Romantisme Masjid Ortaköy Istanbul


Love is that condition in which the happiness of another person is essential to your own.”
By Robert A. Heinlein

ortakoy-mosque

Hello World!
Turki, 3 Oktober 2016
Jam menunjukkan 8 pagi ketika aku dan Hallis berencana menuju ke Masjid Ortaköy dari Sultan Ahmed, Istanbul. Berdua kami berjalan kaki mencari ATM yang ada karena aku tidak memiliki uang Turkish Lira dan sisa deposit IstanbulKart ku juga tinggal sedikit. Alhasil aku menarik 100 TL di hari terakhir di Istanbul karena hanya untuk membayar transportasi, rencana kami hendak menggunakan Trem ke daerah Ortaköy.
Aktivitas di Istanbul begitu sepi kala itu ketika kami berdua berjalan menaiki trem kemudian dilanjutkan dengan naik bus ke area Ortaköy. Sebagai turis, aku hanya mengikuti Hallis kemanapun tujuan arahnya, karena dialah Bossnya. Yang pasti dia sudah tahu aku ingin mengunjungi Masjid Ortaköy. Pria tampan asal Turki ini hanya bisa menemani sampai jam 2 saja karena dia hendak kembali bekerja. Untungnya menuju ke Masjid Ortaköy cukup mudah dari Blue Mosque Istanbul, Turkey.

I want to see Ortaköy Masque”, begitu kataku kepadan Hallis
 “It seems romantic”, lanjutku
 “Do not worry dear, I will bring you there”, kata Hallis.

Dari pemberhentian bus, Hallis mengajakku berjalan kaki dan mencari restauran untuk makan pagi. Alhasil kami sarapan romantis di samping Masjid Ortaköy. Restauran romantis dengan pemandangan Bosphorus.

Masjid Ortaköy selesai dibangun tahu 1854 karya Nikogos Balyan yang diprakarsai oleh Sultan Abdulmecid I dengan gaya arsitektur Eklektik-Baraque. Sering dijadikan objek fotograpi karena memberikan kesan romantis dengan latar belakang Jembatan Bosphorus.  Bagian kubah dihiasi mosaik berwarna merah muda, jendalanya tinggi dan bagian dalam terdapat kaligrafi Allah karya sang Sultan

masjid-ortakoy

Barulah setelah perut kenyang kami menuju ke Masjid Ortaköy yang berada disebalah. Pemandangan Masjid Ortaköy sangat memukau. Sekilas seperti Golden Gate Bridge di Fransisco namun keindahan Boshporus Bridge tidak kalah cantiknya.

Waktu kedatangan kami terdapat beberapa wisatawan yang hendak berphoto dengan latar belakang Masjid Ortaköy, wajar karena Masjid Ortaköy termasuk wisata gratis di Istanbul.

Bayangan Masjid Ortaköy sudah berada dibenakku apalagi ketika mendapat buku gratis Traveler Awan tentang Istanbul dimana sampul bukunya adalah gambaran Masjid Ortaköy sehingga saat tepat berada di depan Masjid Ortaköy aku mencari spot persis gambaran Masjid Ortaköy yang ada di buku.

 Where can we see the best point for this Masjid Ortaköy?”, tanyaku kepada Hallis.

Lalu kami berdua berjalan melewati gang kecil dan mencari spot terbaik Masjid Ortaköy. Dalam perjalanan disamping Masjid Ortaköy terdapat lambang hati dengan coretan, namun bukan disisi itu sport terbaik pengambilan Masjid Ortaköy. Ternyata tempat terbaik untuk mengabadikan Masjid Ortaköy berada di sisi lain dan berada tidak jauh dari restauran.

Setelah menemukan sisi Masjid Ortaköy terbaik lengkap dengan Jembatan Bosphorus akhirnya aku puas apalagi burung peterbangan saat itu menambah keindahan Masjid Ortaköy. Tidak hanya itu di sekitar Masjid Ortaköy terdapat sebuah tempat duduk sehingga kami bisa bersantai sambil memandang Masjid Ortaköy. Ujung-ujungnya kami memandangi  Masjid Ortaköy dengan latar belakang Jembatan Boshporus.

Duduk bersama dan menikmati perjalanan!!

 

ortakoy-turkey

Saat di depan Masjid Ortaköy timbullah ideku untuk meminjam tangan pria cakep ini.

Hallis, please borrow me your hand”, kataku
 “What is it for?”, tanyanya dengan muka kebingungan sekaligus tersenyum
 “I want to take photo with your hand and the background view of Ortaköy”, kataku.
"Just pretending", kataku.

Eh beneran dong dia minjamin tangannya kemudian dengan aba-aba aku jelaskan yang diphoto tangan menggenggam tangan biar kekinian ((((KEKINIAN))))
Sayangnya tangan pinjaman moga nantinya dapat tangan beneran dah 🙂

Ah, aku betah lama-lama duduk manis sambil menatap Masjid Ortaköy, Istanbul.

Moga suatu saat bisa membawa tangan suami kesini karena tempat romantis ini membuatku ingin kembali lagi (candu) 🙂

istanbul
Setelah puas duduk manis, akhirnya Hallis mengajakku masuk kedalam Masjid Ortaköy. Dari luar Masjid bergitu sepi dan Hallis mencarikanku kerudung kemudian aku pakaian untuk menutup rambutku kemudian bersama Hallis masuk kedalam. Dia paling semangat dalam mengambil photoku dengan menggunakan hijab. Duduk di lantai sambil berhijab kemudian dia mengambil photoku.

Saat dia mengambil photoku, imaginasiku menguasaiku. Di dalam imaginasiku lagi berkumpul pria yang ingin melamar, habis pas berada di dalam Masjid Ortaköy  kurang penghulunya aja. Terus kalau nikah di dalam Masjid Ortaköy sepertinya romantis ! (ngarep)!

Pas asik-asik melamun si Babang cakep malah mengajak masuk kedalam Masjid Ortaköy dan menjelaskan tentang ornamen yang ada. Ternyata begini rasanya jika mimpi jadi nyata!

"Hallis, please pinch my cheeck and saying that i'm not dreaming", kataku
"No you are not dear" katanya sambil tersenyum!

Alamat Masjid Ortaköy
Mecidiye,
34347 Beşiktaş/İstanbul,
Turkey
Salam
Winny

Iklan

39 tanggapan untuk “Romantisme Masjid Ortaköy Istanbul

  1. Wuih asyik nya sama Babang hallis. Jangankan tangan babang dek, hati Abang Kalo mau dipinjam juga boleh.. #hahaha.. #ngarep.. terus gimana kelanjutannya win? Eh, itu dirimu yang pake jilbab gede gitu?#keliatanbeda

  2. Amin, semoga pas ke sana lagi sudah bisa foto dengan tangan sang belahan jiwa ya Win, hehe. Semoga kesampaian juga kalau memang diizinkan Tuhan pasti bisa ijab kabul di masjid bersejarah ini. Saya agak tak menduga kalau masjid ini ada di tepi laut, keren banget ya masih bisa bertahan sampai sekarang tanpa ada abrasi yang berarti. Mupeng bangetlah jalan-jalan ke Turki, hehe.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s