Hello World!

Juli, 2019

Setelah menikah, ternyata urusan kami masih panjang terutama dengan urusan administrasi. Seperti yang saya dapatkan dari pengalaman orang lain yang juga melakukan nikah campur katanya menikah dengan orang asing itu seperti menikah dengan administrasi, “never stop” mulai dari sebelum menikah, setelah menikah bahkan sampai punya anak. Padahal udah dirasa tenang eh ternyata “cobaan dokumen masih panjang kisanak”! Luar biasanya lagi, kami harus mengurus legalisasi pernikahan kami di 3 Kementrian di Indonesia.

Kenapa buku nikah harus dilegalisasi bagi pernikahan campuran?

Karena dokumen yang dibuat di Indonesia dianggap sah/diakui menurut hukum internasional jika sudah dilegalisasi oleh tiga instansi pemerintah yaitu Kementrian Agama, Kementrian Hukum dan Hak Azasi Manusia serta Kementrian Luar Negeri.

Suami sempat mengeluh dengan system birokrasi di Indonesia yang tidak satu pintu, terutama bagi pelaku kawin campur. Apalagi antara satu Kementrian ke Kementrian lainnya harus dilakukan satu persatu, berbeda dengan di Perancis.

Terus kenapa harus pake acara legalisasi buku nikah segala setelah menikah?

Karena salah satu syarat pengurusan KITAS suami itu buku nikah harus dilegalisasi oleh tiga Kementrian Indonesia yang dimulai dari Kementrian Agama, Kementrian Hukum dan Hak Azasi Manusia dan Kementrian Luar Negeri. Untuk pengurusan ini bisa diwakilkan asalkan memberikan surat kuasa kepada pihak ketiga yang mengurus proses legalisasi. Terus tidak sampai disitu,  kami juga harus melapor ke Kedutaan Besar dalam hal ini Kedutaan Perancis karena suami dari Perancis setelah buku nikah mendapatkan legalisasi dari 3 Kementrian.

Dan itu semua harus dilakukan di Jakarta!!! Ya Allah cobaan apa lagi ini!!

Pernikahan Indonesia-Perancis dengan Adat Batak Angkola

Karena kami tinggal di Sumatera, kalau ke Jakarta rasanya berat di ongkos, apalagi tiket domestik lebih mahal daripada ke luar Negeri. Awalnya kami hendak mengurus legalisasi buku nikah kami dengan Agen tapi biayanya mahal sehingga kami mengurungkan niat tersebut. Beruntungnya aku punya teman yang baik sekali, Maulina dan Shahreza yang tinggal di Jabodetabek yang membantu kami secraa ikhlas bahkan rela repot karena kami. Mereka rela membantu legalisasi buku nikah kami agar diakui kedua Negara baik Indonesia dan Perancis. Baik sekali temanku ini ‘kan?

Apa persyaratan Legalisasi Buku Nikah Campur?

I.KUA

Kami sudah minta leges fotocopy buku nikah kami di KUA, buat jaga-jaga kami memfotocopy sebanyak 20 rangkap. Oh ya lokasi KUA itu dimana pernikahan dicatat, kami menikah di Padangsidimpuan, Sumatera Utara sehingga kami meminta legalisasi di Padangsidimpuan.

FYI: Sewaktu kami menikah di KUA Padangsidimpuan Selatan, pihak KUA minta uang Rp600.000 kepada suami padahal kami nikah jam kerja. Yang paling menjijikan kepala KUA-nya semarga denganku. Sumpah parah banget korupsi di KUA itu!! Kalau kami tidak kasih, buku nikah kami belum ditanda tangani dia. Terus pas itu katanya mau lapor pernikahan kami ke Kementrian Agama, aaalaaaah ujung-ujungnya kami juga yang lapor sendiri ke Kemenag di Jakarta.

II. Kementrian Agama

Lokasi di Jl. MH. Thamrin No. 6 Kebun Sirih, Jakarta Pusat.  Lantai 9, bagian Direktorat Bina Kua dan Keluarga Sakinah

Biaya: gratis

Jam pelayanan: 08.00 – 14.30 WIB.

Lama proses: Selesai dalam 30 menit jika sepi (bisa ditunggu)

Dokumen yang harus disiapkan:

  1. Buku nikah asli suami-istri
  2. Fotokopi buku nikah yang sudah dicap oleh KUA/catatan sipil, siapkan 3 rangkap
  3. Fotokopi KTP WNI
  4.  Mengisi permohonan legalisasi yang disediakan Kemenag
  5. Surat Muallaf
  6.  Fotokopi Passpor WNA
  7. Fotokopi surat izin menikah dari kedubes pasangan (CNI).
  8. Surat kuasa bermaterai jika pengurusan oleh pihak ketiga

Dalam pengurusan legalisasi kementrian Agama, temanku Maulina yang mengurusnya. Pengerjaanya cepat sekali, bahkan pegawai Kemenag sangat baik hati membantu temanku dan tidak mempersulit, dan paling keren tidak dipungut biaya. Berbeda sekali dengan KUA dikampungku yang mata duitan.

Tempat Burangir

III. Kemenhukam

Lokasi: Gedung Cik’s Cikini, dekat dengan stasiun Cikini, sebrangnyza KFC Cikini

Jam pelayanan: 08.30 – 14.30 WIB, selesai dalam 3-7  hari kerja.

Biaya: Rp25.000 per dokumen/lembar, karena kami butuh 2 stiker sehingga total biaya sebesar Rp 50.000

Untuk legalisir Kementrian Hukum dan HAM prosesnya sudah online. Dokumen yang di upload terutama buku nikah yang hendak dilegalisir. Oh ya perlu diingat sebelum mengisi persiapkan nomor legalisasi, tanggal legalisasi, dan nama pejabat yang melakukan legalisasi dari proses legalisasi di Kementerian Agama karena akan dimasukkan ke dalam permohonan.

Cara mendapatkan legalisasi buku nikah dari Kemenhukam:

  1. Registrasi di http://ahu.go.id, buat account
  2. Masuk ke Beranda
  3. Klik Daftar Permohonanlalu Buat Permohonan
  4. Pilih Dokumen Pernikahan
  5. Masukan Nomor Dokumen dari Kemenag
  6. Jumlah Dokumen yang mau legalisir
  7. Tanggal dokumen yang dimaksud adalah tanggal Kemenag melegalisir dokumen
  8. Masukan nama pejabat yang mendatangani dokumen di Kemena
  9. Jabatannya terisi otomatis sesuai jabatan pejabatnya di point 8
  10. Isi Lembaga Kementrian RI
  11. Negara tujuan (saya pilih Perancis)
  12. Pilih file foto dokumen yang mau legalisir. Usahakan foto legalisir dari Kemenag jelas, kalau tidak jelas, permohonan bisa DITOLAK
  13. Simpan dan lanjutkan
  14. Setelah berhasil memasukkan permohonan, statusnya adalah “menunggu verifikasi”.
  15. Cek di daftar permohonan dan selalu cek di notifikasi. Kemenkuham akan mengirim email memberitahu dokumen ditolak atau disetujui. Permohonan akan diverifikasi oleh petugas, kemudian status akan berubah menjadi diverifikasi
  16. Kalau disetujui maka download dan cetak voucher lalu lakukan pembayaran voucher dengan memilih menu pembayaran PNBP (Pendapatan Nasional Bukan Pajak) dan memasukkan kode vouchersebagai nomor rekening pembayaran. Kalau mau praktis bisa membayar langsung ke tellerBNI yang ada di gedung Cik’s secara tunai, kemudian mendapat bukti pembayaran yang kemudian ditukar menjadi sticker di loket pelayanan
  17. Serahlam print voucher dan bukti pembayaran kepada petugas Kemenkuham maka stiker Kemang akan ditempel dibuku nikah

Dalam pengurusan Kemenhukam yang mengurus adalah Shahreza dan Maulina yang bantuin pembayaran. Waktu itu berkas yang dibawa ke Kemenlu untuk legalisasi oleh Reza berupa:
1. Buku nikah asli suami-istri yang telah dicap oleh Kemenag
2. Fotokopi buku nikah yang sudah dicap ASLI oleh KUA dan Kemenag (3 copy)
3. Fotokopi KTP WNI
4. Fotokopi surat izin menikah dari kedubes pasangan (CNI).
5. Mengisi formulir yang disediakan di loket
6. Materai Rp. 6000/dokumen dan Bukti print voucher
7. Surat Kuasa jika yang mengurus pihak ketiga

Kata Reza proses legalisasi di Kemenhukam gak ribet!!

III.Kementrian Luar Negeri (Kemenlu)

Lokasi: Jl. Pejambon, Gambir No. 6, Jakarta Pusat (dekat hotel Borobudur). Bagian Konsuler.

Jam pelayanan: 08.30–16.30WIB. Selesai dalam dua hari kerja.
Biaya Rp 25.000 per dokumen/lembar.

Lama proses: 1 hari

Untuk mendapatkan legalisasi dari Kementrian Luar Negeri prosesnya hampir sama dengan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia bedanya, legalisasi di Kemenlu harus mendownload aplikasi.

Proses pengurusan legalisasi di Kemenlu:

1.Download Applikasi Legalisasi Kemenlu di Playstore

  1. Buat Account
  2. Pilih   Buat Permohonan lalu Klik Icon Dibawah Klik Kemenlu
  3. Pilih Negara Tujuan (Saya Pilih Perancis)
  4. Pilih tambah dokumen, lalu pilih pilihan dokumen yang akan dilegalsiir (pilih akte nikah)
  5. Pilih Tambahkan Foto lalu isi No. Pengesahan dengan Nomor Pengesahan dari Kemenkuham (nomor stiker), isi Nama Pengesah dengan nama pejabat yang menandatangani stiker, isi Instansi/Lembaga dengan Kementrian Hukum dan HAM
  6. Mengisi kolom ini dengan tanda tangal
  7. Pilih pemberitahuan, kalau mendapatkan pesan permohonan terkirim, berarti dokumen akan diproses verifikasi oleh admin
  8. Kalau dokumen sudah di verifikasi oleh admin maka bisa melakukan pembayaran melalui ATM Mandiri lalu simpan bukti pembayaran
  9. Setelah bayar, upload bukti pembayaran di menu 2. upload bukti pembayaran
  10. Lalu tunggu verifikasi pembayaran  di menupemeberitahuan
  11. Check pemberitahuan untuk mendapatan informasi kapan harus datang untuk mengambil stiker.

PS: Menurutku aplikasi Kemenlu belum praktis. Aku dan Maulina sempat bingung menggunakan aplikasi Kemenlu karena tidak bisa salah, bahkan beberapa kali gagal verifikasi padahal sudah upload bukti leges dari Kemenhukam. Bahkan pas berhasil dapat verifikasi admin cuma 1 stiker sehingga harus mengulang kembali. Proses di aplikasi ini sampai 1 minggu karena admin akan mengecheck di hari berikutnya jika mengisi setelah jam 1 siang.

13. Setelah mendapatkan notif yang ada barcodenya, terus datang ke Kemenlu sesuai waktu yang telah ditentukan.

Saat datang ke Kemenlu berkas yang disiapkan adalah:

  1. Buku nikah asli suami-istri (akan dicap oleh Kemenlu)
  2. Fotokopi buku nikah yang sudah dicap ASLI oleh KUA, Kemenag dan Kemenkumham
  3. Fotokopi buku nikah yang sudah dicap oleh KUA, Kemenag dan Kemenkumham untuk arsip
  4. Fotokopi KTP WNI
  5. Mengisi formulir yang disediakan di pintu masuk
  6. Materai Rp. 6000/dokumen
  7. Surat Kuasa bagi yang mengurus pihak ketiga
    Saat di Kemenlu semua dokumen dimasukan ke dalam map kuning kemudian ambil nomor antrian, nomor antrian ini digunakan hanya untuk penyerahan dokumen, setelah itu harus menunggu sampai nama dipanggil lagi.

Alhamdulillah selama 1 bulan akhirnya buku nikah kami berhasil mendapatkan legalisasi dari 3 Kementrian yaitu Kementrian Agama, Kemenhukam dan Kementrian Luar Negeri. Tentu hal ini berkat Reza dan Maulina yang menyisikan waktu di sela kesibukan mereka sebagai buruh kantor. Thanks a lot Za and Lina!! May Allah blessed you <3!!

IV. Buku nikah diterjemahkan oleh penerjemah tersumpah

Setelah kedua buku nikah kami sudah sudah dilegalisir oleh tiga Kementrian ternyata perjuangan kami dengan dokumen tidak hanya sampai disitu. Sebelum melapor ke Kedutaan Perancis maka buku nikah kami harus  diterjemahkan ke dalam bahasa Perancis. Meski buku nikah dari KUA sudah tercetak dalam dua bahasa (Indonesia dan Inggris), namun Kedutaan Peracnis tetap menginginkan diterjemahkan ke dalam Bahasa Perancis. Penerjemah tersumpahnya pun tidak sembarangan, harus daftar penerjemah tersumpah yang ada di website Kedutaan Perancis. Dari daftar penerjemah tersumpah di website Kedutaan Perancis maka kami memilih salah satu.   Biaya yang kami keluarkan untuk terjemahan ke dalam Bahasa Perancis sebesar Rp250.000/lembar. Buku nikah sebanyak 4 lembar, jadi biayanya Rp1.000.000 belum termasuk ongkos kirim. Lama proses pengerjaan 3 hari.

V. Melapor Kedutaan Perancis

Lokasi: Kedutaan Besar Perancis

Biaya: Gratis

Lama proses: Tergantung kebijakan tiap-tiap negara, khusus di Kedutaan Perancis sekitar 1-2 bulan.  Kami juga mendapat livret de famille (buku nikah sekaligus buku keluarga). Namun kami belum ambil hingga sekarang.

Berkas yang harus disiapkan:
1. Buku nikah asli suami-istri
2. Terjemahan buku nikah ke bahasa Perancis
3. Fotokopi buku nikah yang dicap ASLI oleh KUA, Kemenag, Kemenkumham dan Kemenlu
4. Fotokopi passport WNA
5. Mengisi formulir yang disediakan
6. Membayar biaya administrasi

Akhirnya legalisasi buku nikah kami selesai dan bisa melanjutkan pengurusan KITAS suami. Artinya “another paper work”. Haiiiyaaa hehehe :). Kalau kata suami, kalau dia tahu begitu ribetnya nikah denganku, dia akan mikir ulang padahal aku juga pasti mikir ulang. Aku juga tidak menyangka seribet ini, tapi ya itu manisnya ketika berjuang bersama memenuhi aturan Birokrasi yang begitu komplek dan rumit.

Ternyata pernikahan campur ribet ya?

Semoga artikel ini berguna bagi teman-teman yang sedang berjuang dengan dokumen terutama para pejuang “nikah campur”.

Salam

Winny

 

Posted by Winny Marlina

Indonesian, Travel Blogger and Engineer

16 Comments

  1. Aku yang baca dari atas sampai bawah aja ngerasain betapa melelahkannya walaupun di beberapa aspek dipermudah. Benar, mestinya bisa satu atap dan tak perlu lagi translate yang-mahal-itu, toh ada bahasa Inggris sebagai bahasa Internasional. :p

    Reply

    1. Mudah-mudahan kedepannya sistem Birokrasi negara kita makin baik ya Om. Tapi tantangan sesungguhnya bagi kami itu ketika mengurus ITAS

      Reply

  2. Iya nikah campur ini ribet di dokumen. Harus telaten. Kalau aku pakai agen karena lebih murah daripada aku bolak balik balikpapan-jakarta. Untungnya kamu ada temen yang mau bantu ya di Jakarta, jadi sangat menolong sekali.
    Kalau buku nikahmu mesti di translate lagi ya. Untungnya punyaku ga usah translate lagi karena buku nikah sudah ada bahasa inggrisnya dan negara Belanda mau menerima dokumen berbahasa inggris. Translate dokumen ini masalahnya nambah biaya lagi kan.

    Reply

    1. Iya bener banget Gerald, kalau tidak ada teman di Jakarta mending urus dari Agen. Kebutulan ada teman yang bantuin jadi hemat 🙂 cuma masih kalauh di biaya translate karena Perancis maunya ditranslate lagi. Tapi yang paling bikin nangis itu ketika mengurus ITAS.

      Reply

  3. Win, buku nikah yg dilegalisir ini maksudnya sebagai salah satu dokumen yg diminta untuk pengajuan ijin tinggal kamu di Perancis ?
    Saya merasa takjub dengan kerumitannya karena waktu saya mengajukan ijin tinggal di Australia, yg diminta hanya buku nikah dan fotokopinya tanpa perlu legalisir sana sini.

    Reply

    1. Ijin tinggal sementara suami di Indonesia kak. Setelah legalisir lebih ribet lagi pas ngurus ITAS kak sampai menitikkan air mata

      Reply

      1. Oh gitu.. Kalo ternyata ini utk ITAS suamimu (utk tinggal di Indonesia) menurutku malah lebih aneh lagi.. Buku nikah itu kan dokumen yg dikeluarkan pihak Indonesia, kenapa harus dilegalisir sampai sejauh itu ya.. Aku kan anggota PERCA, salah satu organisasi pernikahan campuran, sering baca cerita orang lain di WA grup-nya soal bikin ITAS ini tapi seingatku gak ada yg menyinggung soal persyaratan legalisir buku nikah sampe level tinggi kayak gini. Maaf ya Win kalo aku malah bikin kamu jadi tambah bingung..

      2. Aku juga ikut forum nikah campur kak di Fb dan banyak informasi dari situ. Visa suami tipe 317 penyatuan keluarga jdi harus di leges buku nikah dri 3 kementrian itu kak klau gak, visa gk keluar. Suami jg sempat protes mengenai itu kok bs buku nikah hrs lapor sana sini baru diakui

  4. Kalau diurus sendiri waktu 1 minggu cukup ga ya kak?

    Reply

    1. Sepertinya 1-2 minggu kak, tergantung antrian dan respon dari Kementrian.

      Reply

  5. Kak, saya seorang WNA dan sudah hampir tiga tahun menikah dgn WNI. Tapi kami belum juga urus legalisasi buku nikah kami.
    Emang petugas yg di Kemenag minta surat izin nikah dari Kedubes pasangan WNA? Kakak rasa kalau tidak ada surat itu legalisasinya tetap bisa diproses gak?

    Reply

    1. Harus ada surat CNI dari WNA yang menyatakan belum menikah, kalau tidak ada, susah

      Reply

  6. Makasih banget info nya winny sangat membantu 🙏 saya baru mau urus legalisasi buku nikah , selanjut nya saya tunggu untuk ITAS ny

    Reply

    1. sama-sama
      Semoga bermanfaat

      Reply

  7. Makasih banget info nya winny sangat membantu 🙏 saya baru mau urus legalisasi buku nikah , selanjut nya saya tunggu untuk ITAS ny

    Reply

    1. Semangat Mba dan Good luck

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.