Hello World!

Satu lagi tempat wisata yang bisa Anda kunjungi di daerah Nusa Tenggra Timur sebagai referensi yaitu ‘Air Terjun Oehala’.

Oe (Bahasa Kupang) berarti air. Air Terjun terletak tidak jauh dari kota SoE, berlokasi di Desa Oehala, sekitar 13 km dari kota SoE (10 km dari dari jalan utama plus 3 km masuk ke dalam).

Aku, Monica, Andi, Ari, Ade, Bobi ke air terjun ini 15 november 2012 lalu dengan naik mobil pribadi yang dikendarai oleh ari. Sangat mudah akses ke air terjun oehala ini khususnya dari Kupang cukup menuju ke arah Soe (daerah yang dingin, daerah pegunungan sekitar 2 jam dari kupang dan sejuk mirip Brastagi di Medan) dan sampai ke arah Kapan, ada tugu kemudian belok ke arah kanan, jangan ke arah Atambua.  Kami berangkat dari jam 9.30 WITA dan sampai pukul 13.30 WITA karena sebelumnya kami mampir makan di rumah makan rumah kanduang, makanan khas padang untuk makan siang,.

Sesampai di air terjun Oehala maka kami harus melewati tangga dari semen menurun sekitar 40 anak tangga dengan jarak yang pendek-pendek. Keunikan dari air terjun oehala terletak aliran air yang jernih mengalir di batu yang berwana putih dan bercampur hijau mirip lumut tapi bukan lumut, 7 tingkat besar air terjun, dan beberapa anakan kecil air terjun dan ke bawah ada air terjun kembar yang jaraknya 1 meter dan air terjun yang datar mirip dengan kasur.

Disekitar oehala ada tempat berteduh dan kamar ganti, sayangnya air terjun ini kurang terawat, airnya dipenuhi dengan daun yang berguguran dari pohon disekitar air terjun. Pemandangan yang menarik di sekitar air terjun ialah pepohonan yang hijau dan air terjun yang jernih yang menggoda kita untuk mandi. erdapat 2 buah lopo (bangunan peristirahatan tradisional khas suku dawan) juga dapat anda gunakan untuk beristirahat. Lopo yang pertama anda jumpai adalah tepat dibawah area parkir yang disediakan, sedangkan lopo yang ke-2, berada di dalam area Air Terjun Oehala (disekitar Air Terjun Oehala).  Karcis masuk yang ditetapkan sebagai biaya retribusi memasuki lokasi Air Terjun Oehala ini adalah Rp. 3.000 bagi pengunjung dewasa, dan Rp. 1.500 untuk pengunjung anak-anak. Namun waktu kami kesini tidak bayar karena penjaga air terjun lagi absen, hehe 😀

Bobi dan Ade serta Ari langsung mandi di air terjun, sedangkan aku dan Monica hanya melihat dan bernarsis ria sedangkan Andi ;malah menjelajah dan memberikan roti sama anjing kurus. Disekitar area air terjun ada penjual minuman dan buah serta anjing yang tidak terurus juga. Tak lama kemudian, Bobi dan Ade menyuruh difoto sehingga aku dan Monica terpaksa deh ikut-ikutan naik ke atas batu air terjun oehala dipandu oleh Ari untuk bernarsis ria (tentu saja kami ikut dengan senang hati :), karena berfoto itu hobbi,,hehe).. Meski celana panjangku basah tak masalah karena air terjun ini sangat bagus untuk berfoto dan airnya dingin, dan asli dari air pegunungan, tidak seperti di Kupang yang airnya dari air limestone. Tak terasa kami berlima menghabiskan 1 1/2 jam hanya untuk berfoto di Oehala ini dan jam 15.00 WITA kami pun meninggalkan air terjun ini.

Saran saya bagi pengunjung yang ingin ke OEHALA ini sebaiknya membawa bekal makanan dan pakain ganti serta jangan sampai lupa membawa camera karena air terjun oehala lumayan bagus buat foto-foto.

Winny, Bobbi, Monica, Ade dan Ari

Tangga menuju Oehala

oehala

Winny di Oehala

Sopo

Andi Sutrisno  di oehala

Ade in Oehala

Bobi in Oehala

Ari in Oehala

Monica in oehala

Advertisements

Posted by Winny Marlina

Indonesian, Travel Blogger and Engineer

20 Comments

  1. gitulah kau winnysu.
    gak ada potoku, gitulah kau boo

    Reply

    1. sudah, td mati lampu su edit lagi

      Reply

      1. WinnySu, ada poto yang lebih jelek lagi gak

        -_-“

      2. hahha potomu limited edition sih, hbsnya takut poto jd mw gk wm seadanya,,haha

      3. hahahahah
        maklumlah takut kamera sih XP

      4. mana ada yang ada ‘gak suka foto sih’

      5. aku…
        masih takut aku ya sama kamera.
        belum kena sindrom narsis sih..
        😛

      6. padahal dia narsis no 1 ;P

      7. Mana Ada…
        Gitulah Kau Booooooo

      8. makanya budayakan ‘narsis’ dimanapun anda berada

      9. penganut paham narsis (Narcisus Comodoensis)
        hahahahahahhahha

      10. kau kira aku kera … hufss

  2. Waahh ad foto aku Nya,
    Gantengan aku disitu Nya,
    Makasih banyak Nya,

    Keep Writing Nya ! haha

    Reply

    1. ok makasih juga dah mampir udah ku follow tu blogmu 🙂

      Reply

  3. Monica.E.Indriani November 20, 2012 at 12:28 am

    what a good place winnysu,,hahaha..still waiting for another journey,,yeah!

    Reply

    1. exactly moonlight :D,,, need to do another trip, hopefully next destination is yogya

      Reply

  4. aku suka !!!! udah mirip kaya wallpaper di Laptop

    Reply

    1. u buat itu wallpaper di laptopmu?wes keren de!! two thumbs 😀

      Reply

  5. pemandangan di oehala tallu mantaap,,, (y)
    ko SOE naa 😀

    Reply

    1. iya hahha,, su pergi ko?

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.