Trip ke Varanasi, Kota Suci Sungai Gangga


 If you don’t stand for something, you’ll fall for anything.

By Michael Evans

sungai Gangga
Sungai Gangga

Hello World

Varanasi, 27 Februari 2016

Pupus sudah rencana awal kami untuk melihat Sunrise di Sungai Gangga karena kereta yang seharusnya kami tumpangi ialah kereta No. 12323 dengan harga Rs200 dari Howrah rail station jam 18:50 dan sampai di Varanasi jam 5 pagi berubah jam keberangkatan jam 20:00 dari Howrah station dengan harga tiket kereta Kolkata-Varanasi Rs415 dan tiba jam 09:40.

Untuk pertama kalinya juga buatku dan Yosi untuk mecoba system kereta api India dan bermalam di kereta kelas ekonomi versi India. Maklum dengan rute perjalanan India kami 7 Kota 7 Hari secara marathon maka rencana terbaik ialah dengan tidur di kereta. Kesan kami mengenai kereta India itu awalnya susah dipelajari harus banyak tanya bahkan kami sampai 2x menanyakan peron kereta kami saat di stasiun Howrah, Kolkata. Terus type kereta India juga bermacam-macam dari second class, sleeper, 3AC, 2AC hingga exclusive. Bahkan gerbongnya juga bermacam-macam. Untuk jenis oilihan keretanya mirip yang di China karena di China ada type sleeper. Berkat tanya kami tahu peron kami di peron 10 dan antri di S3 terus mencari tempat duduk kami. Kebetulan aku berada di Upper artinya berada di atas karena dalam satu baris kereta terdapat 6 tempat tidur dengan 3 satu baris. Dalam perjalanan kereta malam Kolkata-Varanasi aku berkenalan dengan Veena, turis asal China yang sudah 7 kali datang ke India. Tidak tanggung-tanggung, dia tinggal di India bisa 1-2 bulan, itulah sebabnya saat kami bertemu dia dengan ayahnya karena ayangnya penasaran kenapa si Veena begitu menyukai India. Aku sampai bertanya “why do you like India that much?” terus dia jawab “just two options about India, you hate it or you love it and I love it”, begitu katanya! Sungguh luar biasa!

varanasi junction railway station
Varanasi junction railway station

Rencana Budget dan Itenarary Perjalanan di Varanasi, Trip hari kedua India

27 Februari 2016 05:10am Sampai di Varanasi
27 Februari 2016 05:10 am – 08:00 am Mengejar sunrise di Ganga Varanasi 20 km by Road, rakes 30-45 minute, auto rickshaw (tuk-tuk)
27 Februari 2016 08:00 am – 12:00 am Tour Sarnath Rs100 Untuk dupa
27 Februari 2016 12:00 am – 14:00 pm Vishwanath temple
27 Februari 2016 14:00 pm – 16:00 pm Ramnagar fort
27 Februari 2016 16:00 pm – 17:00 pm Shopping di Varanasi local market
27 Februari 2016 17:00 pm – 20:00 pm Dasamedh Gates melihat acara Hindu
27 Februari 2016 20:00 pm – 22:00 pm Cari nomor kerta dan tempat duduk di Varanasi Junction rail station Train No. 19570 depart from Varanasi Junction Rail Station at 09:55 pm
27 Februari 2016 22:00 pm – 07:25 am Perjalanan Varanasi ke Agra Rs350 Overnight stay in train
Gangga River
Gangga River

Kami juga beruntung karena berkat Veena juga kami tahu kalau kami sudah sampai di Varanasi. Kelemahan dari sistem kereta Api India, tidak diberitahukan kalau sudah sampai di tempat tujuan jadi jika tidak memperperhatikan waktu tiba maka bisa-bisa tujuannya bisa salah dan nyasar.

Jam 09:40 barulah kami tiba di stasiun Varanasi Junction Railway. Di stasin Varanasi kami membeli tiket dengan tujuan

Agra fort –Jodhpur Rs690/2 orang

Jodhpur – Jaisalmer Rs410/2 orang

Jaisalmer – Jaipur Rs680/ 2 orang

Jaipur-New Delhi Rs Rs 470/2 orang

Di stasiun Varanasi juga kami berkenalan dengan turis asal Argentian “Marcus dan Rico”. Mereka memberikan kami gantungan kunci karena Yosi memberikan cokelat. Di stasiun Varanasi Junction Railway juga kami menumpang toilet untuk mengganti baju barulah kami mencari auto rickshaw ke Sungai Gangga. Untuk ke Sungai Gangga kami membayar Rs50 dengan auto richshaw atau bajaj. Lucunya kami harus berputar jalan ditengah jalan karena ada sapi yang menghalangi jalan padahal Sungai Gangga sudah di depan mata. Memang untuk umat Hindu, Sapi itu merupakan hewan suci. Waktu itu sempat heboh karena jalan kami terhalangi oleh sapi. Dan memang di Varanasi banyak sekali sapi di jalanan, anjing beserta eek dimana-mana! Kalau kata orang jika ingin melihat India sebenarnya itu ada di Varanasi.

Sapi di Varanasi
Sapi di Varanasi

Sesampai di Sungai Gangga, aku dan Yosi berjalan speanjang gate melihat aktivitas orang-orang yang sedang berada di Varanasi. Ada yang mandi di Sungai Gangga, ada yang hanya sekedar jalan-jalan sampai ada yang nyuci baju di Sungai Gangga. Hingga jam 12 kami sampai di Dasameth Gates terus ada banyak sekali nikahan orang India datang ke Sungai Gangga. Karena sudah siang dan lapar serta capek dengan barang bawaan tas kami maka kami makan di dekat Dasameth Gates. Si Yosi sempat belanja gelang-gelang India di pasar tradisional yang ada disekitar Sungai Gangga.

Kami makan siang dekat Sungai Gangga dengan menu paneer chowmie (mie tahu) Rs 90 dan Chai Rs10. Serunya jalan dengan Yosi karena kami selalu makan berdua terus bayarnya bagi dua. Terus setelah kenyang si Yosi beli oleh-oleh lagi sementara aku menukar uang dollar 100 menjadi Rs6500 di Pasara Tradisonal Varanasi. Memang karena Varanasi merupakan salah satu tempat yang dilalui Sungai Gangga terkenal dengan upacara untuk agama Hindu serta tempat membakar mayat lalu dibuang ke Sungai Gangga sehingga tidak heran banyak penginapan, dan restaurant disekitar Sungai Gangga.

Varanasi
Varanasi

Setelah itu kami juga sempat membeli sari di Pasar Tradisional Varanasi, aku sendiri membeli baju buat mamaku seharga Rs250 dan Yosi membeli dua sari.

Terus kami berjalan hingga kami mampir di Milan Café yang katanya rekomendari dari lonely planet dengan kuliner India yang kami coba Laddu Rs50. Rasanya sangat manis!

Puas kuliner ala Varanasi kami melewati Vishwanth temple, hingga ada keputusan aku dan Yosi berpisah tapi kami akan berjumpa lagi di Varanasi Junction Railway station untuk menuju Agra jam 9 malam. Yosi pergi ke Sarnath sementara aku masih ingin mengelilingi Gangga.

Gangga River
Gangga River

Aku sendiri berjalan mengelilingi tepian Sungai Gangga dari Kedar Gate hingga ke Visnu Temple sampai ke Masjid yang ada di Gangga. Aku juga sempat naik ke atas Manmandir Gate dengan membayar tiket masuk Rs100 dan bisa melihat Sungai Gangga dari atas. Dari Manmandir terdapat sejarah Sungai Gangga yang sangat luas serta gambar tentang rangakaian upacara agama Hindu di Gangga.

Aku juga sempat membeli postcard Rs10, berkenalan dengan orang India di Varanasi yaitu Sunny, Rohit dan Musa serta mentraktir mereka chai Rs30 karena menemani jalan kaki sepanjang Sungai Gangga. Terus aku juga ke depan Siwa Temple untuk melihat prosesi pembakaran mayat. Untuk pertama kalinya aku melihat langsung prosesi pembakaran terus yang tak terlupakan ketika dari mayat itu otaknya meleleh. Duh serius aku shock banget ditambah asap dari mayat. Terus upacara pembakaran di Siwa Temple itu setiap hari dari pagi hingga malam. Aku sampai bilang “another dead body” sampai si Rohit dan Sunny bilang “yes its often happened”.

Pembakaran di Sungai Gangga
Pembakaran di Sungai Gangga

Waktu dibolehkan melihat mayat dibakar langsung ternyata aku harus membayar uang kepada penjaganya Rs90 yang awalnya mukanya tidak sedap pas aku kasih segitu, katanya untuk membeli kayu buat warga miskin yang tidak bisa melakukan upcaara kematian. Tapi karena uang tinggal Rs90 dikasih semua. Di depan Sungai Gangga pula aku melihat bagaiman upacara kematian untuk umat Hindu India. Hingga malam harinya aku berjalan kembali ke Dasameth Gates. Selain upacara kematian yang sacral di depan Sungai Gangga tepatnya Siwa Temple (Kashi Vishwanath Temple) maka aku melihat upcara lainnya di depan Sungai Gangga dan banyak sekali umat Hindu berdatangan. Pas melihat acara itu adalah bapak pendeta Hindu ngasih ke jidatku yang aku tidak tahu namanya terus aku memberikan uang Rs10 untuk itu. DI Sungai Gangga pulalah aku mendapat buah anggur dari entah siapa yang katanya buat keberkatan buatku. Akupun hanya ikut jadi penonton dalam upacara Hindu itu sampai jam 7 malam ditengah lautan manusia hingga akhirnya aku mencari rickshaw menuju ke Varanasi Railway Station dan si Bapak supir harus menarik becak segitu jauhnya dari Sungai Gangga ke Stasiun Kereta demi Rs100. Betapa susahnya mencari uang di India, kaya kaya banget, miskin miskin banget bahkan dapat Rp50,000 sehari saja syukur, aku belajar mensyukuri kehidupan di India!

Upacara di Sungai Gangga
Upacara di Sungai Gangga

Sesampai di stasiun aku sempat khawatir karena tidak bertemu Yosi, takut anak orang hilang. Untungnya ada wifi di stasiun India tapi harus registrasi dengan nomor India. Terus disini pula aku sok SKSD dengan orang India dengan maksud wifi gratis dan tadaaaa akhirnya bisa berwifi ria hingga bertemu dengan Yosi.

“Yosi, salam dulu ini adalah Kota kedua kita dalam 2 hari perjalan di India, besok pagi kita sudah berada di Agra”. Lagi kami tidur di  kereta sleeper, perjalanan malam dari Varanasi menuju Agra.

Gangga River
Gangga River

Rincian Perjalanan dan Biaya Hari Kedua di  Varanasi, 27 Februari 2016

09:40 Tiba di Varanasi Junction Railway station.

09:40- 10:00 Membeli tiket ke Jodhpur, Jaisalmer, dan New Delhi

10:00 – 10:30 Naik Bajaj alias auto Rickshaw dari di Varanasi Junction Railway station ke Sungai Gangga Rs50/ 2 orang.

10:30 – 12:53 Keliling Sungai Gangga

12:53 – 15:00 Makan siang dan cemilan di madhur Milan Café dekat Dasameth Gates

15:00 – 18:00 Aku sendirian masih ingin mengelilingi Gangga.

18:00-19:00 naik angkutan sepada ke Stasiun Rs100

19:00-20:00 Sempat menggunakan wifi fratis di stasiun Varanasi

21:00-10:30 Perjalanan kereta malam dari Varanasi ke Agra dengan tidur di sleeper train

Varanasi India
Varanasi India

Biaya pengeluaran Hari kedua Varanasi Perjalanan Backpacker Ke India

Tiket kereta Agra fort –Jodhpur Rs690/2 orang, Jodhpur – Jaisalmer Rs410/2 orang, Jaisalmer – Jaipur Rs680/ 2 orang, Jaipur-New Delhi Rs Rs 470/2 orang = Rs1125/ orang, ongkos Rickshaw Rs25, melihat Gangga dari atas Rs100, ke pendeta dan postacard Rs100, sari Rs250, makan Rs100, ke stasun Rs100, chai Rs45 = Rs1945

Varanasi
Varanasi

Highlight objek wisata Hari kedua Varanasi

Seharian aku puas keliling Sungai Gangga, melihat prosesi pamakaran mayat di depan Kuil Siwa, melihat acara Hindu jam 7 malam di Varanasi.

Salam

Winny

Iklan

45 tanggapan untuk “Trip ke Varanasi, Kota Suci Sungai Gangga

  1. Tumben main ke sini saya Win, dan ceritanya sudah ke India. Woh saya ketinggalan banyak, ini mah keren banget Win. Sebagai seorang Hindu saya ingin suatu hari nanti bisa menjejakkan kaki di anak benua itu dan menyaksikan bagaimana kisah-kisah yang saya yakini dalam iman mewujud nyata di sana :hehe.
    Sungai Gangga memang seperti paradoks, sekarang jadi kotor sekali karena banyak ritual dilakukan di sana. Hmm…

  2. Salah satu dari beberapa hal yang masih belum kesampaian untuk di India ya ke sungai Gangga ini Win. Sewaktu bikin planning kesana kemarin mencoba-coba cari waktu untuk ke Varanasi, tapi nggak ada waktunya euy! 😦 .

  3. Hallo mba winny salam kenal. Itu mayat yang dibakar bau udara sekitar kaya gimana ya mba?… pernah ikut proses pembakaran mayat masy. bali dan aku gak kuat lama lama hehe… mampir blogku ya mba hehehe bila berkenan bisa di follow huehehe salam 😀

  4. Weh,,, mau lihat pembakaran mayat aja harus bayar ya kak? okelah berarti Kota ini harus menjadi destinasi wajib bila kesana. Buat lihat India sesungguhnya,,,, sapi dimana – mana, anjing juga dimana – mana,,, juga eeknya. Tuh kalau keinjek bisa berabe urusannya, hahahaha…. Semakin penasaran saja saya mbak jadinya, apalagi udah ada turis asing yang sampai 7 kali mengunjungi India,,, hmmmm

  5. duh seramnya lihat pembakaran mayat hiksss. temanku yang juga guru yoga cinta bangat sama india rasanya tiap tahun dia ke india. emang india itu memberi kesan mendalam bangat yach buat beberapa orang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s