Kolkata dan Perjalanan Terakhir di India


Do not chase people, be you and do your own thing and work hard/ The right people who belong in your life will come to you and stay

By Wu Tang

Qutub Minar

 

Hello World!

Kolkata, 4 Maret 2016

Perjalanan dari New Delhi ke Kolata dengan kereta di kelas AC Third berbeda dari kelas sleeper yang biasa kami naiki sepanjang jalan. Tidak sekotor sleeper dimana setiap hari dipastikan hidungku kotor dengan debu dari kipas angina kereta, di kelas AC third memiliki central AC dan begitu dingin ditambah bantal dan selimut. Entah kenapa dalam perjalanan ke Kolkata di dalam kerata si Yosi berceloteh “Win, aku rindu tidur di kelas sleeper”! Lalu aku menjawab “sama, rindu menggembel di sleeper”. Mungkin otak kami berdua sudah mulai miring karena dengan kondisi sedikit lebih bersih dari kelas slepper, paling tidak AC third merupakan kelas menengah ke atas buat orang India karena di India status itu begitu diperhatikan, nah pas kami di AC Third kami malah tidak suka pdahal setiap jam hampir makanan gartis disajikan, minuman malahan kami rindu di kelas sleeper yang kadang kala bau pesing tapi kami rindu jadi rakyat jelata. Paling tidak di sleeper orang-orangnya jauh lebih ramah dibandingkan dikelas 3AC! Kami bahkan bosan dijamu dengan makanan yang datang tiap detik!

Belum lagi melihat tingkah lelaki dibawah kami yang sok, sebenarnya mereka penasaran dengan kami tapi karena gengsi akhirnya mereka sok gaya. Untungnya karena kesokan mereka kami yang harusnya tidur di baris bawah akhirnya berada di atas. Aku dan Yosi saling berhadapan tidurnya sambil berjabatan tidak percaya kami sudah melalui 7 Kota 7 hari di India, antara percaya dan tidak serta hari terakhir kami di India berakhir di Kolkata, tempat memulai perjalanan kami.

Dari New Delhi ke Kolkata begitu jauh perjalanan karena kami sampai di Kolkata jam 13:35 di Sealdah station, berbeda dengan stasiun Howrah, tempat kami meninggalkan Kolkata. Di Sealdah station begitu ramai dengan penduduk terus aku dan Yosi keliling di Pasar Sealdah unutk membeli sari Rs200 lalu naik bus ke Suddar Street dekat New Market Kolkata dengan harga bus Rs10 untuk janjian bertemu teman tepatnya Spanish Café. Untuk ke Suddar Street, kami harus menggendong tas berat kami berjalan kaki melewati pasar hingga menemukan Café tersebut yang memiliki wifi gratis. Aku mengeluarkan uang makan Rs 100, serta menu dari Café kebanyakan masakan Spanyol. Gegara wifi gretongan aku dan Yosi seakan menikmati waktu di Kolkata tanpa berburu wisata lainnya hingga jam 5 sore kami bertemu dengan Dizzi, CS Kolkata yang merupakan photographer. Akhirnya kami malah asyyik bercerita hingga jam 6 malam. Bersamanyalah kami ditemani mencari oleh-oleh makanan di New Market serta menemani kami. New Market Kolkata di malam hari ibarat pasar malam yang ramianya minta ampun, India memang luar biasa padatnya seakan melihat pasar malam Indonesia.

Oleh-oleh di Kolkata
Oleh-oleh di Kolkata

Kami dibawa kesalah satu toko beli oleh-oleh Rs580 berupa manisan India dan Rosellas yang berisi air. Awalnya aku seakan ragu-ragu kalau manisan di dalam kaleng dengan air tersebut akan lolos di imigrasi tapi akhirnya beli juga. Barulah jam 7 malam aku dan Yosi berangkat ke Bandara Netaji Subhash Chandra Bose International Kolkata karena penerbangan kami kembali jam 12 malam.

Terus dengan Dizzi pula menyarankan naik bus ke Bandara dengan bus Rs40, yang sangat murah meriah. Beruntungnya kami bertemu dengan Dizzi, CS Kolkata yang baik hati.

Perjalanan dari New Market ke Bandara sekitar 2 jam dengan bus, serta busnya amat sangat padat. Gilanya aku dan Yosi tidak tahu bahwa bandara sudah lewat padahal jam sudah menunjukkan jam 10 malam akhirnya aku dan Yosi keluar dari bus setelah menanyakan orang India dimana bandara yang rupanya kelewatan sedikti. Panik dan sesak pipis waktu itu! Hingga akhirnya aku dan Yosi memutuskan naik taxi Rs50 berdua karena dekat. Beruntungnya kami masuk sampai juga ke Bandara Netaji Subhash Chandra Bose International Kolkata lalu menuju ke Imigrasi India.

Bandara Kolkata
Bandara Kolkata

Pas Imigrasi India, aku salah masuk di tempat laki-laki karena di India berpisah masuknya laki-laki dan wanita. Nha pas Imigrasi terjadi insiden dimana manisan Rosellasku berisi air dicegat, mengingat Rs580 akhirnya kalengnya aku buka airnya kubuang terus ku scan ulang barulah aku bisa masuk dengan barangku yang membuatku rempong. Lain masalahku lain masalah Yosi, Yosi harus membayar bagasi Rp300.000 karena dia kelebihan bagasi 13 Kg, punyaku sebenarnya 9 Kg hanya saja aku keluarkan oleh-oleh sehingga tasku hanya 5,4 kg saja. Si Yosi kelihatan sebel akan adegan bagasi itu tapi jadi pelajaran berharga untuk tidak membawa barang banyak khususnya baju saat bepergian, capek rempong bok!

Akhirnya perjalanan India kami berakhir dengan penuh drama, bahagia, senang, sedih, khawatir, ditipu-tipu, terus bertemu orang baik bercampur seperti gado-gado perjalanan yang tak terlupakan!

Anehnya kekotoran India sebanding dengan keindahannya!

India, aku jatuh cinta!

Rencana Perjalanan dan Budget di Kolkata, 4 Maret 2016

12:35am Tiba di Kolkata
12:35 pm – 14:00 pm Sealdah rail station di Kolkata
14:00 pm – 18:00 pm Keliling Kolkata
19:00 pm – 21:00pm ke Bandara Netaji Subhash Chandra Bose International Jam 9 malam terbang ke Jakarta

Rincian Itenarary dan Budget Trip di Kolkata, 4 Maret 2016

14:00 Tiba di Stasiun Seladah Kolkata

14:00 – 16:00  Keliling pasar Sealdah, beli sari Rs200 bus Rs10

16:00 – 17:00 Ke Spanish Café di Suddar Street, makan Rs 100

17:00 – 19:00  Wifi gratis di Spanish Café bertemu dengan Dizzi CS Kolkata lalu beli oleh-oleh Rs580

19:00 – 21:00 ke Bandara dengan bus Rs40, lalu naik taxi Rs30.

Biaya pengeluaran Hari kedelapan Kolkata Perjalanan Backpacker Ke India

Sari Rs200, bus dan makan siang Rs110, oleh-oleh Rs580, bus ke Bandara dan Taxi Rs 70 = Rs 950

Highlight objek wisata Hari kedelapan Kolkata

Hanya bisa melihat New Market dan beli makanan khas Kolkata di hari terakhir di India, bermula dari Kolkata berakhir di Kolkata

 

Salam

Winny

Iklan

28 tanggapan untuk “Kolkata dan Perjalanan Terakhir di India

  1. Hahahaha,,, walaupun bau pesing di kelas sleeper, tapi tetep rindu ya kak Winny? 🙂 duh memang sampean dengan mbak Yosi agak miring, ew mbak, hahahahaha pizzzzzz a….
    La secara di kelas 3AC kan lebih bersih dan untuk menengah ke atas pula, eh lakok malah rindu yang kelas menengah ke bawah,,,, Du berakhirnya mbak Winny di India, maka berakhir pula aku membaca postingannya mbak Wiiny tentang India,,,,, (merasa sedih) ,,, keren mbak cerita perjalanannya 🙂

  2. Bisa ya kekotoran berbanding dengan keindahan, mata berarti harus fokus ke keindahan. 😀
    Btw, 13 kg 300 ribu, lumayan.AKu pernah mayun, kelebihan 4 kilo jadi 800 ribu, di Sydney tepatnya. 😥 Setelah itu jadi pelit bawa oleh-oleh. 😀 😀

  3. Iya memang di kereta atau pesawat yang termasuk kelas Bisnis/Eksekutif semacam kelas AC Third kayak gitu malah kurang nyenengin..individualis dan kurang berbaur. Aku setuju sama kak winny, mendingan kelas sleeper/ekonomi, karena jiwa sosial kita tinggi…hehe
    salam kenal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s