Backpackeran di Hatyai


If you are the kind of person who is waiting for the right thing to happen, you might wait for a long time. Its like waiting for all the traffic lights to be green for miles before starting the trip

By Robert Kiyosaki

standing statue hatyai
Standing Statue Hatyai

Hello World!

Hat yai, ‎March ‎01, ‎2015

Hari pertama kami sebagai kaum pengaku backpackeran di Hatyai, kami bangun pagi jam 8 dan sarapan di penginapan. Roti adalah menu utama murah yang menjadi pilihan kerena tidak ada pilihan lain kecuali roti jadi anggap saja kami bule atau setidaknya mencoba membiasakan jadi bule walau sebenarnya perut memberontak tidak kenyang. Di pagi ini pulalah bapak yang menjadi tour guide kami untuk one day Tour Hatyai, dengan harga paket one day Tour Hatyai 2000 Bhat/6 orang dengan taxi AC yang lumayan nyaman karena teman-temanku tidak bisa menderita lagi dan ini merupakan pilihan yang bijak walau mahal sedikit karena cuaca di Hatyai itu panas sekali.  Untuk travel yang kami pilih bernama nominatee tour yang berada di Kota Hatyai. Untuk pilihan objek wisata sudah ada dalam brosur yang intinnya mengelilingi semua objek wisata menarik Hatyai dalam sehari. Sebenarnya ada dua pilihan Hat yai tour Songkhla tour dengan taxi atau van tergantung selera dan kesanggupan uang saja. Kalau mau lebih hemat maka dengan van akan jauh lebih murah. Pada malam sebelumnya sudah diurus oleh Ade dan kami menuruni tangga tempat kami menginap dan menunggu beberapa saat karena bapaknya sudah datang hanya karena tidak melihat kami maka bapaknya berputar-putar lalu datang lagi.

Sebelum kami mengelilingi Hatyai sebelumnya kami permisi dengan Uncle Taiwan yang menunjukkan penginapan ini kepada kami tapi masalahnya kami malah mengganggu tidurnya. Oh ya awalnya kami agak curiga dengan si uncle yang baik hati dengan menunjukkan penginapan murah karena pengalaman mencari bus di kuala Lumpur yang tidak menyenangkan sehingga kami tidak terlalu percaya kepada orang. Syukurnya si uncle ini baik sekali karena berkat jasalah kami bisa mengelilingi objek wisata Hatyai dalam sehari.

One day Tour Hatyai
One day Tour Hatyai

Sekitar 15 menit menunggu akhirnya si paman yang hendak membawa kami travelling objek wisata Hatyai muncul tapi beliau tidak bisa berbahasa Inggris, alhasil bahasa Tarzan pun keluar. Ade yang duduk di depan mobil lah yang sering ngobrol dengan tourguide kami yang tidak bisa berbahasa Inggris itu.

Sebelum menjelajah Hatyai seharian, Thailand sang tourguide membawa kami ke kantor tempat travel berada untuk menjelaskan dibawa kemana kami. Untuk tujuan wisata pertama di Hatyai ialah standing statue Buddha Hatyai dengan nama lain Praphutthamongkhonmaharaj serta satu lokasi dengan Bodhisatava Kuann Im yang berada di puncak Hatyai Municipal Park.

Ternyata Standing Buddha jauh sekali dari tempat kami menginap dan ebrada dalam Hatyai Municipal Park. Jadi di dalam Hatyai Municipal Park terdapat beberapa objek wisata Hatyai menarik seperti four face Buddha, hatyai cable car, ice dome Hatyai serta standing buddha dan patung kwan im. Hanya saja untuk yang berbaur temple itu merupakan tempat ibadah kaum Budhha jadi waktu kesana kesannya seperti mengganggu orang beribadah walau masuk kedalam sudah gratis.

hat tai cable car
Hat yai cable car

Dari penginapan kami berangkat sekitar jam 9 pagi dan sampai di Standing Buddha jam 10 pagi dan panas matahari sudah mulai agak terik. Dari kejauhan kami sudah melihat patung Buddha diatas bukit yang mengingatkan ku pada Salib Kasih di Tarutung Sumatera Utara. Tapi bedanya yang di Hatyai adalah patung Buddha!

Memasuki kawasan Hatyai Municipal Park, di bagian bawah kami sudah melihat Hatyai Icedome tapi kami putuskan untuk lanjut keatas barulah mengunjungi Icedome setelah puas di standing Buddha.

Standing Buddha Temple พระพุทธมงคลมหาราช `located on top of the hill in Hatyai Municipal Park which same location with Goddess Guan Im (The Goddess of Kindness). To entering Phra Buddha Mongkol Maharaj by tuk-tuk would charge 350 Baht per tuk-tuk and it could be cheaper on the street depends on your skill in bargain. The weight of Phra Buddha Mongkol Maharaj is around 20 meters. 

Praphutthamongkhonmaharaj
Praphutthamongkhonmaharaj

Nah saat diatas kami juga melihat cable car yang teman-temanku berceloteh “eh rupanya satu kawasan semua ini ya”. Syukurnya pas di Hatyai semua temanku “adem anyem” alias senang dengan liburan dan merasa bebas sesaat.

Ada dua hal yang membuatku suka area Standing buddha Hatyai, pertama melihat pemandangan kota Hatyai dari atas serta patungnay sendiri lengkap dengan tulisan nasehat.

This is the Buddha image of Hatyai which is built to be soul dependent of buddisht in hatyao and nearby. It seems to be the biggest Buddha statue in blesiing posture in southern Thailand. It is molded with fine bass with the height of 19,90 meters excluding the plinth and 200 tons in weight. It is established in 1999 and was bestowed the name “Phra Buddha mongkol maharaj”.

Aku dan Sarah di wisata hat yai
Aku dan Sarah di wisata hat yai

Saat kami datang, beberapa umat Buddha beribadah sontak aku berkata “buset ya yang kita datangin dengan semangat 45 ternyata tempat ibadah biasa”. Si Sarta dan Sarah sampe muak dengan wisata agama katanya hahaha!

Yang paling lucu malah si Reza karena dialah awalnya tidak berniat untuk mengunjungi Hatyai eeh yang suka banget di Hatyai malah si Reza apalagi saat di pasar malam Hatyai dia berphoto dengan photo cewek berbikini bok! Ampun dah si ketua kamseupay ini hahaha 😀

Saran aku jika ingin mengunjungi buddha berdiri Hatyai cobalah cable car Hatyai dengan membayar sekitar 1000 Bhat untuk melihat four faced Buddha yang sempat membuatku penasaran berat saat di Bangkok. Jadi lebihkan uang Bhat sedikit jangan seperti kami karena terpaku dengan uang Bhat seadanya sehingga kami jadi susah sendirim jadi mikir dan pelit alias sok cucah “sok syusah di negeri orang” karena memikirkan kurs uangnya. Itupun kami tertolong dengan pinjaman uang Bhat dari Ade karena Ade menarik uangnya di ATM.

Beruntungnya kami bukan punya banking dadakan hahaha 😀

Ade dan Sarta di depan standing statue
Ade dan Sarta di depan standing statue

Soalnya aku menyesal tidak sempat menyeberangi sisi lain dari area wisata standing Buddha temple karena masih tersimpan patung buddha keren lainnya. Bisalah dijadikan pelajaran berharga buat kami. Sehingga kata “mengaku backpacker” terjadi karena kami setengah gembel setengah tajir dalan jalan-jalan ke negara orang demi impian menaklukkan perbatasan 😀

Oh ya untuk yang mengambil photo kami beramai-ramai adalah tourguide kami yang tidak ingat namanya karena namanya Thailand banget.

Pengalaman yang kami ingat ketika kami berada di Kuil ini ketika umat beribah membunyikan lonceng yang ada. Uniknya saat satu lonceng berbunyi maka lonceng lainnya ikut berbunyi. Serta beberapa pesan dalam yang keren menurutku seperti:

“Craving and desire make a man desperately forevermore

Happy is he who has killed his own anger

Indebtedness is just another kind of suffering”

keren kan?

Pemandangan Hatyai
Pemandangan Hatyai

Puas bernarsis ria serta mengelilingi kuil buddha berdiri kami melanjutkan perjalanan ke patung Kwan in yang dapat dilihat dari atas.  Untuk ke patung kwan in kami pergi dengan mobil, manja sekali kan? padahal sebenarnya bisa dengan tangga loh! Kalau dipikir-pikir bagus juga naik mobil karena pas masuk kami langsung disambut oleh AC mobil sehingga rasa gerah hilang seketika.

Sesampai di area patung Kwan in, kami melihat mulut naga besar yang merupakan tangga untuk menaiki tempat dewa tertinggi. Pokoknya masuk ke area Kwan in seperti masuk ke dalam film Kera Sakti Sun Go Kong. Setidaknya di area Kwan In, ada patung dewa yang aku tidak tahu namanya, serta patung yang katanya simbol kemakmuran serta 12 shio. Untung patung shio lengkap dengan icon dari shio tersebut seperti shio ular, shio naga, shio kelinci, shio kambing berdampingan dengan patung yang aku tidak tahu namanya juga.

Oh ya disamping patung terdapat toko yang menjual cinderamata khas Kwan In, tapi mengingat dompet yang kosong akhirnya aku tidak memberanikan diri untuk masuk kedalam toko. Cukup duduk manis menatap 12 shio lalu menikmati pemadangan sekitar. Kalau lihat patung raja kayak seperti di film-film aku merasa di China hahah 😀

Puas mengelilingi 12 shio kami turun ke bawah untuk masuk ke dalam area Kwan In. Pas jam 12 siang ke jam 1 dimana matahari terik-teriknya dan aku pastikan disinilah kulitku terbakar habis karena salah kostum terus lupa memakai sunblock. Tapi tidak hanya aku saja korbannya si Reza juga terbakar, sehingga si Reza yang super bersih terkontaminas menjadi Reza yang super dekil! Peace za ^^v

Catatan penting buat calon kaum backpacker atau kamu si penggila jalan, atau si tukang minggat, atau si tukang jalan, atau si doyan jalan atau apalah istilah kerennya jangan lupa memakai sunblok saat berada di Hatyai karena panas banget! Jangan sampai adegan gosong terjadi lagi 😀

Lupakan kegosongan dan panas matahari terik, aku sangat kaget ketiga Ade dan Sarah mengetahui nama-nama patung pendamping Kwan in, maksudku aku merasa masa kecilku kurang bahagia, padahal masa kecilku masa kecil paling bahagia karena di era ’90 itu ngehits banget!

Di depan patung Kwan terdapat dupa tempat peribadatan dan lagi-lagi kami merasa mengganggu orang beribadah, inilah jadinya kalau pergi ke tempat wisata yang sebenarnya dipaksakan jadi tempat wisata “feeling awkward”! Alhasil kami malah pergi karena tidak mau mengganggu peribadahan orang!

Di area Bodhisatava Kuann Im photoku diambil diam-diam pas pulang eeh photo candidku udah dicetak sampai penasaran kapan mereka mengambilnya. Untuk memiliki photo itu aku harus membayar jika di Rupiahkan sekitar Rp30.000 tapi karena Bhatku terbatas pas banget untuk makan sekitar Rp70.000 lagi alhasil aku tidak mengambilnya walau di jalan aku uring-uringan untuk mengambilnya karena ada tulisan Thailandnya.

Sarta sambil mengonceh “ya udah sih Win, photomu disitu jelek gak bagus gak usah ambil, gak usah pikirin”! 😀 Alhasil saat aku mau balik  ke atas si Bapak supir tidak mau, ya sudah say good bye pada photo itu terus mobil meluncur ke bawah untuk menuju ke Hatyai Icedome.

Bodhisatava Kuann Im
Bodhisatava Kuann Im

Saat di bagian bawah bukit, kami sudah tepat berada di hat yai ice dome. Kami disini hanya numpang photo saja sekedar eksis biar kelihatan ada kata “Hatyai Icedome” dan tidak masuk karena mengingat jumlah Bhat kami yang sedikit. Disinilah letak kelucuan perjalanan Hatyai ketika kami terpaku pada jumlah uang Bhat yang sedikit jadi kalau masuk mikir takut uang tak cukup.

Intinya sok miskinlah walau sebenarnya pada kenyataannya miskin juga. Jadi agak lucu aja kalau pemikiran orang kalau jalan-jalan sering itu hanya menghabiskan uang padahal dia tak tahu kalau perginya ngesot, makan dirapel pagi dengan siang, lalu siang dengan malam lalu mikir untuk masuk ke wisata yang berbayar maunya yang murah kalau bisa gratis, sedap kan perjalannya? 😀

Tak lama-lama kami di Hatyai Icedome karena kami ingin melanjutkan perjalanan ke objek wisata Hatyai selanjutnya karena hari ini juga kami harus pulang ke Kuala Lumpur tepat jam 8 malam sehingga kejar tanyang objek wisata Hatyaipun dimulai…

hat yai ice dome
Hat Yai Ice dome

To be continue

Salam

Weeny Traveller

 

 

 

 

Iklan

35 tanggapan untuk “Backpackeran di Hatyai

  1. panas banget ya disana win?kebayang deh panasnya sampe bisa bikin kulit terbakar,padahal di indonesia kan juga panas ya,tapi kalo kita yg udah biasa panas aja bilang panas berarti emang panas banget ya 😀

  2. jadi tau hatyai itu gmn 😀 Bagus yah
    Anyway, suka banget nih sm kata-kata “jalan-jalan ke negara orang demi impian menaklukkan perbatasan” Keren abis pas dikata-kata menaklukkan perbatasan 🙂

  3. Panorama kota dari atas bukitnya luas sekali tampaknya. Seolah bukit itu memang puncak tertinggi yang tidak ada tandingan yang melebihi ketinggiannya, dan di sanalah tempat ibadah itu dibangun, agar Tuhan melihat dan melindungi semua umatnya, dengan pelajaran yang terpatri pada peninggalan kemahakuasaan-Nya :)).
    Lain kali bawa sunblock Win :hihi. Tapi kalian hemat banget ya, keren :)). Perencanaan keuangan dan eksekusinya kadang bisa jadi dua hal yang bertolak belakang, tapi tetap hemat saat traveling itu membuat saya takjub :)). Salut!

  4. Halo, mba mau tanya nominatee tour itu dekat mana ya? ada alamatnya kah ? saya mau ikut citu tour juga. untuk kendaraan, selain van apa ada mobil sedan? karena saya hanya berdua. terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s