Hari Pertama di Perbatasan Kamboja


Angkor is one of the most important archaeological sites in South-East Asia. Stretching over some 400 km2, including forested area, Angkor Archaeological Park contains the magnificent remains of the different capitals of the Khmer Empire, from the 9th to the 15th century. They include the famous Temple of Angkor Wat and, at Angkor Thom, the Bayon Temple with its countless sculptural decorations. (Resource:UNESCO)

OLD MARKET SIAM REAP
OLD MARKET SIAM REAP

 

Hello World!

Hari pertama di Perbatasan Kamboja setelah melalui perjalanan darat yang luar biasa capek, aku mendapatkan pengalaman lucu serta kesan liburan menyenangkan di Kamboja untuk pertama kali. Wakau aku masih taraf newbie dalam keliling diluar Indonesia tapi aku bawa santai saja serta bertemu dengan orang baru para traveller. Perjalanan di perbatasan Thailand-Kamboja selama 12 jam dengan taxi mulai dari Poipet hingga ke Siam Reap selama 3 jam.

Untuk pemula yang memiliki rencana ke Kamboja tidak usah khawatir, untuk Indonesia kita free visa karena masih satu kawasan ASEAN selain itu mengisi arrival card Cambodia (Kamboja) mudah karena dengan menggunakan Bahasa Inggris.

cambodia imigration
Cambodia Imigration

Hal-hal unik yang aku temukan selama travelling Cambodia (liburan perdana Kamboja) di perbatasan ketika melihat padang tandus mirip di NTT serta rumah penduduk yang bertingkat mirip rumah tradisional Indonesia, rumah panggung serta taxi yang drivernya di sebelah kanan.

Selain itu sesama traveller, pasangan traveller Amerika terkejut dengan melihat warga Kamboja yang membawa ayam dari perbatasan Thailand ke Kamboja. Buru-buru mereka mengambil gambarnya, kalau aku justru tertarik dengan tulisan yang ada di plat motor. Yah beda antusias kali ya! Namanya orang bawa ayam di sepeda motor merupakan padangan biasa di Indonesia jadi aku tidak begitu ngeh tapi kalau lihat tulisannya pasti aku antusias karena sesuatu yang baru. Itulah kenapa aku addicted in travelling karena selalu ada pembelajaran di setiap perjalanan!

Cambodia looks like Indonesian, many rice field!

poipet
Poipet

Sesampai di Siam Reap Kamboja jam 6 sore langsung buru-buru mencari penginapan 12 USD. Yah walaupun agak mahal tapi badan butuh mandi jadi EGP banget ama uang. Perjalanan ke Kamboja kali ini bukan edisi backpackeran tapi Holiday in Cambodia haha 😀

Setelah siap bersih-bersih akupun mencoba berjalan ke OLD MARKET SIAM REAP, CAMBODIA yang berada di pusat komplek Angkor Wat Siam Reap.

Angkor Night Market is by a mile the most pleasant. There is also the Central Market which was always good for clothes and shoes and decent knock-off bags. Old Market (Psah Chas, pronounced “psa cha”) is the one most people will get to know though. Right in the heart of town, it’s got location, posterity and an abundance of offerings on its side. It’s like a Tardis-market; they’ve got clothing, spices, housewares, jewellery, rat-traps, fabrics and detergent for washing them, souvenirs, DVDs and, of course, food, and they cater to absolutely everyone in town. It’s not an easy place to negotiate in though, so try one of the newer ones if you’re seriously bargain hunting. (Source Travelfish)

OLD MARKET
OLD MARKET

Old Market ANGKOR WAT merupakan pasar untuk hunting oleh-oleh di Kamboja. Terdapat bar serta restauran mirip di Kuta Bali serta pedagang yang menjual oleh-oleh khas Kamboja seperti kaos, gantungan kunci, boneka Kamboja, manik-manik dan masih banyak lagi. Old market di Angkor Watt mirip dengan Pasar Sukowati Bali. Harus pandai-pandai menawar karena biasa mereka bilang begini ” This price is special for you, i already discount so its very cheap”! (Pengalaman berburu oleh-oleh bok!)

Aku paling gila shopping gak tahan ama yang namanya pasar malam tidak perduli dimana yang membuat pengeluaran bengkak disini 😀 yah paling tidak aku cewek tulen suka belanja hahahah 😉

Nah buat para traveller jika mengunjungi pasar tradisional baik di Thailand maupun pasar tradisional Kamboja tempat mencari oleh-oleh maka kata yang khas itu “the price is secial for you!” ! Kedua negara ini sama saja maka pandai-pandailah dalam bernegoisasi biar tidak ditipu terus harus ada niat beli yah atau siap-siap dimarahin jika tidak jadi ntar dibilang kere hahaha 😀

old market

Aku sendiri menghabiskan uang 50 USD hanya untuk berburu oleh-oleh berupa gantungan kunci, kaos, gelang hingga oleh-oleh khas Kamboja (gila kan?) 😀

Selain itu aku mencoba pijat tradisional di Old Market Cambodia seharga 4 USD selama 1 jam. Tapi massage di Kamboja tidak terlalu wah sih kalau menurutku lebih jaga orang Indonesia hehehe 😀

Hari pertama di Perbatasan Kamboja ditutup dengan tidur jam 1 malam.. duh harus bangun cepat buat hunting
sunrise
Angkor Wat di pagi hari….
Salam
Weeny Traveller

Iklan

8 tanggapan untuk “Hari Pertama di Perbatasan Kamboja

  1. Emang ya kalau jalan2 gak usah pusing bangetlah sama uang ya. Toh uang kan emang mau dihabisin toh 😀 enjoy Kamboja Win. Ditunggu sunrise Angkornya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s