Pesona Puri Klungkung Bali


The Klungkung Palace, officially Puri Agung Semarapura, is a historical building complex situated in Semarapura , the capital of the Klungkung. The palace (puri) was erected at the end of the 17th century, but largely destroyed during the Dutch colonial conquest in 1908. Today the basic remains of the palace are the court of justice, the Kertha Gosa Pavilion, and the main gate that bears the date Saka 1622 (AD 1700). Within the old palace compound is also a floating pavilion, the Bale Kembang. The descendants of the rajas that once ruled Klungkung today live in Puri Agung, a residence to the west of the old palace, which was built after 1929

By Wikipedia

Hello World

Bali, 2017

Siang itu kami menuju ke Semarapura, tak jauh dari Tugu Monumen Klungkung aku melihat iringan penduduk Bali menghantarkan jasad seseorang ke kubur.

“Pak, itu tidak ngaben kah? Tanyaku kepada Pak Bobi guide kami selama di Bali”
“Tidak, jawabnya”

Jujur baru kali ini aku melihat iring-iringan Bali seperti itu.

“Tunggu disini ya, Bapak mau coba lihat 
apakah Purinya boleh masuk”, lanjutnya

Kemudian akupun duduk menunggu di depan Kertha Gosa dengan Kebaya Bali warna kuning. Memang rencana kami napak tilas di Puri Klungkung, saksi bisu dari Kerajaan Klungkung Bali ingin memakai Batik khas Bali seolah kami adalah Raja dan Ratu pada masa Klungkung. Aku dan Rere dengan Batik warna kuning, Leoni dengan kebaya orange, Rasti dengan Kebaya Hijau dan Nicho dengan baju hitam lengkap dengan topi bali yang khas. Memakai Kebaya Bali di area Puri klungkung serasa jadi Ratu dah. Apalagi latarnya yang cocok, seakan berada pada masa Dalem Waturenggong di abad 14-17 dimana Kerajaan KLUNGKUNG meraih masa kejayaannya waktu itu.

Puri Klungkung merupakan peninggalan Kerajaan Klungkung Bali. Puri sendiri berasal dari Bahasa Sanskerta yang berarti benteng, istana, atau tempat persemayan Raja. Kerajaan Klungkung dulunya terdiri dari kerajaan-kerajaan kecil kemudian menjadi menjadi swapraja (berjumlah delapan buah) atau disebut kabupaten. Kerajaan pecahan Klungkung diantaranya Kerajaan Badung, Kerajaan Bangli; Kerajaan Buleleng, Kerajaan Gianyar, Kerajaan Karangasem, Kerajaan Klungkung; Kerajaan Tabanan.

Dari dulu Kerajaan Klungkung memiliki raja antara lain:

  1. Dewa Agung Jambe I (1686-1722)
  2. Dewa Agung Gede (1722-1736)
  3. Dewa Agung Made (1736-1760)
  4. Dewa Agung Sakti (1760-1790)
  5. Dewa Agung Putra I Kasamba (1790-1809)
  6. Dewa Agung Panji
  7. Dewa Agung Putra
  8. Dewa Agung Putra I
  9. Gusti Ayu Karang (1809-1814)
  10. Dewa Agung Putra II (1814-1851)
  11. Dewa Agung Istri Kania (1814-1856)
  12. Dewa Agung Putra III (1851-1903)
  13. Dewa Agung Jambe II (1903-1908)
  14. Interregnum (1908-1929)
  15. Dewa Agung Oka Geg (1929-1965)
  16. Interregnum (1965-1998)
  17. Dewa Agung Cokorda Gede Agung (1998-)
  18. Dewa Agung Cokorda Gede Agung Semaraputra (2010-Sekarang)

Kerajaan Kulungkung ini sangat erat kaitannya dengan Perang Puputan tanggal 18 April 1908. Perang Puputan artinya perang hingga titik darah penghabisan. Pada masa itu baik wanita juga ikut berperang dalam perang Puputan, sayangnya pada perang Puputan kerajaan klungkung kalah dari Belanda.

Hingga kini sisa dari Kerajaan Klungkung Bali yang masih bisa dikunjugi adalah Kertha Gosa, Pemedal Agung, dan Puri Agung Klungkung. Dan ketiga tempat ini kami kunjungi sebagai napak tilas dari Kerajaan Klungkung.

"Win, Pak Bobbi mana? tanya teman-temanku menghampiri"

"Tadi kesana nyari informasi, jawabku"

Kemudian beramai-ramai kami masuk ke dalam Kertha Gosa. Pada saat kami masuk ke dalam Kertha Gosa kami tidak dipungut biaya. Kerta Ghosa disangga oleh tiang-tiang kayu berukir Bali berjumlah dua puluh tiang kayu. Di Kertha Gosa juga terdapat Kursi dengan pegangan tangannya berbentuk naga yang merupakan tempat duduk untuk pendeta Brahmana sementara kursi satu lagi untuk raja.

Kemudian di depan pintu gerbang terdapat sebuah BALE KAMBANG, sebagai tempat penjamuan makan untuk ramu kerajaan atau sekedar tempat istirahat Raja pada masa itu. Bale ini juga dulunya di Masa kerajaan klungkung menjadi tempar peradilan jika terjadi persengketaan. Bale Kambang atau disebut juga Taman Gili bangunan berbentuk mirip kura-kura dengan kolam ditengahnya. Untuk menuju Bale kambang terdapat jembatan yang ketika menuju jembatan terdapat gerbang berbentuk Gapura bernama Candi Bentar. 

Untuk Bale Kambang ini aku sangat suka karena kolamnya dengan bangunan ditengahnya itu klasik. Bahkan Bale Kambang dalam filospi Hindu memiliki arti dengan keberadaan Gunung Mahameru yang dikelilingi pegunungan dan lautan. Berada di Bale Kambang dengan ukiran khas ukirannya sangat bagus sekali 🙂

Selain Bale Kambang, di depan Kertha Gosa juga ada sebuah museum. Museum yang berada di samping Kertha Gosa adalah peninggalan zaman dulu serta sejarah tentang Kerajaan di Bali. Bahkan photo Raja Klunglung juga ada di museum ini. Menariknya lagi di museum ada buku berbahasa Belanda serta uang koin mirip mata uang China. Menurut penjelasan Pak Bobi kalau dulu Raja KLUNGKUNG pernah menikah dengan Gadis China sehingga ada akulturasi Bali dengan China khususnya mata uangnya.

Setelah puas melihat Musuem kami melanjutkan jalan kaki ke Puri Agung Klungkung. Puri Agung Klungkung merupakan cagar Budaya menarik di Bali karena memiliki makna khusus yaitu sebagai tempat persemayaman raja. Sehingga Puri Agung Klungkung merupakan Puri bangunan dan tempat suci.

Hal menarik dari Puri klungkung adalah di Puri ini terdapat photo Raja Klungkung zaman dulu dan sekarang. Bahkan ada satu alarm alami berbunyi jika ada bahaya. Untuk Puri sendiri cukup bersih dan luas. Ada satu lukisan yang membuat perhatianku tertuju yaitu pada lukisan perang GADIS BALI dengan PENJAJAH.

"Pak kenapa wanita juga berperang?", tanyaku
"Karena perang puputan tidak mengenal wanita dan anak-anak,
perang itu sampai tuntas", jawab Pak Bobi kepadaku.

 

Sumber Photo (Ate Malem)

Tiket masuk ke Puri Agung Klungkung

Gratis

Tiket masuk ke Kerta Gosa & Taman Gili

Dewasa Rp. 12.000/Orang

Anak-anak Rp. 6.000/Anak

Lokasi Puri Klungkung Bali

Jl. Untung Surapati, Semarapura Tengah

Kec. Klungkung, Kabupaten Klungkung

Bali

*Perjalanan ini adalah undangan dari Kementerian Pariwisata untuk program Pesona Indonesia bersama Nicko, Ratri, Rere, dan Leoni.

Baca juga

1. Suluban

2. GWK

3. Puri Lukisan

4. Bali Pulina

Salam

Winny

Iklan

21 tanggapan untuk “Pesona Puri Klungkung Bali

  1. Indonesia kaya budaya, Bali apalagi. Pernah sekali liburan kesana, suasanya adem ya Win.
    Pantesan setiap ketemu expatriate, dan tau aku dari Indonesia, yang dikenal cuma Bali ama Jakarta 😀

    Anyway, foto-fotonya bagus 🙂

  2. Suka-suka…. hehe 😀 Indonesia memang cantik… BTW kyaknya Mbak suka banget wisata candi-candi gitu ya… ? 😀 sering banget jalan2 ke candi-candi gitu di postingan.. 😀 it’s great, mbak… Keet going…!! (y)

  3. waaah Bali yg selalu ceraaaah… bagus bangeeeet, btw ada cerita tambahan nih ttg bale kambang, menurut penjaga disana – kalau mau ada bencana warna airnya berubah kemerahan.. hmmm… bikin merinding…

  4. BAAAAALIIII!
    selalu memesona yah si Bali ini. Pantes promo kemenparekraf kemarin2 Bali melulu.
    Aku waktu 2012 ke mari. wkwkwk so long ago. tapi ga main ke sini dan nggak kepikiran juga.
    next, kudu arrange trip lagi nih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s