Hello World!

Jakarta 9 Februari 2018

Sejak kuliah aku sudah terbiasa jika amandel ku bengkak dan meradang. Aku tak boleh minum es sedikitpun, kalau minum es langsung aku ingusan. Tidak hanya es bahkan makanan pedas dan minyak-minyak merupakan pantangan. Anehnya meski aku berusaha untuk tidak minum es tapi kalau cuaca tak menentu seperti panas-hujan-panas-hujan maka siap-siap juga aku ingusan dan tenggorakan sakit. Memang derita THT itu aku alami dari kecil, kalau waktu SD bermasalah dengan telinga maka saat kuliah bermasalah dengan hidung dan tenggorokan.

Saat kuliah di USU, Medan aku sering bolak balik di Puskesmas USU. Saking seringnya aku sampai ingat obat-obat apa saja yang diberikan Dokter. Seringnya itu adalah Amoxicillin. Saking seringnya minum Amoxicillin rasanya itu obat tidak mempan lagi. Aku merasa diriku kebal dengan Amoxicillin. Maklum kalau menjaga unutk tidak minum es aku bisa tapi kalau tidak makan pedas itu bagian tersulit. Aku kan penyuka pedas!

Tapi kalau amandel sudah meradang, rasanya itu sakit sekali. Menelan susah bahkan rasanya ngomong itu malas. Dulu Dokter di USU sering menyuruhku untuk operasi tapi aku tidak pernha berani. Akhirnya yah itu aku terbiasa bolak-balik ke RS atau Puskesmas kalau amandelku kumat sakitnya.

Karena amandelku tidak pernah dioperasi dan jadinya gitu-gitu terus sampai tahun berubah akhirnya yah itu ke Dokter jadi kebiasaanku, “langganan pun”.

Aku malahan jauh-jauh ke Timor Leste tahun 2012 bersama Andisu untuk mengobati Amandelku. Katanya ada Pengobatan Chiness yang bisa menyembuhkan Amandel. Eh saat di Dili malahan aku cuma di impus doang dong terus ngak ngefek apa-apa. Padahal udah sakit diinfus, biayanya mahal, terus niat banget ke Dili eh amandelnya tetap kalau kumat yah sakit.

Setelah Operasi Amandel

Kemudian saat kami pindah ke Jakarta, di tahun 2013 aku dan Andisu ke Bogor mencoba pengobatan Alternatif. Aku dan Andisu jauh-jauh dari Jakarta ke Bogor demi pengobatan itu. Tempat pengobatan itu sangat sederhana. Tapi kalau naik angkot ke aras Cisarua, orang-orang udah pada tahu. Pengobatan alternatif itu ternyata sudah terkenal bisa mengobati amandel. Tapi aku udah lupa nama yang mengobati aku di Puncak Bogor itu. Saat masuk ke dalam ruang pengobatan bersama Andisu. Tanganku waktu itu dipegang, terus seorang Bapak menyuruh untuk membuka mulut terus dengan cekatan di pencet ampe berdarah. Aku sampe kaget sekaligus kesakitan. Andisu yang melihat itu langsung khawatir. Lalu aku dikasih minum teh benalu selama 1 minggu dan tidak boleh makan minyak-minyakam dan minum es.

Sejak ke pengobatan alternatif amandelku kalau bengkak dan sakit tidak seperti yang dulu tapi tetap kumat. Bedanya kalau aku sudah bisa minum es sedikit, kalau banyak baru kumat. Sejak pernah ke pengobatan alternatif, kalau amandelku kumat maka sebagain dokter tidak menyarankan Operasi sebagian lagi tetap menuruh operasi.

Di tahun 2015 aku kembali ke RS kali ini ke RS THT Jakarta untuk diperiksa lebih lanjut ternyata penyakitku tidak hanya amandel melainkan sinus dan radang tenggorakan. Makanya kalau amandelku baik-baik saja tapi pas sinus kumat maka amendel juga sakit begitu terus menerus.

Aku dan teman-teman setelah Operasi Amandel

Di tahun 2017 aku pindah ke Ciwandan. Saat di Ciwandan ketika berada di RS Ciwandan saat itu aku berniat untuk operasi amandel tapi karena sesuatu hal akhirnya aku tidak jadi operasi amandel. Karena di Ciwandan aku pergi ke dua dokter yang berbeda kedua-duanya beda persepsi, satu menyarankan tidak operasi satu lagi tidak perlu operasi. Kan bikin galau ya?

Akhirnya di Februari 2018 ketika pindah kerja di Loreal Indonesia, aku memutuskan untuk Operasi Amandel dengan pertimbangan yang cukup lama yaitu 11 tahun. Rumah sakit yang aku datangin untuk periksa amandel adalah RS THT di Menteng Jakarta karena merupakan langgananku walau agak mahal sih harganya tapi mereka Spesialis THT.

Awal-awal aku cukup lama mempertimbangkan apakah operasi amandel atau tidak karena:

  1. Amandel itu adalah antiboti tubuh jadi kalau di hilangkan maka antibodiku hilang
  2. Kalau tidak operasi aku akan terus menerus menderita sakit amandel
  3. Aku sudah mencoba semua usaha mulai dari pengobatan alternatif sampai tradisonal dengan hasil tidak begitu memuaskan.

Aku pun memberanikan memeriksa ke Dokter lagi lalu Dokter mengatakan kalau Amandelku sudah bernanah dan infeksi. Amandelku sudah akut, harus dioperasi lalu aku menyetujui untuk Operasi Amandel di RS THT Menteng Jakarta. Waktu itu aku sendirian ke RS, langsung disuruh menginap dan diperiksa darahnya. Saat diambil darah itu sungguh sangat menyakitkan sampai bengkak tanganku karena pembuluh darahku katanya tipis jadi ada 3 orang yang harus ngambil darahku dan tiga kali mah ditusuk jarum di tangan dan berhasil membuat bengkak.

Yang sedih saat aku menginap di RS, aku sendirian padahal disamping aku tuh dengan suaminya. Karena di dalam kamar itu kami ada 2 orang yang esoknya kami berdua samasama memiliki jadwal operasi. Teman sekamar di Rumah sakit itu berhasil membuatku iri karena dia mah bisa manja-manja sementara aku sendirian. Sampai-sampai si Dokter tanya dimana keluargaku kok aku sendirian. Untung aku anaknya kuat ya, meski dikuat-kuatin karena terpaksa 😀

Sebelum Operasi Amandel aku diperiksa oleh beberapa Dokter mulai dari dokter anesthesi sampai dokter yang menanganiku. Bahkan diperiksa kesehatan mulai dari jantung, dan sebagainya. Sebelum Operasi aku disuruh puasa dan makanan yang boleh aku makan hanya makanan yang dikasih dari rumah sakit. Jadwal Operasiku saat itu siang.

Temanku yang datang waktu sebelum aku operasi adalah Maulina, Mbak Ninik dan Fiska. Saat masuk ke dalam ruang operasi aku takut sekali. Ternyata saat dibius aku sudah tidak sadar apa-apa. Kata teman operasiku berjalan selama 3 jam. Saat aku keluar dari ruang operasi yang paling takut melihat aku itu adalah Maulina.

"Tahu gak Win, saat dirimu keluar dari Ruang operasi, 
wajahmu damai, aku takut dirimu itu gak sadar selamanya", kata Lina

Setelah aku sadar, barulah Maulina pulang. Kemudian sore hari Bang Peterus datang melihat kondisiku. Barulah agak magrib Mba Ninik dan Bang Peterus pulang. Yang menjaga aku di Rumah sakit itu adalah Fiska, teman sekos. Pas teman-temanku datang menjenguk itu rasanya senang, paling tidak ada yang menjenguk di Rumah Sakit.

Setelah operasi, sulit sekali ngomong, karena masih ada bekas jahitan. Jangankan bicara, nelan saja susahnya minta ampun. Aku bahkan tetap diinpus setelah operasi selesai dan disuruh istirahat. Sakit itu terasa banget setelah biusnya hilang. Yang paling parah saat aku dan Fiska tidur, inpusku habis akhirnya darahku tersedot diselang dan si Suster yang jaga lupa menggangti infusku. Untung aja aku gak mati karena kelalain Perawat yang merawatku. Saat itu aku membangunkan Fiska dan mengatakan tanganku sakit kemudian dia periksa langsung panik dan memanggil suster untuk diganti infusku.

Untuk makanan aku diberi bubur sumsum dan susu. Temanku Fiska, Mba Niniklah yang menyuapin aku. Kalau Mba Ninik di hari pertama maka Fiska di hari kedua. Saat hari kedua aku  sudah dibolehkan pulang oleh Dokter. Saat mau pulang itu temanku yang datang yaitu teman-teman saata kuliah Teknik S1 USU yaitu Santo, Melisa, Ines dan Ebeth. Lalu kemudian Ana, teman sekos datang. Pas malamnya barulah kami pulang! Aku begitu beruntung yah memiliki teman-teman yang baik 🙂

Aku dan teman-temanku setelah Operasi

Pengalaman operasi amandedel di RS Spesialis THT Menteng Jakarta dengan menginap selama 2 hari aku menghabiskan biaya operasi sebesar 20 juta. Luamyan mahal ya?

Setelah itu tahap recovery atau penyembuhan yaitu selama 2 minggu aku hanya boleh makan bubur, tidak boleh makan makanan yang pake penyedap dan yang pedas. Bahkan aku puasa ngomong karena kalau ngomong sakitnya itu tak terkatakan, karena masih ada jahitannya.

Kemudian di minggu ke 3 aku bandel dan mulai makan pedas pertama kalinya dan rasanya perih.  Aku bhakan tidka masuk kerja selama 1 minggu. Dan aku sering makan bubur dan nitip ama Fiska atau Ana. Mereka berdualah yang menjagaku ketika aku sakit.

Pasca oeprasai, aku masih sering periksa RS untuk melihta kndisi kesembuhanku. Setelah operasi aku 3x ke Dokter. Aku berhenti ke Dokter lagi setelah dikatann Dokter baik-baik saja. Obatku waktu itu semuanya berupa sirup. Obatnya luamyan mahal Rp500.000 pas habis dan beli lagi.

Sau hal yang aku petik dari pengalaman operasi amandel yaitu akan terlihat sebenarnya orang yang perduli dengan kita atau hanya pura-pura perduli. Aku belajar kalau hiudp itu hanya sementara dan ada kalanya kita diuji dengan penyakit. Begitulah pengalaman operasi amandelku semoga bermanfaat. Jagalah kesahatan karena kesahatan itu mahal harganya 🙂

Biaya Operasi Amandel di RS THT Jakarta

Kamar Perawatan Rp1.100.000

Kamar Operasi Rp2.240.000

Obat Kamar Operasi Rp5.427.815

Alat Kamar Operasi Rp1.570.000

Laboratorium Rp1.535.950

Radiologi Rp260.000

E.C.G Rp100.000

Spirometri Rp100.000

Visit Dokter Rp550.000

Visit Dokter Internist Rp430.000

Visit Dokter Anastesi Rp250.000

Dokter Operator Rp3.575.000

Donkter Anesthesi Rp1.191.600

Obat Resep Operasi Rp 1.464.395

Biaya Administrasi dan Materai Rp995.738

Total biaya Operasi Rp20.790.495

Special Thanks to Fiska, Mba Ninik, Bang Peterus, Maulina, Ana, Santo, Melisa, Ines dan Ebeth for being around when i was sick 🙂

Salam

Winny

Advertisements

Posted by Winny Marlina

Indonesian, Travel Blogger and Engineer

11 Comments

  1. Amandel ini mirip-mirip sama usus buntu, seringnya diabaikan tapi kalau sakit bisa luar biasa 😦

    Reply

  2. Winny, kamu sudah terbukti sabar dan tangguh 👍👍👍rezeki tuh ternyata buanyak ya. Gak hanya materi, sehat, tapi teman2 yg peduli dan sayang ya. Alhamdulillah. Btw, RS THT mehong. Huhu.

    Reply

  3. Semangat, Mbak. Habis operasi entar enggak sakit lagi. Jaga kesehatan, ya, Mbak..
    Bener mbak, setelah biusnya habis sakitnya terasa banget. Aku dulu nangis mulu masa. Wkwkwk. :”
    Btw, mahal amat yak. :”

    Reply

  4. Jaga kesehatan ya

    Reply

  5. waah, ternyata di balik ke sana ke marinya mb win..
    mb win punya amandel yg bisa kambung sewaktuwaktu.

    smoga sehat seterusnya ya mb wiiin ^^

    Reply

  6. luar biasa.. cepat sembuh yaaaa 😀

    Reply

  7. Bener kesehatan mahal krn itu harus dijaga. . Makan pedas itu emng ga bagus sebenernya, bisa kok dibiasain. Aku pun sekarang sukanya makan kecap krn ketularan temen yg gak suka pedas.

    Reply

  8. Iya aku ingat kamu cerita ini pas aku mau ujian bahasa belanda pas maret kemarin. Mahal banget sampe mikirnya itu operasi amandel atau operasi caesar… Sehat terus ya Winny…

    Reply

  9. Betul Win sehat itu harus dijaga. Kalo sudah sakit lalu untuk menyembuhkannya mahal. Sehat terus.

    Reply

  10. Saya kalau denger operasi-operasian kok otomatis langsung ke ngeri ya ._.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.