh lagi di depan Ambert Fort Rs500.

17:00 – 19:00 nongkrong di depan Danau Jal Mahal. Disini kami berkenalan dengan Rahul dan Dip yang orang India. Makan potta Rs70.

19:00 – 20:00 balik ke tempat Bim (Jordan) membeli oleh-oleh sari dan baju India Rs 600.

20:00 – 21:00 Ke stasiun Jaipur dari Hawa Mahal Rs200/ 2 orang dengan Rickshaw

21:00 – 22:00 Yosi balik ke area Hawa Mahal untuk mengambil kameranya

00:00 – 07:00 Perjalanan malam dari Jaipur ke New Delhi, tidur di kereta dengan sleeper train

Ambert Fort Rajashtan
Ambert Fort Rajashtan

Biaya pengeluaran Hari keenam Jaipur Perjalanan Backpacker Ke India

Kena tipu Rs250, makan pagi Rs 62, shopping Rs500, Tiket kereta New Delhi-Kolkata Rs2500, minum Rs 120, oleh-oleh Rs600, rickshaw Rs100 = Rs4132

Highlight objek wisata Hari keenam Jaipur

Hari keenam di Jaipur kami hanya bisa melihat objek wisata Jaipur yaitu Hawa Mahal, Ambert Fort dan Danau Jal Mahal yang kami sangat sukai.

Salam

Winny

 

Iklan

52 tanggapan untuk “Hawa Mahal dan Ambert Fort, Dua Objek wisata Jaipur “Pink City”

  1. Wuihhh fotonya keren abis, saya suka.
    Itu yg seru d perjalanan ya kak kadang ada orang jahat dan ada orang baik juga. Jadi lebih bermakna memang sebuah perjalanan terlebih manis pahitnya 😃

  2. Dimana – mana kayaknya sama ya mbak Winny,,,, kadang kita ketemu orang baik dan kadang pula bertemu orang yang bisa di bilang kurang baik,,,,
    Hmmmm mbak Winny kayaknya hari keenam ini banyak keselnya,,, apalagi pas mau naik kereta, ketinggalan pula tuh kamera,,,, tuh kalau ketinggalan, dokumen dan bukti pernah ke India bisa hilang semua tuh,,,, tapi untungnya ketemu lagi,,,, keren dah ceritanya 🙂

  3. Hahaha, iya kan Win, Jaipur mah nggak ada pink-pink-nya sama sekali! Menurutku mah lebih ke orange atau coklat ya daripada pink!! Hahahahahaha 😆

    Amber Fort memang kereeen!! 😀 Iya temboknya memang kayak Tembok Besar China ya Win, hehe 😀 . Jal Mahal juga okee. Dulu aku juga berhenti disitu sekitar setengah jam-an. Keren banget kastilnya di tengah danau gitu 😀 .

    Yang juga oke di Jaipur adalah istana dan observatoriumnya 😀 . Istananya kalau ada benderanya katanya raja/pangerannya lagi ada disitu 😛 .

  4. Keren banget yaaa Hawa Mahal dan Ambert Fort. Sebenernya arsitektur India itu keren-keren looh, sangat detail, khas dan unik banget, tapi aku kok sering denger kalau lingkungan di sekeliling tempat2 bersejarah itu bikin image jelek, baik karena orang2nya maupun kesan kumuhnya.
    Winny dan Yosi berani deh pas didatengin 2 orang Indihe itu, untung mereka baik yaa…

  5. Terkagum mengikuti perjalanan Winny Yosi dari Calcuta, setiap hari pindah kota, setiap malam tidur di kereta, stamina luar biasa dan perencanaan yg cermat. Siap jadi buku loh Win. Menanti pelancongan Newdelhi dan baliknya. Salam

  6. waaah.. indah banget yaa india.. ternyata gak sehoror yg di tivi2..ehm… percaya aja sih ya sama Tuhan. di balik setiap musibah, pasti ada hikmahnya..

    etapiii.. itu org beneran jahat banget ya.. kan dirimu dpt dr grup yg nyediain rumah2 tinggal gratisa kan ya? kok bisa2nya dia malah jualan… bisa gak sih, dilabrak gitu? 😀

  7. Pengalaman yang berharga pastinya Win, dapat kenangan bersama si tukang tipu yang kurang menyenangkan. Tapi kenapa di CS dia dapat review positif, ya? Mungkin ada baiknya review positif itu “diluruskan” supaya orang tahu siapa dia sebenarnya.
    Ternyata memang benar, di balik kesulitan pasti akan ada kemudahan! Ada orang-orang baik yang bersedia untuk menolong. Di sini kayaknya esensi traveling ya, belajar untuk mensyukuri semua rencana Tuhan :)).
    Cerita yang inspiratif! Soal tempat wisatanya… duh… bikin mupeng… Jal Mahal itu di tengah danau, terus danaunya tenang… refleksinya tergambar sempurna pada permukaannya.

  8. wow, baca tulisanmu jadi pingin ke india deh.
    danau, tangga, gunung, kastil, dan merpati! paket lengkap bgt.

    *dan aku bingung knp aku bisa unfollow blogmu ya? pantesan nggak nongol2 lagi di reader -__-“

  9. Wih mantap kak, aku penggemar bollywood dari dulu haha. Ada rencana sih backpackeran ke India, tapi blm nemu kapan yg pas. Jaipur masuk referensi tempat yg mau aku kunjungin, makasi infonya kak 😀
    Skalian main” ke blog ku yo kak hehe salam kenal 🙂

  10. perjalanannya mendebarkan ya, salut sama kalian, pake banget dah…
    tapi, namanya nyoba, ya, jangan kapok… bahkan setelah ketemu orang yang tukang tipu pun bisa sederetan orang baik dipertemukan… pengalaman menarik!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s