Perjalanan ke Salju Panas Tinggi Raja


BUKIT KAPUR TINGGI RAJA, cotton castle of Indonesia. We said a hot snow in Sumatera

Bukit Kapur Tinggi Raja Sumatera Utara
Bukit Kapur Tinggi Raja Sumatera Utara

Hello World, Hello Universe!

Siapa yang tidak kenal dengan Danau Toba, wisata andalan Sumatera Utara. Tapi tahukah kamu bahwa Sumatera Utara tidak hanya Danau Toba meluliu, ada sebuah wisata menarik sekelas Pamukkale yang tersimpan di Sumatera Utara tepatnya di Dolok Tinggi Raja, “Salju Panas”, namanya Pamukkale nya Indonesia.

Salju Panas Tinggi Raja atau sering disebuat sebagai  Bukit Kapur Tinggi Raja merupakan kawasan bukit kapur yang memilki warna eksotis. Terdapat dua bukit kapur di kawasan Bukit kapur Tinggi Raja. Kedaua bukit  yang merupakan objek wisata di tempat ini bisa didatangi sekaligus, karena jarak antar keduanya yang tidak berjauhan. Disisi atas ada bukit kapur berwarna putih berbentuk seperti lereng sawah dengan warna air biru sehingga  kelihatan seperti salju lengkap dengan kawah air panasnya dan disebelah bawah ada bukit kapur berwarna hijau disertai aliran sungai dingin.

Aku sangat beruntung bisa menjelajah Pamukkale Indonesia sehingga aku tidak perlu jauh-jauh ke Turki untuk melihat cotton castle. Awal pertama ke Salju Panas dari ajakan temanku Imam untuk menikmati wisata rahasia Sumatera Utara. Tanpa pikir panjang aku langsung ikut bergabung dengannya beserta anggota tim lain yang sudah siap sedia untuk touring ala sepeda motor. Tim lain tersebut terdiri dari Rahman dan Rahim bersaudara, Rahmad, Sigit, Fery dan NIa. Kami berdelapan dengan bermodalkan 4 sepeda motor berangkat dari Medan ke Tinggi Raja untuk melihat Salju Panas Indonesia.

Yah kami ingin melihat sisi lain Indonesia, keindahan alam yang tersimpan!

Tapi ternyata perjalan ke Tinggi Raja bukanlah semudah yang kami bayangkan. Jalannya kecil, jelek dan tidak terawat. Kami butuh 4 jam dari Medan untuk sampai ke Tinggi Raja. Lelah sekali rupanya duduk di sepeda motor dengan jalanan yang berliku dan terjal.

Sesampai di tujuan, rasa lelah kami hilang dengan pesona Tinggi Raja. Untaian Mutiara dalam bentuk Sulfur putih dibalut dengan warna hijau dan air biru yang panas! Luar biasa sekali Wisata Indonesia! Salju terindah yang aku lihat walau aku belum pernah melihat salju sebenarnya tapi inilah Salju Panas di Sumatera Utara, berlian yang tersimpan di belantara hutan Tropis Sumatera.

Aku dan tim merasa sangat puas dengan pemandangan luar biasa Bukit Kapur Tinggi Raja, si Pamukkale Indonesia.

Info Penting Tentang Salju Panas Tinggi Raja Sumatera Utara

Transportasi ke Salju Panas/Bukit Kapur Tinggi Raja hanya bisa dilalui dengan sepeda motor karena jalanan yang kecil. Untuk lama perjalanan ke Salju Panas Tinggi Raja sekitar 3-4 jam perjalanan dari kota Medan.

 Untuk mencapai lokasi kawasan konservasi Salju Panas, ada dua alternatif perjalanan darat yang bisa ditempuh, yaitu :

1) Medan – Lubuk Pakam – Tebing Tinggi – Dolok Tinggi Raja, dengan jarak 110 km atau waktu tempuh 3 jam perjalanan.

2) Medan – Lubuk Pakam – Galang – Dolok Masihul – Dolok Tinggi Raja, dengan jarak 97 km.

Biaya masuk ke Salju Panas: Rp5000

Penginapan : Tidak ada penginapan di Salju Panas

-Salam-

winnyalna

 

 

 

 

 

 

 

 

Weeny Traveller

 

Iklan

31 tanggapan untuk “Perjalanan ke Salju Panas Tinggi Raja

  1. Heat Snow King is a very interesting name! Great piece, Winny, showing me a world I wouldn’t otherwise know. I know so little of Indonesia. Great post.

  2. Bukit Kapur Tinggi Raja ( kawah Putih )
    berkali kali pergi pulang dari sana, semakin lama semakin mengecewakan..
    sudah perjalanan yang sangat jauh sampai 3-4 jam disertai jalan yang rusak
    dan juga cuaca yg panas, tapi dianggap seperti BANK BERJALAN.
    berawal dari permintaan sumbangan dikarenakan perbaikan jalan yg rusak,
    maka kami hargai lah memberi sumbangan senilai 2ribu rupiah..
    sesampai disana masuklah ke toilet yg digantungkan kotak sumbangan. kami beri la 5 ribu rupiah
    berhubung ada sekitar 6 anggota yg memakai toilet tersebut
    tidak lama ke 3 kalinya berpergian ke Bukit Kapur ini, kami dihadang oleh sejumlah PP
    dan diwajibkan harus memberi uang senilai 10ribu rupiah ( Tidak tau dan tidak jelas untuk apa sumbangan tersebut )
    dgn rela kami berikan saja, jika tidak dikasi, kami akan dihadang soalnya.
    lanjut perjalanan, kami dimintai lagi sumbangan senilai 5 ribu rupiah untuk perbaikan jalan.
    ( Sumbangan koq ada minimalnya )
    kami berikan lagi.. sesampai kedalam, dimintai lagi sumbangan, kami berikan lagi 2 ribu rupiah..
    dan sampailah disana..

    untuk kali ke 6 kami berpergian, masih sampai daerah bangun purba, sudah dihadang sekelompok
    anak muda tak dikenal dimintai uang sumbangan..pada saat itu mereka menghadang jalan agar tidak bisa dilewati.
    KAMI BERIKAN LAGI LAH UANG.
    sesampai di daerah PP, KAMI BERI LAGI UANG KAMI. dan sekiranya 3km kami jumpa lagi sejumlah pp
    yg memperbaiki jalan, KAMI BERI LAH 5 RIBU RUPIAH.
    dan sekiranya 3km, Dijumpai lagi sumbangan untuk perbaikan jalan.
    Kami berilah senilai 2 ribu rupiah dan hadiah yg kami dapat adalah makian seperti ” KOK 2 RIBU KAU KASIH ”
    lalu kami menjawab ” sudah banyak didpn yg minta ”
    dan kami pun dijawab ” BUKAN URUSAN KAMI ITU ” dgn nada bentak. ( Sedap? )
    tak jauh dari sana lagi, DIMINTA LAGI SUMBANGAN WAJIB. KAMI BERILAH LAGI.
    tak jauh lagi dari sana, disambut juga anak anak kecil yg mengikuti org dewasa yg minta meminta
    ( Mungkin orang tuanya juga begitu )
    Sesampai disana, DIMINTAI LAGI tiket masuk perkepala senilai Rp,1000. mmg tdk banyak tapi uda habis dari awal.
    Belum lagi mau HITUNG PARKIR disana 10RIBU Sampai 30RIBU.

    untuk kali ke 10 berpergian, Seperti itu juga, dan jauh lebih parah, 8x dimintai sumbangan setan
    masing” minta minimal tuntutan, kalo ga dikasi uangnya, ga dikasih lewat plus dimaki.
    hitunglah 10ribu untuk 1 tempat, jika dikali 8 sudah 80 ribu perak.
    parahnya lagi toilet disana juga ikut ikutan dimintai perkepala 3000 untuk skali masuk tanpa alasan apapun.
    3000 rupiah jika bawa teman 30 org udah 90 ribu. belum lagi pas pulangnya masuk lagi uda 180ribu..
    Jika ditotal dari awal sampe pulangnya sudah mau habis uang sekitar 300 ribu.
    180ribu untuk toilet, 10ribu untuk masing” sumbangan sampai sekitar 8x dan jadi 80 ribu.
    belum termasuk uang masuk dan uang parkir
    ditotal sudah 300ribu lebih..

    SUMBANGAN ATAU PEMERASAN!!?????ADA KAKI ADA TANGAN DIPAKE BUAT NGEMIS
    ORANG JAUH JAUH DATANG MAU BERWISATA LIBURAN, TP DIANGGAP SEPERTI BANK BERJALAN.

    Uang tak jelas kemana dan untuk apa, jalan tetap makin rusak, serba uang disana, sampah bertebaran kemana mana.
    alam dirusak rusak, pohon ditebang tebang.
    Masihkah anda mau pergi?bole ditanya sama teman yg sudah pernah pergi. kalau perlu dicoba sendiri saja pergi
    semoga menikmati..

  3. Heehehehh
    Kebetulan saya baru dr sna td pagi, jln hancur kutipan liar dmna mana,ini disebabkan krn objek tsb blm dikelola oleh pemerintah ( info dr pemuda stmpt) krn msh di kelola pemuda stmpt makanya suka2 dia matokin sumbangan
    Klo saya di tanya ga bakalan mw lagi k sna klo blm dikelola bener2 ama pemda stmpt,rugi k sna
    Udh jauh,kutipn liar dmn mna,jlnan rusak, tp klo parkir sih kagak maslh yg pntg aman buat kendaraan aja,krn yg jagain parkir pemuda stmpt
    Tp yg bikin parah mw jalan ksna bnyk preman pemeras,yg ga pnya otak
    Makanya kebanyakan org kita milih liburn ke luar negri,tggl dtg’diladeni dgn sopan diberlakukan dgn baik,keamanan di jamin

  4. Ya sekarang banyak kutipan liar di sepanjang jalan, tp ad bebrapa pungutan wajar karena ada sebagian org yg mau memperbaiki jalan yg rusak dengan menimbun jalan sbg ucapan terima kasih ya g ada salah’a memberi mereka uang minum.
    yg salah banyak kelompok anak2 muda yg melakukan pungutan2 di sepanjang jalan kl dihitung2 mencapai puluhan pungutan hnya untuk kepentingan pribadi. hal ini yg membuat org mls bt kembali kesana.

  5. Terimakasih telah mengingatkan kembali tempat yang pernah saya kunjungi sekitar tahun 70 / 80 an? Lupa waktunya. Waktu itu saya masih SD/SMP, ketika tempat ini pertama kali di expose dan banyak orang Medan yang berwisata kesana.
    Sangat mengharapkan tempat ini tidak dirusak, dulu di sungainya banyak sekali batu marmer yang besar-besar, diameter lebih dari 1 meter. dan banyak wisatawan (termasuk saya) melakukan pengrusakan dengan mencoba memecah batu2 marmer tersebut menjadi yang kecil agar dapat dibawa pulan sebagi kenang-kenangan.
    Yang paling berkesan bagi saya waktu itu selain salju panas, adalah pada saat berenang di sungai, ada satu area yang sungainya mengalami pencampuran antara air dingin dan air panas, jadi di satu sisi airnya dingin dan di sisi lain airnya panas. Tempat ini kalau dikelola dengan benar, bisa menjadi suatu daya tarik yang luar biasa untuk wisatawan, semoga bisa tetap dijaga kelestariannya.
    Dengan sedikit ekstreme, saya kok mengharapkan pungli di lokasi perlu ditingkatkan lagi sampai ke level dimana orang tidak ingin berkunjung kesana sehingga tempat ini tetap terjaga dan tidak rusak, nanti 5 – 10 tahun lagi, pada saat pemerintah sanggup mengelola dengan benar, baru tempat ini dikelola secara profesional dan dibuka untuk wisatawan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s