Hello World!!!. Salam Hangat buat para Travellers dan Backpackers. Kali ini, Indonesian Backpacker’s Blog akan mengupas tentang perjalanannya keliling Kota Dili, Timor Leste selama Sehari penuh.

Sejarah Singkat Timor Leste

Timor Leste atau Timor Lorosa’e merupakan sebuah Negara kecil yang baru merdeka yang dulunya merupakan bagian dari NKRI yang dikenal dengan Timur Timor (East Timor). Namun karena propaganda dan campur tangan Negara-negara barat yang memiliki kepentingan, akhirnya pada tahun 1999 keluar referendum untuk merdeka dan secara resmi pada tahun 2002 terbentuklah Negara baru Republik Demokratik Timor Leste.

Indonesian Backpacker’s Trip to Dili

Happy long week end, 26-27 Oktober 2012. Akhir pekan panjang kali ini, bingung mau ngapain. Hampir Semua tempat di Pulau Timor, khususnya kota Kupang sudah kami jelajahi. Sayang rasanya jika menyianyiakan kesempatan di negeri timur Indonesia ini. Karena kebetulan sudah berada di NTT, tidak ada salahnya jika kali ini kami menjelajah di Negara orang (Timor Leste). Hehehe, padahal dulunya milik Indonesia. Ini di Hitung Jalan-jalan keluar negeri Nggak sih? 🙂

Perjalanan ke Dili sebenarnya sangat mudah, sudah ada agen travel yang rutin kesana setiap harinya, Timor Travel. Jadi tidak terlalu pusing apalagi khawatir untuk melakukan perjalan ke Dili, Timor Leste. Yang perlu kita siapkan ya Passport dan identitas lainnya, Uang tentunya jangan lupa, bekal dan pakaian yang cukup. Satu lagi, jangan lupa untuk membawa kamera. Karena pemandangan selama Perjalanan ke Dili akan melalui rute yang Indah. Kupang – SOE – Kefa- Attambua – Dili.

Kronologi Perjalanan Indonesian Backpacker’s ke Dili

Hari Pertama.

Kami berangkat dari Kupang pagi-pagi sekali, pukul 06.00 Wita sudah harus menunggu jemputan travel di Terminal Kupang Lama (pantai tedis) selanjutnya kami di bawa ke Kantor Pusat Timor Travel, Kupang untuk menyelesaikan pembayaran.  Untuk Tiket sekali jalan dari Kupang ke Dili dipatok Rp.185.000,-.  Selanjutnya dari Kantor Pusat, kami berangkat menjemput sebagian penumpang lainnya dijalan yang jalannya searah.

Timor Travel Agen

Timor Travel Agen

Pukul 06.30 Wita, kami sudah sampai di kawasan yang bernama Oesao. Alam di Oesao berbeda sekali dengan di Kota Kupang. Disini jauh lebih subur. Pemandangan di Kanan dan Kiri Jalan di Oesao berupa Sawah dan tanaman warga.

Pemandangan Alam di Oesao

Pemandangan Alam di Oesao

Hamparan Sawah di Oesao

Hamparan Sawah di Oesao

Pukul 08.00 Wita, kami sudah sampai di SOE, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Disini seperti berada di Puncak, begitu di dingin. Satu lagi tempat yang memiliki karakteristik yang berbeda dengan Kupang. Pemandangan alam di Sini begitu Indah. Kita bisa melihat dengan jelas pegunungan dan bukit-bukit yang menjulang. Di tambah lagi banyak pepohonan yang rimbun sepanjang jalan. Namun sayang, kita tidak bisa berhenti dan mengambil foto sejenak disini.  Namun ketika sampai di Kota SOE, Bus Kami sempat berhenti di Timor Travel Cabang SOE

Pukul 10.30 Wita, kami telah tiba di Kefa dan disini kami berhenti sejenak untuk makan siang di rumah makan, tepatnya di Rumah Makan Nusantara. Bukan rumah makan Padang, sepertinya lebih tepat jika ini adalah rumah makan orang Jawa. Makanannya ya, lumayanlah dan agak sedikit…ehm. Mahal. he…he..he.. 🙂 Disini juga kami sempat berhenti di Timor Travel Cabang Kefa.

Rumah Makan di Kefamena

Rumah Makan Nusantara di Kefamena

Selesai Makan Siang (Em..Makan Pagi atau Siang Ya 😛 ), Saya menyempatkan diri BerNarsis Ria.

Sekitar Jam 2 siang (Wita), kami telah sampai di Attambua. Di Attambua, Bus yang kami tumpangi ini juga berhenti di Timor Travel Cabang Attambua. Disini juga terdapat tempat penukaran uang (Money Changer).  Jika anda tidak membawa dollar, sebaiknya anda menukar rupiah anda disini karena kurs nya cukup bagus, Sekitar Rp.9700,-/US$. (Saya sempat melihat Kurs Rupiah sebelumnya, Sekitar RP.10.100 untuk Beli. Lumayan…He..he..he… 🙂 ). Atau anda nanti bisa juga menukarkannya dengan Calo di sekitar perbatasan. Namun kursnya tidak terlalu bagus, Rp.10.000,-/ US$.

Saya paling suka dengan gambar ini, karena bentuk gunungnya jika diperhatikan seperti wajah manusia. Namun jika anda beruntung anda akan melihatnya secara penuh seperti seorang Pria yang sedang berbaring menghadap ke langit. Dan bagian “Anu” nya pun akan kelihatan. We Call it,  “Gunung Anu-anu”.  -_-”

Sekitar Jam 4 Kami sudah sampai di perbatasan Monta’ain. Karena sebelumnya kami belum mengurus Visa, Visa On Arrival (VOA). Jadi terlebih dahlu pergi ke Kantor Imigrasi untuk mengurus Visa dan Adm lainnya. Jangan terkejut jika di Kantor imigrasi ini berhamburan para calo yang menawarkan jasa mengisi form Visa. Mereka tidak segan-segan mengambil Passport anda untuk mereka urus di Kantor Imigrasi. Jasa yang mereka tawarkan Rp.5000,- per orang untuk sekali isi.

Winny di Perbatasan Wilayah Indonesia-Timor Leste

Winny di Perbatasan Wilayah Indonesia-Timor Leste

Sebentar Lagi saya sudah meninggalkan Indonesia dan Menjejakan Kaki di Negara Orang. 🙂

Selanjutnya setelah mendapatkan stempel dari pihak Imigrasi Indonesia, kita lanjutkan perjalanan ke kantor Imigrasi Timor Leste. Perjalanan dilakukan dengan jalan kaki karena bus yang kita tumpangi tadi tidak mengantar ke Dili langsung. Ternyata kita akan di Oper ke Bus lain untuk menuju Dili dari pihak Timor Travel Cabang Dili. Di Kantor imigrasi Timor Leste, kita juga harus mengisi form isian untuk mendapatkan visa. Dan jangan Lupa, Visa yang berlaku disini hanya kelas I yakni US$ 30/30 Hari.  Dan disini juga terdapat Calo yang menawarkan jasa untuk mengisi Form Visa. (Kantor Imigrasi Timor Leste ternyata Lumayan besar dan lebih Baik dari miliki Indonesia. 😛 )

Gerbang Selamat Datang di Timor Leste

Gerbang Selamat Datang di Timor Leste

Jika Anda baru pertama kali ke Timor Leste, sebaiknya siapkan diri anda. Karena akan ada sejumlah pertanyaan dari Pihak Imigrasi Timor Leste. Kurang lebih tentang tujuan anda kesana untuk apa, dalam rangka apa, berapa lama dan akan menetap dimana.  Apalagi jika Passport anda masih kosong. Tips dari saya, jangan terlalu gugup santai saja. Jawab dengan tenang. Misal anda dapat menjawab untuk jalan-jalan saja kesana dalam rangka liburan, hanya 3 hari dan saya  akan meginap di Hotel. Pengamanan disini tidak terlalu ketat. Tidak seperti di negara-negara maju yang pemeriksaannya begitu ketat. Satu lagi, jika ada petugas yang meminta uang kepada anda jangan anda beri. 🙂

Tugu Timor Leste

Tugu Timor Leste di Kantor Imigrasi

Selanjutnya naik kembali ke Bus, Tapi bus yang berbeda dengan yang tadi. Kali ini dengan plat Timor Leste. Let’s We Go to Dili.

Perjalanan kami lanjutkan dari perbatasan Indonesia-Timor Leste di Monta’ain menuju ke kota Dili. Perjalanan ke kota Dili ternyata melalui sepanjang garis pantai, sehingga kita akan disuguhkan pemandangan alam yang luar biasa. Disebelah kiri anda ada lautan yang tampaknya masih bersih dan alami yang belum terjamah tangan-tangan liar manusia, sedangkan disebelah kanan anda terdapat perbukitan yang memiliki kontur yang sama dengan di kupang namun sedikit berbeda.

Ternyata perjalanan darat dari Kupang ke Dili memakan waktu yang lama, mungkin akan terasa sedikit membosankan apalagi jika anda pergi seorang diri saja. Namun jangan khawatir mamfaatkan waktu dengan sebaiknya, sebaiknya manjakan mata anda dengan pemandang alam yang luar biasa ini yang tidak mungkin anda dapatkan di Kota-Kota besar di Indonesia. Ditambah lagi ketika memasuki Timor Leste, hari sudah beranjak sore, Anda akan bisa melihat Sunset sepanjang perjalanan. Sunset yang Indah, namun sayang kita tidak bisa berhenti untuk menikmatinya lebih lama.

Dari perbatasan, Jalan yang akan kita lalui sedikit rusak sehingga membuat kita sedikit tidak nyaman ditambah lagi ada proyek pengerjaan jalan sehingga banyak debu yang bertebangan dari Limestone atau material proyek. Jarang pandang pengendara terbatas sehingga disarankan untuk anda berhati-hati jika anda pergi dengan kendaraan pribadi.

Sekitar pukul 7 malam Wita atau pukul 8 malam Dili (terdapat perbedaan waktu antara Indonesia dan Timor Leste) kami memasuki perbatasan Kota Dili. Karena layanan Travel ini mengantar Pelanggannya Door- to-Door jadi kami ikut mengantar semua penumpang Bus ini. Karena kami belum ada rencana menginap kemana, jadi pak Alex (Sopir Bus) menawarkan untuk menginap di Tempat yang ia Pilihkan, Lumayan Murah Katanya. Dan kami ikut dengannya menuju penginapan.
Jam 8 malam wita kami sampai di Penginapan dan langsung memboking kamar. Karena kami sampai terlalu malam sehingga pihak penginapan tidak menyarankan untuk keluar terlalu malam. Ditakutkan terjadi apa-apa, karena terdapat banyak anak-anak berandalan yang sering melemparkan batu tidak jelas saat malam hari. Jadi malam ini kami habiskan untuk beristirahat saja.

Untuk Biaya penginapan ini permalam US$20/Malam untuk Single Room dan US$12/Malam untuk Doom. Lumayan Murah dibandingkan harga Hotel yang paling murah US$35/Malam dengan kamar mandi di luar.

Tips dari kami, sebaiknya anda terlebih dahulu cari refrensi hotel apa saja yang terdapat di Dili dan fasilitas ap yang ditawarkan. Sehingga tidak menguras kocek anda terlalu dalam. Tapi jika anda memiliki kenalan disana, anda akan lebih mudah melakukan perjalanan ini.

Hari pertama Selesai…Selamat Istirahat. 🙂

Pantai Pasir Putih Dili

Pantai Pasir Putih Dili

Bersambung………

Advertisements

Posted by Winny Marlina

Indonesian, Travel Blogger and Engineer

84 Comments

  1. udah ke dili ko winn_nny!!
    keren pisan euy B|

    Reply

    1. iya ma,,, tp masih jelek gambarnya, nantilah yah aku sunting lagi,,eh ma coba cek yg tulisanku tentang taman lauser da fotomu,,heheh.,

      Reply

      1. Selamat ya, tapi jangan kabur malah ndak pulang kaya KD.

  2. Wah petugasnya masih mirip2 petugas di Indonesia ya, celamitan minta duit hehehe.

    Reply

    1. iya kak, apalagi kalau mukanya muka pekerja pasti minta uang,,hehe

      Reply

      1. hahahah, jangan merasalah

  3. asyik, udah go international. he he he
    selamat ya winnySu.
    semoga terwujud mimpimu keliling dunia.

    Reply

  4. no offense, timor leste itu awalnya emang bukan bagian NKRI, dulu daerah timor leste itu bagian jajahan portugis, cuman pas tahun 1971 timor leste dimerdekain sama portugis, cuman pemerintah indonesia gk setuju timor leste merdeka, terus yah dijajah sama indonesia, sejak itu timor leste minta merdeka gk pernah dikasih sama indonesia,jadi awalnya emang timor leste bukan bagian dari indonesia

    Reply

    1. ada referensi gk mengenai itu?

      Reply

    2. betul om, tpi klo lndonesia yg menjajah timor leste, itu mgkn kurang betul, krna wktu krisis itu trjadi perang saudara dsna kmudian ada 3 pilihan politik wktu itu 1. merdeka dan berdiri sendiri, 2. bergabung dengan protugis, 3. bergabung dgn lndonesia. belakangan pilihan yg ke 3 ini menguat dan dideklarasikan, kemudian jdi propinsi ke 27. mungkin sperti itu.

      Reply

  5. btw g jg mw ke dili desember ini, keadaan di sana gimana? udh baik blm?

    Reply

    1. keadaan disana udah kondusif untuk dikunjungi!!

      Reply

  6. aiiiiih gilaaaa mau dooooong diajaaaaaakkkk, Timor Leste oh Timor Leste

    Reply

    1. boleh boleh!! yukkkk..hehee.. itu temanku ada yang mw kesana bulan desember ini abdul 🙂

      Reply

  7. Halo Mbak, Desember 2012 ini, saya juga rencana mau ke Timor Leste. Dari Jakarta saya ke Kupang dulu, lalu 3 hari di Kefa. Setelah itu baru melanjutkan perjalanan ke Atambua dan Dili. Cuman, saya kok masih agak takut dengan perbatasan dan pengurusan di Imigrasinya ya… Bisa dijelaskan lebih detailnya? thnx.

    Reply

    1. gk usah khawatir, bawa passpoor dan uang $30 usd buat ngurus visa..dari atambua perbatasan, dirimu langsung urus di kantor imigrasi dan katakan mau ‘berlayar’ yang artinya mau ‘holiday gitu…kalau bisa dirimu naik travel biar mudah tp kalau sudah sampai diperbatasan kayaknya tinggal jalan di kantor imigrasi, ntar ditanya-tanya keperluanmu, gk usah nerveous gitu!! tpengurusannya mudah kok gk ribet kalau dirimu gk bsa isi form bnyak calo yang memberikan fasilitas untuk diisikan cuma bayar Rp 5000, karena form nya emang berbahasa Inggris,, Semoga bermanfaat yah anwar 🙂

      Reply

  8. Thank you for liking my blog. I find your articles extremely interesting and the views of Indonesia breath taking. What wonderful sencery you have to view.

    Reply

    1. ur blog is cool, no excuss!!
      and i felt glad bc u though mine is interesting!!
      but i wanna promote Indoenesian tourism bc indoensia has a thousand wonderfull tourisms destination and i hope u could see it oneday. but dili is not indoensian islan anymore but it used too..
      cheers

      Reply

  9. Pantai Pasir Putihnya cantik ya!

    Reply

    1. iya tapi pasir putih flores gak kalah beda,,
      menurut aku yah sama sh rata-rata pantai di pulau timur asih putih bersih semuanya pukul rata!!
      kesinilah kalau ada waktu hehehe

      Reply

  10. Dear Mba Winny, salam kenal.
    Kalau boleh tahu, waktu itu menginap di mana ya? Aku ada rencana ke Timor Leste bulan depan. Tapi dari riset awal Hotelnya mahal2 semua..

    Thanks a lot in advance…

    Reply

  11. Dear Mba Winny, salam kenal ya.
    Kalau boleh tahu, waktu itu menginap di mana ya? Aku ada rencana ke Timor Leste bulan depan. Tapi dari riset awal Hotelnya mahal2 semua..

    Thanks a lot in advance…

    Reply

    1. ke Dili emang maha-mahal tapi yang murah ke timor travel tp ala backpacker gitu..
      semoga bermanfaat

      Reply

  12. Santa Cruz, Balide…… tanah tercinta. Kenangan masa lalu. Sejuta pedih dan tawa, cinta dan kebencian …… masa lalu …….

    Reply

    1. hubungannnya dengan tulisanku apa yah?

      Reply

  13. O Rai Timor furak hau nia doben O hader ona, keta tanis fali keta laran susar ……………….

    Reply

    1. gak ngerti maksudmu pa anza

      Reply

  14. saya lahir dan besar di Kupang,dan sekarang saya bekerja di Dili. sejarahnya,Indonesia tidak pernah menjajah Timor Leste,dan pada tahun 1975,Timor yang meminta bergabung dg Indonesia. sebelum dan selama Timor bersama Indonesia,masyarakat Timor memang sering ‘perang’ dg sesama Timor yang beda suku,jd bkn melawan Indonesia. teman2 saya dan para kenalan yg notabene org Timor asli,banyak menceritakan sejarah kepada saya. mereka sendiri mengakui,di dalam Timor Leste memang banyak konflik sesama dan politik,ada yg pro merdeka,pro merdeka,pro portugal bahkan komunis pun ada. demikian sedikit pelurusan dari saya. mohon ma’af kalau ada yg tidak berkenan

    Reply

    1. Terimakasih komennya Imelda 🙂

      Reply

  15. dili nyamuky busyetz…nyamuk monster,klo dolary mantapz broer…kpn kesn lg?

    Reply

    1. kalau ada waktu lagi 🙂

      Reply

  16. wahhhhhhhhhh…Artikel yang bagus, senang bacaNya, Gue dari Timor Leste, gue hanya ingin katakan pada setiap Pengunjung blog ini bahwa Situasi dan Keamanan di Timor Leste Agunstus 2013, sangat Aman, dan teman teman dari Indonesia bisa melakukan kunjugan ke Timor Leste Di jamin Aman 100%……!!!!!!!!!!!

    Reply

    1. salam kenal afonso, terimakasih telah berkunjung di blogku 🙂

      Reply

    2. sala Kenal juba Winny………….and nice postig

      Reply

  17. Posting yang bermanfaat. Terima kasih telah berbagi…

    Reply

  18. Walah jd pngen pulang lewat darat…
    berpetualang dgn alam dan debu…
    🙂

    Reply

  19. thx….berguna banget neh… kebetulan pertengahan oktober ini mau turing ke timor leste….kira kira kalo pake motor imigrasinya ibet nggak ya

    Reply

    1. yw Adhine.. sebaiknya gk bawa motor deh ribet pasti

      Reply

  20. yohanes rendy saksono putro October 18, 2013 at 9:33 pm

    Artikel yang mantab!!!!salute,Saya juga pengen pergi kesana, selain memang pgn gunting photo saya juga pengen hunting vespa, apakah disana ada persewaan sepeda motor?berarti visa on arrivalnya 30$ yah?okay.. estimasi kalo untuk biaya 5hari disana berapa duit yah?terimakasih

    Reply

    1. terimakasih, untuk penginapan paling murah 20 usd per night, makan seklai makan termurah $1, jd hitung sendiir 🙂

      Reply

  21. salam kenal…
    mbak winny
    saya berencana bulan depan mau jalan2 ke Dili,dari sana pengen coba ke Aus – Darwin
    kira2 apa mbak tahu mengenai proses k Aus – Darwin?
    thanks

    Reply

    1. harus ngurus Visa dlu di kedutaan Aus

      Reply

  22. “Hau hadomi imi hotu”. “Eu Te Amo” spesial para pengunjung dari negara tetangga kami INDO, seperti saat ini saya merasa banga & bahagia sekali para pengunjung ke pulau TIMOR, jadi meskipun pulau timor pisah tapi masih 1 darah, 1 nenek moyang & 1 keinginan kami adlh PEMBANGUNAN. jadi siapa saja yang ingin ke TIMOR kususnya di Dili kami menerima kedatangan anda dengan hati yg mulia seperti BAPA mu di surga & situasi saat ini udah baik dan aman sekali. “WELCOME”

    Reply

  23. trimksh mbak Winny, sy kagum ama mbak…dan ceritanya mantap!!!sy ingin kesana juga tapi dlm rangka kerja…nanti home base nya ada di luikisa. sampai detik ini sy belum berangkat2 ke sana..rencana mau berangkat sendiri, apa mbak Winny tdk ada rencana ke sana lagi?… hehe hehe..maksudnya bisa sama2 gitu mbak… malahan ada jaminan dari pak Jecky tuh.ok trimksh mbak Winny..salam trip selalu…..

    Reply

    1. haha pengen sih tp saya sudah d jakarta jauhh

      Reply

  24. wah sdh di jakarta ya mbak Win? trimksh atas balasan komen nya…kalau sy sih kemarin lama di banten,yaitu cilegon mbak….dapat tawaran job di timor leste….ya smg mbak Winny sehat shg dpt memberikan gambaran2 terbaru tentang daerah2 lain..trimksh mbak Win, salam trip selalu…..

    Reply

    1. sudah saya mau loh kalao da kerjaan d Dili hehehe

      Reply

  25. Info yang sangat berguna…. Makasih dah sharing :-))
    Dah lama pengen jalan darat kupang – atambua – dili trus naek ferry ke Oekusi
    yuwksss ahhh jadiin…!!!

    Reply

  26. mba boleh tanya hotel tempat mba nginap itu? saya rencana ke sana bulan mei ini..
    makasi sebelumnya.. 😀

    Reply

    1. namanya backpacker hostel

      Reply

    2. Mba mau tanya, kartu simpati bisa dipakai gk disana utk internetan?trus atm manddiri ada gk disana?

      Reply

      1. aku dlu tahun 2012 gk bisa kalau skrang gk tw mbak

  27. Mba Winny, aku ika, ada rekomendasi travel agent yang bisa bahasa indonesia gak disana? terus kalo Timor Travel alamatnya dan nomor telefonnya boleh saya minta?

    Reply

    1. No telponnya saya udah lupa tp cari lagi deh ya karcisnya mantau masih ada.

      Reply

      1. iya, kalau travel agent lain (yg bisa bahasa indonesia) kira-kira di Jakarta mba Wini tau ga ya? Soalnya aku udah cari-cari belum nemu :p

      2. maaf ika saya tidak tahu kalau di jakarta soalnya dulu saya dari Kupang ke Timor Lestenya

  28. hai mba Winny, salam kenal. saya membaca beberapa artikel dari blog mba Winny, and i think wow !!! luar biasa. saya sekarang sedang berada di Dili. mau coba2 ke kupang lewat jalur darat. mungkin mba Winny bisa bantu kasih info kontak travelnya ? Timor Travel ya namanya. saya coba googling tapi tidak ketemu. salam ( dicky : wa +6287789146565)

    Reply

    1. maaf sekali no Timor Travelnya saya sudah tidak ada, tapi coba tanya penduduk lokal pasti tahu

      Reply

      1. thank you mba Winny atas responnya. ini saya tambahkan siapa tau bermanfaat bagi pembaca blog mba Winny

        Timor Travel:
        Atambua office Tel. 0389-22292
        Kupang office Tel. 0380-881543
        Dili office Tel 670-723-322095

        sumber : http://yudhisti.com/2012/11/17/working-holiday-in-dili-timor-leste-waroeng-tegal/

      2. Terimakasih infonya Dicky

  29. salam kenal mbak Winny, apakah no kartu gsm simpati bisa di pakai di timur leste? atau yang
    lainnya apa ya? mhn infonya mbak…thanks…

    Reply

    1. Gak bisa pake kartu InDONESia,, gka da signalnya

      Reply

    2. Saya orang Timor Leste , kolega kolega seluruh Indonesia dating aja ke Timor Leste. penginapannya murah meriah. orangnya ramah-ramah.suwer.

      Reply

      1. terimakasih kunjungan ke blog saya Rodolfo

  30. siang mbak. mau nanya nih… mnta referensi nama hotel t4 mbak nginapnya donk.. trus kira2 berapa budget yang bisa dibawa ya mbak untuk perjalanan dr kupang ke dili? apakah kita bisa sewa transportasi sprti motor? tq mbak

    Reply

    1. namanya hostel backpacker.. waktu itu hbs sekitar kurang lebih 100 dollar hsbnya karena visa kena 30usd, penginapan 20 usd, ongkos pp 40 usd, sisanya makan

      Reply

  31. slmt pagi mbak.. salam kenal… kebetulan aku ada job di dili.. tp teman2 yg mau aku bawa kesana mengkhawatirkn beberapa hal…
    1. keamanan, krn pernah trjd konflik
    2. biaya hidup, kami masak sendiri. konon harga makanan pun sangat tinggi
    3. iklim, apakah di sana gersang seperti di cirebon atau sejuk sprt di bogor
    terima kasih atas infonya..

    Reply

    1. 1. aman
      2. harga relatif tp pake dollar
      3. gersang banget mungkin jauh lebih gersang dari cirebon

      Reply

  32. Jadi inget dulu pernah blogwalking kesini waktu saya mau berangkat ke dili..thanks mba! baru sempet komen skr nih hehehe..artikel yg sangat bermanfaat! Salam kenal ya 🙂

    Reply

    1. salam kenal juga trip dilimu ok punya juga

      Reply

  33. Salam kenal mba winny…
    Aku ada rencana mau ke dili…
    Kalau mw keliling di Dili, apakah harus pakai jasa travel?
    Kalau mau sewa motor apakah ada jasa penyewaannya disana?
    Trims.

    Reply

    1. gak harus pakai jasa travel, bisa menyewa sepeda dan motor biasanya di tempat penginapan ada, atau taxi juga ada

      Reply

  34. Wah udh lama bgt ini, mdah2an masih sempat kebalas sm Mb Winy hhee.
    Mb, aku ada rencana ngtrip Dili bareng tmn2, tapi aku ngajak teman aku WNA yg berangkat langsung dr negaranya Pakistan, itu prosesnya sama aja ato gmna mb? Aku udh gugling dan udh Pakistan msuk dlm dftar VOA unt visit Dili.
    Mohon tanggapannya yg mb makassihh

    Reply

    1. sama saja kak yang penting VOA masuk ke Timor Leste isi form di imigrasi bayar terus proses imigrasi

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s