Hello World!

Padangsidimpuan, 7 Juli 2018

Aku mengetahui tentang Air Terjun Silima-lima di Kecamatan Marancar, Sumatera Utara sekitar 2016 dari temanku Herfina. Waktu itu kami traveling ke kebun bunga di dekat Pintu langit. Temanku langsung menunjukkan photo air terjun yang masih alami. Namun setiap kali aku mengajak balik mereka pasti menolak sambil berkata “loja” alias capek. Barulah di 2018 aku bisa mengunjungi Air Terjun Silima-lima dengan Bang Toni dan keponakanku Nisa.

Kami janjian berangkat jam 9 pagi tapi kami baru berangkat jam 11 pagi. Kami yang hendak liburan ke Air Terjun Silima-lima terdiri dari aku, Bang Toni, Adi dan Nisa. Toni sudah pernah ke Air Terjun Silima-lima namun tidak sampai ke dekat air terjunnya. Sehari sebelumnya aku mengajak Kak Fatma dan Nyak Irma untuk trekking ke Air Terjun Silima-lima namun mereka tidak terlalu minat. Bahkan katanya banyak Limatok (Pacet) di sekitar Air Terjun Silima-lima dan kesana itu butuh usaha banget. Karena aku pecinta alam jadi meski katanya banyak Limatok tidak masalah bagiku meski agak was-was juga. Bahkan keponakanku Nisa yang tidak terlalu suka jalan-jalan ikut serta.

Akses ke Air Terjun Silima-lima

Sebelum ke Air Terjun Silima-lima, kami berempat sempat sarapan berupa Lontong. Memang Lontong adalah salah satu sarapan terenak di Padangsidimpuan, dan tempat sarapan kami itu di sebuah warung dalam perjalanan ke Air Terjun Silima-lima. Jarak dari Padangsidimpuan Kota ke Air Terjun Silima-lima tidaklah terlalu jauh, kami berangkat jam 11, sekitar jam 12 kami sudah sampai di depan Air Terjun Silima-lima, padahal kami sempat sarapan di warung.

Sebelum ke Air Terjun Silima-lima, Nisa sempat menakut-nakutin kalau pernah ada yang meninggal di Air Terjun Silima-lima. Gara-gara itu aku jadi agak-agak ke Air Terjun Silima-lima namun tetap kami liburan ke Air Terjun Silima-lima. Terus karena takut Limatok akupun memakai kaos kaki mengantisipasi agar tidak digigit.

Jalanan ke Air Terjun Silima-lima

Untuk masuk ke Air Terjun Silima-lima tidak dikenakan biaya namun kena biaya parkir Rp15.000. Dari arah parkir terlihat jelas Air Terjun Silima-lima dengan debit air yang lumayan. Menariknya di Air Terjun Silima-lima jalananya sudah sangat kondusif. Meski waktu perjalanan dari Gang ke arah Air terjun jalanananya tidak terlalu bagus. Saat menuju ke Air Terjun Silima-lima jalannya sudah berupa tangga yang disemen dengan pegangan pagar dari besi.

"Kak, najolo tano dope dalanni on, 
baru mardalan ami sian lopi i", kata Adi kepadaku

(Tahu gak kak dulu jalanan ini masih tanah dan 
kami harus jaland ari warung sudut jalan)

Air Terjun Silima-lima

Ternyata dulu akses ke Air Terjun Silima-lima tidak semudah sekarang. Dulu orang harus berjalan sekitar 1-2 jam kedalam hutan sementara sekarang sudah sangat mudah karena adanya tangga. Aku sangat salut dengan pemerintah Tapanuli Selatan yang berinisiatif untuk memperbaiki akses ke Air Terjun Silima-lima.

Meski sudah memiliki jalanan di semen, namun ke Air Terjun Silima-lima penuh tenaga ekstra untuk menurun. Kami sempat iseng mengitung jumlah anak tangga yang ada. Kemungkinan ada 1000 anak tangga dengan jalanan yang kecil sekali. Tidak kebayang bagiku jika berjalan dalam keadaan tanah basah. Aku sangat suka trekking ke Air Terjun Silima-lima karena udara yang segar dan pepohonan rindang. Kami berjalanan ke dekat Air Terjun Silima-lima sekitar 30 menit.

Air Terjun Silima-lima

Hal menarik lainnya dari Air Terjun Silima-lima adanya fasilitas kamar mandi yang disediakan Pemerintah. Aku salut dengan bentuk kepedulian terhadap Air Terjun Silima-lima. Yang menjadi tingkat kesulitan menuju ke Air Terjun Silima-lima justru pada sebuah pohon besar yang tumpang. Pohon besar itu lah jalan menuju ke dekat Air Terjun Silima-lima. Keponakanku Nisa sempat ketakutan tingkat tinggi.

"Ete, nabisa au tusi", sambil menahan takutnya
(Tante, gak bisa aku kesana)

Akhirnya aku harus memegang Nisa sambil melewati jembatan pohon kayu. Yang paling membuat jantung berdecak kencang saat melompati pohon ke tanah, duh bikin deg-degan. Tapi terbayar dengan keindahan Air Terjun Silima-lima.

Air Terjun Silima-lima

Air Terjun Silima-lima memiliki tinggi yang lumayan tinggi, mungkin sekitar 80 meter dengan batuan air yang besar. Air dari Air Terjun Silima-lima sangat bersih dan pemandangan sekitarnya itu loh hijau banget. Cuma aku tidak dapat kenapa nama air terjun itu “Silima-lima” artinya lima. Karena jumalh air terjunnya sih hanya 1 saja yang besar. Kalau kata Bang Toni dan Adi karena bentuknya seperti tangga dengan jumlah 5. Aku yang memiliki imajinasi terbatas mencoba menghitung-hitung namun aku tidak dapat. Tapi yang pasti aku suka dengan Air Terjun Silima-lima, salah satu tempat wsiata alam Padangsidimpuan, Sumatera Utara, kampungku.

Rasanya pas mengunjungi tempat wisata kampung sendiri itu membuatku sangat bangga. Serta sekaligus senang bisa memperkenalkan wisata kampung sendiri.

Air Terjun Silima-lima

Air Terjun Silima-lima

Kami juga sempat bertamasya di Air Terjun Silima-lima dengan makan di Air Terjun Silima-lima. Makanan yang kami bawa berupa cemilan yang telah kami siapkan. Sampah dari makanan yang kami makan kami bawa kembali karena belum ada tong sampah di Air Terjun Silima-lima.

Kalau yang tidak mau repot bawa makanan dari rumah tidak perlu khawatir karena di jalan menuju ke Air Terjun Silima-lima terdapat warung untuk membeli makanan bahkan terdapat Musholla untuk beribadah. Namun buat wanita harus membawa mukenah karena tidak ada mukenah.

Oh ya saat kami mengunjungi Air Terjun Silima-limas sedang perbaikan jalanan sehingga kami harus berhati-hati dengan langkah kami.

Air Terjun Silima-lima

Mengunjungi Air Terjun Silima-lima lagi-lagi menambah tempat wisata yang aku kunjungi di Tapanuli Selatan. Untungnya yang dirasakan teman-teman seperti capek tidak aku alami dan terbebas dari Limatok. Alhamdulillah rezeki anak soleh 🙂

Alamat Air Terjun Silima-lima

Maju Mambe

Kecamatan Marancar

Padangsidimpuan

Sumatera Utara

Salam

Winny

Advertisements

Posted by Winny Marlina

Indonesian, Travel Blogger and Engineer

7 Comments

  1. Karena udah disemen beton begitu cadi nggak ada pacet ya, Kak Win. Mantep nih panas panas ke air terjun. Jadinya boleh mandi nggak di sekitar air terjun?

    Reply

    1. Boleh tapi kami gak mandi

      Reply

  2. Cakep banget air terjunnya Win. Euih duta wisata Padangsidempuan ya Win. Salam

    Reply

    1. Bangga jadi duta wisata kampung sendiri kak 🙂

      Reply

  3. Barusan sebelumnya baca pengalaman Kak Winny jadi MT.. Jadi penasaran.. Jadi Kakak sekarang kerjanya sebagai Traveler dan Blogger profesional kah?

    Reply

    1. Bukan, aku sekarang kerjanya mengabdi pada Negara heheheh

      Reply

  4. Fasilitasnya lengkap ya disana,, terus air terjunnya juga kece.. air terjun di sumut kayanya emang cantik2 banget deh..

    -Traveler Paruh Waktu

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.