“You’ll learn, as you get older, that rules are made to be broken. Be bold enough to live life on your terms, and never, ever apologize for it. Go against the grain, refuse to conform, take the road less traveled instead of the well-beaten path.

By Unknown

Hello World!

Austria, 2017

Pengalaman Eropa trip sendirianku “bittersweet”, bercampur aduk emosi baik suka maupun duka. Pun berjalan sendiri sampai berkata dalam hati “apa yang aku cari di Eropa?”. Mungkin saja perjalanan ke Eropa untuk mengenal diri sendiri namun percayalan perjalanan 1 Bulan di Eropa tidak seindah yang dibayangkan orang. Walau memang rata-rata seru sekali selama di Eropa karena bertemu dengan orang baik dan ada juga orang agak-agak. Salah satunya hostku di Vienna. 

Gara-gara salah tanggal kedatangan ke Vienna, asli host Austriaku ngambek kayak anak kecil. Jadi ceritanya aku pergi ke Vienna setelah tinggal 3 hari di Budapest karena aku salah beli tanggal tiket bus dari Budapest ke Vienna. Aku mengira kedatanganku adalah hari minggu rupanya senen. 

Nah loh kacau kan?

Sebelum memutuskan pindah negara ke Vienna aku sudah mencari tempat penginapan gratis di Vienna melalui CS dan ada satu orang yang menerima permintaanku. Dilihat dari referensi sih doi punya lebih dari 100 referensi artinya harusnya orangnya OK lah ya. Tapi jujur aku agak bingung menilai host di Vienna. Karena selain banyai aturan ini itu, bla bla bla bla, gak boleh ini itu, terus moodyan eh tahu-tahu ninggalin uang 10 Euro juga buat jajan. Cuma karena di awal udah nyebelin sehingga aku anggap ini host ababilnya tingkat tinggi. Si kawan ini marah karena aku salah tanggal, gar-gara kesalahanku itu dia tidak bisa menemaniku selama di Vienna. Namun bukan itu penyebab dia ngambek. Sebabnya adalah saat subuh di terminal Vienna dia jemput terus langsung pengen peluk gitu. Spontan aku nolak dong, eh mukanya langsung BETE.

Winny do not travel if you cant accept culture. In western hug to show how you welcome people but u pointly unrespect me!, begitu katanya

Mendengar perkataannya aku agak naik tensi. Karena sebelumnya aku hendak batalin di host ama ini kawan terus dianya yang bilang dia tidak pernah membatalkan dan dibatalkan. Akhirnya menjawab pernyataan yang membuatku kesel juga aku berusaha setenang mungkin menjawab sambil menahan esmosi

Allright its ur culture, but for Indonesian hugging is not command! 

Sorry!

Akhirnya dengan rasa tidak nyaman lah kami memulai perkenalan. Pada dasarnya sih orangnya baik misalnya dia ngasih kunci rumahnya padaku saat dia pergi ke Itali. Tapi kata-kata senewengnya itu loh bikin kuping panas. Sambil aku dalam hati “ya Tuhan cari gratisan di Eropa begini banget”. Belum lagi pas dirumahnya banyak aturannya misalnya pas tidur di sofanya harus pakai baju tidur karena baju yang aku pakai dari luar takut mengotori sofanya. Iya kali aku bawa baju tidur pas di Eropa, orang mau jalan-jalana backpackeran kere lagi di Eropa, gimana mau mikirin bawa baju coba.  Untungnya si kawan ini pergi ke Itali jadi aku bisa jalan-jalan di Vienna sendirian. Tidak kebayang kalau jalan ama host yang di awal tidak menyenangkan. Terus dia berkata “you walked alone in Vienna because this is your fault, im going to Italy”. Padahal dalam hati “syukur deh” ahhahaha. Kacau ya aku? Memang beginilah manusia tak tahu diri udahlah ditolong malah bersyukur orangnya gak nemanin. Itulah awal aku melakukan perjalanan seorang diri di Vienna.

Dari rumah host ke pusat Vienna dengan jalan kaki hanya 1 jam saja. Apartemennya cukup dekat dengan stasiun kereta namun karena harga nya sekali jalan bisa kena 2 sampai 3 Euro dan sayang uang akhirnya aku memilih jalan kaki. Toh jalannya lurus-lurus saja! Mengikuti insting aku jalan sambil menikmati Kota Vienna. Secara garis besar Vienna tidak menarik untukku walau banyak bangunan tua serta patung-patung lucu. Entah karena faktor host yang agak-agak ababil atau memang aku sudah bosan dengan wisata Eropa yang gak jauh dari bangunana tua dan Gereja.

Walau demikian aku tetap menikmati perjalanan di Vienna. Bayangkan seharian dari pagi hingga petang dengan jalan kaki mengitari satu tempat ke tempat lain “sendirian”. Dan anehnya aku bahagia!

Aku melihat bangunan istananya dari luar karena untuk masuk ke dalam males bayar tiket masuknya. Tapi jangan salah menikmati bangunan bangunan tua beserta istanya lumayan seru. Belum lagi di Vienna memakai bahasa German sehingga lumayan membantu walau aku cuma bisa bilang “Dank” udah itu saja. Hahaha 😀

Untuk istana di Vienna lumayan cakep-cakep dengan taman yang luas. Yang membuatku pangling kepada patungnya. Kebanyakan warga lokal tidur-tiduran di rumput. Ada satu momen membuatku baper jalan sendirian di Eropa saat dua sepasang sejoli bermesraan di rumput. Keduanya pelukan sambil menikmati istana di depannya. Eh tiba-tiba ciuman saja, kan bikin iri ahhaha. Belum lagi iri dengan mereka pakaian kaos saja, padahal aku pakai jaket tebal karena meski kelihatan terang benderang udaranya cukup dingin, kulit tropisku tidak bisa berkompromi dengan dinginnya udara Eropa di musim dingin.

Sebenarnya kalau tidak mau jalan kaki keliling Vienna ada pilihan bus yang keliling di Vienna namun karena pada dasarnya aku turis kere akhirnya memilih jalan kaki. Selain sehat juga lebih fleksibel kemana-mana. Bagi penyuka musik mozart, opera, seni maka Vienna ini adalah surganya mereka. 

Kota Vienna juga memiliki rombongan tourguide gratisan yang bisa daftar secara kelompok. Dalam satu rombongan akan dipandu satu orang keliling Vienna secara gratis dan menjelaskan sejarah bangunan atau tempat wisata tersebut. Semacam walking tour city gitu. Aku sempat ikut cuma karena satu tempat lama nunggunya akhirnya aku cuma dengar informasinya saja terus cao jalan. 

Menurutku jalan sendirian di Vienna tidaklah susah apalagi wisatanya di Kotanya mudah petuntuknya. Bahkan untukku seorang yang tidak bisa membedakan “kanan kiri” di peta. Dan peta Vienna di secarik kertaslah menjadi petunjukku kemana dan apa yang aku ingin lihat di Vienna. 

Jalan kaki di Vienna sendirian tidaklah mengerikan karena aku punya waktu sendiri juga bisa menikmati sisi Vienna dan istananya untukku sendiri ☺

Salam

Winny

Advertisements

Posted by Winny Marlina

Indonesian, Travel Blogger and Engineer

30 Comments

  1. Wah. Udah salut, 1 jam jalan kaki dibilang ‘cuma’. Ternyata alasannya ngirit ya. Hahaha.

    Oi. Ayo makan-makan lagi! Tambah personilnya lah.

    Reply

    1. yuk kapan lagi amkan pedas kita haha

      Reply

  2. Beugh baper banget itu yaaaa hahaha. Tiduran di rumput ma pasangan pake peluk2an segala. Kakak kapan? Aku kapan?

    😛

    Reply

    1. haha aku jadi penonton ajalah

      Reply

  3. Yang kamu foto itu bukan istana Win, tapi museum. Yang satu museum budaya/sejarah, yang satunya (di seberangnya) musim natural history. Bagus kok isinya 🙂 . Istananya Vienna ada agak di pinggir kota, Schloss Schönbrunn namanya. Ini juga keren, dan punya taman yang gede banget, walaupun nggak segede Versailles sih, hehehe 🙂 .

    Reply

    1. makasih banyak zilko koreksinya aku kira itu istana karena di peta ada tulisan palace hahah eh tapi aku belum ke Schloss Schönbrunn 😦

      Reply

  4. Sangat bangga padamu kak win!
    Salut aku di bagian ini: Sebabnya adalah saat subuh di terminal Vienna dia jemput terus langsung pengen peluk gitu. Spontan aku nolak dong

    🤗👍👍👍👍

    Reply

  5. Terus dia berkata “you walked alone in Vienna because this is your fault, im going to Italy”. Padahal dalam hati “syukur deh” ahhahaha. ~> ngakak aku 😂😂😂😂😂

    Reply

    1. iya habis dia enak betul mau peluk2 hahahah kan rugi di kita

      Reply

  6. hmm… saat melakukan perjalanan tdk semua budaya luar harus kita terima. setuju.

    Reply

    1. iya kak karena kita juga memiliki jati diri 🙂

      Reply

  7. yg bikin males waktu solo traveling adalah ada ajaaa yg bikin baper…sungguh mereka2 memang tidak berperasaan, PDA seenak jidat, pan di sini mupeng yak *peluk tiang*

    Reply

    1. wkwkwk aku mau ikutan peluk kak eh lupa gk boleh

      Reply

  8. inbox dong foto bule yang pakai kaos doang padahal udara dingin

    Reply

  9. Dipeluknya emang kaya gimana? Biasa atau mesum? 😂

    Reply

    1. mesra kak lebih mesra dari kita photo dan jalan-jalan haha

      Reply

  10. wow seru bgt jalan2 sendirian.

    Reply

  11. Huwakss doakan tahun depan abis volunteer Piala Dunia 2018 di Rusia, kalo ada bujetnya, mau melipir ke sini.

    Reply

  12. Ngetrip sendiri emang enak win, jadi punya cerita sendiri yang ga ngebosenin. Hmm… gpp kali dipeluk. Di Indonesia juga udh lumrah koq hahaha Di sidempuan mungkin yang enggak. hahaha

    Reply

    1. di kampungku gak boleh Bob haha

      Reply

  13. eh si bule itu ababil atau alay ya … hehe
    mangkanya ” apa sih yang di cari di Eropa ?? ” #Kepo

    Reply

    1. Mencari jati diri kak 😀

      Reply

  14. Wah, jadi teringat kota Vienna…

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.