“Kabur” ke Dili, Timor Leste


Hello World!!!. Salam Hangat buat para Travellers dan Backpackers. Kali ini, Indonesian Backpacker’s Blog akan mengupas tentang perjalanannya keliling Kota Dili, Timor Leste selama Sehari penuh.

Sejarah Singkat Timor Leste

Timor Leste atau Timor Lorosa’e merupakan sebuah Negara kecil yang baru merdeka yang dulunya merupakan bagian dari NKRI yang dikenal dengan Timur Timor (East Timor). Namun karena propaganda dan campur tangan Negara-negara barat yang memiliki kepentingan, akhirnya pada tahun 1999 keluar referendum untuk merdeka dan secara resmi pada tahun 2002 terbentuklah Negara baru Republik Demokratik Timor Leste.Continue reading ““Kabur” ke Dili, Timor Leste”

MANDI DI ‘AIR TERJUN OEHALA’


Hello World!

Satu lagi tempat wisata yang bisa Anda kunjungi di daerah Nusa Tenggra Timur sebagai referensi yaitu ‘Air Terjun Oehala’.

Oe (Bahasa Kupang) berarti air. Air Terjun terletak tidak jauh dari kota SoE, berlokasi di Desa Oehala, sekitar 13 km dari kota SoE (10 km dari dari jalan utama plus 3 km masuk ke dalam).

Aku, Monica, Andi, Ari, Ade, Bobi ke air terjun ini 15 november 2012 lalu dengan naik mobil pribadi yang dikendarai oleh ari. Sangat mudah akses ke air terjun oehala ini khususnya dari Kupang cukup menuju ke arah Soe (daerah yang dingin, daerah pegunungan sekitar 2 jam dari kupang dan sejuk mirip Brastagi di Medan) dan sampai ke arah Kapan, ada tugu kemudian belok ke arah kanan, jangan ke arah Atambua.  Kami berangkat dari jam 9.30 WITA dan sampai pukul 13.30 WITA karena sebelumnya kami mampir makan di rumah makan rumah kanduang, makanan khas padang untuk makan siang,.

Sesampai di air terjun Oehala maka kami harus melewati tangga dari semen menurun sekitar 40 anak tangga dengan jarak yang pendek-pendek. Keunikan dari air terjun oehala terletak aliran air yang jernih mengalir di batu yang berwana putih dan bercampur hijau mirip lumut tapi bukan lumut, 7 tingkat besar air terjun, dan beberapa anakan kecil air terjun dan ke bawah ada air terjun kembar yang jaraknya 1 meter dan air terjun yang datar mirip dengan kasur.

Disekitar oehala ada tempat berteduh dan kamar ganti, sayangnya air terjun ini kurang terawat, airnya dipenuhi dengan daun yang berguguran dari pohon disekitar air terjun. Pemandangan yang menarik di sekitar air terjun ialah pepohonan yang hijau dan air terjun yang jernih yang menggoda kita untuk mandi. erdapat 2 buah lopo (bangunan peristirahatan tradisional khas suku dawan) juga dapat anda gunakan untuk beristirahat. Lopo yang pertama anda jumpai adalah tepat dibawah area parkir yang disediakan, sedangkan lopo yang ke-2, berada di dalam area Air Terjun Oehala (disekitar Air Terjun Oehala).  Karcis masuk yang ditetapkan sebagai biaya retribusi memasuki lokasi Air Terjun Oehala ini adalah Rp. 3.000 bagi pengunjung dewasa, dan Rp. 1.500 untuk pengunjung anak-anak. Namun waktu kami kesini tidak bayar karena penjaga air terjun lagi absen, hehe 😀

Bobi dan Ade serta Ari langsung mandi di air terjun, sedangkan aku dan Monica hanya melihat dan bernarsis ria sedangkan Andi ;malah menjelajah dan memberikan roti sama anjing kurus. Disekitar area air terjun ada penjual minuman dan buah serta anjing yang tidak terurus juga. Tak lama kemudian, Bobi dan Ade menyuruh difoto sehingga aku dan Monica terpaksa deh ikut-ikutan naik ke atas batu air terjun oehala dipandu oleh Ari untuk bernarsis ria (tentu saja kami ikut dengan senang hati :), karena berfoto itu hobbi,,hehe).. Meski celana panjangku basah tak masalah karena air terjun ini sangat bagus untuk berfoto dan airnya dingin, dan asli dari air pegunungan, tidak seperti di Kupang yang airnya dari air limestone. Tak terasa kami berlima menghabiskan 1 1/2 jam hanya untuk berfoto di Oehala ini dan jam 15.00 WITA kami pun meninggalkan air terjun ini.

Saran saya bagi pengunjung yang ingin ke OEHALA ini sebaiknya membawa bekal makanan dan pakain ganti serta jangan sampai lupa membawa camera karena air terjun oehala lumayan bagus buat foto-foto.

Winny, Bobbi, Monica, Ade dan Ari

Tangga menuju Oehala

oehala

Winny di Oehala

Sopo

Andi Sutrisno  di oehala

Ade in Oehala

Bobi in Oehala

Ari in Oehala

Monica in oehala

Bermain di Kebun Binatang Bandung


Hello World!!!.

Satu lagi tempat menarik yang bisa dikunjungi di Bandung yaitu Kebun Binatang Bandung. Saya sangat suka hewan dan sangat tertarik terhadap dunia satwa karena bisa menambah ilmu dan wawasan khususnya mengenai hewan. Kebun Binatang Bandung sangat dekat dengan ITB sihingga saya dan teman saya rudi singgah disini februari 2012. Ini ketiga kalinya saya ke Bandung dan kali ini mengikuti seleksi kerja dan sekalian mengelilingi Bandung dan sewaktu mengitari area ITB maka ada di benak saya mampir ke kebun binatang ini.

Usut demi usut ternyata Kebun Binatang Bandung pada awalnya dikenal dengan nama Derenten dalam bahasa Sunda, kalau diartikan ke bahasa Indonesia ialah kebun binatang. pendiriannya pada masa penjajahan Belanda tahun 1930 dan peresmiannya pada tahun 1933 oleh Bandung Zoological Park dan dikenal pula dengan nama Botanic Zoo.

Continue reading “Bermain di Kebun Binatang Bandung”

Yuk Lihat Bintang di Bosscha


Hello World!!
Satu lagi tempat menarik yang bisa anda kunjungi jika berkunjung di Bandung, Jawa Barat Indonesia yaitu jangan lewatkan untuk singgah di tempat peneropongan bintang bosscha. Bosscha ialah satu tempat peneropongan bintang tertua di Indonesia. Observatorium Bosscha berlokasi di Lembang, Jawa Barat, sekitar 15 km di bagian utara Kota Bandung. Observatorium Bosscha merupakan fasilitas penelitian astronomi milik ITB. Kegiatan utama Observatorium Bosscha adalah penelitian dan pendidika. Di program ini, pengunjung dapat melihat cara kerja teleskop Zeiss dan mendapat informasi astronomi.Continue reading “Yuk Lihat Bintang di Bosscha”

Menapak Kaki di Negeri Sriwijaya, Palembang


Hello World!!!

Kali ini saya akan mencoba mengupas satu lagi tempat di Indonesia yang Layak untuk di Jelajahi. Yap, Negeri Sriwijaya, Palembang.

Negeri Sriwijaya, Palembang menyimpan banyak hal yang bisa di nikmati bagi yang ingin berkunjung kesana. Dari Wisata Kuliner, Wisata Alam, Wisata Budaya dan Sejarah tersaji lengkap di Negeri Sriwijaya ini.Continue reading “Menapak Kaki di Negeri Sriwijaya, Palembang”

AEK SIJORNIH


Hello World!!

Kali ini saya akan mencoba mengupas satu lagi tempat di Indonesia yang Layak untuk di Jelajahi ‘Aek sijornih. Aek sijornih, nama sebuah air terjun yang berarti air jernih. Aek (bahasa batak) = air (bahasa indonesia), sijornih (bahasa batak) = jernih (bahasa indonesia). Lokasi aek sijornih ini terletak di Desa Aek Libung, Kecamatan Sayur Matinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan, Propinsi Sumatera Utara. Berjarak sekitar + 35 km arah timur dari Padang Sidempuan. Dapat dicapai dengan kendaraan umum antara lain becak, motor, angkot, bis mini dan bis lintasan timur sumatera selama kurang lebih satu jam dari Kota Padangsidempuan. Tiket masuk adalah Rp 5000/orang.Continue reading “AEK SIJORNIH”

Sunset di Belakang Asrama


Hello World!!!.

Menikmati sunset ternyata bisa dari mana saja tak terkecuali dari belakang asrama tempat tinggal saya sendiri. Mengabadikan setiap momennya dengan menggunakan kamera hp ternyata memiliki kepuasan tersendiri. Yang membuat saya kagum adalah pemandangan ini tak akan sama saya lihat setiap harinya, sungguh luar biasa.

Berikut ini saya publikasikan beberapa gambar yang sempat saya abadikan.Continue reading “Sunset di Belakang Asrama”

Menariknya Taman Buaya Asam Kumbang, Medan


Hello World!!!

Kali ini saya akan mengupas tentang dunia satwa yaitu penangkaran buaya (Crocodile Farm) yang dikenal dengan nama Taman Buaya, Medan.  Taman Buaya yang berlokasi di Jl Bunga Raya 2, No 54, Sunggal, Medan, daerah Asam Kumbang, Medan, Sumatera Utara.

Akses ke Taman Buaya Asam Kumbang

Saya, dan dua teman (Rahma dan Thimo) berkunjung ke taman buaya yang terkenal dengan sebutan Taman Buaya Asam Kumbang. Kami pergi ke tempat ini siang dan naik angkot. Naik Angkot 64 turun di Kampung Lalang (pemberhentian terakhir Angkot sebelum masuk ke Terminal Pinang Baris). Lalu ganti Angkot ke arah Taman Buaya (dari perempatan Kampung Lalang belok kiri searah ke Terminal Pinang Baris). Pulang, gunakan Angkot dari arah berlawanan kembali ke Kampung Lalang, lalu ambil Angkot nomor 23 untuk menuju ke Medan Kota dari jalan utama di kawasan Asam Kumbang. Bisa juga naik angkot nomor 135 biru kalau mau ke USU.

Cukup mudah menemukan lokasi penangkaran buaya ini.  Angkot akan menurunkan Anda di depan gapura yang bergambarkan buaya yang merupakan papan petunjuk menuju ke Taman Buaya. Dari gapura ini, cukup jalan kaki sekitar 100 meter dan sampailah ke lokasi Taman Buaya.

Continue reading “Menariknya Taman Buaya Asam Kumbang, Medan”