Sehari backpackeran Mengelilingi Sidoarjo dan Surabaya


Hello World!

Salam hangat dari Backpacker Indonesia..

Sebenarnya ini adalah kisah lain dari MySelangorStory

Kejadiannya pas dari Malaysia itu pulang tanggal 29 Januari 2013 jam 5 sore tapi tiket pesawat untuk balik ke Kupang tanggal 30 januarinya jadi membuatku berpikir untuk sekalian travelling ala backpacker dan lumayan menguras otak, secara aku memang sering singgah di Surabaya tapi hanya sekedar lewat seperti tahun 2011 dengan susanto, surya, dan william yang dari Bali untuk balik ke Medan kami harus melewati Bandara Internasional Juanda Surabaya, tapi hanya sekedar lewat saja itupun di pagi hari, begitu juga sewaktu aku dan rombongan MT.Gama Group dari Bogor hendak ke Kupang, juga mengelilingi Surabaya karena kami singgah melihat Pabrik Semen Gresik di Tuban jadi kami sempat keliling Surabaya dengan bus tapi hanya sekedar lewat saja tanpa ada kata mampir-mampir, tapi kondisi ini berbeda dari sebelumnya, aku harus singgah dan bermalam di Surabaya untuk sehari apapun ceritanya..

Nah,, muter otak!!

Untungnya aku bergabung di forum Celoteh Backpacker dan mengenal Intan dan kakak itu sangat baik hati mau menemaniku selama di Surabaya. horeee  hehehe 😀

29 januari 2013 pukul 5 sore sampailah aku, Tahid dan Kus dari Malaysia disini ada pengalaman lucu ketika aku terlalu sibuk whatsapan tanpa ku sadari aku mengikuti Tahid yang ke WC laki-laki padahal aku harusnya ke toilet perempuan di terminal kedatangn luar Negeri Bandara Juanda.. Dengan spontan Tahid berkata “eh kamu kok masuk ke toilet pria”..hahhaha Uppss salah kamar, betapa malunya aku dan semua ornag melihat termasuk ibu yang membersihkan toilet wanita.. sampe Kus bilang aku gila,,hahhaha pengalaman yang lucu..

Ternyata tidak susah loh saat kita pulang dari luar Negeri tidak terlalu ribet, proses masuk ke dalam negeri cuma menunjukkan Passport doang! Setelah itu Tahid melaporkan pengaduannya kepada security setempat atas kehilangan dompetnya sementara aku sudah janji dengan Kak Intan di Pom Bensin Aloha Sidoarjo, karena aku akan menginap di Sidoarjo dan kak Intan telah menunggu di Pom Bensin Aloha Sidoarjo,..

Pukul menunjukkan jam 7 malam, ada perasaan bersalah sama kak Intan karena telah menunggu lama dan akhirnya akupun naik Damri ke dari Bandara Juanda ke Pom Bensin Aloha seharga Rp15.000. Dengan barangku yang seabrek terpaksa naik Damri dan turun di Aloha dan di Pom Aloha Surabaya kak Intan, yang merupakan blogger juga sudah menunggu 2 jam. Ada rasa bersalah!! Untungnya kakaknya baik meski awalnya susah menemukan kakak itu karena kakak itu dari depan aku turun di belakang tapi akhirnya bertemu. Lalu kak Intan mengajak saya ke rumah kak Ajeng yang berada di Sidoarjo untuk makan,,

hehehe backpacker gila yah!! udah baru kenal langsung ngikut makan di tempat orang asing pula :D..

Sesampai di rumah Kak Ajeng aku berkenalan dan dipersilahkan makan,, wuih asiknya 🙂

Kak Ajeng merupakan teman sperjuangan kak Intan yang suka travelling dan paras kakak itu sangat feminim tapi rupanya cewek tangguh juga hehehe..Dirumah Kak Ajeng kami makan ayam yang pedas dan enak 😀

Setelah itu aku dan kak Intan ke rumah kak Putri untuk menginap,,

Sesampai di rumah Kak Puteri aku mencoba mandi dan byurr,,, ternyata air Sidoarjo sangat dingin kontras dengan di Kupang.

Tapi aku malah flu dan menularkannya ke kak Intan..

Keesokan harinya jam 1 siang baru aku dan kak Intan keluyuran backpackeran mengelilingi Surabaya setelah sarapan di rumah kak Puteri di Sidoarjo. Ternyata kak Puteri tipikal cuwek dan suka internet kalau kak Intan itu kesannya sosok yang benar cuwek tapi kreative menurutku,, Intinya aku bertemu dengan orang-orang baru yang menyenangkan dan baik hati.

Aku dan kak Intan pun mengelilingi Surabaya dalam sehari dan ada beberapa tempat wisata menarik Surabaya yang bisa kami kunjungi dalam waktu singkat. Tempat pertama yang kami kunjungi ialah Iconnya Surabaya yaitu icon “Patung Buaya dan Hiu” dan icon itu merupakan trademark Surabaya yang asal muasal nama Surabaya itu dari perkataan Sura dan Baya dalam bahasa Jawanya Suro dan Bayo yang artinya ikan hiu dan buaya. Dari mitos zaman dulu katanya dua hewan inilah yang sangat kuat dan menjadi simbol Surabaya.

Kesanku terhadap Surabaya ialah kota yang padat dan bersih khususnya paritnya ditutup bersih kalaupun ada sampah sedikit jarang bahkan dan disini sangat macet seperti di Jakarta dan Medan. Tapi aku sangat salut dengan penataan kotanya yang bersih dan rapi. Untuk bukti aku dan kak Intanpun berfoto di trademark Surabaya yang berada di depan Kebun Binatang Surabaya.

Sayangnya kami tidak mampir ke kebun binatang yang dulunya merupakan kebun binatang terbesar se Asia Tenggara karena hewannay sudah pada mati dan tidak terawat karena keterbatasan waktu padahal harga tiket masuk kebun binatang Surabaya Rp5000 saja. Setelah dari Taman Suro Ing Boyo yang berlokasi di Jalan Diponegoro Surabaya depan kebun binatang Surabaya kami pun melanjutkan ke pasar tradisional Pasar Genteng Baru Surabaya untuk mencari oleh-oleh. Di pasar tradisional Genteng Surabaya aku membeli beberapa makanan khas Surabaya.

Seetelah itu kami pun singgah di Surabaya Tourism Information Centre yang merupakan pusat informasi pariwisata yang ada di Surabaya. Di center ini aku dan kak Intan membeli postcard Surabaya dan aku membeli beberapa gantungan kunci khas Surabaya dengan harga Rp8000.

surabaya information tourism
surabaya information tourism

Setelah dari Surabaya Tourism Information Centre kuamipun mengelilingi Surabaya kami pun mencoba kuliner masakan khas Surabaya yaitu Rujak Cingur di Halo Surabaya. Rujak Cingur merupakan salah satu makanan khas Surabaya yang  sama seperti rujak biasa tapu pake Cingur sapi yaiut moncong sapi atau mulut sapi dan bisa dengan pake buah dan sayaur-sayuran serta tempe dan pake kerupuk. Awal aku melihatnya merasa aneh karena tidak ada buah sama sekali karena yang aku pesan ialh rujak cingur matang yang artinya tanpa buah kalau rujak cingur mentah itu pake buah, karena baru pertama kali aku makan rujak Cingur yaitu rujak dengan sayur membuatku merasa aneh memakannya, aku secara pribadi tidak terlalu suka karena tidak sesuai dengan lidah Batakku 😀 hehhehe… tapi overalll lumayan enak meski bagiku aneh dan minumannya yang aku suka yaitu teh botol sosro dan bandrek dengan kelapa muda, eiu sedapp 😀

Sedangkan kak Intan lebih memilih makanan sup. Di Halo Surabaya ini merupakan tempat makan yang terdiri dari gazebo untuk duduk sambil menikmati kolam ikan..

Setelah kenyang kamipun melanjutkan perjalanan untuk menikmati perjalan kami mengelilingi dan menjelajah pariwisata yang ada di Surabaya. Ada satu hal yang lucu sewaktu kami pulang karena kami melihat kuda yang kelihatan anu-anunya sehingga aku lamgsung bilang kak Intan ada kuda anu-anu dan spontan kakak itupun tertawa dan akupun langsung mengambil kuda yang sedang makan rumput yang kelihatan anu-anunya itu  haha 😀

kuda anu-anu
kuda anu-anu

Puas memfoto kuda anu-anu Surabaya kamipun mengelilingi Surabaya dan menjelejah tempat yang bisa kami kunjungi di Surabaya. Ada beberapa design unik yang aku suka dari Surabaya yaitu warna bangunan yang berwarna putih yang menimbulkan kesan klasik. Aku sempat mendokumentasikan beberapa pemandangan Surabaya.

Puas keliling aku dan kak Intan lalu mampir ke salah satu tempat pariwisata di Surabaya yaitu Tugu Pahlawan. Di Tugu pahlawan ini aku sangat terkagum-kagum karena di dinding bangunan digambar perjuangan pahlawan Indonesia dan sama persis namun beda histori yang aku lihat di Air Manis Padang, Bandung dan di Monas Jakarta. Hal yang unik dari Tugu Pahlawan Surabaya ialah terdapat gapura dari semen yang berbentuk api dan ketika memasuki  gerbang Tugu ada patung Soekarno dan tulisan yang menarik tentang Tugu Pahlawan serta bongkahan bangunan yang mengesankan masa lampau dan membawa kita ke masa lalu, ketika aku melihat bangunan ini seperti bangunan yang ada di Yunani, menakjunkan ditambah rumput yang bersih dan terawat, inilah yang aku suka dari Surabaya, kota metropolitan yang bersih. Surabaya yang ibukota dari Jawa Timur ini terkenal dengan sebutan “Arek-arek ini sungguh indah ditata dengan teratur”.

Setelah puas dari Tugu Pahlawan hujan lebatpun datang, untungnya Kak Intan telah prepare sebelumnya sehingga kami memakai jas hujan namun kami hujan-hujan dari Surabaya menuju Sidoarjo dan ditambah dengan kemacetan Surabaya meskipun hujan,,

Pengalaman yang sangat ekstrim bagiku sehari backpakeran mengelilingi Sidoarjo dan Surabaya yang ditemani dengan kak Intan tapi sangat berkesan!!

Dan lucunya setelah balik ke Kupang aku pun menseacrh beberapa tempat wisata di Surabaya dan ternyata sangat banyak dan inilah beberapa tempat wisata yang ada di Surabaya:

Citra Raya , Pasar Bunga Bratang, Masjid Al Akbar, Monumen Bambu Runcing, Patung Budha Empat Wajah, Taman Bungkul, Masjid Cheng Hoo, Ciputra Waterpark, Terminal Bus Purbaya, Balai Kota, Festival Rujak Uleg, Jalan Tunjungan, Monumen Gubernur Suryo, Gedung Grahadi, Museum Kesehatan, Stasiun Gubeng, Kelenteng Hong Tiek Hian, Rumah Batik, House of Sampoerna, Gedung Internatio, Pura Jagat Karana, Monumen Jalesveva Jayamahe, Jembatan Merah, Patung Joko Dolog, Dam Jagir, Bandara Internasional Juanda, Pelabuhan Tradisional Kalimas, Kembang Jepun, Pantai Kenjeran, Gereja Kepanjen, jalan Karet, Pasar Bunga Kayoon, Klenteng Sanggar Agung, Museum Loka Jala Srana, Museum Mpu Tantular, Pasar Anggrek, Pasar Genteng, Pasar Turi, Stasiun Pasar Turi, Pasar Buah Peneleh, Jembatan Petekan, Gedung PTPN Surabaya, Stasiun Semut, Monumen Soedirman, Monumen Kapal Selam, Sunan Ampel, Kebun Binatang Surabaya, Tanjung Perak, Tugu Pahlawan, Pusat Sepatu Wedoro, Museum WR Soepratman

Iklan

37 tanggapan untuk “Sehari backpackeran Mengelilingi Sidoarjo dan Surabaya

  1. Terimakasih telah mengunjungi kantor kami di Tourism Information Centre Surabaya 🙂
    follow official twitter account kami @ticSby ya..
    Oh ya tiket masuk Kebun Binatang Surabaya 15.00/orang. dan saat ini sudah mulai pembenahan disana sini karena pengelolaan sudah dipegang oleh pmerintah kota Surabaya

      1. Museum Rokok, The House of Sampoerna (ini mainstream sik), Kampung Kue di Keputran, banyaklah… Tempatnya nggak mapan bgt buat wisata, tapi malah the other side of Surabaya. Surabaya itu kota sejarah dan peradaban timur di Pulau Jawa, budaya pesisirnya masih kental. Kalo sempat kita ketemuan, nanti aku jelasin 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s