Perjalanan Gratis Doha City Tour, Qatar


Life promises to be great if we really desire it.

And the last time I checked, everyone deserves it.

So, believe it

By Unknown

Doha Skyline

 

Hello World!

Qatar, 23 Maret 2017

Betapa bahagianya aku karena untuk pertama kalinya mendapatkan promo tiket Qatar Airlines dengan tujuan Belanda dengan harga ekonomi namun fasilitas bintang. Untuk sampai ke Belanda, maka harus transit 17 jam di Hamad International Airport, Qatar. Siapa sangka dengan transit di Qatar, ternyata bisa mengikuti Doha City Tour secara gratis tis tis!

Horeeee …….

Aku paling senang dengan yang namanya “hratisan”, bayar saja aku mau apalagi gratisan, super bahagia!

Yah memang rencana perjalalanan Europe merupakan trip hadiah Ulang tahun buat diri sendiri dan memang impian ke Eropa itu sudah dari lama dan Alhamdulillah, Allah telah memberikan jalan untuk mencapainya.

Jadi jika ada tour gratisan mengelilingi Doha secara gratis maka anggap saja “Bonus Perjalanan” 🙂

Sebelumnya aku tidak pernah membayangkan akan menginjakkan kaki di Doha, Qatar karena sejak membaca buku Assad “Noted from Qatar”, aku selalu membayangkan Doha di Middle East itu seperti apa.

Awalnya aku mengira kalau untuk mengikuti Doha City Tour harus bayar atau daftar karena baca di website sekilas apalagi aku sibuk mengejar Thesis sehingga aku tidak mempersiapkan sama sekali perjalanan ke Eropa, padahal biasanya aku membuat yang namanya rencana  perjalanan sebelum pergi eh malah trip ke Eropa go show tanpa persiapan, terus di Negara mahal  1 bulan pula, mantap gak tuh? 😀

Pas pesawat Qatar mendarat di Doha yang pertama aku cari adalah cara mengikuti Doha City Tour.

Excuss me, where can i enroll my self to join Doha City Tour?, 
tanyaku kepada petugas di Bandara Doha

Go down then to the left side, kata petugas

Kemudian aku mengikuti arahan si Bapak Petugas,hingga aku menemukan letak untuk mendaftar Doha City Tour tepat setelah patung Beruang besar di Bandara Hamad, Qatar.

Pigeon Towers

Sesampai di depan counter Qatar Airlines tempat untuk mendaftar mengikuti Doha City Tour aku bertanya kepada seorang Mbak yang mukanya ASIA.

Excuss me, how can i enroll for Doha City Tour?, tanyaku kepada petugas 

Disini, hanya menunjukkan tiket saja, kata si Mbak

Jamnya ada jam 4 dan 8, jawabnya lagi

Aku pilih jam 4 deh mbak, kataku

Datang kesini lagi ya jam 3, jawabnya setelah melihat passpor dan tiket transitku

Terus aku yang sok-sok an berbahasa Inggris malah dijawab Bahasa Indonesia itu rasanya seperti menelan ludah, “jleb”hahahha 😀

Habis mana pula aku menyangka kalau si Kakak ternyata orang Indonesia walau mukanya sekilas mirip orang Indonesia sih.

Dari si Mbak inlah aku baru tahu jadwal untuk mengikuti Doha City Tour, yaitu

Tour 1            8:00 hrs

Tour 2            11:00 hrs

Tour 3            16:00 hrs

Tour 4            20:00 hrs

Untuk registrasi Doha City Tour, maka wajib mendaftar sejam sebelum tour.

Waktu aku mendaftar jam 2 siang maka aku memilih jam 4 sore dan Doha City tour lamanya 3 jam sehingga jika ingin ikut tour harus memperhatikan jadwal tour.

Nah saat daftar di Doha City Tour inilah aku berkenalan dengan beberapa orang Indonesia yang kebetulan juga ingin ke Belanda seperti William dari Jakarta beserta keluarganya serta Dinar dari Bandung dengan suami dan ibunya. Mereka sempat tak percaya ketika aku mengatakan aku jalan sendirian ke Eropa, 1 bulan lagi.

Berani ya sendirian, kata mereka antara percaya dan tidak percaya

Padahal emang akunya saja yang super nekat, padahal baru aku bilang sendirian gimana kalau aku mengatakan cuma bawa uang 10 jt selama sebulan dengan misi 15 negara? Pasti dipastikan mereka shock berat, mungkin mereka bakalan bertanya ini anak antara Gila atau nekat 😛

Mosque at Katara Cultural Village

Selama menunggu Doha city tour yang aku lakukan adalah berwifi ria di Hamad international airport, Doha. Maklum sebagai pecinta gratisan maka ada wifi berlimpah itu ibarat Oase di Gurun Pasir hingga waktu jam 3 sore waktu Doha. Kemudian aku kembali ke tempat semula dimana pengunjung yang lain juga sudah menunggu. Nama peserta yang sudah mendaftar akan dipanggil satu persatu kemudian diberikan kertas yang berisi informasi untuk melakukan Doha City Tour. Sebelum melakukan tour, kami di briefing oleh petugas Qatar mengenai peraturan selama tour kemudian bersama sama melewati Imigrasi Qatar . Untuk mengikuti Doha City Tour tidak perlu Visa namun keluarnya secara kelompok dengan orang Qatarnya juga.

Nah pas disinilah aku bergabung dengan Ibu Rika, Dinar dan suaminya. Ibu Rika merupakan ibu super keren, gaul karena meski usia 54 tahun namun sudah banyak melihat Dunia dan selama tour aku selalu bersama mereka.

Well, aku mendapatkan keluarga baru 🙂

Bahkan di bus juga duduk bersebelahan dengan Ibu Rika.

Setelah semua peserta berada di dalam bus maka tourguide kami pun menjelaskan tempat yang hendak kami kunjungi selama tour.

Doha City Tour

Tempat wisata di Doha, Qatar yang kami kunjungi selama tour Museum of Islamic Art, Katara Cultural Village, The Pearl Island dan  Souq Al Waqif.  Tapi ingat untuk bisa mengikuti Doha Tour City naiknya harus Qatar Airlines dengan lama transit minimal 5 jam.

Selama perjalanan guide kami menjelaskan tentang Doha yang menurutku cukup modern bahkan sepanjang perjalanan banyak gedung-gedung bertingkat serta dengan design yang cukup unik. Ditambah dengan pemandangan laut yang bersih serta pohon palem sebagai ciri khas “Middle east”.

Sayang, aku tidak melihat gurun di perjalanan padahal kan aku suka Onta dengan Gurun pasir, maklum gadis Gurun hihii

Aku, Dinar dan suaminya di belakang ngikut photo di Doha City Tour

Tujuan pertama kami Museum of Islamic Art dari kejauahn kami bisa melihat kemudian dengan Doha Skyline, seperti di buku Notes from Qatar. Disini juga dapat melihat pelabuhan dengan kapal kayu nan indah.

Museum of islamic Art paling terkenal loh di seluruh Dunia!  #tapiakubarutahu

Sayang kami tidak masuk kedalam hanya lihat sekitar 10 menit saja itupun dari juah saja kemudian langsung cabut. Namun walau demikian cukup bahagia kok, namanya juga gratisan 🙂

Oh ya Pemerintah Qatar juga menyediakan tempat untuk pelukis di dinding sehingga dapat menampung karya seniman.

Kreatif ya

Mana gambarnya bagus-bagus lagi

Katara Cultural Village

Tempat kedua yang kami kunjungi adalah Katara Cultural Village serta Pigeon Towers. Di area Katara kami bisa melihat Masjid yang design seperti Esfahan, Iran. Sebelum petugas menjelaskan aku sudah tebak kalau Masjid itu mirip di Iran karena mozaiknya yang khas. Kemudian di samping masjid ada Pigeon Tower yang cukup unik lengkap dengan burung merpatinya.

Doha City Tour

Kemudian kami ke tempat pameran seni yang sering di adakan di Doha yang mirip seperti Coliseum, Roma. Disini pemuda Qatar menyuruhku memphoto mereka di The Pearl Island. Padahal dalam hati aku pengen juga photo dengan Babang ganteng yang menggoda Iman, wakau pakaian ala Middle East, berewokaN, NAMUN GANTENG terus mancung hihi 😀

Souq Al Waqif

Setelah itu kami ke tempat tujuan akhir di Souq Al Waqif, semacam Bazaar tempat untuk membeli oleh oleh dan makanan. Nah di Souq Al Waqif ada pengalaman lucu bersama Ibu Rika, Dinar dan suaminya. Jadi kami hendak makan kebab seharga 5 Rial Qatar namun kalau bayar pakai Euro atau Dollar kembaliannya dalam Rial Qatar sementara uang Euro kami dalam tukaran besar. Aku memang memiliki 5 Euro dari sisa uang di IRAN namun sayang membelinya karena krisis Euro, akhirnya kami mencari money charger di  Souq Al Waqif , di menit terakhir selesai tour barulah kami menukar uang karena memang kami hanya diberi waktu 30 menit saja di Bazaar ini dan harus kembali di meeting point.

Pas di  Souq Al Waqif, ternyata money chargernya mau menerima uang Rupiah tapi pecahan Rp100,000 saja.

Horee…

Bahagiaanya maklum belum makan sejak dari Malaysia hingga ke Doha. Beruntung aku bawa uang pecahan Rp100,000 dan menukarnya ke Rial dan dapat 25 Rial, cukuplah untuk membeli Kebab seharga 5 Rial. Setelah menukar uang akhirnya kami berempat kembali ke tempat penjual kebab dan langsung aku pesan 2 Kebab sekaligus rasa Chicken dan Beef. Terus kami bersantai sampai jam 6 sore dengan nikmat.

Sayangnya waktu di Souq Al Waqif begitu singkat, makan saja cepat karena takut ditinggal, kan bisa Bahaya!

Souq Al Waqif

Pas terakhir mau kembali ke Bus aku menyempatkan diri membeli nasi Biryani yang ternyata yang jualan orang Indonesia karena uangku masih sisa 15 Rial lagi. Awalnya nasi itu seharag 20 Rial pesanan Bapak yang mirip orang India namun karena tourguide kami sudah jalan ke bus dan hendak meninggalkan kami beserta rombongan lain terus panik hendak ditinggal si bapak meninggalkan pesanannya begitu juga aku. Eh nasib baik pesanan si Bapak malah jadi milikku seharga 15 Rial.

Horeee!!

Rezeki anak soleh

Doha city tour. Qatar

Oh ya dalam tour juga dapat minuman gratis loh!

Beruntung kan ya!

Namun pas balik ke Bandara nunggu antrian masuknya itu benar benar menguji iman, lamaaaaaa!!

Selama menunggu jodoh hihi

Ada yang punya pengalaman mengikuti Doha City Tour

Salam

Winny

Iklan

Mingalabar Yangoon, Myanmar


I wash my hands of those who imagine chattering to be knowledge, silence to be ignorance, and affection to be art

By Kahlin Gibran

Yangoon

Hello World!

Maret, 2017

Pertama kali menggunakan pesawat Jetstar dari Bandara Changi, Singapore langsung ke Bandara Internasional Yangoon, setelah semalaman aku, Melisa dan Ade harus menginap di Bandara dengan AC super dingin, setidaknya bangku di Changi adalah saksi awal kegembelan kami demi menghemat pundi-pundi pengeluaran. Tidak ada yang spesial dari atas pesawat ketika melihat Yangoon, karena kami awalnya mengira dari atas akan melihat hamparan Candi. Ternyata tidak, dari atas kelihatan tandus.

Dengan tas backpack tanpa bagasi kami bertiga keluar dari Bandara menuju Imigrasi Myanmar, berharap ada turis lain untuk berbagi taxi dengan kami. Tapi tentu saja itu mustahil karena rute kami berbeda, kami ingin langsung ke Stasiun Terminal terdekat untuk membeli tiket bus ke Inle, pilihannya adalah dengan Taxi, jalan kaki atau bus. Untuk proses imigrasi Myanmar tidaklah terlalu ribet, bahkan petugas Imigrasi Myanmar enggan untuk sekedar menanyakan “where to stay in Myanmar“. Ada gunanya juga tidak terlalu ditanya karena mempersingkat waktu kami.

Waktu juga sudah menunjukkan jam 10 pagi, aku dan Melisa mencari tempat penukaran uang yang cukup mudah ditemukan di Bandara. Rate penukaran antara satu counter ke counter lain tidak terlalu berbeda paling beda 1 Kyat saja hingga akhirnya kami tukar uang 100 Dollar. Kurs $1 = 1364 saat kami tukarkan eh pas keluar sedikit dari mesin scanner bagasi di luar ternyata kursnya jauh lebih dihargai mahal 1 Kyat, terus kami nyesal nukar di dalam gara-gara beda 1 KS padahal milih nukar uang di dalam lamanya minta ampun, dasar pejalan fakir hahah 😀

Uang Myanmar

Setelah uang ada, kami PD keluar kemudian sudah banyak Bapak-bapak di luar mengerumuni kami bak semut bertemu gula.

Where are you going, sir? begitu tanya mereka
(dalam hati "sir"???)

Akhirnya kami memilih salah satu bapak taxi dan bertanya

How much to bus station?

8000 Kyat, jawabnya

No, 5000 Kyat is ok, kataku

Padahal harga 8000 Kyat itu memang ke tengah Kota namun karena tidak mau ribet dan ingin membeli tiket bus ke Inle, akhirnya pas si Bapak mau 5000 Kyat kami iyakan. Memang ilmu negoisasi dalam perjalanan amat sangat penting! Di dalam taxi kami begitu banyak ngoceh mulai dari harga semua serba 5000 KS hingga dimana bisa membeli Longyi untuk si Ade.

Yangoon International Airport

Yang menarik dari Bapak Supir Taxi kami sangat baik hati. Sesampai di Terminal Bus Aung Mingalar, Yangoon itu jam 12 dan artinya kami masih sempat jika ingin ke tempat wisata yang sudah kami buat seperti Sule Pagoda namun si Bapak mengatakan tidak keburu. Si Bapak juga dengan baik hati mencarikan kami tiket bus ke Inle karena tulisan di Myanmar itu kan gak terbaca karena pakai Aksara mirip cacing. Lucunya kami sampai mutar lebih dari 5x stasiun Bus Aung Mingalar yang cukup luas karena ada pasar juga di terminal ini.

Sir, where can we take food but please no pig? kata Ade
Makanan  aLA Warteg Myanmar

Karena sudah malas jalan kemana-mana, akhirnya kami lebih memilih untuk makan di terminal. Warungnya semacam Warteg atau bisa juga Warung Padang di Indonesia terus kami dihidangkan makanan tinggal pilih terus akan ditaruh di piring. Pilihannya warung dekat terminal, sebenarnya di warung ada jual B2 namun karena Melisa tahu persis sehingga kami aman untuk makan siang. Makan siang kami pilih adalah telur dan dikasih sayuran yang super banyak. Untung aku dan Ade bukan tipikal makan susah karena kalau tidak dipastikan kami tidak makan kalau jijikan. Melisalah yang berperan penting dalam memilih makanan kami karena dia tahu persis mana yang B2 mana tidak.

Setelah puas makan siang, tiket pun sudah ditangan maka kamipun iseng mencari tempat wisata Yangoon dekat Bus, tentu saja perhatian kami tertuju kepada sebuah Pagoda yang kami jumpain di tengah jalan menuju Terminal bus. Jangan ditanya teriknya mentari pas jam 12 itu, seolah kami tidak perduli dengan sengatan matahari, paling tidak kami tidak perlu menenteng tas kami kemana-mana karena tas sudah dititipkan di tempat bus yang akan naiki ke Inle.

Hati kami tenang karenatiket bus pun sudah di tangan karena PR sekali melihat tulisan cacing Myanmar dan semua kembali berkar taxi driver sehingga jalan kakipun meski padas seolah lupa.

Tujuan kami ialah Swe Taw Myat (Budddha Tooth relic Pagoda), yang lucu kami tidak tahu kalau Pagoda yang kami datangi itu adalah tiruan wisata di Myanmar.

Tiket di terminal

Masuk ke dalam Pagoda, sandal dan kaos kaki harus dibuka dan ditaruh di luar. Jangan sampai kelupaan karena jika memakai sandal atau sepatu atau hanya kaos kaki tok maka bisa heboh sesentaro penghuni Pagoda karena diangaap tidak menghormati Pagoda. Jadi siap-siap berpanas dan berterik ria kalau lantai Pagodanya panas sekali. Saat di Pagoda ada kejadian bule makai sandal di area Pagoda, terus direpetinlah/dimarahin dia oleh Petugas Pagoda, terus yang lucu saat si Bapak curhat ke kami dengan Bahasa Myanmar seolah kami mengerti apa yang dia bicarakan. Aku, Melisa dan Ade pura-pura ngerti dan sok asik aja dengan si Bapak, kasihan karena beliau curhat.

Nyeker

Pas keluar dari Pagoda sandal si Melisa masih ada, tapi kedua kali masuk lagi ke Pagoda gara-gara si Ade melihat minatur batu gantung.

Eh itu batu gantung kok tadi kita lihat ya kata Ade

Balik lagi yuk, katanya

Akhirnya kayak orang kurang kerjaan balik lagi kami dan baru “ngeh” setelah dua kali ke Pagoda yang sama kalau itu minatur wisata wajib visitnya Myanmar.

Nah pas kedua kalinya keluar Pagoda disitulah hilang sandal yang aku pinjam dari Melisa. Sandal Ade dan Melisa sih aman, nah sandal yang aku pinjam di tempat ibadah pula apa gak rasanya sial, mana jalanan panas نعوذ بالله من ذلك!

Spontan Ade dan Melisa ngecengin

Nya, jalan kaki lah kau di panas-panas ini, kata mereka

Akhirnya dengan bekal kaos kaki aku berjalan nyeker dari Pagoda ke Stasiun melalui jalanan mulai dari tanah, beraspal hingga trotoar. Melisa dan Ade lah teman dalam mencari sandal di Yangoon!

Any slipper, tanyaku

Dan mencarinya susah susah gampang hingga akhirnya ketemua

Nya, jangan lupa beli dua jangan gak tau diri sandal orang dipinjam diilangin, kata Ade mengingatkan

I buy two for these slipper, how much are they?

4400 KS, jawab si penjual terminal

Akhirnya hari pertamaku di Myanmar begitu berkesan karena adegan sandal hilang, selamat inggal 4400 KS, untung harganya gak jeti-jeti, kalau gak mabok darat dah daku 🙂

Rincian Pengeluaran Yangoon, Myanmar Hari Pertama

Menukar uang dari USD ke Myanmar Kyat  100 USD = 136,400 KS ($1 = 1364 Myanmar Kyat)

Taxi dari Yangoon International Airport ke Aung Mingalar Highway Bus Station 5000 KS/3 orang

Membeli Tanaka di Aung Mingalar Highway Bus Station, Yangoon 800 KS

Makan siang di Aung Mingalar Highway Bus Station, Yangoon 6200 KS/3 orang

Membeli sandal 2 buah di Aung Mingalar Highway Bus Station, Yangoon 4400 KS

Bus Malam Yangoon-Inle 15,000 MYK/orang Makan malam 850 KS/3 orang

Total Pengeluaran hari pertama di Myanmar

1700 KS + 2000 KS + 15,000 KS + 4,400 KS +  300 KS

= 23,400 KS

Tempat wisata yang dikunjungi di Yangoon

Swe Taw Myat (Budddha Tooth relic Pagoda)  

Salam

Winny

Backpacking ke Myanmar 5 Hari (Yangoon, Inle, Old Bagan, Mandalay) Rp 3 juta


It is not the destination where you end up but the mishaps and memories you create along the way

By Penelope Riley

Hello World!

Burma, Februari 2017

Mingalabar!

Mau kemana? tanya Bapak disampingku dengan muka serius

Ke Myanmar Pak, jawabku dengan tegas sambil menunggu Damri datang. 

Antara percaya dan tidak si Bapak kembali bertanya

Kenapa ke Myanmar? dengan muka hampir tak percaya

Ingin melihat Candi, Pak, jawabku dengan ramah

Lihat Candi aja jauh ya!!

Myanmar memang menjadi salah satu daftar tujuan wisata yang hendak aku kunjungi, mungkin 3 atau 4 tahun lalu sebelum kasus Rohingnya yang membuat niat jadi berpikir dua kali. Namun karena tak tahan dengan “racun” tiket promo ke Myanmar dari Jakarta, akhirnya aku, Melisa dan Ade melakukan perjalanan ke Myanmar.

Bahkan persiapan perjalanan ke Myanmar (Burma) sudah dilakukan jauh-jauh hari, mulai dari membuat rencana perjalanan Myanmar hingga membuat Grup Whatsapp.

Yang paling semangat adalah Ade dan Melisa 🙂

Jadi ceritanya semua tujuan mau kemana di Myanmar aku serahkan kepada mereka sehingga dengan semangat 45 merekalah yang memilih mau kemana saja di Burma. Bahkan Melisa sampai galau tingkat tinggi memilih antara Inle atau Mandalay sebab waktu travelling ke Myanmarnya jauh lebih singkat dibandingkan dengan aku dan Ade.

Dari review pengalaman trip Myanmar orang lain, sebagian menyarankan untuk tidak ke Inle dan ada juga yang tidak menyarankan ke Mandalay dan masing-masing tentu memiliki alasan tersendiri. Ujungnya si Melisa memilih ke Inle karena tergiur dengan ajakan melihat “Wanita berleher panjang”

Awalnya aku sudah membuat rute perjalanan ke Myanmar dengan tujuan Yangoon-Old Bagan-Inle-Mandalay-Yangoon namun akhirnya Kota tujuan kami di Myanmar dengan urutan Yangoon-Inle-Old Bagan-Mandalay-Yangoon. Tentu saja rute kami antimainstream, secara kebanyakan orang ke Bagan dulu baru ke Inle, karena di Bagan dipastikan mabok Pagoda sementara kami langsung ke Danau Inle duluan!

Baca juga Itinerary Perjalanan Myanmar kami!

Secara keseluruhan perjalanan kami sangat menyenangkan dan termasuk “semi backpacker”, artinya tidak gembel-gembel banget lah dalam perjalanan, masih makan meski tidak mandi.

Hanya saja memang perjalanan ke Myanmar itu untuk negara ASEAN cukup mahal, padahal mengunjungi Myanmar untuk WNI itu Free Visa selama 14 hari, namun masuk ke Kotanya perlu membayar “biaya masuk” lagi yang cukup membuat “menangis” kantong.

Misalnya masuk ke Kota Inle maka wisatawan wajib membayar $10/orang untuk masuk ke Kotanya terus masuk ke Old Bagan juga bayar lagi $20/orang.

Nya, semoga kita dianggap orang lokal ya, kata Ade

Aku takutnya pas ditempat turis aja, 
kita kelihatan orang asingnya, celoteh Ade lagi

Jujur kami ngarep dianggap warga lokal Myanmar agar tidak membayar uang masuk tapi salah apa Barbie ternyata muka kami itu “muka nipu” pas sehari-hari saja dianggap orang lokal eh pas di tempat turis malah kelihatan “turis”, kan sial?

wkwkwk 😀

Sunrise Inle Lake
Yangon
Date Time Activity Cost Remarks
22-Feb-17 21:55 – 00:45 Soekarno Hatta Airport to Singapore Airport, Terminal 1 Duration 1:50 min, Kode Booking BHP8GK
22-Feb-17 21:55 – 00:45 Soekarno Hatta Airport to Singapore Airport, Terminal 1   Duration 1:50 min, Kode Booking BHP8GK
23-Feb-17 10:40-11:00 Imigration Checking, Money Changer or buy a sim card USD 1 = MYK 1,218, SIM Telenor Tourist = MYK 12rb, 1 Gb
23-Feb-17 11:00-12:00 Optinal going by taxi or by bus should leave from airport walking for 1,5 km and paying Ks 200 (Rp 2.200) kurs MMK 1 ≈ IDR 11). Hotel in Yangoon Backpacker Bed. Location  No.40, Shwe Bon Thar Road, Pabedan Township, Downtown Yangon 8000-10,000 MYK   5000 MYK Duration 1 hour, using taxi should be bargain.  Hotel address only for imigration checking
23-Feb-17 12:00-13:00 Lunch Maha Bandoola Garden near Bangale Sunni Jameh Mosque 2500 MYK aqua for MYK 180 (Rp2.000),
23-Feb-17 13:14:00 Sule Pagoda, Independent  Monument of Myanmar dan High Court Building 4000 MYK entrance fee, near sule pagoda there is a jameh mosque
23-Feb-17 14:00-15:00  Shwedagon Pagoda 8000 MYK entrance fee  8USD
23-Feb-17 15:00-16:00 Saint Mary’s Cathedral and Musmeah Yeshua Synagogue 4000 MYK Free entrance for Jewish place, adress of church 72, Bo Aung Kyaw Street Botahtaung Tsp, and taxi 3 usd
23-Feb-17 16:00-16:30 Go to Bus station 9000 MYK
23-Feb-17 16:30-17:00 Check in on Bus Station, go to inle Lake 18000 MYK 15,000 Bus by Shwe Loan
Total Cost 55000 MYK  8700 MYK
Burma, Inle

Pengalaman Pertama di Myanmar

Overall di hari pertama kami di Burma, tidak melakukan banyak aktivitas karena tidak keburu waktu. Di Bandara Internasional Yangoon kami menukarkan uang dengan rate yang lumayan OK. Di hari pertama di Yangoon aku mengalami hal yang tidak enak karena sandal yang aku pinjam dari Melisa hilang pas masuk ke Temple.

Bayangin dah udah minjam ilang pula, ganti pula jadinya!!

Hari pertama juga kami bertemu dengan Bapak Taxi yang baik hati yang mencari bus malam ke Inle.

Culture shock pertama kami ketika  melihat warga lokal yang cewek dan cowoknya memakai bedak dingin kemana-mana, mungkin saking panasnya kali ya. Terus untuk cowok sering Longyi, itu kain yang dipakai Jumatan.

Yangoon International Airport

Rincian Pengeluaran Yangoon, Myanmar Hari Pertama

Menukar uang dari USD ke Myanmar Kyat  100 USD = 136,400 KS ($1 = 1364 Myanmar Kyat)

Taxi dari Yangoon International Airport ke Aung Mingalar Highway Bus Station 5000 KS/3 orang

Membeli Tanaka di Aung Mingalar Highway Bus Station, Yangoon 800 KS

Makan siang di Aung Mingalar Highway Bus Station, Yangoon 6200 KS/3 orang

Membeli sandal 2 buah di Aung Mingalar Highway Bus Station, Yangoon 4400 KS

Bus Malam Yangoon-Inle 15,000 MYK/orang Makan malam 850 KS/3 orang

Total Pengeluaran hari pertama di Myanmar

1700 KS + 2000 KS + 15,000 KS + 4,400 KS +  300 KS

= 23,400 KS

Tempat wisata yang dikunjungi di Yangoon

Swe Taw Myat (Budddha Tooth relic Pagoda)  

E-bike Myanmar
Old Bagan

Trip Inle Lake, Myanmar

Date Time Activity Cost Remarks
24-Feb-17 05.00-05.30 Arrived at Inle Lake Bus Station 10000 MYK Entrance Fee Inle Lake (I hope they notice we are local people)
24-Feb-17 05.30-06.00 On the Way to Mr. Muh Kyi House 3000 MYK location is “smiling moon hostel”
24-Feb-17 06.00-06.30 Prepare for Explore Inle lake, Rent Boat 15000 MYK 30,000 MYK
24-Feb-17 06.30-07.00 hunting sunrise and Leg Rowing attraction
24-Feb-17 07.00-07.15 Go To Shwe Inn Dein
24-Feb-17 07.15-08.00 Explore Shwe Inn Dein and Breakfast 3000 MYK 2300 MYk
24-Feb-17 08.00-08.15 Go to Phaung Dau Ooo Pagoda
24-Feb-17 08.15-09.00 Explore Phaung Dau Ooo Pagoda and see pigeon attraction 500 MYK buy corn for pigeon
24-Feb-17 09.00-09.15 Go to monastery  Mya Thein Tan
24-Feb-17 09.15-10.00 Explore Monastery Mya Thei Tan and go to hill to see inle lake landscape
24-Feb-17 10.00-10.15 Go to thaung tho pagoda
24-Feb-17 10.15-11.00 Explore thaung tho pagoda
24-Feb-17 11.00-11.15 Go to Nga phe Kyaung
24-Feb-17 11.15-12.00 Explore Nga Phe Kyaung and see jumping cat attraction Biksu school 🙂
24-Feb-17 12.00-12.30 Go to Restaurant inle lake side
24-Feb-17 12.30-13.30 Lunch
24-Feb-17 13.30-14.00 Go to Merchandise market
24-Feb-17 14.00-16.00 explore merchandise market, Silk & lotus weaving, Gold & silver smith, Inle traditional handicraft & cheroot
24-Feb-17 16.00-16.30 Go to Inle traditional umbrella workshop
24-Feb-17 16.30-17.00 See suku Kanya Padaung in Inle traditional umbrella workshop
24-Feb-17 17.00-17.30 Floating Market
24-Feb-17 18.00-18.30 Prepare for go to Bagan (take a bath at Mr. Muh Kyi House) 1000 MYK
25-Feb-17 19.00-03.00 Go to bagan by Bus 13000 MYK 18,000 MYK bus by Minh Thar
Total Cost 45500 MYK

Hari kedua di Burma, Inle

Kami sangat suka dengan Inle Lake, Myanmar walau ada beberapa pejalan yang tidak suka. Alasan kami menyukai Inle itu karena kami melihat attraksi penangkap ikan saat matahari terbit serta melihat matahari terbit dari Danau Inle rasanya itu “fresh“, terus bertemu dengan Long Neck Women Myanmar, bermain manja di Pasar Tradisional terus melihat Pagoda dengan warna emas, putih dan cokelat serta melihat cara menenun dan masih banyak lagi. Ibarat kata Inle itu “Oase” Myanmar. Terus kami hanya bertiga dalam 1 perahu meski kami harus mengeluarkan kocek 30,000 KS namun “worth it” banget. Serasa “Saudagar” terus banyak cerita lucu mulai dari Ade yang dicium Bule lah, si Melisa yang dilirik Bule lah dan aku yang malu-maluin karena melihat bule memakai Longyi.

Asli di Inle itu full cerita bagi kami

Baca juga Cerita Konyol Myanmar

Yangoon

Rincian Pengeluaran Inle, Myanmar Hari Kedua

Bayar uang masuk ke Inle, Myanmar USD 10/orang

Naik tuk-tuk ke Muhi House 3000 KS/3 orang

Sewa Boat seharian Boat Tour Special Big Tour sunrise to sunset sightseeing Inle 30,000 KS/3 orang

Sarapan gorengan di Pasar Inle 2300 KS/3 orang

Makan siang di Inle 8000 KS/ 3 orang Tips boat 1700 KS/ 3 orang

Tips ke Nelayan Inle 5000 KS/3 orang

Tiket Bus malam dari Inle ke Bagan 18,000 KS/orang

Total Pengeluaran hari kedua di Myanmar

$10 + 1000 KS + 10,000 KS + 760 KS + 570 KS +  1600KS + 18,000 KS = $10 dan 31,930 KS

= 13640 KS + 31930 KS

= 45,570 KS

Tempat wisata yang dikunjungi di Inle, Myanmar

Sunrise melihat fisherman lengkap dengan gayanya yang unik, Taung Toe untuk melihat Market (Pagoda), In Paw Khon untuk melihat Silk and lotus weaving, Nampan untuk melihat Floating Village, Tobbaco and making boat, Phaung Daw OO Pagoda untuk melihat Buddha Image, Shwe in Den Pagoda untuk makan siang, Ywa Mah untuk melihat Long Neck Women Golad and Silver Umbrella, Kaylar (fisherman Village) dan tomato garden, Maing Thauk dan Nga Phe Chaung Monestery.  

Inle Pagoda

 Trip Old Bagan, Myanmar

Date Time Activity Cost Remarks
25-Feb-17 03.00-03.30 Ariived and prepare for a long journey 20000 MYK Entrance Fee
25-Feb-17 03.30-04.00 Go to E bike Rent center by Taxi 10000 MYK  
26-Feb-17 04.00-05.00 Rent E bike 6000 MYK  
25-Feb-17 05.00-05.30 Hunting sunrise still trying to find best place to see sunrise at bagan
25-Feb-17 05.30-08.00 Enjoy Sunrise and Air baloom
25-Feb-17 08.00-17.00 Explore Bagan
25-Feb-17 17.00-18.30 Hunting sunset at Shwezigon Pagoda
25-Feb-17 18.30-19.30 Back to e bike rent center
25-Feb-17 19.30-20.00 Prepare for Next Destination (take bath, charge gadget, charge camera)
25-Feb-17 20.30-02.30 Go to Mandalay by Ok Express Minibus 9000 MYK
Total Cost 45000 MYK
Balon Sunrise

Pengalaman Backpaker di Old Bagan

Old Bagan tak kalah seru bagi kami karena bagaimana kami sampai di Old Bagan jam 3 pagi demi mengejar Sunrise dengan Balon udara yang terkenal serta bernegoisasi dengan Taxi driver supaya kami tidak membayar uang masuk Kota Old Bagan serta galau antara sewa mobil, pakai sepada, atau sewa e-bike yang ujung-ujungnya kami menyewa e-bike terus menggunakan peta offline untuk mencari dimana sport terbaik melihat sunrise yang banyak Balon udaranya walau ujung-ujungnya bayar juga kemudian manjat ke Candi terus jatuh dari e-bike pokoknya kayak orang kesetanan dalam mengejar sunrise.

Beruntungnya sih kami mendapatkan matahari terbit lengkap dengan balon udara Myanmar yang fenomenal, paling tidak aku yang belum pernah melihat Balon Udara di Cappadocia terobati di Old Bagan. Terus di keseruan lainnya di Old Bagan ketika muka Melisa kaget ketika makanannya diubek-ubek pakai tangan, terus aku dan Ade yang jatuh dari e-bike sampai adegan ban pecah demi sebuah Photo. Di Old Bagan juga kami merasakan “muntah” dengan Candi dan Pagoda serta sejenisnya karena saking banyaknya. Terus ditambah sunset di Bagan yang sempurna, intinya kami bahagia dapat menaklukkan tempat yang hendak kami ingin jumpain.

Old Bagan Myanmar

Rincian Pengeluaran Old Bagan, Myanmar Hari Ketiga

Taxi dari Highway bus Station ke Nyaung-U 24,000 KS/ 3 orang

Sewa e-bike seharian 12.000 KS/3 orang (2 e-bike)

Sarapan mie 2600 KS/3 orang

Minum kelapa 3000 KS/3 orang

Tiket bus Malam Old Bagan-Mandalay 22,000 KS/2 orang

Total Pengeluaran hari ketiga di Myanmar

8000 KS + 6000 KS + 870 KS + 1000 KS + 11,000 KS

= 26,870 KS 

Tempat wisata yang dikunjungi di Old Bagan, Myanmar

Melihat Sunrise dengan latar belakang balon udara dan candi serta puas keliling Old Bagan dan menelusuri Candi-Candi di Old Bagan serta melihat sunset di Old Bagan

Myanmar

Trip Mandalay, Myanmar

Date Time Activity Cost Remarks
26-Feb-17 02.00-02.30 Mandalay Bus Station Shwe Man Thu, arrived and prepare for a long journey
26-Feb-17 02.30-03.30 Go to Motor bike station by Taxi 10000 MKY
26-Feb-17 03.30-04.00 Rent motor bike to explore mandalay 10000 MKY
26-Feb-17 04.00-05.00 Go to Mandalay Hills by Motor Cycle
26-Feb-17 05.00-07.00 Explore Mandalay Hills and sunrise at mandalay hills
26-Feb-17 07.00-07.15 Go to Mandalay Palace by Motor Cycle
26-Feb-17 07.15-08.30 Breakfast and explore Mandalay Palace
26-Feb-17 08.30-09.00 Go to Mahamuni Image
26-Feb-17 09.00-10.00 Explore Mahamuni Image
26-Feb-17 10.00-10.30 Go to Pagoda Maha Lokamarazein Kuthodaw
26-Feb-17 10.30-11.00 Explore Pagoda Maha Lokamarazein Kuthodaw
26-Feb-17 11.00-11.15 Go to Golden Palace 10000 MKY Optional, entrance Fee 10.000MKY
26-Feb-17 11.15-12.00 Explore Golden Palace
26-Feb-17 12.00-12.30 Lunch, near Golden Palace 4000 MKY
26-Feb-17 12.30-13.30 Go to Paya Sandamuni Temple & Monastery
26-Feb-17 13.30-14.30 Explore Paya Sandamuni Temple & Monastery
26-Feb-17 14.30-15.00 Go to Mandalay palace
26-Feb-17 15.00-16.30 Explore Mandalay Palace
26-Feb-17 16.30-17.00 Go to U Bein Bridge
26-Feb-17 17.00-18.30 Explore U bein Bridge and waiting for sunset
26-Feb-17 18.30-19.00 Back to Rent Motor station
26-Feb-17 19.00-20.30 Dinner and waiting for bus  from Mandalay to Yangon 20000 MKY JJ Express Bus 16.000 MKY, dinner 4000 MKY
Total Cost 54000 MKY
Long Neck Women Burma

Pengalaman trip di Mandalay

Perjalanan ke Mandalay memang hanya aku dan Ade saja namun kami sangat beruntung bisa mandi di Mandalay kemudian dapat melihat sunrise di Mandalay Hill yang cukup bagus walau awalnya si Ade takut kalau tidak ada sunrise berhubung kabut.

Nya, awalnya aku takut gak ada sunrise di Mandalay 
padahal sudah bela-belain subuh kesini padahal kalau di Indonesia 
mana berani aku naik motor begini keluyuran, kata Ade

Kami cukup beruntung karena memang mendapatkan Golden Sunrisenya Mandalay serta dapat Sunsetnya di U-Bridge Mandalay yang fenomenal di gambar, kalau aslinya mah “jembatan kayu biasa”.

Selain itu kami juga dapat menyaksikan Patung Buddha dimandikan pas subuh-subuh serta keliling ke temple yang ada namun memang menurut kami Mandalay itu “biasa saja”. Belum lagi kena “zonk” dengan istilah “the biggest book on the world” yang pas kesana tidak besar-besarnya, mungkin lebih cocok “banyak dan luas”.

😀

Mandalay Hill

Rincian Pengeluaran Mandalay, Myanmar Hari Keempat

Taxi dari Stasiun Bus ke Dream Guest House 5000 KS/ 2 orang

Sewa Motor seharian 12,000 KS/ 2 orang

Uang Masuk Su Taung Pyae Pagoda 1000 KS

Air Lemon 500 KS Bensin 4500 KS/2 orang

Makan siang + minum tebu 1800 KS

Bus malam dari Mandalay ke Yangoon 22,000 KS/2 orang

Parkir motor 500 KS/2 orang

Total Pengeluaran hari keempat di Myanmar

2500 KS + 6000 KS + 1000 KS + 1800 KS + 11,000 KS + 250 KS

= 22,550 KS

Tempat wisata yang dikunjungi di Mandalay, Myanmar

Sunrise Mandalay Hill, Mahamuni Image, U Bein Bridge, Kuthodaw Pagoda (biggest book in the world), Mandalay Royal Pallace, Masjid Trip, Yangoon

Date Time Activity Cost Remarks
27-Feb-17 05.00-05.30 Yangon Bus Station, arrived and prepare for a long journey    

Rincian perjalanan Hari pertama menjadi pilihan untuk hari Terakhir di Yangoon

Activity Cost Remarks
 Maha Bandoola Garden near Bangale Sunni Jameh Mosque 2500 MYK aqua for MYK 180
Sule Pagoda, Independent  Monument of Myanmar and High Court Building 4000 MYK entrance fee, near sule pagoda there is a jameh mosque
 Shwedagon Pagoda 8000 MYK entrance fee  8USD
Saint Mary’s Cathedral and Musmeah Yeshua Synagogue 4000 MYK Free entrance for Jewish place, adress of church 72, Bo Aung Kyaw Street Botahtaung Tsp, and taxi 3 usd

Pengalaman Perjalanan di Yangoon Hari terakhir

Di hari terakhir di Burma, si Ade hampir sakit sehingga kasihan sekali harus menggembel tidur di taman dekat Sule Pagoda. Karena kondisi tubuhnya yang drop akhirnya kami tidak terlalu memaksakan untuk mengunjungi semua objek wisata di Yangoon di hari terakhir kami lebih santai namun tetap kami masih bisa mengunjungi beberapa tempat wisatanya seperti melihat Swadegon dari luar karena anti bayar 8000 KS terus makan yang lumayan layak. Sayangnya di hari terakhir aku mengalami diare, padahal di Mandalay niat mencari makanan halal eh nemu restoran mahal terus ujung-ujungnya makan dipinggir jalan dengan makanan yang diubek-ubek pakai tangan.

Iya nasi diubek-ubek pakai tangan!!

Swadegon Pagoda

Rincian Pengeluaran Yangoon, Myanmar Hari Lima

Naik Bus dari Terminal Bis Aung Mingalar 200 KS/orang

Makan Thosa + Egg + Susu Tea 1350 KS

Taxi dari Sule Pagoda ke Shwedagon Pagoda 1700 KS/2 orang

Oleh-oleh 3500 KS Makan siang 4000 KS/2 orang

Kelapa 2000 KS/2 orang (2 buah)

Taxi dari Sule Pagoda ke Bandara 7000 KS/2 orang

Total Pengeluaran hari kelima di Myanmar

200 KS + 1350 KS + 850 KS + 1000 KS +3500 KS

= 6,900 KS

Tempat wisata yang dikunjungi di Mandalay, Myanmar

Sule Pagoda, Independent Monument of Myanmar, Shwedagon Pagoda, Saint Mary’s Cathedral and Musmeah Yeshua Synagogue, Maha Bandoola Garden, Bogyoke Aung San Market

U Bein Bridge

Cara hemat ke Myanmar

1. Menggunakan bus malam untuk menghemat penginapan

2. Kalau di Inle sebaiknya ambil paket tour setengah hari saja karena yang paling bagus adalah sunrisenya serta di perahu bisa muat 4-5  orang jadi makin ramai makin hemat

3. Di Old Bagan tawar saja dengan taxi untuk negoisasi agar tidak kena biaya masuk dengan mengambil jalur rute menghindari piket. Kami harus membayar 24,000 KS untuk taxi bertiga demi tidak membayar 60 USD/3 orang.

4. E-bike maupun bersepeda kalau sendirian paling murah kalau di Old Bagan

5. Kami sering menggunakan taxi dari Bandara dan jika ke suatu tempat sehingga masih bisa dihemat dengan cara menggunakan bus.

6. Bagi yang bisa tahan hidup tanpa “internet” maka tidak perlu membeli SIMCARD, kami bertiga sama sekali tidak membeli SIMCARD selama di Myanmar. Namun di Bandara Yangoon ada wifi walau tidak kencang

7. Bawa makanan dari Indonesia karena memang banyak makanan yang tidak halal di Myanmar, untuk Yangoon dan Mandalay masih mudah mencari makanan halal karena ada area Muslimnya.

Yangoon

Penginapan selama di Myanmar

Penginapan kami selama di Myanmar adalah bus malam, hal ini memang kami sengaja lakukan untuk menghemat biaya pengeluaran penginapan. Tapi jangan tanya bagaimana capeknya, kami harus tidur selama perjalanan di Bus dari Kota ke Kota lainnya terus sampai di Kota tujuan langsung membloang “nonstop” menjelah Kota tersebut.

Bus malam Yangoon-Inle dengan harga tiket 15,000 KS berangkat jam 5 sore nyampe jam 4 pagi di Inle, busnya biasa namun fasilitas luar biasa dengan adanya tempat nyarger, dikasih selimut, dikasih bantal dan dikasih makanan serta sikat dan obat gigi

Bus malam Inle-Old Bagan dengan harga tiket 18,000 KS VIP bus berangkat jam 8 malam dan sampai di Old Bagan jam 3 pagi namun fasilitasnya biasa.

Bus malam Old Bagan-Mandalay dengan harga tiket 11,000 KS bus berangkat jam 10 malam dan sampai di Mandalay jam 4 pagi dengan fasilitas bantal, selimut dan minuman

Bus malam Mandalay-Yangoon dengan harga tiket 11,000 KS berangkat jam 8 malam dan sampai jam 6 pagi di Yangoon dengan fasilitas selimut dan minuman

Tips ke Myanmar

1. Sebaiknya pergi bersama teman untuk mempermurah biaya sehingga bisa sharing cost terutama di Inle untuk sewa perahu seharian

2. Membeli Tanaka (bedak dingin) dan Longyi (sarung dipakai orang Myanmar sehari-hari) bisa dilakukan agar seperti orang lokal Myanmar

3. Hati-hati makan di Myanmar karena kebiasaan orang Myanmar itu suka mengubek-ubek makanan sehingga jangan lupa bawa obat diare

4. Bawalah tissu basah karena di Myanmar toiletnya kebanyakan toilet duduk serta jarang ada tissue.

5. SIMCARD bisa dibeli di Bandara dan menukar uang juga bisa dilakukan di Bandara, ratenya lumayan bagus

6. ATM bisa digunakan di Myanmar sehingga jika kehabisan uang bisa tarik tunai. Di Yangoon kami melihat BNI 🙂

Suka duka di Myanmar

1. Rekor tidak mandi selama 3 hari 3 malam, rekor terlama yang pernah aku alami, full jalan-jalan dan gak mandi-mandi hanya bermodalkan ganti baju, bedak ketek dan parfum. Dari Cilegon saja aku tidak mandi kemudian berlanjut di Singapura kemudian di Yangoon, kemudian di Inle. Baru di Bagan lah kami bisa mandi dan mandinya pun langsung mandi panas sehingga serasa berada di “surga” ketika mandi setelah 3 hari menahan bau badan

2. Bus malam Myanmar cukup nyaman namun pas bus malam ke Mandalay aku tidak bisa tidur sama sekali sehingga rasanya ngantuk berat pas perjalanan di Myanmar sementara si Ade malah tidak bisa tidur pas perjalanan terakhir ke Yangoon

3. Susah sekali menemukan orang Myanmar yang bisa Bahasa Inggris dalam perjalanan kami, yang sial pas di area restauran kami sering ditanya “Mingalabar” dikira orang lokal terus dengan PD gak bakalan bayar uang masuk ke Inle, pas masuk ke Kotanya malah ketahuan orang asingnya

4. Aku dan Melisa pas malam hari selalu memakai Thanaka (bedak dingin) sehingga merasa warga lokal namun tetap Bahasa gak bisa bohong

5. Naik e-bike panas-panasan saat di Old Bagan tapi entah kenapa rasanya seru terutama karena bawa temannya asik dan bisa diajak susah

6. Cari makanan itu susah untungnya aku dan Ade bukan tipikal susah makan yang penting bukan non halal kami makan saja. Tapi entah kenapa selama di Myanmar aku belum menemukan makanan enak yang tak terlupakan :O

Sule Pagoda

Total pengeluaran Backpacker ke Myanmar 5 Hari  ke Kota Yangoon, Inle Lake,  Old Bagan, Mandalay dan kembali lagi ke Yangoon

Yangoon hari pertama 23,400 KS

Inle Lake hari kedua 45,570 KS

Old Bagan hari ketiga 26,870 KS

Mandalay hari keempat 22,550 KS

Yangoon hari kelima 6,900 KS

Total biaya backpacking di Myanmar

= 23,400 KS + 45,570 KS + 26,870 KS + 22,550 KS + 6,900 KS

= 125,290 KS (kurs $1 = 1346 per Februari 2017)

Uang Myanmar

Tiket pulang pergi Jakarta-Myanmar Rp 1,600,000

Biaya selama 5 hari di 4 Kota Rp 1,378,190  (kurs 1 KS = Rp 11 per Februari 2017)

Total pengeluaran Backpacker ke Myanmar all in (termasuk tiket)

= Rp2,978,190 (kurang lebih 3 juta)

Note

Aku hanya membawa uang 100 USD langsung ditukar di Bandara Internasional Yangoon kemudian menukar lagi 10 USD dan 15 Dollar Singapura dan uangnya cukup memback up perjalanan selama di Myanmar.

Itulah perjalanan ke Myanmar dengan temanku Ade dan Melisa secara semi backpacker dengan mandi tak mandi, makan tak makan serta tidur ayam di bus, seru serta penuh warna dengan 4 Kota 5 Hari menghabiskan uang Rp3jt.

Ada yang sudah ke Myanmar?

Salam

Winny

Itinerary Perjalanan ke Yangoon, Inle, Old Bagan dan Mandalay Myanmar


You don’t love because: you love despite; not for the virtues, but despite the faults

By  William Faulkner

Hello World

Burma, Februari  2017

Backpacker ke Myanmar alias Burma begitu berkesan karena pergi dengan teman yang super asik, walaupun cuma bertiga namun berisik dan ramainya kalah ama ratusan orang. Bahkan perjalanan Myanmar penuh dengan canda tawa, mandi gak mandi, makan gak makan dan yang penting seru! Jangan tanya lagi gimana persiapan ke Myanmar, udah dari lama-lama. Bahkan jauh-jauh hari sebelum keberangkatan aku sudah membuat rencana perjalanan Burma alias Myanmar. Perjalanan ke Myanmar direncanakan ke 4 Kota yaitu Yangoon, Inle, Old Bagan dan Mandalay. Hanya saja Melisa tidak ikut  ke salah satu Kota karena harus balik ke Indonesia duluan sementara aku dan Ade menjejah 4 Kota di Myanmar.

Untuk rincian perjalanan Myanmar atau Itinerary Burma rute yang aku buat adalah Yangoon-Mandalay-Old Bagan-Inle namun pada akhirnya berubah drastis dengan rencana Ade sebab Melisa awalnya galau antara Inle atau Mandalay dan akhirnya memilih Inle.

Itinerary Myanmar 
Date Time Activity Cost Remark
22-Feb-17 21:55 – 00:45 Soekarno Hatta Airport to Singapore Airport, Terminal 1 Duration 1:50 min, Kode Booking BHP8GK
22-Feb-17 21:55 – 00:45 Soekarno Hatta Airport to Singapore Airport, Terminal 1 Duration 1:50 min, Kode Booking BHP8GK
23-Feb-17 10:40-11:00 Change money in airport, SIMCARD if necessary. Money Myanmar (‘chat’) rate $1 =  1240 Kyat 100 USD USD 1 = MYK 1,218, SIM Telenor Tourist = MYK 12rb, 1 Gb
23-Feb-17 11:00-12:00 Optinal going by taxi or by bus should leave from airport walking for 1,5 km and paying Ks 200 (Rp 2.200) kurs MMK 1 ≈ IDR 11). Hotel in Yangoon Backpacker Bed. Location  No.40, Shwe Bon Thar Road, Pabedan Township, Downtown Yangon 8000-10,000 MYK Duration 1 hour, using taxi should be bargain. Hotel 12 Usd.
23-Feb-17 12:00-13:00 Lunch Maha Bandoola Garden near Bangale Sunni Jameh Mosque 2500 MYK aqua for MYK 180 (Rp2.000),
23-Feb-17 13:14:00 Sule Pagoda, Independent  Monument of Myanmar dan High Court Building 4000 MYK entrance fee, near sule pagoda there is a jameh mosque
23-Feb-17 14:00-15:00  Shwedagon Pagoda 8000 MYK entrance fee  8USD
23-Feb-17 15:00-16:00 Saint Mary’s Cathedral and Musmeah Yeshua Synagogue 3 usd Free entrance for Jewish place, adress of church 72, Bo Aung Kyaw Street Botahtaung Tsp, and taxi 3 usd
23-Feb-17 16:00-17:00  Bogyoke Market address in Bogyoke Aung San Rd For Myanmar handicrafts and souvenirs close 5 pm
23-Feb-17 17:00-20.00 Optional: Chaukhtatgyi Buddha, Taukkyan War Cemetery, Botatoung Pagoda near yangon river, China Town Yangon, Botahtaung Pagoda, nga Htat Gyi Pagoda,Kyay Thone Pagoda and Inya Lake Terminal Aung Mingalar bus JJ Express to Bagan
23-Feb-17 21:00-05:30 Yangoon-Mandalay $12 Night bus with JJ express or Lumbini
24-Feb-17 05:30-06:00 Mandalay Rp400,000 Hotel 8  location29th Street, Between 82nd & 83rd Street, Chan Aye Thar San Township, 11101 Mandalay
24-Feb-17 06:00-08:00 Breakfast MYK2500
24-Feb-17 08:00-10:00 Golden Palace Monastery (Shwenandaw Kyaung) + Atumashi Pagoda US$ 10 Charter  Mandalay: MYK 12.000/day
24-Feb-17 10:00-12:00 Maha Muni Pagoda Royal Palace US$ 10 Donation for Mandalay Hills MYK 500
24-Feb-17 12:00-13:00 Makan siang MYK 1000
24-Feb-17 13:00-14:00 Kuthodaw Pagoda & the World’s Largest Book US$3
24-Feb-17 14:00-15:00 Mingun Temple US$3
24-Feb-17 15:00-16:00 Bargaya Monastery US$ 10
24-Feb-17 16:00-17:00 Sanda Muni Paya and Kyauk Taw Gyi Pagoda US$ 10
24-Feb-17 17:00-20:00 Mandalay Hill US$ 10 Donation for Mandalay Hills MYK 100
24-Feb-17 21:00-03:30 Mandalay-Bagan $9U Night bus with JJ express or Lumbini
25-Feb-17 03:30-05:00 Bagan Rp300,000  Ever New Guest House address No.6, Aung Myay Thar Quarter, 1 Lane, Nyaung Oo, Nyaung U, 11101 Bagan, Myanmar
25-Feb-17 05:00-06:00 Sunrise in Bagan Optional to follow ballon tour $350 Baloon tour 305 to 350 USD /person.
25-Feb-17 06:00-07:00 Breakfast MYK5000
25-Feb-17 07:00-09:00 Bagan Temples MYK 22000 Going by delman/day MYK 15,000 -K25,000, Cars $20-$50
25-Feb-17 09:00-17:00 Zona free for  Shwezigon Pagoda,  Kyansittha U Min, Wetkyiin Gubyaukgyi, Htilominlo,  Ananda,  Damayangyi , Nanpaya, Manuha, Villages along Ayerwaddy river , Thatbyinnyu, Saraba Gate Way, Bupaya $20
25-Feb-17 Optional Bulethi,Gubyaukgyi Temple, Shwe-gyu-gyi, Pya-Tha-Da Paya, Bagan Tower $5-10
25-Feb-17 Optional Mt Popa $5
26-Feb-17 19:00-08:00 Bagan-Inle Lake $11 Night bus with JJ express or Lumbini
26-Feb-17 08:00-09:00 Breakfast MYK 5000
26-Feb-17 09:00-16:00 Full trip boat jetty to around inle Lake include Floating Garden, Native Method of Fishing, Silk & Cotton Weaving,  Unique-leg Rower,  Nga Hpe Monastery, Paung Daw Oo Pagoda,  Indein Old Temple & Stupas, Maing Thauk Monastery MYK 5000 -13,000 $18  per 8 hour
26-Feb-17 16:00-17:00 Shwe Yaunghwe Kyaung, Kak Ku Temples $3 Optional
26-Feb-17 17:00-05:00 Inle Lake-Yangoon $15 Night bus with JJ express or Lumbini,Melisa pulang ke Indonesia
27-Feb-17 05:00 Yangoon
27-Feb-17 06:00-08:00 Breakfast MYK5000
27-Feb-17 08:00-16:00 Optional: National Museum ($5), Gem Museum ($5), People’s Park ($3), Ngar Htut Kyi Pagoda ($2), Bogyoke Aung San Museum ($3), Yangon Zoo ($2)
27-Feb-17 16:00-18:00 Going to Yangon Airport 8000-10,000 MKK Duration 1 hour, using taxi
27-Feb-17 19:40-00:10 Yangon Airport Terminal 2 to Changi Airport Terminal 1 Duration 3 hours
28-Feb-17 07:45-08:45 Changi to Soekarno Hatta Airport Duration 1:50 min

Akhirnya Ade pun membuat rincian perjalanan Myanmar baru dengan rute Yangoon-Inle-Old Bagan-Mandalay-Yangoon Myanmar. Tentu saja rincian Ade ini out of the box alias anti mainstream yang jarang dibuat tapi anehnya malah seru dan tak terlupakan.

Itinerary Myanmar  2017

Yangon
Date Time Activity Cost Remarks
22-Feb-17 21:55 – 00:45 Soekarno Hatta Airport to Singapore Airport, Terminal 1 Duration 1:50 min, Kode Booking BHP8GK
22-Feb-17 21:55 – 00:45 Soekarno Hatta Airport to Singapore Airport, Terminal 1 Duration 1:50 min, Kode Booking BHP8GK
23-Feb-17 10:40-11:00 Imigration Checking, Money Changer or buy a sim card USD 1 = MYK 1,218, SIM Telenor Tourist = MYK 12rb, 1 Gb
23-Feb-17 11:00-12:00 Optinal going by taxi or by bus should leave from airport walking for 1,5 km and paying Ks 200 (Rp 2.200) kurs MMK 1 ≈ IDR 11). Hotel in Yangoon Backpacker Bed. Location  No.40, Shwe Bon Thar Road, Pabedan Township, Downtown Yangon 8000-10,000 MYK Duration 1 hour, using taxi should be bargain.  Hotel address only for imigration checking
23-Feb-17 12:00-13:00 Lunch Maha Bandoola Garden near Bangale Sunni Jameh Mosque 2500 MYK aqua for MYK 180 (Rp2.000),
23-Feb-17 13:14:00 Sule Pagoda, Independent  Monument of Myanmar dan High Court Building 4000 MYK entrance fee, near sule pagoda there is a jameh mosque
23-Feb-17 14:00-15:00  Shwedagon Pagoda 8000 MYK entrance fee  8USD
23-Feb-17 15:00-16:00 Saint Mary’s Cathedral and Musmeah Yeshua Synagogue 4000 MYK Free entrance for Jewish place, adress of church 72, Bo Aung Kyaw Street Botahtaung Tsp, and taxi 3 usd
23-Feb-17 16:00-16:30 Go to Bus station 9000 MYK
23-Feb-17 16:30-17:00 Check in on Bus Station, go to inle Lake 18000 MYK Bus by Shwe Loan
Total Cost 55000 MYK
Inle Lake
Date Time Activity Cost Remarks
24-Feb-17 05.00-05.30 Arrived at Inle Lake Bus Station 10000 MYK Entrance Fee Inle Lake (I hope they notice we are local people)
24-Feb-17 05.30-06.00 On the Way to Mr. Muh Kyi House 3000 MYK location is “smiling moon hostel”
24-Feb-17 06.00-06.30 Prepare for Explore Inle lake, Rent Boat 15000 MYK
24-Feb-17 06.30-07.00 hunting sunrise and Leg Rowing attraction
24-Feb-17 07.00-07.15 Go To Shwe Inn Dein
24-Feb-17 07.15-08.00 Explore Shwe Inn Dein and Breakfast 3000 MYK
24-Feb-17 08.00-08.15 Go to Phaung Dau Ooo Pagoda
24-Feb-17 08.15-09.00 Explore Phaung Dau Ooo Pagoda and see pigeon atraction 500 MYK buy corn for pigeon
24-Feb-17 09.00-09.15 Go to monastery  Mya Thein Tan
24-Feb-17 09.15-10.00 Explore Monastery Mya Thei Tan and go to hill to see inle lake landscape
24-Feb-17 10.00-10.15 Go to thaung tho pagoda
24-Feb-17 10.15-11.00 Explore thaung tho pagoda
24-Feb-17 11.00-11.15 Go to Nga phe Kyaung
24-Feb-17 11.15-12.00 Explore Nga Phe Kyaung and see jumping cat atraction Biksu school 🙂
24-Feb-17 12.00-12.30 Go to Restaurant inle lake side
24-Feb-17 12.30-13.30 Lunch
24-Feb-17 13.30-14.00 Go to Merchandise market
24-Feb-17 14.00-16.00 explore merchandise market, Silk & lotus weaving, Gold & silver smith, Inle traditional handicraft & cheroot
24-Feb-17 16.00-16.30 Go to Inle traditional umbrella workshop
24-Feb-17 16.30-17.00 See suku Kanya Padaung in Inle traditional umbrella workshop
24-Feb-17 17.00-17.30 Floating Market
24-Feb-17 18.00-18.30 Prepare for go to Bagan (take a bath at Mr. Muh Kyi House) 1000 MYK
25-Feb-17 19.00-03.00 Go to bagan by Bus 13000 MYK bus by Minh Thar
Total Cost 45500 MYK
Bagan
Date Time Activity Cost Remarks
25-Feb-17 03.00-03.30 Ariived and prepare for a long journey 20000 MYK Entrance Fee
25-Feb-17 03.30-04.00 Go to E bike Rent center by Taxi 10000 MYK
26-Feb-17 04.00-05.00 Rent E bike 6000 MYK
25-Feb-17 05.00-05.30 Hunting sunrise still trying to find best place to see sunrise at bagan
25-Feb-17 05.30-08.00 Enjoy Sunrise and Air baloom
25-Feb-17 08.00-17.00 Explore Bagan
25-Feb-17 17.00-18.30 Hunting sunset at Shwezigon Pagoda
25-Feb-17 18.30-19.30 Back to e bike rent center
25-Feb-17 19.30-20.00 Prepare for Next Destination (take bath, charge gadget, charge camera)
25-Feb-17 20.30-02.30 Go to Mandalay by Ok Express Minibus 9000 MYK
Total Cost 45000 MYK
Mandalay
Date Time Activity Cost Remarks
26-Feb-17 02.00-02.30 Mandalay Bus Station Shwe Man Thu, ariived and prepare for a long journey
26-Feb-17 02.30-03.30 Go to Motor bike station by Taxi 10000 MKY
26-Feb-17 03.30-04.00 Rent motor bike to explore mandalay 10000 MKY
26-Feb-17 04.00-05.00 Go to Mandalay Hills by Motor Cycle
26-Feb-17 05.00-07.00 Explore Mandalay Hills and sunrise at mandalay hills
26-Feb-17 07.00-07.15 Go to Mandalay Palace by Motor Cycle
26-Feb-17 07.15-08.30 Breakfast and explore Mandalay Palace
26-Feb-17 08.30-09.00 Go to Mahamuni Image
26-Feb-17 09.00-10.00 Explore Mahamuni Image
26-Feb-17 10.00-10.30 Go to Pagoda Maha Lokamarazein Kuthodaw
26-Feb-17 10.30-11.00 Explore Pagoda Maha Lokamarazein Kuthodaw
26-Feb-17 11.00-11.15 Go to Golden Palace 10000 MKY Optional, entrance Fee 10.000MKY
26-Feb-17 11.15-12.00 Explore Golden Palace
26-Feb-17 12.00-12.30 Lunch, near Golden Palace 4000 MKY
26-Feb-17 12.30-13.30 Go to Paya Sandamuni Temple & Monastery
26-Feb-17 13.30-14.30 Explore Paya Sandamuni Temple & Monastery
26-Feb-17 14.30-15.00 Go to Mandalay palace
26-Feb-17 15.00-16.30 Explore Mandalay Palace
26-Feb-17 16.30-17.00 Go to U Bein Bridge
26-Feb-17 17.00-18.30 Explore U bein Bridge and waiting for sunset
26-Feb-17 18.30-19.00 Back to Rent Motor station
26-Feb-17 19.00-20.30 Dinner and waiting for bus  from Mandalay to Yangon 20000 MKY JJ Express Bus 16.000 MKY, dinner 4000 MKY
Total Cost 54000 MKY
Yangon
Date Time Activity Cost Remarks
27-Feb-17 05.00-05.30 Yangon Bus Station, ariived and prepare for a long journey

Semoga rincian perjalanan ke Myanmar dapat bermanfaat ya, untuk realiasi habis berapa selama di Myanmar untuk 4 Kota dalam postingan berikutnya!!

Salam

Winnny

“Kehinaan” Perjalanan ke Myanmar


Happiness is having crazy friends

By Unknown

Hello World!

Burma, Maret 2017

Win ke Hong Kong yuk", kata Defi di grup yang hanya terdiri dari
aku, Defi dan Rinta.

Berbekal informasi tiket promo dari Defi akhirnya aku coba-coba untuk melihat berapa harga dari Maskapai promo ke destinasi berbeda, tentu saja tawaran ini racun bagiku. Bukan apa-apa aku harus hemat demi perjalananku berikutnya atau aku bisa mati kutu. Namun apa daya aku tak kuasa menahan hasrat untuk tidak membeli tiket promo walau kere abis. Akhirnya aku pun  mengajak beberapa teman  siapa tahu ada yang ingin ikut trip, salah satunya kak Bijo namun kak Bijo belum bisa bergabung. Yah batal lagi deh impian jalan bareng dengan Kak Bijo 😦

Destinasi yang aku inginkan pun banyak padahal awalnya kan Defi ngajakin ke Hong Kong namun karena Hong Kong tidak terlalu ngebet banget untuk aku kunjungi, akhirnya pilihan jatuh kepada Burma, negara yang sudah dari tahun kapan ingin dikunjungi. Pemilihan Burma juga setengah hati karena malas akibat kasus Rohingnya terus akupun iseng-iseng mengirim Whatsapp ke Grup namun hanya Ade dan Melisa yang menyambutku.

"De, ada tiket murah ini ke Burma pp Rp800,000 doang ini tapi harus beli sampai 
tanggal 23", kataku

"Ayo kita kesana berapa no KTP mu", kata Ade

Alhasil dengan SIGAP si Ade membelikan tiketku yang ujung-ujungnya di last minute menjadi sekitar 1,6 juta.  Si Ade bahkan nalangin duluan pembayaran karena dia sangat antusias sebab memang keinginan ke Myanmar sudah lama sehingga pas aku mengajaknya bak gayung bersambut.

Nya, akhirnya aku bisa mengajakmu ke Myanmar :D, kata Ade
Yangoon

Selama backpacker-an ke Myanmar bersama Melisa dan Ade ada beberapa kejadian yang super “hina”.

Asli kehinaan bahkan dimulai sebelum trip ke Myanmar.

Kehinaan selama perjalanan ke Myanmar yang dialami:

1. Minuman C1000 dan Bear Brand di Bandara Soekarno Hatta

Nya, jangan bawa cairan ingat kejadian Body Shopmu 
ditahan pas mau ke Hatyai, kata Ade

Sejak kejadian itu aku tidak pernah lagi membawa cairan diatas 100 ml kalau tidak membeli bagasi. Eh siapa sangka ternyata bear brand dalam bentuk kaleng di dalam tas menjadi masalah di Imigrasi Indonesia ketika hendak berangkat ke Myanmar.

Maaf, mohon dibuka tasnya, kata petugas dengan tegas sebelum menuju ruang tunggu

Ternyata aku tidak sendiri si Ade juga harus membuka tasnya sementara Melisa lolos saja ke Ruang Tunggu.

Dari tasku ada beard brand sekaleng, sementara Ade memiliki 2 botol C1000 dan Bear Brand. Akhirnya karena tidak mau rugi, kami meminum C1000 dan Bear Brand dalam sekaligus.

Saking takut ruginya susu dicampur Vit C

Kurang hina apa coba?

Sepatu kesayangan

2. Sepatu Rusak di Changi Airport

Aku memiliki sepatu kesayangan yang sudah kemana-mana, walau sudah tergores selalu aku bawa. Tak terkecuali perjalanan ke Myanmar, si cokelat, teman perjalanan setia. Eh siapa sangka satu-satunya sepatu yang aku bawa ternyata pas di Changi Airport “mengaga” lah dia. Padahal bawa sandal kagak, perjalanan juga masih jauh.

Mati, sepatuku rusak, kataku

hahahhhaha :D, tawa Melisa dan Ade meledak dengan kompak

Udah sih Win, buang saja, kata Ade

Tapi saking cintanya ama sepatu, akhirnya aku di kasih plastik dari Melisa untuk sepatu rusakku. Sepatu rusakpun aku masukkan kedalam tas dan aku tenteng kemana-mana.

Untungnya Melisa meminjamkan sandal satu-satunya kepadaku untuk menuju ke Myanmar.

Sandal Pinjaman
Sandal Pinjaman

3. Minuman Tumpah di Changi Singapura

Antara katrok atau saking super gratisan maka aku, Ade dan Melisa begitu menikmati saat menikmati minuman gratis di Bandara Changi, Singapura.

Gilooo persiapan Winny sampai bawa tempat minum loh, ejek Ade

Kami bertiga bergaya layaknya sedang minum di Restauran. Nah saat party ala-ala, tiba-tiba entah lah kenapa tempat minumku tumpah ke bawah dan langsung tempat minumku peca, “bam” lalu menjadi pusat perhatian.

Eh tiba-tiba si Ade kampret langsung pergi dan menjauh dariku sambil berkata “eh bukan teman gue”.

Sementara mukaku udah merah padam, akhirnya aku ambil pecahan gelas kemudian aku dan Melisa langsung buru-buru masuk kedalam toilet sambil tertawa lepas.

Kejadian pecah tempat minum yang memalukan!

4. Pijat Gratis di Bandara Changi Singapura

Setelah kejadian dari tumpah minum dan pecah tempat minum aku dan Melisa melihat Ade sudah PW sambil pijat di bangku pijat gratis. Yang lucu saat mencoba bangku pijat benar-benar kayak kampungan. Asli walau cuma bertiga tapi kami bertiga suaranya rame (rameee). Pas coba bangku pijat ternyata hanya untuk kaki saja pas pertama kali mencoba merasa geli sambil tertawa.

Dasar pecinta gratisan yang hina 😀

Well, belum saja dimulai perjalanan sesungguhnya ke Myanmar, sudah banyak kehinaan yang kami alami.

So silly!

 

5. Sandal Hilang di Yangoon

Pengalaman kehinaan pun berlanjut saat di Yangoon, Myanmar. Aku, Melisa dan Ade masuk ke dalam sebuah objek wisata yang kami ketahui dari Map Offline, interest place terdekat dari Terminal Yangoon karena kami tidak mungkin ke Kota Yangoon. Jadi kalau di Myanmar, jika ingin masuk kedalam temple maka sepatu dan kaos kaki wajib di lepas, sehingga kamipun melepas sandal dan sepatu kami serta kaos kaki, begitu juga sandal yang dipinjamlan Melisa kepadaku. Eh pas puas dari keliling temple dan hendak balik ke Terminal, sandal yang aku pinjam dari Melisa “raib” alias hilang.

Sandalku hilang, kataku

Akhirnya karena tidak ada pilina akupun berjalan dengan hinanya hanya memakai kaos kaki saja dari temple ke Terminal dengan jalanan yang super panas.

Mak aku apes banget!

Bayangkan jalan nyeker gegara sandal diambil di temple!!

 

Akhirnya aku dan Melisa serta Ade mencari sandal untukku.

Nya, ingat beli dua jangan gak tahu diri ya, kata Ade mengingatkan

Dari kehinaan sandal hilang akhirnya aku membeli Sandal di Myanmar langsung dua, satu untukku dan Melisa itupun hasil tawar yang gagal.

6. Dicium Bule di Inle

Kehinaan pun berlanjut sampai di Inle, Myanmar saat kami berada di rumah Long Neck Lady, itulah wanita Myamar yang memiliki leher panjang karena dari kalungnya sampai menutup lehernya. Di tempat Long Neck Lady kami bertemu Isabella, muka bule namun fasih Bahasa Indonesia yang menyapa kami dengan ramah. Rupanya ibunya Isabella asli Indonesia dan papanya orang Amerika dan dia belajar di Hong Kong sedang liburan di Myanmar. Orangnya ramah dan cantik, dia bahkan yang memulai menyapa kami. Eh saat pisah ternyata Isabella cipika cipiki kami, nah pas si Ade dicium pipi Kiri eh si Ade gak tahu diri malah memegang tangan Isabella untuk minta dicium pipi kanan juga.

Kurang hina apa coba? haha 😀

7. Bule berlongyi di Inle

Masih di rumah Long Neck Lady, kami bertemu dengan sekumpulan Bule yang memakai Longyi. Jadi Longyi adalah pakaian khas laki-laki Myanmar sejenis sarung yang dipakai keseharian. Nah ada 5 bule sekawan yang berlongyi ria yang kami ketemui di temple Inle. Eh siapa sangka ketemu mereka lagi di rumah Long Neck Lady.

Isabella, I wanna take photos with that guys with Longyi, 
it is unique the way they wear it, kataku
Hey Guys, my friend want to take pictures with you, 
kata Isabella yang sontak membuat wajahku merah padam

Well paling tidak kehinaan di Inle membuat ku berphoto dengan bule pake Longyi hihi 😀

8. Photo Saudagar di Inle

Kehinaan lainnya yang kami lakukan di Myanmar adalah ketika saat  pulang tidak jadi hunting sunset di Danau Inle. Akhirnya kami bertiga bergaya bak “Saudagar kaya raya” dengan naikin kaki di perahulah, berphoto ala-ala. Padahal senangnya gratisan.

Kehinaan sok jadi Saudagar!

9.Gagal disangka warga Myanmar

Kami sangat berharap muka kami dianggap sebagai muka lokal. Bahkan aku sengaja membeli Tanaka dan mamakainya sepanjang perjalanan. Tujuannya adalah mengindari membayar retribusi jika ingin masuk Inle karena di Myanmar jika masuk ke Inle dan Bagan harus bayar. Hinanya pas kami sehari-hari dianggap muka lokal eh pas di tempat wisata eh kelihatan muka turisnya. Gagal deh jadi warga lokal Myanmar, padahal sudah ngarep banget.

Kurang hina apa coba beli Longyi dan Tanaka demi menyamar menjadi warga Lokal namun gagal? haha 😀

Saudagar di Inle

 

10. Gak jadi Mandi di Inle, Myanmar

Excuse me sir, can we pay for taking shower here, 
tanyaku kepada seorang Pria Myanmar

You can take shower free here, jawabnya dengan ramah

Eh dengan semangat 45 Melisa mengajak Ade untuk mandi di tempat itu, sementara aku menunggu mereka. Wajar sejak ketibaan hari Kamis kami belum mandi sudah 3 hari. Dan jam 6 sore bus kami akan datang menjemput sementara jam menunjukkan jam setengah enam sehingga kami hanya memiliki 30 menit untuk mandi sehingga kami grasak grusuk buru-buru berharap bisa menumpang mandi gratis. Apa daya ternyata kami harus menelan lidah karena si kawan PHP-in kami karena pas masuk ke dalam kamar mandi katanya lagi ada orang sehingga kami bertiga dengan muka kecewa pun balik menuju tempat untuk jemputan ke Kota Old Bagan.

Alhasil tidak mandipun berlanjut.

Kehinaan yang tidak mandi 3 hari!!!

 

11. Jatuh dari Motor demi mengejar Sunrise di Old Bagan

Gara-gara mengejar sunrise di Old Bagan yang fenomenal dengan Air Ballonnya, aku, Melisa dan Ade naik e-bike kayak orang kesetanan demi mendapatkan sunrise padahal kami baru nyampe di Bagan itu sekitar jam 3an.

Nya, di otakku cuma ada Sunrise kalau tidak dapat aku akan kecewa, kata Ade

Akhirnya seperti membabi buta dengan bantuan map offline aku ganti-gantian dibonceng Melisa dan Ade naik e-bike. Nah pas bersama Ade saking ngebutnya akhirnya kami berdua terjatuh dari e-bike pas subuh-subuh itu. Hinanya lagi si Melisa tidak tahu kalau aku dan Ade jatuh dari e-bike. Untungnya kami berdua tidak apa-apa.

Demi ngejar Sunrise dan Ballon di pagi buta, hinapun tak palah!

12. Ban Kempes demi Photo Eksis

Gara-gara demi “Photo Indah”, maka ban e-bike dikorbankan.Jadi ceritanya Ade menunjukkan photo naik e-bike dengan latar belakang Candi.

Nya ambil banyak photoku ya dengan e-bike dengan latar Candi, kata Ade

Entah pas giliranku meniru Ade, e-bike yang aku naiki bannya kempes.

Damn, bannya kempes de, kataku!

Akhirnya dengan bantuan warga lokal serta sifat sok asik dan SKSD tingkat tinggi, aku meminta bantuan warga lokal itu untuk menelepon pihak pemilik E-bike kami untuk mendatangkan montir memperbaiki E-bike kami itu. Padahal itu warga lokal kagak bisa Bahasa Inggris, aku hanya menunjukkan ban kempis serta nomor telpon yang tertulis di ebike serta mengasih tunjuk telepon. Untungnya warga lokal baik dan membantu kami menelepon pemilik untuk datang padahal kami tidak tahu kami sedang berada dimana.

Di penantian e-bike rusak untuk  diperbaiki kamipun “menggila” dimana kami menikmati waktu dan bercanda ria.

Kehinaan demi sebuah photo berujung padamenggembel di bawah pohon di terik matahari sambil bercanda dengan warga lokal Myanmar!

13. GPS Offline sehingga Map Offline tak terbaca

Kehinaan Melisa ketika dia mengeluh kenapa Map Offlinenya tidak bekerja sehingga mencari tempat berburu sunrise di Bagan susah.

Kenapa ya Peta Offline ku tidak bisa? 
tanya Melisa

Mendengar keluhan itu akhirnya si Ade mengotak-atik HP si Melisa dan menemukan kejanggalan.

Gimana mau bisa pakai Offline Maps, GPS mu mati Mel, 
kata Ade dengan mengejek penuh kebahagiaan

Ternyata Melisa belum menyalakan GPS di Hpnya

14. Aku tidak bisa Baca Peta Offline Mandalay

Ternyata tidak Melisa saja yang hina, aku yang suka jalan-jalan melanglang buana udah kemana-mana ternyata tidak bisa membaca peta. Aku sering salah antara kiri dan kanan sehingga si Ade sampai stress habis saat berjalan berdua di Mandalay, Myanmar.

Hey Nya, belajar baca peta, katanya dengan muka tak percaya menahan dongkol

Meefkan daku yang tidak tahu mana kiri dan kanan, kataku sambil menahan tawa 🙂

15. Tak tahu diri Naik ke Candi saat ada tulisan Do not Climb

Gegara mengikuti jejak Bule, aku, Melisa dan Ade harus berpikir keras untuk naik ke Candi yang susah dinaiki. Padahal ada tulisan Do not Climb dan jujur jangan dicontoh karena itu adalah perbuatan tertolol yang pernah kami lakukan. Aku si takut ketinggian sampai deg-degan tingkat tinggi bahkan untuk naik ke atas saja aku harus diangkat Ade dan seorang Bule yang kami ikutin naik. Eh lama-kelamaan tidak hanya kami berenam di atas puncak Candi malahan jadi ramai sekali sampai orang Myanmarnya marah.

Hey you, go down, teriaknya dari bawah sambil membawa senter

Kami beserta para Bule beramai-ramai yang tak tahu diri bukannya turun malah bersandar ke belakang biar tidak kelihatan petugas sambil menunggu Balon Udara. Akhirnya karena pengunjungnya bandel si petugasnya malah capek sendiri.

Kurang hina apa coba?

Gara-gara photo keceh tak jelas kami mengikuti jejak yang salah, please jangan ditiru.

16. Melisa diminta Tiket Old Bagan

Kehinaan berikutnya saat kami hunting sunset di Old Bagan. Aku dan Ade masuk duluan mengikuti turis lain sementara entah lah kenapa si Melisa terpisah dari kami karena keasikan mengambil photo. Buat sekedar informasi, kami masuk ke Old Bagan Myanmar itu sebagai turis gelap kami tidak membayar uang masuk $20 dollar per orang sehingga tidak diperbolehkan masuk kedalam beberapa temple. Eh pas ditanya dimana karcis si Melisa pura-pura lupa bawa, untung ini anak gak dideportasi kalau tidak bertambah kah kehinaan perjalanan kami jadi tinggi “banned” 😀

17. Diare sehingga Jadi Gembel di Yangoon

Gara-gara nasi diubek-ubek pakai tangan si Ade drop di hari terakhir perjalanan kami. Ade hampir sakit sehingga mengakibatkan dia dalam stadium butuh tidur karena dalam perjalanan Mandalay-Yangoon dia tidak tidur serta makan kami yang mencari halal namun tak ada uang akhirnya maka pinggiran jalan jadinya membuat Ade “diare”. Alhasil saat sampai di Sule Pagoda kami mencari tempat tidur dan pilihannya di Taman dekat Sule Pagoda. Akhirnya si Ade tidur di rumput yang menjadi penutup kehinaan kami selama di trip di Myanmar.

Nah pelajaran bisa dipetik dari kejadian semua kehinaan yang kami alami adalah bahwa segala persoalan dan masalah pasti memiliki jalan keluar dan solusinya. Walaupun hina dina karena kami menikmatinya sehingga kami dalam melakukan perjalanan bahagia dan senang.

So enjoy your life!

Salam

Winny

Perjalanan Tak Berujung


Your lost friends are not dead, but gone before; advanced a stage or two upon that road which you must travel in the steps they trod

By Aristophanes

 

Hello World!

Ciwandan, 4 Maret 2017

Pagi hari terbangun di kota Industri dengan sempoyongan melihat mention Twitter dari Kak Indri dan Kak Bijo.

Huhuuhu  inget gak kita ditelponin 
mz  buat beliin kain di Toraja Galuguh Dua.
 Sampe sekarang blum ketemu lg. 😭😭

Antara percaya dan tidak percaya, ada apa gerangan.

Kenapa tiba-tiba ada status seolah kehilangan atau apa.

Antara sadar dan tidak kemudian aku membalas dengan jawaban bodoh

Ayo kapan kita nongkrong lagi?

Kemudian dengan curiga aku lagi-lagi meriksa status teman-teman Blogger di Twitter dan Facebook, ternyata oh ternyata Blogger No.1 Indonesia telah berpulang.

إِنَّا للهِ وَإِنَّـا إِلَيْهِ رَاجِعونَ

We surely belong to Allah and to Him we shall return

 

Antara kaget, shock dan tidak percaya dengan informasi yang bertaburan di MEDIA SOCIAL. Bukan apa-apa 2 minggu lalu lebih tepatnya Kak Cumi alias disapa Mas Toro mengirimkan Whatsapp berisi ajakan untuk mengikuti acara untuk tanggal 9 Maret 2017.

Win berapa ratemu?, tanya almarhum via Whatsapp

Aku kalau kak Cumi terserah dah, yang penting ama kakak, jawabku

Siapa sangka ternyata sapaan whatsapp itu jadi pembicaraan terakhir kami.

Pertemuan Terakhir

Sejak pindah ke Ciwandan per Natal 2016 lalu maka kegiatan bolak-balik Jakarta-Ciwandan sudah menjadi rutinitas bagiku. Entah suatu ketika tepatnya bulan Januari, Yuki mengajak ketemuan denganku dengan beberapa teman Blogger lainnya. Ternyata banyak yang datang termasuk kak Cumi, Rinta, Suci, Choki dan Bobby, tepatnya di Sarinah. Di Sarinah kami menghabiskan malam minggu bersama dan masih segar diingatan pesan yang disebarkan oleh Kak Cumi “kejar akhiratmu”. Sebagai Blogger terkenal, dia orangnya baik hati, tidak pelit ilmu bahkan dibalik kekancutannya sholatnya tidak pernah tinggal dan rajin puasa Sunah.

Pertemuan Pertama

Pertemua pertama dengan kak Cumi sebenarnya dari Buka Puasa bareng sekitar tahun 2013, walau Blognya terkenal dengan warna warni namun dia sangat aku kagumi. Bahasanya sederhana, namun penuh informatif bahkan kalau mencari di penelusuran Google, acap kali tulisannya paling atas.

Aku tidak bisa merangkai kata, jadi ya aku membuat khas diriku biar dikenal orang,
begitu katanya

Entah sejak kapan tapi yang pasti sosok kak Cumi menjadi salah teman Blogger yang sering jumpa dan baik hati. Bahkan beliau lah satu-satunya Blogger yang suka “menghina” dalam kutip menghina dalam cara baik kepadaku. Khususnya ketika aku dan Kak Indri melakukan perjalanan ke Toraja akhir tahun 2015. Saat itu seperti biasa HP ku sering mati dan paket internetku habis. Dia ingin memesan selendang di Desa Galuguh karena ingin membayar Nasarnya kepada ibu yang pernah dia jumpain. Terus setelah kami belikan ternyata kainnya dikasih cuma-cuma kepadaku dan Kak Indri.

Bayangin, dibelain nelpon buat nitip selendang terus dikasih ke kami, kurang terharu apa coba?

Sejak itu aku sering dikecengin “Blogger tidak punya paket internet”.

Terus sering kali ejekan itu jadi bahan ketika bertemu, namun entah kenapa justru ejekan itu jadi kedekatanku dengan Almarhum, serasa memiliki sahabat yang tahu keburukan kita.

Padang, Trip Pertama dan Terakhir

Tahun 2016 aku mendapat kesempatan trip bareng Kak Cumi dengan Blogger lainnya ke Sumatera Barat dari Kementrian Pariwisata. Siapa sangkat trip ke Sumatera Barat menjadi trip pertama terakhir dengan Kak Cumi. Selama trip di Sumatera Barat banyak pelajaran serta kenangan indah bersama kak Cumi. Hal yang paling aku ingat betapa kak cumi memberikan nasehat dan kalimat “manja” nya yang tak terlupakan. Bahkan dia sering memberikan masukan untuk sering Blog Walking. Yes dia memang Blogger yang suka BW dan rajin serta salah satu orang yang sekali mempost langsung antri untuk meninggalkan komen. Maklum dia itu “rajin” dan “ramah” serta sudah memiliki “fans sendiri”.

Selama trip di Sumatera Barat, dia mengajari untuk mengeluarkan uneg-uneg di Instagram serta yang paling penting adalah di sangat semangat ketika berbicara tentang sholat. Paling tidak dibalik gaya nya menunjukkan aurat namun ada sosok yang mengingat ALLAH.

Win, ini Doa yang sering aku baca ketika habis sholat

Jangan lupa puasa, kalau bisa puasa Daud, Insyaallah rezeki pasti datang

Ingat, kejar akhiratmu!

Yang paling sedih lagi ketika kami sudah berjanji akan melakukan pengajian di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta. Sayang saat diajak bertepatan waktu itu aku tidak bisa!

Banyak sekali kenangan dengan Kak Cumi, namun yang pasti tempatnya special di hatiku karena dia lah satu-satunya yang menasehati serta memberikan arahan yang baik.

Win, kamu mainnya ke LN mulu tapi masih fakir wifi, kata kak Cumi

Bukan hanya itu saja “kaesang lelah”, “gosip maja” serta hal yang diberikan nya akan selalu terkenang.

Selamat jalan Kak Cumi, you always on my heart!

*Tulisan ini khusus kepada Kak Cumi yang telah berpulang menuju ke Perjalanan Tak Berujung!

Salam

Winny

Cara Mengurus Visa Irlandia di Kedutaan Ireland Jakarta


The universe owes you nothing, you owe it to yourself to be the master of where your life ends up

By Benny Lewis

Jalan Curug Kembar dan Ciajeung Banten

Hello World!

Ciwandan, 2 Maret 2017

"Visa Irlandia gratis bok", begitu perkataan Tama teman blogger yang sudah 
kemana-mana menjelah Bumi kepadaku 

"Benarkah?", kataku dengan tidak percaya

"Iya katanya", dengan semangat

Dan entah kenapa aku jadi merasa gagal menjadi Blogger hobi keluyuran padahal kalau diingat-ingat kak Binibule pernah membuat artikel di Blognya tentang mendaftar Visa Irlandia (Ireland). Akhirnya karena informasi dari Tama membuatku mencari tahu lebih lanjut tentang “Visa Gratis Irlandia”.  Dengan bantuan Om Google aku memasukkan keyword “cara mengurus visa Irlandia” dan hasilnya sangat memuaskan karena aku mendapatkan informasi mengenai cara mengurus Visa Irlandia lengkap dengan email kedutaan Irlandia. Beruntungnya lagi Visa Irlandia bisa dilakukan di Jakarta tepatnya di Sudirman, Jakarta Pusat.

Akhirnya aku memutuskan untuk menanyakan perihal Visa Gratis Irlandia via email ke pihak Kedutaan Irlandia.

Begini kira-kira emailku kepada Kedutaan Irlandia

Dear Ann
I'm Winny from Indonesia. 
May i know how to make appointment for Ireland Visa
for tourist and how much for the cost?
Thank you

Untuk urusan email ternyata pihak Kedutaan Irlandia sangat cepat responnya dan balasan emailku pun dijawab.

Dear Win March,

Thank you for your email. However, there is no Ann in the Embassy.
You can make appointment for document submission by email or by phone.
Visa application is free of charge for Indonesian citizen.
Please find check list of Irish visa application requirement for your guideline. 

Regards,
Embassy of Ireland, Indonesia

Mendapat email tidak ada nama “Ann” di kedutaan sungguh sedikit “memalukan” bagiku karena awalnya aku mengira Ann adalah pegawai Kedutaan karena di blog entah siapa si ANN ini memberikan alamat email kedutaan Irlandia. Terus dengan ke PD an malah sebut nama eh salah pula!

Untung udah terbiasa malu-maluin hihi 😀

Namun semua demi Visa Gratis Irlandia, maka malu sikik gak apalah :D.

Selain perihal “gratis”, motivasi lain untuk mengurus Visa IRLANDIA karena Antoine sangat mengagumi Irlandia, dari dulu (sejak aku masih dibangku Kuliah S1) dia selalu menceritakan keindahan Irlandia jadi semacam doktrin lama untuk ke Irlandia bahkan dia menyarankan jika ke Eropa maka Irlandia itu hukumnya “must visit“.

Winny, oneday if you have a chance visiting Europe, 
you should stop in Ireland, 
the most beautiful countries in Europe that i ever seen, 
katanya!

Ok, mumpung Visa Schengen Multi Times di tangan, yaudalah ya iseng-iseng berhadiah aku pun mencoba mengurus Visa Irlandia sendiri, toh gratis juga. Lagian aku semakin penasaran dengan Irlandia karena orang Eropa aja katanya cakep, jadi semakin membuat penasaran padahal jelas-jelas si kawan ini tahu kalau aku itu sangat tergila-gila dengan England.

Nah sebelum mengurus Visa Irlandia di Kedutaan Irlandia Via Jakarta maka perlu memperhatikan jenis Visa Irlandia. Karena tujuanku ke Irlandia sebagai turis maka Visa yang aku pilih adalah jenis C.

A short stay 'C' visit (tourist) visa allows you to travel to Ireland 
for up to 90 days for:
  • Tourism
  • Study, eg a short term English language course
This visa does not allow you to:
  • Do work (paid or unpaid) of any kind
  • Use any publicly funded services, e.g a public hospital

Beruntung sebagai Warna Negara Indonesia, kita mendapatkan biaya Visa Irlandia secara gratis

Horeee “free“!!

Dari website Irlandia harga untuk Visa nya saja bisa €60 loh untuk sekali visit, kan lumayan “hratis” 🙂

Current fees are:

  • €60: Single entry – Short stay ‘C’ visa
  • €100: Multiple entry – Short stay ‘C’ visa
  • Extra charges may apply for some applications, eg consular fees
  • Some applicants do not pay visa fees

Visa fee exemptions

Some applicants are exempt from the requirement to pay the visa fee.

Nationalities exempt from visa fees

Bosnia Morocco
Cote d’Ivoire Peru
Ecuador Republic of Macedonia
Indonesia Serbia
Jamaica Sri Lanka
Kosovo Tunisia
Kyrgyzstan Uganda
Montenegro Zambia

Karena Indonesia masuk kedalam daftar negara yang tidak perlu membayar Visa Irlandia maka tidak ada salahnya mengurus langsung ke Kedutaan IRLANDIA. Walau gratis tapi memang kita tetap harus mengurus Visa di kedutaan Irlandia di Jakarta namun tidak ribet, cukup ikutin prosedur dan persyaratan Visa Irlandia.

Perlu diingat Visa Irlandia berlaku untuk  mengunjungi wilayah Republik Irlandia dengan ibukota Dublin dan tidak berlaku untuk Irlandia Utara (Northen Ireland) dengan ibukota Belfast. Jangan juga ke PD an karena sudah memiliki Visa Schengen terus sok-sok an masuk ke Irlandia karena bisa deportasi karena Visa Schengen tidak berlaku di Irlandia makanya harus punya Visa Irlandia tersendiri. Selain itu, jika memiliki Visa UK maka bisa masuk ke Belfast tapi tidak bisa masuk ke Dublin. Jadi jika ingin ke sentaro Irlandia maka harus punya Visa UK dan Irlandia.

Sebelum mengurus Visa Irlandia maka perlu mempersiapkan dokumen persyaratan Visa Irlandia.

Apa saja persyaratan dokumen pembuatan Visa Irlandia?

Persyaratan dokumen Visa Irlandia:

1. Aplikasi Form Visa Irlandia yang bisa didapat di www.visas.inis.gov.ie

Ingat dokumen perlu ditandatangani dan sebaiknya sebelum mengisi formulir online maka menyiapkan

1. Passport and details of any previous passports – number, date of issue/expiry

2. Details of any previous Irish visa applications

3. Contact details for your host in Ireland

4. Itinerary

Kemudian masuk ke website https://www.visas.inis.gov.ie/avats/OnlineHome2.aspx

Terus mengikuti prosedur

visa-ireland

 

visa-irlandiacara-mengurus-visa-irlandia

2.Visa Category – correctly entered

Memilih kategori Visa yang sesuai dan jangan sampai salah, apakah tujuan ke Irlandia untuk turis, belajar atau bekerja. Kalau aku sih “turis”, gak tahu kalau Mas Anang hihih 😀

3. A signed letter of application including your full contact details

Surat permohonan yang berisi tanggal keberangkatan serta tujuan di Irlandia dan kapan pulangnya, intinya menunjukkan kalau bakalan balik ke negara asal, bukan sedang mencari jati diri 😀

4. Evidence of your obligations to return to your country of permanent residence. 

Kalau ini waktu itu saya lampirkan surat referensi dari kantor yang menyatakan berapa lama berkerja dan menjamin bakalan kembali lagi bekerja. Mintanya ke HR dan lamanya 3 minggu bok minta surat keterangan kerja aja.

5. Reference Letter from Ireland

Surat referensi Irlandia, surat ini bisa didapat dari email Kedutaan Irlandia, tinggal print, isi nomor Passport dan tandatangan.

Isi suratnya begini 

To: Embassy of Ireland, Jakarta

World Trade Centre 1, 14th Floor

Jl. Jend. Sudirman Kav. 29-31

Jakarta 12920

Indonesia

RE: Application for Irish Visa

Dear Sir/ Madam,

I,            , holder of passport number  , will observe the conditions of my visa. I will not become a burden of the State and I will leave the State on the expiration of my permission to remain.

Yours Sincerely,

(                         )

Date

6. Bank Statements/ pay slip – 3 to 6 months

Bank statement atau slip gaji selama 3-6 bulan terakhir.  Aku melampirkan bank statement dalam Bahasa Inggris dan rekening koran dalam Bahasa Indonesia. Untuk pengurusan Bank Statements di BNI (karena banknya disini) cukup mehong alias mahal, 2 lembar merah dan 1 biru kalau pengurusan 3 hari, kalau sehari 3 lembar merah.

Kalau ada yang bertanya berapa sih tabungan minimal untuk Visa Irlandia?

Tidak ada minimal saldo di tabungan, namun perlu diperhatikan tabungan harus rasional cukup untuk membeli tiket dan biaya hidup selama di Irlandia biar gak dianggap kere atau lagi nyari suaka. Terus tabungan juga harus masuk akal lah ya misalnya balik ke Indonesia lagi minimal ada uang untuk bertahan hidup di Indonesia.

7. Accomodation details

Untuk akomodasi selama di Irlandia, aku membooking penginapan selama 10 hari di Irlandia dengan website bookingan hotel tanpa biaya serta jika pembatalan tidak dikenakan biaya. Jadi wajib melampirkan bukti penginapan selama di Irlandia

8. Flight Itinerary (not the ticket)

Sebenarnya aku tidak melampirkan bukti booking transportasi baik pesawat atau bus maupun perahu menuju Irlandia namun aku jelaskan menggunakan bus dalam rincian perjalanan serta melampirkan tiket pulang pergi Jakarta-Kuala lumpur-Belanda-Kuala Lumpur-Jakarta.

9. Travel Insurance

Copy asuransi perjalanan, untuk asurasni perjalanan yang aku pakai saat mengurus visa Schengen karena kebetulan waktunya bersamaan. Jadi sekali mendayung, dua tiga Pulau terlampaui.

10. Copy of Birth Cert and/or Marriage Cert (if not in English they must be translated by sworn translator)

Copy akte kelahiran harus diterjemahkan oleh penerjeman tersumpah dalam Bahasa Inggris. Untungnya aku sudah urus terjemahan Akte lahir dengan harga selembar merah.

11. Copy of current and previous passports including any visas detailing previous travel history (passport must valid for more than 6 months after return travel date)

Fotocopy passpor terbaru dan jika memiliki passpor lama maka passpor lama juga di copy jika ada beserta semua stempel di dalam passpor termasuk semua visa. Perlu diingat Passpor harus valid setidaknya enam bulan ke depan. Jadi misalnya jika passport expired bulan Desember 2017 namun berangkatnya masih Maret 2017 maka masih bisa digukan unutk mengurus Visa.

12. Two (2) Photos with white background 3.5 x 4.5 (zoom 80%)

Foto dengan latar belakang putih ukuran 3.5 cm x 4.5 cm, zoom 80%.

Untuk yang ini agak lucu karena aku ternyata sudah memiliki foto dengan ukuran yang sama sisa dari pengurusan Visa Schengen namun karena tidak yakin malah sibuk sendiri mencari tukang cuci photo. Udah nyarinya di Cilegon susahnya minta ampun pas dapat di Mall Cilegon eh “zonk “ternyata sama ukuran dengan photo untuk Visa Schengen.

Baca juga cara pengurusan Visa Schengen Via VFS Jakarta

Ingat: Semua berkas dalam BAHASA INGGRIS!

Setelah berkas lengkap maka bisa mengirim email atau telephon pihak Kedutaan Irlandia untuk membuat jadwal pertemuan.

Saat Jadwal Pertemuan di Kedutaan Irlandia

Bawalah berkas persyaratan dengan lengkap serta passpor asli. Namun jangan lupa untuk membuat jadwal pertemuan terlebih dahulu dengan Kedutaan Irlandia karena pas ketemuan akan ada nama siapa pengunjung dan tujuannya apa di Keduatan Irlandia di Jakarta.

Perlu diperhatikan dalam pengurusan Visa Irlandia di Jakarta

Visa application fee is GRATIS for Indonesian Citizen

Visa application process takes approximately 3-4 weeks

The Embassy will NOT keep your original documents, however we need to see all original documents including passport for verification ( jadi kedutaan Irlandia tidak menahan Passpor kita dan ini yang paling menyenangkan).

Setelah menyerahkan berkas maka tunggu email dari Kedutaan Irlandia karena kita akan balik ke Kedutaan Irlandia jika Visa diterima dan balik lagi sambil membawa passpor asli dan bukti pengambilan Visa dengan jadwal yang sudah disepakati.

Setelah melalui prosedur akhirnya taadddddddaaaaaaaa

Visa Irlandiaku keluar…

Horeeee!!!

Visa Irlandia
Visa Irlandia

Lama proses Visa Irlandia yang aku ajukan hanya 9 hari kerja terus yang paling membahagiakan adalah aku hanya meminta 10 hari namun dikasih 2 bulan untuk Visa Irlandia dari 1 Maret 2017-31 Mei 2017.

What a lucky charm!

Untuk membuat jadwal pertemuan pengurusan Visa Irlandia maka bisa menghubungi

Embassy of Ireland, Indonesia
World Trade Centre 1 Building, 14th floor
Jl. Jend Sudirman Kav. 29-31
Jakarta 12920
Phone  : +6221 2809 4300
Fax       : +6221 521 1622
Email  :jakartaem@dfa.ie

Ternyata mengurus Visa Irlandia sendiri ternyata gampang ya?

Ada yang tahu wisata wajib yang menarik di kunjungi di Irlandia?

Salam

Winny