Pesona Garuda Wisnu Kencana Bali


GWK Cultural Park offers a lavish Indonesian cultural heritage for years to come with the upcoming monumental Garuda Wisnu Kencana Statue as the Indonesian Icon of civilization, the number one cultural icon in Bali. Garuda Wisnu Kencana statue is the symbol of God Vishnu riding the great Garuda as his trusted companion.

By GWK BALI

Hello World

Bali 2017

GWK atau Garuda Wisnu Kencana merupakan salah satu tempat wisata wajib yang harus dikunjungi selama di Bali. GWK Bali merupakan symbol untuk Dewa Wisnu. Sebenarnya GWK ini dirancang lengkap dengan Patung Garuda agung sebagai pendampingnya yang menjadi monument terbesar di dunia dengan patung adalah 120m, terdiri dari 24 segmen dan dibentuk dengan 754 modul terbuat dari tembaga dan kuningan dilapisi asam patina.Sayangnya patung GWK ini belum selesai.

Pertama kali ke GWK tahun 2010 dan aku sangat suka dengan GWK karena GWK aku dapat menyaksikan pertunjukan tarian khas Bali. Tidak hanya itu, di GWK juga terdapat taman lotus yang aku suka. Taman lotus atau lotus Pond merupakan taman dengan pilar kapur dengan pemandangan kece. Entah kenapa aku selalu suka Lotus Pond di GWK ini, taman dengan latar belakang batu kapur. Di depan taman Lotus juga terdapat Patung Garuda setinggi 18 meter.

Nah untuk ke Lotus Pond, pengunjung diperbolehkan memakai pakaian bebas namun saat berada di area menuju ke Wisnu Plaza, pengunjung wajib memakai pakaian sopan. Namun tenang bagi yang kebetulan memakai pakaian yang menunjukkan lutut tidak perlu khawatir, karena sarung untuk menutup lutut disediakan untuk menghormati area patung Wisnu. Nah untuk sampai area Wisnu Plaza maka harus menaik anak tangga dengan pemandangan taman. Dari anak tangga, terlihat jelas Patung Wisnu berdiri tegak yang menjadi kesukaan orang untuk photo.

Sesampai di area Wisnu Plaza, terdapat pemandangan Bali dari atas. Pemandangan Bali dari Wisnu Plaza sangat indah. Disampung Patung Wisnu Plaza, terdapat Parahyangan Somaka Giri. Parahyangan Somaka Giri memiliki mata air yang diyakini dapat menyembukan penyakit.

Lihat, kalau ada di tempat pemujaan Pura pasti ada kura-kura, 
kata Pak Bobi menjelaskan kepada kami. 
Untuk Parahyangan Somaka Giri ini memiliki mata air yang suci, 
padahal disini tidak mungkin ada air namun bisa ada air. 
Kata si Bapak menjelaskan lagi

Kemudian aku pun memperhatikan Parahyangan Somaka Giri sehingga tak heran beberapa pengunjung banyak mengambil airnya.

Setelah puas keluar dari area Parahyangan Somaka Giri aku menuju kearah belakang tempat miniatur Wisnu Kencana dengan Garudanya. Dari kejauhan terlihat bahwa proyek ini sedang dilakukan dan diharapkan selesai secepatnya. Menikmati Bali dari GWK serasa adem, karena lokasinya tinggi jadi terlihat jelas pemandangan Bali.

Puas dari Patung Wisnu dan kami turun di Taman Lotus yang aku suka, eh hujan turun. Akhirnya kami beramai-ramai menuju pintu keluar. Ternyata meski sudah keluar kami masih bisa menggunakan tiket kami untuk masuk lagi. Namun kami memilih masuk ke amphitheater sambal menunggu hujan reda. Amphitheatre di GWK ibarat panggung untuk menonton pertunjukan tarian khas Bali yang sudah ada jadwalnya. Bahkan tari kecak bisa ditonton di Amphitheatre.

Yang lucu saat kami hendak ke Amphitheatre, kami menggunakan poster sebagai pelindung kami, beramai-ramai seperti ular tangga. Jadi teringat masa kecil 😀

Sesampai di dalam Amphitheatre yang ruangannya cukup besar yang bisa menampung sekitar 800 orang, dengan bentuk melengkung dan tersusun berunduk, kami memilih tempat duduk paling depan sebelum acara pertunjukan dimulai. Pada saat kedatangan kami, pertunjukan di Amphitheatre adalah pertunjukan Garuda Wisnu Ballet. Meski tanpa AC, Amphitheatre cukup sejuk dengan ruangan terbuka serta suara dari tarian juga terlihat jelas. Meski sudah dua kali ke GWK, namun tetap aku sangat suka melihat pertunjukan tarian, apalagi pertunjukan tarian khas Bali. Menariknya setelah pertunjukan selesai, pengunjung boleh loh berphoto dengan penarinya. Aku paling semangat berphoto dengan penarinya karena cakep aja gitu pakaiannya. Tradisional dan kece! Jadi bangga melihat keanekaragaman Budaya Indonesia dan yang paling aku salut dengan orang Bali betapa mereka melestarikan budayanya dengan baik.

Untuk pertunjukan apa saha di Amphitheatre selama seharian, maka jadwal dan pertunjukan dapat dilihat di depan pintu Amphitheatre. Jadi tak heran kalau GWK ini dapat melihat pertunjukan menarik khas Bali.

Khusus pengunjung muslim di area GWK juga terdapat musholla lengkap dengan mukenah sehingga tidak perlu khawatir kalau pas jalan-jalan di GWK ketinggalan sholat. Karena waktu itu aku juga sempat sholat di musholla GWK yang letaknya di balik tempat souvenir untuk membeli oleh-oleh khas Bali.

Selain itu, fasilitas lainnya yang ada di GWK adalah tempat makan dan tempat membeli souvenir. Oh ya bedanya dari kunjungan 2010 yang lalu, sekarang ke GWK pengunjung harus menaiki bukit sambil melewati pertokoan yang menjual oleh-oleh khas Bali. Seru juga saat melihat oleh-oleh khas Bali untuk orang-orang tercinta.

Sumber Photo (Atemalem)

Jadwal Buka GWK Bali

Jam 08:00 – 22:00 WITA

Tiket Masuk GWK Bali

Untuk dewasa Rp70.000

Anak-anak Rp60.000

Turis Mancangara Rp100.000

Lokasi GWK Bali

Garuda Wisnu Kencana Cultural Park

Jl. Raya Uluwatu, Ungasan, Kuta Sel., Kabupaten Badung, Bali

Salam

Winny

Iklan

20 tanggapan untuk “Pesona Garuda Wisnu Kencana Bali

  1. Sampai sekarang saya belum pernah kesampaian ke GWK. Dulu saat Asean Blogger sebenarnya ada kesempatan karena rombongan blogger diajak kesana. Ndilalah saya malah lebih memilih ikut rombongan kecil lain yang ke pantai hehehe. Kedua saat kemarin mbolang sendiri dan menginap takjauh dari GWK, namun saya lebih suka memilih ke Pantai Pandawa. Apa mungkin saya lebih suka pantai ya? #tanyakenapa

  2. Foto di tebingnya GWK keren tuh instragamable banget. Aku terakhir ke GWK tahun 2012 sepertinya. Katanya denger-denger patung GWK mau di jadikan satu, digabungin gitu (kepala, badan dan garuda). Apa benar ya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s