Perjalanan dari penang ke Hatyai


The study of mathematics, like the Nile, begins in minuteness but ends in magnificence

By Charles Caleb Colton

Kami di Hatyai
Kami di Hatyai

Hello World!

27 Februari 2015

Melanjutkan cerita perjalanan travelling Malaysia-Thailand dengan kumpulan kamseupay yang lucu pisan. Setelah kami berjani akan bangun pagi demi keliling sisa wisata George Town rupanya kami bangun jam 8, alhasil gaya doang niat mencari sisa art street Penang. Alhasil kami memutuskan untuk ke Museum Cokelat yang tak jauh dari tempat penginapannya. Tapi kami tidak sempat ke Cafe kucing yang sempat membuat temanku Ade penasaran. Setelah mandi cakep lalu kami sarap (istilah Reza yang artinya sarapan) roti. Ada apel juga di sarapan kami, sayangnya aku tidak melihatnya. Alhasil si Reza dan Sartalah yang beruntung mendapatkannya. Setelah jam 9, akhirnya kami ke Museum Cokelat bersama si Sultan tapi ternyata ekpektasi kami ketinggian saudara-saudara karena ternyata di Chochalate museum berupa tempat menjual dan memproduksi cokelat. Dari luar tidak kelihatan seperti cafe dan uniknya ada cokelat rasa pedas. Kami sempat mencoba tester beberapa rasa cokelat tapi kami tidak membeli kecuali si Ade dan Sultan. Karena melihat isinya hanya toko biasa yang menjual cokelat maka Aku, Ilham, Sarta dan Reza keluar dan malah memilih eksis untuk bernarsis ria sambil menunggu Sultan dan Ade belanja.

Oh ya teman-temanku sempat mengejekin akibat salah kostumku yang aneh karena sudah kece pake rok malah pake sepatu kets, aneh kan ya? 😀

museum cokelat penang
Museum cokelat penang

Sambil menunggu Ade dan Sultan keluar dari Museum cokelat, kami berphoto ria. Lucunya ketika si Reza dan Sarta menggerutu menuggu keluarnya Sultan karena kami hendak membeli tiket bus dari Penang ke Hatyai. Awalnya di depan penginapan kami melihat bus menuju ke Hatyai dengan harga 40RM tapi karena kemahalan akhirnya tidak kami beli dan memilih untuk mencari sendiri. Nah sempat bete kan ya menunggu orang keluar padahal disisi lain kami kejar tayang.

Setelah Sultan dan Ade muncul kami melanjutkan perjalanan ke arah Komtar, sebuah pusat transportasi umum perjalanan lintas batas baik domestik maupun internasional di Georgetown yang merupakan pusat perbelanjaan. Nama lain dari Komtar ialah Pragin Mall Komtar, singkatan dari nama Perdana Menteri kedua Malaysia, Tun Abdul Rahman. Dan disinilah kami berpisah dengan Sultan serta disini pulalah adegan kami kehilangan si Ade karena mencari bus ke Hatyai pisah-pisah ditambah yang punya komunikasi hanya si Ade. Kami sempat khawatir tidak bertemu Ade alhasil kami menunggu di tempat travel yang akhirnya kami bertemu Ade dan dapat harga murah ke Hatyai sebesar 35 RM. Setelah kami berkumpul alhasil kami tidak memutuskan untuk mencari art street yang lain walau masih ada waktu 2 jam lagi karena waktu keberangkatan dari Penang ke Hatyai jam 12 siang. Pilihan terakhir ialah mengisi perut karena kelompok perjalananku ini gila-gila semua bisa dongok kalau kelaparan ahhaha…

Pilihannya ialah nasi biryani lagi yang tak jauh dari travel agenci sampai-sampai si Ade dan Sarah mengeluh dan bosan nasi biryani lagi hahaha 😀

Tapi untuk teh tariknya aku tidak pernah bosan karena enak sekali. Untuk harga sarapan pagi merangkap makan siang berupa nasi biryani dengan udang serta teh tarik sebesar 119 RM/7 orang. Kami menghabiskan sisa waktu di Penang sambil bercerita dan bercanda gurau. Sumpah teman perjalanku ini gokil semua!

George Town
Ilham, Sarta, Sarah dan Aku di depan Museum Cokelat George Town

Setelah kenyang bego akhirnya kami mencari tempat penukaran uang untuk menukar uang demi biaya ke Thailand karena jujur saja kami tidak mempersiapkan uang yang cukup ke Thailand yang mencari bencana dalam perjalanan kami 😀

Sesampai di travel agenci tempat kami membeli tiket hari sangat terik sekali plus lelet juga berangkatnya. Kami berangkat dari Penang jam 12:30 dan lama perjalanan dari Penang ke Hatyai memakan waktu sekitar 3 jam-an. Perjalanan ke Hatyai melewati Penang Bridge dan aku sangat suka dengan pemandangan di jembatan Penang. Kalau dihitung-hitung lama perjalanan dari Kuala lumpur ke Penang kurang lebih 8 jam lalu dari Penang ke Hatyai kurang lebih 3 jam.

Nah saat perjalanan ke Hatyai kami naik van yang berisi kami berenam plus orang Singapura keturunan India, cewek Spanyol dan orang Malaysia yang keterunan India serta unlce yang duduk di depan yang bisa berbahasa Malaysia, dan fasih bahasa Thailand. Si uncle lah yang berbicara dengan supir yang kami kira adalah kenek dari supir.

Sepanjang perjalanan kami bercanda dan tertawa. Lalu ada momen ketika si Ade sempat membuatku jadi bahan lelucon sehingga tertawa teman-temanku kelewatan sehingga membuat marah si paman dari Singapura.

“Bu V photolah dulu aku yang cantikan itu, yang jahatan kau hiks hiks hiks”, kata Ade sambil meniru gaya bicaraku sehingga Reza, Ilham Sarta dan Sarah tertawa keras hingga si Orang Singapura marah dan berkata “why you laugh at? its us you laugh at?”. Lalu kami terdiam selama perjalanan bahkan hingga tertidur.

Kami baru terbangun setelah kami sampai di perbatasan dan harus keluar van untuk mencap paspor di Imigrasi Malaysia. Urusan imigrasi mudah dan cepat, bagasi kami tidak diperiksa hanya membawa badan lalu ngantri dan paspor kami dicap lalu selesai kembali ke van. Kemudian perjalanan dilanjutkan hingga berhenti di imigrasi Thailand yang berada di Songkha.

Saat di Imigrasi ternyata si Pak Singapura bermasalah dengan imigrasinya sehingga membuat antrian lama dan kami hanya diam mengamati karena dimarahin olehnya. Terus karena dia kena masalah si Reza temanku yang kurang ajar malah berkata “kualat itu si bapak habisnya memarahin kita padahal dia juga bicara ribut juga di dalam mobil” hahaha.. Parah kan?

Padahal pas ngantri kami sempat kebelet ke toilet terus uang ke toilet sekitar 5 Bhat. Lalu kami kumpulkan uang rame-rame lalu sama-sama toilet hahaha.. susah senang bersama banget 😀

Saat adegan di toilet jugalah si unlce Taiwan memberikan uangnya kepadaku saat uangku tidak ada receh, baik sekali kan?

imigrasi malaysia-hatyai
Imigrasi Malaysia-Hatyai

Setelah proses keimigrasiin selesai, si Bapak Singapura sikapnya berubah jadi baik kepada kami dan bercanda kepada kami bahkan minta photo sama kami. Karena teman-temanku baik dan tidak pendendam akhirnya si bapak diajak bercanda bersama.

Sesampai di Hatyai kami ingin menginap di Hotel Cholatarn di Jalan Aengchan dengan harga penginapan semalam 550 Baht tapi sebelum kami mencari penginapan kami sempat ke travel agent untuk menanyakan biaya perjalanan keliling Hatyai dalam sehari lalu kami ditawarkan seharga 2000 Baht yang kemudian kami putuskan kemudian. Lalu kami mencari cara untuk pulang keesokan harinya ke Kuala Lumpur karena Sarah harus balik di hari senin. Akhirnya kami mengikuti si orang Singapura ke stasiun Hatyai untuk membeli tiket kereta/sleeper train yang sayangnya tiket sudah habis sehingga kami memutuskan untuk naik bus ke Kuala Lumpur.

Si uncle Taiwan menawarkan untuk menginap di tempatnya yang awalnya kami curiga tapi akhirnya kami berterimakasih ke uncle karena berkatnyalah kami menemukan penginapan super murah di Hatyai. Sang supir menunjukkan penginapan yang awalnya aku dapat kemudian kami memutuskan ke tempat si uncle karena harga penginapan nya sangat murah. Nama penginapan kami di Hatyai bernama Hotel hibiscus city dengan harga permalam 290 Bhat/3 orang. Murah sekali kan?

stasiun hatyai
Stasiun Hatyai

Penginapan kami bersih walau sederhana dan jika untuk mendapatkan wifi gratis harus bayar lagi, Untungnya si Ilham menumukan wifi gratis di Aloha Hotel sehingga kami tetap bisa eksis ria.

Dalam perjalanan kami ini, si Reza jadi tukang pemegang uang alias bendahara, si Sarta yang catet perjalan, aku si petunjuk jalan, Ade si Bank kami dan Ilham tukang photo kami sementara Sarah si pembawa bekel hahaha 😀

Setelah membayar penginapan kami mandi lalu bersantai ria karena malam kami akan ke pasar malam Hatyai untuk makan malam serta mengelilingi Hatyai di malam hari. Dalam perjalanan Hatyai kami tidak ingin perjalanan kami sia-sia seperti perjalanan Penang sehingga kami memutuskan menyewa mobil seharga 2000 Bhat untuk kami berenam dari jam 8 sampai jam 5 sore. Sementara harga tiket balik ke Kuala Lumpur seharga 2700 Bhat/6 orang sehingga kami agak santai.

Karena kami kekurangan Baht sehingga dengan baiknya Ade mau mengambil uangnya dan kami meminjam uang Ade yang akan kami bayar kepadanya. Untuk pengeluaran selama di Hatyai ialah 290baht/3 orang, biaya Hatyai-kuala Lumpur 2700 Bhat/6 orang serta sewa keliling wisata hatyai 2000 Bhat/6 orang.

Hatyai
Hatyai

Malamnya sebelum keliling Hatyai di malam hari kami makan malam dekat penginapan kami. Hal yang aku suka dari Hatyai ialah kemudahan mendapatkan makanan halal karena banyak sekali muslim di Hatyai sehingga tidak khawatir makan serta banyak sekali orang Malaysia sehingga bisa berbahasa Melayu. Kami mencoba Tom Yam Thailand di restauran halal di dekat penginapan seharga 150 Baht termasuk teh tarik dan martabaknya. Untuk tomyamnya enak sekali cuma kami agak kaget dengan harga makanan yang menurut kami sama mahalnya dengan harga di Kuala Lumpur padahal ekpektasi kami harga di Thailand harusnya jauh lebih murah. Hal yang membuatku esmosi ketika si Ibu berbicara Thailand saat kami tanyakan berapa harga makanan kami padahal si ibu bisa berbahasa Melayu sehingga kesannya seperti you know lah!

Tom yam Thailand
Pasar Malam Hatyai Thailand

Overall tomyam dan martabaknya enak sekali walau agak mahal lalu kami berjalan mencari ATM karena uang Bhat kami pas-pasan hingga akhirnya kami menemukan dinding yang bertuliskan “SELAMAT DATANG HATYAI” di poster suatu Bank 😀

Lalu setelah uang di ambil Ade dan dibagikan kami lalu kami berhenti ke Mall untuk mencari oleh-oleh. Hasil yang kami dapat dari keliling Hatyai harga di Kota ini cukup mahal. Bahkan harga gantungan kunci di jalanan sama harganya dengan harga di Mall sehingga teman-temanku memutuskan untuk membeli oleh-oleh khas Thailand di Mall yang kami masuki.

Tapi aku tidak membeli souvenir khas Thailand karena aku sudah memilikinya plus uangku pas-pasan juga. Akhirnya aku menemani mereka membeli souvenir buat oleh-oleh. Barulah puas berburu oleh-oleh khas Hatyai kami pulang ke penginapan.

berburu souvenir thailand
Ilham berburu souvenir thailand

Untuk hari pertama di Hatyai kami pulang jam 8 malam tapi sampai di penginapan kami semua malah mengerumpi di kamar cowok sambil membuat adegan kebohongan untuk pembohongan publik. Si Adelah yang menjadi actor utama dalam acting kebohongan kami terutama mengenai aksi nama penginapan kami yang seolah menggemborkan di Path atau social media lainnya bahwa kami tinggal di tempat yang super mewah. Tapi lucu sekali karena memang niatnya buat lucu-lucan hahahah…

Canda tawa pun mencairkan suasana malam kami hingga jam 12 malam, perjalanan yang melelahkan seharianpun hilang dan saatnya kami untuk istirahat demi keliling objek wisata Hatyai sampai puas!

backpacker
Kami dengan dunia kami sendiri yang mengaku backpackerx

Salam

Weeny Traveller

 

Iklan

41 tanggapan untuk “Perjalanan dari penang ke Hatyai

  1. Seru euy perjalanannya. Ramai-ramai, susah senang sama-sama, cerita pasti banyak, kenangan juga tak terganti. Keren! Aaaah jadi kepingin traveling bareng :hihi.

  2. Hallo Win… Salam kenal… Win, Hotel Hibiscus City di Hat Yai alamatnya dimana, patokannya apa? perlu booking dulu dari Jakarta?

      1. Masalahnya di googling ng nemu itu hotel hibiscus city hatyai, Win. tau no telp n alamatnya buat booking? Kira2 sama Lee Garden Hotel deket nga? 1kamar 4-5orang ada kan ya? Tks

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s